Teach for Love | KyuMin | Part 5/? | Genderswitch | T+ | Romance, Drama |

Teach for Love

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin

 

Part : 5/?

 

Warning : GENDERSWITCH, Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi.Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Dia baru saja pindah dari Jepang dan di sekolah barunya ia dihadapkan oleh seorang guru sexy dan teman-teman abstrak juga pengrusuh yang peduli. Di rumah dia bertemu seorang gadis manis anak tetangga yang menjadi tipe idealnya. Awalnya dia acuh, tetapi sikap jahil yang sudah mengakar di jiwanya membuat segala urusan menjadi semakin rumit. Dan karena hal itu, dia mulai belajar untuk mencintai sesuatu yang benar-benar diperlukannya.

Music : Because I Love You by Changmin DBSK

 

Kyuhyun baru selesai sarapan ketika bel rumah berdentang nyaring dua kali. Kakeknya yang sedang membaca koran melirikkan matanya ke arah Kyuhyun, memerintah cucu semata wayangnya untuk membukakan pintu. Kyuhyun tidak bisa menolak karena nenek sedang mencuci bekas peralatan makan di dapur.

 

Dia mengecek interkom dan menemukan wajah kalem Seohyun di sana. Ia sempat terkejut. Lantas buru-buru menekan tombol hijau untuk membuka pintu gerbang, dan dengan segera ia berlari menghampiri gadis cantik itu.

 

Kyuhyun tidak pernah menyangka jika Seohyun akan datang ke rumahnya pagi-pagi sekali—ini masih pukul sembilan di hari Minggu. Yang jelas ia senang bukan kepalang saat tahu Seohyun masuk dan melewati jalan setapak di sekitar pekarangan rumahnya. Ia tersenyum sumringah menyambut gadis cantik berambut panjang itu.

 

Oppa,” dia menyapa lalu merundukkan badan sebentar. Senyuman manis itu masih bertahan di lengkungan bibir tipisnya yang menawan. “Aku baru membuat kue dengan ibu. Kuharap Oppa mau mencicipinya,” katanya sambil menyerahkan kotak bekal susun tiga dengan warna pelangi. “Kami membuat banyak.”

 

Gomawo,” Kyuhyun berseru senang ketika menerima pemberian Seohyun. “Aku pasti akan memakannya.”

 

“Aku harus pergi karena setelah ini kami akan pergi ke rumah nenek di Busan,” raut wajahnya tampak lebih lesu setelah mengatakan hal itu. “Tetapi, lain kali aku akan membuat kue yang banyak dan kita harus memakannya bersama-sama di Banpo.”

 

“Ya, aku berjanji untuk itu,” Kyuhyun menanggapinya dengan senang. “Aku menunggu hari itu datang, Seohyun-ie,” Kyuhyun mengangkat sebelah tangannya dan mengacak rambut lurus Seohyun, membuat gadis itu merona karena tindakannya barusan.

 

“Kalau begitu, aku pamit, Oppa. Salam untuk kakek dan nenek.”

Seohyun membungkukkan badan dan segera berbalik, melangkah menjauh meninggalkan Kyuhyun sambil berusaha menenangkan detak jantungnya yang hampir meledak tidak karuan.

 

Begitu sosok Seohyun hilang di balik gerbang, Kyuhyun mengangkat kotak bekal pemberian Seohyun dan menatapnya penuh sangsi. Dia tidak suka makanan manis, tetapi Seohyun selalu memberi makanan seperti itu kepadanya. Sebenarnya ia ingin menolak, tetapi itu sama sekali tidak mungkin dilakukan. Dia tidak pernah ingin membuat Seohyun kecewa.

 

Sebaiknya ia harus segera masuk dan memberikan kue warna-warni ini ke kakek dan neneknya—lalu membiarkan gula darah mereka naik karena makan makanan manis sebanyak ini. Kyuhyun menepuk jidatnya dan dia urung masuk ke dalam.

 

Dan di saat seperti ini, mungkin Tuhan bermaksud untuk membuat Kyuhyun ingat kepada Sungmin. Melihat kotak bekal pelangi ini, pikirannya jadi melesat ke wajah cerah gurunya yang cantik itu. Saat itu juga ia memutuskan untuk mengambil sepeda pancalnya, meletakkan kotak bekal di keranjangnya, dan segera mengayuh pedalnya secepat mungkin menuju apartemen Sungmin.

 

Kyuhyun terlalu bersemangat hingga membuatnya kalap dalam mengendarai sepeda. Begitu sampai di depan gedung apartemen Sungmin, laki-laki itu segera memarkir sepeda kayuhnya dan berlari menaiki lift menuju lantai 10.

 

Dan jemari tangan kanannya menekan tombol bel empat kali dalam waktu dua detik saat ia sampai di depan pintu apartemen Sungmin. Tak lama setelahnya pintu terbuka, gurunya yang cantik itu berdiri di depannya dengan masker hijau di wajahnya dan balutan baju handuk berwarna merah jambu.

 

Omo! Kau mengagetkanku, ssaem!” Kyuhyun berjengit pura-pura terkejut. Ia terkekeh sebentar lantas masuk tanpa ijin—Sungmin tidak mungkin berucap karena wajahnya dilumuri masker cair berwana hijau. “Aku membawa sesuatu kemari,” katanya sambil memamerkan kotak bekal di tangannya.

 

Laki-laki itu berbalik dan melukis senyuman menawan yang menyilaukan. Dari sudut pandang Sungmin, laki-laki itu terlihat seribu kali lebih menawan—apalagi dengan sinar mata yang hangat seperti sinar surya di luar. Sungmin hampir meleleh dan ..

 

“Ayo pergi ke Banpo denganku, ssaem!”

 

KENCAN?!

 

Batin Sungmin menjerit bak setan kepanasan, mata kelincinya membulat. Kyuhyun itu apa-apaan, sih?

 

Laki-laki itu berjalan mendekat ke arah Sungmin, setelahnya menjatuhkan dua telapak tangannya di dua pundak sempitnya, sengaja menyalurkan aliran listrik bertegangan tinggi ke tubuh Sungmin dari telapak tangannya. “Lebih baik ssaem membersihkan masker ini,” katanya sambil mendorong tubuh Sungmin memasuki kamar mandi.

 

Sungmin benar-benar tidak bisa melakukan apa pun dengan benar ketika Kyuhyun menyeret tubuh mungilnya menuju kamar mandi. Ia hanya menurut walau langkahnya terkesan lamat-lamat. Kyuhyun yang seperti ini benar-benar membuatnya salah tingkah. Apalagi ketika keduanya sampai di kamar mandi, di depan wastafel berdua.

 

“Cuci wajahmu, ssaem. Aku tidak bisa menunggu terlalu lama,” kata Kyuhyun.

 

Sungmin terlalu gugup sampai-sampai ia menekan tombol warna merah ketika akan memutar kran. “Aikh! Ddeugeo!” (Panas) Ia memekik kaget saat tahu air panas keluar dari kran wastafelnya.

 

Gwaenchanhayo?” Kyuhyun maju selangkah, melihat apa yang sedang dilakukan gurunya sampai memekik seperti itu. Laki-laki itu menemukan uap air yang mengepul dari air yang memancar, setelahnya ia memutar pengatur suhu air yang berada di sebelahnya. “Seharusnya kau mengatur suhunya terlebih dahulu, ssaem.”

 

Sungmin hanya mengangguk, lalu buru-buru membasuh wajahnya.

 

“Kau gugup ya, ssaem?”
Lagi-lagi mata Sungmin yang seharusnya memejamkan mata, tiba-tiba membelakkan kelopaknya karena terkejut. “Kau bicara apa, sih?” Sungmin mengangkat wajahnya dan menatap Kyuhyun dengan pandangan mengintimidasi.

 

Kyuhyun terkekeh.

 

“Aduh! Aduh!” Sungmin mengaduh dan kepalanya merunduk, dua tangannya bergerak mengucek matanya yang tiba-tiba perih karena kemasukan air maskernya yang meleleh.

 

Kyuhyun kaget, telapak tangannya langsung mencengkeram erat dua pergelangan tangan Sungmin dan menghalangi gerakan wanita itu untuk mengucek mata. “Ada apa?”

 

“Perih ..,” suaranya mencicit. Dua kelopak matanya mengatup erat. “Perih sekali.”

 

“Diam, ssaem,” Kyuhyun memberi peringatan dan tangan kirinya menyambar lap mungil di samping wastafel. Dengan gerakan hati-hati ia mengelap dua kelopak mata Sungmin, “Buka matamu pelan-pelan. Aku akan meniupnya.”

 

“Tapi aku tidak kelilipan,” kata Sungmin—dan kali ini rasa gugup itu dirasa lebih besar dari sebelumnya. Tangan Kyuhyun yang semula mencengkeram pergelangan tangannya kini berpindah, menelangkup sebagian rahang kiri dan pipinya. Jangan sampai Kyuhyun menyadari rona merah di pipinya, Sungmin bisa malu besar.

 

Kyuhyun benar-benar meniup mata Sungmin dan beberapa detik setelahnya ia merasa lebih baik. Matanya terbuka sedikit demi sedikit dan pandangannya menemukan wajah Kyuhyun yang begitu dekat dengannya.

 

Ded-deg-deg ..

 

Sungmin berdebar dan ia benci itu.

 

“Kalau tanpa make-up begini, wajahmu terlihat lebih asli, ssaem.”

 

Pujian itu terlontar, dan nafas hangat Kyuhyun menerpa wajah Sungmin, menyalurkan getar-getar berbahaya yang membuat otot-ototnya semakin melemas. Sungmin memberanikan diri mendorong dada Kyuhyun, lalu ia berdehem.

 

“Kau kira kecantikanku ini berkat make-up?” dia berujar dengan nada yang dibuat ketus tetapi itu gagal total. Ia kembali menyibukkan diri dengan air wastafel. “Tunggu aku di luar. Tidak sopan sekali masuk ke dalam kamar mandi dengan wanita.”

 

OoOoO

 

Wanita itu berdandan seperti seorang gadis kuliahan yang akan pergi kencan dengan kekasihnya di hari minggu: mengenakan dress di atas lutut dan sepatu bot berhak rendah berwarna merah jambu—asal kau tahu saja kalau warnanya senada. Tali handbag keluaran J.Estina menggantung indah di pundaknya, hanya properti itulah yang membuatnya sedikit terlihat seperti orang dewasa yang sesungguhnya. Rambutnya digerai, dan ada bando lucu dengan aksen boneka beruang di atasnya—itu hadiah dari ibunya ketika ia masih berada di bangku SMA tujuh tahun lalu.

 

Sungmin malu mengenakan semua ini, tetapi Kyuhyun memaksanya. Laki-laki itu bersikeras agar menggunakan baju seperti ini. Dan yang lebih parah dari semuanya, dia pergi ke Banpo di hari Minggu yang cerah dengan membawa kotak makanan berisi kue dan dibonceng dengan sepeda pancal oleh Kyuhyun, muridnya sendiri.

 

Ini seperti drama remaja yang sering ditonton Sungmin. Sungguh romantis, pikirnya (dulu). Mungkin ia berpikir jika dibonceng oleh seorang lelaki ke sebuah tempat wisata di hari Minggu adalah hal romantis, ia pernah membayangkannya dulu. Tetapi setelah ia mengalami hal itu sendiri, ia malah menampik kata romantis itu.

 

Memalukan, sungguh. Batinnya berucap miris. Dua tangannya mencengkeram erat dua pundak Kyuhyun—itu adalah satu-satunya cara agar ia tidak terjatuh. Dan selama lima belas menit menyusuri jalanan khusus sepeda, ia hanya merundukkan kepala berusaha menyembunyikan wajahnya di balik punggung lebar Kyuhyun.

 

Saat Sungmin sedang sibuk melamun, tiba-tiba Kyuhyun mengerem sepedanya, membuat Sungmin hampir terguncang. Wanita itu reflek memindahkan dua lengannya di dada Kyuhyun, melingkarkannya di sana dan menyandarkan pipinya di atas punggung Kyuhyun.

 

Mwoya?” seru Sungmin tidak terima. Ia turun dari sepeda Kyuhyun dan menepuk-nepuk rok rendanya dengan memasang wajah masam yang menakutkan.

 

Kyuhyun tersenyum lebar ketika mendapati raut wajah Sungmin yang (sekiranya) lucu. Ia memarkir sepeda kayuhnya lalu mengambil kotak bekal yang ada di keranjang. “Jangan murung, kita ‘kan sedang kencan.”

 

Dia menggodaku lagi!

 

Alis Sungmin mengkerut dan alisnya melengkung tajam ketika gendang telinganya mendengar pernyataan tidak bertanggung jawab dari Kyuhyun. Melihat laki-laki itu duduk di sebuah kursi yang menghadap sungai Han, ia jadi berkacak pinggang dan sebal sendiri. “Kata siapa kita sedang kencan? Jangan mengada-ada, ya!”

 

Laki-laki itu menolehkan kepalanya ke kiri dan menyuruh Sungmin untuk duduk di sebelahnya, “Kemarilah. Nanti kalau ada wanita lain yang tiba-tiba duduk di sampingku, apa kau tidak akan cemburu?”

 

“Hei!” Sungmin mendekati Kyuhyun dan kembali berkacak pinggang. “Kenapa kau menggunakan banmal?”

 

“Duduk dulu!” Kyuhyun menulikan telinganya dan meraih pinggul Sungmin, memaksa wanita itu duduk di sampingnya—dan tentu tindakan itu mengejutkan Sungmin. “Kau cerewet sekali.”

 

YA!” teriakan itu terdengar memekakkan telinga, mengundang tatapan penuh tanda tanya dari para pejalan kaki yang berseliweran di sekitar mereka. “Aku lebih tua darimu tujuh tahun, tahu!”

 

“Kalau sedang kencan, kau mau kupanggil noona?” pertanyaan seperti itu terlontar dari Kyuhyun, dan tentu saja membuat Sungmin terdiam. “Kau mau semua orang yang ada di sini tahu kalau pacarku rela dipanggil noona?”

 

Kyuhyun salah memilih kata, seharusnya ia tahu itu. Perumpamaan pacar itu sama sekali tidak cocok, dan efeknya besar sekali bagi jantung Sungmin. Wanita itu kembali berdebar setelah Kyuhyun yang secara sadar atau tidak sadar (entahlah, Sungmin sampai tidak memikirkan hal itu) menyebutnya sebagai pacar.

 

Apa yang pantas untuk mendeskripsikan ekspresinya sekarang ini? Pipi yang merona? Jantung yang berdebar melebihi ambang batas? Sendi yang melemas? Atau bahkan, sampai hilang kesadaran?

 

Itu semua perumpamaan yang berlebihan, tetapi nyatanya memang cocok untuk menggambarkan kondisi Sungmin saat ini. Ia terpana, sampai-sampai ia tidak bisa mengalihkan pandangan matanya dari wajah tampan Kyuhyun. Semenjak kapan wajah Kyuhyun begitu mempesona seperti itu?

 

Jagiya?” bibir tebal milik Kyuhyun kembali bergerak, kali ini mengucapkan jagiya dengan nada lembut yang berhasil menyentuh titik terdalam dalam hati Sungmin.

 

Kelopak mata Sungmin mengerjap, “Nanti .., ada yang melihat kita, Kyu ..,” kalimat semacam itu terlontar dari bibirnya dengan nada tergagap dengan aksen malu-malu yang menggemaskan.

 

Sudut bibir Kyuhyun terangkat, evil smirk-nya terlukis. “Pasti ada yang sedang melihat kita. Kita sedang ada di tempat umum, Ming ..”

 

Kekasih, jagiya, dan sekarang Ming? Nyawa Sungmin sudah hampir melayang karena semua keterkejutan yang disebabkan oleh Kyuhyun. Bahkan alur nafasnya itu sempat tersendat, ia hampir tersedak air liurnya sendiri.

 

Salah satu telapak tangan Sungmin terangkat demi menelangkup pipinya sendiri, “Hentikan, Kyu ..”

 

Kyuhyun tertawa, keras sekali. “Apa aku seromantis itu?”

 

Bibir Sungmin mengerucut dan ia memasang wajah tidak suka, “Kau mempermainkanku.”

 

Kepala Kyuhyun mengangguk-angguk dan ia melipat salah satu kakinya, pandangannya beralih ke arah langit dengan gulungan awan putih. “Tidak juga. Ssaem saja yang terlalu serius menanggapi semuanya.”

 

Telapak tangan Sungmin tergulung kuat, kepalanya merunduk, dan kepercayaan dirinya sudah terkikis sampai ke titik maksimum. “Aku malu sekali.”

 

“Kenapa?”

 

“Aku bahkan sudah dua puluh lima tahun,” kata Sungmin sembari tetap mempertahankan posisi kepalanya. “Aku ingin pulang.”

 

“Ming ..”

 

Sungmin ingin bangkit dari duduknya lalu pergi meninggalkan Kyuhyun. Namun nyatanya, tindakannya dicegah oleh Kyuhyun. Dengan seenak jidatnya Kyuhyun melingkarkan salah satu lengannya di pundak Sungmin, membuat bokongnya kembali terbanting di atas kursi kayu ini.

 

Uri banmal-halkka?” (Haruskah kita menggunakan banmal?) Kyuhyun sekonyong-konyong melempar pertanyaan seperti itu dengan nada yang lebih serius dan tatapan yang sehangat itu.

 

Ada segilintir getaran lembut yang menyebar ke segala saraf di tubuh Sungmin. Kalimat Kyuhyun menyamar menjadi godam besar yang memukul dadanya, menimbulkan denyutan menyenangkan yang membuatnya ling-lung dan mengambang di antara batas kesabaran. Ia kehilangan kata-katanya sendiri, tersipu lagi karena Kyuhyun terus merecokinya dengan pandangan lembut bak sinar matahari di musim semi.

 

Wanita itu ingin lari, tetapi tatapan mata Kyuhyun selalu berhasil memenjara arah pandangnya. Suatu sisi dalam hatinya berteriak keras, memberinya keberanian agar lidahnya bisa bergerak mengucap suatu kata. Dia ingin berucap sesuatu untuk mengalihkan segala perasaan aneh ini.

 

Sungmin menelan ludah penuh kegugupan. “Kk—kenapa .., kita harus .., menggunakan banmal?”

 

“Kukira jika kita pergi kencan, kita harus melupakan semua masalah pribadi untuk sementara waktu,” Kyuhyun memberi alasan yang entah masuk akal atau tidak. “Kita menggunakan banmal, oke?”

 

“Yy .., ya,” Sungmin mengiyakan tanpa sadar. Sedetik setelahnya ia merutuk dan berniat menarik kembali ucapannya, tetapi Kyuhyun sudah terlanjur memasang gurat bahagia di wajahnya. Ia meremas telapak tangannya yang dingin, menggigit bibir untuk meredam kegugupannya.

 

“Oh, kuenya,” Kyuhyun berseru, ia membuka kotak makan itu dan menyodorkan kue warna-warni itu ke arah Sungmin. “Makanlah.”

 

Telapak tangan Sungmin yang bahkan sudah membeku—karena gugup—dan bergetar samar bergerak untuk mengambil sebuah cookies dengan taburan chocochip. “Gomawo,” katanya dengan nada malu-malu.

 

Kyuhyun juga mengambil cookies dengan ukuran paling kecil, lalu menggigitnya sedikit—hitung-hitung untuk menghargai kerja keras Seohyun. Lalu mengunyahnya dalam diam (seperti yang dilakukan Sungmin saat ini).

 

Jangan kira Kyuhyun tidak gugup, mungkin dia lebih gugup dari Sungmin karena sudah berani maju sampai ke tahap sejauh ini. Ia tidak pernah menyangka jika mulutnya yang (memang) sulit dikendalikan mengatakan hal-hal seperti itu, dan akhirnya mengajak Sungmin memakai banmal.

 

Bayangkan saja, BANMAL! Ini adalah tahap pendekatan yang paling sempurna, bisa dibilang seperti itu. Namun tetap saja awalnya Kyuhyun tidak berniat menjadikan Sungmin sebagai kekasih—Sungmin ‘kan guru kesayangannya. Tetapi keisengannya yang sudah melebihi batas membuat situasinya menjadi seperti ini.

 

Rumit, tetapi menyengkan. Pikirnya.

 

Ini tidak terlalu kejam, tetapi Kyuhyun sendiri tidak menganggap semuanya sebagai main-main belaka. Jika gurunya yang cantik itu menanggapi semuanya dengan serius dan baiknya tidak ada tamparan yang mendarat di sisi pipinya, itu berarti ada kesempatan untuk masuk ke dalam hati Sungmin.

 

Masuk ke dalam hati Sungmin?

 

Kyuhyun mulai ngawur lagi, dia mendesah berat. Ia tidak bisa membiarkan pikirannya melayang-layang tidak jelas dan malah membuatnya merona—itu memalukan bagi laki-laki. Kyuhyun tiba-tiba mengedarkan pandangannya dan menemukan mesin otomatis penjual minuman yang berdiri kokoh di sebelah pohon maple.

 

“Aku akan membeli minuman,” Kyuhyun bangkit dan meminta izin.

 

Sungmin mengangguk tanpa berucap, dan Kyuhyun benar-benar pergi untuk membeli minuman kaleng berkarbonasi. Itu berarti Sungmin punya waktu untuk sendiri meratapi kejadian yang baru saja menimpanya, semua omong-kosong yang berhasil membuat perasaannya meledak-ledak.

 

Sebenarnya hari Minggu di awal bulan ini begitu normal. Sungmin mengawalinya dengan bangun pagi, berendam air hangat selama sepuluh menit dengan sabun busa khusus, sarapan sup tulang sapi kesukaannya, dan memakai masker wajah sebagai pelengkap dari semuanya.

 

Semua berubah menjadi petaka (yang menyenangkan) ketika Kyuhyun tiba-tiba datang ke apartemennya dengan membawa kotak bekal pelangi ini, lalu mengajaknya pergi ke Banpo. Dari situ kejadian aneh dan tidak wajar mulai muncul—dan tentu saja itu membuat Sungmin hampir gila. Ia tidak tahu apakah semua ini serius atau hanya akal-akalan seorang Cho Kyuhyun. Tetapi jika memang laki-laki itu berniat bercanda sampai sejauh ini, maka Sungmin bersumpah akan mencekik leher pemuda itu.

 

Mereka sudah menggunakan banmal, jadi semua yang terjadi bukan main-main, ‘kan? Seharusnya begitu. Kalau sudah menggunakan banmal, maka segala sesuatu harus serius. Sungmin juga tidak main-main terhadap perasaannya, dia sudah berdebar berkali-kali karena Kyuhyun. Kalau nanti sepulang dari sini Kyuhyun mengatakan semua adalah candaan tidak berguna, mungkin Sungmin akan sakit hati.

 

Lagi pula, siapa yang menyuruhnya menganggap semua ini sebagai suatu hal yang serius?

 

Kau itu kenapa, sih? Lee Sungmin, sadarlah! Kau sedang bersama muridmu!

 

Akal sehatnya mencoba mengingatkan, dan seketika itu pula Sungmin menggeleng-gelengkan kepala dan terus mengatakan hal itu berulang kali dalam benaknya. Semua sudah terlanjur salah dari awal, dan Sungmin menyesali hal itu. Yang paling parah, dia menyalahkan perasaannya sendiri.

 

Seseorang tiba-tiba datang, dengan kaleng minuman dingin yang mendarat di pundak kanan Sungmin. Laki-laki itu mengejutkannya, membuatnya memekik selama sedetik. Tetapi setelah melihat siapa pelakunya, Sungmin memaksa melukis seulas senyum.

 

“Aku kaget, tahu!” Sungmin menutup mulutnya yang penuh dengan gigitan cookies-nya. Sebelah tangannya yang lain menerima minuman kaleng dari Kyuhyun.

 

“Kau melamun, sih,” kata Kyuhyun sembari menarik cincin kalengnya. “Ini sudah musim semi,” dia mengingatkan.

 

Sungmin meneguk minumannya dan mengeryitkan dahi sebentar ketika sensasi soda memenuhi spasi mulutnya. “Aku ingin menonton festival kembang api.”

 

“Kita pergi menontonnya bersama-sama,” penawaran itu meluncur dari Kyuhyun. “Bagaimana?”

 

Sungmin terdiam, menerka-nerka apakah ia bisa pergi ke festival kembang api dengan membawa Kyuhyun. Padahal sebelum-sebelumnya ia memimpikan bisa pergi menonton kembang api dengan Siwon. Tetapi sekarang, ia akan pergi dengan Kyuhyun. Apakah tidak apa-apa?

 

“Ah, kau bingung dengan sikapku, ya?” tanya Kyuhyun, seolah-olah ia mengerti pemikiran Sungmin yang sedang rumit seperti gulungan benang. Dia memandang ujung sepatunya dan tersenyum, “Aku juga tidak mengerti kenapa aku jadi seperti ini kepadamu.”

 

Sungmin melirik Kyuhyun, “Jadi, kau hanya main-main?”

 

“Tidak pantas untuk dikatan main-main,” Kyuhyun menyangkal. “Apa kau mau menyebut perlakuanku sebagai sesuatu yang main-main?”

 

Sungmin langsung menggeleng karena ia sendiri tidak setuju jika menyebut perhatian Kyuhyun seharian ini adalah sebuah main-main belaka.

 

“Mungkin aku sama seperti itu,” Kyuhyun memutus kalimatnya sejenak demi menarik-ulur nafasnya. “Aku juga bingung.”

 

Sungmin meringis, “Terkadang, kau tidak perlu mengerti tentang apa yang kau rasakan.”

 

“Ya, aku pernah berpikir seperti itu,” kata Kyuhyun kepada Sungmin, dia menoleh dengan gerakan cepat dan merecoki Sungmin dengan pandangan maut yang memabukkan—bola mata cokelatnya itu sungguh menawan. “Terkadang aku melakukan ini-itu tanpa berpikir. Maksudku, hatiku lebih berperan dalam pengambilan keputusan tentang apa yang harus kulakukan. Dan mulutku membantunya dengan mengatakan segala sesuatu tanpa proses.”

 

“Kau memang tipe orang blak-blakan yang menyebalkan,” Sungmin menimpali dengan nada suara rendah, seolah ia sudah biasa dengan apa yang baru dikatakan oleh Kyuhyun.

 

“Kalau tentang main-main atau tidak, kukira kau tahu sendiri,” kata Kyuhyun kemudian.

 

“Tidak. Aku sama sekali tidak mengerti. Untuk kali ini, aku bingung setengah mati.”

 

Kyuhyun bergerak-gerak gusar, “Tetapi aku juga bingung harus menyebut perasaanku sebagai apa. Eum,” dia berdengung sebentar. “Kurasa kita harus menjalani semuanya terlebih dahulu. Banmal adalah pintu masuknya. Iya, ‘kan?”

 

OoOoO

 

Tidak bisa dipercaya. Tetapi semua benar-benar terjadi. Kyuhyun sampai sulit mempercayai semuanya. Tetapi Sungmin yang duduk di belakangnya sambil berpegangan pada pundaknya adalah bukti nyata bahwa yang terjadi hari ini bukanlah suatu kebohongan. Dan aliran listrik statis yang memancar dari kelopak tangan Sungmin yang mendarat di pundaknya semakin menyadarkannya.

 

Kyuhyun sedang mengendarai sepeda pancal dengan beban berat di belakang, Sungmin duduk di boncengannya. Dia tidak pernah membayangkan kalau hal ini akan terjadi dalam jalan hidupnya. Pikirkan saja, ia baru saja pulang dari Banpo dengan Sungmin, si guru seksi yang menjadi idola di sekolahnya. Apa ada yang lebih tidak masuk akal dari itu?

 

Barangkali ia sudah gila atau otaknya miring beberapa derajat—apa pun itu. Kyuhyun merasa ia tidak bersalah karena sudah mengencani gurunya yang tujuh tahun lebih tua darinya. Walau ia bisa saja terkena masalah kalau ada yang tahu jika hubungan mereka ternyata sudah sampai sedekat ini. Kyuhyun sama sekali tidak takut dan tidak peduli. Toh yang ia pedulikan di dunia ini hanya kasih sayang yang didapatkannya dari Sungmin.

 

Baginya, prioritas utama yang harus ia pedulikan adalah Sungmin. Tidak ada yang lebih menarik dari perasaan aneh yang dirasakannya kepada Sungmin. Dan baginya, bisa melangkah ke tahap sejauh ini dengan Sungmin di sampingnya adalah kemujuran tersendiri. Kalau dipikir-pikir, kenapa nasibnya bisa berubah menjadi begitu baik, ya?

 

Kyuhyun terlalu asik dengan pemikirannya sendiri, sampai-sampai ia tidak memperhatikan gedung apartemen Sungmin. Laki-laki itu menarik rem tangan di kedua sisi stir kemudi, membuat pipi Sungmin berbenturan keras dengan punggungnya yang terbalut jaket tebal berwarna biru dongker. Sayup-sayup ia mendengar ocehan Sungmin, tetapi ia hanya bisa terkekeh menanggapinya.

 

“Maaf, Ming,” kata Kyuhyun, tanpa berniat melunturkan raut kebahagiaan dan cengiran lebar dari bibir tebalnya. Dari celah kelopak matanya yang terbuka, ia bisa menangkap dengan jelas gurat sebal yang menyelip di beberapa sisi wajah Sungmin. “Aku tidak sengaja.”

 

“Ya,” Sungmin mendesah dan dengan berat hati memaafkan perlakuan muridnya. “Sudah. Cepat pulang sana!” Sungmin berucap seolah-olah ia mengusir, padahal ia sedang berusaha menyembunyikan semburat merah di kedua pipinya.

 

“Aku mampir sebentar ya, Ming?” Kyuhyun turun dari sepeda pancalnya dan menurunkan jagangnya.

 

Andwaeyo!” Sungmin jelas melarang. Ia menyambar lengan Kyuhyun, menahan langkah kaki pemuda itu untuk memasuki gedung apartemennya. Gerakan bola matanya terlihat gelisah, ada setitik perasaan tidak enak ketika ia membiarkan Kyuhyun masuk ke sana. “Kau harus pulang. Ini sudah sangat malam. Tidak baik untuk seorang pelajar berkeliaran jam segini,” Sungmin memberi alasan yang cukup masuk akal.

 

Kyuhyun menyadari kalau ini sudah sangat larut, dan mungkin neneknya sudah khawatir. Tetapi ia mendengar batinnya berteriak agar mengantar Sungmin sampai ke apartemennya. “Tidak. Aku harus mengantarmu.”

 

“Aku bukan anak TK,” Sungmin berkacak pinggang karena sebal mendapati sifat keras kepala milik Kyuhyun. Pandangannya berubah menjadi lebih sengit, bibirnya mengerucut beberapa senti. “Pastikan besok kau bangun pagi. Oke?”

 

“Ming ..”

 

“Aku akan memukul kepalamu kalau besok kau memanggilku dengan panggilan seperti itu,” Sungmin memperingatkan dengan nada mengancam yang terdengar lucu. “Cepat pulang! Sampaikan permintaan maafku kepada kakek dan nenek karena sudah mengurungmu seharian ini.”

 

“Ya. Aku akan mengatakan kepada mereka kalau hari ini aku baru saja berkencan denganmu,” Kyuhyun menaiki sepedanya. Dia melempar senyuman menyebalkan yang sarat akan candaan yang selalu berhasil membuat Sungmin merona.

 

“Hei! Awas kalau sampai kau berani mengatakan hal itu!”

 

“Aku pulang!”

 

“Hati-hati!”

 

Sungmin benar-benar melihat punggung Kyuhyun bergerak menjauh dari tempatnya berdiri, semakin menjauh, hingga hilang di tikungan jalan. Sungmin mendesah lalu memeluk tubuhnya yang menjadi santapan empuk angin musim semi. Dia masuk ke dalam gedung itu, langsung masuk ke dalam lift dan menunggu selama kurang-lebih satu menit di dalam sana seorang diri. Ketika pintu lift sudah terbuka, ia segera melangkah cepat-cepat menuju apartemennya.

 

Ia ingin pergi ke ruangan berpenghangat lalu memikirkan segala yang terjadi hari ini. Tentang bagaimana ia bisa jatuh begitu saja dalam pesona seorang Cho Kyuhyun, murid didiknya yang berwajah tampan namun bertubuh kurus kering—dulu ia bersumpah tidak akan pernah mengatakan kata tertarik jika itu untuk Kyuhyun. Tetapi sekarang, ia bagai menjilat air liurnya sendiri.

 

Sungmin benar-benar merasa tertarik, dia ingin jatuh lebih dalam lagi ke dalam kehidupan Kyuhyun. Entah apa yang membuatnya bisa berpikir sedemikian rupa, tetapi memikirkan apa yang membuatnya bisa merasa senang dan tenang ketika tengah bersama Kyuhyun, ia mulai menarik suatu argumen yang muncul dari lubuk hatinya.

 

Banmal ada pintu masuknya.

 

Sungmin terkesan dengan kalimat yang baru melintas di pikirannya, lagi-lagi ia mengingat sosok Kyuhyun yang tengah mengucapkan kalimat tidak terduga seperti itu. Perasaannya kembali dihantam oleh palu dan menimbulkan getaran menyenangkan yang membuat Sungmin berdebar-debar. Ia jadi seperti seorang gadis remaja yang jatuh cinta kepada seonbae-nya. Oh, Sungmin sungguh sudah sinting.

 

Ia membuka knop pintu dan menutupnya secara serampangan, masuk ke dalam sambil menepuk-nepuk pipinya yang dingin karena merasa malu dengan pemikirannya. Sungmin menggantung tasnya di salah satu gantungan kayu dekat almari, kemudian ia melangkah mendekat ke arah meja rias. Ia mengambil tali kuncir berwarna merah muda dan segera menguncir rambutnya menjadi bulatan kecil ke atas.

 

Sungmin ingin mandi, tetapi tiba-tiba ada seseorang yang menekan bel apartemennya dengan cepat. Seketika itu pula ia teringat dengan kebiasan buruk Kyuhyun yang selalu tidak sabaran ketika memencet tombol bel. Ia sempat melirik jarum jam dinding sebentar lalu berjalan sambil berdecak ke arah pintu. Ini sudah sangat malam dan Kyuhyun benar-benar sudah gila karena memutuskan untuk tidak pulang ke rumah neneknya.

 

Wanita itu menjulurkan tangannya ke knop dan memutarnya setelahnya membuka kunci. Ia sudah siap dengan segala ocehannya untuk Kyuhyun, tetapi dua orang yang berdiri di depan pintu apartemennya benar-benar tidak terduga. Sungmin sempat mundur selangkah dan menelan ludah demi menahan rasa takutnya. Sebelum ia berhasil bersuara, salah seorang di hadapannya sudah membekap mulutnya dengan sapu tangan.

 

OoOoO

 

Kyuhyun tidak pernah merasa sebahagia ini ketika baru pulang dari rumah gurunya. Bibirnya yang tebal dan seksi itu terus melengkung melukis senyuman menawan yang membuat wajahnya tampak kian cerah. Mood-nya sedang naik sampai batas maksimum, atau bahkan menembus hingga mencapai galaksi di luar sana.

 

Oh, sebenarnya ia sedikit merasa bersalah kepada teman-temannya di sekolah. Ia anak baru yang belum satu tahun ada di sekolah itu. Tetapi, dalam kurun waktu singkat ia sudah berhasil menggenggam Lee Sungmin si guru seksi yang menjadi idola setiap murid. Kyuhyun sempat merasa sombong dan pongah, beberapa kali ia memuji kemampuannya dalam menakhlukan hati wanita. Namun setelah ia puas memuji diri sendiri, Kyuhyun malah tersenyum seperti orang gila.

 

Kalau saja semua orang tahu jika Cho Kyuhyun saat ini sedang bahagia sekali. Bahkan dia sampai tersenyum tanpa sebab sepanjang kayuhan kakinya.

 

Ia terlalu senang sampai-sampai perjalan dari apartemen Sungmin hingga ke rumahnya tidak terasa melelahkan sama sekali. Ia terlalu sering memikirkan Sungmin sepanjang perjalanan, hingga ia hampir keterusan mengayuh sepeda seperti tadi. Kyuhyun baru akan masuk ke dalam rumahnya, tetapi ada sebuah mobil sedan warna hitam yang terparkir tepat di depan gerbang rumahnya. Ia melirik plat mobil tersebut, merasa heran karena yakin betul jika tidak mengenali nomor kendaraan tersebut.

 

Kyuhyun tidak terlalu ambil bagian dalam memikirkan siapa yang sudah berani memarkir mobil mewah di depan gerbang rumah neneknya. Ia segera memencet tombol bel dan mengatakan bahwa dirinya sudah pulang pada pelayan yang berjaga. Gerbang itu terbuka dan Kyuhyun masuk dengan langkah setengah berlari, ia ingin cepat sampai di kamar lalu menelpon Sungmin.

 

Ketika ia baru mengucap salam saat masuk ke dalam rumah, ia dikejutkan oleh seorang laki-laki paruh baya yang duduk di sofa, dengan seorang wanita cantik yang tidak dikenalnya. Mata Kyuhyun membulat karena ia sangat terkejut. Ia memandang wajah pias kakek dan neneknya, setelah itu mendengus pelan.

 

“Oh, Kyuhyun-ah. Kau sudah pulang?” suara berat milik laki-laki paruh baya itu terdengar dengan aksen santai—tidak seperti biasanya. Ia menyandarkan punggung lebarnya di sandaran sofa, lalu salah satu lengannya terangkat dan tanpa sungkan mendarat di pundak terbuka milik seorang wanita yang duduk di sebelahnya. Ia memandang wanita cantik itu selama beberapa saat, lalu terkekeh. “Dia anakku. Namanya Cho Kyuhyun.”

 

“Oh, hai, Kyuhyun,” kata wanita itu dengan nada ramah yang dibuat-buat.

 

Dari caranya dia bicara, Kyuhyun sudah bisa menyimpulkan sesuatu tentang bagaimana cara wanita itu merayu ayahnya. Lihat saja wajahnya yang bekas operasi plastik, dan make-up yang setebal masker lumpur. Kyuhyun kembali memperhatikan penampilan perempuan itu, menelusuri pakaian yang dikenakannya sekarang. Mungkin pakaian mahal yang dikenakannya adalah hadiah dari ayahnya yang bodoh itu—tentu saja.

 

“Kyuhyun-ah, kau dari mana saja?”

 

Ini suara neneknya—ada seribu atau bahkan lebih nada kekhawatiran yang terselip di setiap alur nafasnya.

 

“Aku akan langsung ke kamar,” kata Kyuhyun, berusaha acuh dan tidak memperdulikan sosok ayahnya yang sudah datang jauh-jauh dari Jepang.

 

“Dia calon ibumu,” suara ayahnya yang lantang menginterupsi langkah kaki Kyuhyun.

 

“Kangin-ah!” nenek segera berteriak karena terkejut anak laki-lakinya berani berkata demikian di hadapan Kyuhyun.

 

“Bagaimana? Dia cantik, ‘kan?” Kangin berusaha mendapatkan respon dari anak semata wayangnya yang berdiri tepat di ambang pertikungan yang memisahkan ruang tamu dengan ruang santai. “Ibumu yang kuno sudah menyetujuinya. Kau mau punya dua ibu atau .., cukup satu saja? Kali ini pilihanku lebih sempurna.”

 

Kyuhyun berbalik dan menatap wajah ayahnya dengan pandangan nyaris sedingin es. “Dangshineun micheonabwayo jigeum,” (Sekarang anda mulai gila) kalimat bernada sarkatis itu terlontar, sontak membuat suasana semakin keruh dan mencekam. “Tetapi aku senang karena anda sudah berbaik hati membawa kucing peliharaan yang baru anda pungut dari tong sampah.”

 

Kakek dan neneknya terlihat bingung setengah mati, mereka sama-sama diam karena tidak mau menyulut api kemarahan cucunya. Dalam hal ini, ucapan Kyuhyun sama sekali tidak bisa dipersalahkan. Satu-satunya pihak yang menjadi tersangka adalah Cho Kangin, orang yang sedari dulu memang selalu melakukan apa yang disukainya tanpa berpikir dua kali.

 

Ayah-anak itu berpandangan selama beberapa saat, dan pertengkaran lewat tatapan mata itu terlihat lebih membara. Kyuhyun mengangkat dagunya sedikit lebih tinggi lalu berucap, “Apakah anda sudah memastikan jika kucing liar ini sudah bersih dari kuman-kuman mematikan?”

 

Yeobo,” panggilan bernada manja yang menjijikan itu terdengar sebagai protes dari wanita tidak tahu malu itu.

 

“Dia hanya bercanda, sayang. Kyuhyun masih seperti seorang anak kecil yang suka bermain kata-kata,” Kangin berdesis, sekaligus berusaha menghibur kekasih hatinya yang hampir meneteskan air mata buaya di hadapannya.

 

“Apa kalian akan menginap?” Kyuhyun melontarkan kalimat pertanyaan yang tidak diduga-duga. Ia melihat kerut penuh tanda tanya di dahi kakek dan neneknya. “Nenek, biarkan mereka tidur di rumahmu. Bukankah ini kampung halamannya? Aku akan pergi menginap di rumah temanku untuk malam ini .., atau bahkan malam-malam selanjutnya.”

 

Kyuhyun segera melangkah keluar dari rumah nenek dan menulikan kedua telinganya. Ia tidak menanggapi teriakan dari neneknya yang meminta untuk kembali. Kyuhyun terus berjalan menghampiri sepedanya, lalu membawanya dengan kayuhan secepat yang ia mampu. Kelopak matanya yang sudah digenangi oleh buliran air mata tampak lebih merah, ia tidak mengedip walau matanya perih karena diterpa angin malam yang kencang.

 

Sialan!

 

Batinnya berteriak ketika setetes liquid meluncur indah dari salah satu sudut matanya. Ia mengayuh sepedanya semakin cepat membelah jalanan besar kota Seoul.

 

SIALAN! BRENGSEK!

 

Dia kembali mengumpat ketika pikirannya melesat membayangkan sosok ibunya yang berada di Jepang, seorang diri, kedinginan, tanpa dirinya, dan pasti sekarang dalam keadaan buruk yang menyedihkan. Kyuhyun tahu ibunya adalah orang yang lemah, pasti orang itu hanya berkata ya ketika ayahnya meminta izin untuk menikah lagi.

 

Tetapi, bagaimana pun juga ayahnya itu sudah keterlaluan. Bisa-bisanya ia membuang ibunya yang baik hati dan menggantinya dengan kucing liar keparat yang penuh kotoran menjijikkan? Kyuhyun tidak pernah tahu kenapa ayahnya begitu mudah diperdaya wanita murahan. Dia tidak pernah tahu kenapa selama ini ayahnya tidak pernah menyadari betapa besar pengorbanan ibunya.

 

Ibunya adalah pihak yang tersakiti. Dan dia ..

 

Kyuhyun memarkir sepedanya secara serampangan di depan sebuah gedung apartemen tua yang menjulang tinggi. Dengan langkah diseret-seret ia masuk ke dalam gedung apartemen itu, merasa tidak bersemangat karena tenaganya sudah terkuras habis sampai tidak tersisa. Bahkan ia sempat meneteskan sekantong air mata di sana—sambil merunduk agar kamera CCTV yang terpasang di sudut kotak lift tidak bisa menangkap gurat kesedihannya.

 

Sesampainya di lantai sepuluh, ia kembali melangkah dengan terhuyung-huyung persis seperti orang mabuk. Bahkan setelah sampai di depan pintu apartemen Sungmin, ia masih sempat menyeka pipinya yang dipenuhi bekas air mata.

 

Tunggu ..

 

Apa ia pantas mengunjungi Sungmin ketika dirinya sedang dalam keadaan kacau?

 

Apa wanita itu tidak akan terganggu?

 

Kyuhyun sempat ragu apakah ia akan memencet bel atau tidak. Dia memandang tombol-tombol itu sejenak lalu menghela nafas berat. Ia sempat memutuskan untuk tidak akan memencet tombol bel, tetapi dia akan masuk tanpa diketahui Sungmin.

 

Jemarinya mulai bergerak menekan angka-angka itu, lalu bunyi bib terdengar. Kyuhyun mendorong pintu itu dengan gerakan asal-asalan. Dan ketika ia baru melangkah masuk, ia sudah dikejutkan dengan keadaan ruang tamu yang berantakan.

 

Sekonyong-konyong ada perasaan takut dan was-was ketika mendapati keadaan ruangan ini. Kyuhyun mengedarkan pandangan, mencoba menemukan Sungmin di suatu sudut dalam ruang tamu yang sedang ia pijaki.

 

“Eumpptt!!!”

 

Kyuhyun menoleh waspada ketika ia mendengar suara teriakan tertahan dari seseorang. Otaknya sudah memikirkan kemungkinan buruk, dan banyak sekali dugaan-dugaan tidak beralasan yang berseliweran di sana. Kyuhyun tidak bisa berpikir jernih ketika samar-samar ia mendengar suara seorang lelaki terdengar dari kamar gurunya.

 

“Sungmin!” Kyuhyun berteriak dan langsung berlari menuju kamar gurunya. Ia tidak bisa diam saja ketika tahu ada seseorang yang mencoba mengobrak-abrik apartemen gurunya. Dengan gerakan cepat ia mendobrak pintu, dan seketika itu pula lututnya melemas saat tahu bagaimana kondisi seorang Lee Sungmin di sana.

 

Lee Sungmin yang lemah, dengan tali yang melilit dua pergelangan tangannya yang mungil. Perasaan marah, murka, dan berang yang dibawanya dari rumah semakin memuncak. Dia memandang wajah laki-laki berjenggot yang berdiri tepat di samping tubuh Sungmin, mendengus dan melempar tatapan membunuh yang sarat ancaman.

 

“KEPARAT!!” Kyuhyun berteriak kalap dan maju tanpa membawa senjata. Kyuhyun sudah tidak bisa berpikir jernih; yang ada di kepalanya saat itu hanyalah berlari menghampiri Sungmin dan melepas ikatan tali bersisik itu. Kalau ia punya sedikit waktu dan kekuatan, ia akan menyempatkan diri untuk membunuh satu-satunya orang keparat yang ada di ruangan ini.

 

Laki-laki berwajah beringas itu melepas sapu tangan yang menyumpal mulut Sungmin dan tersenyum meremehkan ketika tahu Kyuhyun berlari ke arahnya. Dengan gerakan santai yang bahkan kelewat ringan, ia mengeluarkan sesuatu yang bersembunyi di balik saku jeans bututnya, lalu tanpa aba-aba menodongkannya tepat di depan perut buncitnya.

 

“KYUHYUN!!”

 

Sungmin menjerit ketika tahu Kyuhyun yang dikuasai kemarahan berlari ke arahnya. Wanita itu tahu jika pencuri sialan itu menyimpan sebuah pisau lipat yang tajam di balik saku belakang jeans. Dan ia tidak bisa membiarkan Kyuhyun berlari ke mari hanya demi melepaskan ikatan ini. Sungguh Sungmin ingin kembali berseru memperingatkan, tetapi semua sudah terlambat.

 

Dua mata kepalanya menangkap adegan memilukan tanpa melewatkan satu detik pun; dimana pisau lipat itu menancap tepat di bagian kanan perut Kyuhyun. Dia ingin menangis, tetapi wajah kacau Kyuhyun yang menahan rasa perih di sampingnya membuat batinnya tergores.

 

“Akh!” Kyuhyun merintih, darah mulai menetes dari bekas lukanya yang menganga. Dia mencoba bangkit dan memandang orang yang memegang pundaknya—orang yang menusuknya—dengan tatapan penuh benci. Lalu, sekuat tenaga ia mencoba mengangkat salah satu tangannya untuk sekedar menyakiti pria tambun yang berani menyandera gurunya.

 

“Tidak, Kyuhyun!” Sungmin meratap. Kepalanya mendongak dan tanpa sengaja ia menangkap siluet seorang lelaki bertubuh tambun berjalan ke arahnya dengan membawa benda besar di tangannya. Sungmin mengedipkan kelopak mata, berusaha mengusir lapisan air mata yang membuat pandangannya buram. Wanita itu bergidik ngeri ketika menyadari bahwa orang itu tersenyum menyeringai, telapak tangannya bergerak mengelus permukaan guci mungil yang biasanya berdiri angkuh di rak depan dekat cendela. Ia menangis, takut kalau orang itu akan menyakiti Kyuhyun. “Andwae ..,” dia memohon sambil terisak pelan.

 

“Huh,” Kyuhyun berhasil bangkit dan ia kembali menatap orang yang menusuknya dengan pandangan yang lebih tajam dari sebelumnya. Ia berusaha melayangkan bogem mentah dari gulungan telapak tangannya yang berlumuran darah.

 

Tetapi untuk yang ke sekian kali, semua sudah terlambat.

 

Terlambatkah?

 

ANDWAE!! KYUHYUN-AH!!

 

BRAK!!

 

Kyuhyun belum sempat memberi orang jelek itu bogem mentah, tetapi teman orang jahat itu bergerak lebih dulu dengan melempar guci yang ada di tangannya tepat ke arah tengkuk Kyuhyun. Bunyi brak terdengar keras, dan Kyuhyun benar-benar terjatuh ke lantai dengan luka baru yang menyedihkan.

 

Orang tidak beradab itu tertawa ketika tahu Kyuhyun jatuh tersungkur, lalu mereka melepas ikatan tali yang menjerat pergelangan tangan Sungmin. Wanita itu tidak bisa berbuat apa-apa selain merangkul pundak Kyuhyun, membiarkan pencuri itu kabur dengan hasil jarahannya.

 

TBC

 

*bow*

Kira-kira udah berapa lama ya aku update terakhir kali buat chap 4 ? ternyata sudah molor sekali. Maaf atas keterlambatannya .. Saya nggak bisa mastiin buat bisa update cepet soalnya aku lagi punya kesibukan yang bener-bener penting dan saya minta doanya *lho* hiks

 

Sekian curhat singkatnya .. mohon ditunggu untuk chap selanjutnya yah .. *deepbow*

60 thoughts on “Teach for Love | KyuMin | Part 5/? | Genderswitch | T+ | Romance, Drama |

  1. lama bangeeeettt.. Ff’a ngangenin banget.. wkwkwk kenapa apartemen sungmin bisa d incer, ckck, kyuhyun kasian.. jangan amnesia ya, wkwk

  2. yaaaaaa …akhirnya update ..udah kangen banget sama ff ini…

    kyuhyun nya astagaaa…semoga kyu ga knapa napa…itu perampoknya bajing banget sih… kasian kan kyumin….

  3. Akhirnya up date lagi…senangnyaaaaa…
    Kyumin mulai bersatu….
    Tapi kok di akhir cerita ada adegan perampokan. Kyu ampe luka begitu. Kasihan…..
    Semoga d chapter dpn kyu bs cpt sembuh and kyumin tetep bersatu yaaa.
    Keep writing. …
    Ditunggu up date ceritanya lagi

  4. ah akhrny jiyoo update juga….
    jd hub kyumin ngegantung yh???
    kangin ketrlaluan
    jgn trjdi hal burk dg kyu,,,jgn smpe koma ato hlg ingatn
    oke dtggu chap slnjtnyy

  5. kyumin bersatu, tapi masih ada saja cobaannya.. tega banget si pencuri yg menganiaya kyumin..
    jadi penasaran chap berikutnya,,

  6. akhirnya update juga setelah sekian lama…… wah moment kyumin….. daebak…. dah mulai masuk kehubungan yang lebih serius nich…… tapi appa kyu jahat….. jadi penasaran apa yang terjadi pada kyu….apakah kyu baik-baik saja????? tidak sampai amnesia kan??????? jangan lama-lama update yach?????, jebal

  7. si kyuhyun kayanya ngasih harapan kemana2 nih
    ke seohyun iya ke ming juga iya
    tapi kasian sama seohyunnya hehehe
    aigo kangin appa kenapa kejam sekali
    kenapa bisa ngomong kaya gitu ke anak sendiri
    engga mikir perasaan anak bahkan orang tuanya
    omma kyuhyu leeteuk kah
    kasian banget eteuk omma
    waduh sungmin disekap siapa tuh?
    itu beneran perampok ya
    ko bisa masuk lewat penjagaan apartemen
    kyuhyun ketusuk gimana nih
    lanjutannya gimanaaaa
    penasaran
    apdet kilat yaaaa
    semangat

  8. aduh kasian bgt kyu
    niat mo nolongin malah dia kena celaka.
    pdhl abis manis manisan ama min T.T
    kangin tega bgt dah mo poligami …
    kyu bnr” suka kan?
    ga hanya krn perhatian yg min ksh ke kyu aja sukanya??

  9. ya ampun kasian banget kyuhyun TT

    lanjut, padahal kyumin sudah semakin dekat tapi kenapa jadi seperti ini???

    kyu kau itu makannya sebelum mengambil keputusan pikirkan terlebih dahulu jadi tidak berakhir seperti ini –‘

    kira2 akan seperti apa ya kelanjutannya, aku tunggu next partnya🙂

  10. akhrnya update jg….uh padahal suasana diawl2 udah ngebahagiain banget tp akhr2nya kok tragis gitu kyuhyun g’ balkalan amnesiakan?????

  11. ya ampun kasian banget kyuhyun TT

    lanjut, padahal kyumin sudah semakin dekat tapi kenapa jadi seperti ini???

    kyu kau itu makannya sebelum mengambil keputusan pikirkan terlebih dahulu jadi tidak berakhir seperti ini –‘

    kira2 akan seperti apa ya kelanjutannya, aku tunggu next partnya🙂

    keep writing ff chingu ^^

  12. whatttttttt ????!?!?!?!???
    itu kenapa TBCnya ga klop timing dahhh chinguuu
    huuueeee , next chapnya jgn lama” jeball u,u
    si kyukyuu kasiann tuh ditusukk , hikss hikss
    ditunggu nextnya yaaa ^^

  13. waaahh udah nongol aja update an nya
    lama bener chingu update nya huhuhu udah g sabar nunggu kelanjutannya, akhirnya diupdate juga
    msh rada ambigu nich kyu itu suka kan sama ming saem … trus ke seo gimana ? udah seo nya dibuang aja sich wkwkwkwk *ketawaevil
    semoga ada yg cepet nolongin kyu sm sungmin ya
    semoga mereka gpp
    ditunggu y chingu update an nya

  14. Akhirnya update juga nih. Lama banget nunggu ff nya bikin rasa kangen yg udah terpendam lama akhirnya jd lega deh.
    Gimana dgn keadaan kyu ya?ayo ming cepat bawa kyu ke hospital. Pencurinya kejam banget nih……
    Ditunggu lanjutannya.

  15. Hah lamaaaaaa bgt …
    Kangen ma ff ini …..
    Ayh kyu bodoh kasian ibunya kyu ….
    Hah perampok krg ajr!!!!!
    Kasian kyu hiks:'(
    Lanjut thor…
    ♥♥♥♥♥♥♥

  16. Telat bacanya TT tp gpp deh hahaha. So sweet bgt sih kencan dadakannya ㅋㅋㅋ awas ya kalau itu cuma bercandaan doang,entar nyesel tau rasa. Aku kira yg dateng ke apartmen sungmin itu muridnya yg lain eh taunya maling,tp ko bisa ya:/ emang gak ada satpam gitu ya yg jaga.

  17. Itu gimana kyu, ya ampuun. Siapa ajah tolongin mereka…
    Kangin nyebelin sumpah, kudu di kasih pelajaran tuh.

    Lanjut ya author, semangat (҂’̀⌣’́)9

  18. gimana sih sebenernya perasaan kyuhyun ke seohyun suka bingung saya sama karakter kyuyun disini :3__________semoga kyuhyun tidak apa-apa apalagi ada acara hilang ingatan ga rela,,baru juga tuh kyumin seneng ehh sudah ada masalah,,ditunggu kelanjutan ff nya ya semoga ga ngaret lagi :3

  19. yey akhirnya ada update lg…. fiu ternyata pencuri takutnya minnie diapain gt. tp ini kyu yg jd korban,,,, hueeeee
    smg masalah n kesibukan author cepet selesai…

  20. Updatex bnar2 lma bgt chongu,smpai gk sbar nunggu lnjutannya tpi terxata critax tmbh mnrik.. Kira2 bgaimn nsib kyu slnjutnya ya dn kira siapa plakunya.. Update chap brkutx jgn trlalu lma ya chingu biar gk mkin pnsaran.. Dtunggu klnjutannya…

  21. Sumpahhhhhhh….. critanya sweet bgd sih thor,aku sukaaaa bgd sm karakter” kyumin dsni,trutama kyu yg romantis abisss,beda ma ff” yg lain^^
    2Jempollllll deh wat author.haha
    wlpun author gi pnya ksibukan,pi q harappp dan brharapp bgd mlah,sbg pmbca setia thor q pgn update part 6 scepatnya,coz bnr2 nanggung sdihnya gra2 kyumin#penasaran.he
    jadi aku tunggu author Daebakkkk*-* jgn trllu lma ya!!!!Gomawo^^

  22. Akhirmya ff ini updet jugaa>_<
    Aduh itu gimana keadaanya Kyu. Moga2 gak parah
    Dan aku sebel banget sama Kangin disini, tega2nya ninggalin leeteuk dan mau nikah lagi
    Tapi aku masih bingung sebenarnya dengan perasaannya Kyu ke Ming??
    Kalau Ming sih udah jelas, kalau dia mulai tumbuh rasa tertarik sama Kyu#hehe

    Selalu ditunggu untuk chapt2 selanjutnya
    Dan semoga kesibukaanya author cepat terselesaikan ^-^

  23. Kyu mau melawan perampok itu, sedangkan dia sendiri gak jago bela diri #tepokjidat
    Semoga Kyu gak apa2 ya

    Ternyata Kangin toh yg mau minta cerai, istri sebaik dan selembut Leeteuk disia2in hati2 loh nanti menyesal malah minta rujuk kembali.
    Leeteuk tinggal bersama Kyu aja dari pada di jepang sendirian.

  24. jiyoo apdetnya lamaaaaa hahaa tapi dimaklumin ko, tenang aja *mencoba jd reader baik*
    termaafkan karena chap ini full kyumin moment nya hahaha

    kyu cepet sembuh ya, ming rawat kyu dgn baik ya

    selalu ditunggu next chap nya
    figthing

  25. Ya ampun jahat banget c,. Udah nyekap sungmin sekarang kyuhhyun dilukai pula…awas ajah kalo ada apa” ama kyuhyun tak akan aq maafkan..😡😡

  26. Malesss bgt nih liat author kaya gini
    Eh gw heran deh sm lu setiap bikin ff org ke 3 nya slalu seobi.
    Lu tuh kayanya kyuseo deh wiress super generation.
    Kyumin tuh cuma manipulasi biar ff lu ada yg baca.
    Stiap di ff lu yg org ke 3 nya seobi lu pasti gambarin kyu nya suka lah cintalah jd pacar nya kyu lah. Lu bikin seo jadi pihak di sakiti. Min yg rebut kyu dr seo ky ff wedding plan. Ihhhhkkkk
    Aneh lu ya klo lu kyuseo ya kyuseo aja
    Ngapain jg bikin kyumin.
    Lu sadar ga semakin lama reader lu berkurang krn sudah pd tau taktik lu kebusukan lu
    Jadi diri sendiri aja thor
    Ga usah haus popularitas gitu smpe ngaku2 KMS
    Mmg klo lu bikin ff kyuseo yg baca dikit apalg review dikit bgt.
    Ya iyalah reader jg tau mana yg fake! Mana yg real !

    • ada yang salah tempat, ya? katanya males tapi kok tetep baca? hayoooo 넌 너무 웃겨ㅋㅋ kalo udah suka sama ff saya, nanti komen lagi, ya *^^* biar nanti saya bisa ngitung seberapa persen harga diri anda yang masih tersisa *bow*

  27. jiyoooooo akhirnya update mian aku baru bacaa hihihi sibuk sama tugas2 kuliah ahahaha
    kyuhyun ama sungmin udah ada kemajuaan,sumpaaah ihh kesel sama sikap kangin nyaa yang kaya gitu…
    doooh kyuhyun tapi bakal selamat kan??itu lagiaan pencuri nya jahat bangeeet yooooo ditunggu kelanjutannya jiyoooo

  28. Ko aku ga tau ni ff udah updet siiiiiiiihhhhhh huwaaaaaa aku ketinggalaaann…
    Itu kyuhyun ga bakal knapa2kan??? Kyu bertahanlah… aku akan datang menyelamaykan mu !!!!! Jiaaahhh ….
    D tunggu next chapter nya yaaaaa gomawo~~

  29. kangin dipelet.. astaga kangin… sadarlahh.. dan kyu cari tahu arti sebenarnya tentang perasaanmu ke ming. bukan hanya perhatian tapi pasti itu cinta…

    kenapa nasib kyu malang bgt. ming juga😥

  30. Kasihan Sungmin apartemennya kecurian. Mungkin itu firasatnya Kyuhyun sampai mau mengantar Sungmin sampai ke apartemennya. Tapi Kyuhyun tidak apa2kan?
    Itu Ayahnya Kyuhyun kenapa lagi sih? Masa meninggalkan istrinya hanya untuk wanita murahan seperti itu?
    Masalahnya makin ribet ini.

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s