Ice Cream | OneShoot | KyuMin | Genderswitch, Ageswitch | T+ | Romance, Drama |

Ice Cream

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin

 

Part : OneShoot

 

Warning : GENDERSWITCH, Miss Typo, Ageswitch; Older!Kyu

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi.Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Sungmin masih kelas tiga sekolah menengah atas, dan kekasihnya yang super pintar dan jenius adalah mahasiswa semester enam. Dengan sikap khas seorang remaja umur delapan belas tahun, Sungmin selalu berhasil menyulut emosi Kyuhyun. Mereka bersama dengan sikap berbeda; Sungmin yang childish dengan sikap egoisnya sebagai remaja, dan Kyuhyun yang romantis dengan segala pikiran rasionalnya. Based on Ice Cream’s Lyrics!

 

Music : Ice Cream by Joo ft Leeteuk , Hero & Snow White by Super Junior

 

Ini musim semi di awal bulan Maret.

 

Suasana tampak lebih hangat karena musim dingin sudah benar-benar tenggelam ditelan waktu. Setidaknya tidak ada hamparan salju, tidak ada suhu mendekati nol, dan tidak ada pakaian super tebal jika harus keluar rumah. Semilir angin yang membawa hawa dingin masih tertinggal, itu berarti setiap orang yang berjalan di luar harus rela membawa selembar mantel hangat mereka (itu hanya untuk melindungi tubuh dari terpaan angin).

 

Mungkin bagi sebagian orang, musim semi adalah musim yang tepat untuk menghabiskan waktu di suatu tempat yang indah: pergi ke Pulau Jeju misalnya. Cuaca sedang baik, tidak ada badai. Dan sinar matahari pasti mendominasi dengan kehangatannya yang menyenangkan. Ini adalah saat yang tepat untuk pergi kencan, ke Istana Chanyeonggung atau setidaknya jalan-jalan di trotoar dengan lengan bertaut.

 

Itu adalah impian setiap pasangan—melewati musim semi dengan penuh suka-cita bersama pasangan tercinta. Tidak ada yang lebih baik dari itu, bukan? Semua orang yang memiliki kekasih, pasti ingin melewatkan musim romantis ini dengan mereka. Itu adalah keinginan wajar, tidak bisa dikatakan aneh.

 

Namun sepertinya, bagi seorang Lee Sungmin, siswi menengah atas tingkat tiga yang sedang kencan dengan seorang mahasiswa semester enam anak pemilik cafe cake langganannya, harus menelan keinginan itu bulat-bulat.

Kekasihnya itu benar-benar orang sibuk, asisten dosen, dan akan bekerja di Negara Jepang begitu ia menyelesaikan kuliahnya beberapa bulan ke depan. Ia tidak punya waktu untuk kencan, waktunya habis untuk mengabdikan diri kepada dosennya yang menyebalkan itu. Bahkan ketika ia memiliki sedikit waktu luang untuk pergi bersama Sungmin ke sebuah taman ria di akhir minggu, tiba-tiba dosennya menelpon dan memintanya untuk datang dengan segera. Kyuhyun sama sekali tidak bisa menolak, jadi dengan amat terpaksa ia mengakhiri kencan mereka dan mengantar Sungmin pulang ke rumah.

 

Karena hal itu, Sungmin sempat sebal dan ngambek dengan Kyuhyun. Seminggu penuh ia tidak menghubungi Kyuhyun, mengacuhkan panggilan masuk darinya, dan tentu saja tidak membalas satu pesan pun yang dikirim Kyuhyun untuknya. Singkatnya, ia benar-benar ngambek.

 

Padahal awal pertemuannya dengan laki-laki itu sungguh manis, Sungmin sampai dibuat terlena dengan perhatiannya.

 

Saat itu musim dingin tahun lalu. Sungmin baru pulang dari sekolah dan berniat mampir di sebuah kedai cake yang baru buka di persimpangan Gyeonggi. Ada diskon spesial bagi seorang pelajar untuk musim dingin kali ini. Jadi Sungmin bersemangat pergi ke sana, dan memesan sepiring cheesecake dengan cherry merah di atasnya.

 

Ia memakannya dengan lamat-lamat sambil memperhatikan suasana di luar lewat cendela besar yang menelangkup kedai mungil ini. Lalu tanpa diduga, salju turun dengan lebatnya—membuat tumpukan salju dengan tebal beberapa inci di berbagai tempat. Sungmin sendiri khawatir dia tidak akan bisa pulang kalau ia terus berlama-lama di sini. Karena itu ia menghabiskan kue pesanannya dengan sedikit lebih cepat.

 

Ia membayar pesanannya di kasir dan berlari dengan tergopoh-gopoh. Dan karena kecerobohannya yang memalukan itu, tanpa sengaja ia terpeleset ketika sepatu sekolahnya menginjak air yang membeku di lantai depan kedai cake itu. Ia terjatuh seperti orang bodoh, mengaduh sebentar dan merutuk, lalu tanpa diduga seseorang mengulurkan tangan kearahnya.

 

“Kau baik-baik saja?”

 

Itu adalah kalimat pertama yang diucapkan oleh Kyuhyun, saat pertemuan mereka yang diselimuti kecanggungan. Gadis itu mengangguk lalu menerima uluran tangan Kyuhyun, berdiri dengan bantuan laki-laki itu.

 

“Mana payungmu?”

 

Laki-laki berwajah dingin tanpa ekspresi itu bertanya, sambil melempar tatapan mengintimidasi yang membuat Sungmin semakin nampak kecil jika berdiri di hadapannya. Gadis itu menggeleng lalu mencicit, “Tidak bawa.”

 

“Kau tidak lihat sekarang sedang hujan salju?” laki-laki itu berucap dengan nada ketus. Sedetik setelahnya, tangannya bergerak melepas lilitan syal biru laut yang melilit lehernya. “Pakai ini!”

 

“Aa—aniyo,” Sungmin mundur selangkah, sambil mengangkat topi beruang warna abu-abu yang dipenuhi bulu-bulu hangat. “Aku sudah pakai ini, sudah hangat.”

 

Laki-laki itu berdecak. Lalu tanpa menghiraukan Sungmin, ia menghimpit gagang payungnya di pundak dan dua tangannya bergerak melingkarkan syal rajut itu di leher Sungmin. “Bagaimana bisa kau keluar tanpa menggunakan syal? Ini musim dingin, bocah.”

 

Sungmin memberengut ketika mendengar panggilan itu. “Aku sudah mengatakan kalau aku tidak butuh syalmu ini, Tuan Bermulut Tajam yang keras kepala!”

 

Laki-laki itu bergeming, “Oh, ya? Ketika kau sampai di rumah nanti, mungkin kau akan berterimakasih kepadaku.” Telapak tangannya yang terbalut sarung tangan berwarna senada dengan syalnya menepuk-nepuk pundak Sungmin. “Nah. Sekarang katakan padaku, di mana rumahmu?”

 

Alis Sungmin melengkung tajam, “Kenapa? Kau mau apa? Jangan-jangan kau itu seorang mucikari yang sedang mencari mangsa baru untuk dijual di club-mu dan memaksanya menari striptis?”

 

Pemuda itu tertawa, memamerkan lengkungan bibirnya yang menawan. Mungkin itu adalah saat pertama bagi Sungmin untuk menilai senyuman orang lain, dan menganggap bahwa orang yang berdiri di hadapannya adalah orang yang luar biasa tampan. Sungmin sempat terpesona dan terjebak dalam kungkungan pesana orang asing itu, lalu membiarkan pipinya merona dalam beberapa saat.

 

“Kalau aku mucikari, aku tidak mau menjual siswi sekolah menengah atas yang pendek seperti ini,” suara besarnya yang menggelegar terdengar, lebih menyenangkan. Laki-laki itu kembali meraih ujung dari gagang payungnya dan menggenggamnya erat. “Kau tidak punya payung,” katanya dengan nada ringan.

 

Sungmin buru-buru tersadar dan merasa bahwa dirinya harus segera lari jika tidak mau terlibat lebih jauh dengan orang sok akrab ini. “Aku bisa pulang tanpa payung.”

 

“Tidak mungkin,” Kyuhyun menyangkal ucapan Sungmin lalu merundukkan tubuhnya yang tinggi. Ia menghapus jarak di antara wajah mereka lalu tersenyum miring. Tanpa diduga salah satu jemari tangannya menyentil dahi Sungmin pelan. “Ayo kuantar.”

 

“Ish! Tuan ini aneh sekali!” Sungmin berdecak lalu berniat melangkah. “Dasar!”

 

“Lee Sungmin?”

 

Sungmin kembali berbalik, terkejut karena orang asing yang tampan itu menyebut namanya. “Dari mana kau tahu namaku?”

 

“Dadamu.”

 

Dua tangan Sungmin reflek menyilang di dada, wajahnya memerah. “HEI!!”

 

Laki-laki itu tertawa lagi, membuat Sungmin semakin tidak berdaya jika orang itu terus melukis senyuman menyilaukan seperti itu. “Maksudku, name tag-mu,” ia menunjuk name tag milik Sungmin. Ia berjalan mendekat ke arah Sungmin, “Ayo kuantar pulang. Aku tidak bisa membiarkan anak kelinci berjalan seorang diri di tengah hujan salju.”

 

Sungmin memberengut tidak suka ketika otaknya kembali mengingat momen pertama mereka. Ternyata tidak semanis yang ada dipikirannya. Dan Kyuhyun memang sudah menyebalkan bahkan ketika awal pertemuan mereka.

 

Bibirnya mengerucut, beberapa senti lebih panjang dari ukuran sebenarnya. Padahal kekasihnya itu sudah tampan luar biasa, tetapi sikapnya yang menyebalkan itu selalu membuatnya merasa kesal setengah mati.

 

“Sayang ..”

 

Panggilan sok manis (tetapi benar-benar manis) itu tertangkap oleh gendang telinga Sungmin. Gadis berseragam sekolah itu semakin memberengut, lalu berkacak pinggang. Laki-laki yang melempar panggilan seperti itu segera melangkah mendekat ke arah Sungmin.

 

Mianhae. Oppa sedang sibuk sekali di kampus,” katanya memberi alasan. Ia melepas mantel cokelatnya yang tebal dan menelangkup tubuh Sungmin dengan kain hangat itu.

 

Sungmin membuang pandangan lalu mendengus, “Kalau sibuk, tidak ujah menjemputku. Aku bisa pulang sendiri.”

 

“Dan membiarkanmu diculik mucikari?” laki-laki itu menggoda. “Ayolah. Di luar dingin sekali, bukan? Dan sudah kuingatkan berapa kali kalau kau harus membawa mantel ketika akan berangkat sekolah, huh?”

 

“Tidak ingat,” sahut Sungmin cuek.

 

“Maafkan aku, Sayang,” Kyuhyun berujar selembut mungkin. Lalu ia menyambar pergelangan tangan Sungmin dan menyeretnya menuju mobil. “Aku benar-benar tidak bisa meninggalkan dosen botak itu.”

 

“Kalau begitu, menikah saja dengannya,” Sungmin masih kukuh mempertahankan kemarahannya. Tetapi ia tetap menurut untuk duduk di jok depan tepat di samping kemudi.

 

Kyuhyun berdesis, “Aku hanya akan menikah denganmu, tentu saja,” kata Kyuhyun seraya menyalakan mesin mobilnya. “Ayolah .. Aku benar-benar tidak berdaya saat itu.”

 

“Sangat tidak berdaya sehingga membiarkanku berdiri di gerbang sekolah untuk menunggumu selama tiga puluh menit,” Sungmin memperjelas ucapan Kyuhyun.

 

Kyuhyun mendesau, “Maafkan aku. Maafkan aku.”

 

“Bahkan aku sudah bosan mendengar kata maafmu, Oppa,” Sungmin memunggungi Kyuhyun, memilih melihat jalanan di luar dari jendela mobil.

 

“Yeah .. Kau yang membuatku harus meminta maaf berulang kali.”

 

“Aku tidak menyuruhmu,” gadis itu berucap dengan nada sengit.

 

“Kalau begitu jangan marah.”

 

“Aku tidak marah.”

 

Kyuhyun menepikan mobilnya, berhenti sejenak agar tidak ada hal serius yang terjadi selama ia menyetir sambil bertengkar dengan kekasihnya ini. “Aku lebih tidak berdaya jika harus dihadapkan denganmu, Sungmin ..”

 

Oppa menyebalkan.”

 

Helaan nafas berat terdengar, “Bahkan Oppa sudah bosan mendengar kata menyebalkan darimu, Sungmin-ie ..”

 

Sungmin menoleh dengan gerakan cepat ke arah Kyuhyun, memandang laki-laki itu dengan mata disipitkan penuh amarah. “Oppa nappa.”

 

“Benarkah?”

 

Sirheoyo,” gadis itu merengek.

 

“Padahal hari ini aku baru dapat tip dari si botak sialan itu,” Kyuhyun berucap sambil mengeluarkan dompetnya, menghitung beberapa lembar won yang ada di dalam. “Dan aku berencana untuk membeli boneka beruang incaranmu itu. Apa kau akan tetap mengatakan benci untuk hal itu?”

 

Bola mata gadis itu melirik ke kanan, “…”

 

“Setelahnya, kita pergi ke kedai ibuku dan makan sepotong cake—oh, kau bisa makan berapa pun yang kau mau,” Kyuhyun meralat ucapannya sendiri seperti orang bodoh. “Apa kau juga akan menolak hal ini?”

 

Kyuhyun terkekeh, “Baiklah. Aku anggap kau menolak tawaran ..”

 

Arasseo!” gadis itu menyela dengan nada tinggi. Ia memandang wajah Kyuhyun dengan tatapan yang lebih lunak dari sebelumnya.

 

“Huh?”

 

Joha,” Sungmin mengucapkan kata itu dengan nada mencicit yang malu-malu. “Aju joha.” (Sangat suka)

 

Kyuhyun tersenyum senang, ia mengangkat salah satu lenganya dan menepuk puncak kepala kekasihnya dengan gerakan lembut. “Seharusnya kau jadi gadis baik semenjak tadi. Dengan begitu kita tidak perlu menyia-nyiakan waktu untuk pergi ke toko boneka itu.”

 

Jinjja? Oppa akan membelikannya untukku? Jinjja? Jinjja?”

 

Kepala Kyuhyun mengangguk, ia kembali fokus dengan jalanan di depan. “Apa pun untuk gadis kecilku.”

 

Oppa, gomawo~”

 

Are all girls like this? Do their moods change twelve times a day?

I might know, but it’s hard, it’s hard. My head hurts because of you.

OoOoO

 

Seseorang memencet tombol apartemen Kyuhyun tanpa jeda, seolah memaksa sang penghuni untuk segera keluar demi membuka pintu. Kyuhyun yang saat itu baru bangun dari tidurnya yang luar biasa nyenyak (walalu cuman 4 jam), berjalan sambil menggerutu ke arah pintu. Dengan memasang wajah mengantuk yang diselipi gurat sebal, ia membuka pintu tanpa berniat melirik interkom.

 

Oppa!”

 

Satu-satunya tamu yang berani memencet tombol tanpa jeda, datang berkunjung di awal pagi, dan berteriak seperti itu adalah Lee Sungmin. Ya, Lee Sungmin, kekasihnya yang kekanak-kanakan itu. Sekonyong-konyong gadis itu menerobos masuk ke dalam ketika Kyuhyun baru memutar knop pintunya, dan memeluknya bagai anak koala yang bergelantungan di leher induknya.

 

“Ada apa, Sayang?” laki-laki itu menutup pintu dan menyeret Sungmin ke dalam.

 

Gadis itu menarik kepalanya dan menatap wajah lelah Kyuhyun dengan tatapan penuh binar kebahagiaan yang menyilaukan. “Appa memberi ijin untuk pergi ke Pulau Jeju!”

 

“Huh? Siapa yang akan pergi ke Jeju-do?”

 

“Kita!” gadis itu berseru girang lalu memeluk leher Kyuhyun lagi. “Appa akan mempersiapkan semuanya dan kita hanya perlu pergi selama liburan musim semi! Bukankah itu hebat?”

 

“Tunggu!” Kyuhyun mencengkeram pergelangan tangan Sungmin yang berada di lehernya, lalu melepaskan pelukannya untuk beberapa saat. “Kapan?”

 

“Mungkin dua atau tiga hari ke depan? Aku juga tidak tahu pasti,” jawab Sungmin, terkekeh dengan nada ringan. “Aku akan bertanya kepada Appa nanti.”

 

“Untuk minggu ini, aku tidak bisa pergi ke mana-mana,” kata Kyuhyun, sontak saja membuat air muka kekasih imutnya berubah seketika. “Ada perjalanan kampus ke Hongkong dan dosen itu menunjukku sebagai perwakilannya.”

 

“Batalkan saja,” nada suara Sungmin terdengar goyah. “Batalkan. Hm?”

 

“Tidak bisa,” Kyuhyun mendesah putus asa. “Maafkan aku.”

 

“Kita tidak pernah pergi liburan bersama,” Sungmin mulai melepaskan dua lengannya yang dicengkeram oleh telapak tangan Kyuhyun. Ia mengalihkan pandangan, berusaha menghindari tatapan Kyuhyun karena sebentar lagi ia mungkin akan menangis. “Dan aku sudah berusaha membujuk Appa untuk hal ini. Dan Oppa ..”

 

“Seharusnya kau membicarakan hal ini terlebih dahulu denganku, Sungmin ..”

 

“Kalau tidak mendadak, kau pasti akan menolak dan selamanya tidak akan pergi liburan denganku,” Sungmin berucap dengan bibir bergetar samar. Dia menghirup nafas dalam-dalam, “Aku mau pulang.”

 

“Sungmin, tunggu,” laki-laki itu meraih pundak Sungmin dan memeluk tubuh gadisnya dari belakang. “Maafkan Oppa.”

 

Do guys know anything? That every word is important?

Why don’t you know, my heart. Fool. Didn’t even love

 

“Tidak apa-apa,” kata Sungmin, walau air matanya jelas-jelas menetes dan membasahi kaus usang Kyuhyun. “Aku mau pulang.”

 

“Bagaimana kalau ditunda sampai minggu depan?”

 

Kepala Sungmin menggeleng, “Ayah sudah memesan tiket fery untuk itu.”

 

“Biarkan aku yang mengurus semuanya. Katakan pada ayahmu kalau aku yang akan menukar tiketnya dengan ..”

 

“Tidak usah,” Sungmin menyela. “Aku akan di rumah saja.”

 

“Sungmin, tunggu dulu,” Kyuhyun bersikeras untuk menahan Sungmin untuk tinggal lebih lama lagi. “Sayang ..”

 

“Aku mau pulang,” Sungmin mendorong dada Kyuhyun dengan sekuat tenaga, membuat laki-laki itu hampir terjungkal ke belakang. Gadis itu merundukkan kepala lalu berbalik, “Maaf karena sudah mengganggu.”

 

There probably isn’t anyone like me.

OoOoO

 

Ini sudah sore, bahkan hampir menjelang malam. Tetapi gadis itu masih betah bergelung dengan selimutnya—sedari pagi ia berada di atas ranjang dan bermalas-malasan sepanjang waktu sejak dua hari lalu. Dia terlampau jengah, sampai-sampai bangun dari ranjang sudah sulit dilakukan. Lagi pula Sungmin lebih suka tidur dan memilih mengabaikan udara musim semi yang menarik di luar sana. Untuk tahun ini, ia benci musim semi!

 

Kalau ia ingat tentang musim semi yang seharusnya indah ini, ia jadi sebal sendiri. Dan bagaimana bisa si Cho Kyuhyun sialan itu lebih memilih perjalanan kampus ke Hong Kong daripada pergi berlibur dengannya?!

 

“Kyuhyun memang bodoh,” dia bergumam lalu kembali menggeliat dalam selimutnya yang hangat. “Kyuhyun bodoh! Bodoh! Bodoh! Aku benci Cho Kyuhyun!” Sungmin berteriak kesal, menyibak selimutnya ke atas lalu duduk dengan punggung melengkung yang hampir menyerupai huruf C. Ia mendengus lalu mengerucutkan bibir.

 

“Kalau saja dia bukan kekasihku, aku pasti sudah menendang wajahnya yang pongah itu,” katanya.

 

“Jadi aku beruntung karena menjadi kekasihmu, begitu?”

 

Sungmin tersentak dan ia terkejut ketika mendengar suara itu mengalun setelah ia berucap sesuatu tentang Kyuhyun. Ia menoleh dan matanya terbelalak lebar karena mendapati tubuh kekasihnya duduk manis sambil melipat salah satu kakinya di kursi belajarnya. Sungmin ingin menjerit, tetapi ia memilih untuk diam dan menarik selimutnya.

 

“Selamat pagi. Oh—selamat sore, maksudku,” Kyuhyun menyapa dan melempar senyuman hangat. Ia beranjak dari duduknya dan melangkah menghampiri ranjang Sungmin. “Kata Bibi Ahn, semenjak pagi kau tidak bangun dari ranjang. Jadi di liburan musim ini, kau beralih profesi menjadi pengangguran?”

 

Dahi Sungmin mengerut setelah gendang telinganya ditembus oleh pernyaaan Kyuhyun. “Apa pedulimu?”

 

“Jelas saja aku peduli,” Kyuhyun berucap, menjatuhkan bokongnya di atas ranjang Sungmin dan merebahkan kepalanya tepat di sebelah paha gadisnya. “Kau ‘kan kekasihku. Bukankah beberapa saat lalu kau juga mengakui hal ini?”

 

Sungmin menarik selimutnya hingga menutupi dada, lalu memberi tatapan tajam ke arah Kyuhyun. “Kenapa kau bisa masuk? Sejak kapan kau ada di sini? Untuk apa kau kemari?”

 

“Pelan-pelan, Sayang,” Kyuhyun terkikik mendengar serentetan pertanyaan dari kekasihnya yang imut itu. “Bukankah kau selalu membiarkanku masuk? Kau sendiri yang menyuruh Bibi Ahn untuk langsung menyuruhku ke kamarmu setiap aku berkunjung.”

 

Ia benar. Sungmin memang menyuruh Bibi Ahn agar Kyuhyun langsung pergi ke kamarnya ketika laki-laki itu datang untuk berkunjung. Tetapi untuk saat itu, ucapannya sedang tidak berlaku. Dan sialnya, ia lupa memberitahu hal penting itu kepada Bibi Ahn.

 

“Sepulang dari kampus, aku langsung memutuskan pergi kemari,” suara Kyuhyun menyentak jiwa Sungmin yang sedang melayang-layang membayangkan peraturannya. Laki-laki itu tampak menarawang sesuatu lalu berucap, “Sekitar pukul sepuluh?”

 

Mwo?! Sudah selama itu? Kenapa aku tidak tahu?”

 

“Kau tidur pulas sekali, seperti orang mabuk yang beberapa kali mengatakan hal macam-macam ketika tidur,” Kyuhyun mengolok lalu terkekeh.

 

“Pulang saja!” Sungmin membentak sambil berusaha menendang tubuh Kyuhyun yang sudah berbaring seenaknya di atas ranjangnya. “Aku tidak membutuhkanmu, tahu!”

 

You are like a child. ‘I don’t like it’, ‘I wanna go home’.

Every time that happens, I can’t help but laugh. I can’t even get mad. What can I do?

 

“Benar tidak membutuhkanku?” Kyuhyun membalik tubuhnya menjadi tengkurap, namun tatapan mata elangnya masih fokus pada wajah cantik Sungmin di sebelahnya. “Kalau kau mengusirku, aku akan mencari noona-noona seksi di luar sana, lhoo ..”

 

“Dasar kurang ajar!” Sungmin menggenggam rambut Kyuhyun dan menariknya sekuat tenaga. “Kalau mau selingkuh, langsung saja selingkuh! Kenapa harus kemari dan memberitahu hal tidak penting seperti itu?!”

 

“Aduh! Tetapi bukan itu yang .., aduh!” Kyuhyun mengaduh sementara dua tangannya berusaha melepaskan telapak tangan Sungmin di kepalanya. “Sungmin! Berhenti!”

 

“Aku benci Oppa! Aku benci Oppa!”

 

“Aduh! Kita akan pergi ke Jeju-do! Aduh! Sungmin!”

 

“Kita tidak akan .., apa?” Kalimat makian Sungmin menghilang, gadis itu melototkan mata untuk yang kedua kali. Ia menelan ludah lalu kembali bertanya, “Kau bilang apa?”

 

Kyuhyun mengatur nafasnya yang ngos-ngosan, dua tangannya bergerak perlahan menjauhkan telapak tangan Sungmin yang semula menggenggam helai rambutnya dengan begitu erat. “Hari ini aku bangun karena telpon sialan dari dosenku. Beliau memintaku untuk datang ke kampus secepatnya. Kau tahu, apa yang dikatakannya?”

 

“Apa?”

 

“Perjalan ke Hongkong ditunda karena ada suatu musibah di sana,” Kyuhyun tersenyum ketika mengucapkan kabar baik itu. “Aku terlalu senang lalu aku memutuskan untuk langsung pergi kemari demi memberitahumu. Tetapi nyatanya, kau masih tidur. Dan ketika terbangun, kau malah mencaciku seperti itu. Phuh, betapa malangnya nasibku.” Kyuhyun mengakhiri kalimat panjangnya dengan sebuah hembusan nafas berat yang sarat akan keluhan.

 

“Benarkah? Apa Oppa bersungguh-sungguh?”

 

Kyuhyun memberengut, “Apakah aku pernah tidak bersungguh-sungguh ketika bersamamu?”

 

“Sering,” komentar Sungmin. Tetapi sedetik setelahnya ia melukis wajah riang yang bahkan lebih cerah dari sinar matahari di musim semi. “Itu berarti, besok kita akan pergi ke Jeju-do? Benarkah?”

 

Kyuhyun menelangkup pipi Sungmin yang tampak pucat, “Ya. Apa pun untukmu, Sayangku.”

 

“Ih, gombal,” Sungmin mencela, tetapi ia tidak mampu menyembunyikan senyum bahagia yang merekah di kedua sudut bibirnya. “Menggelikan.”

 

“Tetapi kau menyukainya, ‘kan?” Kyuhyun melingkarkan salah satu lengannya di leher Sungmin, memiting gadisnya dengan gerakan lembut. “Katakan kalau kau menyukainya ..”

 

Sungmin terkekeh, “Miwo.” (Tidak suka)

 

“Apa?” Kyuhyun pura-pura terkejut lalu memukul dahi Sungmin yang tertutup poni. “Coba katakan sekali lagi?”

 

Joha ..”

 

Oppa, you know that well. I am a bit selfish sometimes.

But I love only one person. You are mine. You are mine. That’s my only thought.

OoOoO

 

Gadis itu baru saja keluar dari gerbang sekolah, tetapi ia sudah dikejutkan oleh suara klakson mobil yang dibunyikan dua kali. Ia sempat terlunjak dan memandang mobil hitam yang tak asing baginya, lalu mengeryitkan dahi. Ia berlari dengan langkah pendek, lalu mengetuk cendelanya. Kaca mobil itu turun dan seorang laki-laki tampan dengan mantel cokelat tua ada di sana, sedang melempar senyuman paling menawan sejagat raya.

 

Oppa, apa yang kau lakukan di sini?” Sungmin bertanya sambil mengerjapkan kelopak matanya.

 

Laki-laki itu memilih keluar dari mobilnya dan berjalan menghampiri Sungmin. Dengan gerakan pasti ia membuka pintu mobil itu—seolah menyuruh Sungmin untuk segera masuk. “Tentu saja menjemputmu, Sayang.”

 

“Huh?” Sungmin terheran, tetapi ia tetap masuk ke dalam dan duduk di sana. “Kenapa? Aku tidak memintamu untuk menjemputku.”

 

“Aku ingin menjemput kekasihku. Apakah itu salah?”

 

Sungmin merona ketika Kyuhyun memanggilnya seperti itu. “Biasanya Oppa selalu sibuk, ‘kan. Jadi aku merasa heran.”

 

Kyuhyun memutar kemudinya ke kiri lalu tertawa renyah, “Oh, di dashboard itu ada hadiah untukmu.”

 

Jinjja?!” Sungmin setengah memekik mengucapkan kalimat itu. Ia menoleh dengan gerakan cepat ke arah Kyuhyun lalu segera membuka dashboard di depannya. Sebuah kotak berwana pink cerah dengan pita satin yang senada. Sungmin membukanya dengan gerakan tidak sabaran lalu kembali memekik. “Coklat?!”

 

“Sebenarnya itu dari dosenku,” Kyuhyun berucap. “Dan itu Cokelat Paris. Kau pasti akan menyukainya.”

 

Masittda!” Sungmin berseru ketika ia memakan salah satu cokelat dengan bentuk daun mint yang lucu. Lalu ia meraih satu lagi dan menyuapkannya ke mulut Kyuhyun. “Mungkin lain kali aku harus berterimakasih pada selingkuhanmu itu.”

 

“Apa-apaan?” Kyuhyun hampir tertawa ketika ia mendengar sebutan sangar itu meluncur dari Sungmin. “Oh, ya. Ahra noona baru pulang dari Jepang.”

 

“Benarkah?”

 

“Ya. Dia membawa selusin baju desain untukmu. Kau harus memakainya ketika pertemuan keluarga,” kata Kyuhyun lalu memarkir memarkir mobilnya di sebuah areal parkir khusus.

 

Ahra, kakak perempuan Kyuhyun yang bekerja sebagai desainer di Negara Jepang. Gadis tangguh yang sempat dilirik oleh anak pengusaha kelas kakap dari Choi Corperation, Siwon Choi. Cukup cerewet jika berhadapan dengan Kyuhyun, tetapi sifatnya yang buruk bisa berubah tiga ratus enam puluh derajat jika berhadapan dengan Sungmin.

 

Sedari dulu, ia selalu berharap akan menemukan seorang wanita imut yang pantas dijadikan adik perempuannya. Asal tahu saja, ia bersyukur karena Kyuhyun menemukan Sungmin untuknya. Karena hal itu, ia selalu mewanti-wanti tindakan Kyuhyun—dia bisa marah besar kalau Sungmin menelpon dan curhat tentang suatu hal mengenai tindakan buruk Kyuhyun.

 

Singkatnya, Ahra menganggap Sungmin bagai adik kandungnya sendiri. Bahkan lebih menyayangi Sungmin.

 

“Terimakasih, Oppa. Johahae.”

 

“Tetapi ada sedikit kabar buruk,” kalimat Kyuhyun yang tiba-tiba itu sontak membuat alis Sungmin melengkung tajam. Kyuhyun keluar dari mobilnya dan berjalan menuju bagasi, mengeluarkan tas kardus yang merupakan hadiah dari noona-nya. “Ayo ke apartemenku dulu.”

 

Sungmin mengekor langkah kaki Kyuhyun seperti seekor anak anjing. “Apa? Apakah ada hal serius yang terjadi?”

 

Kyuhyun tampak berpikir sejenak, “Tidak begitu penting, sih.”

 

“Sudah kukatakan berulang kali kalau aku tidak suka bermain kata-kata.”

 

Laki-laki itu tersenyum miring, berharap bahwa ia bisa mengurung gadis ini di ruangan apartemennya yang nyaman. Jemari lentiknya bergerak cepat memencet tombol kombinasi untuk keamanan apartemennya. Setelahnya ia masuk ke dalam diikuti oleh langkah kaki Sungmin di belakangnya. Ia meletakkan tas kardus itu di sebelah pantri dapur dan berjalan menuju kulkas demi menemukan segelas air dingin yang bisa menyegarkan tenggorokannya.

 

“Aku mau jus jeruk,” kata Sungmin, ia merebahkan tubuh mungilnya di ranjang Kyuhyun—satu-satunya benda besar yang mendominasi ruangan apartemen minimalis itu.

 

“Ya, Tuan Putriku,” sahut Kyuhyun.

 

Sungmin mendesah, tubuhnya bergelung ke arah kanan dan memeluk boneka besar miliknya yang sengaja ia tinggalkan di sini—alasannya agar Kyuhyun tidak kesepian ketika tidur sendirian. “Aku merasa ada yang aneh.”

 

“Apa?” Kyuhyun muncul dengan membawa segelas jus jeruk dingin yang tampak menyegarkan. Dia meletakkan gelas itu di meja nakas yang berada di samping ranjang lalu duduk di sebelah Sungmin. “Ada yang mengganggu pikiranmu?”

 

Gadis itu melirikkan matanya ke arah Kyuhyun, “Kau, Oppa.”

 

“Aku? Kenapa?”

 

“Pasti ada suatu hal yang terjadi. Sehingga kau menjemputku tiba-tiba, memberiku Cokelat Paris, dan memperlakukanku sedemikian baik.”

 

“Hei,” Kyuhyun mencium pucuk kepala Sungmin dan memilih untuk ikut berbaring. “Apakah selama ini aku tidak memperlakukanmu dengan baik?”

 

“Memang, sih,” Sungmin mengangguk, salah satu tangannya bergerak mencari lengan kekar Kyuhyun lalu memeluknya erat. “Tetapi tidak sampai seperti ini.”

 

“Ya-ya, terserah,” balas Kyuhyun acuh sambil menciumi wajah gadisnya.

 

Dua telapak tangan Sungmin terangkat menelangkup pipi Kyuhyun yang dipenuhi oleh lubang bekas jerawat. Gadis itu menarik wajah kekasihnya dan menatap dua mata elang yang ada di hadapannya. “Kau sedang mencoba menyembunyikan sesuatu dariku, Oppa.”

 

“Kenapa kau jadi sok tahu?”

 

“Aku tidak sok tahu, tetapi benar-benar tahu!” sahut Sungmin tidak terima. Dia meremas pipi tirus Kyuhyun dekat kuat lalu memberi tatapan menuntut, “Tidak ada yang bisa kau sembunyikan dariku, Oppa. Katakan saja.”

 

Mungkin bagi Kyuhyun, tatapan Sungmin yang melembut dan ekspresi memelas seperti itu adalah sihir yang mampu membuatnya takhluk dalam hitungan detik. Mungkin gadis itu memang memiliki aura yang mampu membuat dirinya lemah, tak berkutik, dan pasrah seperti ini. Ia ingin berbohong lagi dan menutupi semuanya, tetapi nyatanya karisma Sungmin yang tidak bisa ditolak menyudutkannya.

 

Kyuhyun mendesah untuk beberapa saat, merutuk, kemudian kembali menatap manik mata Sungmin. Ada sinar penuh penyesalan di matanya, dan seharusnya Sungmin menerimanya dengan baik. Sekali lagi Kyuhyun mendesah, “Kau ingat dengan syal rajut merah?”

 

Sungmin tampak terkejut untuk beberapa saat, “Syal rajut hadiah natal dariku?”

 

Kepala Kyuhyun mengangguk. Dia terdiam tetapi akhirnya berucap walau hatinya menolak keras. “Hilang.”

 

“Huh?”

 

“Kemarin aku membawanya ke Laundry dan ketika aku akan mengambilnya, ternyata syal itu tidak ada. Benar-benar hilang. Kata petugas mungkin tertukar dengan pengunjung lain dan mereka akan bertanggung ja ..”

 

“Bodoh!”

 

Mungkin itu adalah kali pertama Sungmin benar-benar tidak mau dan tidak bergairah berbicara dengan Kyuhyun.

 

I think she is mad, so I tried harder. She soon felt better, and smiles

I melt even though it was tiring. I melt. Because of you I melt

 

Kyuhyun melingkarkan dua lengannya di perut Sungmin, memeluk gadis itu erat-erat lalu kembali meminta maaf, “Aku tahu kalau aku memang bodoh! Sekali ini saja tolong maafkan aku!”

 

Dua mata Sungmin berkaca-kaca. Tubuhnya bergerak demi berontak dari dekapan dua lengan Kyuhyun. “Aku membuatnya selama lima bulan. Setiap ada waktu luang, aku selalu mengerjakannya sedikit demi sedikit. Kau tahu betapa sulit merajut syal sepanjang itu?” Sungmin berucap panjang lebar. Dua tangannya bergerak aktif seolah sedang merajut syal dengan jarum kasat mata.

 

Kyuhyun menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Sungmin. “Aku menyesal.”

 

Tubuh Sungmin berbalik, lalu tanpa aba-aba kakinya bergerak mendorong perut Kyuhyun ke depan. Laki-laki itu terjengkang ke belakang, mengaduh kesakitan. Gadis itu segera bangkit dari rebahannya di ranjang Kyuhyun lalu berlari menuju pintu keluar. “Aku benci Oppa!”

 

Suara Sungmin yang melengking terdengar keras lalu diikuti dengan suara debaman pintu yang dibanting.

 

OoOoO

 

Hari ini lebih spesial dari hari-hari sebelumnya. Ujian penentuan untuk masuk universitas sudah datang, dan pagi ini rasanya lebih berisik. Ketika Sungmin akan masuk ke sekolah, para junior mereka bergerombol di sekitar gerbang dan berteriak untuk menyemangati. Sungmin bisa merasakan bara api yang menyulut semangat setiap murid kelas tiga, dan ia ikut terbakar api semangat itu.

 

Awalnya dia begitu bergairah dan sempat larut dalam soal-soal ujian yang dikerjakannya. Selama duduk di bangku dengan menggenggam alat tulisnya, pikirannya benar-benar terfokus dengan apa yang dibacanya. Kalimat yang berderet di atas kertas putih itu sungguh menjadi prioritas utama; otaknya pun berhasil diajak kerja sama. Yang ada di dalam tempurung kepalanya saat itu hanyalah beberapa pertanyaan umum, seperti; ‘Bagaimana aku bisa menyeselaikan ini?’, ‘Rumus apa yang harus kupakai?’, ‘Apa petunjuknya?’, atau ‘Apa arti dari bahasa asing ini?’.

 

Semua berputar dalam lingkup pelajaran yang beberapa akhir ini sudah tidak asing. Hingga bel tanda ujian telah berakhir berdentang nyaring, ia menyerahkan lembar jawabannya ke pengawas dengan perasaan yang lebih ringan. Dia begitu optimis. Sungmin patut bersyukur karena ia bisa melewati soal-soal keparat itu tanpa harus merutuk dalam hati. Setidaknya, ia perlu berterimakasih kepada Kyuhyun karena sudah mau bersusah payah menjadi mentornya selama satu tahun terakhir.

 

Ya, mentornya dalam belajar adalah Kyuhyun, Cho Kyuhyun si jahanam tercinta yang sudah kabur selama sebelas hari belakangan ini. Semenjak pertengkaran mereka tempo hari, yang mendebatkan syal rajut hadiah natal, Kyuhyun menghilang bagai ditelan bumi. Sekonyong-konyong laki-laki itu lenyap; tanpa telpon, tanpa pesan singkat, tanpa kakaotalk, atau yang lain.

 

Asal tahu saja, Sungmin menantikan satu pemberitahuan yang masuk ke ponselnya. Dan saat ia sudah keluar dari ruangan ujian dan mengecek ponsel, ia mendesah penuh kekecewaan ketika tahu Kyuhyun belum memberi kabar.

 

Ia begitu kecewa, sampai-sampai ia ingin menangis di tempat. Matanya sudah berkaca-kaca dan siap untuk menangis, tetapi ia urung memasang wajah sedih di sekolah. Ia melirik sekilas ke arah jarum jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Lalu menerawang sebentar.

 

Masih pukul enam, dan kemungkinan Kyuhyun masih ada di kampus menemani selingkuhannya. Saat itu terbersit suatu maksud untuk mengintip Kyuhyun sebentar, dan ia benar-benar melakukannya.

 

Sungmin naik sebuah bus kota dengan tujuan Kyunghee, dan ia turun tepat di depan gerbang pintu masuk. Awalnya ia sedikit kebingungan harus melangkah ke arah mana. Namun setelah membaca peta kampus yang dipajang di sebuah majalah dinding, Sungmin mulai tahu ke mana ia harus melangkah.

 

“Adik kecil, sepertinya kau tersesat, ya?”

 

Suara seorang perempuan mengalun lembut dari belakang. Sungmin sempat memutar tubuhnya karena terkejut setengah mati manakala sebuah telapak tangan jatuh di pundak kanannya. Dahinya mengkerut samar ketika ia menemukan seorang wanita cantik dengan rambut panjang bergelombang berwarna cokelat sedang berdiri tepat di belakangnya, melempar senyuman manis sekali. Di sebelahnya ada dua orang laki-laki tampan; yang satu dengan mata super sipit, dan yang lain dengan tubuh tinggi profesional.

 

“Ternyata dia murid sekolah menengah atas,” laki-laki yang lebih tinggi tampak berbisik ke arah sang wanita cantik. Tiga orang yang ada di sana sontak menyipitkan mata dan menelusuri seragam sekolah Sungmin dari ujung rambut hingga kaki.

 

“Atau jangan-jangan dia murid sekolah menengah pertama yang memakai seragam sekolah menengah atas agar bisa menyelinap kemari dengan alasan minta brosur?” laki-laki bermata sipit menyahut.

 

Sang wanita cantik itu tersenyum tanpa berusaha mengerti ucapan kedua temannya. Jemari lentiknya bergerak membenahi letak kaca mata yang sempat melorot di punggung hidungnya. “Apa ada yang bisa kubantu? Kau ingin mencari informasi mengenai kampus kami, ya?”

 

Sungmin memberengut mendengarnya, “Tidak,” jawabnya. “Aku mencari Cho Kyuhyun.”

 

“Apa mungkin dia adiknya si Cho itu?” laki-laki tinggi itu kembali menyahut. “Dia imut sekali.”

 

“Mungkin begitu, Hae,” jawab yang lain sambil melipat dua lengannya di atas dada.

 

Sungmin menghentakkan kedua kakinya, “Aku bukan adiknya, tahu!”

 

Wanita berkaca mata itu tampak tertawa, dengan gurat anggun yang menguar dari dalam dirinya. “Kau mencari Cho Kyuhyun, ya? Dia ada di taman dekat aula utama.”

 

“Kalau sore begini, dia sering menghabiskan waktu dengan Seohyun,” pemuda yang dipanggil Hae oleh yang lebih pendek menyahut. “Bukankah mereka sedang dekat?”

 

“Kukira mereka sedang kencan,” Yesung menyahut cuek sambil mengendikkan bahu skeptis.

 

“Apa?” suara Sungmin yang terombang-ambing antara percaya-tidak percaya terdengar membelah argumentasi dua orang laki-laki itu. “Mereka .., kencan?”

 

“Tidak, kok!” wanita cantik itu menyangkal. Ia melukis senyuman penuh permintaan maaf. “Kalau boleh tahu, adik siapa, ya?”

 

“Oh, itu mereka!”

 

Sungmin belum sempat menjawab, tetapi suara Donghae menyela. Empat orang yang sempat berbincang sebentar itu menoleh ke arah pandang Donghae. Dan saat itu pula mereka mendapati sosok Kyuhyun sedang berjalan dengan seorang wanita cantik; yang didefinisikan Sungmin sebagai Seohyun.

 

Laki-laki itu benar-benar Kyuhyun; begitu tampan dalam balutan pakaian musim panasnya di tengah deburan sinar lampu yang menerangi pinggir jalan setapak kampus. Sungmin senang bukan kepalang ketika menemukan sosok Kyuhyun. Tetapi sisi hatinya yang lain merasa dongkol ketika tahu laki-laki itu sedang jalan berdua dengan wanita lain di bawah langit sore yang indah ini.

 

Telapak tangan Sungmin tergulung kuat, pandangannya mengabur, dan perasaannya berantakan. Ia menggigit bibir bawahnya, lalu berusaha mengumpulkan segenap keberaniannya. Ia menghela nafas. “Ya, Cho Kyuhyun!”

 

Sungmin memanggil Kyuhyun dengan panggilan tidak sopan; membuat siapa pun yang mendengarkan menolehkan kepala ke arah gadis mungil itu—begitu juga Kyuhyun. Donghae, Yesung, dan Ryeowook yang ada di sana sontak berbisik membicarakan tingkah tidak tahu adat dari gadis elok ini. Beberapa detik setelahnya, Kyuhyun tampak berlari menghampiri Sungmin.

 

Nappeun,” Sungmin berdesis ketika laki-laki itu sampai di hadapannya.

 

“Aku tidak tahu kalau kau akan kemari,” kata Kyuhyun—kalimat yang sama sekali tidak pantas diucapkan setelah sekian hari berpisah. Well, terlalu berlebihan memang, tetapi Sungmin butuh yang lebih dari itu.

 

“Kalau aku tidak kemari, mustahil aku bisa tahu kalau ternyata kau punya selingkuhan yang lebih cantik dari si botak sialan itu,” kata Sungmin. Bola mata hitamnya bergerak ke arah kanan, melirik gadis cantik yang berdiri di belakang Kyuhyun. “Bagaimana pun .., ini ..”

 

“Jangan salah paham begitu,” Kyuhyun mendekap sisi pundak Sungmin. “Biar kuperkenalkan dulu. Ini Seohyun.”

 

“Aku tidak ingin tahu!” Sungmin membentak, mendorong dada Kyuhyun sekuat tenaga dengan dua tangannya. “Aku sama sekali tidak ingin tahu!”

 

“Kyuhyun-ah, apa benar ini adikmu?” Donghae yang tidak tahan dengan sikap kurang ajar Sungmin menyela tanpa tahu situasi.

 

“Sudah kubilang aku bukan adiknya!” Sungmin berbalik dan membentak Donghae dengan suara kerasnya. Setitik air mata menetes dari sudut matanya, lalu ia menendang mata kaki Donghae dengan sebelah kakinya. “Dasar bodoh!”

 

“Sungmin, berhenti!” Kyuhyun mencengkeram erat lengan atas Sungmin dan menarik tubuh kekasihnya menjauh dari Donghae. “Kurasa aku harus menenangkan kekasih kecilku ini. Seohyun, aku akan menelponmu. Dan Donghae, terimakasih sudah membuat mood-nya semakin anjlok. Aku pergi dulu.”

 

Semua yang ada di pelataran kampus saat itu dikejutkan oleh pengakuan Kyuhyun; yang mengatakan bahwa gadis kecil yang menyebalkan dan bermulut tajam itu adalah kekasihnya. Mereka masih diam di posisi masing-masing sambil memperhatikan Kyuhyun yang menyeret Sungmin ke suatu tempat kosong di sudut lorong. Lalu membubarkan diri begitu tahu Kyuhyun dan kekasihnya menghilang dari lorong.

 

Gadis itu berusaha berontak melepaskan diri dari kungkungan lengan Kyuhyun. Tetapi usahanya tampak begitu sia-sia, ia tidak bisa kabur dari Kyuhyun. Laki-laki itu menyeret tubuh mungilnya dengan teramat mudah ke sebuah tempat asing. Dan tanpa diduga, Kyuhyun membawanya masuk ke dalam ruangan kuliah yang sepi.

 

Ia tampak berkacak pinggang lalu menghela nafas, “Sekarang, cepat katakan apa yang ingin kau dengar dariku, Tuan Putri?”

 

Walau Sungmin sedang menangis, dengan begitu lugunya ia sempat merona ketika mendengar panggilan memuja dari Kyuhyun. Ia mundur selangkah sambil terisak-isak, lalu menjawab, “Kenapa kau tidak menghubungiku selama sebelas hari ini? Kau sudah menemukan yang lain? Jadi kau tidak mau ..”

 

Sekonyong-konyong Kyuhyun menelangkup dua pipi gembul Sungmin, lalu memperpendek jarak di antara bibir mereka dalam satu satuan waktu. Laki-laki itu mengecup bibir Sungmin, berusaha menyela kalimat Sungmin dengan sebuah ciuman lembut di bibir. Tangan kanannya melingkar di pinggul Sungmin, dan yang lain menekan tengkuk kekasihnya kuat-kuat.

 

Sungmin terlampau terkejut, sampai-sampai tenaganya habis begitu saja. Ia tidak bisa berontak sama sekali, apalagi ketika merasakan gerakan pelan bibir Kyuhyun di atas bibirnya. Otaknya tidak sempat berputar demi memikirkan suatu cara untuk kabur; yang bisa dilakukannya hanya mengerjap-ngerjapkan kelopak mata.

 

Ia tidak sempat mengedip, bahkan sampai kecupan itu berakhir. Kyuhyun melepaskan diri pelan-pelan, lalu memandang wajah Sungmin yang semerah kepiting rebus yang siap disantap. Ia menghembuskan nafas hangatnya di atas wajah Sungmin, dan ibu jemari tangan kanannya bergerak membelai pipi Sungmin yang basah karena jejak air mata.

 

“Aku benar-benar tidak punya muka untuk bertemu denganmu setelah kejadian itu,” kata Kyuhyun dengan nada lembut yang menenangkan. “Aku berencana akan ke rumahmu malam ini dan memberikan sesuatu yang bisa menebus dosaku atas kelalaianku tempo hari.”

 

Mata Sungmin berkelip-kelip ketika gendang telinganya tersentuh oleh pernyataan Kyuhyun.

 

“Aku punya hadiah untukmu,” katanya. Lantas Kyuhyun melepas tas punggungnya dan mengeluarkan suatu bingkisan dari dalam sana; sebuah kantung kertas berwarna pink cerah yang menyilaukan mata. “Kuharap itu sebanding dengan .., yeah ..”

 

Sungmin sesenggukan, tetapi ia menerima pemberian Kyuhyun dengan gerakan antusias yang malu-malu. Terus ia melongok ke dalam bingkisan itu, dan mengeluarkan isinya dengan gerakan tidak yakin. Sebuah sweter rajut berwarna merah muda, tanpa pola rumit; sebuah hadiah sederhana yang membuat Sungmin diam-diam kegirangan.

 

“Buatanku sendiri.”

 

Mata Sungmin membeliak ketika mendengar penuturan Kyuhyun. “Benarkah?”

 

Kepala Kyuhyun mengangguk, ia menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba menegang tanpa alasan. “Seohyun banyak membantuku dalam prosesnya.”

 

“Seohyun yang tadi?”

 

“Ya,” katanya. “Awalnya aku tidak tahu bagaimana caranya merajut. Untungnya Seohyun mau membantuku.”

 

“Ini benar-benar buatanmu?” Sungmin meneliti setiap pola rajutan yang tersusun rapi di setiap jengkal sweter barunya. “Kenapa hasilnya lebih bagus daripada buatanku?”

 

“Bercanda, ya? Mengejek?” Kyuhyun mencubit sebelah pipi gembul Sungmin. “Senang tidak?”

 

“Jangan-jangan Oppa membelinya?” Sungmin masih tidak percaya. Jemarinya bergerak mengelus permukaannya yang lembut. “Benarkah? Kau merajutnya untukku?”

 

“Sudah kukatan berapa kali, apapun untukmu,” kali ini Kyuhyun menepuk-nepuk pipi Sungmin dengan gerakan pelan. Ia tersenyum, “Kau sudah tidak marah, ‘kan?”

 

Sungmin melirik wajah Kyuhyun dari sudut pandangnya. Semburat merah kembali mendominasi wajahnya. Ia memukul dada Kyuhyun dengan gerakan lembut, penuh tuntutan dan gairah seorang remaja perempuan yang dilanda cinta. Ia pura-pura mengerucutkan bibir sambil memasang wajah jengah yang gagal total. “Aku masih marah, tahu.”

 

“Oh, ya?” Kyuhyun menuntut. “Apa aku perlu menciummu lagi?”

 

Mwoya?” Sungmin memukul dada Kyuhyun sedikit lebih keras. “Dasar tukang selingkuh!”

 

Because you seem to be trying hard, I’ll go easier on you. You are cuter that way

Thank you. Because of you, my day was sweet.

 

“Untuk apa selingkuh kalau aku sudah memilikimu, huh?” sahut Kyuhyun tidak terima. Ia menelangkup telapak tangan Sungmin, menautkan ke sepuluh jemarinya. “Kau itu benar-benar ..”

 

“Tapi ‘kan ..”

 

“Sudah kukatakan kalau aku tidak bisa bertemu denganmu sebelum menyeselaikan sweter itu,” Kyuhyun menyela dengan nada ketus. Ia membimbing langkah kaki Sungmin keluar dari ruangan sepi itu dan berjalan menghampiri Donghae, Yesung, dan Ryeowook yang duduk santai di sebuah gazebo taman. “Sekarang, kau harus minta maaf.”

 

Sungmin hampir terjatuh ketika Kyuhyun menyeretnya dengan langkah panjang-panjang. “Tunggu! Kenapa aku harus minta maaf?” Sungmin protes sambil menepuk-nepuk pipinya yang tampak mengerikan dengan jejak air mata.

 

“Kau sudah membentak Donghae hyung dan bertingkah tidak sopan.”

 

Kyuhyun berhenti bicara ketika mereka berdua sampai tepat di hadapan tiga sekawan itu. Ryeowook yang tadinya sedang sibuk dengan bukunya, kini mendongakkan kepala. Yesung dan Donghae sama-sama mengerutkan dahi.

 

“Ayo,” Kyuhyun mendorong punggung Sungmin ke depan.

 

Gadis itu berdecak sambil melirik Kyuhyun dari ujung matanya. Tetapi pada akhirnya ia tetap merundukkan badan dan meminta maaf dengan cara yang lebih manis.

 

Yesung terkejut. “Dia benar-benar kekasihmu?”

 

“Kau pedofilia atau apa?” Donghae menyahut lalu terkikik dengan suara ikannya yang aneh.

 

“Jaga bicaramu, Hae,” Ryeowook menengahi. “Jadi?”

 

“Apanya?” Kyuhyun mengerutkan alis, tanda tidak mengerti.

 

“Dia benar-benar kekasihmu?” Ryeowook memperjelas.

 

Kepala Sungmin menoleh dengan gerakan cepat ke arah Kyuhyun, tautan tangannya mengerat; berharap bahwa lelaki itu akan melontarkan jawaban yang sesuai dengan kata hatinya sekarang, berharap bahwa lelaki itu tidak akan mempermalukan dirinya dengan berucap ‘tidak’. Kalau saja Kyuhyun berani menyangkal dengan berucap tidak, maka bisa dipastikan Sungmin akan menendang wajahnya dengan tendangan martiar artnya.

 

“Ya,” tegas Kyuhyun seraya melempar senyuman menawan—membuat Donghae dan Yesung hampir muntah dalam waktu yang hampir bersamaan. “Dia kekasihku, namanya Lee Sungmin.”

 

“Hai, Sungmin. Aku Ryeowook,” Ryeowook memperkenalkan diri. “Yang di sebelah kananku ini Yesung, kekasihku. Dan pemuda berisik yang satu ini Donghae, sahabatku.”

 

Sekali lagi Sungmin merundukkan badan, bersyukur ketika tahu bahwa Ryeowook adalah wanita baik dengan senyuman mematikan di kedua belah bibirnya. Dua laki-laki di hadapannya membalas salam perkenalan Sungmin, dan mereka saling melempar kata halo.

 

“Aku tidak percaya kalau kau memacari gadis kecil ini,” Donghae berujar. “Lalu bagaimana dengan Seohyun? Bukankah kalian sedang—aduh!” Donghae tidak sempat melanjutkan ucapannya, Ryeowook terlebih dahulu bertindak dengan menyikut perut Donghae.

 

Kyuhyun tertawa canggung ketika ia menyadari perubahan raut wajah Sungmin. Ia mengangkat salah satu lengannya dan mendekap bahu Sungmin erat-erat—membuat tiga orang itu membelakkan mata karena baru tahu kalau Cho Kyuhyun itu bisa bersikap seperti itu kepada seorang wanita.

 

“Seohyun hanya juniorku. Setelah aku lulus, mungkin dia akan direkrut sebagai asisten dosen yang menggantikanku,” Kyuhyun memberi penjelasan. “Simbiosis mutualisme ada di antara aku dan Seohyun.”

 

Donghae manggut-manggut, “Senang sekali punya kekasih super imut begitu. Aku jadi iri.”

 

“Cari sendiri di luar sana,” nada suara Kyuhyun terdengar lebih sengit. “Sudah, ya. Kami mau pergi dulu.”

 

“Kau mau pergi? Baiklah, jaga kekasihmu dari laki-laki sejenis Donghae,” Ryeowook memperingatkan dengan nada setengah bercanda. Ia menautkan lengannya dengan lengan milik Yesung lalu melambai.

 

Kyuhyun ikut melambai, tetapi Sungmin merundukkan badan demi mengucapkan salam perpisahan. Mereka berdua perlahan mundur lalu benar-benar pergi dari kampus Kyuhyun; jalan berdua ke arah parkiran ketika langit sudah berwarna hitam pekat dengan tabura butiran cahaya di atas sana.

 

“Mereka baik, ‘kan?” Kyuhyun bertanya demi memecah kecanggungan yang terjadi. “Tidak seharusnya kau datang ke sana. Kau ‘kan mudah dipengaruhi.”

 

Sungmin bersungut, “Habis, kau tidak menghubungiku selama sebelas hari dan membuatku resah setengah mati,” katanya setengah hati. “Hari ini aku ada ujian penting dan Oppa sama sekali tidak memberi semangat!”

 

“Oke-oke, maafkan aku untuk itu,” Kyuhyun tertawa sebentar. “Aku bangun kesiangan dan tidak sempat memberi semangat untukmu. Sungguh. Kemarin malam aku begadang mengerjakan sweter itu.”

 

Gadis itu terdiam sebentar demi memikirkan sesuatu. Beberapa saat kemudian ia menghela nafas. “Oppa, apa menurutmu aku tidak cocok untukmu?”

 

“Huh?” alis Kyuhyun melengkung tajam setelah ia mendengar pertanyaan konyol dari Sungmin. Ia hampir tersedak dengan nafasnya sendiri. “Apa aku tidak salah dengar?”

 

Kepala Sungmin menggeleng dengan gerakan pelan. Pandangannya tampak merendah. “Sepertinya teman-temanmu sulit percaya kalau aku ini pacarmu.” Ia menjeda kalimatnya dengan hembusan nafas penuh beban. “Apa aku kurang cantik?”

 

“Apa sih yang kau bicarakan?” Kyuhyun menghentikan langkah kakinya lalu menatap Sungmin lekat-lekat.

 

“Seohyun eonni itu .., cantik sekali,” Sungmin berucap—walau sebenarnya ia tidak rela melontarkannya.

 

“Lalu?”

 

“Kukira mereka lebih senang kalau kau pacaran dengannya.”

 

“Oh, demi Tuhan,” Kyuhyun berkacak pinggang dan melempar tatapan tidak percaya ke arah Sungmin. “Dengar, Sungmin Sayang. Dari awal, sejak pertemuan kita, aku sudah memilihmu. Dari situ aku sudah berjanji akan mengacuhkan wanita lain dan akan selalu memujamu dalam singgasanaku. Dan perlu kau tahu, aku tidak tertarik dengan wanita cantik mana pun karena aku sudah terpikat denganmu.”

 

Penjelasan panjang lebar dari Kyuhyun mengetuk perasaan Sungmin. Ia menelan ludah gugup, “Benarkah?”

 

“Apa perlu kuperjelas lagi? Kau tidak percaya padaku?”

 

Sungmin segera maju selangkah, lalu melingkarkan dua lengan mungilnya di sela lengan Kyuhyun. “Aku percaya. Maaf sudah berpikir seperti itu.”

 

“Kau selalu membuatku tampak tolol dan sinting, Sayang,” Kyuhyun berucap dengan nada pelan. Ia membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Sungmin masuk terlebih dahulu. “Cepat masuk. Aku tidak mau melewatkan makan malam,” Kyuhyun berujar dengan nada sok ketus.

 

Arasseo,” nada suara Sungmin terdengar mendayu. Sebelum ia masuk, ia menjinjitkan ujung kakinya lalu mengecup bibir Kyuhyun selama satu detik, menimbulkan bunyi cup nyaring yang singkat. Setelah itu ia tersipu dan langsung duduk begitu saja di jok depan.

 

Demi Tuhan, kalau Sungmin mencium Kyuhyun tanpa aba-aba seperti tadi, bisa saja Kyuhyun terkena serangan jantung dan mati mendadak. Ayolah, Kyuhyun paling lemah dengan ciuman tiba-tiba dari Sungmin. Pasti akan langsung merona dan salah tingkah; seperti saat ini.

 

No matter what others say (You are my person) Forever (Us two)

Together. Only you and I will love

OoOoO

 

Kyuhyun itu murid jenius. Dan Sungmin tahu betul akan fakta itu. Dia juga tahu perihal ikatan kerja yang sudah disetujui oleh Kyuhyun; sebuah pekerjaan di negeri matahari terbit yang begitu diimpi-impikannya. Sebenarnya Kyuhyun masih menyembunyikan tentang hal itu darinya, dengan begitu bodohnya laki-laki itu berpikir bahwa Sungmin pasti tidak akan tahu.

 

Walau pun Kyuhyun itu jenius, tetap saja ia mampu berpikir sempit dan tolol seperti itu. Sungmin sengaja tutup mulut kendati ia sudah menemukan kontrak yang sudah ditandangani oleh Kyuhyun beberapa bulan lalu.

 

Saat itu, ia sedang berkunjung. Kyuhyun sedang sibuk dengan tugasnya, dan seperti biasa Sungmin akan mengobrak-abrik laci Kyuhyun untuk menemukan barang menarik. Barangkali Kyuhyun berpikir jika Sungmin mungkin tidak akan tertarik dengan selembar kertas perjanjian, makannya ia membiarkan kekasihnya berbuat sesuka hati terhadap laci-laci itu. Lalu Sungmin menemukan kertas bodoh itu.

 

Sungmin sempat ingin berteriak demi meminta suatu kejelasan. Tetapi ia sudah cukup mengerti tentang isi perjanjian itu; suatu paragraf menyatakan bahwa Kyuhyun harus pindah ke Jepang setelah ia lulus. Itu paragraf yang menohok perasaan Sungmin, membuat mood-nya jatuh, dan perasaannya campur aduk antara sedih dan kecewa. Kyuhyun akan meninggalkannya.

 

Entah apa maksudnya; atau mungkin laki-laki itu ingin kabur ke negara Jepang untuk menghindari Sungmin dengan sebuah alasan klasik yaitu pekerjaan. Sungmin tidak bisa terima. Sepulang dari apartemen Kyuhyun hari itu, gadis itu menyusun tekad; bahwa ia harus mendapat nilai sempurna untuk ujian masuk universitas dan mendaftar diam-diam di sebuah universitas di kota Kyoto.

 

Dia benar-benar merangkap semangatnya; selalu mengingatkan diri kalau-kalau ia tiba-tiba jadi malas belajar karena omelan Kyuhyun yang menyebalkan. Lalu semua itu berhasil mendorong semangatnya; merubahnya menjadi seorang siswi dengan semangat yang berkobar ketika sedang belajar.

 

Sungguh ia sudah melakukan suatu hal dengan kemampuan terbaiknya. Hasilnya tidak mengecewakan. Hari ini ia mendapat sebuah surat dari Jepang, ia girang bukan main ketika nama universitas itu tercetak jelas di muka amplopnya. Sungmin segera membukanya dengan gerakan hati-hati, dan menemukan fakta bahwa ia berhasil lolos!

 

Sungmin terlalu senang, sampai-sampai ia berteriak girang dan dua orang tuanya ikut memekik senang. Ia mengecup pipi ayah dan ibunya berulang kali, lalu memutuskan pergi sebentar untuk memberi tahu Kyuhyun tentang kabar hebat ini.

 

Ini adalah kali pertama Sungmin akan memasang wajah pongah di depan kekasihnya itu.

 

“Lihat ini!” Sungmin berseru sambil menyodorkan secarik kertas putih ke hadapan Kyuhyun; lalu ia melompat-lompat seperti seekor kelinci.

 

Kyuhyun membelakkan mata, tetapi ia menerima surat itu dengan suka cita lalu membacanya dengan begitu antusias.

 

Sungmin hanya menari-nari dengan gerakan kekanak-kanakan yang menggemaskan. Gadis itu terkikik ketika menangkap gurat keterkejutan di wajah Kyuhyun ketika membaca surat pemberitahuan itu. Ia terkekeh untuk yang kesekian kali, “Aku akan ke Jepang. Kau tidak akan bisa lari dariku, Oppa! Ha!”

 

Kepala Kyuhyun menoleh, ia tersenyum. “Selamat, ya.”

 

“Jadi bagaimana? Apa kita bisa tinggal satu apartemen?”

 

“Apa?” alis Kyuhyun melengkung tajam mendengar hal itu; sontak dua lubang hidungnya tampak kembang-kempis. Suatu getaran aneh menyengat dadanya.

 

Oppa kira, aku tidak tahu?” tuntut Sungmin. “Oppa juga akan pergi ke Jepang bulan depan, ‘kan?”

 

Kyuhyun terkejut untuk yang kesekian kali, “Bagaimana kau tahu?”

 

Sungmin memberengut, ekspresi bahagianya sudah luntur dan tergantikan oleh air muka masam yang kentara. “Pokoknya aku tahu! Dan aku tidak akan membiarkanmu pergi sendiri!”

 

Dua kelopak mata gadis itu mulai dipenuhi oleh genangan air mata yang merembers dari mana-mana. Ia menggigit bibir dan memasang ekspresi seperti seekor anak anjing yang hilang di tengah malam bersalju. “Aku terus belajar dan belajar walau aku sendiri membencinya. Aku terus mengingatkan diriku sendiri bahwa aku harus serius untuk kali ini. Oppa akan pergi ke Jepang, dan aku tidak bisa merelakan hubungan kita begitu saja. Aku terus berpikir seperti itu, jadi aku selalu serius ketika Oppa datang ke rumahku untuk menemaniku belajar. Aku .., tidak mau Oppa pergi meninggalkanku,” Sungmin menangis—dia memang luar biasa cengeng.

I melt to your words like ice cream. Even though I know, I am always tricked

I’m worried this might become a habit. I smile again today. What do I do?

 

Kyuhyun bisa menangkap gurat kesedihan di wajah Sungmin, dan ia merasa bersalah karena hal itu. I segera menelangkup sisi pundak Sungmin, lalu menghapus air mata yang meleleh dengan begitu mudah dari sudut mata Sungmin. Lagi-lagi ia melukis senyuman menawan yang membuat Sungmin berdebar-debar. “Padahal baru-baru ini aku mau mengajukan permintaan agar ditempatkan di Korea.”

 

Kepala Sungmin mendongak, ia terhenyak. “Apa?” seketika itu juga perasaan takut dan was-was menjalar memenui saraf otaknya.

 

“Aku juga tidak mau ke Jepang kalau kau tidak ikut, Sayang,” Kyuhyun merundukkan kepala dan mengecup pucuk hidung Sungmin, menimbulkan gurat merah yang menjalar cepat ke pipi kekasihnya.

 

“L—lalu? Sekarang, bagaimana? Aku akan pergi ke Jepang, Oppa juga harus ikut!” Sungmin menuntut. Matanya kembali berkaca-kaca.

 

Kyuhyun tersenyum lagi. “Ya. Kita pergi ke Jepang. Untung saja aku belum mengirim proposalnya.”

 

Setitik binar harapan menyeruak dari manik mata Sungmin. “Benarkah?”

 

“Ya, Sayang,” kata Kyuhyun. “Kau mau aku membiarkanmu tinggal di apartemenku, begitu?”

 

Kepala Sungmin mengangguk dengan gerakan bersemangat. “Kita harus tinggal bersama! Aku juga tidak bisa membiarkanmu hidup sendiri di apartemen kecil dan berselingkuh dengan ramen-ramen instan! Oppa, kau harus membiarkanku tinggal di sana!”

 

“Aku tidak bisa menjamin kalau kau bisa selamat jika kita tinggal bersama,” Kyuhyun menyeringai tampan. “Di apartemen itu hanya ada satu ranjang.”

 

“Aku akan membawa kasur gulung,” Sungmin berucap dengan nada penuh keluguan dari seorang remaja delapan belas tahun.

 

Kyuhyun sempat speechless. “Tidak perlu,” ucapnya. “Kita bisa tidur bersama.”

 

Sungmin merona malu. “Apa? Bolehkah?”

 

“Tentu saja,” jawab Kyuhyun sambil mengendikkan bahu skeptis. “Bagaimana pun aku perlu sesuatu yang harus dipeluk ketika tidur. Dan boneka yang kau berikan sama sekali tidak cukup.”

 

Oppa,” Sungmin mencicit karena tersipu.

 

“Kenapa, Sayang? Kau keberatan?” Kyuhyun terkekeh jahil. “Ayolah. Lagi pula kita hanya tidur bersama.”

 

Semburat merah tampak semakin jelas di pipi Sungmin. “Lebih baik aku mencari flat kecil yang dekat dengan apatemenmu.”

 

“Jangan,” Kyuhyun mencekal tangan Sungmin. “Aku ingin selalu bersamamu.”

 

Oppa benar, kita harus selalu bersama bagaimana pun keadaannya. Kau itu milikku,” Sungmin tampak menimbang. “Kita tinggal seapartemen?”

 

That’s why we are togehter. I am also into you

What do you mean, what can you do? You are mine, you are mine. That thought is all that matters

 

Telapak tangan Kyuhyun jatuh pada pucuk kepala Sungmin, mengacak rambut kekasihnya yang berwarna hitam legam. “Ya. Aku akan menyiapkan sebuah istana untuk Tuan Putriku.”

 

Sungmin berdecih, kepalan tangannya mendarat pada dada bidang Kyuhyun. “Oppa menyebut apartemen kantor sebagai istana? Omong kosong.”

 

“Tetapi kau suka, ‘kan?” Kyuhyun masih berniat menggoda. “Asalkan kita bersama, semua tempat di dunia itu seperti surga.”

 

“Kini Oppa menyamakannya dengan surga,” Sungmin berusaha menyangkal perumpamaan aneh dari Kyuhyun. Kepalanya menggeleng-geleng prihatin.

 

Kyuhyun terkikik mendengar kalimat Sungmin. “Walau kau menyangkalnya, aku berani bertaruh kalau kau senang setengah mati karena akan tinggal seapartemen denganku. Benar, ‘kan?”

 

Sungmin bersungut, tetapi tidak berhasil menyembunyikan cahaya wajahnya yang berwarna cerah. “Apa sih.”

 

Jemari Kyuhyun menarik dua sisi pipi Sungmin dengan gerakan gemas. “Dasar. Mulai sekarang jangan sok munafik begitu dong. Kalau kau senang, bilang saja senang. Tidak usah bersikap seolah-olah tidak suka.”

 

“Aduh! Sakit!” Sungmin mengaduh ketika dua sisi pipinya ditarik ke arah berlawanan. “Aku tidak bersikap seperti itu, tahu!”

 

“Oh, ya?” Kyuhyun melepaskan cubitannya. “Coba sekarang katakan kepadaku, kau senang tidak kalau kita tinggal bersama?”

 

“Tidak!” tegas Sungmin masih keras kepala.

 

“Ayo, coba katakan lagi lalu aku akan tinggal sendiri di Jepang.” Kyuhyun masih memberikan kesempatan kedua. “Senang tidak?”

 

Sungmin melukis wajah masam. Sedetik setelahnya ia malah merengkuh tubuh Kyuhyun, menyembunyikan wajahnya yang dipenuhi kilat merah di sana. Ia memeluk tubuh kurus Kyuhyun erat-erat, seolah menyuruh laki-laki itu agar tetap tinggal di sisinya. “Suka kok,” kata Sungmin seperti seorang gadis kecil berumur tujuh tahun. “Aku suka kalau tinggal bersama Oppa.”

 

Kyuhyun menarik dua sudut bibirnya. “Begitu dong,” ia memuji. “Lain kali, kau harus bersikap manis seperti ini, oke?”

 

Kepala Sungmin mengangguk dengan gerakan pelan.

 

“Bagus. Kau memang kekasih kecilku yang paling manis.”

 

Sungmin mengintip wajah tampan Kyuhyun dari arah pandangnya. “Apakah aku benar-benar manis?”

 

“Cantik,” tambah Kyuhyun. “Manis, cantik, dan juga seksi di kemudian hari.”

 

“HEI!!”

 

“Aduh!” kekehan Kyuhyun berakhir dengan suara mengaduh yang menyedihkan. “Jangan memukul kepalaku seperti itu!”

 

“Biar!” Sungmin berucap cuek lalu melepaskan diri dari pelukan Kyuhyun yang nyaman. Dia menjulurkan lidah dan mengejek. “Bodoh!”

 

“Tetapi kau mencintai orang bodoh itu, Sayang,” Kyuhyun membalik ucapan Sungmin. “Aku benar lagi, ‘kan?”

 

It’s good because it’s the two of us

END

Ini oneshoot ter-panjang yang pernah aku buat. Wkwk semoga kalian nggak bosen waktu bacanya. Akhir-akhir ini aku sering kangen sama Teukie eomma, dan efeknya aku jadi sering dengerin lagu Ice Cream-nya Teukie sama Joo. Terus waktu aku dengerin dan ngartiin liriknya, aku jadi mikirin Kyuhyun yang jadi oppa romantis gitu~ aw aku suka kalo Kyuhyun jadi oppa romantis~ kebayang sendiri kan *^^* waktu ngetiknya, aku juga dengerin lagu Hero & Snow White-nya mereka. Hehe suaranya Kyuhyun di sana bikin melting(?)

 

Awalnya sempat kehabisan ide juga, sih. Tapi aku sengaja bangun pagi biar bisa ngetik. Kalo pagi inspirasi bisa ngalir kayak air, sih *plak* aku harap kalian suka dengan ff yang bahkan nggak cocok sama judulnya wkwk setelah revisi, kayaknya ff ini penuh dengan permintaan maaf dari Kyu, deh-_- Sungmin ternyata nyebelin banget(?) biasanya remaja gitu, ya? Wkwk dulu *duluuuu sekaliiii* aku juga gitu kok-_-

 

NO SIDERS, ya? Hehe buat ff Teach for Love, bakal lanjut secepatnya kalo respon kalian bagus. Jadi, siders tolong muncullah(?) agar ff itu cepat kelar(?) wkwk

 

Aduh capek juga cuap-cuapnya. Segini dulu deh speechnya. Sampai jumpa di the next chapter of Teach for Love, ya~ *bow*

96 thoughts on “Ice Cream | OneShoot | KyuMin | Genderswitch, Ageswitch | T+ | Romance, Drama |

  1. daebak chingu. . . . Hmhm apalagi kyu romantis banget. . . . Kenapa g langsung nikahin kyumin aja. . . .wkwkwk. . . .

  2. Haaaah~~ sumpah keren banget chingu.. d sini kyu bener bener dewasa. Romantis. Sabar (Kaya nya).. beda banget ama sifat kyu yg biasanyaaa.. kkkk~~ ok lanjutkan ff mu. Kmi tunggu kelanjutannya
    Saranghae~~ ^_^

  3. so sweet bangeet, aku suka sama karakter kyuhyun disini. Jadi senyum2 sendiri bacanya:D pengen gitu punya pacar kya kyu/?wqwq
    keep writing ya thor!!ekekk

  4. Daebakkk…..kyu romantis banget. Disini kyi nya gak bisa marah ama sungmin walaupun tingkah sungmin kayak gitu….seneng sekali baca oneshoot yg ini, liat karakter kyu disini bikin org iri nih hehehehehehe…….fighting jiyoo. Always kyumin forever.

  5. So sweet ny kyumin ini, suka bgt jiyoo sm oneshoot nya ^^ kyu nya sabat bener y ngadepin sikap childish nya minnie hihihi …

  6. wah gak nyangka kalo kamu bakal keluarin ff oneshoot chingu🙂

    seneng banget tiba2 cek fb kamu update aja ffnya kkkyyyyaaaa!!!!

    emang deh kyumin mau dipisahkan bagaimana pun pasti akan tetap bersatu ^^

    kyuhyunnya bener2 romantis parah ini mah jadi envy –‘

  7. Ff loongoneshoot?? #plak ini ff nya kereeen,ringan,manis juga,kyuhyun nya pengertian,sering2 jiyo buat ff yg kyu nya dewasa gini hahahaha ditunggu ff lainnya

  8. ah bener ini bisa dibilang oneshoot terpanjang yang ada di blog ini dan aku sukaaaaaaaaa~ ah kyu bener bener romantis dan perhatian banget disini, semakin melambungkan jauh kriteria boyfriend kalo kyu di real life kayak gini beneran haaaaah~

  9. keren banget, emng panjang sih, ini berapa word? kyuhyun dewasa emng selalu bikin melt, ap lg kalo gak pemarah n manis romantis… sungmin’a jg keren, gak lebai anak SMA, mungkin karna sung min ya, jd meski umur SMA sifat SMP.. lol polos’a keterlaluan… well, teach of love’a jgn lama2 ya…

  10. aaaahhh ini sosweet banget,
    kyuhyunnya sosweet, pertengakaran kecil yang manis, aah jadi inget masa lalu *plak
    pokoknya suka suka suka sama ini ff walaupun sungminnya menyebalkan, tapi emang khas anak muda hihi,

  11. Aaaak aduh sumpah aku envy
    Tp aku yg semester 6nya *fuuh
    Brati hrs cari oppa yg kece model kyu gt yaa
    Ini ffnya romantis banget
    Aku envyyyyyy ><
    Daebaaaak!!!

  12. Hahaha Kyuhyun tumben romantis, tapi ya ampun Sungmin. Bener2.. Tapi yah itulah sifat remaja. Paslah ama muka Sungmin kkk~. Keren eon, ffnya (y)

  13. Ya ampun ceritanya seru abis….
    Sayangnya cuma oneshoot… dibuat squel sampai kyumin menikah dan punya anak… hehe

  14. maniiiisss bgt
    kyu nya penyabar bgt ya
    trs sikap min msh khas anak SMA yg manja” trs gmpng marah. hahahaha
    tp suer deh aku meleleeeh baca kyu di ff ini..
    ah kereeen!
    min yg cemburuan nd gmpng marah trs kyu yg sabar bgt ke min malah bikin jd romantis walau kyu sering diblg bodoh. hihi
    manis ffnya jiyoo ^^

  15. kyaaaaa ini bener bener keren ..aku sangat auka baca ff ini eonni…

    ini kayak kisah ku …sama banget cuma bedanya aku gak tinggal breng..haha…huh…aku suka banget sama cerita ini sumpahhhhh…

    lain kali buat lagi ff yang kyumin nya suka adu mulut gaje kayak gitu…hihi rasanya lucu deh bayangin nya…

  16. uwaoooooh…
    Pagi..pagi udah melting aja ama kyuppa…
    Hahaaa sungmin nyebelin disini…hahahaa…..tapi lucu…..wkwkwkkk

  17. Sekonyong-konyong

    Kok kata di atas sering bnget sih ada di oneshoot ini -.-

    Tpi aku suka bnget sma ceritanya , apa lgi min panggil kyu oppa ^^

    Dan aku penasaran sma khidupan mreka nanti di jepang gimna??

    Bikin sequel kah nanti???😀

  18. demi apa aku suka ff ini author !!!!!!
    kyuhyunnya so sweet banget kaya gula bikin diabetes.
    sabar banget lagi kyuhyun ngadepin sungmin yang nyebelin minta ampun hahah.
    jarang2 ada ff yang sifat sungmin senyebelin ini dan sifat kyuhyun yang seromantis itu.
    huaaa mau jadi pacar kyuhyun aja *dimutilasi sungmin*

  19. sukaaaaaa
    so sweet banget mereka berdua
    jarang2 kan kyuhyun bersikap dewasa biasanya posessif dan kekanakan hehehe
    karena perannya lebih dewasa juga sih kyunya hehehe
    hal2 kaya gini kayanya sering terjadi di kenyataan
    ce nya remaja yg masih labil
    dan co nya harus selalu sabar dan dewasa so sweet
    mau lagi yg manis2 dari kyumin hehehe
    semangat

  20. keren kerennnnnn!!!! kyuhyun sabar bgt ngehadepin min g super super sifat childish nya-_- gaada typo thorrr good job!! ^^

  21. hahaha ku pikir ada hubungannya sm makan es krim… lol ternyata sm lagunya teuk yg ice cream…
    duh jd kangen….
    request ff one shoot lg dong… hihi

  22. Beneran seneng waktu sungmin bilang kyuhyun bodoh hahahaha kayanya kyuhyun emang beneran jadi bodoh kalau udah berurusan sama sesuatu yg berbau sungmin ㅋㅋㅋ dan ini emang oneshoot yg panjang hihihi

  23. awwwwww…. so sweeeeeeeet bgt >\\\<
    kyuhyun jd dewasa bgt dan ming sangat kekanakan, tpi aku suka ff model bgini. buatin yg multichap dong dgn karakter kyak gini, huhuhu… nagih bgt. ming super duper childish dan kyu yg luar biasa dewasa mnghadapi tingkah mnggemaskan kekasihnya itu kombinasi yg luar biasa bikin iri. hiks

    aigo… walopun sungmin kekanakannya luar biasa, aku pikir dia ttp pnya motivasi utk masa depannya. hahaha… sama2 kejepang dan sekolah dsnaa, aaaaakh… pengen nebeng #plak

  24. kyaaa…… annyeong sya reader baru disini ^_^, ff nya bagus thor, lucu pas Ming ke kampus n Kyu dikatain Pedofil kekeke~, ak pikir ntar Kyu ninggalin Ming ternyata?? mereka long lasting, i like it (y), Fighting ya author!!

  25. Baca ff yg satu ini membuat hati jadi melt dgn sikapnya kyu… sungminnya yg imut dan kyu yg mengalah.. sungminnya yg ledakan dan kyunya yg dewasa…. aigoo ….hehehe

  26. senyum” sendiri bacanya haha kyu nya romantis abis, aduh punya pacar bgtu seru kali ye haha

    ditunggu teach for love nya jiyoo
    fighting

  27. Hyaaaa
    Aku suka banget sm ff iniiii
    (sama ff2 eonni yg lain) kkkk~
    Seriusan, tp yg ini bnr2 dapet banget feel nya walaupun cm oneshoot ^^

    Mianhae aku baru nongol lagi setelah beberapa taun (?) *lebay* gk nongol dsni…
    ’cause hpku yg dlu rusak T-T
    Jd semua page2 sm catatan aku hilang semuaaa

    Twitter ku juga di hack orang T-T
    Jd aku gk bisa nemuin page ini lagi😦

    Daaan sekarang ketemu lagiii
    Jd aku pasti bakal review semua ff yg kubaca ^^

  28. panjang bgt thor… tapi aku suka :3

    gemes sama ming yg remaja tapi suka :3

    sebel sama kyu yg sok sibuk tapi suka :3

    intinya mah suka sama semuanya thor..
    keep writing thorr..
    always ship kyumin. ..

  29. sebagai remaja 17taun aku bacanya bahagia bgt eh:’)
    jd bayangin punya pacar sebaik kyu..
    sumpah baik&sosweet bgt!!♡♡♡
    dan sungminnya…..ngeselin sekali..
    tp emg gitu deng, aku bisa merasakannya kok min wkwk

    zzumpah ini ff yg paling bisa bikin bahagia
    anak 17taun yg suka ngayal, daebak!!♡

  30. annyeong author salam kenal ya hehe aku baru pertaama baca disini🙂
    kyu manis banget sama min tapi gitu rada cuek juga haha
    tapi ff nya seru keren os yang romantis ^ ^
    fighting author🙂

  31. aww kyuhyun so sweet banget ama min
    kayak bukan kyu soalnya kyu lebih k evil sih menurutq jadi waktu nemu kyu so sweet jadi agak gimana gitu

    minnie childish banget dan untungnya kyu sabat ngadepin min

  32. Lagi jenuh sama pemberitaan min,,, sbgai pelampiasan aku ubek wpmu, nemu nih ff dan aq smpt mikir.. Ko judl nya ice cream.tp isi ceritanya spt ini…
    Sumpah asli sweet bgt nih ff… Bisa ngobatin luka ku soal sungmin yg sbntr lg nikah.. Anjaay daah…

    Obat terampuh yah baca ff, dan km jgn berhenti menulis ff kyumin yah… Ntar klo km brhnti aq bngungg bsa baca ff kyumin lg pan. Hiks hiks….

    Sungmin ttplah gadis kecil yg menggemaskan… Tapi skrg sungmin sudah menjadi pria dewasa haha

  33. Kyyyyyaaaa . . . .
    Ini romantis bener. Suka-suka ya Ampun Kyumin, makin cinta sama kalian. Di tunggu yang lebih romantis lagi yaa.

  34. Hello reader baru disini, salam kenal!
    Hwaaaa ceritanya sweet banget
    kyu sabar bgt ngadepin sungmin walopun byk mau nya tetep aja apa2 diturutin
    ideal type of bf bgt ini hahaha

  35. gilee..sumpah aku bru dpat blog mu ni chingu..sweet bngt seh hbngan kyumin dsni..biasax ming yg baik dn kyu yg evil tp dsni mlah sblikx tp trxata seruuu abis critax..aku senang skali sm kperibadian kyu dsni,lmbut,pnyayang,romnts,ahh pokokx smw yg bgus2 deh..aku izin bca ff bwtn mu yg lain yaaa

  36. Fict-ny sweet, bikin melt like ice cream, hehehe..
    Kyu sabar bgt sm sifat kekanak-kanakanny Ming, Ming luar biasa polos n kekanak-kanakan.

  37. SUMPAH KEREN ABISSSSSSSS. semangat ya thor buat ff kyumin yg lain
    . manis bgt ffnya yah walaupun ada beberapa konflik kecil. tapi konfliknya mah gapenting yg penting sweetmomentnya.

  38. Waahh bener2 manis and bikin leleh kek ice cream pas bacanya.. kkkk d bkin melting sma karakter KyuMin d ff ini nih kkkk
    Kyu yg dewasa dan umin yg bner2 masih abg brnjak dewasa xD
    Kirain s kyu khianat d blkng umin, trnyata ngga juga hahaha mianhe kyuhyun oppa, aku udh negthink *okeabaikan*
    Keep writting author … reader baru nih, slam kenal yaa..
    Aku 94L 😄 *gaadaygnanya*okeabaikan*
    Annyeong…

  39. Waahh bener2 manis and bikin leleh kek ice cream pas bacanya.. kkkk d bkin melting sma karakter KyuMin d ff ini nih kkkk
    Kyu yg dewasa dan umin yg bner2 masih abg brnjak dewasa xD
    Kirain s kyu khianat d blkng umin, trnyata ngga juga hahaha mianhe kyuhyun oppa, aku udh negthink abisan tingkahnya menyurigakan siiihhh.. *okeabaikan*
    Keep writting author … reader baru nih, slam kenal yaa..
    Aku 94L 😄 *gaadaygnanya*okeabaikan*
    Annyeong…

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s