Teach for Love | KyuMin | Part 1/? | Genderswitch | T+ | Romance, Drama |

Teach for Love

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate :T+

 

Pairing : KyuMin

 

Part : 1/?

 

Warning : GENDERSWITCH, Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi.Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Dia baru saja pindah dari Jepang dan di sekolah barunya ia dihadapkan oleh seorang guru sexy dan teman-teman abstrak juga pengrusuh yang peduli. Di rumah dia bertemu seorang gadis manis anak tetangga yang menjadi tipe idealnya. Awalnya dia acuh, tetapi sikap jahil yang sudah mengakar di jiwanya membuat segala urusan menjadi semakin rumit. Dan karena hal itu, dia mulai belajar untuk mencintai sesuatu yang benar-benar diperlukannya.

Ini pertengahan musim dingin di tanah Korea, dengan angin kencan dan rentetan hujan hampir di setiap harinya. Di awal bulan Desember, mungkin gumpalan salju sering turun dan sontak membuat suhu turun hingga berada beberapa derajat di bawah nol. Namun setelah natal berakhir, salju berubah menjadi air dingin yang turun dari awan yang diperas oleh dewa-dewa langit. Dan udara musim hujan yang lembab di Korea memang tidak terlalu berbeda dengan di Jepang, tetapi kulit Kyuhyun yang sensitif sungguh merasakan perbedaannya.

 

Ini adalah minggu ke tiga semenjak Kyuhyun pindah ke Korea. Dan hari ini adalah hari ketujuh ia bersekolah di sini, di sekolah menengah atas yang masih begitu asing baginya. Semuanya masih asing: lingkungan rumahnya, gedung sekolahnya, kelasnya, materi pelajarannya, guru-gurunya, dan juga teman-temannya.Dia tampak seperti seorang siswa egois dengan segala kesendirian yang tampak lebih agung dari pertemanan. Bayangkan saja, bibir tebalnya itu tidak pernah terbuka demi mengucapkan sebuah sapaan. Dia hanya berucap seperlunya, setelah itu kembali berkutat dengan game portable sepanjang jam istirahat. Kalau tidak begitu, sesekali ia terlihat pergi ke kantin dan memesan sepiring jajangmyun—tentu saja memakannya seorang diri tanpa teman ngobrol.

Mungkin beberapa temannya di sekolah ada yang penasaran, dan tentu ada yang tidak peduli sama sekali. Bahkan beberapa siswi (dari sekolah khusus perempuan yang berdiri tepat di sebelah kanan sekolahnya) yang terang-terangan tertarik dengan wajah tampan Kyuhyun ingin sekali bertanya. Tetapi setelah mereka menyapa Kyuhyun dan mendapat tatapan sedingin es musim dingin di kutup utara, niatan itu diurungkan dengan cepat. Para siswi yang tertarik kepadanya memilih untuk diam dan langsung berlalu ketika mendapat respon negatif seperti itu. Dan tentu saja hingga seminggu ia berada di sini, tidak ada teman yang cocok dengannya.

 

Padahal, Kyuhyun tidak bermaksud untuk mengucilkan diri. Ya, dia tidak pernah bermaksud menarik diri dari aktifitas interaksi sosial. Hanya saja dia kurang merasa percaya diri dengan kemampuan berbahasanya. Asal kalian tahu saja, logat Bahasa Koreanya buruk sekali. Sebenarnya ia mampu mengatakan pemikirannya menggunakan Bahasa Korea, tetapi logatnya tetap seperti logat Jepang—itu terdengar kaku dan tidak enak didengar. Kyuhyun tidak bisa meninggalkan logat Bahasa Jepangnya begitu saja. Walau ia sudah beberapa kali terbang dengan rute Jepang-Korea demi mengunjungi neneknya ketika liburan tiba, ia tetap tidak bisa mengendalikan logat bahasanya.

 

Lagi pula, rencana untuk pindah ke Korea amat terkesan tergesa-gesa. Ini semua berawal ketika neneknya pergi ke Jepang dengan pesawat jam malam tanpa memberi kabar keluarganya. Malam itu malam Sabtu, Kyuhyun ingat betul. Ketika ayahnya baru pulang kerja dengan bau parfum perempuan lain yang menyengat, ibunya marah-marah dan berteriak di lantai bawah. Kyuhyun tidak mau peduli karena kamarnya ada di lantai dua, jadi ia tidak mau dengar. Dan tanpa diduga, beberapa menit setelahnya teriakan-teriakan itu terdengar semakin serius. Ayah dan ibunya saling mencemooh, mengatakan bahwa dirinyalah yang paling benar. Kyuhyun tidak tahan lagi, jadi ia memutuskan untuk turun demi sekedar mengingatkan agar tidak bertengkar di luar—orang tuanya bisa melanjutkan pertengkaran tidak penting itu di kamar kalau mereka masih mau.

 

Kyuhyun menuruni tangga dengan langkah cepat, alisnya mengeryit ketika tahu ayah dan ibunya bertengkar di depan ruang tv dengan posisi saling berhadap-hadapan. Kyuhyun belum sempat berucap ketika ekor matanya bergerak secara tidak mengaja ke arah pintu masuk, dan menemukan sosok neneknya yang sedang berdiri di ambang pintu—terdiam kaku bagai patung yang sedang menonton pertunjukan manusia. Kyuhyun sontak memanggil neneknya, dan seketika itu pula pertengkaran orang tuanya berakhir.

 

Malam itu juga, neneknya langsung menawari suatu hal yang tidak diduga. Ia berencana membawa Kyuhyun ke Korea untuk sementara waktu, memberi kelonggoran orang tuanya untuk berpikir jernih tentang ucapan-ucapan mereka ketika bertengkar tadi. Neneknya yang baik hati itu berani menjamin bahwa Kyuhyun akan baik-baik saja ketika berada dalam lingkup kasih sayangnya. Namun tetap saja, pada awalnya usulan itu mendapat kecaman dari ibu Kyuhyun, Leeteuk. Dia menangis terbata-bata dan meminta maaf berulang kali karena bermaksud untuk tidak menyetujui ide cemerlang ibu mertuanya. Sedangkan suaminya, Kangin, hanya diam dan mengatakan ya tanpa bisa ditebak apa motif dibalik persetujuannya. Maka hari itu juga, Kyuhyun diminta pergi mengikuti neneknya ke Korea tanpa bisa membangkang. Dia tidak bisa membantah karena ibunya yang cantik (yang akhirnya mengalah) terus memaksanya untuk pergi melanjutkan sekolah di sana. Karena hal itu, akhirnya ia menurut.

 

Ada waktu kosong selama dua minggu bagi Kyuhyun sesampai ia di Korea. Waktu itu ayahnya juga berada di sana demi mengurus semua adsminitrasi anak semata wayangnya. Selama itu seorang tutor datang ke rumah neneknya setiap hari, memberi kursus singkat tentang bagaimana cara berbahasa korea yang baik. Dan ketika urusan sudah beres, nama Kyuhyun sudah terdaftar sebagai siswa di salah satu sekolah umum khusus laki-laki yang terbaik di Seoul. Padahal kursus bahasa yang didapatkannya hanya dua minggu, dan ia harus masuk ke sebuah sekolah dengan Bahasa Korea sebagai bahasa pengantar yang (tentu, well) memberatkannya.

 

“Kyuhyun-ah, kau tidak ikut pelajaran olah raga?” salah satu teman dengan name tag Lee Donghae menepuk pundak Kyuhyun, bersikap sok akrab sambil melempar senyuman anehnya yang khas seperti anak umur 5 tahun. Semenjak hari pertama Kyuhyun menjatuhkan bokongnya di kursi yang berada tepat di sebelahnya, Donghae selalu bersikap seolah-olah mereka adalah teman lama yang kembali bertemu di bangku SMA. Kyuhyun sendiri juga heran dengan kepribadian temannya yang aneh ini. Dia tidak mau bertanya karena takut kalau-kalau logatnya ditertawakan.

 

“Waktunya olah raga?” Kyuhyun bangkit dari duduknya dan melangkah mengikuti langkah kaki Donghae yang membawanya keluar dari kelas, menyusuri lorong panjang dengan suara bising di sebelah kanan-kirinya, lalu masuk ke dalam sebuah ruangan yang cukup gelap dengan loker-loker bercat oranye-kuning. “Di lapangan?”

 

“Kali ini di kolam renang,” katanya sambil membuka salah satu loker yang sesuai dengan nomor absennya dan tentu saja langsung melempar jas seragamnya secara serampangan ke dalam. “Pelajaran berenang. Menyenangkan sekali, bukan?”

 

Kyuhyun tidak menanggapi ucapan Donghae, ia malah sibuk mengedarkan pandangan ke semua penjuru ruangan. Teman-temannya berdatangan silih berganti lalu mengganti seragam mereka dengan celana renang pendek yang tersimpan di loker.

 

Kyuhyu baru tahu kalau ada pelajaran berenang ketika musim dingin seperti ini. Dan buruknya, Kyuhyun itu benci dingin. Kalau bisa ia pergi ke ruang UKS yang (menurutnya) berpenghangat dan menggelung diri di dalam selimut tebal yang nyaman. Ini seperti sebuah lelucon dari Nobita yang sudah pasti tidak lucu sama sekali, pelajaran berenang di musim dingin. Otaknya yang cemerlang itu segera berputar demi mencari suatu alasan yang cocok untuk dilontarkan. Beberapa detik setelahnya ia mulai mengatakan sesuatu, “Aku tidak membawa celana renang,” katanya dengan suara lirih.

 

Donghae menoleh menatap Kyuhyun yang melamun, “Kau bisa memakai punyaku. Kebetulan aku punya dua,” kata Donghae sambil menyerahkan celana renang berwarna biru tua kepada Kyuhyun.

 

Saat itu, Kyuhyun hanya bisa diam sambil mengumpat diam-diam ketika menerima celana renang dari Donghae.

 

OoOoO

 

Sungmin sedang sibuk meneliti absensi baru yang diberikan oleh dewan perwakilan siswa satu minggu lalu. Ada seorang murid yang datang dari Jepang, katanya seorang murid jenius—jadi pihak sekolah menerimanya dengan tangan terbuka dan senyum penuh keramah-tamahan. Sebenarnya Sungmin tidak tahu pasti seperti apa watak murid barunya, tetapi teman-teman seprofesinya yang lajang—lebih tepatnya guru-guru wanita yang masih muda—sedang sibuk membicarakan murid baru itu. Dalam sekejap, namanya sudah menjadi bahan perbincangan yang hot diantara guru-guru wanita yang gemar mengoles lipstik tebal berwarna merah menyala di bibir. Bisa Sungmin pastikan kalau mereka pasti berusaha merayu anak didiknya dengan gerakan sensual lewat bibir merah yang bergerak komat-kamit.

 

Beritanya sudah menyebar. Dan saking bayaknya yang sibuk membicarakan sosok Cho Kyuhyun, mereka mengatakan bahwa ia murid sekolah menengah atas yang sempurna. Penuh aura seksi namun otaknya yang diatas rata-rata itu menjadi nilai plus lebih yang membuat para wanita tergila-gila. Wajahnya tampan, dengan bibir tebal yang mengulas senyuman menawan yang menjerat hati para wanita. Ditambah lagi tatapan malas dari sepasang orbs cokelat pekat miliknya, membuat siapa pun tenggelam dalam tatapannya. Guru-guru wanita sering merasa gemas ketika mendapati wajah tidak semangat yang terlukis di wajah Kyuhyun, karena itu mereka jadi tertarik dan mendekat—mengajak Kyuhyun bosa-basi hanya sekedar untuk memastikan Kyuhyun tidak tertidur (lagi) ketika ia sedang mengoceh (baca: menerangkan) tentang mata pelajaran baru. Mereka juga mengatakan tentang suara bassnya yang seksi, seperti suara seorang artis di iklan teknologi terbaru di tv.

 

Menarik sekali, pikir Sungmin.

 

Cho Kyuhyun yang masih baru itu sudah membuat para temannya tergila-gila dengan segala tingkah khasnya sebagai seorang siswa sekolah menegah atas yang bandel. Dia mendapat beribu nilai plus karena pesonanya. Tetapi baginya, mungkin semua akan berbeda. Sepertinya Sungmin tidak tertarik. Bagaimana pun tipe idamannya bukanlah siswa sekolah menengah atas—yang menurutnya memiliki wajah imut-imut dan tak segan bertingkah aegyo kepadanya. Tidak, Sungmin tidak suka dan menolak laki-laki berumur belasan tahun yang seperti itu.

 

Ia lebih suka pria maskulin dengan perut rata dan kotak-kotak—itu sixpack. Lelaki berperawakan dewasa dengan wajah tampan dan peringai misterius namun tetap pantas disebut sebagai seorang lelaki romantis. Tipe pria idamannya tidak jauh-jauh beda dari artis tampan Kangta, sebenarnya Sungmin penggemar beratnya. Sungmin akan jatuh cinta kepada lelaki seperti itu.

 

Seonsaengnim? Semua sudah berkumpul,” Suho, sang ketua kelas memberi laporan dan mengagetkan Sungmin dari lamunan siang bolongnya.

 

Sungmin mengangguk dan menatap murid-muridnya yang sudah berjajar di depan kolam renang. Bola matanya menari memperhatikan wajah anak didiknya, mencari-cari wajah baru yang membuatnya penasaran. “Lakukan perenggangan otot selama lima menit,” perintahnya.

 

Sungmin mulai memimpin latihan perenggangan otot, memberi aba-aba hitungan waktu dengan meniup peluit yang talinya melingkar apik di lehernya. Lalu diam-diam ia melirik wajah murid barunya yang berada di pojok barisan, sedang mengikuti latihan perenggagan dengan gerakan ogah-ogahan.

 

Dia memang cukup tampan, mungkin sebagain jiwanya membenarkan persepsi para temannya yang mengatakan bahwa wajah Kyuhyun layak dikatakan tampan. Tulang rahangnya, hidungnya, pipinya, matanya, bibirnya, bahkan semua lekukan di wajah Kyuhyun tampak begitu sempurna. Sungmin dibuat takjup karena ia sendiri baru mengakui kalau ada seorang murid sekolah menengah atas yang se-hot itu. Ia masih dibuat terkesan ketika menyusuri wajahnya, tetapi ketika pandangannya turun pada tubuhnya yang kurus kering itu, Sungmin mulai menyimpulkan sesuatu yang sangat diyakininya.

 

Ia tidak akan tertarik pada Cho Kyuhyun.

 

Wajahnya benar tampan—tampan sekali, malah—namun lihat dadanya yang datar itu. Dan perhatikan perutnya yang rata tanpa hiasan kotak-kotak kecokelatan yang menjadi faforit setiap wanita dewasa. Kulitnya putih dan pucat sekali, pasti Kyuhyun jarang makan sayuran—persis seperti anak TK yang akan merengek ketika menemukan seonggok sayuran berjaya di atas piring makan mereka. Sungmin mendesah, kali ini batinnya merendahkan selera teman-temannya yang terlampau rendah. Bagaimana bisa mereka menilai Kyuhyun dari segi wajah saja, dan melewatkan bagian tubuh lain (dada, perut, otot bisep, dan yang lainnya) yang merupakan aset penting bagi seorang lelaki?

 

Sungmin segera mengalihkan perhatiannya, menatap jam tangan mungil yang selalu melingkar di pergelangan tangan kanannya. Waktu lima menit untuk latihan perenggangan otot telah usai, semua murid mulai menegakkan tubuh mereka seperti semula.

 

“Kalian tidak lupa kalau hari ini ada tes untuk pelajaran berenang, bukan?” Sungmin mulai berbicara dengan suara lantangnya. “Tetapi, karena ada murid baru, aku bisa memberikan konpensasi,” Sungmin melirik wajah Kyuhyun selama satu detik. “Kalian berlatih di kolam renang utama selama dua puluh menit. Dan aku akan memberi kursus singkat kepada Cho Kyuhyun.”

 

Semua murid mengerti dan mereka mulai membubarkan diri—walau kebanyakan dari mereka yang melontarkan protes kepada Kyuhyun. Kyuhyun begitu beruntung sampai-sampai ia mendapat kursus dari guru seksi semacam Lee Sungmin. Asal tahu saja, semua murid lelaki menginginkan itu. Mereka semua terlihat ogah-ogahan menceburkan diri ke dalam kolam. Bukannya latihan menggerakkan lengan dan kaki di dalam air, mereka malah asyik memperhatikan sosok Kyuhyun dan Sungmin yang sedang berjalan beriringan menuju kolam renang ketiga—yang dipisahkan oleh kolam ke dua. Tentu saja seorang Cho Kyuhyun menciptakan tatapan iri dan tidak rela dari berpuluh-puluh pasang mata.

 

Sungmin terlihat sibuk mengecek sesuatu yang tertulis di lembaran kertas putih miliknya. Mereka berjalan beriringan tanpa mengucap sesuatu, membiarkan suara ramai anak-anak lain terdengar menggema. Kyuhyun merengut karena tahu gurunya yang seksi ini ternyata menyebalkan.

 

“Aku sudah bisa berenang, ssaem,” Kyuhyun berucap terlebih dahulu. Dia tidak tahan terus diam seperti itu, bisa-bisa mereka hanya keliling kolam renang karena Sungmin sama seperti gurunya yang lain—melakukan segala cara agar bisa dekat berdua dengannya tanpa pengganggu.

 

“Aku tahu,” kata Sungmin sambil menulis sesuatu di kertas yang dibawanya, tanpa bersusah payah menggerakkan bola matanya ke arah Kyuhyun. “Lagi pula aku tidak serius ingin mengajarimu.”

 

Dahi Kyuhyun berkerut setelah ia mendengar penuturan dari gurunya yang cantik itu. “Lalu?”

 

“Kukira kau akan berterimakasih karena aku memberimu keringanan di hari pertama mengikuti pelajaran olah raga,” kata Sungmin. “Kukira kau akan menghindari kelasku.”

 

Kyuhyun baru sadar jika apa yang diperbuat gurunya sekarang ini adalah suatu akibat dari kecerobohannya. Ia menulis sesuatu tentang pelajaran fisik yang melelahkan di lembar biodata siswa, mendeskripsikan tentang bagaimana ia begitu tidak suka dengan pelajaran menguras keringat secara lengkap tanpa detail yang tertinggal. Dan menjabarkan tentang bagaimana cara pelajaran fisik bisa merusak ketampanannya (setelah olah raga, tubuhnya lengket dan rambutnya basah karena keringat).

 

“Walau aku tidak suka pelajaran fisik, tetapi aku tidak akan menghindari kelasmu, ssaem,” Kyuhyun mengendikkan bahu, berusaha untuk membela diri walau ia benar-benar hampir menghindari kelas Sungmin kalau saja Donghae tidak memberinya pinjaman celana renang. “Lagi pula, kata Donghae kelas berenang itu menyenangkan.”

 

Kepala Sungmin mengangguk-angguk, “Benar. Kelasku memang menyenangkan,” Sungmin membenarkan dengan nada yang dibuat-buat—dia memang menyadari kalau kelasnya seribu kali lebih menyenangkan daripada pelajaran Matematika atau fisika. “Jadi, kau merasa sudah siap untuk mengikuti tesku?”

 

“Tentu.”

 

Kyuhyun menjawab pertanyaan gurunya dengan penuh percaya diri. Tidak ada kilat keraguan di balik tatapannya, seolah ia berusaha menunjukkan bahwa ia baik-baik saja walau sedang mengikuti tes pelajaran fisik sekalipun. Karenanya, Sungmin hanya mengangguk jengah lalu membawa Kyuhyun ke kolam renang utama. Sekali lagi ia membunyikan peluit, menandakan bahwa tes akan segera dilakukan walau waktu dua puluh menit yang ia berikan sebagai keringanan belum habis.

 

Murid-murid itu mulai berbaris dan meloncat ke kolam renang secara bersamaan. Sedangkan Sungmin mondar-mandir di pinggir kolam dan memperhatikan para muridnya menggerakkan lengan dan kaki menyusuri air kolam renang yang dingin. Sesekali ia tampak menulis sesuatu di bukunya, tetapi bibirnya yang seksi itu lebih sering bergerak ketimbang jemari tangannya.

 

Dan diam-diam, Kyuhyun sedang merencanakan sesuatu. Ia ingin sedikit bermain-main dengan gurunya yang seksi dan cantik itu. Hitung-hitung balas dendam karena Sungmin sudah meremehkan kemampuannya beberapa menit lalu. Jadi, dengan segala kelicikannya ia mulai mulai menyusun sebuah rencana hebat lalu tersenyum sebelum ia meluncur ke air kolam renang. Kyuhyun memastikan bahwa rencana hebatnya tidak akan gagal, dan ia sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa sepulang sekolah nanti, ia akan pergi ke meja Sungmin di ruang guru dan melakukan pengakuan. Pasti menyenangkan melihat ekspresi Sungmin nantinya.

 

Giliran Kyuhyun untuk berenang akhirnya datang juga. Kyuhyun mulai bersiap-siap dan benar-benar melompat ke dalam air. Pada awalnya ia berenang seperti biasa—itu termasuk skenario yang sudah tersusun di otaknya. Tetapi ketika ia sudah berada dekat dengan tempat Sungmin berdiri, ia mulai melaksanakan aksinya.

 

Awalnya tidak ada yang menyadari acara main-main Kyuhyun. Tetapi ketika Sehun yang sedang duduk termenung di sebuah kursi santai menemukan bayangan aneh penuh kecipak di suatu sudut, ia mulai berteriak.

 

“Ada yang tenggelam!”

 

Sehun berteriak dan menunjuk-nunjuk kecipak air di kolam renang, membuat semua murid mengalihkan perhatian ke arah jari telunjuk Sehun. Semua terlalu panik hingga tak ada satu pun yang turun untuk menyelamatkan Kyuhyun. Mereka malah heboh sambil berteriak, merentangkan tangan agar teman-temannya yang lain tidak ceroboh dan ikut mencebur—padahal itu satu-satunya tindakan penyelamatan.

 

Sungmin sempat tidak percaya kalau ada muridnya yang tenggelam. Ia melangkah mendekat membelah kerumunan dan benar-benar menemukan kecipak tidak beraturan di sana. Tanpa pikir panjang, ia melempar map dan bukunya ke sembarang tempat—asal tidak basah terkena cipratan—lalu setelahnya ia sendiri melompat dengan gerakan yang memukau. Dengan gerakan cekatan ia meraih salah satu lengan muridnya, kemudian menyeret tubuh lemas Kyuhyun ke tepian dan menyuruh muridnya untuk mengangkat murid malangnya itu.

 

Sungmin sempat dibuat terkejut ketika tahu bahwa Kyuhyunlah yang baru ditolongnya. Dan tentu saja bukan hanya Sungmin yang terkejut, tetapi semua laki-laki yang ada di sana. Seketika itu juga mereka mendengus iri ketika tahu bahwa sekarang Sungmin sedang duduk di atas perut Kyuhyun sambil menghentak-hentak dada lelaki itu. Sungmin melakukan hal itu beberapa kali, dan banyak dari murid laki-lakinya mulai menahan umpatan—mereka ingin merasakan tubuh Sungmin yang bergerak-gerak di atas tubuhnya.

 

Mungkin lain kali, mereka harus pura-pura tenggelam agar bisa berada di posisi seperti itu. Murid-murid itu belum selesai berkhayal tentang strategi pura-pura tenggelam, tetapi mereka kembali dikejutkan dengan apa yang dilakukan guru montoknya. Mereka semua melototkan mata, menahan nafas, dan hampir mimisan ketika tahu bahwa Lee Sungmin baru saja memutuskan untuk memberi nafas buatan lewat mulutnya.

 

Semua murid yang ada di sana menyebutnya sebagai: nafas buatan limited edition dari bibir seksi Lee ssaem.

 

OoOoO

 

Kyuhyun merasa lengan kirinya ditarik lalu tubuhnya didekap erat oleh seseorang. Beberapa detik setelahnya, ia sudah keluar dari kolam renang berkat beberapa lengan milik teman-temannya yang menolongnya. Kyuhyun sedang berusaha menahan tawa dan terus melanjutkan aktingnya, jadi ia hanya diam saja ketika gendang telinganya menangkap suara-suara penuh nada khawatir dari segerombolan teman-temannya.

 

Bahkan ketika gurunya sedang memompa dadanya dengan gerakan cepat, sesekali ia mendengar namanya disebut. Ia jadi ingin membuka kelopak matanya dan melihat ekspresi semua manusia yang berada di kolam renang indoor ini. Ia pikir teman-temannya (dan juga gurunya) sedang panik setengah mati.

 

Pasti lucu sekali, pikirnya kejam.

 

Beberapa kali Sungmin menghentak dadanya, membuat Kyuhyun semakin tidak betah mempertahankan leluconnya. Karena ia masih memiliki hati nurani, maka dengan segala kerendahan hatinya sebagai titisan iblis, ia berencana membuka matanya.

 

Kyuhyun tidak main-main perihal mengakhiri leluconnya yang sudah berjalan selama beberapa menit terakhir. Dia baru akan membuka mata, tetapi tiba-tiba sapuan lembut di bibirnya membuatnya merinding setengah mati—dan reflek kelopak matanya mengatup semakin erat. Tiba-tiba perutnya menjadi mual, ia bisa muntah kapan saja jika otaknya terus memikirkan kemungkinan tentang siapa yang berani memberinya nafas buatan dari mulut ke mulut.

 

Yang benar saja, demi Tuhan! Semua temannya laki-laki. Dan pernah diberi nafas buatan oleh seorang laki-laki—sekali pun bibirnya terasa lembut seperti permen kapas atau kain beludru—Kyuhyun tidak akan pernah sudi. Didorong oleh rasa sebal yang sudah berkumpul di ulu hatinya, Kyuhyun membuka kelopak matanya dengan gerakan cepat.

 

Dan seketika itu juga ia melotot karena terkejut.

 

Di luar dugaannya, wajah manis gurunya dengan hiasan tatapan mata sayu dan bibir merekah indah tersaji di hadapannya. Saat itulah ia mulai merasakan suatu perasaan aneh menjalar dari perutnya, membuat rasa mualnya hilang. Kyuhyun menelan ludah gugup, ini seperti mimpi sedang bertemu malaikat dari surga. Duh, dia beruntung sekali.

 

“Uhuk!”

 

Kyuhyun terbatuk karena tersedak nafasnya sendiri, membuat Sungmin menarik wajahnya, mengusir tatapan sayunya dan menggantinya dengan tatapan penuh rasa khawatir. Wanita lajang itu menelangkupkan telapak tangannya yang hangat di pipi tirus Kyuhyun, memijat, dan menepuknya pelan. “Kau baik-baik saja? Dadamu? Apa dadamu terasa sesak?” salah satu telapak tangan Sungmin berpindah ke dada Kyuhyun, membelainya dengan gerakan acak-acakan yang terlalu beresiko.

 

Sebenarnya, jika Sungmin terus meraba dadanya seperti itu, bisa jadi Kyuhyun akan mati sekarang juga. Sentuhan lembut di dada bidangnya menciptakan getaran-getaran halus yang membuat otot-otot tubuhnya melemas. Gawat, Kyuhyun akan kehilangan kontrol atas dirinya. Sebentar lagi ia akan meledak jika saja jemari Sungmin menyentuh suatu titik yang menjadi kelemahannya.

 

“Kyuhyun?”

 

“Kyuhyun?!”

 

OoOoO

 

Kyuhyun hanya bisa merundukkan kepala ketika mobil sedan milik Sungmin berjalan menyusuri jalanan kota Seoul, membawa serta tubuhnya pulang ke rumah. Ia hanya bisa diam, merutuk dalam hati tentang apa yang baru saja terjadi setengah jam lalu. Ia tidak bisa bersikap berlebihan, hanya mendesau panjang atau sesekali berdehem pelan. Salah satu telapak tangannya masih memegang tissue yang menyumpat dua lubang hidungnya, berjaga-jaga jika saja ia mimisan lagi.

 

Yah ..

 

Mimisan. Seperti tadi.

 

Sungguh memalukan. Kyuhyun merutuk dan memaki dirinya sendiri untuk yang kesekian kali ketika otaknya mengingat kejadian memalukan yang terjadi beberapa menit lalu. Dia ingin operasi plastik dan merubah wajahnya menjadi orang lain, jadi ia tidak perlu menanggung malu seperti ini. Andaikan saja itu bisa dilakukan dalam kurun waktu kurang dari satu jam. Kyuhyun mendesau lagi, di pikirannya kembali melesat suatu tidakan ceroboh dari gurunya yang membuatnya menjadi malu setengah mati.

 

Tadi, Sungmin terlalu terkejut saat tahu bahwa Kyuhyun terbatuk, dan secara tidak sengaja jemarinya bergerak liar—sebenarnya tidak bergerak liar, melainkan mengusap— dada Kyuhyun. Dan kejadian tidak terduga itu pun terjadi. Ketika Kyuhyun merasakan ujung kuku Sungmin menyentuh ..

 

Menyentuh ..

 

Menyentuh titik paling sensitif di tubuhnya, nipple, dan efeknya bisa membuat lelaki itu mimisan seketika.

 

Kalau begini sih, namanya senjata makan tuan.

 

“Di mana rumahmu?” Sungmin bertanya tiba-tiba.

 

Remaja berumur delapan belas tahun itu menolehkan kepala ke arah Sungmin lalu kembali memandang ke depan. Ia baru menyadari jika mobil Sungmin sudah masuk ke komplek daerah rumah neneknya. “Nomor sembilan belas.”

 

Sungmin tidak menjawab, masih fokus dengan setir kemudinya untuk beberapa saat. Tak lama kemudian, ia menginjak rem tepat di depan sebuah rumah dengan pagar menjulang tinggi berwarna merah tua. “Di sini?”

 

“Ya,” kata Kyuhyun tanpa semangat. Lelaki itu membuka pintu lalu merundukkan badan ke arah Sungmin, “Terimakasih sudah memberiku ijin untuk pulang lebih awal, ssaem. Terimakasih sudah mengantarku.”

 

Sungmin buru-buru keluar dari mobilnya dan berlari menghampiri Kyuhyun. Tanpa diduga wanita cantik itu merengkuh salah satu lengan Kyuhyun lalu menariknya, “Biarkan aku menuntunmu.”

 

Kyuhyun tidak bisa menolak tindakan Sungmin yang memperlakukannya seperti seorang anak sekolah dasar yang baru jatuh dari sepeda. Walau ia sedikit tidak suka, tetapi ia membiarkan Sungmin menuntun langkah kakinya melewati gerbang yang terbuka secara otomatis. Mereka berjalan dengan lengan bertaut hingga sampai di depan pintu.

 

Sungmin belum sempat bertanya, namun pintu bercat putih tulang itu terbuka secara tiba-tiba. Seorang nenek yang memakai kaca mata keluar dari dalam rumah dan memandang Sungmin dengan pandangan lamat-lamat. Setelah itu pandangannya berpaling ke wajah cucunya. “Kyuhyun-ah?”

 

“Aku pulang, nenek,” Kyuhyun memberi salam.

 

“Kenapa pulang cepat? Siapa wanita ini?” neneknya bertanya penuh heran ketika tahu cucu kesayangannya pulang lebih awal dengan membawa seorang wanita.

 

“Saya Lee Sungmin, nenek. Guru olah raga Kyuhyun,” Sungmin memperkenalkan diri dan membungkuk demi memberi salam.

 

“Oh, bu guru? Silahkan masuk. Apa yang membuat guru secantikmu berdiri di samping cucuku?” katanya sambil masuk ke dalam dan mempersilahkan Sungmin duduk sejenak. “Apa dia melakukan kesalahan?”

 

Aniyo,” Sungmin duduk dengan gerakan sopan di sofa panjang yang ada di ruang tamu. “Ada insiden kecil yang menimpa cucu anda. Dan kurasa sebagai guru yang bertanggung jawab, aku harus mengantar Kyuhyun pulang.”

 

“Insiden? Insiden apa?” kepala sang nenek menoleh ke arah cucunya yang berdiri tepat di sampingnya. Dahinya yang dipenuhi keriput mengeryit, “Apa dia membuat masalah serius? Katakan saja kepadaku, bu guru. Kyuhyun memang bandel, tetapi ..”

 

“Nenek,” Sungmin menyela dengan nada sopan. “Dia tidak melakukan kesalahan. Sewaktu tes berenang, dia tenggelam dan sempat mimisan.”

 

Mwo?!” nenek berteriak, terkejut setengah mati karena insiden seperti itu menimpa cucunya. “Benarkah?”

 

“Ya,” Sungmin menjawab. “Kuharap Kyuhyun bisa beristirahat malam ini. Mohon menjaganya dengan baik, nenek.”

 

OoOoO

 

Sebenarnya Kyuhyun tidak mau memikirkan insiden bantuan pernafasan yang diberikan Sungmin kepadanya. Namun nyatanya, Kyuhyun memikirkan segala yang terjadi antara ia dan Sungmin. Berpikir tentang bagaimana sentuhan lembut dari telapak tangan Sungmin, betapa kenyal bibir Sungmin, betapa menakjubkannya sosok guru barunya itu.

 

Kyuhyun sudah gila!

 

Bayangkan saja, ia memikirkan gurunya sendiri. Sampai-sampai, semalaman ia tidak bisa tidur karena otaknya sibuk memikirkan Sungmin. Dan yang lebih parah, dadanya berdebar ketika mengingat sekelebat bayangan wajah Sugmin yang berada dekat dengan wajahnya. Setiap kali ia memikirkan hal itu, maka denyutan perih—namun menyenangkan—itu melanda dadanya.

 

“Hei, bocah sialan!” seseorang menepuk pundak Kyuhyun dan memanggil dengan nama panggilan yang kurang sopan. Seorang lelaki yang menyapanya itu memandang wajah Kyuhyun penuh sangsi lalu berucap, “Kenapa kau bisa seberuntung itu?”

 

“Maksudmu?” Kyuhyun kurang mengerti dengan pertanyaan tidak berbobot dari satu-satunya teman yang berani berbicara dengannya ketika di kelas.

 

“Leessaem,” katanya sambil memutar bola matanya dengan gerakan malas. “Kemarin teman-teman heboh membicarakanmu!”

 

Alis Kyuhyun melengkung tajam ketika sepasang gendang telinganya menangkap pernyataan seperti itu. “Membicarakanku? Kenapa?”

 

Donghae berdecak ketika ia mendengar pertanyaan Kyuhyun. Ia memasang wajah tidak percaya sekaligus mencemooh secara bersamaan. “Katanya kau jenius. Tetapi kenapa kau malah bertingkah bodoh seperti ini?”

 

Donghae benar-benar tidak tahan melihat wajah cengo penuh tanda tanya milik Kyuhyun. Maka sebelum ia mendapat pertanyaan dari Kyuhyun, ia buru-buru melanjutkan ucapannya. “Tentang insiden ketika tes renang kemarin! Kau amnesia atau memang pikun?”

 

“Oh, itu,” Kyuhyun terdiam sejenak. “Memangnya kenapa? Mereka semua menertawakanku karena aku tenggelam sewaktu tes berenang?” nada suara Kyuhyun berubah menjadi sedikit lebih sengit.

 

“Masa bodoh jika kau tenggelam!” Donghae membalas dengan nada yang tak kalah sengit. “Maksudku, tentang adegan nafas buatan itu!”

 

Nafas buatan?

 

Kyuhyun memalingkan muka ketika ia menyadari arah pembicaraan Donghae, menyembunyikan semburat merah yang bisa saja terlukis di kedua pipinya. Gawat kalau sampai Donghae si mulut ember itu tahu ia bisa merona karena ingatan tentang nafas buatan sialan itu.

 

“Leessaem itu guru paling seksi di sekolah. Kau tahu, dia incaran hampir semua murid di sini!” kata Donghae sambil berbisik-bisik, membeberkan sesuatu yang tidak asing baginya.

 

“Kau benar, Leessaem memang seksi. Dadanya saja sebesar itu,” Kyuhyun menanggapi dengan acuh. Dan kalimat itu meluncur tanpa ada pertanggungjawaban darinya.

 

MWO?!” Donghae berteriak dengan suara yang tertahan di pangkal tenggorokan. Reflek ia menerkam Kyuhyun dan mencengkeram erat krah baju murid baru itu. “Bahkah kau sudah melihat dadanya? Bagaimana bisa? Jangan-jangan kau mengintip belahan dadanya sewaktu Leessaem menolongmu kemarin? Atau jangan-jangan, kalian sempat melakukan sesuatu yang iya-iya sewaktu pulang?”

 

Kyuhyun mengerjap-ngerjapkan kelopak matanya.

 

“Kyuhyun-ah, aku bisa gila!” Donghae melepaskan cengkraman tangannya pada krah baju Kyuhyun. “Aku sudah jatuh cinta kepada Leessaem sejak menjadi murid tahun pertama di sekolah ini! Tetapi .., kau! KAU! Yang bahkan masih beberapa hari di sini, sudah mendapatkan hal bagus seperti itu!”

 

Donghae mendesah dengan nada berat yang dibuat-buat, lalu tiba-tiba ia merangkul pundak Kyuhyun. “Kau punya jimat? Ngomong-ngomong, jimat dari kuil, ya? Kudengar, jimat dari kuil kuno di Jepang itu ampuh. Kau punya berapa?” ekspresi pasrah dan sedih yang tadinya tersemat mendominasi di wajah Donghae, kini menguap begitu saja—tergantikan oleh dahi berkerut karena ia penasaran.

 

Kyuhyun mulai risih dengan ucapan-ucapan Donghae yang ngelantur, “Kau apa-apaan sih, hyung!”

 

“Ayolah, katakan saja kepadaku kalau kau memang punya jimat yang seperti itu! Kau ‘kan tinggal di Jepang, pasti tahu tentang jimat dari kuil kuno.”

 

“Tidak tahu!” Kyuhyun melangkahkan kakinya lebih cepat. Ternyata Donghae orang yang aneh, dia jadi merinding. Beberapa saat yang lalu Donghae marah, tetapi berselang beberapa detik Donghae bersikap seperti seekor anak anjing. Padahal Donghae setahun lebih tua darinya, tetapi kenapa sikapnya lebih kekanakan seperti itu. “Lagi pula, kau saja yang tidak tahu bagaimana mendekati seorang wanita!”

 

“Dasar sialan!”

 

OoOoO

 

Sungmin sedang berlari cepat ke arah halte bus, berharap ia akan sampai sebelum bus yang berhenti di sana berjalan meninggalkan dirinya. Jika ia gagal menumpang bus itu, maka ia harus kembali menunggu untuk lima belas menit ke depan. Kalau itu terjadi, maka ia akan terlambat dan mendapat hukuman. Ayolah, dia seorang pengajar dan tidak mungkin ia terlambat—itu memalukan sekali!

 

Oh, buruk!

 

Batin Sungmin menjerit ketika ia tahu bahwa bus itu sudah berjalan lamat-lamat, sedangkan ia sudah berlari secepat yang ia mampu. Sungmin tidak bisa berlari lebih cepat lagi, jadi ia memilih berhenti dan mengatur nafasnya yang ngos-ngosan—sambil memandang ekor bus itu dengan pandangan tidak rela.

 

“Terlambat lagi,” Sungmin menggerutu. Kepalanya mendongak, matanya menatap langit mendung yang mengeluarkan rintik-rintik hujan. Tangannya bergerak memindah pegangan payung itu ke sebelah tangan kiri lalu ia kembali berjalan dengan langkah yang lebih santai.

 

Ini baru awal pagi, tetapi Sungmin mendapat suatu hal buruk yang pasti akan berbuntut pada kesialan-kesialan lainnya. Ia tidak bisa menggerutu, salahkan saja mobilnya yang tiba-tiba mogok di saat yang tidak tepat. Sungmin berharap ada suatu keajaiban yang datang, dengan begitu ia bisa terselamatkan dari kata terlambat.

 

Tanpa diduga, suara klakson mobil terdengar dua kali, dan sebuah mobil sedan berwarna hitam mengkilat menepi di jalan—tepat di samping Sungmin. Kaca mobilnya perlahan turun, dan satu-satunya pengemudi yang ada di dalam menatap ke arah Sungmin.

 

Lelaki berlesung pipit itu tersenyum ramah, “Sungmin-ssi! Masuklah!”

 

Sungmin senang bukan kepalang ketika tahu teman seprofesinya menawarinya tumpangan gratis, apalagi ia benar-benar sedang dikejar waktu. Wanita itu langsung melipat payungnya dan masuk ke dalam mobil tanpa berpikir dua kali. “Terimakasih, Siwon-ssi.”

 

“Ketinggalan bus lagi, hm?” Siwon menginjak pedal gas. Ia terkekeh ketika tahu Sungmin menjawab dengan anggukan kepala dan bibir mengerucut—seperti seekor puddle lucu yang menggemaskan. “Kenapa tidak membawa mobil?”

 

“Tiba-tiba mobilku mogok, aku tidak tahu kenapa. Sepertinya aku tidak beruntung hari ini,” Sungmin memasang sabuk pengamannya. Sedetik setelahnya ia memekik sambil mengusap dashboard mobil Siwon. “Oh! Mobilmu baru, Siwon-ssi?”

 

Siwon hanya tersenyum canggung, “Ya. Hadiah dari ayahku.”

 

Sungmin hanya bisa berdecak kagum ketika gendang telinganya ditembus oleh pernyataan Siwon. Ia tahu jika Siwon berasal dari keluarga kaya, tetapi anehnya Siwon malah memilih menjadi seorang guru di sekolah menengah atas sekaligus merangkap menjadi dosen—dosen besar maksudnya. Kata Siwon, menjadi guru adalah cita-cita awalnya semenjak dulu. Jadi selagi ia bisa membagi waktu, Siwon memutuskan untuk kuliah di bidang bisnis dan guru. Walau begitu sekarang ia menjadi seorang pengajar yang tergolong sukses, Siwon pernah bilang bahwa suatu saat nanti ia akan beralih profesi menjadi seorang pengusaha seperti ayahnya—meninggalkan murid-muridnya dan papan tulis di kelas. Bagaimana pun, ketika ayahnya sudah lengser dari jabatannya sebagai direktur utama, maka mau-tidak mau ia akan dicalonkan untuk menjadi penggantinya.

 

Choi Siwon itu guru sempurna yang menjadi idaman sekaligus tipe idealnya. Lelaki itu tampan, tinggi, badannya bak binaragawan, pintar, penuh sopan santun, bagusnya di kaya raya. Sungmin dan Siwon memang cukup dekat, ia itu sering mengantar-jemput Sungmin—alasannya rumah mereka searah, jadi Siwon mau memberi tumpangan gratis. Sebenarnya Sungmin senang-senang saja, tetapi lama kelamaan ia tidak bisa terus membiarkan Siwon mengantarnya.

 

Semua orang mulai membicarakan hubungan mereka, termasuk para muridnya. Sungmin tahu jika Siwon tidak peduli dengan gosip-gosip itu, tetapi Sungmin merasa sedikit terganggu dan tidak enak. Maka, ia memutuskan menolak tawaran Siwon untuk mengantarnya. Semenjak hari itu, Sungmin memutuskan untuk membeli mobil dengan uang tabungannya.

 

“Oh ya, kemarin ada keributan apa di kolam renang?” suara bass Siwon yang menawan kembali terdengar.

 

Sungmin tersentak selama beberapa saat, “Itu .., murid baruku tenggelam ketika tes berenang.”

 

“Pantas semuanya heboh. Bahkan murid-murid tidak mendengarkan penjelasanku ketika aku mengajar di kelas,” Siwon mengangguk-angguk. “Aku sekarang mengerti mengapa Song ssaem sampai panik setengah mati kemarin.”

 

“Song ssaem? Victoria Song?”

 

“Iya, dia ‘kan menyukai murid baru itu,” Siwon hampir terkekeh menertawakan sikap temannya yang lajang itu. “Ada-ada saja.”

 

Song ssaem, guru bahasa China itu memang penuh sensasi. Dia dikenal sebagai guru enerjik yang seksi—hampir sama seksinya dengan Sungmin. Di luar jam sekolah, Victoria adalah guru untuk menari—asal kalian tahu saja, tubuhnya lentur sekali seperti karet. Parasnya cantik, bibirnya tebal nan sensual, dan ia suka bersikap aegyo sambil berbicara dengan suara lucunya. Singkatnya, dia menarik.

 

Victoria tidak pernah menggoda guru-guru seangkatannya, karena ia lebih suka dengan lelaki yang lebih muda darinya. Kabarnya ia pernah menjalin hubungan serius dengan seorang siswa pertukaran pelajar dari Thailand bernama Nickhun. Mereka terlalu dekat jadi semua orang mulai menyimpulkan sesuatu mengenai hubungan mereka. Namun, setelah tiga bulan menetap di Korea, Nickhun kembali ke negara asalnya karena masa pertukaran pelajar-nya sudah habis. Semenjak itu, hubungan Victoria dan Nickhun tidak pernah terdengar lagi.

 

Dan sekarang, ada kabar miring lagi tentang Victoria—dan itu melibatkan seorang murid baru dari Jepang yaitu Cho Kyuhyun.

 

“Sungmin-ssi, kau melamun! Ayo turun!”

 

Lagi-lagi Siwon menyentak Sungmin, membuatnya terkejut karena tahu-tahu Siwon sudah membuka pintu mobil untuknya. Sungmin terlalu asik melamun sampai-sampai ia tidak menyadari bahwa mobil Siwon sudah sampai di parkiran khusus untuk kendaraan para guru.

 

TBC

 

No comment -_- *creepy smile* *lambai-lambai*

83 thoughts on “Teach for Love | KyuMin | Part 1/? | Genderswitch | T+ | Romance, Drama |

  1. ngakak masa ngebayangin kyu yg mo ngerjain min eh malah berakhir dgn mimisan *poor kyu.. hahaha
    woow min jd guru renang , sexy pula
    ceritanya seru ^^

  2. wahh ada ff baruuu
    aku ketawa bayangin pas Kyu mimisan#haha
    jalan ceritanya menarik nihhh
    murid yang suka sama gurunya sendiri..
    wahh ditunggu yaa^ ^

  3. ada 2 typo, kata yg ga sempurna, tp masih paham koks… berarti sebener’a ff ini udah tamat ya d draft kamu.. eh, serius deh tema blog’a nyiksaaku, hehe jd lemot pas mau ke bawah, keep write tengss

  4. asikkk FF baru ^^
    wah ni ceritanya hubungan guru sm murid ya jiyoo …
    waaahh kyu sepertinya dah mulai tertarik ni sm sungmin tp kyu bukan type idealnya sungmin tuch :p
    good luck ya kyu
    ditunggu lanjutan nya y

  5. wah ff baru nich. . . . Hmhm kyu usil banget sich. . . Tapi liat aja akhirnya dia sendiri yang malu . . . Pakai acara mimisan lagi. . . Dan kyu mulai suka yah sama guru lee. . . .dan mempunyai saingan terbesar. . . Choi siwon. . . Jadi penasaran kelanjutan ffnya

  6. kyuhyun beruntung banget di tolingin gru secantik sungmin , tapi rencananya gatot malah bisa di bilang senjata makan tuan hahah

  7. Ff bru ya jiyoo? Gk sbar pngen bca chap slanjutx.. Oia jiyoo,bleh minta pw ff yg dprotex gk? Soalx dh brkli2 q coment tp gk prnh dbls? Tolong ya jiyoo..

    • pw untuk special angel chap 1 dan 2 sudah dikirim. setiap komentar tidak mungkin dijawab oleh authornya, ya🙂 dan untuk permintaan password lain, tolong kirimkan email sebagaimana yang tertera di RULES. saya tunggu~

  8. ff baru~~
    murid yg suka sama gurunya.. kyu beruntung banget,, baru masuk langsung dapet ciuman yg diimpikan murid” di sekolahnya…
    kasiah donghae,,, nasibmu belum bruntung😀

  9. Kkkkyyaaaa!!! Ff baru dan image sungmin disini yeoja sexy kkkkkk~ lanjut, seru nih kayanya ffnya dengan cerita baru😀 kyuhyun kau ini dasar benar2 namja evil –“

  10. Semangat baca nya klo orang ke tiga Kyumin itu Siwon😄

    ‘… tetapi ketika pandangannya turun pada tubuhnya yang kurus kering itu, Sungmin mulai menyimpulkan sesuatu yang sangat diyakininya.
    Ia tidak akan tertarik pada Cho Kyuhyun.’

    Ngakak baca kalimat di atas :’v

  11. tetep walau klu kyuhyun dingin tapi jahilnya masih ada, apa nanti sungmin bakal suka ma kyuhyun??
    tp kan umur kyuhyun kan masih kecil n sungmin kan pasti udah 23 bkn dsni??
    apa siwon beneran suka g ma sungmin???
    adain tantangan yah buat kyumin
    tlong lanjutkan yahhh dann trimsss

  12. Wah jiyooo akhirnya nongol juga…. bagaimana kabar????
    wah muncul dengan ff bru.. hahaha minnie demen ma brondong dong ntar.. jd teringat dating yg baru2 saja terbongkar…. hahaha lupakan….
    nice to see u again jiyoo….

  13. niatnya mau ngerjain sungmin malah kyuhyun sendiri yang kena, sampai mimisan pula… ckckck
    d tunggu next chap’a.

  14. kyaaa school life😄
    aku suka aku sukaa ,
    wahh critanya kyu nakal saingan ama siwon trus digerecokin ama vict ??
    ditunggu next chapnyaaa chinguu^^

  15. Anyyeong reader baru🙂
    kyuhyun ampe mimisan wkwkwk
    itu rada bingung kan ini katanya sekolah khusus cowok, tapi tadi ada bagian yang bilangnya banyak siswi yang deketin kyu
    ini lho:
    Mungkin beberapa temannya ada yang penasaran, dan tentu ada yang tidak peduli sama sekali. Bahkan beberapa siswi yang terang-terangan tertarik dengan wajah tampan Kyuhyun ingin sekali bertanya. Tetapi setelah mereka menyapa Kyuhyun dan mendapat tatapan sedingin es musim dingin di kutup utara, niatan itu diurungkan dengan cepat. Para siswi yang tertarik kepadanya memilih untuk diam dan langsung berlalu ketika mendapat respon negatif seperti itu.

    tapi seru jalan ceritanya😀
    lanjutt

  16. Ming jdi guru sexy???? Woww…!!!
    Kyu..kyu.. ckckck kamu ko mimisan bikin malu aja hahaha bener2 senjata makan tuan yaaaa … lanjutkan eonni aku tunggu next chap nya…

  17. ff baru??akhirnyaa ahahahaha suka sama karakter sungmin disini guru sexy yg suka sama cowo berabs pasti konfliknya banyak i like it hahaha,kyu udah mulai suka sama ming gegara nafas buatan kkkk~ lanjuuut jiyoooo di tunggu looooh update kelanjutannya yaaa ^^
    eeeh iya penasaran disini siwon suka sama sungmin apa engga????lanjuuut yoooo

  18. ada ff baru dan aku baru baca hehehe
    kayanya lucu nih
    kyuhyun senjata makan tuan nih
    pengen ngerjain malah mimisan sendiri hahahaha
    tapi lucunya nih sungmin sudah menetapkan kyuhyun bukan tipenya hahaha
    gimana caranya kyuhyun supaya min suka sama dy
    dan lagi min naksir siwon nih
    seru nih
    lanjutannya semangat

  19. numpang bc thor, nw reader
    wktu bc summary sy kira yg jd guru si vic trs gadis manis tetangga type ideal kyu si ming.
    tp ming jd guru jg ya
    klo sy tebak gadis tetangga itu kyx seo y
    soale sy bc bbrp ff author org ke3 srgan seo, klo seo yg jd org ke3 kyu pst suka atw jd pacar kyu.
    hehe… #readersoktau#

  20. woahhh aq telat aq telaat..lama gk mengunjungi wp ini udh ada ff baru 2 chapter..ahhh aq suka yg begini school life jiwa2 muda kekekekk.. aigooo sungmin guru sexy saingan nti ama vic..eh apa kyu di jepang blm prnh pacaran eoh ??? msk ampe mimisan gtu bru disentuh nipplenya doang awwwwww…..hahahah ngakak abis ngebayangin hidung kyu disumpel tissue mimisan..huhhh..lanjut ahhh

  21. whahaa……..makin keren aja alur ceritanya thor. gaya tulisan nya juga semakin baik. serasa baca novel….. rapi…ya….pokoknya enak dibaca.

  22. aaahhh … berasa baca novel xixixi
    ternyata kyuhyun bisa mimisan juga karna sungmin cuman nyentuh nipplenya doang. wkwk

  23. wedeh seksoy montok bohay hahaha ming pnya murid bgtu semua modelnye

    mari kita liat siapa yg akan jatuh kepada siapa? *jengjengjeng*

  24. halooooo aku new reader ‘-‘ baru baca fic ini apalagi pas dating ming confirmed haha nyeseeek :” tapi untung baca fic ini jadi bisa balikin mood lagi :’)

  25. Baru bacaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ini kece lucu parah sungmin emang seksi cowo mana sih yang ga klepek2 wkwkwk :p

  26. protess.. sungmin jauh lebih menarik. si pikto mah masih lewat..ming montok seksi cantik imut mungil manis. matanya itu buat meleleh… dan ming juga lenturr.. ><

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s