It’s You | KyuMin | Chap 3/3 | Genderswitch | T+ | Romance , Drama | Ending

It’s You

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin

 

Part : 3/3

 

Warning : Genderswitch , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Music : Black Pearl by EXO

 

Lalu, apa Kyuhyun memiliki perasaan terhadapnya?

 

Kyuhyun?

 

“Eh? Itu ‘kan Kyuhyun?”

 

Pandangan mata Sungmin tak sengaja menangkap sosok Kyuhyun tengah berjalan seorang diri keluar dari sebuah toko baju. Lelaki tampan itu terlihat menenteng beberapa kantung kertas, sepertinya ia baru berbelanja pakaian.

 

Ketika Sungmin berniat menyapanya, mendadak seorang perempuan berperawakan tinggi muncul dari belakang arah Kyuhyun dan menangkap lengan lelaki itu. Kyuhyun yang tampak kaget dengan kehadiran wanita itu sontak menoleh, ia menggerutu pelan tetapi wanita itu merayu Kyuhyun dengan wajah manisnya. Lantas, mereka kembali berjalan bersama dengan lengan yang terpaut seperti itu.

 

Siapa?

Pertanyaan itu terlontar begitu saja di dalam lubuk jiwa Sungmin, menuntut sebuah jawaban yang mungkin bisa meredakan debar jantungnya. Sungmin yang tadinya sempat ingin menyapa Kyuhyun, kini mulai mengurungkan niatnya. Ia merundukkan kepalanya, menatap ke bawah demi menyembunyikan bulir air mata di kelopak mata.

 

Ternyata dia sudah punya kekasih.

 

OoOoO

 

Sungmin mengeratkan pegangan tangannya yang dingin pada tali tas selempangnya. Langkahnya yang pendek-pendek seolah menunjukkan bahwa ia mulai ragu untuk pergi menemui seseorang yang baru menelponnya. Rasa kecewa yang mulai tumbuh di hatinya melarang segenap jiwanya untuk pergi, ia ingin kabur. Namun, ia juga tidak bisa memungkiri jika ia ingin bertemu dengannya.

 

Sebab, Sungmin rindu.

 

Sebelum ia benar-benar pergi ke Amerika, setidaknya ia ingin menciptakan cerita cinta di Korea. Ia tidak keberatan jika kali ini cintanya bertepuk sebelah tangan. Toh, cinta memang butuh perjuangan, ‘kan? Maka, menurut Sungmin, menjadi pihak yang hanya bisa memandang tanpa sanggup memiliki adalah hal wajar yang perlu ia lakukan.

 

Setidaknya, ia sudah senang jika melihat sosoknya.

 

Melihatnya .., lalu mengatakan, “Kyuhyun-ah .., aku jatuh cinta kepadamu.”

 

“Kau sudah datang?”

 

Tiba-tiba suara bass datang dan memecahkan segala lamunan Sungmin sepanjang perjalanan. Seorang lelaki berkemeja biru laut berdiri di sampingnya, memasang tampang heran penuh tanda tanya ke arahnya. Sungmin terlunjak kaget, terkejut karena ia terlalu asyik melamun hingga tak menyadari kehadiran Kyuhyun di dekatnya.

 

“Sejak kapan kau di sini?” Sungmin mundur selangkah demi menjauhi sosok Kyuhyun—menenangkan debaran jantungnyaa yang semakin kacau.

 

“Sejak beberapa saat yang lalu,” Kyuhyun mendekat. Ia menjatuhkan salah satu telapak tangannya yang hangat di pundak Sungmin, “Kau baik-baik saja?”

 

Kepala Sungmin mengangguk dengan gerakan tidak pasti, tetapi ia tetap mencoba tersenyum. “Tentu saja ..” Sungmin mengalihkan pandangannya sebelum perasaannya kembali tersentuh dengan senyuman manis dari Kyuhyun. Binar matanya tiba-tiba meredup, lalu pegangan tangannya pada salah satu tas gitar akustiknya mengerat. “Kenapa mengajakku latihan? Bukankah semuanya sudah beres?”

 

Kyuhyun terlihat kikuk ketika Sungmin melontarkan pertanyaan seperti itu. Ia berdehem lalu memutuskan untuk menjawab, “Besok pertunjukan sesungguhnya. Aku berpikir, jika kita harus latihan sekali lagi.”

 

Sungmin tidak menjawab, ia masih sibuk menenangkan perasaannya. Namun beberapa saat setelah ia puas berpikir, ia mendongakkan kepala kemudian mengangguk. “Sebaiknya berlatih di ruang musik kampus saja.”

 

“Tidak. Aku ingin di sini.”

 

“Tetapi ini café, tidak sopan,” Sungmin menyangkal.

 

Kyuhyun menghela nafas, ia mengalah. “Baiklah, kita pergi dari sini,” katanya lalu menyambar pergelangan tangan Sungmin.

 

Ada sengatan halus yang berasal dari telapak tangan Kyuhyun, membuat dada Sungmin menghangat dan berdenyut di waktu yang bersamaan. Dahinya berkerut samar ketika ia menatap punggung Kyuhyun, lidahnya mulai terasa kelu untuk berucap kata. Ia ingin menarik tangannya, tetapi ia tak dapat memungkiri jika perasaannya senang setengah mati ketika mendapat perlakuan seperti ini dari Kyuhyun.

 

Sungmin memang senang, tetapi untuk sesaat ia mendesah penuh luka. Ingatan tentang Kyuhyun yang pergi ke pusat perbelanjaan dengan kekasihnya tempo hari menggores dinding hati Sungmin. Sungmin menatap miris ke arah punggung Kyuhyun, merutuk karena menyadari bahwa lelaki yang sedang menggandeng tangannya adalah milik gadis lain.

 

Maka dengan segenap keyakinannya sebagai wanita yang gila kesetiaan, Sungmin menarik pergelangan tangannya dari cengkeraman tangan Kyuhyun. Lelaki itu menoleh ke arah Sungmin, lagi-lagi ia terheran.

 

“Maaf,” kata Kyuhyun—nadanya tedengar dingin, menyesakkan.

 

Sungmin benar-benar ingin pulang ke rumah, menangis, lalu mengepak semua bajunya. Ia ingin melupakan perasaannya kepada Kyuhyun, ia tidak ingin menangis karena seorang lelaki. Mendapat perlakuan manis dari seorang lelaki yang nyatanya sudah memiliki kekasih, membuatnya merasa menjadi wanita bermartabat rendah.

 

Sungmin tidak ingin salah paham.

 

“Aku takut pacarmu tahu,” ucap Sungmin dengan nada lirih hampir menyamai sebuah bisikan lembut.

 

“Apa?”

 

Aniya,” mata kelinci Sungmin yang sayu tiba-tiba menembus pandangan kelam milik Kyuhyun. Ia melukis senyuman pahit, “Sepertinya pikiranku kacau sekali hari ini.”

 

“Kau gugup karena hari ini adalah hari terakhirmu di Korea?”

 

“Mungkin ..,” jawabnya dengan nada yang tak kalah rendah dari sebelumnya. Mendadak lututnya bergetar ketika Kyuhyun mengatakan hal itu, membuat sisi hatinya berharap bahwa Kyuhyun akan menahannya—setidaknya Kyuhyun akan membuatnya mampu tersenyum jika dia benar-benar mengatakan hal seperti itu.

 

“Kau yakin akan pergi?”

 

“Ya,” kata Sungmin. “Tidak ada alasan yang menahanku untuk tetap tinggal.”

 

“Kekasihmu?”

 

Sudut bibir Sungmin terangkat, “Aku tidak punya yang seperti itu.”

 

Kyuhyun mendesah beberapa kali, “Sayang sekali. Padahal kau manis sekali.”

 

“Benarkah? Terimakasih,” Sungmin menyentuh pipinya yang memanas karena pujian Kyuhyun. “Mungkin di Amerika aku akan mendapatkan orang yang lebih baik.”

 

Kyuhyun terdiam lagi untuk beberapa saat, memandang Sungmin dengan tatapan yang sulit diartikan. “Kau kurang suka dengan pria Korea? Maksudku, bukankah wajahku cukup tampan untuk seukuran orang Korea?”

 

Sungmin tertawa ketika gendang telinganya ditembus oleh pertanyaan Kyuhyun yang narsis, “Kau memang tampan.”

 

Ada gurat merah yang muncul di pipi Kyuhyun, menjalar hingga ketelinga dan menciptakan garis halus di sekitar pangkal lehernya. Ia tersipu karena Sungmin menanggapi ucapannya dan mengatakan bahwa ia tampan. “Jadi?”

 

“Jadi?”

 

“Kau tetap pergi sekalipun aku menahanmu?”

 

Lagi. Dada Sungmin tersengat karena panah cinta yang terlempar dari Kyuhyun. Ia terkejut, mendadak kepalanya pening karena jantungnya merespon dengan sangat berlebihan. Sungmin mencoba tertawa, walau itu terlihat sangat kaku. “Ah .. Kau menahanku? Terimakasih. Tetapi aku akan tetap pergi.”

 

Alis Kyuhyun melengkung tajam setelah ia mendengar penuturan Sungmin. “Kenapa? Bukankah kau akan tetap tinggal jika ada yang menahanmu?”

 

“Kau menahanku karena ingin aku tetap tinggal? Kenapa kau ingin aku tetap tinggal di Korea?” Sungmin tiba-tiba melontarkan pertanyaannya dengan nada yang (sangat) sedikit lebih tinggi dari sebelumnya.

 

Kyuhyun tertegun ketika mendapat pertanyaan semacam itu dari Sungmin, apalagi ketika menerima tatapan penuh luka dari Sungmin. Mendadak rasa cintanya mendidih, mendorong jiwanya untuk menatap mata Sungmin dan mengatakan semuanya yang tersimpan jauh di lubuk hati. Maka, dengan segenap keyakinannya, Kyuhyun memutuskan untuk mengatakan alasan sesungguhnya.

 

“Aku menyukaimu. Karena itu aku ingin kau tetap tinggal di sini dan menjadi pacarku.”

 

Sungmin kecewa ketika Kyuhyun mengatakan hal itu, sebagai wanita ia seperti tengah dilecehkan. Mengingat fakta bahwa Kyuhyun sudah memiliki kekasih dan berani merayunya seperti itu membuat air mata Sungmin mulai terbentuk di sudut mata. Sungmin menggulung telapak tangannya, mencoba meredam emosinya yang akan meledak.

 

“Tidak.”

 

“Kenapa tidak? Aku menyukaimu dan memintamu untuk tetap tinggal ..”

 

PLAK!

 

Suara tamparan yang keras itu sukses membuat orang-orang yang berlalu lalang di sekitar mereka menatap sebentar ke sumber suara—memperhatikan Sungmin dan Kyuhyun selama beberapa detik kemudian melanjutkan langkah kaki. Sungmin yang merupakan pelaku dari insiden penamparan itu kini mendesis, “Ternyata aku salah menilaimu. Terimakasih atas segalanya, Cho Kyuhyun-ssi.”

 

Kyuhyun tidak sanggup untuk menggerakkan kakinya demi mengejar Sungmin. Yang bisa ia lakukan adalah menatap punggung gadis cantik itu dari tempatnya berdiri, merutuki keberaniannya yang entah salah atau tidak. Sungmin sudah pergi meninggalkannya dengan hati yang hancur berkeping-keping, ia sudah menolaknya dengan begitu kejam.

 

Ini adalah akhir dari semua perasaan Kyuhyun selama ini. Ternyata cintanya yang bertepuk sebelah tangan memiliki ending yang sangat menyedihkan.

 

Kau bodoh, Cho ..

 

OoOoO

 

“Ini benar-benar keajaiban!” Donghae berucap sambil memegang gelas di tangan kanannya. “Bisa-bisa, hal luar biasa seperti malam ini hanya terjadi setahun sekali!” katanya lalu menenggak bir yang baru dituang oleh Kyuhyun untuknya.

 

“Sepertinya ada hal bagus yang menimpa magnae kita,” Siwon menimpali sambil memakan sundae-nya.

 

“Kenapa kau tiba-tiba mengundang kami untuk minum-minum gratis di rumahmu? Ada kabar baik?” Kibum melempar tatapan mengintimidasi, tetapi setelahnya ia tertawa dengan Hyukjae.

 

Kyuhyun tersenyum misterius, ia menuang bir ke gelas Kibum dan Hyukjae. “Malam ini aku butuh teman minum.”

 

“Jangan-jangan dia sudah berhasil mendapatkan Sungmin,” Kibum mencoba berbisik—namun suaranya cukup keras sehingga bisa didengar oleh semuanya yang berada di ruangan itu.

 

“Benarkah?!” Hyukjae berteriak heboh. “Apa kau berhasil mencium Sungmin?”

 

Kyuhyun menatap wajah para sahabatnya, memberi tatapan misterius yang membuat mereka penasaran setengah mati. Kyuhyun mencondongkan tubuhnya ke depan, diikuti oleh semuanya. ia menelangkup mulutnya lalu berbisik dengan begitu hati-hati, “Pipiku,” katanya sambil menyentuh pipi kirinya yang tampak merah samar. “Sudah dicium oleh telapak tangan Sungmin.”

 

“Kya!!” Hyukjae kembali berteriak heboh. Gadis itu memeluk lengan kekasihnya lalu tertawa-tawa aneh. “Mereka sudah berciuman! Kyuhyun bilang tangan Sungmin sudah mencium pipi Kyuhyun!”

 

Donghae dan Hyukjae—sepasang kekasih hiperaktif itu—saling berpelukan dan mengucap kata-kata penuh haru. Namun, Siwon dan Kibum tampak mengerutkan kening setelah mendengar ucapan Kyuhyun. Lalu, Siwon yang mulai menyadari suatu hal aneh sedang teradi kepada Kyuhyun mulai melipat dua lengannya di atas dada.

 

“Telapak tangan Sungmin mencium pipimu?” suara Siwon terdengar menggantung.

 

Kepala Kyuhyun mengangguk, ia meletakkan gelas birnya yang kosong. “Benar.”

 

“Kau ditolak?” pertanyaan Kibum yang bernada rendah itu sukses membuat Siwon, Hyukjae, dan Donghae diam—tutup mulut. Kibum mengerutkan dahinya, menghujam wajah datar Kyuhyun yang terhiasi senyum palsu dengan tatapan tajam. “Lalu Sungmin menamparmu.”

 

Kyuhyun kembali menuang soju ke dalam gelasnya, ia lagi-lagi terkekeh. “Kibum noona sangat pintar,” ia meneguk sojunya lalu berdesis. “Aku jadi malu ..”

 

Mendadak, atmosfir ruangan tengah apartemen Kyuhyun menjadi begitu kelam. Empat orang yang ada di sana menatap Kyuhyun dengan tatapan penuh rasa iba, merasa kasihan dengan nasib magnae mereka.

 

“Bagaimana bisa?” Kibum bertanya.

 

“Aku memintanya untuk tinggal karena aku ingin dia menjadi pacarku,” Kyuhyun meletakkan botol sojunya. “Tetapi dia malah menamparku dan meninggalkanku begitu saja.”

 

“Kyuhyun-ah,” Donghae menunjukkan rasa prihatinnya dengan menepuk-nepuk pundak Kyuhyun. “Gwaenchanha ..”

 

“Aku tidak apa-apa, hyung,” Kyuhyun mendongakkan kepala dan melempar senyuman yang terlalu menyilaukan kepada sahabat-sahabatnya. Ia mengangkat gelas sojunya dan meneguknya dalam satu shoot. “Aku sangat baik-baik saja.”

 

Hyukjae terduduk lesu sambil menatap Kyuhyun yang terus menuang soju ke dalam gelasnya sendiri. “Kenapa bisa seperti itu ..,” tanyanya dengan nada rendah.

 

“Sudahlah, aku mengajak kalian untuk minum karena aku ingin bersenang-senang,” kata Kyuhyun. “Siwon hyung, Donghae hyung, ayo minum lagi!”

 

“Seharusnya aku tahu semuanya dari awal,” Kibum berujar dengan nada dingin. Lalu, wanita itu merampas gelas soju di genggaman Kyuhyun dan menatapnya lekat-lekat. “Kau pasti sedih setengah mati sampai ingin mabuk malam ini.”

 

Noona bercanda?” Kyuhyun tertawa singkat. “Aku minum karena aku ingin. Bukankah kalian senang jika aku mentraktir kalian minum? Iya, ‘kan?”

 

“Cho Kyuhyun,” suara Kibum semakin merendah. “Apa kau akan menyerah begitu saja, huh?”

 

Bibir Kyuhyun melukis smirk, “Dia tidak menyukaiku. Karena itu aku ingin meninggalkan perasaanku. Dia juga akan pergi ke Amerika, bukan?”

 

“Tetapi Sungmin menyukaimu, Kyu!” Hyukjae menyela. “Sudah jelas Sungmin menyukaimu! Pasti ada sesuatu yang membuatnya mampu menolakmu! Ini sangat tidak masuk akal!”

 

“Tetapi Sungmin benar-benar sudah menolakku, noona!” Kyuhyun balik menjawab pernyataan Hyukjae dengan nada tinggi—kali ini ia tampak begitu frustasi. Wajahnya memerah dan raut wajahnya mulai dibubuhi oleh gurat-gurat kesedihan yang begitu kentara. Kyuhyun merundukkan kepala ketika rasa pedih itu kembali menyentuh perasaannya. Ia mendesah dengan nada berat, “Dia menamparku. Itu semua sudah cukup.”

 

“Sebaiknya kita membiarkan Kyuhyun untuk istirahat. Besok dia akan tampil di acara pentas musik,” tiba-tiba Siwon bangkit dari duduknya, menarik serta tubuh kekasihnya. Ia menatap Donghae dan Hyukjae sekilas, menyuruh sepasang kekasih itu untuk mengikuti usulnya. “Jangan terlalu terlarut, Kyu. Aku percaya kau akan bisa melewati ini semua.”

 

Kibum mendesah, “Berhenti minum dan cepat pergi tidur. Kita berjumpa lagi besok.”

 

OoOoO

 

Pagi itu Kyuhyun datang lebih awal dari semuanya, dengan wajah kusut dan lingkaran mata hitam yang menakutkan. Wajahnya pias, sepertinya kondisinya buruk—namun Kyuhyun tidak bisa mundur jadi ia tetap menyanyi di atas panggung dengan Sungmin ketika MC memanggil namanya. Sahabat-sahabatnya yang lain hanya bisa menatap prihatin ke arah Kyuhyun, lalu menatap sangsi ke arah Sungmin.

 

Ketika dua orang itu sudah turun dari panggung, Sungmin langsung berpamitan kepada Siwon, Donghae, Hyukjae, Kibum, dan juga Kyuhyun. Gadis itu telihat canggung ketika mengatakan bahwa pesawatnya akan take off sejam lagi. Jadi, ia pamit untuk pulang ke rumah. Sebelum ia benar-benar pergi, ia menyempatkan diri untuk mengucapkan permintaan maaf kepada Kyuhyun.

 

Dan tanpa diduga, Kibum menyela lalu menawarkan diri untuk mengantar Sungmin dengan mobilnya. Dengan wajahnya yang dingin itu, Kibum berhasil memaksa Sungmin agar menurut dengan kata-katanya.

 

“Permainan gitarmu tadi sangat mengesankan, eonni,” Kibum berucap demi mengusir kecanggungan yang melanda atmosfir mobilnya yang hening. Walau ia sibuk menyetir, namun dari jarak pandangnya ia bisa menangkap gurat kegelisahan di wajah Sungmin.

 

“Terimakasih,” Sungmin tersentak dengan pujian Kibum, sontak ia merundukkan kepala.

 

“Sayang sekali kondisi Kyuhyun begitu buruk, jadi dia tidak bisa maksimal,” Kibum mendesah kecewa. Ia melirik wajah Sungmin yang pias dari sudut matanya. “Kasihan dia ..”

 

Sebenarnya Sungmin merasa jika Kibum tengah berusaha menyindir dirinya, mengatakan bahwa kondisi Kyuhyun yang buruk hari ini disebabkan olehnya. Sebenarnya Sungmin tidak mau tahu, tetapi mengingat lingkaran hitam di sekitar mata Kyuhyun tadi membuatnya merasa kalut. Apa Kyuhyun memikirkan tindakannya kemarin?

 

Seharusnya Kyuhyun melupakan penolakan yang ia lakukan kemarin. Kyuhyun ‘kan memiliki kekasih—dan playboy tidak akan menangis jika cintanya ditolak oleh gacoannya. Seharusnya yang sakit hati di sini adalah dirinya.

 

Sungmin memilin jemarinya yang dingin dan bergetar samar, ia menatap wajah Kibum. “Mungkin dia memiliki masalah dengan pacarnya.”

 

“Pacar?!”

 

Ketika Kibum memekik mengucap kata ‘pacar’, mobil yang dikendarainya sempat oleng ke kanan. Namun beberapa detik setelahnya ia berhasil memegang kendali lagi. Kibum menepikan mobilnya, lalu balik menatap Sungmin dengan alis melengkung tajam.

 

“Pacar katamu?”

 

Sungmin beringsut ketakutan ketika ia mendapati ekspresi mengejutkan dari Kibum. Gadis itu beringsut mundur ke belakang, “Pacar .., pacar Kyuhyun ..”

 

“Demi Tuhan, dia tidak punya pacar atau kekasih yang seperti itu!” Kibum mengeram marah lalu menghela nafas berat. “Dari mana kau bisa menyimpulkan hal seperti itu?”

 

“Bukankah lelaki akan sedih jika sedang bertengkar dengan pacarnya?”

 

“Masalahnya, Kyuhyun tidak memiliki pacar!” Kibum berucap dengan nada tinggi yang penuh tekanan.

 

“Tapi, aku .., aku pernah melihatnya pergi ke pusat perbelanjaan dengan wanita cantik,” Sungmin mulai merasa kalut memikirkan semua tindakannya.

 

“Dia? Pergi ke pusat perbelanjaan dengan seorang wanita?”

 

“Ya, wanita itu mengamit lengan Kyuhyun dan mereka berjalan bersama.”

 

Kibum tidak tahu mengapa, namun ucapan Sungmin yang seperti itu membuat otaknya melesat mengingat seorang wanita yang memang memiliki kebiasaan memeluk lengan Kyuhyun. Di detik ke sepuluh, ia menepuk dahinya dan memukul stir mobil. “Dia bukan kekasih Kyuhyun ..,” suara Kibum terdengar rendah dan menyeramkan.

 

“L—lalu?”

 

“Aku berani bersumpah jika wanita yang kau lihat itu adalah Ahra, kakak perempuan Kyuhyun!”

 

Ketika Kibum mengatakan sesuatu tentang kakak perempuan Kyuhyun, perasaan Sungmin serasa diaduk oleh rasa bersalah yang begitu besar. Ia mulai gundah, kembali merasa begitu-amat bersalah kepada Kyuhyun karena telah menolak cintanya, menamparnya, dan meninggalkannya begitu saja kemarin. Sungmin menyadari kesalahannya, ia ingin memperbaiki semuanya sebelum terlambat.

 

“Kibum-ah, bisakah kau mengantarku ke Kyuhyun?”

 

OoOoO

 

Kyuhyun juga memutuskan untuk pulang dan mengistirahatkan tubuhnya yang benar-benar lelah. Semua hyung dan noona-nya memaksa agar ia rebahan di ranjang daripada berada di kampus. Karena itu akhirnya ia menyerah dan menurut.

 

Kyuhyun menatap jarum jam dinding, lalu mendesah dengan nada berat. Beberapa menit lagi pesawat yang akan membawa Sungmin ke Amerika akan take off, dan Kyuhyun sama sekali tak berniat untuk pergi meninggalkan apartemennya.

 

Setidaknya ia ingin melupakan Sungmin.

 

Lagi pula ia ‘kan lelaki, tidak seharusnya ia menjadi lemah dan sakit karena cintanya ditolak oleh perempuan pendek seperti Sungmin. Banyak gadis-gadis kampus yang tertarik kepadanya, dan rata-rata noonanoona cantik dengan dada besar yang menarik suka mengajaknya kencan. Kyuhyun akan berpaling dengan mudah. Setidaknya, ia memiliki ambisi untuk membalas dendam kepada Sungmin.

 

Dan Kyuhyun bersumpah tidak akan jatuh cinta lagi kepada Sungmin. Ia akan berubah menjadi lelaki tampan yang gagah—menjadi lelaki idaman wanita-wanita Korea. Sekali pun Sungmin tiba-tiba datang kepadanya suatu saat, perasaan Kyuhyun tidak akan goyah.

 

Dia tidak akan goyah!

 

Ting .. Tong!

 

Suara bel pintu yang ditekan oleh seseorang membuat Kyuhyun meninggalkan coklat panas di pantri dapurnya. Dengan malas ia melewati interkom yang berada di samping pintu, membuka daun pintu dengan gerakan malas—karena ia sudah menebak siapa yang rela datang ke apartemennya.

 

Siapa lagi kalau bukan sahabat-sahabat ..

 

“Sungmin?”

 

Bibir tebal Kyuhyun reflek menyebut nama seorang gadis yang mengisi hatinya ketika ia melihat sosok mungil berdiri di hadapan pintu apartemennya. Padahal baru beberapa menit yang lalu Kyuhyun bersumpah tidak akan goyah jika melihat sosok Sungmin. Namun kenyataannya, ia tidak sanggup.

 

Ia kembali berdebar. Apalagi ketika Sungmin menatapnya dengan pandangan penuh permintaan maaf yang tulus seperti itu. Apalagi ketika Sungmin merecokinya dengan aegyo yang terpancar dari dalam sisi lembutnya. Apalagi ketika Sungmin memeluk dan mendekapnya seperti ini.

 

APA?!

 

“Ss—Sungmin!”

 

“Aku minta maaf,” Sungmin mengucapkan permintaan maafnya sambil menyembunyikan wajahnya di dada Kyuhyun. “Aku sudah salah paham!”

 

Jika Sungmin terus memeluknya seperti itu, bisa-bisa Kyuhyun akan meleleh seperti lilin dan bertingkah layaknya seorang gadis yang melting karena mendapat pelukan dari incarannya. Kyuhyun berusaha melepaskan pelukan Sungmin, tetapi tautan lengan Sungmin yang mendekap tubuhnya terlalu erat. Kyuhyun kesulitan untuk melepaskan diri.

 

Tiba-tiba Sungmin mendongakkan kepala dan menatap Kyuhyun dengan bola mata bulatnya yang berkaca-kaca, melukis aegyo menggemaskan. “Aku bodoh sekali karena menyimpulkan semuanya secara gegabah. Tetapi, sekarang aku tahu kalau kau serius ingin menahanku.”

 

“Serius?” Kyuhyun mendorong bahu Sungmin. “Apa maksudmu?”

 

“Aku mau jadi pacarmu,” Sungmin berusaha memeluk tubuh Kyuhyun kembali lalu ia merengek. “Aku tidak mau pergi ke Amerika. Aku ingin berada di Korea denganmu!”

 

Sebenarnya Kyuhyun tidak tahu apa yang membuat Sungmin datang ke apartemennya lalu bersikap aneh seperti ini. Namun yang jelas, sebenarnya ia senang setengah mati ketika Sungmin datang dan mengejutkannya detik ini. Ia tidak pernah menyangka jika Sungmin akan kembali dan memeluknya seperti ini.

 

Oh, kenapa?

 

“Lebih baik kita masuk,” Kyuhyun menarik tubuh Sungmin yang menempel pada tubuhnya, menutup pintu dengan bahu lebarnya dan menggiring Sungmin ke arah sofa. Lelaki itu mendudukkan Sungmin lalu diikuti dengan dirinya—yang juga duduk tepat di samping tubuh Sungmin. “Jadi?”

 

“Jadi ..,” Sungmin memainkan jemarinya lalu mengerucutkan bibir. “Alasan aku menolak dan menamparmu kemarin karena kupikir kau sudah memiliki pacar. Aku marah karena kupikir kau sedang berusaha mempermainkanku.”

 

“Kenapa kau berpikir seperti itu? Siapa yang mengatakan jika aku sudah memiliki pacar?”

 

“Ini semua salahku! Aku bersalah!” Sungmin menutup kelopak matanya rapat-rapat lalu merengek kepada Kyuhyun. “Aku terlalu bodoh! Jika saja Kibum tidak memberitahuku, mungkin aku tidak akan kembali kepadamu dan pergi ke Amerika dengan beribu penyesalan!”

 

Kyuhyun tidak tahan melihat Sungmin yang merengek. Karena itu akhirnya ia mendekap tubuh Sungmin dan mengecup pucuk kepalanya. Telapak tangannya pun bergerak membelai bahu dan punggung Sungmin, menepuknya pelan. “Sudahlah. Yang penting sekarang semua sudah beres.”

 

Bibir Sungmin masih mengerucut, “Aku masih tidak enak.”

 

“Tidak enak bagaimana?” Kyuhyun menarik diri dan menelangkup pipi Sungmin dengan kedua telapak tangannya. “Sekarang kau kekasihku. Dan aku tidak ingin menyalahkanmu karena prasangkamu yang tidak bertanggung jawab itu.”

 

“Kita benar-benar sudah menjadi pasangan kekasih?”

 

Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Sungmin karena tiba-tiba pandangannya fokus ke arah bibir Sungmin. Maka, dengan debaran jantungnya yang menggila seperti itu, Kyuhyun mencoba mencodongkan kepala dan menghapus jarak di antara wajah mereka. Ya, bibir yang merekah itu benar-benar menggodanya.

 

Menggodanya untuk segera mengecupnya.

 

Mengecup seperti ini, menempelkan bibir tebalnya di atas permukaan bibir Sungmin yang penuh lipgloss. Dada dan perut Kyuhyun serasa diaduk dari dalam, tangannya yang bergetar pun mulai terangkat dan mengelus lengan Sungmin. Kyuhyun benar-benar gugup setengah mati ketika tiba-tiba bibir Sungmin terbuka. Lagi pula Kyuhyun sudah lama tidak berciuman, dan ternyata efeknya sampai seperah ini.

 

“Dia menikmatinya! Sungmin menikmatinya, Kyu!”

 

Batin Kyuhyun bersorak ketika kelopak matanya sedikit terbuka dan mendapati Sungmin yang memejamkan kedua matanya ketika mereka berciuman. Maka, dengan kepercayaan diri yang tinggi ia mulai menekan tengkuk Sungmin dan memperdalam ciumannya.

 

Sebagai seorang lelaki, ada baiknya jika ia mendominasi dan memimpin ciuman ini.

 

Mereka terlalu asyik berciuman hingga tak menyadari kehadiran sepasang kekasih yang tiba-tiba menerobos masuk tanpa mengetuk pintu. Dua orang itu saling memandang—walau pada akhirnya terpaku karena pemandangan panas di hadapan mereka.

 

Sungmin menarik diri terlebih dahulu karena ia merasa kehabisan nafas. Dengan saliva yang bercecer di sudut-sudut mulutnya, Sungmin tersenyum ketika menatap wajah Kyuhyun yang juga memerah.

 

Kyuhyun balas memandang Sungmin, mengusap salah satu sudut mulut Sungmin. “Aku mencintaimu.”

 

“Aku juga, Kyu ..”

 

Mereka kembali berciuman—masih tidak menyadari ada dua makhluk hiperaktif yang berdiri tepat di depan pintu apartemen dan kembali memekik tertahan karena melihat adegan ciuman.

 

“Mereka sangat manis, Hae-yah,” Hyukjae berbisik sambil menutup mulutnya. Ia tersenyum aneh lalu mengeluarkan ponsel pintarnya dari dalam tas.

 

Ya, Hyukkie!”

 

Ckrek!

 

Suara kamera dari ponsel dan lampu blits itu membuat sepasang kekasih yang tadinya sibuk dengan bibir pasangan masing-masing kini saling membuka mata. Mereka melepas tautan bibir mereka lalu memandang ke sumber suara.

 

Merasa bahwa tindakan bodohnya berhasil diketahui oleh Kyuhyun dan Sungmin, Hyukjae terkekeh. “Oops, aku lupa me-non aktif-kan suaranya,” Hyukjae segera menekan-nekan tombol di ponselnya lalu kembali terkekeh. “Lanjutnya saja. Kami tidak akan mengganggu.”

 

“Benar, lanjutkan saja ..,” Donghae menimpali ucapan kekasihnya.

 

Sungmin beringsut karena malu. Namun Kyuhyun sepertinya ingin meledak saat itu juga.

 

“Ayo pergi, Hyukkie!” Donghae segera mendekap bahu Hyukjae dan menarik tubuh kekasihnya untuk segera pergi meninggalkan neraka tempat tinggal raja iblis itu.

 

Ckrek!

 

“Ini akan menjadi berita bagus!” kata Hyukjae setelah mengambil satu foto lagi. Ia tertawa puas.

 

Ya, kalian! Kemari!”

 

Sungmin mendesah. Sepertinya ia tidak memikirkan konsekuensinya ketika ia memutuskan untuk menjadi kekasih Kyuhyun. Kyuhyun ‘kan magnae di grup konyolnya, jadi pantas saja jika sahabat-sahabatnya—yang merangkap menjadi kakak-kakak Kyuhyun—begitu protektif terhadap Kyuhyun.

 

Kepala Sungmin menggeleng, ia memijit pelipis kepalanya, “Kepalaku pusing.”

 

END

 

Endingnya? -_-

 

Maaf karena publishnya lama banget. Akhir-akhir ini authornya sibuk sama kegiatan dan tugas sekolah .. Persiapan peringatan hari bumi, KTI yang udah deket deadline, tanggungan PR, ulangan harian dll .. *tepuk jidat* capek deh kalo mikirin itu semua .. Tapi setelah peringatan hari bumi selesai, akhirnya aku bisa dapat waktu yang lebih senggang dari biasanya .. fufu aku harap kalian nggak sebel waktu nunggu ff ini yaa hehe

 

Jadi, gimana? Ini ending, lhoo .. haha setelah ff ini selesai, aku nggak mau publish ff dulu soalnya biar fokus sama KTI dan tugas tugas lain. Tapi, kalo aku-nya tiba-tiba pengen publish ff ya, publish deh *plak* yang jelas ditunggu aja ya ff selanjutnya. Aku pasti kembali dengan cerita baru kook .. Hehe

 

See you ~

57 thoughts on “It’s You | KyuMin | Chap 3/3 | Genderswitch | T+ | Romance , Drama | Ending

  1. adduuuhhh manis bgt si mreka,,,smoga kbahagian slalu mnyertai mreka,,amin.
    ffnya bikin melting,,klo bsa lnjutin author,paling ga suka klo liat end,,msih haus akan kisah2 kyumin😀. gomawo.

  2. So sweet ending nya. Sempat kasihan sih kyu ditolak and ditampar lagi. Fighting. Always sukses with your story and specially with your school.

  3. Udah end ya …
    Kasian nya kyu dpt salam tempel di pipi hihihi
    Untung y kibum cepet ngeh kalo nggak kan pd nyesel g jdian
    Buat author semangat y sama tugas2 dan kegiatan nya ditunggu ff baru nya ..

  4. aku juga pusing min #plakk
    msh kurang moment manisnya ni jiyoo #ditabok
    hyuk boleh x kirim kirim foto kissing kyumin. hahhaha
    untung min cerita ke kibum jd ga salah paham deh
    ditunggu next ff nya ^^

  5. ahh bittersweet bgt ending nya *walaupun gk tau arti bittersweet intinya sweeet bgt deh…ah iya author knp lm bgt km updatenya tiap hr aq cek blog km bru hr ni update chap yg bgitu manis ini…seneng akhirnya kyumin nyatu jg..perjuangan keduanya terasa bukan slh satu aja tp kyumin sama2 berusaha mendapatkan cinta mreka..author dtunggu ff barunya..jgn pacaran sm kti trusss…kyumin jg butuh author kkkkk.. see yaaa fightiiiing

  6. Hemmmm smooth (-3-)

    Jodoh g kemaneee yach…

    Buat saeng hwaiting v(^0^)v
    smoga KTI nya lancar yach…

    사랑허요 epep jiyooo saeng

  7. mantap banget endingnya. . . Kyumin jadian. . . . . . Langsung kiss malah diabadikan lg mha eunhyuk. . . . . Di tunggu ff terbarunya

  8. ‘Dan Kyuhyun bersumpah tidak akan jatuh cinta lagi kepada Sungmin…….. Sekali pun Sungmin tiba-tiba datang kepadanya suatu saat, perasaan Kyuhyun tidak akan goyah.’

    Wkwkwkk bukti nya waktu Ming datang, memeluk dan merengek minta maaf, kau goyah Kyunnie~~😀
    Terima kasih Kibummie~ berkat bantuanmu KyuMin bersatu.

  9. Lucu banget ming nya, sukaa.
    Hahha kibum tuh yang paling sebel sama ming.

    Author, moga tugas2nya cepet selese biar update ff baru yang keren kaya biasanya.

    Semangat ya (҂’̀⌣’́)9

  10. Hahahaha HaeHyuk jail!
    Dan bayangin Ming yg mandang Kyu dengan aegyo attacknya, puppy eyes, merengek, Kyaaaaaaaa >_<
    aku juga buru2 mau cium dia klo gitu mah! hahahaha #plakkk
    ditunggu next ff Jiyoo^^

  11. Akhir.a update juga kirain gk update” ,, thank’s jiyoo udh update ending kurang sweet jiyoo tp ttp keren koq ,, d’tnggu ff selanjut.a ..😉

  12. Annyeong…aku reader baru salam kenal..minta ijin buat baca ff’a ya author..

    Semoga cpet selesai tugas’a thor..smangat ^^

  13. Endingnya hahaha bener2 lucu.. kepergok terus kena photo.. haish pasti malu banget deh…. endingnya lain dr biasanya hihihi
    fighting jiyooo ^^

  14. hahaha… sudah diduga kalo cewek yg dgandeng kyu kakknya kan?! kkk~
    mikirnya kmren krna ini cma three shoot jd pasti konflik jg pasti ringan. lgian masukin konflik bru di chap terakhirkan ntar ribet urusannya.

    hahaha… akhirnya kyumin brsatu >< walo haehyuk ttp aja jail sama magnae. lg ciuman dipoto, ya ampun. asal jan dpublish kmana2 ya ntar joyers pda gilak karna senang. hihihi

    okay, dtunggu karya barunya ya :))

  15. KyuMin :*
    i love youuuuu /?
    ;AAAA;
    so sweet ff nya ;3 demi apa ><
    nahh kan '-' ska bget sama adegan kissingnya kyumin😄 /pervert
    tpi grgr eunhae u,u mrka jdi gk ciuman lagi -..-

    ska ah sama semua ff yg pernah q bca di blog ini ;; sllu ad feelnya :*
    keep writing ya, fighting!!!

  16. huaaah akhirnya kyumin bersatu juga dooh ming salah paham ternyata
    kereeeen ending nya jiyoo

  17. eon, DAEBAKKK!!! Aku nangis loh pas baca kyuhyun patah hati, sedih banget, keren tau dia patah hati *loh ?*

    Sungmin nya juga jadi manja banget, aku bacanya udah sampe mikir yg ‘iya iya’ loh, hahhaha

    di tunggu ff berikutnya~~~ *hug*

  18. hampir aja gak happy ending kalau gak ada kibum. Haehyuk iseng banget.
    saya suka saya suka *niru gaya mei mei di upin ipin*

  19. udah ending
    telat baca hehehe
    aigo sungmin engga mau nanya2 dulu main tampar aja
    untung salah pahamnya sebentar
    sebelum min ke amerika udah kelar
    terus mereka langsung mesra2an aja hehehe
    huaaa kangen ff kyumin lagi
    ditunggu karya2 lainnya author-shi
    semangat…

  20. hahaha sumpah ini kyuhyun sungmin. aku nemuin Karakter baru mereka Di ff mu ini unn…… kereeeeeen aaah penggambaran suasana plus tokohnya. feelnya juga dapat banget. kkkkkkk
    ending yg manis😀

  21. Akhirnyaa kyu jadian sama ming…ohh senangnyaaa… ..Tapi sempet kasian sama kyuu oppaaaaa pipinya pastii meraahh tuuu…. hhehehehe

  22. ahahaha..ternyata ming cuma salah faham😀 Assyyikkk..ternyata dugaan ku (hampir) benar,,untung itu ahra eonni :3 heheheh… ehemm,,, pdhal lghii sweet*nx ..ehh haehyuk mlah datang mengganggu -,- #plak! huwaaa~ walaupun cuma 3 part v ceritanya bener2 memuaskan!! sya suka..sya sukkaa😄 daebak buat eonni, dtunggu ff baru selanjutnya😉❤

  23. aku juga yakin kalau itu kakak kyuhyun…
    ah gk tega baca ‘sudah lama tidak berciuman’
    berarti bukan first kiss dong😥
    yg penting sweet ending ><

  24. Kyaaaa~ endingnya sweet banget>.<
    Haha pasangan hiperaktif itu emang seneng banget yah ngejahilin evil maknae kkk~
    Ming baru beberapa menit jadi kekasih kyu aja udah pusing wkwk

  25. ceritanya manis bikin gemes
    ga ada niatan bikin FF kyumin lagi
    ada FF kamu yg akan di update
    atau belum di bikin yg 3chap itu
    aku tunggu loh

    ayo semangat

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s