It’s You | KyuMin | Chap 2/3 | Genderswitch | T+ | Romance , Drama |

It’s You

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin

 

Part : 2/3

 

Warning : Genderswitch , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Music : I’m Trap by Henry feat Kyuhyun & Taemin

 

“Kyuhyun-ssi, kau baik-baik saja?” akhirnya pertanyaan Sungmin terlontar untuk memastikan bahwa keadaan Kyuhyun tengah baik-baik saja.

 

“Tt—tentu,” jawab Kyuhyun.

 

Sungmin menghela nafas, “Kau bisa menyanyikan lagu Listen to you?” Sungmin terlihat membuka lembaran buku memo yang ia pegang. “Ini akan sangat sempurna jika dinyanyikan oleh seseorang yang memiliki suara bass. Kudengar, jenis suara Kyuhyun-ssi adalah bass. Pantas saja jika Siwon ..”

Ucapan Sungmin terhenti ketika pandangannya tertangkap oleh manik mata Kyuhyun. Sungmin hanya iseng memandang Kyuhyun, jadi ia tak tahu ini semua akan terjadi. Terperangkap dalam pesona tatapan Kyuhyun, atau lebih tepatnya jatuh dalam kubangan iblis seperti sepasang mata ini. Tidak, sebenarnya ia ingin sekali menghindari tatapan Kyuhyun. Tetapi entah mengapa ia merasa tak sanggup, apalagi ketika tatapan ini semakin intens dan menyerap seluruh tenaganya.

 

Yeppeo,” bisikan yang meluncur dari dua belah bibir Kyuhyun terdengar lirih. Nafas hangatnya yang maskulin menerpa wajah Sungmin, semakin membuat perempuan itu terlena.

 

Plak!

 

Omo, apa yang kukatakan?” suara tamparan terdengar bersamaan dengan pandangan Kyuhyun yang berpaling terlebih dahulu.  Tiba-tiba saja Kyuhyun menampar pipinya sendiri, membuat Sungmin kaget setengah mati.

 

Sungmin tahu jika Kyuhyun memujinya dengan kata-kata murahan–cantik– beberapa detik yang lalu. Sungmin sudah cukup sering mendapat pujian dengan artian yang sama seperti itu. Apa Kyuhyun termasuk orang yang ingin menggodanya? “Kyuhyun-ssi?” panggil Sungmin pada akhirnya. “Kau tak berniat menggodaku, bukan?”

 

“Mm—mwo?” wajah Kyuhyun yang memerah kini mendongak. “Aniyo, aniyo!” sangkal Kyuhyun.

 

Kepala Sungmin mengangguk-angguk. “Bisakah kita kembali membicarakan lagu ini?”

 

“Nn—ne ..”

 

“Baik, aku berencana menggunakan lagu Listen to you,” Sungmin menyodorkan buku notes-nya yang terbuka. Di lembaran yang Sungmin tunjukkan ke Kyuhyun, terdapat lirik lagu dengan chord gitar di atasnya. “Bukankah nada-nada di lagu ini begitu mudah dijangkau? Apalagi ini adalah lagu untuk pemilik suara bass ..”

 

“Benar. Aku tahu lagu ini,” Kyuhyun menunjuk lembaran buku notes itu. “Terlalu mudah.”

 

“Hm, kupikir juga begitu,” Sungmin menutup bukunya. “Kuharap, Kyuhyun-ssi bisa menyanyikan lagu faforitku dengan penuh perasaan.”

 

Kyuhyun melukiskan seulas senyuman. Ia tak menjamin tentang hal itu mengingat dengan siapa ia akan berdiri di atas panggung nanti. Bisa-bisa konsentrasinya terganggu ketika menatap Sungmin yang begitu mempesona. Kemungkinan buruk yang terjadi adalah, Kyuhyun melupakan lirik lagu karena terlalu memfokuskan pikirannya ke Sungmin. Kyuhyun menghela nafas, mengusir pikiran buruk yang sempat melintas di otaknya. Ia tak akan mengecewakan Sungmin dengan hal bodoh seperti itu.

 

“Aku ingin terus berlatih selama aku senggang. Jika Kyuhyun-ssi sedang senggang, tolong hubungi aku,” Sungmin mengeluarkan ponsel haptic miliknya lalu menyerahkannya pada Kyuhyun. “Beri aku nomormu.”

 

Kepala Kyuhyun hanya mengangguk, sedangkan tangannya bergerak mengambil ponsel milik Sungmin. Mungkin memberikan nomor ponselnya ke Sungmin adalah salah satu impiannya semenjak ia menjadi mahasiswa di sini. Dan bagusnya, sekarang hal itu sudah terwujud. Rasanya Kyuhyun ingin sekali meledak ketika  jemari tangannya mengetik nomor di atas layar datar ponsel Sungmin.

 

“Kyuhyun-ssi, mana ponselmu?” Sungmin bertanya karena sedari tadi Kyuhyun tak kunjung mengeluarkan ponsel miliknya. Bukankah mereka harus bertukar ponsel untuk mengetik nomor telpon di kontak baru?

 

“Eh? Eoh?” Kyuhyun jadi gelagapan. Kyuhyun menggunakan foto Sungmin untuk wallpaper dan lockscreen di ponselnya, tidak mungkin ia menyerahkannya ke Sungmin—bisa-bisa semua rahasia tentang perasaannya terbongkar. Maka, dengan sekejap otaknya yang terkenal jenius itu berputar demi mendapat kalimat yang akan ia lontarkan. Beberapa saat kemudian, ia mulai melontarkan alasan yang dibuat-buat. “Aa—aku lupa membawa ponsel. Aku akan mencoba menelponnya dari ponselmu, noona.”

 

Sungmin hanya diam setelah ia mendengar jawaban Kyuhyun. Ia lebih memilih untuk kembali membaca buku notes-nya.

 

Gyeolguk neon acha neon acha! Hage doelgeol! Kkok acha! Wae neoman molla?!

 

Bagai suara petir yang menyambar, nada dering itu sukses mengagetkan Kyuhyun. Lelaki itu hampir menjatuhkan ponsel Sungmin di genggamannya karena terlalu terkejut. Mendadak wajahnya berubah pias ketika tahu Sungmin sedang mencoba menemukan sumber suara dari nada dering itu.

 

Walau sebenarnya Kyuhyun berharap jika Sungmin akan mengacuhkan nada dering itu, namun nyatanya Sungmin terus mencari sumber suara yang sempat mengganggunya. Dan beberapa saat kemudian, gadis itu mendongakkan kepala dan menatap wajah Kyuhyun dengan mata bulatnya. Nampak sekali jika ada tanda tanya besar yang terlempar begitu saja dari tatapan matanya, sukses menancap di batin Kyuhyun dan membuatnya gugup setengah mati.

 

“Bukankah kau tak membawa ponsel?” pertanyaan Sungmin terlontar dengan nada penuh intimidasi. Dua tangannya kini terlipat di atas dada, dan raut wajahnya benar-benar menunjukkan gurat tidak senang.

 

“Ah, eoh?” untuk yang kedua kalinya Kyuhyun kelabakan. Salah satu telapak tangannya merogoh tasnya, lalu mengeluarkan ponsel berwarna hitam dari dalam sana. Ia tersenyum kikuk, “Ternyata aku membawanya.”

 

Kali ini Sungmin tersenyum kikuk, berusaha bersikap biasa-biasa saja walau sebenarnya ia dongkol setengah mati karena sudah dibohongi. Mungkin ia mulai meragukan kemampuan Kyuhyun karena sikap gugupnya yang tidak kutulungan itu. Namun, untungnya ia lebih percaya dengan ucapan Siwon yang selalu membanggakan sejumlah prestasi juniornya ini. Bersyukurlah karena Siwon yang merekomendasikan Kyuhyun kepadanya. Jika saja bukan Siwon, mungkin Sungmin sudah lari semenjak tadi.

 

“Sungmin-ah, aku mencarimu!” tiba-tiba seorang lelaki bertopi menepuk pundak Sungmin pelan lalu duduk tepat di depan Sungmin. Lelaki itu meletakkan gitar yang ia bawa lalu menyerahkan sebuah buku ke hadapan Sungmin. “Ini buku lagu yang kau minta.”

 

“Wah, gomawo,” Sungmin menerima buku pemberian lelaki tersebut. “Chord lagu ini sudah sangat sulit ditemukan.”

 

“Untung saja kau mengenalku,” lelaki itu tertawa sambil menatap Sungmin lekat-lekat.

 

“Aku pasti mengalami kesulitan. Kuharap kau bisa membantuku berlatih seperti biasa,” Sungmin memandang lembaran di tangannya.

 

“Kau bisa menemuiku di ruang musik, ‘kan?” lelaki tampan yang membawa gitar itu tersenyum dengan begitu menawan. “Aku selalu menunggumu di sana ..”

 

Seorang lelaki berambut cokelat tua yang duduk di samping Sungmin kini mengerutkan dahi. Lelaki yang ia kenali sebagai Kim Jungmo itu tiba-tiba datang dan mencuri perhatian Sungmin darinya. Lalu, dengan begitu mudah mereka berbincang kemudian melupakan kehadirannya. Kyuhyun menghela nafas lalu berdehem setelah ia mendengar ucapan terakhir Jungmo.

 

Jungmo yang mendengar deheman Kyuhyun melirikkan bola matanya ke samping. Lelaki itu mendapati wajah sebal yang Kyuhyun lukis. Kali ini Jungmo membenarkan letak duduknya dan terkekeh, “Apa aku mengganggu kegiatan kalian?”

 

“Eh?” Sungmin cukup tersentak mendengar pertanyaan Jungmo. “Tidak. Lagi pula kami tidak terlalu serius. Kau sama sekali tidak mengganggu, Jungmo-yah!”

 

Dahi Kyuhyun berkerut samar. Padahal Kyuhyun ‘kan ada di sini, gadis itu tidak sendiri. Jadi memang seharusnya Jungmo segera pergi dan meninggalkan mereka berdua seperti tadi. Tetapi, nyatanya Sungmin malah mengatakan hal seperti itu dan membuat Jungmo enggan untuk bangkit.  Buruknya, ia baru menyadari bahwa Sungmin mencoba menahan keberadaan Jungmo saat ini. Lelaki itu akhirnya menyantap jjajangmyun-nya yang sempat terabaikan—mencoba untuk tidak peduli dengan apa yang ada di hadapannya sekarang.

 

“Eum, apa kau sudah mengenal Kyuhyun-ssi? Dia yang akan menjadi partnerku,” Sungmin mencoba memperkenalkan Kyuhyun kepada Jungmo.

 

Jungmo melirik ke arah Kyuhyun lalu tersenyum, “Tentu saja. Kami satu fakultas.”

 

OoOoO

 

Kyuhyun dan Sungmin menjadi sering bertemu karena tuntutan latihan bersama yang sering mereka lakukan. Hampir setiap ada waktu luang, mereka memutuskan untuk bersama dengan alasan membahas lagu kolaborasi. Entah itu di taman kampus, kantin kampus, ruang musik, atau di café sekali pun. Mereka sudah akrab satu sama lain, terbiasa dengan kehadiran dan senyum masing-masing.

 

Setidaknya Kyuhyun tidak gugup lagi ketika sedang berbincang berdua dengan Sungmin. Suaranya sudah lancar walau sedang menyanyi sambil bertukar tatapan serius penuh arti tersembunyi. Ya, akhirnya Kyuhyun bisa menahan gejolak perasaannya ketika sedang bersama Sungmin. Untuk sekarang ia bisa mengendalikan semuanya.

 

“Semua sudah beres,” kata Sungmin sambil meletakkan gitar akustiknya tepat di samping tubuhnya. Ia melipat dua lututnya lalu memandang ke arah lain, “Ternyata sudah semakin dekat.”

 

“Kenapa? Kau gugup karena pentas seni sudah semakin dekat?” Kyuhyun hampir menertawakan raut lesu yang terlukis di wajah Sungmin.

 

Sungmin menoleh menatap Kyuhyun dengan mata sayunya, “Bukan. Bukan gugup karena itu ..”

 

“Lalu?”

 

“Kau tidak perlu tahu,” Sungmin mengerucutkan bibirnya dan segera mengalihkan pandangan. “Tidak penting.”

 

“Misterius sekali,” sahut Kyuhyun dengan nada ringan. “Katakan saja jika kau ingin mengatakan sesuatu. Menyimpan semuanya sendiri bisa membuat dadamu terasa sesak.”

 

Sungmin terdiam beberapa saat, “Ayahku orang Amerika, dan ibuku orang Korea,” katanya lalu terdiam beberapa saat. “Setelah acara pentas seni berakhir, aku akan pergi ke Amerika.”

 

Kepala Kyuhyun reflek menoleh, matanya yang membulat kini terarah tepat ke arah Sungmin. “Liburan?”

 

Sungmin menggeleng, ia mengulas senyuman semu. “Aku akan tinggal di Amerika. Keluargaku memutuskan untuk kembali ke sana.”

 

Mungkin bagi Kyuhyun, berita baru yang dikatakan oleh Sungmin adalah sesuatu yang menampar perasaannya. Dadanya berdebum ketika rasa percaya-tidak percaya mulai membuatnya kalut setengah mati. Melihat Sungmin yang masih tersenyum miris seperti itu membuatnya merasa tampak begitu pengecut.

 

Sepertinya pergi ke Amerika bukanlah keinginan Sungmin. Maka, dengan segenap keberanian yang ia miliki, Kyuhyun bertanya, “Kau sedih?”

 

Geulssae,” Sungmin mengendikkan bahu acuh.

 

“Kalau kau tidak mau pergi, kau bisa bilang tidak kepada orang tuamu,” saran itu terlontar begitu saja dari mulut Kyuhyun.

 

“Tidak ada yang menahanku,” pandangan Sungmin lagi-lagi jatuh pada wajah tampan Kyuhyun. “Tidak ada yang menahanku untuk tetap tinggal di Korea.”

 

“Kau membicarakan Jungmo?”

 

Ada segumpal rasa kecewa yang merasuk ke celah perasaan Sungmin ketika pertanyaan seperti itu terdengar dari Kyuhyun. Gadis itu masih mempertahankan senyuman palsunya, berusaha bersikap baik-baik saja walau sebenarnya ia ingin menangis. “Sepertinya kau tidak mengerti.”

 

Sungmin mengerjap-ngerjapkan kelopak matanya yang mulai terasa perih, “Kau tidak mengerti kasus perempuan, ya? Pantas kau tidak punya yeojachingu.”

 

Ya, kau meledekku?”

 

“Beberapa yeoja akan memikirkan lelaki yang membuatnya merasa nyaman. Lalu berpikir bahwa kebersamaan sesaat dengan seorang namja yang mampu membuatnya tersenyum adalah momen-momen mendebarkan,” Sungmin menghela nafas lalu melanjutkan. “Kau mengerti maksudku?”

 

Kyuhyun hanya terkekeh—sebenarnya ia bingung dan tidak mengerti kemana arah pembicaraan Sungmin sekarang.

 

Sungmin tahu jika Kyuhyun adalah lelaki tidak peka yang selama ini berhasil mengalihkan perhatiannya. Pertemuan singkatnya dengan lelaki jenius dari kampus seni itu mampu membuat jiwa gadisnya menguar. Singkatnya, Sungmin jatuh cinta karena perhatian Kyuhyun.

 

Ya, Sungmin jatuh cinta.

 

Tetapi, sayangnya Kyuhyun tidak menyadari perasaan cinta yang tumbuh di hatinya. Bahkan lelaki itu tidak berniat menahannya ketika ia menyampaikan berita perihal kepergiannya ke Amerika.

 

“Aku harus pergi,” Sungmin berucap secara tiba-tiba. Gadis itu membereskan beberapa bukunya yang berserakan di meja, menumpuknya menjadi satu dan menyimpannya di tas selempang pink-nya. Ia menenteng gitar akustiknya lalu memberi salam, “Sampai bertemu lagi.”

 

OoOoO

 

Kyuhyun benar-benar memikirkan ucapan Sungmin ketika ia menyadari bahwa gadisnya sudah berlalu dari hadapannya. Ia ikut pergi dari taman kampus lalu ikut tempat karaoke bersama teman-temannya—Donghae yang memaksa.

 

Walau ia berusaha bersenang-senang dengan sahabat-sahabatnya, tetap saja ia berhasil dibuat kalut oleh Sungmin. Kalimat Sungmin terus berputar di otaknya, membuatnya merasa penasaran setengah mati. Memangnya, sejak kapan Sungmin jadi sosok yang begitu misterius seperti itu?

 

Aigoo, uri magnae sedang melamun! A-yo, Kyuhyun?!” Donghae tiba-tiba bertanya di tengah nyanyiannya. Suaranya yang menggelegar karena efek pengeras suara mengagetkan Kyuhyun. Lelaki hiperaktif—yang katanya ada jiwa seorang anak umur 5 tahun yang terperangkap di raganya—menari-nari konyol di hadapan Kyuhyun. “Wae geuraettdae? Gunggumhae jugettne?! Wae geurattdae? Malhae bwa-bwa jom!” (Kenapa kau begitu? Aku penasaran setengah mati. Kenapa kau begitu? Beritahu aku!)

 

Lagu I Got a Boy dari Girls Generation itu sudah berganti lirik—versi Donghae. Sambil menunggu jawaban dari Kyuhyun, lelaki itu kembali meliuk-liukkan tubuhnya.

 

Kyuhyun menepuk jidatnya ketika ia melihat aksi memalukan dari Donghae. Ia mengalihkan pandangan ke arah kanan, mendapati Siwon yang sedang mengumbar kemesraan dengan kekasihnya yang super dingin seperti es batu.

 

Neo micyeosseo, micyeosseo!” (Kau gila! Kau gila!) nyanyian Donghae masih terdengar. Kali ini lelaki itu menunjuk-nunjuk wajah masam Kyuhyun.

 

Benar, aku gila.

 

Batin Kyuhyun membenarkan penggalan lirik lagu yang dinyanyikan oleh Donghae. Kini ia merundukkan kepala sambil memijit pilipisnya. Lagi pula, dipikir seorang diri juga tidak akan membuatnya menemukan jalan keluar. Ia tidak mengerti apa maksud dari ucapan Sungmin. Dan sepertinya pendapat Sungmin tentang dirinya—yang tidak mengerti perasaan wanita—memang benar adanya.

 

Dia tidak mengerti apa maksud Sungmin. Dia bingung. Kyuhyun kembali menolehkan kepala ke arah Siwon, ia mulai mempertimbangkan sesuatu. Apa ia harus bertanya kepada Kibum?

 

Sebenarnya tidak ada salahnya bertanya kepada Kibum. Kibum ‘kan gadis cerdas yang pasti mengerti hal-hal mengenai perasaan gadis-gadis semacam Sungmin. Kibum selalu berpikir rasional, berpegang teguh pada fakta dan kenyataan. Karena itu Kyuhyun memutuskan untuk bertanya.

 

Kyuhyun tiba-tiba duduk di samping tubuh Kibum, membuat Siwon yang tadinya sedang asyik memeluk pinggang kekasihnya menatap sangsi ke arah Kyuhyun. Kyuhyun tidak peduli dengan tatapan tajam dari Siwon. Ia sedang membutuhkan Kibum sekarang. “Kibum noona, bisakah kita bicara?” tanyanya sambil berbisik.

 

“Tentu, Kyu,” kata Kibum sambil berteriak—karena suara sound yang teramat keras.

 

“Aku ingin bertanya sesuatu yang penting. Kukira kita tidak bisa bicara di sini.”

 

Waeyo?” Kibum bertanya, lalu ia menatap wajah Siwon.

 

“Ini penting sekali!” kata Kyuhyun.

 

Tahu jika Kyuhyun sedang mencoba membicarakan sesuatu yang serius dengan kekasihnya, Siwon segera menyuruh Donghae untuk berhenti menyanyi. Maka, Donghae langsung mem-pause lagunya dan bergabung dengan Siwon, Kibum, juga Kyuhyun.

 

“Kenapa malah berhenti menyanyi? Teruskan bernyanyi dengan suara false-mu, hyung!” Kyuhyun berujar ketus sambil menggoyangkan telapak tangannya—meniru gaya mengusir ayam. “Hush-hush!”

 

“Kau ingin membicarakan apa, Kyu?” Kibum menengahi. “Siwon dan Donghae ‘kan sahabat kita juga. Jadi, katakan saja.”

 

Kyuhyun mendengus walau ia tidak senang melihat tampang sok polos dari Donghae. Namun ia memutuskan untuk menceritakan sedikit tentang kisah cintanya. “Aku ingin bertanya tentang perasaan perempuan, noona.”

 

MWO?!” kali ini Donghae berteriak. Ia sudah ingin terbahak, namun aksinya dicegah oleh Kibum.

 

“Sungmin noona mengatakan suatu hal yang tidak aku mengerti,” Kyuhyun mendesah dengan nada berat—ia tampak begitu frustasi. “Dia mengataiku seorang namja yang tidak mengerti perempuan. Setelah itu ia mengatakan suatu hal yang macam-macam.”

 

“Mengatakan apa?” Siwon bertanya.

 

“Bahwa seorang gadis akan terlena jika berdekatan dengan seorang namja,” jawab Kyuhyun, ia kesulitan untuk mendiskripsikan kata-kata Sungmin dengan rinci. “Kukira dia mengatakan seperti itu karena cintanya yang bertepuk sebelah tangan kepada Jungmo.”

 

“Jungmo?” alis Kibum berkerut ketika ia mendengar nama seorang lelaki yang cukup dikenalnya. “Bukankah Jungmo memiliki kekasih baru?”

 

“Ya,” jawab Kyuhyun. “Kupikir, dia sedang stress karena cintanya itu. Lalu memutuskan untuk pergi ke Amerika setelah acara pentas seni.”

 

“Jadi Sungmin akan pergi ke Amerika?” Kibum mangut-mangut. “Dia memberitahumu?”

 

“Dia bilang tidak bisa tinggal di Korea karena tidak ada yang menahannya,” Kyuhyun bersungut sedih. “Apa dia berkata seperti itu karena sedih Jungmo sudah memiliki kekasih?”

 

“Bisa saja seperti itu,” Siwon menyahut. “Bisa juga tidak,” dia meneruskan. “Maksudku, kita tidak benar-benar tahu siapa yang ada di pikiran Sungmin.”

 

“Apa sebelumnya dia menyebut nama Jungmo ketika sedang berbicara tentang kepergiaannya?” nada suara Kibum terdengar penuh misteri.

 

Kepala Kyuhyun menggeleng.

 

“Dia tidak membicarakan Jungmo!” Donghae berucap dengan nada tinggi. “Pantas saja dia mengejekmu seperti itu! Kau benar-benar bodoh! Percuma semua orang mengenalmu sebagai Tuan Jenius dari Kampus Seni! Tetapi kau nol besar jika berurusan dengan yeoja!”

 

“Aish, ikan ini!” Kyuhyun sudah mengepalkan telapak tangannya—berniat memukul kepala Donghae. Tetapi lagi-lagi tindakannya dicegah oleh Kibum.

 

“Kukira, Donghae tidak salah,” Kibum berucap. “Kau memang nol besar jika berurusan dengan yeoja.”

 

Mwo?” alis Kyuhyun melengkung tajam.

 

“Seorang perempuan tidak akan semudah itu menceritakan masalah perasaannya kepada lelaki. Dia bahkan sempat memancingmu dengan mengatakan ‘tidak akan tinggal jika tidak ada yang menahannya’. Apa kau benar-benar masih tidak mengerti?” penjelasan panjang lebar Kibum terputus karena sebuah pertanyaan.

 

Kyuhyun lagi-lagi menggeleng.

 

“Dia ingin memberikan sinyal kepadamu,” Kibum melanjutkan. “Dia ingin kau yang menahannya. Singkatnya, Sungmin menyukaimu. Dan dia sakit hati karena kau mengatakan jika ia berkata seperti itu karena Jungmo. Karena itu ia mengataimu seperti itu.”

 

OoOoO

 

Sungmin tidak pernah tahu mengapa ia mengatakan sesuatu tentang kepergiannya kepada Kyuhyun kemarin. Setelah ia pulang ke rumah dan menyadarinya, ia menyesal setengah mati. Walau sebenarnya ia berharap bahwa Kyuhyun tidak benar-benar percaya kepadanya, namun pada akhirnya pasti Kyuhyun akan percaya.

 

Lagi pula, apa-apaan dengannya?

 

Sungmin berdecih dan semakin merutuk, ia sedang menggurutu tentang perasaannya. Padahal ia akan pergi ke Amerika, tetapi kenapa malah jatuh cinta sebelum pergi? Sungmin ingin menghapus perasaan tiba-tiba ini, namun nyatanya ia tidak bisa sama sekali. Ia semakin sedih ketika mengingat keberangkatannya, pastinya ia semakin galau jika harus mengingat bahwa ia akan meninggalkan Kyuhyun.

 

Lalu, apa Kyuhyun memiliki perasaan terhadapnya?

 

Kyuhyun?

 

“Eh? Itu ‘kan Kyuhyun?”

 

Pandangan mata Sungmin tak sengaja menangkap sosok Kyuhyun tengah berjalan seorang diri keluar dari sebuah toko baju. Lelaki tampan itu terlihat menenteng beberapa kantung kertas, sepertinya ia baru berbelanja pakaian.

 

Ketika Sungmin berniat menyapanya, mendadak seorang perempuan berperawakan tinggi muncul dari belakang arah Kyuhyun dan menangkap lengan lelaki itu. Kyuhyun yang tampak kaget dengan kehadiran wanita itu sontak menoleh, ia menggerutu pelan tetapi wanita itu merayu Kyuhyun dengan wajah manisnya. Lantas, mereka kembali berjalan bersama dengan lengan yang terpaut seperti itu.

 

Siapa?

 

TBC

 

Still #PrayForSouthKorea

62 thoughts on “It’s You | KyuMin | Chap 2/3 | Genderswitch | T+ | Romance , Drama |

  1. ff ny blm aq baca. review dluan gpp kan? hehe cos mumpung sinyal bagus.. jd ngrasa bnyak utang aq udh brpa chap yg aq lewat in review gara” g bsa coment haha mianhae.. ini ceritanya mau ampe 3 chap yah?

  2. lanjuttttt…udah mau nyampe ke end ya???

    nah si kyu gak peka.serasa jadi inget seseorang di kehidupan nyata…sama gak peka nya kaya diaaaa

    min udda coba terbuka…

  3. Hahaha ternyata kyu nampar muka nya sendiri
    Aigooo ternyata minnie dah mulai jatuh cinta sm kyu
    Akhhhh tinggal nunggu moment yg tepat aj buat tau perasaan masing2
    Trus it cewe yg sm kyu siapa … waaaa jangan buat uri minnie kecewa sm kyu huhuhuhuhu
    Next chap last y chingu ? Ditunggu y next chap nya gomawo

  4. Wahhh,, giliran dah da jalan untuk kyumin malah da masalah.
    . Siapa lg tuch??!! Huft, menyebalkan..
    Gpp dech chap dpan end jd ga da konflik panjang..
    Lanjutkan.. fighting

  5. still #prayforsouthkorea…..
    chap depan end ya… yaah pdhl aq pingin nya ff ni tuh paaaanjaaaang gtu hehe…woo itu sp ya yg sm kyu..ah paling kibum tp gak klhtn jelas aj ma ming..trnyata ming jg jatuh cnta ama kyu..ya jelas lah aq aja jatuh berkali kali gara2 evil itu..dia itu emang bs buat smua yeoja jatuh cinta ama pesona cho kyuhyun *ceileeh bhsa gue hahah…
    ahh kyu konyol bgt di awal2 chap 2 ini.. ngakak dibuat tingkahnya yg babo gak ktulungan..udah deh..lnjut chap trakhir…cepet ya authorrr.. fightiiiing

  6. kyu babo…..tuch si ikan saja tau apa maksud min……. siapa lagi tuch Cewek yang gandeng tangan kyu?????? bikin min salah paham aja….

  7. ahhh… kyu babo ga peka hohoho..

    tp lucu jg sih tingkahnya malu malu gimana gitu…

    kyu kau harus mencegah minie ke amerika

    trs jgn2 yoja itu ahra eoni tuh..

    hahahaha

  8. kyu ga ngerti nih .. padahal ming dah ngasih ‘kode’ . ternyata minh jga punya perasaan yg sama ke kyu tapi … itu cewe yg sama kyu siapa ?

  9. Eoh, ming jatuh cinta jg sma kyu ? Untunglah🙂
    ish,kyu emg kagak peka ! -_-
    tahan ming ya kyu agar gk pergi🙂
    next eon..

  10. wah sungmin memang sudah terpesona dan jatuh cinta sama kyuhyun waktu pertama kali ketemu
    sayangnya kyuhyun kurang peka sama min
    begitu kyu tahu perasaan min
    muncul salah paham baru
    pasti min ngira kyu udah punya pacar makanya cuek aja wakty dia bilang mw pergi ke amerika
    BTW siapakah ce itu?
    kakanya kyuhyun kah atau siapa?
    lanjutannya kilat yaaa
    semangat

  11. Wah wah wah siapa itu cewenya ??? Makin runyam entar hubungan kyumin kalau gini mah,bisa salah paham sungminnya sama kyuhyun

  12. ya elah kyu oppa, ming oppa pan selama ini cuma bersama qamu oppa -_-
    masa gak tau kata” ming oppa ?
    ya udah, tinggal bilang yang sebener.na aja, ntar ming oppa pasti gak bakal pergi ><
    lanjut lanjut

  13. Kyaaa tambah seru chingu sungmin suka sm kyu tp kyu nya ga peka bgt ya omo omo siapa tu perempuan yg tiba2 nyamperin kyu????
    Lanjuuuuuttttt

  14. yah di saat minnie sadar malah salah paham sm yg dilihatnya.. kali aja itu umma kyu atau noona kyu…
    wah jd tambah patah semangat minnie kalao begitu… t[ next chap uda selesai ff ini…

  15. Lalalaalaaa,,, pinter pinter tapi g pinter sm cwe
    Hahaaaaiii.. Kyuhyun kyuhyun, -_-
    udah gitu, ini sama siapa coba? Tumben ktemu atau sengaja bwt ming cmburu? Hehe
    Next laaaa🙂

  16. ngakak banget pas kyu gugup…apalagi pas ngasih nomornya ke ming, bilangnya ga bawa hp ga taunya hp nya bunyi hahaha X’D aish dasar cowok ga peka! minta ajarin donghae gih!><

  17. kyu kau memang pabo ya
    tak peka terhadap hati yeoja
    untung kau bertanya kepada kibum yg lebih mengerti
    kalau tidak mungkin kau tidak akan pernah tau

    bahwa sungmin mengharapkan dirimu mencegahnya

  18. Ming udh jatuh cinta sama kyu tapi malah kyu nya yg nggak peka -_-
    Itu ming minta dicegaah kyu -_-
    Itu cewek yg jalan sama kyu siapa?😮
    lanjut baca chap selanjutnyaa

  19. yah… kasian bgt ming udah jatuh cinta sama kyu, kyunya malah gak peka.
    lucunya, udah dikasih kode jga sama ming ttp aja babo #plak

    ih, siapa cewek dchap trakhir. kakk kyuhyun kah??

  20. Kyuhyun jenius tentang pegetahuan bukan masalah cinta, yeahh!! Shock pas tau sungmin juga suka kyuhyun, harusnya di buat sungmin version, kan pertama kali liat kyuhyun sungminnya rada2 sama kyuhyun😀

  21. ehh,, jdi ming juga suka ma kyu?😀 assyyiikkk!!😄 aigoo~ uri kyunnie trnyata gk peka eoh? ckck -,- aduhh..kyu dgandeng ma yeoja lain? berharap sihh itu cuma adek spp kyu ato apalah itu nmanya -,- next😉

  22. Oalah ternyata kyu yg nampar pipi nya sendiri, dasar maknae evil yg aneh wkwk
    Wah ternyata ming juga suka sama kyu?
    dasar kyu masak gitu aja gak ngerti-_- pake nyangkut pautin jungmo lagi
    eh siapa yeoja yg sama kyu? Bakal terjadi Salah paham kayaknya nih😦

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s