My Secret Idol | KyuMin | Chap 20/20 | Genderswitch | T+ | Romannce | Ending |

My Secret Idol

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin , KaiSoo

 

Part : 20/20

 

Warning : GENDERSWITCH , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Tidak ada yang tahu di mana dan dengan siapa kita akan bertemu dengan ‘cinta’. Semua pasti terjadi di luar nalar seorang manusia, entah itu terjadi secara ‘biasa-biasa saja’, atau malah luar biasa. Setelah mengenal cinta, maka status tidak akan menjadi nomor satu. Karena untuk orang yang mencinta, perasaan kasih adalah segalanya.

 

Music : 한걸음 by Tiffany SNSD

 

Kelopak mata Sungmin kembali terangkat, bola matanya bergerak menatap kekasihnya—dan saat itu juga setitik air matanya meluncur membasahi permukaan pipinya, membentuk garis lurus yang kasat mata. “Tuan Muda Cho?”

 

Pikiran Kyuhyun serasa dihempas dari langit ketujuh ketika gendang telinganya ditembus oleh panggilan lengkap dari Sungmin. Air mata yang muncul dari sudut mata Sungmin sudah menyakitinya, tetapi panggilan hormat yang melecehkan itu lebih menyakitinya. Tiba-tiba ketakutan yang teramat besar merayap dari ujung kaki ke ujung kepalanya, mengikis rasa percaya dirinya sedikit demi sedikit. Kyuhyun menjatuhkan dua lengannya, mengalihkan pandangannya ke segala penjuru arah demi menghindari tatapan menuntut dari Sungmin.

 

Sungmin masih bertahan di posisinya, memandang Kyuhyun yang sedang shock dengan pandangan penuh rasa sakit. Ia masih menitikkan air mata—namun tidak menyuarakan isak tangisnya. Dua telapak tangannya tergulung kuat, menandakan bahwa ia mati-matian menahan perasaannya. “Kenapa tidak menjawab, Tuan Muda Cho?”

Lutut dan persendian Kyuhyun melemas ketika Sungmin terus memerasnya dengan memanggilnya seperti itu. Kyuhyun mundur selangkah, melototkan matanya karena rasa ketidak percayaan yang melandanya saat ini.

 

Sungmin menarik nafas panjang-panjang, “Terimakasih karena telah menyelamatkan keuangan keluargaku. Aku tidak menyangka jika .., kau yang .., menyuruh mereka meninggalkanku.”

 

Masih dengan memandang wajah Kyuhyun, ia melanjutkan, “Tetapi, semua bukan sepenuhnya salahmu. Orang tuaku juga bersalah karena mereka telah menandatangani kontrak yang sudah dibuat oleh ayahmu.”

 

Kyuhyun memberanikan diri untuk mendongakkan kepala, membalas tatapan mata kekasihnya yang begitu tajam. “Lantas ..”

 

“Lantas, kau tidak perlu merasa berlebihan seperti itu,” dagu Sungmin terangkat beberapa derajat, kemudian kembali merunduk. Sungmin tersenyum sedih, ia kembali meneteskan air mata. “Bukankah kau sudah menebus rasa bersalahmu dengan uang yang kau miliki?”

 

“Tidak, Sungmin,” Kyuhyun mendekat dan kembali merengkuh pipi Sungmin. “Janga mengatakan apa pun lagi.”

 

Dahi Sungmin berkerut ketika ia mendapat tatapan penuh paksaan dari Kyuhyun. Bulir kesedihan semakin deras menetes dari sudut matanya. “Kenapa? Kenapa kau melarangku? Kau ingin membodohiku lebih lama lagi?”

 

“Aku benar-benar mencintaimu,” Kyuhyun mengecup bibir Sungmin selama dua detik dan meninggalkan bunyi kecipak pelan. “Sudah, jangan berkata ..”

 

“Lalu sampai kapan? Sampai kapan kau akan terus berbohong kepadaku?!” Sungmin mendorong tubuh Kyuhyun, memberi pukulan-pukulan kecil di dada bidang kekasihnya. “Sampai kapan kau akan mempermainkan hidupku?”

 

“Aku sama sekali ..,” Kyuhyun menangkap dua pergelangan tangan Sungmin. “Tidak mempermainkan hidupmu.”

 

Sungmin terisak semakin keras, lalu ia menjatuhkan kepalanya di dada bidang kekasihnya. “Kau jahat. Kau menjebakku.”

 

“Aku tidak bermaksud seperti itu,” Kyuhyun menahan gerakan kepala Sungmin, menekan kepala Sungmin agar gadis itu tetap bertahan di posisinya. “Sayang, dengarkan aku ..”

 

“Dengarkan apa lagi? Sudah jelas bahwa kau adalah dalang dari semua penderitaanku selama ini,” Sungmin menyembunyikan wajahnya yang penuh gurat kesedihan di sana. “Kau .., jahat. Aku benci padamu.”

 

“Sungmin, sayang,” Kyuhyun membelai pucuk kepala Sungmin dan mengecupnya berkali-kali. “Aku melakukannya karena aku mencintaimu.”

 

“Persetan .., persetan dengan cintamu,” Sungmin tersedak dengan isak tangisnya sendiri. “Kenapa aku bisa jatuh cinta kepada orang licik sepertimu?! Kenapa aku begitu bodoh?”

 

Di balik cacian kasar yang terlontar dari mulut Sungmin, ternyata gadis itu masih memikirkan Kyuhyun sebagai ‘cintanya’. Setidaknya Kyuhyun bisa sedikit merasa lega, bersyukur karena Sungmin mengucapkan pertanyaan semacam itu. Ia tetap merengkuh tubuh rapuh Sungmin, mengungkungnya dengan pelukan hangat yang menenangkan.

 

Ia ingin membuat Sungmin merasa nyaman di dalam pelukannya—sekali pun Sungmin sedang marah sekali kepadanya. Ia berjanji akan meluruskan segalanya jika Sungmin meminta, ia akan menjelaskan semua yang memang harus dijelaskan. Kyuhyun tak akan menutupi secuil cerita dan masalah yang telah dilakukannya, ia akan menanggung semua resikonya.

 

Kyuhyun ingin Sungmin percaya kepadanya.

 

“Jika kau ingin marah kepadaku, kau hanya perlu marah. Kau berhak melakukan itu,” Kyuhyun mulai buka suara—dengan nada rendah yang sekiranya dapat membuat Sungmin merasa tenang. “Tetapi, percayalah kepadaku sekali ini. Dengarkan penjelasanku.”

 

Kyuhyun menarik nafas, “Lupakan yang lalu. Kita mulai yang baru, hm?”

 

Sungmin tidak tahu apa yang harus ia katakan demi menjawab penawaran Kyuhyun yang melayang untuknya. Ia terlampau kecewa hingga tak sanggup untuk memikirkan segalanya, kecuali pergi jauh dari Kyuhyun dan melupakan segala kenangan manis dengan lelaki itu. Sungmin hanya ingin lari dari pelukan nyaman ini, ia tidak ingin terbelenggu dengan cinta Kyuhyun yang mengikat, ia tidak akan pernah mau tahu tentang perasaan Kyuhyun.

 

Kepala Sungmin mendongak, menatap wajah Kyuhyun dengan mata sembabnya yang berair. Sedetik setelahnya, perasaannya serasa dicabik dengan belati yang tajam, membuatnya tak kuasa untuk menahan isak tangisnya sendiri. Jika menatap Kyuhyun saja sudah membuatnya menangis, bagaimana ia bisa tinggal di sisi lelaki itu lebih lama lagi?

 

OoOoO

 

Aku tidak pergi, hanya ingin menenangkan diri. Berita tentang keluargamu begitu memukulku, dan kurasa aku tidak bisa duduk diam di sini dan terus menangisinya. Aku ingin menjauh untuk sementara waktu, jangan mencariku.

 

Sebelum aku lupa, aku akan mengucapkan terimakasih banyak untuk kebaikanmu selama ini. Terimakasih telah menolong keluargaku, terimakasih telah menampungku, terimakasih karena telah mencintaiku. Terimakasih untuk segalanya.

 

Kupikir aku tidak bisa menerima kebaikanmu lagi, itu terlalu menyakitkan. Aku pergi dengan sisa uang tabunganku dan akan tinggal dengan teramat nyaman di sebuah petak apartemen yang kusewa. Aku juga akan makan tiga kali sehari. Jangan cemas.

 

Aku sudah delapan belas tahun, lulus sekolah menengah atas.

 

 

Kyuhyun meremas kertas putih itu dengan segenap kekuatannya, kemudian membuangnya kesembarang tempat. Ia menelangkup wajahnya sendiri lalu mengumpat—menyalahkan dirinya sendiri karena bisa begitu lalai.

 

Kemarin malam setelah Sungmin menangis dan merasa lebih tenang, gadis itu ingin tidur. Sebelum ia menutup mata untuk benar-benar tidur—sebelum Kyuhyun berangkat bekerja, Sungmin mengatakan bahwa ia akan mencoba menerima segalanya—memaklumi ambisi Kyuhyun terhadap dirinya.

 

Aku akan mencoba mengerti demi keluargaku, Kyu.

 

Lutut Kyuhyun mendadak terasa lemas ketika otaknya kembali mengulang ucapan Sungmin kemarin. Hampir seluruh jiwanya menyalahkan dirinya sendiri, mengutuk betapa lalainya ia semalam. Bisa-bisanya ia pergi begitu saja ketika Sungmin sedang merencanakan kepergiannya seorang diri. Dan bagaimana ia bisa merasa tenang ketika Sungmin meletakkan surat perpisahan ini di nakas kemudian pergi meninggalkan hotel.

 

Dengan gerakan tergesa ia meraih ponselnya, berusaha menghubungi orang suruhannya untuk memberi suatu tugas penting. Ia ingin menemukan Sungmin secepatnya, lalu menyeret gadis itu kembali ke sisinya lalu menjaganya.

 

Jangan mencariku.

 

Ponsel itu berakhir di atas lantai dengan kondisi yang menyeramkan. Layarnya retak di sana-sini, dan serpihan casing-nya tergeletak tak berdaya di sekitarnya. Kyuhyun membanting ponselnya ketika ia kembali mengingat tulisan Sungmin.

 

Cukup, ia tidak ingin mengecewakan Sungmin.

 

Kyuhyun tidak akan menyuruh orang suruhannya untuk mencari Sungmin. Ia sendiri yang akan terjun ke lapangan dan mencari Sungmin.

 

OoOoO

 

“Aku tidak menyangka jika kau akan masuk ke sekolah sebelum masa ijinmu berakhir,” Hyukjae yang sedang sibuk memakan roti selai stroberinya berucap. Ia menoleh menatap Sungmin kemudian Donghae. “Dan yang lebih mengejutkan lagi, kemarin malam dia berada di depan pintu rumahku dengan membawa tas besar,” Hyukjae berucap sambil menatap Donghae.

 

“Apa sedang terjadi masalah antara kau dan pacarmu?” pertanyaan frontal dari Donghae terucap.

 

Kepala Sungmin menggeleng dengan gerakan pelan, ia kembali meneguk susu vanillanya. “Aku hanya bosan berada di Jepang. Dia terlalu sibuk jadi aku memutuskan untuk menginap di rumahmu, Hyukkie. Kau tidak keberatakan, ‘kan?”

 

“Tentu saja tidak!” Hyukjae tersenyum dan memamerkan deretan gusy sexy yang dimilikinya. “Orang tuaku sangat senang ketika tahu Sungmin akan menginap di rumahku. Dengan begitu, ayahku bisa bekerja dengan tenang dan ibuku bisa hidup tenang di desa sambil merawat nenek.”

 

“Yeah, dengan kata lain, mereka senang karena ada orang yang menjaga putrinya di rumah,” Donghae menyomot roti di genggaman Hyukjae dan memakannya. “Oh, lagi pula aku bisa pergi menginap di sana sekali-kali.”

 

“Aku tidak akan membiarkanmu tidur berdua denganku!” Hyukjae menatap sengit ke arah Donghae. “Sudah untung aku tidak hamil.”

 

“Aku akan menggunakan pengaman.”

 

Andwae!”

 

Sungmin merasa sedikit rindu kepada Kyuhyun ketika ia menyaksikan perdebatan kecil antara Hyukjae dan Donghae. Kalau boleh jujur, ia rindu dengan ocehan Kyuhyun yang selalu menunjukkan sisi overprotektif-nya. Saat-saat di mana mereka bertengkar karena suatu hal kecil, maka Kyuhyun akan berusaha membujuknya, memberi pelukan hangat dan kecupan ringan.

 

Lalu ia akan merasa baikan.

 

Sungmin tidak tahu kenapa ia begitu merindukan Kyuhyun.

 

Sungmin tidak tahu kenapa ia selalu ingin menangis jika sedang memikirkan Kyuhyun.

 

Sungmin tidak tahu kenapa ..

 

“Minnie-yah, kau tidak apa-apa?”

 

Pertanyaan Hyukjae menyentak jiwa Sungmin, membuat setitik bulir air matanya lolos dari ujung mata kemudian menetes. Sungmin buru-buru mengelap pipinya yang basah lalu terkekeh dengan suara pelan.
“Aku melamun sampai mataku berair.”

 

Dahi Hyukjae mengeryit samar, “Benarkah?”

 

Kepala Sungmin mengangguk, ia masih mempertahankan senyuman di kedua belah bibirnya. “Tentu saja. Apa aku terlihat sedih? Tidak mungkin. Kalian tahu, aku remaja paling beruntung se-Korea Selatan!”

 

OoOoO

 

Saat ponselnya berdering karena suatu panggilan masuk, Hyukjae sedang makan malam dengan Sungmin di ruang makan rumahnya. Ia tahu jika Kyuhyun sedang berusaha menelponnya, karena itu ia memutuskan untuk pergi sebentar untuk menerima panggilan. Bukannya apa-apa, tetapi sepertinya ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh Sungmin darinya.

 

“Halo?” Hyukjae menerima panggilan dari Kyuhyun ketika ia menutup pintu utama rumahnya.

 

“Halo? Hyukjae-ssi?”

 

“Ada apa, Kyuhyun-ssi?”

 

“Maaf, tetapi aku ingin langsung bertanya. Apa Sungmin ada di rumahmu?”

 

Kepala Hyukjae melongok ke dalam, memperhatikan keadaan sekitar yang masih sepi. “Ne,” jawabnya sambil mengangguk. Kini di pikirannya muncul suatu pertanyaan tentang hubungan antara Kyuhyun dan Sungmin. Ia mulai berprasangka. “Kukira kau sudah tahu, Kyuhyun-ssi.”

 

“Aku akan segera menjemputnya.”

 

“Sepertinya aku melewatkan sesuatu. Apa ada suatu hal penting yang menimpa sahabatku?”

 

“Tidak. Kuharap Hyukjae-ssi bisa menahannya untuk sementara waktu. Jangan katakan kepadanya jika aku baru saja menelpon.”

 

“Cho Kyuhyun-ssi!” Hyukjae memanggil nama Kyuhyun dengan segenap penekanan—walau masih bernada rendah. “Jangan melakukan segalanya sekehendakmu! Aku perlu tahu apa yang sedang menimpa sahabatku! Kenapa dia tiba-tiba datang ke rumahku dan memutuskan untuk menginap? Kenapa dia terlihat begitu menyedihkan dua hari ini? Aku yakin jika semuanya ada hubungannya denganmu!”

 

“Hyukjae-ssi, aku akan menjelaskannya jika Sungmin sudah ada di genggamanku kembali ..”

 

“Kau kira Sungmin itu barang?!” Hyukjae membentak dengan nada tinggi. “Aku tidak akan membiarkan Sungmin keluar dari rumahku walau kau membawa polisi sekalipun!”

 

“Hyukjae-ssi, kau tidak mengerti.”

 

“Kukira, aku yang paling mengerti Sungmin di sini,” Hyukjae menanggapi dengan sinis. “Jika alasan Sungmin kabur dari sisimu karena ulahmu sendiri, maka akan melindunginya.”

 

Hyukjae menutup telpon secara sepihak lalu menghela nafas panjang. Pantas saja Sungmin terlihat begitu menyedihkan selama ia menginap di sini. Ternyata ada masalah yang terjadi.

 

“Minne-yah, kau sudah selesai?” Hyukjae yang baru sampai di ruang makan terheran ketika mendapati Sungmin sudah mencuci piring makannya di washtaffel.

 

“Aku sudah kenyang sekali. Terimakasih makanannya,” Sungmin melepas sarung tangan karet yang semula melapisi kedua tangannya. “Siapa yang menelpon?”

 

“Donghae,” bohong Hyukjae. Ia ikut mengusungi alat makannya dan meletakkanya di washtaffel. “Dia mengatakan jika ingin bertemu denganku malam-malam seperti ini,” Hyukjae mengatakannya dengan nada dibuat-buat. Kemudian ia berjalan meninggalkan ruang makan—tanpa mencuci piringnya.

 

“Setidaknya, kau bisa tersenyum karenanya,” Sungmin mengekor langkah kaki Hyukjae. “Donghae orang yang baik.”

 

“Apa kau mulai jatuh cinta kepada Donghae?” Hyukjae menatap Sungmin lalu melayangkan tatapan mengintimidasi. Sedetik setelahnya ia terkekeh, “Oh, tidak mungkin! Aku tidak lupa siapa pacarmu,” katanya lalu merebahkan tubuh lelahnya di ranjang.

 

Sungmin duduk di salah satu sisi ranjang, menatap Hyukjae dengan pandangan sayu. “Sebenarnya, Kyuhyun .., tidak sebaik yang kaukira.”

 

“Maksudmu?”

 

“Dia memang tampan, kaya, terkenal, hangat, dan yang lain. Tetapi kukira,” nada suara Sungmin merenda. “Dia ..”

 

“Kalian sedang bertengkar, bukan?” Hyukjae memotong ucapan Sungmin. “Aku menghargai keputusanmu yang datang kepadaku ketika kau berada di masa sulit seperti ini. Tetapi, aku kecewa karena kau tidak mau membagi secuil masalahmu denganku, Minnie.”

 

“Tt—tidak ada ..”

 

“Ceritakan kepadaku.”

 

OoOoO

 

Hyukjae benar-benar tidak bisa memberi belas kasihan kepada Kyuhyun setelah ia tahu apa yang membuat sahabatnya merasa sedih. Bahkan dalam hati ia benar-benar mengutuk perbuatan Kyuhyun, berniat menendang bahkan membunuhnya suatu hari nanti. Perbuatan Kyuhyun teramat tidak bisa dimaafkan dan ditolerir. Namun, sesungguhnya pun ia tak sepenuhnya mengutuk Kyuhyun karena perbuatannya di masa lampau.

 

Kemarin malam, ia benar-benar mendapati sisi rapuh sahabatnya—Sungmin menangis dengan air mata yang mengalir deras. Berulang kali Sungmin menyebut nama Kyuhyun, mengatakan bahwa lelaki itu telah mempermainkan hidupnya dan membuatnya jatuh lalu terjerambab dalam lubang asmara yang sepihak.

 

Namun menurut Hyukjae, cinta mereka tidak sepihak. Mereka saling mencintai—tidak mau terpisah satu sama lain malah. Tetapi, kesalahan fatal yang memang disebabkan oleh Kyuhyun membuat Sungmin meragu. Hyukjae tidak menyalahkan Sungmin karena gadis itu pergi meninggalkan Kyuhyun—ia menghargai perasaan sahabatnya.

 

Tetapi, Hyukjae yakin jika mereka tidak bisa hidup tanpa satu sama lain.

 

Hyukjae tahu jika Kyuhyun memang benar-benar mencintai Sungmin, karena itu akhirnya ia mau membantu Kyuhyun.

 

“Maaf, aku tidak bisa pulang bersamamu karena Donghae mamaksaku untuk menemaninya pergi ke toko sepatu,” Hyukjae memasang raut penuh penyesalan. “Kau bisa pulang sendiri, ‘kan?”

 

“Tentu saja, Hyukkie,” Sungmin menepuk pundak Hyukjae dengan gerakan pelan. “Lagi pula, aku juga tidak langsung pulang.”

 

“Memangnya mau kemana?”

 

“Ada urusan,” jawab Sungmin singkat.

 

Hyukjae melirik jam yang melingkar di lengan pergelangan tangan kirinya, “Baiklah. Telpon aku jika terjadi sesuatu. Aku harus pergi sekarang. Sampai jumpa!”

 

OoOoO

 

Kyuhyun terlihat gagah dengan setelan jas elegan berwarna abu-abu tua, dia terlihat seribu kali lebih tampan. Berulang kali ia mematut dirinya sendiri di depan cermin pagi ini, terus berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia sudah cukup layak untuk dikatakan tampan. Setidaknya ia tidak mau terlihat seperti seorang artis atau penyanyi—seperti imej sebelumnya, ia ingin dipuji sebagai seorang pengusaha muda yang tampan dan berkharisma.

 

What’s wrong with Kyuhyun today?

 

Kyuhyun membenarkan letak dasi yang melingkar di kerah bajunya, setelah itu ia menyambar buku undangan acara kelulusan sekolah. Informasi dari Hyukjae kemarin malam amat-sangat membantunya untuk bertindak hari ini. Kyuhyun akan berterimakasih kepada gadis itu nanti.

 

Setidaknya, untuk sekarang ia akan menghadiri acara kelulusan di sekolah Sungmin untuk mewakili kedua orang tuanya. Manajernya hanya mengangguk dan mengatakan ‘ya’ ketika ia mengutarakan maksud untuk menghadiri upacara kelulusan di sekolah Sungmin. Jadi, Kyuhyun benar-benar pergi.

 

Lalu menciptakan kehebohan ketika ia baru menapakkan kaki di gerbang sekolah.

 

Omo! Bukankah itu Cho Kyuhyun?”

 

“Cho Kyuhyun? Kenapa dia ada di sini?”

 

“Dia memegang karangan bunga! Apa kerabatnya bersekolah di sini?!”

 

“Jika lebih dekat, dia terlihat lebih tampan!”

 

“Cho Kyuhyun oppa!”

 

“Beri aku tandatangan, oppa!”

 

“Aku penggemarmu!”

 

Bisik-bisik yang bersahut-sahutan itu akhirnya berubah menjadi teriakan yang memekakkan telinga. Semua siswa yang menyadari kehadiran Kyuhyun mulai heboh dan ingin melihat sosok seorang idola dari jarak dekat. Mereka mulai bergerombol, mengitari Kyuhyun dan mendesaknya—semua gadis ingin berdekatan dengan Kyuhyun.

 

Maka, karena hal itu akhirnya beberapa satpam dan anggota dewan guru turun tangan untuk membubarkan siswa-siswa itu.

 

Aigoo, aigoo! Cepat masuk ke aula, upacara kelulusan akan segera dimulai!” guru Kim berteriak dan memerintah murid-muridnya untuk segera meninggalkan tamu spesialnya. “Cepat-cepat!”

 

Omona, apa yang membuat artis besar seperti anda datang kemari?” seorang guru perempuan dengan perawakan muda bertanya—walau ia terlihat begitu tersipu karena tengah berbicara dengan seorang artis tampan.

 

“Saya menghadari upacara kelulusan,” Kata Kyuhyun lalu melempar senyuman menawan. Ia menyerahkan undangan ke guru tersebut, “Dimana acara akan berlangsung?”

 

Jinjjayo? Suatu kehormatan bagi sekolah kami karena memiliki tamu besar seperti anda, Cho Kyuhyun-ssi,” guru Kim menanggapi. “Mari, lewat sini!”

 

Dewan guru itu benar-benar mengantar Kyuhyun ke aula sekolah, mencarikan tempat duduk yang sesuai lalu pergi. Tidak bisa dipungkiri jika semua orang—wali murid atau siswa-siswi—mendadak heboh karena kedatangan Cho Kyuhyun.

 

OoOoO

 

Sungmin tidak pernah menyangka jika Kyuhyun akan datang di acara kelulusan ini—dan menciptakan kehebohan yang sulit dihadapi. Semua orang membicarakan kedatangannya, dan otomatis Sungmin ikut menyadari kehadiran Kyuhyun yang duduk manis di bangku khusus para wali.

 

Sebenarnya Sungmin tidak ingin peduli, tetapi bisik-bisik yang terdengar gaduh membuatnya begitu terganggu. Dan dalam beberapa kesempatan, bola matanya sempat melirik sosok Kyuhyun yang duduk diam di kursinya.

 

Sepanjang acara berlangsung, Sungmin sibuk dengan pikirannya. Ia masih menerka-nerka, alasan apa yang membuat Kyuhyun datang ke acara sekolah seperti ini. Tidak mungkin ia datang tanpa alasan, pasti kerabat atau orang yang menurutnya penting sedang mengikuti upacara kelulusan ini.

 

Siapa?

 

Apa mungkin dirinya?

 

Tidak mungkin ..

 

Batinnya menyangkal persepsi itu, menyalahkan dirinya yang mulai kembali bimbang dengan perasaannya. Mendadak telapak tangan bergetar, membutnya semakin gugup. Ia tidak ingin bertemu dengan Kyuhyun, dia tidak ingin berpapasan dengan lelaki itu. Semoga saja ia tidak bertemu pandang dengannya.

 

Suara tepuk tangan yang bergerumuh menandakan bahwa upacara kelulusan telah benar-benar usai. Itu berarti waktunya untuk mengambil foto bersama dan saling menyerahkan karangan bunga.

 

Namun sepertinya semua murid sedang berlomba untuk minta foto bersama Cho Kyuhyun. Setelah acara itu sudah resmi dibubarkan, mereka semua datang ke arah Cho Kyuhyun, saling berteriak dan mendahului. Suasana sempat kacau dan itu mengharuskan dewan guru untuk kembali turun tangan.

 

Sebelum Kyuhyun bertindak macam-macam dengan menatap ke arahnya atau bahkan memanggil namanya, Sungmin berusaha untuk keluar dari sekolah dan pulang secepetnya. Namun, sebelum ia berhasil melakukan aksinya, teriakan keras dari Hyukjae membuat langkahnya terhenti. Sungmin menghela nafas lalu akhirnya berbalik.

 

“Minnie-yah, ayo berfoto denganku!” Hyukjae menarik lengan Sungmin dan mengapitny erat. Gadis itu menyerahkan ponselnya ke Donghae lalu segera berpose. “Donghae-yah, ambil fotonya yang bagus!”

 

Sungmin hanya tersenyum simpul ketika lampu kamera menyala. Lalu sedetik setelahnya ia menoleh ke arah Hyukjae, “Ano .. Sepertinya aku harus pulang.”

 

“Pulang? Pulang ke rumah?” Donghae menghampiri Hyukjae dan Sungmin. “Aku dan Hyukkie akan pergi makan mi ramen. Kukira kau akan pergi dengan kami.”

 

“Lebih baik kita pergi ke kedai ramen bersama-sama. Lagi pula, kapan terakhir kali kau mentraktir kami berdua?” Hyukjae menyahut.

 

“Kapan sifat pelitmu itu akan bertahan?” Sungmin menonyor kepala Hyukjae lalu tertawa. “Aku sedang tidak enak badan. Kalian pergi saja, aku tidak apa-apa.”

 

“Ya, kalian pergi saja.”

 

Tiba-tiba seseorang menanggapi ucapan Sungmin, membuat semua orang yang ada di sana terdiam. Seorang lelaki yang sedari tadi menjadi pusat perhatian para siswa kini tampak menatap lurus ke arah Sungmin. Walau ia sempat kewalahan karena semua siswa mengerubungi dirinya, tetapi seharusnya ia berterimakasih kepada Hyukjae karena berhasil membuat Sungmin tetap diam di posisinya. Lalu, dengan bantuan dewan guru yang berusaha mengatasi masalah, akhirnya sedikit demi sedikit ia berhasil mendekat ke arah Sungmin.

 

“Aku bilang, kalian bisa pergi. Aku bisa mengantar Sungmin pulang,” kata Kyuhyun lalu berjalan semakin dekat ke arah Sungmin. “Minnie-yah, seharusnya kau berfoto denganku sebelum pulang. Selamat atas kelulusanmu,” katanya sambil menyerahkan boklet bunga yang indah kepada Sungmin.

 

Sebenarnya Sungmin terkejut karena sekarang ini Kyuhyun sedang berdiri di hadapannya, mengajaknya bicara, merecokinya dengan senyuman hangat, dan memberinya rangkaian bunga yang manis. Ia kembali berdebar. Tetapi, walau begitu dua lengannya tetap terangkat menerima pemberian Kyuhyun. “Gomawo ..”

 

Kyuhyun menarik dua sudut bibirnya ke atas, “Hyukjae-ssi, bisakah kau mengambil foto kami berdua?”

 

“Tentu,” jawab Hyukjae.

 

Tanpa aba-aba Kyuhyun merengkuh pundak sempit Sungmin, memeluknya dengan gerakan posesif yang sontak membuat para gadis berteriak. Semua siswa perempuan yang ada di sana memandang Sungmin dengan pandang iri, masih berteriak heboh dan mulai menerka-nerka bahwa Sungmin adalah relasi Kyuhyun.

 

“Terimakasih, Hyukjae-ssi,” kata Kyuhyun. Ia pun mengalihkan pandangannya ke arah Sungmin dan lagi-lagi tersenyum. Mencoba mengacuhkan teriakan di sekitarnya, Kyuhyun mulai mengajak Sungmin berbincang ringan. “Aku sudah memesan tempat untuk merayakan kelulusanmu. Jadi, kau akan pergi denganku, ‘kan?”

 

Kepala Sungmin merunduk, “Aku .., ingin pulang. Maafkan aku,” ucap Sungmin lirih.

 

“Tidak, tidak. Kau tidak boleh menolak ajakan makan malam romantis dari pacarmu ..”

 

Semua orang yang ada di sana kembali berteriak heboh ketika Kyuhyun mengatakan pernyataan seperti itu dalam nada suara yang cukup jelas. Semua terkejut, termasuk juga Sungmin. Gadis itu reflek mendongakan kepala dan menatap Kyuhyun dengan alis bertaut.

 

“Kyuhyun-ssi!”

 

“Kita belum putus, sayang,” Kyuhyun terkekeh—menyadari bahwa respon gadis-gadis di sekolah ini benar-benar berlebihan. Sebenarnya ia sengaja mengatakan pernyataan itu dengan frontal, ia sudah merencanakan semuanya. “Kau masih kekasihku. Dan aku masih kekasihmu.”

 

OoOoO

 

Sungmin tidak bisa melakukan penolakan ketika Kyuhyun menyeret tubuhnya memasuki mobil. Ia benar-benar harus menurut jika tidak ingin mendapat amukan dari gadis-gadis di sekolahnya. Kyuhyun sudah mengatakan jika ia adalah kekasihnya—di tempat seramai itu. Karena itu ia tidak bisa mengelak apalagi menolak.

 

Semua orang pasti sudah tahu jika ia adalah kekasih Cho Kyuhyun.

 

“Sudah aku bilang, jangan mencariku,” suara Sungmin tiba-tiba meluncur begitu saja dari kedua belah bibirnya. “Aku sedang tidak ingin bertemu denganmu.”

 

Kyuhyun menepikan mobilnya, menginjak rem lalu menoleh ke arah Sungmin. “Aku bersalah.”

 

“Kau sudah tahu,” sahut Sungmin—salah satu jemari tangannya berusaha membuka pintu mobil. “Kau kira, setelah hadir di acara kelulusanku, aku akan terharu dan mau kembali kepadamu?”

 

Kyuhyun menarik pergelangan tangan Sungmin dan menahan tubuh gadisnya agar tetap diam di posisinya. “Aku tahu, memilikimu seutuhnya hanya akan ada di dalam mimpiku,” sinar matanya semakin meredup. “Aku minta maaf atas kesalahanku di masa lalu. Jika aku pernah membuatmu menderita karena ulahku, aku akan bertanggung jawab, Ming. Ijinkan aku menebus semuanya dan membuatmu bahagia.”

 

“Aku tidak pernah bahagia jika itu bersamamu,” kata Sungmin dengan suaranya yang hampir bergetar. “Aku tidak bisa ..”

 

“Apa kau tidak mencintaiku?”

 

Dada Sungmin berdenyut sakit ketika gendang telinganya ditembus oleh pertanyaan Kyuhyun. Kedua kelopak matanya tiba-tiba berair, ia ingin menangis tetapi separuh jiwanya menahannya agar tetap terlihat tegar. Bagian dari dirinya mulai menyakinkan diri bahwa ia tidak mencintai Kyuhyun, memaksanya untuk melontarkan kata ‘tidak’. Egonya lebih mendominasi pikirannya, membuatnya ingin menampar Kyuhyun walau sebenarnya ia justru ingin memeluknya.

 

Tetapi, egonya sudah memilih ..

 

Perlahan Sungmin menarik lengannya, melepaskan diri dari cengkeraman telapak tangan Kyuhyun. Bola matanya yang bening menatap lurus ke arah Kyuhyun, kepalanya menggeleng dengan gerakan pelan. “Tidak,” kata itu terucap dengan nada yang teramat lirih. “Aku tidak mencintaimu.”

 

Kyuhyun terdiam beberapa saat, tidak ingin menyangkal pernyataan Sungmin. Ia tahu siapa yang bersalah, karena itu Kyuhyun tidak bisa menahan Sungmin untuk tetap tinggal. Manyaksikan tambatan hatinya keluar dari mobil yang ditumpanginya membuatnya kian terpojok. Sungmin benar-benar pergi meninggalkannya.

 

Bagaimana ini?

 

Apa ia harus mengejarnya?

 

Ia ingin, tetapi kesalahan masa lalu membuatnya urung untuk melakukannya. Ia tidak bisa mengejar Sungmin, keterpurukannya membuatnya tak mampu untuk memanggil nama Sungmin. Ia lelaki jahat, ia adalah perampas kebahagiaan Sungmin. Ia tidak pantas untuk Sungmin.

 

OoOoO

 

Apa keputusannya benar?

 

Apa ia tidak akan menyesalinya?

 

Pikiran itu terus berputar di otak Sungmin, mengganggunya sepanjang langkah kakinya menyusuri jalanan trotoar. Kepalanya terasa pening, ia kalut setengah mati. Dadanya terasa sesak ketika ia mengingat apa yang baru saja ia lakukan terhadap Kyuhyun.

 

Memikirkan segala kesalahan Kyuhyun, perasaan cinta Kyuhyun, penyesalan Kyuhyun, semua tentang Kyuhyun ..

 

Semua membuatnya ingin menangis karena suatu hal yang tidak berujung. Tentang alasan mengapa ia terus menangis beberapa hari ini, semua memang karena Kyuhyun. Sebenarnya ia kesal setengah hati, dalam hatinya pun sudah bersumpah akan membalas semua perbuatan Kyuhyun. Ia memiliki dendam dalam lubuk perasaannya.

 

Namun, sepertinya dendam itu dapat dikalahkan dengan perasaan cinta di hatinya.

 

Butiran cinta yang menjamur di dirinya membuat Sungmin mulai menyadari bahwa Kyuhyun adalah sosok yang harus diterima. Ia tidak dapat bersikap munafik seperti sebelum-sebelumnya, terlebih ia tidak ingin menyesal.

 

Kyuhyun berniat memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat di masa lalu dengan meminta maaf kepada Sungmin. Dan Sungmin pun harus memperbaiki kesalahannya—yang sudah menolak Kyuhyun—secepatnya.

 

Maka, ketika pandangannya menemukan sebuah bilik telepon umum, gadis itu melangkah menghampirinya. Lengan kirinya terangkat, meraih gagang telpon dan mulai menekan nomor tujuan dengan tangannya yang lain.

 

Nada dering milik Kyuhyun terdengar, dan beberapa detik setelahnya telpon diangkat.

 

Dada Sungmin berdesir ketika bunyi klik terdengar sebagai awal dari percakapan telpon yang sedang ia lakukan. Walau tidak ada salam atau ucapan dari Kyuhyun, tetap saja ia merasa gugup. Seperti sebelum-sebelumnya, Sungmin menanti lelaki itu berucap kata.

 

Hingga di detik sepuluh, suasana masih hening. Sebelum Kyuhyun memutuskan untuk menutup telpon, Sungmin memberanikan diri untuk angkat suara. Dengan setiap debaran jantung yang mengiringi, Sungmin menghela nafas dan memaksan lidahnya untuk bergerak.

 

“Kyuhyun-ah ..,” nama sang pujaan hati terucap dan berhasil meluncur dengan nada lirih yang menyejukkan. Sungmin lega bisa mengucapkannya dengan mudah. “Kyuhyun oppa ..”

 

Dahaengiya ..”

 

Suara lirih milik Kyuhyun tertangkap oleh gendang telinga Sungmin. Gadis itu merundukkan kepala lalu mengedarkan pandangan ke arah lain. “Kyuhyun oppa ..,” bibirnya masih betah mengucap satu nama yang selama ini ia yakini sebagai tambatan hatinya. Bibirnya pun perlahan bergetar manakala pandangan matanya menemukan sosok seorang lelaki sedang berdiri tak jauh dari bilik telponnya, sedang memandang ke arahnya dengan tatapan menyejukkan seperti biasa. Sungmin tak kuasa untuk tetap diam di sana. Maka, dengan segala keyakinan di dirinya ia meletakkan gagang telpon itu di tempat semula dan segera berjalan menghampiri lelaki tersebut.

 

“Kyuhyun oppa,” Sungmin memanggil nama itu berulang-ulang di sela nafasnya yang mulai tersendat. Tanpa menunggu lelaki itu merespon panggilannya, dalam sekejap ia merengkuh tubuh jangkungnya dan menangis di sana. Telapak tangannya yang bergetar mencengkeram kuat lengan Kyuhyun, ia terisak. “Kyuhyun oppa ..”

 

Kyuhyun menerima pelukan ini, membawa gadisnya ke dalam sebuah rengkuhan hangat yang menenangkan. Ia tersenyum karena merasa lega, lega karena pada akhirnya Sungmin mau kembali kepadanya. Kyuhyun senang karena ia memutuskan untuk terus mengikuti Sungmin, ia senang karena Sungmin memutuskan untuk memanggil namanya.

 

“Kyuhyun oppa ..”

 

“Berhenti menangis, sayang,” kata Kyuhyun dengan alunan nada lembut. Ia membelai permukaan rambut Sungmin, mengecup pucuk kepalanya dengan gerakan lambat-lambat. “Aku ada di sini.”

 

“Aku berbohong kepadamu,” Sungmin mendongak dan berucap demikian. “Aku mencintaimu, sungguh. Aku mencintaimu sampai-sampai aku tidak bisa pergi meninggalkanmu. Aku mencintaimu sampai-sampai aku rela melupakan kesalahanmu. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu ..”

 

Tubuh Sungmin merosot ke bawah, dan Kyuhyun menahan lengan gadis itu agar tak jatuh. “Aku juga masih tetap mencintaimu. Walau kau berniat meninggalkanku, aku tetap mencintaimu.”

 

“Kyuhyun oppa,” Sungmin semakin mengeratkan pelukannya. “Aku mencintaimu ..”

 

“Kita bisa memulai semua dari awal, hm?” nada suara Kyuhyun masih stabil, rendah namun penuh belaian kelembutan. “Tidak ada masa lalu, kita bersama untuk masa depan. Bagaimana?”

 

Sungmin mengangguk dan menggigit bibir, mata sembabnya pun menatap lurus ke arah kekasihnya.

 

“Terimakasih,” kata Kyuhyun. “Terimakasih karena mau menerimaku lagi.”

 

“Aku bisa mati jika berpisah denganmu,” ujar Sungmin dengan nada lirih. “Orangtuaku berterimakasih karena kau telah menyelamatkan keuangan mereka. Dan mereka senang karena kau rela mejadikanku sebagai tanggung jawabmu.”

 

Sungmin menghela nafas lalu melanjutkan ucapannya, “Jika orangtuaku sudah menerimamu, kukira aku juga harus menerimamu. Aku mencintaimu ..”

 

“Ya, aku percaya itu,” Kyuhyun menatap manik mata kekasihnya dan lagi-lagi tersenyum hangat. “Dan aku juga sangat mencintaimu.”

 

END

 

Epilog..

 

Tahun itu dunia entertaimen dihebohkan oleh skandal baru Kyuhyun. Foto-fotonya yang hadir di acara kelulusan sekolah dan foto dirinya yang sedang memeluk Sungmin, tersebar luas di dunia maya. Bahkan majalah eksklusif di Negara Jepang membahas tentang masalah itu. Fans Kyuhyun mulai menuntut sebuah kejelasan, dan Kyuhyun akhirnya mengklarifikasi semuanya.

 

Ia mengumumkan kepada publik bahwa Sungmin adalah kekasih resminya. Sekaligus mengumumkan tentang kemunduran dirinya di dunia entertaimen. Maka, tahun itu adalah tahun penuh air mata dari para penggemar fanatik dari Kyuhyun.

 

Setelah itu, Kyuhyun benar-benar hilang dari dunia entertaimen. Ia fokus pada dunia bisnis yang dirintis oleh ayahnya.

 

Sedangkan Sungmin, gadis itu diterima di sebuah universitas di Negara Jepang. Tanpa sepengetahuan Kyuhyun, ia mengirim formulir dan mengikuti tes untuk masuk universitas di sana. Di hari ketika ia mendapat surat pemberitahuan bahwa ia diterima, Sungmin mendapat amukan besar dari Kyuhyun.

 

Lelaki itu sempat naik pitam ketika Sungmin menyerahkan surat pemberitahuan itu kepadanya. Namun, ia tidak bisa melakukan apa pun kecuali memberinya ijin. Kyuhyun yang turun tangan untuk mengurusi segala kebutuhan Sungmin di Jepang, mulai dari apartemen, kartu kredit, dan semuanya. Karena kampus yang berada di agak jauh dari rumah orang tuanya, Sungmin harus rela menyewa apartemen dan (lagi-lagi) hidup terpisah dari kedua orang tuanya.

 

Kyuhyun tidak bisa pindah ke Jepang—walau sebenarnya ia ingin. Ia harus tetap berada di Korea karena posisinya sebagai CEO baru di perusahaan. Namun, setidaknya sebulan sekali ia terbang ke Jepang untuk memastikan keadaan Sungmin.

 

Setidaknya Kyuhyun ingin gadisnya hidup baik di sana.

 

Sungmin memang hidup dengan sangat baik, uang pemberian Kyuhyun lebih dari cukup dan ia bisa membeli berbagai macam kebutuhannya dengan hanya menggesek kartu kredit berwarna emas itu. Walau begitu, tetap saja ia tidak ingin menyusahkan Kyuhyun lebih banyak lagi. Maka, diam-diam ia mengambil sebuah kerja paruh waktu di sebuah cafe.

 

Ia suka bekerja di Jepang, setidaknya sedari dulu ia ingin bekerja dengan menggunakan kostum-kostum lucu seperti sekarang. Ia maid yang menarik, setidaknya itu adalah pendapat bosnya. Maka, ia mendapat tugas untuk menyebar brosur dan menarik pelanggan.

 

Irrashaimase! Irrashaimase!” Sungmin menyerahkan brosurnya dan membungkuk beberapa kali. “Irrashai ..”

 

Pelanggan yang berbalut jas kantoran itu diam di hadapan Sungmin, memandang tajam ke arah maid yang mengenakan kostum cosplay lucu berwarna merah-putih. Salah satu alisnya terangkat ketika gadis di depannya tiba-tiba tersenyum kikuk.

 

Irrashaimase?” nada suaranya tiba-tiba merendah. Maid berwajah imut itu terkekeh.

 

“Pakaian apa itu?” Kyuhyun melirik Sungmin dari atas sampai bawah lalu mendengus. “Kenapa bertingkah begitu manja kepada orang lain? Lagi pula, siapa yang mengijinkanmu mengambil kerja paruh waktu? Apa uang yang kuberikan kurang?”

 

Sungmin tidak bisa menanggapi ucapan Kyuhyun karena sekarang ia sedang bekerja. Maka, perlahan ia mulai mundur ke belakang dan berbisik, “Aku sedang bekerja. Nanti kutelpon!”

 

Ya, Lee Sungmin!” Kyuhyun mencengkeram pergelangan tangan Sungmin. “Aku harus berbicara dengan atasanmu ..”

 

Kyuhyun masih overprotectif, itu adalah sifat aslinya. Dan Sungmin tidak bisa merubahnya sama sekali. Karena itu, setiap Kyuhyun mengatakan sesuatu, maka ia akan berusaha untuk menurutinya. Sebenarnya Sungmin ingin sesekali berontak, tetapi ia tahu jika Kyuhyun mengaturnya dalam melakukan ini-itu adalah demi kebaikannya.

 

Setidaknya, ia menyukai karakter Kyuhyun yang seperti itu.

 

“Kyuhyun oppa, bisakah kau membiarkanku bekerja di sana? Aku menyukai pekerjaan ini,” kata Sungmin sambil mengerucutkan bibir merah mudanya.

 

“Membiarkanmu terus menggoda para calon pelanggan dengan penampilanmu yang seperti itu? Tidak!” sahut Kyuhyun ketus. “Kau hanya boleh berdandan seperti itu untukku.”

 

“Huh? Kenapa?”

 

“Kalau ada pelanggan mesum yang tertarik dan jatuh cinta kepadamu bagaimana?”

 

“Kukira, pelanggan mesum yang tertarik dan jatuh cinta kepadaku adalah orang yang sedang menarik tanganku saat ini,” Sungmin menggerutu.

 

“Apa katamu?”

 

“Tidak ..”

 

“Aish, jinjja ..”

 

“Bukankah kau adalah calon pelanggan yang jatuh cinta kepada gadis penebar brosur?” pertanyaan itu terlontar dari Sungmin. “Malam itu, malam pertemuan pertama kita. Kau menciumku dan mengatakan bahwa kau jatuh cinta kepadaku.”

 

Sungmin tersenyum, “Apa kali ini terulang lagi?”

 

EPILOG END

 

Itu epilog.. epilog!! Hehehe

 

Akhirnya selesai juga *lap keringat* lega deh bisa selesein ff super panjang ini. Aku berterimakasih kepada semua readers yang sudah mau membaca, menunggu, dan me-review ff ku ini. Terimakasih untuk kalian semua yang mau menjadi penyemangatku. Hehee

 

Maaf tidak bisa sebutin satu-satu, tetapi aku bener-bener saaaaaayang kalian *kecup satu-satu*

 

Oh, ya. Banyak yang protes tentang alur di FF Oneshoot ‘One Side Love’ ya? Sekedar mengklarifikasi ya .. Aku emang sengaja pake alur cepat soalnya itu kan oneshoot. Kalo seumpamanya aku kasih konflik yang berat (banyak yang usul supaya sungmin berpaling dari kyuhyun setelah lulus bla-bla-bla), bisa-bisa jadi ff chaptered deh .. Haha enggak lah, itu konfliknya emang nggak berat-berat amat. Dan soal Sungmin yang nggak bisa berpaling dari Kyuhyun setelah sekian tahun berpisah, itu emang sengaja dibikin gitu juga. Kan ceritanya Sungmin hanya mencintai Kyuhyun sampai kapanpun *eciyee* haha sudah sekian dulu klarifikasinya ..

 

Sampai jumpa di ff yang lain yaaa~ :*

 

Ps : No Skuel, lhoo .. hehe

81 thoughts on “My Secret Idol | KyuMin | Chap 20/20 | Genderswitch | T+ | Romannce | Ending |

  1. huuhh
    aku kira bakal lama utk min nerima kyu lg tp akhirnya cpt..
    legaaaaa !!!
    lucu ngebayangin min bagiin brosur trus tau tau nya itu kyu
    hhahaha
    kyu mencak-mencak ..
    makanya kyu buruan nikahin minnie ^^
    ditunggu new ff nya jiyoo🙂

  2. Manisnyaaaaaaaa so sweeeettttt >_<
    suka banget endingnya😉
    Baru aja mau nagih sequel tp udah ditulis no sequel😦
    Ayo dong sequellll😀
    kalo gak ya capet2 bikin ff barunya neee. hehehe

  3. huaaahhh akhirnya end *lho :d
    akhirnya minnie tau fakta sebenernya walau awal nya nolak tp akhirnya balik lg ke kyu cinta nya minnie lebih besar, daripada rasa kecewa nya
    syukurlah hyukkie g hamil setidaknya pasangan eunhae ini dikasih kesempatan lebih banyak buat berdua hihihihi biar kuliah dulu yg bener baru nikah dan punya anak
    hmmm kirain end nya akhirnya nikah ternyata ngga ya …
    mengharapkan ada sekuel nya … hihihihi
    dibikin sekuel dong thor … one shoot atau double aj g usah panjang2🙂 *winkwink
    ditunggu y thor sekuel nya *maksa

  4. Ending juga. Bagus endingnya terlebih-lebih bikin org pingin nangis aja. Liat ming yg bingung antara terima kyu ato tidak, trus yg kyu merasa dirinya jahat. Pokoknya bagus and very touching. Always kyumin forever. Fighting with your other story…….

  5. ahhhh…. kyumin kalian sungguh sungguh ya

    aku kira sungmin akan meninggalkan Kyu
    tp ternyata yg namanya hati
    tak bisa terpisah
    kkkkk~~

    end
    trs abis ini ff apa lg eon ¿¿¿
    ditunggu ya KyuMin nya lagi🙂

  6. Biasanya kakak pake kamus kecil, kok skarang ga? Akukan binguung artinya apaT_T
    Jadi, cieeeeeeee endingnya ccieeeee..
    Kak, ini ga samppe married aja skalian? 😄

  7. kenapa no squel? padahal aku mau minta sekuellllll…!!! assgaiaviagzavaj seruuuuu sekali!!! eh bkin ff genre family dong^^ kyumin udah nikah dan pnya anak gitu^^ hehe

  8. End ya?? Huhuhu😥
    Kog aq sedih ya?

    Aisshh jinja… So sweet bget. haa.., Lega akhirnya min mf’in kyu.
    Aaaaa~ sifat kyu yg super overprotective bkin gregetan.

    Jiyoo-ssi, gomawo ud bwt ff yg bguuuss bget.. D tggu yach ff slnjutnya.
    Fighting!🙂

  9. Kyumin emg gak bsa dipisahkan xD
    suka sft kyu yg overprotektif sma ming hehe
    happy end🙂
    ditunggu ff bruu~ jiayo jiayo !!

  10. Yah the end u,u gak ada sequel lg ah sedihnya hiks hiks
    Hahahaha

    Happy ending buat kyumin yeaayyyyy

    Oh iya kak,kalau mau minta pw gimana ya kak ??

  11. terimakasih jiyoo. Sy suka gregetnya dapat.
    sungmin yg remaja &ego meluap-luap bisa mengambil keputusan yg dewasa. Sippp . . . Lah!

  12. Hahaha…
    Keren jiyoo…

    Cerita tentang seorang pelanggan yang jatuh cinta dengan seorang penebar brosur.. kkke~

    Suksess buat ff ini. Kyumin momentnya bgus,,,

    Di tunggu ff yg lainnya.

  13. Kyyyaaaaaa!!!!
    Akhirnya end jugaaa ^^
    KyuMin so sweet banget dehh
    Itu pas kyu dtg ke acara kelulusan asli gemess dehh , pasti heboh gituu anak muridnyaaa😄
    Kyu daebakk!!!
    Moodbooster banget baca END Chap ff ini ^^
    Ditunggu next FFnya yaa chingu ^^
    Hwaitinggg!!!

  14. Gak sampe nikah niih…

    Aku mah selalu sabar da nungguin ff dari author, ff nya kan keren, jadi pantes buat di tungguin. Hehhe. Apalagi update nya cepet kek gini.

  15. Euhmmmmm.. the end…

    Happy ending… cinta butuh pengorbanan yach..

    Chukkae jiyoo saeng… lanjut ff baru nechhhhhhh

  16. udah end ya, ,maaf k author krn d chap2 sblumnya blum bsa review. .kyu hnya mlik ming dan ming hnya mlik kyu, endnya sweet dah perjalanan cinta yg panjang

  17. ya…ending dech hehe..tpi keren critax wlau ada sedihx jga untng kyuminx bersatu :)…d tnggu ff slnjutx figthing….

  18. Ya ampun dah tamat za.. bru liad wp jiyoo pas dah end… wuahhh happy end… chukhae…
    O’y da ff bru ya ditunggu yaaa.. fighting

  19. huaaaaa min marah
    tapi untung engga lama2
    akhirnya mau jujur juga sama perasaannya
    kyuhyu nekad juga dateng ke sekolah min
    untung min udah lulus kalo engga bisa jadi korban bully lagi hehehe
    suka sama kyu yg possesif
    liat min kerja bagi2 brosur pake baju maid kyu marah2…lucu hehehe
    itu terakhir prolog berarti masih ada lanjutannya yaaaaaaa
    asyiiikkkk
    ditunggu lanjutannya kilat yaaaaa
    semangat

  20. Akhir.a end juga ,, tp epilog.a napa gk smpai nikah aja ? Nanggung jiyoo, tp gk apa juga sih .. Next d’tnggu ff yang baru .. Fighting ..😉

  21. ahhhh maaf ya authooorrrr aq komen di chap ini aja…krn di chap2 sblmnya aq terlalu terhanyut akan kisah nya..ff ini bagus bgt….chap terakhir sukses menjatuhkan air mataku…ditunggu karya2 selanjutnya jiyoo sayaaang… hug n kiss :*

  22. Yah udh end aja TT

    Seru banget endnya, sungmin di jepang bekerjanya sama kaya pas dia di korea😀

    Bener2 kyumin gak bisa dipisahkan lmao

  23. End?yaaaah sayang syekalii u.u
    aih tp gpp kyumin udah baikan bikin melting mau deh jadi ming diperhatiin gitu xD ditunggu epep selanjutnya

  24. sweet endingn♥♥♥

    konfliknya seruuu, sempet mau nangis pas part kyu sama ming berantem,

    aku tunggu next ff yah author ^^

  25. Daebaaaaaak!!! Omo omo omo daebak!>< aku suka endingnya tpi alurnya agak cepet ya pas mau ending, terkesan buru2~ tpi gpp sih sbnrnya tetep daebak! Epilognya mmurutku manis bgt hihi. Keep writing!~

  26. Aigoo thor aku suka..suka..suka nomu..nomu joah dgn ff satu ini… harusnya ada sequal nya nih… kl bisa ada sequalnya ya thor…

  27. Ikut nangis ….. cepet nya udh ending aja…
    Huuuueeeeahirnya mreka rujuk kembaliiii senengnyaaaa.. critanya bagus.

  28. ff ini bikin gua gak bisa bangkit lagi maksudnya gak bisa move on jiyoo sukses buat kamu dalam dunia perFFan hadeh bahasa apan lagi gua

  29. Terharu waktu baca adegan yg ada di box(?) Telepon itu :’)
    Haha kyu emg over protektif banget kalo udah menyangkut sungmin
    akhirnya happy end~
    Senyum2 sendiri baca epilognya tingkah mereka lucu banget kkk~

  30. aku readers baru disini, aku baru baca dan ini ff sukses bikin aku betah berlama lama layar buat baca ini ff sampai ending, huwaaaaa iri banget sama sungmin, kehidupan sungmin memang menyedihkan tapi beruntung juga, seimbanglah. aku suka sekali, ff buatan eonnie ^^

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s