One Side Love | OneShoot | Genderswitch | T | Romance , Sad |

One Side Love

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T

 

Pairing : KyuMin

 

Part : OneShoot

 

Warning : GENDERSWITCH , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Semua berjalan tanpa dapat kukendalikan.Awalnya hanya pertemuan biasa, tetapi nyatanya itu perangkap. Aku yang terjatuh, dan kau masih berjalan lurus tanpa kendala. Tidak terbalas, cinta sepihak, hanya bualan perasaan belaka. Semua diantara kita hanya antonim, berlawanan. Dan itu menyakitkan.

 

Music : Because I Love You by Wendy SMROOKIES

 

Semua berjalan tanpa dapat kukendalikan ..

 

Awalnya hanya pertemuan biasa, tetapi nyatanya itu perangkap

 

Aku yang terjatuh, dan kau masih berjalan lurus tanpa kendala

 

Tidak terbalas, cinta sepihak, hanya bualan perasaan belaka

 

Semua diantara kita hanya antonim, berlawanan

 

Dan itu menyakitkan

 

OoOoO

 

Sungmin hanya mengerjap-ngerjapkan kelopak matanya, menatap papan pengumuman dengan deretan nama di sana. Ia masih berusaha meyakinkan diri, mengatakan kepada diri sendiri bahwa apa yang tertulis di sana benar adanya. Perlahan ia mundur, pergi dari papan pengumuman yang penuh dengan murid-murid yang sibuk mencari kelas baru di awal semester ini.

 

Saat paling menyenangkan ketika awal semestar di tahun ketiga itu adalah, ketika aku tahu bahwa kelas kita bersebelahan.

 

“Sungmin! Sungmin! Kita satu kelas!” Seseorang menarik bahu Sungmin, berteriak dengan suara keras dan membuatnya menggema di lorong. Gadis itu merangkul pundak Sungmin, menyeret tubuh mungil itu menuju kelas baru mereka.

 

Aku berpikir jika kelas kita bersebelahan, maka waktuku untuk bertemu denganmu akan semakin lebih banyak. Dengan begitu itu akan menjadi hal bagus.

 

Tetapi, aku salah.

 

“Eh, Seohyun akhirnya sekelas dengan pangerannya,” Hyukjae tiba-tiba berucap sambil menatap sinis ke arah seorang gadis yang sibuk merayu pangerannya.

 

Seohyun, Seo Jeohyun.

 

Dia hanya seorang gadis yang jatuh cinta kepada Kyuhyun, berambisi kepada lelaki itu hingga rela menjadi parasutnya setiap saat. Mereka itu bagai sepasang sepatu, tidak bisa terpisah sama sekali. Tiap ada Kyuhyun, pasti ada Seohyun.

 

Kabarnya, Kyuhyun itu paling anti dengan Seohyun. Berulang kali ia mengatakan bahwa kehadiran Seohyun teramat-sangat mengganggunya. Namun bagai orang tuli, Seohyun hanya terkekeh sambil memasang wajah tanpa dosa lalu kembali merayu Kyuhyun. Seohyun sudah kebal dengan keluhan Kyuhyun tentang dirinya, buktinya ia tetap bertahan di sisi Kyuhyun walau ucapan pedas hampir setiap saat ia terima.

 

Walau kenyataannya seperti itu, Sungmin ingin tetap percaya kepada Kyuhyun. Ia tetap yakin jika Kyuhyun tidak akan jatuh cinta kepada Seohyun—ia yakin dan berharap seperti itu.

 

“Kau tidak cemburu, Min?” pertanyaan itu meluncur dari Hyukjae.

 

Sungmin menatap wajah sahabatnya sambil menautkan kedua alisnya, “Apa-apaan?”

 

“Apa kau masih mengharapkan Cho Kyuhyun itu?”

 

Kepala Sungmin menggeleng dengan gerakan pelan, “Aku tidak tahu.”

 

“Tidak tahu bagaimana? Ini sudah dua tahun, Sungmin!” Hyukjae mencengkeram pundak Sungmin dan menatapnya tajam. “Dua tahun kau merasakannya sendiri. Kau tidak berniat mengajaknya berkenalan?”

 

“Aku sudah melakukan itu di tahun pertama, ‘kan?” Sungmin mencoba mengingatkan Hyukjae. Ia merendahkan pandangannya, “Dan ketika aku mencoba mengiriminya pesan singkat, dia tidak menjawab.”

 

“Sama sekali?”

 

“Ya, sama sekali ..”

 

“Kalau begitu, coba dekati dia lagi!”

 

“Bagaimana caranya?” bola mata Sungmin bergerak gelisah. “Aku sudah ditolak, tidak mungkin aku mendekatinya.”

 

“Ditolak? Kau bahkan belum pernah menyatakan cinta! Sekedar berkenalan resmi saja kau tidak melakukannya!” Hyukjae menarik tangan Sungmin dan mengajaknya bersandar di pegangan tangga.”Bagaimana? Aku akan membantumu!”

 

Sebenarnya Sungmin ingin menjawab, tetapi seseorang yang hendak menaiki tangga menginterupsi niatannya. Bola matanya menatap lurus ke arah wajah dingin itu, sedetik setelahnya pandangannya beralih ke lantai kayu. Sebenarnya ia ingin memperhatikan wajah tampan itu untuk beberapa saat, tetapi denyutan perih di dada membuatnya tak sanggup melakukan hal itu.

 

Dia tak pernah ingin menatap wajahku, dan aku selalu sedih karena itu.

 

“Kyuhyun! Itu Kyuhyun!”

 

Hyukjae menepuk-nepuk lengan Sungmin, memperhatikan sosok Kyuhyun—dan Seohyun—yang semakin menjauh dari tempat mereka berbincang, beberapa saat kemudian tubuhnya hilang di ujung tangga.

 

“Aku tidak akan mau mendekatinya lagi, Hyukkie,” suara Sungmin yang terdengar lemah itu membuat Hyukjae tutup mulut. Binar mata Sungmin meredup, ia mulai melukis seulas senyuman penuh paksaan. “Aku sudah cukup puas dengan bersembunyi seperti ini.”

 

“Sungmin,” Hyukjae bergumam prihatin.

 

Sungmin membenarkan letak tali tasnya, “Aku akan tetap mencintainya seperti sebelum-sebelumnya. Dan aku tidak keberatan jika harus menatapnya dari jauh. Aku tidak berharap banyak.”

 

 

Sesungguhnya, aku berharap banyak, banyak sekali.

 

OoOoO

 

Hari ini hari bebas karena guru-guru sedang mengadakan rapat mendadak di aula—mungkin membahas ujian masuk universitas yang sudah semakin dekat. Sungmin tidak bisa berdiam diri di kelas, karena itu ia memutuskan untuk pergi ke perpustakaan dan mencari sebuah judul buku yang ia butuhkan.

 

Awalnya, dia memang berniat untuk belajar. Tetapi, ketika pandangannya menemukan sosok Kyuhyun yang duduk di salah satu bangku sambil membaca komik, niatan itu berubah.

 

Sungmin membawa satu buah buku tebal dengan judul ‘Pintar Bahasa Inggris’, lalu mengambil tempat duduk di salah satu bangku.

 

Dulu, aku memang suka memperhatikannya diam-diam.

 

Bersembunyi, mencuri pandang, mengaguminya dari jauh.

 

Tanpa menyapa, tanpa berbincang. Tetapi aku suka, aku senang ketika aku bertemu dengannya. Aku senang melihat wajahnya yang sedang fokus membaca komik. Aku senang memperhatikan wajahnya yang tegang saat bermain game. Aku suka ekspresi wajahnya.

 

Kalau aku punya keberanian seperti teman-temanku, mungkin aku sudah duduk di sampingnya dan berkata ‘hai’ untuk sekedar menyapa.

 

Namun nyatanya, aku tidak pernah menyapanya.

 

Hanya menatapnya ..

 

Menatapnya ..

 

Tiba-tiba seseorang datang ke perpustakaan, dengan langkah lamat-lamat ia berjalan menghampiri Kyuhyun dan duduk di sebelahnya. Gadis berpita itu menyodorkan kaleng coke yang dibawanya, dan tanpa diduga Kyuhyun menerima lalu meneguk isinya. Wajah gadis cantik itu kian berseri, sepertinya ia senang bukan kepalang.

 

Sebenarnya, ketika ia bersama gadis itu, aku merasa kalah.

 

Aku ingin berpaling, tetapi aku tidak bisa.

 

Sungmin menutup bukunya, mengakhiri kegiatan belajarnya dan memilih pergi dari ruangan ini.

 

Setiap kali kita bertemu, pasti akan berujung pada sakit hati yang sepihak. Awalnya memang manis, namun akhirnya begitu menyakitkan.

 

Aku ingin menangis, tetapi aku tidak berhak. Semua memang salahku, aku yang jatuh cinta seenaknya.

 

OoOoO

 

Hari itu semua siswa kelas tiga heboh karena suatu berita besar. Mereka sibuk membicarakan pasangan permen karet itu, Kyuhyun dan Seohyun. Seseorang mengatakan bahwa kemarin sepulang sekolah mereka berkencan, menghabiskan waktu sore di Myungdong.

 

Sebenarnya itu berita biasa—mengingat Seohyun sudah sering kepergok menempeli Kyuhyun setiap saat. Tetapi, ada dua hoobae tahun pertama yang memergoki mereka sedang berciuman—oh, lebih tepatnya Kyuhyun yang mencium Seohyun.

 

Malam harinya, Seohyun mengupdate jejaring sosialnya, mengunggah sebuah selca antara ia dan Kyuhyun. Ada sedikit keterangan di selca baru itu, sesuatu tentang hubungan mereka yang baru.

 

Kyuhyun dan Seohyun memang sudah berpacaran.

 

“Sungmin-ah, kau tidak apa-apa?” Hyukjae bertanya dengan nada pelan, begitu prihatin karena semenjak tadi Sungmin hanya diam sambil memandang nasi di kotak bekalnya.

 

“Oh?” Sungmin menoleh cepat ke arah Hyukjae dan tersenyum. “Aku tidak apa-apa. Wae?”

 

Sebenarnya Hyukjae tahu jika Sungmin pasti patah hati, menangis dalam diam dan berusaha menyembunyikan tangisannya dari semua orang. Tetapi, pandangan kosong penuh luka darinya membuat Hyukjae yakin bahwa gadis itu terluka. “Kau tidak perlu sedih karena gosip itu.”

 

Sungmin mengaduk kimchi di kotak bekalnya, “Aku tidak sedih,” bohongnya. “Mungkin awalnya memang terasa buruk. Tetapi setelah ini aku pasti akan baik-baik saja.”

 

“Kau yakin?”

 

Kepala Sungmin mengangguk, ia merundukkan kepala.

 

Sebenarnya, aku ingin menangis.

 

“Menangislah .. Tidak ada yang tahu jika kau menangis ..”

 

Air mata Sungmin benar-benar jatuh ketika Hyukjae mengatakan hal itu, membuatnya terisak sesekali sesenggukan. Sakit hati di dadanya akhirnya meluap, semakin membuatnya tampak lemah luar-dalam. Sungmin sudah tidak bisa memakai topeng sok tegarnya lagi, dia memang rapuh.

 

Hyukjae merangkul pundak sahabatnya, “Kau tidak boleh terlarut dalam perasaan ini seorang diri, Min. Kau harus mengakhiri perasaanmu.”

 

Jika bisa, sudah kulakukan.

 

Hyukjae menghela nafas ketika tahu bahwa Sungmin masih menangis, “Banyak lelaki yang jauh peduli denganmu. Apa salahnya mencoba membuka hati untuk orang lain?”

 

Aku memang sudah jatuh terlalu dalam, buruknya aku terperangkap dan sulit keluar.

 

Telapak tangan Hyukjae membelai punggung Sungmin, “Bangkitlah, Sungmin. Kumohon. Kyuhyun sama sekali tak menyadari cintamu. Kau harus meninggalkan perasaan yang seperti itu.”

 

Tangan Sungmin yang bergetar terangkat, gadis itu menyeka pipinya yang basah dengan salah satu punggung tangannya.

 

Aku bertekad untuk berpaling.

 

OoOoO

 

“Sungmin! Ayo berfoto denganku!” Hyukjae berseru sambil melambaikan tangan ke arah Sungmin. Dengan gerakan cepat, gadis itu merangkul pundak Sungin dan mengambil foto mereka.

 

Hari ini upacara kelulusan. Itu berarti kesempatan terakhirku untuk bisa bertemu Kyuhyun.

 

“Kau ingin berfoto dengan Kyuhyun?” Hyukjae tiba-tiba bertanya, sengaja mengangetkan Sungmin agar sahabat baiknya itu tidak terus menerus memandang ke arah Kyuhyun.

 

Sungmin menggeleng, “Tidak.”

 

“Kalau kau ingin, aku bisa mengantarmu,” Hyukjae menawarkan diri. Bagaimana pun hari ini adalah hari terakhir mereka mengenakan seragam sekolah. Dan kemungkinan besar, ini adalah pertemuan terakhir dengan teman-temannya. “Bagaimana?”

 

Lagi-lagi Sungmin menggeleng, ia tersenyum, “Tidak perlu.”

 

Hyukjae mendengus, ia mengayunkan rangkaian bunga di genggaman tangannya. “Sudah berakhir, ya? Wah, syukurlah.”

 

“Kau kira seperti itu?” Sungmin hampir tertawa menanggapi ucapan syukur dari Hyukjae.

 

“Huh?”

 

“Aku bahkan masih bingung. Terkadang aku mulai berpikir, ‘kapan perasaanku akan berakhir? Jika kita lulus dan berpisah selama beberapa tahun, apa kami masih bisa bertemu? Apa ia akan jatuh cinta kepadaku suatu saat? Apa di masa depan kita bisa bersatu?’. Menurutmu, itu masuk akal?” Sungmin mengakhiri pertanyaannya yang panjang dan mengedipkan matanya.

 

Hyukjae menghela nafas, “Sangat tidak masuk akal!” jawabnya sarkatis. “Ternyata kau masih berkhayal seperti itu. Kukira kau sudah patah hati dan membuang Kyuhyun dari hatimu.”

 

Hyukjae menatap ke arah Sungmin dengan pandangan tajam, “Dia milik Seohyun.”

 

“Aku tahu,” nada suara Sungmin merendah. “Karena itu aku bertanya, apakah persepsiku masuk akal?”

 

“Sudah kujawab,” Hyukjae berucap dengan nada sewot. “Kukira kau lebih tahu jawabannya.”

 

OoOoO

 

Ini musim semi, enam tahun setelah kelulusanku dari sekolah menengah atas di Korea. Aku kuliah di Jepang selama empat tahun, mengambil jurusan animasi dan lulus dengan nilai memuaskan. Beberapa bulan kemudian muncul tawaran dari pihak penerbitan untuk meluncurkan komik perdanaku, dan aku menyetujuinya.

 

Dari situ, aku mulai meniti karir sebagai penulis komik serial cantik.

 

Aku nyaman tinggal di Jepang, dan aku suka Jepang. Di sini semuanya cantik, orang-orangnya ramah. Dan yang lebih baik, tidak ada kenangan buruk dan menyakitkan yang terjadi di Jepang. Aku memutuskan untuk tinggal di Jepang, menemukan suami idaman di Jepang, menikah di Jepang, dan hidup sampai tua di Jepang.

 

Singkatnya, aku ingin menjadi Lee Sungmin yang baru di Jepang.

 

Hari ini ada jumpa penggemar besar-besaran di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Tokyo. Sungmin yang menjadi satu-satunya ratu sudah sibuk sedari tadi, semua penggemar dari berbagai kota di Jepang berkumpul menjadi satu.

 

Sungmin sesekali tertawa pendek ketika salah seorang penggemarnya mengajaknya untuk mengobrol singkat. Tetapi tangan kanannya tak kunjung berhenti bergerak menggores tanda tangan atau menulis sesuatu untuk penggemarnya. Ia sudah larut dalam canda-tawa yang berhasil dibangun lewat interaksi dengan penggemar.

 

Sungmin senang.

 

“Terimakasih!” Sungmin merundukkan badan kepada penggemarnya dan menyerahkan komik yang sudah ia tanda-tangani.

 

Gadis itu pun kembali meraih komik baru dari tumpukan dan membuka sampulnya, menyangga kepala sejenak sambil bertanya, “Nama?”

 

“Kyuhyun,” sahut lelaki itu.

 

Kyuhyun?

 

Batin Sungmin berseru ketika nama itu menyentuh gendang telinganya, mengetuk perasaannya dan membuatnya terkejut setengah mati. Kepalanya reflek mendongak, menatap seseorang yang berani menyebut dirinya sebagai ‘Kyuhyun’.

 

“Kyuhyun?” bibir tipis berbalut lipgloss itu menggumamkan nama itu sekali lagi, sambil memandang wajah oriental yang tak asing baginya enam tahun lalu.

 

Lelaki itu mengulas senyum sambil menyerahkan sebuah bingkisan, “Cho Kyuhyun.”

 

OoOoO

 

“Semua bisa menjadi sinonim jika kau merasa yakin, Sungmin.”

 

Mungkin kata-kata Hyukjae enam tahun itu masih berlaku, aku sempat tidak percaya.

 

Sungmin berjalan tergesa-gesa menyusuri trotoar jalan Shibuya, bola matanya bergerak-gerak gelisah ke segela penjuru arah. Sesekali ia membaca kertas yang ada di genggamannya, lalu kembali mengedarkan pandangan.

 

“Sungmin-ssi ..”

 

Sungmin terhenyak ketika seseorang menepuk pundaknya dari belakang sambil memanggil namanya. Ia berbalik, menatap sang pelaku dengan mata menyipit.

 

“Sudah berapa lama menungguku?” pertanyaan itu keluar dari kedua belah bibir Sungmin. Mendadak jantungnya berdebar cepat, lututnya lemas ketika lelaki itu berjalan menghampirinya.

 

“Lantas, sudah berapa lama kau menungguku?” Ia balik bertanya. Lelaki itu membenarkan letak kaca matanya, lalu tersenyum. “Kau masih mengingatku?”

 

Tentu saja. Gurat wajahnya terlukis apik di dinding ingatanku.

 

Kyuhyun menawarkan diri untuk mengajak Sungmin jalan-jalan sebentar walau hari itu sudah sangat larut. Kebersamaan mereka masih sangat canggung, bahkan tidak banyak percakapan yang terjadi. Lima belas menit menyusuri jalanan kota Tokyo, mereka memutuskan untuk membeli secangkir kopi panas dan meneruskan bincang-bincang di sana.

 

Sungmin meneguk kopi susunya sedikit demi sedikit, mencoba menenangkan debar jantungnya yang menggila dengan cairan hangat penuh rasa ini. Sungmin tidak mengerti, mengapa ia bisa begitu berdebar ketika sosok yang sudah lama dilupakannya kini duduk di hadapannya. Mungkin jika Kyuhyun bertanya tentang bagaimana kabarnya, ia akan tersedak dengan nafasnya sendiri.

 

Semua yang terjadi bagai mimpi.

 

Atau memang semua ini hanya mimpi?

 

Sungmin tidak tahu, tetapi ia senang karena bisa bertemu Kyuhyun lalu minum kopi bersamanya.

 

“Oh, Sungmin-ssi,” Kyuhyun tiba-tiba memanggil nama Sungmin setelah ia meletakkan cangkir kopinya di meja. Kyuhyun menyangga dagu dengan lengannya yang tertekuk, menatap wajah Sungmin dengan pandangan matanya yang teduh. “Sekarang kau sudah menjadi komikus yang hebat, ya ..”

 

Sungmin terkejut karena pujian Kyuhyun, reflek ia merundukkan kepala sambil menggumamkan terimakasih.

 

“Aku sudah membaca komik-komikmu,” katanya dengan nada ringan. “Mungkin aku salah satu penggemar beratmu.”

 

Pipi Sungmin merona, “Jinjjayo? Gomawoyo.”

 

“Tetapi aku paling suka komik pertamamu,” Kyuhyun berucap lagi. “Cerita cinta yang bertepuk sebelah tangan selama tiga tahun di sekolah menengah atas.”

 

Sungmin mendongakkan kepala, menatap wajah tampan itu untuk beberapa saat. “Itu ceritaku. Kau pasti tahu.”

 

“Ya, aku membaca catatanmu di halaman terakhir komik itu. Real story-mu, bukan?”

 

Kepala Sungmin mengangguk, sedikit-banyak berharap bahwa Kyuhyun tidak akan bertanya lebih lanjut. Bagaimana pun cerita itu melibatkan dirinya dan Kyuhyun, melibatkan perasaannya yang penuh kesedihan selama masa sekolah menengah atas.

 

“Tetapi seharusnya, kau membuat akhir cerita yang menyenangkan. Dengan begitu, para pembacamu tidak akan merasa sedih,” Kyuhyun masih berniat membicarakan komik perdana milik Sungmin. “Sad ending adalah bentuk dari ke-pesimis-anmu.”

 

Ne?”

 

“Apa kau tidak pernah berpikir, bahwa pangeranmu di sekolah menengah atas akan datang suatu saat nanti?” Kyuhyun bertanya sambil menatap wajah pias Sungmin lekat-lekat. “Apa kau masih menunggunya—seperti yang ada pada cerita di komikmu?”

 

Sungmin menggenggam erat cangkir kopinya, memandang uap mengepul dari cairan kopinya yang sudah hampir habis.

 

Well, kau pasti tidak mau menjawabnya,” Kyuhyun meneguk kopinya. “Lupakan saja. Kau pasti sudah tidak menunggunya.”

 

Aniyo,” bibir Sungmin bergerak dan lidahnya menyangkal. Sedetik gadis itu menatap wajah Kyuhyun, lalu setelahnya pandangannya kembali jatuh pada cairan pekat di cangkirnya. “Ajik .., gidaryeosseoyo.” (Masih menunggunya)

 

Binar mata Sungmin meredup, luka lamanya kembali tersentuh. “Kurasa aku harus pergi. Senang sekali bisa bertemu denganmu, Kyuhyun-ssi ..,” katanya sambil bangkit dari duduknya.

 

“Sungmin-ssi,” panggil Kyuhyun—berusaha menahan wanita itu untuk beberapa saat. “Kuharap kita bisa bertemu lagi.”

 

OoOoO

 

“Apa kau tidak pernah berpikir, bahwa pangeranmu di sekolah menengah atas akan datang suatu saat nanti?”

 

“Kuharap kita bisa bertemu lagi.”

 

Apa maksudnya berkata seperti itu?

 

Apa dia tidak tahu jika dia yang bisa mendorongku membuat cerita seperti itu?

 

Sungmin meletakkan pensilnya, memandang hasil sketsanya yang tergambar di layar monitor komputer. Otaknya sedang buntu, sepertinya ia tidak bisa meneruskan sketsanya hari ini. Ia butuh istirahat, dengan begitu inspirasi mungkin akan datang dan membuatnya mudah membuat alur cerita.

 

Namun tiba-tiba suara bel pintu yang ditekan dua kali terdengar. Sungmin sempat mengecek interkom, lalu membuka pintu.

 

“Dari penggemar anda,” kata orang yang mengantar paket.

 

“Sama seperti sebelum-sebelumnya?” alis Sungmin berkerut ketika menerima bingkisan dengan kertas kado berwarna pink cerah. “Apa dia benar-benar tidak mau memberikan identitasnya?”

 

Pengantar paket itu tidak menjawab. Lalu setelah Sungmin menandatangani laporan penerimaan paket dari kurir itu, ia langsung menutup pintu dan masuk ke dalam.

 

Sungmin meletakkan bingkisan itu di meja kerjanya, lalu menyeret kakinya ke arah tempat tidur. Ia merebahkan tubuh lelahnya di ranjang, memejamkan mata sejenak dan membiarkan pikirannya melayang untuk beberapa saat.

 

Apa aku benar-benar masih menunggunya?

 

Untuk apa aku menunggu Kyuhyun?

 

Itu adalah pertanyaan singkat yang beberapa hari ini selalu hinggap di benak Sungmin, mengganggunya hingga sedemikian rupa. Memikirkan bagaimana perasaannya yang tak berujung, membuatnya menyadari suatu hal penting yang selama ini luput dari perhatiannya.

 

Kalau kau tidak menunggu Kyuhyun, kenapa selama ini kau tidak memiliki kekasih?

 

Aku tidak bisa bersama yang lain, aku hanya ingin dengan Kyuhyun.

 

Sungmin membuka kelopak matanya, menatap langit-langit.

 

Ternyata, aku masih mencintai Kyuhyun.

 

Suara getar ponsel membuyarkan lamunan Sungmin, membuatnya berjingit kaget. Salah satu lengannya terjulur untuk menggapai ponselnya yang tergeletak tak berdaya di meja nakas lalu menekan tombol hijau.

 

“Halo?”

 

“Sungmin eonni? Kau tidak lupa dengan janjimu, ‘kan?”

 

Alis Sungmin melengkung ketika ia mendengar pertanyaan dari Ryeowook. “Apa?”

 

Ryeowook berdecak, “Kencan! Kau ikut kencan buta denganku nanti sore pukul lima!”

 

Ryeowook benar, beberapa hari lalu ia menyetujui ajakan Ryeowook yang akan membawanya ke kencan buta di sebuah bar. Sebenarnya waktu itu Sungmin tidak serius, tetapi nyatanya Ryeowook benar-benar menanggapi guyonannya sebagai sesuatu yang serius.

 

“Kau tidak bisa lari! Yesung oppa sudah membawa temannya yang single itu! kau tidak bisa mempermalukannya!” suara Ryeowook yang cempreng terdengar lebih keras. “Lagi pula, orang ini sudah jauh-jauh datang dari Korea!”

 

“Orang Korea?” Sungmin menunjukkan ketertarikannya.

 

“Ya, dia sepupu Yesung oppa,” kata Ryeowook. “Jangan mengecewekannya, oke? Aku percaya kepadamu, eonni.”

 

Sungmin hanya berkata ‘ya’ lalu menutup telpon.

 

OoOoO

 

Banyak orang menemukan jodohnya setelah ikut kencan buta.

 

Barangkali aku bisa menemukan jodohku dan melupakan Kyuhyun.

 

Sungmin terus berjalan menyusuri jalanan trotoar kota Tokyo yang dipenuhi hamparan salju. Sesekali ia mengeratkan lilitan syal yang melindungi lehernya, sambil terbatuk-batuk pelan. Hari ini sebenarnya sangat dingin, tetapi Sungmin tidak bisa meninggalkan janjinya begitu saja.

 

Untuk hari ini. Ya, untuk hari ini ia akan mencoba keluar dari cinta sekolah menengah atasnya. Sungmin akan benar-benar bangkit dari segalanya, ia bisa. Sungmin yakin jika kali ini akan berjalan baik karena ia sudah bertekad.

 

Lagi pula, pertemuannya Kyuhyun beberapa hari lalu hanyalah sebuah kebetulan belaka. Percakapan ringan yang terbangun di antara mereka hanya sekedar bosa-basi. Tidak mungkin Kyuhyun sengaja menemuinya di acara jumpa penggemar, mungkin lelaki itu terkejut karena ‘Sonmin’ adalah Lee Sungmin—Sungmin menulis nama samaran di setiap komiknya. Karena Kyuhyun terkejut, Kyuhyun menyelipkan surat kecil untuk mengajak Sungmin bertemu setelah acara jumpa penggemar di bingkisan yang diberikannya untuk Sungmin.

 

Klise sekali.

 

Kebetulan tidak akan membawamu ke suatu kepastian.

 

Sungmin melambaikan telapak tangannya ke arah gadis yang tengah berdiri di depan pintu sebuah restoran Korea. Ia mempercepat langkah kakinya, lalu masuk ke dalamnya bersama Ryeowook.

 

Sebenarnya Sungmin tidak punya keberanian untuk bertemu pria lain. Ia takut jika sinar matanya yang penuh gelisah ini akan membuatnya semakin terlihat tidak berguna—lelaki menyukai mata perempuan yang berbinar. Sungmin kurang percaya diri, sampai-sampai ia kesulitan untuk mengangkat wajahnya di hadapan lelaki yang menjadi pasangannya di kencan buta kali ini.

 

Oppa! Annyeong!” Suara cempreng Ryeowook terdengar, gadis itu langsung duduk di suatu kursi dan tentu diikui oleh Sungmin. “Apa kalian sudah lama menunggu?”

 

“Tidak juga,” Yesung menjawab dengan suara beratnya. “Oh, haruskah kita mulai sekarang?”

 

“Ya. Tetapi, biarkan sepupumu yang memulai. Bukankah hari ini memang khusus untuknya dan temanku?”

 

Lelaki yang duduk di sebelah Yesung hanya mengangguk dan berterimakasih kepada Ryeowook. Ia memandang sosok teman Ryeowook yang merundukkan kepala, lalu kembali menegakkan duduknya.

 

“Aku Cho Kyuhyun,” kata lelaki itu dengan nada suara rendah—walau itu cukup menyentak Sungmin. “Aku masih single semenjak lulus sekolah menengah atas,” perkenalan aneh itu sontak membuat Ryeowook dan Yesung tertawa.

 

Aku Cho Kyuhyun.

 

Nama itu membuat Sungmin reflek mengangkat kepala, menatap pasangan kencannya dengan mata membulat karena kaget. Ia terlampau terkejut sampai-sampai tidak mampu mengatakan apa pun untuk menanggapi ucapan Kyuhyun.

 

Nyatakah?

 

“Sungmin, perkenalkan namamu!” Ryeowook tiba-tiba berbisik sembari menyikut lengan Sungmin.

 

“Tidak perlu, Ryewook-ssi,” Kyuhyun tiba-tiba menyela. “Sebenarnya kami sudah saling mengenal.”

 

Jinjjayo? Itu bagus sekali,” Yesung menepuk-nepuk pundak Kyuhyun.

 

Perbincangan mereka akhirnya berlanjut selama beberapa menit lamanya. Tema perbincangan mereka hari ini adalah cinta masa lalu. Semua mulai membicarakan tentang kisah masa lalunya, termasuk Kyuhyun dan Sungmin.

 

Sewaktu aku masih siswa sekolah menengah atas, aku menyukai seorang gadis yang diam-diam menyukaiku. Tetapi kami tidak sempat bersama karena aku terlalu takut untuk memulai terlebih dahulu. Di saat yang bersamaan, ada seorang gadis yang selalu terang-terangan menyatakan cinta kepadaku, mengikutiku kemana pun aku pergi, singkatnya dia selalu menemaniku.

 

Suatu saat aku memutuskan untuk menerima cintanya dan melupakan gadis yang kusukai. Namun saat upacara kelulusan, dia meminta putus dariku.

 

Sungmin tahu jika Kyuhyun mencoba menceritakan kisah masa lalunya bersama Seohyun. Dan sebenarnya ia kecewa setengah mati karena tahu bahwa Kyuhyun masih mengingat kisah cintanya dengan gadis itu. Sekarang ia mulai menyesal, seandainya saja ia bisa menjadi sosok yang lebih agresif enam tahun lalu, mungkin Kyuhyun sudah menjadi kekasihnya.

 

Setidaknya, ia ingin merasakan pelukan Kyuhyun.

 

“Sungmin-ssi? Sungmin-ssi?” Kyuhyun berusaha mengusir lamunan Sungmin, berharap gadis itu akan mengakui keberadaannya. Semenjak mereka keluar dari restoran itu dan melanjutkan kencan buta mereka berdua, Sungmin lebih banyak diam sambil memandang jalanan yang dingin. “Kau kedinginan?”

 

Ne?” kepala Sungmin menoleh dengan gerakan cepat ke arah Kyuhyun. “Sedikit ..”

 

Tanpa diduga, Kyuhyun meraih telapak tangan Sungmin lalu menggenggamnya erat. Lelaki itu menyimpan tangan mereka yang terpaut di saku mantelnya, membuat gadis itu merona setengah mati.

 

Aniyo ..,” Sungmin berusaha melepas rangkaian jemari tangan mereka. “Aku tidak apa-apa.”

 

“Tanganmu dingin,” kata Kyuhyun seraya terus menggenggam telapak tangan Sungmin di saku mantel. Ia menatap Sungmin dengan mata teduhnya, “Aku hanya berusaha sedikit menghangatkanmu.”

 

Sungmin diam, tidak menanggapi ucapan penuh makna dari Kyuhyun. Ia menelan semua perasaan gugupnya, menyimpannya baik-baik di dalam lubuk hati dan berusaha bersikap biasa-biasa saja ketika Kyuhyun ada di dekatnya. Walau ia sudah berusaha setengah mati, namun rasa gugupnya berhasil membuat telapak tangannya semakin beku.

 

Sebentar lagi perasaan Sungmin akan meledak.

 

“Sungmin-ssi,” panggil Kyuhyun tiba-tiba. Lelaki itu menghentikan langkah kakinya, menatap Sungmin lekat-lekat dengan pandangan yang sedikit berbeda. Ia terdiam beberapa saat, lalu pada akhirnya memutuskan untuk berucap. “Sungmin-ssi, berhentilah menunggunya.”

 

Ne?” alis Sungmin bertaut.

 

“Berhentilah menunggu cinta sekolah menengah atasmu,” kata Kyuhyun demi memperjelas ucapan sebelumnya.

 

Dada Sungmin berdenyut karena kalimat permintaan Kyuhyun, ada sejagat keputus-asaan yang melebur harapannya, membuatnya ingin menangis saat itu juga. Tiba-tiba bulir bening terbentuk di kelopak matanya, tertahan di sana untuk beberapa saat. Bibir Sungmin yang bergetar tak kuasa bergerak, bahkan lidahnya terlalu kelu untuk berucap kata.

 

“Jika kau hanya menunggu tanpa ..”

 

“Kyuhyun-ssi,” suara serak Sungmin menyuarakan nama Kyuhyun. Wanita itu menarik telapak tangannya yang semula bersembunyi di saku mantel Kyuhyun, menatap lelaki itu dengan mata berairnya yang penuh kabut air mata. “Kurasa aku harus pergi.”

 

“Sungmin-ssi,” Kyuhyun menyambar pergelangan tangan Sungmin dan mencengkeramnya erat. “Apa kau hanya akan menunggu tanpa mencoba bertanya?”

 

“…”

 

“Setidaknya kau mencari kepastian akan perasaanmu.”

 

Perasaan Sungmin sudah dilebur karena ucapan Kyuhyun, ia sudah tak kuasa untuk menahan tangisannya. “Kyuhyun-ssi, berhenti.”

 

“Maafkan aku,” katanya seraya melangkah mendekati Sungmin. Ia mengangkat salah satu lengannya dan menghapus jejak air mata di pipi Sungmin. “Aku tahu kau sering menangis karena menungguku.”

 

Lelaki itu merengkuh pipi bulat Sungmin, “Sekarang lupakan sosok masa lalu yang terlampau sering menyakitimu. Aku sudah datang dan akan membawa kebahagiaan untukmu, Sungmin.”

 

Kepala Sungmin menggeleng, “Aku tidak akan melupakannya.”

 

“Sungmin, aku mencintaimu.”

 

Sungmin, aku mencintaimu.

 

Sungmin, aku mencintaimu.

 

Sungmin, aku mencintaimu.

 

Sungmin, aku mencintaimu.

 

Sungmin, aku mencintaimu.

 

Kalimat itu terus berputar di otak Sungmin, membuatnya semakin bingung dengan kenyataan yang baru dihadapinya malam ini. Beberapa menit lalu Kyuhyun menyuruhnya untuk melupakan sosok masa lalunya, namun beberapa detik yang lalu ia mendengar pernyataan cinta dari Kyuhyun. Semua seperti mimpi, atau memang hanya mimpi?

 

Perasaan Sungmin diketuk dua kali, dan ia mulai menyadari jika semua bukan hanya mimpi dan khayalan seperti sebelum-sebelumnya. Kyuhyun benar-benar ada di hadapannya, sedang merengkuh pipinya yang basah seraya memandangnya dengan pandangan tulus penuh perasaan kasih. Dan kalimat impian yang begitu ingin ia dengar dari Kyuhyun benar-benar terucap, Sungmin mendengarnya.

 

“Aku mencintaimu,” Kyuhyun menarik tubuh Sungmin dan merengkuhnya dengan kedua lengannya yang terulur. “Sangat mencintaimu.”

 

Telapak tangan Sungmin mencengkeram erat kedua pundak Kyuhyun, lalu ia menangis lagi di dada bidang lelaki itu.

 

“Aku tahu jika kau menungguku. Aku tahu jika cerita dalam komik perdanamu benar adanya, dan aku tahu jika kau hanya akan mencintaiku selama ini,” Kyuhyun membelai permukaan rambut Sungmin. “Maaf karena aku tidak sanggup memulai enam tahun lalu.”

 

OoOoO

 

Sebenarnya aku tahu jika tidak semua penantian panjang akan berbuah pada suatu akhir yang manis.

 

Tetapi, penantian panjang yang aku miliki akhirnya berakhir dengan sangat manis.

 

“Sungmin! Aku benar-benar tidak menyangka!” seorang wanita dengan gaun merah darah itu menghampiri Sungmin, menjabat tangannya dan tertawa-tawa dengan senang. “Kau masih mengenalku, ‘kan?”

 

“Tentu, Hyukkie-yah ..”

 

“Sungmin-ah!” Suara gadis yang dipanggil Hyukkie oleh Sungmin terdengar mendayu. Ia memeluk Sungmin lalu menepuk-nepuk pundak sahabatnya, “Selamat atas pernikahanmu, ya. Ternyata penantianmu tidak berakhir sia-sia.”

 

Sungmin mengulum senyum lalu memandang wajah suami barunya, “Gomawo.”

 

Hyukjae menarik diri, menatap Sungmin dan Kyuhyun bergantian. Ia menghela nafas, “Aku senang sekali ketika menerima undangan pernikahanmu beberapa hari lalu. Dan yang lebih membuatku senang adalah Cho Kyuhyun ini,” Hyukjae meninju lengan Kyuhyun pelan lalu kembali tertawa. “Aku tidak menyangka jika cinta sekolah menengah atasmu akan berakhir semanis ini. Setidaknya, itu hal baik. Aku turut bersyukur karena itu.”

 

Sungmin mengandeng lengan Kyuhyun lalu ikut tertawa, “Terimakasih sudah datang jauh-jauh dari Korea untuk hadir di upacara pernikahan kami.”

 

“Ya-ya. Itu tidak masalah untukku,” Hyukjae mengibas-ngibaskan telapak tangannya. “Yang penting aku bisa melihat kalian mengucap janji di altar.”

 

Sungmin dan Kyuhyun mengucapkan terimakasih untuk Hyukjae, lalu wanita itu pergi mengambil segelas campagne. Sungmin mengapit lengan Kyuhyun kian erat, menyandarkan kepalanya yang mulai terasa berat di lengan suaminya.

 

“Kau lelah?” Kyuhyun memandang wajah istrinya. “Sebentar lagi akan selesai.”

 

Sungmin kembali mengangkat kepalanya lalu dua tangannya bergerak membenarkan letak simpulan dasi di krah baju Kyuhyun. “Tidak apa-apa. Aku masih kuat berdiri di sini untuk lima jam ke depan,” katanya sambil membelai dada atas suaminya. “Meositda.”

 

Yeppeo,” balas Kyuhyun. “Istriku cantik sekali.”

 

Bibir Sungmin yang mengkilap karena efek lipgloss itu melengkung, membentuk senyuman indah penuh kebahagiaan. “Kyuhyun-ah, neomu saranghae. Jinjja ..”

 

“Aku tahu,” telapak tangan Kyuhyun membelai dagu Sungmin. “Aku tahu kau sangat mencintaiku. Dan aku juga sangat mencintaimu.”

 

Lelaki itu merendahkan tubuhnya, mengecup bibir Sungmin singkat. “Aku sangat berterimakasih karena kau mau menungguku sampai akhir.”

 

“Aku akan tetap menunggumu walau saat itu kita tidak bertemu,” kata Sungmin. “Karena aku sangat-sangat mencintaimu.”

 

Aku bersyukur karena penantianku selama ini berakhir dengan penuh kebahagiaan.

 

Dia yang selama ini kucintai akhirnya menatapku, menjadikanku istri dan pendamping hidupnya.

 

Aku bersyukur karena sanggup menantimu.

 

Aku pun bersyukur karena sanggup bertahan untukmu.

 

Tidak ada yang kusesali, semua sudah terbayar dengan bingkai senyum indahmu.

 

Terimakasih sudah datang kembali.

 

Terimakasih sudah mengatakan semuanya.

 

Aku sungguh mencintaimu.

 

END

 

Authornya galau setengah mati waktu ngetiknya. Itu ceritanya author sendiri, lho :’) gimana menurut kalian?

 

Sebenernya aku nyesek waktu nulisnya, mikirin kisah cinta yang seperti itu bikin aku nangis berulang kali—trus aku harus mikirin apa yang bakal terjadi di masa depanku. Karena aku mau pos-think aja, jadinya aku buat happy end. Padahal ide awalnya aku mau buat sad end, soalnya kan ini real story (aku juga gak mau ge-er). Tapi aku nggak sanggup buat kisah cinta itu jadi berakhir sedih (ㅠㅠ) aku nggak mauuu *lebih tepatnya nggak rela* ..

 

Semua yang aku tulis itu murni perasaan dan pemikiran-pemikiran author waktu lagi mikiran ‘dia’ *huhu* kalo dibaca lagi, miris banget authornya. Endingnya masuk akal nggak sih? Kuharap sih masuk akal dan benar-benar terjadi ke akunya *maunya* huhu

 

Oh ya, chap terakhir untuk My Secret Idol bakal rilis besok lhoo .. Mohon ditunggu, yaa ..

95 thoughts on “One Side Love | OneShoot | Genderswitch | T | Romance , Sad |

  1. bagus !”!!! walopun sempet kesel gara gara kyuppa sempet jadian sama si seo seo itu ….

    new story nya ditunggu ya …

  2. autor aku sedikit bingung bacanya itu pas diadakan kencan buta ceritannya udah beberapa tahun kemudian ya ?? kok ga ada tulisannya ?? jadinya aku harus mulai dari atas deh bacanya😦

  3. Fihgting…..
    Real story yach??? Ikut an sedih waktu baca, salut bget bisa sbar mendam cinta segitu lamanya…
    Moga2 aslinya juga happy end ya
    cinta nya berbalas…..

  4. Walaupun endingnya ketebak tapi ttp mengesankan
    Tapi bagian sadnya kurang nih padahal aku udah mau nangis huhuuu
    Yaah aku jga pnya pengalaman yg sama haha tapi kyknya ga mau brharap lgi deh
    ┗(-_-;)┛

  5. ini nyata?
    aku nangis loh jiyoo pas min nangis didepan hyukkie setelah dgr kabar kyu punya pcr T.T
    semoga kisah km sama ky di cerita ini ya, bahagia.
    akan ada akhir yg indah di setiap perasaan tulus seseorang ^^

  6. Mian. Reviewnya disini. Ceritanya keren kakak. Tapi kalo menurut aku yak, coba di tambah cast untuk seseorang buat sungmin cinta. Pas rada cinta sama tuh orang tiba-tiba uyun dateng. Galau dah ….

    Dikirim dari iPhone saya

  7. boleh ngasih saran ga? hehe mf ya.. padahal aku kira klo ff ini lbh panjang lagi lebih bagus deh… misalnya pas bagian masa nyeseknya sungmin di SMA dan.. hehe kalo misalnya pas sungmin di jepang kayanya kalo di tmbhn cerita ming mulai mau lupain kyu tapi tiba tiba kyu dtg.. dan perasaan sungmin mulai goyah deh.. eh tapi overall bagus kok.. semangat ya untuk kisahnya.. hayooo laki laki bukan hanya dia kok!!^^ fighting~

  8. huaaaa sedih bgt diawalnya….

    tp legaaaa pas diakhirnya… setidaknya harus jd akhir bahagia.. tidak semua penantian panjang itu berakhir menyedihkan… ^^

  9. Whooaaa jdi ini edisi curcol storyy yaa thor ^^
    Boleh boleh😄
    Smoga jadi kenyataan deh happy endnya sama kaya storynya KyuMin :3
    Ditunggu my secret idolnya besok , ㅋㅋㅋ ~

  10. Mengingatkan pada kisah jaman SMA
    dan cerita kamu pun sama dgn ku
    cuma bisa mandang tanpa berani nyapa…
    kkkk…
    hingga saat ini

    semoga kisah cintaku juga berakhir bahagia.seperti ff ini..

    huaaa..
    kyuhyunnn,kalo tau saling suka knp gk dari awal ?

    • Dear Atikah,
      Ternyata kita punya story yg sama.ya,menyedihkan bgt.hanya bisa memandang dari kejauhan,mencintai dalam diam.begitu mengharukan.kamu tau,aq masih mencintainya hingga saat ini,sudah 12 tahun.meskipun aq tau si dia sudah menemukan kebahagiaan nya.sad ending bgttt,makanya nyesek wktu baca cerita ini🙂
      Btw,semoga harapan mu menjadi kenyataan🙂

  11. sayang sekali kyu sempet jadian sama seo ,,, tapi yang penting penantian sungmin tidak sia-sia hingga akhirnya sungmin bahagia kalau ternyata kyu juga mencintai sungmin dan mereka menikah ,,🙂

  12. Aku kira endingnya bakal sad tp taunya di buat happy end,kalau dibuat sad malang bgt sungminnya *maaf ya thor bukan nyindir* hehehhe

    Semoga author jg kedepannya bakal kaya cerita cinta yg author buat hihihi

  13. jiyoo~ aku selalu suka sama fanfic oneshot mu>< jiyoo inget aku kaan?/? yang dulu heboh akunnya suspend terus n_n @/anakyumin ehehe

    jiyoo… kenapa di setiap ff yg kamu buat, yg ada unsur sad nya, selalu bisa bikin nangis beneran._. gatega ih ama ming disini.. tapi endingnya suka aw<3 ditunggu My Secret Idol nyaa

  14. Hiks.. Author-nim, kisah cinta kita bertiga sama T.T Aku pernah kirim ucapan hbd buat dia, tp cuma di-read doang -,- Aku sampe bikin buku cinta yg rencananya mau aku kasih ke dia pas prom, eh😄 Udah jalan, isinya catatan harianku tiap ada momment sama dia. Pengen baca edisi sad-end, Author-nim >,,< *kok malah curcol, ya, maaf .-.v*

  15. HAPPY ENDING
    sbnrnya kyumin saling mencintai tapi tak ada yang mengucapkan trlbh dahulu
    bener2 salut ma ming,

    jiyoo aku ber doa semoga kisah cintamu juga berakhir bahagia

  16. Ini bener2 real storynya Jiyoo ?
    omo itu nyesek sekali😦
    dan berarti cewek yg jadi Seohyun juga ada. berarti itu cewek juga menggelikan -_- dan ‘sedikit’ gk tau malu juga ternyata.

    Semoga aja Ending cerita ini bisa kurang lebih sama dengan Jiyoo. haha😀
    Semoga berhasil dengan penantianmu Jiyoo^^
    semangat!😀

  17. seru kok author, tapi aq sebelnya kyuhyun kenapa pengecut banget c. ga berani jujur kesungmin aja. jadinya sungmin nunggunya terlalu lama kali..

    ditunggu ff my scret idolnya.

  18. huwaaaa pengen mewek ><
    ming oppa, penantianmu tak sia" :')
    kyu oppa sih, tinggal ngomong apa susah.na ?
    gak mau nyontoh seo eonni yang gencar banget xD
    my secret idol cepet di lanjut yaa xD

  19. Saling suka tp sama2 gak berani ungkapin perasaan masing2. Tp setelah penantian yg lama akhirnya bertemu dan saling tahu perasaan masing2. Baca di awal bikin sesak dada pinginnya nangis liat cinta ming yg bertepuksebelah tangan. Tp penantian ming gak sia2. Ternyata si kyu juga ada hati ama ming dr sma hanya aja takut mengaku. Always good story. Fighting

  20. Wah ini real storynya author… gimana ending realnya??? ak harap juga happy ending spt ff nya…
    sempet mikir kalo sad ending.. tp ternyata ga.. so sweet banget deh…
    sempet merasakan yg sama di jaman SMA cuma beda ending… kalo mrk kan diem2an kalo aku sempet dijadikan manfaat untuk dpt jawaban2 test… tp setelah lulus SMA dilupakan saja,….. hahaha

  21. huaaa ini real story ya ??? sedih banget sumpah -_- ga enak ya punya cinta sendiri apalagi g ada kesempatan bilang cinta … yg sabar ya author *pukpuk
    semoga kisah cinta author tersayang bisa happy end kyk ff yg dibuat #kyuminforever
    apapun itu kalo memang jodoh g akan lari gunung dikejar
    tapi kalau ngga jodoh g ada salah nya mencoba sm yg lain ^^
    ditunggu ff ff yg baru lain nya🙂

  22. Huwaa~~ ini pengalaman Jiyoo-ssi sendiri ya?
    Aku gak tau mau ngomong apa, soal nya jujur aja aku gak pernah merasakan yg nama jatuh cinta.
    Apa lgi cinta satu sisi.

    Tpi setelah baca ff ini membuat ku mengerti, bagaimana rasa nya mencintai seseorang tpi cinta kita tidak terbalas. Nyesek.😥
    Untung nya ini happy ending ^^

  23. wah you story????? daebak……..ffnya …..tapi kyu ngeselin…. sudah tau min duka eh malah ikut mendam perasaanya jadian lagi mha seo….

  24. wah you story????? daebak……..ffnya …..tapi kyu ngeselin…. sudah tau min suka eh malah ikut mendam perasaanya jadian lagi mha seo….

  25. ya ampuun … kyumin emg slalu so sweet yah🙂 itulah dy yg namanya cinta sejati mau dipisahkan seberapa lama psti akan bertemu dg sendirinya aq suka bgt ffnya romantis,tp ngena di hati bg yg cintany bertepuk sebelah tangan *contohnya saya hahha

  26. hhhh kisah cinta yang bertepuk sebelah tangan,,itu sangat menyakitkannnnnn u.u,,,apalagi kalau tubuhnya yang kita miliki namun hatinya tidak untuk kita lebih sakit lagiiiii,,,aku ikut sedih dengan kisah author dadaku ikut sakit sungguh T///T semoga kisah cinta author endingnya samaan ke ff-ff yang author buat aminnnn

  27. Cinta tak tersampaikan di masa SMA itu memang selalu menarik yaaa~ :”)
    Aku juga ngalamin kisah kayak gini *eh
    Tapi sampai hari ini aku belum ketemu sama sosok ‘dia’. Padahal kami kuliah di kota yg sama :”)

    Cerita di sini berakhir bahagia, tp utk kita yg ngalaminnya jangan terlalu berharap banyak deh :’)
    Real life dan fanfiction kan bedaaa~ u.u
    Ceritanya manis ^^

  28. jiyoo ceritanya bikin nyesek diawalnya tp syukur endnya happy

    km yg sabar ya, semua kisah pasti ada akhirnya tinggal menunggu apakah akan bahagia atau sedih

    jiyoo hwaiting🙂

  29. Real story jiyoo yach…
    Smoga ending nya jiyoo sama kayak ending nya ffn nya jiyoo yach…

    Suka suka suka smooth ending kyumin ♥♥

  30. Jiyooo ayok menggalau bareng TT
    Moga kita juga happy end ya sama kaya cerita kyumin TT
    Sungmin kuat bgt menunggu yg bahkan realnya jg susah dibayangin klo bener2 bkal happy end.. jodob emg ga kemana :”)

  31. sama-sama pabbo… kyu terlebih… kalo udh tau Ming suka Kyu kenapa masih gk mau di dekati.. -___-
    kan kasian kalau cinta terpendam selama itu…
    Ming juga pesimiss…
    tapi gpp yang penting sekarang KyuMin sudh bersatu.. ♥♥

  32. KEREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEENNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN
    Sumpah ceritanya mengharukan……..
    Kalau ceritanya sebagus ini, aku rela nunggu ff kyumin update walau dalam waktu lama. yang penting bisa terbayar dengan ceritanya yang bagus ^.^

  33. whoa real story kamu? galau bgt u.y
    ya aku juga pernah kok ngalamin gt *curcol
    huh aku kira kyu ga bakal jadian sm ming eh ternyata sama2 menyimpan perasaan jg buat ming. hmm intinya jangan takut sebelum mencoba kyu🙂

  34. baca ini beneran teringt akan kisah one side love q pas sma, kenapa bisa mirip bgt sih?? cuma bedanya aku cinta ma temen kelas sendiri, sampai 3 tahun pula dan yg paling nyesek ternyata dia cinta ma sahabat q sendiri n akhirnya mereka pacaran,hiks…T___T kita memiliki kisah yg sama author-sii…#pelukauthor

    semoga kita mendapatkan yg lebih baik kelak ya….amiiiin

  35. Hahaha lama g mampir ke sini, aku perasaan udh baca nih ff tpi aku baca lagi, dan sedih nya masih tersisa.. Akhirnya happy end, karena aku lupa udh review apa blm di ff ni, jdi aku review lg deh hahaha #akupelupa

  36. ikutan baca ya🙂
    jujur, cerita ini benar2 bisa menyentuh hatiku… menurutku, kita bisa menghayati cerita yg kita baca krn authornya pinter dalam nulisnya atau krn memang cerita itu pernah terjadi sma kita alias sma dngn yg kita alami,.. dan saya menyetujui keduanya, selain memang authornya pinter dlam nulis, kmu nulis cerita dngn sepenuh hati, cerita disini jga memiliki kesamaan dngn yg saya alami waktu sma😦
    saya tau benar bagaimana rasanya diposisi sungmin, jdi saya bener2 nangis baca ini…
    semoga semuanya bisa meraih kisah yg happy end, bukn hanya bisa diraih dicerita2 atau didrama2 tpi dikehidupan nyata kita jga🙂
    SEMANGAT !!!😀

  37. authorrrrr ini real story aku bgt!!!!! aku juga ngalamin yg kaya gini….emang sedih bgt sih yg namanya one side love…..hikssss ada typo dikit. dikittttt bgt. wkkwk tapi ga ngaruh sihh. good job author:’)

  38. Hi,
    Aq suka bgt ama story mu.kisah nya sama seperti aq.cinta tak terbalas,hanya mencintai dalam diam.hingga saat ini.sudah 12 tahun sejak SMA.waktu baca,aq sediiihhhh bgtt.kembali memutar memory dengan segala keperihan nya.tp ending qu sad punya😦 Tp aq bahagia,paling ga,aq tau kalo dia uda merit dan bahagia.mendoakan tanpa yg di doakan tau itu hal yg baik,bukan begitu? 🙂
    Di tunggu story berikutnya y,the best buat kamu deh.

    • cerita eonni lebih-lebih menyakitkan u.u im sorry to hear that, something about he’s getting marry ㅠㅠ mianhaeyo udah ngingetin eonni tentang kisah pedih di masa lalu. semangat, eonni! btw thanks for reading🙂 {}

  39. ya ampun air mata ni ga mw brenti netes walopn sdh bbrp mnit brlalu dn ff ni sdh end..walopn akhrx happy ending tp ttp aj bkin nangis..gak kbayang 3 thun d msa2 SMA hrus mngalami ap yg sungmin rsakan..3 thun bkan wkt yg sbntr booo tp ya nmax jga cnta brthun2 brlalu ttp sja cm seorg CHO KYUHYUN Yg akn d nantikan khadiranx olh sungmin..

  40. Ceritanya so sweet banget sih❤❤
    Ternyata Kyuhyun cinta sama Sungmin juga, dasar Kyuhyun pengecup eh salah pengecut. Sama-sama menderita kan? Kasihan Sungmin menunggu bertahun-tahun😦😥 tapi baguslah kalau ceritanya happy ending begini🙂🙂

  41. Bagus thor, ff ini bisa perbaikin perasaan gua yg rapuh gara2 nunggu seseorang hehe
    Penantian gua baru hampir 4bulan :’v
    Gua juga jd ga tertarik sama org lain gara2 1 namja, smoga bisa berakhir happy ending ya :’v
    Keren ceritanya, bisa jd motivasi wkwk :v

  42. aaaa.. jadi frustasi sendiri bacanyaaa ㅠㅠ akhirnya kyuhyun punya keberanian walaupun telat tapi gpp yg penting happy ending😀

  43. Pantesan. Sampe bisa bikin aku kebawa perasaan, toh nulisnya juga pake perasaan bukan pake logika wkwkwk. Suka banget. Kagum deh sama author. Setiap baca ff disini pasti feelnya kerasa banget. Pengen deh bisa nulis kayak author. Maaf aku baru bisa komentar di ff ini. Sebenernya aku udah baca ff author yg miracle terus yg twoshot itu aku lupa judulnya. Aku mau komen tapi gabisa karna gada wp nah sekarang aku udah bikin wp hehe jadi bisa komen komen.

    Suka sama kyumin di blog ini hehe. Tapi mau kritik satu hal boleh? Di ceritanya kurang ada surprise. Misalnya ff yg angst, biasanya kan kalau angst sedih gitu terus jarang yg happy ending. Tapi disini seakan aku udah tau, walaupun aku liat genre nya angst, atau sad, drama, kayak udah bisa ketebak kalau cerita itu bakalan berakhir happy ending. Saran aku, saran aja yaa kak, maaf nih kalau nyinggung, jangan kesinggung juga hehe, saran aku kalau mau sedih mending bablasin sedih sekalian kak. Biar gregetnya nambah dapet. Atau gatau juga kak, mungkin karna alurnya terlalu cepet jadi pas lagi greget sama konfliknya jadi serasa lewat aja tiba tiba udah happy gitu. Hehe gitu aja sih. Maafin yaah panjang. Maafin banget kak, gak maksud sok tau u.u

    Terus kibarkan bendera kyumiinnnn wkwkwk

    • hoho thankyou thankyou ya udah baca, kasih komentar, dan kasih saran. wow. mostly readers nggak ada yang mau kasih ginian/? but, apa yang ada di pikiran reader itu selalu bisa jadi masukan, dan, kejutan? wow. good idea!! emang seharusnya setiap penulis kasih kejutan, iya, ‘kan? aku udah meninggalkan satu unsur penting itu. dan, thanks banget udah diingetin :* {}

  44. Cerita’n bagus sekali….tdk menyangka bahwa sebenar’n Kyuhyun jg mencintai’n…ternyata waktu bisa merubah segala’n…terimaksih sudah mau menulis cerita cantik ini….
    Di tunggu cerita selanjut’n ya…

  45. Kak, aku juga pernah ni ngalemin yg namanya cinta jenis ini wkwk. Aku punya temen pas SMP, orangnya cool, jarang bicara atau malah jangan2 pelit ngomong. Tapi kalo di chat dia asyik banget. Awalnya aku cuma jadiin dia tempat nyontek mtk:p abisnya dia murah hati #plak tapi lama kelamaan malah gitu deh, wkwk. Sampe pas mau UTS, dia ngajak taruhan buat nentuin siapa nilai yg plg gede. Akhirny dia yg menang trs krn aku kalah dia nyuruh ak pacaran sm temennya TT-TT huhu, dan ternyata dia dketin ak slama ini cuma buat bantuin tmenny aj. Maaf y ka, aku curcol

  46. maaf review telat baru nemu ni ff heheh yang penting review kan ?
    hiks T.T jadi baper banget ceritanya persis sama yang aku alamin, dia dulunya suka sama aku, aku masih bingung dan ketika dia pergi aku baru nyadar punya rasa ke dia. denger2 dia punya pacar hiks nyesek dah jalan 4tahun
    moga kita semua diberikan jalan terbaik yaah ..
    maaf malah curcol
    ffnya jiyoo bagus, penulisannya keren! slalu mbuat aku terpukau ^.^

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s