My Secret Idol | KyuMin | Chap 19/20 | Genderswitch | T+ | Romannce |

My Secret Idol

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin , KaiSoo

 

Part : 19/20

 

Warning : GENDERSWITCH , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Tidak ada yang tahu di mana dan dengan siapa kita akan bertemu dengan ‘cinta’. Semua pasti terjadi di luar nalar seorang manusia, entah itu terjadi secara ‘biasa-biasa saja’, atau malah luar biasa. Setelah mengenal cinta, maka status tidak akan menjadi nomor satu. Karena untuk orang yang mencinta, perasaan kasih adalah segalanya.

 

Music : Time Machine by SNSD , Bye by Taeyeon SNSD

 

“Kenapa menangis?” suara bass itu berhasil memecah keheningan ruangan apartemen. Tanpa menunggu, ia melangkah mendekat ke arah ranjang dan duduk di salah satu tepinya—tepat di hadapan Sungmin. “Kenapa?” tanyanya sambil mengusap sudut mata Sungmin dengan ibu jarinya.

 

Sungmin semakin merasa ingin menangis ketika ia merasakan sentuhan lembut dari ujung jemari Kyuhyun. Perasaan rindu yang selama ini selalu membuatnya gelisah tiba-tiba meluap dan membuat air matanya melesak jatuh dengan begitu deras. Sungmin tidak bisa menahan semua gejolak perasaannya, maka ia memutuskan untuk merengkuh tubuh kekasihnya dan mendekapnya erat.

Memeluknya seperti ini, menyandarkan tubuhnya yang rapuh di dada bidang Kyuhyun, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Kyuhyun, menghirup aroma khas yang sudah lama ia damba. Oh, ia benar-benar merindukan semua yang ada pada diri Kyuhyun.

 

“Apa ada sesuatu?” suara Kyuhyun masih mengalun dengan nada rendah yang begitu lembut. Lelaki itu mengusap tengkuk dan punggung Sungmin dengan gerakan pelan. “Coba kau ceritakan.”

 

Kepala Sungmin menggeleng pelan, “Tidak ada,” katanya disela isak tangisnya yang semakin menjadi. Sungmin semakin mengeratkan pelukannya di pundak Kyuhyun. “Tidak ada ..”

 

“Kenapa memelukku seerat ini?”

 

“Aku rindu,” Sungmin masih kukuh mempertahankan posisi tubuhnya. “Aku sangat .., merindukanmu.”

 

Mungkin bagi Kyuhyun, ini adalah momen yang diimpi-impikannya semenjak dulu. Pernyataan Sungmin begitu menggelitik hatinya, memaksanya untuk mengulas senyum walau sebenarnya dia amat-sangat lelah. Kyuhyun balik merengkuh tubuh Sungmin, mengecup pucuk kepalanya singkat. “Aku ada di sini ..”

 

Perlahan, dada Sungmin terasa lebih ringan karena sentuhan ini masih ia dapatkan dari Kyuhyun. Belaian lembut dari telapak tangan Kyuhyun membuat nafasnya kian teratur. Setidaknya Sungmin tidak merasa sedih atau pun kalut seperti sebelumnya. Kyuhyun sudah berada di dekatnya, sedang mendekapnya erat, dan memberinya kesan nyaman yang memabukkan.

 

Sungmin suka ..

 

Sungmin menyukai pelukan Kyuhyun ..

 

Oh, lebih tepat jika mengatakan bahwa ..

 

Sungmin menyukai Kyuhyun, semua yang ada pada diri Kyuhyun.

 

OoOoO

 

Hari itu Kyuhyun pulang ke apartemen untuk mengepak segala keperluannya. Ia bilang, akan ada perjalanan bisnis ke Jepang selama satu minggu penuh. Kyuhyun sempat membuat Sungmin hampir menangis dua kali, tetapi akhirnya ia memutuskan untuk membawa Sungmin ikut serta. Lagi pula, ia tidak tega—lebih tepatnya tidak mau—meninggalkan Sungmin seorang diri di Korea, tanpa dirinya.

 

Sore harinya mereka berangkat dengan penerbangan khusus milik perusahaan Kyuhyun, dan beberapa jam kemudian mereka sampai. Kyuhyun dan Sungmin langsung melesat menuju hotel di kota Kyoto dan beristirahat sejenak.

 

Malamnya, Kyuhyun diundang di suatu acara makan malam—tentu Sungmin ikut—dan mereka menghabiskan waktu mereka di sana.

 

Sungmin sama sekali tidak menyangka jika kata-kata yang diucapkan Kyuhyun ketika mereka berada di bandara Incheon kemarin benar-benar serius. Kemarin malam mereka hanya mendapat istirahat singkat, tidak sempat jalan-jalan karena ada pertemuan-pertemuan penting yang melibatkan Kyuhyun. Dan pagi ini pun, Kyuhyun bilang akan pergi ke suatu tempat untuk menemui rekan bisnis ayahnya.

 

Seketika itu juga, nafsu makan Sungmin hilang dan menguap entah kemana. Melihat Kyuhyun yang terus memakan sarapannya sambil terus mengecek sesuatu di tab-nya, benar-benar suatu hal yang menyebalkan. Memang tidak seharusnya Sungmin cemburu dengan tab bodoh yang ada di genggaman Kyuhyun, tetapi sekarang kenyataannya memang seperti itu.

 

Andai saja Sungmin bisa menjadi tab itu, maka setiap jam ia akan berada di genggaman lelaki itu.

 

“Sungmin sayang, cepat habiskan sarapanmu.”

 

Suara bass Kyuhyun terdengar, membuyarkan lamunan Sungmin. Gadis itu melototkan mata ketika ia tak mendapati sosok Kyuhyun di hadapannya—ternyata lelaki itu sudah beranjak dari kursi makannya. Sungmin menolehkan kepala ke arah kiri, kemudian mendengus karena menemukan Kyuhyun yang sedang merapikan jasnya.

 

“Kau benar-benar akan pergi?”

 

“Tentu,” kata Kyuhyun sambil berjalan menuju Sungmin. Lelaki itu tersenyum lalu mengecup bibir Sungmin sekilas, “Kau harus berjanji kepadaku untuks satu hal, nona manis.”

 

“Apa?”

 

“Jangan kemana-kemana ketika aku keluar nanti,” Kyuhyun meraih telapak tangan kanan Sungmin dan menautkan jemari kelingking mereka. “Janji?”

 

Ne?” Sungmin terkejut begitu mendengar kata-kata Kyuhyun. “Jadi, kali ini kau akan pergi sendiri?”

 

“Maaf, aku tidak bisa membawamu dan membiarkanmu bosan ketika sedang menungguku di sana,” kali ini Kyuhyun berucap sambil membenarkan letak dasinya.

 

“Tt—tapi, aku juga akan bosan jika di sini seorang diri,” Sungmin merendahkan tatapan matanya lalu mengerucutkan bibir. “Rencananya aku akan pergi mengunjungi orang tuaku ketika ketika kau pergi bekerja.”

 

Mwo? Andwae!” Kyuhyun menolak rencana Sungmin mentah-mentah. “Tokyo sangat jauh. Lagi pula ini Jepang, Sungmin! Kau akan tersesat!”

 

“Aa—aku fasih berbahasa Jepang, kok!” Sungmin masih berusaha membela keputusannya.

 

“Tidak-tidak-tidak!” Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Ketika aku mendapat waktu senggang, aku berjanji akan mengantarmu ke Tokyo, oke? Jadilah gadis kecil yang menurut, maka aku akan berusaha untuk pulang secepat yang kubisa.”

 

“Aku bukan gadis kecil!” Sungmin mendorong dada Kyuhyun dan menolak ciuman yang akan mendarat di bibirnya. “Aku sudah delapan belas tahun dan aku sama sekali bukan gadis kecil!” katanya seraya melangkah mundur.

 

Kyuhyun menghela nafas, melipat dua lengannya di depan dada dan masih memandang sosok Sungmin dengan mata elangnya yang tajam. “Jadi, kau tetap pergi walau aku bilang tidak?”

 

Sungmin mengangkat dagunya ke atas, memasang pose menantang. “Tentu saja! Kau tidak bisa mengaturku! Lagi pula, kau bukan orang tuaku!”

 

“Tetapi, di sini aku yang berkuasa, Lee Sungmin,” suara Kyuhyun terdengar lebih rendah dan menakutkan. “Camkan itu baik-baik!”

 

“Kau cuman kekasihku, bukan berarti kau bebas mengekang hidupku.”

 

“Sudah kubilang, aku-akan-mengantarmu-ke-Tokyo-ketika-aku-mendapat-waktu-luang,” Kyuhyun mengucapkan setiap kata dengan penekanan. “Bersabarlah sedikit.”

 

“Tetapi aku akan bosan jika berada di sini seorang diri!” Sungmin menghentak-hentakkan kaki. “Kau jahat!”

 

Kyuhyun benar-benar akan terlambat jika ia terus mengikuti perdebatan konyol ini. Jujur saja ia harus segera berangkat meninggalkan hotel. Tetapi masalahnya, Sungmin sedang kacau dan ia tidak mungkin meninggalkannya sekarang. Setidaknya ia harus memberikan pengertian yang masuk akal agar gadis itu menurut kepadanya.

 

Memilih emosi adalah kesalahan buruk, demi Tuhan Kyuhyun tidak akan pernah menghadapi Sungmin dengan emosi yang memuncak. Maka, ia memutuskan untuk menghembuskan nafas pelan dan memandang wajah kekasihnya dengan tatapan yang lebih lunak. “Dengar, aku benar-benar tidak bisa membiarkanmu pergi seorang diri ke Tokyo.”

 

“Kenapa?”

 

“Jarak Kyoto dan Tokyo sangat jauh. Aku takut jika terjadi apa-apa denganmu.”

 

“Tetapi, kau perlu percaya kepadaku, Kyu,” Sungmin semakin tertunduk lesu. “Jangan memperlakukanku seperti anak kecil yang selalu butuh pengawasan.”

 

“Baiklah. Besok,” kata Kyuhyun memutuskan. “Besok kita pergi ke Tokyo. Sekarang, kau harus diam di sini.”

 

“…”

 

“Aku anggap kau setuju. Aku harus benar-benar pergi sekarang,” Kyuhyun kembali mengecup bibir ranum Sungmin kemudian menyambar tasnya. Ia berjalan menuju pintu keluar dan benar-benar hilang di sana.

 

Kyuhyun sudah pergi ..

 

OoOoO

 

Sungmin benar-benar tidak bisa berdiam diri di kamar hotel yang besar itu selama beberapa jam lamanya. Maka, dengan segala keberaniannya sebagai seorang remaja, ia keluar dari hotel itu. Berbekal peta jalur shinkansen, GPS di ponselnya, dan dompet yang berisi uang pemberian Kyuhyun, gadis itu benar-benar pergi meninggalkan hotel tersebut.

 

Sebenarnya Sungmin sempat bingung ketika ia berada di stasiun kereta bawah tanah. Tetapi, seseorang memberitahunya tentang kereta api yang akan membawanya ke Tokyo. Dan dua jam lebih setelah ia menunggu dengan duduk diam di dalam shinkansen yang membawanya menyusuri jalur kereta api, akhirnya ia benar-benar sampai di Tokyo.

 

Dia menumpang bus untuk sampai di sebuah terminal di sebuah daerah Yoyogi, berjalan sebentar, dan sempat bertanya kepada polisi-polisi yang sedang berpatroli. Sungmin bersyukur karena polisi-polisi itu sangat berbaik hati dan mau mengantarkannya ke alamat rumah orang tuanya.

 

Dan beberapa menit kemudian, dia benar-benar berada di rumah kedua orang tuanya.

 

“Kau harus menelpon Kyuhyun, Minnie,” ibunya tiba-tiba datang lalu meletakkan mug besar berisi segelas cokelat hangat. Wanita paruh baya itu segera pulang ke rumah ketika Sungmin menelpon—tentu saja ia menyerahkan pekerjaannya kepada teman seangkatannya di sana.

 

“Aku tidak akan menelponya, eomma. Kyuhyun keterlaluan,” kata Sungmin lalu menyeruput minuman hangat buatan ibunya.

 

Leeteuk mengendikkan bahu—walau sebenarnya ia tidak acuh. “Eomma takut jika dia akan marah besar.”

 

“Tidak mungkin aku terus menuruti apa katanya, eomma,” ucap Sungmin. “Dia selalu overprotektif seperti itu. Dan kurasa, tidak mengijinkanku bertemu dengan eomma dan appa adalah hal yang sungguh keterlaluan. Maksudku, dia tidak bisa memisahkan kita seperti itu.”

 

Leeteuk termenung setelah gendang telinganya ditembus oleh penuturan singkat dari putri kesayangannya. Otaknya memikirkan segala sesuatu yang berhubungan dengan Kyuhyun, tentang apa yang telah lelaki itu lakukan kepada keluarga kecilnya. Walau dia sempat marah dan mengutuk usulan Kyuhyun—merelakan putri mereka sebagai jaminan untuk pelunasan hutang-hutang keluarga—pada akhirnya Leeteuk setuju. Ia dan Kangin pergi meninggalkan Korea, meninggalkan Sungmin seorang diri dan mencoba memberi Kyuhyun kepercayaan untuk menjaga Sungmin.

 

See?

 

Beberapa tahun mereka tidak bertemu, tetapi akhirnya Kyuhyun kemari dan membawa putrinya dengan keadaan yang sangat baik. Sehingga dengan begitu, akhirnya Leeteuk yakin bahwa Kyuhyun adalah seorang pemuda yang bisa dipercaya.

 

“Kukira Kyuhyun akan mengerti,” Leeteuk merunduk sebentar lalu tersenyum indah. “Kau harus bersikap baik kepadanya, hm?”

 

Arasseoyo, eomma,” Sungmin menimpali. “Tetapi, apa eomma benar-benar menyukai Kyuhyun?”

 

“Tentu saja eomma menyukainya. Dia pemuda yang baik dan bertanggung jawab, bukankah seperti itu?”

 

Sungmin mengangguk-angguk, “Itu berarti, eomma benar-benar memberikan restu kepadanya untuk memilikiku?”

 

Manik mata Leeteuk memandang wajah putrinya lekat-lekat, “Dari awal eomma dan appa memang sudah merestuinya.”

 

“Maksud eomma?”

 

“Apa eomma perlu memberitahumu tentang hal ini?”

 

OoOoO

 

Kami telah mengenal Kyuhyun jauh sebelum kau mengenalnya.

 

Kalimat itu terlontar dengan nada teramat pelan dari kedua belah bibir Leeteuk, diiringi dengan pandangan yang terbubuhi perasaan bersalah yang begitu besar. Lalu setelahnya, Leeteuk benar-benar mengatakan suatu hal yang selama ini telah ia simpan dengan begitu baik.

 

Dia adalah orang yang menolong keluarga kita.

 

Sungmin mengedarkan pandangan ke segala penjuru arah, menatap orang-orang yang sedang berjalan di trotoar jalanan dengan pandangannya yang mengabur. Penjelasan eomma-nya yang ia ketahui sebagai fakta baru membuat batinnya terpukul, merasa kecewa sekaligus marah kepada lelaki yang ia anggap sebagai lelaki terbaik di hidupnya sekarang.

 

Sungmin bingung, sampai-sampai ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk menyikapi hal ini. Eomma-nya memaksanya untuk tetap diam dan bersikap seolah-olah tidak tahu-menahu tentang hal ini. Tetapi, sisi lain dari dirinya yang begitu merasa kecewa ingin sekali mencaci maki Kyuhyun.

 

Bisa-bisanya ia membeliku dengan uangnya.

 

Kira-kira kalimat seperti itu sudah ribuan kali muncul di benak Sungmin, membuatnya semakin kesal dan sedih. Kepercayaan yang sudah tertanam baik di dirinya kini mulai goyah, tergantikan oleh perasaan benci yang (kata ibunya) harus ditahan dan disimpan baik-baik.

 

Tuan Cho bersedia membayar hutang-hutang keluarga kita dengan memberikan satu syarat.

 

Sungmin tidak bisa, ia tidak yakin akan bisa bersikap baik-baik saja kepada Kyuhyun. Kata-kata ibunya terus berputar di otaknya dan mengganggu segenap perasaannya yang mulai goyah.

 

Mereka menginginkanmu. Anak semata wayang mereka menginginkanmu.

 

Lutut Sungmin melemas, ia tidak sanggup untuk berjalan lebih lama lagi. Gadis itu melangkah ke tepi jalan, duduk di salah satu bangku dan menyeka air matanya.

 

Walau kejam, tetapi kita harus membalas kebaikan mereka. Bukankah begitu?

 

Bersikap baiklah kepada Tuan Muda Cho.

 

OoOoO

 

Sungmin memutar pintu kamar hotel yang ditinggalinya dengan Kyuhyun, masuk ke dalam lalu menutupnya kembali. Matanya yang bengkak mendapati sepasang sepatu kulit hitam yang tergeletak di rak mungil dekat pintu—itu milik Kyuhyun. Dan ketika ia mendongakkan kepala, ia bertemu pandang dengan manik mata hazel milik ‘kekasihnya’—kekasih yang membelinya dari kedua orang tuanya.

 

“Dari mana, nona muda?” tanyanya—masih dengan pose angkuhnya, melipat dua lengan di atas dada.

 

Kedua belah bibir Sungmin mencoba melukis seulas senyuman, “Hanya jalan-jalan di sekitar hotel.”

 

“Benarkah?” salah satu alis Kyuhyun terangkat, semakin berniat mengintimidasi kekasihnya yang ketahuan pulang terlambat.

 

Kepala Sungmin mengangguk.

 

Kyuhyun tidak bisa memaksakan kehendaknya untuk terus bertanya dan mendesak Sungmin ketika ia mendapati gelagat aneh dari gadisnya. Dengan segala kemampuannya untuk meredam emosi, akhirnya Kyuhyun menyerah dan membiarkan Sungmin tetap diam di posisinya. Beberapa saat kemudian ia berucap, “Oh yah, besok aku akan mengantarmu ke Tokyo.”

 

“Tidak perlu,” suara Sungmin yang mengalun lembut dengan nada pelan itu terdengar. “Di Kyoto saja. Aku tidak mau ke Tokyo.”

 

Dahi Kyuhyun berkerut samar, “Bukankah tadi pagi kau ngotot ingin pergi ke Tokyo? Kenapa sekarang malah tidak mau?”

 

Sungmin kembali terdiam sambil memilin ujung mantel merahnya. “Aku .., ingin di sini saja.”

 

“Terserahmu saja,” kata Kyuhyun.

 

“Apa sekarang aku boleh pergi tidur?” kalimat untuk meminta izin itu terucap dari Sungmin.

 

“Tentu. Bersihkan dirimu dulu lalu tidurlah. Aku akan menyusul.”

 

OoOoO

 

Sebenarnya Kyuhyun menyadari tingkah laku Sungmin yang aneh sepulang dari bekerja kemarin malam. Gadis itu menolak menerima pandangan mata darinya, gadis itu menolak berbicara lama-lama dengannya, gadis itu menolak rengkuhan lengan hangatnya, gadis itu menolak ucapan selamat malamnya.

 

Ada apa dengan Sungmin?

 

Kyuhyun tidak tahu sebabnya, namun yang jelas ia sangat penasaran. Mungkin sesuatu yang serius terjadi ketika gadis itu jalan-jalan di sekitar hotel. Dan  Sungmin mencoba menyembunyikan semuanya.

 

Huh? Benarkah?

 

Mungkin ya, mungkin juga tidak.

 

Kyuhyun terlalu sibuk memikirkan hal itu hingga ia tidak sempat pergi tidur selama semalaman penuh. Seharusnya ia mengirim pengawal untuk mengawasi Sungmin ketika ia sedang sibuk bekerja—ia menyesal tidak melakukannya. Dan sekarang, akibatnya ia galau setengah mati.

 

“Apa kau tidak ingin makan?” suara Sungmin tiba-tiba mengalun.

 

Kyuhyun mendongak dan menatap wajah dingin Sungmin, ia tersenyum kikuk. “Aku akan makan.”

 

“Kau akan terlambat jika terus melamun seperti itu,” kalimat itu terus berlanjut dari Sungmin.

 

“Soal ke Tokyo ..”

 

“Aku sudah bilang, aku tidak ingin pergi ke sana!” Sungmin memotong ucapan Kyuhyun, menaikkan nada suaranya, kemudian meletakkan sumpit yang menyelip di antara jemari tangannya. Ia menyudahi acara makannya lalu berjalan menuju balkon hotel. “Kau bisa pergi jika sudah selesai.”

 

“Kali ini apa lagi?” Kyuhyun ikut menyudahi acara sarapan paginya lalu berjalan menghampiri Sungmin. “Apa yang membuatmu marah kepadaku?”

 

Sungmin melukis seulas senyum kaku, “Apa aku terlihat marah? Aku tidak sedang marah,” kata Sungmin.

 

Kyuhyun merentangkan dua lengannya, memilih memeluk Sungmin dan mendekap tubuh kekasihnya. “Aku sedang sibuk sekali, sayang.”

 

“Aku tahu,” jawab Sungmin. “Aku tahu sekali, dan aku mengerti.”

 

“Lalu kenapa kau mendiamkanku?”

 

“Aku tidak mendiamkanmu” Sungmin mencengkeram lengan Kyuhyun yang melingkar di perutnya. “Kau saja yang merasa begitu.”

 

“Benarkah?”

 

Sungmin menelan segala perasaan kecewa yang tiba-tiba muncul di dada, meyakinkan dirinya sendiri bahwa apa yang dilakukannya sudah benar. Sungmin ingat kata ibunya, dan Sungmin sudah melakukan semua itu dengan baik.

 

Dia akan bersikap baik-baik saja kepada Kyuhyun, terus berakting bahwa ia tidak tahu apa-apa.

 

Sungmin memang tidak tahu apa-apa, dia terlalu mudah dikelabuhi dan dibodohi dengan kata-kata yang berhubungan dengan cinta. Jika dipikirkan sekali lagi, dia seperti gadis gampangan yang bisa dibeli dengan uang—sangat mudah untuk didapat.

 

Memangnya, Kyuhyun menganggap dirinya sebagai apa?

 

Semenjak mereka bertemu, Kyuhyun menyebut dirinya sebagai siapa?

 

Bagaimapun, ia sudah dibeli dengan sejumlah uang oleh Tuan Besar Cho. Dan sebagai gantinya, ia harus bertahan hidup seorang diri di Korea tanpa orang tuanya—walau Kyuhyun tiba-tiba datang dan bersikap layaknya seorang super hero baik hati yang menolongnya.

 

Buruknya, Sungmin tergoda dan ia jatuh cinta kepada KYuhyun.

 

Johahae,” suara bernada pelan itu terdengar sebagai bisik-bisik dari kedua bibir Sungmin. “Aku ..”

 

Nado,” Kyuhyun membalas ucapan Sungmin sambil mengeratkan pelukan kedua lengannya. “Mungkin aku lebih menyukaimu, lebih mencintaimu, lebih mengagumimu.”

 

“Apa aku bisa mempercayaimu?” kepala Sungmin menoleh ke arah kiri, menatap wajah kekasihnya dengan pandangan kosong penuh luka absurd. “Apa aku bisa .., percaya padamu?”

 

Kyuhyun bisa menangkap pandangan tidak menyenangkan yang terlempar dari Sungmin untuknya. Maka, dengan segenap perasaan kalutnya ia melepas rengkuhan lengannya lalu memutar tubuh Sungmin, membuatnya berhadapan dengannya. Ia mencengkeram dua pundak Sungmin, menatap manik mata kekasihnya dalam-dalam. “Aku tahu, pasti ada yang salah denganmu.”

 

Sudut bibir Sungmin terangkat, senyuman penuh rasa luka itu terlukis. “Kau pikir aku bisa menyembunyikan sesuatu darimu?” pertanyaan itu terlontar dengan nada ringan. “Kau selalu tahu tentangku, Kyuhyun. Kau bahkan tahu dari hal sekecil apa pun.”

 

Dua lengan Kyuhyun terangkat, telapak tangannya yang hangat menelangkup pipi bulat Sungmin. “Sungmin ..”

 

Pandangan Sungmin merendah ketika ia merasakan segelontor air mata sudah menggenang di pelupuk mata. Senyumannya kini telah luntur, tergantikan oleh bibir mengkerut untuk menahan getaran samar dari kesedihannya. “Aku benar, bukan?”

 

“…”

 

Kelopak mata Sungmin kembali terangkat, bola matanya bergerak menatap kekasihnya—dan saat itu juga setitik air matanya meluncur membasahi permukaan pipinya, membentuk garis lurus yang kasat mata. “Tuan Muda Cho?”

 

Pikiran Kyuhyun serasa dihempas dari langit ketujuh ketika gendang telinganya ditembus oleh panggilan lengkap dari Sungmin. Air mata yang muncul dari sudut mata Sungmin sudah menyakitinya, tetapi panggilan hormat yang melecehkan itu lebih menyakitinya. Tiba-tiba ketakutan yang teramat besar merayap dari ujung kaki ke ujung kepalanya, mengikis rasa percaya dirinya sedikit demi sedikit. Kyuhyun menjatuhkan dua lengannya, mengalihkan pandangannya ke segala penjuru arah demi menghindari tatapan menuntut dari Sungmin.

 

Sungmin masih bertahan di posisinya, memandang KYuhyun yang sedang shock dengan pandangan penuh rasa sakit. Ia masih menitikkan air mata—namun tidak menyuarakan isak tangisnya. Dua telapak tangannya tergulung kuat, menandakan bahwa ia mati-matian menahan perasaannya. “Kenapa tidak menjawab, Tuan Muda Cho?”

 

Lutut dan persendian Kyuhyun melemas ketika Sungmin terus memerasnya dengan memanggilnya seperti itu. Kyuhyun mundur selangkah, melototkan matanya karena rasa ketidak percayaan yang melandanya saat ini.

 

Sungmin menarik nafas panjang-panjang, “Terimakasih karena telah menyelamatkan keuangan keluargaku. Aku tidak menyangka jika .., kau yang .., menyuruh mereka meninggalkanku.”

 

Masih dengan memandang wajah Kyuhyun, ia melanjutkan, “Tetapi, semua bukan sepenuhnya salahmu. Orang tuaku juga bersalah karena mereka telah menandatangani kontrak yang sudah dibuat oleh ayahmu.”

 

Kyuhyun memberanikan diri untuk mendongakkan kepala, membalas tatapan mata kekasihnya yang begitu tajam. “Lantas ..”

 

“Lantas, kau tidak perlu merasa berlebihan seperti itu,” dagu Sungmin terangkat beberapa derajat, kemudian kembali merunduk. Sungmin tersenyum sedih, ia kembali meneteskan air mata. “Bukankah kau sudah menebus rasa bersalahmu dengan uang yang kau miliki?”

 

TBC

73 thoughts on “My Secret Idol | KyuMin | Chap 19/20 | Genderswitch | T+ | Romannce |

  1. Ming sih keras kepala.,tp kyu salah jg.,
    ai tau ah,,sm0ga kyu bsa myakinkan ming ttg cnta’y trz kyumin ttap brsama,

  2. aku ketinggalan berapa chap dan seneng kyumin bisa akur tapi sekarang … kyuminnya selec lagi -_- pasti ming salah paham lagi nih.

  3. Yªªªª ampun, nanggunga ߪηĝє† thor, kirain langsung chapter 20, ternyata masih bersambung lagi. Oke update kilat untuk chap 20 ήЧά yªªªª…

  4. yang ditakutin dataaaaaangg!!!!
    addduuhh gimana dg nasib hubungan kyumiiiinnn????
    gak akan putus kaaann??
    cuman emosi sesaat dr ming aja kan?
    dududududuuuuhh…
    kenapa eomma ming bilang duluan siihh??
    duuhhh…..
    jangan sedih sedih doong…

  5. Wah sungmin udah tau yang sebenernya nih!!!!

    Lanjut, tinggal 1part lagi udah mau tamat (˘̩̩.˘̩ƪ)

    Semoga berakhir bahagia😀

  6. Terbongkar juga akhirnya rahasia kyu. Gimana akhirnya hub mereka ya…..kyu jelaskan ke ming kalo semua yg dilakukannya itu krn kyu benar2 cinta ama ming……bikin nangis aja baca chap ini……fighting.

  7. Kebongkar dan itu buat nyeseek T.T
    cho kyuhyun, sabarlah ini jg salahmu, knp gk dr awal jujur -_-
    smga ming gk ninggalin kyu deh
    next chap ditunggu..

  8. Jangan bilang KyuMin pisahh ?
    Andwaeeeeeeee
    Smoga kyu bsa kasih alasan yg logis biar sungmin ga ninggalin diaa😦
    Huuuueeee
    Penasaran ama next chap alias end chapnyaa
    Ditunggu dehh chinggu end chapnyyaaa ^^
    Hwaiting yaa !

  9. Duh jiyooo…
    Nyesek bgt part menjelang ending ini…
    Tp emg min harus tau sihhh..biar kyu jg ga perlu nyembunyiin apa2 lg…kkkk
    Hwaitingggg jiyooo nyelesein ending chapt ny^^

  10. Ya ampuuun, marah tuh ming. Ayo kyu yakinin ming kalo kamu tuh bener2 cintaaa sama ming…

    Lanjut ya author, semangat (҂’̀⌣’́)9

  11. akhirnya terbongkar… ak kira gak akan terkuak juga secara ini udah mau tamat >_< hummm

    sebenarnya di balik itu semua kyu melakukan itu karena benar2 cinta ming.

    Ming mikir pendek aja dehh

  12. terungkap semua…… min akhirnya tahu….dan min kecewa……OMG bagaimana cara kyu buat meyakinkan min bahwa kyu sangat mencintai nya…

  13. Ketauan jg…😦
    Huh,, sebel bget liat kyumin slek gni.. Tp pzti happy ending kan jiyoo-ssi?
    Ah ga sbr bget.
    Lanjut ne?!
    Fighting chingu!🙂

  14. wahwahwah sungmin sudah mengetahui rahasia yg selama ini kyuhyun simpan..
    jadi penasaran dg chap 20 nya..🙂

  15. Tuh kan begini ini kalo ketahuan jadinya… minnie marah banget sm kyu n kyu juga syock…. minnie jd bertingkah aneh n nganggap yang ga ga ke kyu… gimana cara kyu jelasin ke minnie? next chap uda tamat ff ini… huhuhuhu

  16. yaampun klimaksnya… kenapa sedih;;; jiyooo update lusa yaa ㅜㅜ aah kyuhyun gaksuka dianggep Tuan Muda Cho?😦

    ohiya, ending atau sequel nya dikasih kisah Sungmin di sekolah dong… masa seatap bahkan bolak balik Jepang-Korea, temennya ga ada yg curiga. ehehe makasihh

  17. Akhir nya gak ada yg perlu di sembunyikan lgi dari Ming.
    Mungkin Ming menganggap dia di jual oleh orang tua nya, dan menganggap Kyu menginginkan nya dengan cara membeli nya dengan uang. #ribetbangetbahasagw
    Maka dari itu mungkin Ming kecewa sma Kyu.

    Tpi setelah itu hubungan mereka seperti apa???

  18. Oh Tuhan. . . Sungmin T__T please Kyu doing something, please bikin Mini senyum lagi. Detik” menjelang ending huwee

  19. part yang bikin mewek !!!

    please ming jangan pergi:(
    ayok, selesai kan masalah kalian dengan baik” jangan pake emosi :’)

  20. Ming udh tw smu.a ,, trus ming gk bkal ninggalin kyu kn ? Jngn sampai ming ninggalin kyu ,, smoga kyu bisa ng’yakinin ming ,, d’tnggu chap dpan ..

  21. Jeng jeng jeng akhirnya ming tau rahasia ortunya ninggalin dia sendirian di korea dan tau siapa sebenernya si cho kyuhyun.
    Chingu lanjut lanjut ya 🙂

  22. Tuh kannnnn???😥
    mungkin jika kasusnya orang tua Ming tdk disuruh meninggalkan Ming seorang diri di Seoul akan beda lagi kali yah.
    Aku harap Ming bisa ambil positifnya aja meskipun pasti kecewa karena masalah “dibeli” atau apanya. tapi kesimpulan dari semuanya karena Kyuhyun terlalu mencintaimu ataupun menginginkanmu.
    Kasian juga Kyuhyun T_T

  23. terbongkar sudah kyu
    rerbongkar

    sungmin sudah mengetahui semuanya, semua rahasia yang bertahun-tahun kau tutupi

    akankah sungmin tetap menerima kyuhyun sebagai kekasihnya ??

    nexttt….

  24. Lantas?

    Ampun, aku nyes banget baca kallimat kalimat sungmin.walaupun kyu cinta sama sungmin tetap ajakan caranya salah.. Hiks hikss.. Tisu dena habis T_T

    Lantas?

    Lanjutnya kapan?😄

  25. Akhirnya terungkap rahasiaaaaa tuan muda Cho😥

    Aigooooo… kyumin jangan bertengkar yach…
    1 chap lage saeng…

    G sabarrrrrrr………….. publish kilat jiyooo saeng \(*0*)/

  26. Jangan bilang mereka bakalan pisah disini ??? Jangannnnn mereka bentar lg nikah u,u
    Masa udah cerai (?) Duluan sebelum nikah sih ahhh
    Jgn ya adek manis muach ㅋㅋㅋ

  27. waduh waduh waduh
    kenapa jadi begini hiks…
    minnie-ah denger penjelasan kyu dulu
    jangan emosi
    semoga kyu engga ikut2n emosi ke min
    chap depan ending ya
    huaaaa endingnya gimana nih
    penasaraaaannn
    lanjutkan semangat

  28. Nyeseekkkk bggttt….. dan saya ktinggalan part ini lagiii….. *lanjut ke part akhiir… huweee brharap mereka jangan smpe pisaahhh

  29. Akhirnya konflik ini terjadi jga.

    Menanti bgaimana mreka menyelesaikan malasah itu..
    Hhahaha..
    Lanjutt jiyoo-ah..

  30. ahahaaaa knp pas adegan mau tbc ny aq jd ngebayangin lee minho yah hahaa *efek td siang nntn drama the heirs hehe

  31. Ming!! Satu hal yg pelu kau tau.. Kyuhyun tulus mencintaimu *kyaa* jadi setidaknya dengar alasannya dulu yeah^^

  32. Ternyata benarkan ada konflik lg dgn ortunya min… semoga dpt tersekesaikan dgn baik… kyu melakukan semya itukan demi cintanya dgn mu min. Nyatanya dia bgt mencintaimu… mungkin harga diri min lah yg terlukai…

  33. akhirnya terbongkar juga rahasia kyupil, ming jangan tinggalin kyu itu kyu lakuin juga buat ming, selesain dengan kepala dingin

  34. oh noooo.. please min don’t be too mad to kyu..
    he loves you with all his heart..
    mungkin memang perlu waktu sih buat min untuk menerima kyu setelah tau kenyataannya..

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s