My Secret Idol | KyuMin | Chap 17/20 | Genderswitch | T+ | Romannce |

My Secret Idol

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin , KaiSoo

 

Part : 17/20

 

Warning : GENDERSWITCH , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Tidak ada yang tahu di mana dan dengan siapa kita akan bertemu dengan ‘cinta’. Semua pasti terjadi di luar nalar seorang manusia, entah itu terjadi secara ‘biasa-biasa saja’, atau malah luar biasa. Setelah mengenal cinta, maka status tidak akan menjadi nomor satu. Karena untuk orang yang mencinta, perasaan kasih adalah segalanya.

 “Tidak terasa waktu begitu cepat berakhir, yah,” Kyuhyun lagi-lagi berusaha mengejutkan Sungmin dengan berucap secara tiba-tiba. “Lusa kita harus kembali ke Korea.”

 

“Aku ingin tinggal lebih lama lagi,” Sungmin mengutarakan maksud hatinya kepada Kyuhyun. “Boleh aku tinggal lebih lama di sini?”

 

Kyuhyun menoleh dan memandang wajah gadis mungilnya, “Ada apa denganmu? Bukankah kita sudah sepakat jika hanya ada tiga hari di Jepang? Setelahnya, kita harus pulang.”

 

“Tetapi, aku masih merindukan orang tuaku,” Sungmin menarik selimut hingga menutupi dagu. “Boleh, ya?”

“Tidak,” larangan mutlak itu terdengar sebagai ucapan final—terucap dengan nada rendah namun penuh penekanan yang mengancam. “Kita bisa kemari ketika liburan natal tiba.”

 

“Apa setelah ujian kelulusan berakhir, aku boleh pindah ke mari? Maksudku, aku ingin kuliah di Jepang.”

 

“Tentu saja tidak boleh!” tanpa sadar, Kyuhyun melontarkan ucapannya dengan nada yang lebih tinggi dari sebelumnya. Ia mengeram lalu berdecih, “Memangnya kau bisa pindah ke suatu negara dengan seenaknya?”

 

“Tetapi, aku ingin tinggal bersama orang tuaku,” suara Sungmin mencicit. “Kumohon!”

 

“Setelah ujian kelulusan usai, kau ingin meninggalkanku sendiri di korea. Begitu?”

 

“Huh?”

 

“Kau ingin meninggalkanku?”

 

Pertanyaan itu terlontar dengan nada tegas yang benar-benar mengancam. Walau lampu kamar ini redup karena penerangan hanya bertopang pada lampu nakas, Sungmin masih bisa menangkap dengan jelas gurat tidak senang yang Kyuhyun lukis di wajahnya. Sungmin merasa jika Kyuhyun akan marah. Sebentar lagi sosok lembut bagai malaikat yang selama ini menjadi topengnya akan tergeser oleh sesuatu yang mencoba keluar dari dalam diri Kyuhyun.

 

Sungmin bergidik, ia menggeser tubuhnya menjauhi tubuh Kyuhyun. “Tidak. Aku tidak pernah berpikir seperti itu.”

 

“Benarkah? Apa kau benar-benar tidak pernah berpikir untuk meninggalkanku?” Kyuhyun semakin mencondongkan tubuhnya lalu menyipitkan mata. “Apa kau pernah berpikir untuk mengkhianatiku? Bermain di belakangku?”

 

Ucapan Kyuhyun yang penuh penekanan sukses membuat pikirannya melayang ke masa lalu—ke masa saat ia menjalani hubungan dengan Jongin di belakangnya. Wajah Sungmin mengeras karena ia takut jika Kyuhyun berpikir seperti itu. Dan yang membuatnya semakin takut adalah tatapan menuntut yang Kyuhyun layangkan untuknya.

 

“Apa maksudmu?”

 

“Aku tahu semuanya, Sungmin,” Kyuhyun masih berusaha menekan emosinya. “Aku tahu semua yang kau sembunyikan.”

 

Sungmin menelan ludah, “Kyu .., hyun ..”

 

Akhirnya Kyuhyun menghela nafas dan memejamkan mata sejenak, dalam hati ia merutuk karena hampir lepas kendali dalam menghadapi Sungmin. Ia menjatuhkan kepalanya di bantal lalu mengedipkan kelopak matanya yang mulai terasa berat, “Maafkan aku.”

 

“Kau seperti .., bukan dirimu,” kata Sungmin sambil memasang wajah horror ketika menatap wajah Kyuhyun.

 

“Aku hanya tidak suka jika kau mulai membicarakan tentang kebebasanmu itu,” Kyuhyun mendesah sekali lagi. “Aku kira kau benar-benar sudah mengerti jika aku tidak bisa hidup tanpamu.”

 

“Aku memang sudah mengerti,” Sungmin mulai berani mendekati tubuh Kyuhyun—lagi—lalu dengan gerakan pelan gadis itu merebahkan kepalanya di atas dada Kyuhyun. “Aku mengerti kau tidak bisa jauh dariku. Karena itu kau bersikeras melarangku.”

 

“Lalu, kenapa kau masih keras kepala seperti tadi?”

 

“Aku benar-benar ingin berada di sini lebih lama lagi. Kukira kau akan mengijinkanku ketika aku memohon,” Sungmin menggesek jemari tangannya di atas dada bidang Kyuhyun.

 

“Ini adalah kali terakhir aku mengatakannya. Kau tidak akan pergi ke mari jika tidak bersamaku, mengerti?”

 

Dengan pasrah Sungmin mengangguk, “Aku mengerti.”

 

OoOoO

 

Setelah sarapan berakhir, kedua orang tua Sungmin pergi bekerja—terpaksa meninggalkan Sungmin dan Kyuhyun di rumah karena bos mereka benar-benar tidak dapat memberikan keringanan waktu setelah sehari. Maka dengan berat hari akhirnya mereka pergi keluar mencari nafkah dan berjanji akan pulang sebelum pukul 5 sore.

 

Sungmin tidak bisa melakukan apa pun selain memandang jalanan yang ada di depan rumah. Karena ia bosan, akhirnya ia memutuskan untuk turun tangan di taman dan bermain dengan hamparan salju—membentuk boneka-boneka lucu. Kyuhyun sedang sibuk dengan pekerjaan dan laptop hitamnya di kamar, jadi ia tidak punya teman.

 

Gadis itu mendongakkan kepala dan mendapati wajah serius Kyuhyun di lantai dua. Lelaki itu masih serius dengan dokumen-dokumen (bodohnya), sampai-sampai ia tidak menyadari jika Sungmin sedang menatapnya dari taman.

 

“Kyuhyun-ah!” teriak Sungmin memanggil nama kekasihnya. Ketika Kyuhyun menoleh, gadis itu melambaikan tangannya dan tertawa lagi. “Bisakah kau berhenti bekerja dan turun kemari? Percuma kita berada di sini tetapi kau tetap mengacuhkanku demi pekerjaanmu!”

 

Kyuhyun mengalihkan perhatiannya dari layar laptop, melongokkan kepala dan menatap Sungmin dari jendela kamar. Ia berkata, “Aku sibuk! Sampai-sampai aku tidak ada waktu untuk menanggapimu!”

 

Bibir Sungmin mengerucut ketika ia mendengar jawaban seperti itu terlontar untuknya. Ia menepuk-nepuk boneka saljunya lalu kembali mendongak, “Kalau kau sibuk, pulang saja ke Korea! Sepertinya aku tidak membutuhkanmu!” Sungmin melempar gumpalan salju yang ada di genggamannya.

 

Dengan perasaan dongkol ia berjongkok di depan boneka saljunya dan mengelus kepalanya dengan gerakan lembut. “Dasar lelaki. Semua sama saja jika sudah dihadapkan dengan pekerjaan,” ia menggerutu dengan suara imutnya yang rendah. “Kalau benar-benar sibuk, kenapa tidak pulang saja? Memangnya aku membutuhkan kehadirannya yang hanya main laptop?”

 

“Tuan putriku, jangan membicarakan pangeran tanpanmu ini,” seseorang tiba-tiba berjongkok di samping tubuh Sungmin dan ikut membelai kepala boneka salju ini. “Aku mendengar semuanya.”

 

Pipi Sungmin menggelembung ketika ia menyadari kehadiran Kyuhyun di sini. “Sudah, pergi sana! Pasti kekasihmu sedang ngambek sekarang!”

 

“Benar, kekasihku memang sedang ngambek,” Kyuhyun membenarkan ucapan Sungmin dan bersiul-siul dengan nada rendah.

 

“Maksudku laptopmu itu,” Sungmin meninju lengan Kyuhyun lalu kembali mendengus. “Aku ‘kan bukan kekasihmu.”

 

“Oh, kau benar lagi. Kau calon istriku,” kata Kyuhyun sembari menolehkan kepala. Mata cokelatnya yang bening menatap lurus ke arah wajah Sungmin yang terkena terpaan sinar matahari, ia tersipu ketika diam-diam hatinya mengagumi kecantikan Sungmin. “Ternyata kau lebih menarik dari laptop dan psp-ku.”

 

“Kau menyamakanku dengan benda elektronik yang bahkan tidak bisa berbicara?” Sungmin menautkan alisnya dan menatap sangsi ke arah Kyuhyun. “Dasar bodoh!”

 

Kyuhyun mengindahkan ucapan Sungmin dan memilih untuk memetik beberapa tangkai bunga indah dengan gunting tanaman, lalu tangan cekatakannya merangkai bunga itu dengan tangkai-tangkai panjang. “Mau bermain denganku tidak?”

 

Sungmin yang semula mengukuhkan dirinya untuk ngambek kepada Kyuhyun, akhirnya melirik wajah kekasihnya setelah ia mendengar sebuah penawaran. Walau ia masih melipat dua lengannya di atas dada, tak dapat dipungkiri ia tertarik. “Huh?”

 

“Sebenarnya bukan permainan sungguhan. Cuman, latihan untuk mengucap janji di altar,” Kyuhyun menyerahkan rangkaian bunga yang baru ia buat ke arah Sungmin. Ia mengendikkan bahu dan mengundang Sungmin untuk menerimanya lewat tatapan mata.

 

Sebenarnya Sungmin ingin menertawakan permainan baru yang diciptakan oleh Kyuhyun. Tetapi, pandangan mata dari lelaki itu benar-benar memaksanya untuk menerima rangkaian bunga itu. Maka, dengan gerakan pelan dua lengannya terangkat dan ia menerimanya dengan segenap debaran di dada. “Mengucap janji?”

 

Kyuhyun hanya menarik dua sisi bibirnya ke kanan dan kiri, mengulas senyuman yang sarat akan arti sebuah ketulusan. Lelaki itu meraih dua telapak tangan Sungmin yang menggenggam erat rangkaian bunga pemberiannya, lalu ia mendongak dan menatap orb hitam kelam milik Sungmin. “Apa kau bersedia menerima aku, Cho Kyuhyun, sebagai pendamping hidupmu sampai akhir menjemput? Rela mencintai dan menerimaku ala kadarnya, menjaga hati dan kepercayaanku tanpa paksaan, menjadi istri dan ibu terbaik yang diberkati Tuhan?”

 

Jantung Sungmin menanggapi pertanyaan Kyuhyun dengan berlebihan, membuat tubuhnya bergetar tanpa diperintah. Sungmin membatu karena tatapan Kyuhyun, dan sepertinya perasaannya tersentuh oleh segala tindakan Kyuhyun detik ini.

 

Semua seperti nyata, Sungmin tidak tahu jika semua akan terasa sangat menyenangkan jika kau dihadapkan dengan mempelai lelaki yang mampu membuatmu bergetar ketika akan mengucapkan sumpah setia. Dengan keyakinan yang mulai mengalir ke seluruh aliran darahnya, Sungmin menghela nafas lalu mengulas senyum. “Aku, Lee Sungmin, bersedia menjadi pendamping hidupmu sampai akhir menjemput. Aku akan mencintai dan menerimamu ala kadarnya, menjaga hati dan kepercayaanmu tanpa paksaan, menjadi istri dan ibu terbaik yang diberkati Tuhan. Aku bersedia.”

 

Getar kebahagiaan ikut menjalar lalu menyebar ke syaraf-syaraf di tubuh Kyuhyun, membuatnya ikut mengulas senyum. Ia merentangkan dua lengannya lalu merengkuh tubuh Sungmin, memeluk gadis mungilnya dengan perasaan bahagia. Berulang kali ia mengecup pucuk kepala Sungmin, lalu menggumamkan kata ‘aku mencintaimu’ berulang kali.

 

“Aku juga mencintaimu, Kyu,” bibir Sungmin mengucapkan kalimat itu tanpa perintah berarti dari dalam dirinya. Ia membalas pelukan hangat dan penuh syukur dari Kyuhyun, lalu mendongakkan kepala. “Aku sangat mencintaimu ..”

 

Kyuhyun menarik dagu Sungmin dan langsung menangkap bibir kissable milik Sungmin, mengecupnya dengan segenap perasaannya yang membuncah. Ia mendekap tubuh mungil Sungmin, merematnya dengan gemas dan terus menggerakkan bibirnya dengan begitu otoriter.

 

Mungkin ciuman kali ini adalah ciuman pertama bagi mereka.

 

Ciuman pertama yang berlandaskan cinta murni dari lubuk hati masing-masing.

 

Kali ini bukan ciuman biasa yang hanya saling menautkan bibir, melainkan ciuman istimewa setelah mereka mengucapkan janji di hadapan dewa matahari dan dewa kehidupan. Saling menyalurkan getar-getar cinta yang memabukkan, membuat suasana semakin menghangat karena sentuhan kulit tubuh masing-masing.

 

Mereka benar-benar terlena.

 

“Sebaiknya kita masuk,” Kyuhyun berhenti sejenak lalu menarik tangan Sungmin untuk masuk ke dalam rumah keluarga Lee. Dengan langkah tergesa-gesa, ia menyeret paksa tubuh Sungmin menaiki tangga. Lalu menghempaskan tubuh kekasihnya secara sempangan di kamar—ia menutup pintu kamar dengan begitu keras lalu menguncinya dengan gerakan cepat.

 

Ia menghampiri Sungmin yang masih berusaha mengatur nafas, lalu dengan satu tarikan kuat darinya ia kembali menangkap bibir kekasihnya. Lelaki itu masih berniat melanjutkan sesi ciuman mereka yang sempat terputus, bahkan kali ini ia ingin mendominasi segala kecupan bibir yang terjadi.

 

Tanpa sadar, lelaki itu mendorong tubuh Sungmin hingga gadis itu tak kuasa menegakkan kedua lututnya. Mereka terjatuh di atas lembaran sprei ranjang—dengan bibir yang masih terpaut rapat. Kyuhyun semakin meningkatkan intensitas ciumannya, membuat bibir kekasihnya bengkak dan memerah.

 

Di luar kendalinya sebagai seorang lelaki, Kyuhyun mengecup pangkal leher Sungmin dan meninggalkan bibir bengkak itu—membiarkan gadisnya bernafas walau paru-parunya kembang-kempis dengan tempo berantakan. Kyuhyun tetap mencium pangkal leher Sungmin, menjilat, dan menghisapnya pelan dengan bibir yang bergerak agresif.

 

“Kk .., Kyu ..”

 

Sungmin merintih dengan suara pelan ketika ia merasakan pergerakan tangan Kyuhyun di sekitar tali gaunnya yang tersimpul apik di pundak. Gadis itu melototkan mata—walau tanpa berniat melontarkan protes—ketika Kyuhyun menarik simpul itu dan menjatuhkannya begitu saja.

 

Bagaimana ini?

 

Batin Sungmin bertanya pada dirinya sendiri ketika ia menyadari bahwa Kyuhyun sedang berusaha melucuti gaun sutranya. Jiwa remajanya yang selalu penasaran dengan hal-hal berbau dewasa seperti ini akhirnya memuncak, membuatnya hanya diam walau sebenarnya ia takut setengah mati.

 

Kata Hyukjae, pembuktian itu perlu. Dan apa yang mereka lakukan sekarang adalah pembuktian yang Hyukjae maksud.

 

Aku sudah siap! Aku sudah siap!

 

Mati-matian Sungmin mengucapkan kalimat itu bagai mantra ajaib yang mampu meredam getaran tubuhnya. Ia merasakan gerakan bibir dan lidah Kyuhyun di lehernya, membuatnya sesekali memekik dan mendesah dengan suara tertahan.

 

Tiba-tiba Kyuhyun berhenti mencium leher Sungmin, lelaki itu mendongakkan kepala dan menatap wajah Sungmin dengan tatapan sayu. Binar matanya yang diselimuti nafsu tertahan perlahan mulai menyelami pandangan Sungmin—membuatnya semakin terlena dan ingin melakukan lebih.

 

Sungmin benar-benar gugup setengah mati ketika Kyuhyun menarik gaunnya ke bawah dengan gerakan lamat-lamat. Bahkan dua telapak tangannya kini tengah meremas bahu Kyuhyun dengan begitu erat. Ia menahan nafas ketika Kyuhyun benar-benar akan membuat tubuhnya polos tanpa penghalang kain.

 

Oh ..

 

Kedua kelopak mata Sungmin reflek terkatup ketika ia benar-benar merasakan bahwa gaun atasnya sudah tersingkap. Dadanya serasa akan meledak ketika ia menunggu tindakan Kyuhyun selanjutnya. Perutnya mendadak terasa mual, ia ingin muntah.

 

Perlahan, Sungmin membuka kelopak matanya dan menatap wajah Kyuhyun. Ternyata lelaki itu sedang terpaku dengan apa yang ada di hadapannya. Bahkan ia sedang berusaha keras menahan hasratnya dengan menahan nafas. Kyuhyun mengeram—begitu menakutkan jika mendengarkan erangan itu secara langsung, ditambah lagi dengan tatapan tajam yang memancarkan nafsu.

 

Lelaki itu bangkit lalu dengan gerakan cepat melepas kaus birunya, melempar ke sembarang arah dan kembali menghimpit tubuh Sungmin. “Oh, Sungmin. Kau membuatku .., benar-benar gila.”

 

“Minnie-yah, kau ada di dalam?”

 

Seseorang mengetuk pintu dan memanggil nama Sungmin setelahnya.

 

Kyuhyun tertegun dengan suara ketukan itu, lalu tiba-tiba ia tersentak. “Astaga!” teriaknya sambil bangkit dari posisinya yang berada di atas Sungmin. Ia membuang pandangan lalu menarik selimut demi menutupi tubuh Sungmin yang hampir telanjang karena ulahnya. “Astaga! Apa yang telah kulakukan?” Kyuhyun mendesah dengan nada berat lalu memijit pelipisnya, ia pun duduk membelakangi Sungmin—merasa tidak pantas melihat keadaan tubuh Sungmin yang kacau.

 

“Kk—Kyuhyun-ah?” Sungmin kembali terheran ketika ia tahu jika Kyuhyun sudah sepenuhnya sadar tentang apa yang akan mereka lakukan. Gadis itu ikut bangkit dan duduk di belakang Kyuhyun, memandang punggung telanjang itu dengan tatapan penuh tanda tanya. “Waeyo? Kenapa berhenti?” tanyanya dengan nada pelan.

 

Kyuhyun meringkuk, menelangkup wajahnya. “Oh, apa yang sudah aku lakukan!?” Kyuhyun terus menggerutu dengan suara gumaman yang tidak jelas. “Sungmin, benahi pakaianmu!”

 

Sungmin tidak bisa melakukan apa pun kecuali kembali membenarkan letak pakaiannya yang melorot karena ulah Kyuhyun. Dengan tangannya yang bergetar dan perasaannya yang campur aduk, gadis itu berusaha menutupi kulit tubuhnya dengan pakaian miliknya.

 

“Minnie?”

 

Suara seorang wanita yang merasa diabaikan kembali terdengar—cukup menyentak keduanya. Dengan gerakan cepat Sungmin segera melesat menghampiri pintu, lalu ia keluar demi menemui ibunya yang ada di sana.

 

Ekor mata Kyuhyun memperhatikan sosok Sungmin hingga gadis itu hilang di balik pintu—lalu ia kembali mendesah. Lagi-lagi ia menelangkup wajahnya kemudian mengumpat kasar, tanda bahwa ia sangat merutuki apa yang baru ia lakukan kepada Sungmin.

 

Kyuhyun rasa, dirinya sudah gila karena menjadikan Sungmin sebagai candu dari suatu sisi liar dalam dirinya. Buruknya, ia benar-benar akan melakukan ‘semuanya’ jika saja Tuhan tidak mendatangkan ibu Sungmin. Kyuhyun bersyukur karena tiba-tiba ibu Sungmin pulang dan mengetuk pintu, karena hal itu akhirnya mereka berdua menyadari apa yang akan mereka lakukan.

 

Jika saja Tuhan tak mengirim Leeteuk, maka ..

 

“Sial!” Kyuhyun mengumpat, saking kesalnya ia sampai tidak menyadari bahwa Sungmin telah kembali dan memperhatikan dirinya dari ambang pintu.

 

Eomma kembali untuk mengambil barangnya yang tertinggal,” kata Sungmin dengan suara pelan. Gadis berperawakan mungil itu begitu tertegun dengan ekspresi Kyuhyun yang sarat akan rasa bersalah. Lalu, dengan memberanikan diri ia menutup pintu dan berjalan menghampiri ranjang—tempat di mana Kyuhyun duduk. “Aa—aku tidak mengerti kenapa kau .., menjadi semarah itu.”

 

“..” Kyuhyun diam, ia masih memberikan kesempatan kepada Sungmin untuk berbicara. Ia ingin mendengar pendapat Sungmin tentang tindakan mereka yang hampir melewati batas.

 

Sungmin menelan salivanya, “Aa—apa yang salah?”

 

Manik mata Kyuhyun bergerak-gerak gelisah, lalu ia memutuskan untuk menatap wajah pias kekasihnya. Dengan pandangan sayu, ia mencoba untuk melukiskan perasaannya yang sedang kacau. “Kau bahkan masih siswi sekolah menengah atas. Bagaimana bisa aku melakukan hal seperti itu kepadamu?”

 

“Kau pernah mengatakan sesuatu tentang hal-hal yang berbau dewasa seperti ini. Dan ..”

 

“Waktu itu aku hanya bercanda!” Kyuhyun memotong ucapan Sungmin dengan nada yang lebih tinggi dari sebelumya. “Aku benar-benar tidak pernah berpikir untuk melakukannya denganmu di dunia nyata.”

 

“Maksudmu?” suara Sungmin mulai goyah, perasaannya tergores karena ucapan Kyuhyun barusan. “Aa—aku juga wanita. Kenapa kau tidak pernah memikirkanku berada di saat seperti itu?”

 

Sungmin mulai beringsut menjauhi Kyuhyun, “Aku hanya ingin membuktikan jika .., aku benar-benar seutuhnya milikmu. Tetapi kau selalu menolakku.”

 

“Dengar, Sungmin! Untuk sekarang, kita tidak bisa melakukan ini!” Kyuhyun menarik tubuh Sungmin, mencengkeram erat kedua sisi bahunya dan memandang mata kekasihnya lekat-lekat.

 

Waeyo?” suara Sungmin semakin terdengar goyah, matanya sudah menyipit karena menahan bulir bening yang bertahan di pelupuk mata.

 

Raut muka Kyuhyun berubah ketika ia mendapat pandangan penuh kesedihan milik Sungmin, kerut samar di dahinya mulai memudar lalu ia menghela nafas. “Tidak mungkin aku mengambil semuanya secepat ini darimu. Aku akan menunggu, Sungmin. Aku akan menunggu hingga kau benar-benar yakin dengan perasaanmu. Lalu setelah itu, kita bisa melakukannya.”

 

“Tetapi, sekarang pun aku ..”

 

Pandangan Kyuhyun semakin melunak, “Untuk kita, tidak untuk sekarang ini. Aku punya beberapa alasan. Kau ingin mendengarnya?”

 

Kepala Sungmin mengangguk, ia terdiam walau sebenarnya menunggu kata-kata yang akan terucap dari Kyuhyun.

 

“Kau masih terlalu muda, aku tidak mau terburu-buru melakukan pembuktian karena aku takut kau akan menyesalinya di kemudian hari.”

 

Kyuhyun terdiam sejenak lalu kembali berucap, “Lalu, tentang perasaanmu .. Kau pasti bisa mengerti, itu semua bukan main-main. Di saat seperti itu, aku tidak ingin ada kebimbangan sama sekali.”

 

Walau Sungmin ingin sekali menolak dan menyalahkan Kyuhyun, tetapi nyatanya ia tetap diam dan membiarkan Kyuhyun memandanginya dengan pandangan seperti itu. Sebenarnya Sungmin begitu membenci dirinya sendiri sebab tak pernah memikirkan sisi lain Kyuhyun—mengabaikan pertimbangan Kyuhyun sebagai lelaki dewasa yang mencoba mengerti dirinya.

 

Sungmin sangat bersyukur karena akhirnya ia mengerti dan tahu alasan Kyuhyun selalu menolaknya selama ini. Ternyata lelaki itu ingin melindungi dirinya sebagai wanita, menghindarkan sesuatu yang mungkin akan menimbulkan penyesalan tak berarti di kemudian hari.

 

OoOoO

 

Hari ketiga mereka berada di Jepang, Kyuhyun memutuskan untuk membicarakan sesuatu yang penting dengan orang tua Sungmin. Lelaki itu berbincang dengan mereka selama satu jam penuh di ruang tamu—tanpa Sungmin. Kyuhyun melarang Sungmin untuk ikut campur dengan mengatakan bahwa hal yang mereka bicarakan adalah kasus untuk orang dewasa. Karena itu, akhirnya Sungmin hanya bisa menunggu di kamarnya dengan perasaan was-was.

 

Sungmin tidak tahu persis apa yang tengah mereka bicarakan. Tetapi, ketika ia mencoba untuk mencuri dengar, Kyuhyun memergokinya dan menyuruhnya untuk kembali ke kamar. Dengan perasaan dongkol, akhirnya Sungmin memilih untuk duduk diam di atas ranjang dan benar-benar menunggu Kyuhyun kembali.

 

Beberapa saat Sungmin terdiam dan tenggelam dalam lamunannya, tiba-tiba Kyuhyun masuk ke kamar. Lelaki itu langsung duduk di sisi ranjang lalu memandang Sungmin dengan tatapan hangat seperti biasa. Tanpa diperintah, ia menceritakan semua yang telah dibicarakannya dengan kedua orang tua Sungmin.

 

Tentang sesuatu yang menyangkut hubungan mereka di masa depan. Singkatnya, Kyuhyun telah meminta izin secara resmi untuk menjadi pendamping Sungmin—sekarang dan seterusnya. Kyuhyun bilang, kedua orang tuanya hanya menjawab ‘ya’ dan menyerahkan segala urusan kepada Kyuhyun. Mereka bergantung kepada calon menantu mereka, dan karena itu akhirnya Kyuhyun berhasil mengatasi semuanya dengan mudah.

 

Setidaknya, ia bersyukur karena kedua orang tuanya bisa menerima Kyuhyun dengan tangan terbuka.

 

Lamunan Sungmin terusik karena suara ‘tik-tik’ pelan yang berasal dari tempat duduk di sebelahnya. Gadis itu melirikkan mata ke arah teman sebangkunya, menghentikan kegiatan mengunyahnya detik itu juga. “Hyukkie-yah, kenapa kau tidak memakan bekalmu?”

 

“Aku sedang tidak ingin makan,” Hyukjae menjawab dengan cuek—masih sibuk dengan ponsel pintarnya. Namun sedetik setelah itu, ia memalingkan kepala ke arah Sungmin dan menatapnya lekat-lekat. “Minnie-yah, sepertinya aku punya masalah.”

 

“Apa itu?” tanya Sungmin sambil melahap sepotong telur gulung dengan irisan cabe merah dari kotak bekalnya.

 

Hyukjae segera mencondongkan tubuhnya ke arah Sungmin, menelengkup mulutnya dengan kedua tangannya dan mulai berbisik. “Aku tidak mendapatkan tamu bulananku.”

 

Alis Sungmin terangkat, ia menatap sangsi. “Lalu?”

 

“Kau tahu bukan, aku pernah melakukan ‘itu’ dengan Donghae. Dan gawatnya, bulan ini aku tidak mendapatkan tamu bulananku.”

 

“Uhuk!”

 

Sungmin tersedak beberapa kali setelah gendang telinganya ditembus oleh pernyataan Hyukjae. Mata bulatnya pun semakin melebar kala ia mencoba mengartikan maksud yang disampaikan olehnya. Ia menelan makanannya dengan susah payah lalu berkata, “Mm—maksudmu? Kk—kemungkinan kau .., hh—hamil?”

 

“Aku tidak tahu,” Hyukjae mendesah dengan nada berat. “Aku sudah membeli tespack dan hasilnya selalu negatif, kok. Tetapi, sampai sekarang aku belum mendapatkan tamu bulananku. Aku bisa gila.”

 

“L—lalu, bagaimana dengan Donghae?”

 

“Aku juga tidak tahu,” suara Hyukjae semakin merendah di akhir kalimat—tampak sekali jika ia sedang sedih dan bingung setengah mati saat ini. Jelas saja seperti itu, ujian negara sudah ada di depan mata dan jika seandainya Hyukjae hamil ..

 

“Jangan berpikiran seperti itu. Semoga saja tidak benar-benar terjadi,” Sungmin mencoba menenangkan sahabatnya.

 

“Aku takut, Minnie ..”

 

OoOoO

 

Sekarang Sungmin makin mengerti tentang maksud Kyuhyun yang ingin melindunginya. Dan ia benar-benar lega karena mereka belum pernah melakukan seperti apa yang telah Hyukjae lakukan. Kesalahan yang benar-benar fatal dan mungkin akan membuat sahabatnya itu menyesal sampai mati. Sebenarnya Sungmin tidak tega, tetapi ia tidak berbuat banyak selain memberinya konseling agar Hyukjae merasa tenang.

 

Menyeramkan sekali ..

 

Untung saja Kyuhyun bukan lelaki gampangan seperti Donghae, setidaknya lelaki itu memikirkan sesuatu yang tidak sempat dipikirkan oleh Sungmin.

 

Ya ..”

 

Panggilan itu terdegar bersamaan dengan jatuhnya telapak tangan di pundak Sungmin. Karena gerakan refleknya, ia menolehkan kepala ke kiri. Matanya menyipit selama beberapa saat, tetapi setelahnya ia membulatkan mata. “Mm—mwoya? Apa yang kau lakukan di sini?”

 

“Untung saja aku menemukanmu. Aku menunggu di sana semenjak se-jam yang lalu,” lelaki itu menunjuk sebuah kafe yang berada tepat di depan gedung tempat Sungmin mengambil pelajaran tambahan.

 

“Untuk apa kau menungguku? Semua orang akan mengenalimu,” Sungmin buru-buru melangkah ke belakang. “Kau bodoh atau apa sih?”

 

TBC

 

*Author ditimpuk Donghae* kali ini panjang yaah? Hehehe

 

 

70 thoughts on “My Secret Idol | KyuMin | Chap 17/20 | Genderswitch | T+ | Romannce |

  1. yah knp g jd tu kyumin nya???
    it kyu kah?dy nmuin ming tanpa penyamaran?
    Wah hyukjae hamil
    Libh pjg lg gpp jiyoo.he
    tmbh pnsaran ma klnjtn ffny
    Jiyoo smgt buat nulisnya.
    Update kilat.
    Likelikee

  2. Hhhaha…
    Itu kyuhyun kan yaa yg ngagetin sungmin.
    Ngakak baca.a,, kyuhyun udh kya abg ajah kya gitu

    Waduuh..
    Itu hyuk bneran hamill ngga tuuh…
    Nakal dah itu sii donghae klo sampe hamilin sii hyukie.. kkke~
    Lanjutt. Jiyoo…

  3. aaa update cepet yaa >< suka iih. tiap hari dpt ff kkk waah kyu ngapain jemput minimi u,u ga takut ketahuan atau emg sengaja…. apa jangan2 dia mundur dari dunia ke-artis-an/?

  4. Oh syukurlah Kyuhyun sadarr.. hahahaha😀
    aku sempet was2 apa mereka akan melakukan itu padahal Kyu sudah berusaha sekuat mungkin utk melawan hawa nafsunya ketika bercumbu dengan Ming dan dia juga tdk mau melakukan itu sebelum semuanya jelas dan Ming juga masih siswi SMA.
    ck, beruntungnya yg punya cowok kayak Kyu disini. hahaha😀
    tapi keblablasan juga gk apa2 sih KyuMin.. #plakkk kkkkk xD

  5. tuhkan aku makin suka sama tokoh Kyuhyun disini~ dia manis banget, hehe
    aduh kenapa donge mesum sih -_-
    apa mereka juga bakal di bahas di chap berikutnya?
    Nextnya di tunggu ya eon^^ paiting!!

  6. ya ampun hae -_-
    anak orang ituuu, seenaknya aja dibuat hamil !! kalo beneran gimana coba??

    haha, untung cho satu ini bisa nahan napsu,kalo gak bakalan tambah ribet ke depannya -_-
    blom lg nnti ada saatnya ming tau rahasia kyu,, pasti dy bakalan ngambek dan kyu berusaha yakinin ming kan??😀
    oke ditunggu saat itu tibaa~~

  7. keren kyu
    itu baru namanya laki laki ^^
    pdhl td ky min yg jd pengen disentuh ya untungnya kyu bs tahan .. lbh untungnya teuk umma dateng tepat waktu.
    .
    hyuk ke dokter !!!
    aigoo anak jaman skrg #plak
    haha

  8. Gw suka sifat kyuhyun disini.. menghargai min sebagai wanita.. untung masih bisa terkendali nafsunya….
    Tp sayang dr semua sifat kyu yg paling gw ga suka ya ambisinya.. sampai bikin ortu min ninggalin anaknya ke jepang…
    Next jiyooo…

  9. adduuuhhh masih ajah ded degan sebelom kyu jujur ama ming….
    kapan kyu jujur ama ming??
    takut ming entar ninggalin kyu… gak mungkin kan?
    trus trus trus pas kyu ngobrol ama orang tua ming, hanya sebatas ijin kah? atau ada yg lain lain??
    orang tua ming kan keliatan tunduk banget ama kekuasaan seorang cho…
    aduuuhh…
    kyu~ ngejagain ming banget.. sampe menekan serendah rendahnya itu nafsu buat makan ming.. hehe…

  10. Siapa ya kira2 orang yang menjemput sungmin itu???

    Apakah kyuhyun??

    Kayanya udah pasti kalo itu kyu lmao

    Lanjut, hampir aja terjadi NC kkkkkk~

    Kyu pengendalian dirimu lumayan juga ( ° ▽ °|||)

  11. Itu Kyu yaaa yg hampirin Sungmin ??
    Aduhh ming makanya dengerin apa mau kyu
    ㅋㅋㅋ ~
    Ini nnti sampe 20chp yaa chingu ??
    Whoaaa daebakkk!!
    Ditunggu yaa 3 chapter terakhirnyaa
    Hwaiting!!

  12. Tambah seru en tambah penasaran eon,kasih konflik dong eon biar tmbh greget,syngnya kyumin di jepang bentar bgt????
    Eonni fighting 🙂
    Lanjuuuuttt,,,,,,,,,

  13. Untung kyu nya masaih waras, heheh. Kan gak lucu kalo nanti hyukmin sama2 hamil di luar nikah semua.

    Lanjut ya author, semangat (҂’̀⌣’́)9

  14. Huaaaa…
    KyuMin, nikah! Nikah!!
    Ya ampuuun Hyuk, apa kabar dia nanti?
    Aku sesak nafas baca NC ga jadinya. Haha
    Next laaaa^^

  15. iya panjang, tp ga nyangka akan segera berakhir, hhuhu yg d takutkan saat kenyataan kyu terbongkar, huee gmn kalo sungmin berfikir sempit dan marah?

  16. Untung gak kebablasan hehe
    suka karakter kyu dsini mski pervet tp msh mikir msa dpn buat ming🙂
    tuh ming, org yg mencintai kita gak akan merusak kita tp akan melindungi kita ^_^ kayak kyu🙂
    aih, hyuk pernah melakukan ‘itu’ sma hae ? Dasar ikan pervet,,msh SMA jg -_-
    eh? Itu kyu ya ? Gk pake penyamaran ? Dikeroyok fans loh kyu ..
    Next eon🙂

  17. omooo… Q kentinggalan banyak chapter nihhh.,, miannn… Baru sempet baca hehee…
    makin bagus…
    Fighting chingu..

  18. Ngga kepanjangan kok diksh lebih panjang lg g nolak malah hihihi
    Waaa suka bgt sm kyu disini bisa nahan mengendalikan diri walau td hampir kelepasan kekekekekekek
    Msh penasaran sm perjanjian yg di buat antara kangin sm appa nya kyu next chap di jelasin ngga thor ???
    Hyukkie hamil … hmmm jangan dulu dech thor kasian shock terapi aj buat dia dibuat terlambat datang bulan tp g sampe hamil ntar dinasehatin lah sama minnie biar hyukkie next nya jng begitu lagi mereka kan msh sekolah … *ditabokreaders lain
    3 chap lagi abis y … g niat dibikin lebih panjang lg thor hihihihi
    Fighting y ditunggu lanjutan chap nya … ^^

  19. untung eommanya Min dateng
    kalo gk bisa gaswat..
    bisa bablas kya haehyuk, meskipun gk tau pasti hyuk hamil atau gk…

  20. kyu, nyaris saja kau hilang kendali
    belum saatnya, tunggu hingga Sungmin mu lulus kau bisa menikahinya dan bebas memiliki min

    berterimakasihlah kepada Min’s umma
    kkkkk~
    sabar ya kyu

    waduh… gaswat hyukkie hamil gk ya !!!

    next eon🙂

  21. waduuuhh hampir aja kyuhyun kebablasan
    untungnya teuki penyelamat min
    walau min udah pasrah gitu hehehe
    seneng mereka romantis2n terus
    so sweet terus
    mudah2n begitu min tau yg sebenernya
    rasa cintanya lebih besar jadi lebih cepet maafin kyu
    eunhyuk kemungkinan hamil
    waduh gawat donghae harus tanggung jawab nih
    apdetnya kilat lagi yaaaa semangat

  22. aihh aku bener bener lanjutin baca dari chapter 16 ke 17. aku mau ulang ke chapter 1 deh penasaran itu sama perbedaan umur kyuhyun dan sungmin.
    kyuhyun dewasa banget dan untungnya leeteuk datang menyelamatkan sungmin.
    fiuhh *lap keringin* pas baca bagian sebelum leeteuk pulang haha.

  23. Hadeuuuhhhh padhal udahhhh kegerahannn nech harus di ~skip~ sama eomma nya minnie hahahhahahahah :p

    Next next next oppa kyunnie dah tunggui minnie… dan aq dah menunggu next chap nya ini saeng jiyoo😀

    Next chap panjangin lagee yach saeng.. fighting jiyoo \(^0^)/

  24. aaaaa review double tapi intinya aja yaa,chapter awal bikin esmosi gara2 sungmin labil,tapi kesininya malah so sweet aaah jiyo kau berhasil bikin aku labil xD Lanjut jiyo next chapter

  25. penasaran sama apa yang diomongin Kyu sama ortunya ming… kira2 yang diceritain kyu ke ming itu udah semuanya belum…

    ouwooo… dasar ikan.. tanggung jawab gih #eh hahaha

    lanjuuut…

  26. Wah… susah cari org yg seperti kyu…yg sgt menjaga min..walaupun ada sisi gelap yg blm diketahui min tp dia sgt mencintai min… siapa tuh yg nepuk min

  27. huwaaaa.. kyu is so sweet.. calon suami idaman deh pokonya..
    ngertiin banget min.. ahirnya min juga ngerti kenapa kyu kaya gitu..
    hadeuh aku harap sih hae mau bertanggung jawab kalo huk hamil..
    kan kasian hyuk.. ga kebayang deh hamil pas mau ujian..

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s