My Secret Idol | KyuMin | Chap 16/20 | Genderswitch | T+ | Romannce |

My Secret Idol

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin , KaiSoo

 

Part : 16/20

 

Warning : GENDERSWITCH , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Tidak ada yang tahu di mana dan dengan siapa kita akan bertemu dengan ‘cinta’. Semua pasti terjadi di luar nalar seorang manusia, entah itu terjadi secara ‘biasa-biasa saja’, atau malah luar biasa. Setelah mengenal cinta, maka status tidak akan menjadi nomor satu. Karena untuk orang yang mencinta, perasaan kasih adalah segalanya.

 “Aku sebal,” jawab Sungmin dengan nada datar. “Kau menciumku seenaknya. Tetapi kau marah ketika aku menciummu terlebih dahulu.”

 

“Jika kau menciumku terlebih dahulu dan membuatku ‘bangun’, bagaimana?” Kyuhyun melontarkan alasannya dengan nada yang tak kalah datar dari milik Sungmin.

 

Dahi Sungmin mengeryit samar, “Maksudmu?”

“Kemungkinan besar aku akan lepas kendali jika kau menciumku terlebih dahulu seperti itu,” Kyuhyun membuang pandangan ketika ia memperjelas ucapan sebelumnya. “Kau mengerti maksudku, tidak?”

 

Sungmin menelan air salivanya, dengan ragu ia mengangguk kikuk—walau ada tatapan sangsi yang melayang ke arah Kyuhyun. “Kk—kalau begitu, aa—aku tidak akan menciummu terlebih dahulu.”

 

“Tetapi, jika kau membiarkanku lepas kendali, juga tidak apa-apa,” bola mata Kyuhyun melirik ke arah Sungmin dan ia menaik-turunkan alisnya untuk menggoda. “Dengan senang hati aku akan membuatmu mengerang dan ..”

 

“Dasar mesum!” Sungmin memukul kepala Kyuhyun dengan kepalan tangannya. Pipi bulatnya menggelembung dan bibirnya mengerucut, wajahnya pun sudah merah merona. “Lakukan saja dalam mimpimu!”

 

“Akan kulakukan dalam mimpiku,” jawab Kyuhyun dengan nada ringan, ia terkekeh-kekeh pelan karena puas melihat wajah Sungmin merona seperti itu. “Bukankah mimpi dan kenyataan itu hampir sama? Aku sama sekali tidak keberatan melihatmu …”

 

YA, CHO KYUHYUN!!”

 

Ctak!

 

Kali ini, Sungmin lepas kendali dan sebelah tangannya yang memegang sendok bertangkai panjang bergerak—melempar sendok itu tepat di dahi Kyuhyun dan mengenai sasaran. Lelaki itu hanya mampu mengerjapkan mata ketika ujung sendok itu menampar keras dahinya—terlalu shock, dan rasa perih yang mulai menjalarpun berhasil menarik kesadarannya.

 

“Aduh!” Kyuhyun mengeduh lalu merundukkan kepala. Jemarinya hampir menyentuh luka barunya. Sedikit demi sedikit, darah berwarna merah pekat itu mengalir dari lukanya dan menetes ke lantai.

 

“Oo—omo!” Sungmin berteriak dan langsung berdiri dari duduknya. Ia memandang karya seninya yang baru di dahi Kyuhyun, lalu menggigit bibir. “Bb—bagaimana ini? Mm—maafkan aku!”

 

Kyuhyun terlalu fokus dengan rasa sakit yang ia rasakan di dahi hingga ia tidak menghiraukan permintaan maaf Sungmin yang tulus dari hati. Ia pun bangkit dan segera berlari menuju meja nakas dan mengeluarkan kotak obat mini dari sana.

 

“Biar aku saja,” suara itu mengalun dengan selipan nada kekhawatiran yang kentara. Sepasang tangan mungil pun meraih kotak obat di genggaman Kyuhyun, dengan sigap Sungmin mengeluarkan beberapa lembar kapas dan mengolesinya dengan antiseptik. Lalu, setelaten mungkin ia mengoles kulit dahi Kyuhyun yang robek.

 

Ketika jemari-jemari lentik Sungmin jatuh pada permukaan dahinya, lelaki itu terdiam dan perlahan melupakan rasa sakitnya. Ujung kulit Sungmin yang menyentuhnya menyalurkan sengatan halus yang menjalar ke seluruh tubuh. Dan pandangan yang memancarkan sinar penuh rasa khawatir itu berhasil membuat mulutnya berhenti mengaduh.

 

“Maafkan aku,” Sungmin berbisik—menghembuskan nafasnya yang sedari ditahan ketika mengobati luka Kyuhyun. “Aa—aku tidak sengaja.”

 

Gwaenchanha,” Kyuhyun tersenyum. “Tidak sakit, kok.”

 

“Tetapi, darahnya banyak sekali,” bola mata Sungmin melirik dari sudut matanya, ia masih berusaha memohon dengan pandangannya yang seperti itu.

 

“Aku bilang tidak apa-apa,” salah satu lengan Kyuhyun bergerak mengambil plester cokelat dan menyerahkannya ke Sungmin. “Cuman luka kecil.”

 

“Pasti sakit sekali,” cicit Sungmin seraya menempel plester itu di atas permukaan kulit Kyuhyun yang berdarah. “Aku reflek, maafkan aku.”

 

“Jika kau meminta maaf lagi, aku akan membungkam bibirmu dengan bibirku,” Kyuhyun mengatakan ancamannya, ia jenuh dengan permintaa maaf dari Sungmin.

 

Bibir Sungmin mengerucut, “Tetapi bukan salahku. Kalau kau tidak mesum seperti tadi, aku tidak akan melemparmu dengan sendok!”

 

“Kalau kau tidak menggodaku, aku tidak akan berubah menjadi mesum.”

 

“Aku tidak menggodamu!” sangkal Sungmin dengan nada tinggi.

 

Kyuhyun terkekeh dan ia menatap Sungmin dengan pandangan penuh pelecehan—dari om-om mesum seperti dirinya. “Oke, aku mengalah. Maafkan aku, tuan putri.”

 

Bibir Sungmin mengerucut.

 

“Oh, teruslah mengerucutkan bibirmu seperti itu. Jangan salahkan aku jika aku melumatnya lagi,” Kyuhyun bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah almari. Lelaki itu mengeluarkan sebuah koper besar berwarna merah gelap—koper yang beberapa bulan lalu menemaninya selama Worldtour.

 

Dua telapak Sungmin terangkat, ia menepuk-nepuk pipi chubby-nya dengan telapak tangan.

 

“Kau tidak ingin mengepak baju-bajumu?” Kyuhyun bertanya sambil memilah kaus-kausnya yang terlipat rapi di dalam almari. “Kita akan menginap di sana.”

 

OoOoO

 

Ketika Sungmin berada di dalam mobil yang mengantarnya ke sebuah tempat di Kota Tokyo, ia hanya diam sambil meremas jemari tangannya sendiri. Gumpalan es yang berterbangan ditiup angin, tak serta-merta membuatnya merasa tenang. Ia tegang, merasa bimbang setengah mati ketika perjalanan yang penuh kebisuan ini terus berlanjut.

 

Bagaimana keadaan orang tuanya?

 

Apakah selama ini mereka hidup dalam keadaan yang baik-baik saja?

 

Apakah mereka tinggal di tempat yang layak?

 

Apakah mereka makan tiga kali sehari?

 

“Mereka pasti sangat baik-baik saja,” tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pundak Sungmin—lalu sebuah kecupan singkat yang manis jatuh di pucuk kepalanya. Kyuhyun mendekap tubuhnya yang bergetar samar, lalu menenangkannya dengan gerakan lembut dari telapak tangannya. “Jangan terlalu khawatir begitu.”

 

“Aku .., gugup sekali,” kepala Sungmin mendongak dan ia melempar senyuman ragu ke arah Kyuhyun. “Menurutmu, apa mereka akan senang jika aku datang?”

 

“Pasti akan sangat senang. Kau ‘kan putri mereka,” Kyuhyun berucap dengan nada lembut yang menyenangkan. “Seharusnya aku yang gugup. Aku akan bertemu dengan calon mertuaku.”

 

Mobil mewah yang mereka tumpangi berhenti tepat di depan pagar rumah berwarna putih—sebuah rumah mungil yang dikelilingi oleh taman dengan bunga-bunga yang tertutup salju. Mungkin bagi Sungmin, itu adalah rumah idaman yang selama ini diimpi-impikannya sebagai remaja muda. Sangat cantik dan asri, ia suka dengan tipe rumah yang seperti itu.

 

Sungmin terlalu asyik mengagumi bangunan rumah mungil itu, hingga ia tak menyadari jika Kyuhyun sudah keluar dari mobil. Sekarang, lelaki itu membuka pintu mobil untuknya dan mengulur sebelah tangannya—seperti seorang pangeran tampan yang akan menuntun permaisurinya turun dari kereta kencana.

 

Walau Sungmin gugup setengah mati, tetapi senyuman Kyuhyun yang menenangkan itu sangat membantunya untuk melangkah. Ia menerima uluran tangan Kyuhyun dan menggenggam telapak tangannya erat. Dalam hati, ia memantapkan diri untuk beberapa saat kedepan.

 

Kyuhyun berhenti ketika mereka sampai di depan pintu kayu berwarna putih, ia memandang mata Sungmin sejenak lalu memencet tombol rumah.

 

Kyuhyun, aku gugup.

 

Kalimat itu terlontar jauh di dalam lubuk hati Sungmin dengan nada samar, penuh getar halus yang menggambarkan seberapa was-was ia sekarang. Bola matanya menari ke sembarang arah, telapak tangannya pun semakin erat menggenggam jemari milik Kyuhyun.

 

“Sungmin?”

 

Kepala Sungmin menoleh dengan gerakan cepat ke arah depan ketika ia mendengar namanya dipanggil oleh seorang perempuan. Gadis itu tak sempat memekik untuk menggambarkan perasaan terkejutnya ketika ia menatap wajah teduh milik ibunya. Ia hanya bisa diam membatu ketika ibunya yang cantik itu memeluk tubuhnya kemudian menangis terisak.

 

Ini ibunya ..

 

Bola mata Sungmin melirik ke arah kanan, melirik sesosok lelaki paruh baya yang sedang memandanginya dengan mata berkaca-kaca.

 

Itu ayahnya.

 

Ketika Sungmin melihat setitik kesedihan tergurat di air muka ayahnya, gadis itu tersadar jika ia sedang berada di Jepang dan semua yang terjadi detik ini bukanlah mimpi. Ia kembali bertemu dengan kedua orang tuanya setelah sekian lama berpisah. Baiknya, ia mendapat pelukan hangat dari ibu yang amat ia rindukan.

 

Eomma,” Sungmin tidak tahu mengapa suaranya menjadi bergetar ketika ia memanggil wanita yang tengah memeluknya. Gadis itu mengangkat dua lengannya, mendorong sosok wanita itu dengan gerakan lembut agar melepas pelukannya. Mata bulatnya memperhatikan inci demi inci wajah ibunya yang memerah, lalu menghela nafas.

 

Ibunya terlihat baik-baik saja walau ada air mata yang mengalir di pelupuk mata.

 

Eomma,” sekali lagi Sungmin memanggil ibunya—kini ia terisak dan menumpahkan segalanya. “Kalian baik-baik saja, bukan?”

 

OoOoO

 

Sungmin dan Kyuhyun duduk di sebuah sofa ruang tamu, dengan Kangin, ayah Sungmin, yang duduk di seberang mereka. Leeteuk, ibu Sungmin, sedang membuat minuman di dapur. Jadi mereka bertiga duduk di ruang tamu itu dengan kebisuan yang menyiksa.

 

Kangin menghela nafas, lelaki paruh baya itu memutuskan untuk berucap terlebih dahulu. “Kyuhyun-ssi, terimakasih sudah membawa Sungmin kemari,” tubuh Kangin membungkuk beberapa derajat.

 

“Suatu kehormatan bisa membawa putri anda, Kangin-ssi,” Kyuhyun ikut membungkukan badannya. Ia tersenyum lalu memandang wajah Sungmin, “Senang sekali bisa berada di rumah ini.”

 

Tiba-tiba Leeteuk datang dan meletakkan empat cangkir teh hangat di meja, setelah itu ia ikut duduk di samping tubuh Kangin. Tatapan sayunya pun kembali jatuh pada sosok putrinya yang hanya duduk diam tanpa mencoba berucap kata. “Akhirnya kau bisa membawanya kemari, Kyuhyun-ssi. Kami merasa begitu senang karena bisa mempercayai dirimu.”

 

Lagi-lagi Kyuhyun tersenyum, “Aku merasa begitu tersanjung mendapat kehormatan dari anda, tuan dan nyonya Lee.”

 

“Minnie-yah, kenapa kau hanya diam?” pertanyaan dengan Bahasa Korea itu terlontar dengan logat Bahasa Jepang yang kental. Tentu diiringi dengan lengkungan bibir dari Leeteuk, “Apa kau tidak merasa senang?”

 

Kepala Sungmin mendongak, ia menatap wajah ibunya. “Aku senang, eomma.”

 

“Bagaimana kehidupanmu selama ini? Maafkan kami yang telah meninggalkanmu,” suara Kangin yang terselip fraksi kesedihan terlontar dengan nada pelan. lelaki paruh baya dengan kerutan halus di wajahnya itu menatap wajah Kyuhyun, kemudian ia merunduk—merasa tidak pantas menatap wajah bos besar. “Kami tahu, kami sangat bersalah karena telah mengambil keputusan itu lima tahun lalu.”

 

Gwaenchanhayo, appa,” sahut Sungmin dengan suaranya (yang lagi-lagi bergetar). Ia sedih ketika mendapati ayahnya melukis wajah sesedih itu semenjak kedatangannya 45 menit yang lalu. Lagi pula, kemana sosok tegas dan berwibawa yang selama ini selalu menguar dari dalam diri ayahnya?

 

Ketika Sungmin memutuskan untuk menatap wajah ayahnya, ia selalu menemukan suatu rasa bersalah yang begitu besar dari sinar matanya. Kesannya, beliau seperti tengah tertekan karena suatu beban berat yang harus dipikulnya seorang diri.

 

Apa ayahnya yang rapuh itu sedang menyembunyikan sesuatu dari dirinya?

 

“Apa kalian hidup dengan baik selama ini, appa, eomma?” pertanyaan itu meluncur begitu saja dari kedua belah bibir Sungmin—ketika ia merasa tak sanggup terus menatap wajah sedih milik ayahnya. “Apa kalian masih terlilit hutang?”

 

Kangin melirik wajah angkuh Kyuhyun sekilas, kemudian kembali menatap wajah putrinya yang sudah beranjak dewasa. “Tidak,” katanya. “Seseorang berhati mulia sudah membayar hutang-hutang kami.”

 

“Siapa?” tanya Sungmin penuh selidik. “Setidaknya, aku ingin berterimakasih kepadanya, appa.”

 

Sebenarnya, Kangin bisa melihat ekspresi tidak menyenangkan yang terlempar secara tidak langsung dari Kyuhyun untuknya. Tatapan lelaki tampan yang membawa putrinya itu sama persis seperti tatapan milik ayahnya, bos besar yang sudah mengadakan sebuah perjanjian licik dengannya. Tampaknya Kyuhyun mewarisi sisi gelap ayahnya yang pintar mengancam seseorang dengan tatapan matanya yang tajam.

 

“Sudahlah, hanya donatur,” Leeteuk menengahi dan mengalihkan pembicaraan. “Kau ingin makan apa siang ini? Aku akan memasak apa pun yang kau mau.”

 

Sungmin menoleh dan mengerucutkan bibir, “Aku merindukan semua masakan eomma.”

 

“Kalau begitu, kau bisa naik ke atas dengan Kyuhyun. Kami sudah menyiapkan kamar di sana, kalian bisa beristirahat sebelum makan siang siap ..”

 

OoOoO

 

Sungmin tidak mengerti mengapa suasana kaku melanda percakapan mereka di ruang tamu beberapa menit lalu. Bahkan ia merasa heran ketika orang tuanya merasa begitu tunduk kepada Kyuhyun—memanggil Kyuhyun dengan panggilan hormat dan terus merundukkan kepala ketika sedang berbicara dengan Kyuhyun.

 

Jangan-jangan, orang tuanya tahu jika Kyuhyun adalah salah satu orang penting di Korea. Jadi mereka merasa rendah diri berhadapan dengan Kyuhyun. Mungkinkah seperti itu?

 

“Apa yang kau pikirkan, sayang?” tiba-tiba Kyuhyun melingkarkan dua lengannya di pinggang Sungmin dan memeluknya protektif. Lelaki itu menyangga dagunya di pundak Sungmin lalu meniup-niup leher kekasihnya. “Kenapa kau murung?”

 

“Aku hanya heran,” Sungmin menjawab sambil terus melipat baju-baju yang dibawanya dari Korea di rak. “Mereka terlihat begitu tertekan ketika aku datang. Kau pikir, mereka senang ketika melihatku?”

 

“Kenapa kau bertanya seperti itu lagi? Sudah aku katakan jika mereka sudah pasti sangat senang dengan kehadiranmu,” jawab Kyuhyun seraya terus mengecup perpotongan leher Sungmin dan menciptakan fraksi kecupan indah dengan bibirnya. “Kau suka dengan rumah ini? Kurasa tipe rumah ini akan sangat cocok untuk kita berdua di masa depan.”

 

Sungmin tersenyum ketika mendengar penuturan Kyuhyun, “Kau juga menyukai rumah ini? Kuharap aku bisa memilikinya di kemudian hari.”

 

“Aku akan membangun satu rumah yang seperti ini, kemudian kita akan tinggal di sana setelah menikah.”

 

“Benarkah? Kau akan membangun satu rumah seperti ini untukku?” Sungmin memutar kepalany ke samping dan menatap wajah Kyuhyun dari batas pandangnya.

 

“Tentu saja. apa pun untuk tuan putriku,” Kyuhyun mengakhiri percakapan ringan mereka dengan kecupan ringan di bibir mungil Sungmin. Setelah itu, ia mendengar suara ketukan pintu lalu disusul dengan suara Leeteuk.

 

OoOoO

 

Lagi-lagi suasana canggung menyelimuti atmosfir makan siang mereka, membuat Sungmin merasa kurang nyaman berada di ruang makan ini. Kedua orang tuanya sudah berubah, lebih banyak diam dan melontarkan semuanya dengan bahasa sopan yang menggelitik gendang telinga. Sungmin tidak suka ketika orang tuanya menyebut Kyuhyun dengan panggilan seformal itu. Padahal kedua orang tuanya adalah orang yang layak dihormati—begitu pun Kyuhyun yang sudah selayaknya menghormati dua orang tuanya.

 

Makan siang itu sudah berakhir, Kyuhyun memutuskan untuk kembali ke kamar dan mengerjakan sesuatu dengan laptop hitamnya. Sungmin tetap tinggal di lantai bawah dan ikut membantu ibunya mencuci piring, lalu ia memutuskan untuk membuat secangkir minuman hangat untuk ayahnya.

 

“Ayah sedang membaca berita apa?” Sungmin mencoba bertanya lalu duduk di sebelah tubuh tambun ayahnya. “Berita tentang ekonomi?”

 

Kangin melirik kemudian melipat korannya, “Tidak benar-benar membaca koran, sebenarnya. Terimakasih minumannya, Minnie.”

 

Sungmin mengulum senyum ketika ayahnya memanggil nama kecilnya dengan nada suara berat yang menarik. Ia memperhatikan wajah ayahnya yang terlihat lebih santai tengah meneguk minuman buatannya. “Ayah tidak bekerja?”

 

“Atasan ayah memberi waktu libur untuk hari ini. Besok, ayah akan kembali bekerja.”

 

“Apa pekerjaan ayah?”

 

“Kau tidak perlu khawatir, ayah bekerja di sebuah kantor ber-AC. Bukan sebagai buruh kasar,” Kangin menjawab dengan nada rendah yang menenangkan. “Oh yah, bagaimana kabarmu di Seoul? Ayah masih merasa bersalah karena telah meninggalkanmu.”

 

“Sungguh, tidak apa-apa, ayah,” Sungmin mencoba menyakinkan ayahnya dengan memandang wajah Kangin lekat-lekat. “Awalnya memang berat. Tetapi aku mulai terbiasa dan akhirnya bisa beradaptasi dengan semuanya. Aku mendapat beasiswa dari sekolah, karena itu aku tidak pernah pusing memikirkan uang untuk membayar biaya sekolah.”

 

Kangin menghela nafas penuh kelegaan, ia membelai pucuk kepala putrinya dengan sayang. “Syukurlah. Berapa lama kau sudah mengenal Kyuhyun?”

 

“Kyuhyun?” Sungmin memiringkan kepala. “Sekitar beberapa bulan yang lalu. Apa ayah mengenalnya?”

 

“Dia seorang artis besar, bukan?”

 

Kepala Sungmin mengangguk, membenarkan tebakan ayahnya. “Kukira ayah tidak tahu. Kami bertemu secara tidak sengaja, lalu dia .., menawariku tempat tinggal.”

 

“Kalian tinggal bersama?”

 

Sungmin tahu jika ayahnya sedang menanti jawaban darinya, dan sepertinya ayahnya sangat ingin tahu. “Ya, kami tinggal bersama,” jawabnya dengan terpaksa. Ia bisa melihat wajah ayahnya mengeras ketika jawaban itu terlontar, lalu dengan cepat Sungmin menambahkan, “Tetapi hanya tinggal bersama. Dia tidak pernah macam-macam denganku, appa.”

 

Kangin tersenyum aneh, “Benarkah? Apakah kalian sepasang kekasih?”

 

Sungmin merunduk demi menyembunyikan semburat merah di kedua pipi gembulnya. “Apakah terlihat seperti itu?”

 

“Ayah akan senang sekali jika kalian benar-benar akan menikah suatu saat nanti,” kata Kangin sambil mengangguk-anggukkan kepala. “Apa kau benar-benar mau menerima Cho Kyuhyun? Dia pasti pria yang baik.”

 

“Ayah benar, Kyuhyun adalah orang yang baik. Dia memberiku kehidupan yang luar biasa, membantuku menemukan kalian, dan membawaku kemari,” Sungmin mengingat-ingat apa saja yang pernah dilakukan oleh Kyuhyun untuknya. Ia bersungut-sungut lalu menatap ayahnya lagi, “Apa ayah dan ibu akan benar-benar senang jika aku bisa bersama Kyuhyun?”

 

Kangin membuang pandangannya, tersenyum walau ia sedikit tidak rela. “Ya. Pasti akan senang sekali.”

 

“Oh yah ayah, tentang donatur itu. Aku benar-benar ingin tahu siapa donatur baik hati yang mau melunasi hutang keluarga kita,” Sungmin mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan suatu hal yang menjadi pusat perhatiannya setelah ia tiba di Jepang. “Siapa? Setidaknya aku tahu namanya.”

 

Kangin berusaha memasang wajah setenang mungkin ketika putri semata wayangnya bertanya tentang hal itu. Ia berdehem lalu berkata, “Walau pun ayah mengatakan namanya, kau pasti tidak akan tahu.”

 

“Ayolah, ayah. Aku benar-benar penasaran,” Sungmin mengguncang lengan ayahnya dan mulai bergelayut manja.

 

Omo-omo, apakah ada gadis yang ingin menggoda suamiku?” seorang wanita datang ke ruang keluarga dan meletakkan baki yang dibawanya dari dapur. Ia tersenyum dan ikut duduk di samping Sungmin, “Gadis kecilku sudah tumbuh besar.”

 

Eomma, ayah tidak mau memberitahu siapa donatur yang membantu keluarga kita,” Sungmin mengadu sambil mengerucutkan bibir.

 

Aigoo, jangan mengerucutkan bibirmu seperti itu, jagi,” Leeteuk meraih roti bolu di piring lalu menyodorkannya tepat di bibir Sungmin yang sedang mengerucut imut. “Coba makan roti buatan eomma. Kau merindukannya, bukan?”

 

Walau Sungmin ingin menolak dan terus merajuk, akhirnya ia tidak sanggup untuk menolak roti bolu yang manis ini. Ia membuka mulutnya dan menggigit roti itu, mengunyahnya pelan dan menatap wajah ayah dan ibunya bergantian. “Sekarang coba katakan, siapa donatur baik hati itu?”

 

“Apakah itu penting? Kurasa orang itu tidak akan senang jika kita mengungkit kebaikannya,” Leeteuk memandang wajah tegang Kangin lalu tersenyum. “Benar ‘kan, yeobo?”

 

“Ternyata aku melewatkan bincang-bincang di sini.”

 

Seorang lelaki dengan suara bass sontak mengangetkan dua orang paruh baya yang duduk mengapit Sungmin. Kyuhyun yang tadinya sedang diam-diam mencuri dengar pembicaraan keluarga kecil itu akhirnya turun dari tangga, lalu berjalan menghampiri mereka.

 

Ia tersenyum hangat, “Apa kalian tidak keberatan jika aku ikut bergabung di sini?”

 

Dahi Sungmin mengeryit samar ketika ia merasakan aura yang berbeda menguar dari dalam diri Kyuhyun ketika lelaki itu sedang berdiri di hadapannya sekarang. Ia tidak tahu pasti, tetapi sepertinya pandangan Kyuhyun yang seperti biasanya berubah.

 

Tanpa menunggu jawaban dari kedua orang tuanya, Kyuhyun duduk di salah satu sisi kotatsu dan bertopang dagu. Ia memperhatikan wajah ayah dan ibu Sungmin, lalu mulai berbincang dengan mengangkat sebuah topik tentang bisnis perekonomian di Jepang.

 

OoOoO

 

Sebenarnya Sungmin menyadari jika orang tuanya memasang wajah tidak rela ketika tahu bahwa Kyuhyun memutuskan untuk tidur sekamar dengannya. Tetapi nyatanya, mereka tidak bisa mengatakan penolakan ketika Kyuhyun meminta izin, sehingga lelaki itu menang dan akhirnya tidur di ranjang yang sama dengannya.

 

Sungmin menduga jika ayah dan ibunya mau menerima permintaan Kyuhyun karena latar belakang yang disandang olehnya—fakta bahwa Kyuhyun adalah anak konglomerat. Pasti mereka berpikir bahwa dengan menikahi Kyuhyun, maka kehidupan putri semata wayangnya itu akan kembali membaik seperti dulu. Setidaknya, itulah yang ada di pikiran Sungmin.

 

“Tidak terasa waktu begitu cepat berakhir,” Kyuhyun lagi-lagi berusaha mengejutkan Sungmin dengan berucap secara tiba-tiba. “Lusa kita harus kembali ke Korea.”

 

“Aku ingin tinggal lebih lama lagi,” Sungmin mengutarakan maksud hatinya kepada Kyuhyun. “Boleh aku tinggal lebih lama di sini?”

 

Kyuhyun menoleh dan memandang wajah gadis mungilnya, “Ada apa denganmu? Bukankah kita sudah sepakat jika hanya ada tiga hari di Jepang? Setelahnya, kita harus pulang.”

 

“Tetapi, aku masih merindukan orang tuaku,” Sungmin menarik selimut hingga menutupi dagu. “Boleh, ya?”

 

“Tidak,” larangan mutlak itu terdengar sebagai ucapan final—terucap dengan nada rendah namun penuh penekanan yang mengancam. “Kita bisa kemari ketika liburan natal tiba.”

 

“Apa setelah ujian kelulusan berakhir, aku boleh pindah ke mari? Maksudku, aku ingin kuliah di Jepang.”

 

“Tentu saja tidak boleh!” tanpa sadar, Kyuhyun melontarkan ucapannya dengan nada yang lebih tinggi dari sebelumnya. Ia mengeram lalu berdecih, “Memangnya kau bisa pindah ke suatu negara dengan seenaknya?”

 

“Tetapi, aku ingin tinggal bersama orang tuaku,” suara Sungmin mencicit. “Kumohon!”

 

“Setelah ujian kelulusan usai, kau ingin meninggalkanku sendiri di Korea. Begitu?”

 

“Huh?”

 

“Kau ingin meninggalkanku?”

 

TBC

74 thoughts on “My Secret Idol | KyuMin | Chap 16/20 | Genderswitch | T+ | Romannce |

  1. Hayolohh Ming galau kan ??? Disuruh milih antara kyu sama ortu x_x
    Pkoknya yg terbaik aja deh buat KyuMin
    Makin penasaran deh isi perjanjiannya itu lebih jelasnya gimanaa
    Ditunggu nextnya chingu^^
    Hwaiting

  2. Jiyaah…

    Kyu ngga mau di tinggal sungmin..
    Ciiee.. ciiee… kkke~

    Aduuh.
    Takut klo nanti rahasia kyu terbongkar.
    Bkal gimana yaah sma hubungan mereka…
    Jiiyoo… jangan buat mreka terlalu menderita ne.

    okay cukup…
    Cuuss lanjutt jiyoo~ pake kilat…

  3. Gimana nih hub kyumin kalo sampai rahasia kyu kebongkar.
    Ming jgn tinggalin kyu donk, kyu emang selalu posesif kalo ttg minnie…….

  4. Yah kalo sungmin sudah dihadapkan dengan pilihan yang sulit kira2 dia akan memilih siapa ya???

    Makin seru, apalagi 4part lagi udah mau end TT

    Lanjut, ditunggu next partnya😀

    Seneng cepet banget updatenya ♪(*^^)o∀*∀o(^^*)♪

  5. Chap 16/20.,brart masih ada 4 chap lg,,1 chap ming tau smw’y,, 1 chap pnylesaian,1 chap kyumin mnikah,1 chap lg kyumin pny anak hehe

  6. Kesan ny kog kyu jd agk jahat gtu y?
    Semoga umin bsa mmaafkan kyu nnti ny. Hmmm..
    Trus mreka segera menikah
    Kkkk~
    Lanjut jiyoo-ssi… Fighting!🙂

  7. jadi penasaran apakah min bisa memaafkan kyu jika tau apa yang telah kyu lakukan pada keluarganya?????? huft penasaran.. n

  8. Gmana si awal ceritanya kyu nyuruh ortu ming ke jepang ? Menyisakan tanda tanya besar,sebegitu besarkah kekuasaan keluarga cho ? Sampai2 keluarga Lee tnduk ?ckck
    ming ntar kcwa kalo dibohongin loh kyu ,,

  9. Kira-kira kyuhyun bakalan ngaku ngak ya tentang kebenaran yang sesungguhnya….terus kangteuk itu sebenarnya benar-benar ngerestuin hubungan kyumin atau karena terpaksa…??

    Keep fighting for author and big thanks for updates^^

  10. aigooo, ming gimana yaa kalo tahu semuanya?? request doooong chap yg kyumin nikah n punya anak….hehehe
    lanjut lagi nee😄

  11. Yeay~ update kilat \(^A^)/

    Ini kenapa suasana nya jdi kaku gini ya, gak ada spesial nya sama sekali setelah Kyumin menemui ortu Ming.
    Ortu Ming terpaksa anak nya dengan Kyu ._.

    Kyu kok kaya jahat gitu ya ama mertua, harus nya Kyu menghormati mereka bukan nya malah mereka yg seperti menghormati Kyu.

    Noh Ming~ pilih tinggal ama orang tua atau tinggal ama Kyu?

  12. Wah posesifnya kyu uda mulai kelihatan.. kapan minnie akan ttau kebenarannya dan apa minnie akan membenci kyu?
    wah jiyo update kilat bgt yah… daebakkk

  13. Updateeeee. Duhh pengen deh ming cepet tau kalo misalnya kyu yg bikin dia pisah sama ortunyaa .____. Gasabarr.__. Ditunggu next chapp :* kalo cepet updatenya aku jadi semangat masa reviewnya wkwkwkwk semangatt yaaa!! :*

  14. huffttt
    kangin ky pngn cerita tp takut ya
    pengen min tau semuanya tp blm siap kl nnt dia marah ama kyu…
    bawa kangteuk ke korea aja jd ga usah ke jepang.. oke kyu?

  15. Cieeeee yg g mau d tinggaaal yyg maunya nempell terruus cieeee. Hheyo cho. Dimana mana bobok skamarr itt suami istri broh-_-i
    Keknya kanngteuuuk rada rada g redo anakny sm kyu.
    Hhohoiii makiin seru tjoyy.
    Lanjoooot

  16. ada apa di masalalu nya?? mungkin kyu’s dad dulu jahat… tapi kenapa kangin teukie sama aja takut sama kyu n_n
    kyuhyun berubah jadi galak😦 fufufu~ iyalah galak. mana mau ditinggal ming n^n

  17. menyeramkan pasti aura si kyuhyun itu, kangin yg tabah ya kyuhyun memang begitu, well sungmin pikiran terbuka, gak berisik, aku suka hahaha

  18. duuhh baca part ini tuh deg degan banget…
    takut kebongkar rahasia kyu…
    mana appa ama umma ming keliatan tunduk bangetcama kyu..
    haduh haduh hadduuuhhh~
    ming nya polos banget, cuman mikir gara gra kyu konglomerat, orang tuanya ngijinin hubungan ktu ama ming…
    haduh haduh haduh…
    gimna kalo rahasia kyu kebongkar? reaksi ming gmnaaaaaa???????

  19. Kenapa aku jadi ikutan resah kayak Kyu? It’s not good I think TwT what if Sungmin knows that the reason her parents leave her alone is Kyu. Gosh bagaimanapun juga pd saat itu pasti Min udah cinta mati ama Kyu, it will going easy. Kak Jiyoo suka deh kalo updatenya cpet bgt gni

  20. kyuhyunnya takut ditinggal -________- tp sweet banget sih, ini kangin tau kan perbuatannya si kyu? -_- penasaran flashback gimana nya kyuhyun dulu deh *eh apa udah?*

  21. Ommo ommooooo….. sekali ming cium kyu duluan dan kyu kalap, habis lah kau ming,bwhahahahaha….. eh btw tu kyu kan yg pnya rncna misahin ming ma ortu nya? Brrti Kyu yg bkn prusahaan appa ming bangkrut and kyu jg yg nolongin kan? Klo gk salah inget di chapter sblmnya da crta gtu deh=D
    dasar namja protektif and obsesif tngkat akut,apa apa aja dijabanin, lanjutkan oppa, xixixixixixi……

  22. lama” minie jga akan tau…kyu itu otak dibalik sikap orng tua minie…

    Huh….kyu…jurur aja dech…
    Lanjut thor…..
    Gomawo….

  23. kyuhyun kenapa jadi galak
    sampe ortu min juga jadi takut sama dy
    apa jadinya kalo sampe min tau apa yg udah keluarga cho lakuin buat keluarga min
    mudah2n engga bikin salah paham yg besar
    sebenernya ngerti juga kenapa kyu engga mau ninggalin min lama2 sama keluarganya
    pasti dy takut sampe ortu min bilang yg sebenernya
    huaaaa padahal mereka lagi so sweet banget nih
    mudah2 bakalan begitu terus
    lanjutannya kilat lagi yaaaaa
    semangat

  24. kelakuan kyu sama ortunya ming malah tambah bikin curiga. aih >,<

    kapan kyu bkalan jujur sama ming masalah ortu mereka?

    lanjuuuuut…

  25. Aku penasaran gmn reaksi ming kalau tau kyu yg bkn ortunya tertekan,akhirnya ming ketemu jg sm ortunya
    chingu ceritanya mkn daebak lanjut ne anyeong 🙂

  26. Author aupdetnya cepet banget, aku ketinggalan…
    Kyu sama ayahnya sejahat itu ya ?

    Lanjut ya author, semangat (҂’̀⌣’́)9

  27. Haduuuhhh udah ada chapline nya 20 chap ~end~😥

    Eotthokke eotthokke hub kyumin klw minnie tw tentang perjanjian kangteuk dgan kyu family ??

    Next chap lebih dipanjangin dunkz saeng jiyooo..

    Fighting 4 jiyoo \(*0*)/

  28. 3chap lagi abis ya eonnie? ya semoga aja perjanjiannya ga keungkit nantinya. Kalo keungkit ffnya ga bisa sampe 20chap aja xd harus lebih panjang, pake squel ya ntar eonn?

    oh adakah konflik di antara Kyuhyun-Sungmin lg, apa Sungmin bakal marah gara-gara ga di izinin pindah ke Jepang? -_- aduuh
    next chapnnya buat lebih panjang ya eon, aku ngerasa ini ff pendek-_- paiting yaaa!!!!!

  29. Seneng kyumin makin mesra tp takut klo min nanti tau semuanya -.- pengen flashback knp kangteuk pergi ninggalin min..
    Nice jiyoo.. update asap kkk
    Oh iy ini gw Farkha kkk

  30. Sebenarnya ortu min ngak sukakah kl min suka sama kyu… apakah min akan tau soal knp ortunya pindah… semoga saja itu tdk merusak hub kyumin

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s