My Secret Idol | KyuMin | Chap 15/? | Genderswitch | T+ | Romannce |

My Secret Idol

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin , KaiSoo

 

Part : 15/?

 

Warning : GENDERSWITCH , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Tidak ada yang tahu di mana dan dengan siapa kita akan bertemu dengan ‘cinta’. Semua pasti terjadi di luar nalar seorang manusia, entah itu terjadi secara ‘biasa-biasa saja’, atau malah luar biasa. Setelah mengenal cinta, maka status tidak akan menjadi nomor satu. Karena untuk orang yang mencinta, perasaan kasih adalah segalanya.

 

“Tapi aku benar-benar mencintaimu, Sungmin,” Kyuhyun memotong ucapan Sungmin lalu menjatuhkan tubuhnya sambil menopangnya dengan lengan tertekuk. “Kasusnya akan berbeda jika kita membicarakan pekerjaan dan perasaan. Kumohon jangan salah paham.”

 

Kyuhyun menghela nafas ketika ia tak kunjung mendapat jawaban yang sekiranya bisa membuatnya merasa tenang. Dengan gerakan perlahan, ia mendekatkan bibirnya ke lubang telinga Sungmin dan mulai berucap, “Itu hanya akting, Minnie. Dan ciumanku ketika bersamamu, itu sama sekali bukan akting.”

 

“Bo .., hong.”

 

Hembusan nafas Kyuhyun yang hangat menggelitik daun telinga Sungmin, ia sengaja melakukan hal itu. “Ciuman di musikal, musik video, atau di dalam layar kaca, itu semua bohong. Dan aku bersumpah jika perasaanku tidak pernah berbohong.”

 

Tubuh Kyuhyun bergerak-gerak untuk menyamankan posisinya, “kau tahu tidak, kau itu yang paling spesial di hidupku.”

 

Walau Sungmin ingin menyangkal ucapan Kyuhyun, tetapi ia tak kuasa untuk menyembunyikan semburat merah yang muncul di kedua permukaan pipinya. Mata kelincinya yang bersinar itu hanyut dalam tatapan Kyuhyun, sepertinya ia sudah tenggelam di sana.

 

“Dan sejujurnya, aku tidak pernah se-intim ini jika bersama wanita,” tubuh Kyuhyun bergeser dan ia semakin menghimpit tubuh mungil Sungmin. Ia memposisikan tubuhnya menjadi miring ke kanan, menyandarkan sebelah kepalanya dengan lengan tertekuk, dan masih tetap memandang Sungmin. Ia mendekap pinggul ramping gadisnya, menarik, lalu meremasnya dengan gerakan lembut. “Kau yang pertama ..”

 

Setelah mengucapkan hal itu, dengan gerakan cepat Kyuhyun menangkap bibir Sungmin dan mengecupnya selembut mungkin. Tanpa izin, ia menggerak-nggerakkan bibirnya yang sudah mulai berani menguasai setiap inci permukaan bibir kissable Sungmin. Telapak tangannya pun beralih ke leher Sungmin, menekan tengkuknya agar ciuman ini semakin dalam.

 

Ini adalah kali pertama mereka berciuman hingga seperti ini, saling menghantarkan aliran listrik yang berasal dari panas tubuh masing-masing. Walau Sungmin begitu terkejut dan ingin lari dari ini semua, tetapi sesuatu di dalam hati memaksanya untuk tetap diam dalam posisinya. Ia ingin berontak, tetapi tubuhnya memilih untuk pasrah dan menerima segala perlakuan Kyuhyun.

 

“Kk—Kyuu ..”

 

OoOoO

 

Sungmin tidak pernah tahu mengapa Kyuhyun tiba-tiba mengakhiri ciuman intens mereka di tengah jalan. Setelah itu Kyuhyun tampak frustasi dan menelangkup wajahnya sendiri selama beberapa saat, lalu ia mendesahkan kata maaf berulang kali kepada Sungmin.

 

Ia mengira bahwa Kyuhyun sedang melupakan sesuatu ketika mereka sedang berciuman, tetapi nyatanya Kyuhyun malah tidak mengatakan apa pun. Lelaki itu semakin gencar mengatakan kata maaf dan Sungmin semakin tidak mengerti.

 

Hingga akhirnya, Sungmin lelah dengan kalimat berulang itu. Gadis berumur delapan belas tahun itu terlelap di posisinya, dan Kyuhyun yang tidak bisa tidur berinisiatif untuk merengkuh tubuh gadisnya.

 

Sebenarnya Sungmin tidak benar-benar tertidur, ia masih penasaran dan sedikit tidak terima dengan ucapan maaf dari Kyuhyun. Mereka hanya berciuman dan Sungmin rasa bahwa ia hanya sedikit melewati batas.

 

Karena pertengkaran singkat tadi, Sungmin terlarut dengan rasa cemburunya. Dan sejujurnya ia ingin bukti dari segenap perasaan Kyuhyun kepadanya. Lalu, bukankah tadi mereka melakukan ciuman penuh hasrat?

 

Bukankah itu adalah sebuah bukti?

 

Jika saja Kyuhyun terus mencium bibirnya dan melakukan sesuatu yang sedikit lebih dari ambang batas, mungkin Sungmin bisa memakluminya—dan bahkan merasa lebih yakin dengan Kyuhyun. Namun, nyatanya Kyuhyun berhenti di tengah sesi ciuman tadi. Dan yang membuat Sungmin merasa tidak terima adalah ketika Kyuhyun meminta maaf.

 

Kenapa ia meminta maaf?

 

Karena mereka berciuman dengan begitu intens untuk yang pertama kali?

 

Sungmin mengangkat salah satu tanggannya, membelai pipi tirus Kyuhyun dan memperhatikan wajahnya yang terlelap damai. Sedikit mengagumi—atau bahkan semakin mengagumi—sosok seorang lelaki yang sedang merengkuh tubuhnya sepanjang malam. Jemarinya meraba setiap jengkal permukaan wajah Kyuhyun, menyusurinya dengan segenap debaran jantung yang menggema di tengah malam.

 

Lalu, bibir itu ..

 

Bibir yang mengecupnya, selalu mengecupnya dan menciptakan berbagai fraksi indah bersama bibirnya. Namun sayangnya, bibir itu bukan satu-satunya bibir yang bersedia mencium bibir ranumnya. Dengan lancangnya, kedua belah bibir ini menyentuh bibir wanita lain dan membagi segenap kecupan-kecupannya.

 

Tidak boleh!

 

Batin Sungmin menjerit di tengan hening malam, sisi hatinya merasa tidak terima ketika ia kembali mambayangkan adegan Kyuhyun mengecup bibir milik wanita lain. Tanpa pemikiran apa-apa, dalam satu-satuan waktu ia mencondongkan wajahnya lalu menangkap bibir tebal itu.

 

Ia adalah pemilik tunggal dari bibir ini!

 

Kyuhyun harus tahu itu!

 

Gadis itu terlalu asik mendominasi bibir Kyuhyun, hingga membuatnya bertindak berlebihan dalam melumat bibir kekasihnya. Tanpa disadari, gerakan menuntut yang dilayangkan oleh bibirnya mulai mengusik tidur Kyuhyun. Dan sosok seorang lelaki yang menjadi korban adegan ciuman sepihak itu mulai menyadari apa yang sedang terjadi.

 

“Ss—Sungmin!” dengan gerakan cepat Kyuhyun memisahkan tautan bibir mereka, mendorong tubuh mungil yang semula menempel erat dengan tubuhnya. Ia memandang penuh sangsi ke arah Sungmin, “Kenapa kau melakukan itu?”

 

Dahi Sungmin berkerut samar ketika ia mendengar pertanyaan bernada tinggi itu melayang kepadanya. Ia mulai beringsut ke belakang—menghindari tubuh Kyuhyun. “Ww—wae? Aa—aku hanya ingin .., menciummu!”

 

“Aish!” Kyuhun bersyukur karena ia masih sempat mengendalikan segenap jiwa kelelakiannya. Dan ia pantas bernafas lega karena tidak melakukan sesuatu yang melebihi ambang batas kepada gadis mungilnya. “Jangan melakukan sesuatu yang aneh-aneh!”

 

Alis Sungmin melengkung tajam, “Aneh-aneh? Aku hanya menciummu! Kau juga pernah melakukan itu ketika aku sedang tertidur, dan aku tidak pernah marah!”

 

“Tidurlah,” ucapan final dari Kyuhyun akhirnya terdengar. “Aku tidak mau berdebat denganmu tengah malam ini,” kata Kyuhyun sambil memijit pelipis kepala yang berdenyut.

 

“Aku benci denganmu! Kau egois!”

 

Kyuhyun mencoba bergeming ketika Sungmin meneriakkan hal itu, dan ia tetap dalam posisinya—pura-pura tidur untuk menghindari segala cercaan Sungmin. Ia tidak mau menanggapi gadis kecilnya yang sedang merajuk, tubuhnya terlalu lelah.

 

Dan tentang apa yang telah ia lakukan kepada Sungmin, memang itu suatu yang mungkin berlebihan. Namun, Kyuhyun memiliki alasan untuk hal itu.

 

OoOoO

 

Aku akan pulang terlambat. Jangan mencoba menghubungiku! Aku meninggalkan ponselku di sini!

 

Pesan itu tertulis di selembar kertas tempel berwarna merah jambu yang melekat tepat di dahinya. Kyuhyun sudah menduga jika itu adalah hasil kerja Sungmin, dan ia bisa menebak jika gadis itu tengah merajuk dengannya. Dan sedetik setelah ia membaca pesan singkat itu, ia menemukan ponsel Sungmin tergeletak tak berdaya di meja nakas.

 

Dia benar-benar tidak membawa ponselnya.

 

Sebenarnya Kyuhyun sedikit menyesal karena tingkahnya yang berlebihan kepada Sungmin kemarin malam. Sifat Sungmin yang khas remaja itu benar-benar membuat jantungnya serasa mau copot, menyentaknya hingga ‘hampir’ lepas kendali. Jika saja ia tergoda sedikit saja, bisa jadi kemarin malam menjadi malam terpanas bagi keduanya.

 

Malam yang penuh dengan erangan-desah dari Sungmin yang memuja namanya.

 

 

Kyuhyun menampar pipi tirusnya sendiri dengan telapak tangan, lalu bergidik ngeri. Ia merutuk dan kembali memaki dirinya karena telah lancang memikirkan hal semacam itu terhadap Sungmin.

 

Sungmin masih delapan belas tahun, masih duduk di bangku SMA, dan tentu saja ia masih terlalu muda untuk diajak berhubungan seperti itu. Di umurnya yang masih belia, Kyuhyun tidak mau terburu-buru menodai tubuhnya yang suci. Cukup sebuah kissmark untuk tanda kepemilikan atas dirinya.

 

Ya, cukup dengan kissmark.

 

Dering ponsel yang tiba-tiba menggema di dalam mobil van itu menyadarkan jiwa Kyuhyun, membuat pikiran mesumnya lenyap seketika. Kyuhyun menghela nafas lalu mengangkat telpon itu secepat yang ia bisa.

 

Yeoboseyo?” seseorang yang menelpon memberi salam. “Tuan, saya sudah mendapat tiket pesawat untuk dua orang dengan tujuan Tokyo, Jepang sesuai perintah anda.”

 

“Oh, bagus kalau begitu,” jawab Kyuhyun sambil melirik manajernya yang duduk di kursi depan. “Kau sudah membicarakan hal ini dengan mereka?”

 

“Sudah, tuan,” kata orang itu. “Mereka tampak senang sekali karena tuan bisa membawa putri mereka ke Jepang. Mereka menitipkan salam untuk tuan.”

 

“Hm,” Kyuhyun bergumam lalu membenaran posisi duduknya—merasa sedikit terintimidasi karena menerima tatapan tajam secara tiba-tiba dari manajernya. “Mereka tidak mungkin mengenaliku, bukan?”

 

“Setahu saya, mereka hanya mengenal Tuan Besar Cho,” jawabnya penuh sopan. “Namun, mereka tahu jika anda adalah anak semata wayang dari Tuan Besar Cho.”

 

“Katakan kepada mereka agar tidak membicarakan sesuatu tentang ayahku ketika kami sampai di sana,” Kyuhyun bersiap menutup telponnya, tetapi ia kembali berucap, “Hubungi aku jika ada sesuatu. Aku menunggu berita darimu selanjutnya.”

 

Ne.”

 

Setelah jawaban singkat itu terdengar, Kyuhyun menutup telpon dan menyimpan ponselnya di saku celana. Ia menatap wajah manajernya lalu tertawa hambar, “Kenapa dengan wajahmu, hyung?”

 

Kyuhyun masih terkekeh, lalu melanjutkan ucapannya, “Terimakasih karena telah berusaha mengosongkan schedule-ku.”

 

Arasseo, arasseo,” sungut Haejoon sambil memasang wajah sebal yang dibuat-buat. “Jadi, kapan kau akan berangkat ke Jepang?”

 

“Lusa kami berangkat. Aku tidak mau menyia-nyiakan waktu, hyung.”

 

“Kau benar-benar akan menghabiskan waktu liburmu di Jepang? Kau harus ingat, aku hanya memberimu waktu empat hari,” Haejoon memperingatkan.

 

“Aku akan mengingat itu dengan baik, hyung,” jawab Kyuhyun dengan santai.

 

“Apa kau akan membiarkan Sungmin tinggal di sana lebih lama? Kau ‘kan tahu jika mereka terpisah selama ..”

 

“Aku tidak akan meninggalkannya seorang diri di Jepang, walau ia bersama kedua orang tuanya,” Kyuhyun memotong ucapan manajernya, kepalanya menoleh cepat ke arah Haejoon.

 

“Kau tidak mau berpisah dengannya, heh?” suara Haejoon terdengar mengejek. “Berambisi sekali.”

 

Sekali lagi, Kyuhyun hanya terkekeh ketika menanggapi ucapan Haejoon. “Bukan berambisi, hyung,” ralatnya. “Tetapi aku tidak mau ada hal-hal yang tidak kuinginkan terjadi.”

 

“Misalnya?”

 

“Bisa saja orangtuanya menceritakan apa yang telah ayahku lakukan kepada mereka,” kata Kyuhyun dengan nada ringan, ia menyandarkan punggungnya. “Lalu setelah itu, dia meninggalkanku. Semoga saja tidak seperti itu.”

 

“Hm, semoga saja.”

 

OoOoO

 

Kyuhyun pulang dari studio televisi sekitar pukul 5 sore, setelah itu ia langsung melesat ke Hotel Rendezvous yang ada di ujung kota Seoul untuk mengadakan rapat pukul setengah 7. Beberapa jam ia duduk di sana, membericarakan hal-hal penting dan mengajukan beberapa usul yang akan disusun menjadi sebuah rancangan, berusaha melakukan yang terbaik walau ada sesuatu yang berusaha mengganggu konsentrasinya.

 

Mustahil Kyuhyun dapat berpikir jernih jika ia ia sudah memikirkan Sungmin yang sedang ‘ngambek’ terhadapnya. Maka dari itu, akhirnya Kyuhyun mengirim mata-matanya untuk sekedar mencari tahu keberadaan gadis kecilnya itu. Tepat beberapa menit sebelum rapat benar-benar berakhir, ia mendapat e-mail pemberitahuan bahwa gadis kecilnya ditemukan sedang makan malam di rumah sahabatnya.

 

Kyuhyun bernafas lega, bersyukur karena rapat akhirnya usai dan ia menemukan Sungmin. Tanpa mencoba mengistirahatkan tubuhnya yang benar-benar lelah, Kyuhyun memutuskan untuk segera pergi menyusul Sungmin. Ia ingin meminta maaf sekaligus membujuknya dengan dua tiket ke Jepang yang berhasil ia dapatkan.

 

Semoga saja Sungmin senang dan mau melupakan perlakuan anehnya kemarin malam.

 

Bunyi tut-tut pelan terdengar ketika Kyuhyun menelpon nomor seseorang dari dalam mobil mewahnya. Ia hanya duduk bersandar pada kursi, sambil sesekali melongok keluar memperhatikan pagar rumah mungil yang berjarak beberapa meter dari mobilnya.

 

“Halo?”

 

“Halo?” Kyuhyun terlonjak ketika suara seorang wanita yang mengangkat telponnya terdengar. Ia menegakkan tubuhnya lalu menatap keluar. “Ini nomor Lee Hyukjae-ssi?”

 

“Ne, Lee Hyukjae-ssi di sini. Nuguseyo?” gadis yang memperkenalkan dirinya sebagai Lee Hyukjae itu berucap, sesekali berdesis—mungkin menyuruh seseorang yang ada di sampingnya untuk diam.

 

“Aku Kyuhyun.”

 

“…”

 

Kyuhyun sudah menduga jika Hyukjae akan terkejut ketika tahu ia memutuskan untuk menelponnya. Jadi Kyuhyun sudah bersiap-siap untuk menjelaskan tujuan utamanya menelpon Hyukjae. “Apa Sungmin ada bersamamu?”

 

Terdengar suara dua orang gadis yang saling bersahutan dari seberang, mereka saling berbicara tanpa jeda. Bisik-bisik itu semakin terdengar keras ketika mereka bertengkar karena suatu masalah kecil, tetapi akhirnya Hyukjae menang lalu menjawab pertanyaan Kyuhyun. “Ne? Sungmin?”

 

Sebenarnya Kyuhyun dapat mendengar suara bisik-bisik Sungmin yang mengancam Hyukjae agar tidak memberitahukan keberadaannya. Tetapi, sebagai lelaki yang ingin terlihat perhatian di mata sahabat gadisnya, Kyuhyun hanya terkekeh pelan dan menyembunyikan semuanya. “Apakah Sungmin bersamamu? Dia meninggalkan ponselnya sehingga aku kesulitan untuk menghubunginya. Kau tahu, ini sudah cukup malam dan Sungmin tak kunjung pulang,” Kyuhyun berusaha mendramatisir keadaan dengan menyusun kalimat yang menyatakan betapa besar rasa khawatirnya.

 

Hyukjae terdiam selama beberapa saat, tetapi tak lama setelahnya ia berucap, “Ya, Sungmin ada di rumahku. Dia berada di sini bersamaku.”

 

Kyuhyun tersenyum puas dan ia membenarkan letak duduknya, “Boleh aku berbicara dengannya?”

 

“Tentu,” jawaban singkat dari Hyukjae terdengar. Lalu setelahnya terdengar nada penolakan dari warna suara lain. Dua gadis itu kembali terlibat pertengkaran kecil, saling melontarkan argumentasi dan bisik-bisik bernada keras. Tak lama kemudian, akhirnya seseorang yang menjadi lawan bicara Lee Hyukjae mendesah.

 

“Halo?” Sungmin mengucap salam dengan nada malas.

 

“Sungmin?” Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan ketika ia mendengar salam dari Sungmin. “Aku mencarimu kemana-mana. Kenapa tidak membawa ponselmu?”

 

“Kupikir kau tidak akan mencariku,” suara Sungmin yang terdengar merajuk begitu menggelitik gendang telinga Kyuhyun. “Aku sedang berada di rumah temanku. Hari ini aku akan menginap di sini.”

 

“Menginap? Tidak, tidak boleh!” Kyuhyun melarang tindakan Sungmin sambil menggeleng-gelengkan kepala. “Aku akan menjemputmu. Dimana alamat teman rumahmu itu?”

 

“Aku tidak mau! Aku tidak mau pulang dan bertemu dengan om-om mesum yang egois sepertimu!”

 

Raut wajah Kyuhyun mengeras ketika ia mendapat julukan yang tidak senonoh dari kekasih imutnya. Sebelah alisnya terangkat, lalu ia berdehem guna mengusir rasa malu yang mulai menggerogoti urat syarafnya. “Darimana kau belajar kosakata seperti itu?”

 

“Memangnya kau peduli?” sengit Sungmin semakin ketus.

 

“Oke, aku akan menjemputmu. Jangan salahkan aku jika aku memencet tombol rumah Hyukjae dan menyeretmu secara paksa,” Kyuhyun merapikan jas mahal yang membalut tubuh atletisnya.

 

“Silahkan saja. Aku tidak takut. Memangnya kau tahu di mana rumah Hyukjae?”

 

“Meremehkanku, huh?” Kyuhyun mengisyaratkan supir pribadinya untuk menginjak gas, lalu berhenti tepat di pagar rumah Hyukjae. Mobil itu mengklakson dua kali. “Mobil abu-abu yang berhenti di depan rumah Hyukjae itu mobilku. Sekarang kau bisa keluar.”

 

“Tidak mau!”

 

“Lee Sungmin,” Kyuhyun berdesis kemudian menghela nafas demi menahan amarahnya yang serasa akan meledak di ubun-ubun kepala. “Ada dua tiket pesawat ke Jepang di tanganku. Jika kau memutuskan untuk menghinap di rumah temanmu itu malam ini, maka dengan senang hati aku akan membatalkan rencana kita untuk pergi ke Jepang mengunjungi orang tuamu.”

 

“Hh—huh?” suara Sungmin sudah terdengar goyah. “Ke Jepang? Apa maksudmu?”

 

“Rencananya aku ingin memberimu kejutan ketika pulang ke rumah. Tetapi, ternyata kau memutuskan untuk menginap di rumah temanmu. Kalau kau benar-benar tidak ingin pergi ke Jepang, aku akan membatalkan rencana ini. Kututup telponnya.”

 

“Tunggu!”

 

Smirk menyeramkan terlukis di kedua belah bibir Kyuhyun, “Hm?”

 

“Bb—baik! Aku akan keluar sekarang!” kata Sungmin dengan tergesa-gesa—bahkan gadis itu tak sempat mengucapkan salam ketika menutup telpon.

 

Kyuhyun tersenyum puas, ia pun kembali menyandarkan tubuhnya yang lelah pada sandaran kursi dan memejamkan matanya untuk sesaat. Sebenarnya ia sudah sangat lelah, tetapi demi membujuk Sungmin agar mau pulang akhirnya ia rela duduk di dalam mobil mewahnya—bukan membaringkan tubuhnya di ranjang nyaman di apartemennya.

 

Suara pintu yang dibuka lalu ditutup kembali dengan gerakan cepat menyentak jiwa Kyuhyun, membuatnya membuka kelopak matanya dan menatap sosok yang sudah duduk di sampingnya. ia tersenyum lalu berucap, “Sudah puas bermain dengan temanmu?”

 

Bibir Sungmin mengerucut ketika ia mendapat pertanyaan—yang berupa sindiran—dari Kyuhyun. Ia mengatur nafasnya yang berderu dengan mengambil nafas lalu menghembuskannya pelan. “Sekarang katakan, kau benar-benar akan mengajakku ke Jepang untuk mengunjungi orang tuaku, ‘kan?”

 

“Aku lelah sekali,” Kyuhyun mengindahkan pertanyaan penuh tuntutan dari Sungmin. Lelaki itu memberi isyarat kepada supirnya untuk mengantar mereka ke apartemen, lalu menyandarkan kepalanya di bahu Sungmin dan memejamkan mata.

 

“Apa-apaan, sih?” protes itu terdengar kala Kyuhyun menjatuhkan kepalanya yang terasa berat di pundak kanan Sungmin. Gadis itu mencoba menyingkirkan kepala Kyuhyun dari bahunya, tetapi ia gagal. Dengan perasaan dongkol, ia mengetuk dahi lebar Kyuhyun yang tertutupi poni rambutnya. “Kau membohongiku!” sungutnya.

 

“Tidak, Sungmin,” jawab Kyuhyun dengan nada suara pelan. “Aku serius.”

 

“Serius akan membawaku ke Jepang?”

 

“Hm,” Kyuhyun mengangguk—masih setia dengan posisi tidur singkatnya. “Lusa, kita akan pergi ke Jepang.”

 

OoOoO

 

Percakapan mereka kemarin malam terputus karena Kyuhyun benar-benar tertidur selama perjalanan menuju apartemen. Sungmin tidak tega untuk membangunkan Kyuhyun selama roda mobil itu terus berputar menyusuri jalanan kota Seoul, bahkan ia tidak mengajak Kyuhyun berbincang ketika mereka sampai di apartemen. Kyuhyun langsung merebahkan tubuhnya di ranjang—tanpa melepas jas mahal dan sepatunya.

 

Sungmin mengalah dan memutuskan untuk melucuti jas, sepatu, dan kaus kaki Kyuhyun. Ia juga membuka tiga kancing teratas di kemeja Kyuhyun, lalu menyingkap poni yang menutupi dahinya. Mereka tertidur di ranjang yang sama seperti malam-malam sebelumnya, dan karena wajah lelah Kyuhyun yang mengenasnya, akhirnya Sungmin melupakan acara ngambeknya terhadap Kyuhyun.

 

Tetapi, esok paginya Sungmin dikejutkan dengan perilaku Kyuhyun yang keterlaluan. Dengan lancang lelaki itu mencoba membangunkannya dengan mengecup bibir ranumnya. Sebenarnya bukan sebuah ciuman dalam, hanya kecupan ringan yang dilakukan berkali-kali.

 

Ketika Sungmin benar-benar sudah terbangun dari tidurnya—merasa tidak ingin memejamkan mata lebih lama lagi—, Sungmin melototkan mata dan menuntut sebuah alasan. Ia tidak mengerti, mengapa Kyuhyun selalu mengecup bibirnya seperti itu. Dan ketika Sungmin yang berinisiatif untuk melakukan ciuman itu, maka Kyuhyun akan marah.

 

Aku kira kau tidak akan bangun ketika kukecup seperti itu.

 

Sungmin benar-benar ingin melempar meja nakas ke arah Kyuhyun ketika gendang telinganya ditembus oleh alasan konyol seperti itu. Karena Sungmin urung untuk melukai wajah tampan Kyuhyun—yang merupakan asetnya untuk bertahan di dunia entertainmen—akhirnya Sungmin marah-marah sambil menggerutu dan memutuskan untuk menenangkan diri di dalam kamar mandi.

 

Karena terlalu asyik berendam, Sungmin tidak menyadari jika Kyuhyun sudah terlalu lama menunggu dirinya di luar. Sungmin terkejut setengah mati dengan suara ketukan pintu kamar mandi dan suara Kyuhyun yang memanggil namanya berulang kali. Gadis itu segera mengakhiri acara mandi paginya lalu keluar dengan wajah dingin—masih mempertahankan rasa sebalnya yang nampak dengan jelas dari gurat wajahnya.

 

Kyuhyun bilang, ia sudah mengirimkan surat izin kepada sekolah Sungmin—itu berarti mulai hari ini dan tujuh hari ke depan Sungmin bebas dari tugas sekolah.

 

“Aku tidak menyangka kau akan ngambek karena ciumanku tadi pagi,” Kyuhyun tiba-tiba berucap setelah ia cukup lama terdiam. Ia meletakkan cangkir teh limunnya lalu menautkan kesepuluh jemarinya. Lagi-lagi ia menatap Sungmin dengan manik matanya yang hitam pekat. “Ayolah, jangan diam saja seperti itu.”

 

“Aku sebal,” jawab Sungmin dengan nada datar. “Kau menciumku seenaknya. Tetapi kau marah ketika aku menciummu terlebih dahulu.”

 

“Jika kau menciumku terlebih dahulu dan membuatku ‘bangun’, bagaimana?” Kyuhyun melontarkan alasannya dengan nada yang tak kalah datar dari milik Sungmin.

 

Dahi Sungmin mengeryit samar, “Maksudmu?”

 

“Kemungkinan besar aku akan lepas kendali jika kau menciumku terlebih dahulu seperti itu,” Kyuhyun membuang pandangan ketika ia memperjelas ucapan sebelumnya. “Kau mengerti maksudku, tidak?”

 

Sungmin menelan air salivanya, dengan ragu ia mengangguk kikuk—walau ada tatapan sangsi yang melayang ke arah Kyuhyun. “Kk—kalau begitu, aa—aku tidak akan menciummu terlebih dahulu.”

 

“Tetapi, jika kau membiarkanku lepas kendali, juga tidak apa-apa,” bola mata Kyuhyun melirik ke arah Sungmin dan ia menaik-turunkan alisnya untuk menggoda. “Dengan senang hati aku akan membuatmu mengerang dan ..”

 

“Dasar mesum!” Sungmin memukul kepala Kyuhyun dengan kepalan tangannya. Pipi bulatnya menggelembung dan bibirnya mengerucut, wajahnya pun sudah merah merona. “Lakukan saja dalam mimpimu!”

 

“Akan kulakukan dalam mimpiku,” jawab Kyuhyun dengan nada ringan, ia terkekeh-kekeh pelan karena puas melihat wajah Sungmin merona seperti itu. “Bukankah mimpi dan kenyataan itu hampir sama? Aku sama sekali tidak keberatan melihatmu …”

 

YA, CHO KYUHYUN!!”

 

Ctak!

 

TBC

 

Author’s Note : Demi apaaa ?! -_- ituu *tunjuk kyuhyun*

82 thoughts on “My Secret Idol | KyuMin | Chap 15/? | Genderswitch | T+ | Romannce |

  1. Hhahaha…

    Dasar cho mesum….
    Ngakak mulu baca chap ini…
    Konyol sama tingkah mereka berdua…
    HHahaha…

    Lanjuutt jiiyoo…

  2. Kyaaaaa… lucunya… KyuMin…
    Hahhahhaha..
    Berdo’a saja Kyunie supaya tdk ketahuan.. hehe
    Lanjutkan. Fighting

  3. Kyu mesum heheheheh. Akhirnya mereka mau ke jepang yaa. Kyu emang bener2 gak bisa lepas dr ming ya……fighting. always good luck with your stories.

  4. mesum kyu mulai akut..
    kkkk~
    min cemburunya lucu,nyiummin kyu
    untung kyu bisa nahan kendali kalo bablas.bahaya kkkk..
    ada baby cho nnti d sekolah min😄

  5. Akhirnya lanjut juga!!!!

    Seneng banget ffnya lanjut cepet banget kyyaaa!!!!

    Lanjut!!! Makin seru aja nih chingu ffnya😀

    Kyuhyunnya makin kesini makin mesum aja lmao

    Dasar evil demennya ngerjain sungmin terus

  6. aiihhh
    selain egois kyu punya sopan santun jg ternyata
    nikahin min dl baru lepas kendali ya. ahahaha ^^
    lucu deh min ngambek krn kyu ga mau dicium duluan tp pas tau alesannya min ciut duluan
    aduhh feelnya mulai enak ni jiyoo
    sweet sweet ♡♡

  7. kok ga msk ya komen ku?.
    lg deh

    aiihhh
    selain egois kyu punya sopan santun jg ternyata
    nikahin min dl baru lepas kendali ya. ahahaha ^^
    lucu deh min ngambek krn kyu ga mau dicium duluan tp pas tau alesannya min ciut duluan
    aduhh feelnya mulai enak ni jiyoo
    sweet sweet ♡♡

  8. Hahahahaha.. Kyu rupanya masih bisa berpikir jernih juga yah saat sudah ditingkat keMESUMannya. hahahaha😀
    Dia tetap memikirkan dan mempedulikan Ming walau dia sedang “ingin2nya”.
    Bahagia sekali liat interaksi mereka di 2 chap ini😀
    so funny and sweet i think😉

  9. yaampuun kyu mesum bangeet hamasah wkwk
    kyumin momentnya dapet bgt disini aw ><
    emg ada masa lalu apa antara kyu's dad sama ming's parent? ._. kok kyu bisa sampe ngejar2 sungmin gituo_O

  10. Ya ampun, ya ampun… Ini dari awal sampe akhir penuh dengan Kyumin kyaaa~~~
    Ayo lah ChoKyu~ apa beda nya klo kau mencium Ming duluan tidak apa2, tpi klo Ming mencium mu duluan kau akan ‘bangun’.
    Bukan nya itu sama2 ciuman –”

    Huuft~ Semoga orang tua Ming tidak cerita apa pun yg berhubungan dengan Kyu ke Ming.
    Bakalan berabe urusan nya ntar.

  11. aigoo,, kyu oppa kau sungguh sangat mesum -_- kekeke seneng banget sama Chap ini bikin ketawa + gimana gituuu

    Ditunggu chap selanjutnya, penasaran dengan apa yg dilakukan ayahnya kyu dengan keluarga ming saya min ,, Update kilat HaHaHa

  12. sikap mesuum’a mulai terkuak, gyahahaha ei, aku pling suka sikap dewasa romantis kyuhyun, tolong d pertahanin ya wkwkwk ya! sungmin itu bener2 impian banget bisa bersama kyuhyun, jangan d sia2in ming kkkk

  13. Wuahhhh…
    Bner2 ga nyangka, kyu dsni bgtu hebat bsa mengendalikan diri atas kemesumannya
    Hahahaha

    Hmm, moga aja nnti sungmin gk mrh setelah tau yg sebenarnya mengenai org tua nya

    Lanjut jiyoo!
    Fighting!🙂

  14. Dasar kyu mesum ,,😀 chap ini full kyumin ,, trus ming juga udh mulai cemburu sama kyu .. D’tnggu chap dpan fighting ne ,,😉

  15. Ketinggalan dua chapter karena sibuk uas sama try out . . sungmin udah buka hati bahkan cinta sama sungmin . masalah sama jongin udah ga ada lagi lan ?

  16. Hubungan kyumin dah mulai dan semakin “klik”…

    Chap depan kyumin honeymoon di jepanggggg \(*0*)/
    Chap depan lebih panjang lagee yach saeng biz bruuu asyekkkk dah TBC😥

    G sabarrr baca nya… fighting jiyoo ★★

  17. Hua adegan romantisnya daebak bgt ne chingu,hrs di awali sungmin ngambek dulu hihihiiiiiiii,,,,,
    Kyaaaa tbc nya ga tpt chingu penasaran?????????

  18. Hahahha!!!😄
    Bgus deh Kyumin udah baeann ;;)
    Sweet coupleee ^3^
    Loveyaaa banget dehh ama kyumin
    Sbnernya yg kyuhyun tutupin ttg orang tuanya sungmin itu apa sih ?
    Aku msih kurang paham .-.
    Smoga cepet” dijelaskan dehh
    Ditunggu next chapternyaa yaa ^^
    Hwaiting!

  19. hahahahaha bahas cium mencium… bru rasanya baca chap 14 kemarin eh hari ini uda nongol chap 15 nya…
    next chap minnie ketemu orang tuanya yah.. masih penasaran si sama latar belakang keluarga minnie…

  20. Kyaaaaa ;;;;
    Kyu mesum banget ternyata ;;;
    Ming juga terlalu innocent ._.
    Aishhhhh…
    So sweet banget sih. Envy jadinya. Fighting ya kak /?
    Next chapter kyumin momentnya makin di banyakin lagi muehehe *-*

  21. Kyaaaaa ;;;;
    Kyu mesum banget ternyata ;;;
    Ming juga terlalu innocent ._.
    Aishhhhh…
    So sweet banget sih.
    Next chapter kyumin momentnya makin di banyakin lagi muehehe *-*
    FIGHTING (҂’̀⌣’́)9

  22. Aiih~so sweet dah kyumin🙂
    memang benar2 mesum kau cho~ jgn lepas kendali ming msh muda umurnya , haha dasar om-om mesum :p

    next eon🙂

  23. so sweet…
    semuanya full kyumin moment
    tolong jangan buat konflik yg berat2 ya
    biarkan kyumin selalu mesra seperti ini
    lanjutannya apdet kilat lagi yaaaaa
    semangat

  24. demi apa itu endingnya maann..
    haha kyu, kyu, kyu…. mesum mu masih selalu melekat!!!
    ming gitu gitu juga mau tuuhh.. haha..
    yeah kyu ama ming k jepang..
    semoga gak akan kenapa napa yah.. please hubungan mereka tetep mulus mulus saja…

  25. naik ratenya? jangaan~ gini aja eonn lucu soalnya😄 mending naik ratenya pas di squelnya .. trus rahasianya Kyuhyun jgn buat Sungmin tau, kalo dia tau bakal lebih panjang di ff gakan end .. itu sih saran ku eon, kalo di buat tau kan pasti bakal benci bgt Sungminnya sm Kyuhyun ..

    nextnya di tunggu yaa ^^ paiting!!!

  26. Hoaaaaaa.. KtinggalanT_T

    Baiklaah…. Ini beetul betul tinngkah omommesum-_-
    Aaaaaa aku blm puas! Sungmin kalah/? trs nih. Kan blm nyiksa Kyu. Nyeheheheeee xD
    Next dulu aaah.

  27. aku mau nanya author, sebenernya umur sungmin itu berapa ya 18 atau 19?
    di awal cerita di bilang 18 trus tapi beberapa chapter setelahnya 19 dan sekarang balik lagi ke 18?
    jadi mana yang bener?

  28. Kyu ganbatte!
    Akhirnya setelah sekian lama aku baru ngerti kyu punya sopir.(keberadaan sopirnya abstrak banget di crta sebelumnya)

  29. Aduh..kyu oppa mesumnya udah mode on lagi kekeke^^.. Kira2 ap tanggapan minnie klo tau org tua kyu yg misahin dia dgn org tuannya..*meski atas permintaan kyu*

  30. ahahahha..dan mereka berdua sudah sma2 mecum :p #plak! aigoo~ ming… knpa malah mengharapkan yg begituan? ming ternyata polos bangett yak -_-

  31. huwaaa… love this chapter so muchh…
    pervy min wkwkwkwk.. cium kyu pas lagi bobo..
    untung bener kyu bisa nahan diri kalo ga kan kejadian yang iya iya hhahaha..

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s