Yes, I Love You | OneShoot | YAOI | T+ | Romance, Drama |

Yes, I Love You

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin

 

Part : OneShoot

 

Warning : Yaoi , Boy x Boy , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Sebenarnya, salahkah memiliki perasaan cinta seperti ini? Mereka sama-sama bimbang terhadap perasaan yang tumbuh di hati masing-masing. Karena takut kehilangan, maka mereka memutuskan untuk menyimpan dan memendam perasaan di lubuk hati.

 

Music : My Love For You by Super Junior-M

 

Sebenarnya, salahkah memiliki perasaan cinta seperti ini?

Sungmin termenung sambil menatap langit dari balkon kamarnya, berkali-kali menghembuskan nafas demi menenangkan pikirannya yang sedang kacau. Ia menyandarkan pipi chubby-nya di atas lututnya yang tertekuk, pandangannya masih tampak kosong membelah hening malam.

Ia sedang sibuk memikirkan sesuatu yang selama ini luput dari perhatiannya, tentang suatu hal penting yang selama ini menjadi masalah kedua dalam hidupnya. Pada awalnya Sungmin tidak kepikiran untuk memperjelas semua ini. Namun setelah ia pulang dari acara talk show di SBS tadi malam, ia mulai berpikir bahwa masalah perasaannya sangat penting.

Selama tujuh tahun terakhir semenjak ia merasakan perasaan seperti ini, Sungmin tidak keberatan jika ia terus menyimpan segalanya di lubuk hati terdalam. Terus menyembunyikan apa maksud hatinya walau setiap saat ia selalu berada di samping-nya—menerima segala perlakuan baik dan kasih sayang berlimpah secara cuma-cuma.

Sungmin memang menyukai-nya. Sungmin memang jatuh cinta kepada-nya.

Tetapi kata-kata itu hanya terucap di pangkal tenggorokan Sungmin, tak pernah sampai di kedua belah bibirnya, tentu tak pernah terdengar oleh siapa pun—bahkan oleh-nya. Sungmin rela terus berada di dekat-nya, memperhatikan segala kebutuhan-nya, menemaninya ketika sedang butuh teman minum wine, menjadi sandaran yang bisa dipercaya, atau menerima senyuman hangat yang selalu terlukis di kedua belah bibir tebal itu.

Kebersamaan mereka memang hanya sebuah skinship, kata mereka itu hanya akting untuk menyenangkan hati para shipper.

Tetapi nyatanya, Sungmin senang ketika dia melakukan skinship dengannya. Ia menikmati setiap detik berjalan saat dia memegang tangannya, menatapnya penuh perasaan, memberi rengkuhan nyaman, atau bahkan ketika dia bertingkah overprotective terhadapnya di tempat yang salah.

Sungmin suka.

Banyak yang membicarakan kedekatannya dengan dia, entah itu para shipper atau orang-orang awam yang bekerja sama di dunia agensi. Sungmin tahu jika skinship yang dilakukannya dengan dia adalah hal menarik yang memang layak untuk dibicarakan. Tetapi, ia tidak pernah tahu jika perasaannya begitu menyedihkan.

Tidak terbalas, sama sekali.

Kyuhyun selalu memperlakukan dirinya sebagai kekasih, melindunginya dengan segenap sikap arogannya yang kaku. Bahkan lelaki itu menjelma menjadi payung yang melindunginya, senantiasa bersikap seolah-olah Sungmin adalah seorang gadis perawan yang patut dilindungi. Kyuhyun selalu menjadi tamengnya, tidak membiarkan sembarang orang memegang anggota tubuhnya—walau sedikit. Bahkan Donghae pun—yang memang kelewat sering kelepasan memeluk Sungmin—sempat menjadi korban amukan Kyuhyun.

Kyuhyun sama sekali tak segan memberi death glare dengan evil eyes-nya kepada orang-orang yang berusaha mendekati Sungmin. Singkatnya, Kyuhyun benar-benar bertingkah sebagai kekasih nyata Sungmin.

Jika memang Kyuhyun seperti itu, lantas apa yang membuatmu sedih, Sungmin?

 

Batin Sungmin tetap kukuh melontarkan pertanyaan seperti itu kepada dirinya sendiri. Sebenarnya ia berusaha untuk bersikap sama seperti Kyuhyun, menganggap semuanya sebagai skinship yang tidak berlandaskan perasaan yang sesungguhnya. Ia ingin seperti itu, tetapi nyatanya ia tidak bisa.

Ia mencintai Kyuhyun, tetapi Kyuhyun tidak mencintainya.

Dari awal, Kyuhyun adalah seorang straight—dia menyukai wanita. Karena alasan itu, selama tujuh tahun terakhir Kyuhyun menggantung perasaannya begitu saja. Lelaki itu tak pernah berbicara tentang perasaan dari hati ke hati. Dan sekali pun ia tidak pernah mengatakan pernyataan cinta yang memang berasal dari hati.

Jelas saja seperti itu, Kyuhyun straight.

Hyung, sudah malam. Sampai kapan kau akan terus duduk di situ dan melamun sambil memandang langit?” suara bass yang selalu menggetarkan dinding hati Sungmin terdengar memecah keheningan. Seperti saat ini contohnya, Kyuhyun menunjukkan sisi posesifnya dengan mengucapkan sesuatu berupa sindiran—walau Sungmin sangat tahu jika Kyuhyun mengkhawatirkan dirinya.

Sungmin mengulas seulas senyuman, “Aku masih betah memandang langit.”

“Punggungmu akan sakit dan besok kau akan mengantuk. Aku tidak mau tahu jika nanti kau akan sakit karena kurang istirahat, hyung,” Kyuhyun mengucapkan persepsinya. Benar, bukan? Kyuhyun mengkhawatirkan Sungmin.

“Aku menghargai rasa khawatirmu itu,” Sungmin masih betah pada posisinya—menyandarkan pipinya di lututnya yang tertekuk. “Tetapi, aku tidak akan sakit.”

“Aish, keras kepala sekali,” gumaman pelan itu terdengar. Lalu beberapa detik setelahnya Kyuhyun berjalan menghampiri Sungmin, memeluk pemuda itu dari belakang dan berusaha mengangkat tubuh mungilnya.

“Yy—ya! Apa yang kau lakukan?!” Sungmin tidak sempat berontak ketika ia tahu jika Kyuhyun berusaha mengangkat tubuhnya, menyeretnya menuju tempat tidur. Sungmin meronta, berusaha melepaskan diri ketika jantungnya semakin berdebar tak karuan. “Kyuhyun, lepaskan aku!”

Dengan gerakan mudah, Kyuhyun melempar tubuh Sungmin di atas lembaran sprei ranjang. Dalam satu satuan waktu, ia menindih tubuh Sungmin dan melukis evil smirk yang menakutkan. “Kau harus pergi tidur se-ka-rang, hyung.”

Pipi Sungmin merona ketika ia menyadari bahwa Kyuhyun sedang tidak mengenakan kaus, ditambah lagi tubuhnya yang terhimpit di bawah tubuh Kyuhyun. Sekarang ia bisa merasakan panas tubuh Kyuhyun, membuat otaknya berpikir macam-macam. “Kk—kenapa tidak memakai bajumu?!”

“Aku hanya merasa gerah,” jawab Kyuhyun acuh. “Gerah karena melihatmu terus melamun semenjak makan malam usai.”

Sungmin memalingkan muka, ia tidak sanggup menatap Kyuhyun lebih lama lagi. “Sudah aku katakan, aku tidak suka kalau kau berkeliaran tanpa baju!”

“Kenapa?” tanya Kyuhyun dengan nada ringan. Ia terkekeh karena puas mendapati rona merah di pipi Sungmin, “Kau tidak protes ketika melihat member lain topless. Tetapi, kau selalu marah-marah ketika aku topless di kamarku sendiri.”

Sungmin menggigit bibir, “Aku risih.”

“Kenapa risih?”

Sungmin tahu jika Kyuhyun akan bermain kata-kata dengannya, membuatnya kalah dan merona hebat tanpa terkendali. Seperti biasa, Kyuhyun akan melempar kata-kata manis yang lagi-lagi membuatnya berdebar. Dan seperti biasa, Kyuhyun akan mengakhiri semuanya jika ia sudah merasa puas.

“Menyingkir dariku!” Sungmin berusaha mendorong tubuh Kyuhyun agar menyingkir darinya. Namun nyatanya, kekuatannya kalah telak.

“Siapa yang menjadi raja malam ini?” nada suara Kyuhyun semakin merendah. “Di panggung atau dunia nyata seperti sekarang, aku tetap menjadi raja dan kau ratunya.”

“Aku laki-laki!”

“Aku tahu,” Kyuhyun menanggapi dengan tawa renyah. “Tetapi tidak mungkin kau menjadi pengawal raja. Dimana-mana, raja harus memiliki ratu. Dan kupikir, tidak buruk jika aku menjadikanmu ratu. Kau cukup cantik.”

Lagi-lagi Kyuhyun tertawa, “Kau mengerti, permaisuriku?”

Setelah mengatakan hal itu, Kyuhyun mengecup kelopak mata Sungmin dengan gerakan lembut. “Tidurlah dengan nyenyak.”

Lalu, Kyuhyun merebahkan tubuhnya di samping tubuh Sungmin dan memejamkan mata. Lelaki itu tidur setelah membuat perasaan Sungmin meledak-ledak seperti gunung berapi. Dia meninggalkan Sungmin dengan segala pertanyaan menuntut yang hanya terucap di dalam hati.

Sungmin tahu jika ungkapan raja-ratu itu hanya sebuah perumpamaan, itu berarti Kyuhyun ingin menunjukkan kekuasaannya di kamar ini. Walau Sungmin lebih tua dari Kyuhyun, tetapi lelaki itu tidak pernah mau kalah dengan Sungmin. Ia adalah pemegang kendali yang berkuasa di kamar ini, sedangkan Sungmin hanya seorang ratu yang hanya bisa menurut.

Namun sayangnya, Kyuhyun tidak benar-benar ingin menjadikannya sebagai ratu yang sesungguhnya.

OoOoO

Malam itu, Super Junior dan para staf mengadakan pesta kecil-kecilan untuk merayakan suatu keberhasilan yang berhasil diraih Super Junior. Mereka makan malam dengan gembira, saling menuang minuman keras untuk rekan kerja, dan bernyanyi bersama. Dan tepat ketika jarum jam telah menunjukkan pukul satu dini hari, acara usai dan semua mulai membubarkan diri.

Super Junior pulang ke dorm dengan menumpang van khusus, dan tentu beberapa member yang mabuk menjadi tanggungan bersama.

Sebenarnya, Sungmin sudah kesusahan membawa tubuh lelahnya, tetapi sialnya si magnae kurangajar Cho Kyuhyun sedang mabuk berat dan itu berarti ia harus membopong tubuhnya. Dengan hati-hati ia menuntun Kyuhyun menuju kamar mereka—walau sebenarnya ia dongkol setengah mati.

“Sungmin hyung, selamat malam!”

Ryeowook memberi salam ketika Sungmin akan menutup pintu kamar. Sungmin tersenyum dan ia membalas ucapan selamat malam dari Ryeowook. Dengan sebelah tangannya yang terbebas, Sungmin menutup pintu dan menguncinya dari dalam.

“Dasar, menyusahkan,” Sungmin menggurutu sambil membaringkan tubuh lemas Kyuhyun di atas ranjang.

“Panaas,” racau Kyuhyun sambil berusaha melepas kaus birunya—walau ia gagal total karena sedang mabuk berat.

Sungmin terpaksa turun tangan dan membuka kaus biru Kyuhyun. Ia juga melepas celana panjang Kyuhyun, membiarkan Kyuhyun bertelanjang dengan celana pendek sebagai pelindung satu-satunya. Setelah selesai mengurusi Kyuhyun, ia berniat bangkit namun seseorang mencekal pergelangan tangannya. Ia ambruk di ranjang.

“Cantik,” sosok seorang lelaki yang berani menjatuhkan tubuh Sungmin di ranjang bergumam. Ia terkekeh dengan nada ngelantur, “Mau kemana, hyung?”

“Kyuhyun, aku harus mengganti pakaianku,” Sungmin merasa terganggu karena tiba-tiba Kyuhyun melarangnya untuk pergi mengganti baju.

Kyuhyun merendahkan wajahnya, mengecup pangkal leher Sungmin lalu menggesek-gesekkan pipinya di garis rahang Sungmin. “Aku butuh dirimu malam ini, hyung.”

Sungmin bergidik ketika merasakan pergerakan lidah Kyuhyun di kulit lehernya. Telapak tangannya mulai mencengkeram pundak Kyuhyun, “Kk—Kyuhyun-ah.”

Kepala Kyuhyun terangkat, matanya yang sayu mencoba menerobos pandangan Sungmin. Tiba-tiba ia mengecup bibir Sungmin selama tiga detik lalu kembali bergumam, “Aku lelah. Tetapi sepertinya, tubuhku menginginkan dirimu.”

“Tidak! Kyuhyun, hentikan!” Sungmin memekik ketika Kyuhyun menggigit pundak kirinya lalu menghisapnya dengan kuat. “Kk—Kyuhyun ..”

“Diamlah, hyung,” di luar kendalinya, Kyuhyun terus melancarkan aksinya mengecup beberapa titik sensitif di tubuh Sungmin. Tangannya bergerak meraba dan memberi sentuhan sensual di sekitar pinggul Sungmin. “Aku benar-benar tidak menahannya,” katanya sambil menjilat bekas gigitannya di kulit Sungmin.

“Kau .., mabuk,” ucap Sungmin terbata. “Hentikan!”

Kyuhyun memang mabuk, karena itu ia berani melakukan hal seperti ini kepada Sungmin. Alkohol sudah merenggut segala akal sehat Kyuhyun, menggantikannya dengan nafsu yang entah berasal dari mana. Yang jelas, dalam pandangan matanya yang terpengaruh alkohol, ia menatap Sungmin sebagai wanita cantik yang sedang menggodanya.

OoOoO

Kyuhyun bangun terlebih dahulu pagi itu, dan sepertinya ia menyadari apa yang telah dilakukannya kepada Sungmin kemarin malam. Ia sedikit frustasi, namun setelah ia meminta maaf kepada Sungmin, ia kembali bersikap biasa-biasa saja.

Kyuhyun memang seperti itu. Jika sedang mabuk, ia akan melakukan apa yang disukainya terhadap Sungmin. Lalu keesokan harinya setelah tersadar, ia akan meminta maaf—seperti biasa. Sungmin tidak bisa marah atau bahkan menangis setelah tahu bahwa kemarin malam ia telah tidur dengan seorang lelaki. Ia hanya bisa mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja, mengucapkan kata maklum karena Kyuhyun melakukannya secara tidak sengaja—saat itu ia mabuk.

Namun nyatanya, Sungmin tidak mampu bersikap baik-baik saja setelahnya. Terkadang ia suka tersipu malu ketika secara tak sengaja pandangannya bertemu dengan manik mata Kyuhyun. Ia jadi salah tingkah ketika Kyuhyun menatapnya—bahkan saat kamera menyorot.

Pikiran-pikiran tentang malam panas mereka selalu berputar di otaknya, membuatnya merona lalu tersenyum dengan begitu bodoh. Sungmin benar-benar seperti seorang perawan yang memiliki kekasih mesum yang super gagah.

Setelah kejadian malam panas itu, maka Kyuhyun akan berada di samping Sungmin untuk memastikan bahwa hyung-nya memang baik-baik saja. Bahkan ia duduk di sebelah Sungmin ketika Super Junior sedang melakukan acara Talkshow di sebuah radio milik agensi mereka.

“Jadi, apa tanggapanmu ketika mendapati salah seorang member sedang mabuk?” Ryeowook bertanya setelah ia membaca skrip di komputernya.

Sungmin memandang Kyuhyun sekilas lalu berdehem, “Sebenarnya aku sebal setengah mati. Tetapi, ketika aku menyadari bahwa mereka benar-benar mabuk, aku tidak bisa melakukan apa-apa kecuali merawatnya.”

“Kita semua tahu jika kau dan Kyuhyun-ssi adalah roomate. Apakah Kyuhyun-ssi pernah menyusahkanmu ketika ia sedang mabuk?” Ryeowook kembali melontarkan pertanyaan.

Dan tentu saja pertanyaan seperti itu membuat keduanya saling berpandangan selama beberapa saat. Namun beberapa detik setelahnya, Sungmin memalingkan muka demi menyembunyikan rona merah di kedua pipinya. “Tentu saja pernah.”

“Coba ceritakan kepada kami,” pinta Ryeowook.

Lagi-lagi Sungmin mencuri pandang ke arah Kyuhyun, “Kyuhyun-ssi sangat agresif ketika sedang mabuk.”

Ryeowook menatap Kyuhyun penuh sangsi, “Benarkah? Karena itu kau selalu mengunci pintu kamar setelah membawa Kyuhyun-ssi masuk ke dalam?”

“Walau begitu, Sungmin hyung selalu merawatku dengan sabar ketika aku sedang mabuk,” Kyuhyun menanggapi. “Aku beruntung memiliki roomate sepertinya.”

“Sungmin-ssi, ayahmu pernah mengatakan jika kau adalah korban penindasan teman-temanmu semenjak taman kanak-kanak. Benarkah?” Ryeowook berusaha mengalihkan topik pembicaraan.

“Benar. Semenjak kecil, aku sangat lemah. Karena itu, banyak gadis yang dekat denganku dan memperhatikanku. Karena aku memiliki banyak teman wanita, para lelaki di sekolahku iri dan akhirnya memukulku,” Sungmin menceritakan kenangan kelam itu dengan nada rendah. “Tetapi, ibuku membawaku ke sebuah tempat latihan taekwondo, dan aku menyelesaikan 6 level yang ada.”

“Itu berarti, anda sudah tak membutuhkan bantuan gadis-gadis itu?”

“Sungmin hyung tidak butuh gadis-gadis itu,” tiba-tiba Kyuhyun menyela. “Ada aku di sisinya. Jadi, sekali pun ada yang berniat menyakiti Sungmin hyung, aku akan mendepak mereka terlebih dahulu. Kupikir, Sungmin hyung akan selalu aman jika ada di sampingku.”

Sungmin menatap Kyuhyun dengan dahi berkerut, walau sebenarnya ia senang bukan kepalang karena ucapan Kyuhyun. Bahkan ia kembali merona ketika Kyuhyun menyebut namanya seperti itu. “Benarkah kau akan melindungiku?”

“Tentu saja,” Kyuhyun menanggapi dengan mantap. “Kurasa, kau memang perlu perlindungan dariku.”

OoOoO

Sungmin dan Siwon terlihat berbincang di depan cermin tata rias yang berada di ruang tunggu untuk Super Junior. Mereka asyik membicarakan sesuatu, mempraktekan segala yang lucu dan tertawa bersama. Lalu, Siwon mulai mengikis jarak di antara tubuhnya dan Sungmin, ia meletakkan sebelah tangannya di pinggang Sungmin dan kembali bercerita.

“Dia memeluk pinggang gadisnya seperti ini. Dan mendekapnya lalu merundukkan kepala seperti ini. Ketika lelaki itu akan mencium kekasihnya, aku memergoki mereka dan mereka tidak jadi berciuman,” cerita itu berakhir dengan tawa pelan dari Siwon dan Sungmin.

Karena mereka terlalu asyik tertawa, Siwon sampai lupa menarik tangannya dari pinggang Sungmin. Beberapa saat setelahnya, tiba-tiba Kyuhyun datang dan menatap penuh curiga ke arah Sungmin dan Siwon.

“Ow, maafkan aku, Kyu,” Siwon menarik sebelah tangannya yang semula melingkar di pinggang Sungmin saat ia menyadari tatapan tidak enak dari Kyuhyun.

Wajah Sungmin mendadak pias, ia terlihat canggung setelah menyadari kedatangan Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun sendiri, tanpa mencoba menggapi ucapan permintaan maaf dari Siwon, ia segera menarik tangan Sungmin dan pergi menjauh dari sana.

“Kyuhyun-ah, ada apa?” Sungmin bertanya ketika Kyuhyun membimbing langkah kakinya menuju suatu tempat.

Kyuhyun baru melepaskan cengkeraman tangannya di pergelangan tangan Sungmin ketika mereka sampai di sebuah lorong tangga darurat. Kyuhyun menelangkup wajahnya lalu mengeram.

“Ada apa?” Sungmin masih tidak mengerti mengapa Kyuhyun bisa tampak begitu marah saat ini. “Apa ada yang salah?” tanyanya sambil mengerjapkan dua kelopak matanya.

Kyuhyun menghimpit tubuh Sungmin di antara tubuhnya, mengurung Sungmin dengan salah lengannya yang bersandar pada dinding. Ia menatap Sungmin dengan pandangan tajam yang penuh tuntutan, setelah itu ia berdesis. “Dengar ya, aku tidak suka jika kau menggoda Siwon hyung seperti tadi.”

“Apa? Aku tidak menggodanya! Yang benar saja!” sahut Sungmin tidak terima.

Kyuhyun semakin menghimpit tubuh Sungmin ketika tahu jika lelaki mungil itu berniat kabur darinya. “Lalu, kenapa kau membiarkan Siwon hyung memelukmu seperti tadi?”

Mata Sungmin membulat setelah ia mendengar pertanyaan Kyuhyun, “Kami hanya berbagi cerita.”

“Oh ya?” Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke arah Sungmin. Tatapannya semakin tajam dan menakutkan. “Kuperingatkan sekali lagi, aku akan sangat marah jika menemukanmu sedang dipeluk seperti tadi.”

OoOoO

Kyuhyun memang perhatian, Sungmin tidak salah menilai Kyuhyun dalam hal itu. Saking perhatiannya, lelaki itu akan mudah marah jika mendapati Sungmin sedang berdekatan dengan salah satu member. Seperti kejadian tempo hari, ketika Kyuhyun memergoki Siwon memeluk pinggang Sungmin. Seharian penuh lelaki itu melakukan aksi tutup mulut, bersikap dingin kepada Siwon dan Sungmin.

Namun untungnya, setelah Sungmin mencoba menjelaskan semuanya, akhirnya Kyuhyun mengerti. Ketika Sungmin menuntut sebuah penjelasan mengenai alasan mengapa Kyuhyun begitu marah saat melihatnya sedang dekat dengan member lain, sebuah alasan klasik terlontar dari mulutnya.

Aku tidak ingin hyung kesayanganku direbut oleh member lain.

Sungmin tidak menuntut apa-apa lagi setelah kalimat itu terucap dari Kyuhyun, baginya itu sudah cukup. Maka, dengan jawaban seperti itu ia bisa menjawab pertanyaan yang selama ini bercokol di benaknya. Ya, pertanyaan tentang perasaan Kyuhyun terhadapnya.

Kenyataannya, Kyuhyun hanya menganggapnya sebagai hyung kesayangan di grupnya—sudah, tidak lebih. Menyakitkan memang, tetapi Sungmin senang karena Kyuhyun menganggapnya yang paling istimewa di grupnya. Setidaknya, Sungmin merasa menduduki peringkat nomor satu di hati Kyuhyun.

“Sungmin-ssi, aku membawakanmu soda dingin. Minumlah,” seorang stylish perempuan tiba-tiba mendekati Sungmin, memberikan sekaleng minuman dingin yang baru dibelinya dari sebuah mesin penjual otomatis.

Sungmin mem-pause game di ponselnya. Ia mendongak dan menerima kaleng soda pemberian stylish tersebut. “Terimakasih,” katanya lalu meneguk soda itu.

“Sungmin hyung, aku mencarimu,” tiba-tiba sosok seorang lelaki bertubuh tinggi muncul dari suatu arah. Ia berdiri tepat di samping tubuh Sungmin, melipat dua lengannya di depan dada dan menatap Sungmin dengan pandangan marah.

Stylish perempuan itu merasa tidak enak ketika Kyuhyun tiba-tiba datang menginterupsi. Ia pernah mendengar gosip bahwa Kyuhyun adalah lelaki overprotective yang selalu menjaga Sungmin dari orang-orang tidak dikenal. Karena ia tidak mau memancing keributan dengan Kyuhyun, akhirnya ia mundur perlahan dan akhirnya pergi.

“Baru kutinggal sebentar, kau sudah berani merayu stylish noona, hm?” Kyuhyun merunduk demi menyamai tinggi tubuh Sungmin yang duduk di sebuah kursi rias.

“Dia saja yang tertarik kepadaku,” Sungmin menantang lalu terkekeh-kekeh. “Apa aku begitu menarik?”

“Ya, kau menarik,” Kyuhyun meraih dagu Sungmin dan mengangkatnya. “Sangat menarik.”

“Sepertinya, semua orang ingin memilikiku,” Sungmin menatap wajah Kyuhyun yang berada dekat dengan wajahnya. “Kurasa.”

Kyuhyun tersenyum lalu berbisik tepat di lubang telinga Sungmin, “Aku juga menginginkanmu.”

Sungmin mengulas senyuman menggoda yang terkesan genit, “Benarkah? Tetapi aku hyung-mu.”

“Aku tidak peduli.”

Walau Kyuhyun mengatakan hal seperti itu, bukan berarti Kyuhyun sedang menyatakan cinta kepada Sungmin. Lelaki itu hanya sedang menunjukkan sisi protektifnya, mengatakan bahwa ia benar-benar tidak suka jika Sungmin sedang berbincang akrab dengan orang lain ketika ia tidak ada. Ia bersikap seolah-olah takut jikalau Sungmin benar-benar meninggalkannya untuk orang lain.

Padahal, Sungmin lebih takut daripada itu. Sungmin takut jika Kyuhyunlah yang pergi meninggalkannya demi wanita lain.

OoOoO

Sungmin menutup slip laptopnya lalu pergi dengan langkah terhuyung-huyung ke arah ranjang. Ia menjatuhkan tubuhnya di atas lembaran sprei, lalu menghela nafas. Beberapa menit lalu, ia baru saja mengecek beberapa fanpage Kyuhyun. Dan tanpa sengaja ia menemukan foto adegan ciuman Kyuhyun di acara musikalnya.

Sebenarnya Sungmin sudah tahu jika Kyuhyun akan  melakukan adegan ciuman di drama musikalnya. Tetapi, ketika ia melihat foto itu, entah mengapa dadanya terasa sakit. Ia sedih, tidak terima. Sudah berapa kali Kyuhyun berciuman dengan seorang gadis?

Mungkin tidak terhitung.

Sedangkan saat Kyuhyun menciumnya, itu hanya terjadi beberapa kali dalam kurun waktu yang panjang. Hanya beberapa kali, dan Kyuhyun hanya menciumnya ketika ia sedang mabuk. Jika dipikirkan sekali lagi, itu sangat menyedihkan.

Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan seseorang masuk ke dalam. Rupanya Kyuhyun baru pulang dari schedule-nya. Ia tampak lelah.

“Kau membawa apa, Kyu?” pandangan Sungmin jatuh pada kantong kertas yang ditenteng oleh sebelah tangan Kyuhyun.

“Belanjaanku,” kata Kyuhyun sambil menyerahkan kantong kertas itu ke arah Sungmin. Ia berjalan ke arah kamar mandi—berniat menggosok gigi dan menyuci muka.

Sungmin begitu penasaran dengan isi dari kantong kertas ini. Maka, didorong oleh rasa ingin tahunya yang begitu tinggi, Kyuhyun memuka kantong kertas itu dan mengeluarkan isinya. Dua buah kaus berwarna hijau dan krem, dan tiga buah underwear?

Tetapi, tunggu! Sepertinya Sungmin tidak asing dengan barang-barang ini. Karena ia masih penasaran, akhirnya Sungmin menghampiri almari pakaiannya dan mengeluarkan beberapa lembar baju yang sekiranya mirip dengan baju yang baru Kyuhyun beli.

“Benar-benar,” Sungmin berdesis ketika menyadari bahwa dugaannya benar. Lagi-lagi Kyuhyun membeli baju dan underwear yang sama persis seperti miliknya.

Hyung, kenapa membuka kantong belanjaanku?” Kyuhyun yang baru keluar dari kamar mandi bertanya. Ia meraih baju-bajunya yang tergeletak tak berdaya di atas ranjang, melipatnya, lalu menyimpannya kembali di kantong kertas. “Aku akan membereskannya besok.”

“Kenapa kau membeli kaus dan underwear yang sama persis seperti milikku, Kyu?” Sungmin melempar pertanyaan sambil melipat dua lengannya di depan dada. Ia berjalan menghampiri Kyuhyun dan duduk di tepi ranjang—sambil masih terus menghujani Kyuhyun dengan tatapan penuh tanda tanya. “Kenapa?”

“Kebetulan aku suka coraknya. Karena itu membeli yang sama persis,” jawab Kyuhyun dengan nada ringan.

“Aku bisa mengerti jika kau menyamai corak kausku. Tetapi, untuk underwear? Aku tidak bisa mentolerir karena bisa saja kau memakai underwear-ku lagi!”

“Bukankah kita sudah terlalu sering bertukar underwear?” kali ini Kyuhyun membalas tatapan Sungmin. “Kenapa? Kau keberatan?”

“Tentu saja aku keberatan! Itu ‘kan barang privasi!”

“Privasi apanya?” Kyuhyun menyela dengan nada tinggi. “Kukira sudah tidak ada privasi di antara kita.”

“Apa maksudmu?” emosi Sungmin sedikit tersulut karena ucapan Kyuhyun.

“Kukira hyung mengerti perasaanku. Ternyata tidak sama sekali,” Kyuhyun mendesah kecewa. “Baiklah, aku akan membuang underwear-ku yang mirip dengan milikmu.”

“Tetapi, Kyuhyun. Apa maksudmu?” Sungmin mencoba bertanya lebih lanjut. “Apa maksudmu tentang perasaan tadi?”

“Dulu aku menyukai gadis-gadis cantik, terangsang ketika melihat video porno, atau merasa basah setelah berciuman dengan pacarku,” Kyuhyun mengucapkan suatu hal tentang masa lalunya. “Tetapi, semua berubah ketika aku bertemu denganmu, hyung!”

Kyuhyun mengedarkan pandangan ke arah lain lalu mendengus, “Dan sekarang, aku tertarik dengan wajah imutmu yang malu-malu kucing seperti perawan yang minta diperkosa. Kau kira, aku kenapa?”

Alis Sungmin melengkung tajam ketika ia mendengar penuturan singkat dari Kyuhyun, mendadak dadanya berdesir. Ia mulai merasakan sesak nafas. Gawat, bisa-bisa Sungmin pingsan karena ucapan Kyuhyun selanjutnya.

“Aku selalu cemburu ketika melihatmu sedang akrab dengan orang lain. Herannya, kau selalu membuat mood-ku berubah menjadi buruk dengan begitu mudah. Selama ini aku selalu meyakinkan diriku sendiri bahwa kau hanyalah hyung kesayanganku. Tetapi, pada akhirnya aku tidak bisa menyangkal.”

“…”

“Aku tidak bisa menyangkal jika aku .., jatuh cinta kepadamu,” Kyuhyun kembali menangkap manik mata Sungmin dan memenjara pandangan matanya. “Aku jatuh cinta kepadamu, hyung! Katakan, kenapa kau membuatku jatuh cinta kepadamu?”

“Aa—aku .., tidak tahu ..”

“Aku juga tidak tahu, hyung! Aku juga bingung kenapa aku bisa seperti ini,” Kyuhyun menggaruk kepalanya. “Tetapi, kukira semua memang harus diakui. Aku tidak bisa terus menyangkal karena aku tahu kau juga menyukaiku. Benar, ‘kan?”

“Kk—Kyu ..”

“Sekarang, kau mau jadi pacarku tidak?”

Sungmin seperti sedang dilempar ke langit ketujuh oleh malaikat bersayap putih, terbang di atas hamparan awan yang menyerupai kembang gula manis. Ada jutaan kembang api yang meletup di dada Sungmin, menyebarkan debaran halus yang menyengat syaraf-syaraf tubuhnya. Dua belah bibir Sungmin bergetar samar, tetapi tetap menyunggingkan senyum penuh gurat kebahagiaan.

Ia menelangkup mulutnya sendiri lalu menerjang tubuh Kyuhyun, memeluknya erat. “Tentu saja aku mau jadi pacarmu! Aku mau!”

“Bagus. Kau harus bertanggungjawab karena telah membuatku berubah menjadi mencintaimu,” Kyuhyun mengelus pucuk kepala Sungmin dan mengecupnya berkali-kali. “Dengan begini, aku benar-benar bisa mengakuimu sebagai milikku di depan orang-orang brengsek yang ingin menyentuhmu.”

Sungmin menyandarkan kepala di dada Kyuhyun, mendengarkan detak jantung kekasih barunya. “Sejak kapan?”

“Huh?”

“Sejak kapan kau menyukaiku?”

Kyuhyun merona ketika pertanyaan semacam itu terlontar untuknya dari Sungmin. Ia menelan salivanya, “Sudah lama.”

“Lalu, kenapa baru sekarang mengatakannya?”

“Kau kira mudah meyakinkan diri jika kau menyadari sedang jatuh cinta kepada hyung-mu sendiri?” Kyuhyun menyahut dengan nada sewot.

“Aku juga sudah lama kepikiran tentang perasaanmu kepadaku,” Sungmin mengerucutkan bibir. “Karena aku takut kau akan meninggalkanku jika aku mengutarakan perasaanku yang sebenarnya, aku memilih untuk diam dan menyimpannya seorang diri.”

“Maafkan aku,” Kyuhyun mendekap tubuh Sungmin semakin erat. “Aku sudah membuat sedih.”

“Walau sedih, tetapi aku senang karena pada akhirnya kau mengatakan bahwa mencintaiku,” Sungmin tertawa. “Terimakasih, Kyu!”

Dengan gerakan perlahan, Kyuhyun membalik posisi mereka—membuat Sungmin berada di bawahnya dan ia berada di atas. “Ciuman pertama kita sebagai sepasang kekasih,” Kyuhyun merunduk dan menangkap bibir Sungmin, mengecupnya mesra selama beberapa detik lamanya lalu melepasnya sambil mengeluarkan bunyi kecupan yang seksi. “Apa rencana anda malam ini, Putri Cho Sungmin-ssi?”

Sungmin tertawa renyah lalu mengalungkan dua lengannya di leher Kyuhyun, “Apakah malam ini juga akan menjadi malam pertama kita sebagai sepasang kekasih, Yang Mulia Cho Kyuhyun-ssi?”

“Kukira bagus jika kita melakukannya,” Kyuhyun mengecup hidung mancung Sungmin. “Bagaimana?”

“Kita sudah pernah melakukannya ketika kau sedang mabuk dulu,” kata Sungmin.

“Ya, dulu, sebelum kita menjadi sepasang kekasih,” bola mata Kyuhyun berputar karena jengah. “Dan sekarang, kita sepasang kekasih dengan perasaan cinta yang seimbang.”

“Jadi? Kau pikir, kita perlu melakukannya?”

“Hm ..”

Arasseo, lakukan saja.”

“Benarkah?”

“Selama itu bisa membuatku semakin yakin jika kau benar-benar jatuh cinta kepadaku, Kyuhyun,” Sungmin memejamkan kelopak matanya ketika Kyuhyun menghirup aroma tubuhnya lalu mengulum daun telinganya.

“Aku benar-benar jatuh dalam cintamu. Kukira, aku tidak bisa keluar dari hatimu,” Kyuhyun menghembuskan nafas panasnya di belakang daun telinga Sungmin dan mengecupnya berkali-kali. “Aku sangat mencitaimu ..”

“Aku juga, Kyu,” Sungmin menekan tengkuk Kyuhyun dan meremas helaian rambut kekasihnya. “Aku juga sangat mencintaimu.”

END

Ps : Aku pake perspektif Sungmin di sini. Jadi lebih banyak argumen Sungmin, yaa ..

Ahihihihi .. Oneshoot kali ini seperti apa yaah? Ini idenya kilat, ngetiknya kilat, mikirnya pun juga kilat. Semua serba kilat deh. Hehehe ide awalnya muncul waktu aku bbm-an sama Leeznakyu *eonni, terimakasih udah kasih ide ini, yah* dan waktu aku denger lagunya SJ-M yang My Love For You berulang kali, akhirnya aku benar-benar memutuskan untuk mengetik .. aku gabung-gabungin fakta KyuMin dan pembicaraanku ama Leeznakyu eonni di bbm. Lalu, jreng-jreng-jreng!

Jadilah ff ini~!

Hehehe .. nggak romantis-romantis amat, sih .. Tetapi, seenggaknya KyuMin banget, ‘kan? *readers: enggaaak* (–) #plak tetapi, kuharap kalian menikmatinyaa ..  *lambai-lambai*

~MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY-PASTE SEMUA KONTEN YANG ADA DI BLOG INI! DO NOT PLAGIAT, PLEASE!~

36 thoughts on “Yes, I Love You | OneShoot | YAOI | T+ | Romance, Drama |

  1. Iya bener aku juga berpikir kenapa ada beberapa kyumin fact yang nyempil….ya ternyata memang benar terinspirasi dari sana…hahaha kata – kata kyuhyun bikin ngakak…malu – malu kucing seperti anak perawan minta diperkosa…oh ya maaf sebelumnya kapan my secret idol dilanjut ga sabar nih baca nya kkk

    ok keep fighting for author^^ and big thanks for updates

  2. aku jd ngayal setiap kyu mabuk akan berakhir ky di epep gitu.. hmm ^^
    omg kyu overprotectif, posesif, menakutkaaaan pula
    jgn berani dkt”in umin kl gak mau dimusuhin kyuhyun.
    ini manis apalagi pas ending nya

    aku biasa ripiuw pk nama nova afriianii.. skrg bikin akun utk ngeripiuw doang🙂

  3. Pantesan malem lgsg ngilang,,, tapi hasilnya bagus saeng,,,, wlwpn nih ff prosses pembuatannya secara kilattt…. Ahhhh happy end. Semoga saja kyumin di dunia nyata jga berkhir bahagia,,,,,,

  4. hehe tp bacany bikin saya senyum senyum gaje haha… kyumin itu slalu bikin iri
    aduh si abang msa sungmin diblg penggoda emg dikira apaan? emg mingnya ajh yg menarik haha
    nice ff^^

  5. Kyumin bangettt. Seneng baca storynya. Walupun kilat bikin nya tp ceritanya bagus. Author memang hebat. Always keep your good writing. Fighting.

  6. My love for u jdi inspirasi awal but bkin epep…
    tApi emg bner” tuu lagu sweet bgt…
    PAntes llaah klo lsg bisa nemu ide…

    Aduuh….
    ko itu jdi bkin inget sma kyumin fact yg selalu bkin senyum” gaje….
    Hhaahaa…
    Kyumin jjang!

  7. ulalaaaaaa
    Manisnya interaksi KyuMin..
    Antara malu dan galak sih sebetulnya.
    Dan saya shock dengan cara nembak Kyu! Itu ngajak pacaran apa lagi ngompas jajan anak sd sih? Ck ck ck -_-
    Tapi, berhubung itu cho kyuhyun g heran lah hahaha..
    Keren!!!

  8. ” aku tertarik
    dengan wajah imutmu yang malu-malu kucing
    seperti perawan yang minta diperkosa. ”

    demi apa saya ngakak waktu baca ini…bayangin mukanya kyu pas ngomong…

    ff 1s yang kereeeeen.. aku suka aluurnya..

  9. Si Kyuhyun juga sudah tau Sungmin juga sama dia, dibiarkan lama menunggu, untungnya Sungmin masih setia menunggu, kalau tidak? Bagaimana donk? Rugi sendiri kan Kyu?

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s