My Secret Idol | KyuMin | Chap 13/? | Genderswitch | T+ | Romannce |

My Secret Idol

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin , KaiSoo

 

Part : 13/?

 

Warning : GENDERSWITCH , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Tidak ada yang tahu di mana dan dengan siapa kita akan bertemu dengan ‘cinta’. Semua pasti terjadi di luar nalar seorang manusia, entah itu terjadi secara ‘biasa-biasa saja’, atau malah luar biasa. Setelah mengenal cinta, maka status tidak akan menjadi nomor satu. Karena untuk orang yang mencinta, perasaan kasih adalah segalanya.

 

Kacau setelah berciuman dengan pacar lamamu?

 

“Bagaimana bisa?” ungkapan itu setengah terucap di hati dan setengahnya lagi terucap dari mulut. Kyuhyun benar-benar masih berusaha untuk menyembunyikan rasa kecewanya.

 

“Ada kejadian yang .., ah, tidak perlu kuceritakan padamu,” Sungmin memutuskan untuk menggantung ucapannya sendiri dan kini memiringkan tubuhnya, demi menatap wajah Kyuhyun secara langsung. “Dan kau sendiri? Kenapa pulang cepat?”

“Ada urusan,” Kyuhyun mengganti kemejanya lengan pendeknya dengan kaus santai berwarna biru laut. “Oh iya, aku ingin bertanya tentang suatu hal ..”

 

“Kau bebas bertanya kepadaku.”

 

Kyuhyun termenung selama beberapa saat, tetapi setelah ia puas berpikir seorang diri akhirnya ia menghela nafas dan menatap wajah Sungmin dengan mata elangnya yang tajam. “Bagaimana kehidupanmu di sekolah? Apakah baik-baik saja?”

 

Gadis itu terkekeh ketika ia mendengar pertanyaan seperti apa yang dilontarkan oleh Kyuhyun. Di balik wajah tegangnya, ternyata Kyuhyun tidak seserius itu. “Baik. Karena konferensi pers-mu itu, semua berjalan seperti semula. Normal, ala kadarnya.”

 

“Lalu, bagaimana dengan mantan kekasihmu itu?”

 

Kali ini, Sungmin terhenyak dengan pertanyaan Kyuhyun. Ia bisa menangkap sinyal penuh intimidasi yang dilayangkan oleh Kyuhyun lewat sinar matanya. Lelaki itu terlalu memaksanya untuk bersikap jujur walau sebenarnya ia tidak mau melakukan itu.

 

Bagaimana ini? Apa Kyuhyun sudah tahu semuanya?

 

Sungmin tidak kunjung buka suara, dan itu membuat Kyuhyun kesal setengah mati. Ia masih diam dengan posisinya yang duduk di sisi ranjang, mengarahkan pandangannya tepat ke arah Sungmin yang tengah bergerak-gerak gelisah.

 

“Maksudku, hubunganmu dengan mantan kekasihmu itu, Kim Jongin ..”

 

Tenggorokan Sungmin terasa sudah tercekat oleh kecemasannya sendiri, ia benar-benar tidak mampu berucap—bahkan menghela nafas. Ia terlalu takut mengambil tindakan, terlalu beresiko jika dipikirkan sekali lagi. Bahkan tatapan menuntut yang Kyuhyun lemparkan ke arahnya masih dibubuhi sedikit lebih banyak rasa cinta dan kasih sayang. Dan ia tidak mau menghancurkan tatapan itu lalu menggantinya dengan tatapan penuh rasa kecewa karena ucapannya.

 

“Sudah berakhir, kok ..,” suara Sungmin akhirnya terdengar lebih sengau dari sebelumnya. Ia tersenyum walau terpaksa, Sungmin memalingkan muka lalu menarik selimutnya hingga menutupi dagu. “Jadi kau tidak perlu khawatir.”

 

“Benar-benar berakhir?”

 

“Ya,” Sungmin masih berusaha mempertahankan kebohongannya dengan melontarkan kalimat ‘ya’.

 

“Aneh sekali,” Kyuhyun mangut-mangut sambil menaik-turunkan kedua alisnya. Sebelum ia keceplosan dan mengatakan tentang foto itu, Kyuhyun memutuskan untuk membelokkan arah pembicaraan mereka ke jenjang yang lebih santai. “Mungkin karena aku terlalu lelah, jadi aku kepikiran dan bersikap berlebihan seperti ini. Maafkan aku,” jemari lentik Kyuhyun memijit pelipisnya yang (memang) berdenyut sakit.

 

“Jika kau memang lelah, kau bisa tidur siang,” telapak tangan Sungmin menepuk-nepuk sisi kosong yang ada di sebelah tubuhnya. Ia tersenyum dan memperlihatkan deretan giginya yang putih dan bersih. “Kita bisa beristirahat bersama.”

 

OoOoO

 

Kyuhyun terpaksa bangun ketika ia mendengar suara bel pintu berdentang nyaring selama berulang kali. Sebenarnya ia berniat mengacuhkan tamunya, tetapi karena suara itu terus terdengar—sangat mengganggu—akhirnya Kyuhyun menyerah dan memilih untuk bangun. Dengan langkah terseok-seok, lelaki itu berjalan menghampiri pintu dan berusaha meraih knopnya.

 

Ia sengaja berjalan dengan langkah berjingit-jingit karena takut membangunkan Sungmin yang tengah tertidur lelap. Wajah malaikat Sungmin ketika gadis itu sedang tertidur benar-benar damai, dilingkupi oleh cahaya kudus yang mampu menghapus segenap rasa sedihnya.

 

“Hai, junior!”

 

Salam sapaan yang khas menyambut indra pendengaran Kyuhyun, sontak membuatnya membelakkan matanya ke ukuran maksimal. “Hyung? Ada apa kemari?” tanya Kyuhyun sambil mempersilahkan manajernya untuk masuk.

 

“Kau lupa jika aku harus mengurus paspor milik kekasihmu?” Haejoon langsung masuk ke dalam dan mambanting bokongnya di sofa. “Biar kutebak, kau baru saja tidur siang berdua dengan kekasihmu. Lalu aku datang dan mengganggu moment kalian?”

 

“Terserah saja,” Kyuhyun menanggapi dengan cuek.

 

“Oh, man! Dia masih SMA dan kuharap kau masih menghargai umurnya,” tangan Haejoon merogoh tas jinjing yang ia bawa dan mengeluarkan sebuah map plastik dari dalam sana. Ia membuka map itu dan lagi-lagi mengeluarkan sesuatu. “Sudah beres.”

 

Kyuhyun mengulurkan salah satu lengannya dan menerima map kertas berwarna cokelat dari Hyunsik. “Terimakasih, hyung.”

 

“Tetapi, kau tidak bisa membawanya keluar negeri sesuka hatimu, Kyu. Kau itu masih seorang idola, tidak baik jika kau terlalu sering ketahuan membawa gadis keluar negeri,” Haejoon memperingatkan.

 

Kyuhyun hanya melontarkan gumaman tidak jelas sebagai jawaban, ia masih terlalu asik memperhatikan setiap detail dari paspor baru milik Sungmin. “Kalau begitu, aku ingin kau mengurusi jadwalku. Aku ingin memiliki hari libur setidaknya untuk satu minggu.”

 

Mwo?!” Haejoon memekik lalu memukul kepala Kyuhyun dengan kepalan tangannya. “Memangnya untuk apa libur selama satu minggu? Kau ingin keliling daratan Asia, huh?!”

 

“Aish!” salah satu telapak tangan Kyuhyun meraba sisi kepalanya yang baru saja dihantam oleh pukulan maut dari Haejoon. “Aku punya urusan penting, hyung!”

 

“Urusan apa? Kalau tidak salah, perusahaan tidak akan mau mengirimmu keluar negeri untuk urusan bisnis!” sembur Haejoon sambil menunjuk-nunjuk wajah Kyuhyun.

 

“Aku akan membawa Sungmin ke rumah orang tuanya di Jepang!” Kyuhyun menjawab dengan nada ketus. “Karena itu, aku berniat untuk mengambil libur selama satu minggu untuk menemaninya berada di sana.”

 

“Kau bisa mengantarnya, lalu pulang dan melanjutkan jadwalmu!” Haejoon tidak terima.

 

“Aku tidak bisa meninggalkannya sendiri, hyung!”

 

“Oh, apakah kalian Romeo dan Juliet yang memang tidak bisa dipisahkan?” Haejoon berucap dengan nada mengejek yang begitu kentara. “Bercanda!”

 

Hyung! Aku mohon!” nada suara Kyuhyun terdengar lebih lembut dari sebelumnya, kali ini ia rela memohon demi Sungmin-nya. “Aku tidak bisa menarik ucapanku. Aku benar-benar ingin mempertemukan mereka!”

 

Haejoon mendengus, lelaki itu pun melirikkan matanya ke arah ranjang dan memastikan situasi sekarang ini. Sungmin masih setia bergelung dengan selimutnya, jadi ia memutuskan untuk berucap. “Jadi setelah sekian lama memisah—”

 

Hyung ingin kubunuh, ya?” Kyuhyun memotong ucapan Haejoon dengan kata-katanya yang tidak sopan. “Jangan mengatakan sesuatu yang macam-macam ketika berada di apartemenku, hyung.”

 

Arasseo!” Haejoon membalas ucapan tidak sopan dari Kyuhyun dengan jawaban singkat penuh penekanan. Ia pun bangkit dari duduknya dan segera beranjak dari apartemen Kyuhyun, sama sekali tidak berniat untuk tinggal lebih lama. “Aku akan mengurusnya. Dasar!”

 

OoOoO

 

Sungmin mengerjapkan kelopak matanya ketika ia mendengar seseorang bercakap-cakap di sofa dekat ranjang. Ketika ia memutuskan untuk menajamkan pendengaran, akhirnya ia bisa tahu jika Kyuhyun memang sedang berbincang dengan manajernya.

 

Mengagetkan saja. Bibir Sungmin mengerucut dan ia mulai merenggangkan ototnya yang terasa kaku—padahal ia hanya tidur siang selama empat jam dan efeknya separah ini. Tak seberapa lama, akhirnya ia mendengar suara pintu yang ditutup dan percakapan Kyuhyun dengan manajernya sudah benar-benar berakhir.

 

Sungmin bangkit kemudian memandang punggung Kyuhyun, “Kyu?”

 

Laki-laki itu berbalik dan melempar senyuman menawan ke arah Sungmin. Ia berjalan menghampiri Sungmin dengan membawa sebuah map cokelat di tangannya, “Paspormu sudah beres.”

 

“Paspor? Untuk apa? Aku tidak membutuhkan paspor,” kata Sungmin sambil mengucek sebelah matanya yang masih terasa berat.

 

“Bukankah kau ingin mengunjungi orangtuamu di Jepang?” Kyuhyun menyerahkan paspor itu ke arah Sungmin.

 

Sungmin nyaris menjerit karena saking terkejut dengan pertanyaan Kyuhyun. Di detik itu juga, pikirannya melesat ke beberapa saat yang lalu—saat ia dan Kyuhyun sedang membicarakan tentang masalah keluarganya. Sungmin meraih paspor di genggaman Kyuhyun lalu menerimanya dengan senang hati. Ia berjingkak di atas ranjang, memeluk buku paspor itu dengan suka-cita. “Benarkah? Ke Jepang? Menemui appa dan eomma?”

 

“Ya,” Kyuhyun mengangguk. “Menemui calon mertuaku,” kemudian Kyuhyun tertawa terbahak.

 

Sungmin tidak mengatakan tanggapan berarti ketika ia mendengar kalimat penuh canda itu meluncur dari mulut Kyuhyun. Ia hanya tertawa, lalu kembali memandang paspor barunya yang ada di genggaman. “Kapan kita pergi ke Jepang?”

 

“Secepatnya,” jawab Kyuhyun sambil memegang tengkuknya yang terasa kaku. “Sebenarnya aku tidak tahu pasti. Jadwal sedang menungguku dan sepertinya tidak mudah bagiku untuk pergi berlibur sesuka hati.”

 

“Kalau begitu, berikan saja alamat tempat tinggal mereka kepadaku. Aku bisa pergi sendiri!”

 

“Tidak boleh!” Kyuhyun menggelengkan kepala dan menatap Sungmin dengan tatapan tajamnya. “Aku tidak akan membiarkanmu pergi sendiri ke luar negeri!”

 

“Tetapi aku ‘kan sudah 18 tahun!” Sungmin tidak terima dan mulai melakukan jurus andalannya—aegyo.

 

Pandangan lelaki itu merendah dan akhirnya ia menangkap manik mata milik Sungmin, ia mengangkat salah telapak tangannya dan membelai pucuk kepala gadisnya. “Tetapi aku tidak akan membiarkan gadis kecilku berpergian seorang diri.”

 

Dada Sungmin serasa ditiup oleh semilir angin dari surga, membuatnya berdebar dan merinding sekaligus. Ucapan Kyuhyun kali ini benar-benar tidak bisa dianggap biasa, sangat luar biasa hingga mampu membuatnya terhipnotis. Pandangan Kyuhyun mengirimkan sesuatu ke raga Sungmin, menyetrumnya dengan segenap kekuatan cinta yang entah atas dasar apa. Bahkan terpaan dan harum nafas ini terasa begitu mengikat. Apalagi sentuhan tak kalah lembut di pucuk kepalanya.

 

Sungmin ..

 

Seperti tengah jatuh cinta dengan cara kilat.

 

“Sungmin, halo?”

 

“Ah, yah?” Sungmin tersentak dari lamunan gilanya dan kembali berusaha ke dunia nyata. Bola matanya kembali terpenjara dengan tatapan Kyuhyun yang begitu lembut. Walau ia masih gagal menenangkan debar jantungnya, tetapi Sungmin berniat untuk tersenyum tipis. “Maaf, aku melamun.”

 

“Apa yang membuatmu betah melamun ketika bersamaku?” Kyuhyun mengambil posisi duduk tepat di sebelah tubuh Sungmin dan melipat dua kaki jenjangnya.

 

“Aku hanya melamun, bukan ‘betah’ melamun,” Sungmin menyangkal pernyataan Kyuhyun ditujukan kepadanya. “Aku tidak bohong.”

 

OoOoO

 

“Sudah. Berangkat sana! Nanti terlambat!”

 

Itulah kalimat pengusiran yang Kyuhyun ucapkan ketika ia selesai mengecup bibir Sungmin secara kilat. Dengan gerakan santai Kyuhyun melambaikan tangannya, menyuruh Sungmin untuk segera keluar dari mobil mewahnya. Ia tersenyum aneh—walau tetap menawan—dan bodohnya berhasil membuat Sungmin terlena.

 

Sungmin keluar dari dalam mobil itu saat ia menyadari bahwa dirinya telah diusir secara tidak langsung oleh Kyuhyun. Sontak saja bibirnya mengerucut, kemudian tanpa diduga ia menendang pintu mobil mewah itu dengan salah satu kakinya dan menjulurkan lidah.

 

Sebelum ia mendapat omelan dari Kyuhyun, Sungmin segera berlari meninggalkan gerbang sekolah dan masuk dengan tawa terkekeh-kekeh. Ia menang.

 

“Minnie! Minnie-yah!”

 

Seseorang memanggil nama Sungmin, membuat gadis itu menghentikan langkah dan menoleh. Sosok seorang sahabat satu-satunya sedang berlari tergopoh-gopoh ke arahnya sambil melambaikan tangan. Tidak ada sosok Donghae yang mengekor, itu berarti Hyukjae datang ke sekolah sendiri. Tidak seperti biasanya.

 

“Kenapa berlari secepat itu?” Hyukjae menepuk pundak Sungmin dan mencengkeram erat. Ia sibuk mengatur nafasnya yang ngos-ngosan, juga menyeka keringatnya yang bercucuran di sekitar dahi.

 

“Aku hanya sedang terburu-buru,” bahu Sungmin terangkat lalu turun lagi.

 

“Terburu-buru setelah menendang mobil mewah yang mengantarmu?” tanya Hyukjae penuh selidik. “Siapa dia?”

 

Buru-buru Sungmin mengalihkan pandangan lalu tersenyum kikuk, “Itu .. Eum ..”

 

“Kekasih barumu yang kaya itu?” Hyukjae menebak.

 

Sungmin tidak tahu mengapa ia merasa sulit untuk berbohong, ada segumpal perasaan di dada yang membuat lidahnya terasa sulit bergerak untuk mengucapkan setitik dosa lewat kata-kata. Ia menyerah, memutuskan untuk berucap jujur walau itu akan membuat sahabatnya menjadi semakin heboh.

 

“Ya, kau benar,” Sungmin menganggukkan kepala dan menatap Hyukjae dengan pandangannya yang bling-bling. “Itu mobil kekasihku.”

 

“LEE SUNGMIN!” Hyukjae memekik dengan suara yang ditahan di pangkal tenggorokan, terdengar melengking walau bervolume rendah. Mata sipitnya membelalak lebar—bahkan hampir keluar karena saking terkejutnya. Telapak tangannya menutup mulutnya yang melongo membentuk huruf ‘O’. “Ternyata kekasihmu itu benar-benar orang hebat! Siapa namanya?”

 

“Aku tidak bisa mengatakan namanya,” kata Sungmin sambil menggigit bibir bawahnya. “Kau tahu, dia itu pengusaha terkenal. Tidak mungkin aku mengatakan bahwa sedang menjalani sebuah hubungan serius dengannya.”

 

“Apa dia sehebat itu? Beruntung sekali,” Hyukjae menepuk dua tangannya lalu memasang wajah penuh raut iri. Ia membalas tatapan Sungmin lalu mendesah dengan nada pelan, “Jika saja Donghae juga seorang pengusaha sukses ..”

 

“Bagaimana bisa kau menyamakan Donghae dengan kekasihku?” alis Sungmin terangkat dan ia kini menjadi terheran—sekaligus ingin tertawa. “Kau tidak boleh seperti itu.”

 

Hyukjae hanya mangut-mangut lalu memandang ke depan dengan pandangan penuh pemikiran serius. Ia mulai penasaran dengan wajah sekaligus perawakan kekasih Sungmin. Sungmin memang sosok yang hampir sempurna, jadi Hyukjae maklum jika Sungmin akan mendapatkan kekasih yang juga hampir sempurna.

 

Namun untuk sekarang, Hyukjae ingin sekali bertemu dengan sosok yang hampir sempurna itu!

 

“Minnie, kenapa kau tidak pernah mengajakku berkunjung ke rumahmu?”

 

Sungmin menoleh dengan gerakan cepat ke arah Hyukjae lalu mengerutkan dahi, “Sudah kubilang aku tinggal dengan teman dekat ayahku. Aku akan merasa tidak enak jika membawa temanku ke sana.”

 

“Ah, mereka tidak mungkin berpikir sampai sejauh itu,” dua lengan Hyukjae mengamit salah satu lengan kiri Sungmin dan ia mulai bergelayut manja. “Bawa aku ke rumahmu, hm?”

 

“Tidak.”

 

“Sungminnie ..,” suara Hyukjae semakin terdengar mendayu, menggesekkan pipinya yang tirus di bahu Sungmin dan meniru perilaku seekor kucing. “Kumohoon.”

 

“Tidak, Hyukkie.”

 

“Apa jangan-jangan kau tidak sedang tinggal di rumah teman ayahmu itu?” tiba-tiba Hyukjae menyuarakan sesuatu—yang tentu untuk memancing Sungmin. Gadis bergusi sexy itu melukis wajah horror, mencoba menakut-nakuti Sungmin. “Iya, ‘kan?”

 

Sungmin membalas tatapan penuh ancaman dari Hyukjae, mata bulatnya menyipit lalu ia berdehem guna menetralisir rasa gugupnya. “Mm—mana mungkin seperti itu!”

 

“Lalu, kenapa kau tidak mau mengajak berkunjung? Setidaknya, aku ingin mengucapkan salam kepada paman dan bibi yang sudah bersedia menampung sahabatku.”

 

“Hyukkie ..”

 

“Nanti sepulang sekolah?”

 

Helaan nafas terdengar—itu berarti ia sudah menyerah. “Baiklah ..”

 

OoOoO

 

Sungmin merasa dirinya sudah gila, sepulang sekolah dia benar-benar pergi ke apartemen Kyuhyun dengan Hyukjae. Tepat setelah bel berdentang, Hyukjae segera menariknya untuk keluar dari ruangan kelas dan pergi menuju halte. Sepanjang perjalanan ia sudah memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi. Sumpah demi dewa tertinggi di bumi, Sungmin benar-benar merasa bodoh.

 

Ia tidak bisa berhenti, dan beberapa menit setelah perjalanan singkat—tetapi sangat panjang untuk Sungmin—mereka akhirnya sampai di depan pintu apartemen itu. Dengan jemarinya yang bergetar, Sungmin memasukkan deretan kode kemudian mempersilahkan Hyukjae masuk.

 

Mata Hyukjae membulat ketika ia menemukan ruangan dalam apartemen ini begitu menarik. Hanya ada satu ruangan dan tirai-tirai yang menjuntai indah itu adalah sekat untuk setiap petak. Ruangan ini didominasi oleh warna biru safir yang menawan, dan sentuhan warna pink lembut yang girly menemani setiap sudut-sudutnya. Ada sebuah gitar klasik yang tergantung di salah satu dinding, dan ada sebuah meja komputer dengan satu laptop hitam. Almari berwarna putih tulang itu menjulang dengan begitu gagah, dan Hyukjae menebak ada segudang pakaian mahal di dalam sana.

 

Di sisi kanan ada sebuah pantri mini yang tertata apik, lalu di sebelahnya lagi ada sebuah pintu kamar mandi. Dan sepertinya, Hyukjae dapat menebak jika sekarang ia sedang berada di ruang tamu—walau dari sini ia bisa melihat ranjang ukuran king itu.

 

Hyukjae menghirup nafas dalam-dalam, menikmati aroma terapi dari pengharum ruangan di salah satu pojok ruangan. “Apa benar ini tempat tinggalmu? Sangat-mengagumkan!”

 

Sungmin hanya diam tanpa suara ketika Hyukjae mengatakan pujiannya terhadap apartemen Kyuhyun. Ia bisa maklum jika Hyukjae bertingkah seperti itu, dulu ia juga seperti itu sewaktu pertama kali datang kemari.

 

Namun, kekaguman Hyukjae tiba-tiba hilang dan kini tergantikan oleh suatu rasa heran yang begitu besar. Gadis itu menoleh dengan gerakan cepat ke arah Sungmin dan lagi-lagi ia melempar tatapan penuh intimidasi. “Ini adalah apartemen satu ruangan. Dan kukira kau sedang tinggal dengan keluarga dari teman ayahmu.”

 

“Huh?” Sungmin melotot dan ia menelan air salivanya.

 

“Apa jangan-jangan, kau tinggal dengan paman itu di apartemen ini? Berdua dengannya?” Hyukjae kembali melototkan mata dan memasang ekspresi terkejut.

 

“Tidak! Tidak!” Sungmin menggoyangkan dua telapak tangannya dengan gerakan resah—berharap bahwa Hyukjae tidak akan salah paham. “Bukan seperti itu!”

 

Saat perjalanan tadi, Sungmin berniat menghubungi Kyuhyun dan melarang lelaki itu untuk pulang cepat karena hal ini. Tetapi dengan segala ketidak-beruntungannya, ponsel Sungmin mati karena baterainya yang mungkin habis. Untuk sekarang, ia harus berdoa agar Kyuhyun benar-benar lembur dan tidak akan pulang cepat seperti sebelum-sebelumnya.

 

“Lalu? Coba jelaskan kepadaku, Lee Sungmin!”

 

Sebelum Sungmin mengangkat dua bibirnya untuk berucap dan memberi alasan, tiba-tiba pintu apartemen terbuka dan seseorang masuk ke dalam dengan ocehan suara bassnya yang menawan. Seorang lelaki dengan balutan jas abu-abu dan make-up tipis itu menghentikan langkah seketika tatkala ia mendapati dua orang gadis yang sedang duduk di sofa tengah memandang kearahnya.

 

“Cc .., Ccc .. Cc—Ch ..”

 

Hyukjae terlampau terkejut, sampai-sampai ia tak kuasa untuk mengucapkan nama lelaki itu. Ia seperti tengah disuntik oleh sepuluh mililiter cairan obat penenang, dan dosis itu terlalu berlebihan untuk dirinya. Hyukjae merasa ling-lung, apalagi ketika suasana menjadi hening selama beberapa saat.

 

“Sungmin, kenapa ponselmu mati?”

 

Suara Kyuhyun mengalun dengan nada lembut—kalimat itu meluncur begitu saja dari kedua mulutnya tanpa perintah langsung dari otak. Dan saat Kyuhyun selesai dengan pertanyaannya, seketika itu juga Hyukjae pingsan.

 

OoOoO

 

Sungmin melirik ke arah wajah pucat Hyukjae dengan penuh kecemasan. Lalu sedetik setelah itu bangkit dari sisi ranjang dan berjalan menghampiri Kyuhyun yang sedang duduk di sofa. Ia takut, sangat takut. Pasti setelah ini Kyuhyun akan marah besar kepadanya karena telah lancang membawa seseorang masuk ke dalam wilayah pribadinya.

 

Seharusnya Sungmin bisa mencegah semua ini. Seharusnya ia mengancam dan menolak rayuan Hyukjae. Dan seharusnya mereka tidak berada di sini, di suasana yang begitu mencekam seperti ini.

 

“Aku menunggu penjelasanmu nanti,” tiba-tiba Kyuhyun bangkit dari duduknya dan menenggelamkan dua telapak tangannya di saku celana. Ia memandang wajah Sungmin dengan tatapan tajam, lalu menghela nafas. “Aku harus segera pergi sebelum temanmu siuman.”

 

“Maafkan aku,” kata Sungmin dengan kepala merunduk. “Maafkan aku.”

 

“Aku pergi ..”

 

“CHO KYUHYUN-SSI!”

 

Suara gadis lain terdengar menggema di ruangan apartemen itu, kembali menyentak jiwa Sungmin dan Kyuhyun di detik yang sama. Dua orang yang semula saling berhadapan itu sama-sama tidak berani untuk menatap ke sumber suara.

 

Oh, tetapi mereka benar-benar sudah tertangkap basah.

 

Hyukjae turun dari ranjang dan berjalan dengan langkah lamat-lamat ke arah Sungmin. Gadis itu menyipitkan mata, mencoba memandang wajah tampan itu sekali lagi. “Kau benar .., Cho Kyuhyun yang itu?”

 

Akhirnya Kyuhyun berbalik dan memandang Hyukjae dengan pandangan dinginnya—ia melukis wajah tidak senang. “Benar. Cho Kyuhyun-ibnida.”

 

“Tt—tapi .. Bagaimana bisa?” jemari Hyukjae menunjuk Sungmin selama satu detik, kemudian beralih menunjuk wajah Kyuhyun dengan pandangan penuh tanda tanya.

 

“Hyukjae, duduklah dulu,” Sungmin menuntun Hyukjae untuk duduk di sofa kemudian menatap wajah Kyuhyun. “Kuharap kau tidak salah paham, Hyukkie ..”

 

“Tidak salah paham bagaimana?!” sengit Hyukjae. “Kalian membuatku bingung setengah mati!”

 

“Nona, tenanglah terlebih dahulu,” kali ini Kyuhyunlah yang berucap. Lelaki itu ikut duduk di salah satu sofa bulat yang ada di hadapan Hyukjae. “Sungmin, kau juga duduk.”

 

Sungmin menuruti perintah Kyuhyun, ia segera duduk di samping tubuh Hyukjae dan memandang mata Kyuhyun lekat-lekat—berharap ia bisa berhubungan lewat telepati dengan Kyuhyun.

 

Kyuhyun mendesah dengan nada berat, “Apa kau bisa merahasiakan kedatanganku ke sini, nona?”

 

“Aku tidak bisa melakukan itu jika kalian tidak menceritakan alasan yang sesungguhnya,” ancam Hyukjae. “Sungmin bilang ini adalah tempat dimana ia tinggal selama berada di Seoul. Hanya ada satu ruangan di sini, itu berarti ia tidak sedang tinggal dengan satu keluarga dari teman ayahnya. Lalu, kau tiba-tiba datang dan memanggil nama Sungmin seperti itu. Apa kalian sudah lama kenal?”

 

“Hyukjae, itu tidak seperti yang kau pikirkan,” suara Sungmin terdengar begitu memelas, sarat akan permohonan agar Hyukjae tidak melanjutkan pertanyaannya.

 

“Tolong jelaskan kepadaku, Kyuhyun-ssi ..”

 

TBC

 

Author’s note : “Sedang tidak ada ide. Tolong bantu aku untuk keluar dari lubang gelap ini.”

71 thoughts on “My Secret Idol | KyuMin | Chap 13/? | Genderswitch | T+ | Romannce |

  1. Jiyoo knp tbc pas dstu?????
    Ff nya bgs bgt,,10jmpol buat jiyoo
    Dtggu next chapnya.
    Likelikelike
    .
    .
    .
    .
    kyu bnrn marh it sm ming?bkn ny bgs kl ad yg tw hub kyumin.

  2. Kyaaaaaa Hyukie tauuuuu >_<
    seneng banget sama chap ini karena disini hanya ada KyuMin, Manager, dan Hyukie! hahahaha😀
    dan full KyuMin pulaaaa😀
    gak sabar buat next chap!^^
    dan semoga idenya cepat bermunculan ne Jiyoo~~~… hehehehe

  3. Update.. Update..
    Aaah kyu kenapa marah segala sihh.. tpi salaj dua2nya sihh . tpi ga papa deh. biar nnti hub kyumin mkin jlas. kkk~~~
    Aihh penasaran nnti Kyu bkal gmna sma ming.

    ayo lanjut.. lanjutt.

    lgi gelap? pntes biasanya cepet. hehe.. smangat !!

  4. Kkkkyyaaaa!!!!!

    Senang banget lanjutannya cepet (ง•ื▽•ื)ว

    Lanjut, makin seru nih hyuk udah tau nih sungmin tinggal sama kyuhyun kira2 kedepannya bakalan kaya apa ya???

    Sungmin, akankah kau memaafkan kyuhyun jika kau tau kalau ternyata kyuhyun orang yang telah memisahkan kau dengan orang tuamu???

  5. yaaahh udah pasang backsound mellow, taunya bikin ketawa XDD hyukkie sampe gagap gitu aduh…. wkwk

    jiyooo panjangin lagi yaa :3 seruu ehehe dan hyukkie aduh jangan keceplosan ㅠㅠ kira2 sampe berapa chapter ini?

  6. bhahahahahahaa
    hyukkie ampe pingsan. wkwk
    kyu bakal jujur gak yaaa tp kayanya si dia bikin alesan lain yaa nanti.

  7. Kyaaa!!!! Chinguu udah kasih tau aja hyuk jae
    Kasiian ming nyimpen rahasia ini sendirian ajaa
    Aduh makin gemes ama nih crita KyuMin
    Ditunggu next chapnya dehh ^^
    Panjangin dikit chingu , biar mantepp *plakk *abaikan

  8. Ya dah mau kebongkar ya hubungan kyumin???
    Aku kira sungmin denger percakapan kyu sm menejernya???!!!
    Chingu lanjut ne……!!!!!”🙂

  9. Huahhhh kok tebece aj … :((
    Makin seruuu ceritanya semangat y chingu bikin update nya …
    Better kyumin jujur aj sm hyukkie tentang hubungan mereka, mungkin awal nya hyukkie akan marah tp yakin dech pasti g lama hyukkie kan sayang sm minnie … ♥
    Smoga manajernya kyu cepet dpt waktu kosong y biar kyu bs cepet anter minnie ke jepang … gmn ya respon ortunya minnie pas tau minnie pacaran sm kyu, kira2 direstuin ngga ??? Apa mereka cm bs pasrah ? Toh selama ini yg misahin hubungan ortu sm anak kan kyu … sm reaksi minnie gmn y kalo udah tau fakta sebenernya

    Ayoooo chingu tetep semangat !!!! Masih tetep ditunggu lanjutan update nya bikin kyumin momment yg banyak ne

  10. sudah ceritakan sejujurnya kepada hyukkie tentang hubungan kalian dan kalian juga tinggal bersama

    kkkkkk~
    ups…ketauan deh

  11. huaaa hyukkie udah tau
    kyumin bakalan ngebongkar ke hyukkie ga ya
    mudah2n hyukkie engga ember nih
    bisa2 heboh disekolah
    belum lagi jongin pasti engga mau nyerah
    apdet2 mudah2n next chapnya apdet cepet lagi
    jiyoo-shi kenapa engga ada ide
    semangat yaaaa

  12. Yah akhirnya ketahuan sm hyukkie…. gimana penjelasan kyu yah….. mau ga mau harus dijelaskan semua ni supaya hyukkie nngerti… hmm mungkin nanti kalo hyukkie tau bisa bantu kyu untuk meyakinkan minnie…
    maaf ya jiyo… ga bakat bikin cerita nih…

  13. Pengen gigit hyuk saking gemesnya aisshh~
    sabar dong hyuk,, dgerin pnjlasan dulu dr kyumin dan yg pasti rahasiakan semuanya..
    Haduh. .kyu mrah ya gra” ming bwa hyuk ? Hah. .semoga hyuk ttp mulut
    next eon ^.^

  14. Kenapa Kyunya marah?😮 kan harusnya seneng ada temen deket Bunny yg tau hubungan mereka. Kyumin momentnya kuuraaangg huhuhu T__T jiyoo update kilat ya keke~

  15. hyuk oppa terlalu aktif ya di sini xD
    ming oppa pasti takuy setengah hidup xD
    kyu oppa, terlalu percaya itu gak baik bagi kesehatan lho, apalge ming oppa terlalu banyak bohong Dx
    lanjut lanjut

  16. sudah jujur aja kali lagian ditutup-tutupi percuma saja toh akhirnya kebongkar juga kkk,,,,,,hyuk lu pingsan ga elit banget kkk,,,,aku sih takutnya sama kyuhyun dia kan masih nyimpen rahasia yang sanga penting,,dia ngusir orang tua sungmin untuk ninggalin sungmin kalau sungmin tau dia pasti marah besar dan itu artinya sungmin kecewa berat sama kyuhyun dan pada akhirnya jiwa labil sungmin akan kambuh lagi -__- #this is just my opinion

    FIGTHING BUAT AUTHOR,,and big thanks for update^^

  17. Aaaa updatee, ceritanya makin seruu huehehehe. Duh kaco ini kaco-__- semoga hyuk bisa jaga rahasiaa *amin* author kehabisan ide? *sembur* *jampi* dengan kekuatan angin kuberikan ide!!! *yeay* *random* .___. Maaf gaje.__. Semangat next chapp ;*

  18. Huaaaa… S hyukie ud tau…
    Mdh2n mulut ny hyukkie gk ember dech.. Kkkk~

    Semangat jiyoo! Ide2 brilian mu pzti bkalan muncul lg.. 🙂

  19. Hhaha hyukie tw ,, akhir.a ada juga yg tw kalo minni tnggal sama kyu ,, tapi apa kyu bneran marah sama ming ? Banyakin lg ya kyumin moment.a jiyoo ..
    Smoga cpat dapat ide jadi bisa update kilat ne. Fighting ..😉

  20. Ketawa baca part hyukkie di chap ini =))

    Wooo000ooowww.. sedikit demi sedikit rahasia kyumin terbongkar ke publik.. asyeeekk goo000oo publik..

    Seneng dech baca nya klw kyumin akur..
    Next chap nya yach saengi.. palliii g sabarrr nech nunggu oppa kyunnie ketemu dgan calon mertua nya di jepang ★★★★★♥♥♥

  21. Hhahaha…

    Ngakak bacanya deeh…
    Hyuk sampai pingsan bgitu…
    Alamak…

    Tp klo q jdi hyuk jga mngkin bakal kya gitu kalii yaa…
    Hhahaha

    Lanjutt chingu…

  22. Pantesan ff tiap chap ny semakin menipis saja alias pendekkk,,,, aje gile,, mau aq bantu buat dpt ide lg? Eheemmmm *sptinya tdk usah, kamu kan jenius say hahhahaa pasti dpt ide aja drmna pun itu asalnya ntar ide lgsg muncul dsaat tak terduga, spt jdoh, wkwkwkk *lantur,, sudahlah g da coment buat ff chap ini,,, yg psti aq suka,,, kyumin,, *plak

  23. buat Kyuhyun sama Sungmin ngaku di depan Hyukjae kan sebagai sehabat harus tau, terusan di isi sediit adegan lucunya kaya pas Hyukjae pingsan, terus ada di satu adegan Hyukjae pingsan lama dan Kyuhyun ngegombalin Sungmin, soalnya bosen nunggu Hyukjae sadarm pas mereka lagi main gombal gombalan tiba tiba Kyuhyun nyium Sungmin dan saat itu Hyukjae bangun hahah
    semoga bisa memberi sedikit inpirasi😉 paiting eonni!!

  24. akhirnya ketauan juga ama hyukie.. hehe…
    jadi bisa ada tmpat buat ming berkeluh kesah..
    kyu gak marahkan, ming bawa hyukie k apartement mereka???
    apa kabar dengan jongin?? dia gak akan merencanakan sesuatu yg buruk buat ming kan??
    haduuhh…. was was dg sikap jongin entarnya…

  25. Kyaaa hyuk tau ><
    Itu kyu beneran marah sama ming?
    Etapi, hyuk ko biasa2 aja ming pacaran sama org lain,dia gak tau ming sempat balikkan sama jongin?
    Lanjut baca chap selanjutnyaaa

  26. Oh my god!! kyunnie ketahuan nih? hadeuhh.. pasti hyukkie bklan kepo setelah ini -,- gaswwaaatt!! v gpp deh.. biar hyuk tau gmna hubungannya kyumin stlah ini :3 kkk~ next

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s