My Secret Idol | KyuMin | Chap 12/? | Genderswitch | T+ | Romannce |

My Secret Idol

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin , KaiSoo

 

Part : 12/?

 

Warning : GENDERSWITCH , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Tidak ada yang tahu di mana dan dengan siapa kita akan bertemu dengan ‘cinta’. Semua pasti terjadi di luar nalar seorang manusia, entah itu terjadi secara ‘biasa-biasa saja’, atau malah luar biasa. Setelah mengenal cinta, maka status tidak akan menjadi nomor satu. Karena untuk orang yang mencinta, perasaan kasih adalah segalanya.

 “Kau mempercayaiku?”

 

“Huh?”

 

“Apa kau benar-benar percaya kepadaku?” Sungmin kembali mengulang pertanyaannya yang terlontar dengan nada serius. Gadis itu tidak bisa diam saja ketika Kyuhyun memperlakukannya dengan begitu baik. Karena dengan menerima perlakuan seperti itu, maka rasa bersalah itu akan terus datang dan akhirnya menumpuk di relung hati Sungmin.

“Tentu saja,” sahut Kyuhyun dengan peringai santai.

 

Sungmin tidak ingin bertanya lebih lanjut, toh ia tidak ingin tahu apa yang menjadi alasan Kyuhyun mempercayainya. Sungmin sudah tahu apa yang akan Kyuhyun lontarkan ketika ia memutuskan untuk bertanya lagi. Dan karena Sungmin tidak tahan, maka ia berpikir untuk menelan ucapannya bulat-bulat.

 

Jangan tersenyum seperti itu. Kumohon.

 

Ketika Kyuhyun terus merecokinya dengan tatapan dan senyuman hangat seperti itu, batin Sungmin tak sungkan untuk menjerit bahkan meratap. Sungmin benci jika dihadapkan dengan hal-hal seperti itu, membuatnya kian tersiksa dengan rasa bersalah yang seakan akan terus membakar jiwanya.

 

“Sungmin? Sungmin-ah?”

 

Tiba-tiba Kyuhyun mengoyak bahu Sungmin, menyadarkan gadis itu dunia lamunannya yang semakin meluas. Bola mata Sungmin menari-nari dengan gerakan resah, ia mengigit bibir bawahnya tanpa sadar. Kemudian dering ponsel Sungmin yang tiba-tiba menguar—dan merusak suasana hening—menampar batin Sungmin yang sempat melayang.

 

OoOoO

 

Pagi ini, Sungmin dikejutkan dengan kehadiran Kyuhyun yang tengah berusaha memasak sarapan di pantri. Ketika ia memutuskan untuk tidur lebih lama, indra penciuman Sungmin tersentuh oleh bau gosong yang entah berasal dari mana. Dan karena hal itu, Sungmin berjengit kaget lalu mengedarkan pandangan untuk memastikan apa yang sedang terjadi di apartemennya.

 

Bisa ditebak, gadis itu memasang wajah heran ketika ia menemukan sosok Kyuhyun—yang dibalut celemek dapur berwarna biru cerah—tengah mengumpat kesal sambil melempar pan penggorengan ke arah washtaffel. Sungmin tidak bisa menyembunyikan tawa ketika ia menemukan asap hitam pekat menguar dari pan itu. Ia mulai menebak, mungkin sesuatu yang tadinya digoreng Kyuhyun berakhir gosong—amat sangat mengenaskan jika ditelisik dari baunya yang menyengat.

 

Ketika ia mencoba mencari tahu dengan berjalan mendekat ke arah pantri, Kyuhyun langsung membuang muka dan segera membereskan kekacauan yang dibuatnya. Lelaki itu tidak mengatakan apapun—mungkin malu karena kepergok gagal memasak—saat Sungmin telah berdiri tepat di sampingnya. Sungmin hanya mampu terkekeh kala ia menangkap ekspresi jengkel yang terlukis di wajah Kyuhyun, setelahnya ia mencoba bertanya tentang alasan mengapa Kyuhyun memasak.

 

Aku ingin kau memakan bekal makan siang buatanku.

 

Hanya jawaban simpel, penuh kepolosan dari seorang artis besar Cho Kyuhyun. Walau Sungmin tersentuh dengan tindakan Kyuhyun, tetapi tetap saja tawa mengejek itu meledak dari mulut Sungmin. Lalu beberapa menit setelahnya, akhirnya mereka memutuskan untuk membuat bekal makan siang berdua.

 

Bekal makan siangnya kali ini beribu-ribu lebih spesial dari sebelumnya. Kotak makan siangnya dibungkus dengan kain kotak-kotak berwarna pink cerah, kotak bekal yang baru Kyuhyun beli kemarin. Kyuhyun bilang, kotak makan siang ini sama persis dengan kotak bekal miliknya.

 

Kau harus memakannya sampai habis.

 

Itulah kata-kata yang sempat Kyuhyun ucapkan ketika Sungmin akan pergi berangkat sekolah. Sungmin hanya mengangguk dan melempar seulas senyum untuk menjawab, setelahnya ia berlari secepat mungkin untuk menghindari tatapan lembut Kyuhyun.

 

“Huuh ..”

 

“Kenapa mendesau seperti itu?” Jongin bertanya ketika ia mendengar suara desauan dari Sungmin. Kala mereka berjalan beriringan menuju kantin, Sungmin tampak lebih asik berseluncur di pikirannya sendiri. Gadis itu melamun ketika ia sedang jalan berdua dengan Jongin—membuat Jongin merasa disingkirkan.

 

“Ah, tidak,” kepala Sungmin reflek menggeleng. Gadis itu terus melanjutkan langkah kemudian duduk di salah satu kursi kantin yang kosong.

 

“Akhir-akhir ini, kau sering melihat melamun. Bukan Lee Sungmin sekali,” Jongin menyindir Sungmin—berusaha menyadarkan gadis itu akan kehadirannya.

 

“Benarkah?” Sungmin bertanya sambil membuka simpulan kain yang membungkus kotak bekalnya. Ia membuka setiap kotak bekalnya dan menyusunnya secara teratur.

 

“Wow, masakanmu hari ini terlihat sedikit lebih buruk,” Jongin mengejek—walau sedikit. Ia menerima sumpit yang diberikan oleh Sungmin lalu mengangkat-angkat kimbab—yang berbentuk sedikit kacau, memperhatikannya sebentar. “Apakah ini aman untuk dimakan?”

 

“Kau kira aku meracunimu?” Sungmin sedikit tersinggung dengan pertanyaan Jongin. “Kalau tidak mau makan ..”

 

“Jongin-ah,” warna suara lain menginterupsi perbincangan mereka. Sosok seorang gadis mungil dengan mata bulat sedang tersenyum ke arah Jongin—kemudian Sungmin, setelah itu ia duduk tepat di sebelah Jongin seraya meletakkan kotak bekalnya. “Aku boleh duduk di sini, ‘kan?”

 

“Tentu,” Jongin menjawab sebelum Sungmin mengusir Kyungsoo. Lelaki itu menjatuhkan pandangan ke arah kotak bekal yang dibawa oleh Kyungsoo, lalu tersenyum. “Kau membawa bekal lagi?”

 

“Aku memasak bento yang spesial hari ini. Mau memakannya bersamaku?”

 

Kyungsoo menawarkan bento-nya ke arah Jongin, dan tentu saja diterima dengan senang hati oleh Jongin. Kyungsoo itu pintar memasak, sedari dulu ia sudah senang berkutat di dapur dan memasak sesuatu yang enak untuk siapa pun.

 

Dulu, ketika Jongin dan Kyungsoo masih berpacaran sewaktu SMP, setiap hari Kyungsoo membawa dua bento buatannya ke sekolah. Ketika istirahat makan siang datang, mereka akan memakan bekal itu di bawah pohon rindang yang ada di taman sekolah.

 

Kenangan yang manis sekali.

 

Tanpa sadar, seorang gadis yang berada di sana sebelum Kyungsoo hadir, mengepalkan telapak tangannya erat. Ia hanya bisa memandangi wajah bahagia Jongin—saat lelaki itu melahap masakan Kyungsoo—dari tempat duduknya.

 

Sungmin mengakui jika bekal milik Kyungsoo terlihat lebih menarik dari bekal miliknya. Tetapi, Sungmin berani bertaruh jika bekal milik Kyungsoo sama sekali tidak spesial—berbeda level dengan miliknya.

 

Bekal ini buatan tangannya dan Kyuhyun, nilainya berjuta kali lebih spesial dari bekal lainnya.

 

Jika Jongin lebih menyukai bekal buatan monster bermata bulat itu, maka aku akan menikmati bekalku sendiri dengan penuh suka cita!

 

HAH!

 

OoOoO

 

Sungmin buru-buru keluar dari kelas ketika bel tanda pelajaran usai berdentang nyaring dari sudut-sudut kelas. Ia sengaja menghindari Jongin, karena itu ia pulang lebih awal tanpa harus menunggu lelaki itu datang menjemputnya seperti biasa. Sungmin masih dongkol dengan Jongin—karena masalah bekal makan siang itu.

 

Karena Jongin terlalu asik mengobrol dengan Kyungsoo, akhirnya kekasihnya yang pintar menari itu benar-benar melupakan kehadirannya. Sungmin bahkan ingin sekali mengusir Kyungsoo dari sana, lalu kembali melanjutkan bincang-bincang hangatnya dengan Jongin. Dan beberapa saat setelah ia memikirkan strateginya untuk mengusir Kyungsoo, Sungmin menghela nafas lalu mengurungkan niatannya.

 

Ia memutuskan untuk tetap melanjutkan acara mengunyah makan siangnya yang buruk dan diam sepanjang jam istirahat.

 

Jongin menyebalkan sekali!

 

Kaki Sungmin menendang batu kerikil dengan serampangan, menyalurkan segenap rasa sebal yang bercokol di perasaannya. Untung saja halte bus sudah dekat, jadi ia tidak perlu terlihat konyol lebih lama.

 

Tin-tin!

 

Suara klakson mobil yang terdengar dua kali itu sukses membuat Sungmin menghentikan langkah dan menoleh ke sumber suara. Ia memandangi kaca mobil yang gelap itu selama beberapa detik, kemudian memutuskan untuk kembali melanjutkan langkah.

 

“Sungmin!”

 

Suara bass itu benar-benar sukses menyentak jiwa Sungmin yang hampir melayang dari raga—karena terlalu sibuk memikirkan sikap Jongin. Sungmin kembali memandang mobil mewah itu, merasa terkejut ketika jendela itu sudah terbuka dan ada sosok Kyuhyun di sana. Lelaki itu melambai-lambaikan telapak tangannya ke arah Sungmin.

 

“Kk—Kyu?” Sungmin menghampiri mobil itu dan memanggil nama Kyuhyun dengan nada terbata-bata. Ia mengutuk kehadiran Kyuhyun yang begitu tiba-tiba, membuatnya terpesona dengan mobil yang lebih mewah dan mengkilat. “Ss—sedang apa kau di sini?”

 

“Sebenarnya aku ingin menjemputmu di sekolah. Tetapi sepertinya aku terlambat. Beruntung sekali menemukanmu yang sedang berjalan serampangan di jalanan ini,” Kyuhyun berkata sambil menggeser tubuhnya menjauhi cendela. “Masuklah!”

 

Sungmin hanya menurut lalu langsung masuk ke dalam mobil setelah ia mendengar perintah mutlak dari Kyuhyun. Gadis itu duduk tepat di sebelah Kyuhyun, setelahnya memandangi penampilan Kyuhyun dengan foxy-nya. “Kenapa dengan .., bajumu?”

 

Wae?” Kyuhyun merentangkan dua tangannya lalu memandangi jas elegan yang membalut tubuh atletisnya. “Aku keren, ‘kan?”

 

“Seperti om-om,” ketus Sungmin, penuh penekanan. Sedetik setelah ia mengejek Kyuhyun, kekehan tawa terdengar—sebuah tanda bahwa Sungmin tidak benar-benar bermaksud merendahkan cara berpakaian Kyuhyun yang kelewat formal. “Memangnya, kau sedang menhadiri acara apa sampai rela memakai setelan jas seperti itu?”

 

“Hari ini, aku bebas dari schedule. Sebagai gantinya, aku menghadiri rapat direksi,” Kyuhyun berucap seraya memainkan tab putih yang baru diambilnya dari saku jok. “Sekarang, biarkan aku yang bertanya. Kenapa kau berjalan dengan kepala tertunduk seperti tadi?”

 

“Huh?”

 

Sungmin hanya mengatakan hal itu sebagai tanggapan dari pertanyaan Kyuhyun. Tidak mungkin sekali jika ia mengatakan apa yang sebenarnya terjadi, tentu itu akan membuat Kyuhyun merasa sedih. Sungmin berjanji tidak akan menyebut nama Jongin ketika ia sedang bersama Kyuhyun, ia bertekad tidak akan mengecewakan lelaki baik itu.

 

“Aa—aku hanya merasa sedikit lelah,” Sungmin meremas tengkuknya lalu memijat pundaknya—yang benar-benar terasa berat. “Ada tes dadakan yang diadakan Mrs. Kim. Dan sepertinya nilaiku akan anjlok.”

 

“Benarkah?” Kyuhyun menanggapi dengan nada prihatin yang terselip di kalimatnya. “Kurasa kau perlu liburan.”

 

Sungmin mengendikkan bahu dan hanya menghela nafas berat. “Geulssae.”

 

“Apa kau merindukan kedua orang tuamu?”

 

Pertanyaan Kyuhyun sangat mengejutkan, bahkan berhasil membuat dua alisnya bertaut. “Mwoya?”

 

“Jika kau merindukan mereka, aku bisa saja membawamu mengunjungi mereka,” Kyuhyun berucap dengan nada yang lebih santai.

 

“Apa kau tahu dimana mereka tinggal?”

 

“Orang suruhanku sudah menemukan mereka. Dan sekarang, mereka sedang melacak keberadaan dan keadaan di sana,” perhatian Kyuhyun beralih ke arah Sungmin—mengunci tatapan penuh harap dari Sungmin kemudian tersenyum lembut. “Bagaimana? Kau mau mengunjunginya?”

 

“Di mana? Di Korea?”

 

“Tidak. Mereka ada di Jepang ..”

 

“Kyuhyun!” Sungmin tidak pernah tahu mengapa ia merasa ‘harus’ untuk menerjang tubuh Kyuhyun, memeluknya hingga sedemikian erat dan membenamkan wajah bahagianya di dada bidang itu. Sungmin melingkarkan dua lengan pendeknya di bahu Kyuhyun, menggesek-gesekkan hidung mancungnya di sana. “Kk .., Kyu ..”

 

“Ww—wae?” Kyuhyun benar-benar tidak bisa menahan gejolak hatinya untuk membalas rengkuhan lengan mungil Sungmin. Degup jantungnya yang berdebar lebih cepat membuat pergerakan tangannya menjadi sulit. Ia menelan ludahnya dengan perasaan gugup, memaksa telapak tangannya untuk mendarat di pucuk kepala Sungmin.

 

“Aku tidak menyangka jika kau serius membantuku!” Sungmin berucap dengan suaranya yang sengau. “Kau benar-benar baik,” kali ini kepala Sungmin mendongak—menunjukkan wajahnya yang memerah dengan kedua bola matanya yang berkaca-kaca.

 

Mungkin pandangan Sungmin yang seperti itu mengandung sihir yang mampu menenangkan kegugupan Kyuhyun. Ucapan tulus dari Sungmin benar-benar ajaib, dan sepertinya berhasil membuat Kyuhyun merasa lebih percaya diri dalam menggerakkan anggota tubuhnya. Wajah teduh Kyuhyun kembali terlukis di sana, perasaannya yang membuncah membuat dua lengannya bergerak dan menjatuhkan telapak tangannya di kedua pipi Sungmin.

 

“Aku tidak pernah main-main dengan kata-kataku, Sungmin,” nafas hangat itu tertiup dan menerpa permukaan wajah Sungmin. “Aku akan melakukan segalanya demi kau. Aku melakukannya karena aku mencintaimu.”

 

Ucapan itu adalah kalimat terakhir yang meluncur dari bibir Kyuhyun, setelah itu keduanya terlarut dalam sebuah ciuman panjang yang penuh cinta. Kyuhyun menyalurkan segenap perasaan cintanya kepada Sungmin, berharap bahwa gadis itu akan terbuai dan mau membuka hati untuknya—dalam artian sesungguhnya.

 

Ketika mobil itu berhenti di sebuah parkiran khusus, keduanya melepas tautan bibir mereka lalu saling memandang. Nafas yang terengah-engah itu seakan menunjukkan apa yang mereka rasakan, sesuatu yang sulit untuk mereka dustai dan berada jauh di lubuk hati.

 

Kyuhyun memutuskan untuk memutus kontak batin mereka terlebih dahulu, keluar dari mobil mewah itu dan menggandeng tangan Sungmin. Lelaki gagah berjas abu-abu itu menuntun langkah kaki Sungmin, membawa gadis mungilnya ke apartemen ‘mereka’ yang aman dengan segenap kebisuan dan rasa canggung.

 

Oh, ciuman itu.

 

Adegan ciuman yang intim itu benar-benar terekam dengan begitu jelas di memori masing-masing, membuat mereka merasa sangat canggung walau hanya sekedar saling memandang. Yang mereka lakukan hanya saling bergandengan tangan sepanjang koridor apartemen. Setelah mereka sampai di kediaman mereka, tautan itu terlepas.

 

Kemudian mereka saling berhadapan.

 

“Itu bukan ciuman pertama kita. Seharusnya kita tidak perlu secanggung ini,” suara bass Kyuhyun memecah keheningan yang sempat melanda ruangan apartemen minimalis ini. Lelaki itu kembali tersenyum, “Apa kau merasakan sesuatu yang aneh?”

 

Sungmin membalas senyuman Kyuhyun, “Entahlah.”

 

“Aku menghargai perasaanmu yang masih bimbang,” Kyuhyun kembali merengkuh pundak sempit Sungmin dan meremasnya pelan. “Tetapi aku percaya, kau akan membuka hati untukku, suatu saat nanti,” kata Kyuhyun lalu merengkuh tubuh mungil itu, menyandarkan dagunya pada pucuk kepala Sungmin.

 

Maafkan aku.

 

OoOoO

 

Pagi ini Sungmin berniat untuk memperjelas perasaannya, memilih salah satu dari dua hati dan akan mengakhiri hubungannya dengan Jongin. Untuk kali ini, Sungmin sudah benar-benar yakin dengan pilihan hatinya. Ia sudah menetapkan apa yang harus ia lakukan kedepan, dan sepertinya Sungmin tak akan segan untuk melakukan hal ini.

 

Tentu ia melangkah karena Kyuhyun.

 

Lelaki baik itu sungguh tidak pantas mendapat sebuah pengkhianatan keji, sepertinya ia akan merasa bersalah seumur hidup jika tak segera mengakhiri hubungannya dengan Jongin. Sungmin rasa, ini adalah waktu yang tepat untuk menyerahkan seluruh hati dan perhatiannya untuk Kyuhyun—mengingat apa yang telah lelaki itu lakukan kepadanya. Dan membantunya untuk kembali bertemu dengan kedua orang tuanya adalah hadiah terhebat yang selama ini selalu ia impikan.

 

Jika Sungmin benar-benar bisa bertemu dengan kedua orang tuanya, maka dalam hati ia berjanji akan selalu berlaku manis kepada Kyuhyun. Tindakan Kyuhyun yang seperti itu sudah membuat sangat-sangat yakin, bahkan percaya bahwa Kyuhyun sepenuhnya orang baik untuk dirinya.

 

Mungkin Kyuhyun adalah malaikat penjawab doa yang dikirim Tuhan untuknya.

 

Sungmin merasa terberkati, sekaligus merutuki kebodohannya. Ia sudah beberapa bulan bertemu Kyuhyun—tinggal seatap dengannya—tetapi baru menyadari hal penting ini sekarang.

 

Sungmin menghela nafas beberapa saat demi menetralkan pikirannya yang mulai kalut. Ia memandang keadaan sekitar yang memang sepi—ini adalah daerah terlarang untuk siswa, atap sekolah. Tetapi, Sungmin memilih tempat ini karena alasan tersebut, dan sepertinya pilihannya lagi-lagi tepat.

 

Suara pintu yang berderit berisik mengalihkan perhatian Sungmin, membuat gadis itu menoleh dan menatap sosok yang baru saja datang. Ada Jongin yang sedang berjalan ke arahnya dengan wajah kesal—mungkin Jongin marah karena Sungmin tiba-tiba menyuruhkan datang kemari.

 

“Ada apa?” Jongin bertanya sambil memicingkan mata, benar-benar merasa beku dengan suhu di atap sekolah.

 

“Sebelumnya, aku ingin meminta maaf terlebih dahulu,” Sungmin memilin telapak tangannya yang mulai terasa dingin. Setelah ia memantapkan hatinya yang sempat merasa galau, akhirnya Sungmin memberanikan diri mengangkat wajahnya dan menatap manik mata kecoklatan Jongin. “Aku ingin kita putus, Jongin.”

 

Mata Jongin melotot ketik gendang telinganya menangkap maksud dari ucapan Sungmin. Bahkan, ia hampir mimisan lalu pingsan sesaat setelah menangkap arah pembicaraan Sungmin. Jongin tertegun selama beberapa saat sebelum ia bisa membuka bibirnya untuk berucap kata. Dengan gemuruh di dada, ia mencoba untuk menuntut sebuah penjelasan yang sekiranya bisa membuatnya merasa lebih tenang. “Apa maksudmu?”

 

“Aku merasa tidak nyaman dengan hubungan ini. Kukira, hubungan ini berbeda dari hubungan sebelum kita putus,” Sungmin melontarkan alasannya dengan nada seringan mungkin, mencoba untuk bersikap tenang dan menghindari tindakan yang mungkin dapat memancing emosi berlebihan dari Jongin. Walau ia melontarkan suatu kebohongan untuk membela keputusannya, itu tak serta merta menyurutkan nyali Sungmin untuk minta putus. “Banyak sekali tanggapan kurang menyenangkan ketika kita memutuskan untuk kembali memulai hubungan ini. Kurasa aku tidak bisa membiarkan mereka terus berkicau seperti itu.”

 

“Sudah aku bilang, jangan perdulikan mereka!” Jongin mengeram, menahan setiap gejolak yang serasa akan meledak dari ubun-ubunnya. “Asalkan kita saling merasa cocok, semua akan berjalan baik-baik saja!”

 

“Tetapi aku tidak sudah tidak mencintaimu seperti dulu, Jongin,” Sungmin terpaksa memotong kalimat yang akan terucap dari Jongin, memandang lelaki itu dengan pandangan penuh permintaan maaf. “Perasaanku sudah berubah.”

 

Jongin tersenyum pahit, ia mengedarkan pandangan lalu berdecih dengan suara pelan. “Bagaimana bisa? Wae?”

 

“Sudahlah, Jongin. Aku benar-benar ingin mengakhiri ..”

 

Tanpa disangka, Jongin menarik tengkuk Sungmin lalu menangkap bibir gadis mungil itu. Ia mencuri sebuah ciuman sepihak dari Sungmin, mendominasi dan mengklaim bibir tipis Sungmin. Dalam jiwanya yang mulai berontak, Jongin menyuarakan suara bahwa Sungmin masih tetap miliknya.

 

Sungmin ‘masih tetap’ miliknya.

 

PLAK!

 

Sungmin melayangkan tamparan dari salah satu telapak tangannya, memukul pipi Jongin dengan begitu keras hingga menimbulkan suatu ruam merah berbentuk telapak tangan di sana. Mata Sungmin yang melotot nyaris keluar, ia terlalu marah hingga tidak menyadari perubahan air mukanya.

 

Perlahan, air mata mulai menggenang di sudut mata Sungmin, perasaannya terkoyak karena ia merasa terhina dengan tindakan gegabah Jongin. Bibir Sungmin terlalu kaku untuk melontarkan sebuah kata makian, ia terlanjur muak.

 

Maka tanpa mencoba berucap, Sungmin segera berbalik meninggalkan Jongin di sana.

 

OoOoO

 

Kyuhyun hanya terdiam ketika ia duduk di jok mobil yang sedang mengantarnya ke apartemen. Ia lebih senang memandang jalanan luar dan termenung seperti ini, tidak mau memikirkan yang lain apalagi masalah baru yang baru menghampiri beberapa jam lalu. Kyuhyun terlalu jenuh, dan juga lelah tentu saja.

 

Hubungannya dengan Sungmin berjalan dengan sangat mulus, menjadi kejenjang yang lebih baik menurutnya. Dan beberapa saat yang lalu, ia baru saja menerima sebuah foto elektronik dari sebuah e-mail tidak dikenal. Bukan foto biasa, karena di sana ada sesosok gadis yang menjadi pujaan hatinya—tengah berciuman dengan seorang lelaki.

 

Sungmin dan Jongin.

 

Kyuhyun menduga, itu adalah foto baru yang diambil saat Sungmin berada di sekolah hari ini. Kyuhyun ingat betul jika rambut Sungmin dikuncir ekor kuda dengan pita pink yang melingkar ketika ia berpamitan berangkat sekolah tadi pagi, dan sosok yang ada di foto itu adalah Sungmin dengan penampilan yang sama persis.

 

Mereka kembali menjadi sepasang kekasih?

 

Kyuhyun tidak tahu, dan dia tidak mau tahu. Walau pun sebenarnya ia kecewa dan ingin sekali bertanya, Kyuhyun menahan gejolak rasa ingin tahunya untuk beberapa saat. Jika dipikirkan berulang kali, semua akan menjadi sebuah usaha yang sia-sia.

 

Kyuhyun ingin melupakan gambaran dari foto itu, tetapi ia tidak bisa. Semakin ia mencoba untuk melupakan hal itu, semakin sering ia memikirkannya. Kyuhyun jadi bimbang, merasa sangat jahat karena ia mulai berpikir tentang sesuatu yang aneh tentang Sungmin.

 

Apa mungkin Sungmin berselingkuh?

 

“Kyuhyun-ah, sampai kapan kau akan terus melamun seperti itu?” Suara manejernya benar-benar terdengar seperti halilintar, begitu mengejutkan dan datang secara tiba-tiba.

 

Kepala Kyuhyun berputar dengan gerakan cepat ke arah Haejoon, “Sepertinya aku terlalu lelah.”

 

“Beristirahatlah dengan tenang. Besok jadwalmu benar-benar kosong,” Haejoon berbicara sambil terus memeriksa tulisan-tulisan di lembaran yang ia bawa.

 

“Terimakasih, hyung. Aku akan menunggu hasil paspor baru yang kau urus untuk Sungmin,” kata Kyuhyun sambil turun dari mobil, setelah itu ia melambaikan sebelah tangannya dan tersenyum kepada manajernya yang baik hati itu. “Sampai bertemu lusa,” salam itu terlempar begitu saja. Ia pun segera berjalan ke arah pintu masuk apartemen—dengan langkah gontai yang diseret-seret.

 

Dia kembali sibuk dengan lamunannya sepanjang kaki jenjangnya melangkah menyusuri lorong-lorong apartemen yang diterangi lampu kuning redup. Kepalanya merunduk dan pandangannya senantiasa terarah pada lantai marmer yang dingin. Pikirannya yang kusut benar-benar membuat tubuhnya lelah, ia ingin segera berbaring dan tidur dengan selimutnya yang super nyaman.

 

Saat setelah Kyuhyun membuka pintu, ia menemukan sepasang sepatu sekolah Sungmin tergeletak secara serampangan di dekat rak sepatu. Lelaki itu memungutnya, lalu meletakannya di tempat yang seharusnya.

 

“Sungmin?” Kyuhyun mencoba memanggil nama Sungmin, dan sedetik setelahnya gadis itu menyibak selimut yang menelangkup seluruh tubuhnya. “Ini masih siang, dan kau berniat pergi tidur?”

 

“Tidur siang,” jawab Sungmin dengan nada cuek yang dibuat-buat. Gadis itu merebahkan dirinya lagi di atas ranjang, melirik Kyuhyun yang berjalan mendekat ke arah almari. “Hari ini pikiranku kacau,” kata Sungmin.

 

Kacau setelah berciuman dengan pacar lamamu?

 

“Bagaimana bisa?” ungkapan itu setengah terucap di hati dan setengahnya lagi terucap dari mulut. Kyuhyun benar-benar masih berusaha untuk menyembunyikan rasa kecewanya.

 

“Ada kejadian yang .., ah, tidak perlu kuceritakan padamu,” Sungmin memutuskan untuk menggantung ucapannya sendiri dan kini memiringkan tubuhnya, demi menatap wajah Kyuhyun secara langsung. “Dan kau sendiri? Kenapa pulang cepat?”

 

“Ada urusan,” Kyuhyun mengganti kemeja lengan pendeknya dengan kaus santai berwarna biru laut. “Oh iya, aku ingin bertanya tentang suatu hal ..”

 

“Kau bebas bertanya kepadaku.”

 

Kyuhyun termenung selama beberapa saat, tetapi setelah ia puas berpikir seorang diri akhirnya ia menghela nafas dan menatap wajah Sungmin dengan mata elangnya yang tajam. “Bagaimana kehidupanmu di sekolah? Apakah baik-baik saja?”

 

Gadis itu terkekeh ketika ia mendengar pertanyaan seperti apa yang dilontarkan oleh Kyuhyun. Di balik wajah tegangnya, ternyata Kyuhyun tidak seserius itu. “Baik. Karena konferensi pers-mu itu, semua berjalan seperti semula. Normal, ala kadarnya.”

 

“Lalu, bagaimana dengan mantan kekasihmu itu?”

 

Kali ini, Sungmin terhenyak dengan pertanyaan Kyuhyun. Ia bisa menangkap sinyal penuh intimidasi yang dilayangkan oleh Kyuhyun lewat sinar matanya. Lelaki itu terlalu memaksanya untuk bersikap jujur walau sebenarnya ia tidak mau melakukan itu.

 

Bagaimana ini? Apa Kyuhyun sudah tahu semuanya?

 

Sungmin tidak kunjung buka suara, dan itu membuat Kyuhyun kesal setengah mati. Ia masih diam dengan posisinya yang duduk di sisi ranjang, mengarahkan pandangannya tepat ke arah Sungmin yang tengah bergerak-gerak gelisah.

 

“Maksudku, hubunganmu dengan mantan kekasihmu itu, Kim Jongin ..”

 

TBC

 

 

79 thoughts on “My Secret Idol | KyuMin | Chap 12/? | Genderswitch | T+ | Romannce |

  1. Yaaaah tbc nya disitu T__T
    Ini ming uda seneng seneng gini liat aja kalo tau yg bikin dia ngalamin semua ini itu kyu…
    Aigoo~ kenapa kyu gak jealous kebangetan -_- malah dengan santainya begini

  2. ow ow ow sungmin ketauan selingkuh nih
    tapi gpp mudah2 dengan mereka saling berbicara gini
    kesalahpahaman nya cepet selesai
    tinggal masalah kyuhyun dengan ortunya min nih
    si jongin pemaksa juga ya
    mudah2n dy nyerah deh sama min
    dan sadar dengan perasaannye ke kyungsoo
    aku senang ff kyumin favoritku ada yf apdet lagi
    ff kyumin makin jarang jadi agak2 jenuh hehehe
    mudah2n next chapnya apdet kilat yaaaaa
    semangat

  3. udah sungmin jujur aja kan udah putus ini ma jongin baut apa coba ditutup”in kan sekarang udah mulai mantap memilih hati yaitu kyuhyun ada sedikit typo dikalimat ini “Akhir-akhir ini, kau sering melihat melamun. Bukan Lee Sungmin sekali,”itu dikata yang tengah harusnya ” aku sering melihatmu melamun ”

    maaf cerewet cuma mau kasih tau doang tapi keseluruhan ceritannya tambah seeerrruuu😀 penasaran reaksi sungmin saat tau yang sebenernya kalo orangtuanya pergi itu sebenernya disuruh sama kyuhyun

  4. Ya ampun kai,kasihan.,cup cup cup sini2 syng,jduakkkk#dtendangD0
    Bilang d0nk ming,kal0 klian udah ptus,jd kyu bisa lega

  5. Haahhh.. knapa min msh cuek za ciiii… ck aku ksel sma min yg bgtu… hehehehe
    Smoga cpt” ke kyumin moment dech.. hihihi
    Lanjutkan.. fighting

  6. kyumin saling jujurrr dong
    kyu gatau yg sebenernya trjd dgn foto itu nd min jg gatau kl kyu udh terlalu sering sakit hati
    ayooo kyumin nyaaa lagiii ^^

  7. bagus ming uda mantepin hatinya ke siapa. dan… lusa kyumin ke jepang? ouo apa orangtuanya ming tau siapa itu kyuhyun? apa mereka kerjasama?

    heung… kyu udah tau dan mulai mengorek informasi ttg jongin. oh jongin, saking ga terimanya sampe maksa nyium-_- yg ngemail kyu itu si kyungsoo kan?! sebenernya kyungsoo bagus juga perannya, ngebantu kyumin bersatu dan dia ama jongin. tp apa daya, dia malah nyebelin dg ngancem2 ming kaya tempo hari -..-

    ayo lanjut jiyoo >m<

  8. kyu, keluarin semua pertanyaan yg da d otak jeniusmu itu
    dripada nyimpulin sndri..mending kalo ksmpulan ny bner..jgn mpe slah nyimpulin y Kyu
    Minnie kn choose U over Jongin

    thx for update

  9. ‘Jika Sungmin benar-benar bisa bertemu dengan kedua orang tuanya, maka dalam hati ia berjanji akan selalu berlaku manis kepada Kyuhyun’
    Yakin Ming bakalan berlaku manis pada Kyu, setelah nanti Ming tau Kyuhyun lah yg membuat Ming berpisah dari orang tua nya.

    Jujur aja Ming dengan perasaanmu, toh Kyu bakalan ngertiin kok.
    Ming juga kan udh memutuskan hubungan dengan namja itu dan benar2 memilih Kyu.
    Klo soal ciuman itu kan, memang tidak di sengaja.
    Orang itu yg maksa mencium Ming.

  10. hueeee lagi seru tebece :((

    jd next chap sungmin akan jujur ngga sama kyu kalo dia sempet balikan sm jongin tp akhirnya dia dah mutusin ninggalin jongin
    waaa kyu nepatin janjinya buat cari ortu nya sungmin, next chap sungmin jd ke jepang ngga ya …. ap g jd karena kyu marah soalnya sungmin balikan lg sama jongin hmmm ditunggu lanjutan next chap nya ya

  11. Yeees ming udah putus sama jongin. Semoga ga ada konflik lagi. Tapi entar kalo ming tau kyu yang buat orang tuanya ningglin ming, dia akan marah gak ?

    Lanjut ya author, semangat (҂’̀⌣’́)9

  12. Akhrnya pts dari jongin😀
    huh,kyumin msh setengah2 ni hbungan’y
    jujur lah ming, kyu pasti mengerti kok🙂
    buka hatimu sepenuhnya buat kyuhyun ya😉

  13. itu fotonya ming ciuman sama jongin.. omg kasian kyuhyun
    gtu dong ming harus pilih saah satu jgn serakah gtu.. yg kirim fotonya pst kyungsoo deh .. udh ming cepet buka hati buat kyu.. dy udh baik bgt^^

  14. Wah kyu curiga beneran deh.. padahal kan kejadian itu karena minnie putus sm jongin… soal foto itu pasti si kyungsoo yang kirim… niat banget emang misahin jongin dr minnie… kira2 di next chap minnie jawab apa trus kyu marah beneran ga yah….

  15. Aishhh!!!
    Ayoo sungmin ngaku dong kalo dia udah mutusin jongin
    Biar kyu ga galau lagi , kasiian
    Trus gimana tuh ama ortunya sungmin ?
    Nnti grgr masalah ini, Kyumin musuhan lgii .. Andwaeee!!!
    Pkoknya di tunggu next chapnya dehh chingu ^^

  16. akhrnya ming milih kyu asiiiiik

    apa yg ngrm fto k kyu adalh kyungsoo asal tebak heerr….dtnggunlnjutnnyantrmkash…:-)♥♥♥♥

  17. Ahhh aku ketinggalan 3 chap gara-gara hp ruksak . duh kok hubungan kyumin jadi agak runyem gini sih baru baikan muncul masalah baru lagi ..

  18. siapa yang memberikan foto2 i2 pada kyu? Masih penasaran bgaimana perasaan min saat tau bhwa kyu adalah penyebab orang tuanya perg meninggalkannya? Lanjt. . .

  19. huwaaaaaaaaaaa tbc nya nangguungg update kilat pweeeeeseeeee unnie baik hati khaaaaaan #puppyeyes sumpah gasabar nunggu endnyaaaa rencana kapan ending? dibuat happy ending dan kaisoo juga happy ending yaa seu banget ceritanya

  20. Kyu kau salah paham sayang…..aduh bagaimana selanjutnya hubungan kyumin setelah ketemu kedua orang tua sungmin apakah sungmin Akan merubah kyuhyun sebagai malaikat pelindung menjadi perusak hubungan orang entahlah aku tunggu next chap nya

  21. Sungmin kau harus menceritakan hal yang sebenernya dengan kyuhyun, karena kalau tidak pasti kau akan terkena masalah lebih besar dari sebelumnya.

    Mungkin kyuhyun akan mundur, karena ia sudah mengetahui apa yang kau lakukan dengan jongin -_-”

    Lanjut, makin seru aja nih ffnya.
    Gregetan banget pengen lanjut😀

  22. Nahhh ini baru aq suka,,,, harusnya ming jjur aja, dan menceritakan semua nya, tanpa terlewat, insiden ciuman itu hanya di luar perkiraan, biar tdk ada msalah lagi sama hbngan mreka, klo mau ganti konflik lagi, hahahahaa tntang ortu ming,, aq takut ming kcewa stla tau yg sbnarnya.. Msa kyu mnderita lagi, bathin,persaan dan fikiran. Kasian kan

  23. Annyeong Jiyoo. Aku nemu ffmu dr
    ffn,sekarang udh gk post disana lg ya?😥 ijin
    ubek” ffnya ya. Ini coment aku kenapa awaiting moderation mulu sih?

    • selamat datang. walau waiting moderation, tetapi comment tetap masuk kok kalo sudah di acc sama authornya. jadi jangan khawatir kalo muncul tulisan ‘waiting moderation’🙂

  24. sungmin memilih mu kyu, pilihannya adalah kau CHO KYUHYUN

    terjadi kesalah pahaman ni
    saat ciuman sepihak yg dilakukan jongin
    sakit lagi hati mu kyu,

    tapi tetap sungmin memilih mu dan akan bersikap lebih baik terhadap mu

    cap cus ahhh ke part selanjugnya
    ayeyyyy….🙂

  25. ayookk ming jelasin yg sejelas jelasnya…
    jangan buat kyu salah pahaammm~
    aduuhh jongin sbnernya maunya sama siapa sih?? ama ming mau ama kyungsoo juga mau.. ayook, ama kyungsoo ajah, biar ming ama kyu dan berakhir happy deh… hohoo…

  26. Yg ngirim email pasti kyungsoo -_-
    Bagusdeh ming sama jongin udh putus, jadi ntar nyelesain masalahnya tambah gampang -_-
    Semangat kyu/?

  27. hohohoho…
    keputusan yg tepat sungminie,,dan semoga kyu tidak salah paham,,oleh karena itu jelaskan dengan jujur saja sama kyu,,

  28. Ceritakan yg sejujurnya aja min… km kan udh milih kyu… siapa tau dia bisa nerima n keliatannya kl bicara jujur dia akan lebih mencintaimu lg

  29. Pasti yang mengambil foto saat Jongin mencium Sungmin itu Kyungsoo. Memang benar apa yang dikatakan Sungmin, Kyungsoo itu Monster berwajah imut

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s