My Secret Idol | KyuMin | Chap 11/? | Genderswitch | T+ | Romannce |

My Secret Idol

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin , KaiSoo

 

Part : 11/?

 

Warning : GENDERSWITCH , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Tidak ada yang tahu di mana dan dengan siapa kita akan bertemu dengan ‘cinta’. Semua pasti terjadi di luar nalar seorang manusia, entah itu terjadi secara ‘biasa-biasa saja’, atau malah luar biasa. Setelah mengenal cinta, maka status tidak akan menjadi nomor satu. Karena untuk orang yang mencinta, perasaan kasih adalah segalanya.

Sungmin terbangun dari tidur lelapnya karena dering telponnya yang berkoar di awal pagi. Dengan mata setengah terbuka, Sungmin menjulurkan lengannya dan meraih ponsel itu dan langsung memencet tombol hijau.

Yeoboseyo?”

“Sungmiin!”

Suara melengking terdengar dari seberang, membuat Sungmin kaget setengah mati dan langsung menjauhkan earpiece dari telinganya.

“Kemana saja kau?! Kemarin kau menghilang dan kau tahu apa yang terjadi di sekolah? Kacau sekali!!” Hyukjae berkata dengan nada heboh dan sedikit berlebihan. “Apa hari ini kau juga absen? Oh, Lee Sungmin! Semua menanti penjelasanmu!”

Kyuhyun sedikit terganggu dengan suara serak Sungmin yang mendayu. Tanpa mencoba membuka kelopak mata, lelaki itu bertanya, “Siapa, sayang?”

“Sungmin? Siapa itu?” Hyukjae langsung bertanya ketika suara berat seorang lelaki terdengar dari sambungan telponnya, memanggil temannya dengan panggilan sayang—yang menurutnya sangat menggelikan.

“Oh, maafkan aku, Hyukkie. Tetapi kurasa kau bisa menjadi wakilku untuk menjelaskan semuanya,” Sungmin berucap dengan nada pelan setelah ia memberi isyarat kepada Kyuhyun agar lelaki itu diam di posisinya.

“Apa maksudmu? Aku juga tidak mengerti apa pun! Bagaimana bisa aku menghadapi beribu pertanyaan konyol seputar dirimu dan Kyuhyun?!” Hyukjae merendahkan suaranya ketika ia menyebut nama Kyuhyun. “Lagi pula, kau juga berhutang penjelasan kepadaku.”

“Sungguh, Hyukkie. Tidak ada yang perlu aku jelaskan. Semua hanya salah paham, tentang hubunganku dan Kyuhyun. Oh, mungkin besok aku akan ditelpon oleh manajer Kyuhyun karena hal ini,” Sungmin mendramatisir keadaan dengan melontarkan pernyataan bernada datar.

“Manajer Kyuhyun?”

“Ini semua hanya gosip, dan parahnya lagi aku benar-benar terlibat di dalamnya. Semua akan dikonfirmasi oleh pihak Kyuhyun, lalu aku tidak akan mengatakan apapun,” Sungmin mengucapkan hal itu sebagai final dari segalanya. “Salah paham, Hyukkie!”

“Benarkah?”

“Manajer Kyuhyun sudah meminta maaf tentang hal ini, dan beliau menyuruhku diam di rumah untuk beberapa hari,” Sungmin menambahkan—kemudiam melirik ke arah Kyuhyun yang kembali terlelap. “Suasana sedang kacau, bukan? Aku akan kembali ke sekolah setelah konferensi pers Kyuhyun tentang gosip itu sudah disiarkan. Jadi, kau tidak perlu khawatir.”

“Jadi, hanya benar-benar salah paham, yah? Syukurlah kalau begitu,” suara desah nafas Hyukjae terdengar pelan. “Kalau begitu aku harus pergi. Kelas akan segera dimulai.”

“Hm. Pai!” Sungmin mengakhiri sambungan telponnya dengan Hyukjae, kemudian meletakkan ponselnya tepat di samping bantal. Ia menghela nafas panjang lalu menghembuskannya pelan.

OoOoO

Setelah usai menyantap sarapan, Kyuhyun mengajak Sungmin untuk pergi ke danau yang sudah ia ceritakan sebelumnya. Mereka langsung pergi setelah berpamita kepada Yesung dan Ryeowook, tentu dengan membawa alat pancing lengkap milik ayah Kyuhyun yang disimpan di gudang.

“Seharusnya esok hari kita masih bisa berada di desa ini. Tetapi, manajerku bilang aku harus segera membuat pernyataan untuk menuntaskan skandal itu. Maafkan aku,” tiba-tiba Kyuhyun berucap di tengah derap langkah kaki mereka menyusuri jalanan berbatu itu.

“Tidak apa-apa. Lagi pula aku juga harus cepat-cepat kembali ke sekolah,” Sungmin menimpali ucapan Kyuhyun. “Ujian negara semakin dekat.”

Kyuhyun mengulas senyum ketika ia mendengar ucapan bernada tulus terucap dari Sungmin. Lelaki itu pun menengadahkan salah satu telapak tangannya ke arah Sungmin.

“Huh?” Sungmin memandang telapak tangan Kyuhyun yang besar selama tiga detik—kemudian pandangannya beralih menatap wajah Kyuhyun.

“Ayo bergandengan tangan.”

“Untuk apa?” Sungmin menautkan kedua alisnya, masih tidak mengerti dengan maksud Kyuhyun.

Kyuhyun mengulas seulas senyuman menawan, lalu tanpa mencoba meminta persetujuan dari kekasihnya, ia menyambar pergelangan tangan Sungmin. “Bergandengan tangan, Sungmin,” Kyuhyun meraih telapak tangan kanan Sungmin dan membungkamnya erat. “Aku ingin membimbing langkahmu.”

Sungmin terkesiap dengan apa yang baru Kyuhyun lakukan, dan tidak bisa dipungkiri jika rona merah itu muncul di kedua permukaan pipi Sungmin. Telapak tangan Kyuhyun yang menggenggamnya erat benar-benar mampu menciptakan debaran di jantung Sungmin, membuatnya merasa gugup.

“Tt—tapi, Kyuhyun ..”

Oppa, kau harus memanggilku oppa,” Kyuhyun memotong kalimat Sungmin. “Ayo, kau harus memanggilku oppa.”

“Tidak mau,” Sungmin membuang pandangannya dan mengerucutkan bibir. “Aku tidak mau memanggilmu seperti itu!” ketusnya.

“Kau tidak mau mencoba untuk lebih bersikap sopan terhadapku, huh?”

Langkah kaki Sungmin terhenti lalu ia membalik badanya, menatap sosok kekasih tampannya dengan mata memicing yang sarat akan perasaan kesal—karena menurutnya ia sudah dipermainkan oleh Kyuhyun. “Tidak ada alasan untuk memanggilmu dengan panggilan seperti itu. Aneh!”

Kyuhyun terkekeh, “Baiklah. Jika kau tidak bisa memanggilku oppa, aku punya panggilan manis yang lain,” katanya sambil mengayunkan tautan tangan mereka ke depan dan ke belakang. “Jagiya ..”

Mwo?”

“Jika kau masih menolak, bagaimana dengan ‘yeobo’?”

“Aish!” Sungmin mencubit salah satu lengan Kyuhyun lalu memukulnya dengan gerakan pelan. “Berhenti mengucapkan omong kosong! Kau membuatku semakin merasa aneh, Cho!”

Ya, yeobo!” lelaki itu berusaha menghindari serangan dari kepalan tangan Sungmin. “Yeobo, hentikan!”

Jika Kyuhyun terus memanggil Sungmin dengan panggilan seperti itu, maka bisa dipastikan jika wajah dingin Sungmin akan berubah menjadi semerah tomat karena menahan malu. Panggilan aneh—walau manis—itu benar-benar berhasil membuat Sungmin merasa berdebar, membuatnya ingin mengulas senyum tetapi ia masih bertahan dengan rasa gengsi.

Oh, jika saja Kyuhyun tahu jika Sungmin sedikit malu untuk memanggilnya dengan panggilan seperti itu.

Yeobo ..”

“Cho Kyuhyun, berhenti!”

Cup!

“Tidak akan!” Kyuhyun berlari dengan langkah pendek-pendek ketika ia berhasil mencuri sebuah kecupan singkat dari bibir Sungmin. Lalu dengan tawa yang hampir meledak, lelaki itu berhasil melarikan diri dari amukan kekasihnya.

OoOoO

Kyungsoo menatap wajah Jongin yang tertekuk semenjak pelajaran pertama dimulai pagi tadi—pemandangan tidak mengenakkan itu cukup mengganggu. Lalu pada akhirnya, Kyungsoo memutuskan untuk mendekati bangku Jongin dan mengajaknya bicara.

“Kenapa kau memasang wajah jelek sepanjang hari ini, huh?” Kyungsoo mengetuk dahi lebar Jongin dengan pensil pink-nya yang mahal. “Aku terganggu, tahu.”

“Kalau begitu, jangan dilihat,” kata Jongin, cuek.

“Kau itu kenapa, sih?” Kyungsoo semakin penasaran.

Akhirnya Jongin menyerah, ia menghembuskan nafas lalu menatap wajah cantik Kyungsoo dengan tatapan sayu. “Kau sudah melihat siaran entertaimen?”

“Huh? Tentang pernyataan Kyuhyun sunbae?” Kyungsoo menebak.

“Aku mulai merasa bersalah,” Jongin berucap setelah mengendikkan bahu.

Kyungsoo tahu jika kemarin malam media-media sedang gencar meliput konferensi pers Kyuhyun dan menyiarkannya secara langsung pukul tujuh malam. Ternyata sunbae-nya yang satu itu mencoba untuk menyangkal semuanya. Dan karena kelihaian lidahnya dalam menjawab pertanyaan, akhirnya wartawan-wartawan itu berhasil dikecoh.

“Kenapa kau merasa bersalah? Pernyataan Kyuhyun sunbae tidak ada hubungannya denganmu!”

“Tetapi Sungmin ada hubungannya denganku,” nada suara Jongin meninggi. “Seharusnya, aku tidak memutuskan segalanya secepat itu. Aku tahu jika Sungmin hanya korban dari gosip sialan itu. Oh, kenapa aku begitu bodoh?!”

Gadis itu tidak pernah suka jika Jongin menyebut nama Sungmin ketika mereka sedang berbincang berdua. Sudah baik jika Jongin dan Sungmin putus karena berita maya itu, tetapi kenapa sekarang Jongin mengatakan bahwa ia menyesali keputusannya?

“Dasar bodoh,” Kyungsoo mencoba mengejek. “Hubungan kalian sudah berakhir, dan kau sudah meninggalkannya tanpa mendengar penjelasan Sungmin sunbae. Aku yakin jika Sungmin tidak akan mau kembali kepadamu.”

“Tidak. Kurasa aku harus membicarakan ini lagi.”

“Jongin!” Kyungsoo membentak dan bangkit dari duduknya. “Sudah kubilang, Sungmin sunbae tidak akan mau melihatmu lagi!”

Alis Jongin melengkung tajam ketika ia melihat perubahan ekspresi Kyungsoo, merasa heran karena mendapat bentakan bernada tinggi. “Apa maksudmu? Kenapa kau jadi marah seperti itu?”

Kyungsoo berdesis, masih menatap wajah Jongin dengan pandangannya yang mulai mengabur—karena pelupuk matanya telah dipenuhi oleh bulir air mata. Karena mulutnya sudah tidak mampu membalas pertanyaan Jongin, gadis itu segera berbalik dan pergi meninggalkan Jongin.

OoOoO

“Aku pergi dulu,” Sungmin berteriak ketika ia selesai memasang sepatunya di depan pintu apartemen Kyuhyun.

“Sungmin, tunggu!” Kyuhyun berlari tergopoh-gopoh menghampiri Sungmin sambil mengancingkan kemeja putihnya. “Aku harus mengecup bibirmu sebelum kau pergi ke sekolah.”

Sungmin menatap wajah Kyuhyun dengan pandangan ngeri. Sebelum Kyuhyun mendapatkan apa yang ia mau, terlebih dahulu Sungmin memukul kepala Kyuhyun dan segera berlari keluar dari apartemen terlaknat itu.

“Aku berangkat!” Sungmin membanting pintu dan langsung berlari sekencang mungkin ke arah lift. Dengan gerakan tidak sabaran, gadis itu memencet tombol di dinding lift dan menghembuskan nafas lega ketika pintu lift itu tertutup.

“Bisa-bisanya dia menggodaku seperti itu. Cih, memangnya dia siapa,” Sungmin bergumam seorang diri—walau tampak sekali ia tengah mencoba menyembunyikan rona merah di kedua pipinya. Ia melipat dua lengannya di depan dada, lalu segera keluar setelah kotak lift itu telah mencapai lantai bawah.

“Jongin?”

Sungmin reflek menyebut nama Jongin ketika ia mendapati sosok pemuda yang amat ia kenal berdiri di depan pintu lobby. Mereka bertemu pandang, lalu setelah itu Jongin berjalan menghampiri tubuh Sungmin yang berdiri membeku di tempatnya. Lelaki yang menjadi hoobae-nya itu menggaruk tengkuknya yang menegang.

“Hai,” katanya dengan nada kikuk.

“Kenapa kau ada di sini?”

“Menjemputmu,” Jongin menjawab dengan jawaban singkat—sambil masih terus menggaruk tengkuknya.

Sungmin tidak mengerti dan tidak mau bertanya tentang alasan yang mendasari Jongin untuk menjemputnya di sini. Ia hanya diam dan akhirnya melangkah di samping tubuh Jongin yang lebih tinggi darinya.

Gadis remaja itu mulai goyah ketika harus dihadapkan dengan Jongin, jiwa labilnya mulai membuat perasaannya semakin tidak karuan.

“Untuk kejadian tempo hari, aku minta maaf,” Jongin kembali berujar, kentara sekali jika ia sedang mencoba mengusir suasana canggung yang menyelimuti kebersamaan mereka.

“Huh? Kejadian yang mana?”

“Seharusnya aku tidak mempercayai gosip-gosip murahan itu,” kata Jongin tanpa mencoba menjawab pertanyaan Sungmin. “Seharusnya kita tidak putus saat itu.”

Gadis itu menolehkan kepala ke arah Jongin ketika gendang telinganya ditembus oleh kalimat penuh penyesalan darinya. Ia tidak bisa menyangkal jika ada setitik rasa bahagia menyusup ke celah perasaannya karena hal itu. Dan ia tidak memungkiri jika ia masih menaruh sedikit harapan kepada Jongin.

Mereka baru beberapa hari putus, bukan? Setelah mereka putus, Sungmin menyatakan ingin membuka hati untuk Kyuhyun—agar ia tidak terlarut dalam kubangan patah hatinya. Memang pada awalnya Sungmin ingin memantapkan hati kepada selebritis itu. Tetapi, jika Jongin kembali kepadanya dan memberikan harapannya seperti ini?

Lantas, apa yang harus ia lakukan?

“Jongin-ah, apa yang sedang kau bicarakan?” Sungmin bersikap seolah ia tidak mengerti, masih berusaha untuk bertahan demi Kyuhyun.

“Kita .., kembali berpacaran.”

Sungmin menelan air ludahnya dengan perasaan gugup mengiringi, benar-benar merasa bimbang dengan semua yang akan ia katakan kepada Jongin. Separuh hatinya mengatakan ya, namun separuhnya lagi mengatakan tidak.

Jika ia kembali dengan Jongin, lalu bagaimana dengan Kyuhyun?

“Sungmin?”

“Jongin, aku ..”

“Kumohon,” tiba-tiba Jongin menggenggam erat kedua telapak tangan Sungmin dan menatap manik foxy itu lekat-lekat.

“Baiklah,” Sungmin mengatakan hal itu sebagai jawaban setelah otaknya berusaha berpikir keras. Akhirnya ia memilih untuk menerima penawaran Jongin, mengikuti segenap kemauannya yang berasal dari perasaannya paling dalam. Sungmin mengulas seulas senyuman, “Kita kembali menjadi sepasang kekasih, Jongin.”

OoOoO

Suasana di sekolah sudah kembali kondusif seperti dulu, tidak ada seorang pun yang menatap Sungmin dengan pandangan merendahkan. Semua gadis yang ada di sekolah ini bertingkah seperti biasa, mengacuhkan Sungmin dan Jongin yang berjalan menyusuri lorong berdua. Mereka tidak lagi membicarakan Sungmin, tentu saja mereka merasa malu karena sudah mempercayai gosip seperti itu.

“Kyungsoo-yah!”

Tiba-tiba Jongin memanggil nama Kyungsoo ketika lelaki itu menangkap siluet tubuh sahabatnya sedang berjalan menuju tangga. Setelah Jongin memanggil namanya, gadis itu terdiam selama beberapa detik lalu akhirnya berbalik. Alisnya melengkung tajam ketika mata bulatnya mendapati kehadiran Jongin dan Sungmin—kentara sekali jika Kyungsoo tampak terkejut.

“Jongin-ah, annyeong,” Kyungsoo memaksa mengulas senyum di kedua belah bibir tebalnya yang manis.

“Ternyata ucapanmu kemarin malam benar-benar salah,” kata Jongin sambil tesenyum cerah—begitu menyilaukan hingga membuat mata Kyungsoo bunar. “Aku dan Sungmin resmi berpacaran kembali.”

Air muka Kyungsoo mengeras ketika ia mendengar penuturan seperti itu dari Jongin, dan yang lebih parahnya lagi Jongin memamerkan hal itu kepada Kyungsoo. Kyungsoo benar-benar terlihat terkejut walau raut mukanya terlihat diam tanpa ekspresi, tetapi Sungmin yakin jika Kyungsoo merasa buruk setelah mendengar hal itu keluar dari mulut Jongin.

Jinjjayo?” bibir Kyungsoo masih melengkung—tanda bahwa ia tak gentar untuk melempar senyum. “Jadi Kyuhyun sunbae ..”

“Itu hanya gosip,” Jongin memotong kalimat yang akan diucapkan oleh Kyungsoo, ia terkekeh. “Bilang pada sunbae-mu itu, aku sangat berterimakasih kepadanya karena mau melakukan konferensi pers yang hebat kemarin!”

Sunbae?” kali ini Sungmin yang mengeluarkan suara.

Jongin menatap wajah pias Sungmin, “Kau tidak tahu, ya? Kyuhyun itu satu agensi dengan Kyungsoo, dan beberapa bulan lagi Kyungsoo akan debut sebagai penyanyi resmi.”

Lagi-lagi Kyungsoo mengulas senyuman licik yang mengerikan setelah ia menangkap gurat kekhawatiran terlukis di wajah Sungmin. Jelas sekali jika Sungmin amat-sangat terkejut ketika tahu bahwa ia adalah hoobae Kyuhyun dalam satu agensi. Karena Kyungsoo sangat pintar membaca ekspresi orang lain, akhirnya ia menyimpulkan sesuatu dari semuanya.

Sepertinya Kyuhyun sunbae dan Sungmin memang memiliki sesuatu yang disembunyikan.

Geurae, aku akan menyampaikan rasa terimakasihmu itu kepada Kyuhyun sunbae. Aku juga akan mengatakan jika konferensi pers-nya adalah kunci utama keberhasilanmu mendapatkan Sungmin sunbae kembali,” suara Kyungsoo terdengar lebih santai dari sebelumnya—walau masih terkesan sangat menantang.

“Yeah, katakan kepadanya kalau aku bisa kembali dengan Sungmin karena dia!” Jongin tertawa dengan suara beratnya yang khas.

Mungkin bagi Sungmin, Kyungsoo adalah hoobae yang paling menakutkan—gadis mungil dengan mata bulatnya itu pandai melempar tatapan sinis dengan wajah manisnya yang menawan. Sungmin tahu jika Kyungsoo menyukai Jongin, dan Sungmin yakin jika Kyungsoo mengutuk hubungannya. Dan sebenarnya lelucon yang mereka lontarkan beberapa detik lalu amat-sangat tidak lucu.

Sama sekali tidak lucu!

Sungmin harus menyembunyikan hubungannya dengan Jongin dari Kyuhyun, semua harus ia jalani secara diam-diam untuk sementara ini. Dan jika Kyungsoo mengatakan suatu hal yang aneh kepada Kyuhyun, maka bisa dipastikan jika Sungmin harus turun tangan.

Namun, Kyuhyun ‘kan mencintainya. Kemungkinan besar lelaki itu akan mudah mempercayai apa yang Sungmin katakan nanti.

Benar. Kyuhyun akan lebih mempercayaiku, tidak mungkin ia percaya pada Kyungsoo.

OoOoO

Ketika Sungmin sibuk berbincang dengan Jongin di kafetaria, ponsel Sungmin tiba-tiba berdering nyaring. Ia mengangkat panggilan masuk itu setelah melirik Jongin selama satu detik, kemudian mulai berbicara dengan nada berbisik-bisik.

“Ada apa?” Sungmin bertanya kepada sang penelpon.

“Aku juga tidak tahu ada apa, tiba-tiba saja aku baru tersadar jika sudah menelponmu,” seseorang yang berada di seberang mendesah lalu melontarkan sebuah alasan tidak masuk akal.

“Apa maksudmu?! Kututup telponnya jika tidak ada ..”

“Hei, kukira kau akan senang jika kutelpon,” Kyuhyun sengaja memotong kalimat Sungmin kemudian terkekeh. Lelaki itu benar-benar sedang mengalur waktu makan siangnya dengan menggoda Sungmin. “Aku ‘kan merindukanmu?”

Bola mata Sungmin melirik ke arah Jongin setelah gendang telinganya tersentuh oleh kalimat Kyuhyun, memastikah bahwa Jongin masih asik dengan bekal makan siang buatannya. “Dengar, aku sedang sibuk ..”

“Sibuk apa? Dengan siapa?”

Sungmin menahan diri untuk tidak menyebut nama Kyuhyun detik ini, ia hanya mengeram. “Sudah, ya? Kita bicara lagi di rumah, hm?”

“Kau ingin makan malam dengan apa nanti? Aku akan membawakannya,” Kyuhyun bertanya—kentara sekali jika ia tidak ingin mengakhiri percakapannya dengan Sungmin.

“Terserahmu saja. Sudah ya, kututup dulu!” Sungmin langsung menekan tombol merah dan menyimpan ponselnya di saku. Kepalanya mendongak dan langsung bertemu pandang dengan mata Jongin yang tersirat suatu pertanyaan. Sungmin tersenyum kikuk, “Bukan siapa-siapa.”

OoOoO

Sungmin sengaja dan bersikeras untuk pulang sendiri tanpa Jongin—ia sudah berhenti dari pekerjaan paruh waktunya sehingga akhirnya Jongin memutuskan untuk mengiyakan permintaan Sungmin. Sebenarnya Sungmin ingin menghabiskan waktu lebih lama bersama Jongin, tetapi tuntutan pekerjaan paruh waktu yang diambil Jongin sepulang sekolah menghalangi kebersamaan mereka.

Akhirnya mereka berpisah di halte bus, dan akhirnya Sungmin berjalan seorang diri menyusuri jalan setapak yang mengantarnya ke gedung apartemen Kyuhyun.

Sepanjang perjalanan ia hanya melamun, memikirkan suatu hal yang membuatnya merasa begitu bersalah. Wajah berseri-seri milik Kyuhyun—yang tadi pagi masih terlukis untuknya—atau senyum Jongin yang begitu memikat, ia harus memilih salah satu dari kedua hal itu.

Sungmin tahu jika ia tidak mungkin memilih keduanya, ia tidak ingin disebut sebagai gadis serakah yang haus akan kasih sayang. Karena hal itu, akhirnya Sungmin berniat untuk menentukan segalanya dengan memikirkan semuanya secara baik-baik ketika ia sampai di apartemen.

Semua tidak semudah yang kupikirkan.

 

Gadis itu membatin ketika telapak tangannya membuka knop pintu apartemennya, menghembuskan nafas pelan sebelum akhirnya melangkah masuk ke dalam. Ia melempar tas selempangnya ke sembarang arah, lalu membanting tubuh lelahnya di atas ranjang.

Kyuhyun ..

 

Atau,

 

Jongin?

 

Sungmin tidak pernah tahu jika ia masih menjadi sesosok remaja yang labil ketika usianya sudah hampir menginjak sembilan belas tahun. Ia hampir lulus sekolah menengah atas, tetapi sampai sekarang ia kesulitan menentukan perasaannya kepada lelaki.

Semua kebaikan Kyuhyun yang selama ini ia terima dengan tangan terbuka—termasuk perasaan lelaki itu yang begitu tulus—membuatnya hampir tidak sanggup menarik kata-katanya tempo hari. Sungmin tidak tega untuk mengatakan kepada Kyuhyun bahwa ia sudah kembali menjadi kekasih Jongin, terlalu kejam menurutnya.

Dan pemikirannya yang seperti itu tak serta merta membuatnya mampu untuk menolak Jongin. Sungmin masih menaruh setitik harapan kepada pemuda itu, dan sepertinya Sungmin juga tak keberatan jika harus memberinya kesempatan ke dua.

Gila! Dasar Sungmin gila!

 

OoOoO

Kyuhyun baru sampai di apartemennya ketika jarum jam menunjuk angka 9 lebih beberapa menit, ia sengaja pulang lebih cepat karena untuk sekarang schedule-nya memang tidak begitu banyak. Semenjak Sungmin mengatakan bahwa mereka telah memulai suatu hubungan serius, maka Kyuhyun memutuskan untuk perlahan mundur dari dunia hiburan, lalu memfokuskan diri pada bisnis keluarganya.

Manajernya mulai mengurangi jam kerjanya di stasiun televisi, semua benar-benar berakhir tepat pukul 8 malam. Dan untuk weekend, jadwal Kyuhyun kosong sehingga ia bebas melakukan apa pun ketika hari itu datang. Ia mulai aktif mengikuti pertemuan penting yang diadakan perusahaan—dan tentu dipimpin oleh ayahnya sendiri.

Tidak ada yang bisa menolak keputusan Kyuhyun. Walau ia adalah seorang artis besar yang dilahirkan oleh agensi yang besar pula, tetapi ia juga mengambil andil penting dalam bisnis yang dijalankan perusahaan itu.

Kyuhyun merupakan salah satu pemegang saham terbesar di agensinya. Beberapa tahun lalu sebelum ia debut, ayahnya membeli beberapa saham di SMent. Kemudian tak berselang lama, ayahnya memutuskan untuk memberikan saham-saham itu kepada Kyuhyun.

Suatu kebetulan memang.

Oh, atau tidak bisa dianggap kebetulan?

Seulas senyuman miring kini terukir di kedua belah bibir tebal Kyuhyun ketika pandangan matanya jatuh pada sosok Sungmin yang sudah berbaring di ranjang. Padahal ini baru pukul 9 lebih, dan Sungmin sudah terlarut dalam buaian dewi tidur. Padahal sebenarnya Kyuhyun ingin mengajak gadisnya untuk mengobrol dan berbincang, namun sepertinya ia harus menunda rencananya itu.

Kyuhyun melesat pergi ke kamar mandi untuk sekedar membasuh muka lelahnya, setelah itu ia kembali ke ranjang dan langsung merebahkan diri di sana. Mandi adalah pilihan buruk, karena itu Kyuhyun memutuskan untuk membasuh wajah dan menggosok giginya.

Bunyi ranjang yang berderit ketika Kyuhyun merebahkan tubuhnya, mengusik ketenangan alam bawah sadar Sungmin. Gadis itu menggeliat pelan selama beberapa detik, setelah itu ia membuka kelopak matanya dan menatap wajah Kyuhyun lamat-lamat.

“Oh, aku ketiduran?” kata Sungmin sambil berusaha meraih ponselnya di ujung ranjang sebelah kanan.

“Sepertinya aku membangunkanmu,” Kyuhyun menarik selimut tebalnya dan balik menatap wajah Sungmin. “Tidurlah.”

Sungmin bergeming ketika mendengar perintah Kyuhyun, ia lebih memilih untuk mengutak-atik ponsel di tangannya—mengetik sesuatu kepada seseorang yang berada di luar sana.

“Kau pulang lebih cepat dari biasanya,” Sungmin berujar dengan nada pelan—walau pandangan matanya masih fokus ke arah layar ponselnya.

“Hm, kulakukan itu untukmu.”

Kepala Sungmin langsung menoleh ke arah Kyuhyun dengan gerakan cepat ketika gendang telinganya ditembus oleh pernyataan itu. Lagi-lagi ia mendapat tatapan penuh ketulusan, membuatnya semakin merasa bersalah. Sudut bibir Sungmin sedikit terangkat, ia tersenyum walau penuh paksaan. “Jinjjayo? Kau tidak perlu melakukan itu untukku.”

“Aku merindukanmu, kau tahu?” Kyuhyun merubah posisi tidurnya menjadi miring, menghadapkan dirinya pada Sungmin yang duduk tepat di samping tubuhnya. “Karena itu aku ingin cepat-cepat pulang.”

Sungmin terdiam sejenak setelah ia mendengar ucapan Kyuhyun—yang lagi-lagi terdengar begitu tulus dan hampir tanpa cacat. Walau ia sempat berhasil melupakan rasa bersalahnya, tetapi rasa itu kembali muncul dan mengusik jiwa Sungmin. Masih dengan tatapan kosong yang mengarah pada wajah Kyuhyun yang berseri-seri, Sungmin bertanya, “Kau mempercayaiku?”

TBC

81 thoughts on “My Secret Idol | KyuMin | Chap 11/? | Genderswitch | T+ | Romannce |

  1. Mmmmm aq k0mentat0r(?) pertamakah?,
    brart mslah utama’y ada di sungmin ya?udah lah ming,drpd bngung milih kyu at0 kai,mending ama aq ajja,#naikturuninalis gubrakkkk#ditendangkyukedormexo(?) ehhh

  2. Bener tuh ming nya labil banget, kasian kyu, jongin juga ngajak balikan lagi.
    Semoga ming milih kyu, kasian kalo sampe kyu sakit hati lagi.

    Lanjut ya author, semangat (҂’̀⌣’́)9

  3. Ya…sungmin gimana sih kok jd plin plan gitu. Kok balikan lg ya ama jongin. Gimana dgn kyu?apa hub jongin ama sungmin bakal ketahuan?

  4. ming oppa, kenapa nerima ajakan.na ?
    udah tau si itu gak percaya ama qmu oppa, masih aja mau nerima
    kyu oppa ada untuk.mu lho oppa, ntar jangan nyesel ya qalo kyu oppa tau semua.na
    lanjut lanjut

  5. Aaaaa!!!
    Demi seluruh penghuni dorm oppadeul , aku gregetan ama ming disini!!!
    Kenapa dia plin plan bner dehh -___-”
    Udah ampe chap 11 tp msih aj bimbangin Kyu ato Jongin
    Kan kasiaan dua duanya digantungin bgituu😦
    Chinguyaaaa , cepatlah membuat sungmin mantep sama pilihannya😥

  6. iirrhhgghtt
    gregetaaaaaannn !!!
    sungmin sepertinya harus tau gimana rasanya di acuhin biar dia tau gimana perasaan kyu ..
    gimana jdnya kl kyu tau min balikan lg ama mantannya -,-
    knp hidupmu plinplan bgt min😦
    aku malah pengen kyungso bilang ke kyu ttg hub min ama jongin.. bakal seru kayanya tuh ^^

  7. Hadehhhhhhhhhh T_T
    Rumit banget sih pikiran Ming disini. aku mencoba mengerti karena mungkin dia masih remaja labil dan Kyuhyun juga datang.na dengan cara seperti itu. dan tentunya Ming lebih kenal Jongin dulu dripada Kyu walau kenyataannya yg pertama dia kenal adalah Kyu saat masih kecil.
    Gak teba beneran sama Kyu, dia benar2 mencintai Ming dengan tulus bahkan cenderung “bahaya” dri kecil.. aku harap Ming gak plin plan kayak gini.
    Dan pleasee Kyungsoo harus melakukan segala cara biar Jongin pergi dari kehidupan Ming! #plakkkk #evilmodeon
    dia emang baik, tapi sama labilnya dengan Ming dengan dia memutuskan hubungan begitu saja tanpa penjelsan terlebih dahulu! huh -_-
    ayo rebut dia Kyungsoo!! :3

  8. aaaa jiyooo >< jiyoo itu author yang suka naruh tbc disaat seru2nya;; aaa
    kyuhyun baik, sungmin udah mulai naruh hati. udah keburu seneng, eh jongin dateng TT udahlah buruan kyungsoo ngadu ke kyuhyun, biar kyuhyun ngegertak ming ;; gatega kyuhyun di duain hwee TT mana jongin plin plan duh n_n
    jiyoo update berapa hari sekali? kalau bisa, dipercepat yaa. gasabaar.. dan ya, kira2 berapa chapter??

  9. jiaahhhh minnie gimana sich kok malah balikan sm jongin huweeeee … udah sama kyu oppa aj😛
    tp kyu msh punya rahasia ya yg disembunyiin dari minnie ya, kapan ya kyu ngomong sm minnie … ditunggu lanjutan next chap nya y chingu

  10. jiwa labil ming bikin saya gemes,,,padahal aku yakin sungmin itu sebnarnya sudah cinta sama kyuhyun tapi entahlah,,mungkin ego yang mendominasi pada jiwa sungmin chagi membuatnya merasa yakin kalau dia itu cinta sama jongin,,,,mungkin kyuhyun akan terluka lagi padahal dia sudah mulai melepas karirnya sebagai artis hanya demi sungmin chagi seorang ayolah ming kyu bener-bener cinta sama kamu kelinci gendutttt,,,aishhh lama-lama aku umpetin juga dress one piece pink and merah bermotif hello kitty dan doraemonmu itu #nahlohh apa hubungannya

  11. Oh ming mantap kan lah hatimu,,,
    Ptskn jogin kmbli k kyu
    jiyoo karyamu tmbh bgs ajj,,,
    aku sangat suka
    update kilat y.heee

  12. ige mwoya…greget sama sungmin jadinya
    bener2 deh sungmin remaja labil banget
    tapi ya remaja emang gitu
    apalagi kalo alasannya karena cinta
    tapi kayanya kyungsoo jadi ancaman buat sungmin hihihi
    belum pernah liat sungmin yg ketakutan sama orang gitu
    kyuhyun tulus banget sampe mau ninggalin dunia hiburan demi min
    itu malah buat min tambah galau dan merasa bersalah
    tapi kyuhyun juga sebenernya merasa bersalah sama min
    gimana mim udah tau masalah ortunya ya
    konfliknya makin rumit nih
    apdet kilat yaaaa
    semangat

  13. sungmin.a pabbo ya
    udah jlas” si jongin itu ninggalin dia tpi mlah mau di ajak blikan..
    udahlah ming ama kyu aja yg jls” udah cinta pada mu..
    tinggalin aja tu si jongin..

  14. Aaa~sungmin labil bget, kasian kyuhyun T.T yg kyuhyun lakukan itu cuma demi kmu ming tp knp mlah kmu blik sma kai ? O.o
    ngePHP.in kyuhyun ya, T.T
    kai ngapa ngajak ming blikan si, sna sma kyungsoo aja >.<
    next eon..

  15. oh sungmin…. knp kembali lagi sm jongin.. aish… harusnya lebih mantap milih kyuhyun..
    ntar lu sendiri yg kerepotan huhuhuhu

    ditunggu next nya miss…

  16. sungmin tega ngenduain kyuhyun ma jongin harusnya dia engga kaya gitu pilih lah salah satunya dan yang satu lagi kasih ke aku #plakditabokauthor
    annyeong maaf buat author baru komen sekarang setelah menjelajah dan hampir baca semuanya🙂

  17. Ah~~~ minnie jangan bermain api. Kl kyu tay gimana dong…. Apa kyu akan tetap mempercayai minnie… Padahal hubungan mrk uda cukup baik…

  18. iiiiih, salahkan kelabilan sungmin!!!!
    kyungsoo c imut yg menyeramkan.. g kebayang apa yg bkal d lakuin Kyungsoo bwt misahin sungmin ma jongin
    #walopun inginsungmin pisah ma jongin
    tp kalo misahin ny dg cara nyakitin sungmin kn kasian jg..
    thx for update

  19. arggggggg…. cho sungmin
    kenapa kau balik lagi dengan jongin
    kasihan kyuhyun

    lihatlah cinta tulus dari kyuhyun
    dan pilihlah kyuhyun

    coblos smirknya…

    ingat-ingat😉

  20. Sungmin kau harus cepat mengambil keputusan sebelum sebelumnya terlambat nantinya TT

    Lanjut, disini kenapa jadi kyuhyun yang tertindas ya???

    Rada kasian juga sih, tapi gak apa2 deh sekali2 gitu kyuhyun tertindas :p

    Makin seru aja, D.O disini imagenya jadi jahat kkkkkk~
    Pdhl kan dia innocent banget lmao

  21. kenapa jongin dateng lagi ?? bikin kyumin moment hilang dehhh..

    agak sebel sama sungmin dia plin plan bgt gk bisa nentuin pilihannya…..

    pokoknya next chap harus update cepet /plaakkk

  22. Ya Sungmin knapa kau kembali lagi sama Jongin sich -_-
    kasian tau Kyuppa kau bohongin terus | Aigoo muda”an aja Sungmin nentuin pilihannya | Chingu buat Sungmin menyesal ne atas apa yang telah sungmin perbuat sama Kyuppa? heheheh😀 | dan untuk sungmin jangan menyesal ne kalo Kyuppa tau kau berpacaran lgy sama Jongin ?

  23. Gregetan sama sikapnya ming,, ming PHP yak ckckckck,, trs juga ngapain abang kai balik,, Kasihan bangetttt sama kyunya, kyu udah bener – bener percaya sama ming 1000% ehh malah digituin /nyess banget -_-/ mudah – mudahan itu hubungan kai-ming cepet kebongkar! trs ming gak boleh nyesel yah kekeke abang kyu sama aku aje yah /ngarep -_-/

  24. ya allah demi apa!!!!
    ming kok labil banget siiihhh~
    kasian kyu laaahh klo gtu…
    jongin pula, knapa mesti dateng lagi??
    udah sama kyungsoo ajah..
    yya ampun, gak bisa ngebayangin kyu yg kecewa gara gara ming..
    ayolah berhappy happy ria saja itu kyumin… huwaaa~

  25. yah minie knp jd nerima jongin lg ksian kyunienya😥

    smangat bkin ffnya eonni

    aq harap sungmin jgan galau lg ksian kyunienya

  26. apakah ini karma untuk kyu? Krn telah membuat orang tua min pergi meninggalkan min, . . . Huft bagaimana yah perasaan min saat tahu perbuatan kyu terhadap keluarganya!?

  27. Ok aq mulai g suka dgn sikap labil ming yg spt ini, haruskah aq kesal sama author nya? Entalah aq ngerasa ff ini agak gmnaaa gtu, kurang dpet aja, agak kagok mengingat nama jongin,,, mau dbayangin gmna pun ttep aja jongin itu kai, anak ingusan #ditabokkai hahahha ok lah lanjuttt say

  28. Annyeong Jiyoo. Aku reader baru, pertama kenal ffmu dari ffn. Sekarang udah gk post disana lagi ya? Untung nemu di blog.. Salam kenal

  29. Oppa kyunnie sangaddd sangaaddd romantis.. minnie sangatt kejam yach di ffn ini.. jujur sedih bangeddd baca nya..

    Tp.. jujur penasaran ma kelanjutan nya #semoga chap selanjut nya.. minnie putus sama joongie

  30. ah Sungmin disini bener-bener labil, sama kaya anak SMA jaman skg haha aduh kesan remajanya ini dapeeet banget eonnie !! tapi ya rada sebel jga sih~ labilnya bikin aku -sebagai embaca- ikutan gusar, sejujurnya kalo di posisi Sungmin aku juga bakal bingung -_- tapi rasanya aku bakal pilih Kyuhyun,dia kan udah lama suka sama aku trus si Jongin juga baru kena gosip gitu udah di tinggalin pacarnya-____-

  31. Sungmin labil pake banget plis -_-
    Kasian kyu yaampuun;;
    Kai ngapain coba balik lagi? Kai sama kyungsoo ajaa yaampun..
    Lanjut baca chap selanjutnyaa

  32. eonnie jgn marah ya, menurut aku karakter mning disini menyebalkan >< kenapa? karena ming pakai acara labil banget sih -_- kasian dengan kyu😦

  33. aigoooooo ~
    sungminie sebenarnyq siapakh yg engkau pilih??? kyuhyun ato jongin,,
    lama kelamaan gemes deehh sama sikapnya sungmin,, -.-

  34. ming terasa bangett labilnya ..knpa harus balik ma jongin sih? kan kasian kyu..hmmhh -_- kyu yg tegar ne ?? -,- #Pukpuk

  35. bener banget.. sungmin gilaaaaaa.. udah bagus ada kyu yang selalu ada di sampingmu masih mikirin jongin.. n dengan segitu gampangnya nerima jongin balik…
    gimana kalo kyu ama gue aja ahahahaha *ditimpuk rame-rame ama sparkyu

  36. kenapa sungmin nerima cinta jongin lagi sihh ..
    padahal kyumin sidah ada perkembangan ..
    jangan sampai sungmin milih jongin ..
    ohhh noooo

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s