My Secret Idol | KyuMin | Chap 10/? | Genderswitch | T+ | Romannce |

My Secret Idol

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin , KaiSoo

 

Part : 10/?

 

Warning : GENDERSWITCH , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Tidak ada yang tahu di mana dan dengan siapa kita akan bertemu dengan ‘cinta’. Semua pasti terjadi di luar nalar seorang manusia, entah itu terjadi secara ‘biasa-biasa saja’, atau malah luar biasa. Setelah mengenal cinta, maka status tidak akan menjadi nomor satu. Karena untuk orang yang mencinta, perasaan kasih adalah segalanya.

Kyuhyun segera beranjak dari ranjang dan berjalan menghampiri manajernya yang berdiri dengan kedua tangan terlipat di dada. Ia tersenyum kikuk lalu berkata, “Kenapa datang secepat itu?”

 

Haejoon mengindahkan pertanyaan Kyuhyun demi menatap dan memperhatikan wajah Sungmin yang tak jauh darinya. Beberapa saat setelahnya, ia tersenyum jahil. “Halo, nona Sungmin! Ternyata kau lebih manis dari pada di foto.”

 

“Jangan merayunya, hyung!” Kyuhyun segera menyeret tubuh Haejoon dan memaksanya duduk di satu-satunya sofa yang ada di ruangan tersebut. “Apa yang ingin kau bicarakan?”

“Sebenarnya aku juga membutuhkan kekasihmu dalam perbincangan kita kali ini,” Haejoon melipat salah satu kaki jenjangnya dan ia mulai mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. “Aku butuh persetujuan darinya.”

 

“Persetujuan apa? Kita tidak perlu melibatkan Sungmin dalam hal ini,” Kyuhyun berucap dengan melempar tatapan mengintimidasi.

 

Haejoon berdecak, “Ada banyak sekali wartawan yang berdiri di depan apartemenmu. Mereka sedang menunggumu keluar demi mendapat secuil berita! Aku tidak yakin Sungmin akan berhasil keluar dari kawasan apartemenmu.”

 

“Lalu?”

 

“Perusahaan sudah angkat tangan dengan kasusmu kali ini. Jadi, aku memutuskan untuk membuat pengakuan saja,” Haejoon melempar berkas-berkas ke arah Kyuhyun. “Kita akan mengadakan konferensi pers, tentu saja Sungmin harus ikut.”

 

“Maksudmu, aku harus mengakui hubunganku dengan Sungmin di depan publik?”

 

Kepala Haeojoon mengangguk, menjawab rasa penasaran Kyuhyun dengan gestur tubuhnya. “Jika kita tetap diam dan mengindahkan skandal ini, aku mengkhawatirkan keselamatan Sungmin.”

 

Haejoon melanjutkan, “Pasti fansmu akan melakukan bully terhadap Sungmin. Dan tentunya, gadis-gadis di sekolahnya akan mengucilkan dia karena masalah ini.”

 

“Aku mengerti. Apa semua akan baik-baik saja setelah aku melakukan pengakuan itu?”

 

“Tentu saja. Kau bukan artis yang suka mencari sensasi, Kyu. Kau bisa dikenal banyak orang karena bakat dan kerja kerasmu. Jadi kau tidak perlu khawatir,” Haejoon segera menutup tasnya lalu ia kembali menatap wajah Kyuhyun. “Kau harus memberi pengertian kepada Sungmin. Kulihat dia tertekan saat kau memeluknya,” Haejoon bangkit kemudian berlalu—keluar dari apartemen Kyuhyun dan meninggalkan artis kebanggaannya di sana.

 

Sungmin memang tertekan, Kyuhyun tahu benar akan hal itu. Dan satu-satunya orang yang bertanggung jawab atas hal itu adalah dirinya, Kyuhyun. Kyuhyun tidak pernah berniat membuat Sungmin merasa seperti itu, ia hanya ingin menjaganya dalam lingkup yang menurutnya aman—yaitu berada dalam pengawasannya.

 

Sebelum Kyuhyun berbalik, ia sempat dikejutkan dengan sosok Sungmin yang sedang menyembunyikan diri di balik tirai yang memisahkan ruang tamu dan ranjang. Wanita dengan mata bengkak itu menatap dirinya dengan tatapan was-was—penuh rasa menindas yang mengintimidasi. Kyuhyun menebak bahwa gadis itu telah mencuri dengar pembicaraannya dengan Haejoon.

 

Well, kau dengar sendiri apa kata manajerku,” Kyuhyun memutuskan untuk berjalan menghampiri Sungmin lalu mencengkeram pundak gadisnya dengan gerakan lembut. “Aku harap kau bisa setuju.”

 

Bola mata Sungmin yang berwarna hitam pekat mencoba menghindari manik mata Kyuhyun, “Mengadakan konferensi pers?”

 

Kyuhyun mengangguk.

 

“Tidak. Aku tidak bisa melakukan itu,” Sungmin mundur selangkah. “Orang-orang disekolah akan semakin mengucilkanku.”

 

“Aku tidak akan membiarkan itu terjadi,” lelaki itu kembali mendekati tubuh Sungmin. “Jika aku tidak melakukan konferensi pers, keadaan akan semakin buruk. Semua fansku akan mengamuk dan berusaha membunuhmu. Aku tidak bisa membiarkanmu berada di luar seorang diri.”

 

Pandangan lelaki berumur dua puluh satu tahun itu semakin meredup, berusaha memohon dengan sinar matanya yang kian menggelap. “Aku mohon, Sungmin.”

 

OoOoO

 

Sungmin hanya diam dan kembali mengacuhkan Kyuhyun ketika lelaki itu memohon dengan segenap hatinya. Dan karena terlalu lelah, tanpa mencoba menjawab permohonan Kyuhyun akhirnya Sungmin jatuh terlelap di lembaran sprei ranjang ‘mereka’.

 

Pikiran Sungmin yang benar-benar jenuh akhirnya berhasil membelai dan membuai segenap tubuh rapuhnya, membuatnya tertidur pulas tanpa mengenal waktu. Dan lengan kekar yang semenjak kemarin telah berlabuh di pinggul Sungmin senantiasa bergerak protektif, memeluk dan membawa tubuh gadis itu semakin dekat kearahnya.

 

Mereka tidur dengan posisi berpelukan sepanjang malam, saling berbagi kehangatan tubuh masing-masing. Walau keduanya melakukan hal itu secara tidak sadar, tetap saja posisi intim itu membuat mereka merasa nyaman.

 

Sangat-sangat nyaman, hingga mampu menulikan telinga mereka dari dering jam beker yang berkoar.

 

Beker berbentuk persegi panjang itu sudah tidak mengeluarkan suara semenjak sejam yang lalu, dan dua orang yang saling mengaitkan lengan itu masin tertidur lelap. Sinar matahari yang datang menerobos celah cendela benar-benar terasa diacuhkan, mereka berdua masih lebih memilih tertidur lelap daripada menyambut pagi.

 

Detik jarum jam masih terus berjalan, melewati batas waktu pagi dan akhirnya sampai pada angka 10 lebih beberapa menit. Kelopak mata seorang gadis yang berbaring di atas ranjang bergerak, beberapa detik setelahnya matanya terbuka sedikit demi sedikit.

 

Sungmin terbangun, dengan tubuh seorang lelaki yang mendekat erat tubuh mungilnya. Kelopak matanya mengerjap, tidak mengerti dengan keadaan yang menyambutnya detik ini. Sesuatu yang sedari tadi menjadi sandaran yang nyaman baginya merupakan dada bidang milik Kyuhyun. Dan lengan hangat yang melingkar di pinggulnya pun milik Kyuhyun.

 

Sedikit-banyak, Sungmin merasakan suatu rasa bersalah ketika menatap wajah damai Kyuhyun sekarang ini. Pria itu memancarkan aura kudus ketika ia sedang terlelap, menenangkan batin Sungmin yang mati-matian memaki dirinya sendiri.

 

Huh, biasanya Sungmin paling hebat dalam hal membuat Kyuhyun marah. Ia paling bisa membuat kerut-kerut halus muncul di dahi Kyuhyun, lalu memaksa Kyuhyun memasang wajah menakutkan yang penuh dengan amarah berkobar.

 

Selama ini, Sungmin selalu bersikap seenaknya kepada pemuda ini—seseorang yang menculiknya dari kehidupan normalnya sebagai gadis remaja. Memang Kyuhyun tidak pernah melakukan sesuatu di luar batas selama Sungmin tinggal di apartemen ini, bahkan Kyuhyun memberinya kartu kredit dan memenuhi segala kebutuhannya.

 

Bukankah Kyuhyun itu baik?

 

Benarkah?

 

Lalu, bagaimana dengan perasaannya kepadas Jongin?

 

Salah satu lengan Sungmin bergerak, telapak tangannya meraba dada bidang Kyuhyun. “Kenapa harus putus dengan Jongin?” Sungmin bergumam dengan suara lirih—menulis kalimat itu di atas permukaan dada bidang Kyuhyun dengan ujung jemari tangannya.

 

“Huh?” suara bass Kyuhyun tiba-tiba terdengar sebagai sahutan dari pertanyaan Sungmin.

 

Sontak saja Gadis itu menarik tangannya yang semula berada di dada bidang Kyuhyun, kemudian kepalanya mendongak dan melempar tatapan sanksi.

 

“Jongin lagi, ya?” perlahan Kyuhyun menarik lengannya dan segera bangkit. Lelaki itu merenggangkan ototnya selama beberapa detik, lalu kembali menatap wajah pias Sungmin. “Apa yang ingin kau lakukan hari ini?”

 

Sungmin semakin tidak mengerti dengan tingkah Kyuhyun, ia menyebut nama Jongin, tetapi tidak menanyakan suatu hal yang berkaitan dengan Jongin. Apa lelaki itu sedang mencoba mengalihkan alur pembicaraan mereka?

 

“Hari ini aku libur.”

 

Pernyataan Kyuhyun benar-benar tidak berguna. Jika memang ia libur, lalu kenapa ia harus melempar pertanyaan seperti itu kepada Sungmin?

 

“Aku harus pergi ke seko .., lah.”

 

Kalimat Sungmin merendah di akhir kalimat ketika pandangan matanya menangkap jarum jam dinding yang ada di sudut ruangan. Matanya menyipit ketika ia berusaha memperjelas pandangan matanya, sedetik setelahnya ia memandang wajah Kyuhyun.

 

Kyuhyun mengendikkan bahu, “Aku juga tidak mendengar alarm berbunyi.”

 

Tatapan Sungmin semakin merendah, tampak kosong dan terisi oleh emosi yang lemah. Sungmin memilih diam dan memutuskan memilih suatu pilihan di pikirannya, yaitu mengambil jalan untuk bolos sekolah. Sebenarnya Sungmin ingin melakukan ini, berada seharian di apartemen dan tidak bertemu Jongin. Ia terlalu malu untuk menampakkan diri di sekolah, dan menurutnya berada di sekolah adalah hal yang buruk.

 

Sungmin mulai membenci suasana sekolah ketika semua orang memutuskan untuk mengatainya sebagai wanita penggoda bermuka tebal. Padahal sebenarnya ia tidak seperti itu, pada kenyataannya ia hanyalah seorang gadis remaja yang tiba-tiba diseret oleh seseorang memasuki kehidupan yang seperti ini.

 

“Bagaimana dengan liburan kilat?”

 

Suara Kyuhyun yang tiba-tiba terdengar itu memecah suasana hening di kamar ini. Sungmin mendongakkan kepala, manik matanya yang hitam pekat itu menatap lurus ke wajah Kyuhyun—secara tak langsung menciptakan sengatan halus di dada.

 

“Liburan kilat?” bibir Sungmin yang semula mengatup, bergerak mengikuti perintah dari otaknya.

 

“Liburan kita, seharian ini kita pergi liburan. Besok aku harus kembali bekerja, dan kau juga harus pergi ke sekolah,” Kyuhyun bangkit dari ranjang kemudian berjalan menuju pintu kamar mandi. “Pikirkan saja tentang semua tempat yang ingin kau kunjungi. Aku bisa mengantarmu kemana saja.”

 

Setelah mengatakan kalimat itu, tubuh Kyuhyun menghilang di balik pintu kamar mandi yang tertutup. Sungmin yang ditinggalkan seorang diri di atas ranjang hanya menatap pintu putih itu dengan pandangan penuh tanya.

 

Apa kali ini ia harus menerima penawaran Kyuhyun?

 

Sungmin terlalu asyik melamun hingga ia benar-benar lupa waktu, mengabaikan detik berjalan dan keadaan sekitar. Ia sudah tenggelam dalam pikirannya yang sedang bimbang karena sesuatu, hingga tidak mengetahui sosok Kyuhyun telah keluar dari kamar mandi.

 

“Kau sudah memutuskannya?”

 

“Huh?”

 

“Sungmin, kita benar-benar dikejar waktu. Jika kau masih melamun untuk satu jam ke depan, maka rencana liburan kilat kita akan batal total,” Kyuhyun menggosok rambutnya yang basah dengan selembar handuk putih yang dikalungkan di lehernya. Ia membuka almari pakaiannya yang super besar dan mengambil sebuah kaus santai berwarna biru laut dan celana jeans selutut.

 

“Aku tidak tahu. Sudah lama sekali aku tidak pergi untuk liburan,” Sungmin menjawab dengan suara lirih yang hampir menyamai sebuah bisikan. Sungmin memang tidak berbohong, ia sudah jarang melakukan kunjungan keluar kota Seoul untuk liburan. Semenjak usaha keluarganya gagal, kedua orang tuanya pergi meninggalkan dirinya keluar negeri untuk kabur, Sungmin tidak pernah berpikir untuk menghabiskan segenap waktu berharganya untuk pergi berlibur.

 

“Biar aku yang tentukan,” Kyuhyun memutuskan untuk memberikan ide yang tiba-tiba terlintas di pikirannya. “Bagaimana jika ke Gangnam untuk berbelanja, makan siang dengan daging sapi kualitas nomor satu, lalu kita terbang ke Jeju-do, dan mengakhiri semuanya dengan makan malam romantis.”

 

“Kau seorang selebritis, semua orang akan mengenalimu di tempat seperti itu,” Sungmin berucap kata untuk menyangkal ide gila Kyuhyun. “Lagipula hanya sehari.”

 

Kyuhyun berdecak lalu melepas tali bathrobe-nya, ia menjatuhkan kain handuk itu ke lantai dan segera memakai celana jeans-nya. “Kau benar. Mereka akan mengenali kita,” Kyuhyun berucap ditengah kegiatannya memasang kaus biru pada tubuhnya. “Kita bisa pergi ke desa kelahiran buyutku jika kau mau. Di sana ayahku memiliki villa yang cukup menarik, dan semua orang desa di sana tidak akan mampu mengenali seorang selebritis.”

 

“Benarkah?” Sungmin mulai tertarik.

 

“Aku bisa menjamin hal itu,” Kyuhyun mengangguk mantap dan memutar tubuhnya menghadap ranjang. “Bagaimana? Kau mau pergi denganku?”

 

OoOoO

 

Akhirnya mereka benar-benar pergi untuk melakukan liburan kilat untuk satu hari ini, mengunjungi villa Kyuhyun yang katanya berada di suatu desa terpencil. Sungmin tidak tahu pasti di mana lokasinya, Kyuhyun bilang tempatnya ada di daerah selatan dan berada di puncak gunung. Kyuhyun juga mengatakan bahwa suasana di sana akan sangat berbeda dengan Seoul, lebih menenangkan dan menyenangkan.

 

“Keluargaku sering mengunjungi villa itu dan tinggal di sana selama beberapa minggu ketika liburan musim panas datang. Ketika aku masih kecil, kami sering pergi ke danau yang berada satu wilayah di sana, kemudian memancing dan mengadakan pesta barbekyu,” Kyuhyun masih terus mengoceh walau pandangannya terlihat sangat fokus pada jalanan berkelok di depan. Sepertinya ia senang sekali menceritakan kisah masa kecilnya yang sangat membahagiakan, tentu saja itu membuat Sungmin iri setengah mati.

 

“Tetapi, setelah aku debut dan orang tuaku mulai sibuk bekerja, kami tidak pernah melakukan liburan bersama,” Kyuhyun menginjak rem ketika lampu merah di perempatan depan menunjukkan warna merah. “Kau orang pertama yang pernah kubawa ke tempat spesial kami.”

 

Sungmin menoleh dan memandang wajah Kyuhyun dari samping, memperhatikan seulas senyuman yang mengembang di atas permukaan bibir tebal Kyuhyun. Walau Sungmin selalu mengagumi ketulusan lekuk bibir Kyuhyun yang maskulin, ia masih menahan diri untuk tidak terjerembab ke dalam kubangan kisah cinta Kyuhyun.

 

Senyuman yang menarik, tatapan yang hangat, kata-kata yang lembut, dan tindakan penuh perasaan—semua telah Kyuhyun berikan secara cuma-cuma, tanpa batasan dan terus terulang berulang kali. Mungkin lelaki yang kerap muncul di TV itu sedang dimabuk cinta, entah cinta yang seperti apa—Sungmin tidak pernah tahu.

 

“Kenapa .., kau baik sekali kepadaku?”

 

“Karena aku mencintaimu.”

 

Kyuhyun kembali mengucapkan kata-kata sakral itu, namun anehnya Sungmin tidak marah ketika gendang telinganya ditembus oleh pernyataan itu. Gadis itu diam dan memikirkan segalanya, dan sepertinya ketulusan Kyuhyun berhasil menggelitik pertahannya sebagai seorang remaja.

 

“Apakah benar-benar mencintaiku?”

 

“Yeah,” Kyuhyun mengangguk dan menjawab tanpa menyelipkan nada keraguan. “Mungkin tiga tahun lagi aku akan melamarmu, kemudian tiga tahun kemudian kita menikah.”

 

Mwoya?” Sungmin menahan senyuman yang akan meluncur dari sudut bibirnya yang kaku. “Kau tidak boleh melamar seorang wanita seenak jidatmu.”

 

“Kau benar,” Kyuhyun berdesis dan pura-pura merasa bingung. “Lantas, aku harus bagaimana? Oh, kurasa ayah dan ibuku akan senang sekali jika kita bisa makan malam di pertemuan keluarga yang sederhana.”

 

“Aku tidak punya ayah dan ibu,” Sungmin berucap dengan nada datar, penuh sayatan luka mendalam dari masa lalu yang kelam.

 

“Huh?”

 

“Apa ayah dan ibumu akan tetap setuju jika anak kesayangannya menikahi seorang gadis yang tidak jelas asal-usulnya?”

 

Sebenarnya Kyuhyun cukup merasa bersalah karena telah mengangkat tema pembicaraan yang seperti ini. Dan yang lebih membuatnya merasa tidak enak adalah rasa bersalah yang bercokol di dada. Kyuhyun yang menyuruh kedua orang tua Sungmin pindah keluar negeri ketika usaha mereka hancur, dan dengan percaya diri mengatakan bahwa ia akan menjaga Sungmin untuk mereka.

 

Kyuhyun bersumpah untuk hal itu, dan sekarang ia akan menepati semuanya.

 

“Ayah dan ibuku pasti menghargai semua keputusanku,” Kyuhyun menjawab dengan jawaban yang sekiranya pas dan mengena.

 

“Ketika bisnis ayahku gagal, ayah dan ibuku memutuskan untuk meninggalkan Korea secepat yang mereka bisa. Mereka meninggalkanku dengan suatu alasan sinting yang tidak aku mengerti. Dan selama lima tahun belakangan ini, mereka benar-benar menghilang dari kehidupanku,” Sungmin menceritakan sekelumit kisah menyedihkan yang selama ini selalu membebani pundak sempitnya. “Bodohnya lagi, aku membiarkan mereka pergi tanpa membawaku ikut serta. Dan akhirnya, aku berjuang hidup sendiri di Korea.”

 

“Kalau begitu, kau hebat sekali.”

 

“Kukira juga begitu,” Sungmin berusaha membuang rasa sesak di dada dengan menangkap candaan Kyuhyun. “Aku akan tetap hidup walau mereka meninggalkanku. Dan ketika aku sudah memiliki banyak uang, aku akan mencari mereka.”

 

“Aku bisa membantu jika kau mau,” Kyuhyun melirik wajah Sungmin dari sudut matanya.

 

“Menemukan orang tuaku?”

 

Kepala Kyuhyun mengangguk, “Aku bisa melakukan apa pun untuk tuan putriku.”

 

Sungmin tidak tahu harus menjawab ya atau tidak, ia bimbang dengan segala keputusan yang akan terucap dari mulutnya. Kini ia benar-benar menyadari jika Kyuhyun adalah sosok yang baik hati, dan tidak seharusnya ia bersikap buruk kepada pemuda itu.

 

“Kupikir, aku sangat beruntung karena telah mengenalmu,” Sungmin meremas jemarinya yang bergerak gelisah.

 

“Huh?” Kyuhyun terkejut setengah mati ketika kalimat itu terlontar dari Sungmin.

 

“Selain Jongin .., oh, aku tidak boleh membandingkanmu dengan Jongin,” Sungmin menggantung ucapannya sambil menggeleng-gelengkan kepala. “Dia mungkin akan berpacaran dengan mantan kekasihnya,” Sungmin meniup helai poninya.

 

“Kau cemburu?”

 

“Tidak,” Sungmin membuang pandangannya ke luar cendela dan memperhatikan jalanan pedesaan yang sempit dan sepi. “Kita sudah putus. Dan buruknya, aku yang dicampakkan.”

 

“Dia yang kau campakkan,” Kyuhyun mengoreksi kalimat Sungmin.

 

Sebelum Sungmin sempat melontarkan balasan dari pernyataan Kyuhyun, mobil yang mereka tumpangi berhenti di sebuah pelataran rumah khas pedesaan dengan dinding kayu. Tidak ada sekat pagar yang memisahkan rumah manis itu dengan rumah lainnya, begitu mengagumkan dengan aksen pedesaan yang masih kental. Tumbuhan hijau dengan bunga warna-warni memenuhi pelataran rumah-rumah itu. Dan yang membuat Sungmin begitu takjub adalah orang-orang yang berada di sekitar villa Kyuhyun.

 

“Kau suka?” Kyuhyun berjalan menghampiri Sungmin setelah membanting pintu mobil.

 

“Tuan Muda Cho! Kenapa tidak menelpon jika mau datang kemari?” seseorang dengan mata sipit berlari dengan tergopoh-gopoh menghampiri Kyuhyun dan segera membungukan badan. Lelaki pendek itu memberi hormat, lalu setelahnya ia memasang wajah heran. “Siapa wanita ini, Tuan Muda?”

 

“Oh, aku harus memperkenalkan kalian secara resmi,” Kyuhyun segera mendekap bahu Sungmin dan mengikis jarak yang memisahkan tubuh mereka. “Dia Lee Sungmin, kekasihku.”

 

“Kk—kekasih Tuan Muda? Oo—oh, selamat datang. Saya Kim Jong Woon, pengurus villa pribadi keluarga Cho,” lelaki itu merunduk dengan gerakan sangat sopan. Ia tersenyum dengan bibir tipisnya. “Senang sekali bisa mengenal calon menantu keluarga Cho.”

 

Sungmin hanya bisa tersipu malu ketika sambutan yang berlebihan itu ia dapatkan dari Yesung. Ia tidak bisa protes ketika Kyuhyun menyebutnya sebagai kekasih di hadapan orang ini, toh ia tidak keberatan. “Annyeong haseyo.”

 

“Silahkan masuk, tuan dan nyonya muda,” Yesung segera mempersilahkan dua tamu besarnya untuk masuk.

 

“Oh, Yesung-ah. Tidak perlu menyiapkan dua kamar. Aku dan Sungmin akan menempati kamarku,” Sungmin menarik tangan Sungmin meninggalkan Yesung di pekarangan rumah—meninggalkan pelayan pribadinya yang memasang wajah cengo.

 

OoOoO

 

 

Mereka sampai di villa Kyuhyun ketika hari sudah cukup sore, sekitar pukul 3 dan itu tentu sangat melelahkan. Bahkan mereka hanya menghabiskan waktu sore untuk mandi berendam air hangat dan sejenak mengisi perut dengan masakan istri Yesung. Setelah itu, mereka hanya duduk di balkon yang berada di lantai dua dengan menyesap teh hangat dengan aroma limun.

 

“Aku tidak pernah tahu jika kau memiliki tempat semenakjubkan ini,” Sungmin menggigit cookies cokelat yang ditaburi butiran chochochip—kue buatan Ryeowook yang baru matang dari oven.

 

“Setelah makan malam, aku akan mengajakmu berkeliling. Jika saja kita bisa berada di sini lebih lama, mungkin aku akan mengajakmu memancing di danau,” Kyuhyun menimpali sambil menyesap tehnya.

 

“Pasti menyenangkan sekali,” Sungmin merengut.

 

“Kau bisa tinggal lebih lama di sini jika kau mau.”

 

“Tanpamu? Tidak, terima kasih.”

 

Kyuhyun terkekeh dengan suara bassnya yang menantang, “Jadi, sekarang kau takut kehilanganku?”

 

“Percaya diri sekali!” Sungmin membentak dan memasang wajah sebal—padahal kentara sekali jika ia sedang pura-pura kesal. “Ah, sudahlah!”

 

“Oke, oke. Maafkan aku. Jadi, kau serius ingin tinggal lebih lama di sini?”

 

Kepala Sungmin menoleh ke kiri dan ia memicingkan mata, “Huh?”

 

“Aku bisa mempertimbangkannya, setidaknya untuk dua atau tiga hari ke depan itu tidak akan menjadi masalah. Setelah kita pulang dari sini, kau harus mau melakukan konferensi pers denganku.”

 

Sungmin mengerucutkan bibir lalu kembali memandang pemandangan indah di hadapan matanya, “Aku tidak mau menjadi buah bibir di sekolah.”

 

“Lalu, kau ingin menyembunyikan semuanya?”

 

“Setidaknya aku tidak mau mengakuinya sekarang. Kupikir kita baru saja memulai, jadi pengakuan di depan kamera adalah sesuatu yang terlalu terburu-buru.”

 

Kyuhyun terkesiap dengan ucapan Sungmin, dan lelaki itu hanya bisa memandang wajah kekasihnya dengan pandangan penuh tuntutan. Apa yang baru didengarnya benar-benar mampu menggetarkan segenap perasaannya, mungkin sebentar lagi ia akan berteriak senang.

 

“Kita baru memulainya? Jadi, kau mulai berpikir untuk mau menerimaku?” Kyuhyun bertanya dengan nada sehati-hati mungkin.

 

Sungmin berdehem guna mengusir rasa gugup yang melanda dirinya, ia pun mengangguk dengan gerakan pelan. “Ada baiknya memanfaatkan orang baik sepertimu,” Sungmin memberikan jawaban dengan nada ketus yang dibuat-buat.

 

Sebenarnya Kyuhyun ingin berteriak, tetapi ia lebih memilih untuk bangkit dari duduknya lalu meraih tubuh mungil Sungmin—memaksa gadis itu untuk ikut berdiri dan memeluknya erat-erat. “Gomawo. Jinjja gomawo!”

 

Sungmin tidak pernah tahu perasaan apa yang melanda jantung dan hatinya ketika ia mendapat pelukan Kyuhyun yang seperti ini. Mungkin ia ingin menolak, tetapi sebagian dari dirinya menginginkan sesuatu yang lebih dari sebuah pelukan hangat ini.

 

Sesuatu yang tidak bisa diberikan Jongin, hantaran listrik berpuluh-puluh volt yang menghantarkan arus menenangkan ke syaraf Sungmin.

 

Bagaimana bisa Sungmin berpikiran seperti itu? Konyol sekali.

 

OoOoO

 

Setelah Sungmin dan Kyuhyun sepakat untuk memulai hubungan mereka, malam harinya Kyuhyun mengadakan pesta barbekyu di halaman belakang dengan Yesung dan Ryeowook. Mereka berempat bersenang-senang, bercanda dan melupakan segenap penat yang terjadi di Seoul.

 

Kyuhyun juga memutuskan untuk membicarakan skandalnya dengan manajernya, ia berniat untuk membatalkan usul konferensi pers itu. Kyuhyun bilang, ia akan menyimpan semuanya sendiri dan akan memberikan penjelasan sebenar-benarnya kepada media tanpa menyeret nama Sungmin.

 

Sungmin merasa lebih baik ketika Kyuhyun mengambil jalan keluar yang menurutnya sangat pas dan bijak. Dengan begitu, ia bisa menjalani hidupnya dengan lebih ringan dan tentu tanpa tekanan dari fans-fans Kyuhyun.

 

Ketika mereka selesai mengadakan pesta, Kyuhyun dan Sungmin melanjutkan perbincangan mereka di kamar. Lalu pergi tidur ketika jam telah menunjukkan pukul 11 malam. Kyuhyun setuju untuk tinggal di villa ini untuk tiga hari ke depan, dan ia tidak keberatan jika harus membatalkan segenap schedule-nya.

 

Untuk tuan putri, katanya seperti itu.

 

Sungmin terbangun dari tidur lelapnya karena dering telponnya yang berkoar di awal pagi. Dengan mata setengah terbuka, Sungmin menjulurkan lengannya dan meraih ponsel itu dan langsung memencet tombol hijau.

 

Yeoboseyo?”

 

“Sungmiin!”

 

Suara melengking terdengar dari seberang, membuat Sungmin kaget setengah mati dan langsung menjauhkan earpiece dari telinganya.

 

“Kemana saja kau?! Kemarin kau menghilang dan kau tahu apa yang terjadi di sekolah? Kacau sekali!!” Hyukjae berkata dengan nada heboh dan sedikit berlebihan. “Apa hari ini kau juga absen? Oh, Lee Sungmin! Semua menanti penjelasanmu!”

 

Kyuhyun sedikit terganggu dengan suara serak Sungmin yang mendayu. Tanpa mencoba membuka kelopak mata, lelaki itu bertanya, “Siapa, sayang?”

 

“Sungmin? Siapa itu?”

 

TBC

 

Author’s note : nothing *sigh* *lambai-lambai* authornya mau uts hehehe

88 thoughts on “My Secret Idol | KyuMin | Chap 10/? | Genderswitch | T+ | Romannce |

  1. Sungmin mulai membuka hatinya utk kyu ya. Apa sungmin bakal kasih tahu hyukjae ya?
    selamat menempuh uts. Good luck with your exam. Always wait for the next chap.

  2. Oh ji yoo knp tbc.
    ap Kl ming tau org Tuanya pergi krn kyu,ming akan terima???
    Full kyumin
    Likelikelike
    ji yoo semgt buat Trz brkrya
    hbd buat ji yoo wish u all the best

  3. kyaaa…. Ming udah bisa nrima Kyu.,, so sweettt dahhh…

    Ntar konflik masalah ortu Ming ppa jangan berat” ya chingu… Kasian Kyu.,, dari awal udah menderita.,, kaga tega q.,, -_-

    Lanjut ne.,, fighthing

  4. Haaaa… dr semua chap, paling suka chap iniiii… akhirnya ming mau nerima kyu.. tp msh takut jg klo misal ming tau alasan ortunya pergi ke luar negri… suka kyumin mmt nyaaa… sikap kyu yaelah mania bgtttt…. iri😦 sukses uts nya jiyooo, faighting ^^/

  5. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ~ langsung loncat ke chap 10 gpp ya min >.< !!! ayooo lanjut udah mulai seruu nniiihh❤ cciiat cciiat kuyun hepi tuh udah nganu /? amasungmin xDDDD❤ min hwaiting buat chap 11 nyaa❤ awawa :3 gak sabar nunggu next chaapp❤

  6. akhirnyaaaaa
    min mau buka hatinya utk kyu juga
    aduuuh yg rela ngebatalin jadwalnya demi tuan putriny…so sweet ♡♡♡
    kenapa tbc dtg di saat aku lg bedebar?? #plakk
    bikin liburan super manis yaaa
    adduuh kangen kyumin ^^

  7. Hah? S onyet hyuk nlpn, pasti kepo deh,,,, lagian si ming mau mau aja tdur berdua sama si cho kumpul kebo itu nma nya wkwkwkw hrsnya aq tuh dsitu sbgai org ke 3 *setan donk, #aniyeoo aq anak nya, *lantur..
    Ok back to ff, bner” full kyumin moment wlwpn tanpa adegan sweet trmsuk kiss yah, haha tp ff ini aq msh blm ngerti, konflik sbnrnya apa? Haha lucu kan yah, salahkan saja otak bego saya, wkwkwk

  8. aku suka sama part ini
    full kyumin moment
    sweet sweet romantis gimanaaaaa gitu
    apalagi sungmin yg sudah menerima kyuhyun
    walau mungkin dy masih malu buat ngakuin perasaannya
    seneng banget bacanya
    tapi agak2 khawatir kalo sungmin akhirnya tau tentang kyuhyun dan ortunya
    tapi aku percaya author engga akan bikin kyumin menderita lama2 hehehe
    BTW hyukie nelpon karena kacau kenapa ya
    waduh kedengeran suara kyuhyun lagi
    makin seru nih
    engga sabar nunggu chap selanjutnya
    mudah2n apdet kilat
    semangat

  9. Bolehkah saya teriak. Aaaaaarrrrggggghhhhh~~~
    Ini chap yg saya tunggu2 dari dulu, oh my~ cepat2 lah kalian meresmikan hubungan kalian.
    Tpi adegan terakhir saya suka banget.
    Misalkan ya klo itu saya, Kyu bilang ‘Siapa, sayang?’ saya pasti jawab ‘Tidak apa-apa sayang, tidurlah lagi’ #doubleplakk #ngukukk

  10. Yeeeey,sungmin sama kyu jadian,ahaha seneng thor,tapi tetep aja minkyu moment nya dikit T_T
    Tapi gapapa ahaha seneng deh/?
    Doh mentang” udah jadian si kyu nyante manggil sungmin dengan sebutan sayang
    Bagus”
    Semangat uts nya thor,semoga lancar dan bagus hasil nya,trus biar cepat” update/? *jaat*
    Fighting deh

  11. Hahaha…
    Akhirnya ming mau jg mmbuka hati utk Kyu. Liburan walo cuma 1 hari sama Kyu, omo… Kyu mmanfaatkan waktunya dgn baik.

    akhir partnya sengaja bgt Kyu ><
    Hahaha… Hyukjae sampe kaget gitu loh dengar suara laki malam" sama temen polosnya.
    Okay… Lanjut!!!

  12. akhirnya Ming kau bisa melepaskan egomu dan menerima Kyuhyun T_T aku bahgia sekali😀
    dan untuk Jiyoo sukses UTS.na ne. hehe
    dan semoga setelah UTS bisa cepet lanjut ini. hahahaha
    fighting!^^

  13. Kyu romantis bgt liburan brng lg oh senangnya….. 🙂
    mudah2an hubungan kyumin tmbh membaik ya (amin)
    chingu lanjut ya…….. 🙂

  14. kyaaaaaaaaa….
    ming ming ming udh mulai nrima kyu eoh? ahhh hyukkie telinga mu tidak bisa di curi eoh? tajem banget hahaha ming kau ketauan ama hyukkie ming?

  15. Kkkkyyaaaa!!!!

    Makin seru aja ffnya!!!!

    Lanjut, kyuhyun sama sungmin makin romantis aja😀

    Kira2 apa ya yg terjadi disekolah saat sungmin tidak masuk dan untuk 3 hari ke depan???

  16. Siapa sayang ?
    Kedengarannya gimana gitu
    Suka suka suka bgt
    Kalau kyu panggil min sayang
    greget… Greget… Greget…

    Nikmati liburan kalian yg menyenangkan
    Demi tuan putri

    Baru nanti dipusingkan dengan kehebohan

    Next eon

  17. itu jadi sungmin mau pacran sama kyunie wah asik asik
    wkwkwkwkwkwkwkwk
    tambahin donghae dong eon biar si hyukie ada pasanganya,,,

  18. Wahahahah ini kyu bilang siapa sayang dan hyukjae denger… Jangan bilang ternyata hyukjae ngeloudspeaker handphonenya? Aigooo~
    Ming emang dasarnya uda suka sama kyu-___- pake sok-sok-an~ haha

  19. Akhrnya ming mulai sedikit nerima kyuhyun🙂
    ini yg ditunggu2, pasti kyumin moment smakin byak😀
    haduh~kyumin sudah seperti suami istri saja xD langsung nikah aja cho😀
    haha hyuk pasti hebring bget tuh dger ada yg blang ‘siapa sayang’😀

  20. Semoga keputusan kyu yg terbaik. dan minnie ga dikucilkan atau ga terjadi yg membahayakan sama minnie….
    kyu harus melindungi minnie.. jangan sampe kejadian2 sebelumnya terulang… trus pelan2 kondisi ortunya harus diceritain dong…
    trus penasaran sm yg terjadi di skul selama minnie bolos… apa semakin runyam aja? tuh lagi suara kyu biki hyukkie jd tambah curiga ~.~

  21. wow wow, part ini udah mulai ngena nih, haha
    sebener’a aku gak masalah sama pair lain, tapi part yg kmren2 gak tau kenapa gak ngerasa feel’a, pas kyu/min sedih seneng…
    tp pas ini aku bahagia rasanya
    jiwa joyer kali ya
    hehehe
    makasih udah update..

  22. Hahaha! Eunhyuk hebring bner
    Apanya tuh yg heboh diskolah ?
    Aduh si kyu babo dehh >< jdi makin runyam kan grgr dia ngmg pas hyuk telpon
    Kajja dilanjut chingu^^
    Ditunggu next chapnya😀

  23. assiiikkkkkk…. yg baru jadiann.. hehehe… *senyum-senyum sendiri di kantor..

    hyukie mau tau bgt apa mau tau ajah?? hehehhe

    lanjut ya jiyoo-ah..

    ditunggu n sukses UTSnya.. ^^

  24. Masih kepikiran sama org tua nya sungmin. Kalo sungmin udah ngebuka hati untuk kyuhyun, dan setelah itu sungmin tau kalo kyuhyun yang ngebuang org tua nya sungmin akan tetap bersama kyuhyun. Ini bener bener teka teki .

    Pleaseeeeeee chapter selanjutnyaaaa ….

  25. aduuhhh hyuk muncul di ending doang …
    ada berita apa di sekilah yah? hyuk nyampe heboh gtu….
    ayok kyu, buat ming selalu jd milikmu…
    aduuhh tp klo entar kyu jujur, gmn dg ming??
    aaiisshh…
    pengen chapter 11, tp kudu sabar…

  26. Akhir.a update juga ,, yeah ming udh mulai mw ng’buka hati.a buat ming kn ? Brarti chap dpan banyakin kyumin moment.a ya jiyoo ,,
    Update kilat ne ..

  27. cieeee ekhemm yang lagi honeymoon #eh……
    awal yang indah namun masih abu-abu menurutku,,,,,,,kyuhyun masih menyimpan kebohongan,,,,dan diff ini sungmin labil banget apa mungkin karena dia remaja ya kkk^^,,,,,,,cieeee SIAPA SAYANG…?? aku senyum-senyum sendiri pas baca bagian ini

  28. Salam kenal chingu … ff nya keren mian baru coment🙂
    Setelah bersabar akhirnya sungmin nerima kyuhyun jd pacar nya … waaah gmn y sm keadaan di sekolah ? Sepertinya heboh, tp kasian sungmin kalo di bully lg semoga next chap ad solusi yg lebih baik biar sungmin g dibully lg … di tunggu next chap nya ya chingu fighting😉

  29. yes akhirnya min mau membuka hatinya untk kyu. . . . . Mwo hyuk mendengar suara kyu? Apa yah alasan yang akan diberikan min?

  30. Hhhoaaaa.. Baru juga ditterima sudah sayang sayang aja..
    Ecieeeeee kyuhyun ciieeee.. Akhirnya diterrima ccie…
    Memang hal kacau apa yg ada di sekolah? O.o
    Aaaaa kepo!

  31. Omo…

    Kyuhyun~ah… maniss sekali caramu memanggil sungmin…
    Kkke~

    Author~ssi mngkin jgan terlalu terburu”.
    Karna cukup banyak typo yg bertebaran…
    Reader akan sabar menunggu~ hhahaha
    Asalkan dengan satu syarat, akan ada kyumin moment yg super duperr maniss.. kkke~

  32. Full kyumin moment😀
    Itu kyu, hyuk! Itu kyuhyun!!/?😄
    Kasian juga sih ming dibilangin kek gitu, tapi dgn kek gitu hubungan kyumin malah nambah baik xD
    Lanjut baca chap selanjutnyaaa

  33. Bener2 chap kyumin moment.. aigoo bahagianya skrg sungmin sdh menerima kyu…. semakin senang saja…. satu konflik sdh selesai dan kyumin udh jadian… kyknya konflik selanjutnya adalah ortu sungmin.. benar ngak thor?

  34. huwwaaa~ akhirnya ming mulai menerima kyu nii? joha2😄 ommo! hyuk nelpon? trus kyu manggil sayang? pa hyuk bklan kepo stelah ini :3 next

  35. Wah… Pasti Hyukjae sudah berpikiran macam2 sama Sungmin, suaranya Sungmin yang parau karna bangun tidur sama suara namja yang juga baru bangun tidur. Hehehehehe😄

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s