My Secret Idol | KyuMin | Chap 9/? | Genderswitch | T+ | Romannce |

My Secret Idol

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin , KaiSoo

 

Part : 9/?

 

Warning : GENDERSWITCH , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Tidak ada yang tahu di mana dan dengan siapa kita akan bertemu dengan ‘cinta’. Semua pasti terjadi di luar nalar seorang manusia, entah itu terjadi secara ‘biasa-biasa saja’, atau malah luar biasa. Setelah mengenal cinta, maka status tidak akan menjadi nomor satu. Karena untuk orang yang mencinta, perasaan kasih adalah segalanya.

“Huh? Gelang ini?” Kyungsoo melukis ekspresi terkejut ketika ia menemukan sesuatu di foto tersebut—sesuatu yang membuatnya semakin yakin bahwa gadis di dalam foto ini adalah Sungmin. “Bukankah Sungmin eonni juga memiliki gelang seperti ini?”

 

Jongin menoleh dan segera menjatuhkan pandangannya ke jari telunjuk Kyungsoo yang mengarah ke suatu titik. Dan apa yang telah Kyungsoo tunjukkan benar-benar sukses menjelma menjadi sebuah palu yang menghantam kepalanya dengan begitu keras, hingga membuatnya ling-lung seketika.

 

Kyungsoo benar-benar menyadarkan sesuatu yang sedari tadi luput dari pandangannya, sesuatu yang membuatnya yakin bahwa gadis itu benar-benar Sungmin.

 

Oh, bagaimana mungkin?

“Sepertinya dia benar-benar Sungmin eonni.”

 

Itu adalah kalimat terakhir yang Jongin dengar ketika ia masih berada di kelas. Dan setelah Kyungsoo selesai mengatakan hal itu, Jongin segera melesat pergi ke kelas Sungmin.

 

Pagi ini Sungmin menelponnya, gadis itu bilang bahwa hari ini Sungmin akan pergi ke sekolah dengan anak dari teman keluarganya—yang menampungnya selama tinggal di Seoul. Jongin hanya bilang ‘ya’ dan mengijinkan gadis itu melakukan apa yang ia mau, toh ia percaya kepada Sungmin.

 

Setidaknya Jongin percaya kepada Sungmin sebelum foto-foto misterius itu sampai ke tangannya.

 

Lalu, apakah sekarang ini Jongin tidak menaruh harapan kepada Sungmin?

 

Jongin membuka pintu geser dengan papan kelas tingkat akhir, kemudian menghentikan langkah kakinya tepat di ambang pintu. Pandangan lelaki itu mengedar ke segala penjuru kelas, sama sekali mengindahkan beberapa pasang mata yang mengarah kepadanya. Ia hanya peduli dengan satu tatapan dari seorang gadis yang ada di deretan paling belakang. Dan ia hanya membutuhkan gadis itu saat ini juga.

 

Sungmin yang menyadari keberadaan Jongin segera bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri tubuh kekasihnya. Ia tersenyum dengan senyuman polos lalu menepuk-nepuk pundak Jongin. “Ada apa kemari?”

 

Sebelum Sungmin sempat mendapat sebuah jawaban dari Jongin, dengan sigap lelaki itu menari tangan Sungmin dan pergi meninggalkan kelas. Tanpa menghiraukan rasa penasaran yang kini bercokol di benak Sungmin—dan tentu mengindahkan tatapan heran dari sejumlah siswa yang mereka temui, Jongin tetap melanjutkan langkah kaki menuju suatu tempat.

 

Suatu tempat yang sekiranya bebas dari kerumunan—ruang musik di ujung sekolah.

 

Begitu mereka sampai di tempat yang Jongin maksud, dengan kasar lelaki itu menghempaskan pergelangan tangan Sungmin lalu memandang wajah Sungmin lekat-lekat. Kedua tangan besarnya mencengkeram bahu Sungmin erat, mengarahkan pandangannya tepat ke manik mata Sungmin.

 

“Katakan sejujurnya padaku,” Jongin mengeram dalam nada rendah, ia tampak bersusah payah menahan amarahnya yang siap berkobar. “Apa hubunganmu dengan Cho Kyuhyun?”

 

Alis Sungmin langsung bertaut ketika gendang telinganya ditembus oleh pertanyaan Kyuhyun, apalagi ketika ia mendengar nama Kyuhyun disebut di antara kalimat Jongin. Ada perasaan bergemuruh yang membuatnya kalut, dan itu tidak akan mungkin ia minimalisir.

 

Tatapan Jongin yang tajam—seperti biasa—seolah benar-benar bermaksud menekannya, memaksa Sungmin untuk segera berucap jujur walau itu sangat sulit dilakukan.

 

“Tt—tidak ada,” jawab Sungmin pada akhirnya—dengan suara mencicit yang penuh dengan nada ketakutan yang begitu kentara. Sungmin mencoba berbohong untuk menyembunyikan semuanya, dan tentu untuk menyelamatkan hubungannya dengan Jongin. “Kau itu bicara apa? Kenapa bertanya tentang hubunganku dengan seorang artis? Tidak masuk akal.”

 

Dengan gerakan cepat Jongin mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya lalu melemparkannya begitu saja ke arah wajah Sungmin, membuat lembaran kertas tipis itu berhamburan di hadapan wajah Sungmin. “Aku kecewa,” desisnya.

 

Mata Sungmin melotot ke ukuran maksimal ketika ia menyaksikan apa yang baru Jongin lakukan kepadanya. Dengan perasaan takut-takut gadis itu mencoba melirik kertas apa yang baru terlempar ke arahnya. Kemudian di detik ke sepuluh ia memandang kertas-kertas itu, mendadak persendian Sungmin terasa lemas.

 

“Itu .., itu ..,” Sungmin memandang Kyuhyun dengan tatapan sayu yang penuh permohonan. “Itu tidak seperti yang kau pikirkan. Itu bohong!”

 

“Kau yang berbohong!” Jongin mundur dan berusaha menghindari tatapan memelas yang Sungmin layangkan. “Aku tidak pernah menyangka, dari awal kau memang membodohiku!”

 

“Tidak! Jongin kumohon ..”

 

“Selama ini aku mencoba mengindahkan semua gosip yang menerpa nama baikmu. Tetapi ternyata ini adalah balasanmu?” dahi Jongin mengeryit samar ketika lelaki itu selesai mengucapkan pertanyaannya.

 

“Jongin,” bulir bening mulai menetes dari salah satu sudut mata Sungmin. “Aku tidak ..”

 

“Kita berakhir,” Jongin mengucapkan kata-kata final yang merobek perasaan Sungmin. Pandangan penuh kebencian itu jatuh pada wajah Sungmin, mengguratkan beribu luka yang arburb untuk diungkap. “Bersenang-senanglah dengan kekasihmu yang terkenal itu.”

 

Di detik ke dua setelah Jongin mengatakan hal tersebut, Sungmin masih berusaha meraih pergelangan tangan Jongin dan melontarkan permohonannya. Tetapi sepertinya semua berakhir sia-sia setelah Jongin menangkis tangan Sungmin dengan begitu kasar. Bahkan lelaki itu sudah tidak sudi menatap wajah Sungmin yang dipenuhi gurat kesedihan.

 

Jongin sudah terlanjur sakit hati.

 

OoOoO

 

Berita tentang hubungan Sungmin dan Kyuhyun sudah menyebar.

 

Dan berita tentang keretakan hubungan Sungmin dan Jongin pun sudah menyebar.

 

Dua berita yang melibatkan tiga lakon utama itu memang menjadi buah bibir yang patut dibicarakan oleh siswi sekolah yang menganggur. Semua sedang sibuk membicarakan sikap Sungmin, bahkan ada beberapa yang menghujat gadis remaja itu. Mereka semua menganggap ini semua adalah masalah yang ditimbulkan oleh pelaku tunggal—Sungmin—dan sudah sepatutnya mereka membenci Sungmin.

 

Mereka memiliki sebuah panggilan baru untuk Sungmin.

 

Gadis penggoda bermuka dua.

 

Sungmin baru keluar dari salah satu bilik kamar mandi ketika bel tanda pelajaran akhir telah berdering nyaring. Seharian ini gadis itu bolos dan memutuskan untuk menenangkan pikirannya di kamar mandi sekolah. Tidak ada yang bisa ia lakukan selain terisak dan mendengarkan percakapan—tentang dirinya—dari bilik kamar mandi.

 

Menyedihkan sekali.

 

Bahkan ketika Sungmin mulai melangkah menuju lorong ke kelasnya, pandangan merendahkan ia terima dari berbagai pihak. Cibiran yang terlontar dengan nada lamat-lamat terasa menusuk segenap perasaan Sungmin yang kian rapuh, menciptakan suatu benteng bening yang mengaburkan penglihatannya.

 

Mereka benar-benar sukses membuat perasaan Sungmin menjadi semakin buruk.

 

“Lee Sungmin.”

 

Suara seseorang membuat Sungmin menghentikan langkah kakinya, sedikit mendongak demi menatap orang yang memanggil nama lengkapnya.

 

Teman lamanya, sahabat suka-dukanya, karib seperjuangannya, Lee Hyukjae, tengah  berdiri tepat di hadapannya dengan mencangklong tas punggung Sungmin di dadanya. Wajah gadis itu terlihat muram walau gurat keprihatinan yang ia sembunyikan tampak di sela-selanya. Dengan langkah pelan Hyukjae mendekat lalu menyerahkan tas milik Sungmin. “Kau baik-baik saja?”

 

Sungmin menggigit bibir ketika pertanyaan itu terlontar dari bilik bibir Hyukjae, seketika itu juga perasaannya kembali tersentuh oleh suatu rasa bersalah yang cukup besar. Dahinya yang mengkerut dan alisnya yang melengkung tajam seolah-olah menunjukkan bahwa ia tengah berusaha menyembunyikan rasa sedih yang menimpanya. Sungmin masih berusaha menegarkan mentalnya, melukis raut wajah penuh kebahagiaan palsu. Telapak tangannya yang tergulung kuat benar-benar mampu membuat tubuhnya berhenti bergetar.

 

Kepala Sungmin mengangguk lemah.

 

“Kau berpikir aku akan percaya?” Hyukjae menyipitkan dua matanya. “Aku akan menagih penjelasanmu lain kali, Minnie. Dan kuharap kau bisa membagi semuanya denganku.”

 

Setelah Hyukjae mengatakan hal itu, tangan kanan Hyukjae melambai dan gadis itu akhirnya hilang ditelan kerumunan lorong sekolah. Lagi-lagi Sungmin sendiri, sendiri diantara orang-orang yang kini membencinya.

 

Drrt .. Drrt ..

 

Sungmin segera meraih ponsel yang bersembunyi di saku seragam lalu memandang layar ponsel yang berkedip-kedip.

 

Cho Kyuhyun is calling ..

 

Sungmin memencet tombol hijau lalu segera mendekatkan earphone ke telinga, tidak mengucapkan salam sebagai percakapan awal.

 

“Sungmin? Sekarang kau ada di mana?”

 

Sungmin segera melanjutkan langkah kakinya ketika suara bass Kyuhyun terdengar dengan suara dum-dum yang mengiringi.

 

“Di sekolah,” jawaban singkat itu terlontar dari kerongkongan Sungmin yang perih.

 

“Kau baik-baik saja?”

 

“Tentu ..”

 

Kalimat Sungmin terputus ketika ia bertemu pandang dengan manik mata milik Jongin secara tak sengaja. Ada setitik rasa terkejut, dan ada sejagat denyutan rasa sakit di dada ketika mendapat tatapan sinis dari Jongin.

 

Lelaki yang ia cintai itu kini memilih meninggalkannya di tengah kemelut masalah yang membingungkan. Mungkin Jongin mempunyai alasan kuat yang membuatnya memilih jalan seperti itu—dia sudah terlanjur kecewa. Dan karena ulah Sungmin yang tidak bisa dimaafkan, akhirnya Jongin menyerah dan memutuskan untuk melepas Sungmin.

 

Jongin hanya memandang Sungmin dengan tatapan sekilas, lalu perhatian lelaki itu beralih ke sosok manis di sampingnya. Tanpa mencoba peduli dengan air mata Sungmin di pelupuk mata, Jongin kembali melanjutkan bincang-bincangnya dengan Kyungsoo.

 

Mereka berjalan berdua sambil saling melempar lelucon yang pantas untuk ditertawakan. Dan beberapa detik setelah Jongin menatap Sungmin, kepala Kyungsoo menoleh ke belakang—menyempatkan diri untuk melirik Sungmin dari sudut matanya.

 

Sudut bibir Kyungsoo tertarik, di saat yang seperti itu Kyungsoo melempar senyuman sinis yang mengejek.

 

OoOoO

 

Sungmin sama sekali tidak berniat membela diri ketika bosnya menelpon saat ia sedang berada di dalam bus. Atasan Sungmin mengatakan bahwa mulai hari ini dan seterusnya, Sungmin tidak perlu bekerja di restoran miliknya—Sungmin dipecat karena skandal itu. sebenarnya Sungmin merasa tidak terima, tetapi beberapa detik setelah ia mendapat penjelasan yang masuk akal dari bosnya akhirnya ia hanya mengiyakan keputusan itu.

 

Tidak ada alasan lain yang membuatnya untuk terus berada di luar, lebih baik ia kembali ke apartemen Kyuhyun dan memikirkan segalanya di sana. Perasaannya terlampau sedih dengan apa yang baru menimpanya, dan itu membuat semangatnya benar-benar terkikis habis hingga batas terakhir.

 

Bus yang Sungmin tumpangi akhirnya berhenti di sebuah halte, lalu ia turun di sana. Sepanjang perjalanan, ia menjadi pusat perhatian. Beberapa mahasiswa dan siswa yang menumpang di bus itu sering menjatuhkan pandangan mengintimidasi ke arah Sungmin. Mereka bergosip dengan nada berisik yang sangat mengganggu.

 

Oh, sepenting itukah skandal kali ini?

 

Yang jelas Sungmin tidak peduli dengan skandal apa yang kini sedang menimpanya, toh ia bukan artis besar. Yang ia pedulikan adalah, hubungannya dengan Jongin. Karena berita bodoh yang menyeret dirinya akhirnya hubungannya dengan Jongin menjadi taruhan.

 

Yang benar saja!

 

Sungmin mendorong pintu apartemen dengan gerakan tidak sabaran, lalu masuk ke dalam dengan langkah cepat. Gadis itu melempar tas punggungnya ke sembarang tempat lalu menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang. Ia terdiam untuk beberapa saat kemudian menelangkup wajahnya yang memerah.

 

“Sungmin?”

 

Saking terkejutnya, suara bass itu sukses membuat jantung Sungmin hampir melompat. Sungmin terperanjat dan langsung membalik posisi badannya menjadi terlentang. Matanya yang bengkak menyipit ketika menyadari Kyuhyun yang berdiri di depan pintu kamar mandi.

 

Menyadari tatapan penuh tanda tanya yang Sungmin layangkan, akhirnya Kyuhyun berucap demi menjelaskan alasannya berada di apartemen siang ini. “Hari ini jadwalku berakhir lebih cepat,” katanya sambil berjalan menghampiri ranjang dan duduk di salah satu sisinya. Ia memperhatikan wajah Sungmin lekat-lekat, lalu mengangkat salah satu lengannya guna menggapai sudut mata Sungmin. “Kenapa dengan matamu?”

 

Sungmin segera memalingkan muka ketika pertanyaan KYuhyun terlontar dengan segenap perasaan memaksa. Ia sedang tidak ingin menjawab pertanyaan Kyuhyun, lagi pula semua pasti akan berujung pada perdebatan yang sama setiap kali Sungmin berusaha menimpali pertanyaan seperti itu.

 

“Sungmin ..”

 

Tiba-tiba Kyuhyun meraih telapak tangan Sungmin dan membungkusnya erat, membungkam jemari-jemari lentik itu dengan perasaan hangat. “Aku sudah mendengar semuanya.”

 

“Huh?”

 

“Skandal itu,” Kyuhyun mengangkat kaki yang semula terjuntai lalu menekuknya di atas ranjang. “Aku sudah tahu dari manajerku.”

 

Mata Sungmin kembali dipenuhi oleh bulir kesedihan ketika otaknya kembali memutar memori kelam tentang hubungannya dengan Jongin. Dadanya kembali dihentak oleh kenyataan yang mengatakan bahwa semua telah berakhir.

 

“Karena skandal itu, aku putus dengan Jongin,” Sungmin menggigit bibir bawahnya—membiarkan wajahnya yang dipenuhi gurat kesedihan tertutupi oleh helaian rambutnya yang tergerai. “Aku .., putus dengannya.”

 

Perasaan Kyuhyun benar-benar mengatakan bahwa ia harus memeluk Sungmin ketika menangkap bulir bening itu meluncur dari sudut mata Sungmin. Maka, detik itu juga Kyuhyun langsung merengkuh tubuh mungil Sungmin dan membiarkan gadis itu terisak di atas dadanya. Ia menyandarkan dagunya di atas pucuk kepala Sungmin, salah satu telapak tangannya menepuk-nepuk pundak Sungmin dengan gerakan pelan.

 

“Aku minta maaf karena hal itu,” kata Kyuhyun dengan nada pelan yang menenangkan. “Maaf karena telah membuatmu sesedih ini.”

 

Sungmin tidak tahu apa yang harus ia lakukan ketika mendapat perlakuan seperti itu, yang jelas ia ingin menangis dan menumpahkan semuanya. Dada Kyuhyun yang hangat benar-benar mampu membuat semua keluh di dalam hati keluar begitu saja, meluncur dengan segenap isak tangis dan air mata. Dua lengan Sungmin terangkat, lalu tanpa ia sadari telapak tangannya mencengkeram erat punggung Kyuhyun.

 

Sungmin benar-benar merasa sedih, bahkan ia merasa bahwa dunia kecil yang dibangun dengan segenap keringat perjuangan itu akhirnya runtuh dan berakhir sia-sia. Perasaan cinta yang tumbuh dan berkembang menjadi bunga cantik, perlahan menggugurkan helai kelopaknya satu persatu, menyisakan bangkai bunga kering yang pantas dibuang.

 

Apa dirinya tak pantas untuk mencinta?

 

Lelaki yang mendekap tubuh Sungmin dan merasakan deru nafasnya yang memburu, hanya bisa terpaku diam dan menenangkan segala pikirannya. Bagaimana pun juga, Sungmin bisa seperti ini karena dirinya—karena ulahnya yang sudah sangat keterlaluan.

 

Benarkah?

 

Lantas, apa yang harus ia lakukan setelah semua ini terjadi?

 

Bukankah semua terlanjur?

 

Jika sudah terjadi, apakah ini suatu tertanda bahwa Kyuhyun harus benar-benar merelakan Sungmin?

 

Melapasnya?

 

Tidak!

 

Kyuhyun sudah menyeret Sungmin ke masalah pelik ini dan membawanya masuk ke kehidupannya. Semua akan ia pikul di pundaknya—termasuk rasa bersalah ini—dan menjadikan Sungmin sebagai tanggungjawabnya. Kyuhyun tidak punya tindakan lain selain mendekap Sungmin erat-erat di dalam kungkungannya, melindungi diri Sungmin dengan segenap rengkuhan dari kedua lengannya.

 

Sebisa mungkin, ia akan mencoba melindungi Sungmin di bawah payung kedamaiannya, memberikannya sebuah kenyaman hidup yang nyata, dan menjadikannya sebagai ratu di dalam puncak kehidupannya.

 

Kyuhyun akan berusaha untuk masuk ke dalam hati Sungmin secara perlahan-lahan, lalu setelah ia berhasil maka ia akan mengunci ruang hati Sungmin dari dalam.

 

“Jangan menangis,” ucap Kyuhyun dengan tidak enak hati. “Aku jadi semakin merasa bersalah.”

 

Sebelum Kyuhyun mendapat jawaban dari Sungmin, sebuah dering telpon megalihkan perhatian keduanya. Ponsel Kyuhyun yang semula diam tak bergerak di atas nakas, berdering meminta perhatian. Kyuhyun menghela nafas sebelum akhirnya ia bangkit dan menjulurkan salah satu lengannya untuk meraih ponselnya.

 

“Yeoboseyo, hyungnim?”

 

“Kyuhyun-ah, ada hal serius yang harus kita bicarakan,” seseorang yang dipanggil hyungnim oleh Kyuhyun berucap seletah mendengar salam—tanpa bosa-basi. “Bisakah kita bertemu?”

 

“Hal penting apa?” Kyuhyun memutuskan untuk bertanya sebelum menyetujui ajakan manajernya untuk bertemu dan membicarakan sesuatu.

 

“Tentang skandal barumu ..”

 

Bola mata Kyuhyun segera melirik ke arah Sungmin setelah ia mendengar kalimat yang terlontar dari mulut manajernya. Ia menelan air ludahnya, “Memangnya kenapa?”

 

“Jika kau keberatan untuk keluar dari apartemenmu, aku yang akan ke sana sekarang juga.”

 

Kyuhyun menutup sambungan telpon terlebih dahulu lalu melempar ponselnya ke sembarang tempat. Kemudian ia kembali menggeser tubuhnya mendekati Sungmin dan memandangi wajah sendu itu sekilas. “Manajerku akan datang. Ia ingin membicarakan skandal yang sedang menimpa kita.”

 

Kelopak mata Sungmin mengedip, seolah tengah berusaha untuk menahan rembesan air mata yang menggenang di pelupuk mata. “Tidak ada urusannya denganku.”

 

Dua lengan Kyuhyun terangkat, telapak tangannya yang hangat merengkuh dua pipi Sungmin yang pucat. Lagi-lagi, manik mata itu mencoba menyelami pandangan mata Sungmin yang sudah mengabur. Dua ibu jari Kyuhyun bergerak mengusap sudut mata Sungin, menghapus jejak air mata yang membekas di sana. “Air matamu menyakitiku.”

 

Sungmin hanya bisa diam dan menerima sengatan-sengatan halus yang berasal dari sentuhan telapak tangan Kyuhyun di pipinya. Tentang bagaimana Kyuhyun menatapnya, Sungmin sudah sangat hafal dan mungkin ia sudah terbiasa. Tatapan menenangkan seperti ini amat kerap ia terima, tentu hal itu selalu berhasil membuat perasaannya menjadi teduh.

 

“Karena semua sudah tahu, aku tidak bisa menjamin keselamatanmu ketika aku berada jauh darimu,” Kyuhyun berucap dengan nada lembut yang mendominasi. “Kuharap kau bisa mengerti dengan keputusan yang diambil oleh manajerku.”

 

Kyuhyun menghela nafas lalu melanjutkan kalimatnya, “Jika kau mau membuka hatimu untukku, maka aku berani menjamin bahwa semua akan berjalan dengan lebih mudah.”

 

Pandangan Sungmin yang semula terarah tepat ke arah wajah tampan Kyuhyun, kini merendah dan membuat kepalanya merunduk. “Tetapi kau yang menyeretku ke tengah masalahmu.”

 

“Aku tahu,” Kyuhyun berusaha membuat kepala Sungmin terus mendongak, lalu mengunci tatapan gadisnya. “Dan aku tidak akan pernah membiarkanmu merasakan semua ini sendiri. Aku ada di sini, karena untuk menemanimu, Sungmin. Aku di sini untuk menggenggam tanganmu, bukan untuk membuatmu menangis seperti tadi.”

 

Air mata kembali menetes dari sudut mata Sungmin ketika gadis itu mengedipkan mata. “Tetapi aku mencintai Jongin. Kau tidak pernah mengerti perasaanku.”

 

Kyuhyun segera memeluk Sungmin, membiarkan gadisnya terisak dalam diam di atas dada hangatnya. Ia membelai punggung Sungmin, menepuk-nepuknya pelan. “Tetapi Jongin tidak mau melindungimu ketika kau sedang tertimpa suatu masalah.”

 

Kyuhyun benar.

 

Hati kecil Sungmin terketuk oleh suara batin yang menggema di tengah alam bawah sadarnya. Memori gadis muda itu kembali ke masa beberapa jam lalu, saat ketika Jongin memutuskan untuk mengakhiri semuanya karena skandal itu. Tanpa mencoba mendengar penjelasan Sungmin, lelaki itu meninggalkannya.

 

Jongin meninggalkannya.

 

Sungmin tidak sempat untuk menyangkal ucapan batinnya sendiri, dan ia tidak punya kekuatan untuk berucap kata. Walau lidahnya ingin mengatakan bahwa ini semua salah, tetapi pikirannya lebih berperan dalam menentukan semua.

 

“Ehem!”

 

Kyuhyun dan Sungmin sama-sama terkejut ketika mendengar suara deheman orang lain, sampai-sampai mereka berdua bergerak melepas tautan lengan di detik yang sama. Kyuhyun dan Sungmin sempat melempar tatapan selama dua detik, tetapi karena didorong rasa malu akhirnya dua orang itu memutus koneksi lewat tatapan mata.

 

Kyuhyun segera beranjak dari ranjang dan berjalan menghampiri manajernya yang berdiri dengan kedua tangan terikat di dada. Ia tersenyum kikuk lalu berkata, “Kenapa datang secepat itu?”

 

Haejoon mengindahkan pertanyaan Kyuhyun demi menatap dan memperhatikan wajah Sungmin yang tak jauh darinya. Beberapa saat setelahnya, ia tersenyum jahil. “Halo, nona Sungmin! Ternyata kau lebih manis dari pada di foto.”

 

“Jangan merayunya, hyung!” Kyuhyun segera menyeret tubuh Haejoon dan memaksanya duduk di satu-satunya sofa yang ada di ruangan tersebut. “Apa yang ingin kau bicarakan?”

 

“Sebenarnya aku juga membutuhkan kekasihmu dalam perbincangan kita kali ini,” Haejoon melipat salah satu kaki jenjangnya dan ia mulai mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. “Aku butuh persetujuan darinya.”

 

“Persetujuan apa? Kita tidak perlu melibatkan Sungmin dalam hal ini,” Kyuhyun berucap dengan melempar tatapan mengintimidasi.

 

Haejoon berdecak, “Ada banyak sekali wartawan yang berdiri di depan apartemenmu. Mereka sedang menunggumu keluar demi mendapat secuil berita! Aku tidak yakin Sungmin akan berhasil keluar dari kawasan apartemenmu.”

 

“Lalu?”

 

“Perusahaan sudah angkat tangan dengan kasusmu kali ini. Jadi, aku memutuskan untuk membuat pengakuan saja,” Haejoon melempar berkas-berkas ke arah Kyuhyun. “Kita akan mengadakan konferensi pers, tentu saja Sungmin harus ikut.”

 

“Maksudmu, aku harus mengakui hubunganku dengan Sungmin di depan publik?”

 

TBC

 

Chap ini masih minim KyuMin moment yah? Aku jadi geregetan sendiri waktu editingnya *deepbow* chap depan deh, chap depaaan. Pasti banyak KyuMin momentnya, hehehe. Aku lagi berusaha menyelesaikan konflik-konflik yang terjadi di sini, jadi sulit kalo ngasih KyuMin momentnya. Kalo tanggepannya bagus, aku bakal update kilat lhoo ..

 

Untuk silent readers, whatever what do you want to talk, deh. Silent-silent readers ini berhasil buat mood gue jelek, lhoo *big-thanks-yah* terserah kalian mau ‘selalu’ menghargai karya-karyaku atau enggak. JUST CLOSE YOUR EYES AND HIDING AS ALWAYS *ketawa nista*

 

Oiyah, terimakasih untuk readers yang udah nyemangatin aku lewat BBM yaah ({}) untuk Anggi eonni yang ngasih ide dan pict KyuMin, wuih gomawoo :* dan untuk readers yang mau ngasih comment walau mereka banyak merasa kecewa karena minimnya KyuMin moment *bighug* setidaknya kalian terus menunggu setiap chapnya, gomawoyoo.. see you next chap!

91 thoughts on “My Secret Idol | KyuMin | Chap 9/? | Genderswitch | T+ | Romannce |

  1. akhirnya putus juga ^^
    kata kata kyu bikin aku terharu..
    air matamu menyakitiku
    aiiissshhhh itu maniissss ♡♡♡
    ye yeeee ayo umumin hubungan kaliann..
    ditunggi nextnya
    feelnya udh mulai kerasa nii jiyoo

  2. sudah lupain aja itu si mantan kan udah punya yg lebih berbobot…*hehehehehe
    semangat sungminnie and kyuhyunie….ganbate…¡!!

  3. Dpt kabar ming putus sama kai itu rasanyaaaaa kaya dpt tiket nntn gratis ss5 nah lho. Hahaha oh ia, mslah bbm aq lupa, mnta pin deh ntar wkwkwk ok ok apa yg akan trjdi slanjutnya di tnggu next chap nya, klo bsa panjangin lg donk say

  4. Chap ini pendek bener T___T
    Kyumin momentnya jga bikin geregetan bgt sih. Ming relakan jongin deh, coba nerima kyu ><

    Penasaran jan jangan chap depan mreka pda ngaku udah nikah malah, hohoho
    Gak pa" jga sih, kyu jg lbh mudah ngendaliin ming kalo jaraknya deket kayak gitu.

    Ya sudahlah, ditunggu chap depannya
    Fighting!!!^^9

  5. asik update kilat^^
    udh sih langsung ajh adain presscon buat akuin hubunganmu kyu kkk
    kasiam ming sih diputusin gara” jongin salah paham udh gitu ga mau dgr penjelasan umin
    tp klo jongin ama umin baik” ajh gada kyumin moment dong klo gitu hahahaha
    ditunggu chap depannya yah fighting^^

  6. yeeeeey putus kai sama min
    trus pengakuan tentang hubungan kyumiin harus jadi biar gada lagi yang semena-mena sama min/?
    kyumn moment next chapt sip thor

  7. Aaaaaa~ bakal official!!!! Aigoooo~ seneng banget kalo ming nya di keluarin *?* hoho
    Tapi……. Perusahaannya baik banget ampe ngijinin gitu-__-
    Apdetnya lg cepet nih, seneng banget jdnya hahaha

  8. hohohoooo…
    Annyeong chingu…
    Mian baru rifyu… Q baru baca ff chingu lagi.,,
    Ternyata udah kelewat banyak banget.,,
    Btw.,, ff ni keren.,, suka karakternya Kyu.,,
    Lanjut ne.,, figthing ~

  9. Suka sekali sama moment Kyumin d akhr td. Syukurlah Sungmin tdk menyalahkan Kyuhyun atas putusx dy sm Jongin. Ok, krn chap ini sepertinya udah mendekati klimaks jd aku sarankan saat masa2 sulit nanti moment Kyuminnya jgn d lupakan ne… Enak banget tuh kalau bc cerita yg sedih tapi ad selipan romancenya, uh lengkap bget deh. Oh ya 1 lagi, jgn krn banyak sider trus semangat nulisx turun. Keep spirit. Jangan pikirkan mereka yg bersembunyi jika masi ad yg lain terang2an menghargai karyamu dgn tangan terbuka. OK😉

  10. Kuk hyuk ga ada disisi sungmin disaat seperti itu apa dia kecewa sama sungmin…aduh suka banget moment peluk-pelukannya ya meski itu sedih setidaknya sungmin masih punya sandaran disaat semua orang menghinanya dan menjauhinya hehe…minnie yang sabar yaaaa…jadi sebenernya perasaan sungmin ke jongin itu perasaan cinta atau apa…???

  11. eonnie ai laffyu deh~ updatenya kilaat banget😀

    aku mau nanya ini nih, entah aku ga ngerti atau eonnie emang salah ngetik nama, “Alis Sungmin langsung bertaut ketika gendang telinganya ditembus oleh pertanyaan Kyuhyun, apalagi ketika ia mendengar nama Kyuhyun disebut di antara kalimat Jongin.
    ‘ Disitu Sungmin kan lagi ngomong sm Jongin tapi ko ko kalimat penjelasnya “ditembus oleh pertanyaan Kyuhyun” ?
    Sama “Sungmin memandang Kyuhyun dengan tatapan sayu yang penuh permohonan. “Itu tidak seperti yang kau pikirkan. Itu bohong!” Sungmin memandang Kyuhyun?
    Aah aku ga paham di kalimat itu eonn, entah aku yg ga ngerti ato emang salah, ah aku jd baca berulang-ulang di part itu ;;

    Aku penasaran chap depannya ;; kaya di Oh My Lady ya ceritanya😀 ketauan tinggal di apartemen yg sama😀
    pokonya aku tunggu next chapnya eonnie~~ paiting!!

  12. finally KYUMIN MOMENT di mulai ^^

    ngak sabar liat kyumin bahagia ??

    aku mau tanya kapan kyu ngejelasin masalah perjanjian kyu sama orang tua sungmin ???

  13. Oke deh chingu di tunggu kyumin momentnya😀

    Lanjut, makin seru aja nih kalo bener2 sampe ada konfres buat ngakuin hubungan kyumin.

    Akankah sungmin dalam masalah besar kembali atau malah berhenti atau malah akan diteror???

    Penasaran!!!!

    Keep writing ff chingu (•̀_•́)ง

  14. Yaaaaaaaaaaks…… nc nc nc nc nc nc nyah manaaaaaaah #plaaaakkkkk…. ktauan klo unnie yadong tingkatan akut,hahahaha
    Tp si jongin tuh ya awalny dkira mo ngebela ming mpe mati kek,alias cinta mati ma ming, gk tau nya ngelepas ming jg:$ dasar sma2 abg labil,hahahaha…..
    hmmmmm…. klo diumumin ke publik mlh tmbh dbully tar ming nya dsklhan min, mendingan ming kluar ja sklhnya trs kursus kewanitaan br jd irt yg mumpuni jd wktu drmh jg lbh bnyak jadiiiiiiiiiii….. *evilsmirk

    Baiklah dtnggu sgera apdetannya neee,and sama2 saeng,unnie sneng koq ktmu kms jg jd bs tuker crta and berbagi pict2 kyumin moment yg sllu bkn mood kita jd up up up up up,kekekekeke…..
    *unnie anggie usagi chan>_<

    note : oia unnie skr udh gk jd silent rider lg kaaaannnnn jd jgn dsumpahin yah,kqkqkqkqkqkq….

  15. Seriusan di chap depan bnyk kyumin momentnya ??
    Ditunggu ><
    Yaudahlah ming terima aja si Kyu , drpd ama jongin *nahloh*
    Mian chingu baru cek WP , ternyata udah dilanjut ^^
    Ditunggu next chapnya!!😀

  16. jadi yg kirim foto ke jongin itu kyungsoo ya?
    atau siapa?aku jadi bingung sendiri hehehe
    tapi mereka putus juga hihihi
    jongin mutusinnya ko gitu engga mau dengerin penjelasan min dulu
    tapi biarlah biar min sadar yg selalu ngelindungin dy itu kyuhyun
    untung manager sama agensi kyu engga marah karena skandal ini
    tapi kalo mereka konferensi pers min semakin ditindas di sekolah ga ya
    nanti fans2 kyu makin ngebully min
    belum lagi kayanya eunhyuk juga agak marah sama min
    siapa yg bakalan nolong min disekolah huaaaaa
    masih greget nih belum ada feel sama kyumin momentnya hehehe
    apdet kilat lagi yaaaa
    semangat

  17. Gregetann hihihi,,, Kyumin momentnya harus diperbanyak yah min,, pokoknya ming cuma milik kyu yah, kekeke ming gak cinte yah sama kyu??

  18. aigo ming -_-
    coba deh buka aja sedikit hati kamu untuk kyu,, mungkin kalian berdua gak akan tersiksa dg perasaan masing2 :’)

    sebenernya gak bisa nyalahin kyu juga,, sikap ming terlalu kasar sih sama kyu :’D

    okay okay, ditunggu next chap nyaa ^^~~
    keep writing~~
    semangat !!!!

  19. reader baru chingu…
    komen di ff my secret idol digabungin di sini aja yah..

    huwaa…
    sempet nanya nanya siapa Kyu tiba tiba nongol di depan Ming trus maksa jd pacarnya…
    ternyata Kyu memendam cinta sejak kecil, sejak pertemuan pertama mereka..
    dan campur tangan seperti apa Kyu terhadap keluarga Ming? masih gga ngerti.. hehe

    duuhh, kyungsoo di sini perannya antagonis dulu.. bener bener cinta dapat melakukan segala cara..

    Hyuk akhirnya nongoooolll lagi, tapi kenapa cuman bentar doang?
    ngobrol bentar, ngasihin tas udahnya langsunv caw lagi,,
    gak akan ninggalin Ming kan??

    dan Ming, apa susahnya sih nerima Kyu dari awal?
    kan kamu udah berdebar bedar pas di cium ama Kyu pertama kali,,
    trus selalu lebih merasa berat k Kyu tiap mau ngambil keputusan..
    Kyu setia kok..ayok buruan jadian, terus nikah deh… hahaha

  20. Akhirnya minnie putus sama jonginnnnn. tp disini jonginya jahat sama kasar sama minnie seharusnya cowo gaboleh kasarrr. yahhh sungmin pasti galau deh abis ini

  21. ihhhh dasar si jongin itu ga punya perasaan deh, tpppp ga pa2 juga sih kan jadinya kyumin nanti bisa bersatu tanpa halangan apapun🙂

    kira2 sungmin mau ga ya ngomong ke publik???
    semoga semua baik2 aja

    semangat jiyoo😀

  22. Aigoo senangnya. Akhirnya sungmin dan jongin putus dan saatnya kyu yg jadi penyelamatnya…. senangnya… wah chapvdepan udh byk moment kyuminnya kan… senangnya…..

  23. yeaayy..akhirnya JongMin putus juga… seneng bangett deh :3 mwo? pa mereka akan go public?😀 huwaaa~ penasarann!!! >< next😉

  24. makin menegang kan saja cerita nya ..
    iya jongin meninggalkan mu sungmi ketika ada kau ada masalah sedangkan kyuhyun selalu bersama mu kan ..
    sudah lebih baik kau memilih kyuhyun.

  25. Tenang Sungmin, ada Kyuhyun yang akan melindungimu.
    Jadi mereka akan konferensi pers tentang hubungan mereka? Apa Sungmin akan setuju?

  26. Baguslah jongin putus sm sungmin haha *ketawaevil
    ide yg bagus tuh dengan mengungkapkan hubunganke publik jadikan ming gak bisa sm jongin lagi wkwk
    Tapi semoga gak ada hal2 yg aneh menimpa ming.-.

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s