My Secret Idol | KyuMin | Chap 7/? | Genderswitch | T+ | Romannce |

My Secret Idol

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin , KaiSoo

 

Part : 7/?

 

Warning : GENDERSWITCH , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Tidak ada yang tahu di mana dan dengan siapa kita akan bertemu dengan ‘cinta’. Semua pasti terjadi di luar nalar seorang manusia, entah itu terjadi secara ‘biasa-biasa saja’, atau malah luar biasa. Setelah mengenal cinta, maka status tidak akan menjadi nomor satu. Karena untuk orang yang mencinta, perasaan kasih adalah segalanya.

Music : When I Fall by After School

 

Kelopak mata lelaki itu kembali terbuka ketika suasana hening di apartemen ini semakin mendominasi. Tubuh seorang gadis yang sudah tak bergerak di sampingnya, benar-benar membuatnya yakin jika Sungmin telah terlelap.

 

Tubuh Kyuhyun bangkit dari rebahannya, kemudian ia terdiam selama beberapa saat. Kepala lelaki itu berbalik menatap Sungmin, lalu mengedipkan kelopak matanya sekali—berusaha menghapus perasaan kecewa yang mendominasi ruang hatinya.

Akhirnya ia bangkit dan berjalan menghampiri sebuah almari khusus, mengeluarkan dan membawa sebuah botol wine dan gelas berleher panjang ke pantri. Ia duduk di kursi lalu menyangga kepalanya yang berdenyut sakit dengan lengannya yang tertekuk.

 

Semuanya kacau.

 

Rasanya buruk!

 

Batinnya berucap di tengah keheningan malam. Dengan gerakan pelan, Kyuhyun membuka tutup botol wine dan menuangkan isinya ke dalam gelas. Matanya terasa berat, tetapi ia tidak bisa tidur. Pikiran-pikiran konyol yang muncul di otaknya sangat mengganggu, membuatnya kesulitan untuk mendapatkan waktu tidur yang nyenyak.

 

Kini semua sudah terjawab.

 

Tentang siapa lelaki yang tempo hari datang di acara musikalnya bersama Sungmin.

 

Ternyata dia kekasih Sungmin.

 

Sudah jelas seperti itu. Dengan mata kepala sendiri, Kyuhyun mendapati mereka yang tengah berbagi bibir selama dua detik di depan apartemen beberapa jam yang lalu. Mereka saling melempar tatapan hangat nan penuh cinta, tatapan yang didamba Kyuhyun—tetapi pada kenyataannya ia tak pernah mendapatkan tatapan yang seperti itu dari Sungmin.

 

Kelopak mata Kyuhyun terpejam erat, ia mencoba menahan rasa sakit yang semakin menjalar ke seluruh raga.

 

Kenapa?

 

Kenapa semua terasa begitu sakit?

 

Tidak seharusnya Kyuhyun bertemu Sungmin di pesta besar itu.

 

Tidak seharusnya Kyuhyun jatuh cinta karena pandangan pertama.

 

Dan tidak seharusnya ia menemukan Sungmin ketika ia tengah berjalan-jalan santai malam itu.

 

Tidak seharusnya itu terjadi.

 

Tidak!

 

Tidak!

 

Kyuhyun meneguk wine di gelasnya dengan sekali teguk, semakin mengeryitkan dahi ketika rasa wine yang manis kini terasa buruk di lidah. Perasaan patah hati ini begitu membuatnya patah semangat, bahkan membuat lidahnya tak mampu untuk mengecap rasa enak. Semua terasa begitu hambar dan menyakitkan.

 

OoOoO

 

Sungmin merasa begitu ganjil ketika ia tidak menemukan sosok Kyuhyun di samping ranjang. Tetapi beberapa detik setelah ia menolehkan kepala, ia bisa bernafas lega karena telah menemukan lelaki itu.

 

Ini pukul 2 dini hari, dan Kyuhyun rela bangun untuk sekedar mabuk?

 

Sungmin sempat mengira jika Kyuhyun adalah lelaki berpikiran sempit. Ternyata artis besar suka sekali menyia-nyiakan waktu istirahat dengan melakukan hal-hal tidak penting seperti itu.

 

Dangkal sekali pikirannya.

 

Gadis itu memutuskan untuk bangkit dan berjalan ke arah dapur untuk mencari sesuatu yang dingin. Tenggorokannya sangat kering dan ia ingin minum air kulkas yang dingin dan menyejukkan.

 

Pada awalnya Sungmin hanya berniat minum air, tetapi ketika secara tidak sengaja ia menemukan raut wajah Kyuhyun, Sungmin jadi ingin duduk di kursi pantri. Gadis itu memperhatikan wajah tampan Kyuhyun, lalu tangannya meraih gelas yang tergeletak tepat di samping botol wine.

 

Kepala lelaki itu mendongak ketika menyadari ada sosok Sungmin di sampingnya. Beberapa detik setelah ia tersenyum miring, “Kenapa kau tidak kembali tidur?”

 

“Kau sudah mabuk,” kata Sungmin—walau sebenarnya ia tidak mau peduli, tetapi hati kecilnya sebagai manusia menggugahnya untuk segera menyingkirkan minuman beralkohol itu dari Kyuhyun. “Jangan minum lagi.”

 

Kyuhyun berdecih kemudian terkekeh dengan suara aneh. Tangan lelaki itu bergerak meraih botol wine dan kembali menuang isinya ke gelas yang ada di genggaman Sungmin. “Aku hanya ingin menenangkan pikiranku.”

 

“Tidak!” Sungmin benar-benar bersikeras untuk menghentikan aksi Kyuhyun menuang wine. Dengan gerakan cepat gadis itu merebut botol wine dari Kyuhyun dan menyingkirkannya. “Mabuk tidak akan menyeselaikan masalah. Jika kau memang stress karena pekerjaanmu, kau bisa pergi tidur dan meluruskan pikiranmu esok.”

 

Kyuhyun memandang wajah Sungmin dengan kristal beningnya yang memancarkan binar keresahan—dan patah hati yang begitu kentara. “Jika itu memang berhasil, aku sudah melakukannya semenjak tadi, Sungmin-ah.”

 

Kyuhyun memutus benang tak kasat mata yang menghubungkan tatapannya dengan manik mata Sungmin. lelaki itu menghela nafas, lalu tersenyum pedih. “Tetapi nyatanya aku gagal. Sungmin, aku gagal. Aku bodoh!”

 

Sebenarnya Sungmin tidak mengerti dengan apa yang terjadi kepada lelaki itu. Pasti masalah yang sangat besar sehingga mampu membuatnya jadi kacau seperti itu. Menyadari keputus asaan tengah melanda Kyuhyun, rasa iba perlahan muncul dan merasuk di celah hati Sungmin. Gadis berumur delapan belas tahun itu pun mencoba bertanya, “Apa .., yang terjadi?”

 

“Jangan memperdulikanku,” Kyuhyun bangkit dan berjalan dengan langkah terhuyung-huyung ke arah ranjang. “Kurasa kau tidak akan mengerti tentang perasaanku.”

 

Ketika lelaki itu bangkit dari duduknya, Sungmin ikut bangkit dan memutuskan untuk menuntun tubuh Kyuhyun dan merebahkannya di ranjang. “Perasaanmu? Kenapa dengan perasaanmu?”

 

“Kau menyakitiku, Sungmin,” nada bicara Kyuhyun terdengar sangat berantakan—dia benar-benar mabuk. “Kau menyakitiku.”

 

OoOoO

 

Sebenarnya Sungmin berniat untuk mengacuhkan Kyuhyun lebih lama lagi, namun nyatanya ia tidak sanggup. Setelah ia melihat sisi lemah dari seorang bintang besar Cho Kyuhyun, maka mengacuhkan Kyuhyun adalah suatu hal sulit.

 

Kenapa bisa menjadi rumit seperti ini?

 

Sialnya, Kyuhyun benar-benar berhasil mengikat segenap hati dan pikirannya, lalu membuat Sungmin bingung setengah mati.

 

Pernyataan yang terlontar dari bibir Kyuhyun yang bergetar samar, terungkap dari jiwanya yang sedang melayang, terlempar dengan pandangannya yang menyiratkan beribu luka, terlontar dengan segenap nada pilu yang menyedihkan, dan diiringi oleh deru nafasnya yang cukup memburu.

 

Akhirnya air mata Kyuhyun menetes dari sudut matanya, menelusuri permukaan pipi kemudian turun ke garis rahangnya yang tegas. Sebenarnya Kyuhyun tidak menangis atau terisak, dia hanya meneteskan air mata kesedihannya. Lelaki itu hanya mencoba meluapkan setitik emosi yang tersimpan baik di dalam ruang hatinya yang bercelah.

 

Apa malam kemarin adalah batas dari perasaannya?

 

Sungmin tidak pernah tahu dan mengerti. Dan lagi-lagi ia tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan untuk sekedar meredam api yang berkobar di dalam jiwa Kyuhyun. Gadis itu hanya bisa diam, memandang wajah Kyuhyun lamat-lamat lalu menghela nafas panjang. Ia sudah mencoba bertanya, tetapi karena tidak mendapat jawaban akhirnya ia memutuskan untuk tidur.

 

Meninggalkan Kyuhyun sendiri lagi malam itu.

 

Ketika Sungmin membuka kelopak mata di pagi hari, iris matanya sudah tak menemukan sosok Kyuhyun—yang biasanya berbaring tepat di samping tubuhnya. Pandangan gadis itu sudah mengedar ke segala penjuru apartemen, tetapi ia tak kunjung menemukan sosok Kyuhyun.

 

Ternyata Kyuhyun sudah kembali bekerja—kali ini Kyuhyunlah yang meninggalkan Sungmin sendiri di apartemen ini.

 

Sebenarnya Sungmin tidak mempersalahkan hal itu, toh beberapa menit setelah ia bangun, ponselnya berdering nyaring.

 

Jongin menelponnya, mengatakan bahwa ia sudah berada di depan gedung apartemen Sungmin.

 

OoOoO

 

Wajah Kyuhyun yang tertekuk di sepanjang hari membuat manajernya merasa heran. Lelaki paruh baya yang bertugas mengopeni karir Kyuhyun itu juga terlihat gelisah, mungkin lelaki itu terganggu dengan sikap Kyuhyun.

 

Hae Joon, manager Kyuhyun, tidak tahu pasti apa yang tengah menimpa Kyuhyun. Tetapi setidaknya ia bisa menebak, beberapa kemungkinan muncul di benaknya.

 

Prasangka pertama. Kyuhyun bersikap seperti itu karena masalah waktu istirahat. Beberapa kali Kyuhyun meminta jam istirahat selama satu hari penuh, tetapi hingga saat ini Haejoon belum sempat mengabulkannya.

 

Prasangka kedua. Kyuhyun bersikap seperti itu karena gadis masa lalunya yang berhasil ia temukan. Haejoon tahu semuanya, bahkan tentang gadis yang diceritakan Kyuhyun beberapa minggu yang lalu. Haejoon juga tahu jika Kyuhyun membawa gadis itu tinggal bersama di apartemen pribadi Kyuhyun. Tentu Haejoon menyetujui ide gila itu setelah Kyuhyun berhasil menjelaskan semuanya dengan baik-baik.

 

Agensi tidak menolak perihal hubungan Kyuhyun, toh itu hak Kyuhyun untuk memilih pasangan. Jadi Haejoon pun juga tak akan menolak selama hubungan Kyuhyun dan gadisnya masih dianggap wajar.

 

Tunggu.

 

Apa wajah kusut Kyuhyun hari ini dikarenakan ulah gadisnya?

 

“Kyuhyun-ah ..,” Haejoon mencoba untuk mengambil suara. “Kenapa kau melukis wajah menyedihkan seperti itu, huh? Bersemangatlah! Fansmu akan kecewa jika mereka melihat wajah semi mayatmu itu.”

 

Kyuhyun hanya berdehem pelan lalu kembali menyangga dagu dengan lengannya yang tertekuk. Pandangannya yang kosong tetap terarah ke luar, memandang jalanan yang terlewati kendaraan mereka.

 

“Aku tidak tahu masalahmu. Tetapi coba kutebak,” Haejoon memberi jeda sebentar sebelum ia melanjutkan ucapannya. “Kali ini, masalah gadis kecilmu itu, ‘kan?”

 

Bola mata kelam milik Kyuhyun melirik ke arah Haejoon, berada menggantung di ujung sudut mata. Ia tidak berniat menolehkan kepala, hanya sedikit mengarahkan pandangannya. “Geulssae.”

 

Haejoon membenarkan letak duduknya, “Kali ini ada apa lagi?”

 

Sebenarnya Kyuhyun tak berniat menjawab pertanyaan Haejoon, tetapi entah mengapa ia merasa harus membagi masalahnya dengan Haejoon. “Dia terus memintaku untuk melepaskannya. Dan aku mulai muak dengan hal itu.”

 

“Tentu saja dia bersikap seperti itu,” Haejoon menatap wajah Kyuhyun lekat-lekat. “Kau tiba-tiba datang tanpa suatu alasan, kemudian memaksanya untuk tinggal bersamamu dengan status intim seperti itu. Itu memang aneh, terkesan pervert dan tidak masuk akal. Dan yang lebih mengejutkan, itu semua terjadi kepadamu dan dia.”

 

Kepala Kyuhyun mengangguk-angguk, “Dia mulai berulah. Kemarin malam aku melihatnya berciuman dengan kekasihnya.”

 

“Wow .., wow. Jadi kau patah hati, Cho?” tawa Haejoon seperti akan meledak jika saja Haejoon tak berusaha mengerti perasaan seperti apa yang Kyuhyun rasakan saat ini. Ia mengatur tenggorokannya yang serasa bergejolak, lalu berdehem demi menstabilkan nada bicaranya. “Bagi seorang remaja SMA, berciuman dengan pacar mereka adalah suatu hal yang juga wajar. Kau tahu, aku juga berciuman ketika duduk di bangku ..”

 

“Tetapi dia itu milikku, hyung!” Kyuhyun menyela cerita Haejoon yang mulai keluar dari topik. Dia membalas tatapan Haejoon dengan tatapan tajam, hingga menampakkan kerutan kentara di dahi. “Dia milikku! Aku yang mendapat pesan dari orang tuanya untuk selalu menjaganya!”

 

“Tetapi dia tidak tahu fakta itu,” Haejoon memicingkan mata—berusaha untuk tidak mengikuti emosi Kyuhyun yang mulai tersulut. “Kau membuat perjanjian licik dengan kedua orang tuanya ketika bisnis mereka berada di ambang batas. Dan, see! Kau berhasil membujuk mereka agar mereka mau kabur ke luar negeri dengan uangmu! Tetapi sebagai gantinya, kau meminta putri mereka.”

 

Haejoon melanjutkan, “Kau mengubah beberapa fakta yang ada dengan cerita yang kau atur sedemikian rupa. Mengatakan kepada publik bahwa kau tidak pernah bertemu dengan cinta pertamamu setelah pesta itu berakhir. Tetapi nyatanya, kau mengirim penguntit handal dan berhasil mengorek informasi sampai ke akar-akarnya selama bertahun-tahun!”

 

Kyuhyun memijit pelipisnya yang berdenyut, kepalanya mulai berputar dan rasanya sakit sekali. Memorinya kembali ke masa lalu, masa di mana ia masih menjadi seorang remaja dengan pemikiran yang labil. Saat itu ia masih berkuasa dengan uang milik ayahnya—dia anak seorang milyuder. Karena ayahnya sangat mempercayai Kyuhyun, tanpa banyak bicara ayah Kyuhyun—yang merupakan tipe orang sibuk tidak mempunyai banyak waktu—menyetujui ide gila anak semata wayangnya.

 

Ide gila yang dicetuskan oleh anak mereka yang jenius.

 

Ide yang menyeret seorang gadis muda bernama Lee Sungmin.

 

OoOoO

 

Semua siswi yang berada di kantin sekolah, mengarahkan pandangan sinis mereka ke arah Sungmin yang duduk di hadapan Jongin. Mereka berusaha mengganggu bahkan mencoba memaki dengan tatapan mereka yang kelewat kejam itu. Banyak sekali cibiran dan desas-desus tentang Sungmin, dan tentu merupakan berita hangat hari ini.

 

Jika kemarin mereka membicarakan Sungmin dan Kyuhyun.

 

Maka hari ini mereka membicarakan Sungmin dan Jongin.

 

Berita tentang hubungan Sungmin dan Jongin lebih cepat menyebar dari pada berita yang lain. Tentu hal itu menimbulkan persepsi  yang berbeda-beda—walau rata-rata mereka menolak hubungan Sungmin dengan Jongin.

 

Hei!

 

Yang benar saja!

 

Baru saja foto-foto kedekatan Sungmin dan Kyuhyun tersebar kemari pagi! Dan sekarang, gadis itu sudah terlihat baik-baik saja dengan menggandeng tangan seorang Kim Jongin?

 

Gadis seperti apa dia?

 

Playgirl?

 

“Cih .. Tidak bisa dipercaya ..”

 

“Ternyata seorang gadis rendahan seperti itu.”

 

Kalimat yang sengaja dilontarkan dengan nada keras-keras oleh dua orang siswi yang berjalan di belakang Sungmin, sukses membuat gerakan tangan Sungmin terhenti. Gadis berwajah cantik itu mengerjap-ngerjapkan kelopak matanya, pandangannya mulai mengabur ketika kabut air mata menghalangi penglihatannya.

 

Sungmin tidak tahu pasti, tetapi perasaannya benar-benar sakit setelah penghinaan itu ia terima. Bibirnya yang bergetar samar membuat dahinya ikut berkerut-kerut gelisah. Ia tidak boleh menangis walau air mata ini terus memaksa melesak keluar dari pelupuk mata.

 

“Jangan dengarkan mereka,” suara Jongin yang akhirnya mengalun di antara keributan yang gaduh itu sukses menenangkan segenap perasaan Sungmin. Tutur kata lembut yang terlempar dengan senyuman menyejukkan itu bagai tengah berusaha membelai dada Sungmin, menyungkil serpihan batu kaca yang menancap dan melukai perasaan Sungmin. “Hanya omong kosong tidak berguna.”

 

Sungmin menghela nafas pelan, ia meletakkan sumpit makannya. “Mereka menjatuhkan mood-ku dan menginjak-injak harga diriku. Kau pikir, hubungan kita akan baik-baik saja?”

 

“Tentu saja. Mereka tidak akan bisa mempengaruhi hubungan kita,” Jongin berucap seraya memakan kimbab di kotak bekal Sungmin. “Hubungan kita akan berjalan baik-baik saja, selalu dibubuhi cerita indah nan manis. Hanya kau dan aku. Mereka tidak ada pengaruh apa-apa.”

 

Sungmin mampu terkekeh setelah mendengar penuturan aneh dari Jongin. Tetapi tawa pelannya itu tiba-tiba diinterupsi oleh suatu getaran halus dari saku jas sekolahnya. Sungmin segerah meraih ponselnya, membaca ID caller yang tertera selama sekilas kemudian menatap Jongin. “Aku harus menerima telpon ini. Tetapi di sini berisik.”

 

“Kau bisa menerimanya di kamar mandi. Aku akan berjaga di depan pintu untukmu,” Jongin meminum minumannya dan bangkit.

 

“Tidak! Tidak usah! Kurasa ini bukan telpon penting ..”

 

“Apa yang kau katakan? Raut wajahmu berubah ketika membaca ID caller itu, jadi kurasa itu telpon penting untukmu,” Jongin menyeret tubuh mungil Sungmin menuju kamar mandi perempuan yang berada dekat dengan kantin.

 

Jongin berteriak dan menyuruh siswi-siswi yang ada di dalam kamar mandi segera keluar. Dan beberapa detik setelah ia berteriak, siswi-siswi itu pun keluar tanpa banyak bicara. Rupanya mereka sedang tidak mau ribut dengan mantan preman sekolah mereka—Jongin.

 

Setelah itu, Jongin menyuruh Sungmin untuk masuk. Dia sendiri tengah bersiaga tepat di depan pintu toilet itu.

 

Sungmin tidak bisa melakukan apa pun kecuali menguki apa yang telah diperintahkan oleh Jongin. Gadis itu akhirnya masuk ke dalam kamar mandi, lalu mengangkat telpon dari Kyuhyun.

 

Pada awalnya, Sungmin sama sekali tidak berniat menyuarakan salam. Dan sepertinya sang penelpon juga sama seperti itu. mereka sama-sama terdiam ketika tombol hijau sudah ditekan oleh jemari Sungmin, tidak ada suara—bahkan ketika Sungmin telah menempelkan earpiece ke telinga.

 

Sungmin jenuh.

 

“Aku akan menutup telponnya jika ..”

 

“Sungmin, tunggu!” suara bass mengalun dengan nada yang terkesan begitu memohon. Terdengar suara desauan yang kentara, setelah itu tarikan nafas. “Aku ingin kita bicara.”

 

“Kalau begitu bicaralah ..”

 

“Bukan di sini,” kata Kyuhyun dengan nada yang lebih tenang. “Aku ingin kita bicara nanti malam.”

 

“Kenapa harus nanti malam? Aku tidak punya waktu untuk itu,” Sungmin memandang pantulan dirinya di cermin lalu merengut. “Cepat katakan, Kyu ..”

 

“Tidak. Aku sudah mempersiapkan makan malam kita di sebuah restoran. Ini hal penting, dan aku tidak mau main-main.”

 

“Terserahmu, Cho Kyuhyun-ssi,” Sungmin mengucapkan hal itu dengan nada mendesis yang rendah. Gadis itu langsung menutup sambungan telpon ketika ia selesai melantunkan kata-kata final itu.

 

“Cho Kyuhyun-ssi?”

 

Suara seseorang terdengar menggema dari salah satu bilik kamar mandi, cukup mengagetkan Sungmin yang berada tepat di hadapan cermin.

 

“Siapa Cho Kyuhyun-ssi yang kau sebutkan tadi, eonni?” seorang gadis cantik dengan rambut bergelombang keluar dari sebuah bilik dan ia berjalan menghampiri Sungmin. Sorot matanya yang tajam seperti biasa kini menghujam manik mata Sungmin dengan leluasa. “Cho Kyuhyun-ssi yang sedang digosipkan denganmu?”

 

“Kyungsoo-yah? Kau mendengar semuanya?” Sungmin melontarkan pertanyaannya dengan tersendat-sendat. Ia terlalu sibuk berbincang dengan si brengsek Kyuhyun sehingga dia melupakan bahwa kini tengah berada di tempat umum. Dan yang lebih bodohnya, dia dipergoki oleh salah seorang hoobae-nya?

 

Kepala Kyungsoo mengangguk, sorot matanya kini berubah menjadi sorot mengintimidasi yang menindas rasa percaya diri Sungmin. “Aku tidak tuli, eonni.”

 

“Kau bisa merahasiakan ini semua?” Sungmin bertanya dengan memasang wajah was-was.

 

Kyungsoo terlihat mengendikkan bahu selama satu detik, kemudian gadis itu tersenyum penuh misteri. “Jadi, foto dan gosip-gosip itu benar?”

 

“Kyungsoo-yah,” Sungmin berusaha mendekap telapak tangan Kyungsoo lalu melempar tatapan penuh permohonan yang amat sangat kentara. “Kumohon jangan mengatakan apa pun pada semuanya.”

 

“Lebih baik mereka tahu fakta-faktanya, eonni,” kata Kyungsoo dengan nada datar yang mengancam. Gadis mungil itu berhasil mencekik alur nafas Sungmin, membuat sunbae-nya tergagap dan gugup setengah mati.

 

“Tidak! Tidak boleh seperti itu!” genggaman tangan Sungmin di pergelangan tangan Kyungsoo semakin mengerat. “Kumohon, Kyungsoo-yah! Kali ini tolong rahasiakan ini semua! Anggap saja kau tidak pernah mendengar apa pun dari ku hari ini, hm?”

 

“Apa eonni tahu latar belakang keluarga Jongin?” gadis itu tiba-tiba mengalihkan alur pembicaraan. Tangannya kini tertekuk di atas dada dan tubuhnya yang langsing memasang pose angkuh.

 

Kyungsoo tertawa pendek—menyalurkan segenap nada meremehkan di setiap lirikan mata. “Dia berasal dari keluarga baik-baik. Ayahnya seorang CEO dan ibunya seorang desainer terkenal. Sebelum Jongin mengenalmu, aku mengenalnya sebagai anak baik-baik yang menurut dengan paman dan bibi Kim.”

 

“Aa—apa maksudmu?”

 

“Apa yang akan terjadi jika paman dan bibi Kim tahu, anak mereka satu-satunya berpacaran dengan eonni?” Kyungsoo melontarkan pertanyaan seraya menelusuri setiap jengkal tubuh Sungmin. “Eonnineun mwoya?”

 

Kyungsoo melangkah ke arah depan, masih memasang tatapan tajam yang berniat membunuh sosok di hadapannya. “Aku akan tutup mulut dan melupakan semua yang kudengar hari ini. Tetapi kau juga harus melakukan sesuatu untukku, eonni ..”

 

Sungmin mundur ke belakang, berusaha menghindari Kyungsoo.

 

“Sungmin-ah? Kau sudah selesai?”

 

Teriakan Jongin terdengar, membuat dua orang yang sedang berseteru itu mengalihkan pandangan ke sumber suara. Sungmin berniat untuk segera melangkah keluar, tetapi Kyungsoo bergerak lebih cepat. Gadis bermata bulat itu meraih pergelangan tangan Sungmin, menahannya sejenak.

 

“Jauhi Jongin,” katanya dengan nada penuh ancaman. “Kau harus menjauhi Jongin.”

 

TBC

 

Ini update super kilat, yah? Hehehe

 

Untuk sekedar pemberitahuan, untuk Kyumin moment itu lhoo .. Mungkin akan sulit ditemukan di chap-chap ini. Karena aku ingin mengulas sedikit rahasia yang tersimpan (?) diantara mereka. Mungkin chap full KyuMin akan dimulai dari chap 10 dan untuk seterusnya pasti untuk KyuMin *KaiSoo akan dikurangi*

 

Kuharap kalian mengerti dan tetap mau membaca setiap chap dengan suka cita. Dan, semoga kalian terus rela menanti untuk ff ini^^

72 thoughts on “My Secret Idol | KyuMin | Chap 7/? | Genderswitch | T+ | Romannce |

  1. oala kyu kau benar” menyedihkan ..
    ming sadar dong klo kyu ga bkal lepas dirimu gtu ajh
    ming sama jongin lebih pantes jd adik kakak hehe
    lanjut terus^^ hihi update kilat lagi klo bisa🙂

  2. Ya amppun kyupa ampe segitunya cinta ke umin, amppe ngelakuin kaya g2, ck ck ck , salut lah ama cintanya ,🙂

    UDah umin ikutin aja kata kyungso ,,

    Biar umin deket ama kyupa ( jadian kalo bisa mah ) hehe🙂😀 :p

  3. kyu ngapain ortu min??
    ortu min msh ada berarti ya..
    bagus itu min.. jauhi jongin ama kyu aja ^^
    kasian kyu nnt frustasi br gt aja kyu udh mabuk apalgi nanti nanti -,-
    msh penasaran..
    butuh flasback

  4. Yaampun…….
    Kyu udah terobsesi sama ming dari lama jadinya? Tunggu. Sedikit lupa cerita kenapa ming bisa jadi miskin gitu-____-

    Ada beberapa typo kata tadi kurang huruf tp masih bisa dimengerti sih maksudnya hahaha
    Ini emang update kilat banget ya, tumben pas liat email ada notif msi diupdate haha

  5. Huee , kok jdi ribet gini deh
    Itu pasti sungmin bakal salah paham deh klo kyu jelasin smua ?
    Brarti appa eomma sungmin masih ada kan yaa ?
    Aduhh si kyu terlalu over protectiv sihh
    Kajja dilanjut dehh chingu ^^

  6. Bener kan gadis itu sungmin. Kyu bener2 cinta mati ama ming. Jd penasaran nih dgn masa lalu kyumin. Always wait for your next chap. Fighting.

  7. Waah konfliknya semakin beraat .. ah~ eonnie kalo buat ff meski konflik berat tt[ ga ngebosenin sih😀 gak kaya sinetron ko heheh
    tegang banget baca chapter ini ..
    aah penasaran nextnya kaya apaaa ._. lanjutt ya eonnie semangat!!

  8. Waaah bener2 update kilat… Senangnya….
    Aduh itu D.O kenapa kek gitu, pake bawa2 orang tua jongin. Kasian ming, ditindas sana-sini..

    Moga update kilat lagi ya author, semangat (҂’̀⌣’́)9

  9. jdi cwe d pesta it bneran sungmin,dn kyu mlai saat it memata-matai sungmin, ,aq jdi pnasaran bgaimana akhirnya kyuhyun brani mengambil kputusan utk Mnemui sungmin,menytakan prasaannya dn bwa sungmin tnggal stu atap kLu sblumnya dia hnya jdi stalkernya ming. .dn utk ming trutin ajdeh kmauan kyungsoo truz blik ke kyu. . .smoga updtenya kilat truz

  10. Wah Kyu~ ternyata dia yg membuat Ming berpisah dari orang tua nya.
    Aku sempat berpikir Ming sudah sebatang kara, ternyata orang tua nya masih ada toh.
    Chap 10 ya… Masih 3 chap lagi huuft~~
    Gak apa2 deh, jdi nya aku baca nya lebih sedikit karena cuma baca part Kyumin doang😄

  11. gpp bgus bias minie ama kyunie,,
    trnyata kyu yg bkin rencana gtu pantesan dy nembak dluan
    wkwkwkwkwk

    suka suka
    d tngu next chaptr kyumin momentnya eon
    fighting

  12. Minnie kok cerita sam kyungsoo si.. Tuh kan uda kepikiran klo dia itu bukan anak baik krn masih mau dptin jongin… Huhuhuhu apa yg akan minnie lakukan?

  13. jd kehidupan Sungmin seperti udah di atur sama Kyu yah semenjak pesta besar yg dimaksud?
    wah bener2 cinta mati tuh. lama2 bisa jadi obsesi nih kalau sungmin menjauh terus.

  14. mulai ngerti nih kenapa kyu bisa seenaknya gitu sama min
    mulai paham juga orang tua min ngilang
    gaya patah hati kyu ko bikin aku sedih ya hehehe
    padahal kalo jadi min aku juga ngerasa aneh gitu sama kyu
    min bener2 dihadapin sama pilihan sulit
    deket sama kyu diserang sparkyu
    deket sama jongin dicibir sama fans kyu,diancam juga sama kyungsoo
    coba kalo min cerita yg sebenernya ke kyu masalah penyerangan itu
    mungkin kyu akan lebih ngerti perasaan min huaaaaa complicated nih
    BTW kyu mau ngomong apa ya ke min
    apdet kilat lagi yaaaaaa
    semangat

  15. Ternyata bener kalau kyumin pernah ketemu sebelumnya walaupun cm kyuhyun yg lihat, Dan ternyata efek first sight kyumin efeknya cukup buruk juga ke kyuhyun. Dan ini si D.O. kenapa ikut2an jutek ama ming–‘.mendingan kyu segera ngomong ke ming biar jelas dan enak .klo ga gitu kasihan semua pihak yg ada kaitannya.

  16. Akhir.a update juga chap 7 baru bisa baca sekarang ,, mian jiyoo jarang komen ..
    Update kilat lagi ya jiyoo ,, banyakin kyumin moment.a ya ..😉

  17. Jujur, aku gasuka sifat ming diff ini, terlalu munafik, bisa dibilang kayak gitu -_- kasian banget kyu -_-, tapi kyu salah juga sih -_- pisahin ming sama jongin please , ga cocok -_-

  18. Chap 6 nya aq absen coment yah. Hahaha lgsg loncat ke chap 7. Eiyy si d.o anak bau kencur maen perintah” aja wkwkwk tp bagus lah klo ming juhin kai kan si ming bsa sma si om mesum itu tuh #lirikkyu hahahaa lanjut

  19. Kyu emg stalker sejati dn pantas untk mnjadi panutan,fufufufufufu…..
    jd pnsaran cranya kyu ‘ngancem’ ortu ny ming kbur kluar negeri pke uangnya dy itu gmn,jgn2 ming tauny klo ortuny tuh udh bngkrut lg~.~
    Otak epil kyu emg gk dragukan lg,apapun cranya asal dpetin ming dn unnie sukaaaaaaaaaaaa ituh,hahahaha…
    keep spirit neeeee,tr unnie ksh lg gmbar2 pnambah semangat,hwaiting>.<

  20. Aduuuuh minnn mending sama kyupa ajaaa kehidupan terjamin kaan bisa ngelakuin apa ajaa. mending kyungso sama jongin aja biar semuanya dapet pacarrrr

  21. Wowowoooo

    Makin rumitt!! Tp aku masih. G ngrti sm prasaan sungmin. Dia suka g sih sm jongin jonngin itu?-_-
    Kok, rasanya prasaan sungmin sm jongin itu. Biasa aja aja y? -_-

  22. dan ternyata kyu memiliki ide gila seperti itu.. *tentu saja. dia kan evil #plakk

    si kyungsoo nyeremin yakk. padahal mukanya imut2 loh :3
    next chapter goo!!

  23. yak ampun.. sungmin… memutarbalikkan dunia seorang cho kyuhyun..
    daripada dicap playgirl mending ama kyu.. lagian jongin kan punya kyungsoo..
    lia kyungsoo udh keluarin taringnya..

  24. Jadi begitu caranya Kyuhyun supaya bisa mendapatkan Sungmin dari orang tuanya? Tapi kenapa Sungmin bisa-bisanya tidak tau tentang perjanjian antara Kyuhyun dengan orang tuanya?
    Iya Sungmin lebih baik kamu sama Kyuhyun saja, kasihan Kyuhyun merana karna kamu😦😥

  25. Astaga sampe segitunya kah kyu dulu?
    Ming sadar dong kyu itu bener2 cinta sama km
    Entah knp aku seneng kyungsoo ngancem ming wkwk dengan begitu ming jauhin jongin wkwk

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s