My Secret Idol | KyuMin | Chap 6/? | Genderswitch | T+ | Romannce |

My Secret Idol

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin , KaiSoo

 

Part : 6/?

 

Warning : GENDERSWITCH , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Tidak ada yang tahu di mana dan dengan siapa kita akan bertemu dengan ‘cinta’. Semua pasti terjadi di luar nalar seorang manusia, entah itu terjadi secara ‘biasa-biasa saja’, atau malah luar biasa. Setelah mengenal cinta, maka status tidak akan menjadi nomor satu. Karena untuk orang yang mencinta, perasaan kasih adalah segalanya.

Music : Someday by Super Junior

 

Tak!

 

Salah seorang memukul kepala Sungmin dengan kepalan tangannya, menimbulkan bunyi ‘tak’ teras. Gadis yang jatuh tersungkur itu kian tak berdaya, ia tidak bisa melakukan apa pun untuk membela diri—kecuali diam dan menuruti perintah mereka.

 

“Apa kita perlu memberi sebuah pelajaran berharga untuk gadis tidak tahu diri ini, teman-teman?” Gadis dengan rambut panjang itu melipat kedua lengannya di atas dada lalu berseru kepada teman-temannya. “Ia pura-pura bodoh atau mencoba berbohong?”

 

“Aku benar-benar tidak tahu apa-apa ..,” suara Sungmin makin melemah.

 

“Cih! Pergi saja ke neraka, dasar wanita penggoda!”

 

Sekelompok murid perempuan yang tadinya berdiri mengitari Sungmin kini mulai mengambil tindakan. Mereka menyerang Sungmin dengan melayangkan tendangan, tamparan, jambakan, bahkan pukulan di sekujur tubuh Sungmin.

 

“Akh! Mwoya? Hentikan!” Sungmin mencoba merintih dengan nada suaranya yang melembek. Gadis itu sudah tak kuasa untuk membendung air mata, dan akhirnya menangis sesenggukan ketika menerima perlakuan kejam ini.

 

Sakit!

 

Ini sakit!

 

Tolong hentikan!

 

Siapa pun tolong aku!

 

Tidak ada yang berniat menolong. Semua sedang sibuk menyaksikan tindakan pengeroyokan itu dengan semangat menggebu-gebu, beberapa ada diantaranya yang berteriak memberi semangat, dan ada yang mengambil foto insiden itu.

 

Mengerikan.

 

“Berhenti!”

 

Suara lantang milik seorang lelaki paruh baya akhirnya terdengar—menggantikan teriakan-teriakan para siswa yang histeris. Beberapa wanita yang tadinya menjadi pelaku perkelahian kini membubarkan diri dengan cepat, meninggalkan Sungmin yang tergeletak tak berdaya.

 

“Sungmin-ah!” seorang murid yang datang dengan lelaki paruh baya kini berlari menghampiri Sungmin dan membopong tubuh gadis itu. “Aish!”

 

OoOoO

 

Jongin melihat teman-temannya sibuk membicarakan sesuatu di layar tab atau ponsel pintar mereka ketika ia baru sampai di kelas. Pagi ini murid-murid terlihat begitu cemas, mereka begitu berisik dengan gosip yang mungkin masih fresh from the oven.

 

Jongin rasa ada hal bagus yang terjadi.

 

“Semua sedang sibuk membicarakan foto Kyuhyun sunbae,” Kyungsoo yang duduk tepat di sebelah kanan Jongin berucap dengan nada pelan. Gadis itu menghela nafas lalu menyandarkan kepala di atas lengannya yang tertekuk.

 

“Kyuhyun sunbae?” Jongin tertarik dengan topik pembicaraan yang baru Kyungsoo angkat. “Kenapa kau memanggilnya sunbae?”

 

“Dia seniorku di agensi. Sudah seharusnya aku memanggilnya begitu,” Kyungsoo menjawab sambil mendengus pelan.

 

“Lalu apa yang terjadi pada seniormu? Kenapa mereka semua membicarakannya?” Jongin melempar pertanyaan.

 

Kepala Kyungsoo menggeleng dengan gerakan pelan, sedetik setelahnya ia mengeluarkan ponsel pintarnya dari dalam saku dan membuka suatu situs web. “Ini,” ujarnya sembari menunjukkan sesuatu di layar ponselnya. “Karena foto ini ..”

 

“Mereka bilang Sungmin sunbae sudah datang!”

 

Seseorang tiba-tiba datang dan berteriak ketika ia sampai di ambang pintu kelas Jongin. Gadis bertubuh pendek itu langsung berlari meninggalkan kelas setelah ia mengatakan berita panas tersebut. Para murid yang tadinya sedang asyik bergossip kini berbondong-bondong berlari menuju lantai bawah.

 

Sungmin?

 

Jongin belum sempat memperhatikan dengan detail foto-foto yang ditunjukkan oleh Kyungsoo. Lelaki itu sudah terlebih dahulu dikejutkan dengan berita tadi. Secepat kilat ia berlari meninggalkan Kyungsoo dan pergi menuju lantai bawah.

 

OoOoO

 

Suasana terlalu kacau sehingga Jongin tidak bisa menembus gerombolan siswa berandal itu. Jadi ia memutuskan untuk memanggil salah seorang dewan guru untuk membubarkan sekumpulan preman sekolah yang sedang berpesta di tempat yang salah.

 

Saat itu dewa keberuntungan tengah berpihak pada Jongin, sehingga guru yang dibawanya bisa mengendalikan suasana gaduh itu dengan cepat. Ia bisa melihat para murid yang berlari kalang kabut ketika mendengar gurunya berteriak sekencang itu—dengan pengeras suara.

 

Dan pemandangan yang paling mencengangkan adalah ketika ia menemukan sosok Sungmin yang meringkuk tak berdaya.

 

Di sana, di tengah koridor kelas.

 

Punggug gadis yang dikasihinya itu terlihat membungkuk dan hampir menyerupai huruf C, kedua lengannya ia tekuk ke atas untuk melindungi wajahnya. Keadaannya sudah sangat berantakan, dengan seragamnya yang kusut dan wajah lebam juga darah di sudut bibir dan matanya.

 

“Sungmin-ah!” Jongin berteriak lalu berlari menghampiri Sungmin. Lelaki itu melingkarkan lengannya di pundak Sungmin lalu meremasnya pelan. Ia mencoba menuntun Sungmin untuk bangkit, namun nyatanya gadis itu sudah tak kuasa untuk meluruskan otot kakinya. “Aish!”

 

Akhirnya Jongin memutuskan untuk menggendong Sungmin di punggungnya. “Saya akan membawa Sungmin ke ruang kesehatan, ssaem!”

 

Jongin dapat merasakan kekuatan dari keputusasaan Sungmin lewat hembusan nafas berat yang menyentuh lehernya, membuatnya lebih bersemangat untuk melangkah lebih cepat.

 

“Jongin-ah ..”

 

Gadis itu memanggil nama Jongin dengan suara paraunya yang mencicit. Ia mengeratkan pelukan lengannya di leher Jongin lalu membenamkan wajahnya yang kacau di ceruk leher Jongin. Ia menangis dengan begitu pilu.

 

Jongin bersyukur karena pintu ruang kesehatan sudah dibuka, dan dengan segera ia masuk ke dalam setelah mengucapkan salam. Ia menurunkan tubuh Sungmin di suatu ranjang kemudian segera berlari meminta kotak obat pada dokter yang berjaga.

 

“Aku akan merawatnya sendiri, ssaem! Terimakasih kotak obatnya,” kata Jongin kepada Pak Kim, lalu ia kembali menghampiri Sungmin.

 

“Hiks ..”

 

Sungmin masih menangis ketika Jongin kembali dari Pak Kim untuk meminta obat. Gadis itu duduk di salah satu sisi ranjang sambil menangis sesenggukan.

 

Gwaenchanha, mereka semua sudah pergi,” Jongin meraih botol cairan revanol lalu menuangkan isinya di atas permukaan kapas. Dengan cekatan ia mengusap lembut bekas luka Sungmin dan menekan-nekannya pelan. “Apa sakit sekali?”

 

“Aku takut,” Sungmin mengucapkannya dengan terbata-bata. “Aku takut sekali, Jongin ..”

 

OoOoO

 

Jongin menatap wajah damai Sungmin dengan khawatir, telapak tangannya terus menggenggam jemari lentik milik Sungmin—seolah berusaha menyalurkan segenap kekuatan dari dalam dirinya. Sejujurnya ia begitu tersakiti saat ia menemukan bekas luka di beberapa bagian wajah Sungmin. Dan dengan segenap hati, ia mengutuk siapa saja yang telah berani melakukan hal konyol itu kepada Sungmin.

 

Ada apa gerangan?

 

Pertanyaan itu masih senantiasa berputar di benak Jongin, membuatnya berpikir keras untuk menjawab rasa penasarannya.

 

Sial!

 

Drrt ..

 

Ketika Jongin selesai mengumpat dalam batin, ponselnya tiba-tiba berdering—menandakan ada sebuah panggilan masuk. Lelaki memperhatikan layar ponselnya sejenak lalu segera menekan tombol hijau.

 

“Kyungsoo-yah, ada apa?”

 

“Kau dimana?” suara Kyungsoo yang merdu mengalun dari speaker ponsel.

 

“Aku di ruang kesehatan.”

 

“Menemani Sungmin sunbae?” tebak Kyungsoo.

 

“Hm,” tanpa sadar Jongin menjawab dengan dengungan singkat dan anggukan kepala. “Aku tidak bisa kembali ke kelas untuk pelajaran selanjutnya.”

 

Kyungsoo diam untuk beberapa saat, mencoba memahami apa yang tengah dilakukan Jongin sekarang ini. Tetapi di detik kesepuluh ia bergumam, “Kenapa tidak mengantarnya pulang?”

 

“Dia menolak,” jawab Jongin. Ia sudah mencoba untuk menghubungi salah satu relasi Sungmin, tetapi gadis itu melarangnya untuk menelpon siapa pun. Sungmin juga menolak ketika Jongin berniat mengantarnya pulang. Sungmin bilang ia ingin beristirahat sejenak di ruang kesehatan, setelah keadaannya lebih baik, ia akan kembali ke kelas.

 

“Wae? Kenapa dia menolak?”

 

“Aku tidak tahu,” Jongin berbisik. “Aku tutup telponnya, aku tidak ingin mengganggu Sungmin. Annyeong.”

 

“Tunggu sebentar!” Kyungsoo berusaha untuk tidak mengakhiri percakapan telponnya.
“Apa kau sudah bertanya tentang foto Kyuhyun sunbae .., kepada Sungmin?”

 

“Foto Kyuhyun sunbae?” dahi Jongin berkerut samar ketika ia mendengar nama itu kembali terlontar dari mulut Kyungsoo. “Apa hubungannya dengan ..”

 

Semua sedang sibuk bergosip tentang foto Kyuhyun.

 

“Kyungsoo-yah, aku akan menghubungimu lagi nanti. Aku harus pergi,” Jongin mengucapkan salam perpisahannya dengan cukup tergesa-gesa. Ia pun menekan tombol merah lalu segera membuka suatu aplikasi browser.

 

Ia mengetik sebuah kata kunci.

 

Dan beberapa detik setelah ia menekan tombol ‘go’, muncul beberapa hasil penelusuran yang diurutkan berdasarkan rating dari sebuah blog. Jemarinya kembali menari-nari, membuka beberapa blog sekaligus dan membaca entri satu per satu dengan seteliti mungkin.

 

Kenapa?

 

Jongin bahkan tidak percaya dengan apa yang baru diketahuinya. Ini semua terlalu ganjil, dan jika ia boleh jujur ini sama sekali tidak masuk akal.

 

Foto-foto yang diambil secara tidak sengaja oleh seorang fans.

 

Foto seorang artis besar yang tengah mendekap gadis SMA.

 

Gadis SMA yang sangat ia kenal.

 

Seseorang yang sudah sangat lama ia kagumi.

 

“Jongin-ah ..”

 

Jiwa Jongin terasa tersentak ketika suara lembut gadis itu terdengar memecah keheningan. Ia kembali tersadar dari segala lamunan, dan reflek menatap wajah Sungmin yang pucat pasi. Dahinya mengeryit samar ketika manik matanya menangkap tatapan sendu dari Sungmin—dan itu amat sangat menyakitinya.

 

Wae?” Jongin mendekatkan wajahnya—menghapus jarak di antara wajah mereka lalu tersenyum manis. “Aku ada di sini. Jadi kau tidak perlu merasa takut.”

 

Sungmin mengedip-ngedipkan kelopak matanya ketika mendengar penuturan Jongin yang menenangkan. Hembusan nafas berat yang menerpa wajahnya pun terasa sebagai candu tersendiri baginya. Oh, wajah Jongin yang terlihat lebih dekat seperti ini benar-benar membuat perasaannya menjadi lebih bak.

 

Gomawo,” kata Sungmin—berusaha melempar senyuman terbaik walau sudut bibirnya terasa amat sangat perih.

 

Sebenarnya Jongin ingin mengorek informasi mengenai foto yang baru-baru ini tersebar di dunia maya. Ia ingin mengetahui fakta yang sebenar-benarnya, lalu meloloskan diri dari rasa penasaran yang serasa mencekik setiap alur nafas seperti sekarang. Mungkin otak Jongin akan senantiasa untuk berputar dan berlari untuk mencari jalan keluar—walau itu semua sangat tidak pasti. Semua itu akan membuatnya semakin kacau, ia akan bimbang dengan semuanya.

 

Namun Jongin pikir saat ini bukanlah saat yang tepat untuk bertanya. Keadaan Sungmin pasti sangat down, dan ia tidak mau menambah beban pikiran Sungmin dengan pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Ia harus bisa menahan diri, mencoba untuk mengerti untuk saat ini.

 

Jongin menghela nafas kemudian menggerakkan lengannya untuk meraih telapak tangan Sungmin, membungkusnya dengan begitu erat. “Maafkan aku,” desahnya dengan nada pelan.

 

Wae? Kenapa kau meminta maaf?”

 

“Karena aku membiarkanmu sampai seperti ini,” Jongin berujar sambil menelangkup pipi Sungmin dengan telapak tangannya yang lain. “Andai saja aku bisa membalas mereka, aku akan menghajarnya satu per satu.”

 

Perasaan Sungmin bergetar ketika gendang telinganya ditembus oleh pernyataan Jongin yang sarat akan emosi. Tanpa ia sadari, bibirnya kembali mengulas senyum bahagia. “Tetapi aku tidak mau kau terlibat perkelahian lagi,” kata Sungmin sambil terkekeh. “Aku benci jika melihatmu babak belur.”

 

Jongin mengakui dirinya sebagai berandalan kecil ketika ia menjadi murid baru di sekolah ini setahun lalu. Ia sering terlibat perkelahian dengan para senior dari dalam maupun luar sekolah, dan predikat murid bengal pun ia dapatkan.

 

Jongin memang pernah tersandung beberapa kali kasus serius seperti itu, tetapi sekarang keadaannya sudah berbalik. Semua sudah menjadi lebih baik ketika Jongin bertemu dengan Sungmin, seorang gadis yang dengan tegas memintanya untuk berhenti berkelahi. Awal dari semuanya memang sangat konyol.

 

Sungmin dan Jongin juga pernah terlibat suatu taruhan kecil, dan tentu saja taruhan itu dimenangkan oleh Sungmin yang jago martial art. Dan semenjak saat itu, Jongin merasa bahwa ia memang ditakdirkan untuk bertemu dengan Sungmin.

 

“Tetapi aku jauh lebih tersakiti jika gadis yang kusayangi terluka seperti ini,” kalimat itu terlontar begitu saja dari kedua belah bibir Jongin. Kelopak mata lelaki itu mengedip, masih memberikan tatapan yang menyalurkan magic ke arah Sungmin.

 

“Huh? Apa kau bilang?”

 

“Mulai saat ini, aku berjanji akan selalu berada di dekatmu untuk melindungimu,” Jongin mengangkat tangan Sungmin yang ada di genggamannya, lalu mencium punggung telapak tangan Sungmin yang pucat. “Tidak ada yang boleh menyakiti kekasih Kim Jongin. Aku akan terus berada di sampingmu untuk memastikan hal itu.”

 

OoOoO

 

Suasana di sebuah studio TV itu cukup riuh oleh beberapa orang yang duduk di kursi penonton, mereka meneriaki idola mereka yang sedang melakukan sebuah percakapan di suatu acara. Dan pertanyaan yang menjurus ke suatu hal pribadi pun menjadi suatu hal menarik untuk disimak.

 

“Mungkin pertanyaan selanjutkan akan membuat para penonton senang,” MC bertubuh tambum itu tertawa-tawa pendek sambil membaca lembaran skrip di genggaman tangan. Mata sipitnya pun kembali menatap Kyuhyun, “Apa selama ini kau pernah berpacaran?”

 

Para penonton kembali berteriak heboh ketika pertanyaan itu terlontar, dan sontak saja itu membuat pipi sang penjawab merona.

 

“Tentu saja. Kehidupan SMAku penuh dengan kisah cinta seperti itu,” jawab Kyuhyun dengan nada tenang. “Suatu hal wajar untuk seorang remaja.”

 

“Kau benar, itu adalah suatu hal wajar,” kepala MC itu mengangguk-angguk. “Lalu, apakah kau memiliki kisah cinta yang tidak tersampaikan? Atau paling tidak kisah cinta yang paling menarik di hidupmu.”

 

Kyuhyun terlihat berpikir sejenak, lalu dengan gerakan pelan ia mengangguk. “Tentu ada.”

 

“Jadi apa kau mau mengatakan bahwa sekarang kau masih menyukai atau mengharapkan wanita itu?”

 

Geulssaeyo,” Kyuhyun terkekeh untuk beberapa saat. “Mungkin di masa lalu dia tidak mengenalku.”

 

“Kau bisa berbagi sedikit kepada kita tentang ceritamu? Sepertinya para penonton akan senang sekali jika kau bisa membaginya,” MC itu menatap kamera kemudian bertepuk tangan.

 

“Dulu, dia adalah anak dari relasi bisnis ayahku. Aku tidak sengaja bertemu dengannya ketika perusahaan sedang mengadakan pesta untuk merayakan suatu keberhasilan,” kata Kyuhyun dengan nada tenang.

 

Kyuhyun pun melanjutkan, “Kupikir aku sedang jatuh cinta saat itu karena ketika aku menemukan sosoknya, jantungku langsung berdebar-debar.”

 

Para penonton berteriak seperti seorang yang kesetanan ketika penuturan itu terlontar dengan mimik serius.

 

“Apa kau sempat menghampirinya saat itu?”

 

Kali ini kepala Kyuhyun menggeleng, “Aku tidak memiliki keberanian untuk menghampirinya saat itu. Jadi kuputuskan untuk memandangnya secara diam-diam sampai pesta berakhir.”

 

“Lalu? Kau masih memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya?”

 

“Kami hanya dua kali bertemu, di tempat yang sama setahun kemudian. Setelah itu, aku tidak pernah menemukannya lagi setiap aku berkunjung ke kantor ayah,” jawab Kyuhyun. “Mungkin jika aku kembali bertemu dengannya, aku akan langsung menghampirinya dan menyatakan cintaku,” kalimat itu berakhir dengan tawa yang sangat keras dari Kyuhyun—tentu dengan teriakan yang tak kalah keras dari para penonton.

 

OoOoO

 

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, waktu untuk pulang dari pekerjaan part time yang melelahkan. Jalanan kota Seoul yang selalu ramai adalah pemandangan biasa di setiap malam, namun yang membuat malam ini luar biasa adalah Jongin.

 

Jongin yang tengah mengantar Sungmin pulang ke apartemen, dengan tangan yang saling terpaut. Seharian ini mereka menghabiskan waktu berdua, mulai dari sekolah sampai bekerja part time. Semua terasa lebih menyenangkan, dan ingatan buruk tentang apa yang baru terjadi pagi tadi lenyap begitu saja ketika Sungmin menerima perlakuan luar biasa ini.

 

Luka-luka kecil yang terselip di gurat wajah Sungmin semakin tidak menjadi masalah, semua rasa sakitnya sudah hilang dan lenyap—karena Jonginlah yang mengobatinya. Rasa bahagia yang terasa meluap dan meluber dari dalam hati sudah mampu membuatnya merasa seribu kali lebih baik.

 

“Kita berpisah di sini,” kata Sungmin—menghentikan langkah lalu menatap Jongin dan melempar senyuman malu-malu. “Aku tidak enak jika mereka melihatmu.”

 

Jongin hanya tersenyum, “Suatu saat, kau harus memperkenalkanku secara formal kepada mereka.”

 

Kepalan tangan Sungmin memukul dada Jongin dengan gerakan ringan, lalu ia tertawa pelan. “Lalu meminangku?”

 

“Yeah, akan kulakukan jika itu maumu.”

 

Sungmin semakin tak kuasa menyembunyikan rona merah di pipi, ia jadi semakin merasa tersanjung dengan rayuan dari Jongin. “Sudahlah. Kau bisa mengatakan hal yang aneh-aneh besok pagi. Aku harus pulang.”

 

“Hm, kita akan bertemu lagi besok,” kata Jongin seraya menelangkup pipi Sungmin dan mengecup sekilas bibir gadisnya. “Aku akan menjemputmu dan kita berangkat bersama-sama.”

 

Kepala Sungmin mengangguk, “Cepat pulang. Ini sudah malam dan suhu semakin dingin,” Sungmin melambaikan tangan. Setelah itu ia segera berbalik dan masuk ke dalam kawasan apartemen mewah milik Kyuhyun—setelah memastikan bahwa Jongin benar-benar telah pergi untuk pulang.

 

“Kekasihmu?”

 

Suara bass yang beberapa hari ini sangat familiar di telinga Sungmin terdengar di antara riuh ruangan lobby. Seorang lelaki dengan kaus santainya tengah berdiri di samping lift sambil melipat kedua lengannya di atas dada. Raut wajahnya tak menunjukkan suatu emosi yang berkobar, tetapi pandangan dari kedua matanya menyiratkan beribu kekecewaan.

 

Sungmin jadi kikuk sendiri ketika menemukan Kyuhyun berada di lantai bawah—ia berpendapat bahwa lelaki itu sedang menunggunya.

 

“Wajahmu? Kenapa?” lelaki itu langsung bertanya ketika ia menangkap luka-luka kecil di sudut bibir dan mata Sungmin. Kini ia melukis raut wajah penuh rasa khawatir, takut, dan juga was-was.

 

Gwaenchanhayo,” Sungmin melangkah melewati Kyuhyun memasuki lift dengan langkah tenang. Gadis itu tengah berusaha menyembunyikan apa yang baru saja terjadi di sekolah tadi pagi—sekaligus berusaha menyembunyikan hal baik yang terjadi setelahnya.

 

Kyuhyun mengekor langkah kaki Sungmin dan berdiri tepat di samping gadis itu ketika lift mulai bergerak. Matanya memicing dan dahinya mengeryit samar, mencoba menemukan sesuatu yang sedang ditutupi oleh Sungmin. “Aku bertanya dua kali dan kau tidak berniat menjawabnya dengan benar?”

 

“Aku tidak perlu menjawab semuanya jika kau sudah tahu apa yang terjadi,” ujar Sungmin.

 

Pintu lift telah terbuka dan mereka sampai di lantai tujuh. Dengan gerakan secepat mungkin Sungmin berjalan keluar dari dalam lift dan mencoba untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan Kyuhyun. Ia tidak ingin menjelaskan semuanya, ia tidak ingin berbohong kepada lelaki itu, dan ia tidak ingin Kyuhyun bertanya seperti itu.

 

Ketika Jongin mengikrarkan hubungan mereka, seketika itu pula ia melupakan sosok Kyuhyun—melupakan segala perasaan Kyuhyun kepadanya. Ketika Jongin berhasil masuk ke dalam lubuk hatinya, di saat itu pula Sungmin membuang Kyuhyun dari pikirannya.

 

Apakah itu kejam?

 

Berulang kali Kyuhyun mengatakan bahwa lelaki itu mencintainya, berusaha membuktikan perasaannya dengan apa pun yang ia miliki. Kyuhyun memberinya tempat tinggal yang nyaman, uang, kartu kredit, bahkan tatapan lembut seperti itu. Bahkan, lelaki itu mampu memberikan hati dan jiwanya dengan perasaan tulus—lewat pandangan yang pasti tak akan mampu berbohong.

 

Sungmin tersentak ketika pintu apartemen Kyuhyun terbuka sebelum ia mencapai knop pintu. Ia menoleh ke arah kanan dan mendapati Kyuhyun telah berdiri di hadapannya sambil membuka daun pintu itu untuknya.

 

Sungmin berusaha bersikap tidak peduli, tetapi nyatanya itu sudah menjadi hal sulit baginya. Perlahan namun pasti, ia mulai merasa tidak enak kepada Kyuhyun.

 

“Kau berhutang penjelasan atas dua pertanyaanku tadi,” kata Kyuhyun lalu duduk di sisi ranjang. Pandangan yang biasanya memancarkan kehangatan itu kini kehilangan binar keagungannya, tampak kosong menerobos cahaya.

 

OoOoO

Beberapa menit Sungmin berada di bawah guyuran shower, dan selama itu pula ia berpikir keras untuk menemukan jalan keluar—tentang apa yang harus ia lakukan untuk menghadapi Kyuhyun. Oh, tidak seharusnya ia menjadi bingung seperti ini. Seharusnya ia bisa bersikap normal dan mengacuhkan omong kosong Kyuhyun.

 

Seharusnya seperti itu!

 

Tubuh mungil Sungmin menggigil, ia sudah terlalu lama berada di dalam kamar mandi. Akhirnya ia memutuskan untuk keluar dan menghadapi Kyuhyun. Biarkan saja semua terjadi seperti sebelum-sebelumnya, membiarkan Kyuhyun kembali tersakiti dengan kata-kata pedasnya.

 

Namun nyatanya, semua terjadi di luar nalar Sungmin. Ketika ia membuka pintu kamar mandi, ia mendapati tubuh Kyuhyun yang sudah tergeletak di ranjang. Lelaki itu tidur lebih cepat dari biasanya—tanpa mengucap suatu hal apa pun.

 

Untunglah kalau begitu. Jadi sungmin tak perlu bersusah payah memutar otak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan Kyuhyun.

 

OoOoO

 

Kelopak mata lelaki itu kembali terbuka ketika suasana hening di apartemen ini semakin mendominasi. Tubuh seorang gadis yang sudah tak bergerak di sampingnya, benar-benar membuatnya yakin jika Sungmin telah terlelap.

 

Tubuh Kyuhyun bangkit dari rebahannya, kemudian ia terdiam selama beberapa saat. Kepala lelaki itu berbalik menatap Sungmin, lalu mengedipkan kelopak matanya sekali—berusaha menghapus perasaan kecewa yang mendominasi ruang hatinya.

 

Akhirnya ia bangkit dan berjalan menghampiri sebuah almari khusus, mengeluarkan dan membawa sebuah botol wine dan gelas berleher panjang ke pantri. Ia duduk di kursi lalu menyangga kepalanya yang berdenyut sakit dengan lengannya yang tertekuk.

 

Semuanya kacau.

 

Rasanya buruk!

 

Batinnya berucap di tengah keheningan malam. Dengan gerakan pelan, Kyuhyun membuka tutup botol wine dan menuangkan isinya ke dalam gelas. Matanya terasa berat, tetapi ia tidak bisa tidur. Pikiran-pikiran konyol yang muncul di otaknya sangat mengganggu, membuatnya kesulitan untuk mendapatkan waktu tidur yang nyenyak.

 

Kini semua sudah terjawab.

 

Tentang siapa lelaki yang tempo hari datang di acara musikalnya bersama Sungmin.

 

Ternyata dia kekasih Sungmin.

 

TBC

(?)

76 thoughts on “My Secret Idol | KyuMin | Chap 6/? | Genderswitch | T+ | Romannce |

  1. apa yg kyu pandangin dalam diam itu sungmin?
    aku jujur yaa chap ini feelnya kurang menurutku,, mian mian ^^
    aku masih nunggu kyumin moment disaat yg tepat nnt

  2. knpa sya ngrasa kyu gk ad ksempatan ma ming, ,ming udh bhagia ma jongin dn kLu ma kyu bwaannya emosi mlu2, ,ap kyu gk kjam kLu smpai ngrusak kbahagiaan ming ? Dn utk cwe yg d tksir it ap ming ya ?? Next chap d tnggu

  3. Hah… Kyumin moment nya gak ada di sini T^T
    Jdi gak tau mau coment apa, mianhae😥

    Tpi aku penasaran dengan cerita Kyu, tentang anak dari relasi bisnis ayah Kyu yg Kyu bicarakan?

    Semoga chap depan Kyumin moment nya lebih banyak, jdi berasa gak sia2 nunggu lanjutan nya ^^

  4. apa perempuan yg kyu ceritain itu sungmin?
    dulu sungmin kaya tp bangkrut? bisa ajh kan hehe
    kasian yah kyu’a tp kayanya kurang deh nyiksa kyu hahaha biarpun kyu menderita tp ko ga terlalu berasa penderitaannya yah wkwkwk >.<

  5. Ah jongin akhirnya bertindak untuk menjadikan minnie kekasihnya.. sebenernya akan lebih baik kalo kyu yang menolong minnie… cuma di sini kyu masih ga jelas n seenaknya sendiri… skr kan jd frustasi sendiri…

  6. kyaaa ksian kyunya min jd galau,,,

    mine jga ksian dihajar fans cba kyu dateng nyelamatin mungkin keadaanya jd ga bgt,,,

    pnasaran next chapnya
    fightin eon

  7. apa cewek yg kyuhyun liat pas di pesta ayahnya kyu itu sungmin ??? kalo emang iya gk salah klo kyu pas ketemu sungmin di jalan langsung cium dan ngajak tinggal 1 apartment….

    dan kenapa kyumin jauh yahh ???
    penasaran sama nasib kyu selanjutnya….

    aku tunggu next chap yah… ♥♥♥♥

  8. Kyu kau harus kuat, karena sungmin itu belum menyadari perasaanmu kyu (•̀_•́)ง

    Lanjut, seneng banget lanjutannya cepet dari perkiraan😀

    Baca part ini bener2 sedih banget, disatu sisi kasian sama sungmin dan disatu sisi kasian sama kyu lmao

    Kai kasian D.O (˘̩̩.˘̩ƪ)

  9. Yaaa klo ada saya di sana thor saya hajar habis”an tu murid yg nyakitin min,thor nya ga msukin saya jdi peran si/?

    Klo kyu tau itu kekasih nya min jan sampai kyu nyerah,hrus semangat kyu dapetin si umin

    O iya thor semangat buat next chapt ff nya

  10. kyumin momentnya dikit banget ya? bahkan engga ada aku fikir.. semoga di chaptr dpn lbh baik ya^^ banyakin kyumin momentnya dong… semangat yaaaaaa

  11. kyu patah hati…ottohke???
    kan bener pasti sebelumnya ada ceritanya dulu kenapa kyu langsung suka sama min
    sampe ngejer2 gitu
    ternyata min lupa kalo dulu pernah ketemu sama kyu
    orang tua min kemana ya?
    apa keluarganya bangkrut makanya min tinggal sendiri
    mudah2 min cepet sadar sama perasaannya ke kyuhyun
    lanjut kilat yaaaa
    semangat

  12. kasian amat ya kyuhyun. bolak balik di tolak sungmin. kurang apa coba kyuhyun..
    kalo aku sih nggak bakal nolak, tapi kyuhyunnya yang nggak mau. hehe

  13. Ahhhhh andwae umin gak boleh pcaran ama yg lain , kudu tetep ama kyupa

    Ko kyumin momentnya cuma dikit sihh jiyoo … ??

    Next chap y moga aja di next chapnya bnyk kyumin moment nya …
    😀

  14. Huuueeee kasiian kyu
    Ming labil nihh ,
    Entah knpa aku ngerasa Kyungsoo yg dibalik penyebaran poto kyumin itu x_x *reader sok tau*
    Smoga cepet” ada moment Kyumin aja lahh

  15. Aahh sedikit sedih chapter ini, yg sungmin di Bully, yang kyuhyun kecewa krn jong-min sdh resmi pacaran,dan kira2 cewek yg di maksud kyuhyun di talk show sungmin bukan y??

  16. kasihan kyu harus menerima bahwa min tidak mencintainya. . . . . . Cinta yang terpendam begitu lama akhirnya kandas juga. . .

  17. Lalalla…. kyuhyun patah hati!
    Jangan jangan kyu dengar lagi tentang pinangan?!
    Hhooaaaa sungmin.. Jangan kejjam kejamamatt dong sm kyu😦

  18. Eemmtt…

    Aahh..
    Kyuhyun kenapa blm tau beritanya yaa…
    Huuftt…

    Kasian sungmin.. kasian jga sma perasaan.a kyuhyun…

  19. KyuMin ketemu d pesta..
    cinta pandangan pertama sma Min

    knp min nerima waktu jongin bilang min kekasih.sedangkan kyu bilang min kekasihnya min selalu nolak.
    apa karna min lbih kenal jongin dripda kyu??

  20. aduh berarti kyuhyun belom tau nih skandal dia sama sungmin.
    oh tuh kan bener pasti sebelumnya kyuhyun pernah ketemu sungmin.
    eh tapi kayaknya kyu ga tau ya kalo anak relasi ayahnya itu sungmin?

  21. kenapa hubungan kyumin ga lancat sih adaaa aja halangannya
    sungmin juga kenapa ga bisa terima cinta kyuhyun???

    sabar aja ya kyu semoga pintu hati sungmin cepet kebuka buat kyu
    semangattttt

  22. kirain yg bakalna nolong min itu kyuuu.. tapi ngga mungkin juga sih sebenarnya.. haha
    dan kenapa di chap ini tidaka ada kyumin momentnya.. hueee……
    kyumin..kyumin..kyuminnnnnnn

  23. Dan ternyata yg dtang itu Jongin -_- huwee~ kenpa ming harus jadian ma tu org!! sumppeehhh!! gak terima eonn !!! >< #Gelundungan!!

    Hiks~ uri daddy pasti sedih… cupp cupp… -,- #Elus2Daddy~

  24. hiks… gimana ini.. kenapa jongin jadi ama min.. terus kyunya mau dikemanain TT~TT
    cinta pertama kyu adalah min?? penasaran..

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s