The Night of Kyuhyun’s Birth | OneShoot | YAOI | T+ | Romance |

The Night of Kyuhyun’s Birth

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin

 

Part : OneShoot

 

Warning : Yaoi , Boys x Boys , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Hari ini tanggal 2 Februari, dan Kyuhyun tidak mendapat sesuatu yang istimewa di malam ulang tahunnya dari Sungmin. Apa Sungmin melupakan hari penting ini? Dan mengapa lelaki itu malah memberinya ancaman putus di malam kudus seperti ini?

Kyuhyun memperhatikan tingkah laku Sungmin di beberapa detik terakhir, saat kekasih imutnya itu sibuk menyiapkan sarapan untuk para member dengan Ryeowook. Tidak ada perlakuan istimewa yang Kyuhyun dapat, bahkan saat ia membuka mata di pagi hari. Hanya ciuman singkat seperti biasa, dan itu tidak bisa dianggap sesuatu yang istimewa.

Kyuhyun kecewa ..

Bukankah hari ini tanggal 2 Februari?

Kenapa Sungmin tak bertanya tentang apa yang ingin dilakukannya dengan Kyuhyun saat tengah malam nanti?

Kenapa Sungmin tak bertanya tentang hadiah yang Kyuhyun inginkan?

Lelaki itu menghela nafas, apa ia harus bertanya?

Tidak mungkin sekali, pasti Sungmin akan tersenyum lalu memasang wajah bodoh di detik kedua setelah Kyuhyun bertanya. Kemungkinan besar, Sungmin melupakan hari kelahirannya seperti tahun lalu.

Miris sekali.

Padahal seingat Kyuhyun, Sungmin adalah member yang paling pengertian. Namun sepertinya Sungmin selalu menomor dua-kan posisinya sebagai kekasih di hati. Terbukti sekali, dia lebih suka membela para member jika ia berbuat ulah. Bahkan, Sungmin tak segan mendiamkannya selama beberapa hari jika ia terlibat suatu masalah dengan salah satu member.

Padahal, Kyuhyun adalah KEKASIH Sungmin sejak 3 tahun lalu. Apa selama itu, Sungmin belum bisa memberikan sepenuh cintanya untuk Kyuhyun?

Terlalu banyak pertanyaan yang berputar di otak Kyuhyun, itu membuatnya sangat pusing dan frustasi. Ia memijit pelipis kepalanya yang berdenyut sakit, kemudian kembali menyantap sarapan di piringnya. Tidak mungkin ia bertingkah seperti orang sakit di hari sepenting ini. Nanti malam, KRY akan comeback di SBS Inkigayo. Itu adalah hal yang membuatnya harus bertahan agar bisa tampil sempurna di atas panggung.

“Kyuhyun, kau baik-baik saja?”

Suara lembut bak suara seorang malaikat itu menembus gendang telinga Kyuhyun, bersamaan dengan sentuhan ringan di pundaknya. Kyuhyun sempat tersentak, tetapi ia berhasil mengulas senyuman dan melemparnya untuk Sungmin.

“Kurasa ..,” jawab Kyuhyun singkat lalu mengaduk nasinya.

“Kau pasti merasa buruk karena gugup memikirkan malam comeback-mu. Bernapaslah lebih tenang, semua akan baik-baik saja. Walau, yeah .., aku tidak bisa menemanimu,” nada suara Sungmin merendah di akhir kalimat.

Kalimat pertama dari Sungmin saja sudah membuat Kyuhyun merasa kecewa, apalagi kalimat terakhir itu. Ternyata Sungmin tak peka dengan perasaannya. Kyuhyun merasa tidak se-fit biasanya karena memikirkan hari esok, tanggal 03 Februari. Bukan karena malam comebacknya semakin dekat. Lalu, Kyuhyun tidak mengerti dengan kalimat terakhir Sungmin. Kalimat tersebut membuat mentalnya semakin jatuh dan akhirnya perutnya mual.

“Apa maksudmu, hyung? Kenapa hyung tidak datang di malam comeback-ku nanti?” kini Kyuhyun menatap manik mata Sungmin lekat-lekat. “Apa ada sesuatu yang lebih penting dariku?”

Sungmin menghela nafas kemudian mengedarkan pandangan, menatap para member yang memasang wajah maklum. “Kyu, aku tidak mau berdebat denganmu di pagi hari ini, oke?”

Kyuhyun mengerang dalam diam, telapak tangannya tergulung kuat, tanda bahwa ia tengah berusaha meredam emosi yang memuncak di ubun-ubunnya. “Hyung, aku bertanya dan seharusnya hyung menjawabnya!”

Manik mata foxy Sungmin jatuh pada wajah merah Kyuhyun, “Apa kau tidak malu menghancurkan cerahnya pagi ini dengan teriakan dan pertengkaran yang akan kau mulai, Cho Kyuhyun?” Sungmin berdesis dengan suara pelan, hampir berbisik lembut.

Umpatan kasar hampir meluncur dari kedua belah bibir tebal Kyuhyun. Ia menatap Sungmin dengan pandangan tidak suka lalu bangkit. “Kau memang tidak peduli denganku, hyung!”

“Bahkan kau tidak pernah malu menunjukkan keretakan hubungan kita di hadapan para member! Memangnya berapa umurmu?!” Sungmin berucap dengan nada penuh penekanan yang sarat akan kebencian—mungkin.

Perasaan Kyuhyun serasa dikoyak saat pendengarannya ditembus oleh pertanyaan Sungmin. Langkah kakinya terhenti begitu saja, tiga detik ia mematung lalu berbalik dan menghujam Sungmin dengan tatapan merendahkan. “Jika hyung ingin putus denganku, PUTUS SAJA! Aku tidak mau berhubungan dengan orang yang tidak peduli denganku!”

OoOoO

Lelaki dengan polesan make-up tipis di wajah itu melukis raut muram, penuh kesedihan. Kilatan matanya membuat siapa pun merasa enggan untuk menyapa, bahkan para member sekali pun. Beberapa orang ada yang bertanya, kenapa Kyuhyun lebih sering tampak diam. Dia hanya melontarkan jawaban singkat saat ditanya, setelah itu diam.

Para member sudah bisa mengerti dan paham tentang apa yang sedang melanda magnae mereka. Lelaki bernama Cho Kyuhyun itu pasti sedang merutuki ucapan yang telah ia lontarkan untuk Sungmin—tadi pagi. Setidaknya, para member tahu jika setengah dari jiwa Kyuhyun melayang jika Sungmin benar-benar melontarkan gugatan putus itu.

Lagi pula, ada apa dengan Sungmin?

Semua member tidak ada yang tahu dengan apa yang telah terjadi kepada pemuda imut itu. Setahu mereka, Sungmin selalu bisa mengendalikan emosi saat Kyuhyun berbuat onar. Tetapi, untuk pagi tadi, sepertinya kesabaran Sungmin hilang begitu saja, menguap dan tergantikan oleh ucapan-ucapan pedas.

Bukan Lee Sungmin sekali ..

Bahkan, di detik-detik tengah malam seperti ini, Sungmin tak menampakkan batang hidungnya di studio SBS Inkigayo. Beberapa staf, kru, dan fans pasti akan segera datang dengan kue tart maha besar untuk merayakan ulang tahun Kyuhyun. Dan saat momen istimewa itu terjadi, tidak ada Lee Sungmin di sebelah Kyuhyun. Bahkan saat ia meniup lilin setelah made a wish, raut wajah Kyuhyun berubah menjadi sangat pasi ketika pandangan matanya tak menemukan sosok Sungmin.

ADA APA DENGAN SEMUA INI?! APA KAU INGIN LARI MENINGGALKANKU DI HARI SPESIAL INI, LEE SUNGMIN?!

 

Batin Kyuhyun berteriak di tengah kegelisahan yang melanda hati dan perasaannya. Tidak etis sekali jika ia memasang wajah murung di depan para netizen, staf, kru, dan para penggemar saat ini. Jika itu terjadi, itu akan membuat orang-orang yang mempersiapkan pesta ini kecewa.

Tetapi, ia lebih kecewa lagi jika Sungmin tak berada di sini ..

Setelah Kyuhyun mengucapkan terimakasih dan sedikit bosa-basi di depan lensa kamera yang menyorot wajahnya, Kyuhyun pamit ke kamar mandi. Lelaki itu merogoh saku lalu mengeluarkan benda elektronik dari dalam sana, ponsel. Jemarinya yang bergetar mulai menekan speed dial, kemudian mendekatkan benda itu ke telinga.

Dering pertama, dada Kyuhyun sudah bergemuruh.

Dering kedua, debar jantung Kyuhyun melewati ambang batas, belum ada jawaban dari Sungmin.

Di dering ke tiga, nafas Kyuhyun terasa tercekat selama dua detik. Sungmin mengangkat telponnya, namun keheningan dengan suara krusuk-krusuk yang terdengar dari seberang. Kyuhyun menghela nafas, mungkin Sungmin-nya benar-benar marah karena ucapannya.

Hyung ..,” panggil Kyuhyun dengan suara yang hampir hilang di ujung tenggorokan. Tidak ada jawaban, Kyuhyun berusaha untuk mengusir suasana canggung. “Kau di mana?”

“Di dorm,” jawab Sungmin, singkat.

“Apa .., yang sedang kau lakukan?” tanya Kyuhyun dengan nada sehati-hati mungkin. Oke, setelah ia mengatakan pertanyaan itu, kini ia mulai dilanda oleh kecemasan. Apa yang akan Sungmin ucapkan adalah penentu untuk perasaannya ke depan.

“Menurutmu?”

Suara Sungmin dengan nada datar nan dingin itu sukses meruntuhkan keheningan di kamar mandi umum yang Kyuhyun tempati.

“Apa yang akan kulakukan jika tadi pagi tadi aku mendapat ancaman putus dari .., kekasihku sendiri?” Sungmin bertanya dengan nada menggantung. “Jika kita putus, kita akan putus selamanya. Kau mengerti, Cho Kyuhyun?”

Tangan Kyuhyun terkepal kuat, jantungnya serasa tak kuasa berdetak lebih lama lagi. “Hh—hyung .. Apa maksudmu?”

“Kau yang meminta hal itu, bukan? Huh, apa setelah aku mengatakan hal itu, kau masih berani bertatap muka denganku?” suara Sungmin semakin terdengar begitu mengerikan. “Jika kau seorang lelaki, cepat pulanglah ke dorm dan bicarakan semua denganku.”

OoOoO

Saat mobil van yang ditumpangi oleh Kyuhyun dan beberapa member melesat membelah malam Kota Seoul, pikiran lelaki itu sudah kusut bak gumpalan benang. Ia sudah tak mampu berpikir jernih, seolah-olah apa yang akan dihadapinya adalah suatu penentuan yang sangat penting.

Ia terlihat paling gelisah, tubuhnya menggigil dalam diam, giginya menggeretak, dan tatapan penuh kegelisahan yang sedari tadi menari-nari tak tentu arah semakin membuatnya tampak cemas. Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, berusaha meredam segala kegalauan hati yang sudah melewati batas normal.

Kyuhyun tidak pernah membayangkan saat-saat mencekik seperti ini akan terjadi tepat di malam ulang tahunnya. Dan ia tidak pernah menyangka bahwa hubungannya telah berada di ambang batas—bahkan malam ini akan menjadi malam penentu—untuk semuanya.

Jika memang semua akan berakhir tepat malam ini, malam kudus kelahiran Kyuhyun, maka pemuda itu akan bersumpah akan membunuh Sungmin. Selama ini Kyuhyun telah menempatkan Sungmin dengan begitu apik di suatu sisi istimewa dalam hatinya, dan Sungmin berniat mengakhiri bahkan membuang segalanya?

Yang benar saja!

Kyuhyun tidak akan membiarkan semua itu terjadi dengan begitu mudah. Kyuhyun tidak mau putus dan berpisah dengan Sungmin, tidak sama sekali.

Pukul 1 tepat, mobil itu telah terparkir sempurna di tempat parkir khusus daerah apartemennya. Tanpa mencoba berbicara kepada yang lain, ia langsung membuka pintu mobil dan melesat masuk ke dalam. Dalam setiap derap langkah kaki yang ia ambil, tersemat beribu doa yang ia lantunkan kepada Tuhan.

Semoga semua baik-baik saja.

Bahkan Kyuhyun masih sempat berdoa ketika jemari tangannya yang bergetar memasukkan angka kode pada kunci otomatis pintu apartemennya. Setelah pintu terbuka, dengan bergegas ia masuk ke dalam dan melangkah menghampiri pintu kamarnya—dengan Sungmin.

Clek!

Clek-clek!

Kyuhyun sudah memutar knop pintu beberapa kali, tetapi hasilnya nihil—pintu itu dikunci dari dalam dan ia tidak membawa kunci cadangan. Dengan gerakan tidak sabaran, Kyuhyun menggedor pintu itu beberapa kali dan memanggil nama kekasihnya.

“Sungmin hyung! Sungmin hyung!”

Pintu itu tak kunjung dibuka, dan sepertinya Kyuhyun sudah sangat berniat menghancurkan pintu di hadapannya. Ia masih tidak mau menyerah, dengan segenap kemarahan dan kegelisahan di dalam setiap nada yang terlontar, ia masih memanggil nama Sungmin.

“Sungmin hyung! Aish!” Kyuhyun mengumpat dan akhirnya menendang pintu kamarnya. “Keluar kau, brengsek!”

Brak!

Suara bass Kyuhyun telah mencapai titik teratas, membuat siapa pun yang mendengar terpaksa harus menutup telinga. Beberapa member yang baru masuk ke dalam apartemen terlihat saling memandang Kyuhyun, memberi tatapan penuh tanda tanya.

Kreek …

Perlahan pintu itu terbuka, sedikit demi sedikit—membuat bola mata Kyuhyun melirik dari sudut mata. Dengan gerakan tidak sabaran, Kyuhyun mendorong daun pintu itu kemudia mengintip suasana kamarnya dari celah pintu tersebut.

Ctak!

Sebuah pistol mainan yang mengeluarkan pita berbagai warna dan serpihan kertas mengkilap itu tertuju tepat ke arah wajah Kyuhyun. Seseorang yang menjadi target dari pelaku utama kini melototkan mata, memandang ujung pistol itu sekilas lalu memandang wajah pelaku.

Apa-apaan ini?!

 

“Selamat ulang tahun, Kyu .., hyun-ah,” Sungmin mengucapkan ucapan selamat ulang tahun itu dengan nada terbata-bata. Wajah lelaki imut itu tampak merah merona, menahan suatu gejolak yang serasa akan tumpah dari perutnya. “Maaf jika hari ini .., aku membuatmu kesal setengah mati.”

“Aa—apa maksudmu, hyung?” Kyuhyun memutuskan untuk masuk ke dalam dan menutup pintu. Sepertinya ia berhasil dikejutkan dengan dekorasi baru dari kamar ini. “Mm—mwoya ..”

Kyuhyun tidak mengerti mengapa debar jantungnya menggila ketika melihat apa yang baru saja terjadi dengan kamarnya. Ia begitu terkejut dengan apa yang baru tertangkap oleh lensa matanya, dan itu semua sukses membuatnya lupa akan emosi yang baru membakar setengah dari jiwanya.

“Aku harus membenahi dekorasi kamar kita, karena itu aku tidak punya waktu untuk menonton pertunjukanmu di SBS. Maafkan aku,” Sungmin masih berusaha meminta maaf.

“Aish, apa yang kau lakukan?” Kyuhyun segera meraih tubuh mungil Sungmin dan memeluknya erat—mendekap tubuh itu dengan segenap perasaannya yang becampur menjadi satu. Percaya tidak percaya, tetapi Kyuhyun benar-benar merasakan sesuatu yang berbeda sekarang ini. “Kau membuatku .., aish!”

Kyuhyun kehilangan kata-kata ketika ia akan mengutarakan maksud hatinya. Ia tidak sanggup untuk meluapkan segala amarah yang sedari tadi ingin ia ledakkan. Sampai-sampai ia mencoba menyembunyikan segalanya lewat pelukan hangat ini—lewat dekapan erat yang menyalurkan segala perasaan Kyuhyun.

“Kyuhyun, sesak ..”

Suara Sungmin yang mencicit seperti suara kelinci terdengar—sontak membuat Kyuhyun langsung melepaskan pelukannya. Lelaki itu memandang mata Sungmin yang menyiratkan beribu permintaan maaf, mungkin kekasihnya yang mungil ini merasa tidak enak karena membuat mood Kyuhyun anjlok di hari ulang tahunnya.

“Jadi, hyung tidak melupakan ulang tahunku?” Kyuhyun melukis seulas senyuman menawan.

“Sama sekali tidak pernah melupakan ulang tahunmu, Kyu,” jawab Sungmin sambil mempoutkan bibir tipisnya. “Aku tidak pernah tahu apa yang harus aku lakukan ketika malam ulang tahunmu datang. Dan ketika Eunhyukie bilang kalau aku harus memberimu kejutan dengan skenario yang kejam, akhirnya aku melakukan ini.”

“Jadi ini semua ide Eunhyuk hyung?” Kyuhyun bertanya—dan diberi sebuah anggukan dari kepala Sungmin sebagai jawaban.

Awas saja monyet sialan itu!

 

Kyuhyun hanya berniat mengucapkan kalimat umpatan penuh dendam itu di dalam hati, ia tidak mau membuat kekasihnya kembali merasa bersalah. Masih berusaha menyembunyikan kekesalan hati, Kyuhyun menghela nafas lalu meraih dua telapak tangan Sungmin yang menggantung. “Terimakasih. Kau memang mudah dikecoh,” Kyuhyun mengecup punggung tangan Sungmin satu persatu.

“Kau masih marah?” Sungmin bertanya dengan amat sangat hati-hati.

“Tentu saja tidak,” Kyuhyun menyangkal lalu menyeret tubuh Sungmin untuk duduk di sisi ranjang. “Mana hadiahku?”

“Oh,” Sungmin terlihat tersentak ketika Kyuhyun menyebut kata ‘hadiah’ diakhir kalimat. Lelaki awet muda itu terlihat gusar, wajahnya berubah pucat pasi. “Untuk itu, ma .., maafkan aku!”

Tanpa disangka-sangka, Sungmin kembali mengucapkan permintaan maaf—yang entah untuk apa—dan langsung merangkul tubuh Kyuhyun. Lelaki itu menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang kekasih, sambil terus mencoba mengeratkan rengkuhan lengan pendeknya.

“Ada apa?” Kyuhyun mencoba bertanya.

Sungmin terdiam dan tubuhnya mengejang selama beberapa saat ketika ia mendengar pertanyaan Kyuhyun. Dengan gerakan pelan, Sungmin mendongakkan kepala dan mengintip wajah Kyuhyun dari sela matanya yang menyipit.

“Sebenarnya aku sudah menyiapkan sebuah hadiah untukmu,” penjelasan Sungmin mulai mengalir. “Tetapi .., tetapi ..”

“Hm?”

“Tetapi,” Sungmin masih menggantung kalimatnya—merasa tidak sanggup mengucapkan kalimat selanjutnya. Tetapi beberapa detik setelahnya, ia menghela nafas dan memutuskan untuk mengatakan semuanya. “Tetapi, aku meninggalkannya di bandara.”

“Huh?”

“Aku ceroboh dan meninggalkannya ketika di bandara. Waktu itu aku sangat lelah lalu aku tertidur ketika kita sedang berada di café. Ketika bangun, aku melupakan semuanya termasuk bingkisanmu,” Sungmin mencoba menjelaskan semua yang terjadi—sesuatu yang mengganggunya beberapa akhir ini. “Aku tidak sempat membeli hadiah pengganti karena setelah aku menyadari bahwa aku kehilangan hadiah itu, pikiranku jadi kacau.”

Kyuhyun benar-benar tersentuh dengan apa yang baru didengarnya dari Sungmin, sekali lagi ia dikejutkan dengan tingkah kekasihnya. Kenyataan bahwa Sungmin tidak pernah melupakan hari ulang tahunnya benar-benar membuat perasaannya menjadi seribu kali lebih baik.

“Kau tidak marah ‘kan, Kyu?”

Lagi, suara Sungmin yang mencicit kembali terdengar.

“Tentu saja tidak, sayangku,” Kyuhyun membelai pucuk kepala Sungmin lalu mengecup dahi pemuda itu. “Ulang tahunku menjadi sangat spesial karena tingkahmu.”

“Spesial apanya?” Sungmin merengut dan melukis muka masam. “Kacau. Bahkan kau memanggilku brengsek tadi.”

Kyuhyun terkekeh kemudian menggesek-gesekkan batang hidungnya di salah satu permukaan pipi Sungmin. “Maafkan aku. Kukira kau benar-benar berniat minta putus.”

“Mana mungkin aku bisa hidup tanpamu,” Sungmin memainkan jemari tangannya untuk mengurangi rasa gugup yang melanda perasaannya. “Aku ‘kan .., mencintaimu!”

Cup!

Sungmin mematuk bibir Kyuhyun sekilas ketika selesai mengucapkan pernyataan sakral itu. Pipi lelaki itu merah merona, menandakan bahwa ia sedang menyembunyikan rasa yang meluap di dada. “Hehehe,” Sungmin terkekeh.

“Aish, kelinci ini,” Kyuhyun segera menjatuhkan tubuh mereka berdua di atas lembaran sprei ranjang mereka yang harum. Ia tidak akan berlama-lama membiarkan Sungmin menyembunyikan wajah manisnya itu. Pemuda dengan bibir tebalnya itu memandang Sungmin lekat-lekat, meniup wajah kekasihnya dengan nafas hangatnya. “Katakan sekali lagi.”

“Apa?”

“Yang tadi itu.”

Kepala Sungmin menggeleng, “Tidak.”

“Katakan atau ..”

Saranghae,” Sungmin memotong ucapan Kyuhyun lalu mengulang ucapannya. “Saranghae, Kyu.”

“Lalu, kiss-nya?” bibir Kyuhyun mengerucut imut ketika lelaki itu selesai mengucapkan kata ‘kiss’. “Kali ini deep kiss, bukan kecupan singkat seperti tadi.”

Ya, Cho Kyuhyun!”

“Hari ini ‘kan ulang tahunku. Aku ingin kau sebagai hadiahku, hyung ..”

“Aish, dasar.”

END

Pendek yaah? Hehehe aku juga nggak tahu kenapa ff ini bisa begitu pendek. Sebenarnya ff ini udah kubuat dua tahun yang lalu, dan ide awalnya juga aku buat untuk ngerayain ultahnya si kyuhyun. Tetapi karena ada kendala akhirnya ff ini nggak kesentuh sama sekal selama dua tahun terakhir. Kuharap kalian tidak keberatan dengan ide yang aneh ini . hehehe

Oiyah, akhirnya setelah sekian lama akhirnya saya punya BBM lhoo .. ayo readers-readers ini yang punya BBM, invite aku yah 76B67A8B .. heheheeeee

Sudahkah kalian mengucapkan selamat ulang tahun untuk uri evil?

Jangan lupa isi kolom komentar yaah J

35 thoughts on “The Night of Kyuhyun’s Birth | OneShoot | YAOI | T+ | Romance |

  1. Wah, Ming jahat banget ternyata, kasihan si Kyu😦 tapi gak apalah, evil yg satu itu emang pantes dapetin itu semua, wkkwkkwk :v Kak Jiyoo makin rajin ya nulis ff – nya, di tunggu loh kak :3 *di tunggu yg paling romantissss

  2. bhahahaha kyu kesel setengah mati minnie hyungnya lupa
    kasiaan mereka pk sgala ngancem hampir putus segala ^^
    saengil chukkae kyukyu oppa ♡♡

  3. Udah nebak sih pasti dikerjain.. gila Sungmin yg tingkahnya malu2 kucing gituu sempet bilang kalimat sadis buat kyu haha daebak.. eh gua pukul lo kyu td lo bilang apa ke Sungmin hah? Brengsek? Gua tabok baru tau rasa loo

  4. Kirain putus beneran, taunya ming ngerjaun kyu atas usulan hyuk. Hadeuh…

    Lanjut nulis ff yang lainnya ya author, semangat. (҂’̀⌣’́)9

  5. Aishh~ dari awal udah curiga klo kelinci montok -Sungmin- itu gak mungkin punya niat sekejam itu untuk kejutan ulang tahun kekasih nya -Kyuhyun-
    Ternyata itu ide Hyukjae :3

    Dan pas mau di bagian akhir, so sweet banget loh Kyumin ya ampun.
    Tpi aku penasaran dengan dekorasi baru kamar mereka, sehingga membuat Kyu terkejut

  6. ya ampun sungmin kejutannya bener-bener so sweet.. apa lagi adegan kissnya. aku juga mau kali nyium kyuhyun. hehehe
    selamat ulang tahun kyuhyun oppa.🙂

  7. Kkkkkk kyu sampe ngebikang sungmin brengsek. Kacau bgt itu pasti perasaannya. Penasaran deh sama dekorasi kamar mereka hahaha. Keep writting ya. Fighting!

  8. Hahaha suka ffnyaaaa. Kocak sebenernya. Suka banget pas bagian lovey doveynya kyumin dikamar. Cute bangeeeeet. Penasaran deh sama dekorasi kamar mereka kkkkk. Keep writting ya. Fighting!

  9. ya tuhan kyuhyun ngancemnya tega banget sih,,mau bunuh sungmin hah,,,,yang benar saja kyu~~,,,,disini kyuhyun sensitive banget dari pagi dasar maknae^^ #dirajam kyuhyun ,,tapi akhirnya manis kuk so sweeetttttttt

  10. Serem amat si kyu mau bnuh ming, klo bneran ming mnta putus hahahhaa anjrit ini cerita ngocol ciyus, hei aq invite deh ntar pin bb nya,

  11. Hai
    Slm knl q reader br

    Aigoo kirain Kyumin bnran put us n Ming beneran marsh ma Kyu t’nyata ITU kejutan yg Ming buat Kyu y🙂
    Dtungg just ffn yg laen

  12. hahaha cho kyu sebenernya ngarep bgt yaa buat di perhatiin sama sungmin #iyalah
    biasanya liat sungmin yang suka di kerjain atau menederita sekarang gantian si kyuhyun..

    Happy ending ^^ sukak!!

  13. ihhhhhh sungmin tega bngt sih ngerjain kyuhyun smpe minta putus, untung cuma boongan kalo beneran kyu bakal bunuh diri deh :p

    halow chingu ak kembali nih, untuk baca cerita kyumin yg lainnya

    keep writing n hwaiting🙂

  14. Wkwkwk
    suka bget moment KyuMin wktu di kmar😄
    buat ff yg kek gitu dong eon, yg kyunya lgi ngobrol di kmar sama ming😄
    ff nya bgus eon ;D ngefly sndri bygin KyuMin kek gitu😄
    keep writing ya eon🙂

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s