Still You | KyuMin | OneShoot | Genderswitch | T+ | Romance |

Still You

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin

 

Part : OneShoot

 

Warning : GENDERSWITCH , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : SongFic dari lagu Donghae & Eunhyuk ‘Still You’. Kyuhyun kesulitan berpaling dari sosok mantan kekasihnya, Lee Sungmin. Ia merasa bimbang dengan segala  yang ia rasakan terhadap Sungmin, melepas atau kembali mengikat. Seorang Lee Sungmin yang senantiasa hadir di kehidupannya benar-benar membuat Kyuhyun merasa harus melakukan sesuatu demi menjawab segalanya.

Music : Still You by Donghae & Eunhyuk

 

I was walking again today and coincidentally saw you

 

You look like you’re doing well as always

Seulas senyuman terukir di kedua belah bibir tebal Kyuhyun, pandangannya pun terlihat semakin meredup—namun masih menyimpan setitik cinta di sana. Perasaan yang telah ia rasakan beberapa tahun belakangan ini masih setia hinggap di hatinya, menghantuinya hingga sedemikian rupa dan akhirnya ia kesulitan untuk berpaling dari cintanya yang telah kandas.

Kyuhyun tidak tahu pasti, tetapi beginilah yang terjadi sekarang ini. Hubungannya dengan Sungmin—mantan kekasihnya yang imut-imut itu—sudah tiga bulan berakhir. Mereka akhirnya memutuskan untuk berpisah karena Sungmin yang merasa tidak nyaman berhubungan dengan namja populer seperti Kyuhyun.

Sebenarnya itu alasan konyol, tetapi demi menghargai segala perasaan Sungmin akhirnya Kyuhyun mengerti dan menyetujui semuanya. Kata putus telah terucap, lalu mereka hidup dengan status baru yang menciptakan batas-batas dalam berhubungan.

Langkah Kyuhyun tetap berlanjut menyusuri jalan setapak yang menghubungkan kampusnya dengan gedung utama. Walau ada segumpal gemuruh yang melanda perasaannya, Kyuhyun tetap melanjutkan derap langkahnya—tetap berusaha bersikap tenang.

Mereka semakin dekat.

Semakin dekat.

Dekat.

Sungmin menolehkan kepala ke arah Kyuhyun, melempar senyuman sekilas sebelum akhirnya berjalan menuju pintu keluar.

That familiar perfume and still I miss you

 

The smile you gave to me

Bau parfum feminim Sungmin melayang di udara, tercium oleh indra penciuman Kyuhyun, menggelitik perasaannya lalu mengaduknya menjadi satu. Gadis itu masih memakai parfum yang sama seperti dulu, parfum aroma Jasmine natural yang hanya bisa di dapat di toko langganannya. Mungkin Kyuhyun masih mengingat seperti apa bentuk botol parfum itu, bukankah Kyuhyun sudah terlalu sering mengantar Sungmin membeli parfum yang sama selama mereka masih berpacaran?

Kyuhyun tersenyum tipis, sudah terlalu lama itu terjadi dan seharusnya Kyuhyun melupakan hal yang tidak penting seperti itu. Lalu yang lebih penting, seharusnya Kyuhyun bisa menilai senyuman seperti apa yang Sungmin lempar untuknya beberapa menit yang lalu.

Tentu senyuman yang berbeda dari senyumannya dulu.

You get into a different person’s car

 

Link arms with him

 

Kyuhyun membalik badannya, kemudian tatapannya jatuh pada sosok Sungmin yang tengah  berbincang dengan seorang lelaki di gerbang kampus. Mereka tertawa dan berbincang sejenak—dengan lengan Sungmin yang mengapit erat lengan lelaki tampan itu. Tak lama setelahnya, mereka berjalan menuju sebuah mobil sedan yang terparkir, lalu masuk ke dalam.

Beberapa detik setelah mereka masuk, pintu kaca di jok depan terbuka—menampilkan wajah Sungmin yang duduk di samping kemudi. Kyuhyun sangat tahu, Sungmin melakukan itu karena Sungmin sangat menyukai semilir angin yang berhembus ketimbang udara AC yang kaku dan dingin. Dengan membuka pintu kaca itu, maka udara akan senantiasa berhembus menerpa wajah manis Sungmin. Sehingga Sungmin akan tetap mampu tersenyum ketika bau menyegarkan itu membelai permukaan kulit wajahnya.

As you smile

 

Senyuman itu masih tidak berubah, bahkan lengkung di bibir itu masih sangat diingat oleh Kyuhyun. Matanya yang bulat selalu menyipit menyerupai bulan sabit ketika ia memutuskan untuk mengulas senyum, manis sekali.

I thought I was okay now

Kyuhyun mengalihkan perhatiannya ketika mobil itu telah hilang dari pandangannya. Ia pun melanjutkan langkah kakinya dengan segenap perasaannya yang menyuarakan nama Sungmin. Pandangannya yang sayu memandang ke depan, melempar tatapan kosong yang bahkan masih mengharap kehadiran Sungmin di hadapannya.

“Kyuhyun-ah,” seseorang memanggil nama Kyuhyun dan menghentikan langkah lelaki itu setelah menepuk pundaknya. Seorang lelaki tampan dengan wajah mirip ikan ikut berjalan di sampingnya, masih mengulas senyuman sambil mengayunkan gitar yang ada di genggamannya. “Kau ketahuan melamun lagi.”

Kyuhyun menggaruk tengkuknya yang menegang lalu tertawa menanggapi pernyataan temannya. “Tidak juga,” sangkalnya.

“Ngomong-ngomong, kau bisa ikut denganku ke ruang musik?” salah satu tangan teman Kyuhyun menepuk punggung Kyuhyun dengan gerakan pelan. “Aku ingin kau mengkritik lagu yang baru saja kubuat dengan Hangeng hyung.”

“Lagu kolaborasi? Lagi?” Kyuhyun bertanya dan melempar tatapan penuh tanda tanya. Temannya yang satu ini memang sering membuat lagu-lagu baru untuk ditampilkan di bar tempat mereka bekerja. Dan partner in chrime-nya dalam hal ini adalah Tan Hangeng—atau yang biasa kita sebut sebagai Hangeng.

Kepala Donghae mengangguk mantap dan ia kembali tersenyum, mungkin tanpa sengaja ia berusaha untuk menyebarkan Happy Virus kepada Kyuhyun. “Sebenarnya aku yang berperan penuh kali ini. Hangeng hyung hanya membantu sedikit.”

“Sama saja,” Kyuhyun memukul lengan Donghae dan lagi-lagi ia tertawa.

“Lagi pula, lagu ini kubuat untuk istriku,” kata Donghae dan senyuman malu-malu yang menurut Kyuhyun sangat menjijikkan di matanya.

“Istrimu kau bilang?” Kyuhyun hampir saja mencekik leher Donghae ketika gendang telinga tersentuh oleh kalimat penuh canda itu. “Aku tidak akan tahu apa yang akan Eunhyuk lakukan ketika ia mendengar ucapanmu itu.”

“Pasti dia akan senang,” Donghae menimpali. “Sudahlah, Kyuhyun. Ayo ke ruang musik! Aku tidak punya banyak waktu! Lagi pula Sungmin noona akan datang se-jam lagi.”

“Sungmin?”

Kepala Donghae mengangguk, “Sungmin memintaku dan Hangeng hyung untuk membuat sebuah lagu untuknya. Kau tahu bukan, Sungmin noona juga ikut berpartisipasi dalam pentas seni akhir bulan nanti?”

Kyuhyun tidak pernah tahu jika Sungmin akan ikut menyumbang suara merdunya untuk pesta seni tahun ini. Yang Kyuhyun tahu, Sungmin itu sulit sekali disuruh menyanyi di atas panggung—gadis itu sering merasa blank ketika berdiri di atas panggung. Jadi, ketika Donghae mengatakan hal itu, sontak saja Kyuhyun terkejut.

Apa yang membuat Sungmin mau melantunkan sebuah partitur lagu di hadapan warga kampus akhir bulan nanti?

Jangan-jangan Sungmin melakukannya karena itu adalah permintaan dari kekasih barunya. Jika benar seperti itu, maka Kyuhyun akan benar-benar merasa kalah telak dalam urusan menaklukkan hati Sungmin yang sekeras batu.

I thought I was fine

But ..

OoOoO

Kyuhyun akhirnya ikut ke ruang musik dan mendengarkan Donghae menyanyi dengan gitar klasiknya. Sesekali Kyuhyun memberi sedikit komentar dan Donghae segera memperbaiki lagunya lalu mengulanginya berkali-kali, berusaha agar lagunya kali ini akan bisa dicap sebagai sebuah lagu perfect.

Hangeng sedang tidak ada di ruangan ini karena lelaki itu masih ada jam kuliah sampai pukuk 12. Jadi Hangeng akan datang secepat yang ia bisa lalu kembali merundingkan lagu mereka yang lain, lagu yang mereka buat khusus untuk Sungmin.

Sebenarnya Kyuhyun ingin tahu lagu seperti apa yang akan dinyanyikan Sungmin pada acara sekolah nanti. Ia ingin mendengar irama awal yang akan menuntun Sungmin bernyanyi di nada selanjutnya. Pasti akan menjadi sesuatu yang menakjubkan, mengingat Kyuhyun sudah lama sekali tidak mendengar suara merdu Sungmin.

Tetapi ia tidak bisa.

Ia tidak bisa meminta Donghae melakukan itu karena ia pasti akan ditertawakan habis-habisan oleh Donghae. Donghae tahu masalah cintanya dengan Sungmin, tetapi Donghae tidak pernah tahu bagaimana perasaan Kyuhyun setelah putus.

Still you, you, you

 

I haven’t forgotten you

Seseorang tiba-tiba membuka pintu ruang musik, sontak membuat dua orang yang ada di dalam menoleh ke sumber suara. Seorang gadis dengan baju musim panasnya berdiri di ambang pintu, lalu ia tersenyum dan melangkah masuk.

“Maaf aku terlambat,” kata Sungmin dan buru-buru mengambil duduk tepat di sambil Donghae, dengan kata lain ia ada di hadapan Kyuhyun. Gadis itu meletakkan tasnya di meja lalu mengeluarkan alat tulis. Ia membuka lembaran bukunya dan menunjukkan sesuatu ke arah Donghae. “Aku merevisi beberapa liriknya. Lihatlah sebentar,” Sungmin menyerahkan bukunya ke Donghae.

Kyuhyun benar-benar tidak tahu apa yang harus ia lakukan ketika Sungmin sudah duduk di hadapannya. Yang jelas, untuk detik ini ia masih setia mencuri pandang ke arah wajah rupawan Sungmin. Bibir tebalnya yang sexy itu mengulas senyuman, menertawakan sikap Sungmin yang selalu terburu-buru.

Still you, you, you

 

I’m still the same

“Kurasa liriknya akan semakin menyedihkan jika kau merevisi ulang lagu ini,” Donghae mengetuk-ngetuk kertas buku Sungmin lalu melirik ke arah Kyuhyun. “Kau ingin membacanya, Kyuhyun?”

Tawaran itu meluncur begitu saja dari Donghae, dan seketika itu juga Kyuhyun mengangguk sambil menatap wajah pias Sungmin selama satu detik. Kyuhyun menerima buku Sungmin dan membaca lirik yang ditulis tangan oleh Sungmin.

Garis coretan Sungmin di kertas buku ini sangat menarik, bahkan gadis itu semakin hebat dalam merangkai kata menjadi sebuah kalimat yang menyayat hati. Kyuhyun menyadari bahwa lirik-lirik ini menceritakan suatu kisah menyedihkan, tentang perasaan seseorang setelah putus cinta.

Putus cinta?

Sungmin berhasil menceritakan sekelumit cerita penuh air mata yang dinaungi oleh cinta, menyampaikan pesan yang tersimpan oleh penulisnya lewat setiap kalimat yang tersusun. Bahkan Kyuhyun bisa merasakan bagaimana rasanya patah hati setelah membaca untaian lirik ini. Akhirnya Sungmin berhasil mengorek luka lama di hati Kyuhyun.

Am I hurting?

 

I am hurting

“Donghae hyung benar, ini sangat menyedihkan,” Kyuhyun menyudahi acara membacanya dan menyerahkan kembali buku yang digenggamnya ke arah Sungmin. Kyuhyun sudah tidak sanggup menahan perasaan perih di dada ketika ia membaca lirik-lirik itu.

“Kukira Hangeng hyung akan senang setelah membaca lirik seperti ini,” Donghae menimpali dan mulai menempatkan jemari-jemarinya di atas kunci gitar. “Dia ‘kan suka cerita menyedihkan seperti ini.”

Sungmin ikut tertawa, “Tiba-tiba saja kemarin malam aku ingin membuat sesuatu yang menyedihkan ketika memikirkan lagu ini,” gadis itu mencoba melontarkan alasan yang mendasari dirinya membuat lirik yang semenyedihkan itu.

“Apa kau merasa buruk beberapa hari ini?”

Pertanyaan Donghae yang semacam itu sukses membuat Kyuhyun dan Sungmin berpandangan selama beberapa saat. Mereka sama-sama membangun pandangan singkat yang penuh arti, seolah mencoba menceritakan semuanya lewat benang tak kasat mata.

I don’t know

 

I don’t know, oh no

“Tidak juga,” Sungmin mengalihkan pandangannya terlebih dulu, sama sekali tidak membiarkan Kyuhyun memperdalam pandangan ke arahnya. “Apa kita bisa memulai latihannya?”

“Tentu. Kita sudah menetapkan nada dasarnya dan sekarang kita hanya perlu memperbaiki hal-hal yang kurang,” Donghae berucap walau jemarinya sedang sibuk dengan senar-senar gitar yang tertarik tegang di kedua sisi. “Bernyanyilah senyaman mungkin, noona. Aku ingin kau menyampaikan pesan dengan baik lewat lirik-lirikmu yang dramatis.”

Alunan gitar yang dihasilkan oleh kelihaian jemari Donghae mengalun lembut dan menciptakan petikan-petikan merdu. Intro lagu yang bernada mellow itu benar-benar mampu membuat Kyuhyun terkesiap, terkesima dengan lagu seperti apa yang berhasil diciptakan oleh Donghae dan Hangeng. Di bagian awal saja, Kyuhyun benar-benar sudah terlena, apalagi setelah ia mendengar suara Sungmin.

Suara sopran Sungmin yang diatur sedemikian rupa berhasil melewati nada-nada lagu dengan baik, bahkan Sungmin menyanyikan setiap liriknya dengan begitu sempurna. Teknik falsetto yang telah ia kuasai dengan baik memberikan kesan tersendiri bagi Kyuhyun, seolah teknik tersebut diciptakan untuk mengoyak dan menggali perasaan Kyuhyun lebih dalam lagi.

Lantunan suara Sungmin yang benar-benar merdu dan mendayu membuat ingatan-ingatan tentang masa lalu kembali berputar di pikiran Kyuhyun. Tentang bagaimana dan untuk siapa Sungmin menyanyi, itu semua kembali muncul di otaknya.

“Aku hanya akan bernyanyi untukmu, Kyuhyun.”

Ucapan yang sudah sangat lama—dan mungkin sudah dilupakan oleh Sungmin—menari-nari di pikiran Kyuhyun. Tanpa sadar ia tersenyum tipis, bagaimana pun ia senang ketika mengingat apa yang pernah dikatakan oleh Sungmin untuknya.

Dan Kyuhyun yakin, nyanyian Sungmin akan tetap untuk dirinya.

It’s still you, just you, still you

 

OoOoO

Hangeng dan Kyuhyun akhirnya tinggal di ruang musik lebih lama dari Sungmin dan Donghae. Setelah Sungmin pergi, akhirnya Donghae ikut mengakhiri latihan musiknya karena pacarnya menelpon. Donghae tidak bisa mengelak ketika Eunhyuk menelpon dan memintanya untuk segera datang. Gadis bermata sipit yang gemar mengoles eyeliner itu benar-benar berhasil memonopoli hati seorang Lee Donghae dengan aura kecantikannya.

Walau Eunhyuk cantik, tetap saja Sungmin memiliki predikat nomor satu di hati Kyuhyun.

Ketika Kyuhyun akan pulang, mereka baru menyadari bahwa Sungmin meninggalkan buku note-nya di atas meja. Dan karena Hangeng tidak ada jam kuliah esok hari, akhirnya Hangeng menyuruh Kyuhyun untuk memberikan note itu ke Sungmin.

Sebenarnya Kyuhyun ingin memberikan note ini secepat mungkin dengan mengunjungi tempat kerja Sungmin. Tetapi setelah ia sampai di restoran Jepang ini, Kyuhyun belum menemukan batang hidung Sungmin dan seorang pelayan mengatakan bahwa jam kerja Sungmin akan dimulai se-jam lagi.

Mengetahui hal itu, Kyuhyun memutuskan untuk duduk di salah satu kursi lalu memesan segelas jus guna menemaninya menunggu Sungmin.

 

Kyuhyun mengeluarkan ponsel dari dalam saku, lalu membuka salah satu kontak setelah mengetik sebuah nama di kolom pencarian.

Nama Sungmin di kontak Kyuhyun muncul, dan fotonya yang memang sengaja ia simpan untuk foto kontaknya itu terpampang. Foto ini adalah salah satu foto yang masih Kyuhyun simpan di ponselnya, dan menurut Kyuhyun foto ini adalah foto terbaik yang pernah ia miliki.

Sungmin tampak sangat cantik di foto ini, dengan bibir dan garis mata yang melengkung indah. Rambutnya yang tergerai dengan pita di samping kepala membuat penampilannya semakin menarik. Selain senyum dan pandangan Sungmin, hal yang paling menakjubkan dari Sungmin secara keseluruhan adalah wajahnya yang cantik.

 

I still look at your photos in my phone and press delete

Kyuhyun pernah menyesal setengah mati ketika ia selesai menghapus satu album di galeri ponselnya. Album itu berisi foto-foto Kyuhyun dan Sungmin ketika berlibur di Pulau Jeju musim panas tahun kemarin. Waktu itu Kyuhyun selalu merasa sakit hati ketika melihat deretan foto Sungmin di ponselnya, karena itu akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk menghapus semuanya.

Untung hanya satu album, tidak semuanya.

Kyuhyun sudah menunggu selama tiga puluh menit dan ia mulai merasa bosan. Ia ingin bertemu dengan Sungmin dan sedikit berbincang dengan mantan gadisnya.

 

I contemplate whether to call you or not

Kyuhyun merasa bimbang ketika ia harus memencet tombol ‘call’ di layar ponselnya. Sebenarnya ia ingin memberitahu Sungmin bahwa ia sedang menunggunya di restoran ini, lalu menyuruhnya untuk datang cepat-cepat.

Bolehkah?

Namun, sebelum Kyuhyun menelpon Sungmin, secara tidak sengaja manik matanya menangkap siluet tubuh Sungmin yang akan menyeberang jalan dengan seorang lelaki di samping tubuh pendeknya. Lelaki berambut pirang dengan wajah dingin yang Kyuhyun ketahui adalah kekasih baru Sungmin.

Kyuhyun hanya menebak dan memutuskan segalanya secara sepihak, menuruti instingnya. Beberapa kali Kyuhyun menemukan lelaki itu sedang mengantar-jemput Sungmin di kampus dengan mobil mewahnya. Dan Kyuhyun tidak pernah menyangka jika lelaki itu juga rela mengantar Sungmin ke tempat kerjanya.

Running out of breath is all because of you

 

I calm myself but it barely lasts ten minutes

Tubuh Sungmin akhirnya masuk ke restoran ini, lalu pandangannya segera jatuh pada sosok Kyuhyun yang sedang menatapnya dengan tatapan sendu. Sungmin memasang raut heran, namun sedetik setelahnya ia berjalan ke arah meja Kyuhyun.

“Kau ke sini untuk makan atau menunggu seseorang?” tanya Sungmin ketika ia sampai tepat di hadapan Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum lalu melipat dua lengannya, menautkan kesepuluh jemarinya. “Menunggumu.”

Sungmin semakin terheran ketika mendengar alasan Kyuhyun. Ia pun melirik jam yang ada di sudut ruangan restoran lalu duduk di bangku kosong yang berada di hadapan Kyuhyun. “Ada apa?”

Kyuhyun hanya diam setelah ia mendengar pertanyaan Sungmin, mata teduhnya tampak masih setia menerawang kecantikan alami yang terpancar dari diri Sungmin. “Well, ada sesuatu yang membuatku harus susah-susah datang kemari.”

“Apa itu?”

“Kau tidak merasa sedang melupakan sesuatu?”

Sebenarnya pertanyaan itu terlontar untuk dua maksud berbeda dari Kyuhyun. Kyuhyun berharap bahwa Sungmin menyadari sesuatu setelah ia mengucapkan hal tersebut. Mungkin setelahnya Sungmin akan menjawabnya dengan kalimat ‘Oh, noteku tertinggal!’ atau kalimat lain yang masih berhubungan dengan kata ‘note’.

Namun, jauh di lubuk pemikiran Kyuhyun, lelaki itu berharap bahwa Sungmin menyadari sesuatu yang lebih penting dari itu. Ia berharap bahwa Sungmin mengingat sesuatu yang ia lupakan di suatu sisi istimewa di hatinya.

“Aku tidak mengerti. Kurasa aku tidak melupakan apa pun,” Sungmin meletakkan tasnya.

Kyuhyun mendengus penuh kecewa ketika kalimat itu terlontar, sama sekali tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya. “Benarkah? Tetapi aku menemukan sesuatu di ruang musik beberapa jam lalu sebelum aku kemari.”

“Benarkah?” Sungmin akhirnya memutuskan untuk membuka tasnya dan mengubek isinya. Dengan teliti ia mencoba mengabsen setiap barang-barang penting yang ia simpan di tas mungil itu, lalu beberapa saat setelahnya matanya melotot. “Noteku?”

Kyuhyun meraih tas punggungnya dan mengeluarkan note bersampul kain bludru berwarna merah jambu ke arah Sungmin. “Aku benar, ‘kan?”

“Syukurlah kau yang menemukan ini!” Sungmin berseru senang dan langsung meraih note itu dari genggaman Kyuhyun. Gadis itu langsung menepuk-nepuk covernya dan memeluknya erat—mungkin itu adalah barang yang sangat penting bagi Sungmin.

Namun beberapa detik setelah Sungmin melukis wajah penuh perasaan lega, mata bulat Sungmin tiba-tiba menyipit. Gadis itu mengarahkan pandangan mengintimidasi ke arah Kyuhyun, lalu ia berkata, “Kau tidak membukanya, ‘kan?”

“Tidak,” jawab Kyuhyun dengan nada tegas. “Aku tidak mau membaca tulisan ceker ayammu,” candanya.

“Ish ..”

Erasing the scribbles you wrote in my heart

 

I guess I don’t want to yet, I don’t want to erase you

OoOoO

Kyuhyun hampir gila jika ia memikirkan segala yang diucapkan oleh dosen berkepala botak yang berdiri di depan. Ia tidak bisa menangkap apa pun yang diajarkan olehnya, otak Kyuhyun sedang sibuk memikirkan hal lain. Bola mata pekatnya pun tak bisa berlama-lama memandang papan tulis, foxy-nya sudah menemukan sesuatu yang lebih menarik.

Sosok itu, sosok gadis dengan bibir tebalnya yang sedang serius mencatat sesuatu di lembar buku tulisnya.

I become your shadow, following you every day

 

With my exhausted shoulders

 

Mungkin Kyuhyun sudah tidak berada di kelas ini dari sejam yang lalu, jika saja Sungmin tidak ada di sini. Ini adalah mata pelajaran yang Sungmin gemari—tetapi bagi Kyuhyun ini adalah hal paling membosankan. Namun, sosok Sungmin yang sedang serius dengan pelajarannya adalah suatu magnet yang mampu menarik tubuh Kyuhyun, membuatnya duduk dengan tenang di kursinya.

Pemandangan seperti ini memang sulit Kyuhyun dapatkan, terlebih ia hanya bisa satu kali berada di kelas yang sama dengan Sungmin dalam satu minggu. Gurat penuh konsentrasi yang terlukis di sela wajah Sungmin memberikan energi tersendiri untuk Kyuhyun, membuat Kyuhyun betah berada di kelas ini selama dua jam penuh.

Lima belas menit lagi kelas akan berakhir, dan Kyuhyun semakin gusar di tempat duduknya. Lelaki itu memutuskan untuk pindah tempat duduk, mencoba untuk mendekati Sungmin yang kebetulan sedang mengikuti kelas ini seorang diri—tanpa Ryeowook, teman akrabnya.

If I take a step closer, you take two steps back

 

I have no choice but to look at you

Kyuhyun baru membanting pantatnya di tempat duduk yang berada di sebelah Sungmin, namun sedetik setelahnya Sungmin menggeser duduknya beberapa senti menjauhi tubuh Kyuhyun. Gadis itu menolehkan kepala ke arah Kyuhyun, memandang wajah mantan kekasihnya dengan tatapan seperti biasa.

Kyuhyun hanya mengendikkan bahu dan bersikap seolah-olah ia tidak peduli dengan apa yang baru Sungmin lakukan. Tetapi nyatanya, sedikit-banyak perasaan Kyuhyun tergores dengan apa  yang Sungmin perbuat.

“Aku tidak mau ada gosip,” tiba-tiba suara dengan nada bisik-bisik itu terdengar—dari arah Sungmin.

Kepala Kyuhyun sontak menoleh ke arah kanan, dan ia tersenyum setelah menyadari bahwa suara itu adalah suara milik Sungmin. Ia menyalakan tab-nya, lalu menulis sesuatu di layarnya.

“Kenapa?” tulisan di layar tab Kyuhyun bersinar dengan warna hitam pekat.

Sungmin hanya menoleh sekilas, tetapi setelah itu menulis sesuatu di buku tulisnya dan menyerahkannya ke Kyuhyun.

“Akhir-akhir ini, banyak yang mengatakan bahwa kau sedang berusaha mendekatiku lagi. Apakah itu benar?”

Tulisan Sungmin yang rapi itu tertulis diatas lembar buku tulisnya, berderet dengan begitu rapi dengan aksen lucu yang menggemaskan. Walau tulisan itu sangat pantas untuk dikagumi, tetapi Kyuhyun lebih peduli dengan arti dari kata-kata yang tersusun di sana.

Kyuhyun memutuskan untuk kembali membalas tulisan-tulisan itu dengan mengetik sesuatu di layar tab-nya.

“Menurutmu? Apa aku terlihat seperti itu?”

“Tidak. Kupikir dengan kepopuleritasmu itu, kau bisa berpaling dariku dengan mudah.”

Still you, you, you, I haven’t forgotten you

 

Only you

 

Still you, you, you, I’m still the same

Kyuhyun terkejut dengan apa yang baru ia baca, dan sejujurnya tulisan Sungmin telah menjelma menjadi palu besar yang memukul kepalanya. Kyuhyun tidak pernah menyangka jika Sungmin akan berpikir seperti itu, walau pada kenyataannya semua sangat berbanding terbalik.

Sebelum Kyuhyun selesai mengetik sesuatu sebagai jawaban, bel yang mengakhiri segala kegiatan kampus berkoar dari setiap sudut-sudut kelas. Beberapa mahasiswa langsung berdiri dari duduknya dan berlalu begitu saja. Sama halnya dengan Sungmin, gadis itu segera mengemas barang-barangnya dan segera bangkit. Secepat kilat ia segera meninggalkan kelas setelah mendengar telponnya berdering nyaring.

Kyuhyun tidak bisa melakukan apa pun ketika melihat punggung Sungmin telah berjalan menjauh dari tempatnya duduk—selain membiarkan layar tab-nya menyala dan menampilkan tulisan yang ia definisikan sebagai sangkalan dari pernyataan Sungmin.

“Kenyataannya, tidak semudah itu, Minnie. Kurasa mereka benar.”

Am I hurting? I am hurting

 

I don’t know, oh no

 

Cause baby I say

OoOoO

Saat ini, Siwon sedang mentraktir anggota klub musik dengan menyewa satu ruangan karaoke exclusive untuk merayakan keberhasilannya membawa beberapa anggota untuk mengikuti lomba menyanyi tingkat nasional. Mahasiswa yang dijuluki sebagai ‘Money Maker’ oleh bawahannya di klub musik itu benar-benar sukses membuat semuanya bersenang-senang. Ia menyewa ruangan full AC ini selama enam jam penuh, dan jamuan makanan kecil ini pun dari dia.

Baik sekali, bukan?

“Siwon hyung hebat sekali,” Donghae memuji sambil meneguk brandy dari gelas berleher panjang yang diapit oleh kedua jemarinya. “Sayang sekali dia tidak punya pacar,” katanya lalu terkekeh dengan suara pelan.

Kyuhyun hanya diam dan tertawa kecil menanggapi candaan Donghae, ia masih sibuk celingak-celinguk mencari sosok lain di ruangan persegi panjang yang luas ini.

“Siwon hyung memang sedang fokus dengan karirnya. Kudengar ayahnya yang kaya akan memawariskan perusahaannya kepada Siwon hyung,” namja dengan mata sipit dan jemari-jemari mungil itu menyahut sambil memandang wajah cantik kekasihnya.

“Tetapi, kadang kali aku berpikir. Bukankah lebih baik jika Siwon berpacaran dengan Sungmin? Mereka cocok sekali ..,” Ryeowook, kekasih Yesung sekaligus sahabat karib Sungmin menimpali dengan membelok arah pembicaraan mereka.

“Uhuk-uhuk!”

Seseorang yang tadinya sedang asik menyesap wine kesukaannya, tiba-tiba tersedak setelah gendang telinganya ditembus oleh kalimat Ryeowook. Sontak saja semuanya memandang ke arah Kyuhyun dengan memasang tatapan heran, seolah menghujam Kyuhyun dengan beribu pertanyaan yang berhubungan dengan Sungmin.

“Lucu sekali, Wookie!” Eunhyuk berusaha menepuk paha mulus Ryeowook dan mencubitnya pelan. “Tetapi, kurasa Sungmin masih memikirkan yang lain.”

“Maksudmu?” Donghae menimpali ucapan kekasihnya.

Eunhyuk memandang wajah teman-temannya—dan juga Kyuhyun—sekilas lalu berdehem pelan. “Maksudku, dia tidak akan mau memikirkan hal-hal seperti itu. Aku benar ‘kan, Wookie?”

Ryeowook mengangguk.

“Omong kosong,” Donghae segera menampik fakta baru yang sedang dibicarakan oleh Eunhyuk dan Ryeowook. Lelaki berbadan tinggi itu dapat mengerti apa yang Kyuhyun rasakan ketika secara tak sengaja ia menangkap tatapan kosong dari Kyuhyun. “Beberapa hari ini, kulihat dia jalan berdua dengan namja tinggi berambut cokelat.”

Kyuhyun menatap wajah Donghae selama beberapa detik, menyadari bahwa sahabatnya itu berusaha untuk melontarkan pertanyaan yang sedang bercokol di otaknya. Kyuhyun tersenyum, berterimakasih secara tidak langsung.

Tiba-tiba Ryeowook memukul kepala Donghae, “Ish, dari dulu selalu saja sok tahu dan memasang wajah bodohmu itu,” Ryeowook berujar dengan nada kesal yang dibuat-buat. Ia pun menyandarkan tubuhnya di dada bidang Yesung dan melipat dua lengannya di atas dada. “Lelaki tampan berambut cokelat itu bukan kekasih Sungmin. Dia oppa tiri Sungmin yang baru datang dari Cina, namanya Zhoumi!”

Kepala Eunhyuk mengangguk, membenarkan apa yang baru dikatakan oleh Ryeowook. “Ayah Sungmin menikah dengan ibu Zhoumi beberapa tahun yang lalu. Dan kudengar, kakaknya yang tampan itu memiliki andil penting dalam dunia Pariwisata Korea. Sungmin memperkenalkannya sebagai Zhoumi.”

“Lagi pula, Sungmin tidak semudah itu berpaling,” Ryeowook menambahkan.

Kyuhyun benar-benar dikejutkan dengan apa yang baru dikatakan oleh Ryeowook dan Eunhyuk. Suatu fakta penting yang luput dari perhatiannya karena selama ini ia selalu sibuk dengan perasaannya yang mengambang.

Am I hurting? I am hurting, I don’t know

 

Have I forgotten you? I guess not, I keep thinking of you baby

 

Seharusnya Kyuhyun menyadari hal itu. Dan seharusnya Kyuhyun tidak berusaha untuk melupakan Sungmin, toh pada akhirnya Kyuhyun tetap merasa terikat dengan Sungmin. Lalu, kata-kata terakhir yang Ryeowook ucapkan sebagai penutup dari percakapan mereka menjadi sebuah ilham bagi Kyuhyun. Tidak bisa dipungkiri, dia merasa senang setengah mati.

Bukankah ia masih memiliki harapan?

“Apa aku boleh bergabung?”

Suara yang mengalun lembut dari seorang gadis dengan gaun mini berwarna merah pekat itu membuat mereka menutup mulut. Kelima orang itu saling memandang dan akhirnya mereka mengangguk di saat yang bersamaan.

“Kemana saja, Minnie? Kau hampir melewatkan pesta ini!” Ryeowook segera bangkit dari duduknya dan menarik tubuh Sungmin yang masih berdiri di depan meja. “Kau duduk dengan Kyuhyun, oke?”

Kursi sofa itu memang didesain untuk dua orang di setiap tempat duduknya. Dan karena Donghae sudah duduk dengan Eunhyuk, lalu Yesung dengan Ryeowook, akhirnya Ryeowook memutuskan untuk membawa tubuh Sungmin ke sisi kosong di sofa yang Kyuhyun duduki.

Sungmin hanya bisa diam dan tenggelam dalam kebisuan ketika Ryeowook memaksanya untuk segera duduk di samping Kyuhyun, membuatnya harus mau membagi hangat tubuhnya dengan Kyuhyun—karena sofa ini sempit sehingga mereka harus saling berdekatan. Tidak bisa dipungkiri, darah Sungmin naik dan ia merasa gugup setengah mati ketika berada sedekat ini dengan Kyuhyun.

“Bagaimana jika kita main ‘Truth or Dare’?” tiba-tiba Donghae menjentikkan jemarinya dan berseru kepada teman-temannya. “Ayo bersenang-senang bersama.”

“Ide yang bagus! Sudah lama kita tidak memainkannya,” Yesung menanggapi dengan antusias.

“Tetapi, kuharap kalian bisa berkata jujur jika kalian mendapatkan Truth. Aku tidak mau permainan ini berjalan buruk karena ada salah seorang dari kita memutuskan untuk berbohong,” Eunhyuk berucap dan mengambil salah satu sumpit dari sebuah piring lalu mengelapnya dengan tissue.

“Baiklah. Ayo mulai, Hyukkie!” Ryeowook menimpali dengan suara tinggi.

Eunhyuk menyerahkan sumpit yang telah ia lap dengan kertas tissue ke Donghae, lalu setelahnya Donghae segera memutar sumpit itu ke arah kanan. Dengan gerakan cepat, sumpit itu berputar dengan gerakan teratur—membuat siapa pun yang menanti merasa was-was.

Beberapa detik sumpit itu berputar dengan gerakan cepat, lalu perlahan-lahan gerakannya mulai melambat dan berhenti dengan ujung sumpit menunjuk tepat ke arah Ryeowook.

Ryeowook memilih ‘Truth’ dan akhirnya ia membuat pengakuan singkat karena pertanyaan Eunhyuk. Setelah itu, Ryeowook memutar sumpit itu ke arah kiri.

Kyuhyun terlalu sibuk menenangkan jantungnya yang berpacu cepat sehingga ia tidak sempat melirik ke arah sumpit yang sedang berputar. Yang ia sempat ia lakukan ditengah pemikiran bodohnya adalah sesekali melirik ke arah Sungmin dan menggerak-gerakkan tubuhnya.

Dari jarak sedekat ini, Kyuhyun dapat mencium bau harum yang menguar dari kulit tubuh Sungmin—membelainya jiwanya dengan begitu intim dan sexy. Olesan make-up tipis di wajah manis Sungmin benar-benar menambah kesan cantik yang terpancar dari aura naturalnya.

“Kyuhyun!”

Suara Eunhyuk yang melengking membuat Kyuhyun terkejut setengah mati, apalagi ketika pandangannya segera jatuh pada manik mata Sungmin yang juga menatapnya. Seketika itu juga Kyuhyun menatap wajah Yesung dan Donghae, lalu ia menatap sumpit di meja yang mengarah ke arahnya.

“Truth or Dare?” Ryeowook berseru dengan nada memaksa.

“Truth,” jawab Kyuhyun tanpa berpikir dua kali.

“Aku yang bertanya! Aku yang bertanya!” Eunhyuk menepuk dadanya yang sintal lalu menatap wajah Kyuhyun lekat-lekat. “Siapa yang sering kau pikirkan akhir-akhir ini?”

Kyuhyun seperti di skak-mat ketika Eunhyuk memberinya pertanyaan seperti itu. Manik mata lelaki itu melirik ke arah kanan-kiri, berusaha menyembunyikan rasa gugupnya.

“Kau tidak boleh berbohong,” Yesung mengancam Kyuhyun ketika lelaki berwajah dingin itu menangkap sinar keraguan di mata Kyuhyun.

Kyuhyun menghela nafas, ia tidak sanggup untuk berbohong—sepertinya lidah ini terlalu bodoh untuk bisa diajak berkompromi dalam hal menyembunyikan perasaannya. Kyuhyun memandang Sungmin sekilas, lalu setelahnya ia menarik nafas panjang-panjang. “Sungmin,” katanya.

Sungmin terkejut setengah mati ketika namanya terucap dan meluncur begitu saja dari kedua belah bibir Kyuhyun. Sontak saja ia menoleh menatap wajah Kyuhyun dan menaikkan salah satu alisnya. Dahinya berkerut samar karena sekarang ini otaknya sedang dilanda suatu pertanyaan besar.

Misterius sekali.

Permainan kembali berlanjut, kali ini ujung sumpit terarah ke arah Yesung. Lelaki itu memilih ‘Dare’ dan semua orang yang ada di sana setuju agar Yesung mengeluarkan jurus gombalan mautnya untuk Ryeowook.

Semua tertawa ketika Yesung yang dikenal memiliki sifat pendiam dan cuek itu melontarkan kata-kata merayu yang sangat berbanding terbalik dengan dirinya. Saking malunya, wajah hingga telinga Yesung berubah menjadi merah.

Setelah Yesung melaksanakan hukumannya, ia pun memutar sumpit itu dan membiarkan semua kembali diam menanti ujung sumpit itu berhenti.

Kali ini, sumpit itu menunjuk sosok Sungmin yang sedari tadi lebih banyak terlihat diam.

“Sungmin-ah, ‘Truth or Dare’?” Ryeowook bertanya dengan suara mendayu.

Sungmin hanya mengulas senyuman kecil ketika sahabatnya yang super baik itu bertanya. Tentu hatinya merasa bimbang saat ia harus memilih salah satu diantaranya. “Apakah aku harus memilih ‘Truth’? Kurasa mengakui sesuatu akan lebih mudah dilakukan.”

“Kalau begitu, apa yang akan kau lakukan jika Kyuhyun memintamu untuk kembali? Kau menerimanya atau tidak?” Donghae bertanya dengan kata-kata frontalnya—dan itu sukses membuat Sungmin membulatkan mata.

“Aa—aku akan memikirkannya,” jawab Sungmin dengan nada terputus-putus.

“Ya atau tidak, Minnie,” Eunhyuk mengingatkan Sungmin dan menyipitkan matanya.

Mungkin tidak hanya Sungmin yang merasa terpojok dengan permainan ini. Walau Sungmin yang harus mengatakan kejujuran karena memilih ‘Truth’, tetapi Kyuhyun yang duduk di sebelah Sungmin pun tak kalah was-was. Lelaki itu benar-benar menanti apa yang akan terucap, walau sebenarnya ia bisa menebak.

Sungmin tidak akan menjawab, begitu pikir Kyuhyun.

Kyuhyun segera meraih sumpit yang tegeletak tak berdaya di atas meja, lalu menyerahkannya kepada Sungmin. “Donghae hyung, kau tidak boleh bertanya tentang hal seperti ..”

“Ya.”

Ucapan singkat dari Sungmin memotong kalimat Kyuhyun yang akan terlontar—Donghae, Eunhyuk, Ryeowook, dan Yesung yang ada di sana segera menatap Sungmin. Mereka masih menunggu apa yang akan terucap dari bibir Sungmin, seolah itu adalah sebuah hal penting yang layak dinanti.

“Aku akan menerimanya,” kata Sungmin sambil menerima sumpit pemberian Kyuhyun. Setelah itu, ia memutar sumpit itu dan memulai permainan kembali.

OoOoO

Yesung, Ryeowook, Donghae, dan Eunhyuk sepakat untuk meninggalkan Sungmin dan Kyuhyun berdua sampai pesta benar-benar berakhir. Mereka benar-benar berniat membuat pasangan itu kembali dan menjalani hubungan seperti dulu. Walau konyol, tetapi empat orang itu tetap optimis dengan apa yang akan terjadi.

Kyuhyun tidak bisa membiarkan semuanya terus berjalan dengan suasana dingin yang kaku seperti ini. Lelaki itu pun bangkit dari duduknya dan mengulurkan sebelah tangannya ke arah Sungmin, “Kau mau keluar ke balkon? Bukankah kau suka dengan angin musim panas?”

Kepala Sungmin mendongak, dan ia mengangguk untuk memberikan jawaban dari pertanyaan Kyuhyun. Gadis itu meraih telapak tangan Kyuhyun dan menautkan jemarinya di antara jemari panjang Kyuhyun. Mereka berjalan beriringan ke sebuah pintu kaca, lalu Kyuhyun pun menggeser pintu itu mempersilahkan Sungmin melangkah terlebih dahulu.

Sungmin benar-benar suka saat-saat dimana ia bisa merasakan hembusan angin musim panas menerpa wajahnya. Ia suka memejamkan mata untuk lebih meresapi makna yang terkandung dari setiap belaian angin-angin ini. Semua terasa sangat menenangkan, apalagi ketika Sungmin membuka mata dan mendapati wajah Kyuhyun yang berada dekat dengan dirinya.

It’s still you (It’s still you)

 

Just you (Just you)

Kyuhyun menoleh dan membalas tatapan Sungmin, lelaki itu tersenyum. “Soal permainan tadi. Apakah kau serius?”

“Huh?”

“Kau akan menerimaku lagi. Benarkah?”

“Itu tergantung,” jawab Sungmin lalu mengalihkan perhatiannya ke arah gedung-gedung pencakar langit yang berada di seberang jalan. Gadis itu meremas jemarinya sendiri lalu menjinjit-jinjitkan kakinya.

“Maksudmu?”

“Aku tidak mungkin mengatakan hal itu kepadamu,” kata Sungmin. “Lagi pula, itu ‘kan privasiku. Dan permainan tadi hanya permainan.”

“Aku tahu,” Kyuhyun ikut memandang apa yang menjadi titik fokus dari manik mata Sungmin. Lelaki itu pun menghela nafas berkali-kali demi menenangkan segala perasaannya yang serasa akan meluap dan meluber.

Keputusan memang ada di tangannya, tentang masalah hubungannya itu. Sebenarnya Kyuhyun ingin mengajak Sungmin untuk kembali menjalin hubungan seperti dulu. Tetapi, setelah Sungmin mengatakan hal seperti itu, mendadak rasa percaya diri Kyuhyun pupus dan akhirnya habis hingga titik terakhir.

Namun, teman-teman baiknya sudah berusaha untuk membantunya hingga mencapai titik yang seserius ini. Tidak mungkin ia menyia-nyiakan kerja keras mereka dengan mengurungkan niatan ini. Kyuhyun memutuskan untuk melakukannya, lalu menerima resiko yang akan ia dapat.

Perlahan, Kyuhyun menggeser posisi tubuhnya—mendekat ke arah Sungmin lalu menempelkan tubuh mereka. Sungmin yang terkejut segera menoleh ke arah Kyuhyun, memberi tatapan penuh pertanyaan.

“Tetapi, aku akan senang sekali jika kita bisa seperti dulu,” Kyuhyun berucap sambil menangkap pergerakan manik mata Sungmin yang menari-nari dalam kubangan kegelisahan. Tatapan sayu yang penuh akan kelembutan itu menerobos pertahanan seorang Lee Sungmin, membuat darahnya berdesir. “Bagaimana menurutmu?”

“Aku tidak mengerti,” katanya dengan bibir yang bergetar samar.

“Bagaimana jika kita kembali?” penawaran itu akhirnya terlontar dari kedua belah bibir Kyuhyun. Lelaki itu pun menggerakkan dua lengannya lalu menyelimuti telapak tangan Sungmin yang semula menggantung dengan telapak tangannya, perlahan ia mengecup jemari-jemari lentik Sungmin. “Setelah kita putus, aku tetap tidak bisa berpaling darimu. Kedudukanmu masih sama seperti dulu di hatiku. Kau masih nomor satu walau kita sudah putus tiga bulan lalu.”

“Kk—Kyuhyun-ah ..”

“Aku serius, Minnie. Apa kau mau kembali berada di sisiku? Kali ini, aku berjanji tidak akan ada kata putus,” Kyuhyun masih setia mencium jemari Sungmin dan menciptakan fraksi kecupan yang seksi di setiap detik berjalan. “Kau tidak bisa meninggalkanku karena alasan kepopuleranku. Aku tidak pernah menganggap diriku seperti itu.”

Sungmin hanya mampu berdiri terpaku ketika semua kalimat penuh perasaan itu terlontar dari bibir Kyuhyun dan melintas ke lubang telinganya. Semua perasaannya sudah tidak bisa ditekan, dan Sungmin akui jika ia senang dengan pernyataan Kyuhyun. Maka, dengan segenap kemantapan hati, Sungmin menarik dua telapak tangannya. Lalu dengan seduktif, gadis itu mengalungkan dua lengannya di leher Kyuhyun lalu menghapus jarak di antara wajah mereka.

Ia mengecup bibir Kyuhyun sekilas, lalu tersenyum manis. “Sepertinya, aku harus menyetujui usulanmu itu, Kyuhyun-ssi.”

Kyuhyun tidak kuasa menahan senyuman yang terpatri di sudut bibirnya, apalagi ketika ia menerima kecupan singkat dari Sungmin. Walau hanya tiga detik berciuman, aliran listrik yang bersumber dari bibir Sungmin yang mengecup bibirnya benar-benar berhasil menyetrum seluruh tubuhnya. Ia memeluk tubuh mungil Sungmin, membelai kulit punggung Sungmin  yang tak tertutupi oleh kain gaunnya.

So?” Kyuhyun kembali mendekatkan bibirnya pada bibir Sungmin. “Kita kembali? Kau kekasihku?”

“Hm ..”

Sungmin tidak sempat untuk menjawab karena Kyuhyun sudah membungkam bibirnya terlebih dahulu. Ternyata belaian lelaki itu lebih memabukkan daripada wine atau brandy yang ada di gelas-gelas berleher panjang di dalam ruangan. Tentu saja hangat dari tubuh Kyuhyun lebih terasa nyaman ketimbang suhu AC yang membuat kulitnya kering.

Dan bibir Kyuhyun—yang sedari dulu Sungmin dambakan—akhirnya kembali mengecup bibirnya dengan begitu intim. Mungkin bagi Sungmin, angin musim panas adalah yang terbaik. Tetapi untuk saat ini, ciuman dari bibir Kyuhyun adalah sesuatu yang terbaik dari yang terbaik.

Still you (Still you)

 

Cause baby I say

 

It’s still you (It’s still you)

 

Just you (Just you)

 

“Aku mencintaimu, Minnie,” Kyuhyun mendesahkan kalimat itu di sela ciumannya yang semakin intens. Lelaki itu merundukkan tubuhnya demi menyamai tinggi Sungmin, lalu tanpa jeda lelaki itu masih terus mengecup bibir kenyal di hadapannya. “Aku mencintaimu.”

Mungkin Kyuhyun merasa sangat lega karena pada akhirnya ia bisa mengatakan kalimat itu berulang-ulang kepada Sungmin tanpa merasa canggung. Dan yang lebih baik adalah, kenyataan bahwa Sungmin telah menyandang status baru dengannya.

“Aku .., juga,” Sungmin menjawab sambil terus menekan tengkuk Kyuhyun—terus berusaha mengeratkan pelukan lengannya di leher Kyuhyun.

Still you ..

END

Ff ini super panjang, yah? Hehehe sebenarnya mau aku bikin twoshoot sih. Tapi karena ini song!fic, akhirnya nggak jadi. Hehehe sebenernya romantis nggak sih? Terlalu banyak deskripsinya yah, hehe habis waktu ngetik nggak sadar ..

Oiyah, aku ada ff oneshoot buat ngerayain ultahnya si kyu lhoo. Aku harap kalian mau nunggu sampe tanggal 3 nanti. Hehehe

69 thoughts on “Still You | KyuMin | OneShoot | Genderswitch | T+ | Romance |

  1. aku suka bca ff oneshoot yg panjang^^
    mski bnyak deskripsi’y tp ini romantis kok,.mlah bikin aku bisa ngrasain ada dposisi kyumin^^ nyesek bgt,masih cinta,org yg dicintai sllu diskitar qt,tp trllu susah untuk jujur..

    makasih bgt tuh buat tmn2’y kyumin, brkat mreka kyumin balikan lgi..

  2. Yeee akhirnya abdt bgt,eonni daebak ini momennya kyumin.
    Kenp harus pake putus sih kyumin,tu kyu suka slh sangka trs sama ming oppanya ming dikira pacar.
    Lanjut ya eon……….. 🙂

  3. haloo dek.. lama ga bkunjung.
    spechless unnie, dek.
    romantis supeerrrrrrrr .. unnie suka bgt. baik karakter kyu apa sungmin, suka smua. crtanya juga🙂

    coba dek bkin lanjutannya . *nc* ups.. yadongny ktauan.
    tp asli ini bgus bgt, bukanny marah krna ud putus sm min.. tp kyu justru setia cinta sm sungmin . love itt

  4. Wow… panjang yg bkin puasssss…
    Yeyyy.. happy ending….
    Ditunggu tgl 3 feb nanti sekalian sm ‘my secret idol’ hehehe.. fighting

  5. Alamak romantisnya~ kyumin bikin envy bgetttt~
    panjaangnya bikin yg bca senyum2 gaje dan happy end🙂
    akhrnya kyumin bersatu.. Thanks buat haehyuk n yewook yg udah membntu kyumin blikan😀

  6. Dengan permainan truth or dare akhirnya kyumin balikan.
    Always waiting for your other fanfiction and specialy kyumin’s story. Fighting.

  7. Vajbakabkabajzvhaakxsj ini so sweet sekaliiiiiiiii!!! gini dong panjang bacanya puas jadi… well, singkat, simple tapi feelnya ngena^^ agak kurang greget fikit ajasih hehe tapi overall ini menarik sekaliiiiiiiiii

  8. Ceritanya emang biasa, tapi bener jdi manis entah karena songfic ataupun karna kyumin.
    Suka, romantis kyunya sampe sgitunya stlah dtinggal sungmin. Sungmin yg malu” mau jga gmbaran cewek bgt sih ><

  9. Ceritanya emang biasa, tapi bener jdi manis entah karena songfic ataupun karna kyumin.
    Suka, romantis kyunya sampe sgitunya stlah dtinggal sungmin. Sungmin yg malu” mau jga gmbaran cewek bgt sih ><

    Pokoknya suka deh ^^

  10. Suka, romantis kyunya sampe sgitunya stlah dtinggal sungmin. Sungmin yg malu” mau jga gmbaran cewek bgt sih.
    Nunggu lelakinya ngomong dulu walo mreka udah prnah pacaran. Ttp aja walo emansipasi wanita makin berkoar dmna”, tpi pda dsarnya perempuan adalah salah satu yg ingin dipahami & dicintai lbh dulu.
    Hahaha… Pliss bahasaku ><

    Pokoknya suka deh ^^

  11. ga sabar nunggu bsok biar bsa baca ff spsial ultah kyu,,,
    waaahhhh ming knp juga mnta putus sm kyu klo emng msh cinta??msa gara2 kyu populer doang,,aduh d kira ming d ancam sm fans2 nya kyu,,
    ternyata mreka msih sling mncintai,,,
    gomawo ffnya

  12. Bagusss bagus
    Kyunya so sweet deh , tp ming knpa minta putus kalo msih sayang
    Aku pikir kyumin bkal salah paham ama namja yang ama sungmin mulu , gataunya itu cuma kaka tirinyaa :3
    Ditunggu ff special kyu daynyaa :3

  13. aaaa sweet jiyoo >0< suka suka suka😄
    hehehe cum gara2 kyu populer, mereka putus gitu??? omoooo O,O
    oke deh yang penting mereka udah bersatu lagi ^O^
    yuhuuuuu jiyoo aku tunggu FF lainnnya😀
    HWAITING😄

  14. aku baca ff ini di temenin sama hujan xD entahlah aku jadi negrasa bener-bener terbawa ke dalam cerita mu eonnie, aku suka tokoh Kyuhyun dan Donghae disini. Kalimat frontal Donghae jadi favorite. Jalan ceritanya manis banget, meski rada nyesek di pertengahan. Untuk endingnya romantisnya ga begitu, kalo menurut aku lebih bagus kalo kisseunya lembut gitu engga terlalu intim ;3

    paiting di tunggu next ffnya!!!

  15. romantiiis kok ^^
    tp ada satu hal yg msh bikin penasaran deh… kan min nanya kyu buka apa gak note nya wkt kyu balikin notenya.. beneran ga ada tulisan ttg kyu yg ditulis min ya???
    kirain ada curhatan minnie disana…
    tp seneng pas truth or dare mereka bnr” jujur ♡

  16. Ahhh…seru banget!!!!

    Emang cinta kyumin mah walaupun udah terpisah selama 3bulan tetap saja bakalan bersama😀

    Seru chingu 1SHnya🙂

  17. Mau comenant yg jujur apa nggk? Hahahaha penulisan n bahasa kata yg km pakai ttep bgus, hmm sweet bgt, ff ny dbkin dr sisi kyu ny jd ini bner” bda aja gtu, karakter kyu nya jga oke,

  18. cinta pasti kembali
    mereka telah ditakdirkan bersama
    walau berpisah, toh pasti akan kembali
    karna masih ada cinta….

    ahhh…. so sweet bgt
    the best lah *KyuMin
    ❤❤❤❤❤😉

  19. annyeong… salam kenal…
    ff song fic kah??
    still you.. mereka tetap bertahan pada hatinya pada pilihan hatinya.. masing masing tak mampu melupakan satu sama lain..
    tanpa sadar ego mereka yang justru membuat mereka tetap stack ditempat tak mampu berpaling.. yah memang harus ada camour tangan sahabat biar sedikit mulus jalan menuju kembali bersama..

    sederhana tapi ngena maksud tujuannya..
    bagus.. ^^

  20. wherever you do.. wherever you are…
    sekali cinta tetap cinta..
    sekali jodoh tetap jodoh
    berpisah seperti apa pasti akan tetap kembali..
    itulah kekuatan cinta
    hahahahahahaha

    ngenak dech..

  21. So sweeeettttttttt ….
    Hahahaha gara gara game truth or dare akhirnya kyumin kembali memadu kasihh ,, cie cie ….🙂

    Next chap ƪªƍί ahhh … Cuuusss

  22. Annyeong haseyo, Jiyoo-ssi! Aku readers baru nih di wp kamu^^ Dan FF pertama yang aku baca di wp ini adalah Still You ini. Setelah ini juga mau ngubek-ngubek wp kamu, dimaklumin aja ya kalau nantinya komentar dari aku panjang-_-
    Yang pertama, aku suka banget sama cerita ini! Soalnya ini kisah mirip banget sama kisah aku huhu ;__; Tapi posisinya aku sama kayak Kyuhyun, hiqs :))) Yang kedua, aku suka banget sama kata-katanya yang mendayu-dayu~ Gampang dimengerti dan dipahami ^^ Overall, aku suka dan mau ngasih 10 jempol buat kamuuu! ^^bbbbbbbbbb

    Ditunggu loh FF nya yang lain^^ Gomawoooo^^~~~

  23. Annyeong . I’m new reader🙂
    Aduh romantis banget thor. Apalagi KyuMin beneran bersatu lagi haha
    Ijin buat baca fanficmu yang laennya😀

  24. aku suka singfic ini….sangat sangat suka

    persis sekali dengan kisah ku….
    bedanya ini kembali lagi bersama …tapi aku tidak…..

    humm…terus buat ff lagi yaa …fighting ^_^

  25. ff buatan author han ji yoo memang gak ada matinya…semua bagus…ff ini juga bagus bgt dan sempurna…ahhh berakhir dengan ciuman romantis itu sangat so swett…mengingatkan ku pada kekasihku nun jauh disana…hahahahah

  26. So romantic ending…

    Suka suka suka ♥♥♥

    Oneshoot nya g kepanjangan kok saeng.. malah mw nambah klw bisa 2 shoot atw berchap saeng..😀

  27. sebenerny q masih agak bingung sm keputusannya min yg mnta putus sm kyu cm gara2 alasanya kayak gitu
    tapi karena akhirya mereka balikan lagi…
    ya gpp lah soalny mereka emg uda dtakdirkan bersama

  28. kyaa sosweet. >< tapi aku rasa sedikit gantung. maunya author buat sungmin pov juga :3 jadi tau isi hati sungminie sebenarnya #maaf thor

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s