My Secret Idol | KyuMin | Chap 4/? | Genderswitch | T+ | Romannce |

My Secret Idol

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin , KaiSoo

 

Part : 4/?

 

Warning : GENDERSWITCH , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Tidak ada yang tahu di mana dan dengan siapa kita akan bertemu dengan ‘cinta’. Semua pasti terjadi di luar nalar seorang manusia, entah itu terjadi secara ‘biasa-biasa saja’, atau malah luar biasa. Setelah mengenal cinta, maka status tidak akan menjadi nomor satu. Karena untuk orang yang mencinta, perasaan kasih adalah segalanya.

Music : Waiting for You by Yesung

 

Sebelum Kyuhyun benar-benar berada di atas panggung untuk berakting dan bernyanyi, sebaiknya ia mengintip suasana panggung dari balik tirai.

 

Ternyata banyak sekali penonton yang datang di studio besar ini, dan hampir semua tempat duduk sudah terisi. Bola mata itu masih terus berputar, menyisir setiap jengkal ruangan yang dipenuhi oleh kursi penonton.

 

Lalu akhirnya, pandangan Kyuhyun jatuh pada sesosok seorang gadis, gadis cantik dengan mantel berwarna merah marun. Dia berjalan dengan seorang pria tinggi, dan tangan mereka pun tampak saling terpaut.

 

Siapa lelaki itu?

 

Teman dekat Sungmin?

 

Atau kekasihnya?

OoOoO

 

“Aku tidak menyangka jika penontonnya akan sebanyak ini,” Sungmin mengerucutkan bibir sambil menjinjitkan kaki—mencoba mencari pintu masuk ke gedung teater ini. Gadis itu maju selangkah demi selangkah dengan membelah kerumunan fans yang ada di depan gedung teater, sesekali mengarahkan pandangannya ke arah Jongin yang ada di belakang tubuhnya.

 

Ini pertunjukan seorang Cho Kyuhyun, pantas saja jika para SparKyu—panggilan untuk fans Kyuhyun—sudah standby di sekitar gedung teater ini. Dan mereka yang memang tidak mendapatkan tiket masuk, terpaksa harus rela berdiri di sekitar gedung teater untuk menanti sang idola.

 

“Jongin-ah ..,” Sungmin menolehkan kepala ke kiri, merasa terkejut karena ia terpisah dengan Jongin. Gadis itu mengedarkan pandangan ke segala penjuru arah, mencoba menemukan sosok Jongin yang entah berada di mana. Kerumunan orang-orang di sini membuatnya kesulitan bergerak, dan akhirnya terpisah dari Jongin.

 

“Jong ..”

 

Gadis itu urung memanggil nama Jongin ketika sebuah telapak tangan besar meraih tangannya—lalu membimbing langkahnya untuk masuk ke dalam gedung teater. Dengan tubuhnya yang kuat dan tinggi, dengan mudah lelaki itu membelah kerumunan dan akhirnya dapat duduk di kursi penonton.

 

Sungmin tidak pernah menyangka jika Jongin akan menggenggam tangannya erat-erat, dan ia tidak pernah tahu jika telapak tangan Jongin sehangat ini. Wajah Sungmin memerah, senyum manis pun tak luput dari bibir M-shapenya. Ia berdebar ketika melihat tangannya yang ada di genggaman Jongin.

 

“Gg .., gomawo ..,” ucapan terima kasih itu terlontar dengan nada yang tersendat-sendat, kentara sekali jika si pengucap tengah dilanda rasa gugup yang berlebihan.

 

Kepala Jongin menoleh ke arah Sungmin, lelaki itu menatapnya dengan pandangan tajam yang tersirat beribu arti. Bibir tebalnya melengkung, ia ikut tersenyum, “Kau bisa mengandalkanku.”

 

OoOoO

 

Sebenarnya ini bukan kencan, mereka hanya keluar berdua karena ingin menghabiskan waktu dengan menonton drama musikal gratis bersama-sama. Namun sepertinya, kedekatan mereka menjadi lebih intim dan akhirnya mereka sepakat untuk menyebut hal ini sebagai kencan.

 

Tidak hanya menonton drama musikal, mereka juga jalan-jalan bersama, dan juga makan makanan di pinggir jalan. Mereka saling mengobrol dengan nada ringan, seolah mereka telah merasa nyaman berbincang dengan satu sama lain. Ini benar-benar pantas disebut sebagai kencan, kencan yang sesungguhnya—mengukir cerita manis yang normal.

 

“Kau tidak perlu mengantarku sampai apartemenku,” tiba-tiba Sungmin menghentikan langkah dan berbalik menatap Jongin. Gadis itu masih rela mengukir senyum untuk Jongin, ia suka bersikap manis ketika Jongin tengah bersama dengannya. “Terimakasih untuk hari ini.”

 

“Lagi-lagi berterimakasih,” Jongin berdecak dan berkacak pinggang, pura-pura merasa sebal karena ucapan terimakasih dari Sungmin. “Sudah kubilang jika ..”

 

“Aku bisa mengandalkanmu,” Sungmin memotong ucapan Jongin lalu melanjutkannya dengan persepsi. Ia tertawa renyah sambil memandang wajah Jongin.

 

“Kuharap, lain kali kita bisa pergi kencan seperti ini,” kata Jongin seraya menelangkup pipi gembul Sungmin. Pandangan lelaki itu begitu dalam menembus manik mata Sungmin yang jernih, menghantarkan suatu pengharapan yang begitu dominan.

 

“Tentu bisa, Jongin.”

 

“Kita sudah lama saling mengenal, dan kita juga sudah terlalu lama menjalani hubungan yang seperti ini-ini saja,” Jongin melepas rengkungannya pada pipi Sungmin, kini tangannya beralih mencengkeram pundak Sungmin erat. “Kau mengerti maksudku, Sungmin?”

 

“…”

 

Sungmin tidak mampu mengucapkan sepatah kata ketika Jongin mengatakan pertanyaannya, apalagi ketika ia menerima tatapan menuntut itu. Sebenarnya ia mengerti akan maksud dari ucapan Jongin, dan ia senang dengan apa yang baru didengarnya. Jongin menawarinya untuk menjalani hubungan yang lebih serius, bukan?

 

“Kita resmi sebagai pasangan kencan,” Jongin mengatakannya dengan nada tegas yang meyakinkan. Ia tersenyum lalu mengecup kening Sungmin selama dua detik. “Arasseo?”

 

OoOoO

 

Saat Sungmin menerima kecupan singkat dari Jongin di pipinya, seketika itu juga ia melupakan segala kejadian membingungkan yang selama ini terjadi di hidupnya. Lalu pada akhirnya, gadis itu menerima ajakan kencan yang dilayangkan untuknya. Sebenarnya Sungmin tidak ada niatan untuk menolak, namun sepertinya ia terlalu gegabah.

 

Ketika Sungmin berada di dekat Jongin, maka gadis itu akan lupa terhadap masalah yang ia hadapi dengan Kyuhyun. Sungmin tidak pernah tahu apa yang akan terjadi jika Jongin mengetahui masalah pelik yang menimpanya. Tidak lucu jika Jongin menemukannya tengah tinggal di suatu apartemen seorang laki-laki. Bisa-bisa semua hancur dan ia patah hati.

 

Sungmin tidak mau patah hati!

 

“Kau melamun sampai tidak menyadari kehadiranku,” seseorang tiba-tiba berucap kemudian duduk di pinggir ranjang.

 

Sungmin cukup tersentak, dan ia akui bahwa ia tengah melamun sehingga tidak menyadari kehadiran Kyuhyun di kamar ini. Lelaki itu duduk di pinggir ranjang ‘mereka’, terlihat sibuk mengeringkan rambut gold brown-nya yang basah.

 

“Kau menikmati pertunjukan musikalku?”

 

“Ya,” jawab Sungmin singkat lalu ikut duduk di pinggir ranjang, tentu di sisi yang berseberangan dengan Kyuhyun. “Itu menakjubkan,” pujinya.

 

“Kulihat kau datang dengan seorang lelaki,” Kyuhyun masih melontarkan pertanyaan yang bercokol di benak lelaki tersebut. Ia sungguh ingin tahu seperti apa teman Sungmin yang tinggi itu. “Siapa dia? Temanmu?”

 

Hoobae-ku,” Sungmin mencoba berkata jujur dengan meralat ucapan Kyuhyun. “Namanya Jongin.”

 

Hoobae? Tetapi dia tidak terlihat seperti hoobae bagimu,” Kyuhyun ikut menyangkal ucapan Sungmin yang terkesan begitu mengada-ada. “Dia menggandeng tanganmu sepanjang pertunjukan. Dan kulihat kau tersipu karena perbuatannya yang seperti itu.”

 

Sungmin menatap wajah dingin Kyuhyun, gadis itu dapat menangkap gurat tidak suka yang terlukis di garis wajah Kyuhyun. “Memangnya kenapa? Aku berhak dekat dengan siapa saja.”

 

“Tapi kuharap kau tidak lupa, jika kau itu milikku.”

 

“Apa maksudmu?” emosi Sungmin terpancing karena ucapan Kyuhyun yang terkesan terlalu overprotective—dan juga mengikat. “Kenapa bisa seperti itu? Kita tinggal dalam satu atap, tetapi bukan berarti aku milikmu sepenuhnya!”

 

“Tapi semua bukti menunjukkan jika kau itu milikku,” nada bicara Kyuhyun masih terdengar santai. “Bagaimana pun juga, aku tidak suka jika melihatmu bergandengan tangan dengan lelaki lain selain aku.”

 

“Kenapa kau tidak sadar diri?” Sungmin memicingkan mata dan mengerutkan dahi. “Dunia kita berbeda! Aku hanya tinggal di apartemenmu karena kau memintanya seperti itu. Tetapi kau tidak boleh mengikatku seperti itu.”

 

“Kau tinggal di sini karena aku yang memintanya. Dan aku menjadikanmu milikku karena aku yang memintanya,” Kyuhyun melepaskan baju handuknya dan berbaring dengan santai di ranjang besarnya. Ia menatap Sungmin dari sudut matanya lalu tersenyum hangat. “Kita telah terikat.”

 

“Tetapi ..”

 

“Aku berani berjanji jika kau akan hidup lebih baik jika bersamaku,” Kyuhyun menyangga kepalanya dengan lengan tertekuk.

 

“Kau sering meninggalkanku. Kenapa kau bisa mengucapkan hal seperti itu dengan mudah?” Sungmin masih mencoba melontarkan alasan kepada Kyuhyun. “Kita hanya berbicara selama beberapa menit dalam sehari. Kita hanya bertemu selama beberapa jam selama sehari. Tidak ada hal yang membuatku terkesan akan dirimu, dan itu tidak akan bisa membuatku merasa nyaman berada dekat denganmu!”

 

“Aku minta maaf karena hal itu,” Kyuhyun menyadari kesalahan yang memang tidak pernah bisa ia perbaiki. Waktu adalah tuntutan dari pekerjaannya yang super padat, dan tentu itu sangat memberatkan bagi Kyuhyun. “Bukankah aku sering menghubungimu?”

 

“Jongin lebih sering berbicara denganku, dia juga lebih sering menemaniku,” Sungmin menggantung ucapannya lalu menatap Kyuhyun lekat-lekat. “Aku merasa nyaman dengannya.”

 

“Jadi kau mau bilang jika kau menyukainya?” KYuhyun berusaha menebak dengan argumentasinya.

 

“…”

 

“Kau menyukainya.”

 

Tidak perlu waktu lama bagi Kyuhyun untuk menunggu. Dalam waktu singkat lelaki itu dapat dengan mudah membaca raut wajah Sungmin dan menyimpulkannya sendiri. Walau ia tidak suka dengan fakta baru ini, tetapi sekali lagi ia akan berusaha menyikapi ini dengan lebih bijak. “Anak SMA memang mudah sekali jatuh cinta.”

 

“Lalu kenapa kau jatuh cinta kepadaku? Kenapa kau mengurungku seperti ini?”

 

Pandangan Kyuhyun terlihat lebih tajam dari sebelumnya, “Karena aku mencintaimu,” jawab Kyuhyun. “Sudah kukatakan berulang kali, aku mencintaimu.”

 

“CUKUP!” Sungmin berteriak dengan suara keras yang memekakkan telinga. “Aku muak dengan ini semua, Cho Kyuhyun-ssi! Lebih baik kau mengembalikan apartemenku dan kehidupanku! Aku tidak mau terikat dengan dirimu atau semua yang berkaitan denganmu!”

 

“Lalu apa?!” Kyuhyun ikut berteriak kemudian menarik pergelangan tangan Sungmin dengan satu kali hentakan keras, membuat tubuh mungil itu terjatuh di atas lembaran bedcover. Kyuhyun mengunci semua gerakan Sungmin dengan menekan dua tangannya, kemudian lelaki itu melotot dan mendengus dengan nada berat. “Kau mau apa?”

 

Nyali Sungmin langsung menciut ketika ia mendapat perlakuan yang menurutnya sudah kelewatan dari Kyuhyun. Ia tidak menyangka jika Kyuhyun mampu melakukan hal seperti ini, memaksa dengan tindakan yang lebih kasar. Lutut Sungmin mulai bergetar, ia tidak mau mendapat pandangan penuh kilatan api kemarahan dari Kyuhyun.

 

Itu terlalu menakutkan.

 

“Dengar, Cho Kyuhyun-ssi. Aku akan tetap tinggal bersamamu jika kau mengijinkanku untuk menjalani hubungan dengan Jongin,” akhirnya Sungmin berucap dengan segenap keberanian yang telah ia kumpulkan. “Jika kau tidak bisa melakukannya, aku juga tidak akan bisa tinggal di sini.”

 

“Jadi kau mengancamku?” Kyuhyun semakin menekan kedua lengan Sungmin. “Lucu sekali. Aku tidak takut.”

 

“Aku ingin mengakhiri semuanya. Tolong lepaskan aku,” Sungmin mengucapkan permohonannya dengan suara yang bergetar samar. Perasaannya perlahan mulai terasa nyeri, dan itu membuat air matanya menggenang di kelopak mata. “Aku tidak bisa hidup denganmu.”

 

“Aku tidak bisa melepaskanmu begitu saja.”

 

“Lalu apa yang harus aku lakukan? Aku akan melakukannya jika itu bisa membebaskanku!”

 

“Kau serius dengan ucapanmu?” nada bicara Kyuhyun terdengar lebih tenang dan stabil. “Lalu apa yang akan kau lakukan jika aku meminta .., cintamu?”

 

“…”

 

“Aku hanya meminta cintamu, Sungmin. Kenapa kau tidak bisa memberikannya?”

 

“Itu tidak mudah,” Sungmin menjawab. “Dan itu memberatkanku.”

 

OoOoO

 

Gadis bermata bulat yang menyandang status junior tingkat dua itu berjalan dengan langkah pelan menyusuri lorong sekolahnya yang baru. Ia terlihat cantik dengan bibirnya yang tampak kissable, dan tentu mata bulat itu memberi kesan tersendiri untuknya. Walau tubuhnya pendek, tetap saja ia berkharisma layaknya seorang gadis sampul.

 

Dia anak baru, pindahan dari sekolah terkenal di negara Jepang. Kabarnya dia seorang traineer dari sebuah perusahaan penerbit idola yang terkenal di Korea, dan ada pula yang mengatakan bahwa ia meninggalkan Jepang—lalu menetap di Korea—karena ia akan melakukan debutnya sebagai seorang penyanyi.

 

Memang tidak ada yang tahu faktanya, tetapi entah mengapa gosip seperti itu masih terus menyebar di sekolah ini.

 

Duk!

 

“Awh!” Gadis cantik itu sedikit tersentak ketika seseorang menabrak bahunya secara tak sengaja, membuatnya sedikit terguncang dan hampir saja terhempas ke lantai kayu itu. Ia memegang lengannya yang terasa sedikit nyeri, lalu mendesis dengan nada pelan.

 

Mian,” kata lelaki yang baru saja menabraknya—ia mengulurkan tangan untuk gadis cantik di hadapannya.

 

Gadis itu bergeming ketika gendang telinganya ditembus oleh nada suara yang tidak asing baginya. Entah mengapa ada yang membuat dadanya bergetar ketika telapak tangan itu ada di hadapannya, menunggu dirinya untuk menerima dan mengulurkan tangannya ganti. Ia mengenali siapa yang berada di hadapannya, dan ia patut bersyukur karena pada akhirnya ia dapat menemui seseorang yang dinantinya selama ini.

 

Gwaenchanha,” gadis itu memilih untuk bangkit dengan usahanya sendiri—menghiraukan uluran telapak tangan Jongin. Ia menepuk-nepuk roknya yang terkena debu, lalu menatap wajah Jongin dengan mata bulatnya. Ia tersenyum—seperti dulu. “Gwaenchanhayo.”

 

Jongin mengerutkan dahi ketika gadis itu menatapnya dengan pandangan kosong yang mungkin ia kenali. Tanpa ia sadari, ia mengangguk lalu melempar senyum. “Kau ..”

 

Gadis itu merunduk sebentar kemudian melangkah pergi, tanpa berniat mengucapkan salam dan sedikit berbincang dengan Jongin. Ia tidak ingin menyapa Jongin terlebih dahulu, tetapi ia ingin Jongin mengenalinya seperti dulu.

 

Seperti dulu ..

 

“Kyungsoo?”

 

Gadis itu menghentikan derap langkah kakinya ketika namanya dipanggil oleh seorang Kim Jongin. Dengan senyuman tipis di bibir tebalnya, ia berbalik dan menatap Jongin.

 

“Do Kyungsoo?” Jongin kembali memanggil nama itu sembari menjatuhkan pandangannya ke arah Kyungsoo.

 

“Jongin-ah, annyeong?” gadis bernama lengkap Do Kyungso itu akhirnya mengucapkan sepatah salam bernada pelan. “Long time no see ..”

 

OoOoO

 

“Ini benar-benar sudah lama sekali semenjak kita berpisah,” Kyungsoo memilih untuk membuka suatu topik baru yang akan mereka bicarakan saat ini. Setelah bertemu di lorong sekolah tadi pagi—dan secara kebetulan mereka berada di kelas yang sama, akhirnya Jongin memutuskan untuk mentraktir Kyungsoo makan siang di kantin. “Aku benar-benar tidak menyangka .., kita bisa bertemu secepat ini.”

 

“Bukankah itu bagus?” Jongin meneguk sodanya lalu kembali tersenyum. “Apa yang membuatmu kembali ke Korea? Kau bosan berada di Jepang tanpaku?”

 

Kyungsoo hanya berdecak menanggapi candaan yang terlontar dari Jongin, “Aku harus menjalani masa training di Korea sebelum debutku.”

 

“Jadi kau benar-benar akan debut?”

 

“Hm,” Kyungsoo mengangguk kemudian terdiam dan merunduk dalam-dalam. “Semua berjalan menjadi lebih baik ..”

 

“Aku senang jika memang seperti itu,” Jongin menimpali. Ia mengalihkan pandangan, mencoba mencari suatu topik menarik yang akan ia angkat untuk pembicaraan mereka. Jongin tidak betah dengan suasana canggung yang seperti ini, dan ia ingin membuat Kyungsoo merasa nyaman ketika tengah berbincang dengannya.

 

“Eoh?” tiba-tiba Jongin berseru dengan nada pelan kala pandangan matanya jatuh pada jemari-jemari panjang milik tangan Kiri Kyungsoo. “Kau masih memakainya?”

 

Kyungsoo ikut memandang jemarinya, kemudian mengangkat telapak tangan kirinya—menunjukkan sesuatu yang tersemat di sana. “Ini? Tentu saja ..”

 

“Tapi itu sudah .., lama sekali.”

 

Kyungsoo kembali tersenyum manis, “Cincin ini .., selalu membuatku merasa lebih baik ketika aku jauh darimu. Bukankah dulu kau bilang bahwa cincin ini adalah penghubung kita, Kim Jongin?”

 

OoOoO

 

Dia pergi ke kantin dengan seorang anak baru yang ada di kelas kami.

 

Kudengar, dia mantan kekasih Jongin sewaktu Junior High School.

 

Dua pernyataan yang Sungmin dengar ketika ia menghampiri kelas Jongin membuatnya sedikit merasa kalut. Ada perasaan tidak suka ketika gadis yang disebut-sebut sebagai mantan kekasih Jongin kembali ke Korea. Dan sejujurnya ia merutuki perasaan egoisnya yang tak beralasan itu.

 

Gadis itu memang kembali, tetapi bukan berarti hubungan mereka akan kembali seperti dulu, bukan? Jongin sudah memilih dirinya, dan Sungmin yakin Jongin tidak akan mudah goyah dengan kenangan masa lalunya. Setidaknya Sungmin mencoba meyakinkan dirinya sendiri dengan persepsi yang seperti itu. Bagaimana pun juga, ia harus percaya dengan Jongin.

 

Tidak sulit menemukan Jongin di kantin sekolah. Lelaki itu pasti akan mengambil tempat duduk di pojok paling kanan dekat jendela, dan Sungmin sudah hafal dengan kebiasaan itu.

 

Seperti saat ini, lelaki itu sedang duduk di sana dengan seorang gadis di hadapannya. Mereka sedang berbincang, tampak begitu serius dan penuh emosi—hingga membuat Sungmin urung untuk pergi menghampiri Jongin. Ia tidak ingin mengganggu waktu berbincang yang Jongin miliki bersama gadis itu.

 

Tetapi, semakin lama Sungmin memperhatikan mereka dari balik tembok ini, perasaannya menjadi semakin kalut. Ia tidak pernah melihat ekspresi Jongin yang seperti itu ketika ia bersamanya, dan ia tidak pernah mendapat tatapan tajam penuh makna lain yang Jongin layangkan untuk gadis itu.

 

Kenapa rasanya aneh sekali?

 

Drrt .. Drrt ..

 

Sungmin mengalihkan perhatiannya ketika ponselnya berdering nyaring, dan itu membuatnya harus mengangkat telpon yang masuk.

 

Yeoboseyo?”

 

“Sungmin?”

 

“Ya?” sebenarnya Sungmin sedang tidak ingin berbicara dengan Kyuhyun karena saat ini suasana hatinya sedang tidak baik. Namun entah mengapa tangannya bertindak cepat menerima telpon ini dan memaksanya untuk menyapa lelaki itu.

 

“Nanti pukul berapa kau pulang?”

 

“Huh?” Sungmin terheran dengan pertanyaan Kyuhyun yang seperti itu. “Wae?”

 

“Aku ingin menjemputmu.”

 

“Tidak perlu,” Sungmin mengucapkan penolakan dengan nada rendah. “Aku bisa pulang sendiri.”

 

“Sungmin, suaramu terdengar aneh. Kau baik-baik saja?” pertanyaan Kyuhyun yang tersirat kekhawatiran terdengar dari seberang, dan itu membuat Sungmin merasa semakin tidak enah. Oh, seharusnya ia tidak peduli dengan pemuda kurang ajar ini. Tetapi semakin sering Sungmin menerima kebaikan Kyuhyun, maka semakin banyak ia merasa peduli dengan Kyuhyun.

 

“Aku .., baik-baik saja, Kyu ..”

 

Jinjja?”

 

Jinjja ..”

 

“Sungmin!”

 

Seorang lelaki mencoba menyentuh pundak Sungmin, dan lelaki itu sukses membuat Sungmin terkejut setengah mati. Gadis itu hampir saja menjatuhkan ponsel yang ada di genggamannya. “Jongin?” Sungmin berseru sambil menekan tombol merah dengan jempol tangannya—mematikan telpon secara sepihak.

 

Ia tersenyum kikuk ketika mendapati Jongin telah berada tepat di hadapannya, pandangan matanya juga menemukan sosok cantik tengah bersembunyi di balik punggung Jongin. Gadis cantik itu menatapnya dengan mata bulatnya, terkesan menginterogasi.

 

“Sungmin-ah, aku ingin memperkenalkan seseorang kepadamu,” Jongin mengatakan sesuatu dan menarik gadis yang berada di balik punggungnya, kemudian ia menatap wajah gadis itu selama beberapa detik. “Dia Do Kyungsoo, teman masa kecilku.”

 

“Do Kyungsoo ibnida,” gadis berambut panjang itu mengulurkan tangan, bibir tebalnya menyunggingkan senyum polos. “Eonni, senang berkenalan denganmu.”

 

“Lee Sungmin-ibnida,” Sungmin menerima jabat tangan Kyungsoo. “Ternyata Jongin mempunyai teman yang cantik seperti ini di masa lalu. Aku tidak menyangka sama sekali.”

 

Gadis itu tersenyum dengan gaya manis yang menawan, “Apa Jongin tidak pernah menceritakan diriku?”

 

Geulssae,” Sungmin ikut tersenyum lalu memandang Jongin. “Aku tidak mau mengganggu kalian. Lanjutkan saja bicaranya, aku akan kembali ke kelas.”

 

“Ya, Sungmin-ah?” Jongin meraih pergelangan tangan Sungmin dan menggenggamnya erat—menghalangi Sungmin untuk pergi dari hadapannya. “Apa kau tidak mau ikut bergabung dengan kami?”

 

Mwoya?” Sungmin memukul lengan Jongin lalu melempar kekehan pelan. “Aku tidak ingin mengganggu kalian.”

 

“Mengganggu? Yang benar saja,” Jongin menatap Sungmin lalu beralih menatap Kyungsoo.

 

Walau gadis bernama Kyungsoo itu tidak mengucapkan sepatah kata, namun lewat pandangan matanya Sungmin bisa tahu dan mengerti apa yang ada di pikiran gadis itu. Gadis itu pintar melempar peringatan dengan pandangan mata, seperti saat ini.

 

Eonni, biarkan aku berdua dengan Jongin!

 

“Jongin-ah, aku harus pergi. Nanti aku menelponmu!”

 

OoOoO

 

Sungmin mengerucutkan bibir sambil memfokuskan pandangan pada layar ponselnya, sesekali ia menghela nafas berat kemudian bergumam pelan. Perasaannya sedang risau, dan ia sedang mengharapkan telpon dari seseorang. Setidaknya ia ingin ada seseorang yang mengalihkan perhatiannya dari Jongin—mengajaknya berbincang tentang hal lain.

 

Sebenarnya Sungmin begitu merutuki sifatnya yang keterlaluan dalam menanggapi kedatangan mantan kekasih Jongin. Kedatangan orang di masa lalu tidak akan membuat segalanya berubah menjadi buruk, bukan? Sungmin tidak berhak curiga dan berprasangka buruk seperti itu.

 

Drrt .. Drrt ..

 

ID caller milik Kyuhyun muncul di layar telpon ketika ponsel itu bergetar untuk yang kesekian kali di hari ini. Sungmin segera meraih ponselnya dan menekan tombol hijau untuk meneri panggilan telpon tersebut.

 

“Kau memutus sambungan telponku dan memanggil nama bocah lain,” suara itu terdengar sebelum Sungmin sempat mengucapkan salam. “What’s wrong?”

 

“Tidak ada apa-apa,” jawab Sungmin dengan lesu.

 

“Kau sedang bersama bocah itu?”

 

“Tidak,” kata Sungmin sambil menggelengkan kepala. “Aku sedang sendiri.”

 

“Kalian tidak bersama? Wae?”

 

TBC

 

Setelah aku melakukan editing pada chap ini, aku baru sadar kalo di chap ini kyumin momentnya minim sekali (–) maafkan aku. Aku akan berusaha lebih baik lagi untuk memberi sesuatu yang bagus untuk kalian di chap depan..

 

Tetap kasih aku semangat yaah!

 

Psst, habis ini ada ff oneshoot baru lhoo ..

82 thoughts on “My Secret Idol | KyuMin | Chap 4/? | Genderswitch | T+ | Romannce |

  1. Hahahahaha gpp… Yah baru juga punya hubungan special sebentar uda ada rintangan… Hahahabahaha si bocah cho bisa jd pengganti deh

  2. Kyumin moment nya sedikiit dan berantem pula mereka-___- hahaa
    Aigoo~ kyungsoo nya pun muncul-_- pasti nanti jongin jadi goyah deh zz~

    Kyu…… Miliknya dia katanya hahahaha ming aja belum mau-_-

  3. Loh kok sungmin mlh jadian sama jongin si….???? Hah mantan jongin ke korea lagi yeeee tambah seru eonn….
    Kyumin momemnya banyakin lg ya eonn buat aku msh krng puas
    lanjuttttt ya author eonni 🙂

  4. Hahah makin deg deg sbnar nya kyu itu bisa cinta ama sungmin dri mana nya?
    Kan mreka bru bertemu pas sungmin nyebarin brosur /? #abaikan

    Tentu dong ksi semangat buat author kita (^^)9

    Fighting ya thor haha

  5. kya knp tbc nya kurang greget eon,,,

    itu emang minie udah jadian sma jongin yah,,,,

    tp sneng ngliat kyunie lbih dwasa disini

    ditngu next chapnya yah,,,
    fighting

    oia knp brother complex blm update ya d ffn pngn klanjutanya soalnya d komik agak kurang seru,,,

  6. Akhrnya publish jg🙂
    blm mengerti bgt sma ceritanya hehe
    ini ming bner2 suka sma kai ya ? Terus kyuhyun ming ? Kyuhyun udah kenal lma ya sma ming?
    Asik. .Do datang, ngrecokin hati kai ya, biar gk sma ming😀 #mukagarang
    biar kyumin bersatu🙂
    next eon, fighting !!

  7. Pendek bener chap ini ><
    Huhuhu…
    Ming udah jdian sama cowok laen aja, eh… Tapi wajar sih kalo dia tiba" cinta sama kyu baru gak wajar. Secara sungmin udah temenan lbh dulu sama jongin dripada kenal sama kyuhyun.
    Kyuhyun yg semangat ya ngejar sungmin.
    kyumin momentnya tambah dong, minim bngt. Huhuhu

  8. Iya Kyumin moment nya dikit banget, saya butuh Kyumin momet lebih banyak author-ssi…
    Chap depan di tunggu ya Kyumin moment nya😀

    Oya di chap ini banyak yg saya skip, karena saya tidak suka couple lain selain couple dari Super Junior sendiri. ^^
    Saya suka kok cerita nya banget malah, bahkan saya suka banget baca cerita yg Kyu nya seorang idol. ^^

  9. Chapter ini kurang greget jg😦..mungkin kalau antara kyuhyun dan sungmin sdh jelas baru kerasa greget.. semangat bwt nulis lanjutannya ♥

  10. Sungmin suka sama kai ? Waduuh, ming sukanya sama kyu ajah ming…. Kai biar sama dio…

    Lanjut yaa, semoga apdet cepet. Semangat (҂’̀⌣’́)9

  11. sepertinya kisah cinta yg rumit nih
    kyu suka sama min
    tapi min suka jongjin
    tapi jongjin masih galau antara min sama mantan pacarnya hehehe
    kyuhyun harus banyak berusaha hehehe
    sungmin engga suka dipaksa
    biarkan aja min menyadarinya sendiri
    sepertinya kyuhyun akan jadi penenang min disaat2 min galau sama jongjin
    dari situ min pasti sadae perasaannya sama kyu hehehe
    nebak sendiri
    okelah penasaran sama lanjutannya
    apdet kilat yaaaaa
    semangat

  12. Huuueee kok chap ini pndek yaa ?
    Kyumin momentnya dikit
    Smoga di next chap bsa nambah yaa kyumin momentnyaa
    Ditunggu nextnyaa ^^

  13. Chingu TBCnya kurang pas banget padahal kyuhyun lagi perhatian banget sama sungmin kyaaaaa!!!!!

    Lanjut, makin seru aja setelah kedangan DO :p

    Kyu ayo kejar cinta sungmin, biar dia gak pergi kemana2 lmao

    Keep writing ff (•̀_•́)ง

  14. konflik sesungguhnya mulai yah😀 gatau kenapa saya ngerasa ff ini beda sama chap sebelumnya. feelnya kurang berasa eonnie~ kata aku sih tbcnya kurang bikin penasaran xd its okehlah~ paiting yaah😉

  15. hmmm … gimana kyumin selanjutnya yaa??
    ga sabaaar ^^
    ayo kyu kita bikin ming mencintaimu sampai gak bs ngeliat org lain lagi🙂
    next kyuminnya banyakin yaa *bnyk maunya

  16. Minnie udh mulai suka sama jongin kh? Kaya.a dia mulai cemburu .. D’tnggu chap dpan deh smoga aja minnie gk cemburu bneran sama jongin ntar kyu yg malah cemburu ..

  17. huufh..akhirnya baca juga..mian,Jongin itu kai kah?aku soalnya nggak terlllu hafal sm member exo..
    yaahh..jiyooo ini kurang banget kyumin momentnya..ehe,besok tambahin ya jiyoo.. thankyou.
    lanjut jiyoooo ^^

  18. ming oppa, kenapa sulit banget nerima kyu oppa ?

    jangan” kyumin tunangan ?
    tapi, kyu oppa gak bilang Dx

    kyu oppa terus kekang ming oppa, qalo kelamaan gak kuat, bilang ke ming oppa aja, biar dia yang ngekang oppa balik xD

  19. gpp kok kyumin moment emg gk harus sll byk nanti mlh terkesan berlebihan.mau ty dong chingu apa sih rahasia.a biar jago nulis?

  20. suasana hati sungmin lg galau
    dengan perasaannya dgn kyuhyun dan jongin
    ditambah lg kedatangan kyungsoo dimasa lalu jongin

    cobalah memberikan hati mu untuk kyuhyun, min !!!
    tp pengen liat kyuhyun marah, kesel, cemburu dulu
    heheeeey…

    next

  21. Ada rasa cemburu nih di hati sungmin thdp jongin.. tp itu mungkin hanya perasaan ngak rela kan thor bukan yg berbau cinta… bagaimanapun juga hati min lg disentuhkan oleh kyu..
    ditunggu moment kyuminnya ya thor

  22. hadeuh min… mending ama yg udah pasti2 aja.. alias abang kyu wkwkwkwk
    kan mendingan dicintai daripada mencintai orang yg ga mencintai kita..

  23. Itu Kyuhyun kenapa malah bertanya kenapa Sungmin tidak bersama Jongin, aneh sekali.
    Aku dukung Kyungso dengan Jongin supaya Sungmin dan Kyuhyun bisa bersatu

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s