Wedding Plan | KyuMin | Chap 12/13 | Genderswitch | T+ | Drama , Hurt |

Wedding Plan

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin

 

Part : 12/13

 

Warning : Genderswitch , Miss Typo(s)

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Perjodohan memang selalu ada dan mengikat keluarga-keluarga bangsawan. Perjodohan adalah langkah untuk mempertinggi nama dan martabat keluarga. Semua telah direncanakan, tidak ada yang boleh menolak, semua harus menerima. Tak masalah jika perjodohan itu harus mengorbankan perasaan salah seorang terkasih. Perjodohan akan tetap berjalan.

“Kita sarapan di luar saja. Aku sedang tidak ingin melihatmu berkutat di dapur,” kata Kyuhyun lalu bangkit dari rebahannya. Lelaki itu terlihat merenggangkan otot-otot tubuhnya, “Tidurku nyenyak sekali. Aku merasa cukup baik pagi ini. Bagaimana denganmu, Minnie?”

“Nn—ne?”

Wanita itu begitu terkejut dengan panggilan manis yang diberikan oleh Kyuhyun. Saking terkejutnya hingga membuat dada dan bibirnya bergetar samar.

Kyuhyun yang menangkap gurat keterkejutan di wajah Sungmin segera menarik tubuh mungil itu ke dalam pelukannya. Telapak tangannya yang besar membelai lembut punggung Sungmin, ia pun mengecup pucuk kepala istrinya. “Jangan menertawaiku.”

Sungmin mendongakkan kepala, “Siapa yang menertawakanmu?”

“Kau kira, sekarang aku tidak gugup?” suara bass yang berat itu kembali terdengar. “Kau bisa mendengar detak jantungku?”

Kepala Sungmin kembali merunduk, wanita itu pun menajamkan indra pendengarannya yang menempel di dada bidang Kyuhyun.

Dug-dug-dug

“Kenapa bisa secepat ini?” Sungmin bertanya pada dirinya sendiri.

Kyuhyun mengedarkan pandangan, “Karena kau berada dekat denganku,” jawabnya dengan nada pelan, sangat pelan hingga menyamai sebuah bisikan lembut. Kyuhyun memang sengaja mengatakan hal itu dengan suara pelan, toh ia malu jika harus berterus terang kepada Sungmin.

Sedangkan Sungmin yang hanya mendengar gumaman tidak jelas dari Kyuhyun hanya mengerucutkan bibir sambil memandang wajah Kyuhyun. Ia tidak ingin bertanya lebih lanjut karena ia ingin terus berada di dalam pelukan hangat Kyuhyun. Walau ia hanya diam sambil menggesek pipinya di dada bidang Kyuhyun, sebenarnya hati kecil miliknya tengah menjerit senang.

Pelukan Kyuhyun di pagi hari memberinya semangat lebih untuk menjalani hari ini!

“Sungmin,” panggil Kyuhyun tiba-tiba.

“Apa?”

Kyuhyun terdiam sejenak lalu mengangkat tangannya untuk membelai permukaan perut Sungmin. “Jika anak kita lahir, kau ingin dia seperti apa?”

“Huh?” Sungmin mendongakkan kepala dan menatap Kyuhyun dengan pandangan lucu. “Memangnya kau ingin dia seperti apa?”

“Kalau aku, aku ingin dia mewarisi segala kesempurnaanku,” jawab Kyuhyun lalu terkekeh. “Maksudku, aku ingin dia terlihat sempurna, tidak peduli apakah dia lahir sebagai laki-laki atau perempuan. Aku ingin dia menjadi yang terbaik. Bagaimana menurutmu?”

Sungmin ikut terkekeh, “Kau pikir kau itu sempurna? Doakan saja yang terbaik untuknya. Kau itu aneh-aneh saja.”

Wanita itu membenarkan letak duduknya kemudian menatap Kyuhyun dengan pandangan lucu yang tak sengaja ia lempar. “Lagi pula, kau itu kenapa? Kenapa menjadi aneh seperti itu?”

Kyuhyun yang berhasil dibuat malu oleh pertanyaan Sungmin, kini hanya terdiam sambil menggigit bibir. Tanpa sadar ia mengeratkan pelukan lengannya, membuat istri yang diam-diam dicintainya itu merasa gugup setengah mati.

Ah, tidak hanya Sungmin yang gugup.

Kyuhyun pun juga.

OoOoO

Ting-tong!

Suara bel pintu itu terdengar nyaring, dua kali berturut-turut hingga membuat pemilik rumah merasa harus segera berlari ke arah pintu. Seorang lelaki yang tadinya asyik dengan laptop kini berjalan dengan langkah pelan kemudian membuka pintu dengan gerakan malas.

Saat Kyuhyun membuka pintu, ia langsung dikejutkan dengan kehadiran seorang wanita cantik dan seorang lelaki di depan pintu apartemennya. Dahinya tampak mengkerut walau samar, tanda ia sedikit terkejut dengan kehadiran dua orang itu. Tetapi, sebelum keterkejutan itu hilang, suara gadis itu mengalun dan membuyarkan segala lamunan Kyuhyun.

Ia memberi salam sambil tersenyum kemudian masuk begitu saja, tanpa menaruh peduli dengan rasa terkejut Kyuhyun. Dan lelaki yang datang dengan gadis itu tampak ikut masuk—setelah ia melempar tatapan sinis dari ujung mata.

Sungmin segera keluar dari kamarnya setelah tahu ada tamu yang berkunjung ke apartemennya. Sama seperti suaminya, ia juga dikejutkan dengan kehadiran dua orang itu.

“Sungmin eonni, apa kabar?” sapa gadis itu sambil tersenyum tidak enak. Ia merunduk memberi salam selama sekian detik. Mata rubahnya menatap wajah Sungmin dengan pandangan sendu, lalu merendah ke arah perut Sungmin dan tersenyum miring.

Menyadari raut kecut yang terlukis di wajah gadisnya, lelaki yang berdiri di hadapan Sungmin segera memberi salam. “Sungmin-ssi, apa kabar? Saya Younghwa, kekasih Seohyun.”

“Kekasih Seohyun?” Kyuhyun yang baru bergabung di ruang tamu mengejutkan Sungmin dengan pengulangan katanya.

“Senang bertemu denganmu, Younghwa-ssi,” Sungmin tersenyum dan memilih mengacuhkan Kyuhyun yang menatap Younghwa dengan tatapan mengintimidasi. “Ada apa kau kemari, Seohyunnie? Duduklah!”

Seohyun tampak sibuk merogoh handbag yang ia tenteng, kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam sana. Ia menyodorkan sesuatu berbentuk persegi berwarna merah darah, dibalut dengan pita satin yang cantik ke arah Sungmin. “Bacalah, eonni.”

“Apa ini?” Sungmin mengulurkan tangan dan meraih benda yang Seohyun berikan. Ia membaca tulisan berwarna emas itu dengan seksama lalu menatap Seohyun dengan alis berkerut. “Undangan pernikahanmu?”

“Kami akan menikah, Sungmin-ssi. Kami datang kemari untuk meminta doa restu kepada kalian,” Younghwa menyela sambil tertawa pelan. “Kalian sangat setuju bila aku menjadi pendamping adik kalian yang cantik ini, ‘kan?”

Sungmin tidak pernah tahu bagaimana hubungan Kyuhyun dan Younghwa. Namun tebakan yang ada dipikirannya adalah, hubungan mereka tidak terlalu baik karena adiknya. Sungmin dapat menangkap tatapan tajam yang saling mereka lempar satu sama lain.

Sungmin sangat tahu benar jika di masa lalu Kyuhyun sangat mencintai Seohyun. Dan karena cinta itu, Sungmin sempat mengalami masa-masa sulit nan pahit dengan Kyuhyun. Tetapi semua itu terasa sudah terbayar dengan perhatian yang Kyuhyun berikan akhir-akhir ini. Sungmin terlena dan berpikir bahwa Kyuhyun sudah melabuhkan cinta kepadanya.

Namun, pemikiran itu runtuh seketika saat Sungmin menemukan gurat tidak senang di wajah Kyuhyun—ketika Younghwa bercerita tentang rencana pernikahannya dengan Seohyun. Sedikit banyak ada pikiran buruk yang tersemat di benak Sungmin. Dan itu cukup membuatnya sesak setengah mati.

Eonni?”

Suara Seohyun yang lembut membuyarkan dunia lamunan Sungmin, mengembalikan jiwa ke dalam raganya. Sungmin tersentak selama beberapa saat sebelum ia dapat berucap kata.

“Eh? Eoh?” Sungmin tergagap ketika menyadari bahwa tatapan ketiga orang yang ada di ruang tamu ini tertuju kepadanya. “Eonni sangat setuju, Seohyun-ie. Sepertinya Younghwa-ssi orang yang baik.”

OoOoO

Pintu itu tertutup dengan gerakan perlahan, memisahkan tempat antara sepasang kakak-beradik itu. Seohyun tampak sangat tidak nyaman berada di apartemen Sungmin, karena itu ia memutuskan untuk pulang lebih cepat. Wajar saja Seohyun merasa seperti itu, semenjak kedatangannya ia sudah disambut dengan tatapan penuh intimidasi dari Kyuhyun.

Apa?

Apa maksud Kyuhyun melakukan hal itu?

Sungmin berbalik dan mendapati tubuh tegap Kyuhyun yang masih berada di ruang tamu. Ia menghela nafas lalu merendahkan tatapan matanya. “Ternyata dia akan menikah ..”

Kyuhyun mengangguk, menjawab tanpa suara.

Helaan nafas berat terdengar meluncur begitu saja dari kedua belah bibir mungil Sungmin. Ia merasakan setitik kekecewaan yang muncul di perasaannya ketika menerima respon Kyuhyun. Wanita itu pun memutuskan untuk melangkah, meninggalkan Kyuhyun yang masih sibuk dengan lamunannya.

“Jangan melamun, Kyu ..”

“Huh?” Kyuhyun sedikit tersentak saat ia mendengar namanya terpanggil dengan nada selembut itu. “Aku tidak melamun,” sangkalnya sambil mengedip-ngedipkan kelopak mata—guna mengembalikan kesadarannya yang memang sempat melayang.

“Oh,” Sungmin menanggapi dengan nada cukup rendah. “Kau memikirkannya?”

“Maksudmu?”

“Memikirkannya. Adikku,” Sungmin memperjelas—walau sebenarnya ia sendiri juga tak mau melakukan hal itu. “Dia akan menikah. Sudah sepantasnya kau melepasnya.”

Sejujurnya Kyuhyun tertohok dengan kata-kata Sungmin yang begitu frontal. Sebenarnya ia begitu sakit hati karena ucapan Sungmin. Namun, sepertinya Kyuhyun harus berpikir dua kali jika ia merasa menjadi pihak yang tersinggung.

Sungmin benar dengan ucapannya yang kelewat frontal itu.

Jadi, yang pantas disebut sebagai penyinggung adalah diri Kyuhyun sendiri.

“Maafkan aku, Min ..,” kata Kyuhyun dengan desah nada penuh penyesalan yang tulus.

“Untuk apa?” Sungmin melirik wajah tampan suaminya dari sudut mata.

Kyuhyun menghampiri Sungmin yang berdiri di ambang pintu kamar mereka, lalu tanpa aba-aba memeluk pinggangnya secara posesif. “Kau masih memberiku kesempatan menjadi seorang appa, bukan?”

“Apa maksudmu?” kepala Sungmin menoleh ke samping dan ia sempat melontarkan pertanyaan. Ia masih saja bersikap tak tahu menahu tentang permintaan maaf Kyuhyun kali ini.

“Apa kali ini kau cemburu?” Kyuhyun balik bertanya sambil mengelus permukaan perut Sungmin yang membuncit. “Maafkan aku, hm?”

Sungmin merasa disihir oleh sinar mata Kyuhyun  yang terpancar ke arahnya. Suara bassnya yang mengalun lembut pun menggeletik gendang telinga—seolah membujuknya untuk segera memaafkan kekhilafan Kyuhyun.

Sesungguhnya pun, Sungmin selalu kalah jika sudah dihadapkan dengan kharisma Kyuhyun. Dia sulit untuk membantah apa yang diperintah Kyuhyun untuknya. Semua seperti bernilai mutlak, kemauan Kyuhyun tidak dapat digeser dengan persepsi apa pun.

“Aku tidak cemburu, Kyu,” Sungmin masih berusaha untuk menyangkal.

“Kau itu pengendaliku saat berbuat sesuatu, Sungmin. Kau berhak mengaturku untuk melakukan ini-itu,” kata Kyuhyun—masih dengan nada mendayu. “Tapi aku tahu kau cemburu karena perilakuku tadi. Aku bersalah ..”

“…”

“Hei, junior. Eomma-mu mendiamkan appa,” tiba-tiba Kyuhyun berucap sambil terus mengelus permukaan perut Sungmin. “Apa kau tidak berniat membela appa mu ini?”

“Kyuhyun-ah,” Sungmin memprotes tindakan Kyuhyun.

“Kau meragukanku,” Kyuhyun mengerucutkan bibir dan melempar tatapan ngambek—meniru tindakan istrinya. “Padahal aku serius ingin belajar mencintaimu.”

“Aa .., aku percaya, kok!”

“Memang ini berat di awal, karena itu aku berusaha sedikit demi sedikit merubah perasaanku,” Kyuhyun membenarkan posisi duduknya lalu kembali menatap Sungmin intens. “Kau tahu sendiri ‘kan, tidak ada yang instan di dunia ini, Ming.”

Sungmin menghela nafas berat lalu membalas tatapan suaminya. Walau ia terlihat lelah, Sungmin masih tetap mampu melempar senyuman termanisnya untuk Kyuhyun. “Aku tahu. Dan aku pun mencoba memercayaimu sedikit demi sedikit,” katanya sambil membela pipi tirus Kyuhyun dengan telapak tangannya.

Kyuhyun meraih telapak tangan Sungmin yang mendarat di wajahnya, menggenggamnya dengan gerakan lembut. “Tidurlah. Kau pasti lelah.”

“Seharusnya kau menemaniku tidur, Kyu ..”

“Baiklah ..”

OoOoO

Drrt .. Drrt ..

Ponsel berwarna pink cerah itu bergetar di atas meja nakas, bergoyang ke arah kanan dan menimbulkan suara yang cukup menganggu. Lelaki yang bergelung dengan selimut tebalnya itu kini menggeliat, memaksa salah satu lengannya bergerak untuk meraih ponsel Sungmin.

Yeoboseyo?”

Kyuhyun langsung memencet tombol hijau dan menempelkan earpiece ke telinga—tanpa mencoba melihat layar ponsel.

“Bisakah aku berbicara dengan Sungmin?”

Suara tenor itu terdengar dengan nada penuh kegelisahan, seakan sang penelpon sedang menunggu sesuatu yang tak pasti. Kyuhyun tidak yakin bahwa ia mengenali suara ini, namun setelah ia membaca ID caller yang tertera, ia baru menyadari suatu hal.

“Untuk apa kau menghubungi istriku lagi, huh?”

“Berikan saja telpon ini untuknya,” Donghae berucap setelah mendesau dengan nada berat. “Aku tidak mau bertengkar denganmu, Kyuhyun-ssi.”

“Kau bisa mengatakannya padaku. Toh nanti aku akan menyampaikannya ke istriku,” kata Kyuhyun lalu bangkit dari rebahannya.

Donghae menimbang-nimbang ucapan Kyuhyun lalu berdehem, “Tolong katakan kepadanya jika aku akan kembali ke Jepang.”

“Huh?”

“Sudah. Kututup telponnya, terimakasih, Kyuhyun-ssi.”

Tut-tut-tut ..

Kyuhyun memandang layar ponsel yang menunjukkan bahwa Donghae telah mengakhiri panggilan telponnya. Dengan langkah enggan Kyuhyun pun berjalan keluar dari kamar—berusaha mencari sang istri yang bangun terlebih dahulu.

“Selamat pagi,” sapaan yang penuh nada keramah-tamahan dari Sungmin terdengar ketika gadis itu baru keluar dari kamar mandi. Wanita yang tengah mengandung itu terlihat lebih bugar dan lebih cantik dengan pipi bulatnya. “Kau mau langsung mandi? Mau kusiapkan air panas?”

“Tidak perlu,” kata Kyuhyun sambil melangkah mendekati Sungmin. “Oiyah, tadi Donghae menelponmu dan menitipkan pesan.”

“Benarkah? Ada apa?”

“Katanya dia akan kembali ke Jepang.”

Sungmin bergeming setelah gendang telinganya ditembus oleh pernyataan Kyuhyun. Jiwanya serasa dihentak dengan berita yang menyangkut tentang Donghae. Memang ia begitu terkejut, namun sebisa mungkin wanita itu berusaha menyembunyikan keterkejutannya sekarang ini. Ada Kyuhyun di hadapannya, tidak mungkin ia bersikap berlebihan dalam menanggapi berita tersebut.

“Oh, begitu. Terimakasih sudah menyampaikannya, kau bisa mandi, Kyu,” kata Sungmin lalu berjalan memasuki kamar utama.

Sebenarnya Kyuhyun dapat menangkap sinyal kekhawatiran yang terpancar dari binar mata Sungmin ketika ia selesai mengucapkan pesan Donghae. Dan sejujurnya ia tidak menyukai hal itu. Sungmin terlalu menaruh perhatian kepada lelaki itu, dan akibatnya Donghae meremehkan dirinya. Namun setidaknya, Kyuhyun tak perlu khawatir akan perasaan Sungmin kepada Donghae. Kyuhyun benar-benar yakin bahwa satu-satunya lelaki yang Sungmin cintai adalah dirinya.

Dan Donghae?

Menurut Kyuhyun, lelaki itu hanyalah orang asing yang menjadi teman Sungmin di masa lalu. Tidak ada yang istimewa dari hubungan mereka, semua pasti biasa-biasa saja. Setidaknya itulah pemikiran positif Kyuhyun tentang hubungan Sungmin dan Donghae.

Ternyata melamun di dalam kamar mandi seperti ini mampu membuat Kyuhyun lupa dengan waktu. Pikiran lelaki itu terlalu asyik melayang dan akhirnya ia menggigil kedinginan di bawah guyuran shower. Ia pun segera menarik kran shower lalu mengelap tubuhnya yang basah. Oh, ia tidak ingin membuat Sungmin terlalu lama menunggunya di luar. Pasti wanita itu telah selesai memanaskan sarapan mereka.

Dan benar saja. Setelah Kyuhyun keluar dari kamar mandi, pemandangan pertama yang ia tangkap dari lensa matanya adalah sosok Sungmin yang mengeluarkan sesuatu dari dalam oven. Wanita yang telah berpakaian rapi dengan mantel merahnya itu tersenyum ketika menatapnya lalu meletakkan sepiring makanan panas itu di meja makan.

“Kau mau ke mana, Ming?”

“Aku harus mengunjungi teman,” kata Sungmin singkat sembari menuangkan air putih ke dalam gelas bening yang ada. “Aku sudah memanaskan sayuran ini untukmu, ada daging kesukaanmu juga. Jadi, tak apa bukan, jika aku tak menemanimu sarapan pagi ini?”

“Huh?” Kyuhyun hanya mampu bergumam seperti itu setelah Sungmin memberikan satu pertanyaan sederhana. “Memangnya penting sekali?”

“Yeah,” Sungmin mengangguk lalu kembali tersenyum. “Aku akan kembali secepatnya.”

“Baiklah kalau begitu.”

“Terimakasih, Kyu. Aku pergi dulu!”

Setelah suara pintu tertutup itu terdengar, hanya keheningan yang mampu tertangkap oleh indra pendengaran Kyuhyun. Laki-laki itu sengaja diam dan pura-pura bodoh dengan semua yang terjadi. Kyuhyun sengaja tidak bertanya tentang siapa teman yang akan dikunjunginya pagi ini. Toh ia sudah tahu jawabannya.

Pasti Donghae, ‘kan?

OoOoO

Sungmin segera berlari setelah ia keluar dari taxy yang mengantarnya sampai di bandara. Wanita itu tak ingin membuang waktu lebih lama lagi. Secepatnya ia harus menemukan sosok Donghae dan menuntut penjelasan darinya.

Yeah, aku akan kembali ke Jepang pagi ini.

 

Wanita itu hampir putus asa ketika dirinya tak kunjung menemukan sosok Donghae di bandara yang luas ini. Bahkan ia sangat yakin bahwa penerbangan Donghae belum lepas landas. Namun, kenapa ia sulit sekali menemukan batang hidung lelaki itu?

Tidak ada alasan yang membuatku harus tinggal terus menerus di Korea, Ming.

Ucapan Donghae yang ia dengar lewat percakapan telepon kembali melintas di benak Sungmin, membuatnya semakin kalut setengah mati. Alasan yang sekiranya sarat akan keputus-asaan itu terus menghantui dirinya—meninggalkan rasa sedih dan gelisah.

“Donghae-yah ..”

Sungmin menghentikan langkah kakinya dan merendahkan pandangannya yang mengabur ketika ia mulai merasa lelah mencari Donghae. Hampir lima belas menit ia berjalan cepat mengitari bandara dan hasil yang ia dapatkan begitu sia-sia.

“Donghae-yah ..,” panggilnya dengan suara lirih, ia mulai menangis dengan perasaan putus asa. Ia merasa sedih karena harus kehilangan Donghae yang selalu menemaninya di kala sulit. Dan ia merasa tidak rela jika pagi ini ia tak sempat mengucapkan salam perpisahan.

“Hiks ..”

Tiba-tiba seseorang berusaha menghapus air mata Sungmin dengan sapu tangan biru laut yang dibawanya. Laki-laki bertubuh tegap dengan balutan kemeja hitam itu menatap Sungmin yang menangis sesenggukan. Setelah itu, ia memeluknya—menenangkan Sungmin sambil menepuk-nepuk punggung wanita tersebut.

“Kenapa kau menangis?”

“Kukira kau sudah pergi meninggalkanku seperti dulu!” Sungmin memukul lengan kekar Donghae sebagai bentuk dari aksi protes. “Kenapa mendadak sekali?”

Donghae hanya mampu tersenyum tipis menanggapi tindakan Sungmin, “Kau itu calon eomma. Tidak seharusnya kau menangis di depan umum seperti ini.”

“Kau yang membuatku menangis!” kata Sungmin tidak mau kalah.

“Hei, kau tidak perlu sesedih itu,” Donghae berusaha menenangkan. “Bukankah sekarang aku masih ada di sini. Kau masih memiliki kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal.”

“Tapi .., tapi ..”

“Sudahlah, Ming,” Donghae melepaskan pelukannya dan menatap Sungmin lekat-lekat. “Kau masih bisa menghubungiku. Aku tidak akan mengganti nomor ponselku.”

“Aku minta maaf, Hae,” kata Sungmin setelah menghela nafas panjang. “Sepertinya aku tahu kenapa kau berniat kembali ke Jepang.”

“Syukurlah jika kau tahu, jadi aku tak perlu bersusah payah menjelaskannya,” Donghae menyembunyikan dua telapak tangannya di saku celana. “Apa kau kemari bersama suamimu?”

Kepala Sungmin menggeleng, “Tidak. Aku tidak mau membiarkannya cemburu ketika melihatku berbicara denganmu.”

“Huh, kau benar. Padahal saat pertama kali kita bertemu, kau bersama suamimu di bandara ini ..”

“Itu sudah lama sekali, Hae,” Sungmin ikut menerawang ke masa lalu, masa di mana mereka bertemu karena ketidak sengajaan. “Saat itu, kita bertemu di bandara ini.”

“Dan berpisah di bandara ini,” Donghae melanjutkan ucapan Sungmin dengan persepsi miliknya sendiri. Laki-laki tampan itu tersenyum hangat ke arah Sungmin, tak lupa memandangnya dengan tatapan sayu yang menenangkan—seperti biasa. “Aku harus segera pergi, Ming.”

“Donghae-yah ..,” Sungmin tak kuasa menahan air mata yang tertahan di ujung kelopak mata saat ia mendapat tatapan dan senyuman Donghae. Ia pun kembali merengkuh tubuh lelaki itu dan membisikkan sesuatu tepat di lubang telinganya, “Terimakasih atas semua yang kau berikan selama ini, Hae.”

Donghae mengangguk dan lagi-lagi ia tersenyum, “Aku senang karena sempat menemanimu.”

OoOoO

Sungmin mendorong pintu apartemennya dengan gerakan pelan, lalu melangkah memasuki ruangan luas itu. Gendang telinganya disambut oleh bunyi berisik dari pengeras suara yang ada di ruang tengah. Ternyata Kyuhyun sedang asyik bermain PS kesayangannya di sana.

“Kau sudah sarapan, Kyu?” tanya Sungmin sebelum ia masuk ke dalam kamar.

“Sudah,” katanya—tanpa berusaha menoleh ke arah Sungmin.

Sungmin yang sudah mengerti dengan kebiasaan Kyuhyun hanya bisa mengangguk, lalu ia pun menghilang di balik pintu kamar. Pagi ini moodnya sedang buruk. Suasana hatinya sangat kacau hingga membuatnya malas untuk melakukan apa pun.

Donghae sudah pergi ..

Satu-satunya sahabat yang paling dekat dengannya telah pergi ke negara lain beberapa menit yang lalu. Bahkan Sungmin masih ingat betul senyuman yang Donghae lukis sebelum lelaki itu menghilang di pintu gate. Rasanya, semua itu seperti sebuah batas penghalang yang memisahkannya dengan Donghae.

Dia sahabat yang sangat baik, dan Sungmin tidak bisa melupakan kebaikannya begitu saja. Dan ketika ia menyadari bahwa ia tak dapat menerima dan membalas ‘perasaan’ Donghae, ada setitik rasa bersalah yang muncul.

Tiba-tiba pintu itu terbuka, dan sosok Kyuhyun muncul dari balik pintu. Lelaki itu tidak langsung masuk, melainkan lebih memilih memandang wajah sendu sang istri dari ambang pintu. Ia mengaitkan dua lengannya di depan dada lalu berucap, “Kau terlihat murung.”

“Huh?” Sungmin yang terkejut karena kehadiran Kyuhyun langsung mengangkat wajahnya, manyipitkan kelopak matanya yang bengkak. “Hanya perasaanmu saja, mungkin ..”

Kyuhyun memutuskan untuk melangkah mendekati ranjang dan duduk tepat di sebelah kanan Sungmin. “Ingat Sungmin, kau sedang hamil ..,” kata Kyuhyun sambil membelai perut Sungmin. “Dan apa yang kau rasakan akan berpengaruh kepada bayi kita.”

Sungmin melirik Kyuhyun dari sudut matanya, mendadak perasaannya serasa diremas kuat. Perasaan sedih itu datang lagi ketika Kyuhyun menunjukkan perhatian kepadanya. “Aku tahu ..”

“Siapa teman yang berani merubah moodmu menjadi buruk pagi ini?” selidik Kyuhyun.

“Apa? Moodku tidak sedang buruk, kok ..”

“Kau habis menangis, ‘kan?” Kyuhyun mencoba menebak dan menelusur lewat pandangan matanya yang tajam. “Ayo katakan sajaa ..”

“Aku tidak habis ..”

“Kau menangis karena Donghae kembali ke Jepang?”

TBC

Hayoo .. chap depan udah end lhoo .. ditunggu yaaah ~~ hehehe

~MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY-PASTE SEMUA KONTEN YANG ADA DI BLOG INI! DO NOT PLAGIAT, PLEASE!~

75 thoughts on “Wedding Plan | KyuMin | Chap 12/13 | Genderswitch | T+ | Drama , Hurt |

  1. haah apdet yeay
    maaf eon baru review sekarang karena kemaren saya menghilang wkwk
    okelah lain waktu saya akan mereview chap chap sebelumnya
    lanjut eon
    happy ending yaa
    mau one shot dong eon boleh gak???

  2. hahhh~ adad untungnya juga sihh donghae pergi ke jepang buat kyuhyun, jadi sungmin udah -mungkin gak mikirin donghae lagi tapi sungminnya sedih banget kayanya

    eumm seengganya kyuhyun udah berusaha buat selalu perhatian sama ming, dan itu bagus buat kelanjutan rumah tangga mereka

    aku seneng updatenya cepet chap ini😀

    okehhh di tunggu lanjutannya🙂

  3. ‘istri yang diam-diam dcintainya’
    ntah knp Msih bl0m ykin kal0 kyu udah mncntai ming,abiz’y kyu itu mragukan(?) sih#plakkkk

  4. Itu tau,udah pasti lah ming nangis gara” ditinggal hae ke jepang..
    Kan selama kyu nyakitin ming,cuma hae yg selalu ada buat ming..

  5. wah udh mau end ?O_o perasaan kyu ke seo masih belom jelas tuh.. mungkin harus diperjelas dgn pertemuan sekali lagi mungkin.. jadi aku percaya sepenuhnya ming pun begitu… update cepet ya \O/

  6. sungmin honey, cobalah u/ terbuka sama suamimu ya
    huh, padahal suami mu udah tau semua’a, percuma nutup2
    hahaha
    btw jiyoo-ahh, kapan chap 13 d publish?🙂

  7. Gak nyangka chap depan uda end….
    Ini bakal end ketika ming melahirkan kan? Siapa yg bakal jadi baby kyumin? Aigoo~ hae ke jepang dan berikan dia hyuk….

  8. Haishh aku juga ikut sedih Donghae pergiiiiiii T_T , aku sempet berharap Ming sama Donghae aja pas lagi kesel dan muak sama sifat Kyu disini😦
    tapi bagaimanapun juga, mau seburuk apapun sifat Kyu di ff aku pada akhirnya selalu berharap KyuMin.
    aku seneng chap 12 ini gk lama. hehe
    semoga next chap juga gak lama. haha

  9. Kyu kya masih sedikit ga rela kalo seo mau nikah -.-
    Yaah malaikatnya sungminnie pergi ke jepaaaang lagi u,u
    aturan sungmin jujur aja ke kyu percuma ditutup2in orang kyunya jg udh tau -_-
    aigoo kyu bener bener berubah jd perhatiaan bgt emmmm~ ^^

    ganyangka eonni bkal ngepost chap 12nya secepet ini..gomawo :Dditunggu chap endingnya eonni..FIGHTING ^^

  10. yaaaahhhh kyu masih plin plan nih
    kenapa kaya engga rela gitu seohyun mau nikah
    tapi cemburu juga waktu min sedih karena donghae
    lebih tegas kyu sebelum min berubah pikiran
    sikapnya kyu jadi manis
    tapi karena engga terbiasa bersikap gitu jadi agak kaku aja hehehe
    chap depan kenapa udah end aja
    aku pikir bisa sampe 20 chapter
    tapi gpp mudah2n apdet kilat semangat

  11. Iya di tunggu,oh iya thor sdikit kritik,bahasa nya lbih baku dikit ya thor,bias enak dibaca,aku ga fanwar loh

    Itu thor yg kek bahasa “kok”,”sih” jan di pke ya thor,klo auhotr msih make gpp juga sih,aku cuma mau ngasih saran aja,abis kurang enak dibaca nya thor klo dlm penulisan nya ada bahasa kurang baku😉

    Sekian ~

  12. ternyata kyu msih blum bsa ngilangin perasaannya k tuh seo pi sukurlah kyu nepatin omongannya untuk ttep brusaha mncintai ming…n spertinya kyu lebih bijak skrg..next chap ditungguuuuu

  13. akhirnya muncul juga hehe… agak sedih donghae harus pergi, mudah2an chap terakhir bisa publish hari ini sebagai penutup taun 2013 yh chingu😀

  14. Ini kyu nya udah bener2 suka sama ming kan ?
    Reaksi pas ada seo kok masih gituu, nyebelin kyu, kan kasian ming..

    Update asap ya author, semangat (҂’̀⌣’́)9

  15. makin manis aja nih KYUMIN,,,padahal aku sudah tau kalau sebenernya semenjak pembantingan gelas yang berisi wine itu terus sungmin bilang akan bercerai meski tidak sekarang mungkin satu tahun pernikahannya dengan kyuhyun disitu aku punya feel keknya kyuhyun ada rasa nih sama sungmin tapi karena tuan yang selalu menjunjung tinggi EGO nya selalu saja mengelak bilang seohyun cintanya lah ck..!!

    hueee 1 part lagi selesai mego aja pas ampe lahiran jadi saya sempat ngejenguk sungmin dirumah sakit kkk~~

  16. Yeyeeeeeyyyy update kilat!! Eyy kyuhyun cemburu ya? Eh kak sampe ming lahiran ya endingnya hehe keren makin romantis mereka~ lebih panjang dong kak part depan~^^

  17. kyu lagi dibuat cemburu terus
    hahaaa….
    min jangan sedih ditinggal Hae
    kan ada Kyu ^^

    kyu cepatlah kau membuat min satu-satunya di hati mu

    next eon
    and HappySungmin’sDay

  18. Yah udah TBC aja T^T

    Lanjut, kyuhyun cemburu sama donghae kalo sungmin cemburu sama seohyun.

    Udah kyu kau harus cepat mengatakan bahwa kau sebenarnya sudah mencintai sungmin dan sebaliknya jadi tidak usah seperti ini lagi😀

    Makin seru dan chap depan udah end, sayang banget😦

    Semoga aja setelah itu ada skuelnya😀

  19. akhirnya chap ini keluar juga. ^^
    yeeyy.. chap depan udah end, ga sabar pengen tau akhir ceritanya.
    update kilat ya.. kekeke xD
    fighting !!!

  20. hai eonnie🙂 sebelumnya happy new year yaa🙂

    aku suka part ini serasa baca ambil makan lolipop~ manis banget .. aku suka tokoh Kyuhyun disini, Di tunggu part selanjutnyaa yaa .. paiting!! ^^

  21. Wah Jiyo update n baru tau hr ini…
    Happy New Year yahh….
    Hope u always healthy ^^

    Wah kyu cemburu n hae pergi ke jepang.. semoga segera menemukan pasangan… n ga terasa chap depan uda end ~.~

  22. nalo..kyu cmburu tu,
    yak gt dh kyu,kn donghae gk ada,yak wjarlh mingie sdih,
    it will happy ending,right?next chap d tnggu chingu,

  23. hmm..
    ditinggal sahabat emang sedih sii tp kyu harus hibur min yaaa ^^
    makin kyu cemburu aku makin seneng. wkwkwk
    suka kl kyu interaksi ama calon anaknya..
    ..
    sukaaaa .. kyu makin nunjukin keseriusan nya

  24. Ya Tuhan…mana tahan liat aksi kyuhyun yang super berubah !!!
    Π₲Ƌ nahan kapan ƴิ@̤̥̣̈̊̇ĥ yadongnya kyuhyun ama Sungmin pas lagi perutnya Buncit.
    Makin mesra aja kayaknya nich Thor !!!
    Makasih ƴิ@̤̥̣̈̊̇ĥ ceritanya seru abis !!!

  25. ahaaha kyu cemburu yaa?
    tp ahh hae kenapa hrs ke jepang?
    tp kyu jgn egois lahh waktu ada seo aja kyu keliatannya msh nyimpen perasaan gtu

  26. hae balik kejepang … ming gak punya temen lagi disaat dia sedih .. itu yang buat ming murung.. tapi kyu gak nanya macem2 ming mau pergi kemana heheheh ..

  27. huaaaa update!!! kyu udah mulai manis nih sma sungmin ecieee :3 ga sabar nunggu sungmin melahirkan! author jangn di lewatin moment itu yaaaa!! harus baca loh komenan ini xD

    pokonya smpe sungmin belum mlahirkan jangan tamat dlu klo ga pke epilog ya?!! oke aku tunggu lanjutannya

  28. ya ealah, kyu oppa, apa salah.na ming oppa sedih ditinggal sahabat satu”.na itu ?

    terima aja seo eonni nikah ama yonghwa oppa, pan udah ada ming oppa ama calon aegya kalian oppa ><

  29. Kyaaaa akhirnya kyupa cintta juga ama ming
    Horee horee horee

    Hahh akhirnya seohyun nikah juga , g2 dong nikah jadi gak ganggu kyumin lagii

    Yahh si ming sedih tingkat dewa tuh di tinggalin donghae , huhuhu T_T jadi ikutan sedih dehh
    Sabar ya ming kan masih ada kyupa🙂

  30. Kyuhyun Kyuhyun Kyuhyun aku sudah mulai suka sama karaktermu di chap ini🙂 seohyun jadian sama yonghwa ini baru serasi ><

    kyuhyun jangan mulai lagi ya ayo move on!!!

    KEEP WRITING

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s