Wedding Plan | KyuMin | Chap 11/? | Genderswitch | T+ | Drama , Hurt |

Wedding Plan

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin

 

Part : 11/?

 

Warning : Genderswitch , Miss Typo(s)

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Perjodohan memang selalu ada dan mengikat keluarga-keluarga bangsawan. Perjodohan adalah langkah untuk mempertinggi nama dan martabat keluarga. Semua telah direncanakan, tidak ada yang boleh menolak, semua harus menerima. Tak masalah jika perjodohan itu harus mengorbankan perasaan salah seorang terkasih. Perjodohan akan tetap berjalan.

“Lebih baik aku pulang saja,” Kyuhyun menyambar jaket yang ia letakkan di ujung ranjang dan keluar begitu saja dari ruangan Sungmin.

Sungmin menghela nafas kecewa melihat punggung Kyuhyun menghilang di balik pintu. Setelahnya Sungmin memfokuskan pandangannya pada wajah Donghae. “Maafkan perilaku Kyuhyun, Hae.”

Donghae dapat menemukan gurat kekecewaan terselip di antara raut wajah Sungmin. Lelaki itu tersenyum sekilas, “Apa kau ingin aku saja yang pergi?”

“Tentu saja tidak, Hae,” Sungmin hampir berteriak protes. “Biarkan dia pergi dan menenangkan diri di rumah. Mungkin dia masih terkejut dengan kehamilanku.”

Donghae terdiam beberapa saat, ia menjatuhkan pandangan ke arah wajah Sungmin yang tampak lebih cerah dari biasanya. Lelaki itu menggerakkan salah satu lengannya dan membelai telapak tangan Sungmin. “Bagaimana reaksinya setelah mendengar berita kehamilanmu?”

Sungmin mengulas senyum setelah gendang telinganya ditembus oleh pertanyaan Donghae. “Dia bilang, dia akan berusaha menjadi ayah yang baik untuk anakku,” katanya—dengan wajah berseri-seri dan menyilaukan.

“Kau percaya dengan ucapannya, Minnie-yah?”

Pertanyaan Donghae yang terkesan frontal terlontar begitu saja dari kedua belah bibirnya yang kering. Lelaki itu menuntut jawaban Sungmin lewat cara ia menatap, seolah jawaban Sungmin akan berarti penting baginya.

“Tt—tentu saja, Hae. Tidak selamanya Kyuhyun menjadi suami yang .., tidak bertanggung jawab,” jawab Sungmin dengan persepsi seadanya. “Mungkin dari sinilah kehidupan wajarku sebagai istri Kyuhyun akan dimulai.”

“Bagaimana bisa kau seyakin itu, Sungmin? Yang membuatmu berbaring di sini adalah Kyuhyun. Kenapa kau mampu berpikiran baik kepada orang seperti Kyuhyun,” Donghae mengakhiri ucapannya dengan dengusan nafas kasar. Ia membuang pandangannya lalu mendesis.

Sungmin terdiam, memikirkan ucapan Donghae yang memang bermaksud menjelekkan Kyuhyun. Sungmin baru tahu jika Donghae membenci Kyuhyun, mungkin saking bencinya hingga lelaki itu mampu mengatakan hal seperti itu tentangnya. Sebenarnya Sungmin sedikit tersinggung, tetapi wanita itu hanya diam saja. Toh yang membuat Donghae mampu membenci Kyuhyun adalah cerita-ceritanya selama ini.

“Bagaimana pun juga, aku akan memberinya kesempatan kedua. Lagi pula, tidak mungkin membiarkan anak yang kukandung tumbuh tanpa seorang appa ..”

“Ada aku, Min!” Donghae memprotes.

“Donghae-yah, Kyuhyun ayah biologis dari anak ini.”

Mungkin bagi Donghae, ucapan Sungmin adalah suatu boomerang yang tak sengaja terlempar dan menancap di hatinya. Tatapan tulus yang diberikan oleh Sungmin ketika wanita itu mengucapkan kalimat serius tersebut, membuat pikiran Donghae pecah seketika. Ia tidak bisa menyangkal dan membela diri. Sungmin terlalu mencintai pria brengsek yang menurutnya sangat kejam itu. Sejujurnya, Donghae sangat iri dengan Kyuhyun.

Dengan segala perilaku jahatnya, Kyuhyun mampu menakhlukan cinta suci Sungmin. Dan ia? Segala kebaikan telah ia lakukan demi Sungmin, dan semua itu tak ada artinya bagi wanita itu?

Sungguh malang nasibmu, Lee Donghae.

“Sepertinya aku harus pergi ke kantor,” ucap Donghae tiba-tiba. Mendadak lelaki itu bangkit dari lamunannya dan berkata demikian. Ia segera bangkit dan memaksa melempar senyum tulus ke arah Sungmin. “Aku akan berkunjung lagi jika ada waktu luang.”

“Sering-seringlah kemari, Hae,” tukas Sungmin sambil melambaikan tangan.

Tidak ada salam yang diucapkan oleh Donghae ketika lelaki itu keluar dari ruangan Sungmin. Ia hanya tersenyum kaku lalu menghilang begitu saja di balik pintu. Sungmin yang memperhatikan setiap gerakan Donghae kini mendesah dengan nada berat. Dadanya terasa sesak menanggung perasaan bersalah kepada Donghae.

Ia tahu jika Donghae telah menaruh hati padanya semenjak SMA dulu. Donghae tak pernah mengatakan kata-kata cinta, tetapi Sungmin tahu benar jika setiap saat Donghae mencoba mengungkapkannya; lewat pandangan, tutur kata, tindakan, perhatian, senyuman, dan segala yang ia lakukan. Tetapi, sungguh tidak disangka jika Donghae masih merasakan hal seperti itu kepadanya.

Dan tidak disangka pula jika Donghae masih tetap bersikukuh dengan perasaannya walau mengetahui Sungmin telah menikah dengan Kyuhyun.

Sungmin akui jika cinta yang Donghae miliki begitu hangat, menenangkan, dan menyenangkan. Itu sangat berbanding terbalik dari cinta yang ia dapat dari Kyuhyun.

Namun, apa mau dikata? Sungmin masih lebih memilih Kyuhyun dan memutuskan untuk menerima lelaki itu apa adanya. Sungmin sudah tak peduli jika penderitaan dan sakit hati yang ia dapat dari lelaki itu. Wanita itu masih berpikir bahwa Kyuhyun pasti akan berubah menjadi sosok yang lebih lembut suatu saat nanti.

Tiba-tiba, dering telpon dari ponsel Sungmin terdengar mendominasi ruangan. Wanita itu menjulurkan salah satu lengannya yang terbebas dari lengan infus untuk meraih ponselnya.

Kyuhyun is calling ..

 

Ada ID Kyuhyun di layar ponsel itu. Dan setelah Sungmin mengetahuinya, dadanya langsung bergetar hebat. Ia segera menggeser layar ponsel dan menempelkan ponsel ke telinga.

Yeoboseyo, Kyuhyun-ah?”

Lelaki yang ada di seberang sana berdehem pelan, “Maafkan .., aku ..”

“Huh?”

“Aku harus bekerja jadi tidak bisa menemanimu terus menerus di sana,” Kyuhyun melanjutkan ucapannya tanpa mencoba peduli dengan respon yang diberikan Sungmin.

“Tidak apa-apa,” jawab Sungmin sambil tersenyum tipis—diam-diam. “Setelah pulang bekerja, kau langsung pulang dan tidur di apartemen juga tidak apa-apa.”

Lelaki itu terdiam sejenak, lalu ia menghela nafas. “Tidak. Aku akan pulang ke rumah sakit dan menginap di sana. Aku sudah ajukan cuti selama kau berada di rumah sakit.”

Sebenarnya Sungmin sedikit terkejut dan hampir terlunjak senang setelah mendengar Kyuhyun berkata seperti itu. Ia terlampau senang ketika mengetahui jika Kyuhyun bersedia meluangkan waktu kerjanya untuk menemaninya di sini. “Terimakasih. Seharusnya kau tak perlu repot.”

“Sebenarnya tidak merepotkan,” kata Kyuhyun dengan nada berat yang seakan sulit untuk ia ucapkan. Lelaki itu mendengung, “Kau .., eum ..”

“Apa?”

“Lupakan saja,” tiba-tiba Kyuhyun mengubah nada bicaranya menjadi lebih dingin dan terkesan tenang. “Kututup telponnya.”

“Hm .. Selamat bekerja ..”

Sambungan telpon terputus saat Sungmin usai mengucapkan kalimat perpisahannya. Tidak ada sahutan dari Kyuhyun, Sungmin maklum akan itu. Tidak ada yang salah dari tindakan Kyuhyun, toh lelaki itu sudah menelpon dan memberi kabar baik.

OoOoO

Kyuhyun berjalan dengan langkah lambat-lambat di lorong rumah sakit, sambil menenteng kantong kardus yang bertuliskan nama restoran terkenal. Pikirannya melayang ke mana-mana, dan ia bingung harus melakukan apa untuk kedepannya.

Kehamilan Sungmin benar-benar menuntutnya untuk berubah—dari yang egois menjadi yang lebih perhatian.

Perhatian? Menjadi suami romantis yang penuh cinta?

Oh, Kyuhyun bisa melakukannya jika wanita yang menjadi istrinya adalah Seohyun, bukan Sungmin. Lelaki itu merasa tidak mampu melakukannya dengan Sungmin karena ia berpikir jika tidak ada cinta untuk wanita itu.

Kyuhyun tidak mencintai Sungmin, wanita yang tengah berbaring lemah di balik pintu bangsal ini.

Kyuhyun mendesah pelan, ia menghela nafas berat kemudian mendorong knop pintu. Hanya ada Sungmin di dalam, wanita itu sedang tertidur pulas.

Ia mengabaikan keadaan Sungmin dan duduk begitu saja di kursi yang berada tepat di samping ranjang. Kyuhyun menjatuhkan pandangannya tepat di atas wajah istrinya, memperhatikannya selama beberapa saat.

Namun, perhatian namja itu buyar saat ponsel Sungmin berdering nyaring. Kyuhyun yang tak ingin membangunkan Sungmin, langsung menyambar ponsel tersebut dan menekan tombol hijau.

Yeoboseyo?” sapanya dengan suara yang cukup lirih.

Penelpon terdiam selama beberapa detik setelah mendengar suara bass Kyuhyun menyambutnya. “Apa aku bisa berbicara dengan Sungmin?”

Dahi Kyuhyun berkerut samar setelah mendengar permintaan dari sang penelpon—yang merupakan seorang namja. Lelaki itu memperhatikan layar ponsel dan membaca ID caller yang tertera di sana.

Donghae?

Kyuhyun kembali menempelkan earpiece ponsel ke telinga, “Sungmin sedang tidur dan aku tidak mau membangunkannya.”

“Benarkah? Kalau begitu, sampaikan salamku saja. Aku akan menelponnya lagi nanti,” kata Donghae.

“Tidak perlu menelponnya lagi,” Kyuhyun berucap dengan nada galak. “Kau tidak perlu menelpon dan menemuinya lagi. Apa kau mengerti?”

“Huh?” lelaki bernama lengkap Lee Donghae yang berada di seberang sana hanya memberikan respon singkat. Kemudian, terdengar kekehan pelan dari sana. “Kau bercanda? Jika aku tidak menelpon dan menemui Sungmin, siapa yang akan memberinya perhatian?”

“Tentu saja aku, brengsek!” jawab Kyuhyun dengan penuh emosi yang hampir meledak begitu saja.

“Apa kau mampu memberikan perhatian kepada Sungmin dengan sifat egoismu itu?” Donghae bertanya dengan nada mengejek yang kentara.

“Sial! Jangan meremehkanku!” kyuhyun bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kamar.

“Aku tidak pernah meremehkanmu, Tuan Cho Kyuhyun yang terhormat,” lagi-lagi Donghae mengatakan hal tersebut dengan nada ringan yang mengejek. “Tetapi, aku belajar dari kejadian sebelumnya. Bukankah selama ini kau memperlakukan Sungmin dengan sangat .., buruk?”

Donghae pun melanjutkan ucapannya, “Ingat, Tuan Cho. Sungmin bisa berpaling darimu. Kemungkinan besar itu akan terjadi, dan mungkin Sungmin akan melirikku. Kau tahu mengapa? Karena aku lebih perhatian dari dirimu, Tuan Cho ..”

“Brengsek!” teriakan Kyuhyun yang tertahan di tenggorokan menjadi akhir dari perbincangan panas antara dirinya dengan Donghae. Kyuhyun memutus sambungan telpon secara sepihak kemudian menghapus kontak Donghae di ponsel Sungmin.

Dengan sisa amarah yang hampir meletup di ubun-ubun kepalanya, Kyuhyun kembali memasuki kamar. Ia sempat dikejutkan oleh pandangan mata Sungmin yang menyambutnya. Mendadak amarahnya menguap begitu saja, tergantikan oleh rasa tegang yang berlebihan.

“Kau sudah bangun?”

Satu pertanyaan konyol terlontar dari kedua belah bibir Kyuhyun untuk Sungmin. Dan lelaki itu cukup merutukinya.

Kepala Sungmin mengangguk, “Kupikir kau meninggalkanku.”

“Maksudmu?”

“Aku mendengar kau marah-marah dan keluar dari kamar,” ucap Sungmin dengan suara lirihnya.

“Ah, itu,” Kyuhyun kembali mengingat apa yang terjadi beberapa menit lalu. “Sudahlah, jangan dipikirkan. Kau sudah makan?”

Kepala Sungmin mengangguk lemah, “Aku sudah kenyang dengan roti pemberian Donghae tadi pagi.”

Alis Kyuhyun melengkung setelah gendang telinganya ditembus oleh nama Donghae. “Donghae? Apa dia menemanimu seharian ini?”

“Tidak. Donghae tidak menganggur di Korea. Dia meninggalkanku karena harus berangkat ke kantor,” jawab Sungmin—dengan memasang wajah penuh gurat kekecewaan.

“Apa kau suka saat Donghae menemanimu?”

“Kenapa tidak? Setidaknya ada yang menemaniku mengobrol dan bercanda,” jawab Sungmin lalu menatap wajah Kyuhyun.

Kemungkinan besar itu akan terjadi, dan mungkin Sungmin akan melirikku. Kau tahu mengapa? Karena aku lebih perhatian dari dirimu, Tuan Cho ..

 

Ucapan Donghae kembali terngiang di benak Kyuhyun setelah ia mendengar penuturan Sungmin. Ia mendesah kecewa, apa yang dikatakan Donghae memang benar. Donghae lebih perhatian ketimbang dirinya.

“Apa perlu kutelpon Donghae?” Kyuhyun menawarkan dengan berat hati. Sebenarnya ia tak rela jika Donghae kemari, pasti lelaki itu akan mengejek harga dirinya sebagai seorang suami.

Namun, biarlah. Untuk kali ini ia akan mengalah demi Sungmin.

“Tidak perlu, Kyu,” suara Sungmin mengalun dengan nada lembut. “Aku lebih suka jika kau yang berada di sini menemaniku,” nada suara Sungmin semakin lirih di akhir kalimat.

Kyuhyun menegakkan kepala setelah pernyataan itu terdengar sebagai suatu penyejuk jiwa yang menggetarkan dada. Ia menatap dua foxy indah milik Sungmin, dan secara tak sengaja tenggelam di dalamnya.

Mereka sama-sama diam, hanya menatap dan menyelami manik mata di hadapan masing-masing. Dan Kyuhyun mudah sekali tenggelam dalam pandangan seorang wanita, kini mulai menuruti nalurinya. Ia berniat mengecup bibir wanita yang memandanginya dengant tatapan intens.

Dengan gerakan perlahan—amat sangat perlahan—ia mulai melancarkan aksinya. Menghapus jarak mereka sedikit demi sedikit, dan menggapai permukaan bibir merah merekah di hadapannya. Seperti dulu, ia mengulumnya lembut. Perlahan tapi pasti, ia mulai meningkatkan intensitas ciumannya ketika tak mendapatkan respon yang berarti penolakan.

Mengulum, menghisap, dan menghasilkan suara kecipak yang seksi. Lelaki itu benar-benar menyihir Sungmin dengan gaya ciumannya yang super lembut.

Ketika Kyuhyun mulai merasakan dada Sungmin naik-turun dengan tempo yang cukup cepat, ia memperlambat kulumannya lalu melepas tautan bibir mereka. Ia menatap mata bulat Sungmin dengan pandangan sayu yang menenangkan.

“Terimakasih,” ucap Kyuhyun tiba-tiba—dengan logat kikuk yang sangat kentara.

“Untuk apa?”

Kyuhyun memalingkan wajah, namun telapak tangannya perlahan bergerak membungkam pergelangan tangan Sungmin. Ia berdehem, mencoba mengusir segenap kegugupan yang membuatnya merasa sangat gugup. “Karena kau lebih memilih lelaki jalang sepertiku daripada lelaki baik hati seperti Donghae.”

Sungmin hanya tersenyum sekilas, masih berharap bahwa Kyuhyun akan menatapnya lagi seperti tadi. “Lalu, apa kau memilihku?”

Salah satu lengan Kyuhyun terangkat membelai tengkuknya, ia mengangguk. “Yeah .. Akan kuusahakan.”

“Tapi aku mencintaimu ..”

Mata Kyuhyun terbelalak kaget setelah gendang telinganya tersentuh oleh nada pernyataan Sungmin. Mendadak dadanya berdesir, mengusir kegugupan yang melandanya. Ia tak pernah menduga jika wanita yang sering ia sakiti itu berani berkata sedemikian rupa. Pikiran Kyuhyun yang cepat tanggap, langsung terpenuhi oleh satu kalimat tanya yang merajai pikirannya. Bahkan batinnya berulang kali meneriakkan kalimat tanya tersebut.

Benarkah?

 

Sungmin baru menyadari kebodohannya setelah beberapa menit keheningan melanda ruangan mereka. Ia mendapati wajah Kyuhyun yang dipenuhi oleh gurat keterkejutan. Sungmin tahu jika Kyuhyun menghujaninya tanda tanya dengan tatapan tajam itu. Dan karena itulah Sungmin tersadar dari segala kecerobohannya.

“Kyuhyun-ah .., mm—maksudku,” kalimat Sungmin menggantung. “Aa—aku mencintaimu karena .., anak kita,” Sungmin berusaha mengucapkan alasan walau tutur katanya tersendat-sendat.

Pandangan mata Kyuhyun menari-nari, ia menggaruk sisi belakang kepalanya yang mendadak terasa gatal. “Oh .. begitu,” Kyuhyun menanggapi. “Tapi, kurasa .., kau juga harus mencintaiku. Maksudku, mencintaiku bukan karena apa pun.”

Kalimat Kyuhyun rasanya seperti sebuah obat penenang berdosis tinggi yang disuntikkan ke tubuh Sungmin lewat selang infusnya. Rasanya Sungmin seperti melayang di udara, pandangannya dipenuhi oleh bayangan wajah rupawan Kyuhyun dengan tatapan hangat, dan dadanya menghangat.

Sungmin merasa bahagia ..

“Aku akan mencoba .., mencintaimu. Kupastikan aku akan mencintaimu,” ucap Kyuhyun seraya mengeratkan genggamannya pada telapak tangan Sungmin.

OoOoO

Sungmin sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani rawat inap selama empat hari di rumah sakit. Wanita itu hanya mengalami sedikit guncangan dan keadaannya semakin membaik setelah beristirahat penuh. Dan kehadiran Kyuhyun di samping Sungmin membuat semua suasana menjadi lebih hangat dan damai. Lelaki kaku itu benar-benar akan berubah menjadi suami yang baik.

“Sungmin, seharusnya kau langsung berbaring di ranjang! Jangan memasak!” Kyuhyun berteriak dari dalam kamar. Tak lama kemudian, lelaki itu keluar dan berjalan dengan langkah panjang ke arah dapur. Beberapa detik yang lalu, Kyuhyun mendengar suara kompor yang dinyalakan. Dan ketika ia mendapati istrinya sedang mencoba membuat ramen, darahnya menguap. “Sungmin!” teriaknya sambil mencengkeram bahu Sungmin. Lelaki itu menarik tubuh mungil Sungmin ke belakang lalu mematikan nyala kompor.

Sungmin memandang wajah Kyuhyun dengan tatapan heran setelah mendapat perlakuan aneh tersebut. Dadanya kembali bergetar hebat, apalagi ketika ia menyadari rengkuhan telapak tangan Kyuhyun di pundaknya.

“Kau harus beristirahat! Kenapa memasak?” Kyuhyun kembali mengoceh. Kali ini ia menyeret tubuh Sungmin menuju kamar dan menyuruhnya untuk berbaring di ranjang. “Apa kau tidak ingat kata dokter? Kau harus ber-is-ti-ra-hat!”

“Aku hanya memasak ramen, Kyu,” Sungmin menyahut dengan suara bernada rendah. “Kau tidak perlu sekhawatir itu.”

“Khawatir?” alis Kyuhyun melengkung tajam setelah ia mendengar ucapan Sungmin. Ia berkacak pinggang lalu mengalihkan pandangan ke segala penjuru ruangan. “Kau kira aku khawatir.”

Wanita itu mengendikkan bahu, “Kukira seperti itu. Sudahlah, aku lelah. Selamat malam.”

Sungmin benar-benar berbaring setelah mengucapkan selamat malam untuk Kyuhyun. Wanita itu sedang tidak ingin berdebat walau hanya untuk perdebatan kecil. Tubuhnya cukup lelah walau sebenarnya ia ingin makan semangkuk ramen.

Tiba-tiba, satu lengan melingkar di pinggang Sungmin—membuat tubuh wanita itu menegang hebat. Hembusan nafas hangat pun menyusul, menerpa tengkuk dan leher Sungmin.

Sungmin berhasil dibuat terkejut setengah mati oleh tindakan Kyuhyun yang seperti ini.

“Sungmin, aku tahu jika sikapku memberatkanmu,” Kyuhyun berbisik tepat di lubang telinga Sungmin. “Tapi kumohon, tetaplah berada di sisiku.”

OoOoO

Suara alarm dari jam digital yang terletak di meja nakas terdengar nyaring, membangunkan Sungmin yang semula tertidur lelap dalam dekapan Kyuhyun. Mata kelinci itu mengerjap beberapa kali, kemudian bola matanya terfokus pada wajah suaminya.

Kau tidak mencintaiku, aku pun tidak mencintaimu! Tidak ada alasan bagi kita untuk menikah!

Jjasshik, kau menangis setelah melihat apa yang kuperbuat?

Tetapi aku sudi melakukannya denganmu. Atau dengan siapa pun mungkin?

Ingatan-ingatan buruk tentang masa lalunya dengan Kyuhyun kembali melintas di pikiran Sungmin, menusuk perasaannya dengan begitu kejam.

Dulu lelaki ini begitu membencinya, sampai-sampai Sungmin berpikir bahwa tidak ada setitik cinta yang tersisa untuknya setelah pernikahan ini berlangsung. Sikap dingin dan kaku yang selalu menciptakan berbagai ungkapan menyakitkan terlontar untuknya.

Kyuhyun memang seperti itu. Tetapi, sekarang dia mencintaiku.

Pikir Sungmin singkat. Wanita itu lebih memilih menghapus rasa sakit di dadanya dengan menghibur diri. Mengatakan fakta bahwa Kyuhyun akan amat sangat mencintainya membuat perasaan Sungmin bergejolak. Kyuhyun akan menjadi ayah dari jabang bayi yang sedang dikandungnya, Sungmin berharap lelaki itu akan menjadi ayah yang hangat bagi dirinya dan sang jabang bayi.

Sungmin mengalihkan pandangan, bibirnya samar-samar melukis senyuman tipis. Ia pun menarik diri dari pelukan Kyuhyun dengan gerakan sehati-hati mungkin—berusaha tidak mengganggu tidur nyenyak Kyuhyun.

Namun nyatanya, tindakan Sungmin untuk bangun secara diam-diam berujung sia-sia. Lelaki itu menggeliat lalu membuka kelopak matanya sedikit demi sedikit.

Kyuhyun menatap Sungmin yang duduk di samping tubuhnya, “Kau sudah bangun terlebih dahulu?”

Wanita itu memperhatikan gerak-gerik Kyuhyun dengan pandangan kosong, ia mengangguk. “Kau bisa mandi terlebih dahulu. Kau ingin sarapan apa?”

“Kita sarapan di luar saja. Aku sedang tidak ingin melihatmu berkutat di dapur,” kata Kyuhyun lalu bangkit dari rebahannya. Lelaki itu terlihat merenggangkan otot-otot tubuhnya, “Tidurku nyenyak sekali. Aku merasa cukup baik pagi ini. Bagaimana denganmu, Minnie?”

“Nn—ne?”

Wanita itu begitu terkejut dengan panggilan manis yang diberikan oleh Kyuhyun. Saking terkejutnya hingga membuat dada dan bibirnya bergetar samar.

Kyuhyun yang menangkap gurat keterkejutan di wajah Sungmin segera menarik tubuh mungil itu ke dalam pelukannya. Telapak tangannya yang besar membelai lembut punggung Sungmin, ia pun mengecup pucuk kepala istrinya. “Jangan menertawaiku.”

Sungmin mendongakkan kepala, “Siapa yang menertawakanmu?”

“Kau kira, sekarang aku tidak gugup?” suara bass yang berat itu kembali terdengar. “Kau bisa mendengar detak jantungku?”

Kepala Sungmin kembali merunduk, wanita itu pun menajamkan indra pendengarannya yang menempel di dada bidang Kyuhyun.

Dug-dug-dug

“Kenapa bisa secepat ini?” Sungmin bertanya pada dirinya sendiri.

Kyuhyun mengedarkan pandangan, “Karena kau berada dekat denganku.”

TBC

Ini apa sih? -_- aku akan berusaha lebih baik lagi untuk yang kedepannya .. terimakasih untuk para readers yang selalu menyemangatiku ..

Ada ff oneshoot sebagai hadiah natal lhoo .. nantikan (?) yaaah :*

Merry christmas ^^

~MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY-PASTE SEMUA KONTEN YANG ADA DI BLOG INI! DO NOT PLAGIAT, PLEASE!~

87 thoughts on “Wedding Plan | KyuMin | Chap 11/? | Genderswitch | T+ | Drama , Hurt |

  1. Umm~ ini mulai sweet ya? Haha si kyu nya mulai merasa terancam kayaknya-___-
    Hae? Masih beneran suka sama ming? Kapan si hyuk dimunculin? Kasian hae T_T

  2. oalahhh akhirnya update juga setelah sebulan,, nungguinnya sempe lumutan okehh itu lebayy

    yeyyyy akhirnya kyuhyun mau berubah demi sungmin,, cemburu juga kan akhirnya pas abis dipanas-panasin sama donghae
    makanya tobat yaa kyu kkk~

    uhhh ciee yang udah perhatian sama istrinya…

    rumah tangga mereka makin bahagia dehhh, semoga….

    semangat yaa author !! update kilat bisa ?? ehehhheeeheee

  3. wkwk kyuhyun kaku tapi sweet gewla
    buahahaha jantung kyu mulai kayak hellikopter bunyinya
    donghae? ntar ada hyuk gak? kalo gak ada sama aku aja /diinjek
    ming masuk rumah sakit keluarganya gak ada yang jenguk?
    ming hamil ibunya udah tau belum?
    aku mulai nyimpulin sendiri nih : sekaku apapun hubungan kyumin, tapi mereka tetep sweet dimata joy hahaha /iya in aja ya /diinjek-lagi wakwakwak

  4. Yeeee kyuhyun bisa cemburu juga ama donghae. Itu tandanya kyu udah mulai cinta ama minnie. Tapi apa benar kyu mulai cinta ama ming?keliatannya sih kyu udah mau berubah untuk ming. Ditunggu chap selanjutnya. Update jgn lama2 donk bikin tambah penasaran aja.

  5. Waaa kyu cemburu hahaha
    ternyata kyu udh bener bener mulai mewujudkan kata katanya yg ingin menjadi suami baik hihi akhirnya akur jg mereka😀
    Wew gomawo udh dipost karna jujur udh nunggu2 bgt xD
    ditunggu next chapnya ^^ Fighting!

  6. Kyu aneh. Ktnya lebih bahagia klo yg hamil itu Seohyun, tp memberi harapan lebih ama Min. Gw g mau Min terlalu melambung, apalagi dg perasaan Kyu yg masih labil. Takutnya Min malah lebih menderita.

    Kyu klo lihat Seo bakal gmn ya? Ditambah dg kehamilan Min. Yg penting jangan terlalu menderita Min y. N perubahan Kyu juga jangan terlalu drastis. Pelan2 aja biar realistis.

    Elle

  7. yoohoo..ff ini update jg,
    cie..yg uda mau coba(?),cie..yah,ku hrap d chap dpn akn lebh bnyk kyumin momentnya..aku tnggu chingu,

  8. yoohoo..ff ini update jg,
    cie..yg uda mau coba(?),cie..yah,ku hrap d chap dpn akn lebh bnyk kyumin momentnya..aku tnggu chingu,..

  9. Akhirnya update juga, oh iya maksih buat author udah bales emailku
    Aku sih berharap ada sdikit hukuman buat kyu Чǝлƍ udah sempet jahat sama ming…

  10. yeeee update \O/ kenapa aku bingung ya ama perasaan kyu disini -_-a… dibelakang sungmin pemikirannya beda di depan sungmin juga beda… apa ini hanya karena keberadaan janin semata.. sejujurnya aku belum percaya sepenuhnya ama kyu -_-v *ditampar kyu* Merry Christmas \O/

  11. akhirnya yg ditunggu keluar keperedaran juga #plakk
    asiik udh mulai tumbuh benih cinta..
    kyu udh deg degan deket ama min..
    ciee cieee yg lagi jatuh cintaaa

  12. kesabaran minnie akhirnya membuahkan hasil, , wanita baik untuk laki2 yg baik kLupun ad wanita yg baik mndpatkan laki2 yg bruk adlah cobaan,sbarap bsar wanita tsb dpt keluar dr cobaan tsb dan mrubah laki2 tsb menjdi lbh baik. . .

  13. Wahhh. aku terlambat …

    wiuhh kyu manis banget disini.
    baby cho bawa pengaruh terlalu baik. ^^

    dug dug dug. itu tandanya kamu jatuh cinta sama ming kyu.
    masa kmu ga ngerasain waktu jatuh cinta sma seo…

    ditunggu next ch… semangat !!!

  14. ouhhh dgn kehamilan ming kyu jd berubah 360°
    sm ming.. dan hae gomawo udh bkin kyu cemburu kkkk
    kyumin moment’a udh mlai bnyk
    keep write yaa jiyoo-ya

  15. yeayyy… mereka udah mulai so sweet so sweetan… semoga kedepannya hubungan mereka tetep lancar… dan seohyun juga bisa dapet pengganti kyuhyun…😀

    dtunggu next chapnya… hwaiting😉

  16. Aduh ga bosen emang baca ff ini~ konflik berat tapi tetep bisa di sampaikan dengan jelas engga ribet .. suka deh sama ff mu thor😀 ini lanjutnya cepet yaa ^^ paiting😄

  17. Kyyyaaaaa!!!!! Chingu aku nunggu banget kelanjutan ff ini akhirnya lanjut juga seneng banget ♪(*^^)o∀*∀o(^^*)♪

    Lanjut, sayang banget aku merasa ffnya pendek banget yang part ini atau memang ceritanya seru jadi pas baca gak kerasa :p

    Kyuhyun sudah bersikap amat sangat romantis sama sungmin jadi seneng sama pasangan ini, kayanya kyuhyun takut tuh kehilangan sungmin :p

    Ditunggu next partnya ya chingu😀

  18. kyuhyun mau berbuat baik tanggung2 gitu
    masih kaku hahaha
    tapi masih engga mw ngaku kalo dy sebenernya cemburu sama donghae
    jujur aja kyu sebenernya takut kan kalo min sama donghae
    tapi lumayan ada perkembangannya lah sama sikap kyuhyun
    setidaknya selama hamil min aman
    lanjutannya kilat ya author-shi
    semangat

  19. yeyeye ^^
    lalala~

    LANJUT LANJUT😄

    uhhh… KyuMin masih terlihat canggung
    dengan keadaan sekarang

    tetap setia kyu
    jangan sampai nanti Sungmin direbut Donghae

    next eon ^^
    wetsss… ada 2 FF OS juga lhoo
    cus baca ^_~

  20. akhirnya keluar juga chap 11 nya, suka kalau mereka lagi malu-malu~^^
    bener, chap depan udah end ?? woah.. ga sabar nunggu chap selanjutnya..
    akhir kata
    FIGHTING !!🙂

  21. kayanya baru kemaren baca ch 10 eh ch 11 udah update hahahaha
    jadi si kyu udah mulai menerima sungmin? nggak sabar sama keturunan Cho deh/? kkkkkkk~
    fighting!!

  22. kyuhyun keliatan bgt usahanya tapi sebelum donghae tadi dia bilang g bisa perhatian atau jadi romantis kalo istrinya bukan seohyun, aq jd ragu… nanti kalo ketemu lagi malah nyosor lagi ih… labil lu Kyu :3

  23. hore akhir nya ntuh FF aupdate juga heheh😀
    kyaaa bang kyu so sweet banget sih :* | mudach~mudach an aja si kyu beneran berubah sikap nya sama si ming ?jangan berpaling dari ming ne🙂
    and untuk bang kyu segera ambil keputusan mencintai Seohyun apa Sungmin ? aku yakin kyu lebih mencintai Sungmin dari pada Seohyun? aupdate kilat ne🙂 heheh

  24. aihhhhhhhhhh jiyoooo eonnnnn aku kira ga di update nih ff xO.. taunya udah.. huaaaaaaa seru bngt tapi pendek.. kurang panjang ceritanya!! lagi romantis romantisnya juga😦

  25. huuft… akhir nya bisa comment juga.

    “Kau kira, sekarang aku tidak gugup?” suara bass yang berat itu kembali terdengar. “Kau bisa mendengar detak jantungku?”
    “Karena kau berada dekat denganku.”
    kata2 diatas itu dari dulu yg ku inginkan yg keluar dari mulutmu Kyunnie~~

    Pokok nya pertahankan hubungan kalian yg seperti itu, jgn labil lgi Kyu.

  26. eceilah,,,ehem ehem #plak apadahh

    kyuu~~,,kenapa kau jadi manis seperti itu,,membuatku takut saja #ngekkkk

    like dehh padahal lebih bagus lagi kalau kyuhyun tersiksa batin dulu tapi di ff ini sungmin yang tersiksa batin jadi aku sihh ok ok sajalah ngikutin jalan cerita dan nikmati happy endingnya saja

    cukup sekian cuap-cuap saya

  27. ya Tuhan,…. chap ini sweet banget! kerasa banget canggungx ketika orng berubah dr tdk peduli menjadi peduli. u are good author chingu! u must improve ur skill!
    love kyumin ^0^

  28. kyaaa .. kyu sama min sama2 gugup ^^ .. kyu mau berubah dan mulai lebih peduli sama min kemajuan nih, dan kyu juga mau mencoba mencintai sungmin dan sungmin juga bilang cinta sama kyu wohohhoo..

  29. yeay >_<
    kyu udah mulai berani nunjukin rasa cemburunya dg terangterangan walaupun tanpa dy sadari (?)😄

    aihh aihhh, udah mulai berani juga untuk bersikap romantis sama ming😉
    ahhhh manisnyaaa..
    tapi kok ming terkesan gampang banget ya untuk nerima kyu??
    but whatever, yg penting kyumin bisa lebih cepat utk menuju proses bahagia ^^~~

  30. Nah kan ternyata harapanku terkabul. \^O^/
    Ciyeeeeee yng mulai cinta. Ciyeeeee yng mulai khawatir. Ciyeeeee yng mulai sweet. Ciyeeee~ >_<
    *plak
    Duuh aku mau lanjut baca dulu ne.

  31. Akhirnyaaaa akhirnya #heboh
    Sungmin udah terlanjur cinta bgt sama kyuhyun ya jadi ya mau gimana lagi.
    aku berharap bgt cinta kyuhyun akan lebih besar dari cinta sungmin nanti.. kkk

    donghae sayang. Sama aku aja kkkk

    keep writing author sayang ^^

  32. ngga tau kenapa gue pengen banget kyuhyun ngalamin yang namanya penderitaan. kk
    ngga rela sungmin menderita begitu banyak.. tuhan kan maha adil #eh

    tapi apalah daya .. saya nya harus ngikutin alur authornya kkk #ditabok author

    KEEP WRITING

  33. Wuaaa… Kyuhyun ternyata berubah drastis #langsungHeboh hahaha….
    Baguslah…
    Pernikahan mereka mmg perlu diperbaiki.
    Makin seruuuu
    lanjut

  34. Ahhhh~ akhirnya ada kyumin momen,t so sweet~
    ini nih baru sifat asli kyu wkwk overprotektif kalo di deket ming
    Kalo khawatir bilang aja khawatir susah amat sih-_-
    Kasian hae, eunhyuk mana? Eunhyuknya dikeluarin dong biar hae gak kesepian😀

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s