Miracle in December | Kyumin | Oneshoot | Genderswitch | T+ | Romance |

Miracle in December

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin

 

Part : OneShoot

 

Warning : Genderswitch , Miss Typo(s)

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Keajaiban di bulan Desember itu benar-benar ada. Entah percaya atau tidak, keajaiban natal itu benar-benar ada. Kedamaian yang menyelimuti bumi ciptaan Tuhan benar-benar mampu melenyapkan segenap pertikaian. Bahkan, sinar keajaiban itu mampu untuk menyatukan dua insan yang semula berbeda.

Ini bulan Desember ..

 

Natal ..

 

Sungmin merundukkan kepala, mengerucutkan bibir, dan menggelembungkan pipi chubbynya ketika melihat pengumuman yang baru ditempel hari ini—di mading kelas. Rasa percaya dirinya hilang begitu saja setelah melihat deretan kata yang tercetak di kertas mengkilap itu. Sedetik setelah itu, dia menoleh ke belakang—menatap lelaki yang sedari tadi sibuk dengan pspnya.

“Sepertinya mustahil jika natal tahun ini hubungan kita bisa menjadi lebih baik ..”

 

Sungmin mendesau dan memejamkan mata selama beberapa detik demi meratapi nasib yang sedang menimpanya. Kepalanya menggeleng dengan gerakan sedih. Seperti tahun-tahun sebelumnya, natal tahun ini pun pasti akan terlewati dengan segenap rasa sebal karena pertengkaran konyol dengan’nya’.

Tuk!

“Aku kira kau tidur sambil berdiri ..”

Setelah lemparan kertas yang diremas itu mengenai dahi Sungmin yang tertutupi poni, suara bass yang menawan terdengar. Laki-laki yang tadinya sibuk dengan pspnya, kini tampak memandangi Sungmin sambil melempar tatapan mengejek.

Akhirnya ‘dia’ bangkit—berpaling dari psp demi melempar gulungan kertas ke arah Sungmin. Lihat saja senyuman menyebalkan yang tercetak di bibir tebalnya, benar-benar selalu berhasil menyulut amarah Sungmin.

“Dasar kurus, kau ingin kupukul?” Sungmin mengambil ancang-ancang untuk memukul wajah tampan di hadapannya—walau ia sendiri merasa malas meladeni. “Dasar bodoh!”

“Aku peringkat satu di kelas ini, bahkan aku menduduki peringkat pertama di sekolah. Atas dasar apa kau selalu mengataiku bodoh, huh?!” Kyuhyun bangkit dari duduknya lalu berjalan mendekati Sungmin. Ia pun mengangkat salah satu lengannya, menunjuk pucuk kepala Sungmin dengan satu jemari telunjuknya. “Kalau kau pendek, itu memang fakta!”

“Aish! Jangan menyentuhku!” Sungmin menepis tangan Kyuhyun dengan kasar lalu mundur selangkah. “Sana menyingkir! Jangan menggangguku!”

“Siapa yang ingin mengganggu bocah pendek dan ingusan sepertimu? Huh, ada-ada saja,” Kyuhyun berbalik dan melangkah santai meninggalkan Sungmin setelah mengucapkan kata-kata pedas itu.

Sungmin berdecih lalu mengepalkan telapak tangannya, habis sudah kesabarannya menghadapi laki-laki itu. Enak saja mencari gara-gara lalu pergi begitu saja, Kyuhyun harus mendapatkan ‘sesuatu’ sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan Sungmin.

Tak!

“Awh! Apa yang kau lakukan!” Kyuhyun berteriak dan membalik badan saat merasakan suatu jitakan keras mendarat di kepalanya.

Sungmin menunjukkan tinjunya, “Untung aku tidak menendang kepalamu, dasar bodoh!” kata Sungmin kemudian berlari meninggalkan Kyuhyun yang masih sibuk dengan kepalanya.

“Ck, dasar cengeng ..”

OoOoO

Aku tidak suka Kyuhyun ..

 

Sungmin memandang sebuah kotak kado yang dibalut pita satin berwarna merah darah di hadapannya, lalu mendesau dengan nada berat. Kado itu adalah sebuah kado natal yang ia bungkus dengan penuh sukacita beberapa hari lalu. Dan rencananya, ia akan memberikan kado itu di pesta perayaan natal tanggal 26 nanti.

Namun sepertinya Sungmin begitu lupa dengan keadaan saat ia tengah membungkus kado itu. Ia melupakan fakta penting yang menjembatani hubungannya dengan sang penerima kado. Ada jurang pemisah di antara mereka.

Seharusnya aku tak perlu bersusah payah untuk memberinya kado saat hari natal nanti ..

Dia pasti mendapat sesuatu yang bagus dari Seohyun ..

 

Dan pasti tidak akan mau menerima hadiah dariku ..

 

Kyuhyun ‘kan membenciku ..

 

Sungmin hampir menangis seperti seorang anak TK, sakit sekali rasanya mengalami cinta bertepuk sebelah tangan dengan musuhmu. Apalagi jika mengingat pertengkaran-pertengkaran bodoh yang selalu terjadi antara dirimu dan dia.

Mereka hanya bisa terhubung dengan sebuah pertengkaran konyol, dan setelah itu perkelahian kecil terjadi. Memang sudah tidak asing bagi teman-teman mereka, toh siapa saja pasti tahu jika Kyuhyun dan Sungmin adalah sepasang rival abadi. Mereka bagai macan dan mangsa, tak akan dapat akur selamanya—seakan benar-benar ditakdirkan untuk tidak bersama.

Sebenarnya Sungmin ingin sekali memperbaiki hubungan mereka, lalu menjadi teman—kalau bisa menjadi sepasang kekasih.

Tetapi, sepertinya itu begitu mustahil. Sungmin selalu berhasil dibuat kesal oleh segala perilaku Kyuhyun. Setelah itu pasti Sungmin langsung menuding-nuding Kyuhyun dengan kata-kata kasarnya.

Sepertinya, bersikap lembut kepada Kyuhyun adalah hal terberat untuk Sungmin.

Oh .., mengapaa ..

 

Sret!

“Kado ini bagus juga ..”

Sungmin terlalu sibuk melamun hingga ia tak menyadari kehadiran seorang lelaki yang sedari tadi memperhatikannya dari ujung lorong. Ia terlalu larut dalam kesedihan yang ia buat sendiri. Lalu akhirnya suara bass inilah yang  menyadarkannya kembali.

“Untuk pacarmu, yah?” tanyanya sambil mengocok kado yang berhasil ia ambil dari dalam locker Sungmin.

“Hei!” Sungmin terkejut setengah mati mengetahui tindakan Kyuhyun yang mengambil kotak kadonya. “Kembalikan!”

Kyuhyun mengangkat tinggi-tinggi kotak kado yang berhasil ia ‘curi’ dari Sungmin lalu tersenyum miring. “Coba kau ambil kalau bisa,” ejeknya.

“Kembalikan atau kau kupukul!” Sungmin mengancam sambil terus berusaha menggapai kadonya. Oh, jangan sampai Kyuhyun membaca surat yang terselip di ujung pita satin itu!

“Tidak akan kuberikan!” Kyuhyun berhasil melepaskan diri dan berlari secepat mungkin menuju kelas. Tentu saja hal ini ia lakukan untuk menggoda Sungmin.

“Hei! Tunggu!”

Terlambat. Kyuhyun dua kali lebih cepat dari Sungmin. Dan saat Sungmin sudah tertinggal jauh di belakangnya, Kyuhyun telah sampai di dalam kelas dengan nafas terengah dan senyum kemenangan. Dia segera membuka surat mungil yang terselip di antara talian pita satin itu dan berteriak keras.

“Sebenarnya aku sudah lama merasakan perasaan aneh ini ..”

“Kyuhyun-ah, itu surat cinta?”

Ada seorang siswa yang nyeletuk dan bertanya saat Kyuhyun selesai membaca bait pertama yang tertulis di secarik surat berwarna pink itu.

Kyuhyun mengangguk lalu kembali membaca bait kedua, “Mungkin ini aneh. Tapi aku benar-benar menyukaimu ..”

“Kyuhyun-ah, kubunuh kau!” tiba-tiba teriakan melengking yang khas terdengar—beberapa detik setelah itu Sungmin sudah berdiri di ambang pintu kelas dengan wajah kusutnya. Sungmin sudah hampir tercekik dengan nafasnya sendiri saat ia sampai di ambang pintu. Dan ketika gendang telinganya menangkap suara Kyuhyun yang sedang membaca surat miliknya, seketika itu juga ia merasa kehilangan seluruh tenaganya.

Jangan!

“Tapi aku benar-benar mencintaimu. Saranghae, Kyu .., hyun?” suara Kyuhyun menjadi tersendat-sendat saat ia membaca kalimat terakhir yang tertulis. Bahkan ia sempat tidak percaya kemudian memutuskan untuk kembali membaca tulisan tersebut.

Apa ada yang salah dengan penglihatannya?

Sebelum Kyuhyun berhasil mengatasi rasa terkejutnya, seseorang sudah merebut kertas itu dari genggaman Kyuhyun dengan gerakan cepat. Dan saat itulah sebuah tamparan melayang dengan begitu kerasnya ke arah pipi tirus Kyuhyun.

“Kau .., jahat,” lirih Sungmin sambil menatap Kyuhyun dengan pandangan tersakiti. “Aku .., membencimu!”

Sungmin segera pergi meninggalkan kelas setelah ia puas mencaci Kyuhyun. Tidak seharusnya ia berlama-lama berada di kelas, pasti setelah ini ia akan menjadi bahan tertawaan oleh teman-temannya—dan juga Kyuhyun.

Lagi pula, bagaimana bisa Kyuhyun melakukan hal itu?

“Kyuhyun bodoh!”

OoOoO

“Kali ini kau keterlaluan, Kyu ..”

Seorang lelaki menghampiri Kyuhyun yang masih tampak terkejut dengan apa yang baru saja terjadi. Ia menepuk pundak Kyuhyun lalu menggelengkan kepala, menunjukkan rasa prihatin.

“Benarkah?” Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari kotak kado yang ada di hadapannya. Masih merasa tidak percaya bahwa kotak kado berwarna hijau itu ada untuknya—dari Sungmin. “Menurutmu, apa Sungmin akan marah?”

Sekali lagi, teman Kyuhyun mengangguk. “Marah yang tidak seperti biasanya. Pasti gadis itu sedang menangis sekarang ini. Kau tahu jika Sungmin itu cengeng seperti anak Tk.”

“Aku tidak pernah serius mengejeknya,” Kyuhyun memijit pelipis kepalanya yang berdenyut. “Lagi pula, tadinya aku hanya berniat menggodanya saja. Kukira dia akan memberikan memberikan kado itu untuk lelaki yang disukainya.”

“Memang kado itu akan Sungmin berikan untuk lelaki yang disukainya, dan itu kau, Cho Kyuhyun!”

Pijatan di pelipis Kyuhyun semakin kuat tatkala ia mendengar penjelasan temannya. Sekarang ia benar-benar diliputi oleh rasa bersalah yang begitu besar—perasaan itu bercokol dan menghantui dirinya. Membayangkan tatapan sakit hati yang Sungmin layangkan untuknya, membuatnya bergidik setengah mati. Bahkan setelah tatapan itu berlalu, perasaan bersalah itu masih saja menghantui ketenangan Kyuhyun.

Ah, apa yang harus ia lakukan?

“Kau harus minta maaf, Kyu!” teman Kyuhyun—Donghae, yang sedari tadi diacuhkan oleh Kyuhyun kini bersuara kembali.

Pandangan Kyuhyun tampak menerawang ke atas, mencoba memikirkan sesuatu yang berhubungan dengan ‘permintaan maaf’. Mungkin karena ia terlalu lama mengibarkan bendera perang dengan Sungmin sehingga ia jadi lupa bagaimana cara untuk meminta maaf. “Bagaimana caranya?”

Donghae memasang wajah jengah setelah mendengar pertanyaan Kyuhyun yang terkesan bodoh. Lelaki itu pun merunduk dan mensejajarkan dirinya dengan Kyuhyun—yang sedang duduk di kursi. “Bukankah kau juga menyukainya?”

“Sst!!” Kyuhyun langsung membekap mulut Donghae dengan telapak tangannya setelah bisikan itu berakhir. Ia melototkan mata ke arah Donghae, “Jangan keras-keras!” ia mengancam, lalu mengedarkan pandangan ke segala penjuru ruangan kelas—berharap bahwa ucapan bodoh Donghae tidak didengar oleh siapa pun kecuali dirinya.

“Hmmpt! Hmmpt!”

“Kau tahu sendiri jika itu rahasia besarku!” Kyuhyun ikut berbisik sambil terus melontarkan ancamannya. Ia pun melepaskan dekapan telapak tangannya di mulut Donghae lalu mengatur nafas demi menenangkan diri. “Menurutmu aku harus mengungkapkan perasaanku, begitu?”

“Benar ..,” kata Donghae seraya membenarkan letak dasi seragamnya. “Dia menyukaimu, dan kau menyukainya. Bukankah itu bagus?”

“Tapi saat ini dia sedang marah kepadaku, hyung ..,” Kyuhyun mendesah kecewa, masih tidak menyetujui usul Donghae yang terlalu gegabah dan terkesan tidak sabaran.

“Karena itu, kau harus mendapatkan kata maaf darinya dengan mengungkapkan perasaanmu! Pasti dia akan luluh jika kau melakukan hal itu,” saran Donghae terucap begitu saja dengan jentikan jemari tangannya. Sekarang ia sedang berusaha membujuk Kyuhyun dengan tingkahnya yang sok brilian.

“Kau benar, hyung. Aku harus melakukan itu,” akhirnya Kyuhyun mengangguk dan menyetujui usul Donghae. Sebenarnya mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu tidak akan menjadi masalah, toh Sungmin pasti akan menerimanya dengan senang hati. Ia kembali melukis senyuman miring yang sarat akan rasa percaya diri yang tinggi.

“Kurang ajar!”

Kalimat makian itu terdengar bersamaan dengan melayangnya sebuah gulungan buku paket biologi yang mendarat di pucuk kepala Kyuhyun. Seorang gadis yang merupakan pelaku dari aksi pemukulan itu mengeram marah sambil berkacak pinggang tepat di belakang Kyuhyun dan Donghae. Ia menggertakkan deretan giginya yang dibalut gusi sexy, lalu mendengus.

“Setelah mencuri benda berharga Sungmin, lalu mempermalukannya di depan teman-teman, sekarang kau masih bisa tertawa seperti itu?! Menjijikkan! Kau harus diajari tata krama!” Gadis bernama lengkap Lee Hyukjae itu hampir saja memukul kepala Kyuhyun jika Donghae tidak bertindak cepat—mengunci gerakan lengan Hyukjae. “Hei! Lepaskan aku, Hae!”

“Tenangkan dirimu, Hyukkie! Setidaknya jangan memiliki prasangka buruk seperti itu!” Donghae berusaha menghalangi Hyukjae yang akan memukul wajah Kyuhyun.

“Apa?! Jadi kau membelanya?” Hyukjae memandang wajah Donghae dengan pandangan tidak percaya. “Dia sudah jahat sekali! Karena Kyuhyun, sampai sekarang Sungmin tidak bisa dihubungi! Lelaki itu harus bertanggung jawab!”

“Sungmin tidak bisa dihubungi?” Kyuhyun mengeryitkan dahi. “Maksudmu, dia menghilang?”

“Sungmin selalu bersembunyi jika dia sedang sedih! Dan kau .., hei!”

Teriakan Hyukjae benar-benar terdengar seribu kali lebih keras dari sebelumnya saat ia melihat Kyuhyun melarikan diri—entah kemana. Tanpa meninggalkan sepatah kata untuk menanggapi ucapan Hyukjae, Kyuhyun langsung mengambil langkah seribu demi mengikuti instingnya.

Yeah, setidaknya lelaki itu percaya bahwa kata hatinya kali ini akan membawanya ke Sungmin.

 

OoOoO

Kyuhyun melepaskan nafas penuh kelegaan ketika pandangan matanya dapat menemukan sosok mungil yang meringkuk di sudut atap sekolah. Gadis itu tampak tertidur lelap hingga benar-benar tak menyadari kehadiran Kyuhyun di sana.

Kebiasaan lama. Sungmin akan pergi ke atap sekolah jika gadis itu telah merasa kalah berdebat dengan Kyuhyun. Tempat ini adalah tujuan akhir Sungmin di sekolah dan Kyuhyun sangat tahu akan hal itu.

Kyuhyun pun melangkah mengendap-ngendap mendekati gadis itu, lalu berjongkok di hadapannya. Ia tersenyum miring saat memperhatikan wajah imut Sungmin.

Benar-benar seperti seorang anak TK dengan pipi gembulnya yang memerah karena dinginnya udara saat ini. Oh, benar-benar mengundang Kyuhyun untuk menyubit dan menariknya.

Seperti saat ini ..

Nyuut ..

Kelopak mata itu perlahan terbuka, menyadarkan seorang insan yang semula tertidur lelap karena dibuai rasa lelah. Ada seseorang yang mencoba menarik pipinya—menarik kesadarannya—dan itu sangat mengusik dewa tidur yang membelainya.

Walau pun sudah membuka mata, kenapa wajah Kyuhyun ada di hadapannya?

Kenapa ia masih bermimpi?

Sungmin kembali mengerjapkan kelopak matanya yang terasa berat. Berharap kali ini ia akan terbangun dan benar-benar terbebas dari dunia mimpi. Untuk kali ini, ia tidak ingin melihat wajah Kyuhyun yang seperti itu.

Mata Sungmin sudah terbuka sepenuhnya, bahkan ia yakin bahwa dirinya telah berada di alam sadar. Namun, kenapa wajah Kyuhyun tetap ada di hadapannya?

“Huh, kau ketiduran setelah menangis, yah?”

Ucapan sinis Kyuhyun yang terlontar dengan nada berat berhasil menyentak Sungmin. Jadi sosok di hadapannya ini nyata.

Sungmin merengut, bibirnya mengerucut ke depan, dahinya pun mengerut samar. Sebenarnya ia terkejut dan mengutuk keberadaan Kyuhyun saat ini. Sungguh ia masih sebal setengah mati karena kejadian tadi di kelas. Dan sepertinya Sungmin menaruh dendam kesumat kepada setan di hadapannya ini.

“Kau marah?” pertanyaan konyol itu terlontar seiring dengan cengiran khas Kyuyun yang menggelikan. Bahkan ia sama sekali tak menunjukkan rasa bersalah atas kejadian tadi.

Duk!

Sungmin menendang tulang kering Kyuhyun lalu mendengus kesal, “Kau kira aku akan diam saja, huh?”

“Awh! Aku ‘kan hanya bertanya,” Kyuhyun berusaha membela diri sambil memijit daerah kakinya yang berdenyut sakit.

“Rasanya sudah lama sekali aku tidak menendang seseorang. Dan kali ini aku akan menendang kepalamu dan menghancurkan otak bodohmu itu!” Sungmin berteriak lalu mengambil ancang-ancang untuk menendang Kyuhyun.

Perlahan Kyuhyun mundur satu langkah, “Ya, bisakah kau meredam emosimu ketika sedang berbicara denganku?”

“…”

“Aku muak jika harus bertengkar terus menerus denganmu!” nada bicara Kyuhyun naik satu oktaf, dan itu cukup untuk menyentak Sungmin.

Alis Sungmin melengkung tajam, matanya melotot nanar ke arah Kyuhyun ketika gendang telinga dihentak oleh nada bicara Kyuhyun yang kasar. Mendadak matanya berair, membuat nafasnya terasa sesak setengah mati. Sungmin begitu tersinggung dengan ucapan Kyuhyun. “Kau kira aku tidak? Aku .., aku bahkan seribu kali lebih membencimu!”

“Kau itu kenapa, sih?” Kyuhyun mencengkeram erat pundak Sungmin dan mengguncangnya pelan. “Kenapa kau selalu bersikap aneh seperti ini? Bukankah kau menyukaiku?”

Kepala Sungmin serasa dipukul oleh palu besi dengan begitu keras, menciptakan rasa sakit sesaat yang begitu menyiksa. Dalam satu satuan waktu, rasa sakit itu menjalar ke seluruh tubuh Sungmin dan bercokol di dada. Kali ini, Sungmin tidak dapat menyangkal dan mengelak, dia sudah kalah telak dengan ucapan Kyuhyun.

Oh, kenapa ini semua bisa terjadi?

Runtuh sudah harga diri Sungmin. Lelaki yang selama ini diam-diam ia kagumi telah mengetahui rahasia pentingnya. Dan tentu hal itu sanggup melunturkan rasa percaya diri Sungmin.

“Aku tahu kau menyukaiku. Jadi kau tak perlu bersusah payah untuk berbohong seperti ..,”

“Aku tahu jika kau tak pernah menyukaiku,” Sungmin memotong ucapan Kyuhyun dan memandang mata lelaki itu dengan tatapan penuh kesedihan. “Dan kukira kau sama sekali tak berhak berkata seperti itu!” dua tangan Sungmin mendorong dada jantan Kyuhyun lalu berbalik, melangkah meninggalkan Kyuhyun sebelum tangisannya pecah saat itu juga.

“Sungmin! Tunggu dulu!” Kyuhyun begitu terkejut ketika Sungmin meninggalkannya dengan mata berair seperti itu. Apa Sungmin tersinggung dengan ucapannya?

Kyuhyun mengekor langkah kaki Sungmin dan meraih pergelangan tangannya. “Kau tidak boleh lari begitu saja!”

“Lalu aku harus bagaimana?!”

Ketika Sungmin berbalik, wajah gadis itu sudah dipenuhi oleh lelehan air mata yang mengkilap karena terpaan sinar matahari. Matanya yang menyipit terus mengeluarkan bulir kesedihan akibat tindakan Kyuhyun. Gadis itu sudah tak mampu untuk bersikap sok kuat dan sok tegar lagi di hadapan Kyuhyun. Lelaki itu sudah merobek dan mematahkan cinta yang selama ini ia rasakan. Dan Sungmin rasa, ia akan melempar sisa serpihan kecil dari cintanya tepat ke wajah Kyuhyun yang memuakkan.

Kyuhyun berkacak pinggang ketika tahu bahwa Sungmin sudah terlanjur tersakiti dengan tindakannya. Ia pun menarik lengan Sungmin, membawa gadis itu ke dalam pelukannya—walau Sungmin berusaha mati-matian untuk berontak. “Diamlah sebentar. Sedari dulu aku bermimpi ingin memelukmu seperti ini.”

Nada suara Kyuhyun yang terdengar lebih tenang dari sebelumnya mampu membuat otot-otot Sungmin melemas. Gadis itu tertegun dengan makna sesungguhnya dari kalimat yang Kyuhyun lontarkan. Walau rasa sakitnya sudah sedikit terobati, namun ia masih merasa bimbang.

“Bukankah menyenangkan jika kita bisa akur?” Kyuhyun bertanya sambil menarik kepalanya, membuat mereka saling menatap selama beberapa saat.

Oh, ini adalah kali pertama Kyuhyun menatapnya dengan tatapan hangat nan lembut seperti sekarang ini. Pandangan teduh yang terpancar dari sinar matanya berhasil membuat degup jantung Sungmin berpacu lebih cepat.

Apa?

Apa yang harus ia lakukan untuk meredam perasaan ini?

“Aku ingin menyerah. Kau yang menang, Sungmin. Setelah ini, tidak akan ada pertengkaran lagi diantara kita. Bagaimana?” suara Kyuhyun kembali terdengar, kali ini ia menawarkan sesuatu yang sangat tak terduga.

“Apa .., maksudmu?” bibir Sungmin bergerak begitu saja, melontarkan suatu pertanyaan yang mewakili kebimbangannya.

“Kita baikan.”

“Kenapa?”

“Bukankah ini natal?” seulas senyuman terlukis di kedua belah bibir Kyuhyun, terlempar begitu saja ke arah Sungmin. “Sebuah awal yang baik, setidaknya untuk hubungan kita.”

Sungmin mengalihkan pandangannya ke arah kanan, berusaha menghindari tatapan Kyuhyun yang berusaha menghipnotisnya. Jangan-jangan Kyuhyun sedang mempermainkannya, jangan-jangan laki-laki itu sedang berusaha menjebak dan menipunya. Tidak, Sungmin tidak boleh terlena dengan tindakan sederhana yang Kyuhyun lakukan. Ia harus berpegang teguh dengan pendirian!

“Kau kira aku akan tertipu?” kata Sungmin sambil mendorong tubuh Kyuhyun dengan salah satu tangannya. Ia memandang Kyuhyun dengan tatapan menantang, “Aku tidak akan tertipu dengan aktingmu yang buruk itu!”

“Kau kira aku sedang berakting?” Kyuhyun memasang wajah sebal. “Aku serius!”

“Serius mempermainkanku? Aku tidak akan tertipu! Sudah cukup kau mempermalukanku!” Sungmin memutuskan untuk berbalik dan meninggalkan penipu unggul yang ia kagumi. Tidak seharusnya ia menaruh perasaan kepada orang seperti Kyuhyun. Lelaki itu benar-benar tak dapat diandalkan. Bahkan setelah ia berhasil mempermalukan Sungmin di depan kelas, sekarang lelaki itu masih berniat mempermalukannya lagi?

Sekali lagi Kyuhyun berusaha mengejar sosok Sungmin. Dan kali ini, lelaki itu meraih pundak gadis mungil tersebut dan memeluk tubuhnya dari belakang. “Aku juga menyukaimu, Ming ..,” bisiknya dengan nada rendah.

Lagi-lagi Kyuhyun berhasil membuat Sungmin berdiri kaku seperti ini. Lagi-lagi pelukan absurb ini berhasil membuat pikiran Sungmin melayang dan bercabang ke mana-mana. Sungmin terlampau bingung dengan tindakan dan ucapan Kyuhyun.

Antara benar dan tidak.

“Aku .., tidak mau percaya,” Sungmin berucap dengan nada yang tak kalah lirih.

“Kenapa kau tidak mau percaya kepadaku?”

“Karena kau terlalu sering mempermainkanku.”

“Kali ini aku bersumpah, tidak akan.”

“Bagaimana bisa aku mempercayaimu?”

“Bagaimana mungkin aku berbohong di bulan natal seperti sekarang ini?” Kepala Kyuhyun kembali terangkat, lelaki itu pun memutar tubuh Sungmin—membuat posisi mereka kembali berhadapan seperti tadi. “Aku terus berbuat jahil kepadamu karena .., aku menyukaimu, Sungmin.”

Sebelum Kyuhyun mendapat respon dari Sungmin, lelaki itu melanjutkan ucapannya. “Namun ternyata tindakanku terlalu kelewatan dan tanpa kusadari itu menyakitimu. Aku minta maaf.”

“Aa .., aku ..”

Perlahan Kyuhyun menggerakkan dua lengannya, turun dari pundak Sungmin demi menggapai dua telapak tangan Sungmin yang dingin. Lelaki itu membungkam telapak tangan Sungmin, membungkusnya dengan begitu erat. Ia menghela nafas, mengumpulkan segenap keberanian dan mempersiapkan mental sebagai seorang lelaki sejati.

Tatapan elang Kyuhyun mengarah tepat ke arah manik mata Sungmin, menyalurkan segenap keseriusannya sekarang ini.

“Apa kau bersedia datang ke acara perayaan natal di sekolah bersamaku?”

Sungmin tersentak dengan segala sinyal Kyuhyun berikan untuknya. Segala tabir yang benar-benar menuntunnya untuk berkata ‘ya’ dan membalas rengkuhan telapak tangan Kyuhyun seolah datang. Ada suatu hal yang menyingkap perasaan bimbang yang sempat menggeluti batin Sungmin—perasaan bimbang yang menghalanginya untuk menaruh kepercayaan kepada Kyuhyun.

Dan perasaan bimbang itu tergantikan oleh perasaan bahagia yang entah berasal dari mana. Benar, tatapan Kyuhyun yang seperti itu benar-benar mampu membuat Sungmin menganggukkan kepala. Kali ini ia mengangguk karena didorong oleh rasa percaya—bukan yang lain.

“Kau benar-benar mau?” Kyuhyun masih merasa tidak percaya setelah melihat Sungmin mengangguk seperti tadi. “Benarkah?”

Sekali lagi Sungmin mengangguk, “Mungkin karena kita terlalu sering bertengkar, jadi aku sulit mempercayaimu,” kata Sungmin. “Tapi kali ini, rasanya berbeda. Aku kira, seharusnya aku menerima ajakanmu. Kali ini aku bisa mempercayaimu ‘kan, Kyu?”

Kyuhyun sama sekali tak mampu menyembunyikan rasa senang yang meluap dari dadanya. Tanpa aba-aba lelaki itu menarik tubuh Sungmin dan memeluknya erat. “Kapan pun kau harus mempercayaiku!”

Sungmin ikut tersenyum, ia pun menyandarkan kepala di dada bidang Kyuhyun dan membalas pelukannya.

“Sekarang,” Kyuhyun melepas pelukannya dan menatap Sungmin. “Kau resmi menjadi kekasihku, arasseo?”

Arasseo!” Sungmin menyembunyikan semburat merah yang tiba-tiba terlukis di kedua pipi gembulnya dengan kembali memeluk Kyuhyun.

“Setelah menghadiri acara christmas party di sekolah, kau harus mau menyapa keluargaku,” kata Kyuhyun tiba-tiba. “Setelah itu, esoknya aku akan menyapa keluargamu. Bagaimana?”

“Eh? Aku malu,” Sungmin melontarkan protes sambil melempar tatapan tidak terima. “Itu terlalu cepat.”

“Ahh .., tidak juga,” Kyuhyun segera merangkul pundak Sungmin dan menuntun gadis itu untuk segera melangkah menuruni tangga—meninggalkan atap sekolah yang sangat dingin. “Lagi pula setelah lulus SMA aku akan segera melamarmu, kok!”

“Ck, pemikiran anak SMA memang tidak dapat dipercaya!”

“Tapi kau percaya kepadaku, ‘kan?”

“Kau itu apa-apaan sih? Dasar bodoh!”

“Kau mengajakku bertengkar?” Kyuhyun menatap wajah kekasih barunya lalu menghapus jarak di antara wajah mereka. Ia menyipitkan mata, “Kejar aku setelah ini.”

Cup!

Ciuman singkat mendarat selama dua detik di bibir Sungmin, meninggalkan bunyi ‘cup’ yang mampu membuat Sungmin bersemu. Tindakan Kyuhyun yang menciumnya di depan umum beberapa detik yang lalu membuatnya hanya mampu melongo.

Sedangkan Kyuhyun yang sudah mengambil ancang-ancang untuk berlari, kini terkekeh pelan. “Aku akan menciummu lagi jika kau terus diam seperti, jagii ..”

YA, CHO KYUHYUN! TUNGGU!”

END

Aneh yah?

Setelah sekian lama hilang dari dunia tulis menulis, rasanya aku kehilangan chemistry dengan microsoft word -_- jangan bertanya tentang alur, aneh tapi tidak terlalu aneh kan (?) *plak* semoga kalian menikmati ff ini .. tunggu ff terbaruku yaah.

~MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY-PASTE SEMUA KONTEN YANG ADA DI BLOG INI! DO NOT PLAGIAT, PLEASE!~

68 thoughts on “Miracle in December | Kyumin | Oneshoot | Genderswitch | T+ | Romance |

  1. Ya ampun bener” sifat anak sekolah bangey kalau suka bukan nya ngomong malah ejek” an tapi itu manisss loh hahaha. Kyu klw suka min ya ngomong dan ming juga gitu kenapa mesti berantem sih haha lucu liat mereka mau jadian aja masih juga adu mulut. Keren keren hadiah natal nya kyumin jadian so sweet. Next ff semangat lagi yuahhh

  2. hahahaha benci jadi cinta xD itu kisah mereka.. kyaaaa ga mau kuliah terus kerja dulu nih kyu.. xD masa mau lngsung nglamar.. tar ngasih makan istri sma anaknya gimna? xD seru eon.. masih nunggu wedding plan😦

  3. iseng demi dapet perhatian min.. klasik bgt si kyu ^^
    tp manis ternyata kyu seserius itu udh mo ngelamar aja🙂
    harus bikin min nangis dan kabur dl buat nyatain cinta….

  4. Nggak aneh ko author, bagus…

    Lucu kyumin nya, suka kalo d ff mereka di sekolah terus berantem2 gitu.

    Bikin ff keren lagi ya, (҂’̀⌣’́)9

  5. Aduuuh kyumin awalnya kek tom & jerry..
    Berantem mulu.., padahal saling cinta..
    Tapi ending nya bagus bgt.., kyumin akhirnya jadian.. Dan sprtinya tamat sekolah kyu bakalan lngsung ngelamar ming, dan akhirnya merid dech😀

  6. yeeeeee Merry Christmas bagi yang merayakannya ya termasuk kyumin kita tersayang,,,,,,,,,, 🙂
    chingu abdt kilat ya……..??????

  7. Kyumin are so cute. Bertengkar trus eh ternyata saling suka and akhirnya jadian hehehehe. Tp emang kyu selalu usil deh. Good story.

  8. Waaaaa😀 jiyoo unnie udah comeback ya, ya ampun telat banget. dari dulu padahal aku nungguin kelanjutan wedding plan😄
    baca baca dulu ne =))

  9. Dasar kyumin itu selalu membuat cerita yang berbeda dalam setiap kehidupannya😀

    Seru chingu ffnya🙂

    Keep writing ff (•̀_•́)ง

  10. Hahahaha siap dilamar ming? Pasti siap lah, wkwkwk sweet ah,, apalagi pas liat b’day nya ming kmren, lengket abis tuh kyumin, ampe tanda merah di lehar ming ke ekspos jelas

  11. huwah, manisnyaaa🙂
    pas pertama baca summary kirain kyumin udah pacaran, eh ternyata, ehem ehem. Benci bisa jadi cinta ya memang? Haha. Readers baru aku thor, salam kenal🙂 berusaha komen 10 fanfic utk dapat pw /?

  12. ughhhh, sweet-nya couple satu ini >_<
    huweee, sbg jomblo. jadi envy gini dg mereka😥

    ahhaha, tapi walaupun diawali dg pertengkaran, hubungan kyumin selalu berakhir bahagia dong😄

  13. Knapa author satu ini slalu ga pd sh?
    Ff mu bgus ko. Kosakatanya menarik dan ga ribet.
    Untuk rate T alur critanya menarik bgd.
    Tp krg panjang haha.

    Kalo udah brbau kyumin ampe part 1000 pun ku baca haha

  14. Aaaaaa~ suka bget sma crita ny. Kyumin yg slma ini musuhan n suka brantem eh trnyta saling mnyukai.. Hihihii
    #ketawakuntilanak 😀
    Tp 1 yg bwt aq kcewa, ciuman ny sbntar bgettt
    Hahaha
    Fighting chingu..!

  15. wkwkwkwjwjwjwk…

    aish manis sekali kisah ini.. anak sma bangetz gitu…
    benci benar benar cintaaaahhh..

    aku penasaran kira2 apa hadiah sungmin untuk kyuhyun ya???
    kenapa ga dikasih tau miss???

  16. Kyu gak soppan maen lempar2 ming kertas , pke di remes ϑülü ƪªƍί tu kertas ,

    Kyu tega ke ming , ngebaca surat rahasianya pke teriak2 ƪªƍί ,

    Huhh dasar kyuhyun gak sopan maen ngabur aja , orang ƪªƍί ngejelasin , dasar , hehe
    Ttuh kan bener kyu juga suka ama ming , cuma gak mau ngaku , dasar kyupa gengsinya gede ,

    Hahahahha akhirnya bersatu juga kyumin nya , so sweet kyumin moment nya , suka dehhh ,, kyu pke ngecup ϑülü si ming ƪªƍί , dasar kyuhyun mesum #tepokjidat

  17. Wuiiiihhhhhg serasa baca komik nechhh…

    Ehmmm.. so sweeetttt… smooth bangeddd saeng \(^_^)/

    ♥♥♥♥♥♥♥♥
    Semngattttttttt make a ffn yach..

  18. Bgus jiyoo q ska alur critax,cinta yg trpendam akhir trsampaikn.. Lnjut buat ff yg lbh seru lgi ya? Dtnggu ff brux..

  19. kadang seseorang melakukan hal yg berlawanan dengan apa yg dirasakan sebenarnya hanya untuk mendapat perhatian lebih

  20. ‘Dia mencintaimu,… Tapi dia memperlakukanmu seolah-olah dia membencimu….’
    Ff nya bagus aku suka
    Ditunggu ya ff srlanjutnya…….:)

  21. suka banget sama ceritanya… manissss, huhuuhu…
    paling suka kalau baca cerita kyumin yang kyuhyunnya benci padahal suka. hehehhe,
    semangat yah buat karya-karyanya. ^_^

  22. hehehe..cra pndekatan yg aneh tp yaa mank sperti it kan khidupan SMA Yg pnuh ska dan duka..kyumin mank slalu identik dg kta sweet..mreka it hbunganx ga bs d gmbrkn dg kta2..

  23. Bener2 sifat anak sekolah yang ingin dapat perhatian dari orang yang di sukai.
    yahh. seperti ini.
    perdebatan yang tidak ada artinya.
    hari natal yang indah eoh sungmin?
    heheh

  24. Ternyata cinta ming gak bertepuk sebelah tangan
    huh dasar kyu cuma karena cari perhatian sampe bikin ming kesel wkwk emg dasar anak sma
    Kocak banget tapi endingnya sweet banget😀

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s