Hanamizuki | KyuMin | Oneshoot | Genderswitch | T+ | Romance, Hurt/Comfort |

Hanamizuki

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin

 

Part : OneShoot

 

Warning : Genderswitch , Miss Typo(s)

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

“Aku ingin kita putus ..”

“Putus? Kau ingin putus dariku?”

“Iya,” gadis itu mengangguk dan memasang wajah angkuhnya—seperti biasa. Ia melipat dua lengannya di atas dada lalu mengerucutkan bibir. “Berakhir. Segala hubungan kita.”

“Kenapa kau mengatakan hal seperti itu? Maksudku, apa kau benar-benar berniat putus dariku? Kenapa?”

“Lihatlah dirimu, Kyu,” gadis itu memperhatikan penampilan Kyuhyun dari ujung rambut hingga ujung kaki—seolah berniat mengintimidasi. “Levelmu terlalu rendah untuk berdampingan dengan gadis sepertiku.”

Dahi lelaki bernama Kyuhyun itu mengeryit samar, “Tidak selevel denganmu? Minnie! Jaga ucapanmu!”

Mata kelinci Sungmin melotot ke arah Kyuhyun, tampak sekali bahwa gadis itu ingin sekali mencaci maki wajah lelaki di hadapannya. “Kau itu lebih muda dua tahun dariku, mustahil kau bisa menjadi lelaki yang lebih dewasa dariku. Lagi pula, aku muak dengan statusmu yang hanya bekerja part time di café kecil!”

“Minnie, bukankah semua itu bukan masalah untukmu?” Suara Kyuhyun mulai melemah—ia mulai melunak menghadapi sikap keras kepala sang kekasih tercinta. “Bukankah kau tidak keberatan jika aku bekerja part time di sana? Bukankah kau sendiri yang mengatakannya?”

Sungmin membuang pandangan lalu mendengus kasar, “Itu dulu. Sebelum aku menjadi gadis yang lebih dewasa. Kupikir, jika aku tetap melanjutkan hubungan denganmu, apa yang akan kau berikan di masa depan?!”

“Lee .., Sungmin ..”

“Apa?! Kau masih tidak mengerti dengan pemikiranku?” Sungmin sengaja membentak sambil melototkan mata. “Sudahlah. Aku tidak mau berurusan lagi denganmu!”

Kyuhyun hanya mampu melihat punggung Sungmin pergi menjauh lalu hilang ditelan kerumunan orang. Pandangannya yang kosong mulai menari-menari, dan otot-otot tubuhnya yang terasa melemas kini membuatnya linglung. Kyuhyun menengadahkan kepala lalu menghela nafas berat.

Oh, perasaannya begitu hampa jika ia kembali mengingat semuanya—tentang sikap Sungmin yang sepertinya sudah berlebihan. Sungmin memang memiliki sikap keras kepala dan kasar seperti itu, terlebih perkataannya. Walau seperti itu, gadis itu masih bisa bersikap lembut—apalagi jika ia bersama Kyuhyun.

Namun, mengapa sore ini Sungmin bisa mengatakan hal seperti itu kepada Kyuhyun?

“Kau sudah lupa dengan cintamu kepadaku, hm?” gumam Kyuhyun pelan. “Kau lebih memilih hidup dengan bangsawan saat ini?”

“Pantas kau bersikap seperti itu. Kau lebih memilih menumpang mobil Siwon daripada kuantar pulang sambil jalan berdua membelah hujan rintik-rintik. Kau lebih memilih pergi dengan teman-temanmu ke acara ulang tahun Siwon daripada pergi kencan ke taman denganku. Kau lebih memilih mengakrabkan diri dengan Siwon daripada menghabiskan waktu denganku. Kau lebih memilih pergi berlibur dengan keluarga Siwon daripada pergi piknik denganku. Apa sekarang, kau akan memilih Siwon?”

OoOoO

Dia tertawa .., dengannya .. Bukan denganku lagi ..

 

Kyuhyun melirik sedih ke arah sepasang kekasih yang tengah menghabiskan waktu mereka di bangku taman kampus. Ia tak menghentikan langkah walau perasaannya pedih karena melihat sosok yang dicintainya berada dalam pelukan orang lain.

Sudah tidak ada mata kuliah lagi untuk Kyuhyun, jadi ia berniat pulang ke apartemennya. Sudah satu bulan ini Kyuhyun langsung pergi meninggalkan kampus setelah jam kuliahnya selesai. Wajar saja, tidak ada yang perlu ‘ditunggu’ oleh Kyuhyun ketika dirinya berada di kampus. Dan juga tidak ada yang merecokinya untuk tetap tinggal di kampus atau pun pergi ke suatu tempat—café.

Kyuhyun benar-benar merasakan kebebasan sebagai seorang single. Ia dapat melakukan apa pun tanpa khawatir akan ada seorang gadis yang menelponnya lalu menanyakan keberadaannya—seperti sedang apa ia sekarang. Tidak akan ada lagi rewelan dari seorang gadis yang sering ia dengarkan.

Bukankah itu bagus?

Tidak untuk Kyuhyun.

Lelaki itu merasa begitu kosong ketika semua itu hilang dari hidupnya. Setiap pagi semangatnya selalu menguap setelah ia terbangun dari mimpi buruk yang akhir-akhir ini sering menghantuinya. Tidak ada greget istimewa setiap kali ia mengerjakan tugas kampus miliknya sendiri.

Kenapa menjadi seperti ini?

Kenapa seolah-olah Tuhan tidak mengijinkanku berpaling dari Sungmin?

OoOoO

“Sudah aku katakan berulang kali, aku tidak pernah suka melihatmu berdiskusi dengan seorang namja!”

Buk!

Laki-laki itu melayangkan tinjunya ke arah lengan gadis yang sedang berdiri di hadapannya. Tanpa mencoba peduli dengan air mata yang menetes di ujung mata gadis itu, lelaki itu kembali berteriak untuk membentak.

“Kenapa kau tidak mendengarkanku, hah?!”

Buk!

“Kau itu milikku!”

Duk!

“Aa—aku bisa jelaskan, Siwon ..”

Suara itu terdengar begitu memilukan, begitu lirih hampir menyamai sebuah bisikan halus. Gadis yang terpojok di dinding dengan ujung bibir berdarah itu merintih kesakitan kala tangan kekar kekasihnya menekan kepalanya—yang memar—ke tembok.

“Jelaskan apa, Sungmin? Jelas-jelas aku melihatmu berbicara akrab dengan seorang lelaki di pintu gerbang tadi sore! Bahkan kau memeluknya ketika kalian akan berpisah!” teriak Siwon kalap, lalu membenturkan kepala Sungmin ke dinding.

Duk!

Kepala Sungmin terasa pening seketika, dunia dan tubuhnya terasa berputar-putar liar. Sungmin memandang wajah Siwon dengan pandangan sayu, “Dia kakak sepupuku .., yang berniat menjemputku. Aku tidak berbohong, Siwon. Aku benar-benar mengatakan yang sebenarnya.”

Suara lirih Sungmin membuat perasaan marah Siwon tiba-tiba menguap dan tergantikan dengan rasa iba. Wajah Siwon terlihat melunak setelah ia mendengar apa yang Sungmin katakan. Lelaki itu pun menghela nafas, “Maafkan aku,” katanya sambil memeluk tubuh mungil Sungmin yang telah dipenuhi luka lebam—akibat perbuatannya. “Aku marah seperti tadi karena aku takut kehilanganmu.”

Sungmin mendesis kesakitan ketika Siwon mengeratkan pelukannya. Dua lengannya pun bergerak mendorong dada jantan Siwon dan berusaha melepaskan diri dari kungkungan lelaki overprotective itu. “Aku ingin pulang, Siwon ..”

“Aku antarkan, hm?”

“Tidak usah. Aku sedang ingin berjalan kaki,” jawab Sungmin dengan suara lirih.

“Ayolah. Aku antar saja.”

“Tidak usah,” Sungmin berusaha menolak penawaran Siwon. “Aku pulang, sampai jumpa besok!”

Gadis itu begitu tergesa-gesa keluar dari apartemen mewah Siwon—menghindari penawaran Siwon yang pasti akan terus terucap dan akhirnya diterima sebagai paksaan. Jika sudah menjadi paksaan, maka hal itu tak akan dapat ditolak dengan alasan apa pun. Sungmin benci mendapat paksaan, apalagi paksaan sepele.

Sebenarnya Sungmin tak berniat pulang ke rumah, hanya saja ia ingin pergi menjauh sejenak dari Siwon yang sedang marah. Sungmin memutuskan untuk membeli obat P3K di sebuah toko yang terletak di ujung jalan. Setelah itu ia ingin berjalan-jalan menikmati awal musim dingin yang mulai mendatangkan angin sepoi.

Ternyata malam ini angin bertiup tidak terlalu kencang, tetapi udara cukup dingin. Sungmin mengeratkan jaket yang ia pakai lalu meniup dua telapak tangannya yang kedinginan. Dua kakinya yang dibalut sepatu boot tebal terus berjalan menyusuri trotoar, melewati area pertokoan tempat para mahasiswa-mahasiswi bekerja part time.

Cona Beans.

Langkah kaki Sungmin terhenti ketika ia akan melewati café klasik itu. Lalu entah mengapa ada suatu perasaan yang mendorongnya untuk mengintip ke dalam. Ada banyak pelayan muda di sana, tetapi tidak ada Kyuhyun.

Sungmin segera memalingkan pandangan lalu kembali berjalan. Didorong oleh rasa malu karena ia ketahuan sedang mencari Kyuhyun yang sudah dicampakkannya, Sungmin mempercepat langkah kakinya. Ada perasaan tidak enak yang menggumpal di dada, dan itu membuat Sungmin merasa sedih setengah mati.

Akhirnya gadis itu mengarahkan langkah kakinya menuju sebuah taman bermain dan mencari tempat duduk kosong untuk mengobati lukanya yang mulai terasa nyeri.

OoOoO

Laki-laki itu sama sekali tak berniat mundur ketika menemukan sesosok gadis yang sibuk dengan lengannya di sana. Ia memandangnya sejenak, lalu melangkah mantap menghampiri kursi kosong di mana gadis itu duduk. Ia masih menutup mulut dan bersikap sok tidak peduli ketika tubuhnya jatuh di atas permukaan kursi—ia sengaja mengambil tempat tepat di sebelah gadis yang ternyata sedang sibuk dengan lengannya yang memar.

Ada gurat keterkejutan yang terlukis di wajah gadis cantik itu. Bibirnya yang mulai pucat bergetar, matanya yang bulat mendadak fokus memperhatikan wajah laki-laki yang duduk di sebelahnya. Mendadak matanya terasa panas, pandangannya mengabur ketika air mata itu mulai menggenang di pelupuk mata. Dengan gerakan cepat Sungmin mengalihkan pandangan, menyembunyikan air matanya yang tiba-tiba jatuh membasahi pipi.

Kenapa aku menangis saat Kyuhyun ada di sini?

Batin gadis itu menyalahkan diri sendiri, merutuki perasaannya yang sulit dikendalikan. Dengan segenap rasa sedihnya yang menggumpal di dada, Sungmin menahan nafasnya yang terasa mulai tersenggal. Ia tidak akan membiarkan Kyuhyun mengetahui keadaannya sekarang. Ia harus terlihat tegar dan segar.

“Bagaimana? Apa semua berjalan baik-baik saja?”

Tiba-tiba suara bass Kyuhyun terdengar, memecah keheningan yang sempat menyelimuti keduanya. Sungmin yang terkejut karena nada bicara Kyuhyun hanya mengangguk pelan.

Sudut bibir Kyuhyun tertarik ke satu arah, ia hanya tersenyum miring ketika mendapati anggukan kepala Sungmin. “Syukurlah,” ucapnya. “Kuharap kau benar-benar sedang baik-baik saja.”

Sungmin menghela nafas kasar, “Kau pikir aku sedang berbohong?”

“Kenapa dengan lenganmu?” Kyuhyun bertanya disaat ia menatap tajam pada manik mata Sungmin. Melihat Sungmin terus sibuk mengompres luka memar di lengannya membuat Kyuhyun merasa iba. “Kenapa?”

“Bukan urusanmu,” jawab Sungmin ketus.

Kyuhyun terdiam dengan jawaban yang Sungmin layangkan untuknya. Walau sedikit-banyak ia terkejut dan ingin sekali marah, untuk saat ini ia akan mencoba lebih bersabar menghadapi Sungmin. Kyuhyun tahu jika Sungmin sedang berbohong sekarang. Bahkan Kyuhyun sangat tahu jika Sungmin sedang mencoba menyembunyikan sesuatu darinya.

Kyuhyun tidak buta. Ia juga tidak terlalu bodoh dan mudah untuk dikelabuhi. Suara deru nafas Sungmin yang tersenggal tertangkap jelas oleh gendang telinga, dan dari situ Kyuhyun dapat menyimpulkan sesuatu.

“Ada apa?” Kyuhyun mencoba bertanya sekali lagi—berharap kali ini ia akan mendapat jawaban pasti dari Sungmin.

Sungmin kembali menghela nafas kemudian berdehem. “Kau tetap saja cerewet, serba ingin tahu urusanku.”

“Aku tahu kau sedang tidak baik-baik saja,” Kyuhyun menatap rambut Sungmin yang tergerai. “Aku tidak pernah ingin ikut campur urusanmu. Namun aku hanya ingin memastikan bahwa kau baik-baik saja.”

Kata-kata yang sarat akan seribu makna kepedulian dari Kyuhyun menyentuh hati Sungmin yang rapuh. Karena hal itu, mendadak tenggorokannya terasa sakit setengah mati. Air matanya pun semakin deras mengalir tanpa perintah.

Kepala Sungmin semakin merunduk, gadis itu masih berusaha menyembunyikan tangisnya—menyembunyikan masalahnya.

“Kau menangis,” kata Kyuhyun sambil membungkam telapak tangan Sungmin yang dingin karena memegang kompres. Salah satu tangannya yang lain bergerak meraih salep yang ada di kantung. Dengan gerakan pelan dan sehati-hati mungkin, Kyuhyun mengoles luka Sungmin. “Sungmin ..”

Alis Sungmin bertaut, dahinya mengkerut. Bola mata hitam kelam miliknya membidik sosok Kyuhyun yang tengah sibuk mengobati luka lebamnya. Perasaannya bergetar hebat ketika jemari lentik milik sang mantan kekasih tak sengaja menyentuh kulit tubuhnya.

Ada yang salah.

“Kyuhyun, tidak usah ..,” Sungmin mencoba mencegah tindakan Kyuhyun. “Tidak ..”

Ucapan Sungmin terhenti manakala Kyuhyun mencengkeram erat pergelangan tangan Sungmin—membuat gadis itu mendongak dengan gerakan reflek dan menatap mata Kyuhyun. Lelaki itu mengunci segala gerakan tubuh Sungmin dengan pandangan matanya yang mungkin mengandung magic. Dan dalam beberapa detik, akhirnya pertahanan Sungmin runtuh jua.

Sungmin menangis di hadapan Kyuhyun untuk kali pertama—semenjak hubungan mereka berakhir beberapa waktu lalu. Ia terisak dengan suara tertahan di pangkal tenggorokan.

“Maafkan aku,” kata Sungmin sambil terisak. Kedua telapak tangannya membungkam wajahnya yang memerah.

“Berbahagialah, Sungmin,” kata Kyuhyun dengan nada dinginnya. Lelaki itu masih tampak sibuk mengobati luka Sungmin. “Jangan membiarkanku menyesal karena telah melepaskanmu.”

“Tidak,” kepala Sungmin menggeleng dan matanya menatap lurus ke arah Kyuhyun. “Aku yang menyesal karena melepas orang sepertimu.”

Detik ini, gerakan tangan Kyuhyun terhenti ketika gendang telinganya ditembus oleh ucapan Sungmin. Ada denyutan rasa sakit yang ia rasakan di dada ketika Sungmin mengucapkan penyesalannya. Secara tidak langsung Sungmin mempermainkan perasaannya—lagi. Dan itu mengorek luka yang selama ini telah ia sembuhkan.

“Ini semua keputusanmu,” kata Kyuhyun lalu bangkit dari duduknya. Ia menatap Sungmin dengan pandangan tajam, “Kau sudah memilih Siwon. Dan sekarang, kau harus menerima lelaki itu. Aku yang kau tinggalkan, hanya bisa menerima dan berharap kau akan jauh lebih bahagia dengannya.”

Pandangan Sungmin merendah, terkejut dengan apa yang telah Kyuhyun katakan kepadanya. “Apa kau .., tidak mencintaiku lagi?”

Sungmin melontarkan pertanyaannya dengan mengumpulkan segenap keberanian. Bahkan nafasnya terasa terhenti ketika ia harus menunggu jawaban Kyuhyun. Jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya, menanti dengan amat sangat tidak sabar. Ada segunung rasa takut yang menggerogoti pikiran Sungmin ketika melihat ekspresi dingin Kyuhyun.

Ia begitu cemas, amat sangat cemas kalau boleh jujur.

“Aku menghargai keputusanmu, Sungmin ..”

Setelah mengatakan rangkaian kata itu, Kyuhyun melangkah meninggalkan Sungmin yang menitikkan air mata.

“Aku berharap, kau masih mencintaiku,” Sungmin berucap di tengah isak tangisnya yang semakin menjadi. Nafasnya yang naik-turun tak beraturan membuatnya kesulitan untuk berucap kata. “Aku berharap seperti .., itu karena aku ingin .., kita kembali seperti dulu.”

“Aku bersalah karena meninggalkanmu,” mata berair Sungmin masih membidik punggung Kyuhyun yang menjauh dari tempatnya berdiri. “Aku .., aku mencintaimu, Kyu ..”

PLAK!

Seseorang menarik bahu Sungmin dan menampar pipi chubbynya dengan begitu keras. Lelaki bertubuh tegap yang menjadi pelaku utama penamparan itu menatap korbannya dengan tatapan keji. Lalu dengan segenap kekuatannya, ia menarik lengan Sungmin—berniat mengajaknya pergi dari tempat ini.

OoOoO

Benar, aku menghargai keputusannya.

Kyuhyun memantapkan hati untuk tidak menghentikan langkah, terus berjalan meninggalkan Sungmin yang menangis tersedu-sedu di belakang. Ada sesuatu yang membuatnya amat sakit hati, entah itu kesalahan Sungmin di masa lalu atau bahkan tangisan Sungmin. Semua bercampur menjadi satu dan sempat membuatnya bingung dalam melangkah.

Apa dia harus berbalik dan memeluk Sungmin, lalu memberikan gadis itu kesempatan kedua?

Siapa dirimu, Cho? Kau hanya seorang lelaki berpenghasilan rendah. Dia tidak suka lelaki berkantong tipis sepertimu.

Kyuhyun menghela nafas kasar dan menyimpan dua telapak tangannya yang dingin di saku celana. Kenyataannya, ucapan Sungmin tempo hari masih tersimpan baik di memori ingatannya. Kemudian menjadi tombak yang melarangnya untuk kembali bersama gadis yang dicintainya.

“Aku .., aku mencintaimu, Kyu ..”

Lutut Kyuhyun dibuat lemas oleh kata-kata Sungmin yang terlontar diantara keheningan malam. Ia dikejutkan dengan penuturan yang sama sekali tidak terduga. Bahkan, satu kalimat yang dilontarkan dengan volume sangat rendah itu mampu menahan segala gerakan Kyuhyun.

PLAK!

Kyuhyun belum sempat bangun dari keterkejutannya, namun jiwanya kembali dihentak oleh suara tamparan yang berasal dari belakang tubuhnya. Beberapa detik setelah itu, ia mendengar suara kaki yang diseret paksa oleh seseorang.

“Sial!”

Kyuhyun mengumpat setelah berbalik dan mendapati Sungmin berusaha melepaskan diri dari Siwon. Tanpa pikir panjang ia berjalan menghampiri Siwon, menarik pundak lelaki itu kemudian menghajar pipi tirusnya dengan segenap amarah yang terkumpul di ubun-ubun.

Siwon jatuh tersungkur, kemudian mendesis tidak percaya. “Apa yang kau lakukan?!”

“Seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan?!” Kyuhyun balas berteriak kepada Siwon. Matanya yang melotot seolah-olah sedang menunjukkan api amarah yang tengah berkobar di jiwanya.

Siwon membuang pandangan ke segala arah dan mengelap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah. Ia mengulas senyum meremehkan, “Kenapa kau marah? Sungmin kekasihku, dan aku berhak melakukan apa pun kepadanya.”

Ucapan Siwon yang benar-benar menantang menghabiskan kesabaran Kyuhyun. Laki-laki itu kembali melayangkan tinjunya yang bertubi-tubi ke wajah Siwon, seolah berniat menghancurkan wajah tampan nan rupawan itu.

“Tidak! Kyuhyun, hentikan!”

Gadis cantik yang menangis itu memeluk tubuh Kyuhyun dari belakang, berusaha menghentikan aksi anarkis yang berlangsung di depan mata.

“Kyuhyun ..”

Suara Sungmin yang memelas berhasil membuat Kyuhyun berhenti memukul Siwon dengan kepalan tangannya. Melihat Siwon yang sudah sangat tidak berdaya di hadapannya membuat Kyuhyun bangkit dan mundur ke belakang. Ia meraih tubuh mungil Sungmin dan memeluknya secara posesif. “Maafkan aku, Choi. Tapi kukira aku harus mengambil Sungmin kembali.”

Setelah berkata demikian, Kyuhyun membawa Sungmin pergi dari taman tersebut—tanpa memperdulikan keadaan Siwon yang hampir sekarat karena perbuatannya. Sambil menahan gejolak amarahnya, Kyuhyun masih terus berjalan menyusuri trotoar kota Seoul yang sudah mulai lengang—tentu diiringi dengan suara isak tangis Sungmin yang serasa memekakkan telinga.

Jangan menangis, aku mohon ..

Sebenarnya Kyuhyun sangat tidak tahan mendengar suara penuh kesedihan itu meluncur dari kedua belah bibir Sungmin. Secara tidak langsung ia ikut tersakiti walau ia sendiri menolak untuk ikut campur dalam urusan perasaan Sungmin.

Namun, bukankah kejadian beberapa menit yang lalu adalah pembuktian yang nyata? Segala yang ada pada diri Kyuhyun berhubungan erat dengan apa yang ada pada diri Sungmin. Semua tentang perasaan suka dan duka, pikiran, amarah, dan apa pun itu.

“Berhentilah menangis ..”

Akhirnya Kyuhyun menghentikan langkah, menatap Sungmin yang ada di sampingnya. Ada segudang rasa bersalah yang menyergap pikiran ketika mendapat tatapan penuh luka dari Sungmin. Gadis itu tengah berusaha menahan isakannya di pangkal tenggorokan. Matanya yang memerah dan tampak tergenangi air mata di kedua sudutnya terarah pada wajah Kyuhyun.

“Jangan menangis,” suara Kyuhyun merendah—terdengar begitu lembut dan menenangkan jiwa sang pendengar. Ia mengangkat tangan kanannya dan membelai salah satu permukaan pipi chubby Sungmin yang basah. “Semua sudah berlalu.”

“Maafkan .., aku.”

“Kau memang bersalah,” kata Kyuhyun sambil menyentuh sudut mata Sungmin dengan jempol tangannya. “Dan aku berhak mendapat kata maaf yang tulus darimu.”

Sungmin menggigit bibir bawahnya lalu merunduk, membiarkan air mata yang tiba-tiba merembes itu menetes jatuh ke bawah. “Aa .., aku ..”

“Siapa sangka jika kau yang cantik ini sangat bodoh dan cengeng?” Kyuhyun masih berusaha menenangkan Sungmin dengan candaannya. “Tahu apa kesalahanmu, ‘kan?”

“Aku memang bodoh,” Sungmin membenarkan ucapan Kyuhyun. “Itu salahku.”

“Hm. Sudah, lupakan saja,” Kyuhyun kembali membawa Sungmin ke dalam pelukannya dan mengecup pucuk kepala Sungmin. “Sepertinya aku juga harus meminta maaf. Tidak seharusnya aku melepasmu dengan mudah.”

Kyuhyun melanjutkan ucapannya, “Untuk seterusnya, kau sudah terikat denganku mulai hari ini. Jangan membantah karena aku tidak menerima sebuah penolakan darimu. Kau mengerti?”

Sungmin menatap wajah teduh Kyuhyun dengan matanya yang sembab. Disela deru nafasnya yang tersendat-sendat ia mencoba untuk melukis seulas senyuman tulus. Ada segenap rasa lega yang menelusup masuk ke dadanya, dan itu membuat perasaannya begitu ringan.

Kepala Sungmin mengangguk pelan, “Aku mengerti. Terimakasih.”

“Terimakasih karena sudah mau mengerti dan menerima,” Kyuhyun mengecup pucuk kepala Sungmin dan membelainya pelan.

“Kyuhyun-ah ..”

“Hm?”

“Jangan pernah berpikir untuk berubah demi aku ..”

Wae?”

“Karena aku lebih menyukai dirimu yang seperti ini.”

Aku mencintaimu ..

 

Karena aku melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh orang lain di dirimu ..

 

END

Endingnya geje yah ? (_ _) aku udah kehabisan ide dalam pembuatan endingnya. Entah kenapa aku udah kehilangan chemistry dengan ff ini .. tapi karena udah mau ending, akhirnya aku lanjutin ngetik walau maksa. hehe

~MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY-PASTE SEMUA KONTEN YANG ADA DI BLOG INI! DO NOT PLAGIAT, PLEASE!~

69 thoughts on “Hanamizuki | KyuMin | Oneshoot | Genderswitch | T+ | Romance, Hurt/Comfort |

  1. Sungmin emang lbih baik sma Kyuhyun yg baik, pengertian, perhatian dripada siwon yg kaya tpi kasar sma yeoja.

    Suka bnget sma ceritanya.. Kyu msih memberi kesempatan kedua buat Ming yah… Meskpun dlu ming pernah ninggalin kyu

  2. Menyentuh sekali ceritanya. Mencintai seseorang jgn melihat dr materi tp lihat hatinya. Itulah yang ada pada diri kyu. Always kyumin forever.

  3. hhaa..
    *tarik napas

    tu laki saia aawon napa jd ringan tangan gt cb*takut

    kyu baek bner mw maafin ming yg dah nyakitin dia.
    so sweet kyumin

  4. Biarpun suka KyuMin tp klo Min nya kyk gini jd jeneg sendiri. Sifat Min bikin emosi chingu. Enak banget dia, udah nyakitin, tp masih dibaikin ma Kyu.

    Satu pelajaran. Jngan mandang orng dr luarnya aja.

    Elle

  5. jiyooooooooo knpaaahhh ceritanya hampir sama kayak cerita gebetan ku:'( punya mantan matre trus dia ditinggalin dan skrg milih aku ,u jadi takut dia balik lagi ke orang dalam masa lalu nya:'( hiks huhuhuhuh

    maaf jiyoo aku curhat. MAAAAFFFF BGT udah curhat:(

    FF ONESHOOT NYA BAGUSSSSSSSS!! :’)

  6. Won, lu kasar amat sama ming ?ckck keterlaluan
    krain kyumin gak bersatu, tp untunglah bersatu🙂
    meski ending gak romantis tp keren ceritany🙂

  7. Bagus ceritanya, †åªþî kyaknya kurang panjang…
    Penginnya kyumin moment ήЧά lebih banyak, trus konfliknya lebih Lªğ[̲̅̅I̲̅]…
    ҺҽҺҽҺҽ, ini kan cuma ff oneshoot yªªªª, malah banyak minta yªªªª, †åªþî ini juga udah bagus kok, kasian sama kyu waktu dicampakin ming..

  8. oalahhh kan ming kan kan salah kan mutusin kyuhyun

    itu si siwon galak banget sihhh,, ngejaga pacar biar gak berpaling kan gak gitu caranya yang ada dia malah gak bettah pacaran sama bang kuda

    huftttt akhirnya sungmin ngakuin dia masih cinta sama kyuhyun dankyumin bersatu yeayyyyyyy !!!

  9. siwon jahat :c *tabokin unyu* ._.

    berat mengakui ini. kenapa sebel liat bias yang keterlaluan ama kyu ya diawal._. di ending ming ga mau kyu berubah? penghasilannya juga ga berubah dong ╰( ̄▽ ̄;;) trus gimana mau hidupin anak ama bini *abaikan … kangen OS dari jiyoo \O/

  10. Woe baru kali ini liat siwon syco bgt suka nyiisa org. Huhu kyu tegar banget disini uda ditinggal min tapi ttp sabar dan tulus cinta sam ming selalu. Dan please sungmin ku cantik lg kesambet apa jadi plin plan gitu oke angst nya dpt romantis nya dpt sad nya dpt. Huwaa keren lah pokoke.

  11. Ming udah buat kesalahan besar dg meninggalkan kyu demi siwon..
    Tp dari situ ming dpt pelajaran yg besar, bahwa siwon gk benar2 cinta ama dia.. Yg tulus itu cuma kyu..
    Walaupun kyu cuma pekerja part time..
    Salut bgt ama kyu, mau menerima ming kembali😀
    Nice FF 🙂

  12. manusia brhak mendapatkan kta maaf sebesar apapun it ksalahannya, ,bgtu pula dg sungmin yg meninggalkan kyu dmi mndpatkan cwo yg lbh kya tpi tdk lbh baik dr kyu

  13. huwehehehe
    emng ikan salmon selalu kembali ke rumah’a *ehh
    kyuhyun kereeen, ngerasa lega ngijinin sungmin pacaran sama kyuhyun ;;)
    thx ff’a hohoho

  14. bagus ff’a jiyoo-ya
    ming jgn mencintai org hny krn materi. lbh baik kyu pas2an tp baik hati’a drpd siwon kaya tp kasar sm ming.
    i like it dehh

  15. Ngomong” di atas kan rated nya t+ aq kira bkal ada kiss nya haha kan biasanya km klo bkin t+ itu ada nc nya #yadongmodeon haha ciyusss suka bgt ceritanya,, sweet bgt

  16. huhu, ming terlalu gegabah sih -_-
    untung aja kyu terlalu baik utk dijahatin..
    walaupun udah gitu tp kalo yg namanya cinta gak mungkin berakhir semenyedihkan itu :’)

    happy ending lg untuk kyumin walaupun keduanya sempat tersakiti😄
    ahh sukaaaa >_<

  17. Suka bget sma crita ny.. So sweeeeettt…..
    Apa lg wktu kyu nyelamatin sungmin, trus mukul siwon. Uhh,, suka bget bgian yg itu.
    Kkkk~

    Well, Ming hnya d peruntuk kan bwt kyu..🙂

  18. anyyeong jiyoooo, aku reader baru nih, salam kenal ^O^
    hehehe yeyyy ff pertama yg aku baca di wp mu, ga sengaja search hanamizuki, taunya nemu ff bagus kaya gini >0<
    okeeee itu ming awal2nya bikin agak greget -_- campakin kyu (tumben, biasanya kan kyu yg campakin ming XD)
    tapi akhirnya dia memilih kyu lagi hihihiii :3
    sumpah baru di sini liat bang won mukul ming, tega amat km won😥
    okeeee semangat selalu yah jiyoooo😀

  19. endingnya kurang greget…

    sungmin kejam banget mutusin orang kayak rentenir nagih hutang..

    however mereka kembali bersatu.. ada pesan nya juga menurut q.. kita harus saling memaafkan & koreksi diri.. ^^

  20. MING …. Emang gak bisa kaloo gak ama si kyu,,,

    Kyu emang di takdirin terusss sama si ming kalii yaaaa !!!

    Ahhh gak bisa coment lebihhh , tapii cerita nya neomu neomu. Neomu daebbak ,,, #duajempoll dehh ….

  21. Ceritanya bagus bangett !! Jadi ingetin aku sama film jepang dengan judul yang sama yaitu hanamizuki , tapi overall ceritanya bagus dan kreatif !! Semangat terus buat berkarya ya jiyoo-ssi ^^

  22. Sungmin pabo -..- dy rela ninggalin kyu cma demi kekayaan siwon u,u klo aku sejelek jleknya kyu ttep mlih kyu😄 wkss
    tpi untungnya endingnya KyuMin kmbali bersama ;3

    nice ff ;3 keep writing ya eonni^^

  23. Aaaah chingu skap ming bnr2 ktrlaluan,ningglin kyu hx krn pkrjaan kyu tpi akhtx ming sdar jg bhw uang bknlh sglx,n siwon jg ktrlaluan..

  24. astagaaa sungmin kenapa matre? siwon nya main pukul sama pacar sendiri–”
    tapi pada akhirnya kyumin kembali yihaa happy end~

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s