Romantic St | KyuMin | One Shoot | Genderswitch | T+ | Romance, Drama |

Romance St

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T

 

Pairing : KyuMin

 

Part : One Shoot

 

Warning : Genderswitch , Miss Typo(s)

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Music : Romantic St by SNSD

Musim dingin ..

Perempuan manis dengan rambut yang terkuncir dua itu menyangga dagu di jendela kamarnya sambil memandang butiran salju yang turun. Bibirnya mengerucut dan kelopak matanya mengerjap beberapa kali kala ia melihat sesosok lelaki yang berjalan dari ujung jalan ke arah rumahnya dengan membawa payung berwarna biru muda. Ia tersipu dan memperhatikan lelaki tampan itu selama beberapa saat, hingga akhirnya ia menyadari bahwa lelaki tersebut menoleh dan membalas tatapannya. Sungmin melambaikan tangannya malu-malu, lalu dengan segera ia berlari ke arah pintu keluar kamarnya—tak lupa menyambar mantel merah dan topi rajutnya. Dua kaki mungilnya berjalan dengan langkah cepat menyusuri lorong dan tangga rumah.

Sungmin memutar knop pintu dan membukanya dengan gerakan cepat, berharap lelaki tersebut menyambut pandangannya saat ini. Dan Sungmin hanya bisa melukis seulas senyuman ketika laki-laki itu benar-benar telah berada di hadapannya—hendak memencet bel rumah.

Eomma .., aku berangkat!”

Sungmin berteriak untuk berpamitan kepada eomma-nya—yang sedang sibuk di dapur dengan sang bibi. Tanpa menunggu jawaban, Sungmin pun melangkah masuk ke dalam lindungan payung biru tersebut.

Oh my love

Let’s go

Sebenarnya ini kencan pertama untuk Sungmin—bersama orang yang ada di sampingnya. Lelaki tampan dengan rambut cokelat gelap itu adalah orang ke delapan yang mengajak Sungmin pergi kencan di awal tahun. Dan tanpa Sungmin sadari, ia jatuh dalam pesona lelaki tersebut dalam waktu kurang lebih tiga puluh detik. Alhasil, akhirnya mereka melakukan kencan pertama yang tak pernah Sungmin lakukan sebelum-sebelumnya.

Lelaki itu melirik Sungmin yang memfokuskan pandangannya ke depan, sedikit sebal karena suasana canggung menyelimuti kebersamaan mereka. Sebenarnya ia begitu canggung jika jalan berdua seperti ini dengan Sungmin, setidaknya ia harus melakukan sesuatu yang bisa menarik perhatian gadisnya. Namun, apa? Ia menghela nafas, tanpa menoleh tangan kanannya bergerak membungkam jemari Sungmin.

Gadis itu menoleh dengan gerakan cepat ke arah tangan kirinya, ia bersemu kala mendapati jemarinya telah terpaut di antara jemari lelaki tersebut. Ia mendongak, menatap lelaki yang berstatus sebagai hoobae-nya di kampus.

There were many more people now before I knew it

You approached me, pretending you didn’t know that

“Kita terlihat begitu aneh jika hanya jalan berjajar,” lelaki itu berucap dengan suara bassnya yang menawan. “Karena itu aku menggandeng tanganmu,” katanya sambil mengayunkan tangan mereka.

Sungmin melukis seulas senyuman gugup, dada perempuan itu sudah berdebar setelah mendengar nada suara Kyuhyun. Lelaki yang berjalan di sampingnya ini benar-benar berhasil menyihir Sungmin—membuat gadis itu menjadi pemalu.

“Ke mana kita akan pergi?” Akhirnya Sungmin berhasil melontarkan pertanyaan, walau dengan segenap rasa gugup yang mencekat tenggorokannya.

Kyuhyun menghentikan langkah kakinya, menahan derap kaki Sungmin. Lelaki itu merendahkan tubuhnya, sedikit membungkuk untuk menyamai tinggi badan Sungmin. “Kemana pun ..,” ia mendekatkan bibirnya ke pipi Sungmin. “Asalkan ..,” lalu berbisik ke lubang telinga Sungmin dan sukses membuat pemilik telinga itu bergidik geli. Kyuhyun menggantung ucapannya, ia membawa wajahnya berada tepat di hadapan Sungmin. Kyuhyun menyelami manik mata indah itu selama dua puluh detik kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah bibir Sungmin. Ia menarik salah satu sudut bibirnya, “Kemana pun, asalkan sunbae ada di sampingku ..,” bisikan itu diakhiri dengan kecupan singkat di bibir Sungmin.

On my cheeks, in my ears and on my lips, whisper

You were captivated in this song and the lights

Debaran jantung Sungmin terasa melebihi ambang batas, nafasnya tercekat, dan kesadarannya melayang selama beberapa saat. Teman kencan pertamanya kali ini memberinya ciuman singkat! Sebenarnya Sungmin ingin sekali menampar pipi tirus lelaki yang tengah menyeretnya saat ini. Tetapi, entah mengapa ada rasa lain yang melarangnya untuk melakukan hal tersebut. Seolah-olah nalarnya berkata untuk terus bersikap normal dan mengikuti segala tindakan Kyuhyun.

“Ini kencan pertama kita, dan aku sudah menciummu. Maafkan aku,” tiba-tiba ucapan dengan nada penuh penyesalan itu terlontar dari kedua belah bibir tebal Kyuhyun. Lelaki itu memandang wajah Sungmin dengan tatapan hangat yang tersirat beribu penyesalan.

Gwaenchanha,” jawab Sungmin. “Lagi pula aku bukan anak kecil yang harus canggung dengan sebuah .., ciuman tiba-tiba. Yeah .., eum .., seperti itulah,” Sungmin melanjutkan ucapannya kendati dengan dengungan yang terselip di kalimatnya.

Kyuhyun tersenyum misterius, “Hm .. apa kau ingin makan dukbokki?”

“Boleh juga ..”

Dua orang itu berjalan memasuki sebuah restoran kaki lima yang menjual dukbokki. Mereka duduk di salah satu bangku yang berada di pinggir tenda. Kyuhyun memesan satu porsi mie ramen untuk dua orang dan satu porsi dukbokki sebagai pelengkap.

“Kau sudah sering ke sini?” Sungmin bertanya untuk mengusir kecanggungan.

“Hm .. Aku sering kesini dengan teman-temanku,” jawab Kyuhyun.

Kepala Sungmin mengangguk-angguk. Ia pun mengerucutkan bibirnya lalu memandang ke segala penjuru arah. “Dingin sekali ..,” gumamnya.

Sunbae,” panggil Kyuhyun dengan nada pelan. Sebelum ia mengucapkan apa yang ada di balik lidahnya, tiba-tiba pesanan mereka datang. Kyuhyun menghela nafas, menunggu hingga pelayan yang memakai apron hijau itu pergi. “Kudengar .., minggu lalu kau pergi kencan dengan Jungmo ..”

“Jungmo?” dahi Sungmin berkerut samar. “Bukan kencan. Kita tak sengaja bertemu di Myungdong. Lalu kami memutuskan untuk jalan-jalan bersama,” Sungmin menjelaskan sambil meniup-niup kecil dukbokki yang ada di ujung garpunya.

“Benarkah seperti itu?”

Sungmin melirik ke arah Kyuhyun dan melempar tatapan tidak suka. “Jika aku berkencan dengannya, tidak mungkin aku ada di sini bersamamu,” jawabnya ketus lalu melahap dukbokkinya. “Aa .., awh! Panas!” Gadis itu berteriak ketika papila lidahnya terasa terbakar oleh panasnya dukbokki yang ia makan. Reflek Sungmin menjulurkan lidahnya dan memandang Kyuhyun dengan tatapan memelas.

Lelaki itu hampir tertawa terbahak-bahak saat melihat ekspresi Sungmin beberapa detik yang lalu. Namun, setelah ia mendapat aegyo dari gadis tersebut, akhirnya Kyuhyun hanya bisa diam dan memutuskan untuk menahan tawa. Lelaki itu merogoh saku mantel cokelatnya dan mengeluarkan selembar kain biru tua dari dalam sana. Ia pun mengelap sisi bibir Sungmin yang kotor karena saus dukbokki yang berceceran.

Without permission and forewarning oh you

I tried to hide and cover this but oh I

Lagi-lagi, Sungmin bersemu karena perlakuan Kyuhyun.

OoOoO

Shine under a street light

 

I’ll glomp in your warm overcoat and hear you breathing

Kyuhyun dan Sungmin berdiri di pinggir jalan raya, menunggu lampu hijau untuk pejalan kaki menyala. Seorang gadis yang ada di dalam dekapan seorang lelaki muda hanya bisa mengerjap-ngerjapkan matanya sambil mencengkeram dua lengan ‘calon kekasihnya’. Entah kenapa tiba-tiba Kyuhyun mendekap Sungmin erat ketika mereka sampai pada bibir jalan raya, mungkin lelaki itu bakal mengira jika Sungmin akan berlari menyusuri zebra cross saat trafficlight masih berwarna merah—terkesan begitu berlebihan, padahal Sungmin sendiri lebih tua darinya. Namun, apa mau dikata? Bahkan Kyuhyun tak melepaskan dekapannya saat mereka berjalan menyeberangi jalan, hingga sampai di seberang.

Oh like a movie

Pipi gadis itu bersemu saat ia menyadari ada kecupan yang hampir tak terdeteksi oleh indra perabanya mendarat di permukaan dahinya. Lelaki itu mengecup dahinya yang tertutup poni lalu melepaskan dekapan hangatnya. Ia menatap Sungmin dengan tatapannya yang—seperti biasanya—sungguh hangat dan memabukkan. Sungmin menggulung telapak tangannya yang dingin, mengumpulkan segenap kekuatan untuk menerima pandangan Kyuhyun.

“Sudah sampai,” kata Kyuhyun kemudian menyambar pergelangan tangan kiri Sungmin, menautkan tangan mereka seperti tadi dan kembali berjalan.

“Kyuhyun-ah,” panggil Sungmin dengan nada pelan—ia berusaha mengatur langkah kakinya yang diseret oleh derap kaki jenjang Kyuhyun. “Aku bukan anak kecil lagi,” Sungmin melontarkan kalimat protes.

“Hm .. Aku tahu ..,” Kyuhyun mulai memperlambat langkahnya, berusaha menyamai kecepatan berjalan Sungmin.

“Lalu kenapa kau mendekapku seperti seorang bayi ketika akan menyeberang tadi?” Sungmin bertanya dengan nada tinggi yang tertahan di pangkal kerongkongannya. “Aku bisa menyeberang sendiri tanpa harus dipeluk seperti itu!” Sungmin membuang pandangannya ke arah lain dan menggelembungkan pipi chubbynya.

Kyuhyun terkekeh dengan suara aneh, “Jika tidak bersamaku, mustahil sunbae mendapat pelukan saat akan menyeberang jalan ..”

Sungmin merengut, “Tidak lucu ..”

Manik mata Kyuhyun melirik wajah Sungmin, menyadari betul bahwa pasangan kencannya tengah marah detik ini. Kyuhyun menarik sudut bibirnya, ia pun melingkarkan lengan kirinya di pundak Sungmin dan meremasnya pelan. “Jadi, sunbae marah karena hal itu?”

Sungmin memandang telapak tangan yang berada di pundaknya lalu menatap Kyuhyun lekat-lekat. “Menurutmu?”

“Jangan cemberut. Ini kencan pertama kita, aku berharap akan berakhir dengan romantis dan akan terulang lagi esok,” kata Kyuhyun dengan nada merayu. “Lagi pula, aku yakin sunbae juga menyukai pelukanku.”

Kepalan tangan Sungmin memukul pelan dada bidang Kyuhyun, ia bersemu setelah gendang telinganya ditembus oleh pernyataan Kyuhyun. “Ternyata kau menyebalkan sekali.”

“Banyak yang bilang seperti itu,” ucap Kyuhyun sambil mengangguk-anggukkan kepala—tanda maklum. “Sunbae, aku suka semburat pink di pipimu,” jemari Kyuhyun bergerak mencubit pipi tembem Sungmin dan menariknya. “Beruntung sekali aku bisa pergi kencan denganmu malam ini ..”

“Hm .. Dan kau namja pertama yang pergi kencan denganku, namja pertama yang memelukku, namja pertama yang ..,” Sungmin menggantung ucapannya lalu meraba bibirnya sendiri. Ia pun melanjutkan, “Mencium bibirku.”

Kyuhyun tertawa senang mendengar apa yang Sungmin ucapkan. “Bagus jika seperti itu ..”

Sungmin menggigit bibir bawahnya sendiri lalu mendongakkan kepala, menatap Kyuhyun dan menjatuhkan pandangannya pada bibir tebal yang telah berani mematuk bibirnya beberapa jam yang lalu.

Shine it’s a special night which shines us.

 

I’ll walk around with you tonight on this awake street.

 

My love

 

OoOoO

Sungmin mengerucutkan bibirnya saat secara tak sengaja ia mendapati sepasang kekasih tengah memadu kasih di salah satu bangku taman kampus. Ia menggelembungkan pipinya lalu kembali melangkah menghampiri satu-satunya bangku kosong yang ada di taman tersebut dan duduk di sana. Sungmin meletakkan tas dan buku-buku yang ia pegang kemudian menyangga dagu.

Anyone seems fated to meet somebody and to dream of love

Di detik ke lima saat Sungmin mengedarkan pandangan, ia menemukan sosok Kyuhyun tengah berjalan bersama teman-temannya. Melihat lelaki tersebut, Sungmin semakin mengerucutkan bibirnya—tanda tidak suka. Kemarin malam, Kyuhyun mengantarnya pulang dan memberinya kecupan singkat sebelum lelaki itu melangkah pergi dari depan rumahnya. Akibatnya, semalam suntuk Sungmin terjaga karena terus terbayang-bayang ciuman Kyuhyun.

Dahi Sungmin berkerut samar kala Kyuhyun tiba-tiba menyadari pandangannya dan balik menatapnya. Lelaki itu tersenyum, ia terlihat berbincang sebentar dengan teman-temannya lalu memisahkan diri dari kelompoknya. Menyadari Kyuhyun berjalan ke arahnya, dada Sungmin berdesir dan terpana oleh tatapan juga pesona Kyuhyun.

Perempuan itu tetap diam seperti patung dalam posisi duduknya—seperti tengah menunggu Kyuhyun untuk segera duduk di sampingnya. Tetapi nyatanya, Kyuhyun tak langsung duduk di samping Sungmin saat lelaki itu telah berada di hadapannya. Ia hanya tersenyum lalu mencubit hidung mancung Sungmin.

In my case, it was you.

“Kenapa kau menatapku sampai tidak berkedip seperti itu?” pertanyaan seperti itu terlontar bersamaan dengan jatuhnya tubuh Kyuhyun tepat di samping Sungmin. Lelaki itu mengangkat lengan kanannya, menyandarkannya di sandaran kursi—padahal niat utamanya melingkarkan lengannya di pundak Sungmin.

Sungmin berdehem saat ia menyadari tindakan bodoh yang telah ia lakukan. Ia menghembuskan nafas berat, “Sudahlah .. Apa kau tidak punya topik pembicaraan yang lain selain itu?”

Menyadari nada sinis yang terlontar dari bibir Sungmin membuat Kyuhyun semakin tertarik untuk menggoda sosok manis tersebut. Ia mengangguk-anggukkan kepala lalu menatap langit, “Kau tahu, kelasku heboh karena kita pergi kencan kemarin malam.”

Kepala Sungmin menoleh cepat ke arah  Kyuhyun setelah ia medengar apa yang Kyuhyun ucapkan. “Dari mana mereka tahu kita pergi kencan?”

Kyuhyun menarik sudut bibirnya, “Ada yang melihat kita berciuman,” kata Kyuhyun—sambil memasang wajah tanpa dosa dan menggaruk tengkuknya.

“Ya Tuhan!” Sungmin memekik seraya menelangkup wajahnya yang memerah—karena kalimat Kyuhyun. “Memalukan sekali! Itu semua karena kau menciumku di tempat umum seperti itu!” Sungmin menyalahkan Kyuhyun, telak.

Kyuhyun menggeser duduknya, mendekat ke arah tubuh Sungmin. “Jadi, apa aku harus menciummu di tempat sepi?”

Ne?”

“Bolehkah?” pertanyaan yang terlontar dengan nada berat itu terlontar bersamaan dengan mendaratnya lengan Kyuhyun di pundak Sungmin. Lelaki itu memandang Sungmin dengan tatapan hangatnya—seolah berusaha merayu lewat pancaran sinar dari kedua bola matanya.

In your heart, in your breath and in your scent, whisper

 

My heart flutters for your sweet voice.

 

Sungmin hanya mengerjap ketika menyadari suara berat Kyuhyun berhasil menggetarkan hatinya. Ia menatap sepasang mata cokelat yang berusaha menyelami tatapannya. Sungmin menggeser tubuhnya saat ia menyadari bahwa Kyuhyun terus mendekatkan wajah mereka—saking dekatnya hingga Sungmin mampu merasakan terpaan nafas wangi Kyuhyun di wajahnya.

Tidak tahan dengan perilaku Kyuhyun yang diam-diam ‘mungkin’ akan bertindak, Sungmin bangkit dari duduknya setelah menyambar buku dan tasnya. Ia berjalan dengan langkah cepat meninggalkan bangku yang ia duduki bersama Kyuhyun dengan wajah bersemu.

Perempuan itu menghentikan derap kakinya tepat saat tubuhnya menghilang di ujung lorong. Ia menyandarkan tubuhnya di dinding lalu menatap lantai dengan pandangan gelisah. Jemari Sungmin menyentuh bibirnya sendiri, kemudian menggigitnya pelan. Selalu seperti ini, ia akan gelisah jika secara tak sengaja adegan ciumannya dengan Kyuhyun terulang kembali di otaknya—padahal Sungmin tak pernah mau mengingat hal itu lagi.

Sungmin menghentakkan kakinya dengan segenap perasaan sebal, ia pun memutuskan untuk pulang ke rumah. Percuma berada di kampus, mungkin Kyuhyun akan terus menghantuinya. Dengan kepala tertunduk perempuan itu melangkah menyusuri lorong, tanpa menyadari ada satu orang yang mengikutinya sambil menyusun rencana.

Lelaki berambut cokelat gelap itu mempercepat langkah kakinya saat menyadari Sungmin akan keluar dari gerbang kampus. Ia pun menyambar pergelangan tangan Sungmin, membalik tubuh perempuan tersebut dan menangkap bibirnya.

May I let these? Do I need to wait and see? Oh you …

Although I’m shy, even for just imagining oh I …

OoOoO

Semenjak kejadian Kyuhyun mencium Sungmin di gerbang sekolah satu minggu yang lalu, perempuan bernama lengkap Lee Sungmin itu menghindari lelaki bernama Cho Kyuhyun. Walau mereka selalu bertemu saat latihan musikal setiap malamnya, Sungmin tetap mengacuhkan Kyuhyun. Perempuan itu betah juga tak melirik wajah Kyuhyun walau satu detik saja. Dan yang paling mengejutkan dari tindakannya mengacuhkan Kyuhyun, perempuan itu memanggil Kyuhyun dengan panggilan formal saat berlatih menyanyi—untuk penampilan duet mereka. Hal itu membuat para mahasiswa menyimpulkan bahwa Kyuhyun telah ditolak oleh Sungmin. Dan untuk sekarang, Sungmin telah kembali free untuk didekati.

“Sungmin-ah,” seorang lelaki tampan yang dikenal sebagai gitaris handal di kampus ini menyapa Sungmin yang sibuk memandangi not-not angka di kertas yang ia bawa. “Sedang sibuk?”

Sungmin menoleh dan melempar seulas senyuman, ia menggeleng pelan. “Tidak juga,” jawabnya dengan penuh nada keramahan.

Jungmo mengambil tempat duduk di samping Sungmin lalu meraih gitar yang kebetulan berada di dekatnya. “Lagu ini yang kau nyanyikan dengan kekasihmu?”

Alis Sungmin melengkung tajam saat ia mendengar Jungmo menyebut Kyuhyun sebagai kekasihnya. “Dia bukan kekasihku!” sangkalnya sembari memukul lengan Jungmo pelan.

“Jadi dia bukan kekasihmu?” Jungmo mencoba melempar pertanyaan untuk mendapatkan jawaban yang benar-benar akurat.

“Sama sekali bukan,” jawab Sungmin dengan nada tegas. “Aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengannya.”

Seseorang yang sedari tadi dibicaran oleh dua orang tersebut hanya berdesis tanpa suara kala ia mencuri dengar pembicaraan Sungmin dan Jungmo. Ia tahu jika Jungmo menyukai Sungmin dan pasti ia kegirangan setelah tahu Sungmin tak mengakuinya sebagai kekasih. Memang status Kyuhyun belum menjadi kekasih Sungmin. Tetapi semenjak kencan yang pernah ia lakukan dengan Sungmin, Kyuhyun yakin jika Sungmin menaruh harapan kepadanya. Karena hal itu, Kyuhyun tak akan melepaskan Sungmin dengan mudah walau perempuan itu berniat menghindarinya.

Akhirnya Kyuhyun keluar dari tempat persembunyiannya lalu menatap Jungmo dan Sungmin dengan pandangan benci. Ia pun melangkah mendekati Sungmin, berniat menyingkirkan Jungmo dari samping tubuh Sungmin.

“Sungmin sunbae, aku ingin kita berlatih lagi untuk lagu kita,” katanya to the point saat ia telah menapakkan kaki di hadapan dua orang tersebut—diam-diam Kyuhyun melempar tatapan sinis ke arah Jungmo.

“Kau kesulitan? Kebetulan sekali Jungmo ada di sini, dia pasti bisa mengajarimu,” Sungmin memberi saran sambil menatap wajah Jungmo lama—tentu untuk menghindari tatapan hangat Kyuhyun.

Kyuhyun mendengus, ia tidak akan membiarkan Jungmo tersenyum penuh kemenangan. “Tidak. Kurasa aku belum bisa membangun hubungan yang baik ketika bernyanyi dengannmu, sunbae.”

Jungmo bangkit dari duduknya, melirik Kyuhyun lalu menenggelamkan dua telapak tangannya di saku celana. “Aku harus pergi. Sungmin-ah, kau bisa menghubungiku jika mengalami kesulitan,” kata Jungmo.

Kyuhyun berteriak senang setelah melihat tubuh lelaki itu perlahan menjauh dari tempatnya berdiri. Kemudian ia menatap Sungmin yang tampak menyibukkan diri dengan susunan not di kertasnya. “Sunbae, lebih baik kita berlatih di luar.”

Waeyo? Kurasa kita bisa berlatih di sini,” kata Sungmin tanpa mengalihkan perhatian pada lagunya.

“Di sini terlalu bising,” kata Kyuhyun. Tanpa menunggu jawaban Sungmin—yang pasti akan menolak ajakannya—, Kyuhyun meraih lengan Sungmin dan menariknya keluar ruangan.

Ya! Apa yang kau lakukan?!” Sungmin berteriak dengan nada tertahan, sebisa mungkin ia tak melukis wajah panik agar tak mengundang perhatian orang-orang yang ada di ruang teater ini.

Langkah Kyuhyun berhenti tepat saat mereka menemukan sebuah bangku dengan lampu taman yang menyinari sekitarnya. Lelaki itu menekan pundak Sungmin, memaksa perempuan itu untuk duduk. Di sini benar-benar hening, suara yang bisa tertangkap oleh gendang telinga hanyalah suara angin musim dingin yang berhembus cukup pelan malam ini. Untuk detik ini, suara yang mendominasi adalah suara sol sepatu Kyuhyun yang bergesekan dengan aspal dingin.

Sungmin menghela nafas ketika ia hanya menyaksikan Kyuhyun bergerak-gerak gelisah dan bergumam seorang diri. Ia memutuskan untuk bertanya terlebih dahulu, “Kau sedang apa? Cepat selesaikan latihan kita. Di sini dingin sekali,” kalimat pertanyaannya terlontar dengan selipan protes. Dua telapak tangan Sungmin yang tak terselimuti sapu tangan kini tenggelam di saku mantelnya.

Hembusan nafas berat terdengar dari Kyuhyun, lelaki itu pun membanting bokongnya di atas permukaan bangku yang juga Sungmin duduki. “Sunbae, aku minta maaf atas .., ciuman yang terjadi tempo hari.”

Gadis itu diam lalu membuang pandangannya.

“Aa—aku tahu aku lancang, tt—tapi aku hanya ingin .., teman-temanku percaya jika aku benar-benar pergi kencan denganmu ..,” kata Kyuhyun dengan tutur kata tersendat-sendat—berat sekali mengatakan alasan seperti itu kepada seorang wanita yang Kyuhyun incar selama ini.

Hening ..

Suasana tetap hening setelah suara Kyuhyun hilang dan hanyut terbawa angin yang berhembus. Lelaki itu menggaruk kepala bagian belakangnya dan memandang wajah Sungmin yang memerah. Ada banyak hal yang harus ia selesaikan dengan Sungmin, dan itu menyangkut kelanjutan kisah cintanya yang menurut Kyuhyun sangat penting. Karena itu akhirnya Kyuhyun berusaha untuk mendapatkan jawaban Sungmin, apa pun yang Sungmin ucapkan.

Kyuhyun merundukkan kepala, ia menatap dua tangannya yang terpaut. “Jangan diam saja. Aku benar-benar bisa mati penasaran jika sunbae tak meresponku,” Kyuhyun mulai menuntut Sungmin untuk mengeluarkan sepatah-kata. “Ayolah, sunbae. Kau tidak pantas cemberut terus seperti itu!” kata Kyuhyun sambil mencolek dagu Sungmin.

Don’t do whisper too sweetly

I think I’ll get sad too fast

“Jangan merayuku!” bentak Sungmin dengan volume suara yang cukup tinggi, tangannya bergerak menghempaskan tangan Kyuhyun. Sungmin pun bangkit dan menatap Kyuhyun dengan pandangan mengejek, “Kau terus merayuku, mengatakan sesuatu yang manis, dan mencium bibirku! Cukup! Aku tidak pernah mau pergi ke kencan singkat yang penuh rayuan bersamamu!” Sungmin mengakhiri ucapannya lalu melangkah begitu saja meninggalkan Kyuhyun.

Sunbae!” Kyuhyun berteriak dan ikut bangkit dari duduknya. “Kk—kenapa kau berpikir seperti itu? Aku tidak pernah merayu dan berencana melakukan kencan singkat denganmu!”

“Lelaki memang pintar berucap kata!” sahut Sungmin tanpa mencoba menghentikan langkah kakinya—yang semakin lama semakin cepat.

OoOoO

“Kalian sudah tahu, jika Kyuhyun si playboy kelas atas itu mengencani Sungmin sunbae?” seseorang yang baru datang berucap setelah meletakkan minuman yang ia bawa.

 

“Kurasa dia bermaksud mencari wanita yang lebih kalem,” suara wanita lain menyahut.

 

“Aku bahkan berada di gerbang saat Kyuhyun mencium Sungmin sunbae! Kau tahu, dia menciumnya dengan penuh perasaan,” wanita yang berkata dengan nada menggoda itu mengakhiri kalimatnya dengan suara lucu.

 

“Kyuhyun sudah sering pergi ke kencan buta. Kabarnya dia pernah tidur dengan Victoria sunbae?”

 

“Itu benar! Setelah berita itu muncul ke permukaan, Victoria sunbae tiba-tiba menghilang! Sangat mencurigakan ..”

 

“Tetapi, ini akan sangat menyedihkan untuk Sungmin sunbae yang hampir tak pernah melirik seorang lelaki ..”

 

“Yeah, kau benar,” wanita yang membawa berita ini mulai merendahkan suaranya. “Kudengar dia tidak pernah pergi kencan ..”

 

“Sekali pergi kencan, dia jatuh pada namja seperti itu ..”

 

“Kyuhyun punya lidah lihai yang pandai merayu,” tawa tertahan terdengar. “Apa pandangan Kyuhyun sebegitu mematikan?”

 

“Sepertinya seperti itu. Tetapi pandangan seperti itu sangat menakutkan!”

 

“Hm .. Pandangan yang pasti akan berakhir pada sakit hati ..”

Sungmin ingat betul, percakapan itu diakhiri oleh tawa yang bersahut-sahutan, dan ia yang kebetulan duduk tepat di depan bangku tersebut hanya bisa meremas cangkir kopi di hadapannya dengan segenap perasaan. Sungmin merutuki kepribadiannya yang memang kurang sosialisasi, menjadikannya seorang wanita yang tak mengetahui fakta kampus yang sudah umum. Dan hal bodoh yang menimpanya sekarang adalah, ia berkencan dengan Kyuhyun—lelaki brengsek yang wanita-wanita itu bicarakan.

Kenapa bisa seperti ini? Kenapa ia bisa jatuh dalam pesona lelaki yang seperti itu? Padahal saat pertama Kyuhyun mengajaknya berkencan, ia senang bukan kepalang—entah mengapa. Bahkan lelaki itu bisa memberinya kesan kencan pertama yang menyenangkan, walau ada suatu hal yang mengganjal hatinya—tentang ciuman itu. Namun, Sungmin rasa Kyuhyun adalah orang pertama yang mampu membuatnya berdebar-debar saat tatapan mereka bertemu. Kyuhyun adalah orang pertama yang mampu membuatnya merasa nyaman dengan obrolan ringannya.

Tetapi, tetap saja semua yang Sungmin rasakan adalah salah! Sungmin jatuh pada orang yang sangat salah, dan itu pasti akan membuatnya patah hati untuk yang pertama kali. Padahal jika Kyuhyun bukan orang seperti itu, pasti Sungmin akan dengan senang hati menerima kehadirannya walau status mereka masih sebagai ‘pasangan kencan’.

Hoot, kau tertipu, Lee Sungmin,” gumam Sungmin dengan suara pelan, hampir berbisik. “Kyuhyun hanya pergi untuk kencan singkat denganmu. Kenapa aku hanya diam saja saat dia menciumku tempo hari?” Sungmin merengek sambil menggosok permukaan bibirnya yang mengerucut. “Ciuman pertamaku yang berharga dicuri oleh bibir seorang playboy!”

Sunbae, aku tidak seburuk yang mereka katakan.”

Tiba-tiba suara bass terdengar menyahut, bersamaan dengan munculnya sosok Kyuhyun di samping Sungmin. Gadis itu hampir tergelonjak dan menabrak pejalan kaki lain, tetapi gerakan reflek Kyuhyun yang merangkul pundak Sungmin membuatnya mampu menjaga keseimbangan. Mata kelinci Sungmin melotot saat ia menyadari keberadaan Kyuhyun, lagi-lagi pandangan lelaki itu membuatnya tak mampu bergerak barang sedetik pun.

“Percayalah, aku bukan seorang playboy yang gemar pergi kencan singkat atau tidur dengan banyak wanita,” Kyuhyun melangkah seraya menjelaskan sesuatu yang selama ini selalu mengganggu pikirannya. “Itu hanya gosip murahan ..”

“Darimana aku tahu itu gosip murahan atau tidak? Lagi pula aku tidak mau peduli lagi dengan kencan,” Sungmin menanggapi, ia berusaha menyingkirkan lengan Kyuhyun yang melingkar di pundaknya.

Kyuhyun berdecak, “Itu sebabnya aku tidak mengajakmu kencan saat aku menjadi mahasiswa baru,” nada suara Kyuhyun meninggi. “Padahal sudah dari dulu aku menyukaimu. Tetapi aku baru bisa pergi kencan denganmu saat kau akan lulus. Lalu masalah utamanya, kau percaya dengan gosip seperti itu! Tidak bisa dipercaya!”

Dahi Sungmin berkerut samar, pandangan perempuan itu menari-nari gelisah. Sejujurnya ia bingung dengan kebenaran mana yang harus ia percaya. Mendengar penjelasan Kyuhyun yang terselip propose, dadanya berdesir—seperti tersengat aliran listrik. Tetapi, ketika ia mengingat ucapan gadis-gadis di cafetaria beberapa hari lalu, ia kembali ragu untuk mempercayai Kyuhyun.

“Padahal dulu, aku hanya sering mengantar gadis-gadis itu pulang ke rumah. Aku hanya mengantarnya pulang! Siapa yang berani menyebarkan berita murahan seperti itu! Aku akan membunuhnya!” kata Kyuhyun lalu berbalik dan mencoba melangkah.

“Kk—Kyuhyun-ah,” Sungmin mencengkeram kuat mantel yang membalut tubuh Kyuhyun dan menahan langkah kaki lelaki bertubuh tinggi tersebut. “Kk—kau tidak perlu membunuh mereka,” ucapnya panik.

“Itu merugikanku! Karena berita bodoh itu, aku tidak bisa pergi kencan dengan wanita yang benar-benar aku suka dari dulu!”

“Kk—Kyuhyun-ah,” Sungmin memanggil nama Kyuhyun dengan nada pelan—yang terkesan lebih lembut. Jelas saja seperti itu, perempuan itu hampir meledak saat mendengar apa yang Kyuhyun ucapkan. Tanpa sadar lelaki itu mengungkapkan perasaannya secara tidak langsung kepada Sungmin, dan itu membuat perempuan itu begitu terkesiap. “Gg—gajima ..”

Hold my hands and look at me.

I’ll allow only light kiss today.

Lelaki itu menatap dua bola mata Sungmin yang menatapnya penuh harapan, membuatnya urung untuk melangkah. Kyuhyun berani bersumpah jika gadis itu mengatakan sesuatu lewat pandangannya yang lembut, dan itu membuatnya terhanyut sekaligus menyadari bahwa perempuan tersebut mungkin telah luluh terhadap dirinya.

“Aa—aku percaya kepadamu .., Kk—Kyu ..,” Sungmin berusaha mengucapkan apa yang ada di pikirannya kepada lelaki tampan di hadapannya. “Aku percaya ..”

OoOoO

Shine under a street light

 

I’ll glomp in your warm overcoat and hear you breathing.

 

Oh like a movie

“Tidak disangka jika ada hujan salju saat ini,” lelaki bermantel tebal itu berucap seraya membenarkan letak topi yang menghangatkan dahinya. “Jagiya, kau tidak apa-apa?”

Gadis yang berlindung di dalam mantel lelaki tersebut mendongakkan kepala dan menatap wajah kekasihnya, “Tidak apa-apa. Kau hangat sekali,” kata Sungmin sambil membelai lembut dada Kyuhyun yang menjadi sandaran kepalanya. “Kau yakin tidak ingin berteduh di café?”

“Apartemenku sudah dekat,” Kyuhyun mengeratkan pelukannya dan merundukkan badan. “Lagi pula kita akan pulang terlalu malam jika berteduh,” Kyuhyun mengatakan argumentasi yang sempat melintas di otaknya beberapa menit yang lalu.

“Aku akan pulang terlalu malam jika berteduh di apartemenmu,” Sungmin menimpali argumen Kyuhyun lalu menggigit bibir bawahnya.

“Kau bisa menginap, aku tinggal sendiri,” Kyuhyun melirik Sungmin yang memeluk pinggangnya dengan begitu erat.

“Benarkah?”

Shine it’s a special night which shines us.

 

I’ll walk around with you tonight on this awake street.

 

My love

Dua orang itu tetap berjalan menyusuri jalanan yang mulai sepi walau hujan salju tetap turun membasahi bumi Seoul. Hari ini mereka pergi untuk kencan ke dua, pada awalnya memang berjalan lancar. Tetapi ternyata mereka harus pulang dengan menerobos hujan salju yang cukup deras. Pada awalnya Sungmin begitu merutuki keadaan cuaca yang berubah kapan pun waktu berjalan. Tetapi, akhirnya Sungmin sangat bersyukur bisa berada dalam keadaan seperti ini.

Jika tidak, tidak mungkin Sungmin bisa berada dalam lindungan Kyuhyun di sepanjang jalan yang mereka lalui bersama.

There’s our own love on this shy street.

 

END

Gimana? Garingkah? -_- sebenernya ff ini udah ada sejak album SNSD yang I Got a Boy keluar, jadi sejak tanggal 1 januari lalu .. ff ini terinspirasi dari salah satu lagu SNSD, yaitu romantic st. dan, aku rasa kesan romanticnya masih kurang dan berakhir aneh ㅠㅠ akhirnya aku jadi urung nge-postnya.

Tapi, kalo sekarang di post, apa udah nggak apa-apa? Hehehe ..

~MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY-PASTE SEMUA KONTEN YANG ADA DI BLOG INI! DO NOT PLAGIAT, PLEASE!~

109 thoughts on “Romantic St | KyuMin | One Shoot | Genderswitch | T+ | Romance, Drama |

  1. aigoooo uri kyumin so sweet^^

    ff’y bagus bgt kok, aplagi kalo ada sequel’y..hehee
    seriusann aku sllu suka sma ff2’mu cingu^^

  2. aduhh, ini bner” romantis..
    suasananya, stuasinya..
    sesuai koq dgn judlx^^
    aku suka :’)
    tp aku btuh sequelny, blh ya😀

  3. kkk di pertengahan cerita aku kira masalahnya bakalan klise klo sungmin adalah taruhan kyu sama temen2nya ternyata stlh baca sampe end kyu bener2 suka minnie hehehe fighting yah di tunggu next ffnya!!! jiyoo daebakk!!

  4. Fic yang manis eonni🙂
    Fic ini jg mengingatkan kl kita nggk boleh mudah percaya sama gosip2 yg beredar :p
    Sangat penting utk diingat xD

    Eonni~ aku kangen ff chapteran eonni hehehe :3

  5. whoooaa aku juga mau kencan sama kyu *abaikann
    ciiiee kan, kyumin🙂
    wahh yeoja2 yg iseng, gosipin kyu sembarangan ajaaa..
    keren chingu🙂
    keep writing

  6. Huff romantisnya Kyu sampe bikin Sungmin memerah trs..
    Si Kyu Pinter bgt ngerayu ya ckckck bang evil satu ini mmg deh…^^
    Sungmin-ah pasti jatuh tuh dlm pesona seorang Cho Kyuhyun..:D

  7. macam artis aje tuh evil-cho digosipin, mane pervert lagi, baru jga kencan pertama udah maen cium” aje…
    tapi ini sweet ko jiyoo, ciyus deh

  8. jiyooo ini so so sweet banget~~
    kyaaaaa aku suka banget :’3
    manis banget ff ini jiyooo
    seriusan deh :’3 ada sequel
    pelase :’3

  9. Eonni in romantiss bngett.. Jd pngen T_T

    hmm.. Kyu pervert.a gak ilang2 yaa,, dgerbang skolh msh smpt aja cium minnie..
    Aigoo.. Awalnya rada BT pas ming ngejauhin kyu gra2 ciuman ituu hrus.a kan ming sneng, aku aj mau d’gituin sm kyu *yadong kumat =_=’
    pling sneng wktu kyu pluk ming d’tengh hjan slju, daebak romantis bngeett..

    Ff.a keren eon.. Trus brkarya eon..
    Hwaitingg ^^

  10. Jiyooooooo tettorettoretttttt (/’O’)/ …. Miyu baru baca masa .. Dumplak dungjesssssssss ….

    Aku pikir di pas sungmin ngejauhin kyuhyun karena insiden ‘ciuman’ itu aku pikir sungmin kenapa -,- soalnya udh jelas jelas dia naksir kyu.. Tapi kenapa ngejauhin .. Dan ternyata hanya karena gosip murahan.. Jiyoooooo aku rindu ff mu ToT kembalilah ke FFn dan bikin ff lagi… Bikin ff yaoi lagi dong jiyoo ‘-‘)a

  11. kyaaaa ming kau salah paham sama kyu!
    ternyata yang membuat ming ngehindar dari kyu itu karna denger gosip tentang kyu ya?
    tapi akhirnya kyumin baikan lagi n ming mempercayai kyu tapi ntu gantung gak sih endingnya kyumin itu yang kencan kedua udah jadian belum jiyoo?

  12. ish~ ternyata comment aku nggak masuk😥
    author, aku baru buka wp ini lagi dan ternyata ff-nya lumayan banyak dan aku bingung harus baca yang mana dulu.. aku bacanya setelah UAS aja deh yaa xD

    buat ff ini aku udah baca dan aahhh aku sukaaaaa!!! tapinya penjelasan tentang Kyuhyun nggak ada, pov’a lebih ke Ming yaa? dimana-mana Kyuhyun pasti dapet peran evil d(-,-)b
    ditunggu karya selanjutnya ^^

  13. Jiyoo ini bagus banget😀
    feel nya kena banget sama tema winter, apalagi sambil denger lagunya
    wah pokonya klop banget deh😄

    • annyeong .. silahkan baca semua ff di sini tapi jangan lupa comment yah🙂

      hehehe endingnya emang aku buat seperti itu .. tapi lain kali aku akan berusaha buat yang lebih baik. terimakasih masukannya !🙂

  14. Annyeong,
    author,saya sangat” ska sma fanfic kmu, maaf klau slama ini saya jdi silent reader, krna sya bngung mau coment ny gmana,krna sya bka dri hp,tpi stelah sya cba trnyata bisa,oya. .apkah sya bleh mnta PW my spesial angel?

  15. Annyeong chingu,,,,aku readers baru disini,,,,,
    aku dulu sudah pernah baca ff chingu yang di ffn,tpi sekarang ternyata udah pindah ya,untung aku nemuin blog ini,jujur aku suka banget sama karya karya chingu,apalagi semua tentang kyumin,wuaah bener bener daebak,,,,
    ijin baca ne chingu,oh y boleh minta pw ff yang diprotek gak chingu,rasanya kurang lengkap kalo gak baca semua,,,,hehe sebelumnya gomawo ne,,,,aku pasti bakal comment kok chingu,,,,

  16. Sumpah so sweet membahana badai cetarr halilintar gunung merapi banjir sungai ciliwung *apadeh ini -,-*
    epep gini nih yg bikin ngenvy ._.

  17. Yakin deh, ini pas dijalan Kyu ga berenti brentinya meluk Ming!
    Curi kesempatan dalam kelebaran dasar! –‘

  18. yaah,qu telat banget baru kunjungin wp jiyoo lagi,ternyata udah banyak banget ff baru nya jiyoo… hehehe
    ff ini manx cocok dgn judulnya,romantis sekali~

  19. Min ceritanya daebak!! So sweet~
    Ampe aku bacanya jadi lumer!😄 hehehehe
    Adain sequelnya dong, klo engga season 2 nya ne😉

    Lanjutkan!! *Plak

  20. romantis dan so sweet gt walau pgn ngegundulin tu yeoja yg nyebarin gosip gk bner ttg kyu… suka bgt deh sm ffnya ini

  21. aaaaaaaaaaaaiiiiihhhhh kyuppa nromantis bgt sihhhhhh,,,
    jdi iri ma minnie,,
    akhir’a kyumin jadian jga,CHUKKAE KYUMIN,,
    cieee minnie nginep nih di tmpt kyuppa

    NICE STORY n SWEET MOMENT KYUMIN

  22. Baruuu kencaannn ud maeen ciyuuum aj neeh bang EviL…… #hehehheee… #jd ngebayangiiinnnn dii ciyuuum Kyuu deeh… #hhhmmmbbbb apaa rasaa nyaaa yaah… #sukaaaa ff iniii…..!!!

  23. So Sweet *.*
    Ming kenapa percaya aja ma omongan gadis2 penggosip itu
    Mereka hanya iri ma sungmin yg bisa merebut hati kyu..
    Happy end^^

  24. on my cheeks, in my ears and on my lips, whisper

    ahh~ neomu joaheyo, suka bgt sama tu frasa

    in ff kyu really romantic guy but in real life he ……

    i want haeppa do it like that, ahhh i wonder if it true

    masih inget aku g?

  25. sebelumny slam kenal ya ak reader baru ^.^
    pas baca FF ini, feelny dapet bgt smbil dengerin lagu SNSDny ><
    berasa manis gmna gtu #apadah
    tapi entah kenapa kurang puas sma endingnya .–.v #mian
    tapi.. aku suka kok, req sequel boleh gk? keep writing ^.^)9

  26. Aduh itu mulut yg pitnah kyu jahat bener dehh ,
    Bikin ming salah paham kan tuh
    Untung aja akhirnya ming percara sama kyu
    Jdi ga berkelanjutan
    Aigoo kyu so sweet deh , suka ama ming udah dr lama gitu (ʃ⌣ƪ)

  27. so sweeeeetttt
    dr mana dtgnya beriita kyu pernah tdr ama vic bikin ming kesel ama kyu aja -,-
    tp kencannya maniiiss
    apalagi pas kyu nyuri ciuman pertama min ^^

  28. KKKYAAAAA… MANISNYA KYUMIN>////<
    AISH….
    Hahaha.. Aku jadi ngakak sendiri gaya Kyu nembak Sungmin bukannya romantis malah sambil marah marah.. Oh astaga.. Hahaha.. Aku seneng sendiri bc FFnya.. Kkk~ maaf baru rcl kak ^^V

  29. KKKYAAAAA… MANISNYA KYUMIN>////<
    AISH….
    Hahaha.. Aku jadi ngakak sendiri gaya Kyu nembak Sungmin bukannya romantis malah sambil marah marah.. Oh astaga.. Hahaha.. Aku seneng sendiri bc FFnya.. Kkk~ maaf baru rcl kak ^^V

  30. Wahhh, kurg ajar tuh org yg gosipin kyu yg nggk2. Ming ampe benci gt ama kyu.
    Tp sprti biasa, brkhir dgn sngt manis dan romantis
    Hihihi…
    Suka bget

  31. ROmanstic St ? St nya apa ya?? Plakk

    aku suka baca” ff genre kayak gini kalo lagi senggang,, alurnya santai🙂 ngga terlalu nguras(?) perasaan bgt. kyuhyun sungmin ^^

    KEEP WRITING

  32. oh mai god gantungggg saeng….tidak adakah adegan saat kyu nginap di apertemen sungmin ? apa yg terjadi *ngarep yg gak2 nih…gmn klw author lanjutin 1 chap lagi biar nambah makin romantis…

  33. ini kayak diobrak-abrik rasanya
    awalnya manisss trus gemess ama kesalahpahamnnya trus endingnya maniss keke walopun kyuhyun ngungkapin perasaaannya pake emosi😀

  34. Numpang baca😀
    Aku suka bahasa mu, rapi dan ringan. Bikin bacanya pun serasa nyantai bgt. Apalagi ini ff’a romantis bgttt.

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s