Just With Me Here | KyuMin | Oneshoot Squel | Genderswitch | T+ | Drama, Romance

Our Baby Born

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

pairing : KyuMin

 

Part : One Shoot

 

Warning : Genderswitch , Miss Typo(s) .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Cerita ini adalah skuel dari fic saya sebelumnya yang berjudul ‘Just With Me Here’. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

Sungmin berlari dengan langkah tertatih-tatih kala gendang telinganya mendengar suara pintu apartemen mereka terbuka. Pasti Kyuhyun! Tangan kanannya menggenggam sebuah amplop cokelat dengan ukuran besar. Sungmin memekik senang kala pandangan matanya disambut oleh senyuman Kyuhyun. “Kyunnie!” teriaknya kemudian menghambur ke pelukan suaminya, menjepitnya erat.

Jagiya, sudah malam! Jangan berteriak!” Kyuhyun berbisik pelan. Walau pada kenyataannya ia merasa senang karena Sungmin menyambutnya dengan pelukan erat malam ini, namun tetap saja ini salah. Jam telah menunjukkan pukul 12 malam lebih, jika ada seseorang yang mendengarnya ia bisa malu setengah mati esok.

“Aku bahagiaaaaa sekali!” Sungmin menarik kepalanya, mata kelincinya menatap wajah lelah Kyuhyun dan mengedip pelan. “Aku bahagia!”

“Ough! Hentikan, jagi!” badan Sungmin yang terus mencoba mengoyak tubuh kurusnya membuat Kyuhyun terasa terhentak. “Ceritakan apa yang membuatmu seperti ini?”

Sungmin terdiam selama beberapa detik. Kemudian, perempuan itu menarik tangannya. “Ini..,” ucapnya sembari menyerahkan amplop cokelat yang sedari tadi ia genggam.

Alis Kyuhyun berkerut. Seketika itu juga jantungnya berdenyut berknot-knot lebih cepat dari biasanya. Sungmin memberinya amplop cokelat? Dengan gerakan hati-hati Kyuhyun membukanya, menarik kertas putih yang bersembunyi di dalamnya.

Dari Rumah sakit Seoul? Tunggu, apa jangan-jangan..

“Ya, Lee Sungmin!” tangan Kyuhyun reflek memeluk tubuh sang istri, mendekapnya erat. Oh, apa yang baru ia baca begitu membuatnya bahagia. Membuatnya ingin sekali berteriak dan memberitahu seseorang tentang kabar bahagia ini. Ini anugrah, ini hadiah dari Tuhan untuk mereka berdua.

“Kau bahagia?” ucap Sungmin kala mendapat respon yang luar biasa.

“Tentu saja!” Kyuhyun menarik tubuh Sungmin, melepaskan pelukan mereka dan mencium bibir Sungmin sekilas. “Sangat bahagia!”

OoOoO

Sungmin menggeliat pelan kala sinar matahari mencoba mengusir mimpinya. Ah, sebenarnya ia ingin sekali untuk kembali tidur, namun jika mengingat tugasnya untuk memasak sarapan membuat Sungmin harus benar-benar bangkit. Tangan Sungmin bergerak meraba permukaan ranjangnya, dahinya berkerut kala ia tak menemukan sosok lelaki yang selalu tidur di samping tubuhnya.

Mungkinkah Kyuhyun telah kembali bekerja? Huh, lelaki itu selalu saja pergi seenaknya. Dengan langkah gontai Sungmin beranjak menuju kamar mandi. Sedikit merasa kecewa memang, jika mendapati tubuh Kyuhyun telah lenyap dari sisinya kala ia bangun di pagi hari.

Air dingin pagi ini terasa lebih dingin dari biasanya. Entah mengapa kulit Sungmin terasa membeku kala guyuran dari air shower ini menyentuh kulit tubuhnya. Oh, karena hal ini Sungmin benar-benar ingin menyudahi acara mendi paginya.

Cklek. Sungmin membuka pintu kamar mandinya, sedikit merasa bosan dengan apa yang akan ia alami sekarang. Menunggu Kyuhyun lagi.

“Eh?” mata Sungmin melotot saat pandangan matanya mendapati sepiring sandwitch gosong dengan segelas besar susu vanilla terletak di atas ranjang. Siapa yang memasuki kamarnya? Dengan langkah pelan Sungmin berjalan mengendap-ngendap mendekati pintu kamar, kemudian dengan gerakan pelan dan selembut mungkin, perempuan itu membuka pintu kamar mereka dan ..

Jagiya?

Omo!” Sungmin berteriak kaget kala tubuh tegap Kyuhyun berdiri tepat di depan pintu. “Kau mengagetkanku!”

“Lalu kenapa kau mengintip, hm?” Kyuhyun mulai menyelinap masuk ke dalam kamar mereka. “Sudah mencicipi sarapan buatanku?”

“Buatanmu?” alis Sungmin berkerut heran. Oh, bisa gawat jika ia memakan masakan beracun Kyuhyun kala ia mengandung. Bisa jadi ia keguguran! “Tt—tidak perlu, Kyunnie?”

Wajah ceria Kyuhyun mendadak berubah menjadi murung. “Wae? Aku yakin kali ini akan baik-baik saja!” Kyuhyun mencoba meyakinkan.

“Benarkah?” Sungguh, Sungmin merasa tak enak untuk menolak kebaikan Kyuhyun. Namun, jika ia kembali mengingat tentang janinnya?

Noona?” Kyuhyun mulai merajuk. “Kau sama sekali tidak menghargaiku!”

“Bb—baiklah! Aku akan makan!” Sungmin berteriak kemudian berjalan cepat menghampiri ranjang mereka. Meraih sandwitch dengan isi sayuran yang tersusun dengan begitu berantakan. Oh, lihat yogurt yang meleleh itu, sepertinya Kyuhyun terlalu banyak memberikan yogurt.

Hap! Perempuan itu benar-benar menyantap sandwitch buatan Kyuhyun!

Masitda!” ujarnya. Perempuan itu tak berbohong, ini memang benar-benar enak. “Gomawo, seobang!

Seulas senyuman merekah di kedua belah bibir Kyuhyun setelah ia mendengar respon Sungmin. Lelaki itu berjalan menghampiri Sungmin dan duduk tepat di sebelah kanan baki makanan yang ia bawa. Matanya menatap wajah Sungmin yang tengah menyantap makanan buatannya. Oh Tuhan, melihat wajah seorang malaikat di depannya membuat Kyuhyun tak sanggup berkutik.

Sungmin menghentikan aktifitas makannya kala pandangan mata Kyuhyun terus terfokus pada satu titik, dirinya. “Wae? Kenapa kau menatapku seperti itu?”

“Kau begitu manis, jagi!” jawab Kyuhyun seraya menoel dagu Sungmin seduktif.

“Uhuk! Uhuk!” Hei, karena Kyuhyun menoel dagunya, Sungmin tersedak makanannya sendiri.

“Ya Tuhan, jangan terburu-buru!” telapak tangan Kyuhyun bergerak mengelus lembut punggung Sungmin. Kemudian lelaki itu menyodorkan susu vanilla ke arah Sungmin.

“Kau yang membuatku tersedak, tahu!” dengan gerakan kasar Sungmin meraih gelas susunya, menegak susu dengan rasa vanilla itu dengan pelan-pelan.

Mianhae,” nada bicara Kyuhyun merendah.

Gwaenchanha!” Sungmin meletakkan gelas kosong di atas baki, kemudian menatap wajah Kyuhyun dengan tatapan intens. “Kenapa kau ada di sini, Kyunnie? Tidak bekerja?”

“Aku akan meminta izin untuk diperbolehkan bekerja di rumah selama kau hamil, jagi,” jawab Kyuhyun, ia mengedarkan pandangan matanya ke seluruh penjuru ruangan.

“Bb—benarkah?”

Kepala Kyuhyun mengangguk mengiyakan, “Aku tahu kau begitu kesepian. Karena itu aku akan menemanimu!”

Sungmin menghambur ke pelukan Kyuhyun, menenggelamkan kepalanya di dada Kyuhyun. Sungmin benar-benar tak pernah berpikir bahwa sifat Kyuhyun akan menjadi sangat perhatian kala ia mengandung seperti saat ini. Jikapun sifat evil dan childish Kyuhyun akan hilang nantinya, Sungmin patut lebih bersyukur.

OoOoO

Sungmin terlihat sibuk membolak-balikkan badannya selama beberapa kali. Perempuan itu selalu merasa tak nyaman dengan posisi tidur yang ia ambil. Karena hal itu, ranjang empuk mereka bergoyang, membuat Kyuhyun yang tadinya tengah tertidur pulas menjadi terbangun.

Jagi, ada apa denganmu?” tanya Kyuhyun tanpa mencoba membalikkan badannya untuk menatap wajah resah Sungmin.

“Entahlah, beberapa akhir ini aku sulit sekali untuk tidur,” jawabnya seraya memeluk boneka bear besarnya.

“Coba tutup matamu dan peluklah punggungku.”

“Tidak bisa, entah mengapa mataku terasa tak akan terpejam!” wanita itu mengeram emosi.

“Bersabarlah, jagi. Itu terjadi karena kau tengah hamil! Bersabarlah!” Kyuhyun berucap dengan nada rendah. Matanya memandang wajah resah Sungmin, memancarkan sinar kehangatan untuk meredam keresahan Sungmin.

“Bersabar? Tidak bisa! Kyunnie, cepat belikan aku obat tidur!” lengan mungil Sungmin mulai mengoyak lengan Kyuhyun.

Jagi,” Kyuhyun protes, menggerang kecil. “Tunggu sebentar, aku akan memberimu sesuatu yang lebih baik!” lelaki itu bangkit dari tidurnya kemudian berlalu, meninggalkan Sungmin yang ikut bangkit dari duduknya dengan memasang wajah jutek. Hei, perempuan itu terlihat sangat gusar.

Detik berselang memakan menit, sosok Kyuhyun kembali dengan membawa segelas susu di atas baki logam. Lelaki itu berjalan dengan langkah hati-hati kemudian memberikan apa yang ia bawa kepada sang istri. “Minumlah! Susu hangat akan membuatmu lebih nyaman!”

Tangan Sungmin meraih segelas susu yang Kyuhyun sodorkan untuknya. Ia meneguknya sedikit demi sedikit, membiarkan air dengan rasa vanilla pekat itu mengalir di tenggorokannya. “Gomawo,” ucap Sungmin setelah ia meneguk segelas penuh susu vanilla buatan Kyuhyun.

“Sekarang berbaringlah!” tangan Kyuhyun mencoba mendorong bahu Sungmin, membiarkan perempuan itu berbaring. “Sudah merasa baikan?”

Kepala Sungmin mengangguk. Entah mengapa ia merasa lebih rileks dan nyaman setelah meneguk susu hangat buatan Kyuhyun. Rasa nyeri di ulu hati yang membuat tidurnya terasa tidak nyaman kini sedikit demi sedikit lenyap, membuat kelopak mata Sungmin terasa berat.

“Selamat tidur, jagi,” bisikan Kyuhyun terdengar setelah ia mengecup pelan bibir Sungmin. Tidak ada salahnya juga ‘kan, mengecup bibir sang istri ketika akan tidur?

OoOoO

Mata Sungmin mengerjap kala ia mendapati sebuah makanan yang digulung dengan tortila terletak di atas piringnya. Bayangkan, hanya sebuah makanan dengan ukuran yang teramat kecil, mungkin panjangnya hanya mencapai 10 centimeter dan diameter sekitar 3.5 centimeter.

“Kyunnie?” Sungmin mulai memanggil nama sang suami yang tengah sibuk berkutik di dapur. Sejenak menunggu, sosok Kyuhyun yang terbalut dengan apron merah muncul dari dapur dengan membawa sepiring makanan. “Kau hanya memberiku ini untuk sarapan?”

Kepala Kyuhyun mengangguk, kemudian lelaki itu duduk di depan sang istri. “Biasanya, seorang ibu hamil di primester pertama akan mengalami morning sickness. Karena itu aku mengurangi porsimu!”

“Kyunnie, aku ingin daging ayam itu!” Sungmin merengek.

Mata Kyuhyun beralih menatap wajah Sungmin, memberi sebuah tatapan menakutkan. “Tidak bisa! Untuk sekarang ini kau tidak boleh makan daging!” ucapnya sembari menyantap steak ayam yang ia dapat dari delivery. “Aku telah membuatkanmu sushi salad itu, kau harus memakannya!”

Sushi salad?” alis Sungmin mengkerut setelah ia mendengar pernyataan yang Kyuhyun lontarkan. “Ya, bahkan kau tak menyukai salad!

Jagiya, cobalah dulu! Itu adalah salad sayur dan buah yang manis!” Kyuhyun meyakinkan.

“Tapi aku tak akan kenyang..,” sungut Sungmin.

“Dengarkan aku, jagi! Kau akan merasa mual jika memakan makanan dengan porsi banyak!” mata Kyuhyun mencoba mengunci tatapan Sungmin. “Aku tak akan membiarkanmu merasa mual!” Kyuhyun menyantap steak ayamnya. “Makanlah sesering mungkin dengan porsi kecil untuk mengurangi rasa mual yang kau rasakan!”

Jujur saja, Sungmin begitu terpana mendengar penuturan Kyuhyun. Perhatian yang Kyuhyun tunjukkan membuatnya begitu kagum. Sungmin merendahkan pandangannya, tangannya mulai memotong sushi salad buatan Kyuhyun. Sebenarnya ini tak pantas untuk disebut sebagai sushi. Jelas saja, makanan ini dibungkus tortila dengan rasa gurih, bukan dengan nori! Apalagi makanan ini berisi salad.

“Eh?” mata Sungmin melotot, bentuk salad buah dan sayur ini begitu padat. Sepertinya Kyuhyun benar-benar berusaha keras dalam membuat sarapan ini. Ia meraih sepotong sushi salad buatan Kyuhyun dan menyantapnya. “Uhm, benar-benar enak!”

Jinjja?

“Tentu! Joha!

OoOoO

“Usia kandungan istri anda telah mencapai 5 bulan lebih,” ucap lelaki muda dengan balutan kain putih tersebut. “Namun, ada suatu hal penting yang harus anda perhatikan!”

Ne?”  ucapan dokter tadi sontak membuat sebuah senyuman yang sarat akan kebahagian di bibir Sungmin luntur, tergantikan oleh suatu rasa penasaran dengan bubuhan kekhawatiran. Kenapa raut wajah sang dokter menunjukkan sesuatu yang terkesan—buruk?

“Kondisi rahim Nyonya Cho sangat lemah. Jika Nyonya Cho terlalu sering melakukan hal berat, kemungkinan sesuatu yang sangat buruk akan terjadi pada janin anda,” sang dokter memakai kaca mata minusnya dan mulai membaca sesuatu dari lembaran kertas hasil diagnosa. “Kulihat diriwayat hidup Tuan Cho, anda pernah mengidap penyakit jantung bawaan?”

Detik itu juga rasanya Kyuhyun tersentak, dokter itu mengingatkan masa lalunya! “Ii—iya, dokter!”

“50% ada kemungkinan bahwa janin yang tengah Nyonya Cho kandung mengidap penyakit jantung bawaan dari Tuan Cho.”

OoOoO

Sungmin terlihat duduk terdiam dengan menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang. Telapak tangannya bergerak mengaelus permukaan perutnya yang mulai membuncit, tanda ada sebuah nyawa yang hidup di sana. Memang sungguh membahagiakan, jika ia kembali mengingat bahwa dirinya tengah mengandung salah seorang keturunan Cho. Namun, jika ia kembali memikirkan apa yang dokter katakan tadi membuat Sungmin begitu takut.

Dokter bilang keadaan rahimnya sangat lemah dan renta. Ditambah pula penyakit jantung bawaan? Ada apa dengan semua ini? Mengapa terasa begitu berat kala ia telah mengandung sesuatu yang sangat ia inginkan dari dulu?

Jagiya,” suara bass milik Kyuhyun terdengar nyaring, membuat lamunan Sungmin yang berputar buyar seketika. Ah, suaminya itu datang disaat yang tepat, kala ia tengah bersedih meratapi nasib. “Wae geurae?” tanyanya seraya meletakkan potongan buah yang baru ia siapkan. Setelah itu, lelaki itupun duduk di samping tubuh sang istri.

“Aku takut,” jawab Sungmin dengan nada rendah. “Kyunnie, apa yang akan kita lakukan jika—”

Jagiya,” lengan kekar milik Kyuhyun seketika itu juga menarik kepala Sungmin, membawa kepala sang istri agar bersandar di dadanya. “Kumohon jangan berpikiran seperti itu.”

“Tapi, kemungkinan besar aku—”

“Maafkan aku,” potong Kyuhyun cepat. “Jika saja aku terlahir sebagai orang sehat semenjak lahir,” nada bicara Kyuhyun semakin merendah dan merendah. Wajahnya merunduk, tersurat akan kesedihan yang amat sangat.

Kepala Sungmin mendongak, pandangan matanya mendapati raut wajah Kyuhyun yang masam. Sejumlah rasa bersalah mulai merasuki celah hatinya, membuat perempuan itu merasa tak enak. “Kyunnie, aku tidak bermaksud menyalahkanmu!”

Mianhae!” bibir tebal Kyuhyun mengecup dahi Sungmin lembut. “Aku mohon!”

“Kyunnie?” Sungmin mendesah berat kala pandangan mata Kyuhyun semakin meredup. Ia benar-benar tak bermaksud menyalahkan Kyuhyun tentang penyakit jantung bawaan yang pernah merenggut jantung aslinya. Ia benar-benar tak berniat menyudutkan Kyuhyun. “Kyunnie, jikapun aku akan kehilangan aegi ini itu tak akan menjadi masalah. Kau tahu mengapa? Tuhan melakukannya karena mungkin itulah yang terbaik untuk kita,” bisik Sungmin lembut. “Yang terpenting adalah, aku tak akan mau kehilangan dirimu.”

Noona?

Saranghae, uri Kyunnie!”

OoOoO

Sungmin menempelkan foto USG bayi mereka di salah satu halaman album baru yang ia buat beberapa bulan yang lalu. Album foto dengan kumpulan foto USG janin mereka. Dan sekarang adalah foto USG dengan usia tujuh bulan. Sebuah senyuman merekah di kedua belah bibir Sungmin kala ia menuliskan suatu kata di kolom khusus yang terletak tepat di samping kanan foto tersebut.

Oh, rasa bahagia yang memenuhi ruang hatinya rasanya begitu ingin meledak. Rasa bahagia ini begitu banyak, membuat Sungmin tak henti-hentinya menyunggingkan senyum. Dia harus menunjukkan ini semua kepada suaminya!

Cklek.

“Eh?” mata Sungmin menyipit kala mendapati ruangan kerja Kyuhyun yang begitu berantakan. Begitu menggenaskan. Dan, sosok Kyuhyun yang tengah ‘tertidur’ di atas meja kerjanya? Tertidur, atau hanya beristirahat sejenak?

Sungmin melangkah dengan langkah pelan mendekati meja kerja Kyuhyun. Wanita itu ingin memastikan apa yang tengah suaminya lakukan. “Kyunnie,” panggilnya tepat di lubang telinga Kyuhyun.

“Eeengh..,” erangan kecil Kyuhyun terdengar. Ah, rupanya Kyuhyun benar-benar tertidur. Sungmin terkikik kecil, sedetik kemudian perempuan itu berjalan cepat ke kamar mereka dan kembali dengan membawa selimut berwarna hijau muda.

Dengan gerakan selembut mungkin, Sungmin menyelimuti tubuh Kyuhyun dengan selimut yang baru ia ambil, berusaha agar tak menganggu mimpi Kyuhyun. Pandangan mata Sungmin tiba-tiba terkunci pada bibir Kyuhyun yang menganga. Membuatnya mengitu ingin mengecupnya. Oke, hanya ciuman singkat. Tidak akan menjadi masalah, bukan? Mengingat mereka adalah sepasang suami istri.

Lembut, entah mengapa bibir Kyuhyun selalu terasa begitu lembut. Rasanya sama persis seperti saat pertama kali ia mengecupnya, saat mereka SMA dulu.

Cukup, Sungmin malu pada janinnya jika ia terus mengecup bibir Kyuhyun secara diam-diam seperti ini. Ciuman ini harus ia hentikan sebelum Kyuhyun terbangun dan memergokinya. Dengan gerakan selembut mungkin Sungmin menarik kepalanya kebelakang dan melangkah menjauh.

Jagiya,” suara lemah Kyuhyun sontak membuat jiwa Sungmin tersentak. Seketika itu pula perempuan itu menghentikan langkah kakinya, wajahnya kian pucat pasi.

“Aa—apa?” tanyanya tergagap.

Kyuhyun bangkit, “Kenapa menciumku saat aku tertidur? Menganggu.”

“Kk—Kyunnie?” tubuh Sungmin berbalik lalu melangkah mendekati meja kerja Kyuhyun.

“Kemarilah,” ujar Kyuhyun seraya menepuk-nepuk permukaan pahanya. Menyuruh sang istri untuk duduk di atas pangkuannya. Lihat wajah Sungmin yang malu-malu seperti itu kala ia mulai duduk dipangkuan Kyuhyun, membuat Kyuhyun begitu gemas. Kyuhyun melingkarkan lengannya diperut Sungmin, memeluk sang istri dan sang anak. “Aigoo, istriku semakin berat!”

“Berat? Lalu untuk apa kau memangkuku?” Sungmin mendengus, begitu tersinggung dengan ucapan Kyuhyun.

“Kau sensitif sekali,” bibir tebal Kyuhyun mulai menyapu permukaan leher Sungmin. Menghembuskan nafas hangatnya di perpotongan leher Sungmin dan sesekali menjilatinya. “Kapan uri aegi akan keluar dari rahimmu, hm?”

“Sekitar satu bulan lagi,” Sungmin menanggapi. Badannya sedikit menggeliat tak senang kala getaran yang berhasil Kyuhyun ciptakan lewat kecupan-kecupan ringan mulai menjalar di tubuhnya.

“Aku benar-benar tidak sabar,” Kyuhyun menyandarkan kepalanya di punggung Sungmin.

Nado,” Sungmin mengaitkan jemarinya dengan jemari Kyuhyun.

OoOoO

“Kyunnie, kau benar-benar akan pergi?” Sungmin merengek kala melihat sang suami tengah sibuk memasukkan beberapa lembar baju ke dalam koper besar. “Kyunnie, kau tak ingat usia kandunganku?”

Tangan Kyuhyun berhenti bergerak memasukkan baju-bajunya, matanya beralih menatap wajah sendu milik Sungmin. “Mianhae, jagi,” ucapnya dengan nada rendah.

“Aku ingin kau berada di sampingku ketika aku melahirkan anak kita, Kyu..”

“Anak kita kemungkinan akan lahir seminggu lagi, dan aku pergi selama beberapa hari saja,” tangan Kyuhyun kini terangkat membelai rambut lurus Sungmin yang terurai.

Grep! Tiba-tiba Sungmin mencengkeram kuat lengan Kyuhyun, mencoba menyalurkan rasa takut yang kini tengah melandanya. “Kumohon, Kyu!”

“Dengarkan aku, jagiya! Semuanya akan baik-baik saja selama aku tak ada! Lagipula, eomma akan datang untuk menggantikanku!” Kyuhyun mencoba memberi penjelasan agar Sungmin dapat mengerti. Sejujurnya, Kyuhyunpun tak ingin pergi jika saja bosnya tak memaksanya ikut dalam kunjungan ini. Kunjungan ke Pulau Jeju dengan beberapa relasi bisnis untuk memantau keadaan salah satu cabang perusahaan di sana. “Aku berjanji akan pulang secepatnya jika pekerjaanku telah usai!”

Sungmin terdiam, masih mempoutkan bibirnya.

“Paling lama empat hari!”

OoOoO

Sungmin terlihat duduk terdiam di samping sang eomma. Dua wanita dengan wajah manis itu kini tengah berada di beranda apartemen mereka, menikmati angin sore yang berhembus sepoi-sepoi. Ini adalah hari ketiga kepergian Kyuhyun. Dan Sungmin rindu akan belaian tangan Kyuhyun. Rasa rindunya terasa seperti ingin membunuh raganya, membuat perempuan itu merasa dikesampingkan.

Sakit memang, mengingat Kyuhyun meninggalkannya kala ia tengah mangandung tua. Walau lelaki itu berjanji untuk pulang ke rumah esok hari, tetap saja perempuan itu tak rela. Masalahnya, ia tengah hamil tua! Seharusnya lelaki itu mengambil cuti agar dapat memperhatikan Sungmin sebelum ia melahirkan. Bukan malah meninggalkannya ke luar pulau dengan alasan pekerjaan. Apalagi Kyuhyun telah berkali-kali mengacuhkan telponnya tadi siang. Sekalipun lelaki itu tak mau mengangkat telpon darinya. Apa ada yang salah?

Mulas. Tiba-tiba perut perempuan itu merasa mulas. Rasa sakit akibat mulas itu terasa berputar-putar di dalam perutnya, membuat Sungmin begitu ingin menghempaskan tubuhnya. “Eomma, apo..,” rintih Sungmin seraya mengelus permukaan perutnya yang buncit. Wajah Sungmin kian memutih, pucat. Keringat dingin tiba-tiba keluar dengan begitu deras dari pori-pori kulitnya. “Eomma!

Omo, omo! Manhi apa?” raut wajah teduh sang eomma seketika itu pula tergambar kekhawatiran yang teramat sangat.

Manhiapa! Akh!” Sungmin berteriak, rasa sakit yang terus menusuk-nusuk perutnya benar-benar menyiksa. “Eomma!

OoOoO

Drrt… Drrt…

Sedari tadi handphone Kyuhyun terus berdering, dan ID caller dari sang istrilah yang tertulis. Sebenarnya ia ingin sekali untuk mengangkatnya, namun jika ia kembali mengingat bahwa rapat penting tengah ia jalani. Tidak mungkin jika ia mengangkat telpon saat ada diskusi penting.

Kembalilah pulang atau aku akan meninggalkanmu selama, Kyu!

Sepatah kata yang terucap dari Sungmin kembali melesak di pikiran Kyuhyun. Yeah, lelaki itu memimpikan sosok Sungmin kemarin malam. Mungkin karena ia terlalu rindu sehingga dapat bermimpi seaneh itu. Tidak mungkin ‘kan, Sungmin meninggalkan Kyuhyun untuk selamanya karena masalah sepele seperti ini?

Setelah itu, kau tak akan memiliki kesempatan untuk kembali melihatku dan anakmu!

Trak. Tanpa sengaja Kyuhyun menjatuhkan I-pad miliknya, membuat benda persegi itu hancur berantakan. Sontak semua relasi bisnis Kyuhyun yang ada di sana menoleh, menatap Kyuhyun yang tiba-tiba melukiskan raut wajah kebingungan.

“Cho-ssi, gwaenchanhayo?” salah seorang dari relasi bisnis Kyuhyun menepuk pundak Kyuhyun, membuat lelaki itu sedikit terhenyak karenanya.

“Nn—ne..,” jawabnya tergagap. Kenapa, kenapa secercah kata-kata itu begitu membuat perasaan Kyuhyun resah dan terkesan tak karuan? Mengapa rasa takut kini mendominasi pemikiran Kyuhyun karena perkataan yang terjadi di dalam mimpi?

Apa sebuah pertanda sesuatu akan terjadi?

“Chossi, gwaenchanha?” kali ini sang instruktor dari rapat direksi bertanya. “Anda boleh meninggalkan ruangan rapat jika kesehatan anda kurang baik!”

OoOoO

“Eo—eomma, aa—aku tidak mau operasi! Bb—biarkan.. aku—melahirkan.. anak per—tamaku.. hhss.. dengan nor—mal!” perempuan lemah yang tertidur di atas ranjang berjalan itu berkata terengah-engah. Memang benar jika ada kemungkinan operasi caesar akan terjadi karena kondisi Sungmin yang tidak memungkinkan. Namun, ini adalah anak pertama mereka. Seharusnya Sungmin harus bisa menyombongkan diri kala ia menceritakan saat bahagia ini kepada anaknya kelak.

“Jangan berkata lagi, jagi! Eomma mohon!” perempuan paruh baya itu menangis sesenggukan, langkah kakinya cepat berayun karena diburu oleh waktu.

“Eommaa.. Min—nie takuut!” wajah Sungmin memerah, menunjukkan bahwa perempuan itu mengalami rasa sakit yang amat sangat.

Akhirnya mereka berhenti di suatu ruangan bedah. Jangan heran mengapa eomma Sungmin berada di samping Sungmin, para dokter memperbolehkan wanita paruh baya itu berada di samping Sungmin untuk memberi penyemangatan.

“Tarik nafas.. Keluarkan! Lakukan berulang kali, Nyonya Cho!” sang dokter muda mulai membimbing Sungmin untuk menenangkan perasaannya. “Bagus! Setelah itu, dorong! Dorong dengan kuat!”

“Aaaakh!” Sungmin mengerang kesakitan. Entah mengapa ada sesuatu yang rasanya begitu ingin merobek vaginanya, membuat Sungmin melengkungkan tubuhnya ke atas, kemudian membantingnya kembali. Air mata mengucur dengan begitu deras dari kedua pelupuk matanya, denyut jantungnya yang berdebum dengan begitu cepat membuat perasaan Sungmin semakin campur aduk.

“Minnie, tenang, jagi! Kau harus tenang!” sang eomma mengusap pelan dahi Sungmin, mencoba menenangkan sang anak yang terus berteriak karena menahan sakit.

“Aaaakhh! Eommaaa! Uuuhg!”

Sakit, sakit, dan sakit. Hanya itulah yang dapat ia rasakan saat ini. Sakit lahir, dan sakit batin. Walau rasa sakit itu terus menghujam tubuhnya, untuk sang anak pertama Sungmin rela. Bahkan jika Sungmin harus mati karena tak kuat menahan rasa sakit ini, itu semua tak akan menjadi masalah. Jika seperti itu, mungkin anaknya akan semakin bangga karena perjuangannya dalam melahirkan.

Tiga puluh menit Sungmin hanya berteriak, dan tak ada hasil dari itu semua. Sang dokter yang sedari tadi terus mencoba memberi step agar Sungmin dapat mendorong bayi yang tengah dikandungnya mulai menggelengkan kepala. Dokter itu mulai menarik masker yang menutup sebagian wajahnya ke bawah, matanya menatap wajah eomma Sungmin dengan tatapan tajam. “Kita harus melakukan operasi dengan segera!”

Andwae..,” suara Sungmin yang lemah terdengar. “Andwaeyo..”

“Nyonya Cho—”

Jebal, seonsaengnim..,” ucap Sungmin. “Aku akan beru—saha..”

Dokter muda itu terlihat diam menanggapi pengorbanan Sungmin yang begitu besar. Perempuan itu rela mengalami rasa sakit yang berkepanjangan demi melahirkan anak pertama mereka. “Baik, mari kita coba sekali lagi!”

OoOoO

Langkah kaki Kyuhyun terlihat berayun cepat di lorong rumah sakit. Resepsionis apartemen mereka mengatakan bahwa ada ambulance yang membawa penghuni kamarnya ke rumah sakit. Benar saja, setelah ia mengecek kebenarannya di resepsionis rumah sakit, nama Sungmin benar-benar tercantum sebagai pasien baru untuk melahirkan.

Melahirkan?

“Maaf, anda tidak boleh masuk!” dua orang suster dengan wajah cantik menahan tubuh Kyuhyun yang terlihat akan menerobos ruang bersalin.

“Saya adalah suami dari Cho Sungmin!” teriak Kyuhyun kalap.

“Maaf, tapi—tuan!” dua suster itu berteriak saat tubuh Kyuhyun berhasil menerobos masuk ke dalam.

Mata Kyuhyun melotot kala ia melihat sang istri dengan peluh di sekujur tubuhnya berteriak kesakitan. Gendang telinganya serasa dirajam kala ia menapakkan kaki di ruangan bersalin ini. “Jagiya!” teriaknya pelan kemudian berlari menghampiri ranjang Sungmin. Sang mertua yang terlihat menangis juga tengah berada di samping kiri Sungmin, menggenggam tangan anak perempuannya.

“Aaaakh! Kk—Kyunniiieeeeh!” kepala Sungmin mendongak, gigi kelincinya menggigit bibir bawahnya, kedua matanya terpejam, wajahnya memerah. Sungguh, keadaan Sungmin membuat hati Kyuhyun begitu miris. Sebegitu sakitkah melahirkan itu?

“Kumohon jagiya, bertahanlah!” bisik Kyuhyun seraya menggenggam tangan Sungmin yang dingin. “Jagiya..,” air mata mulai mengalir di sudut mata Kyuhyun, menangis kala ia tak kuat melihat beban yang dipikul sang istri saat ini.

“Bagus, sedikit lagi! Sedikit lagi!” sang dokter berteriak dengan nada penuh kelegaan.

Setelah lenguhan panjang Sungmin terdengar, kini suara tangis bayilah yang terdengar, membuat Kyuhyun yang tadinya merundukkan kepalanya mulai mendongak. Anak mereka, anak pertama mereka, pewaris tunggal marga Cho, malaikat kecil titipan Tuhan. Lihat, suster itu menggendong anak mereka dan memandikannya di bak yang tersedia.

“Berikan oksigen! Denyut jantung nyonya Cho melemah!”

“Miniie!” mertua Kyuhyun berteriak kala sang dokter mulai memberi oksigen tambahan.

Dan Kyuhyun sendiri? Jiwa lelaki itu tersentak, begitu kaget ketika sang dokter mengatakan sesuatu tentang keadaan sang istri. “Jagiya? Jagiya!” panggilnya seraya mencoba menggoyang tubuh Sungmin.

“Lebih baik anda keluar dari ruangan ini. Silahkan!” salah seorang dokter lelaki pendamping dokter spesialis itu menuntun tubuh Kyuhyun keluar dari ruangan.

OoOoO

Kyuhyun terlihat mondar-mandir di depan ruangan bersalin. Lima belas menit berlalu dan tak ada satu dokterpun yang keluar dari sana untuk memberi tahu keadaan sang istri. Keterlaluan! Ingin sekali Kyuhyun mendobrak pintu ruangan persalinan ini dan melihat keadaan Sungmin.

Cklek. Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, dan ranjang rumah sakitpun keluar dari sana. Sosok Sungmin yang tergolek tak berdaya ada di sana. Seketika itu pula, mertua Kyuhyun dan Kyuhyun beranjak menghampiri ranjang Sungmin yang digiring entah kemana.

“Tuan Cho?” sang dokter memanggil Kyuhyun, membuat lelaki itu menoleh dan berjalan menghampiri sang dokter untuk mengorek keterangan mengenai keadaan sang istri.

Ne?

“Istri dan bayi anda baik-baik saja,” ucap dokter muda itu seraya menyunggingkan senyum penuh kelegaan. “Namun, untuk sementara waktu biarkan Nyonya Cho berada di rumah sakit agar kami dapat memantau keadaannya.”

“Baik, seonsaengnim! Gomabseubnida! Jeongmal gomabseubnida!” tubuh Kyuhyun terlihat membungkuk beberapa kali. raut wajahnya yang terlihat seriba kali lebih bahagia dari beberapa menit yang lalu terlukis. Sebuah senyuman seribu watt terlempar dengan begitu mudah, membuat kharismanya keluar begitu saja.

OoOoO

Mata kelinci itu terlihat mengerjap beberapa kali. Belum terbuka sepenuhnya memang, namun, mendapati Sungmin yang akhirnya siuman dari pinsannya membuat Kyuhyun melototkan mata. Lelaki itu mencoba menatap wajah Sungmin, menunggu hingga perempuan itu terbangun sepenuhnya.

“Kk—Kyuu,” panggilnya pelan. Sedetik kemudian matanya kembali mengedip.

Ne, jagi?

“Anak kita?”

Eomma akan membawanya seben—”

Aigoo, aigoo! Cucu halmoni tampan sekali! Lihat bibir tebalnya kala tertidur..,” tiba-tiba sang eomma datang, memotong perkataan Kyuhyun secara tidak langsung. Perempuan paruh baya itu terlihat tengah menggendong seorang bayi dengan balutan kain tebal berwarna pink cerah, melangkah mendekati ranjang Sungmin. “Lihat eommamu! Kau harus tahu bagaimana perjuangannya selama beberapa jam yang lalu, hm?”

Eomma..,” sebuah senyuman kecil tersungging di kedua belah bibir Sungmin, sedikit tersipu jika ia kembali mengingat saat-saat menakutkan yang baru ia alami.

“Tidurlah di samping eommamu, hm?” mertua Kyuhyun yang kini memiliki status baru sebagai halmoni meletakkan bayi mereka yang tertidur damai tepat di samping kanan tubuh Sungmin. “Aigoo, lihat begitu tampannya cucuku!”

“Tampan seperti diriku,” Kyuhyun menyahut. Benar, pangeran barunya begitu tampan, dengan hidung mancung yang sempurna, pipi chubby yang menggemaskan, bibir tebal yang sexy, dan matanya beloknya yang tertutup itu memberi kesan maskulin. Oh, Kyuhyun merasa bayi mereka adalah foto copy-an dirinya.

“Aku keluar sebentar. Kyu, cepat beritahu orang tuamu!” kata sang eomma kemudian pergi berlalu, meninggalkan keluarga kecil itu di sana.

“Hah, lihat dia. Begitu manis,” bisik Sungmin seraya membelai pipi chubby sang bayi. “Siapa namanya, appa?” kepala Sungmin menoleh menatap Kyuhyun, memberi tatapan sayu yang polos.

“Cho Sunghyun?” alis Kyuhyun mengeryit, menunggu reaksi Sungmin. Nama itu telah Kyuhyun persiapkan beberapa bulan yang lalu.

“Manis,” jawab Sungmin. “Ah, bagaimana bisa kau ada di sini? Bukankah kau harus berada di Pulau Jeju?”

“Saat aku di sana, kau menghantuiku dengan menganggu tidur malamku!” ucap Kyuhyun seraya beranjak dan duduk di samping kiri Sungmin, berniat mendekat ke arah anak mereka. “Bagaimana aku bisa tenang?”

“Kau begitu merindukanku rupanya.”

“Aish, jangan terlalu percaya diri,” ucap Kyuhyun seraya memainkan jemarinya di hidung Sunghyun.

“Kau merindukanku, karena itu kau selalu memimpikanku!”

“Cho Sungmin!”

“Hik.. hik.. hek.. hik..,” suara aneh yang merupakan tangis bayi mereka terdengar, membuat dua orang tua baru itu menoleh menatap sang aegi yang menangis sembari menggerak-gerakkan tangan dan kakinya.

Omo, omo.. Uljima..,” telapak tangan Sungmin menepuk-nepuk pantat Sunghyun. “Kyunnie, gendong dia!”

“Menggendong? Tt—tapi..”

“Cepat!” sungguh, Sungmin begitu tak sudi mendengar tangisan bayinya. Ia tak ingin anak pertamanya terus menangis. Karena itu, ia harus memaksa Kyuhyun agar mau menggendong Sunghyun. Hei, jika ia tak sakit saat ini, ia tak akan meminta Kyuhyun untuk melakukan hal itu.

“Jj—jagiya,” tangan Kyuhyun mulai mengangkat tubuh bayi mungil itu, mendekapnya dengan gerakan kaku.

“Jangan sampai terjatuh!” ucap Sungmin.

“Tidak ak—astaga!”

“Sunghyunie!”

“Cho Kyuhyun!” teriakan yang sangat Kyuhyun kenali itu menggema, begitu memekakkan telinga. Wanita dengan dandanan glamour yang tadi berteriak melesat mendekati Kyuhyun dan mengambil alih sang bayi yang tengah ia gendong. “Cup, cup!”

“Hik.. hik..,” tangisan sang bayi mulai mereda kala eomma Kyuhyun mengayun-anyunkan tangannya. Beberapa detik kemudian bayi itu kembali tertidur tenang.

“Bagaimana bisa kau hampir menjatuhkannya, Kyu!” sang eomma protes dengan bisikannya.

“Mm—mianhae,” ujar Kyuhyun pelan.

“Aish, bahkan kau masih belum siap menggendong seorang bayi. Tapi mengapa kau ‘menerkam’ Minnie di malam pertama?”

Kedua pipi sepasang suami istri itu merona merah kala gendang telinga mereka ditembus oleh pernyataan yang baru terlontar dari bibir eomma Kyuhyun. Kata-kata itu menancap tepat di perasaan mereka masing-masing, dan sekelebat bayangan dikala honeymoon mereka kembali terlintas.

Eomma,” Sungmin melontarkan protes dengan seulas senyuman malu-malu.

Eomma hanya bercanda, Minimin!” eomma Kyuhyun memberikan sebuah senyuman hangat kearah Sungmin. “Berdoalah agar sifat naughty Kyuhyun tak menurun di anakmu!”

Eomma!” kali ini Kyuhyunlah yang berteriak, protes, mengecam, dan menghujat perkataan sang eomma. Enak saja berkata seperti itu. Sunghyun adalah anak pertama mereka. Dan itu berarti lelaki mungil itu harus menuruni sifatnya. Benar begitu?

Hah, Kyuhyun tetap berdoa agar Sunghyun menuruni sifatnya tanpa berpikir terlebih dahulu. Sesungguhnya ia tak pernah tahu bahwa raja evil generasi kedua akan tumbuh berkembang dengan asuhannya. Dan tentunya itu akan kembali memberatkan Sungmin. Well, lihat saja nanti apa yang akan Kyuhyun lakukan untuk mengurusi evil kecilnya.

END

eomma (엄마) : ibu

Noona (누나) : kakak pr –pemanggil lk

Gomawo (고마워) : terimakasih –informal

Ne (네) : ya

jagi (자기) : panggilan sayang untuk kekasih -biasanya dari lelaki untuk perempuan

aegi (애기) : bayi

Omo (어머) : astaga!

wae (왜) : kenapa

masitda (맛있다) : enak

seobang (서방) : suami

Mianhae (미안해) : maaf –informal

Gwaenchanha (괜찮아) : tidak apa-apa

Ya! (야!) : bentakan ala orang Korea

Jinjjayo (진짜요) : benarkah

Joha (좋아) : aku suka!

wae geurae (왜 그래?) : ada apa denganmu?

saranghae (사랑해) : aku mencintaimu

aigoo (아이쿠) : Ya Tuhan

nado (나도) : aku juga

apa (아파) : sakit

manhi apa (많이 아파?) : apa sakit sekali?

Ssi (–씨) : embel-embel untuk menunjukkan kesopanan

jebal (제발) : please

Andwae (안돼) : jangan

Seonsaengnim (선생님) : dokter -orang Korea memanggil dokter dengan sebutan seonsaengnim kala mereka saling berbicara

Gomabseubnida (고맙습니다) : terimakasih -formal

halmoni (할머니) : nenek

appa (아빠) : ayah

uljima (울지마) : jangan menangis

~MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY-PASTE SEMUA KONTEN YANG ADA DI BLOG INI! DO NOT PLAGIAT, PLEASE!~

70 thoughts on “Just With Me Here | KyuMin | Oneshoot Squel | Genderswitch | T+ | Drama, Romance

  1. yippiii… selanjutnya sequel atau chapter nih?? tentang keluarga kecil nan bahagia ini kkkk.. ditunggu selalu yh ffnya chingu fighting!!!

  2. seneng banget liat kebahagiaan keluarga kyumin ,
    romantis dan harmonis ,
    apa lgi sekarang udah di tambah sama little cho ,
    pasti jdi rame bangetttt ,wkwk ^^

  3. ajaib ny sungmin ampe ngancem kyu d mimpi hehe,bhagianya dongsaeng q lahir.,slmat y appa eomma kyumin..
    q jg ikt bhagia

  4. endingnya itu menuntut sequel mwahahaha
    aaaaaaa happy family !😄 cho sunghyun >////<
    keep writing, saeng ! Ditunggu cerita selanjutnya..
    Aku request ff yaoi ya #plak

  5. Aah, ada sequel nya ternyata~
    Kalo yg ff chap nya udah pernah baca di ffn jadinya gak baca lagi deh disini, tapi untung ada sequel nya~
    Bagus, bagus, aku suka tipikal cerita begini, kofliknya gak berat~

  6. bukannya ming yatim piatu ya?
    iya ga sih? *plak
    yaaah, rasakan cho, akan menyesal berdoan anaknya munuruni sifat mu
    akan kwalahan deeh kkk

  7. ommo manis sekali
    keluarga kecil yg bahagia
    jadi pengen tau lagi kehidupan min ngurus dua evil gimana hehehe
    ini udah bener2 berakhir ya??
    huhuhu
    ywdh deh…ditunggu karya selanjutnya author-shi
    semangat

  8. Huwaaaa happy ending senangnyaa….
    tpi sayang blm liat sifat evil.a sunghyun ehhh udh end.
    Apa masih ada squel yg lain thor? Aku harap ada *maunya hehehe

  9. Yeeeyyyy… Sunghyunnie lahiiirrr…
    Ini masih in progress kan.. ^^
    Berarti bakal ada minhyunnie dong.. :p
    Hehehehe…

    Jiyoo-ah.. Ajari aku buat Blog di wordpress dong… Manej nya gmn, cara buat chapnya gmn dll.. Aq tak mengerti.. Twitt aq dah follback kan.. @ichaswarovski.. ^^

  10. WahhHhh waHhhhhh,,,,,
    Gimana yaaa kalo si baby udah besaRrrrr ~(‘▽’~) (~’▽’)~ ,,,
    Nampaknya akan sama menyusahkan seperti papahnya ,,
    <( ‾▿‾)-σ ,,,,(•ิ_•ิ) hmm ,,,

    Aaaaaaa I love it,,,,
    Awalnya sad story,,,
    Next next next happy ゚ヽ(´∀`。)ノ ,,,

  11. udah pernah bca d ffn kea nya dh. hehe
    tp salut ama perjuangan sungmin…
    ya ampun…. bikin deg2 an

    tp akhir nya min ama bayi nya selamat.😉

  12. Aiiiih~
    Endingnya sweet sekali.😀
    Tapi rada” bingung sama panggilan dokter dalam bahasa korea. –”
    Sebenarnya uisanim atau seonsaengnim?.
    Gak beda” jauh dong ya sama songsaenim. -_-”
    *plak~
    Kebanyakan nanya nih aku.

  13. annyeong,, aku new reader nih. dapet saran page ini dari temen ^^
    mian baru comment di end hehehe.. love this story d(‘-‘)b
    aku sempat terisak pas dikira kyu meninggal T.T tapi untunglah ada biarawati baik hati yang menjadikan cerita ini happy ending. huhuhu #lebay

    mau baca karya chingu yang lain lah, boleh kan ? hehehe

  14. akhirnya..
    Chukkae cho sungmin kau melahirkan anakmu dgn kyu dgn selamat ! Chukkae cho sunghyun kau terlahir di keluarga cho kyumin !! Chukkae.. Chukkae !! Happy family cho kyumin

  15. hahahaha endingnya bikin ketawa! gerenasi evil dalam asuhan Kyuhyun! semoga evil junior itu masih bisa di toleransi (?)
    nice ff, saeng-ah!

  16. Akhirnya evil junior lahir…
    Sunghyun adalah fotocopyan nya Kyuhyun??
    Sungmin betapa malang nasibmu nak punya 2 evil tapi sangat tampan..
    Hahahahaa #dilemparPSP

  17. Huwaaa,,,,,
    Akhirnya tadi ku pikir bakal sad ending tapi ternyata oh ternyata*korban iklan* happy ending *juga

    Sumpah eonni ff ini daebak bener,,,
    Asli so sweat banget,,,,,,
    Rasanya cerita ini berasa nyata waktu membacanya,,,,,,

  18. Huaaaaaa~
    Akhir ‘a Sungmin melahirkan dengan selamat .
    horeee~

    Sempet deg-deg an pas masa persalinan .
    Tpi syukurlah semua berjalan dengan lancar .

    Horee~

    Huaaaa~
    Penasaran sama sifat ‘a si Sunghyun . Gimana yahh ??
    Akan kah sama seperti ayah ‘a atau Ibu ‘a ??

  19. ah sunghyunnie udh lahir.. manis bgt …
    keluarga mereka bahagia tanoa gangguan tp haehyuk kmn ya
    hehehe
    kyu jd koki slama min hamil ya. hohi

  20. ah sunghyunnie udh lahir.. manis bgt …
    keluarga mereka bahagia tanpa gangguan tp haehyuk kmn ya
    hehehe
    kyu jd koki slama min hamil ya. hohi

  21. fanfict ini udah selesai aku baca /terharu ceritanya
    sedih, ikut nangis, seneng ampe ketawa
    dan apa kabar hanchul? semenjak gege mutusin ming, mereka gak keliatan
    padahal mereka kocak
    over all, i like this fanfict :*

  22. happy ending…well sebenarnya msh ada 1 hal lg yg msh gantung dsni…cho sunghyun itu mudah2 an gak ikut sakit jantung yaa..sehat wal afiat…aq tunggu karya2 terbaru kamu author ssi….

  23. akhirnya kyumin punya anakkkk xD duh kadang2 aku bosen sama nama anaknya kyumin, pengen deh ada nama lain gitu wkwkwkwk but abaikan aja ini mah wkwkwk keep writing!

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s