Love Again | KyuMin | Chap 2/2 | Genderswitch | T+ | Romance, Angst | Ending |

Love Again

 

Genre : Romance , Angst

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin

 

Part : 2/2

 

Warning : Genderswitch , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Music : Love Again By Cho Kyuhyun Super Junior

“Kyuhyun!”

Tiba-tiba seseorang memanggil nama Kyuhyun, membuat lelaki itu reflek menoleh ke sumber suara. Matanya memicing saat pandangannya disambut oleh wajah Hyukjae.

Noona, kau baru pulang?”

“Hm .. Ada beberapa hal yang perlu kuurusi.”

“Mau pulang bersama? Aku hanya perlu mengambil tas di kelas,” Kyuhyun menawarkan. Dua orang itu memang sering berangkat dan pulang ke sekolah bersama. Yeah, mereka tinggal di suatu kawasan apartemen yang sama.

“Tidak. Setelah ini aku akan mengunjungi temanku,” tolak Hyukjae.

“Mengunjungi teman? Nugu?”

Pandangan Hyukjae terlihat gelisah melirik ke sana ke mari. Ia tersenyum kikuk lalu kembali menatap wajah Kyuhyun, “Hm .. Mungkin kau tidak mengenalnya.”

“Benarkah?”

Kepala Hyukjae mengangguk, membenarkan tebakan Kyuhyun. “Ah, aku buru-buru. Sampai jumpa besok, Kyuhyun!” Akhirnya salam perpisahan terucap jua dari mulut Hyukjae. Kyuhyun yang berdiri di lorong pun hanya diam sambil memikirkan suatu hal.

Hyukjae mengunjungi seorang teman ..

OoOoO

Lee Chun Hwa.

Kyuhyun lihat Hyukjae masuk ke dalam rumah milik Lee Chun Hwa ini. Yang Kyuhyun tahu, Lee Chun Hwa adalah nama dari salah satu wali murid di kelasnya. Kyuhyun ingat jika nama ini sering disebut sebagai donatur kelas.

Namun, orang tua dari siapa?

Kyuhyun memutuskan untuk mengintip keadaan rumah besar tersebut dari sela jeruji pagar. Ternyata pintu ini bukan pintu utama, kentara sekali jika dilihat dari keadaan halaman yang berada di balik pintu besi ini. Kyuhyun mengedarkan pandangannya, memperhatikan setiap jengkal yang ia tatap. Lalu, tanpa sengaja pandangan lelaki itu jatuh pada suatu ruangan dengan kaca teralis besar.

Sebuah kamar dengan ranjang rumah sakit, ada beberapa peralatan medis juga di sana. Mata Kyuhyun memicing, sepertinya ada sosok yang terbaring di sana. Ada seseorang yang tertidur di tengah peralatan medis seperti itu.

“Hyukjae .., noona?”

Lelaki itu hampir memekik dengan suara keras saat pandangan matanya mendapati seorang perempuan tiba-tiba masuk ke ruangan tersebut. Perempuan yang sudah sangat Kyuhyun kenal itu berjalan menuju kaca lalu membukanya dan membiarkan udara segar masuk. Kemudian Hyukjae melangkah menuju ranjang, ia duduk di samping ranjang dan menyangga dagu.

Siapa seseorang yang tertidur di ranjang tersebut?

OoOoO

Musim sudah berganti, dari musim gugur menjadi musim dingin. Daun-daun yang dulunya berguguran dari rantingnya kini mulai tampak meranggas, rata-rata terselimuti oleh gumpalan es berwarna putih bersih. Warna-warni dari dedaunan pohon-pohon yang berdiri di pinggir jalan pun kini telah lenyap, tergantikan oleh suasana putih yang mendominasi.

Seorang lelaki yang memandangi lapangan sekolah dari jendela kelas kini menghela nafas. Ada yang kosong dalam hatinya saat musim berganti. Biasanya ia mudah sekali tak peduli dan mengalihkan perhatiannya dengan belajar. Tetapi sekarang, ia lebih suka melamun dan memikirkan ‘seseorang’ di luar sana.

Akhirnya, Sungmin benar-benar pergi dari sekolah ini dengan cara yang cukup kejam. Ia tak meninggalkan pesan, keterangan, atau pun salam perpisahan. Dengan angkuh perempuan itu pergi begitu saja dari sekolah ini, meninggalkan hati yang perlahan mencintainya.

Tiba-tiba seseorang kini berada tepat di samping Kyuhyun, ikut memandang lapangan sekolah dengan mata sembabnya. Gadis yang Kyuhyun kenali sebagai monyet kelasnya, kini melukis wajah sendu dengan tatapan redup.

“Hyukkie noona, kau baik-baik saja?” Kyuhyun sempat melempar pertanyaan.

Hyukjae menghembuskan nafas berat lalu membasahi bibirnya sendiri. “Kyuhyun-ah ..,” panggilnya dengan nada berat seraya menolehkan kepala ke arah Kyuhyun. Matanya yang bengkak mengedip-ngedip, mencoba menahan desakan air matanya yang mencoba melesak.

“Hm?” Kyuhyun membuang pandangan saat pertanyaannya tak ditanggapi oleh Hyukjae.

“Apa kau masih ingat dengan .., Lee Sung—min?” tanya Hyukjae dengan sehati-hati mungkin.

Jiwa Kyuhyun serasa terhenyak dalam satu-satuan waktu saat gendang telinganya ditembus oleh pertanyaan Hyukjae. Hyukjae menyebut nama wanita itu dalam keadaannya yang—menurut Kyuhyun— buruk.

Kyuhyun menelan air salivanya sendiri, ia pun mengangguk dengan gerakan pelan sambil bergumam pelan.

Hyukjae terdiam, ia menggigit bibir bawahnya sendiri dengan alis melengkung tajam. “Sungmin .., Sungmin ..,” belum sempat Hyukjae mengucapkan kalimatnya, suaranya sudah tercekat oleh rasa takut yang beberapa hari ini menghantuinya. Kepala perempuan itu merunduk dalam-dalam, bulir bening pun menetes dari sudut matanya—jatuh bebas menghujam lantai. Dalam diam ia menangis dan meluapkan segala emosinya selama setengah menit penuh. Setelah itu lengan mungilnya bergerak, jemarinya menghapus jejak air mata di pipinya. Kepala Hyukjae mendongak, ia pun kembali menatap lapangan. “Apa kau tidak berniat mengunjunginya?”

“Untuk apa?” sahut Kyuhyun dengan nada cuek.

“Dia tak akan menyakitimu dengan kata-katanya lagi, Kyu,” Hyukjae berucap dengan nada parau. “Dia tak akan melakukan sesuatu yang menyakitimu ..”

Noona,” Kyuhyun menoleh ke arah Hyukjae saat ia menyadari bahwa ada yang salah dengan suara Hyukjae. Dahinya berkerut samar saat sepasang mata perempuan itu menatapnya. “Apa ada sesuatu yang terjadi?”

“Sungmin ..”

Lagi-lagi Hyukjae memanggil nama Sungmin dengan suara yang tertahan. Kali ini, Kyuhyun melihat bulir bening meluncur dari sudut mata Hyukjae dengan mata kepalanya sendiri.

“Sungmin ..”

OoOoO

I thought this was the end of my memory

 

The faces I’ll never see again pass me by

Perasaan lelaki itu sudah cukup teraduk-aduk saat ia manapaki mistar rumah ini. Dan saat pandangan matanya menemukan foto Sungmin yang terbingkai di salah satu ruangan, ia hanya diam dalam memikirkan segalanya. Ada segunung rasa takut yang menyelip di dadanya, dan itu semua membuatnya cukup takut untuk mengira-ngira bahkan menebak keadaan Sungmin—atau lebih tepatnya anak dari pemilik rumah ini.

Saat pintu dengan papan nama Sungmin terbuka karena gerakan tangan Hyukjae, lelaki itu kian tak dapat menyimpulkan apa pun. Tubuh seorang gadis yang tergeletak lemah di ranjang sukses membuat otot-otot luriknya lemas. Dengan melayangkan tatapan tak percaya, lelaki itu mencoba menstabilkan deru nafasnya yang tak beraturan dan mengecap lidahnya yang kaku.

Ia menghentikan derap kakinya saat tubuhnya telah berada di pinggiran ranjang. Wajah pucat milik wanita yang berhasil mencuri hatinya ada di depan mata. “Apa .., yang terjadi dengan .., Sungmin noona?” tanya Kyuhyun dengan tutur kata tersendat-sendat.

“Kau ingat jika Sungmin .., sekarat karena penyakitnya?”

Pertanyaan Hyukjae sukses membuat Kyuhyun menoleh dengan gerakan cepat ke sumber suara. Mata lelaki itu melotot, hampir saja tenggorokannya tercekat karena rasa terkejut yang menghantam pikirannya. Kyuhyun mencengkeram selimut yang menjutai di pinggiran ranjang, dengan wajah yang dibuat setegar mungkin ia masih menatap wajah Hyukjae.

“Dia sudah mendapatkan donor jantung. Namun ..”

Ucapan Hyukjae terputus saat Kyuhyun memutuskan untuk kembali menatap wajah Sungmin. Mata kelinci yang dulu sering memancarkan sinar penuh harapan kepadanya tertutup rapat. Bibir cherry yang dulu sering melukis seulas senyuman manis kini pucat memutih. Wanita yang berhasil masuk ke relung hatinya kini berada dalam ambang hidup.

“Dia koma setelah operasi itu ..”

Hyukjae mengakhiri kata-katanya dengan tangisan. Dan Kyuhyun yang sedari tadi menjadi pendengar setia kini mulai beringsut ketakutan. Debar jantung lelaki itu kini begitu menggila, dan suara hatinya menjerit memecah keheningan ruangan. Kyuhyun menggerakkan lengannya, berniat membungkam jemari lentik Sungmin yang dingin dan pucat.

“Sungmin .., Sungmin ..”

I stood at the end where I couldn’t do anything

 

I put my hands together and just prayed

Kyuhyun merunduk dalam-dalam menyembunyikan tangisannya. Dalam hati ia begitu merutuki segala ucapan yang ia dengar beberapa detik lalu. Terus menyematkan doa disetiap alur nafas tak akan membawa perasaan lega masuk ke hatinya. Kini ia takut, ia khawatir, ia ingin tenggelam begitu saja dari dunia ini. Sungguh, kenyataan ini membuat Kyuhyun begitu khawatir tentang apa yang akan terjadi kepadanya atau pun Sungmin.

Kalimat-kalimat yang memperjelas keadaan Sungmin terus terucap dari kedua belah bibir Hyukjae—tentu diiringi oleh isakan yang tak tertahankan. Kyuhyun yang hanya bisa diam dan memandang Sungmin mengindahkan segala yang ia dengar. Ia lebih merutuki apa yang telah terjadi kepada dirinya. Yeah, perasaan salah yang ia rasakan kepada Sungmin mungkin akan berakhir pada penyesalan tak berujung.

So I could show you my heart

 

That still hasn’t done everything

Perempuan yang diam-diam mencuri perhatian Kyuhyun kini hanya bisa bergeming dari dunia, termasuk tawaran cinta Kyuhyun. Kacau, pikiran Kyuhyun mendadak kacau karena hal ini—lebih tepatnya karena keadaan Sungmin.

Get up again

I want to see you who has waited for me

Sekali lagi, sekali lagi Kyuhyun mencoba memohon sembari menatap dua kelopak mata Sungmin yang terkatup. Ada perasaan takut yang merasuk ke celah hatinya saat pandangannya tak kunjung menangkap gerakan dari kelopak mata Sungmin. Lalu, di detik selanjutnya lelaki itu menghapus air mata yang sempat mengalir dari sudut matanya. Ia bangkit, tanpa memandang Hyukjae yang menangis tersedu-sedu di sebelahnya, ia melangkah pergi. Hingga di ambang pintu, lelaki bermarga Cho itu pergi meninggalkan kamar Sungmin.

Go back again

I want to say “I love you”

Kyuhyun berjalan dengan langkah cepat menyusuri lorong rumah Sungmin yang sepi. Lelaki itu lebih memilih untuk menyembunyikan rasa sesak di dadanya daripada harus mengeluarkan air mata secara terang-terangan. Dengan langkah angkuh dan telapak tangan tergulung kuat, ia kembali melanjutkan derapnya.

OoOoO

Kyuhyun memandang kursi kosong yang ada di pojok kelas, sudah satu semester ini kursi itu kosong tanpa penghuni. Sepuluh detik ia memandang kursi kosong itu, lalu dengan hembusan nafas berat ia kembali menghadap papan tulis.

I thought the entire world stopped

 

Only the happy times pass me by

Tidak seperti biasa, pelajaran kimia yang penuh angka di papan tulis tak begitu menarik perhatian Kyuhyun pagi ini. Padahal ini adalah jam pertama, namun entah mengapa lelaki tampan berambut cokelat gelap itu tampak melukis wajah malas. Kyuhyun mengetuk-ngetuk jemari tangan kirinya di atas permukaan meja lalu tangan kanannya sendiri sibuk mencoret-coret kertas buku tulisnya.

“Jadi .., kesimpulan dari teori ini adalah ..”

Suara Im Seonsaengnim yang membacakan suatu materi pelajaran hanya sekedar masuk telinga kanan keluar telinga kiri bagi Kyuhyun. Untuk sekarang, ada suatu masalah yang lebih menarik untuk dipikirkan—dan itu bukan soal kimia atau matematika. Sudah beberapa hari ini Kyuhyun memikirkan hal tersebut. Lalu pada akhirnya ia akan mengakhirinya dengan suatu rasa takut yang menguasai pikirannya. Terdengar bodoh memang, mengingat Kyuhyun tak pernah takut sekali pun dengan soal kimia dan matematika tersulit yang selalu ia pikirkan.

Tetapi, karena memikirkan keadaan Sungmin, lelaki itu mampu menggigil ketakutan dengan deru nafas yang tak beraturan. Setiap minggu Kyuhyun jadi sering pergi ke gereja untuk berdoa atau sekedar menenangkan diri. Dan yang lebih baik, Kyuhyun tak pernah lupa menyelipkan nama Sungmin di setiap alur nafas ketika berdoa. Ia akan menantikan keajaiban yang mungkin tak akan terjadi, tetapi ia percaya keajaiban akan terjadi nanti.

I stood at the end I thought I wouldn’t have

I just prayed like that

Kyuhyun melipat dua lengannya di atas meja lalu menyembunyikan mukanya di sana. Materi yang Im Seonsaengnim ajarkan hari ini sudah ia kuasai dari jauh-jauh hari. Karena itu, akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk menelangkup wajah masamnya dengan kedua lengannya. Pikirannya bercabang kemana-mana dan sekarang sudah seperti benang yang kusut. Kepala Kyuhyun berdenyut-denyut, sakit sekali. Sampai-sampai pandangannya berkunang-kunang saat menatap luar jendela.

“Sudah lama tidak bertemu, senang sekali bertemu kalian lagi ..”

Suara dengan volume rendah itu memecah keheningan yang sempat terjadi, dan tentu mengusir suara Im Seonsaeng yang tadinya sempat menggema dan berjaya di kelas ini. Kalimat itu terlontar dengan nada dan tutur kata yang khas, membuat siapa pun yang mendengarnya pasti akan langsung mengenali siapa pemilik suara ini. Tak terkecuali lelaki yang duduk di tengah-tengah siswa tersebut, lelaki yang tadinya sempat memutuskan untuk mengistirahatkan pikirannya dengan menelangkup wajah, Kyuhyun.

Di detik pertama ia mendongakkan kepala, pandangannya langsung jatuh pada wajah pucat pasi yang ada di depan. Ada wajah yang sangat ia rindukan di sana! Dan saat ini perempuan itu mulai berjalan melewati bangku-bangku lain untuk duduk di satu-satunya kursi kosong yang ada di kelas ini—kursi yang ada di pojok ruangan.

Ada segunung—bahkan selaut—kebahagiaan yang siap meluap dari dada Kyuhyun detik ini. Apalagi ketika pandangan mereka bertemu untuk ‘yang pertama’ kalinya. Gadis itu melempar seulas senyuman dan melambaikan tangan.

“Hai, Kyu!”

So I can feel the love

That I’ve passed by

OoOoO

Kyuhyun memang terlihat fokus dengan PSP yang ada di genggamannya, namun bola mata lelaki itu lebih sering terlihat melirik ke arah Sungmin yang sedang diinterogasi oleh Hyukjae. Sebenarnya, ia ingin sekali mendekati Sungmin dan melakukan misinya untuk mendapatkan kembali hati gadis manis tersebut. Tetapi karena Hyukjae yang terlalu betah berada di samping Sungmin, akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk mengalah.

“Beberapa hari yang lalu Kyuhyun juga mengunjungimu ..”

Samar-samar suara Hyukjae yang terlontar dengan nada serius terdengar—sampai di telinga Kyuhyun. Lelaki itu pun segera menajamkan pendengarannya. Jika saja Hyukjae berani mengatakan hal yang macam-macam tentang dirinya, pulang sekolah nanti Kyuhyun pastikan monyet kelas itu akan berada di kandangnya.

“Dia menangis lama sekali!”

Cetus Hyukjae lalu tertawa dengan suara cempreng. Kyuhyun menggigit bibir bawahnya lalu mengepalkan telapak tangan. Evil eyes lelaki itu pun terarah ke arah Hyukjae, tetapi sedetik setelah itu jatuh pada wajah pucat Sungmin. Dada Kyuhyun bergetar, tanpa mencoba peduli dengan dendamnya kepada Hyukjae, ia memalingkan muka.

Kyuhyun hanya diam di duduknya sembari berpura-pura memencet-mencet tombol PSP dengan jemarinya—padahal jelas-jelas layar itu menampilkan tulisan Game Over. Lelaki itu terlalu gugup jika mendapat pandangan langsung dari Sungmin. Dan adanya Hyukjae di sana membuat Kyuhyun tak mampu membalas tatapan Sungmin.

“Kau game over, Kyu ..”

Tiba-tiba, suara dengan nada rendah itu menyentuh gendang telinga Kyuhyun, bersamaan dengan jatuhnya beberapa helai rambut di hadapannya.

“Ah? Eh? Yy—yeah,” Kyuhyun menanggapi dengan tutur kata tergagap.

Sosok wanita yang berhasil membuat Kyuhyun kaget setengah mati itu mengambil duduk tepat di hadapan Kyuhyun. Rambutnya yang kini berganti warna menjadi hitam kemerahan terurai panjang, melewati bahunya. Dan binar mata dari sepasang foxy eyes itu masih sama seperti dulu, walau pembedanya cuman sedikit sekali. Kulitnya yang putih masih sama persis seperti saat terakhir kali Kyuhyun melihatnya. Kyuhyun lihat, hanya wajahnya yang berubah menjadi lebih pucat.

“Terimakasih sudah mengunjungiku,” katanya sembari memainkan jemarinya di atas permukaan meja. “Aku senang sekali,” ia mendongak dan melempar seulas senyuman manis.

Kyuhyun mengedip setelah ia menyadari senyuman menyilaukan Sungmin tertuju untuknya. Ia pun menelan air salivanya dengan segenap rasa gugup yang melanda dirinya sekarang. “Kau sudah sembuh?” Kyuhyun melontarkan pertanyaan yang sempat tertahan di balik lidah.

“Seperti yang kau lihat,” Sungmin menjawab dengan nada penuh ketidakpastian. “Aku tidak lagi berbaring di ranjang, aku bisa melakukan ini-itu, dan yang lebih baik dari itu semua aku bisa pergi ke sekolah.”

Kyuhyun tersenyum menanggapi tingkah lucu Sungmin, “Kalau begitu, apa noona mau berkencan denganku?”

“Kencan?” dahi Sungmin berkerut samar, alisnya melengkung tajam. “Kau serius?”

“Hm .. Kau terbangun saat kota Seoul sudah tertutupi salju. Kita melewatkan saat-saat dimana salju pertama kali turun. Bagaimana jika kita menghabiskan tahun baru bersama?”

Sungmin terlihat bimbang dengan penawaran yang Kyuhyun lontarkan, terlihat jelas sekali dari pandangannya yang menari ke mana-mana. Sungmin membasahi bibirnya sendiri lalu menggigit bibir bawahnya sendiri. Ia menatap Kyuhyun yang tengah menunggu jawabannya. Dengan gerakan pelan, perlahan ia bangkit dari duduknya dengan kepala tertunduk.

Chup!

Gadis itu lari begitu saja saat ia berhasil mengecup bibir Kyuhyun selama satu detik lamanya. Dan Kyuhyun yang ditinggal begitu saja dengan bekas bibir milik Sungmin kini bersemu. Wajahnya yang sering terlihat angkuh kini didominasi oleh semburat merah. Sorakan teman-temannya karena tindakan Sungmin memang terdengar riuh. Tetapi karena rasa bahagia ini begitu meluap di dadanya, membuat lelaki itu hanya memfokuskan pikiran pada perasaannya.

Sungmin baru saja mencuri ciuman dari bibirnya.

I’ve lived without knowing

 

How precious you are

OoOoO

Lelaki yang berdiri di depan almari kaca yang menyimpan guci putih itu tersenyum tipis setelah meletakkan rangkaian bunga di atas meja yang disediakan. Ia menatap foto yang terbingkai indah di sampingnya dengan pandangan sendu.

Tidak ada kencan pertama untuk kita saat itu.

Ia menghela nafas, kembali tersenyum tipis sambil memperhatikan sepasang mata yang ada di foto tersebut.

Aku baru menyadari arti dari ciuman singkat yang kau berikan.

Setitik bulir bening mulai terbentuk di salah satu sudut mata Kyuhyun, tertahan di sana. Tanpa berucap kata Kyuhyun berbalik dan meninggalkan tempat tersebut, meninggalkan guci dan bingkai foto tersebut—terkurung dalam almari kaca yang akan menyimpannya sampai berpuluh-puluh tahun yang akan datang.

Dan lelaki berbalut jas abu-abu yang sempat mengunjungi tempat itu kini berjalan dengan langkah santai sambil mengayunkan tasnya. Wajahnya yang terlihat lebih segar membuat setiap wanita yang berpapasan dengannya menyempatkan diri untuk melirik ke arahnya.

Kau hanya bangun selama satu hari untuk memberiku ciuman perpisahan.

Kyuhyun memperhatikan gedung sekolah SMA yang ada di depannya, alamameternya dulu. Sejam lagi acara reuni untuk angkatannya akan dimulai di tempat ini. Dan Kyuhyun memutuskan untuk datang lebih awal untuk mengenang ‘semua’nya terlebih dahulu, tentu seorang diri. Wajah sendunya terlukis dengan jelas, setelah menghembuskan nafas berat ia pun masuk ke halaman sekolah, memperhatikan perubahan-perubahan mencolok yang terjadi karena pembangunan selama beberapa tahun terakhir.

Dan saat pandangan lelaki itu menemukan lorong kelasnya dulu, matanya mengedip menyembunyikan air matanya. Ia ingat—bahkan sangat ingat—jika dulu Sungmin sering berdiri di ambang pintu sambil menyandarkan kepala. Dan setiap pagi, wajah Sungminlah yang akan Kyuhyun lihat pertama kali saat ia menginjakkan kaki di kelas.

 

Kau bertingkah seolah kau baik-baik saja dan membuatku bernafas lega di balik tangismu.

Papan kelas 12-1 itu masih tergantung dengan pengait yang sama seperti dulu. Saat pintu itu terbuka, suasana kelas 6 tahun yang lalu itu masih terasa walau dengan keadaan yang berbeda. Bangku itu masih tersusun dengan urutan lima-enam, dan itu memudahkan Kyuhyun untuk menemukan tempat duduknya dulu—dan tempat duduk Sungmin.

Kau jahat, Lee Sungmin ..

Lelaki yang menjadi CEO sebuah perusahaan terkenal di kota Seoul itu menatap bangku paling pojok yang tersinari oleh sinar matahari. Dengan langkah pelan ia menghampiri bangku tersebut dan mendudukinya. Kyuhyun tidak tahu ini bangku lama atau baru, yang jelas ia tahu betul di sinilah tempat Sungmin duduk 6 tahun yang lalu.

Kau meninggalkanku setelah memberiku sebuah ciuman.

Akhirnya Kyuhyun menitikkan bulir kesedihan yang sedari tadi ia tahan, menumpahkan kesedihan yang menyesakkan dadanya. Ia merunduk lalu meringis, tangannya tergulung kuat di atas permukaan meja yang dingin.

Setelah beberapa menit, Kyuhyun memutuskan untuk menghapus jejak air matanya dan bangkit. Ia kembali melangkah meninggalkan ruang kelas. Kali ini ia akan ke ruang loker, tempat di mana ia akan menemukan surat-surat pemberian Sungmin—jika Kyuhyun kembali ke masa lalu.

Loker-loker ini loker lama, seperti apa yang ia gunakan saat masih menjadi seorang siswa sekolah ini. Kyuhyun berjalan menghampiri lokernya yang berada di pojok dan memperhatikan keadaan pintu lokernya. Ia mengeluarkan dua kunci kecil yang selalu ia bawa, satu miliknya dan satu milik Sungmin. Yeah, dulu Sungmn memiliki kunci loker miliknya, tidak lucu memang.

Sepertinya loker miliknya tidak digunakan lagi. Terbukti dengan tidak adanya nomor siswa yang tertempel di pintunya. Dengan gerakan sehati-hati mungkin, Kyuhyun mencoba membuka pintu loker tersebut.

Ia tersenyum lega saat mendapati lokernya masih kosong. Dulu, Kyuhyun sering menemukan surat Sungmin di kantong pintu. Dan sekarang?

“Eh?” Kyuhyun kaget setengah mati saat pandangannya disambut oleh secarik kertas usang yang ada di kantong pintu lokernya. Dada lelaki itu bergetar hebat saat ia mengenali warna kertas surat tersebut. Kyuhyun meraih surat berpita pink itu, memandangi dan memperhatikannya dengan seksama. Tampilan surat ini sudah sangat tidak asing bagi Kyuhyun, bahkan ia memiliki beberapa di rumah. Semua pemberian Sungmin dulu masih ia simpan, dan surat usang ini tanpa sadar telah luput dari perhatiannya.

OoOoO

Kyuhyun-ah!

 

Kau masih mau membaca surat dariku? Terimakasih jika kau mau membacanya. Ini surat terakhirku, aku pastikan itu kkk. Kyuhyun-ah, sudah lama sekali aku mengenal dan menguntitmu, maaf. Dan sekarang sudah saatnya aku mengakhiri petualanganku. Aku tidak bisa mendapatkan hatimu, dan kurasa aku tak berhak mendapatkan itu.

 

Maafkan aku karena sudah lancang mencuri ciumanmu hari ini. Sejujurnya, itu adalah ciuman pertama dan terakhirku hehe. Dan untuk jawaban kencan, AKU SANGAT INGIN PERGI KENCAN DENGANMU!

 

Tetapi, dengan keadaanku yang seperti ini, aku tidak akan bisa pergi kencan di akhir tahun. Entah mengapa aku merasa bahwa ada seseorang yang sedang menungguku hari ini. Apa aku akan mati hari ini? Entahlah ..

 

Kyuhyun-ah, jika saja kita bisa bersama lebih cepat, aku akan mencoba bertahan untuk hidup seribu tahun lagi denganmu ..

 

Aku mencintaimu selalu,

Lee Sungmin

 

END

Endingnya gimana? Tidak ada air mata kan, walau Broke!Kyumin ? sejujurnya aku ngenes kalo jadi kyu di ff ini .. hehe Dan planning awal dari cerita ini adalah, songfic dari lagu Kyuhyun-Love again. Tapi sepertinya nggak berhasil yah? -_-

Aku memutuskan untuk update chap dua ini dengan cepat, tapi untuk just with me here .. Please ditunggu yah ? ^^

~MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY-PASTE SEMUA KONTEN YANG ADA DI BLOG INI! DO NOT PLAGIAT, PLEASE!~

153 thoughts on “Love Again | KyuMin | Chap 2/2 | Genderswitch | T+ | Romance, Angst | Ending |

  1. ih td udah seneng yekan ming sembuh, eh ga taunya bangun cuma buat ngasih salam perpisahan doangan, ngenes bener” kalo jd evil cho itu

  2. Huuufftt kirain aku ini happy ending, ternyata ㅠㅠ.. Padahal aku udah seneng sungminnya sembuh, tapi ternyata makin kebawah bacanya nyesek! Kkk bagus ko eon ^^ oiya salam kenal😀

  3. bener” update kilattttt ,
    tadinya aku kira bakal happy ending ,
    ming yg bangun dri komanya ,dan nyuri ciuman driiii kyu ,
    itu bener” manis ,dan buat aku yakin klw bakal happy ending ,
    tapi ternyata sad ending ,dan yg bikin aku kaget itu ,
    ming bangun sehari dri komanya ,
    cuma mau kasih salam perpisahan dan nyuri ciuman dri kyu ,

    itu semua sukses bikin aku nangisssssss , TT___TT

  4. hueeee aku berharap min engga mati
    ga taunya min pergi juga
    pasti jadi kyu nyesek banget
    belum sempet bilang i love u
    mana tadinya min udah cium kyu
    si kyu udah kegirangan aja
    ga taunya itu tanda2
    hueeeee….daebak author
    semangat ditunggu karya2 lainnya

  5. huwee T.T bener2 bikin aku galau nihh ff mu chingu, apalagi part2 terakhir sumpah nyesek bgt😦 kamu berhasil dehh bikin aku mewek T.T
    daebak bgt feelnya

  6. Nyeseeek bgt iniii chinguuuu… Huweeeeee~ ToT
    Kyu yg bhkn belum sempat kencan dgn ming…
    Nyesel ga tuuh kyu..
    Pas ming sadar, aq kira dia udah sembuh…
    Eh ga taunya… Malah meninggal…
    Andwaeee…

  7. aigoo aku kikra tadinya sungmin bisa sembuh dan mereka jadian..
    nyesek banget pas baca “Kau hanya bangun selama satu hari untuk memberiku ciuman perpisahan.” hueee..
    aku suka banget setiap kalimat bhs inggris yang diselipin diantara cerita,, bener2 ngena..
    walaupun singkat tapi dapat bgt feel nya..

  8. huweeeee kirain ming sembuh..
    Ternyata doa frustasi ku ga terkabul huhu tp tetep sweet memang, cuma…….. kenapa mati? Hiks air mata banjir parah ini mah huhu
    tp keren, such a beautiful story.. U’re always doing good saeng😄
    keep writing !

  9. Reader baru nih ..

    Ehm gk nangis sih.. Cuma ttep ajj sedih ..
    Kyumin moment dkit yaa .. Ksian ming blum smpet ngrasain prasaan cinta nya kyu.. Pdhl kyu udh mulai ada rasa tuh .. Keep writing eonn.. Ci tnggu karya lain nya .

  10. Jiyooo tanggung jawaaab TT__TT aku nangis bacanyaa😥 aku pikir Ming uda sembuh, gaktaunya… huwee😥 feelnya dapet banget, cuma kok sad ending begini n_n ayo buat Kyuhyun mati juga ._. *ups

    setelah sekian lama berkelana di dunia ff, akhirnya nemuin yang sad ending begini. bener2 nangis aku bacanya, di tambah backsound yang mellow2 #_# bikin angst yang lain~ ._.v aku menunggu~ kkk

  11. Beneran nangis ini:””
    makanya bingung, masa sungmin langsung sembuh total gitu, pake nyium kyu trus langsung lari pula:'(
    *puk,puk,puk* *tepok punggung Kyu* yang sabar ya kyu….

    Sukses Jiyoo angst nya. Nangis swear. Sesek banget #elaaah

  12. hueeee jiyoo ternyata sad ending yah nyesek banget bacanya ming bangun ternyata cuma sehari n itu untuk ngucapin terima kasihnya buat kyu serta ciuman perpisahan kyumin nyesek banget sumpah bcanya jiyoo.
    oya jiyoo buat ff special birthday ming dong oneshoot🙂

  13. Hiksss…
    Kau berhasil membuat saya menangis.
    Angstnya dapet banget…
    Aku pikir sungmin udah sembuh,ga taunya malah…
    Huweee…
    Pokoknya keren deh.

  14. huweee😥
    kenapa endingnya begini kaa??
    kasian banget sihh
    ngenes banget kyumin
    nyesek kaa😥😦
    ming kenapa harus pergi ?? kasian si kyu😦 hiks…
    kaa keep writing

  15. yaaa!!! sad ending……. Groarrrr… *nangis dipojokan bareng kyu*
    Jangan bikin sad ending lg deh.. gag tega bacanya –__–

  16. nyesek … ampek nangis … min .. boleh req g ff x .. d stu KyuMin .. bedah alm .. misal .
    kyu manusia
    min peri .. yg d hukum d bumi ..
    oleh y??

  17. Hueeeeee ‎​​‎(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    Ga nyangka ming bakal meninggal, aku kira ming sembuh pas tau ming dateng ke sekolah
    Hueeeeeeeeeeeeee ‎​​‎(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (ʃ˘̩̩̩_˘̩̩̩ƪ) sedih banget ..

  18. Ini ciyus lho so really sad ending😥 tapi aku suka gaya nulis kamu yg bisa bikin cerita plot lambat tapi gak ngebosenin😀
    another new gs please??😄

  19. Tak ada air mata? Bohong besar

    Kenapa eonni ;____;

    Aku kira KyuMin akan bersatu…tapi..

    HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAa MINGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG
    TTTT^TTTT

    Mengapa itu harus terjadi?

    Saat Kyu sudah ‘membuka’ hatinya untuk Sungmin, Sungmin pergi? ;_________;

    Eoniiiiiiiiiiiiiiii ;___________________; hueeeeeeeeeeee ;____________;

  20. Okay… *tarik nafas* sebenernya aku gampang nangs kalo baca ff… Tp knp aku gk nangis ya? *gak penting* okay ini ff daebak sumfeh… Daebakkk

  21. Banjir air mata baca endingnya,,, ;(
    aku sudah mengira akan sad ending saat baca chap 1, tp karena adegan Sungmin kembali ke sekolah itu aku kira bakal happy end…. Tapi ternyata… ;(;(

    ditunggu fic barunya🙂

  22. *nangiiis
    author sukses bikin aku nangis, kenapa ming d kasih kesempatan sehari?
    coba kalo d kasih kencan sekali, pasti kyu nya lebih ngenes #plak
    fighting, buat ff baru lg yg tambah keyeen jjang

  23. uh.!
    hiks ternyata sad ending. kau memeberi harapan palsu pada eonni saeng. eonni kira pas ming udah masuk sekolah tadi bakal bahagia. setidaknya udah sempat nyium kyu!

    ada sequel nggk? mungkin ming berobat jauh gitu. bikinin ya saeng…. ok ok?*pup eyes

  24. aish jdi ming bner” mati ya?! huhuhu T-T
    mewek lagi, mingg …
    koma 6blnx jdi ingt tragedi kyu u,u
    hiks hiks hiks, your ff so angst thor …

  25. huweee… hiks hiks hiks….

    jht bg sih chingu… kok d bkin sad ending sih… sumpah kgak nahan…
    bner kta tmen2 yg laen, yg dh pada commnt. bkin shok… dwi qra, d reunian ni kyuppa bkal ktemu ma umin yg laen… ga th ny hbis cm d kyuppa lg bc srat ny min. itupun srat 6 thun yg llu…

  26. hueeeee Dx Ming meninggal , sempet kaget juga . ko tba” ming bsa sembuh tapiiiiii… malahhh ngasi hadiah terakhir buat kyu T.T itu suratnya ud lama tapi baru dibaca ama kyuuuu T.T

  27. Berhasil membuat q menangissss lagiiiiii sayonkkkkkkkkk (╥﹏╥) ,,,,
    (-̩̩̩-͡ ̗–̩̩̩͡ )

    Qm berhasil memisahkan kisah cinta merekaaaa (-̩̩̩-͡ ̗–̩̩̩͡ )

  28. Aq nitikin air mata tau eonn (˘̩̩.˘̩ƪ)
    Tanggung jawaab😥 *pelukming*
    Huweeeeeeee (˘̩̩̩╭╮˘̩̩̩)
    Aq kira happy ending, coz ming udah dapet donor jantung.. Eeeh, Ϟƍƍαќ taunya…

  29. aku udah seneng tau sungmin sembuh,gak kepikiran sama sekali sungmin bakalan pergi,
    chap 1 kasian sungmin,chap 2 kasian kyuhyun,
    kyu pasti nyesel banget tuh,

    ffnya keren author!!🙂

  30. ommooo author u make me cry…hiks tragis…
    angst yg sukses menancap dihatiku…tdinya q pkir ming sembuh p ternyataaa…hiks…

  31. baca chap chap ini, saya tidak nangis…..
    tapi mewek.. hue…….. #samasaja
    penyakit yang tidak bisa sembuh adalah sebuah penyesalan..
    walau bukan yang mengalami langsung, tapi sudah merasa sedih dan nangis seperti ini. apalagi kyu sebagai orang yang ditinggalkan dan orang yang merasakan penyesalan…..

  32. emmmmm….
    Krain bkal happy ending
    trnyata ming mbrikan ciuman trkhir na tuk kyu….
    Stdak nya kyu tdak trllu myesal krn dy cpt myadari lau kyu jga mncitai ming

  33. Yahhh😦
    Knpa sad endingggg ;(

    Jjr td sng bget umin msuk sklahh tp mlah huewww ;(

    Yahhh gak aplahh…
    God Job

  34. IGE MWOYA,EOH?. :O
    Kenapa serasa emosi saya di permainkan ya?.o_O
    Udah senang” nih pas tau ming sadar trus datang ke sekolah buat ketemu kyu dan bahkan sempat nyuri ciuman kyu tapi setelah itu hanya ada rasa kecewa dan sedih yng aku rasakan. T.T
    Gak ada penjelasan di atas kenapa ming bisa pergi ninggalin kyu.
    Dan itu makin membuatku sedih dan kecewa.
    Tapiii~
    DAEBAK !!!
    FF jiyoo eonnie g ada yng g DAEBAK !!!

  35. yaa chingu,.kw hrz tnggung jwb,.ff mcm ap in,knp kw mbwt uri minimie mninggl,eoh?
    Dsni ak pn skit *plakk,.
    Daebak,krn ff ini uda bkn ak lumer *what?

    Oyak,ak tlt yak bca.a,gk pa yak,sal.a ak bru bka page in,hhe

  36. Pertamanya aku ngira kyumin bakal bersatu, tapi akhirnya…… TT
    Hueee eon! Tanggung jawab! aku terlalu menghayati jadi lumer kan ini air mata;; nyesekkk huhu, gabisa bayangin klo aku jadi ming;;3

  37. Eonnie,trlalu nyesekk (‾̣̣̣﹏‾̣̣̣“) bnr2 dh eon,klo aku jd kyu mungkin aku udh bnuh dri *abaikan
    Bgus bgt eon(y) FF yg ini sukse buat aku ngluarin air mata, brlebihan sh,tpi emnk bnr kok nih FF bguss bgt,salut buat eonnie ^^

  38. Eonnie,trlalu nyesekk (‾̣̣̣﹏‾̣̣̣“) bnr2 dh eon,klo aku jd kyu mungkin aku udh bnuh dri *abaikan
    Bgus bgt eon(y) FF yg ini sukses buat aku ngluarin air mata, brlebihan sh,tpi emnk bnr kok nih FF bguss bgt,salut buat eonnie ^^

  39. HUEEEEEEE… Mewek semewek meweknya. T.T
    Kirain bakalan happy end, liat tanda tanda Ming, walopun rada curiga sama ‘pucat’nya dia..
    Tapi.. Tapi.. Tetap aja ngarepnya happy end, mamaaaah T.T

    Keren lah!! Pake banget deh!😥

  40. Banjirrr air mata lagi,chingu knp hrus end sih?
    Haha demi apapun yah bca ff mu knpa aku selalu tidak bisa nahan air mataku,huweee #pelukkyu
    ternyata sungmin nyah mninggal,aku kira dia akan smbuh dan pergi kencan,
    sosok hyuk bikin aq ketawa hahaha

  41. Hiks… Hiks….

    Kirain sungminya bakalan tetep idup…
    Taunya meninggal….
    Huhuhuhu….

    Kasian kyuhyunnya….
    T_T

  42. hiks hiks sad ending ya?
    Kasian kyu ditinggal ming, setidaknya kyumin harus kencan T.T
    Dan skarang, disaat kyu mencintai ming, ming malah pergi..
    Lanjut dah (?) :p

  43. hhhhwwwweeeeeeeekkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk T_T
    nyeseeeeeeeeeeekkkkkk Bgetttttttt,,,,,, kirain eomma Minnie sehat kembali Dan bisa happy ending……

    appa kyu,,,, pesan aegya ini “jgan pernah menyia2 kan cinta yg dtng padamu ,,,, disaat kamu menyadari cinta yg tulus itu,,, maka cinta itu sudah Tdak ada Lagi Dan hanya meninggalkan penyesalan yg sangatttttt luar biasa”

    uhuhuhuhuhuhuhihh ,,, 1 kata buat author,,, NYESEK =_=

  44. hiks udh ada 2 ff nh yg bkin w nangis… kirain w bkal brkhir bhgia g twnya sungminya mlah mninggal. mna kyu lom ngucapin saranghae lg..

  45. ffnya berhasil eonn, berhasil membuat mataku berkaca kaca,_duhbahasague_
    kirain bakal happy ending.. ternyata…. hiks..hiks..
    kamu berhasil nipu aku kali ini,,, nyesek nih ff..
    udah punya firasat bakal sad ending waktu baca povnya kyu waktu liat guci putih d dalam lemari..
    yeoppo ahjumma jjang…!!!
    semangat eonn…

  46. Endingnya gimana? Tidak ada air mata kan,?
    jiyoo salaaaah besaaaar
    aku mewek bombay, untuk end’nya brasa gantung jd tambah greget..
    meskipun udah bsa nebak bkalan angst tp ttep aja berlinang (airmata bodoh!)

    ini ff k3 yg aku baca
    adakah ff dgn alur cerita yg sdkit humor??
    hehehe dr td terisak dan terisak
    sukses buat jiyoo

  47. emng ga bikin nangis
    tapi jantung aku sakit baca’a
    T^T
    *aku baca ini u/ yg k2 kali*
    ffn sepi sih, terus blog2 ff kyumin belom pada update*

  48. iya bener apa kata kyu kamu jahat ming….
    kenapa kamu harus ninggalin kyu setelah nyium dia…
    padahal aku seneng waktu baca ming udah masuk sekolah eh!!tiba2 kok ming udah
    ___

    ya ampun bener2 baca ff ini menguras air mata…nyesek banget
    nangis melulu……kenapa harus sad ending??hiks

  49. ya thor aku nangisdi campur rasa yg sesak yg teramat sakit ini pas tau tau kyu bilang min hanya bangun sehari,di tambah pada saat itu aku baca ff ny sdg dengar ballad song😥

    author jahat huwaaaaaaaaaaaaaa
    tpi good ff nya bisa buat aku sesak setengah mati nahan nya
    keren thor

  50. nangis di pojokanT_T
    ngelap ingus terus…
    ni ff feelnya dapet banget ampe aku nangis sesenggukan…
    nasib kyu terus gimana???
    ga ampe bunuh diri kan???

  51. Air mata tmpah seketika ;(
    hiks. .ming kok meninggal TT
    krain akan bngun selamanya, tp cuma sehari tok😦
    ngenes jd kyu, lht ming bngun lgi untk yg terakhir dan dpt ciuman pertama n terakhir dr ming😦
    sabar ya cho.. #pelukkyuhyun

  52. Iya nggak ada airmata thor, soalnya saya nangis beling bacanya -_-
    demi apa, angst banget. Lebih ngga kuat bacanya ;(
    kira mau sembuh sungminnya, terus pacaran sampe nikah. Eh, ternyata. Apa jadinya kyuhyun itu TAT
    sakit, baru juga mau kencan, orangnya udah keburu dipanggil, huks huks~~
    lebih rela dah MISALNYA kyumin pisah *amit2 jabang bayi jgn sampe pisah beneran* gegara orang ketiga, daripada death chara yg menguras airmata /?
    Tapi, cuma fanfic kan ya thor? Kalo aslinya mah, wuih, KYUMIN BERKIBAAAR :*

    #Kyu nikah ama gua aja yuk?

  53. Air mta q membendung.. Hik hik
    Ming bgun cman sehari doank? Trus memberikan ciuman perpisahan…
    Ya tuhan miris sekali. Berhasil membuat q sesak.
    Hik hik

  54. Aaah tidaak happy end😥 ini mah aku nangis😦 psti kyu ngerasa nyesel bgt:( hiks perpisahannya jg cmn sebentar😦
    Daebsk chingu! Angst-nya dpet hehe keep writing! Aku izin ubek2 blog mu yaa

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s