Love Again | KyuMin | Chap 1/2 | Genderswitch | T+ | Romance, Angst |

Love Again

 

Genre : Romance , Angst

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin

 

Part : 1/2

 

Warning : Genderswitch , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Music : Memories by Super Junior

Noona menyukaiku, ‘kan?”

Suara bass yang terdengar dingin itu sukses memecah keheningan yang melanda ruangan gudang sekolah tersebut. Sungmin yang sedari tadi tengah berusaha menenangkan debar jantungnya kini mendongakkan kepala dengan memasang wajah lucu yang terselipi gurat keterkejutan. Ia mengangkat dua telapak tangannya yang terjalin dan sukses bergumam dengan suara pelan. Sosok lelaki yang tiba-tiba menyeret tubuhnya ke gudang sekolah ini benar-benar berhasil membuatnya gugup setengah mati. Jelas saja seperti itu, lelaki tampan pujaan hatinya kini tengah berbicara empat mata dengannya.

Noona?”

Panggilnya lagi, kali ini dengan nada yang terkesan lebih memaksa. Sungmin mengerjapkan kelopak matanya dan merunduk dalam-dalam guna menyembunyikan semburat merah muda yang terlukis di kedua pipinya.

Sungmin mengangguk pelan.

Kyuhyun menghela nafas setelah ia tahu jawaban dari isyarat tubuh Sungmin. Ia berkacak pinggang lalu membuang muka. Sebenarnya Kyuhyun sudah sangat tahu apa yang Sungmin rasakan terhadap dirinya. Banyak sekali yang mengatakan bahwa Sungmin adalah sunbe yang sering menguntit dirinya. Dan banyak dari mereka yang menyimpulkan kesimpulan gegabah. Semua itu berbuntut buruk saat ‘wanita’ incaran Kyuhyun perlahan menjauh darinya. Sebelum semuanya benar-benar terlambat, Kyuhyun berpikir untuk mengakhiri obsesi Sungmin terhadap dirinya.

“Berhentilah, noona,” kata Kyuhyun dengan nada pelan. “Berhentilah menguntitku ..”

Mendengar apa yang baru Kyuhyun katakan membuat nafas Sungmin terasa tersumbat selama beberapa detik. Tubuhnya membeku, seolah-olah otot-otot yang melekat di tulangnya mati rasa. Dada Sungmin tiba-tiba berdenyut sakit. Dan raut wajah penuh luka kini sukses mendominasi wajahnya. Mata kelinci Sungmin berair, dan bola mata foxy itu kini tengah menari-nari dengan gerakan gelisah.

“Pada awalnya aku bisa mengerti,” Kyuhyun melanjutkan kata-katanya. “Tapi, setelah aku merasa bahwa Seohyun perlahan menjauhiku karena obsesimu, aku mulai tahu bahwa perasaanmu keterlaluan.”

“Aa—aku tidak pernah menyapamu, ‘kan? Kk—kau juga tidak mengenalku. Bagaimana bisa wanita itu menjauhimu karena aku?” Sungmin angkat bicara.

“Kudengar dia tidak suka jika noona mendekatiku,” ucap Kyuhyun lirih.

Nafas Sungmin mulai memburu, ia masih berusaha menahan isak tangis yang tertahan di pangkal tenggorokannya. Dadanya yang berdenyut sakit kini mulai membuat tubuhnya melemas. Sungmin mengambil langkah mundur lalu bersandar pada dinding dengan kepala tertunduk.

“Kuharap noona bisa mengerti ..”

“Aku .., mengerti,” sahut Sungmin sambil menatap wajah Kyuhyun dengan matanya yang berair. “Dan kau bisa pergi sekarang ..”

Dahi Kyuhyun berkerut samar saat mendapati wajah Sungmin kini telah terbubuhi oleh keringat dingin. Apalagi ketika ia mendengar desisan-desisan nafas memburu yang serasa mencekik leher perempuan cantik tersebut. Kyuhyun ikut mundur, menjauhi tubuh Sungmin. “Noona .., akan baik-baik saja, bukan?”

“Tentu,” Sungmin melempar senyuman. “Cepatlah pergi dari sini. Maaf, aku ingin sendiri ..”

Kepala Kyuhyun mengangguk, ia pun segera berbalik lalu keluar dari ruangan tersebut. Saat suara pintu tertutup terdengar menggema memenuhi ruangan, tubuh Sungmin jatuh terduduk di atas lantai mistar yang dingin. Isakan yang sedari tadi ia tahan akhirnya meluncur jua bersamaan dengan segenap rasa sakit yang mendera dadanya.

“Kau cinta .., terakhirku, Kyu ..”

OoOoO

“Sungmin, kenapa kau tidak pernah ikut olah raga?” Hyukjae, teman sekalas Sungmin, bertanya setelah ia berjalan ke pinggir lapangan basket—tempat Sungmin duduk.

“Ah, aku memiliki fisik yang cukup lemah,” Sungmin memberikan jawaban sekenanya.

“Benarkah?” mata sipit Hyukjae melotot. Yeah, sebenarnya bukan Hyukjae saja yang penasaran tentang alasan Sungmin yang tidak pernah mengikuti kegiatan fisik. Sebelumnya banyak dari teman-temannya di kelas yang membahas hal ini. “Kau sakit?”

Sungmin memutus pandangan mereka lalu menatap lapangan tempat teman-temannya bermain bola basket. Ia menghela nafas berat kemudian menjatuhkan pandangan matanya ke arah Kyuhyun yang ikut berbaur di lapangan tersebut. Tanpa sadar perempuan itu mengangguk dan bergumam, membenarkan tebakan Hyukjae.

“Sakit apa?” pertanyaan Hyukjae berlanjut.

Sungmin menoleh dengan gerakan cepat setelah ia menyadari tindakannya. Ia melukis senyuman tipis, “Rahasia.”

“Ck,” Hyukjae berdecak. “Jangan sok misterius seperti itu.”

Pandangan Sungmin merendah saat gendang telinganya ditembus oleh ucapan Hyukjae. Benar juga, ia tak bisa bersikap seperti itu terus-menerus. Toh apa yang tengah melanda Sungmin tak akan tersimpan dengan baik sampai ia mati.

“Kau tahu, aku berbeda,” kata Sungmin tiba-tiba. “Aku dilahirkan dengan perbedaan yang mencolok.”

Alis Hyukjae melengkung, ia merasa begitu ganjil dengan ucapan Sungmin. “Maksudmu?”

“Sedari lahir aku tidak pernah berlari,” binar mata Sungmin meredup. “Aku tidak boleh berkeringat.”

“Memangnya kenapa?” Hyukjae semakin tertarik dengan pembicaraan yang tengah mereka rundingkan.

“Aku sakit parah, Hyukkie-yah ..”

OoOoO

Sungmin mencuri pandang wajah Kyuhyun yang terlihat serius mengerjakan tugas kelompok mereka. Sedetik setelah itu tangannya tampak tengah mencoret-coret kertas buku tulisnya dengan jawaban dari soal yang tengah ia kerjakan. Senyuman tipis terlukis di bibir cherrynya saat ia kembali menyadari bahwa kini ia tengah berada di rumah Kyuhyun untuk mengerjakan tugas bersama—dengan Hyukjae tentunya.

Berada satu kelompok dengan Kyuhyun adalah berita terbaik yang pernah ia dapatkan. Dan bisa belajar bersama dengan jarak sedekat ini adalah berkah tersendiri untuk Sungmin.

“Kyuhyun-ah, kudengar kau sedang dekat dengan Seohyun,” tiba-tiba suara Hyukjae terdengar, mengusir suara goresan pensil yang sempat mendominasi. Ah, perempuan itu memang paling tidak betah berada di ruangan sepi seperti tadi.

“Hm, seperti itulah,” sahut Kyuhyun tanpa mencoba mengalihkan perhatiannya dari soal yang ia kerjakan.

Hyukjae melirik ke arah Sungmin yang terdiam. Sebenarnya ia sendiri juga tahu bahwa Sungmin pernah menaruh hati kepada Kyuhyun. Namun, untuk sekarang Hyukjae tak yakin tentang apa yang Sungmin rasakan kepada Kyuhyun. Beberapa hari ini Sungmin terlihat lebih sering berada di kelas untuk mendengarkan musik dan membaca buku. Sungmin tidak pernah bertingkah seperti dulu, seperti pergi menguntit Kyuhyun diam-diam. Mungkin Sungmin sudah berpaling hati, pikir Hyukjae.

“Bukankah Seohyun juga dekat dengan Younghwa?” Hyukjae menimpali dengan berita sekolah yang ia ketahui. “Kudengar Younghwa dan Seohyun sudah beberapa kali pergi kencan.”

“Diamlah, Lee Hyukjae!” Kyuhyun mengeram tidak suka.

“Ck, kau tidak sopan sekali. Mentang-mentang kau siswa yang berhasil loncat kelas,” cibir Hyukjae dengan suara khasnya. Perempuan itu terdiam dengan raut wajah sebal. Tampaknya ia tengah berpikir untuk mencari topik pembicaraan baru.

“Ah, Sungmin!” Hyukjae menjentikkan jarinya sambil meneriakkan nama Sungmin. Perempuan itu pun menoleh ke arah Sungmin dan menatap wajah imut itu lekat-lekat. “Kemarin kau pulang lebih awal tanpa sepengetahuan siapa pun. Apa ada sesuatu yang terjadi?”

Pikiran Sungmin melayang ke kejadian yang terjadi kemarin siang. Saat itu tiba-tiba dadanya terasa nyeri setengah mati. Karena hal itu akhirnya Sungmin memutuskan untuk menelpon eomma-nya dan pulang tanpa mengambil tas terlebih dahulu.

“Sungmin, apa penyakitmu separah itu?”

Pertanyaan Hyukjae yang terkesan frontal sukses membuat sosok lelaki yang sedari tadi mencoba tak peduli menghentikan aktivitas menulisnya. Ia tampak diam dan mencoba memikirkan apa yang Hyukjae ucapkan.

Sungmin tersenyum tipis lalu menjatuhkan pandangannya ke arah soal yang tertulis di buku latihan. “Entahlah ..”

Bibir Hyukjae mengerucut, “Kenapa kau tidak memberitahu nama penyakitmu? Setidaknya aku tahu apa yang tengah menimpa temanku ..”

“Tidak penting,” Sungmin menyangga dagu. “Kau hanya perlu menyelipkan namaku di doamu, Hyukkie-yah ..”

“Akh! Kau membuatku semakin penasaran!” Hyukjae berteriak dengan suara yang tertahan di pangkal tenggorokan. “Apa benar-benar separah itu? Kau tidak akan mati muda karena penyakitmu itu, ‘kan?”

“Mungkin .., hanya di tahun ini aku bisa hidup ..”

Pernyataan Sungmin sukses membuat dua orang yang ada di sana menganga tak percaya. Apalagi lelaki yang duduk di hadapan Sungmin. Lelaki itu lebih tak percaya dengan apa yang baru Sungmin katakan. Semua seperti omong kosong yang menyakitkan.

OoOoO

Sungmin duduk terdiam di bangku taman dengan wajah pucatnya. Pikiran perempuan itu melayang ke mana-mana, memikirkan apa yang dokter ucapkan kemarin malam. Seharusnya Sungmin senang dengan berita baru yang dokter bawa. Namun, entah mengapa konsekuensi untuk mendapatkan kesembuhan membuatnya begitu takut dan ragu untuk melangkah. Sungmin menengadahkan kepala ke atas, menatap langit selama beberapa detik lalu memejamkan mata.

Bagaimana jika operasinya gagal?

‘Aku masih ingin hidup ..’

Tanpa Sungmin sadari setitik bulir bening merembes dari ujung matanya. Sesak, dadanya terasa sesak dan itu membuat Sungmin harus benar-benar menangis. Kepala itu pun merunduk, lalu samar-samar terdengar isak tangis yang melengking. Sungmin menelangkup wajahnya sendiri, menyembukan wajahnya di antara jemari-jemarinya.

“Hei ..”

Tiba-tiba suara bass terdengar bersamaan dengan hembusan angin tipis di wajah Sungmin. Perempuan itu sontak menghentikan isak tangisnya dan mengintip dari celah jemarinya.

‘Kyuhyun?’

Noona baik-baik saja, ‘kan?” Kyuhyun bertanya lalu duduk di samping tubuh Sungmin.

“Hm,” jawab Sungmin. Kelopak matanya mengerjap beberapa kali saat mengetahui sosok Kyuhyunlah yang tengah duduk di sebelahnya saat ini. Dengan gerakan kasar ia menghapus lelehan air mata yang meninggalkan jejak di permukaan pipinya.

“Wajah noona .., terlihat pucat ..,” Kyuhyun melempar argumentasinya. “Apa benar .., baik-baik saja?”

“Kau tidak perlu simpati seperti itu, Kyu,” ucap Sungmin pelan. “Aku baik-baik saja.”

“Tapi, noona ..”

“Kau merasa tidak enak saat tahu aku benar-benar tengah sekarat?” Sungmin menginterupsi ucapan yang akan Kyuhyun katakan. Perempuan itu tengah berusaha menyelami manik mata Kyuhyun dan berharap jawaban yang ia harapkan terlontar.

“…”

Binar mata Sungmin meredup, ia pun bangkit dari duduknya. “Jangan pernah merasa bersalah karena telah menolak wanita sekarat sepertiku, Kyu ..”

Kepala Kyuhyun mendongak dan menatap Sungmin dengan tatapan penuh tanda tanya.

“Aku sangat bersyukur kau menolakku saat itu ..”

OoOoO

Sungmin termenung dalam posisinya, tatapan kosongnya menatap langit-langit kamar. Ini adalah hari kelima ia rebahan di ranjang dengan selang infus yang menancap di pergelangan tangan kiri. Untuk kali ini dan seterusnya, Sungmin benar-benar harus berada di rumah dan menghabiskan waktu dengan berbaring. Kelainan jantung yang menyerangnya membuat perempuan itu hilang asa, dan pada akhirnya ia hanya mampu diam dan meratapi semuanya.

Apa hebatnya hidup di dunia jika keadaannya seperti ini?

Kelopak mata Sungmin mengedip, ia pun memalingkan kepala ke kiri. Sebenarnya ia ingin sekali pergi ke sekolah dan menghabiskan waktu di sana. Setidaknya ia bisa tertawa ketika melihat tawa yang Kyuhyun lukis. Dan ia bisa merasakan dunia luar yang menawarkan beribu kebahagiaan.

Apa keadaan ini akan berlangsung selamanya?

Jika seperti itu, mungkin perasaan Sungmin terhadap siapa pun akan terhapus begitu saja dari benaknya. Dan di hari-hari berikutnya, mungkin Sungmin akan lupa tentang bagaimana cara berinteraksi yang baik dengan orang lain. Kata dokter, Sungmin harus selalu berada di posisi seperti ini—ia tak boleh berkeringat atau terengah.

Denyut jantung Sungmin yang mudah melemah membuat perempuan itu harus ekstra hati-hati dalam melakukan sesuatu. Sekali ia terengah, maka ruangan rumah sakit akan menjadi kamarnya selama seminggu penuh.

Tiba-tiba dering ponsel Sungmin terdengar nyaring memecah keheningan kamarnya. Ia menoleh dengan gerakan lambat ke arah ponsel dan menggerakkan lengan kanannya untuk meraih benda tersebut. Di detik pertama ia membaca ID caller yang tertulis di layar ponsel, matanya melotot.

“Yeoboseyo?”

Suara bass itu langsung mengalun dari seberang setelah Sungmin menggeser tombol accept. Sungmin menelan air ludah beserta rasa gugup yang melandanya mentah-mentah. Ia tersenyum, “Kyuhyun-ah?” panggilnya dengan suara serak.

“Apa noona baik-baik saja?” tanya sang penelpon.

“Tentu,” jawabnya sambil mengangguk-angguk. Wajah pucatnya kini terselipi oleh gurat kebahagiaan setelah mendengar pertanyaan Kyuhyun. “Ada apa kau menelponku?”

“Sudah lima hari noona tidak datang ke sekolah,” kata Kyuhyun dengan desah nafas berat. “Kudengar noona sakit. Hyukjae noona terus merengek ingin pergi menjengukmu. Jadi, bisakah noona memberiku alamat rumah noona?”

“Kau berniat menjengukku dengan Hyukkie?”

“Hm, seperti itulah ..”

“Kalian tidak perlu menjenguk. Aku baik-baik saja,” Sungmin masih berusaha menyembunyikan sakit yang menyerangnya. Pandangan perempuan itu merendah, ia menatap jemari-jemari kakinya yang memutih berada di ujung ranjang.

Kyuhyun tak menanggapi ucapan Sungmin. Lelaki itu hanya diam di seberang dengan nafas yang berderu teratur. Sedangkan Sungmin sendiri, perempuan itu tampak memikirkan alasan-alasan yang mungkin akan ia ucapkan kepada teman-temannya. Ia harus menyusun kebohongan-kebohongan yang lain agar teman-temannya tak menaruh khawatir.

“Kyuhyun-ah,” tiba-tiba Sungmin memanggil Kyuhyun—setelah otaknya memproses sesuatu yang sempat membebani pikirannya.

“Ne, noona?”

“Jangan simpati terhadapku,” kata Sungmin lirih. “Kau harus bersikap seperti seorang Cho Kyuhyun yang dulu.”

“Maksudmu?” dahi Kyuhyun berkerut samar.

Sungmin menghela nafas, “Jangan pernah .., menyapaku lagi ..,” ucap Sungmin dengan suara yang hampir bergetar hebat.

“Noona, kenapa kau mengatakan hal seperti itu?”

“Lagi pula aku bukan teman yang baik. Dari dulu sampai seterusnya, aku tetaplah Lee Sungmin, stalkermu,” Sungmin menjelaskan ucapannya. “Kau harus mengejar Seohyun seperti dulu, kau tidak boleh menyerah untuk mendapatkan yeoja baik seperti Seohyun. Sebelum Seohyun mengikat janji dengan lelaki lain, kau harus mengejarnya, Kyu ..”

“Noo—noona, demi apa kau berani mengucapkan hal itu?”

“Aku mencintaimu dan akan terus seperti itu,” kata Sungmin dengan volume rendah penuh penekanan. Bulir bening yang sedari mencoba bertahan di ujung kelopak mata akhirnya meluncur jua. Dengan sekuat tenaga perempuan itu mencoba meredam isakannya di pangkal tenggorokan. “Lupakan aku .. Selamanya aku tidak membutuhkan simpati dari siapa pun ..”

“Noona .. Kita bisa bicara baik-baik tentang semuanya. Jadi berhentilah berucap seperti itu!” sela Kyuhyun dengan nada yang cukup tinggi.

“Kau cinta pertama dan terakhirku, Kyu,” isakan Sungmin mengiringi pernyataannya yang terlontar dengan suara tersendat-sendat. “Tapi aku tidak akan membiarkan kau bersimpati kepadaku ..”

OoOoO

“Ini tidak masuk akal! Sudah sebulan lebih Sungmin hilang dari kelas!” Hyukjae yang tampak uring-uringan memasuki kelas sambil berteriak. Dengan segenap emosi yang menguasainya, ia duduk di kursi yang berada tepat di samping Kyuhyun. Wanita bergusi seksi itu menolehkan kepalanya dengan gerakan cepat ke arah Kyuhyun, memandang lelaki itu dengan tatapan intens.

Ya, noona! Berhentilah mengucapkan nama itu lagi!” sahut Kyuhyun cuek, tanpa memalingkan pandangannya dari layar PSP.

Mwo?!” Hyukjae memekik keras seraya memicingkan mata. “Apa maksudmu, bocah?!”

Kyuhyun hanya diam menanggapi pertanyaan Hyukjae yang terlontar dengan nada penuh tuntutan. Dalam hati lelaki itu meracau, mengumpat Sungmin yang berhasil menyakiti hatinya dengan kata-kata pedasnya satu bulan yang lalu. Karena hal itu, akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk benar-benar tidak peduli dengan keadaan Sungmin.

Namun, apa sebelum-sebelumnya Kyuhyun peduli terhadap Sungmin?

Tidak begitu peduli memang. Namun, setidaknya Kyuhyun masih menaruh simpati pada perempuan itu. Setidaknya Kyuhyun memikirkan keadaan Sungmin disetiap detik berjalan. Semua memang bermula dari rasa bersalah yang tumbuh di celah perasaan Kyuhyun. Lalu, semua itu akhirnya membentuk perasaan lain yang lebih dari sekedar rasa bersalah. Kyuhyun menyadari itu semua sedikit demi sedikit, dan ia mampu menerimanya walau ia masih menyembunyikan perasaan itu dari siapa pun. Kemudian, harapan untuk mendekati Sungmin luntur jua saat perempuan itu memintanya untuk menjauh. Dengan kata-kata sarkatisnya, Sungmin berhasil membuat Kyuhyun muak dengan sosoknya.

“Aneh sekali, para guru tidak mau memberikan keterangan sedikit pun tentang alasan Sungmin meninggalkan kelas sebulan terakhir,” argumen Hyukjae tiba-tiba terdengar dengan gumaman. Ia memasang mimik serius, “Apa yang sebenarnya terjadi pada Sungmin?”

“Kau tidak perlu bersimpati seperti itu kepada Sungmin, noona!” Kyuhyun menimpali sambil memutar bola matanya dengan gerakan malas. “Mulai sekarang, kau tidak perlu pusing memikirkan Sungmin!” katanya ketus.

Alis Hyukjae melengkung kala gendang telinganya ditembus oleh teriakan Kyuhyun. “Ada sesuatu yang terjadi di antara kalian?”

“Ck, berhubungan dengannya saja aku tidak sudi!”

“Jaga bicaramu, Cho!” bentak Hyukjae ganti, hampir saja perempuan itu memukul kepala Kyuhyun dengan kepalan tangannya.

“Aish, mendengar nama itu terus terucap dan kau terus membelanya membuatku muak!” kata Kyuhyun lalu bangkit dari duduknya dan berlalu dari hadapan Hyukjae.

OoOoO

“Sungmin-ah? Sungmin-ah? Yeoboseyo?” Hyukjae memanggi nama Sungmin dengan nada panik saat mengetahui telponnya tersambung.

“Hyukkie-yah?” sahut Sungmin dengan nada lemah.

“Sungmin-ah?” pertanyaan-pertanyaan yang tadinya akan Hyukjae lontarkan kini lenyap seketika saat gendang telinganya ditembus oleh suara serak Sungmin yang lemah. Pandangan perempuan berkulit putih itu merendah, mendadak ia merasakan suatu hal buruk merasuk ke perasaannya. “Aku .., merindukanmu ..”

“Aku juga, Hyukkie-yah,” kata Sungmin.

“Di mana alamat rumahmu? Aku ingin mengunjungimu,” ucap Sungmin dengan suaranya yang mendadak berubah menjadi parau.

“Kau tidak perlu mengunjungiku, Hyukkie ..”

“Tidak. Aku merasa harus benar-benar datang mengunjungimu.”

“Hyukkie-yah ..” panggil Sungmin tiba-tiba. “Kemarilah. Namun berjanjilah untuk merahasiakan keadaanku.”

OoOoO

Sekarang, gadis bernama Lee Hyukjae hanya bisa diam seribu bahasa saat pandangan matanya disambut oleh sosok Sungmin yang terbaring tak berdaya di atas ranjang. Ada beberapa selang infus yang menancap di kulit tubuh Sungmin. Dan suara bib-bib pelan dari mesin pendeteksi detak jantung di samping ranjang Sungmin membuat perempuan itu bergidik.

“Sungmin-ah ..”

Ia terisak pelan, tubuhnya terjatuh begitu saja saat ia memikirkan keadaan perempuan lemah di hadapannya. Ada rasa sakit yang menghujam perasaannya saat melihat wajah pucat itu terus berusaha memancarkan sinar kebahagiaan. Dan ada rasa iba saat bibir putih pucat itu terus berusaha melengkung melukis seulas senyum.

“Hyukkie-yah ..”

“Kau tidak memberi tahu keadaanmu yang seperti ini?” Hyukjae menelangkup wajahnya sendiri sambil terus menangis sesenggukan. “Aku temanmu, Sungmin. Setidaknya kau bisa berbagi tentang apa yang kau rasakan!”

Dua bola mata Sungmin yang telah terselimuti air mata kini menari-nari gelisah ketika melihat respon yang Hyukjae berikan. “Aku tidak mau membuatmu menangis seperti itu, Hyukkie ..”

“Aku tersakiti jika tahu seperti ini,” kata Hyukjae.

“Maafkan aku ..,” Sungmin ikut terisak dengan sorot mata yang lurus ke atas. “Aku tidak pernah ingin ada temanku yang menangis saat menghadiri upacara pemakamanku ..”

“Kau gila!” teriak Hyukjae kalap. Perempuan itu pun bangkit lalu menatap Sungmin dengan matanya yang masih berair. “Bagaimana bisa kau menyimpan semuanya sendiri? Lalu, bagaimana bisa kau bertahan dan berjuang sendiri seperti ini?”

“…”

“Setidaknya kau memperbolehkan kedua orang tuamu untuk memberi alasan tentang hal ini kepada pihak sekolah!” Hyukjae menjerit dengan suaranya yang tertahan di pangkal tenggorokan. “Sungmin-ah .. Kau membuat lelucon yang sama sekali tidak lucu!”

“Aku tahu itu, Hyukkie-yah,” sahut Sungmin dengan suara yang lebih lemah. “Maafkan aku.”

Dua orang itu terdiam dengan pikiran yang sama-sama bercabang. Tampaknya mereka masih berusaha menstabilkan perasaan dan nafas mereka. Hyukjae dan Sungmin membiarkan suara mesin-mesin itu mendominasi untuk beberapa saat. Sungmin menunggu saat yang tepat untuk mengusir rasa canggung dengan mengalihkan topik pembicaraan mereka.

“Hyukkie-yah, bagaimana keadaan Kyuhyun?” tiba-tiba suara lemah Sungmin terdengar.

“Kyuhyun?” Hyukjae menolehkan kepala ke arah Sungmin dan menatap wajah pucat itu lekat-lekat. “Dia bertingkah sedikit aneh. Apa ada sesuatu yang terjadi?”

Sungmin mengulas senyum, “Tidak ada.”

“Apa dia sudah tahu .., keadaanmu?”

“Untuk apa? Dia tidak akan menaruh peduli,” jawab Sungmin sekenanya. “Kyuhyun tidak akan peduli ..”

OoOoO

Lelaki berambut cokelat gelap itu berjalan menyusuri lorong kelas dengan langkah santai. Ia berniat kembali ke kelas untuk mengambil tas yang sengaja ia tinggal. Pandangan lelaki itu mengedar, lalu pada akhirnya ia menatap ke luar jendela.

Daun-daun yang menguning, jatuh berguguran dari ranting pohon yang selama ini menaunginya. Susana romantis yang sering datang bersamaan dengan suasana musim gugur yang khas menghangatkan bulan November ini—seperti biasa. Kyuhyun hanya terdiam, sebentar lagi musim dingin akan segera datang. Dan pada saat itu datang, tepat tiga bulan ia tak melihat wajah Sungmin di sekolah. Akhirnya perempuan itu benar-benar menghilang tanpa jejak.

Hyukjae yang biasanya paling update tentang berita sekolah, kini hanya mengendikkan bahu jika ada seseorang yang bertanya tentang keadaan Sungmin. Tidak bisa dipercaya, perempuan itu menghilang seperti tertelan bumi. Kyuhyun yang terlampau gengsi untuk bertanya hanya mampu diam dan menyimpan pertanyaannya sendiri.

“Kyuhyun!”

Tiba-tiba seseorang memanggil nama Kyuhyun, membuat lelaki itu reflek menoleh ke sumber suara. Matanya memicing saat pandangannya disambut oleh wajah Hyukjae.

Noona, kau baru pulang?”

“Hm .. Ada beberapa hal yang perlu kuurusi.”

“Mau pulang bersama? Aku hanya perlu mengambil tas di kelas,” Kyuhyun menawarkan. Dua orang itu memang sering berangkat dan pulang ke sekolah bersama. Yeah, mereka tinggal di suatu kawasan apartemen yang sama.

“Tidak. Setelah ini aku akan mengunjungi temanku,” tolak Hyukjae.

“Mengunjungi teman? Nugu?”

Pandangan Hyukjae terlihat gelisah melirik ke sana ke mari. Ia tersenyum kikuk lalu kembali menatap wajah Kyuhyun, “Hm .. Mungkin kau tidak mengenalnya.”

“Benarkah?”

TBC

Fiuuh .. Sebenernya ini adalah ff oneshot. Tapi gegara alurnya yang terus bertambah, akhirnya jadi twoshoot deh. Mungkin kalian akan terheran dengan isi ff ini yang ‘sekiranya’ menggantung. Soalnya chap satu ini masih cerita awal. Konfliknya akan aku tumpahin di chap 2. Jadi, mohon bersabar untuk chap 2 yah J

~MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY-PASTE SEMUA KONTEN YANG ADA DI BLOG INI! DO NOT PLAGIAT, PLEASE!~

118 thoughts on “Love Again | KyuMin | Chap 1/2 | Genderswitch | T+ | Romance, Angst |

  1. adoh.. lagi baca serius-serius tiba-tiba TBC
    apa sungmin masih bertahan hidup selama tiga bulan terakhir atau jangan2 hyukie mau ke makam minnie lagu
    hueee penasaran ma lanjutannya…

  2. evil cho itu kalo udah ngomong tuh langsung nancep di ati, dalem bener
    biarin aje nyesel sendiri ntar jga
    jiyoo ming nya jgn dibuat mati yaw, ntar biar kyu ngejar” ming

    next chapie nya jan lama” yaw

  3. evil cho kalo ngomong berasa nancep bgt sih di ati, ntar jga nyesel sndri udah nolak ming
    jiyoo nanti ming nya jan dikin mati ya, biar evil cho dpt karma balik ngejar” ming

  4. kasihan Ming.cintanya bertepuk sebelah tangan.hhh…giliran sungmin gk muncul baru kyupil nya kecarian.

    kalau suka blg aja kyu,klu ming sdh peegi selamanya,menyesalpun tak ada artinya.

    tanya hati mu,cho…hhh..

  5. haduhh ksian bgt umin😥 tp salut buat min, mski bgitu tp ttep tegar..
    bikin kyu balik ngejar umin, jgn biarin umin mati yaaa😉

  6. kasian banget sama ming ,
    dia harus merasakan sakit karena penolakan yg di berikan kyu ,
    tapi setelah itu kyu sendiri yg ngerasa kehilangan ming ,

    di tunggu chap 2 nya ,mudah” update kilat ^^v

  7. huweee ming kenapa??
    ming sakit apaan kaa??
    ishh kyu jahat banget, ming ayo cepat sembuh GWS yaa ming, kakajuga GWS yaa🙂
    keep writing kaa ditunggu nihh

  8. aku nangis nih T_T
    ini kebalikan dr cerita Just with me here .. disini Miing yang sakit.. ah sedihnya😦
    semoga happy ending >_<

  9. Huaaa jiyoo aku baru baca masa .. Mianhae (>人<)… FFnya twoshoot ya.. Huaaaa di awalnya udh sedih bgt.. Kyuhyun nolak ming secara tidak langsung hanya karena seo…. Trus ming penyakitan pula .. Huahhh T.T gila ya bertubi tubi nih kesedihan sungmin.. Baca yg part 2nya dulu

  10. wuah aku nangis
    author suka bikin ff hurt yg jempol deh
    mesti siapin tissue
    paling suka kalo kyu udah dibuat galau sama min hehehe
    ini minnya engga akan mati kan ya ya ya?
    lanjut baca dulu ah

  11. hiks😥 gabisa kalo ga nangis huweeeeee
    baca ini di ultah umin serasa gimanaaaa gitu #plak
    ok saya penasaran *meluncur ke chap 2*
    jgn sampe ming mati , amin *berdoa frustasi*

  12. y ampyun q d bkn nangs ma ff nie,.bnr2 g tega liat ming mendrita..
    stlah tdi bca ff kyu yg skt jantung
    skrg gliran ming yg skt..
    ff km mang paling bsa bkn orang terharu

  13. huaa lama nggak ngunjungin wp jiyoo ternyata ada ff twoshoot baru toh.
    ming kau sakit apa? kyu menyebalkan mengapa gak nyoba nyari tau tentang ming. kyu hanya bisa menyimpulkan semuanya sendiri tanpa tahu hal yang sebenernya terjadi pada ming.

  14. Aku baru bacaaaaaa:D eehehehe
    eh sumpah ya jiyoo, mau nangis aku…sedih sumpah sedihhh…
    Kyu nya nyoba ga peduli gitu sih ihhh

  15. Berharap Sungmin bisa sembuh dari sakitnya…
    Cuma kalo liat warning nya ‘angst’ jadi ragu😦
    Gimana perasaan Kyu kalo dia tau keadaan Sungmin yang sebenernya…

  16. dah lama ga baca ff jiyoo~
    di chap ini angst nya terasa banget..
    qu jadi geregetan ma kyu yg hanya bisa diam tanpa mencari info tentang ming -_-

  17. Aaahh unni kau sukses bikin aku nangis, ngga tau ni ff.a yg emang crita.a sedih apa dasar.a aku.a yg cengeng, tpi menurut aku ni crita emang sedih aku pling ngga tahan klo bca ff yg kaya gini, umin jangan mati yh? Ya ampun kemaren kyuhyun.a sekarang umin.a

  18. Emm menurut aku ini seperti ffmu yg Just With Me Here, tapi tentu banyak yg beda, hmm tapi kayaknya kamu seneng banget nyiksa uri Kyu ya?? hehe

  19. Saat Kyu menyuruh Ming utk berhenti mnjd stalkernya, ternyata.. Ming sakit😦

    dan sakitnya bertambah parah, sampe dia nggak bisa ke sekolah lagi T.T

    Kyu pura2 ngga peduli, tp sbnrnya dia peduli kan? TT.TT

    Mingggg ;_____;

    Moga2 Kyu ngikutin Hyukie😐

  20. bagus. ming sakit jantung?? sungguh kasian, bagaimana dengan cintanya? apakah akan terbalaskan.

    saeng apakah ffmu ini sad ending? kalau saeng langsung jawab ya. pasti nggk bakal kebaca part selanjutnya.

    sebenernya eonni nggk pernah bisa baca ff sad ending. kalau nunggu jawaban saeng mungkin lama. dari pada penasaran. mending bca sendiri.

  21. sad story,,, sedih bacanya…
    Miris banget hidup sungmin, udah sakit, cinta ditolak lagi…
    Kyumin gimana ni jadinya…
    Mudah-mudahan happy ending.

  22. saya pengunjung baru di blog ini, salam kenal😉
    salah satu sifat minni tidak ingin merepotkan, menyusahkan apalagi membebani orang lain. semua masalah ditanggunf sendiri😦
    kagum, salut, tapi terkadanf juga jengkel^^^^^
    sedangkan su epil kyu, keras kepaa dan juga gengsinya tinggi…..
    semoga saja kyu segera menyadari perasaan dia ke minni, dan perasaannya tidak dikalahkan oleh evonta. ebelum terlambat.
    hyuki…. benar- benar seorang sahabat yang care…

  23. Chingu sungmin sakit apa? Aq penasaran,akhirnya untuk kesekian kali nyah aku menangis lagi bca ff mu chingu,lanjut ah mau baca chap 2 nyah haha
    habis aku penasaran,mudah2 an sungmin nyah nggak mati,mdah2 an kyumin nyah jadi pacaran hahaha

  24. Akhh kyu gengsinya tingkat tinggi nih,,,padalah ming lg sakit parah,,,tapi ming ga meninggal kan?????????

  25. Ceritanya seru dan mengharukan….
    Aku seneg sama pairingnya…
    Hehehee

    Ah aku, bingung mau komen apalagi, yang jelas aku sukaaaaa…..

    Gomawo….🙂

  26. kyu, kau tega sekali ma ming.. Padahal ming cinta mati ma kamu kyuu.. Demi mengejar cintamu ma gadis idaman mu kau rela berucap seperti itu ma ming
    Ming, T.T apakah ia bisa bertahan?
    Sekarang kenapa kamu peduli ma ming, kalau hanya untuk rasa bersalah lebih baik jangan *ikutan emosi*

  27. kenapa min menderita lagi eonn…
    hiks..hiks.. nyesek bacanya..
    kalo biasanya orang sakit pengen diperhatiin ini malah pengen dijauhin..
    idenya keren eonn, bikin penasaran..
    semangat ya, eonn..
    yeoppo ahjumma jjang…!!!!

  28. Yaampun ming sakitnya parah bangett😥
    Aduh kyu kenapa kmu jahat bangett sihh , babo bener deh😦
    Kasiian udah sakit begitu malah disakitin lagi ama kyuhyun .
    Sabarr yaa ming , psti kyu suka kok ama ming ,

  29. aduh dari awal baca ceritanya kok air mataku gag bisa berhenti kleuar2…huwee
    entah kenapa gag tega liat ming kayak gt..bertahanlah ming
    pasti kamu sembuh…fighting

  30. Anneyong reader baru disini ijin baca karya2 mu ne… ini ff pertama yg aku baca feel ny dpt bgt. Klo mau minta pw kmn ya? Ak langsung next chap ya penasaran soalnya….

  31. waduh setelah bc just with me here yg kyuhyun sakit skrg keadaan kebalik sungmin yg sakit…tp lebih menyakitkan ini sih krn si evil itu gak peduli sm keadaan ming pdhl dah 3 bln menghilang…

  32. Annyeong readers baru🙂 aku abis ngubek2 ff kyumin di gugel eh ketemu ff ini~
    Astaga kyu kejam sma ming:((
    Kasiang ming bnyak bebannya:(
    Smoga kyu curiga sama hyuk yg pergi ke rmh tmnnya. Biar kyu sama ming bisa ketemu. Yaap lanjut ch. Selanjutnya dlu ya chingu

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s