Just With Me Here | KyuMin | Chap 8/9 | Genderswitch | T+ | Drama, Angst |

Just With Me Here

 

Genre : Romance , Drama , angst

 

Rate : T

 

pairing : KyuMin , HanChul, HaeHyuk , and etc

 

Part : 8/9

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Cerita ini adalah bentuk song fic bertema cinta yang tak mengenal lelah. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Music : Rokkugo by Super Junior-Trot

Terlihat tubuh rapuh seorang Lee Sungmin berdiri di pinggir pantai. Di genggamannya terlihat setangkai bunga lili putih tercekik di antara kelopak tangannya. Pandangan kosongnya menerobos riuk air pantai yang bermain dengan ombak. Sedetik kemudian Sungmin melangkah menapaki batuan pantai, berdiri di ujung batuan tersebut.

“Aku tidak tahu apa tubuhmu akan dikremasi atau tidak,” Sungmin berucap dengan nada rendah. Mata kelinci yang begitu bengkak itu mengedip, membuat setitik air mata meluncur dengan begitu mulus ke bawah dan bercampur dengan air pantai. “Tak ada yang bisa aku lakukan untukmu,” kepala Sungmin tertunduk.

“Maafkan aku,” tubuh Sungmin jatuh tersungkur menghantam batuan pantai yang keras. “Apa kau benar-benar meninggalkanku?” pertanyaan itu menggantung, meluncur diantara nafasnya yang tersendat-sendat.

“Aku mencintaimu..”

OoOoO

Mata sipit itu mengerjap beberapa kali. Pandangan matanya yang buram mengedar ke segala arah. Tubuh kurusnya yang dibalut oleh kain kotak-kotak terasa mati kaku. Namun, sedikit terasa heran saat udara yang cukup dingin menusuk kulit tubuhnya. Saat pandangan matanya disambut oleh suasana yang didominasi oleh warna putih terang, ia hnya bisa menyipitkan mata.

Dia hangover.

Mata sipitnya melotot tak percaya saat pandangan matanya mendapati seorang wanita paruh baya tertidur lelap di sampingnya. Ini sebuah kenyataan atau halusinasi? Begitu tak dapat dipercaya. Suasana ruangan ini terasa begitu nyata, membuat lelaki itu begitu yakin jika saat ini ia benar-benar masih berada di dunia.

“Aku tidak—mati?”

OoOoO

6 tahun kemudian.

Perempuan cantik dengan balutan pakaian modis itu berjalan menyusuri Bandara International Seoul dengan langkah anggun. Sesekali ia tersenyum saat sudut matanya mendapati orang-orang penting tengah menatapnya. Wajah imutnya yang terolesi oleh pure make-up terlihat begitu cantik.

Lee Sungmin, desainer muda berumur 24 tahun itu baru pulang dari Eropa setelah menggelar fashion show akbarnya. Pada akhirnya perempuan itu mengikuti jejak sang eomma untuk berkarir di bidang fashion, menggeluti dengan tekun untuk melupakan semuanya. Sosok cantik itu masuk ke dalam mobil mewah yang akan membawanya ke restoran untuk makan siang. Setelah itu ia akan segera pergi ke hotel untuk mengistirahatkan tubuh lelahnya. Ia akan tinggal beberapa minggu di Seoul.

Sungmin mengeluarkan buku biru yang selalu menemani perjalanannya. Ia buka lembaran-lembaran buku biru tersebut, kemudian tersenyum kecil. Lembaran kenangan yang tak akan lekang oleh waktu itu terlintas dipikiran Sungmin, membuat sebuah guratan rasa sedih kembali terlukis.

Apa kau merindukanku, Kyu?

Pada kenyataannya pemilik buku tersebut telah berada di dunia lain, begitulah pikir Sungmin. Namun, tak ada salahnya jika ia kembali mengingat cinta abadinya. Tak peduli bila raga Kyuhyun telah musnah. Namun, hati dan jiwa Sungmin tetap untuk Kyuhyun seorang. Cinta milik Sungmin begitu suci, bukan?

OoOoO

Hyung! Bisakah kau menyuruh kekasihmu itu cepat sedikit?” teriak seorang laki-laki berambut coklat pekat itu. Urat nadinya mencuat di sisi pelipis kanan kirinya, tanda bahwa lelaki itu benar-benar merasa jengah menunggu seorang perempuan yang masih mengunyah makanannya.

“Santailah sedikit, Kyu!” seorang laki-laki yang duduk di samping seorang wanita imut itu menginterupsi. “Kau selalu tidak sabaran!”

“Aku ada rapat direksi, hyung!” elak lelaki itu tak terima. Ada saja alasan yang terlontar dari bibir tebalnya. Entah itu suatu kebohongan atau tidak.

Sang wanita dengan deretan gusi sexy itu memutar bola matanya dengan gerakan malas. Lagi-lagi sifat Kyuhyun yang terkesan egois muncul. “Aish, ayo pergi! Kau berisik sekali, magnae tengik!” ujarnya kemudian bangkit dari duduk. Tangannya menyambar pergelangan tangan Donghae, sudut matanya menatap nanar ke arah wajah Kyuhyun.

Kyuhyun berdecak setelah panggilan itu kembali ia dengar. Hyukjae, kekasih Donghae itu begitu menyebalkan. Memanggilnya dengan panggilan memalukan seperti itu di depan umum, begitu memalukan. Lelaki itu juga bangkit dari duduknya, sedetik kemudian melangkahkan kaki mendahuli tubuh Hyukjae dan Donghae.

“Siapa orang-orang itu?” mata Donghae menyipit saat beberapa mobil mewah berhenti tepat di depan restoran. Setelah itu, segerombolan orang berjas keluar dan menghampiri salah satu mobil sedan paling mewah.

“Mungkin orang penting,” Kyuhyun bergumam lirih. Terkesan begitu tak peduli dengan apa yang membuat perhatian Donghae tertarik. Memang seperti itulah Kyuhyun, begitu acuh.

OoOoO

Sungmin keluar dari dalam mobil saat bodyguard yang melindunginya membuka pintu. Mata kelincinya yang tertutupi oleh kaca mata hitam mengerjap kala pandangan seorang mata lelaki yang ‘mungkin’ ia kenal menyambut pandangannya. Dua detik lelaki yang berjalan beriringan dengan seorang perempuan itu memandang wajahnya, kemudian melanjutkan langkahnya sembari menoel siku seorang lelaki lain berambut cokelat yang berjalan tepat di depanya.

Hanya pandangan tidak sengaja. Begitulah pikir Sungmin. Bisa saja orang itu menatapnya karena ketidaksengajaan.

Sama seperti Kyuhyun. Pandangan yang penuh akan ketidaksengajaan itu berbuntut pada masalah cinta yang terus ia bawa hingga kematiannya menjemput. Cerita cinta yang miris. Tidak berujung pada kebahagian, namun sad ending yang menyedihkan.

“Nyonya, anda baik-baik saja?” Suara seorang lelaki bertubuh besar membuyarkan lamunan Sungmin, membuat perempuan itu menolehkan kepalanya dan tersenyum. Ia melempar sebuah senyuman untuk menghilangkan rasa gamang yang tercipta.

“Aku baik-baik saja!”

OoOoO

Pada kenyataannya lelaki bernama Cho Kyuhyun itu masih hidup. Lelaki itu benar-benar beruntung. Di saat terakhirnya, datang seorang wanita utusan Tuhan yang bersedia mendonorkan jantungnya untuk Kyuhyun. Wanita itu memang telah terdaftar sebagai pendonor organ tubuh di Rumah Sakit Seoul. Jadi tak perlu waktu lama untuk mengurusi segalanya. Setelah itu, sosok lelaki tampan itu bisa bangkit dari segalanya, walau ia sedikit kecewa saat semua orang mengatakan bahwa Sungmin meninggalkannya.

Srek.

Kyuhyun meletakkan rangkaian bunga yang ia bawa di bawah batu nisan bertuliskan nama Seo Joohyun. Lebih tepatnya biarawati Seo Joohyun. Biarawati muda itulah yang menjadi malaikat penolong Kyuhyun. Orang suci itu merelakan nyawanya untuk kehidupan orang lain. Niat biarawati muda itu begitu mulia, apalagi nama Kyuhyun kembali tersemat di antara surat terakhirnya.

Wanita itu mendoakan cintanya agar tetap berlabuh di dunia, melukis kisah menarik yang romantis dan manis, menciptakan gelak tawa yang tak akan pernah luntur oleh guratan miris, dan mengusir rasa cemas yang mungkin akan menghampiri.

OoOoO

Hyukjae dan Donghae terlihat jalan berdua di area Mall Center kota Seoul. Jelas saja dua orang itu terlihat jalan berdua, keduanya melakukan pemantauan di area ini. Yeah, jangan heran. Keduanya sama-sama menjabat sebagai pemantau area pasar perusahaan di Seoul. Dan Seoul Mall Center menjadi salah satu dari tanggung jawab mereka. Walau mereka tengah bertugas, tetap saja dua sejoli itu mengumbar kemesraan dengan saling menggoda satu sama lain. Dan terkadang pergi ke butik untuk membeli beberapa pasang baju.

“Kudengar ada butik baru di blok Q,” Hyukjae mengeratkan pelukannya di lengan Donghae.

“Yeah, mereka bilang desainer muda Korea yang berkarir di luar negeri ingin membuka pasar di negara kelahirannya,” Donghae menyeruput coffe shake yang baru ia beli dari kedai langganannya, membiarkan air dengan rasa pahit-manis itu menyusuri tenggorokannya yang kering.

“Itu butiknya,” jemari Hyukjae menunjuk salah satu stand butik yang didominasi oleh warna pink mencolok, terkesan sangat girly.

“Kau ingin membeli sesuatu di sana, jagi?” Donghae menoel dagu Hyukjae, memberi tatapan mesum seperti biasa.

“Tentu,” Hyukjae mengangguk. Sepasang kekasih itu akhirnya berjalan menghampiri butik baru yang menarik perhatian mereka. Hah, pasangan HaeHyuk itu memang senang sekali berbelanja di butik. Apalagi Eunhyuk, wanita itu sangat senang mencari baju sexy untuk menggoda kekasih—yang merupakan calon suaminya.

“Selamat datang,” seorang pelayan menyambut kedatangan mereka dengan ramah. “Di awal pembukaan butik, ada promo menarik bagi para pelanggan baru. Apa anda berdua tertarik?”

Hyukjae dan Donghae saling memandang. Sedetik kemudian Hyukjae mengalihkan pandangan matanya, menatap sang pelayan dengan mata bling-bling. “Promo?”

“Benar. Desainer dari butik ini tengah berlibur di Korea selama beberapa minggu. Karena itu, kalian bisa berkonsultasi dengan desainer kami tentang model baju seperti apa yang anda inginkan,” pelayan itu memberi sebuah penjelasan.

“Ah, jadi desainer butik ini akan merancang baju dengan tema yang kita inginkan, seperti itu?” Donghae menimpali. Tangannya bergerak membelai permukaan dagunya yang licin, menimbang-nimbang sesuatu.

“Benar.”

“Hae, bagaimana kalau kita merancang gaun pernikahan kita di sini?” Hyukjae bergelayut manja di lengan Donghae. Hah, entah mengapa lelaki itu sama sekali tak sanggup menolak permintaan Eunhyuk. Sifat Eunhyuk yang manja begitu menawan, begitulah pikir Donghae.

“Baik, silahkan masuk ke ruangan tersebut,” sang pelayan menuntun Hyukjae dan Donghae mendekati sebuah pintu berwarna pink cerah. Ah, butik ini begitu didominasi oleh warna pink yang menawan.

Cklek.

Sepasang kekasih itu masuk ke dalam, mendapati seorang wanita yang tengah membaca buku di meja kerja. Alis mereka sedikit melengkung saat menyadari gelagat yang tak asing.

Desainer wanita itu mulai membereskan buku biru yang ia baca saat mendengar suara pintunya terbuka. “Ahh—selamat dat—,” Sambutan itu urung diucapkan saat pandangan mata kelincinya menangkap sepasang pelanggannya. Mata kelinci itu mengedip beberapa kali.

“Ss—sungmin?” Nama itu terlontar begitu saja dari mulut Hyukjae saat matanya mendapati sosok Sungmin tengah duduk di sana. Jadi desainer muda dari luar negeri itu Sungmin? “Kau?!” Hyukjae beringsut menghampiri sosok Sungmin yang duduk di kursi.

“Hyukkie! Hyukkie!” Dengan sigap Donghae melingkarkan lengannya di perut Hyukjae, menahan perempuan itu agar tak berjalan menghampiri Sungmin dan menjambak rambutnya. Ah, bukan hal baru bagi Donghae bahwa Hyukjae begitu membenci Sungmin. Sudah jelas apa yang membuat wanita itu begitu benci kepada ‘kekasih’ Kyuhyun.

“Lepaskan, Hae! Aku ingin menjambak rambut wanita itu!” lengan Hyukjae berusaha menyingkirkan lengan Donghae yang melingkar di perutnya. Mengguncang-guncang tubuhnya agar lelaki itu membiarkannya untuk mencakar-cakar wajah Sungmin. “Hae!”

“Kk—kurasa kita perlu bicara,” suara imut Sungmin menginterupsi, membuat sepasang kekasih yang tengah ribut itu menghentikan aktifitas mereka.

Tatapan nanar dari sudut mata Hyukjae mendarat di wajah Sungmin, seakan-akan perempuan itu akan menghujani vonis mati nantinya. “Benar, kita harus bicara!” timpal Hyukjae ketus.

“Ikut aku,” Sungmin meraih mantel bulu yang tergantung di pegs. Ah, wanita itu tetap saja bersikap dingin dan kaku seperti dulu. Langkah kaki yang anggun membawa sepasang kekasih itu ke cafe terdekat. Ia memesankan tiga hot coffe kemudian duduk tepat di hadapan Hyukjae dan Donghae.

Hening. Mereka terjebak dalam suasana hening yang kaku. Sudut mata mereka saling melirik satu sama lain. Namun pada akhirnya, Hyukjaelah yang membuka suara terlebih dahulu.

“Tentang Kyuhyun—”

“Jangan katakan!” Sungmin memotong pembicaraan yang akan Hyukjae angkat. “Aku telah melupakannya.”

“APA?!” teriakan Hyukjae terdengar cukup keras, serasa ingin mengoyak dan merajam telinga pendengarnya. “Kau bahkan meninggalkannya tanpa sepatah katapun!” Hyukjae melanjutkan, nafasnya yang memburu membuat dadanya naik-turun yang beraturan.

“Maafkan aku,” ujar Sungmin lirih. Tangannya meremas ujung mantelnya sendiri. Bukan tanpa alasan ia meninggalkan Kyuhyun yang tengah sekarat saat itu. Ia hanya takut, takut jika bayang-bayang tentang wajah tak berdosa Kyuhyun yang terbingkai kaca peti mati terus menghantuinya. Membuat ia semakin jatuh dalam lubangan cinta yang rumit dan menyakitkan.

“Lalu bagaimana kabarmu sendiri?” Donghae mencoba mencairkan suasana panas yang berhasil kekasihnya buat. Ah, Hyukjae begitu emosi jika ada suatu hal yang menyangkut tentang Kyuhyun dan Sungmin.

“Baik,” jawab Sungmin singkat.

“Kau telah memiliki kekasih?” Donghae kembali bertanya, melempar sebuah pertanyaan untuk mengetahui status yang Sungmin sanggah saat ini.

Sungmin terdiam, larut dalam pikirannya sendiri. Tak mungkin ia memiliki kekasih baru, hatinya hanya milik Kyuhyun. Perlahan kepala Sungmin menggeleng, “Hanya dekat dengan beberapa teman laki-laki.”

“Eung, kau tak ingin mengunjungi Kyuhyun?” suara Donghae mengalun lembut.

“Bolehkah?”

OoOoO

Sungmin duduk termenung di jok belakang mobil yang Donghae kendarai. Kini, Donghae dan Hyukjae akan membawanya ke Kyuhyun. Cinta sejatinya. Mampukah Sungmin menahan air matanya nanti? Ah, Sungmin meragu akan hal itu.

Mobil mewah itu berhenti di area parkir apartemen yang cukup mewah. Donghae dan Hyukjae keluar dari mobil, membuat Sungmin yang mulai terjun ke dalam dunia lamunannya mengekor langkah kaki mereka. Jadi, tubuh Kyuhyun dikremasi dan disimpan di apartemen orang tuanya. Sungmin melengos, nafasnya kembali tercekat saat dua orang itu berhenti di depan salah satu pintu.

Wajah Sungmin kian memucat saat melirik jemari Donghae yang memencet bel apartemen. Detak jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Kilatan rasa sakit kembali menghujam dadanya, membuat air mata itu kembali menggenang di sudut mata Sungmin. Dia akan kembali ‘bertemu’ dengan cinta sejatinya.

Cklek.

Seorang wanita paruh baya keluar dari sana, melempar sebuah senyuman saat pandangannya mendapati sosok Hyukjae dan Donghae berdiri di depan pintunya. “Donghae, Hyukjae, masuklah!” mata perempuan itu menyipit karena senyumannya. Sedetik kemudian matanya melirik ke arah Sungmin yang berdiri di belakang sosok Hyukjae dan Donghae. “Kau?”

Sungmin ingat, perempuan yang membuka pintu apartemen tersebut adalah eomma Kyuhyun. Perempuan kelinci itu merundukkan badannya sejenak, memberi salam. “Annyeong haseyo.”

“Mm—masuklah!”

Sungmin melangkahkan kakinya, memasuki apartemen luas yang menjadi tempat tinggal Kyuhyun dulu. Ia mengedarkan pandangannya, memperhatikan foto-foto berbingkai yang menempel di dinding. Kebanyakan foto close-up dengan objek wajah tampan Kyuhyun.

“Sungminssi, masuklah ke kamar Kyuhyun,” wanita paruh baya itu membuka sebuah pintu dengan papan nama bertuliskan ‘Cho Kyuhyun’. Sungmin mengangguk, mengayunkan kakinya dengan langkah lamban. “Aku akan membiarkan kalian berdua.”

Blam.

Perempuan itu menutup pintu kamar Kyuhyun, membuat Sungmin berdiri seorang diri di kamar yang cukup luas itu, kamar Kyuhyun. Mata Sungmin mengedip memperhatikan setiap jengkal sisi kamar Kyuhyun. Ia memperhatikan dengan intens semua barang yang berjejer di sana. Jadi seperti ini keadaan kamar Kyuhyun?

Sungmin terdiam saat ekor matanya menangkap satu foto yang terbingkai dengan begitu cantik di atas meja yang terletak di samping ranjang. Foto dirinya sewaktu SMA. Jemari Sungmin meraih foto tersebut, kembali meneteskan air mata saat bayangan tentang sosok Kyuhyun melintas di pikirannya.

Wanita itu bernostalgia dengan segala persepsinya, membuat air matanya kembali meluncur dengan begitu deras. Ternyata benar, ia masih sangat mencintai sosok bernama Cho Kyuhyun itu. “Bogosipeo,” bisiknya seraya memeluk bingkai foto dirinya. Dadanya yang berdenyut sakit karena ingatan masa lalu membuat tenggorokannya kembali tercekat.

Cklek.

Pintu yang terletak tepat di samping kiri ranjang terbuka, membuat pandangan Sungmin teralih seketika.

Foto berbingkai itu terjatuh begitu saja saat mata kelinci Sungmin yang berair menangkap sosok seorang lelaki keluar dari ruangan—yang Sungmin kira adalah kamar mandi—hal itu terbukti dari penampilan sosok lelaki itu. Lihat, sosok lelaki itu hanya menggenakan baju handuk, tangannya terlihat sibuk mengeringkan rambut cokelatnya yang basah.

Mata Sungmin terpejam, lututnya bergetar seketika itu juga. Rasa terkejut yang menyengat raganya membuat akal sehatnya lumpuh. “Astaga, aku melihat—hantu..,” lirih Sungmin.

TBC

Noona (누나) : kakak pr –pemanggil lk

eomma (엄마) : ibu

hyung (형) : kakak lk -pemanggil lk

Magnae ( 막내) : yang termuda

jagi (자기) : panggilan sayang untuk kekasih -biasanya dari lelaki untuk perempuan

annyeong haseyo (안녕 하세요) : salam yang diucapkan saat bertemu

Ssi (–씨) : embel-embel untuk menunjukkan kesopanan

Bogosipeo (보고싶어) : aku merindukanmu

Maaf atas keterlambatan mempublish ff ini. Authornya lagi sakit ini ㅠㅠ

~MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY-PASTE SEMUA KONTEN YANG ADA DI BLOG INI! DO NOT PLAGIAT, PLEASE!~  

66 thoughts on “Just With Me Here | KyuMin | Chap 8/9 | Genderswitch | T+ | Drama, Angst |

  1. akhirnya update juga eon.. yey akhirnya mereka berdua sebentar lagi akan menyatu (/\’-‘) serius eon chap depan udah tamat? sekuel nya engga dipost juga? heung, love ya eonn ^^~

  2. akhirnya update, makasih ka atas folbacknya ama mentionnya yg udah ngasih tau update,
    yeyeyeyeye ke 2 ke 2 koment kedua amien, jodoh ama bulan lahir gw hahaha
    akhirnyaa kyumin akan menyatu yeyeyeye😀
    happy ending kan kaa??
    keep writing kaa
    oh ya 1 lagii GWS yaa ka…🙂

  3. haha ming ketinggalan berita tuh, orang aje kyu masih idup, tuh masih evil
    hyukie gemes bgt itu sama ming
    ming ngeliat hantu ganteng tuh, ga rugi deh

    gws jiyoo

  4. Omg umminn itu bkn hantu! Itu bang kyu beneran ckckckckck
    Hyukki esmosi banget untung ada bang hae

    Unni minta pw.a my special angel.a dong unni plisss

  5. yahh tbc :c
    hiks ternyata kyu belum meninggal. hueeeee kyu T.T
    gimana reaksi kyu pas liat minnie ya?
    huaaaa ga kebayang.
    minnie salah paham tuh, si kyu kan bukan hantu.
    pas minnie tau kyu belum meninggal pasti minnie seneng banget🙂
    ya ampunn mereka pasti bahagia ^^
    lanjut jiyoo.. Hwaiting!!!!

  6. whoooaa akhirnya update juga…..
    hehe min belum tau ternyata kalo kyu masih hidup, akhirnya kyumin bersatu juga, walaupun udah pernah baca ff ini, tapi aku suka🙂

  7. si min nih asal main pergi aja
    jadi engga tau kabarnya kyu
    itu kyu masih hidup
    masa dibilang hantu tega banget
    tapi tapi tapi
    akhirnya mereka ketemu lagi
    terus balikan deh hehehe
    chap depan ending ya??
    wah mereka akhirnya bersatu kan?
    itu yg donor jantung suster yg suka denger curhatannya min bukan ya?
    chap endingnya mudah2n engga terlalu lama
    semangat author-shi

  8. muahahahaha.. Hantu? Aigoo,, ming polos bgt wkwk hantu kece abis mandi dengan wajah tampan gitu pasti super HOT ! Dan itu kyuhyun asli ming, ASELI #plak
    update soon ya hehe mian baru sempet baca kkkk

  9. ini sebenernya lucu loh
    #plak
    meskipun seharusnya terharu, tp ming yg selalu menerka” suatu hal sangat lucu
    kkkk
    maaf ya :p

  10. Kyu dibilang hantu,,,😀
    Kyuhyun bukan hantu tp evil,,,😀

    Ming ketemu Kyuhyun bukannya dipeluk malah dibilang hantu….😎

  11. Huah *O* ada seseorang yang mendonorkan jantungnya utk Kyu jd Kyu tetap hidup? *air mata bahagia mengalir sebanyak air di samudra pasifik*
    Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, senangnya diriku XDDDD

    “Astaga, aku melihat—hantu..,” lirih Sungmin.

    Eonni, aku tertawa berguling-guling waktu baca ini XDD emosiku aneh ya? abnormal?
    Kyaaaaahhhhhhhh KyuMin bertemu!!! Meskipun Ming belum sadar kalau Kyu masih hidup😀

  12. Uwahhh miane jiyoo aq baru sempat baca ffnya..
    Aigoo Sungmin knpa sampe bisa ga tau klo kyu akhirnya bisa selamat dari maut??! N mereka ketemu lg hehe..
    Sungmin sampe berpikir dia ngeliat hantu hahaha.. Hantunya pake baju handuk lg..^^
    Chap ini sedih tp jg lucu..:)

  13. Yeeeyyyy aku kira kyu mati and ming hilang ingatan gara2 ke bentur karang,ternyata si evil masih hidup senang nyah,
    tapi kenapa tbc nyah bkin aq ngakak yah chingu,abis lucu ngebayangin ekspresi ming

  14. Kyu belum meninggal? Syukurlah. Terimakasih pada biarawati seo telah mendonorkan jantungnya untuk kyu, semoga kau berada disisiNYA yang maha kuasa.
    Ming, kau melihat hantu? Wkwk

  15. Huaaaaa~
    Sungmin paboooo #plakkk

    Dasar .
    S’harus ‘a dia balik k’rumah sakit .
    Bukan mlah menangis d pantai .
    Dasarr Pabooo~

    Huaaaa~
    Kyuhyun masih hidup .
    Pasti biarawati itu yg bertemu sma Sungmin d gereja . iya kan .

  16. aku bner2 gak setuju ama sikap ming yg main tinggalin aj kyu ge sekarat ge…huuufftt bner2 gak setuju..tapi untungnya kekuatan cinta mreka bertahan hingga 6 tahun berlalu…

  17. Jadi kyu masih hidup? Terus yg donorin jantung buat kyu itu seohyun? Jangan2 biarawati yg ketemu ming digereja itu?
    Haha ming ada2 aja masak dikira hantu? Hantu pake handuk gitu wkwk

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s