Just With Me Here | KyuMin | Chap 7/9 | Genderswitch | T+ | Drama, Angst |

Just With Me Here

 

Genre : Romance , Drama , angst

 

Rate : T

 

pairing : KyuMin , HaeHyuk , and etc

 

Part : 7/9

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Cerita ini adalah bentuk song fic bertema cinta yang tak mengenal lelah. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Music : Blue Tomorrow by Super Junior

“Kau tahu, noona. Aku ada sebuah permintaan,” Kyuhyun berucap dengan nada parau, membuat pandangan lelaki itu meredup.

“Apa, Kyu? Katakan saja!” Sungmin melempar senyuman ke arah Kyuhyun.

Hanya ada rasa hangat yang Kyuhyun dapat saat Sungmin tersenyum seperti itu. Namun tiba-tiba dadanya berdenyut, menimbulkan rasa sakit yang sedikit menganggu. “Jika aku sembuh, menikahlah denganku, noona!”

Hening. Ruangan ICU dengan nomor 301A itu hening. Hanya ada suara mesin-mesin yang menempel di tubuh Kyuhyun yang terdengar. Dua orang wanita yang ada di sana menatap seorang lelaki lemah yang duduk bersandar di atas ranjang. Pernyataan yang Kyuhyun lontarkan benar-benar membuat siapapun bergeming dari semuanya.

Seperti Sungmin.

Lututnya perlahan bergetar, sinar matanya meredup seketika. Lelaki yang diam-diam ia cintai itu melamarnya, memberi sebuah janji yang mungkin tak akan ia tepati nanti. Rasa sakit itu perlahan menghujam hati Sungmin, membuat bibirnya terasa kelu untuk berucap kata. Sungmin mengedarkan pandangannya, berniat menyembunyikan matanya yang telah basah karena air mata.

Sedetik kemudian telapak tangannya terangkat mengusap pipi, kembali menatap Kyuhyun. Bibirnya melukis seulas garis senyum yang cantik, “Itu pasti, Kyu,” jemari Sungmin mulai tersemat di antara jemari Kyuhyun. Ia menggenggamnya erat untuk beberapa saat. Biarkan saja semuanya seperti ini, biarkan Sungmin meresapi kehangatan telapak tangan Kyuhyun.

Jinjja? Oh, God!” Kyuhyun tertawa, menatap Sungmin yang tengah menatapnya miris.

“Aku—” bayang-bayang akan kematian Kyuhyun kembali mencekat tenggorokannya untuk berucap. Tawa bahagia yang mungkin tak dapat ia lihat tak boleh ia sia-siakan. Isakan mulai meluncur dari mulut Sungmin, membuat nafas perempuan itu terengah-engah.

Noona, kenapa kau menangis?” suara Kyuhyun yang sarat akan kekhawatiran terdengar.

Sungguh, Sungmin begitu ingin mempertahankan Kyuhyun untuk terus berada di sampingnya. “Aku—mencintaimu, Kyu!” ucap Sungmin pada akhirnya. Telapak tangan mungilnya yang menggenggam erat tangan Kyuhyun mulai melonggar. “Kumohon bertahanlah!”

Senyum bahagia di bibir Kyuhyun luntur saat pandangan matanya menatap sosok Sungmin yang terisak di depannya. Perempuan yang amat ia cintai itu menangisi nasibnya. Detak jantung lelaki itu kian melemah, menimbulkan denyutan rasa sakit yang luar biasa. Rasa perih berlebihan yang melanda dada sebelah kirinya membuat nafas Kyuhyun tercekat. “Aku.. a—akan bertah—han.”

“Ya Tuhan, Kyuhyun!” suara teriakan sang eomma membahana. Seketika itu juga Sungmin mengangkat kepalanya. Mata kelincinya melotot saat mendapati wajah pucat Kyuhyun. Matanya hampir terpejam sempurna. Apa? Apa Kyuhyun akan meninggalkan dunia detik ini juga?

Tiba-tiba sepasang tangan mencengkeram kuat lengan Sungmin, memaksa perempuan itu untuk beranjak dari duduknya. Beberapa dokter dengan jas putih masuk, dengan gerakan cepat mulai memeriksa keadaan Kyuhyun. Otak Sungmin merekam dengan jelas apa yang para dokter itu lakukan. Entah itu memberi kejut jantung, nafas tambahan, dan yang lainnya.

Eoddeokhae?” gumamnya di sela isa tangisnya. Sungmin membungkam mulutnya sendiri dengan satu telapak tangannya. Pandangannya mengabur, begitu tak sanggup melihat keadaan Kyuhyun yang sekarat. Tubuh lelaki yang ia cintai itu bergeming dari segala usaha yang telah dilakukan oleh para dokter, membuat pikirannya semakin kalut.

Sungmin melihat dokter lelaki yang sedari tadi memberikan kejut jantung pada Kyuhyun mulai menghentikan aktifitasnya. Perlahan dokter muda itu keluar dari ruang ICU dan menghampiri eomma Kyuhyun.

“Aku sudah katakan, tahan Kyuhyun agar tidak masuk sekolah untuk saat ini,” satu pernyataan dari dokter itu terdengar. Nafas dokter itu semakin terdengar berat. Tak ada yang berucap untuk saat ini. Tidak untuk dokter muda itu, ataupun eomma Kyuhyun. Mungkin sang dokter mencoba menciptakan suasana setenang mungkin sebelum mengatakan apa yang telah ia dapat dari diagnosanya.

Di detik selanjutnya, dokter muda itu terlihat menghela nafas dan menghempaskannya. “Temani Kyuhyun. Mungkin hanya malam ini dan lusa ia bisa bertahan.”

Tulang lutut Sungmin terasa lemas, kakinya bergetar hebat hingga wanita itu tak mampu untuk berdiri. Air matanya jatuh bersamaan dengan tubuhnya yang terbanting menyentuh lantai. Air mata itu kembali merembes walau tanpa suara. Kepalanya menoleh menatap tubuh Kyuhyun, memberi pandangan tak percaya.

Mungkin hanya malam ini dan lusa ia bisa bertahan.

Ajumma, apa yang terjadi?” sebuah suara perempuan menginterupsi. Itu warna suara Hyukjae. Sungmin tahu itu. “Sungmin, kau baik-baik saja?” perempuan itu berusaha membantu Sungmin untuk kembali berdiri.

Ajumma, apa Kyuhyun baik-baik saja?” kali ini suara Donghae. Dahi lelaki itu mengeryit heran saat pandangan matanya mendapati dua orang wanita itu menangis sesenggukan.

“Kyuhyun..,” eomma Kyuhyun mencoba berkata di sela isakannya. “Kritis.”

Sepasang kekasih itu saling memandang satu sama lain. Sedetik kemudian, Hyukjae menghambur ke pelukan kekasihnya, merengkuh tubuh kurus Donghae untuk ia jadikan sandaran. Hanya ada tangisan memilukan yang mendominasi. Seperti itulah.

Perlahan Sungmin mulai bangkit. Langkah kakinya mulai berayun, memasuki kamar ICU Kyuhyun. Pandangan matanya yang sarat akan kesedihan menatap lembut wajah Kyuhyun. Tangannya terulur menyentuh pipi Kyuhyun yang dingin, membelainya pelan.

Tidak ada gelak tawa Kyuhyun saat ini, sudah jelas, hanya suara mesin-mesin berisik yang mendominasi, bunyi-bunyian yang membuat Sungmin merinding. Perempuan itu tak dapat mengelak bahwa suara-suara mesin itu begitu membuatnya ketakutan.

Sebuah senyuman merekah di bibir plump Sungmin, “Kau tadi melamarku, Kyu,” ucapnya dengan nada pelan. Jelas sekali wanita itu sangat terpukul dengan keadaan Kyuhyun saat ini. Batinnya menjerit memecah keheningan dunia fana, membuat guratan kesedihan mengoyak kembali hatinya. “Kau akan menikahiku, ‘kan?”

Hening. Jelas saja Kyuhyun tak menjawab apa yang Sungmin tanyakan. Lelaki itu kini tengah kritis. Mungkin karena rasa senang yang berlebihan, dan itu membuat Kyuhyun tersentak. Air mata yang mengalir di kedua permukaan pipi Sungmin menetes membasahi dada Kyuhyun yang terbuka.

“Akupun juga ingin menikah denganmu, Kyu,” ucapnya pelan. Jemarinya beringsut menari-nari di permukaan dada Kyuhyun. Menghapus jejak air matanya yang menetes di sana. Bola mata Sungmin menatap permukaan wajah datar Kyuhyun. “Kau bilang, kau akan bertahan untukku.”

Jika saja Kyuhyun sadar, lelaki itu pasti akan menjawab pernyataan Sungmin sesuai dengan apa yang Sungmin inginkan. Namun sayang, saat Sungmin mengatakan hal-hal indah yang ingin ia lakukan dengan Kyuhyun, lelaki itu tengah terbaring tak berdaya. Hanya tertidur damai untuk menunggu sang malaikat maut mencabut nyawa yang masih bersemayam di raganya.

“Jangan katakan jika ciuman tadi adalah ciuman pertama..,” tenggorokan Sungmin mulai tercekat oleh rasa sakit yang berlebihan, membuat ia harus memutus perkataannya selama beberapa detik. “Dan yang terakhir,” pandangan mata Sungmin beralih ke telapak tangan Kyuhyun yang dingin, menggenggamnya seerat mungkin. Isakan memuakkan itu kembali terdengar, tak dapat Sungmin bendung lagi. “Kumohon bangun dan cium aku lagi, Kyu!”

Sungmin mengangkat telapak tangan Kyuhyun, mengecupnya beberapa kali. Matanya beralih menatap wajah pucat Kyuhyun. “Kk—Kyu?”

Lagi-lagi Sungmin dikejutkan oleh sesuatu yang menimpa Kyuhyun. Sudut mata sebelah kiri Kyuhyun mengeluarkan air mata. Lelaki yang tengah koma itu menangis.

“Kau mendengarku, hm?” genggaman tangan Sungmin semakin erat. Sungmin menarik ulur nafasnya, memberikan sebuah hembusan nafas yang menerpa wajah Kyuhyun. “Jangan menangis.”

Setitik air mata itu kembali meluncur dari ujung kelopak mata Kyuhyun yang terpejam.

Sungmin bergeming, ia melepaskan tautan tangan mereka. Melihat Kyuhyun yang koma dan menangis seperti itu membuat hati Sungmin bergemuruh. Sungmin menjinjitkan telapak kakinya, mencoba untuk menggapai dahi Kyuhyun dengan bibirnya, meninggalkan sebuah kecupan sayang di sana.

“Tunggulah aku,” ucap Sungmin setelahnya. Kemudian perempuan itu menyambar tas ranselnya yang tergeletak tak jauh dari sana. Ia berlari secepat mungkin meninggalkan ruang ICU Kyuhyun.

“Sungmin, kau mau kemana?” suara teriakan Donghae tak Sungmin hiraukan. Yang perlu ia lakukan sekarang ini adalah berlari, berlari sekuat mungkin ketempat tujuan, rumah Tuhan. Tak peduli bila peluh mulai menetes di atas dahi perempuan itu. Tak peduli bila rasa pegal telah menyerang lutut dan betisnya.

Jarak antara gereja dan rumah sakit sekitar 2 kilometer. Dan Sungmin menempuhnya dengan berlari tanpa henti? Entah bagaimana caranya Sungmin dapat bertahan tanpa nafas yang terengah-engah.

Sinar matahari perlahan meredup. Hah, sang matahari tampak telah menyudutkan diri di langit sore. Peluh kini telah menyelimuti seluruh permukaan tubuh Sungmin, membuat seragamnya basah. Sungmin melengos lega saat sudut matanya menemukan gereja yang ia cari. Wanita itu menambah kecepatannya, berharap ia dapat memasuki ruangan gereja secepat mungkin.

Tap-tap-tap!

Suara sol sepatu Sungmin terdengar memantul dengan begitu keras. Beberapa biarawati yang ada di sana pun menoleh ke arah sumber suara. Seorang wanita mungil dengan kulit tubuh yang mengkilat karena peluh berlari menuju altar. Dengan tenaga yang masih tersisa Sungmin berlari kemudian menghempaskan tas ransel pinknya ke sembarang arah.

Brak.

“Tuhan, aku mohon selamatkan Kyuhyun!” tubuh perempuan itu terbanting di atas altar gereja. Tubuhnya membungkuk, berlutut, oh tidak, tubuh perempuan itu menelungkup. Ia biarkan kedua tangan, lutut, dan wajahnya menyentuh permukaan altar gereja yang dingin. Ia bersujud. “Kumohon selamatkan Kyuhyun!” isaknya.

Perempuan itu mengangkat tubuhnya, kemudian membantingnya kembali. Seakan-akan ia tak akan mengenal lelah untuk detik ini. Tubuhnya bergerak untuk bersujud beberapa kali sembari mengeluarkan doa yang sama. ‘Selamatkan Kyuhyun.’

“Bangunlah,” sebuah suara menginterupsi. Dekapan lengan hangat itu menuntun tubuh Sungmin untuk bangkit. “Tuhan telah mendengar doamu.”

“Tidak, Tuhan belum mengabulkan doaku,” Sungmin kembali terisak. “Dia harus menyelamatkan Kyuhyun yang sekarat!”

“Tuhan akan menyelamatkan Kyuhyun,” biarawati itu mengangkat tubuh Sungmin. Mata teduhnya menyelami tatapan kosong mata Sungmin. “Percayalah.”

OoOoO

Sosok perempuan rapuh itu terlihat duduk termenung seorang diri di bangku taman gereja. Tak peduli angin malam yang begitu dingin menerpa kulit pucatnya, menusuk hingga ke kulit tubuhnya. Wanita itu tetap tak beranjak. Jejak air mata yang terlukis di kedua sisi pipinya terlihat begitu kentara. Tatapan kosong itu begitu menggantung, menerobos hamparan tanaman taman gereja yang terselimuti oleh gelapnya malam. Mungkin air matanya telah habis, ia tak sanggup lagi untuk menangis.

Mianhae, Kyu,” bisiknya di sela-sela suara deru angin yang menghempas. Bibir cherry yang perlahan membeku itu perlahan tertarik ke sudut kanan dan kiri, melukiskan sebuah senyuman. “Aku tak sanggup mengantar kepergianmu.”

Seakan perempuan itu memperlakukan keheningan sebagai temannya. Walau tak ada seorangpun yang menyahut, perempuan itu masih tetap berbicara dengan hembusan angin. Sesekali ia mengedarkan pandangannya, berusaha untuk menghapus segala kesedihan yang tiba-tiba menyerang hatinya. Sungmin berulang kali menarik ulur nafas, kepalan tangannya memukul-mukul dadanya yang terus berdenyut sakit.

Ini adalah malam terakhir Kyuhyun di dunia. Tak ada yang bisa Sungmin lakukan selain melupakan semuanya. Melupakan malam ini, melupakan cintanya, dan juga melupakan Kyuhyun. Mungkin Sungmin akan menebus kesalahannya pada Kyuhyun di neraka. Bahkan perempuan itu tak sempat memberi kebahagian yang nyata di akhir hidup Kyuhyun. Benar seperti itu, bukan?

Apa rasa sakit ini tak akan bertahan lama? Apa rasa sakit karena cinta ini hanya berlangsung sehari seperti kala ia patah hati dengan Hangeng? Apa ia bisa melupakan segala tentang Kyuhyun secepat ia melupakan segala tentang Hangeng? Apa perasaan cinta ini seperti itu?

Mungkin saja seperti itu, mungkin saja tidak. Segalanya dapat berubah sesuai kehendak Tuhan. Itulah hukum kehidupan. Begitu arsurb untuk dilukiskan di atas kanvas putih ataupun lembaran kertas kehidupan.

Mata Sungmin enggan terpejam. Ia ingin melewatkan malam ini dengan segenap jiwa yang terkumpul. Setidaknya, ia dapat memikirkan sosok Kyuhyun untuk saat ini. Bayangan tentang dirinya harus menaburkan bunga di atas gundukan tanah bernisan Cho Kyuhyun terus menghantui pikirannya. Bayangan tentang lagu gereja yang akan mengantar kepergian Kyuhyun begitu menganggu. Bayangan tentang sosok Kyuhyun yang tertidur damai di dalam peti mati dengan setelan toxedo yang membalut kulit pucatnya begitu.. Ahh, Sungmin tak sanggup memikirkan itu semua.

Sosok itu tetap terduduk tak berdaya di atas kursi taman gereja hingga sang matahari telah kembali dari peraduannya. Warna langit yang mendadak berubah menjadi biru laut pekat membuat mata Sungmin mengedip. Sinar matahari beberapa menit lagi akan berjaya di pagi hari, mengusir kegelapan yang menemani Sungmin semalaman suntuk.

“Apa kau telah berada di surga, Kyu?”

OoOoO

“Dimana Sungmin?” suara Hyukjae yang parau terdengar pelan. Sedari tadi perempuan berwajah imut itu terus menanyakan keberadaan Sungmin. “Kita harus memberitahu keadaan Kyuhyun!”

“Biarkan saja dia menenangkan diri,” Donghae mencengkeram kuat pergelangan tangan Hyukjae. Sedari tadi punggung tangannya terlihat mengelus permukaan punggung Hyukjae yang bergetar hebat. “Dia pasti tahu apa yang tengah menimpa Kyuhyun sekarang.”

OoOoO

Terlihat tubuh rapuh seorang Lee Sungmin berdiri di pinggir pantai. Di genggamannya terlihat setangkai bunga lili putih tercekik di antara kelopak tangannya. Pandangan kosongnya menerobos riuk air pantai yang bermain dengan ombak. Sedetik kemudian Sungmin melangkah menapaki batuan pantai, berdiri di ujung batuan tersebut.

“Aku tidak tahu apa tubuhmu akan dikremasi atau tidak,” Sungmin berucap dengan nada rendah. Mata kelinci yang begitu bengkak itu mengedip, membuat setitik air mata meluncur dengan begitu mulus ke bawah dan bercampur dengan air pantai. “Tak ada yang bisa aku lakukan untukmu,” kepala Sungmin tertunduk.

“Maafkan aku,” tubuh Sungmin jatuh tersungkur menghantam batuan pantai yang keras. “Apa kau benar-benar meninggalkanku?”

TBC

Noona (누나) : kakak pr –pemanggil lk

Jinjjayo (진짜요) : benarkah

eomma (엄마) : ibu

Eoddeokhae? (어떡해?) : Apa yang harus aku lakukan

ajumma (아줌마) : bibi

Mianhae (미안해) : maaf –informal

~MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY-PASTE SEMUA KONTEN YANG ADA DI BLOG INI! DO NOT PLAGIAT, PLEASE!~

74 thoughts on “Just With Me Here | KyuMin | Chap 7/9 | Genderswitch | T+ | Drama, Angst |

  1. Angstnya bener2 terasa TT^TT

    Eonniiiii DX
    Aku tak rela ming menderita ;____; kasian banget mingnya, benar T^T

    Bawaannya aku mau nangis terus T^T
    Mereka smua masing2 udah tau perasaan hati masing2, n kyu kritis T^T

    Keadaan kyu membaik kan? Ssuai perkataan biarawati td? Ming cpt balik T^T

    Eonni~
    Postnya cpt ya, jgn lama2😦 bener2 ga sabar lanjutannya, jd melakukan aktivitas apa aja jd nggk konsen gr2 mikirin kelanjutannya #serius

  2. miracle mana miracle ?
    butuh miracle buat kyumin😦
    kyu pasti bertahan buat ming !!
    ming !! jangan menyerah donk .. kasih semangat ke kyuhyun >.<

    feeli ny angst banget, sampe ikutan nyesek😦

    lanjut2 !!
    posting kilat please.. jeball T_T

  3. tadinya aku mau jerit2 histeris #plak
    tp karna ga sengaja baca review banyak spoiler dr yg udah baca, jd tenang lg dh muahahaha
    ming, doamu terkabul nak..
    Serius ini chapter bikin galau bgt..
    Update soon !
    Ah ada OS ya? GS?
    Mau baca tp mungkin baru bisa ntar malem hehe
    yoo, keep writing !

  4. Kyu ga meninggal kan?
    Minnie salah..
    Kyu masih hidup, dia lagi keritis. Kyu pasti sembuh.
    Mungkin hyuk nyari minnie buat ngasih tau kalo kyu udah sadardari komanya dan udah mulai sembuh.
    Iya kan jiyoo?
    Lanjut jiyoo.. Pokoknya kyu harus sembuh.
    Hwaiting!!!

  5. keadaan terakhir kyu gmn????? ><
    sooooo sad TT.TT /crying so hardly/
    please update asap😥 can't wait to read next chap and ending…..

  6. Eh Kyu ga bakalan berakhir skrg kan jiyoo..? Andweeee ga relaaaa…T_T
    Hiks jd ikut nangis ngeliat Sungmin nangis gt..
    Smga Ada keajaiban ditangan authornya tentu saja hehe..

  7. Hiks hiks hiks thor kau tega sekali sumpah aku mewekk beneran *lap ingus
    Hiks thor kyyu ngga meninggal kan,

    Thor aku minta pwnya my special angle dong…
    Ama minta nama fb author

  8. hueeee ige mwoya
    sepanjang baca ff part ini aku nangis
    itu kyu bener2 udah ‘pergi’ kah?
    min ayo balik ke rs kan belum pasti nasibnya kyu gimana
    berharap doa min bener2 di kabulkan
    aigoooo sedihnya berasaaaaa banget
    baru nemu cinta yg tulus min dapet cobaan lagi
    tanggung jawab author-shi
    aku ga mau sad ending hiks
    apdet kilat ya plissssss
    semangat

  9. Mian baru rcl ,
    soalnya aku jarang mampir ke blog ini ,
    sekalian mampir udh ke tinggalan bnyak chap ,dan akhirnya cma komen di chap ini ,

    klw gx salah ,ming gx tau klw kyu selamat kan ??
    dan setelah brtahun” kyumin kembali bertemu ?

    mian klw salah ,

    dulu aku kaya udh pernah baca ,tpi aku lupa judulnya ,

  10. Jiyoo eonnieee… Kapan ini lanjutannya?? Udah Ϟƍƍαќ sabar saiyaa (´▽`ʃƪ)
    Ditunggu lanjutannya yah eonn, keep write😉

  11. Hueeee… aku nangis lagi…
    angst nya nanceb banget ke hati. nyeseeeeekkkk…
    ya ampun happy end kan? harus#maksa. hueee author-shi harus mengobati ke angst yg udh nusuk ke hatiku. huee TT^TT#nangisberjamaah.

  12. huaaaa kyuhyun kan anaknya sedikit bandel jadi pasti kuat dong bertahan buat sungmin!! nikah loooh kyu pas bangun nanti. sungmin jangan bunuh diri ne🙂

  13. kyu ayo tetap bertahan
    sungmin jangan menyerah yoo
    nothing imposible
    berharap ada keajaiban
    ayolah kaa happy ending yaa kumohon🙂

  14. Ming andwe? Jangan bnuh diri,
    kyu blum mati, chingu kyu nyah blm mati kan,jngan buat aq galau chingu,
    knp ming bunuh diri?
    Apkah kyu bnar2 pergi,
    omo ff mu yg ini brhasil mmbuat aq nangis kejang kejang chingu,
    next ah aku pnsaran

  15. kyuhyun gak meninggal kan?
    eh sampe part ini kayaknya udah pernah baca fanfict ini T_T
    kyuhyun di donor in jantung sama biara wati bukan sih? pernah baca fanfict yang kayak gitu soalnya, entah dimana tapinya wkwk
    sip lah lanjut baca hehe

  16. Aigoo ming harusnya kau percaya pada kuasa tuhan… knp kau jadi putus asa bukankah kyu akan bertahan…ayo kau pun harus percaya

  17. Suuerr.
    Aku nangis beneran pas baca bagian ini.
    Kyu jangan mati kasihan Ming.
    Semoga ada keajaiban Tuhan.

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s