Broke Up? | KyuMin | Oneshoot | Genderswitch | T+ | Romance, Hurt/Comfort |

Broke Up?

Genre : Romance , Hurt/Comfort

Rate : T+

Pairing : KyuMin

Part : ONE SHOOT

Warning : Genderswitch , Miss Typo(s)

Summary : Apa yang kau rasakan jika berhubungan dengan orang yang tak kau cintai? Berhubungan .., dalam artian berpacaran?

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ! 

Notes : This fanfic is Sungmin’s POV

Music : Love Sick by TTS SNSD

Apa yang kau rasakan jika berhubungan dengan orang yang tak kau cintai?

Berhubungan .., dalam artian berpacaran?

Tentu itu adalah hal yang cukup memuakkan dan mengganggu. Apalagi jika kau harus rela mengucapkan kata-kata cinta yang kau benci—berulang-ulang.

Tidak, sepertinya itu tak begitu berarti jika aku harus mengingat ada hal yang lebih buruk dari pada mengucapkan kata cinta. Seperti .., berpelukan atau berciuman? Sejujurnya, aku tak suka melakukan hal seperti itu. Namun, saat aku memiliki namjachingu, aku menyadari jika semua itu harus aku lakukan.

Apa kalian bertanya, apa aku mencintai namjachingu-ku?

Semoga saja kalian tidak terkejut dengan jawabanku.

Tidak. Selama tiga tahun aku berpacaran dengannya, aku tak pernah menaruh hati kepada lelaki itu.

Lalu, apa alasan yang membuatku mau menjalani hubungan seperti ini?

Entahlah, aku sendiri juga bingung dengan hal itu. Sampai sekarang aku tak pernah mampu untuk menjawab pertanyaan konyol seperti itu. Aku tak bisa menjelaskan mengapa dan kenapa, tetapi aku bisa menyangkal segala perasaanku kepadanya.

Semua cerita ini bermula dari tiga tahun yang lalu, lebih tepatnya saat kami masih duduk di bangku SMA. Aku masih ingat kalau dia adalah salah satu siswa dari progam khusus sekolah. Yeah, karena otaknya yang jenius, ia berhasil masuk kelas khusus untuk menempuh bangku SMA selama dua tahun. Dalam konteks berbeda dari pembelajaran, dia juga bukan murid biasa. Jika kupikirkan lagi, dia cukup populer semasa SMA dulu. Wajah tampannya itu sering muncul di koran sekolah yang terbit setiap bulan dengan judul artikel yang membesarkan namanya. Sosok Cho Kyuhyun berhasil membuang image lelaki cupu yang selalu melekat pada murid jenius. Dan  yang kutahu, dia juga digilai oleh siswi-siswi dari sekolah lain.

Lalu, suatu hari aku dikejutkan oleh tindakan bintang sekolah yang jenius itu.

Aku masih ingat betul saat-saat di mana ia menyatakan perasaan kepadaku. Saat itu musim panas, sekitar bulan Agustus. Waktu itu dia menghampiriku ke kelas, lalu dengan seenaknya menyatakan cinta kepadaku.

Dia melakukannya tanpa memasang wajah tegang khas seorang namja yang menyatakan cinta. Itu cukup membuatku sebal dan berniat untuk menendang wajahnya dengan jurus martial artsku. Tetapi, setelah aku menyadari betapa banyak pasang mata yang mengawasi kita berdua, aku mengutuk ide tersebut. Sebelum aku mengucapkan penolakan, tatapan membunuh aku dapatkan dari para wanita yang bergerombol di sekitar kami. Hei, mereka menatapku dengan tatapan penuh ancaman—seolah berucap ‘Kau akan mati jika berani membuat Kyuhyun kami patah hati’ atau semacamnya.

Dan keputusan finalnya, aku memberinya kesempatan untuk menjadi kekasihku.

Jangan salahkan aku. Saat itu aku benar-benar tak berniat untuk mempermainkan perasaannya. Lagi pula, aku berpikir hubungan ini tak akan bertahan lama mengingat status yang kami sandang masih ‘berpacaran’. Tetapi, tak kusangka semua berjalan di luar dugaan. Setelah lulus SMA, kami diterima di universitas yang sama walau berbeda jurusan. Dan hingga saat ini, kami masih melanjutkan hubungan konyol ini.

Tentang hatiku yang sesungguhnya?

Jujur saja, aku tak tertarik dengan apa itu cinta—dan semacamnya. Aku tak tertarik dengan kekasihku atau orang lain. Dengan kata lain, tak ada yang dapat menggetarkan hatiku hingga saat ini. Aku adalah tipe orang yang membiarkan semua terjadi seperti air mengalir—tak begitu peduli dengan hal-hal kurang penting yang biasanya melintas di hidupku. Ah, tentu saja aku pun seorang wanita normal yang berharap suatu keajaiban pembawa kebahagiaan datang suatu saat.

Tiba-tiba, semangkuk besar ice cream dengan berbagai warna hadir di hadapanku—dengan dua sendok mungil di kanan kirinya. Aku mengangkat kepalaku yang semula tertunduk, menatap lelaki yang menyodorkan ice cream ini. Oh, kumohon jangan lemparkan senyuman anehmu itu!

“Bagaimana? Apa kau belum puas?” tanyanya seraya meraih sendok mungil di sisi kiri mangkuk besar itu. Hei, aku tahu jika ia tak menyukai makanan manis. Tetapi kenapa ia selalu memakan ice cream yang kupesan?

“Sepertinya aku akan sangat puas, Kyunnie,” aku mulai meraih sendok yang lain. Sudahlah, aku tidak peduli. Terserah dia mau makan atau tidak. Yang jelas aku ingin melahap benda dingin ini dan mengunyahnya dalam mulutku.

“Bagaimana jika aku memberikan suapan pertama?” Suara bass itu terdengar, begitu menginterupsi acara makan ice cream-ku. Dengan gerakan enggan aku meletakkan sendok mungil yang semula telah kupegang, aku pun menatap wajah kekasih tampanku. Dia memang tampan, ‘kok. Aku tidak berbohong soal itu.

Namun, entahlah ..

Mungkin aku yeoja yang tak tertarik dengan pria tampan? Lalu, apa pria baik yang selalu rajin pergi ke gereja dapat menarik perhatianku? Ah, tidak juga .. Jika dipikirkan sekali lagi, banyak lelaki dengan berbagai sikap dan kriteria di luar sana. Namun, tak ada yang mampu menarik perhatianku.

Aku tersenyum manis, menyipitkan mata kelinciku. “Tentu,” jawabku. Mulut mungilku terbuka, setelah itu Kyuhyun menyuapiku sesendok ice cream berwarna pink cerah. “Masitda!” ucapku pelan sembari bergidik—merasakan sensasi es yang mencair di lidahku.

“Kau tidak ingin menyuapiku?” tanyanya sembari menjilat sendok yang baru ia gunakan untuk menyuapiku.

Dahiku mengeryit, lagi-lagi lelaki itu melakukan hal yang menjijikkan seperti itu. Dengan terpaksa aku menyendok ice cream berwarna kuning dari dalam mangkuk, lalu menyodorkannya ke mulut Kyuhyun. Lihat, dia tersenyum setelah melahap sesendok ice cream dariku. Ck, lelaki ini kekanakan sekali.

“Musim panas adalah saat yang tepat untuk makan ice cream,” ucapnya sembari menyeruput icecoffe yang ia pesan. Sepertinya Kyuhyun tak akan memakan ice cream-ku lagi.

“Tidak hanya musim panas. Kurasa semua musim cocok jika diisi dengan ice cream,” balasku.

“Bagimu,” ucapnya sembari terkekeh. “Kau selalu makan ice cream di setiap waktu luang!”

Memang benar, aku memang yeoja yang seperti itu. Aku adalah penggemar ice cream dan makanan manis lainnya. Dan Kyuhyun, kekasihku, tentu sudah sangat tahu tentang apa yang kusuka dan apa yang tidak kusuka. Bahkan setahuku, Kyuhyun selalu berusaha menghindari hal-hal yang membuatku kurang nyaman.

Kupikir, dia adalah namja yang cukup baik.

Namun, mengapa aku tak dapat menaruh hati kepada orang yang seperti itu? Sebenarnya aku merasa sedikit heran dengan perasaanku sendiri. Dan aku tak pernah tahu, apa yang membuatku begitu mati rasa seperti ini. Aku tak pernah merasa jatuh cinta atau patah hati. Jika diingat-ingat kembali, aku tak pernah merasakan hal yang berhubungan dengan cinta.

Deheman pelan membuat lamunanku buyar. Aku melihat suatu sinar keraguan di mata Kyuhyun. Nampaknya lelaki itu ingin menawariku sesuatu. Dia mulai menghela nafas, aku yakin beberapa detik setelah ini permintaan akan keluar dari bibir tebalnya.

“Aku berniat mengajakmu ke pantai .., berdua.”

“Huh? Ke pantai?” alisku melengkung setelah mendengar permintaan konyolnya. Bermain ke pantai denganku? Maksudnya? Jangan bilang Kyuhyun mengajakku ke pantai karena ia ingin mengekor yeojayeoja cantik yang menggunakan bikini di sana.

“Jika kau setuju, kita berangkat hari Sabtu dan pulang esok sorenya,” Kyuhyun melanjutkan ucapannya sembari menyangga dagu lancipnya. “Bagaimana?” kali ini tatapan mata dari kristal bening miliknya terpancar ke arahku.

Aku mengedarkan pandangan ke kanan, “Baiklah. Aku tidak keberatan.”

“Sebenarnya tidak hanya pantai. Berlibur ke pulau kecil. Sewaktu kecil dulu, aku sering mengunjunginya,” penjelasan yang sebenarnya tidak aku butuhkan itu terlontar dengan nada datar dari Kyuhyun. “Aku bisa saja melamarmu di tempat seperti itu,” candanya.

Melamar?

Tidak, aku belum siap untuk terikat dengan hubungan yang lebih serius. Berpacaran denganmu saja membuatku begitu tertekan. Apalagi bertunangan dengan bocah ingusan sepertimu? Aku bukan wanita yang mau bermesra-mesraan di depan orang tuaku. Aku cukup malu untuk hal itu.

“Lucu sekali,” ucapku menanggapi. Dengan amat sangat terpaksa, aku harus melontarkan kebohongan ini—lagi dan lagi. Maafkan aku, Kyuhyun-ah. Kau yang membuatku harus berbuat seperti ini.

OoOoO

Kami berdua turun dari taksi yang mengantar kami ke pelabuhan. Dengan tangan terpaut kami berjalan memasuki area. Kyuhyun telah membeli tiket kapal fery yang akan mengantar kami ke pulau tujuan. Karena itu, akhirnya kami memutuskan untuk langsung naik ke fery yang telah berjejer di pinggir pelabuhan.

Dua hari ini, aku akan terus bersama Kyuhyun. Setidaknya malam ini pun kami akan tidur berdua. Sebenarnya aku takut, nanti malam aku tak akan mampu tidur barang semenitpun. Aku takut dia akan memelukku dengan lengannya ketika tidur. Tidak, aku tidak suka dipeluk ketika tidur.

Kyuhyun tak mengajakku untuk duduk diam di tempat duduk yang ada di dalam kapal fery. Lelaki itu membawaku ke dek, mengajakku berdiri di sekitar palang pembatas. Lihat, sedari tadi lengan lelaki itu terus bertengger di pinggangku.

Oh, maafkan aku. Tetapi aku cukup risih dengan ini, Kyuhyun-ah ..

“Laut itu sangat indah, yah ..,” Kyuhyun berucap. Matanya menyipit memandang hamparan laut biru yang ada di hadapan kami. “Apa kau tak pernah berpikir untuk berenang bersamaku?”

“Kau tidak pandai berenang,” semburku sembari mencubit lengannya yang melingkar di pinggangku—berharap ia akan menarik lengan sialan itu. “Aku tidak ingin bersusah-payah menyelamatkanmu yang tenggelam.”

Pelukan Kyuhyun semakin mengerat, membuatku harus mendekatkan tubuh dan wajah kami. Dia tersenyum—cukup manis dan menyeramkan. “Tapi aku sudah tenggelam dalam pesonamu,” bisiknya pelan.

Kau saja yang tenggelam dalam pesonaku, tetapi aku tidak!

Aku menyentil hidungnya, lalu terkekeh pelan. “Kau harus keluar dari pesona .., kya!” aku nyaris memekik dengan suara keras ketika kapal fery ini berjalan dengan tiba-tiba. Hei, hal itu membuatku limbung. Sontak saja Kyuhyun menahan tubuhku dengan salah satu lengannya, membuat hidung kami saling bersentuhan.

Jangan lagi ..

Kenapa ada suatu kebetulan yang menjurus pada kesialan seperti ini? Mata Kyuhyun hampir terpejam saat wajahnya kian mendekat, dia mencoba mengecup bibirku yang manis ini. Dengan sangat terpaksa, aku ikut memejamkan kedua kelopak mataku. Bukan, bukannya aku menyukai atau menikmati ciuman ini. Aku hanya ingin menutup segala indra perasaku saat kami berciuman.

Berciuman dengan Kyuhyun adalah saat-saat terburuk! Aku tidak suka dengan bibirnya yang bergerak-gerak di permukaan bibirku. Aku paling benci saat lidahnya bermain di dalam mulutku. Aku paling benci jika jemarinya menekan tengkukku.

Sudahlah! Hentikan ciuman bodoh ini!

Dengan gerakan pelan kudorong dada Kyuhyun—melepas ciuman ini. Tatapan sayu kuterima dari namja sialan ini. Seandainya aku bisa bersikap jujur, tentu aku akan menampar pipi tirus Kyuhyun sekarang juga. Namun, mengingat aku adalah yeoja paling munafik di dunia .., aku hanya bisa tersenyum miris di hadapannya sekarang.

OoOoO

| From : Hyukkie

Jadi kau pergi ke luar pulau bersama Kyuhyun? Ya Lee Sungmin, kau terlalu berlebihan! |

Alisku melengkung ketika membaca balasan pesan singkat dari Hyukjae, sahabatku. Sudah sering aku membaca protesnya mengenai hal ini. Yeah, perempuan bernama lengkap Lee Hyukjae itu tahu apa yang tengah kualami—tentu tentang perasaan apa yang kurasakan kepada Kyuhyun.

Aku membalik tubuhku menjadi tengkurap, jemariku mulai mengetik sesuatu sebagai balasan.

| To : Hyukkie

Berlebihan? Dia yang mengajakku terlebih dahulu, jadi aku tidak enak jika menolaknya. Itu hal wajar, bukan? |

Aku mengalihkan pandanganku ke arah pintu cokelat yang tak jauh dari ranjang. Kyuhyun masih menggunakan kamar mandi itu untuk mandi. Ck, ternyata lelaki itu cukup betah berada di dalam sana. Aku memutar bola mataku dengan gerakan malas, sudahlah .. Aku tidak mau peduli.

Drrt .., drrt ..

| From : Hyukkie

Geurae .. Aku hampir lupa jika kau menerima Kyuhyun sebagai kekasihmu karena iba -_- Ini sudah tiga tahun! Kau yakin belum jatuh cinta pada namja tampan itu? |

Ck, Hyukjae memang tipe wanita yang cukup cerewet. Ah, dia juga seorang yang cukup peduli dengan masalah percintaan. Aku kembali mengetik balasan, membalas ucapan-ucapan Hyukjae.

| To : Hyukkie

Menurutmu? Jika kau bertanya tentang pendapatku, kurasa TIDAK. Aku tidak pernah tertarik dengan tuan Cho itu. Kau tahu, aku hampir muntah saat dia mencium bibirku. Oh, kapan hubungan ini akan berakhir? |

Send ..

Tiba-tiba suara pintu yang terbuka terdengar oleh gendang telingaku. Sosok lelaki yang menggunakan piyama berwarna putih bersih keluar dari sana. Aku bangkit dari rebahanku, menyambut lelaki yang menjadi kekasihku itu dengan senyuman paling manis.

“Kau harus mandi, jagi. Air di sini benar-benar berbeda dengan air di Seoul,” ucapnya sembari mengoyak rambutnya yang basah. Seketika itu pula kucium bau harum dari shampo Kyuhyun.

Aku mengangguk, lebih baik aku mandi dari pada harus melihat wajahmu. “Baik. Aku mandi. Tetapi, jangan mengintip, hm?”

Demi apapun aku merutuki godaan yang kulayangkan untuk Kyuhyun beberapa detik yang lalu. Lihat wajahnya yang mesum itu, aku ingin menginjaknya! Dengan gerakan tergesa-gesa, aku segera memasuki kamar mandi.

End of Sungmin’s POV

OoOoO

Normal POV

Kyuhyun terlihat sibuk mengoyak rambutnya yang basah, sesekali lelaki itu memperhatikan wajah tampannya dari kaca yang tertempel di dinding. Tak jarang lelaki itu tertawa pelan mengingat di mana dan sedang apa ia sekarang.

Apalagi jika ia mengingat bahwa Sungmin tengah bersamanya—serasa menjadi seorang pengantin baru. Kyuhyun terkekeh pelan lalu bangkit dari duduknya. Ia meraih tas ransel berwarna biru pekat miliknya, memangku tas tersebut lalu menenggelamkan dua telapak tangannya di sana.

Kyuhyun tersenyum dalam hati ketika menemukan benda berwarna pink cerah yang sedari tadi ia cari. Ia pun menarik tangannya, memperhatikan kotak berlapis kain bludru itu kemudian membukanya. Sesuatu yang mengkilat dan berkilau tertangkap oleh pandangan matanya, benda yang telah ia persiapkan itu benar-benar mempesona.

Cincin ..

Cincin yang akan mengikatnya dengan Sungmin. Kyuhyun berniat memberikannya esok pagi saat mereka berada di mercusuar pantai. Pasti suasana akan sangat mendukung. Kyuhyun kembali menyimpan cincin itu di wadahnya dan meletakkan benda tersebut ke dalam kantong kecil yang ada di dalam ranselnya. Tak lupa ia menutup resleting tas berwarna biru laut itu lalu kembali merebahkan diri di ranjang.

Drrt .., drrt ..

Getaran ponsel Sungmin sukses membuat lelaki itu berjingit. Tangan kirinya reflek meraih benda kotak berwana pink yang tergeletak di samping kepalanya. Mata Kyuhyun memicing ketika membaca satu notification di layar ponsel Sungmin—pesan singkat dari Hyukjae.

Hyukjae?

Ah, Kyuhyun ingat. Perempuan yang pintar menari itu, bukan? Kyuhyun tahu itu adalah teman dekat Sungmin. Karena itu Kyuhyun memutuskan untuk memencet tombol open. Tidak ada salahnya membaca pesan dari teman Sungmin. Toh Sungmin tak akan marah mengingat ia sudah terlalu sering membajak ponsel tersebut.

| From : Hyukkie

Kalian baru saja berciuman? Setelah berciuman, kau bertanya kapan hubungan kalian akan berakhir? Hahaha lucu sekali. Ayolah Lee Sungmin, jangan mempermainkan perasaan Kyuhyun. Kulihat lelaki itu begitu tulus mencintaimu. Tidak bisakah kau mengakhiri sandiwara ini? Kau akan menyakiti Kyuhyun. |

Rasa terkejut sekaligus tak percaya merasuk ke celah perasaan Kyuhyun. Semua kalimat yang Hyukjae kirim membuat ia merasa bingung. Kyuhyun menggeser jemarinya ke atas, mencoba membaca pesan terakhir yang baru Sungmin kirim.

Aku tidak enak jika menolaknya.

 

Jika kau menerima Kyuhyun sebagai kekasihmu karena iba.

 

Aku tidak pernah tertarik dengan tuan Cho itu. Kau tahu, aku hampir muntah saat dia mencium bibirku. Oh, kapan hubungan ini akan berakhir?

Kyuhyun meringis menahan sakit yang menghujam hati dan perasaannya setelah ia membaca kalimat menyakitkan yang tertulis di sana. Lelaki itu menghempaskan ponsel Sungmin ke sembarang tempat, lalu bergerak menelangkup wajahnya.

Fakta menyakitkan baru ia terima, dan tentu itu terlalu menyakitkan bagi Kyuhyun. Kekasih yang amat sangat ia cintai ternyata tega melakukan hal seperti itu kepadanya. Jadi, semua yang pernah ia lakukan bersama Sungmin akan berakhir sia-sia? Jelas saja seperti itu! Sungmin membohonginya, Sungmin membodohinya dengan akting yang begitu baik. Dengan seenaknya Sungmin menerima pernyataan cinta Kyuhyun tiga tahun yang lalu. Dan dengan seenaknya pula Sungmin mengumbar kata-kata cinta kepadanya.

Tidak, Kyuhyun hampir menangis karena rasa sakit ini. Ia tak sanggup. Hei, lelaki mana yang tak meringkuk dalam keputus-asaan jika mendapat perlakuan seperti itu? Sebagai orang yang mencintai Sungmin dengan sepenuh hati, Kyuhyun pantas merasakan sakit yang seperti ini. Kyuhyun menggaruk surai rambutnya dengan gerakan kasar, merutuki perasaan yang ia rasakan.

Ia patah hati ..

“Kyunnie?” suara mungil Sungmin membuyarkan segala fantasi Kyuhyun.

Lelaki yang terlalu sibuk dengan perasaan sakit hatinya itu menoleh ke arah wanita yang berdiri di depan pintu kamar mandi. Kyuhyun bangkit dari duduknya kemudian berjalan menghampiri Sungmin. Tiba-tiba, ia mencengkeram kuat dua pundak sempit yang ada di hadapannya. “Katakan, kau mencintaiku, ‘kan?”

Mata kelinci itu mengerjap ketika mendengar pertanyaan seperti itu terlontar dengan tatapan yang begitu serius. Sungmin tersenyum kikuk, ia pun mengangguk. “Aku mencintaimu, Kyunnie.”

Hembusan nafas berat terdengar memecah keheningan di ruangan kamar itu. “Kau mencintaiku .., atau tidak, Lee Sungmin?” pertanyaan itu terulang dengan nada rendah. Cengkeraman di kedua bahu Sungmin merenggang seiring dengan pandangan Kyuhyun yang semakin merendah.

Dahi Sungmin mengkerut karena heran. Sebuah pertanyaan tersemat dalam otak perempuan itu. Ada apa dengan Kyuhyun saat ini?

Rasa kecewa menyeruak ke dalam perasaan Kyuhyun ketika ia mendapat tatapan penuh tanda tanya dari Sungmin. “Kau tidak perlu menyembunyikan semuanya, Sungmin-ah ..,” kata Kyuhyun.

Sungmin semakin tak mengerti dengan apa yang Kyuhyun bicarakan. Apalagi ketika gurat kesedihan ia temukan di wajah Kyuhyun. Perempuan itu menyambar lengan Kyuhyun, menyematkan jemarinya di antara jemari Kyuhyun. “Mm—maksudmu?”

“Aku sudah tahu semua yang kau sembunyikan,” penjelasan Kyuhyun terlontar dengan nada datar—bersamaan dengan tarikan tangan Kyuhyun. Untuk yang pertama kalinya, Kyuhyun menghindari rengkuhan telapak tangan Sungmin. Kyuhyun melangkah mundur, lalu ia pun duduk di tepi ranjang. “Kau ingin mengakhirinya?”

“Aa—apa maksudmu?” Sungmin menatap nanar ke arah Kyuhyun. “Jelaskan apa maumu?!” perintahnya dengan nada tinggi.

“Lalu apa maumu?” sahut Kyuhyun dengan nada yang lebih rendah. Lihat, karena sakit hati ia tak mampu membentak wanita yang berani berteriak kepadanya. “Apa maumu, Lee Sungmin?”

Manik mata Sungmin melirik ke arah ponselnya yang tergeletak di atas ranjang. Apa jangan-jangan Kyuhyun membaca pesan singkat dari Hyukjae? Apa Kyuhyun membaca semua pesan singkatnya? Sungmin menggigit bibir bawahnya, “Kau .., membuka ponselku?”

Kyuhyun bangkit dari duduknya, lelaki itu meraih satu bantal dari atas ranjang lalu membawanya ke sofa. “Kau bisa tidur di ranjang. Aku akan tidur di sofa,” ucapnya, mengacuhkan pertanyaan yang Sungmin lontarkan.

“Kyu, aa—aku bisa jelaskan semuanya,” Sungmin berusaha menahan tindakan Kyuhyun. Tidak, Sungmin berpikir ia mampu meluruskan masalah ini dan menghentikan sakit hati yang Kyuhyun alami.

“Tidak perlu,” sahut Kyuhyun, ia pun duduk di sofa berwarna krem yang ada di sudut kamar. “Cukup akhiri semua ini. Aku tak ingin tersakiti .., lagi ..”

End of Normal POV

OoOoOoO

Sungmin’s POV

Semua terasa lebih buruk. Kupikir, setelah menyeselaikan hubungan bodoh ini dengan Kyuhyun, kehidupanku akan terasa jauh lebih baik. Namun pada kenyataannya tidak seperti itu. Diam-diam, aku merindukan kehadirannya. Aku merindukan ungkapan-ungkapan bodohnya. Aku merindukan semua yang ada pada dirinya.

Semenjak malam itu, esok pagi-pagi sekali kita memutuskan untuk kembali ke Seoul. Setelah itu, hubungan kita benar-benar berakhir tanpa sepatah kata pun. Ia meninggalkanku begitu saja. Ah tidak, akulah yang membuatnya pergi meninggalkanku.

Ketika di kampus?

Dia mendiamkanku. Dia tak pernah mengunjungi kelasku lagi setelah kelasnya berakhir. Dia tak pernah mengirim pesan singkat atau pun email kepadaku. Dia tak pernah menghubungiku via telpon atau video call. Dia tak pernah menyapaku ketika kami bertemu.

Semua terasa begitu ganjil. Kupikir aku lebih membenci kesendirian saat ini. Dengan senang hati aku akan memilih untuk tinggal berdua bersama Kyuhyun dari pada harus duduk seorang diri seperti ini. Rasanya begitu .., ahh .. Kenapa aku menjadi sosok yang begitu plin-plan dan bodoh seperti ini?

Pada minggu pertama, semua berjalan seperti biasa. Aku pun bisa bersikap wajar walau itu terbilang sukar.

Pada minggu kedua, aku mulai merasa gelisah. Entah mengapa setiap saat aku mulai memikirkan sosok Kyuhyun.

Pada minggu ketiga, semua membuatku muak! Aku berpikir, lebih baik aku meminta maaf dan menjelaskan semuanya ke Kyuhyun. Namun, haruskah seperti itu? Itu terlalu memalukan—jika bisa dibilang. Hyukjae pun menertawaiku ketika ide ini kulontarkan kepadanya, namun pada akhirnya ia tetap mendukung keputusanku sepenuh hati.

Haruskah?

Haruskah aku menemui Kyuhyun dan memintanya kembali?

Baiklah. Daripada aku terus menerus merasakan kegalauan di hatiku, lebih baik aku pergi menemuinya. Aku akan berusaha membujuknya, aku akan berusaha membawanya kembali kepadaku. Ayolah, aku ingin kembali bersama—nya?

Tidak, sebelum aku sempat menyampaikan apa mauku kepada Kyuhyun, aku melihat lelaki itu berjalan keluar dari kelasnya dengan seorang wanita cantik. Mataku terbelalak, entah mengapa perasaanku terasa perih. Lelaki itu akan berjalan ke arahku. Jadi dia akan berjalan di samping kiriku. Apa aku harus menyapa dan menahan lengannya?

Tetapi ..

Siapa perempuan yang ada di sampingnya? Mereka terlihat begitu akrab. Langkah kakiku terhenti, aku terpana dengan apa yang Kyuhyun lakukan kepada wanita itu. Dia menggandeng—tangannya?

Dengan memasang tampang yang begitu angkuh, Kyuhyun berjalan melewati tubuhku yang hampir membeku. Aku tersenyum kecil, dia hanya melewatiku—tanpa berniat melirik satu detik pun.

Aku mengedarkan pandangan, menahan bulir bening yang telah menggenang di sudut mataku. Jadi begini rasanya sakit hati? Rasanya begitu tak nyaman. Dadaku terasa sesak karena perasaanku sendiri. Dan isakan yang sedari tadi tertahan di tenggorokanku meluncur jua—bersamaan dengan air mata yang mengalir di kedua pipiku.

Ini terlalu .., sakit ..

End of Sungmin’s POV

OoOoOoO

Normal POV

Trak ..

Wanita itu membanting gelas bir yang ia pegang lalu memejamkan matanya seerat mungkin. Alkohol itu hampir membuat mulutnya terbakar, namun sensasi yang ditimbulkan setelahnya membuat senyuman hambar itu mengembang. Ia kembali mencengkeram leher botol soju berwarna hijau itu, menuangkan isinya ke gelas bir yang ada kemudian meneguknya.

“Akh!” alis Sungmin mengkerut—lagi. Isakan kini terlontar dari kedua bibir plumnya. “Kenapa bisa .., seperti ini?” pertanyaan Sungmin terlontar dengan nada yang terputus-putus—akibat cegukannya. Wanita itu menghela nafas selama beberapa detik, kemudian kembali meneguk soju yang ada di gelasnya.

“Aa—aku tidak mengerti,” kepala Sungmin menggeleng bersamaan dengan salah satu lengannya yang jatuh ke bawah. “Aku tidak .., menyukainya,” ucap Sungmin. “Tetapi mengapa .., aku merasa sakit?” isakan Sungmin kembali terdengar. Ia kembali menangis tersedu-sedu, meratapai nasib yang ia terima.

Akhirnya Sungmin bangkit dari duduknya, meletakkan uang beberapa won untuk membayar billnya. Dengan langkah terhuyung perempuan itu berjalan menerobos angin malam yang berhembus. Kepalanya sungguh terasa sakit. Namun, semua itu tak akan begitu berarti jika ia mengingat apa yang tengah melanda perasaannya.

“Aku pantas dihukum,” lirihnya. Ia membawa dirinya ke sebuah taman kota—tempat dimana Kyuhyun menyatakan cinta kepadanya tiga tahun yang lalu. Sungmin menjatuhkan dirinya di salah satu bangku yang ada di sana. Perempuan itu terlihat tenang untuk beberapa saat, tetapi di menit ke tiga ia menelangkup wajahnya sendiri. Bahunya tampak bergetar hebat, ia kembali menangis.

Sepasang mata yang berhasil menangkap pemandangan itu kini mulai melangkah. Seorang wanita yang menangis sendirian di taman tengah malam seperti ini tak mungkin ia sia-siakan. Sosok itu berjalan dengan langkah angkuh mendekati sosok Sungmin—tentu berusaha meredam suara sol sepatunya.

Ia tersenyum sekilas ketika tubuh tegapnya telah berdiri tepat di hadapan Sungmin. Perempuan itu terlalu sibuk dengan tangisannya—hingga membuatnya tak menyadari kehadiran seseorang di hadapannya sekarang ini. Sosok itu menghela nafas, ia pun melihat dua lengannya di depan dada. “Bagaimana rasanya?” tanyanya.

Sungmin mendengar suatu suara menyentuh gendang telinganya. Isakan perempuan itu terhenti, tergantikan oleh matanya yang membulat kaget. Dua telapak tangan perempuan itu akhirnya turun dari wajahnya, seketika itu pula pandangannya disambut oleh sepasang kaki milik seorang lelaki di depannya.

“Aku bertanya, bagaimana rasanya?”

Suara bass ini. Nada bicara ini. Sungmin tahu milik siapa suara ini. Perempuan itu pun mendongakkan kepala, mencoba memastikan siapa yang ada di depannya. Mata kelinci yang merah itu terbelalak lebar, mulutnya menganga karena tak percaya.

“Sekarang, kau masih berniat meneruskan perasaanmu?” sosok itu duduk tepat di samping Sungmin. “Atau kau berniat mulai mencintaiku?”

Sepasang mata itu kembali berair, mengerjap-ngerjap dengan begitu imut. “Aa—aku ..,” Sungmin mencoba mengucapkan apa yang ia mau kepada lelaki yang ada di sampingnya ini. Dengan segenap keberanian yang ia kumpulkan, Sungmin mulai meremas telapak tangannya sendiri. “Mm—maafkan aku.”

“Hanya minta maaf?”

Sungmin terdiam. Sesungguhnya, ada sesuatu yang ingin ia sampaikan selain permintaan maaf itu. Tetapi, ia takut. Ia takut Kyuhyun akan menertawakan keinginannya. Lihat saja sekarang, Kyuhyun bersikap begitu dingin kepadanya. Terlebih, apa yang membuatnya sakit hati adalah ..

Wanita baru Kyuhyun.

Detik ini Sungmin begitu merutuki segala  keputusan yang ia ambil. Mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pun tak akan merubah perasaan Kyuhyun kepadanya. Sungmin yakin penolakanlah yang akan ia terima nanti, mengingat Kyuhyun telah memiliki pengganti. Isakan pelan itu akhirnya meluncur—lagi—dari kedua belah bibir Sungmin, membuat lelaki yang duduk di sana menatap heran.

“Kk—kenapa menangis?” tanya Kyuhyun, gugup.

“Hentikan saja! Aku tidak ingin mengatakan apapun kepada orang bodoh sepertimu!” bentak perempuan berwajah cantik itu. Setelah puas membentak Kyuhyun, ia berniat bangkit lalu berlari sekencang mungkin meninggalkan Kyuhyun. Namun ternyata, niatannya dihalangi oleh Kyuhyun.

Dalam satu tarikan, lelaki itu berhasil membuat tubuh Sungmin limbung. Dan pada akhirnya ia berhasil menangkap bibir Sungmin. Ia akan bermain sedikit kasar dengan bibir merah muda ini. Melumat, menjilat, menghisap, lalu menerobos pertahan mulut Sungmin dengan lidahnya. Dua telapak tangan Kyuhyun mencengkeram erat kedua sisi pipi Sungmin yang basah, sesekali merematnya agar perempuan yang tengah ia cium ini berhenti melontarkan protes lewat gerakan tubuhnya.

Dua lengan mungil itu akhirnya berhenti memukul dada Kyuhyun. Dua mata Sungmin yang basah terpejam, ia tengah mencoba menikmat arti dari ciuman ini.

Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya lelaki itu melepaskan tautan bibir mereka. Seperti dulu, setelah mencium bibir ranum Sungmin, lelaki itu pasti akan menatap Sungmin dengan tatapan sayu. Nafasnya berhembus pelan menerpa wajah Sungmin, seulas evil smirk pun terpatri di bibirnya. “Kau menangisi kepergianku, huh?”

Perempuan itu lebih memilih diam dari pada menjawab. Untuk saat ini jawaban ya atau tidak adalah jawaban yang salah, menurutnya.

“Seharusnya aku yang menangisi kepergianmu,” Kyuhyun memberikan kalimat untuk menyambung ucapannya. “Bukankah kau yang telah menipuku?”

“Aa—aku tak bermaksud menipumu ..,” seloroh Sungmin, lirih.

Mata Kyuhyun memicing, “Lalu apa?”

Kepala Sungmin merunduk dalam-dalam. “Jangan bertanya tentang perasaanku! Kau membuatku bingung dengan semuanya!”

“Kau pun juga membuatku bingung,” jemari Kyuhyun bergerak menggapai dagu Sungmin—memaksa perempuan itu untuk kembali mendongak. “Kenapa aku mencintai wanita penipu sepertimu, huh?”

“Aku bukan penipu!” Sungmin nyaris berteriak membentak Kyuhyun. Ia mendorong dada jantan itu ke depan dengan sekuat tenaga, lalu menatap nanar ke arah Kyuhyun. “Setelah kau mengatahuinya, apa kau pikir aku bisa hidup tenang, huh?!”

“Itu bukan urusanku,” Kyuhyun menenggelamkan kedua telapak tangannya di kedua saku celana. “Bukankah kau juga tak peduli kepadaku?”

Babo!” desis Sungmin. Lihat, matanya telah tergenangi oleh air mata. “Lalu kenapa kau menciumku?!”

“KARENA AKU TAK MAMPU BERHENTI MENCINTAIMU!” Kyuhyun menjawab dengan teriakan keras yang memekakkan telinga. Sorot mata tajamnya persis menghujam wajah Sungmin, seolah menuntut sebuah jawaban yang benar-benar pasti akan semuanya.

Tap .. Tap ..

Dengan langkah pelan namun pasti, Sungmin melangkah menghampiri tubuh Kyuhyun. Ia menatap lelaki itu selama beberapa detik lalu memeluknya erat. “Aku tidak tahu mengapa. Setelah kau mengakhiri hubungan kita, aku terus memikirkanmu.”

“Siapa yang mengakhiri hubungan kita?” Kyuhyun menanggapi dengan nada datar. Sebenarnya ia cukup terkejut ketika Sungmin memeluknya seperti ini. “Kau yang membuatku harus melakukan hal itu.”

“Kau tak mendengarkan penjelasanku!”

“Apa lagi yang perlu kau jelaskan, noona?” pertanyaan itu terlontar sebagai sanggahan dari Kyuhyun. “Sudahlah. Semua telah usai. Sekarang, haruskah kita kembali menjalin hubungan?”

Sungmin mengintip wajah tampan Kyuhyun dari sudut matanya. “Menurutmu?”

“Kau akan belajar mencintaiku?”

“Aku sudah mencintaimu,” Sungmin mengeratkan pelukannya. “Kurasa ..”

“Baiklah. Aku menuruti kemauanmu,” Kyuhyun menyangga dagu di pucuk kepala Sungmin. Telapak tangan lelaki itu membelai permukaan rambut Sungmin dengan gerakan lembut.

“Tt—tapi,” tiba-tiba Sungmin melepaskan pelukan mereka, menatap wajah Kyuhyun dengan pandangan penuh tuntutan. Tanpa sadar perempuan itu mengerucutkan bibirnya, “Ss—siapa yeoja .., yang kau gandeng .., tadi?”

Yeoja?” dahi Kyuhyun mengkerut ketika mendengar pertanyaan seperti itu. “Ah, yeoja tadi? Hanya teman ..,” jawab Kyuhyun, terkekeh kemudian mengacak poni rambut Sungmin dengan gemas.

“Teman? Kau menggandeng tangannya!” Sungmin memukul dada Kyuhyun dengan kepalan tangannya. “Katakan apa hubunganmu dengannya!”

“Jadi kau menangis karena cemburu?” Kyuhyun mencengkeram pergelangan tangan Sungmin, menghentikan aksi protes yang Sungmin layangkan. “Cemburu? Aku suka ketika kekasihku cemburu,” lelaki iku membungkam jemari Sungmin lalu menggenggamnya erat. Ia mulai membimbing langkah kaki Sungmin meninggalkan kawasan taman tersebut.

Sungmin berdesis tidak suka ketika mendengar lelucon Kyuhyun, “Apa reaksimu jika melihatku bergandengan tangan dengan lelaki lain?”

“Kau tahu sikapku, ‘kan?” Jemari Kyuhyun yang semula berada di pundak Sungmin kini mulai menoel pipi Sungmin.

“Menyebalkan ..”

End of Normal POV

OoOoOoO

Sungmin’s POV

Jadi begini rasanya jika memiliki orang yang begitu kau cintai. Rasanya menyenangkan sekaligus menyebalkan. Menyenangkan karena sisi hatiku tak lagi kosong—karena Kyuhyun telah mengisinya. Namun menyebalkan karena aku selalu merindukan Kyuhyun ketika kami tak bersama.

Berlebihan?

Entahlah, kupikir juga seperti itu. Sekarang perasaanku mudah sekali meluap dan meluber, membuatku merasa ingin berada di sisi Kyuhyun setiap saat. Setiap malam pun, dia selalu menelpon untuk menyanyikan sebuah lagu agar aku dapat tertidur.

Ooh, aku muak dengan perasaan aneh ini.

Setelah aku menyadari bahwa Kyuhyun adalah suatu kebutuhanku, semenjak itulah perasaanku menjadi sangat berlebihan. Berlebihan .. Sebenarnya aku tidak suka dengan hal-hal yang berlebihan. Tetapi, apa mau dikata?

Dia ..

Cho Kyuhyun ..

Yang berhasil merubah pendirianku selama ini ..

“Sedang memikirkanku .., atau sedang merindukanku?” tiba-tiba dua lengan melingkar di leherku, sontak membuatku hampir terjungkal ke belakang. Punggungku menghangat, Kyuhyun menempelkan dadanya di sana.

Aku menoleh, menatap wajah kekasihku. “Menurutmu?”

Kyuhyun melepaskan rengkuhan dua lengannya, ia duduk tepat di samping tubuhku. Dengan seenaknya dia mulai menyandarkan kepala di pundakku. Aish, ini berat sekali.

“Menurutku?” mata iblis itu melirik wajahku sekilas, lalu terpejam sempurna. “Kiss .., kisseu,” ucapnya sembari mengerucutkan bibir tebalnya.

Aku senang jika dia meminta semuanya dengan godaan manis seperti itu. Tanpa ragu aku mengecup bibir tebalnya, meninggalkan bunyi ‘chup’ pelan sebagai pemanis. Dia melepas rengkuhan lengannya kemudian duduk tepat di sampingku.

“Setelah ini kita lulus,” ucapnya pelan sembari mengedarkan pandangannya ke penjuru taman kampus. Dapat kurasakan telapak tangannya merayap ke pahaku, lalu meraih jemari tanganku dan membungkamnya erat. “Aku mendapat tawaran kerja.”

Aku menghela nafas pelan, “Kau pintar. Jadi tak heran banyak perusahaan yang menginginkanmu,” sahutku dengan nada ringan. Itulah kenyataannya, jadi aku tak perlu menyangkal apa pun yang ada di diri kekasihku. “Di mana kau akan bekerja?”

“Jepang.”

Mendengar nama negara tetangga disebut oleh Kyuhyun sebagai jawaban, aku pun menegakkan posisi dudukku. Dengan mata melotot aku menatap wajah kekasihku, “Jepang? Kau serius?”

Kepalanya mengangguk membenarkan pertanyaanku. “Bukankah itu kesempatan yang bagus?”

Entah mengapa perasaan kecewa merasuk ke celah-celah hatiku. Dia bahkan mengatakan hal itu dengan nada yang begitu santai—tanpa mencoba peduli dengan kekhawatiranku. Aku merendahkan pandanganku, merundukkan kepala untuk menyembunyikan raut kesedihan yang mungkin terlukis di wajahku. “Berapa lama?”

“Entahlah,” jawabnya. Dapat kurasakan pelukan dari lengannya menyentuh pinggang rampingku, seketika itu pula kecupan lembut kurasakan mendarat di sisi pipiku. “Kenapa wajahmu tiba-tiba murung?”

Bodoh sekali, kenapa dia bertanya tentang hal bodoh seperti itu?

Aku menghela nafas penuh kekecewaan, “Kau berniat meninggalkanku?”

Kepalanya menggeleng, ia mengulum senyuman menakutkan di kedua belah bibirnya. “Aku berniat mengajakmu hidup bersama di Jepang.”

Deg-deg-deg …

Debaran jantungku detik ini terasa begitu menggila. Aku menelan air salivaku dengan perasaan aneh. Aku tahu jika Kyuhyun suka bergura dan mengatakan candaan-candaan mengejutkan. Namun, kali ini terlalu berlebihan.

“Aku ingin melamarmu setelah upacara kelulusan. Setelah itu, bertemu keluargaku di Jepang,” ucapnya malu-malu dengan nada lirih. “Bagaimana?”

Bibirku berkedut menahan senyuman yang sedari tadi aku sembunyikan. Dengan gerakan reflek aku memukul lengan Kyuhyun, “Kenapa tak memberitahu terlebih dahulu? Kau mengejutkanku!” ucapku nyaris memekik. “Kukira kau akan meninggalkanku setelah lulus!”

Lihat, dia tertawa dengan suara anehnya. “Kau kira aku mampu meninggalkanmu, hm?”

Aku mendengus, “Jangan mengejutkanku.”

Dia menghentikan tawanya, “Jadi, kau menerima lamaranku?”

Alisku melengkung, dahiku pun berkerut samar. “Kau serius?”

Aku merasakan sentuhan hangat di salah satu pundakku, pasti lengan Kyuhyun telah melingkar di sana. Ia tersenyum kemudian mempersempit jarak di antara tubuh kami. “Tentu saja!” jawabnya mantap. “Aku mencintaimu dan kau mencintaiku. Tidak ada yang salah, bukan?”

Sebenarnya aku ingin menyembunyikan senyumanku. Namun entah mengapa kedua bibir ini tak dapat berhenti mengulum senyuman di detik ini. Jantungku yang berdebar-debar pun membuat pipiku terasa panas. Kepalaku merunduk, aku pun memeluk tubuh kurusnya lalu menyandarkan kepala di dada bidangnya yang hangat. “Gomawo ..”

“Hm?”

Gomawoyo ..”

Salah satu jemari tangannya bergerak ke daguku, memaksaku untuk mengangkat wajah. Ah, tatapan hangat kali ini aku terima begitu saja dari kedua bola matanya. “I can do everything for you, baby ..”

Are you sure?”

Kepalanya mengangguk, ia menempelkan dahinya di atas dahiku yang tertutupi poni. “What can I do for you at this time and maybe .., our future?”

Aku melingkarkan dua lenganku di lehernya, “Be my true love ..”

Sangat menyenangkan. Entah mengapa setiap detik yang kurasakan begitu berharga jika Kyuhyun berada di sampingku seperti saat ini. Aku selalu ingin berada di dekatnya, aku selalu ingin bersandar di dada bidangnya, aku selalu ingin menjadi cintanya.

Mungkin kami pernah mengalami masa-masa yang buruk karena keegoisanku. Aku pun menyadari hubungan kami benar-benar memburuk saat itu. Namun, bukankah semua itu adalah proses untuk memahami? Sekarang aku tahu, apa yang benar-benar aku rasakan. Aku tak akan pernah menyangkal bahwa Kyuhyun adalah sosok yang aku butuhkan.

Ah, tidak hanya Kyuhyun ..

But, Kyuhyun’s love ..

END

Ini adalah ff POV pertamaku ~ penuh tantangan banget waktu buat dan editingnya.. Bahkan aku sampe edit berpuluh-puluh kali lhoo .. Hehehehe kuharap kalian semua nggak kecewa🙂

~MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY-PASTE SEMUA KONTEN YANG ADA DI BLOG INI! DO NOT PLAGIAT, PLEASE!~

121 thoughts on “Broke Up? | KyuMin | Oneshoot | Genderswitch | T+ | Romance, Hurt/Comfort |

  1. wahh sungmin blm ngerasa aj klo dy sbnrny udh cinta sm kyu, g mngkin dy bsa brtahan smp 3th sm kyu🙂
    part yg pling ak suka ming cmburu sm kyu tp dy malu2 kucing sm kyu, kyu jg ttp y manja’a.. hehe
    aku sukaa pkony😀

  2. Awalnya aku sempet jengkel sama Sungmin😦
    Aku baca FF ini sambil dengar lagunya Kyu – The Way to Break Up. Asli, nangis beneran adegan Kyu baca sms di hp Min :”
    Ya Tuhan. Aku suka endingnya :’)
    Kyaaaa kyaaaa kyaaaa~ akhirnya Min sadar kalo Kyu itu kebutuhan dia kan?😉
    Uhm..Kyu cukup dewasa disini. Ah, walaupun cara dia melamar Min di ending itu gak romantis, tp cukup buat aku blushing sendiri bacanya. Kyaaaaa~

  3. Aishh kok ada ya org yg bisa pura2 jatuh cinta ampe 3 th..??dasar Sungminnya aja yg lemot tuh.. Baru ditinggal Kyu baru deh tau rasa..^^’
    Aq pikir Sungmin cm bkn tipe romantis kynya hehe..
    Good story jiyoo🙂

  4. Tidak mengecewakan, tp super bagus, menurutku ♡♥

    Awalnya ming menolak kehadiran kyu, tp ming tak bisa hidup tanpa kyu ~ oh oh~
    Agak miris baca penolakan ming yg d atas trs mreka putus gitu, tp untungnya ming mengakui perasaan cintanya~

    Penutup yg manis, lamaran kyu utk ming n mreka akn tinggal d jepang ♡

    Daebak xD

  5. so sweet >.<
    awalnya kesel banget sama ming tapi akhir nya jadi geregetan sama ming hahha
    untung ming mau memperbaiki ny hihihi
    haduh..manis banget !!
    suka suka suka ^^
    ditunggu ff 1st lain nya hehee
    SEMANGAT !!

  6. Aaaku ngga kecewa. Aku suka..
    Dikira sad..diawal udah sebel ning sama ming, nyepelein banget, 3 tahun loh itu-,- sempet nyesek juga tuh pas kyuhyun.. Aku kira dia bakal punya cewe lagi bales dendam ke ming kekeke

    pasti deh, sadar nya tuh pas udah kehilangan :3 *cubit Ming*
    aku juga sukaaa sama pesan2 mu thor.. Keep writing yaaa:) semangat terus nulisnyaaa:)
    cuma mau ngasi tau doang si, aku ganti name, tadi nya uname ku adityaputri /ga penting/

  7. astaga ini daeeeebak banget wkwkwk jeongmal jeongmal😀
    saya takut loh baca pas bagian kyu buka sms dr hyukie d hp sungmin hehehe
    untunglah mereka tetap bersatu
    mereka memang tidak terpisahkan :*

  8. Aah, akhirnya ada ff baru juga. Dan ini… Sweet banget! Untung aja kyu masih mau balikan lagi ama ming kalo nggak, nyesel deh lo ming -__-

  9. Aaaaaa kurang jiyoo…. :c
    Di bikin berrchapter aja jiyoo jangan oneshoot.
    Ini keren..
    Aku kira bakal ga happy ending tapi ternyata engga🙂
    Akhirnya sungmin tau dan sadar kalo perasaannya selama tiga tahun itu salah, untung minnie cepet cepet sadar.
    Secara ga langsung dengan sms hyukkie ngebuat kyu tau dan nyadari minnie.
    Ooo gomawo hyukkie..
    Lanjut jiyoo.. *eh

  10. Jinjja joehae… (≧▽≦)
    Feelingnya dapat… Nyeseknya juga dapat.. T^T
    Ming sbnrnya belum sadar aja kalo perhatian kyu selama 3th bisa membuat ming jtuh pada si cho mesum itu…
    Btw, aq suka karakter kyu dsini…
    Kesannya dewasa bgt… Tapi ada juga sifat manjanya…
    Malah ming yg kekanak-kanakan…
    Klo di ff lain kn biasanya kebalik…
    Ming cemburu smpe mabuk”an.. Hahaha… Jadi kyu berniat ngebalas ming sedikit ya… (≧▽≦)

  11. hwaaaa suka bgeeeeeettt, daebakkk nih ff ^^

    feel’y ngena, kyu ksian bgt y dibodohi sma umin slma 3thn,
    tp mgkin umin g nyadar z sma prasaan’y k kyu. kalo dia emang gk cinta, knpa bisa than nyampe 3thn??
    mskipun bgtu, yg pnting ending’y happpppiiiii^^

  12. aissh aku seneng bgt dh ngebayangin yang ‘kiss.. kisseu..’ part buahahaha
    hmm awal baca beneran ngenes, miris bgt buat kyu..
    Emang kita selalu merasa kehilangan stelah sesuatu/seseorang itu pergi, makanya ming harusnya jgn sia2in ketulusan cinta kyu dr awal #ejiee
    daebak saeng, rapi skali kkk
    KEEP WRITING !

  13. aaa aku sukaaa >,< di awal Sungmin tega banget 3taun ngelakuin itu ke Kyu, egois gitu. Sampe semua kebongkar pas liburan mereka (bagi Kyuhyun hari itu buat lamaran(?) fufufu), dan yeah keduanya tersakiti. Lambat laun semuanya berbeda, trnyata dari 3taun yg awalnya nothing buat Ming, setelah hari itu, perlahan Ming justru kangen Kyuhyun♥ dan semuanya kembali seperti semula, menyandang status pacaran dg arah yg lebih serius♥ bener2 scene romantic *.* bikin lagi~~ kkk *copas wakakak*

  14. Ahh aku kira nggs bkl bersatu abiss umin nyebelin banget sii
    Eh ternyata eh ternyata heppy ending
    Thor bikin squel dong

  15. ming kau awalnya bener2 munafik pura2 mencintai kyu tapi dalam hatinya gak kasian kyu’y seperti di tipu sama sikap munafik ming.
    ahh tapi akhirnya ming menyadari perasaannya kalo ming sebenernya tuh gak bisa hidup tanpa kyu di sisinya n akhirnya kyumin mau hidup bersama di jepang.
    nice ff jiyoo~

  16. di awal” aku kasian sama kyu ,dan agak sebel sma ming ,

    tpi di akhir kyumin so sweet banget ,

    dan akhirnya ming yg membutuhkan kyu ,

  17. Awal-awalnya Ming reseeeek -__-
    berani sekali mempermainkan Prince Kuyun.
    Udh sering sih nemu epep dengan alur cerita seperti ini. Tapi ceritanya beda, biasanya di ff lain Ming yang tersakiti dan Kyu yang mempermainkan(?).
    Ternyata, lebih seru Kuyun yang di permainkan(?) yah xD *di timpuk kerang*
    Jiyoo, ente selalu berhasil bikin ending yang manis dan membuat hati berdebar-debar xDD hohoho..

    Okey.. Ditunggu next epep. Eh, ada rencana publish ff baru yak? Dtunggu secepatnya lho. Kukuku ..

  18. ditemani dg beatiful goodbye nya f(x) dan endingnya pake love is sweetnya SJM.. Heuheu,

    awalnya sempet sebel sama ming.. Tapi ditengah2 malah sebel sama kyuhyun.. Wkwkwk,

    tp untung deh happy ending.. :*

    sempet mendekel pas baca ini :
    Tidak, aku belum siap untuk terikat
    dengan hubungan yang lebih serius. Berpacaran denganmu saja
    membuatku begitu tertekan. Apalagi
    bertunangan dengan bocah ingusan sepertimu? Aku bukan wanita yang mau bermesra-mesraan di depan orang tuaku. Aku cukup malu untuk hal itu.

    shock aku..😄

  19. uwaaaaah sumpah ini ff baguss bangeet !! sempet nyesek pas kyuhyun baca sms dr hyuk yg ada kata pengen muntah abis ciuman sm kyuhyun. kasian kyuhyun pas itu . tapi untuuung aja kyumin balik lg .. ih aku suka bnaget deh part pas kyuhyun minta kiasseu , kayaknya aegyo bangeet ><

  20. Uwaaa~
    keren..sukaaa~
    biasanya karakternya Ming kan yang jadi Kyu..tp skrg Ming yg nggak nyadarin perasaannya,haha..

    Rapopolah sek penting Happy ending lek😀 *Jawa mode on

  21. oh so sweet
    sweet sweet sweet banget lah pokonya
    emang kita suka ngerasain gitu
    ngerasa engga butuh atau engga perlu
    tapi begitu ditinggal kangen2 gimana gitu #curcol hehehehe
    engga ada habisnya deh banget dah buat kyumin
    suka banget daebak buat author
    semangat

  22. Kyuhyun bagaikan makanan yang setiap hari kau butuh min, sayang aja diri mu masih bersikap munafik dengan perasaan mu sendiri

    Tapi ada untungnya juga kyuhyun buka pesan dr hyukkie dengan begitu hubungan mereka makin membaik dan sungmin jadi tai perasaannya

    Dan kyuhyun adalah kebutuhan baginya,,

    ♡ ♡ ♡ ♡ 규민 ♡ ♡ ♡ ♡

  23. aigoo, ming tunggu ditinggalin + dbuat cemburu bru nyadar klu sebenarny dy cinta sm kyu..
    padahal 3tahun ngajalani yaa, hati ming trbuat dri apa sih? ahaha
    tp akhrx brsama jg^^
    KyuMin tk akan pish laa
    aku suka crtanyaa🙂

  24. suka bgt ma ffnya
    kirain beneran min gak cinta ma kyu,tp ternyata sakit hati jga kalo pisah mau kyu
    untung aja kyunya baik bgt mau nerima ming lg,,smpe mau nikh segala..
    Co cweet

  25. ming belum nyadar gitu ya kalo dia suka ma kyu…
    eh pas dijauhin kyu baru kerasa tu sukanya,,,,
    ffnya bagus aku suka,,,,^^

  26. aaa… nyeseknya berasa, romantisnya berasa..
    kirain Kyu udah punya pengganyinya Min, eh ternyata cuma temen tho.. hehehe…😀
    daebakk… lebih daebak lagi kalo ada sequel *ngarep*😀

  27. getok kepala umin, hampir saja karena kobodohannya dia kehilangan pria setampan kyu…
    untung saja dia segera menyadari perasaamnya dan juga kyu sudah cinta mati sama munni

  28. aq ska ma kyu d sni tp aq sbel nya ma ming…
    Ming d sni jhat bget mempermaikn kyu pda hal kyu tulus banget cnta ma ming…
    Tp gpp akhir na ming sadar lau dy jga mncintai kyu…

  29. Wawww….ceritanya seru, walaupun aku rasa kurang kalo 1SH karena pengen banget di lanjutin lagi ceritanya😀 *abaikan#plakkkk~

    Ahhh…gak nyangka kalo kyumin bakalan disatukan lagi ditempat yang sama saat kyu menyatakan cintanya sama sungmin di taman, jadi melthing sama mereka apalagi kyu yang tetep gigih dan tegar untuk mendapatkan sungmin walaupun pada akhirnya dia harus mengetahui kenyataan pahit kalo sungmin tak mencintainya namun seiring berjalannya waktu sungmin pun dapat mencintai kyu ƪ(♥⌣♥)ʃ

  30. Ini FF super daebak loh !!!
    SUKA BANGET !!!
    Ada nyeseknya, ada gokilnya, ada sedihnya pokoknya segala emosi ada kalau baca FF ini.
    Dan aku suka sekali !!!
    singkat kata.
    NEOMU DAEBAK !!!

  31. Waow, Umin sadis ih .. Suka banget sama karakter Kyu di ff ini❤ .. Kyu masih cinta sm Ming meskipun Kyu udah disakitin ama Ming .. Huah, nice ff eonni '-')b

  32. Haha, awal awalnya sih sedih liat kenapa si ming ga bisa cinta kyuhyun
    bahkan udah berlangsung 3 tahun. But, haha tuan cho you are success to get sungmin’s heart. So chukkae. ILY KyuMin :*

  33. KYAAAAAAA~ DEMI ANAK ANAKNYA DDANGKOMA YANG ENTAH KAPAN LAHIR!
    Suka! Suka!! Hhaha.. seneng aja liat Ming dingin gitu *nyengir, sesekali bolehlah Kyu yang patah hati.. Walopun ujung2nya impas sih –‘ hehe..
    Like this! Like thin *AlaWG😉

  34. Wuaahhh chingu romantis skali,aku mau donk pnya cwo kaya kyuhyun,huwaaaa aku suka karakter kyuhyun disini,
    daebakk,
    terus berkarya yah chingu hasilkan lah ff yg lbih celetar lagi haha gumawo

  35. Sebenernya wktu kyu nyatain cinta ke ming itu di kelas atau di taman si thor? Kok bingung ya 0.o

    Scara keseluruhan ff ini keren, tp konflik nya agak kurang thor. Tp ttep keren kok. Keep writing thor!😀

  36. tdinya mo brnti bca wktu bsa nebak gmn klnjtan hyukmin sms-an..tpi pnsaran kya gmn punck knflik & pnylsaianny..yosh!!!smpe end akhrnya…brsa lgi ngrasain kjadian yg sama

  37. wlupun awal yg menyakitkan tpi kkkyyyyyyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa akhir cerita cinta kyumin yg sangata manis,,
    hhhmmm aq suka ini?
    yyyeeeyyyy KYUMIN mo nikah nihhhh,,
    chukkae kyumin tlah b’1 kmbli n hidup dg bahagia slalu.

    NICE STORY >_<

  38. Ney kaLii ke empaat akuu bacanyaa tp baruu sempaat komeen…. Sukaaaaaa sangaaadddd ff iniii…. Maniiizz sekaLiii….

  39. dari mula ming yang mempermainkan kyu menjadi menggilai kyu. Saat kyu tau ming hanya mempermainkannya dan pergi meninggalkan min, ming baru sadar bahwa ia kehilangan kyu dan tak rela kyu dimiliki oleh orang lain. Namun untunglah kyu mau memaafkan min, dan mereka rujuk lagi. Happy Ending.

  40. Annyeong,aku reader baru^^

    Huwaaa~~~~~

    So sweet^^

    Akhirnya sungminnie sadar juga kalau dia ternyata juga sayang sama kyuhyun,
    “̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ ๑ˆ⌣ˆ๑ “̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̇ه….

  41. so sweet banget eonn ffnya..
    sempet sebel sih soalnya ujung ujungnya min nangis juga..
    pengen gitu, min jadi bad girl en liat kyu jadi pihak yg teraniaya..
    hehe, tapi teteepp, ff buatan yeoppo ahjumma jjanggg….!!!
    semangat eonn, ayo lestarikan ff kyumin..
    hehe..🙂

  42. pas kyu tau dia diboongin kerasa bgt nyeseknya tp pas mereka balikan feel happy nya juga kerasa bgt
    apalagi pas kyu blg dia mo ngajak min hidup brg di JP
    so sweet ♥♥

  43. Aku yakin dari awal ming hanya belum sadar dan mungkin belum mau mengakuinya😀
    Dan hampir aja pisah selamanya kan. Tp gk mungkin sih kyu mana bisa hidup tanpa ming. Begitu juga sebaliknya…
    Teman sekelas pasti cuma umpan kan biar ming sadar….:))) akhir yg manis…

  44. Cho Kyuhyun kau kekasih yang daebak sekali nak (y)
    awawawaw~~ melting lagi, gegara kamu kyunie❤
    saranghae saranghae saranghae~ #nyanyi gr8u bareng umin

  45. Alamaaaakkk~ Sungmin Sungmin.. Hahha..
    Awalnya sih ngejleb banget, ujung ujungnya kebelet married.. Kkkkk~ yeayy!! KyuMin got Married.. Ahahahaa

  46. asliiii kereenn…
    nih cerita dah kayak gue setahun lalu.. bertindak seperti sungmin kekeke..

    well.. cho kyuhyun sangat sabar n yakin dengan penantiannya sungmin bakalan kembali lg padanya..

  47. ooohhh saeng….ini ff oneshot yg begitu sempurna bagiku…alurnya jelas dr awal cerita, muncul masalah, masalah yg menuncak hingga penyelesaian masalah yg tuntas dan happy ending..aq begitu terhanyut dlm ceritanya..aq slalu bermimpi punya kekasih seromantis dan sebaik kyu..suka bgt sm ff ini..teruslah menulis tentang kyumin ya author ssi…karya mu sungguh luar biasa..

  48. Daebakkkk jiyooo^^
    Bagus bgt..feelny dpt bgt..heheeehe
    Pas kyu tau min boong ituu dpt bgt feelny mpe ngerasain nyeseknyaaa…
    Keep writing jiyoo^^hwaitingggg

  49. ;AAAAAAA;
    INI FF APAAA????? TELL ME EONNI!!!! ><

    nyesek pas kyu itu ptah hati/tau isi hti min yg sesungguhnya.. Tpi q udh tau kok klo pasti min itu cnta sama kyu! Gk mgkin kan 5 th mnjalani hub tpi gk pya rsa sayang? /apaan ini -..-/

    gk tau knpa ya, kalo bca ff eonni yg ad KyuMin moment itu jdi pervert '-'))
    tpi aku menikmatinya kok😄 /?
    Eonni, sering" buat ff KyuMin yg romance n pervert nc 17 ya ;3 ngakss😄 lol

    keepwritingyaeonni._.

  50. Heran bgt sma Sungmin, ga cinta tapi pacaran sampe 3 tahun, trs selama itu dia ngapain aja sma Kyu? Kasian bgt Kyuhyun😥 Tp akhirnya Ming sadar juga ya kalo sbnrnya dia cinta sma Kyu, cuma perasaan dia kaya terlalu enggan buat mengakui. Nice story…

  51. huwaaaa~ so sweeett bangett!!😄 ceritanya bisa menginspirasi kisah cinta sya eon .. :p wkwk #plak! hahhh~ semoga nc’sya sifatnya kaya kyu bgni ya! :3 #Plak! #malahCurcol -,- seperti biasa ..epep eonni daebak sekallee!! joha..joha! (y)

  52. Kyumin memang ditakdirkan bersatuuuu
    mau awalnya ming eneg tetep aja akhirnya bersatu jg kan
    lgian mna bs sih ming ga jatuh cinta sm laki ky kyu

  53. ceritanya bagus-bagus…
    aaaaa… jadi gigit bantal mulu tiap baca cerita-cerita kamu, sangking gemesnya sama ceritanya. heheh

  54. Ahh~ so sweet
    Sempet nyesek waktu kyu tau ming cuma pura2
    Tapi sebenernya ming itu cinta sama kyu cuma yah gak sadar
    yang penting kyumin bersatu kkk~
    happy end~

  55. awalnya kesel karna sungmin pura2 suka sama kyuhyun, sungmin nya belum sadar pas itu kalau dia sebenernya suka sama kyuhyun.. tapi syukurlah happy end horeee😀

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s