Just With Me Here | KyuMin | Chap 6/9 | Genderswitch | T+ | Drama, Angst |

Just With Me Here

 

Genre : Romance , Drama , angst

 

Rate : T

 

pairing : KyuMin , HanChul, HaeHyuk , and etc

 

Part : 6/9

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Cerita ini adalah bentuk song fic bertema cinta yang tak mengenal lelah. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Music : Marry You by Super Junior

 

“Kurasa kau harus terus berada di samping Kyuhyun di saat terakhirnya,” Hyukjae menghirup nafas dalam-dalam, menghempaskannya kembali dengan sebuah isakan yang sarat akan kesedihan.

Di saat terakhirnya.

Jiwa Sungmin terasa tersentak saat gendang telinganya mendengar penuturan yang Hyukjae lontarkan. Satu fakta yang benar-benar ingin ia tampik dan buang sejauh mungkin. Hatinya benar-benar mengutuk perkataan Hyukjae, tubuhnya bergeming dari getaran di bibirnya. Guratan kesedihan yang amat sangat kentara terlukis di wajah Sungmin.

“Saat ini bukanlah waktu terakhir Kyuhyun,” bibir itu berucap di tengah keheningan yang sempat melanda. “Kalian salah!”

OoOoO

Suara desiran angin yang mengoyak helaian rambut Sungmin terdengar begitu lirih. Jiwa wanita yang masih menggenakan seragam sekolah itu melayang, entah kemana. Langkah kaki itu terus berayun lamban menyusuri pekarangan gereja yang luas. Terasa begitu asing saat ia menapakkan kaki di sana. Jelas saja, terakhir kali Sungmin pergi ke gereja saat ia berumur 8 tahun. Dan sekarang, usianya telah menginjak 18 tahun.

Tubuh Sungmin perlahan masuk ke dalam gereja. Pandangannya disambut oleh pemandangan khas gereja dengan patung-patung malaikat-malaikat cilik bersayap. Sudut pandangan Sungmin menangkap siluet seorang biarawati tengah berdoa di bangku barisan paling depan, membuat Sungmin menghentikan langkah untuk meredam suara sol sepatunya yang berbenturan dengan lantai gereja.

Biarawati muda itu menoleh, menatap wajah sendu Sungmin. “Kau memiliki masalah?”

Sungmin merundukkan kepala, langkah kakinya kembali berayun lamban mendekati sang biarawati. Sinar dari pandangan matanya meredup kala wajah pucat itu kian mendekat. Tak ada yang perlu ditakuti memang. Namun, jika sekelebat bayangan Kyuhyun kembali terlintas di pikirannya membuat Sungmin hanya bisa melengos.

Tubuh Sungmin duduk di bangku deretan terdepan, tepat di sisi kanan sang biarawati. Ia masih belum mampu mengatakan apa yang ia mau. Tenggorokannya yang tercekat oleh rasa takut itu begitu sakit, membuat Sungmin lagi-lagi harus mengurungkan niatannya untuk bercerita. Air mata itu tiba-tiba menggenang, memaksa kepala Sungmin untuk menengadah ke atas.

“Ada sesuatu yang menimpa kekasihmu?” suara biarawati itu menginterupsi, membuat Sungmin menolehkan kepalanya.

Ne?

“Katakan semuanya tanpa paksaan, biarkan Tuhan mendengar keluh kesahmu dan menjawabnya. Memberimu jalan keluar terbaik setelahnya,” biarawati itu berkata tanpa mengalihkan pandangannya. Tutur kata lembut yang ia lontarkan menelusupkan sebuah harapan besar ke celah hati Sungmin.

“Apa Tuhan mampu membuat kekasihku hidup sehat saat ini?” suatu pertanyaan konyol terlontar, bersamaan dengan meluncurnya bulir bening dari kelopak matanya. Wanita itu tampak meragukan keagungan Tuhan. Berpikir bahwa Tuhan benar-benar ingin memporak-porandakan hidupnya, membuat prosa kesedihan tentang kehidupan seorang Lee Sungmin.

“Jangan berpikir bahwa Tuhan begitu kejam,” pandangan mata biarawati itu terarah menatap wajah Sungmin. “Tuhan bisa melakukan apapun yang Ia kehendaki.”

“Benar, bahkan Tuhan telah mengambil semuanya dariku. Dan saat ini, Tuhan akan mengambil kekasihku,” isakan itu terdengar memecah keheningan ruangan gereja. Kesedihan yang tersurat itu membuat sang biarawati diam sejenak. Kesedihan yang menimpa wanita muda itu membuat hatinya meragukan Tuhan, membuat ia berpikir bahwa Tuhan begitu senang menyiksa dirinya. “Kenapa?”

“Rahasia Tuhan begitu besar, membuat kejutan di setiap detiknya,” sang biarawati menanggapi. Tangan perempuan itu bergerak menggenggam telapak tangan Sungmin, mengaitkan dua telapak tangan Sungmin satu sama lain. “Aku tahu kau cukup mengerti apa maksud dari itu semua. Rangkailah doamu, percayalah, Tuhan berada di sampingmu menyulam nada sendu menghapus duka lara.”

Isakan Sungmin teredam, kedua kelopak matanya terpejam sempurna. Ia kembali berdoa, menyampaikan apa yang ia inginkan. Hening, suasana gereja itu semakin bertambah hening saat Sungmin mulai khusuk berdoa. Iringan nafasnya terdengar syahdu, lembut.

OoOoO

Sinar matahari membelah cakrawala pagi itu, membuat Sungmin yang duduk bersandar di bangunan atap sekolah menyipitkan mata. Lagi-lagi perempuan itu bolos. Rambut lurusnya yang terurai berterbangan tertiup angin pagi. Wanita itu mengeluarkan sebuah buku biru dari dalam ransel pinknya. Lalu ia membuka lembaran buku tersebut sehati-hati mungkin.

28 maret 20XX

 

Eomma menyuruhku untuk tetap tinggal di rumah, meninggalkan sekolah. Tidak, itu tak akan pernah aku lakukan! Jika seperti itu, Sungmin noona akan tahu semua yang tengah terjadi padaku dan pergi dariku. Aku tidak mau Sungmin noona pergi. Aku ingin berada di dekatnya untuk saat ini dan seterusnya. Aku tidak peduli jika Sungmin noona mempermainkan hubungan kami, aku hanya peduli dengan kedekatan yang bisa aku dapatkan. Biar saja semuanya berjalan sesuai dengan keinginan Sungmin noona, bisa dikatakan sebagai bantuan terakhirku di dunia. Benar, begitu? Oh, ayolah.. Aku tahu Tuhan akan mengambil ruh dari ragaku. Membuat tubuh tampanku diam, kaku di dalam peti mati. Tidak, tidak—

“Dari mana noona mendapatkan buku itu?” suara bass menginterupsi. Hei, buku biru itu tersita dengan gerakan cepat ke tangan orang yang mengagetkan Sungmin.

“Kk—Kyuhyun?” nama itu seakan tercekat di ujung tenggorokan Sungmin. Matanya membelalak lebar menatap sosok tubuh lelaki tampan yang tengah duduk di hadapannya. Bahkan Sungmin dapat dengan jelas melihat kulit wajah Kyuhyun yang mulus. “Aa—apa?”

“Kenapa noona membolos?” tanyanya, seolah-olah lelaki itu tak peduli dan lebih memilih mengacuhkan pertanyaan Sungmin yang terakhir. “Untung saja aku menemukanmu saat noona berlari ke atap. Aku sangat khawa—”

“Kenapa kau ada di sini?” tanya Sungmin dengan nada tinggi, cukup membuat Kyuhyun mengerutkan alisnya bingung. “Kau harus beristirahat!”

Kyuhyun melengos, jadi Sungmin telah mengetahui semuanya. Segala tentang penyakit yang ia sembunyikan. Lelaki itu melempar buku biru yang menjadi buku hariannya, duduk tepat di hadapan Sungmin. Mata onyx Kyuhyun mengedar, “Aku telah cukup istirahat, noona!

“Bagaimana bisa?” bentak Sungmin penuh penekanan. Ia tak sanggup berucap kata jika lelaki itu terus menyangkal semuanya. Tatapan nanar yang menggurat kesedihan itu membidik wajah stoic Kyuhyun. “Kembalilah berbaring di rumah sakit!”

“Untuk saat ini, biarkan aku berada di sampingmu, noona,” rangkaian kata yang Kyuhyun lontarkan menorehkan luka mendalam di pikiran Sungmin. Membuat perempuan itu melempar tatapan tak percaya.

“Apa kau tak ingin hidup lebih lama?” pertanyaan Sungmin menggantung, berusaha mengatur nafasnya yang mulai tercekat oleh rasa sakit. Lidahnya terasa kelu menahan ribuan kata yang urung ia sampaikan kepada sosok lelaki tampan di depannya.

“Untuk apa? Tuhan telah menentukan kapan aku akan mati dan karena apa aku mati,” lelaki itu berucap sesantai mungkin. Sebuah senyuman yang sarat akan kesedihan melayang dari sudut bibirnya, membuatnya tampak begitu arsurb untuk diungkapkan. Andaikan saja Sungmin tahu, apa yang Kyuhyun rasakan saat ini. Sungguh, Kyuhyunpun ingin hidup lebih lama di dunia. “Tak ada yang bisa aku lakukan.”

“Bisakah kau percaya dengan keajaiban Tuhan?” Sungmin beringsut. Menyadari kebodohan apa yang telah ia lakukan.

“Pada kenyataannya kau ingin meninggalkanku,” desau Kyuhyun pelan.

“Tidak, seperti itukah pemikiranmu? Jangan—”

“Jika Tuhan telah bertindak, apa yang bisa aku lakukan? Semuanya berjalan dengan sendirinya! Kematian yang selalu menguntit pikiranku membuat malam-malamku penuh akan kegelisahan! Aku begitu takut jika esok hari mataku akan terpejam untuk selamanya! Aku begitu takut jika suatu saat aku harus meninggalkanmu!” Kyuhyun mengeluarkan apa yang selama ini tertahan di balik lidahnya, segala beban yang terus memenuhi pikiran Kyuhyun. Untuk yang pertama kali lelaki yang sering melukiskan evil smirk itu terisak pelan. Ia menangis merutuki nasibnya. “Akupun juga ingin hidup sehat seperti seorang remaja pada umumnya.”

Sungmin terdiam. Sepasang mata kelinci itu berkaca-kaca terbunuh aura duka. Tubuh seorang lelaki yang lebih muda setahun darinya itu bergetar di sela isakannya. “Bertahanlah sampai pendonor jantung itu datang, Kyu!” ucap Sungmin pada akhirnya.

“Aku tak bisa terus menunggu, noona. Aku bisa mati kapanpun detik berjalan.”

Sungmin menoleh, menyusuri garis tengkuk Kyuhyun. Lelaki itu menyembunyikan wajahnya. Mungkin ia malu karena menangis di depan Sungmin. Perlahan tangannya terulur untuk merengkuh kedua pipi Kyuhyun, memaksa kepala lelaki itu untuk terangkat.

“Apa aku terlihat begitu lemah?” Kyuhyun bertanya dengan nada pelan.

“Kau memang lemah,” tangannya bergerak menyusuri pipi tirus Kyuhyun. “Jika saja aku malaikat, aku akan terbang menemui Tuhan dan memohon kepadaNYA agar membuatmu tetap hidup di dunia.”

Kyuhyun tersengat dengan apa yang Sungmin katakan, membuat hati lelaki itu sedikit terhibur. Setidaknya ia merasa senang setelah Sungmin mengatakan hal seperti itu. Suatu pembelaan, bukan? Nafas Sungmin yang menari-nari menerpa permukaan wajahnya membuat Kyuhyun begitu nyaman. Perempuan yang menjadi cinta pertamanya itu begitu membuatnya hangat.

“Apa noona akan datang ke pemakamanku jika aku telah—”

“Tidak akan!” sergah Sungmin cepat. Wanita itu berusaha menginterupsi perkataan yang akan Kyuhyun lontarkan. Ia tidak begitu suka dengan apa yang Kyuhyun katakan. “Aku benci jika melihat seseorang yang tertidur damai dalam peti mati dikremasi ataupun masuk ke dalam galian tanah yang dalam,” ucapnya pelan.

“Kau tak ingin mengantarkan kepergianku?”

Sinar mata Sungmin meredup, jemarinya tersesat di helaian rambut Kyuhyun. Wajah pucat di depannya sungguh membuat Sungmin terjatuh dalam pesonanya. “Akan kulakukan jika wajahmu telah dipenuhi oleh guratan keriput.”

“Kenapa kau begitu peduli kepadaku, noona?” tanya Kyuhyun. Dan itu cukup membuat Sungmin tersentak, tertelan oleh perkataannya sendiri. Lelaki lemah itu terlihat tengah menunggu jawabannya.

Sungmin mendesah sedih. “Aku tidak tahu,” jawab Sungmin pada akhirnya. “Jangan bertanya tentang hal itu!”

Sebuah garis senyum terlukis di sudut bibir Kyuhyun. Sebuah senyuman yang sarat akan kesedihan. “Noona,” panggilan Kyuhyun yang melembut terdengar, membuat perempuan itu menatap intens bola mata Kyuhyun. “Ciumlah aku!”

“Apa?” alis Sungmin melengkung saat gendang telinganya ditembus oleh permintaan Kyuhyun.

“Kau tahu, aku tak pernah berpacaran selama masa hidupku. Namun, sekarang aku tahu bagaimana rasanya jatuh cinta. Aku ingin merasakan sebuah ciuman, bolehkah?” sinar penuh harapan terpancar dari kedua bola mata Kyuhyun. “Hanya kecupan singkat, untuk yang pertama dan tera—”

Chup.

Detik itu juga Sungmin menempelkan permukaan bibir cherrynya di atas bibir tebal Kyuhyun, membungkam mulut Kyuhyun sebelum lelaki itu mengatakan sesuatu yang kian menohok hatinya. Biarkan, biarkan saja bibir ini mengecup bibir Kyuhyun. Sungmin takkan menyesal, tak akan merutuki apa yang telah ia lakukan.

Cukup. Tak akan Sungmin biarkan Kyuhyun terlalu lama mengecup bibirnya. Dada lelaki itu telah naik-turun dengan tempo tak beraturan dengan sebuah ciuman singkat. Hal itu cukup membuat kekhawatiran menelusup masuk ke celah-celah hati Sungmin. Perempuan itu pun meraba dada Kyuhyun dengan seduktif.

“Kau baik-baik saja?” pertanyaan itu terlontar dari mulut Sungmin tatkala pandangan matanya mendapati wajah Kyuhyun yang telah memerah.

Nafas lelaki itu kian memburu. “Tidak apa-apah.. Hanya sedikit—sesak!”

Tangan Sungmin terulur untuk membawa tubuh Kyuhyun ke dalam pelukannya. Ia benamkan wajah cantiknya di pundak Kyuhyun, menangis untuk yang kesekian kalinya. “Kumohon kembalilah ke rumah sakit, Kyu!”

Noona, jangan menangis!” seru Kyuhyun seraya membelai lembut pucuk kepala Sungmin.

“Kumohon, kembali! Beristirahatlah!”

“Apa itu yang noona inginkan?” tanya Kyuhyun seraya menarik tubuh Sungmin, melepaskan pelukan perempuan itu dari tubuhnya. “Baik, akan kuturuti.”

OoOoO

Perempuan paruh baya itu terlihat begitu sibuk merapikan selimut yang menutupi tubuh Kyuhyun. Sesekali wanita itu tersenyum saat pandangan matanya menatap wajah Kyuhyun. Ah, wanita paruh baya itu patut beringsut lega saat Kyuhyun kembali ke rumah sakit dan memutuskan untuk beristirahat di sana.

“Apa noona merasa baik saat melihatku berbaring di ranjang ini?” suatu pertanyaan Kyuhyun menginterupsi.

Kepala Sungmin mengangguk, bibir plumpnya melukis seulas senyuman manis. Ahh, senyuman ini hanya untuk Kyuhyun. “Coba patuhi kata dokter dan eommamu, Kyu!”

“Baik!” Kyuhyun patuh dengan apa yang Sungmin katakan. Sedetik kemudian pandangannya berpaling menatap sang eomma yang sibuk merapikan selimutnya. “Eomma, berhentilah melakukan itu! Cukup duduk dan awasi kami. Aku tidak mau menyusahkan.”

“Tidak menyusahkan,” sahut sang eomma seraya tersenyum kecil. “Aku senang bisa melakukannya.”

Tatapan mata Sungmin seolah-olah menyeru, berteriak pada sosok lelaki yang kini tengah sibuk memainkan PSP di depannya. Bayangan akan akhir kehidupan seorang Cho Kyuhyun begitu membuat Sungmin tersentak, membuat mata itu tertusuk oleh ribuan pisau tajam. Sakit, sangat sakit. Seluruh tubuhnya bahkan terasa sakit karena sosok lelaki itu.

“Cepatlah sembuh, Kyu,” desah Sungmin lembut.

Doa yang tersemat beberapa detik yang lalu membuat tulisan Game Over tertulis di layar PSP Kyuhyun. Hei, pernyataan Sungmin membuat pikiran Kyuhyun berhenti saat ini juga. Kepala lelaki itu menoleh menatap Sungmin dengan memasang wajah cengo.

“Kau tahu, noona. Aku ada sebuah permintaan,” Kyuhyun berucap dengan nada parau, membuat pandangan lelaki itu meredup.

“Apa, Kyu? Katakan saja!” Sungmin melempar senyuman ke arah Kyuhyun.

Hanya ada rasa hangat yang Kyuhyun dapat saat Sungmin tersenyum seperti itu. Tiba-tiba dadanya berdenyut, menimbulkan rasa sakit yang sedikit menganggu. “Jika aku sembuh, menikahlah denganku, noona!”

TBC

Ne (네) : ya

eomma (엄마) : ibu

Noona (누나) : kakak pr –pemanggil lk

~MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY-PASTE SEMUA KONTEN YANG ADA DI BLOG INI! DO NOT PLAGIAT, PLEASE!~

74 thoughts on “Just With Me Here | KyuMin | Chap 6/9 | Genderswitch | T+ | Drama, Angst |

  1. huhh ahirrrrny updet jg stlh mnunggu berwindu2..coz yg ni q blm prnh bc d’ffn..
    jiyoossi sibuk ya..
    kl updt wkty tlong d’atur y jiyossi..byr q g klmaan kering mnggu.:-)
    gumawo sdh updt..d’tggu cap slnjutny..

  2. Ahhh senangnyaaa, lanjutannya ada lg😀

    Ming …. Blm mengakui kl itu cinta?😦 oh ming~~ itu cinta ming~~
    Bahagia deh rasanya ming n kyu skg lbh dkt lg :3

    Aku berharap keajaiban dtg utk mereka.. Kyuhyun hrs hidup sampe tua 😥 trs kawin sm ming…

    Itu.. Kyu merasakan ssuatu pd jantungnya, trjd ssuatu? Bilang ya akan pernyataan kyu, ming, ya?😦

    Akankah kisah ini berakhir sad ending eonni? ;_____; ngga rela, aku mau ini berakhir happy ending huaaaa T^T
    Kutunggu lanjutannya😐

  3. asik ming udah mulai luluh sama kyu hohoho
    semangat kyu !!
    hayoo sembuh demi ming !!
    ming rapuh banget .. ga tega ..😦

    ini HAPPY END kan ??
    kyumin pasti happy end kan ??
    pasti !!

    post kilat yaaaahh hehehe
    SEMANGAT !! ^^

  4. akhirya aupdet jugaaaa padahl udh nunggu lma end y jangan buat send end buat happy end y , buat uri kyu bahagia dengan baby umin lanjuuuuuuuut

  5. kenapa cuma bentar ciumnya? Jantungnya kyu ganyante nih, ganggu aja ah #plak

    andwaaaaaae ! Kyu harus sembuh dan nikahin ming hiks
    biar gmanapun crita ini re-publish ya jd udah pnya end, cuma bisa berharap ini memang happy ending :’) karna kalo sad end, aku bakal menghantuimu(?) buat nuntut pertanggungjawaban #eh wkwkwk

    update SOON !😛

  6. Kyu polos bgt disni ya minta Minnie jd istrinya klo Dia bisa sembuh nanti hehe..
    Pasti sembuh kok Kyu..^^ n Minnie pasti nikah sm km..
    Smga cpt dpt donor jantung buat Kyu. Udh ga sabar pengen nunjukin ke pasangan hanchul gmn kyumin skrg.. :p
    Next ch hwaiting Jiyoo🙂

  7. huahh kyu harus sembuh. titik
    kasian minnie dia udah cukup menderita.
    pokoknya kyu harus sembuh dan bahagiain minnie.
    buat minnie selalu tersenyum bahagia, lindungi minnie, bahagiakan minnie.
    dan ubah minnie jadi minnie yang dulu, yang penuh kebahagiaan dan keceriaan.
    lanjut jiyoo… Hwaiting!! ^^9

  8. akhirnya apdet juga
    kyu minta nikah sama min
    antara sedih sama seneng gitu dengernya
    sedih karena dy ngerasa ga akan sembuh jadi bikin perjanjian itu
    seneng karena itu alasan kyu supaya semangat untuk sembuh dan bisa ngikat min
    utungnya min udah membuka diri dan engga mikirin gege lagi
    ah apakah ini bakalan sad ending
    aigo author-shi bakalan ga kuat kalo harus sad ending
    pelis cariin donor jantung buat kyu hehe
    semoga next chap engga lama
    semangat

  9. anyeong…lama gak berkunjung di web-nya eonni,hehehe…tahu2 udah ada fict baru aja…kasihan itu min-nya gara2 kyu sakit,cpt sembuh kyu.

  10. .annyeong
    .pengunjung baru
    .aku udah prnah baca tapi masih pengen baca lagi
    .hehehe😀
    .aku udah tau kelanjutan.a tapi aku tetap review kog
    #back to about story
    .haduuuhh,,
    .ini bikin sedih deh,, waktu baca.a aja udah bikin tegang,,kyu yang sakit-sakitan bikin miris,,tapi aku suka kyu semangat mnjalani hdup.a,,yahh walau sempat putus asa juga sihh,,yg sedih-sedih bikin nangis juga T_T
    .ya udah deh jiyoo-sshi,,lanjuutt ne ??update asapp yaaa,,
    .hwaitingggggg.. ^^

  11. huft finally can breath~~ setiap kata bikin aku susah nafas.. sedih bgt kata2 kyu soal kl dia udh gk ada ╯︿╰ dan permintaan kyu please bikin jadi kenyataan ><

    update next chap soon pleaseee~~

  12. Eonn, klo Ϟƍƍαќ salah biarawati’a seohyun bkan?
    Suka deh baca ff nya jiyoo eonnie {} feel’a dapet🙂
    Squel’a di post juga donk eonn (˘ʃƪ˘)

  13. huwaaa kyu ayo cepat sembuh please
    optimis kyu, nothing imposible di dunia ini jadi ayo cepat sembuh kyu terus nikah ama umin jangan lupa undah aku yaa, kyu semangat fighting nee??🙂🙂

  14. Lagi” saya nangis. T.T
    Jngan pergi cho !!!
    Bertahanlah demi masa depanmu dngan ming nanti cho !!!
    Hiks~
    Ini terlalu sedih.

  15. Jiahhh si evil malah minta nikah,
    sembuh aja blm,
    ming tolong jwab ia,
    romantis sekali aq suka chap ini,ada adegan kissu nyah sih haha

  16. lagi sakit tapi masih sempet aja main game -,- ini seriusan aku nangis bacanya saeng… syedihnya beneran (?)

  17. Aku nangis bacanya, apalagi sambil denger lagunya kyu yang judulnya “Listen To You” pas banget.
    Kyu, ming sepertinya udah mulai mencintaimu. Bertahanlah demi kebahagian kalian.

  18. Yeay akhir’a ming jatuh cinta sama kyu. Lah itu kyu ngapain kelayaban lagi sakit juga… Kira” kyu mau ngomong apa ya??😐

  19. Kasian kyu… kata” kyu sungguh menyakitkan…
    Mudah”an minnie mau menerima kyuhyun… dan ap kyuhyun akn sembuh… 😢😢read next chap

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s