Just With Me Here | KyuMin | Chap 5/9 | Genderswitch | T+ | Drama, Angst |

Just With Me Here

 

Genre : Romance , Drama , angst

 

Rate : T

 

pairing : KyuMin , HanChul, HaeHyuk , and etc

 

Part : 5/9

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Cerita ini adalah bentuk song fic bertema cinta yang tak mengenal lelah. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Music : Don’t Say Good Bye by Davichi

“Kau tahu apa yang membuat Kyuhyun absen hari ini dan mungkin seminggu berikutnya?”

Alis mata Sungmin bertaut, hari ini dan seminggu berikutnya? Apa maksud dari perkataan Donghae beberapa detik lalu?

“Kurasa dia tidak ingin tahu, Hae!” Hyukjae menginterupsi. Wanita itu begitu sebal melihat sikap Sungmin yang terkesan begitu tak peduli. Hei, Kyuhyun adalah kekasih Sungmin. Seharusnya Sungmin melukiskan wajah yang lebih ekspresif, tidak hanya diam seperti itu. “Cukup kita berdua yang mengunjungi Kyuhyun di rumah sakit!”

Rumah sakit? Mata Sungmin melirik tubuh Hyukjae dan Donghae yang berjalan menghampiri tempat duduk mereka masing-masing. Kepalanya menoleh, menghadap bangku Kyuhyun yang berada tepat di sampingnya.

Lelaki yang kemarin mendekapnya kini tengah terbaring di rumah sakit? Tidak mungkin, itu semua sangatlah mustahil. Entah mengapa jiwa Sungmin terasa berontak, memaksa perempuan itu untuk segera pergi.

Brak. Sungmin menarik tasnya yang tergeletak, berlari sekuat tenaga untuk keluar dari kelas. Ia ingin absen!

OoOoO

Tubuh mungil Sungmin berjalan seorang diri memasuki lobby Rumah Sakit Seoul. Kakinya berayun lamban menghampiri resepsionis yang telah beberapa meter berada di depannya. Kini ia hanya perlu menanyakan apa yang sebenarnya menimpa Kyuhyun.

Jeogiyo,” tangan Sungmin mencengkeram erat bangunan yang menjadi meja resepsionis, “Apa di rumah sakit ini ada seorang pasien bernama Cho Kyuhyun?”

“Cho Kyuhyun?” wanita itu mengulang nama yang Sungmin ucapkan. Sedetik kemudian jemarinya bekerja mengetik beberapa huruf di keyboad computer. “Ada. Namun, apa hubungan anda dengan Cho Kyuhyunssi?

“Saya adiknya,” jawab Sungmin asal. “Apa anda bisa memberitahu saya,  apa yang menyebabkan Kyuhyun masuk rumah sakit?”

“Tentu saja, adik manis,” seulas senyuman merekah dari bibir wanita muda yang duduk di depan Sungmin. Matanya sedikit menyipit kala ia membaca deretan huruf Hangul di layar monitornya. “Dia masuk pukul 11 malam karena serangan jantung mendadak.”

Mata Sungmin benar-benar terbelalak lebar saat gendang telinganya mendengar alasan yang terlontar.

“Dia telah menjadi pasien tetap rumah sakit ini. Apa appa dan eommamu tidak memberi tahu?”

Kepala Sungmin reflek menggeleng. Matanya yang telah digenangi oleh air mata menatap wajah sang resepsionis. Hei, hal itu membuat sang resepsionis melengos iba.

“Kunjungi kakakmu di kamar ICU 301A, mungkin setelah kau datang kakakmu akan segera sadar dari komanya!”

Dahi Sungmin mengerut, koma? Oh, kali ini rasa bersalah begitu medominasi ruang hati Sungmin. Ia memanfaatkan seorang Cho Kyuhyun yang tengah sekarat demi kepentingannya sendiri? Kau begitu jahat, Lee Sungmin.

Sungmin membungkukkan badannya, membisikkan kata ‘gomabseubnida’ kemudian berjalan pelan menjauhi ruang lobby. Pintu masuk ruang ICU—yang memang otomatis— terbuka saat tubuh Sungmin berada di ambang pintu. Ia tampak sedikit ragu saat akan memasuki kawasan ICU yang dingin dan sunyi.

Namun pada akhirnya Sungmin tetap melangkahkan kakinya memasuki kawasan ICU. Matanya melirik setiap pintu kaca, mencari nomor 301A.

Langkah kaki Sungmin terhenti saat pandangan matanya menatap pintu kaca dengan nomor 301A. Pandangannya menurun, menatap sosok Kyuhyun yang benar-benar tertidur damai dengan berbagai peralatan medis yang menempel di tubuhnya.

Tes.

Tes ..

Entah mengapa air mata itu mengalir begitu saja saat melihat Kyuhyun yang tak berdaya berada di dalam sana tanpa siapapun. Sungmin menghampiri pintu kaca yang memisahkan ruangan antara dirinya dan Kyuhyun, menempelkan kedua telapak tangannya di sana.

Sosok yang memeluknya kemarin malam benar-benar tengah tak sadarkan diri, berdiri di antara hidup dan mati.

“Kau baik-baik saja?” Suara seorang wanita terdengar bersamaan dengan belaian lembut di pundak Sungmin, membuat Sungmin reflek menoleh. “Kau menangis? Masuklah dulu!” Wanita itu menyeret tubuh Sungmin masuk ke dalam ruangan Kyuhyun, membawa Sungmin untuk lebih dekat dengan tubuh Kyuhyun. Sungmin duduk di kursi yang ada di samping kiri ranjang, wanita paruh baya yang ia definisakan sebagai eomma Kyuhyun duduk tepat di sampingnya. “Kau temannya?”

Sungmin mengangguk. Telapak tangannya bergerak mengelap lelehan air matanya.

“Kau membolos untuk menjenguk uri Kyunnie?” wanita itu menggenggam tangan Sungmin.

Lagi-lagi Sungmin mengangguk untuk jawabannya. Sungguh, ia tak mampu untuk berucap saat ini.

Pandangan wanita itu teralih menatap Kyuhyun. “Kemarin malam Kyunnie pulang terlalu larut. Dia tetap saja seperti itu walau dokter melarangnya untuk keluar di malam hari,” eomma Kyuhyun mulai berbicara. Nampaknya wanita itu siap untuk menceritakan apa yang tengah menimpa anaknya. “Dia terkena serangan jantung bawaan sejak kecil,” sebuah senyuman kecil yang ia lukis untuk menyembunyikan raut kesedihannya terpatri. “Bahkan dokter mengatakan nyawa Kyuhyun sangat terancam jika ia terus memaksakan diri untuk pergi ke sekolah dan keluar rumah.”

Wajah Sungmin tertunduk, air matanya menetes dengan begitu deras saat ia mendengar penuturan eomma Kyuhyun. Kenyataan pahit yang harus ia terima begitu menyakitkan. Tidak seharusnya ia mengenal Kyuhyun yang tengah sekarat seperti ini. Jika saja ia tak sembrono meminta Kyuhyun untuk bermain di permainannya saat itu. Mungkin rasa sedih ini tak begitu terasa menyakitkan.

“Penyakit ini membuat hidup Kyunnie begitu tertekan. Namun, saat ia memasuki bangku menengah pertama, perlahan sifatnya yang pendiam berubah,” isakan dari eomma Kyuhyun mulai terdengar. “Bahkan aku begitu ingat saat sebuah senyuman sarat akan kebahagiaan mengembang di bibirnya,” eomma Kyuhyun mengelap air matanya yang meleleh. “Saat itu ia mengatakan bahwa ia jatuh cinta.”

Air mata itu tak dapat berhenti walau Sungmin berusaha membendungnya, terus mengalir menyusuri permukaan pipi chubby Sungmin.

“Saat beberapa hari yang lalu ia mengatakan jika ia telah mendapatkan cinta pertamanya,” eomma Kyuhyun memberi jeda, “dokter mengatakan Kyuhyun tak akan bertahan lama jika tak mendapatkan donor jantung secepatnya.”

Tangisan dua wanita itu pecah menghadapi kenyataan yang ada. Perasaan sakit yang ia rasakan membuat dadanya kian berdenyut. Mata kelinci Sungmin melirik kearah tubuh Kyuhyun, menatap wajah dingin itu dengan tatapan intens. Ah, kemarin malam seulas senyuman masih terlukis di bibir tebalnya. Dan sekarang?

“Kurasa inilah saatnya,” wanita itu melepaskan tautan tangannya dengan Sungmin. Ia berjalan menjauh, mendekati rak buku yang terletak di ujung ruangan. Buku note berwarna biru laut dengan kain bludru. Wanita itu terlihat sedikit ragu, namun, sedetik kemudian berjalan dengan langkah mantap ke arah Sungmin. “Aku sempat berpikir untuk mengunjungi apartemenmu jika kau tak berkunjung. Ini untukmu!” eomma Kyuhyun menyerahkan buku biru yang baru ia ambil.

Di tengah isakannya, tangan Sungmin terulur meraih buku pemberian eomma Kyuhyun.

“Baca saja di rumah,” tangan wanita paruh baya itu menahan tangan Sungmin yang akan membuka lembaran dari buku tersebut. Sebuah senyuman kembali terlukis di bibirnya, sungguh, wanita itu begitu tegar. “Aku yakin Kyuhyun tak akan keberatan jika aku memberikannya kepadamu.”

Sebuah buku penuh rahasia dari Kyuhyun, yah? Untuk saat ini, Sungmin benar-benar jatuh ke dalam masalah yang lebih rumit. Ia benar-benar membuat dirinya sendiri jatuh ke dalam masalah cinta Kyuhyun. Namun, inilah akibat dari kesalahan yang ia buat. Menjatuhkan Kyuhyun yang tak berdosa di permainannya.

OoOoO

Buku biru itu tergeletak tak berdaya di atas lembaran sprei pink milik Sungmin. Wanita itu terlihat sedikit ragu untuk membacanya. Sedari tadi jemarinya terlihat menyusuri permukaan buku biru tersebut. Hah, jika ia terus memandangi permukaan buku itu, tetap saja ia tak akan mengetahui apa isinya.

Jemari Sungmin mulai merangkak membuka cover buku tersebut. Pandangan matanya disambut oleh deretan informasi—biodata Kyuhyun dengan tulisan yang sangat jelek. Seulas senyuman meremehkan terpampang di bibir Sungmin. Pasti ini tulisan Kyuhyun saat masih kecil.

Halaman berikutnya, ada sebuah tulisan yang benar-benar jelek mendominasi.

27 Juli 20XX

 

Untung saja tadi pagi aku menolak untuk pergi berobat. Saat aku harus duduk di samping lapangan untuk melihat teman-temanku yang tengah berlari karena dihukum kakak senior, aku melihat seorang sunbae yang juga menatapku. Aku merasa seperti ada seorang malaikat maut yang akan mencabut nyawaku saat itu juga. Ah, dia begitu manis dengan mata kelincinya, bibir plump itu seakan berteriak agar aku menciumnya. Kkk~ Aku ingin tahu siapa namanya

 

Halaman ini menceritakan tentang pertemuan pertama Kyuhyun dengan cinta pertamanya. Hah, cinta pertama? Sudahlah, Sungmin tak ingin tahu siapa itu. Dengan gerakan pelan jemari Sungmin mulai membuka lembar demi lembar buku harian Kyuhyun, mengamati dengan singkat tulisan-tulisan jelek di sana.

31 Desember 20XX

 

Aku tahu! Aku tahu siapa nama sunbae manis itu! Ya Tuhan, nampaknya begitu mudah dalam urusan ini. Berterimakasihlah pada otakku sendiri. Kkk~ Setelah beberapa hari aku membuntuti noona manis itu, aku berhasil mendapatkan segala informasi tentangnya. Hah, karena itu pula eomma semakin sering memarahiku. Tapi tak apa, untuk noona manis, apa yang tak akan aku lakukan?

 

Srek, Sungmin kembali membuka lembaran halaman buku harian Kyuhyun. Hampir di setiap halaman menceritakan tentang kisah cinta Kyuhyun, menyebalkan. Entah mengapa ada rasa sakit sedikit merasuk ke dalam celah hatinya.

Lee Sung Min , aku mencintaimu!

Sebuah tulisan melintang dengan jejeran kelopak bunga Geranium tertulis di sana. Cukup membuat Sungmin tertegun. Setelah deretan huruf dengan tulisan besar itu terpampang, tepat di bawahnya terdapat jejeran tulisan tangan milik Kyuhyun. Lagi?

Aku tak ingin mati sampai Sungmin noona menjadi milikku! Aku tak boleh mati sebelum Sungmin Noona menjadi milikku! Tuhan, berilah aku sedikit waktu! Sedikit saja!

Pandangan mata Sungmin terkunci, lebih tepatnya terhipnotis saat selembar foto berukuran 4R tertempel di sana. Foto dirinya saat kelas 2 SMP.

Aku yakin pasti Tuhan tahu siapa cinta pertamaku. Wanita itu sangat manis, bukan? Ah, saat aku harus berbaring di rumah sakit dan meninggalkan sekolah, aku benar-benar tak tahan ingin melihatnya. Aku benar-benar bisa gila jika aku terus berada di situ!

 

Jadi, pada kenyataannya dialah cinta pertama Kyuhyun?

Sungmin menutup buku harian bisu itu. Ia rebahkan tubuhnya di atas ranjang. Perempuan itu merasa begitu lemah saat ia harus menerima segala kenyataan yang begitu menyaktikan. Secret admirer yang selama ini menerornya dengan belasan bahkan ratusan kebaikan di setiap tahunnya adalah Kyuhyun. Orang yang telah ia buang percuma adalah Kyuhyun. Lelaki yang telah ia sakiti luar dalam adalah Kyuhyun.

Kyuhyun.

Kyuhyun ..

Kyuhyun …

Lelaki itu kini tengah sekarat, berada diambang kematian. Ruhnya akan meninggalkan dunia manusia, entah itu nanti, esok, atau lusa. Dan Sungmin telah menyia-nyiakan waktu yang Kyuhyun punya dengan menjalankan rencana terlaknatnya.

Mianhae, Kyu..”

OoOoO

Sungmin memakan sandwitch buatannya, tangannya sedari tadi masih aktif bergerak menyusuri permukaan layar touchscreen ponselnya. Wanita itu sedari tadi sibuk berselancar di dunia maya, mencari informasi yang ia butuhkan.

“Kemarin kau mengunjungi Kyuhyun?” Hyukjae tiba-tiba muncul, membuat Sungmin seketika itu juga memencet tombol close di pojok kanan ponselnya.

Kepala Sungmin mengangguk, membenarkan tebakan Hyukjae.

“Andaikan saja waktu itu Kyuhyun sadar, pasti dia akan sangat senang,” Donghae menimpali. Pandangannya tampak diam menerobos ke depan sebelum ia mendudukkan tubuhnya tepat di samping tubuh kekasihnya, Hyukjae.

“Pastikan kau selalu ada di sampingnya,” Hyukjae mulai menatap manik mata Sungmin, menyelami bola mata cokelat pekat milik wanita manis itu untuk memberikan suatu sinar harapan. “Mungkin saat  ini dia bisa bahagia mengetahui kau ada di sampingnya,” suara Hyukjae melemah, tergantikan oleh getaran suara yang mirip akan sebuah tangisan.

Perkataan Sungmin tercekat diantara nafasnya yang memburu. Perlahan pandangan matanya buram, terselimuti oleh air mata yang seenaknya menggenang di sana. Ia kembali menyadari suatu fakta menyakitkan yang sempat ia lupakan. Kyuhyun akan meninggalkannya dalam waktu dekat ini.

“Dia begitu mengagumimu sejak 6 tahun yang lalu,” Hyukjae berkata di sela isakannya, mengatakan suatu fakta yang selalu mengganggu pikirannya selama 6 tahun ini. “Perilakunya berubah saat ia mengenalmu.”

Tak ada yang salah dengan perilaku Hyukjae. Wanita itu begitu mengasihi Kyuhyun, yang telah ia anggap sebagai adik kandungnya sendiri. Sapuan lembut dari punggung tangan Donghae menyentuh punggung Hyukjae. Membuat isak tangisnya perlahan mereda.

Jiwa Sungmin rasanya terjerat dalam suatu gemericik kesedihan yang membabi buta, terus merajam pikirannya dengan begitu kejam. Sungmin merundukkan kepalanya, kemudian tersenyum kaku. Helaan nafas berat yang sedari tadi bersahutan membuat Sungmin semakin ingin menangis. Pandangannya tersesat diantara ribuan rerumputan yang terhampar di sekitar taman sekolah mereka. Sinar matahari yang menembus helaian daun pohon menghantam kulit tubuh Sungmin.

“Dia begitu dikasihi oleh Tuhan,” Donghae mulai berbicara, mencairkan suasana yang kian didominasi oleh rasa kesedihan yang berlebihan. “Dia begitu istimewa dengan kelebihan yang ia miliki,” Donghae melanjutkan. Jemarinya kini tersesat diantara jemari Hyukjae yang bergetar.

“Kurasa kau harus terus berada di samping Kyuhyun di saat terakhirnya,” Hyukjae menghirup nafas dalam-dalam, menghempaskannya kembali dengan sebuah isakan yang sarat akan kesedihan.

Di saat terakhirnya.

Jiwa Sungmin terasa tersentak saat gendang telinganya mendengar penuturan yang Hyukjae lontarkan, satu fakta yang benar-benar ingin ia tampik dan buang sejauh mungkin. Hatinya benar-benar mengutuk perkataan Hyukjae, tubuhnya bergeming diantara getaran di bibirnya. Guratan kesedihan yang amat sangat kentara terlukis di wajah Sungmin.

“Saat ini bukanlah waktu terakhir Kyuhyun,” bibir itu berucap di tengah keheningan yang sempat melanda. “Kalian salah!”

TBC

Jeogiyo (저기요) : permisi

appa (아빠) : ayah

eomma (엄마) : ibu

Gomabseubnida (고맙습니다) : terimakasih -formal

Sunbae (선배) : senior

Mianhae (미안해) : maaf –informal

~MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY-PASTE SEMUA KONTEN YANG ADA DI BLOG INI! DO NOT PLAGIAT, PLEASE!~

71 thoughts on “Just With Me Here | KyuMin | Chap 5/9 | Genderswitch | T+ | Drama, Angst |

  1. kyuuu harus sembuh hiks :’c
    kasian minnie nanti sama siapa kalo kyu ga ada? siapa nanti yang mendukung minnie, menyayangi minnie, melindungi minnie bahkan mencintai minnie dengan tulus?
    kyuu~
    tenang minnie.. kyu pasti sembuh dan kembali sama minnie.
    lanjut jiyoo.. hwaiting!! ^^9

  2. OMO ! Aku paling ga kuat kalau baca ff trus kyu penyakitan hiks pasti ngalir aer mata :'(( andwaaaaaae kyu jangan mati huweeee
    tp keren bgt nih, bener2 dapet feelnya :’)
    semoga kyumin cepet sadar, kyu sadar dr komanya, ming sadar kalo kyu yg terbaik😄
    ditunggu next chapnya !

    Oiya, ayo pesta rayain kyumin moment di smtown bkk hehe *hapus air mata* *dance* :’))

  3. kyuhyun………………sakit jantung??…………… #shock

    wait….. ini bakal happy end kan??
    ga bakal ada death chara kan??
    iya kaaaann??

    nyeseeeeekkk bca nya.. semoga ming sadar klo dia cinta kyuhyun ><

    Hayoooo post kilaaaattt😀
    SEMANGAT '-')9

  4. ko pendek banget ya
    baru baca udah tbc aja
    ceritanya sedih huahuhuhu
    jangan bilang min mau donorin jantungnya???
    andweee kyu sembuh sembuh sembuh
    apdetnya yg cepet ya author-shi
    semangat

  5. Membaca ini, rasanya jantung berhenti berdetak

    Kyu sakit jantung? Dr kecil? N trs memaksakan dirinya demi sungmin sejak 6 thn yg lalu? TT^TT huaaa kyuhyun ;_____;
    Skg ming menyadari kl dia suka sm kyu… N mulai saat ini jg, ming akan berada di sebelah kyuhyun?

    Kyu hrs mendapatkan donor TT^TT
    Huaaa ;_____;

    Aku benar2 mengharapkan kebahagiaan utk KyuMin TT^TT

    Eonni ;_____; part 6 7 8 9 ditunggu , kumohon.. Share secepatnya ya? ;_____; gomawo..

  6. Hiks hiks hiks thor miris banget sumpah baca ni ch hueeee semoga bang epil ngga mati.
    Thor jangan bikin umin donorin jantung’y ke kyu yah?: ngga seru dong klo di antara mereka ada yang mati yahyahyahyahyah?

  7. Ok Lee Sungmin skrg akhirnya tau kenyataan ttg perasaan Kyu ke Dia.. Kasian bgt wktu tau klo Kyu cinta sm Dia tp saat itu jg bisa2 Dia langsung kehilangan Kyu..
    Aishh chap ini nyesek ya..
    Nasibnya Sungmin d ff ini ngenes bgt,dr mulai awal cerita ampe skrg..
    Gmn cerita selanjutnya?? Ditunggu Jiyoo..:)

  8. yap uri sungminnie sudah sadar. ayo cepet buruan jadian. longlast ya~~ eonni fighting! lagi UAS ga nih? duh UAS kali ini moga aja ga ancur eon. minta doanyaaa :))

  9. *hiks* seandainya Kyu naksir aku dia tidak akan kusiasiakan…
    *jiahh*
    anw,secara penulisan seperti biasa tidak ada yang perlu dikeritik karna you write like pro!! heheheh.. keep writing ya..

  10. aduh sedihnya…hiks
    semoga ada org yg mendonorkan jantungnya buat kyu…

    rasa2nya aq ga nyambung nih apa ada chap yg kelewat yah???

  11. Aish author shi jgn bilang ini sad ending.. hue.., dr chap satu aja aku baca nya mitis bngt, nyesek, pngen nangis,
    ya ampun cerita nya bener bener hurt banget angst pula.
    tapi sumpah keren bngt ceritanya. lanjut eonni.

  12. huweeeeeeee nyesek abis… author sukses memporak porandakan prasaanku… knpa jd sprti ini, apa kyu bkal minggal…oh tidak smoga sja ada keajaiban

  13. huweee part ini sedih sekali, semoga kyuhyun cepat sembuh dan mendapatkan donor jantungnya, semoga sungmin jatuh cinta sama kyuhyun. .

  14. Aku tidak bisa berkata kata,
    banjir air mata yng pasti wktu baca chap ini,smoga kyu tidak meninggal,smoga dia bsa sehat kembali and pacaran sama ming

  15. ming udah tau bahwa ia cinta pertamakyu, ia yang bisa membuat hidup kyu berubah. Semoga kejadian ini membuat ming membuka pintu hatinya. Membuka pintu hatinya untuk mencintai kyu, bukan karna belas kasihan. Malah itu akan membuat kyu sakit hati.
    Semoga kyu cepat sembuh dan happy ending.

  16. huaaa umma huaaa😥
    author nakal bikin aq nangis..hiks hiskk..
    #pelokDonghae

    Jangan ambil Kyu dulu, biarkan dia bahagia dgn sungminnya.
    hehe

  17. Penyakit jantung… Jantung gw berenti 1 detik pastau kyu serangan jantung+koma untung langsung sadar itu cuman ff… Tapi ko cepet sih sadar’a ??
    Ming mulai jatuh cinta sama kyu, kyu mendem cinta’a kelamaan tuh tapi semangat hidup’a tinggi banget kyu cuma demi sungmin bener” ke ajaiban cinta…

  18. loh loh serius walopun kyknya aq prnh bc nih ff tp ko aq lp ya jalan ceritanya begini..epil itu sakit jantung..omoo author gak nanggung2 ngasih penyakit mematikan sm si epil..padahal kan cocok nya pneumotorax aja deh sm kyu..jangan mati ya kyuuu si ming dah mulai cinta tuh ama mu

  19. Sungmin bukan malaikat pencabut nyawanya Kyuhyun
    sungmin itu malaikat pelindungnya kyuhyun selama 6 tahun aja kyuhyun bisa bertahan semoga selamanya Kyuhyun bisa bertahan demi sungmin hhuhhuhhu T.T

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s