Just With Me Here | KyuMin | Chap 4/9 | Genderswitch | T+ | Drama, Angst |

Just With Me Here

 

Genre : Romance , Drama , angst

 

Rate : T

 

pairing : KyuMin , HanChul, HaeHyuk , and etc

 

Part : 4/9

 

Warning : Genderswitch , abal , geje .

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Cerita ini adalah bentuk song fic bertema cinta yang tak mengenal lelah. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Music : Hey! (Don’t Bring Me Down) by TVXQ

Ting-tong!

Lagi-lagi bel apartemen Sungmin berbunyi. Kyuhyun yakin, pasti Sungmin dan Hangeng yang tengah asyik memadu kasih tak mendengar bunyi dentingan bel ini. Hal ini membuat Kyuhyun bagai seorang pembantu. Menyebalkan. Dengan berat hati Kyuhyun melangkahkan kakinya, memutar knop pintu kebelakang.

“Om—!” teriakan Kyuhyun teredam dengan kedua telapak tangan wanita cantik yang berdiri di depan pintu. Perempuan cantik itu membekap mulut Kyuhyun sekuat mungkin, mengisyaratkan Kyuhyun untuk diam agar kedatangannya tak membuat suasana menjadi ribut saat ini juga. “Sunbae?

“Aku tahu Hangeng ada di dalam. Benar, bukan?” wanita itu berbisik pelan, mengelap telapak tangannya dengan wet tissue yang ada di kantongnya.

“Tidak!”

Sebelum Heechul melangkah menuju kamar Sungmin, Kyuhyun menarik baju seragam Heechul, menahannya sejenak. Ia tak ingin Sungmin kembali disalahkan dalam hal ini.

“Jangan ikut campur!”

Dengan sekali hentakan Heechul menghempaskan tubuh Kyuhyun, membuat lelaki bertubuh kurus itu tersungkur. Aih, betapa malunya seorang Cho Kyuhyun saat ini. Ia kalah dengan model wanita sekolahnya. Dengan pandangan pasrah, Kyuhyun hanya bisa melihat sosok Heechul berjalan mengendap-endap menuju ruangan Sungmin. Jangan sampai Heechul menemukan mereka tengah berciuman.

“Lelaki brengsek!” Sebuah teriakan melengking dari suara Heechul menggema, tangannya terlihat memukul kepala sang kekasih. “Kau bilang sekarang ini ada kelas bela diri! Lalu apa yang kau lakukan sekarang?” Heechul mencerca Hangeng dengan beberapa persepsi.

“Aku bisa jelaskan!” Hangeng bangkit dari duduknya. Kedua lengan kekarnya berusaha menahan lengan Heechul yang terlihat ingin sekali merusak apa yang ada di depannya.

“Dan kau, perempuan jalang! Berhenti menggoda kekasih orang!” teriak Heechul seraya memberi tatapan meremehkan ke tubuh Sungmin.

“Kita keluar! Aku bilang, aku akan jelaskan!” Hangeng menarik tubuh Heechul keluar dari kamar Sungmin, meninggalkan sosok itu sendiri. Sungmin tak dapat melakukan apapun, tidak juga untuk membela dirinya sendiri di hadapan Heechul. Wanita cantik itu berhak marah kepadanya.

Logikanya, siapa yang tak marah jika seorang kekasih mendapati kekasihnya berselingkuh? Untuk yang kesekian kalinya Sungmin tahu betapa rendah harga dirinya. Bahkan ia tak mampu mencintai orang selain Hangeng, walau ia tahu Hangeng mencintai Heechul melebihi segalanya. Atas dasar apa Sungmin seperti ini? Tidak ada. Ia rela melakukan apapun demi merasakan setitik kebahagiaan. Dan kebahagiaan itu dapat ia rasakan jika sosok Hangeng berada di sampingnya. Tak peduli jika Heechul akan marah, tak peduli jika Heechul kembali melemparkan sumpah serapah kepadanya. Sungmin hanya ingin bahagia, walau cuma sedetik.

Noona, mianhae ..”

Suara lelaki lain terdengar, membuat Sungmin menolehkan kepala ke sumber suara. Sosok lelaki itu ternyata masih berada di apartemen ini. Ia kira Kyuhyun telah pulang.

“Aku telah mencoba menahan Heechul sunbae, namun—”

“Diam dan lupakan semuanya,” sergah Sungmin, memotong penjelasan dari Kyuhyun dan menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya. “Anggap saja tidak pernah terjadi.”

“Ahh,” tangan Kyuhyun menggaruk tengkuk kepalanya yang menegang, benar-benar merasa takut untuk berucap kata. “Aa—aku membeli fast food. Aa—yo kita makan!”

“Aku tidak lapar. Pulanglah!”

OoOoO

Magnae, kau benar-benar berpacaran dengan Sungmin?” Suara khas Hyukjae menyambut sosok Kyuhyun yang baru melangkahkan kakinya memasuki ruangan kelas. Tidak bisa dipungkiri bahwa lelaki itu semakin merasa malas untuk menanggapi. “Jawab aku!” Oh, perempuan berwajah lucu ini begitu keras kepala.

“Aku benar-benar berpacaran dengan Sungmin noona! Apa kau puas, hah!” sembur Kyuhyun tepat di depan wajah Hyukjae, menyemburkan salivanya karena rasa kesal yang begitu besar.

Ctak!

“Dasar magnae, tidak sopan!” cerocos Donghae setelah kepalan tangannya memukul kepala Kyuhyun. Ia begitu tak terima saat kedua bola matanya menatap Kyuhyun yang tengah membentak kekasihnya.

“Aish!” decak Kyuhyun sebal. Ia langkahkan kembali kakinya menuju bangku, membanting tas ranselnya begitu saja.

Walau telah mendapatkan bentakan dari Kyuhyun, hal itu tak membuat Hyukjae menyerah. Wanita yang memiliki panggilan nama Eunhyuk itu masih mengekor langkah Kyuhyun dari belakang. “Bagaimana bisa kalian jadian?” tanyanya lagi. Ayolah, kenalilah si Lee Hyukjae itu sebagai wanita yang tangguh!

“Aku tampan, karena itu dia terpesona!” jawab Kyuhyun acuh.

“Kau berbohong!” Hyukjae merengek saat pertanyaannya diremehkan oleh Kyuhyun. “Katakan apa yang kalian rencanakan!”

“Tidak ada, noona!” akhirnya Kyuhyun menatap wajah Hyukjae.

Donghae terlihat melangkah mendekati sosok mereka. Ia duduk tepat di salah satu bangku yang berada di depan Kyuhyun. “Sudahlah, untuk kali ini biarkan Kyuhyun tertawa karena kasus percintaannya.”

“Tidak bisa begitu!” sanggah Hyukjae, menolehkan wajah sebalnya ke arah sang kekasih. “Aku tak ingin Kyuhyun tersakiti oleh ice girl itu!”

Tap-tap-tap.

Suara derap langkah kaki yang terseret itu terdengar begitu berisik. Seorang yeoja imut nan manis tiba-tiba menghentikan langkah kakinya tepat di samping tubuh Kyuhyun. Jelas saja wanita itu diam di tempat, Hyukjae menempati tempat duduknya. Ia terlalu malas untuk memulai percakapan dengan hanya sekedar mengucapkan: ‘Bisakah kau minggir’ atau ‘Aku ingin duduk’. Itu terlalu panjang.

Omo! Omo!” Hyukjae berteriak saat pandangan matanya menatap sosok Sungmin.

Kyuhyun bangkit dari duduknya, “Kau kenapa, jagi?” tanyanya. Tangannya bergerak membelai, merapikan kembali rambut Sungmin yang kusut. Lihat penampilan perempuan itu, dua kancing seragamnya terlepas, kemeja putih Sungmin tak kalah kusut, dan juga bekas cakaran di lengannya. “Kau berkelahi?”

Sungmin menggeleng. Ahh, sekarang ini ia tak kuasa menolak saat telapak tangan Kyuhyun bergerak untuk membenahi tampilannya. Ini semua karena Heechul. Sewaktu ia melewati lorong kelas 12 yang memang berada di lantai bawah, Heechul dan kelompoknya telah menunggu. Ia tak bisa berbuat apapun saat tubuhnya diseret secara paksa oleh kawanan Heechul ke gudang sekolah.

Ah, menyedihkan sekali jika ia kembali mengingat bagaimana Heechul menjambak rambutnya, mengoyak baju seragamnya, menampar pipi chubbynya beberapa kali, dan merendahkan harga dirinya. Sebuah cakaran dari kuku tajam Heechul tersemat di kulit lengannya, membut bekas luka dengan tiga garis itu terasa perih.

“Apa kau bertemu dengan orang jahat?”

Pertanyaan Kyuhyun membuat Sungmin kembali tersadar dari lamunannya. Sosok lelaki itu terlihat sibuk merapikan penampilan Sungmin.

“Lihat ekspresi Sungmin. Mereka merencanakan sesuatu!”

Bisikan Hyukjae yang cukup keras membuat batin Sungmin berteriak. Ia tak kuasa melirik sosok sahabat Kyuhyun yang tengah membicarakan betapa buruk kepribadiannya. Yang mampu ia lakukan hanya memasang indra penderangannya sebaik mungkin, mencuri dengar apa yang tengah mereka bicarakan.

Tap.

Sungmin menangkap telapak tangan Kyuhyun, menggenggamnya erat. Mata kelincinya melirik ke atas, memperhatikan wajah Kyuhyun yang terheran karena apa yang baru ia lakukan. Mungkin Kyuhyun takut jika saat ini Sungmin akan mengatakan yang sesungguhnya di depan dua sahabatnya.  Hei, itu sama saja menghancurkan harga diri Kyuhyun!

“Berhenti,” ucap Sungmin lirih.

Nada dingin yang ia lontarkan benar-benar membuat Kyuhyun melengos kecewa. Ia tak berani berharap dengan apa yang akan Sungmin katakan didetik selanjutnya. Menerima pandangan dari Hyukjae yang begitu tajam membuat Kyuhyun hanya bisa pasrah. Biarlah untuk kali ini ia kembali berkorban untuk perasaannya, untuk yang terakhir kali dalam hidupnya. “Wae?” Kyuhyun menanggapi.

“Kau tak perlu khawatir, aku baik-baik saja, Kyunnie!” sebuah senyuman merekah di bibir Sungmin, terlempar begitu saja ke arah Kyuhyun. Hei, lelaki itu hampir saja mati karena sakit jantung mendadak saat ini! Ekspresi yang Sungmin berikan sangat berlebihan, menurut Kyuhyun. Ia tak pernah berpikir jika Sungmin akan memanggilnya dengan panggilan manis seperti itu.

Kyuhyun melempar sebuah senyuman hangat sebagai balasannya, “Bagaimana aku tak khawatir? Kau kekasihku!” kata Kyuhyun seraya mengancingkan kancing kemeja Sungmin. Membenarkan posisi dasi kupu-kupu yang tadinya melenceng.

Kau kekasihku!

Kata-kata dari Kyuhyun membuat Sungmin terhenyak. Mendengar pernyataan seperti itu dari orang lain selain Hangeng membuat Sungmin merasa aneh. Hatinya tak menolak, namun, batinnya menjerit tak karuan. Mengingat semua ini hanyalah omong kosong belaka membuat Sungmin merasa bersalah. Apa dia akan melukai Kyuhyun nantinya?

“Nanti kau akan kuantar pulang, ne?” telapak tangan Kyuhyun kini bergerak membelai rambut Sungmin.

Kepala Sungmin mengangguk mengiyakan, kembali menyunggingkan sebuah senyuman kemudian duduk di bangkunya. Heuh, melihat sisi manis seorang ice girl Lee Sungmin membuat Hyukjae pergi entah kemana. Tentu dengan Donghae pastinya.

OoOoO

Tak ada percakapan diantara mereka kala ini. Sinar matahari yang terik mereka biarkan mendominasi ruangan hati. Yeah, cuaca cukup panas dan membuat setiap orang saling mengeluh. Dua telapak tangan itu tak saling terpaut, mungkin detik ini mereka sama sekali tak pantas untuk dicap sebagai sepasang kekasih?

Noona,” Kyuhyun membuka suara. Ia cukup merasa tak nyaman saat suasana hening terus berlanjut.

“Hm?” Sungmin berdengung pelan, tanpa menoleh.

Aih, lagi-lagi sifat asli Sungmin kembali muncul. Jika telah begini, rasanya Kyuhyun ingin sekali menceburkan diri ke Sungai Han. Ia begitu merutuki kepribadian dirinya sendiri yang kaku, tak pandai bergurau. Yeah, untuk saat ini biarkan saja suasana hening. Toh apartemen Sungmin tinggal beberapa langkah lagi. Setelah mereka memasuki apartemen, Kyuhyun akan mencoba untuk kembali bertanya.

Detik berselang, membawa dua orang itu masuk ke dalam sebuah apartemen. Lelaki muda itu—Kyuhyun langsung duduk di sofa empuk milik Sungmin. Dan lagi-lagi, perempuan itu masuk ke dapur tanpa mengucapkan satu katapun. Begitu burukkah hubungan mereka di belakang layar?

Tiba-tiba dua kaleng soda dingin tersaji di hadapan Kyuhyun, membuat Kyuhyun sedikit terkejut. Pandangan mata Kyuhyun tersesat di wajah Sungmin, “Noona?

“Masalah tadi, jangan dipikirkan,” ucap Sungmin sembari menyeruput sodanya.

“Apa?” Kyuhyun terhenyak.

“Aku bersikap manis karena aku punya alasan.”

“Ahh, arasseo,” kepala Kyuhyun mengangguk-angguk. Topik yang tengah Sungmin bicarakan adalah perilaku manisnya untuk Kyuhyun tadi. “Aku tengah memikirkan sesuatu.”

Hening. Untuk yang  kesekian kalinya Sungmin lebih memilih diam, membolak-balik majalah yang ada di tangannya.

“Bagaimana jika besok kita berkencan?”

Sungmin menghentikan gerakan membaca artikel majalah, matanya melirik ke arah wajah Kyuhyun. “Apa kau mulai berharap dengan hubungan ini?”

Lelaki itu terdiam, menyadari tindakan bodoh yang ia lakukan. Seharusnya ia tak menanyakan hal seperti itu. Sungmin orang yang peka, bisa gawat jika perempuan itu tahu tentang perasaan Kyuhyun. Keadaan ini akan dipersulit jika Sungmin memutuskan perjanjian mereka.

“Sudah aku duga, lebih baik kita—”

“Temanku curiga karena tak pernah melihatku kencan denganmu,” Kyuhyun memotong pembicaraan.

Drrt.. Drrt.. Pembicaraan mereka terputus saat ponsel Sungmin bergetar, menunjukkan bahwa seseorang mencoba mengirimi sebuah pesan untuk Sungmin. Dengan gerakan cepat perempuan itu meraih ponselnya, menekan open di layar ponsel touchscreennya.

| From : Geng-ge

Lebih baik kita akhiri semuanya. Maafkan aku. |

Trak. Ponsel berwarna pink cerah itu meluncur dari genggaman Sungmin, menghantam permukaan lantai kayu yang dingin dengan kerasnya. Tiba-tiba kelopak mata Sungmin berair, bibirnya bergetar. Ah, ada apa dengan wanita itu?

Rasa sakit ini begitu menohok perasaan Sungmin, menampar hatinya yang rapuh, menyumbat semua aliran darahnya. Mata Sungmin mengedip, membuat air matanya yang menggenang di sudut mata meluncur. Masih dengan posisi semula, tak bergerak satu derajatpun. Rasa shock yang berlebihan itu membuat Sungmin benar-benar melupakan keberadaan Kyuhyun.

Noona, gwaenchanha?

Suara bass seorang laki-laki membuat mata Sungmin perlahan bergerak melirik ke samping kanan. Bibirnya yang menganga kali ini tertutup, mulutnya menelan salivanya kelu.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun.

Kepala Sungmin menggeleng pelan. “Hiks..,” akhirnya perempuan rapuh itu  menangis. Untuk yang kesekian kalinya wanita itu menangis, mengeluarkan suara yang sangat Kyuhyun benci. Lelaki itu menarik tubuh Sungmin, membawanya ke dalam sebuah pelukan hangat. Tak akan ia biarkan sesuatu menganggu pikiran Sungmin. Jika sudah begini, Kyuhyun harus cepat bertindak menenangkan Sungmin.

OoOoO

Sungmin menyeret kakinya dengan gerakan malas. Sebuah amplop coklat panjang ada di genggamannya. Surat dari sang eomma. Ia tahu apa isi dari surat tersebut, pasti berisi uang berjumlah beberapa ratus ribu won. Tak ada surat tulisan tangan yang akan ia dapat dari sang eomma. Walau sejujurnya ia sangat merindukan kasih sayang dari eommanya.

Pasti tidak ada waktu.

Wanita itu terlalu sibuk berkarir di luar sana, mencari uang untuk menghidupi diri sendiri dan juga dirinya. Sejak orang tuanya bercerai, sang eomma selalu sibuk mengejar impiannya untuk bisa bekerja di suatu perusahaan di belahan dunia Eropa. Berlebihan, Sungmin pikir sang eomma begitu berlebihan dan berambisi. Wanita itu bahkan rela meninggalkan sang appa dan dirinya. Tak peduli bila saat itu keluarga tengah berkabung karena meninggalnya Sungjin.

“Hannie, aku tahu kau begitu mencintaiku! Berhentilah menggelitik—auw!” suara teriakan genit khas seorang Kim Heechul menggema, membuat Sungmin melirikkan matanya sejenak. Lagi-lagi kekasihnya—ralat, mantan kekasihnya mengumbar kemesraan. Hah, andaikan Hangeng tahu bahwa Sungmin sama sekali tak dapat tidur dengan nyenyak kemarin malam karena dirinya.

Tak ada yang perlu disesali. Semuanya telah terjadi.

Begitulah kata Kyuhyun kemarin malam. Setidaknya ia harus menerima semuanya. Hangeng telah pergi dari dirinya. Sama seperti sang eomma. Sungmin melempar pandangannya, mencoba untuk menghindari kontak mata dari Hangeng atau Heechul.

“Hei, Sungmin!” teriakan Hyukjae tiba-tiba menginterupsi langkah kaki Sungmin. “Hari ini kau terlambat 5 menit!”

“Apa pedulimu?” sanggah Sungmin seraya menyingkirkan tubuh Hyukjae yang menghalangi jalan. Wanita itu masuk ke dalam kelas tanpa mencoba peduli dengan Hyukjae yang aneh.

Langkah kaki Sungmin terhenti saat pandangan matanya menangkap bangku Kyuhyun yang kosong. Kemana lelaki itu? Apa bolos sekolah karena pulang malam?

“Heran karena bangku Kyuhyun kosong?” Suara Donghae kali ini terdengar, membuat Sungmin keluar dari dunia lamunannya. Perempuan itu melanjutkan langkah kakinya, menghampiri bangku yang terletak tepat di samping bangku milik Kyuhyun.

Hyukjae dan Donghae berdecak, sejoli itupun mengambil tempat duduk tepat di depan bangku Sungmin. Hei, sebenarnya apa yang HaeHyuk mau?

“Kau tahu apa yang membuat Kyuhyun absen hari ini dan mungkin seminggu berikutnya?”

Alis mata Sungmin bertaut, hari ini dan seminggu berikutnya? Apa maksud dari perkataan Donghae beberapa detik lalu?

“Kurasa dia tidak ingin tahu, Hae!” Hyukjae menginterupsi. Wanita itu begitu sebal melihat sikap Sungmin yang begitu tak peduli. Hei, Kyuhyun adalah kekasih Sungmin. Seharusnya Sungmin melukiskan wajah yang lebih ekspresif, tidak hanya diam seperti itu. “Cukup kita berdua yang mengunjungi Kyuhyun di rumah sakit!”

TBC

Noona (누나) : kakak pr –pemanggil lk

Mianhae (미안해) : maaf –informal

Sunbae (선배) : senior

Magnae ( 막내) : yang termuda

yeoja (여자) : perempuan

Omo (어머) : astaga!

jagi (자기) : panggilan sayang untuk kekasih -dari lelaki untuk perempuan

wae (왜) : kenapa

Oppa (오빠) : kakak lk –pemanggil pr , digunakan juga sebagai panggilan sayang bagi sepasang kekasih

Ne (네) : ya

arasseo (알았어) : aku mengerti

Gwaenchanha (괜찮아) : tidak apa-apa

appa (아빠) : ayah

eomma (엄마) : ibu

~MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY-PASTE SEMUA KONTEN YANG ADA DI BLOG INI! DO NOT PLAGIAT, PLEASE!~

73 thoughts on “Just With Me Here | KyuMin | Chap 4/9 | Genderswitch | T+ | Drama, Angst |

  1. Omo!!kim heechul sadis bgt n hangeng disni kesannya pengecut,,bagaimanapun tetep Minnie sbg korban disni..
    Apa Minnie ga bisa ngelupain hangeng?!
    Kpn minnie bakalan membuka hatinya buat Kyu yaaa…
    Ehhh Kyu knpa bisa d RS?!

  2. AAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKHHHHHHHHh
    Komen lmyn panjang yg bertele-tele (?) utk bagian depan (?) {terutama bagian ttg putusnya ming n hangeng, trs respon kyu utk menenangkan ming yg aku suka} hilang sudah dari pikiran, dikarenakan oleh beberapa paragraf di akhir part 4

    “Heran karena bangku Kyuhyun kosong?” Suara Donghae kali ini terdengar, membuat Sungmin keluar dari dunia lamunannya. Perempuan itu melanjutkan langkah kakinya, menghampiri bangku yang terletak tepat di samping bangku milik Kyuhyun.
    Ming.. nggak ada respon apa2?😦

    Hyukjae dan Donghae berdecak, sejoli itupun mengambil tempat duduk tepat di depan bangku Sungmin. Hei, sebenarnya apa yang HaeHyuk mau?

    “Kau tahu apa yang membuat Kyuhyun absen hari ini dan mungkin seminggu berikutnya?”

    Alis mata Sungmin bertaut, hari ini dan seminggu berikutnya? Apa maksud dari perkataan Donghae beberapa detik lalu?
    Ini mending krn ada sedikit respon. Tp… masih kurang DX

    “Kurasa dia tidak ingin tahu, Hae!” Hyukjae menginterupsi. Wanita itu begitu sebal melihat sikap Sungmin yang begitu tak peduli. Hei, Kyuhyun adalah kekasih Sungmin. Seharusnya Sungmin melukiskan wajah yang lebih ekspresif, tidak hanya diam seperti itu. “Cukup kita berdua yang mengunjungi Kyuhyun di rumah sakit!”

    RUMAH SAKIT? APA YG TERJADI? KYUHYUNNIEEEEEEEE T^T

    Ming, do something! Care kah, atau tanya mngp kah, atau … akkhh😥

    Benar2 ditunggu lanjutannya. post besok ya eonni, pleaseeeeeeeee T^T

  3. heenim sadis yah .__. tapi gpp deh
    akhirnya hangeng tegas jugaaa , gpp deh nyakitin buat minnie tapi ini peluang buat kyu !! hehehe
    semangat kyu🙂
    hoooooo itu kyu masuk RS ? kenapaaa ?? O.o

    makin geregetan sama ff ini >.<
    hayoooo publish cepeeettt

  4. kyuhyun kenapaaaa >< kok dirumah sakit????? slalu ending yang bikin smakin penasaraaan~~~
    aaaaaa kesel sm heechul •﹏• tp lebih kesel sm ming yang kyk gt😥
    ayoooo update soon juseyo ~`O`~

  5. udahlah minnie.. kan ada kyu yang setia melindungi minnie.
    lagian minnie itu cocoknya ama kyu bukan ama gege.
    coba perhatian minnie sekarang pusatin ke kyu jangan ke gege mulu. coba sedikit sedikit buka hati buat kyu.
    hahh lanjut jiyoo.. Hwaiting!! ^^9

  6. Naahh kaann.. Ming kena damprat emaknya epil… Hadduuhh.. Dahh jauh” sama gege deh ming.. Nanti emaknya epil ngamuk” lg..
    Mending sama kyu ja..

    Hihhihihi…
    Jiyoo-ah.. Ini repost dr scrnplays yaa.. Aq dah baca ampe tamat dulu.. Hihii tp kangen juga pengen baca lg..

    Laannjuuuttt… ^^

  7. baru kali ini aku baca ff chuli galak banget sama min
    biasanya dy jadi sosok yg sayang banget sama min
    aku penasaran dengan awal hub min dan gege
    kenapa min bisa cinta banget sama gege
    apa gege pernah nolong min karena itu dy anggep gege adalah sosok penyelamatnya mengingat dy selalu kesepian
    kyu mesti sabar2 nih dengan sikap dingin min
    tapi kyu sakit apa ya??
    aigo mudah2an bukan sakit yg parah
    bakalan engga tega bacanya
    lanjutkan author-shi
    semangattt!!!

  8. akhirnya jiyoo d update juga *kya.a sya ketinggalan ya.. hehe
    ya. kyu sakit eoh? ming keren banget di sini, ice girl keren keren
    lanjutin yua thor, fighting🙂

  9. sabar yaa ming sabar dan tabah yaa…🙂
    hey ada apa dengan kyuhyun??
    kaa jangan bilang kalo end nya sad ending
    please dpng ka jangan sad ending please biarkan kyumin bahadia :”(

  10. Apa yg terjadi dengan kyuhyun hingga tidak masuk sekolah dan EunHae harus menjenguknya kerumah sakit ?

    Kasihan min di keroyok oleh Heechul dan kawan-kawan

  11. astaga kyu msuk rumah sakit n apakah ming msh ttap cuekkk..
    hatiku ikt tersakiti dg skap ming yg sperti itu… tdk bsakah ming mmbuka hatinya untk kyu…
    next

  12. Poor ming. T.T
    Curiga !
    Jngan” cho sakit parah lagi?.o_O
    Ming lupain gege sih daripada harus tersakiti begitu.
    Masih ada cho yng mencintaimu.

  13. Ming, aish berubahlah dan lupakan hangeng. Dia sudah punya kekasih. Bukalah pintu hatimu untuk kyu, dan jangan cuek!
    Kyu sakit?

  14. Tuh kan ketahuan sama heechul di putusin pula sama hangeng… Menurut aku masih ga jelas asal usul keluarga’a sungmin sama kyu ??😐 itu kyu ko masuk RS dan kayanya ming udah ada rasa deh sama kyu :>

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s