In Heaven | KyuMin | Oneshoot | YAOI | T | Angst |

In Heaven

 

Genre : Angst, Romance

 

Rate : T

 

Pairing : KyuMin

 

Part : One Shoot

 

Warning : Boy x Boy , YAOI , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Kematian adalah takdir yang membuat kisah cinta kita terputus. Dan menerima fakta kematian adalah hal yang tak akan bisa kulakukan sampai ujung kehidupanku. Aku ingin menyangkal semuanya, dan aku ingin agar semua kembali seperti semula. Namun, jika semua itu tak bisa terjadi. Maka aku yang akan membuatnya terjadi—Kyuhyun.

 

Author’s Notes : Paragraf dengan efek italic adalah flashback. Kalimat dengan efek italic dan bold adalah penggalan lirik lagu dari In Heaven

 

Music : In Heaven by JYJ

 

“I will go ..”

 

“Don’t go ..”

 

“I’ll come back soon, so ..”

 

“Liar, liar ..”

 

“No .. Don’t you know how much I love you?”

 

“Can you show that love to me right now?”

 

“I love you ..”

 

“Can’t we love again?”

 

OoOoO

 

Lelaki itu memandang foto berbingkai kayu yang ada di hadapannya dengan tatapan kosong. Sesekali, matanya yang memerah mengedip lalu ia menghela nafas berat. Bulir bening yang meluncur tanpa isakan berarti senantiasa terbentuk di sudut mata. Pikirannya bercabang, dan di sana bercokol pertanyaan lama yang sering ia lontarkan sejak dua hari yang lalu.

 

‘Nyatakah ini semua?’

 

Dadanya berdenyut setiap kali ia menyadari fakta baru detik ini. Dan semua yang terjadi membuat jiwanya begitu terguncang. Ada yang salah, jelas sekali ada yang salah. Seharusnya bingkai itu tak memuat foto kekasihnya. Seharusnya upacara penghormatan terakhir ini tak pernah terjadi. Seharusnya ia tak meratapi nasib laknat ini sendirian. Seharusnya lelaki yang ada di bingkai foto itu masih menemani dan menggenggam erat tangannya.

 

As of right now, I can’t say anyting ..

 

Kyuhyun menggulung telapak tangannya sendiri, ia menggigit ujung bibirnya yang bergetar. Kepala lelaki berumur 25 tahun itu merunduk dalam-dalam dengan helai rambut yang menjuntai ke bawah. Bahunya yang bergetar menandakan bahwa ia tengah menahan kesedihan. Lalu, air mata yang sedari tadi menggenang di sudut matanya menetes membasahi celana hitamnya.

 

Ia merasakan kesedihan ini seorang diri. Untuk detik ini dan seterusnya ia akan terpuruk seorang diri. Tak akan ada belaian dan desah nada lembut yang dulu senantiasa ada di sampingnya. Dan yang lebih buruknya lagi, tak ada lagi seseorang yang bisa menghangatkan hatinya. Seseorang yang selama ini menjadi pelipur laranya telah menghilang, pergi ke tempat lain yang tak akan bisa ia jangkau.

 

“Bukannya aku tidak suka jika kau dekat wanita lain, Kyu,” lelaki bersurai hitam pekat itu mengerucutkan bibir sambil melipat lengannya di atas dada. Mata kelincinya mengedip menatap cream kopinya lalu ia menghela nafas. “Tapi aku tidak suka jika kau membiarkan mereka bertingkah seenaknya kepadamu.”

 

Kyuhyun yang sedari tadi hanya diam kini mulai menatap wajah kekasihnya dengan pandangan lekat-lekat. Perlahan dua telapak tangannya bergerak membungkam jemari Sungmin yang dingin, “Mian. Aku hanya tidak enak pada atasanku, hyung ..”

 

Kelopak mata Sungmin mengedip, perlahan lelaki itu menarik tangannya. Kepalanya yang semula merunduk kini mendongak, ia menangkap manik mata kekasihnya. “Tapi itu termasuk tindakan yang tidak sopan. Walau kau bawahan, bukan berarti kau harus tunduk dengan apa yang atasanmu lakukan.”

 

“Kau cemburu lagi, hyung,” sahut Kyuhyun.

 

“Memang aku seorang pencemburu,” kata Sungmin dengan nada pelan. “Kau sudah mengenal sifatku yang seperti itu, bukan?”

 

Kepala Kyuhyun mengangguk, “Hm .. Lain kali aku akan berusaha untuk tidak membuatmu cemburu,” Kyuhyun menyeruput kopi panasnya tanpa melepaskan pandangan dari wajah Sungmin.

 

Seulas senyum terlukis di kedua belah bibir Sungmin. Dengan gerakan cepat lelaki imut itu menyambar salah satu telapak tangan Kyuhyun yang tergeletak di atas meja dan menggenggamnya erat. “Aku mencintaimu ..”

Kyuhyun meletakkan gelas kopinya dan ikut tersenyum setelah ia melihat tingkah laku kekasihnya. “Aku lebih mencintaimu, Sungmin hyung ..”

 

The miracle of you, it all seems like a fantasy ..

 

The last image of you seems to be locked only in my memories ..

 

I wonder if you are watching me from somewhere ..

 

Perlahan lelaki itu menegakkan kembali badannya. Ia ingin bangkit dan pulang ke rumah, lalu melupakan apa yang telah terjadi sebelum-sebelumnya. Namun, sepertinya itu terlalu sulit. Ia terisak lagi saat pandangan matanya kembali bertemu dengan tatapan kosong yang terpancar dari foto kekasihnya. Lelaki itu kembali meremas dadanya yang berdenyut sakit.

 

Iring-iringan lagu kematian itu mengalun lembut memecah tangisan beberapa orang yang memenuhi ruangan tersebut. Dan salah satu dari mereka kini menatap ke arah depan dengan mata melotot. Jika semua sedang sibuk melantunkan doa, lelaki itu malah diam bak patung. Tangisannya mendadak terhenti begitu saja saat gendang telinganya mendengar doa-doa tersebut.

 

Ada apa dengan semuanya?

 

Kenapa semua melantunkan doa-doa tersebut saat foto kekasihnya terbingkai manis di tengah-tengah karangan bunga duka cita di depan?

 

Even if I regret, it’s too late ..

 

I can’t see you anymore ..

 

Tangan lelaki yang berada di barisan paling depan itu terulur ke depan, ia mencoba menggapai bingkai foto tersebut. Jika saja tubuhnya memiliki tenaga yang lebih besar lagi, niscaya ia akan menyingkirkan foto kekasihnya itu dan mengusir orang-orang di sini. Tetapi, semua sudah terjadi dan dia tak dapat melakukan apa pun kala dunia nyata lebih berjaya.

 

The tears of the shadows of my memories are watching over that place ..

 

“Sungmin hyung ..”

 

Tidak ada jawaban dari bisikan yang Kyuhyun lontarkan. Tidak akan ada sahutan jika panggilan untuk Lee Sungmin terucap ..

 

“Minnie-yah ..”

 

OoOoO

 

“Kyunnie ..,” tiba-tiba lelaki itu berucap kalem sambil menyandarkan kepala di pundak Kyuhyun. Ia memejamkan mata lalu melingkarkan dua lengannya di lengan Kyuhyun. “Ada sesuatu yang menganggu pikiranku ..”

 

“Hm?” Lelaki yang tampak asyik dengan mini tabnya itu hanya bergumam pelan menanggapi ucapan sang kekasih.

 

“Jungmo ..”

 

Nama yang tak asing bagi keduanya itu terucap dari Sungmin dengan volume rendah. Hal itu sontak membuat Kyuhyun menolehkan kepala dengan gerakan cepat ke arah Sungmin. Ia mendelik tidak senang.

 

“Dia kembali,” cicit Sungmin—akhirnya.

 

Jungmo adalah mantan kekasih Sungmin—dua tahun yang lalu. Dan semenjak Sungmin memutuskan untuk lebih memilih berada di samping Kyuhyun, lelaki itu pergi ke Jepang. Entah untuk apa Jungmo pergi ke Jepang selama dua tahun belakangan, Kyuhyun tak menaruh peduli. Dan pikiran positif yang selalu ia tanamkan di pikirannya tentang Jungmo selama ini adalah: ‘Jungmo pergi meninggalkan Korea untuk mencari pengganti Sungmin’.

 

Namun, pernyataan yang baru Sungmin lontarkan beberapa menit yang lalu sukses membuatnya menggigit bibir—tanpa sadar. Ia tak menyangka jika Sungmin akan memikirkan kembalinya Jungmo ke Korea. Biasanya Sungmin cuek dengan hal-hal seperti itu, terlebih itu menyangkut masa lalu. Sungmin adalah tipe orang yang dapat dengan mudah melupakan sesuatu yang dibencinya. Tetapi, apa yang Kyuhyun dengar beberapa detik yang lalu jelas-jelas menyimpang dari kepribadian Sungmin.

 

Kyuhyun berdehem, “Lalu?”

 

“Aku sudah bertemu dengannya ..”

 

Alis Kyuhyun melengkung tajam, “Kau menemuinya?”

 

“Tt—tidak!” sangkal Sungmin sembari menggoyangkan dua telapak tangannya. “Kami bertemu di cafetaria kantor lalu memutuskan untuk berbincang.”

 

“Ck. Dan akhirnya kalian berbincang seperti dulu?”

 

“Kyu ..,” kepala Sungmin mendongak—ia menatap wajah Kyuhyun yang tampak dari samping dengan tatapan matanya. “Jj—jangan salah paham dulu. Kau tidak tahu alasan yang membuatku terganggu karena kedatangannya ..”

 

“Apa kau kembali bimbang setelah bertemu dengannya?” Tanpa sadar Kyuhyun melontarkan kalimat pertanyaan dengan nada pedas.

 

Pipi Sungmin menggelembung, “Kau selalu melontarkan persepsi burukmu tanpa mencoba mendengarkanku terlebih dahulu,” gumam Sungmin sedih. “Aa—aku merasa terganggu karena .., aa—aku takut kau akan meragukan cintaku. Ternyata benar, kau meragukan cintaku ..”

 

“Siapa yang seperti itu?” Kyuhyun berucap dengan nada tinggi.

 

“Katakan jika kau percaya kepadaku, Kyu ..” nada bicara Sungmin mulai memelas, jemari mungilnya pun mengoyak lengan Kyuhyun. “Aku mencintaimu dan akan selalu berada di sampingmu ..”

 

“…”

 

“Kumohon, katakan jika kau percaya kepadaku ..”

 

I can’t say those words, I really can’t—as much as you were by my side ..

 

I’m sorry but I can’t—everything comes shaking back to me now ..

 

Kyuhyun rasa air matanya telah habis detik ini. Menangis selama dua hari penuh tanpa melakukan aktivitas apa pun membuat tubuhnya terasa mati kaku. Walau ia telah menerima dan menyadari segala  yang ia lihat, ia tetap tak bisa bangkit dari kesedihannya. Apalagi saat ia menatap peti mati dengan bingkai foto Sungmin yang ada di hadapannya.

 

By waiting a little more, by wandering through my dreams ..

 

I’m afraid I will close my eyes inside of you ..

 

Tinggal menunggu waktu. Lalu, peti mati itu akan tergeret mesin memasuki ruangan kecil yang siap memusnahkan raga Sungmin. Ada segumpal rasa sedih yang menyesakkan dada Kyuhyun, tetapi entah mengapa lelaki itu tak mampu mengekspresikan kesedihan dengan benar selain berdiri mematung. Menunggu untuk detik ini sama saja dengan bunuh diri, mencekik leher sendiri. Kyuhyun tak pernah mau menunggu untuk hal seperti ini.

 

Tetapi, hukum Tuhan masih berlaku untuk kapan pun. Tepat setelah Kyuhyun mengedipkan mata, peti mati itu akhirnya berjalan memasuki ruangan kecil—tempat kremasi. Jiwa Kyuhyun tersentak, rasanya lelaki itu ikut mati rasa. Lidahnya yang sedari tadi terasa kelu untuk berucap kini mulai bergetar. Bunga lili yang tadinya ia genggang erat kini terjatuh menghantam lantai. Dan ketika pintu ruangan kecil itu tertutup—menghilangkan bayangan peti mati Sungmin—Kyuhyun hanya bisa diam dan kembali menetesan air mata.

 

Don’t leave, don’t leave—can’t you stay by my side?

 

“Relakan dia, Kyu ..”

 

Suara seorang lelaki yang Kyuhyun kenali sebagai ‘calon kakak ipar’nya menembus gendang telinga. Kyuhyun menelan air ludahnya sendiri sambil terus menangis dalam diam.

 

“Sungmin sudah tenang di surga ..”

 

Lies, all lies—I don’t hear anything ..

 

Tepukan pelan di pundak Kyuhyun membuat lelaki itu hampir terjungkal ke depan. Sedetik setelah itu pandangannya mengedar ke segala penjuru ruangan.

 

Dua orang itu berjalan beriringan di taman gereja dengan tangan saling terpaut. Sesekali mereka melempar lelucon dan tertawa bersama. Melihat altar gereja saat bimbingan doa tadi membuat keduanya berselancar ke dunia fana yang berhasil mereka bangun lewat imajinasi.

 

“Kyunnie, kapan kita akan menikah?” Tanya Sungmin setelah ia berhasil menghentikan tawanya yang meledak.

 

“Menikah?” dahi Kyuhyun berkerut samar setelah ia mendengar pertanyaan Sungmin. Ini adalah kali pertama Sungmin bertanya tentang hal yang seperti itu. Dan itu cukup membuat jantungnya berdebar seribu kali lebih cepat. “Ss—sebegitu inginkah kau menikah denganku?”

 

Kepala Sungmin mengangguk mantap, ia menoleh dengan gerakan cepat ke arah Kyuhyun. “Sangat! Aku sering membayangkan kita saling mengikat janji di atas altar.”

 

“Benarkah?” Kyuhyun tertawa pelan menanggapi pengakuan Sungmin. “Pasti sangat hebat berada di altar untuk mengucap janji bersamamu, hyung ..”

 

“Yeah .. Saat-saat seperti akan menjadi saat terbaik dalam hidupku ..”

 

“Dalam hidup kita,” ralat Kyuhyun. Ia menghentikan langkah kaki mereka lalu mengecup pucuk kepala Sungmin.

 

“Saranghae, Kyuhyun-ah ..”

 

I love you, I love you—can’t  you show me those words?

 

I love you, I love you—will you love me again?

 

OoOoO

 

Time already passed like this ..

 

Kyuhyun bangun dari tidurnya lalu tergelonjak kaget. Lagi-lagi mimpi buruk mendatanginya malam ini. Ia berdesis tidak suka lalu memijit pelipis kepalanya yang berdenyut sakit. Kenapa kenangan-kenangan itu selalu menyakiti perasaannya? Semua tentang Sungmin selalu membuatnya merasa begitu ketakutan seperti ini. Dan ketakutan itu berujung pada kekecewaan.

 

Kyuhyun memandangi sisi tempat tidurnya yang kosong. Jelas saja tidak ada tubuh Sungmin yang berbaring di sana. Biasanya, Sungmin akan bangun lebih awal lalu memberikan kecupan selamat pagi untuk membangunkannya. Kecupan manis yang menandai awal pagi hari seorang Cho Kyuhyun—dan Lee Sungmin.

 

Tetapi, kecupan yang ia ingat membuat dadanya kembali berdenyut sakit. Matanya yang telah diselimuti oleh air mata terkatup selama beberapa saat. Urat nadinya mencuat, membuat permukaan leher itu dipenuhi oleh gurat hijau.

 

I try looking for your traces but they are erased ..

 

The last memories of you are locked in the rims of my tears ..

 

Selimut itu tersibak ke sembarang tempat bersamaan dengan tubuh Kyuhyun yang bangkit dan berjalan ke arah kamar mandi. Beberapa menit, ia kembali dengan wajah lebih segar dari dalam sana. Dengan gerakan tidak sabaran Kyuhyun mengubek isi almari, mengeluarkan setelan tuxedo berwarna hitam dari dalam sana dan memakainya.

 

Kemudian lelaki itu menghampiri laci meja kerjanya dan mengambil botol berwarna cokelat tua yang sering ia pandangi akhir-akhir ini. Sebelum ia pergi, terlebih dahulu Kyuhyun menyambar guci yang terletak di atas meja nakasnya—meninggalkannya dengan lilin-lilin kecil dan foto kekasihnya.

 

Just end it, end me—if you’re not going to be next to me ..

 

Kyuhyun mengambil langkah cepat menyusuri jalanan kota Seoul yang telah ramai. Langkah panjang-panjang yang ia ambil membuatnya lebih cepat sampai di gereja. Dan sebuah guci berwarna putih dengan ukiran bunga itu tampak ia peluk erat-erat.

 

Tiba-tiba lutut Kyuhyun bergetar saat ia berjalan menyusuri altar gereja. Ada perasaan aneh, entah itu bahagia atau takut—yang jelas semua bercampur menjadi satu dan membuatnya merasa aneh. Namun, tanpa memperdulikan itu semua, Kyuhyun tetap melanjutkan langkahnya.

 

Hingga akhirnya, ia berada di atas altar dengan memeluk guci yang menyimpan abu jenazah Sungmin. Perlahan Kyuhyun menekuk lututnya dan duduk tersungkur di sana. Ia meletakkan guci yang ia pegang tepat di sampingnya setelah itu meraih botol cokelat yang ada di saku celana.

 

I’m sorry, but I’ll leave now—following your footsteeps ..

 

Following the road with no end—as I wander to find you ..

 

Tanpa ragu Kyuhyun meminum isi botol tersebut, meneguknya. Ia berdecih saat papilla lidahnya bereaksi dengan segenap rasa dari minuman tersebut. Binar matanya yang meredup kini membidik guci yang ada di sampingnya lalu tersenyum tipis.

 

“Demi nama Tuhan. Saya, Cho Kyuhyun, menerima Lee Sungmin menjadi satu-satunya pasangan dalam hidup dengan pernikahan yang .., akh ..”

 

Tiba-tiba janji itu terputus saat Kyuhyun merasakan sakit yang teramat sangat menghujam dadanya. Ia merintih kesakitan dengan nafas terputus-putus. Tanpa ia sadari keringat dingin telah menyelimuti tubuh kurusnya.

 

“Dengan .., pernikahan yy—yang sah. Untuk dimiliki dan dipertahan—kan,” Kyuhyun terus mengucapkan janji suci tersebut sambil menatap guci yang berdiri dalam diam di samping tubuhnya yang sekarat. “Sejak hari ini dan .., seterusnya. Dalam suka dan duka. Di waktu .., ssh .., sakit atau sehat untuk dikasihi .., dan dipertahankan .. Aku mengucapkan .., akh!”

 

Akhirnya Kyuhyun jatuh tersungkur di atas lantai altar yang dingin. Ia menelangkup dadanya yang terus berdenyut sakit dan terus merintih kesakitan. Di saat Kyuhyun merasakan masa sekaratnya, bulir bening pun meluncur dari sudut matanya. Mulutnya yang menganga terus mencoba untuk mengucapkan kalimat terakhir dalam janji setianya.

 

I’m afraid I will lose you and be sad ..

 

Seiring detik berjalan rasa sakit itu perlahan menghilang, menyita energy dan kesadaran Kyuhyun sedikit demi sedikit. Dada lelaki itu yang memburu kini mulai kembang-kempis dengan tempo yang lebih beraturan. Manik mata lelaki itu melirik ke arah gucinya lalu kembali tersenyum.

 

Kyuhyun menghela nafas, matanya yang terasa berat kini memaksanya untuk terpejam sempurna. Namun, jiwanya terus menyemangati untuk mengucapkan kalimat yang sempat tertahan di balik lidah. Di detik-detik terakhir seperti ini, mungkinkah ..

 

“Aku mengucapkan janji setiaku .., kepadamu ..”

 

I love you, I love you—can’t you show me?

 

Tubuh itu akhirnya tergeletak tanpa ruh di atas altar. Dan pemilik raga yang tadinya berjuang mengucapkan janji sucinya kini hanya bisa diam memandangi tubuhnya. Sekarang ia hanyalah sebuah ruh tanpa raga. Ia hanyalah zat kasat mata yang berada di dunia manusia.

 

Kyuhyun bangkit dari duduknya lalu memandang guci yang sedari tadi menjadi pusat perhatiannya. Karena sosok Sungminlah ia menjadi seperti ini. Karena sosok Sungminlah ia menjadi nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun sianida.

 

Itu lebih baik.

 

Dari pada ia harus memaksa dirinya untuk menerima fakta bahwa Sungmin telah pergi meninggalkan dunia karena kecelakan bus. Dari pada ia harus hidup seorang diri di dunia tanpa sosok yang seperti Sungmin. Semua Kyuhyun lakukan untuk cintanya ..

 

Namun, untuk saat ini dan seterusnya. Dapatkah Kyuhyun menemukan Sungmin di surga atau pun di dunia?

 

Bisakah?

 

Ia memejamkan mata lalu mendongak ke atas. Walau ia tak dapat menemukan sosok Sungmin, bukan berarti ia akan hidup sengsara di surga. Saat ia menjadi ruh, tak akan ada beban yang harus ia pikul. Semua akan berjalan lebih baik, Kyuhyun yakin itu.

 

Thank you for teaching me the way to love ..

 

Kelopak mata Kyuhyun terbuka, ia pun merendahkan pandangannya dan kembali menjatuhkan pandangan ke arah guci berbentuk tabung tersebut.

 

I love you, I love you—can’t you show me?

 

Saranghae, Kyuhyun-ah ..”

 

END

 

Ini adalah songfic dari lagu In Heaven – JYJ. Pendek sih, hehehehe tapi kuharap kalian bisa puas bacanya. Endingnya gimana? Nggak nggantung, ‘kan? Aku pikir sih enggak ;p

54 thoughts on “In Heaven | KyuMin | Oneshoot | YAOI | T | Angst |

  1. hufhhh q kira TBc tryt end toh,,g nggntung chingu tp ttp sdihhh,,,q sk sm smua ff jiyoo..kt2nya pas & dewasa ,,mudah utk mresapi stiap capny & sllu tringt crita2nya,gumawo ..& dtggu cap2 slnjtny.jgn lupa y sllu promosi d’twtr hehe…
    faighting…!!!

  2. astaga , gak kepikiran kalo kyu akan mengakhiri hidupnya . aku fikir kyu hanya mimpi . kekeke

    buat FF kyumin lg yah , jiyoo !
    kamu memang berbakat

  3. Arti lagu in heaven itu … begini kah?
    brarti… Sedih bangeeeetttttt DX huaaaa ;________;
    Kyu akhirnya mengakhiri hidupnya krn nggak kuat ditinggal ming T.T hiks T.T

  4. jiyoooooooo😥
    wae wae waaaaae? Hikss kyu T.T ming :'(( huweeeeeee air mataku hiks ngalir ini ngaliiiir..
    Tp sumpah keren bgt, aaaaaaaaaa next oneshoot harus bikin yang sweet !! #plak
    dan kyumin tetep bahagia di alam sana :’) #eh

  5. Hiks,hiks…

    sama,aku jg mau tanya,

    mmgnya klu kyupil udh bunuh diri gtu bsa ktemu sama ming??

    blm tentu kan??

    hiks…nyesek..tp aku suka,sangat2 suka..T.T

  6. tu yg ngucpin bnta k kyu d akhir ming kan ya???? aigooooo…… mskipun iktan mati jga…. q anggap happy ending…. seenggaknya dua2 nya mati…. nyahahahahaha….

  7. Cerita diakhirnya ky Romeo & Juliet yg mereka akhirnya tewas ber2 digereja tp klo disni cm Kyunya aja hehe..
    Sedih mmg tp akhir yg hepi ending,,klo ga salah itu d akhir Sungmin kan yg jwb “saranghae kyuhyun-ah”..?
    Finally bersatu in heaven🙂

  8. Gak ngerti bahasa inggris Hiks T.T ngerti sedikit-sedikit sih xD tapi, gue tahu kok lagunya hehe..
    Jadi, ini kah arti dari lagu In Heaven? Jujur, gue sering denger lagunya, tapi artinya sama sekali gak tahu #jdeng

    Sadnya kerasa bangeettt ~ gue beneran nangis loh bacanya Hiks.
    Tuan Cho sungguh keren, dia bunuh diri untuk menyusul Sungmin? Apa memang gak bisa hidup tanpa Sungmin di dunia yang kejam ini? Apapun itu, tindakan Kyu sunguh keren xD
    Semoga mereka bertemu di surga sanahh …
    Ditunggu FFmu yang laen yah..

  9. i wanna cry T.T
    akhirnya kyu nyusul ming π_π
    sad or happy ending?? emm i feel happy ending~
    waiting for your another stories (:

  10. huaaa nyesek banget ff’y jiyoo feel’y dapet banget apalagi pas yg raga ming mau di kremasi bener2 gak bisa bayangin kalo itu beneran terjadi.
    kyu akhirnya bunuh diri tapi ntu endingnya kyu ketemu sama ming gak sih?
    nice ff jiyoo.

  11. JiYoo T_T tanggung jawab ih… Aku nangis….. Kenapa akhirnya harus mati semua .. Kenapa gak bikin sungmin idup lagi *Jiyoo: mana ada orang mati idup lagi -_- *

    kalo bkin aku nangis berarti sebuah ff angst itu bagus ‘-‘)9 mana ini yaoi lagi *O*

  12. Liat judul itu ada angst nya… Hmmmm:|
    tapi aku nangis huwaaaaa:'( baru nemu nih, kyu nya yang ditinggal min pergi:'( kecelakaan bus ternyata.. Haaaaaah tetep nulis deh thor, kyumin yang pasti.. Mau angst mau happy, mau gs mau yaoi. Semangat!!!!!!

  13. Sediiihhh…
    Mengingatkanq pada Romeo yang juga meminum racun.
    Tapi aku agak bingung, yang mana mimpi yang mana nyata.
    Hadeuhhh…
    Sepertinya yang angst emang yang nyata ya…
    Yahhh…
    Memang sebaiknya mereka dalam satu dunia, entah dunia yang mana.
    Kyumin tak terpisahkan!!! Uyey!!!
    KYUMIN is REAL!!!

    Dan eh, mu bikin Changkyu?!
    Huee…. aku paling ngeri baca ff yang Kyu jadi uke.
    Jangan dong… TT___TT
    Kyu itu seme dah, sumpah seme. Dan itupun cuman semenya Umin. Beneran.
    Hahaha….
    #readerlabilyangngotot

  14. Sumpah ini nyesek banget ;AAA; Kyu akhirin hidupnya di gereja, ngucapin kalimat pernikahan ke abu jenazah Sungmin, walaupun udah sekarat tapi dia maksa buat nerusin kalimat yang belum selesai huweeeee ;AAA; ehhmm harusnya pas Sungmin kecelakaan juga di ceritain flashback’a biar jelas .___. Tapi udah keren kok~ ^^

  15. nyesek-nyesek-nyesek!
    sampe gk berenti nangis dari awal sampe akhir…
    sedih banget, kyu malah bunuh diri😦
    namanya cinta sejati, kalo yg satu udah nggak ada , pasti gk akan tahan hidup deh..
    kereennn🙂

  16. annyeong^^
    joneun elya imnida, aku readers baru di wp chingu._. tapi sebelumnya aku jg sempet baca beberapa ff chingu di ffn🙂 bangapta^^

    Kekuatan cinta Kyumin mengalahkan segalanya, Kyu ampe bela2in nyusul Min ke Heaven, huwee terharu saya~ so sweet tp bikin saya nangis~~

    Chingu, ada beberapa ff yg di kasih pass yaa? ehmm aku boleh minta pass nya gak? kirim lewat e-mail yaa *maafngerepotin*

    Saya mau nyicil RCL dulu ne, annyeong🙂

  17. Kok kali ini aku g bisa dapet feelnya sih?.o_O
    Hah~
    Sudah kuduga, aku memang susah sekali dapet feelnya kalau baca FF KyuMin YAOI.
    Tapi bagus kok alurnya.
    Walaupun di detik” terakhir kyu masih bisa ucapin janji suci itu pada abu ming.
    Mengesankan memang.
    DAEBAK !!!

  18. gangtuuuuungggg saeng sumpah deh bener….knp kyumin ttep gak ktemu kyu ? aish sumpah sedih btul bc ff ini…kalau udah menyangkut kematian aq akan ahhhh entahlah sulit diungkapkan..

  19. Ungh sad ending ini u,u aku kira kyuhyun bakal ketemu sama seseorang yg mirip sungmin,eh taunya kyu malah nyusul sungmin

  20. aahhh so Sad T___T
    ya walaupun kronologi kematian sungminnya gk di ceritain tp ttp keren dan berhasil bikin mata berkaca-kaca😥

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s