Jealous? | KyuMin | Oneshoot | YAOI | T+ | Romance |

Jealous?

 

Genre : Romance

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin

 

Part : One Shoot

 

Warning : Boy x Boy , YAOI , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : “Sekarang dia lebih dekat dengan ‘sahabatnya’. Dan dia pun mampu menunjukkan kemesraan mereka di depan umum. Apa yang membuatnya seperti itu? Apa dia tak pernah tahu apa yang kurasakan saat mengetahui kemesraan kalian? Apa dia sudah tidak mencintaiku? Jika memang seperti itu, ayo kita akhiri semuanya”—Sungmin.

 

Music : Doushite kimi wo suki ni natte simatandarou? By TVXQ

Sungmin memandang wajah Kyuhyun dari kejauhan. Tampaknya ia sedang betah mengamati wajah kekasihnya dari jauh—tanpa berniat menghampiri dan ikut bergabung dalam perbincangan. Ia lebih senang membiarkan kekasihnya berbincang berdua dengan orang tersebut—atau bisa dibilang sahabat karib Kyuhyun. Sungmin suka saat melihat sanyum mengembang di kedua belah bibir Kyuhyun ketika dia berbincang dengan sahabatnya. Dari dulu Sungmin tak pernah keberatan jika Kyuhyun lebih memilih untuk menemani Changmin berbincang. Sungmin melakukan itu karena Sungmin tahu, Changmin adalah sahabat karib Kyuhyun.

Sahabat karib?

Sebenarnya Sungmin sempat ragu dengan status itu. Kyuhyun selalu mengatakan jika dia dan Changmin adalah saudara kembar yang memiliki beribu kesamaan. Sama-sama tinggi, magnae di grup mereka, menjadi salah satu lead vocal, dan tentu sama-sama pecinta game akut. Sungmin menyadari semua fakta tersebut dengan baik dan mencoba memahaminya. Dan dia tetap bertahan berada di samping Kyuhyun dengan menyandang status kekasih, lelaki itu masih mencoba memaklumi semuanya.

Tetapi, semenjak dua orang itu semakin dekat dan menunjukkan sesuatu yang kurang wajar, perlahan pertahanan Sungmin luntur jua. Kepercayaan lelaki itu menguap saat membaca pesan singkat Changmin di album baru TVXQ. Lelaki jangkung itu mengatakan, ‘Kyu, kau milikku!’. Lalu, selca yang Kyuhyun upload di twitter sempat membuat dadanya berdenyut sakit. Rasanya, mereka benar-benar telah bersama dan melakukan hal lain yang tak pernah Sungmin lakukan dengan Kyuhyun.

Semua ini .., menyakitkan ..

Sungmin ingin mengakhiri dan menuntuskan segala hubungannya dengan Kyuhyun. Ia ingin melepas status berpacaran yang telah disandangnya selama beberapa tahun ini. Sungmin tak ingin merasa tersakiti lagi, ia ingin terbebas dan membiarkan Kyuhyun melakukan apa yang ia inginkan. Jika itu telah terjadi, mungkin ia akan merasa lebih bahagia.

Dia kemari .., dengan membawa senyumnya ..

Setelah Kyuhyun melambaikan tangan ke arah Changmin, pemuda itu pun berbalik dan menghampiri Sungmin yang duduk di sisi tembok tempat mereka berlatih koreografi. Sungmin yang menyadari bahwa Kyuhyun akan menghampirinya segera berdiri dan ‘mempersiapkan diri’. Ah tidak, mungkin mempersiapkan mental.

“Kyu, aku ingin bicara,” kata Sungmin. Lelaki imut itu sengaja berucap saat Kyuhyun menghentikan langkah kaki di hadapannya. Sungmin mengedarkan pandangannya sesaat, kemudian lelaki itu pun meremas telapak tangannya sendiri. “Eum ..”

“Apa?” tanya Kyuhyun tak sabaran.

“Aku ingin kita putus,” lirih Sungmin sambil mendongakkan kepala, menatap Kyuhyun dengan pandangan sayu.

Lihat, lelaki bermarga Cho itu terlihat begitu terkejut saat gendang telinganya ditembus oleh pernyataan Sungmin. Saking terkejutnya sampai mulutnya menganga dan membentuk huruf O. Kyuhyun ingin berucap, tapi sesuatu mencoba mencekik tenggorokan dan lehernya.

“Kau setuju, ‘kan?” pertanyaan dari Sungmin terlontar dengan nada pelan namun tegas. Lelaki yang lahir pada tanggal 1 Januari itu memandang wajah Kyuhyun yang memucat, lalu mengeryit heran. “Kenapa tiba-tiba wajahmu terlihat pucat?”

Kyuhyun menghela nafas saat ia mendengar kalimat penuh kekhawatiran yang Sungmin lempar kepadanya. “Kau bercanda ‘kan, hyung?”

“Bercanda?” Sungmin mengulang salah satu kata yang tersemat di kalimat Kyuhyun. Ia baru menyadari jika tanpa sadar ia mengalihkan pembicaraan mereka dan membuat Kyuhyun bernafas lega. Bibir Sungmin mengerucut, kepalanya menggeleng pelan, “Sayangnya tidak. Aku serius mengenai keputusanku untuk mengakhiri hubungan kita ..,” katanya sembari menatap Kyuhyun dengan pandangan tanpa dosa.

Dahi Kyuhyun mengeryit heran, “Kau gila?” umpatnya kesal.

“Entahlah,” jawab Sungmin asal. Ia mulai memutar otak demi mendapatkan alasan yang pas untuk Kyuhyun. Sungmin menenggelamkan dua telapak tangannya di saku celana jeansnya dan mengalihkan pandangan. “Jujur saja, aku lelah.”

Sungmin menghela nafas sebelum ia melanjutkan ucapannya. Ia tersenyum tipis, dua mata foxy itu kembali menatap wajah Kyuhyun lekat-lekat. “Katakan, apa kau masih mencintaiku?”

Kepala Kyuhyun mengangguk mantap, “Tentu saja, Min!” jawabnya dengan nada tinggi—terselip sedikit emosi di sana.

“Mungkin karena kau masih terlalu muda untuk mengerti apa itu cinta,” gumam Sungmin sambil memijit pelipis kepala. “Yang jelas, aku ingin mengakhiri semuanya.”

“Masih terlalu muda?” Kyuhyun berkacak pinggang setelah gendang telinganya ditembus oleh ucapan Sungmin. Lelaki itu tersenyum meremehkan, lalu tiba-tiba dua telapak tangannya mencengkeram erat bahu Sungmin dan menatapnya tajam. “Apa yang membuat hyung mampu berpikir seperti itu?”

Alis Sungmin melengkung saat merasakan perih di sisi pundaknya—mungkin karena Kyuhyun meremasnya terlalu keras. “Kau tidak bisa membedakan apa itu kekasih dan apa itu teman,” jawab Sungmin. “Kau memperlakukanku seperti kau memperlakukan temanmu ..”

“Aku tidak seperti itu!” sangkal Kyuhyun cepat. “Bagaimana pun juga, hyung seribu kali lebih istimewa dari—”

“Tapi, aku tak mencintaimu lagi,” Sungmin menyela ucapan Kyuhyun dengan ucapan bombastisnya.

Ruangan latihan itu mendadak hening seketika. Beberapa orang yang sempat meramaikan ruangan itu sudah pergi karena sesi latihan untuk Super Junior telah habis. Tetapi, dua orang itu masih terlihat betah berdebat di depan cermin.

Kyuhyun, lelaki bernama Cho Kyuhyun itu merasakan nyeri di dada setelah mendengar Sungmin mengucapkan hal itu. Dua lengannya yang semula mencengkeram erat bahu Sungmin kini melonggar dan akhirnya terjatuh bebas. Pandangan Kyuhyun tampak kosong, mungkin lelaki itu masih meresapi sakit hati yang baru ia rasakan.

“Jangan bersedih, Kyu,” suara lembut Sungmin memecah keheningan. “Masih ada Changmin ..”

Mata Kyuhyun sontak membulat tak percaya saat Sungmin menyebut nama Changmin sebagai pelipur lara. Lelaki itu menelan air ludahnya dengan perasaan kelu mengiringi, kemudian ia mulai memberanikan diri untuk menatap Sungmin. “Jadi .., karena Changmin?”

“Huh?”

“Karena Changmin .., hyung mengakhiri ini semua?”

“Katakan saja seperti itu,” kata Sungmin sembari meraih salah satu telapak tangan Kyuhyun dan meremasnya. “Aku tidak mau peduli lagi tentang apa yang kau rasakan, dan terhadap siapa kau merasakan itu ..”

“Minnie hyung ..”

“Kita sudah berakhir,” Sungmin mulai melepaskan tautan tangan mereka dan menatap wajah Kyuhyun. Lihat, lelaki berwajah cantik itu melempar senyum ke arah Kyuhyun. “Tidak ada lagi hubungan di antara kita. Kau bisa dekat dengan siapa pun .. Aku tak akan melarang atau pun memarahimu.”

“Tidak ..”

Tautan tangan mereka benar-benar terlepas, dan tatapan tak berdosa Sungmin adalah salam perpisahan untuk Kyuhyun. Derap langkah yang Sungmin ambil terdengar memantul, lalu lama-kelamaan semakin hilang termakan jarak.

Kyuhyun mengedarkan pandangannya lalu mengedip-ngedipkan kelopak matanya. Tanpa ia sadari, kelopak matanya berair. Kyuhyun membungkam mulutnya sendiri dengan salah satu telapak tangannya. Kemudian, tubuhnya jatuh tersungkur di atas lantai. Dadanya kembang-kempis tak beraturan, menunjukkan seberapa kuat ia menahan desah nafasnya yang semakin memburu.

Sakit ..

Dadanya .. Terasa sakit ..

OoOoO

Aku tidak terlalu kejam, ‘kan?

Batin Sungmin berucap pada dirinya sendiri. Lelaki yang tengah berbaring di atas ranjang itu terlihat melamun sedari tadi. Pandangan matanya yang kosong tampak jatuh pada plafon kamar. Tak jarang ia mendesah dengan nada berat—menahan suatu gejolak yang terus menyesakkan dada. Manik mata lelaki itu kembali melirik ke samping kanan—lebih tepatnya ke arah ranjang Kyuhyun yang berada tepat di sampingnya. Semenjak ia memutuskan hubungan mereka siang tadi, Kyuhyun belum kembali ke dorm. Sebenarnya Sungmin cukup khawatir. Tetapi, jika mengingat kebiasaan Kyuhyun, Sungmin urung untuk menghubungi lelaki itu. Mungkin Kyuhyun sedang menenangkan dirinya di dorm TVXQ bersama Changmin.

Tetapi sepertinya argumen itu harus Sungmin hapus dari benaknya saat seseorang masuk ke dalam kamar. Reflek Sungmin mengarahkan pandangannya ke sumber suara dan mendapati Kyuhyun yang berdiri di ambang pintu tengah menatapnya.

“Ternyata kau sudah pulang,” Sungmin menyambut kedatangan Kyuhyun dengan cengiran khasnya. “Kukira kau akan menginap di dorm TVXQ untuk bermain game dengan Changmin ..”

Hyung tidak suka itu,” sahut Kyuhyun lirih. Lelaki itu pun menutup pintu dan menguncinya dengan gerakan perlahan. Dengan langkah pelan, Kyuhyun menghampiri ranjang dan duduk di sana. “Hyung cemburu saat aku berbicara dengan Changmin ..”

“Tidak, kok,” sanggah Sungmin. “Sudahlah, cepat cuci tangan dan kakimu lalu segera pergi tidur.”

“Jika tidak, lalu apa?” tanya Kyuhyun—mengacuhkan perintah Sungmin yang terakhir. “Apa yang membuat hyung memutuskan hubungan ini?”

Senyuman di kedua  belah bibir Sungmin luntur seketika itu juga. “Aa—aku sudah mengatakan alasannya tadi ..”

“Kau berbohong, hyung ..”

“Ish, keras kepala sekali,” desis Sungmin sambil berkacak pinggang—pura-pura sebal dengan sikap Kyuhyun yang terus meminta penjelasan darinya. “Sudahlah, jika aku mengatakan jika ini semua berakhir, semua telah berakhir. Aku tidak suka jika kau terus bertanya tentang hal itu, Kyu ..”

“Tapi aku butuh penjelasanmu, hyung,” Kyuhyun berkata sembari memasang wajah memelas yang sarat akan kesedihan. “Tadi pagi kita masih berciuman dan saling melempar kata cinta. Dan tadi sore hyung memutuskan hubungan ini. Sebenarnya apa yang ada di pikiran hyung?”

Kepala Sungmin merunduk dalam-dalam, menyembunyikan rasa sakit yang sempat bercokol di dadanya. “Aku hanya ingin .., mengakhiri semuanya. Kukira hubungan kita akan berujung sia-sia. Jika pun sekarang aku tak memutuskan hubungan ini, suatu saat pasti juga akan berakhir.”

“Tidak. Aku berani menjamin jika hubungan kita tak akan berakhir dengan mudah! Jika pun alasan hyung seperti itu, aku tak akan sudi mengakhiri hubungan ini!” Kyuhyun berteriak dengan suara yang tertahan di pangkal tenggorokan. “Kenapa kau begitu egois, hyung?”

“Egois?” dahi Sungmin mengeryit samar. “Kali ini, biarkan aku menjadi sosok yang egois. Jika kau bisa melakukan tindakan yang egois, aku pun juga.”

Hyung, kumohon bicaralah dengan jelas ..,” nada bicara Kyuhyun melemah.

“Selama ini kau melakukan apa yang kau suka, dan aku hanya diam jika sudah seperti itu. Jadi, untuk sekarang kuharap kau bisa diam dan menerima semuanya,” bisik Sungmin lalu menutupi wajahnya dengan selimut dan tertidur.

Kyuhyun hanya mampu menatap sosok Sungmin yang bersembunyi dalam selimut dengan tatapan kosong. Rasa sakit yang menggerogoti sisi hatinya membuatnya tak mampu lagi untuk bersikap keras kepala. Belahan jiwa yang ia percayai sebagai takdir hidupnya mendadak meninggalkan patah hati dan membuangnya begitu saja. Tak ada penjelasan memuaskan yang sekiranya akan membuat Kyuhyun rela melepas Sungmin. Yang terucap dari bibir mungil yang sering ia kecup hanyalah kalimat yang selalu siap menjelma menjadi pisau belati—kemudian menancap dan merobek perasaannya. Seingat Kyuhyun, ia tak pernah merasakan sakit hati yang seperti ini. Sungguh, Sungmin benar-benar sukses menorehkan luka di hatinya.

OoOoO

Sungmin menatap ranjang Kyuhyun dengan pandangan heran manakala ia tak menemukan sosok jangkung itu terlelap di sana. Biasanya, jika sedang libur di pagi hari—hingga pukul 9—seperti ini Kyuhyun betah sekali tidur atau bermain game di komputer. Akhirnya Sungmin bangkit lalu berjalan keluar kamar.

“Sungmin hyung, kau sudah bangun?”

Suara tenor Ryeowook sempat membuat Sungmin terlonjak kaget. Lelaki imut itu pun menoleh dan melempar senyum, “Tiba-tiba aku ingin  bangun lebih awal. Oiyah, apa kau melihat Kyunnie?”

Bibir Ryewook mengerucut lalu mengangguk, “Pagi-pagi sekali dia pergi dengan wajah pucat. Apa kalian bertengkar?”

Sungmin menghela nafas mendengar pertanyaan Ryeowook, “Tidak juga. Apa Kyuhyun mengatakan sesuatu?”

“Tidak,” jawab Ryewook singkat.

“Ooh, begitu ..,” kepala Sungmin mengangguk-angguk. Kini sebuah kalimat tanya merasuki pikirannya dan membuatnya kalut seketika. Jelas sekali ada yang salah dengan Kyuhyun, dan Sungmin tahu betul apa yang membuatnya seperti itu.

“Kau harus menelponnya, hyung. Sarapan akan segera siap,” kata Ryeowook lalu berlalu begitu saja dari hadapan Sungmin.

Apa yang bisa ia lakukan? Kyuhyun bukan siapa-siapanya lagi. Dan sepertinya Sungmin tak berhak untuk bersikap sok care—walau sebenarnya dia benar-benar care—terhadap Kyuhyun. Ia takut Kyuhyun akan salah paham dan bersikeras menuntut penjelasan darinya. Akhirnya Sungmin memutuskan untuk diam dan membiarkan Kyuhyun me-refresh otaknya di luar sana. Toh Kyuhyun tak akan hilang diculik orang.

Tiba-tiba dering telpon terdengar mengalun dari dalam kamarnya. Sungmin melangkah panjang-panjang menghampiri ponselnya yang tergeletak di meja nakas. Alisnya sempat melengkung heran ketika membaca ID caller orang yang menelponnya.

Changmin?

OoOoO

Pandangan mata lelaki itu terlihat kosong menembus langit hitam yang menyelimuti bumi malam. Pikirannya yang sedari tadi senantiasa bercabang mulai menimbulkan rasa pening yang menjalar ke kepalanya. Perasaan kalut yang ia rasakan lama kelamaan membuatnya semakin bersedih. Ada yang salah di dadanya. Ada rasa sakit yang teramat sangat tengah menggerogoti perasaannya dan membuatnya hingga sedemikian rupa. Seorang yang bernama Shim Changmin—yang sedari tadi menjadi pendengar—kini telah berada di tempat tidur dan mengistirahatkan mata. Namun untuk Kyuhyun, rasanya ia tak akan bisa tidur dengan nyenyak jika rasa penasarannya belum terjawab. Ia masih belum mendapat penjelasan yang jelas perihal alasan Sungmin yang memutuskan hubungan mereka secara sepihak.

Apa salahnya, hingga membuat Sungmin yang terkenal dengan kelembutan hatinya itu mampu berbuat seperti itu? Kyuhyun tak habis pikir tentang alasan ‘mengapa’ dan ‘bagaimana bisa’, semua tak akan terjawab dengan mudah. Dan setiap ia mencoba untuk meyakinkan dirinya ke alasan yang bersifat positif, maka semua itu akan disangkalnya sendiri. Lalu, apa yang harus ia lakukan untuk mengusir rasa galaunya? Ia tak bisa bersikap seperti biasa jika rasa sakit ini masih bercokol di hatinya.

Tanpa ia sadari bulir bening tanda kesedihan dan kekecewaan itu menetes jatuh di atas lantai balkon. Tanpa isakan Kyuhyun menangisi kepergian Sungmin, namja yang selama ini ia  yakini sebagai pelipur laranya. Jiwanya terasa terbuang begitu saja oleh tindakan Sungmin, dan itu membuatnya begitu down hingga saat ini. Perasaannya yang sedari tadi berdenyut sakit membuat pikirannya semakin kalut. Semua yang ada dalam pikirannya hanya kata sakit ..

Sakit ..

Sakit …

Akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk duduk di kursi yang ada. Lelaki itu menuangkan wine yang ia bawa dan meneguknya. Melihat gelas berleher panjang itu telah kosong, Kyuhyun kembali menuang cairan berwarna ungu pekat itu. Ia menatap wine itu pekat-pekat lalu tersenyum tipis. Seharusnya malam ini ia menghabiskan wine tahun 2008 ini bersama Sungmin. Seharusnya canda tawa Sungmin menemaninya hingga pagi menjelang. Seharusnya dentingan gelas mereka terdengar sebagai cheers atas kebersamaan mereka.

Bukan seperti ini. Bukan kesendirian dan rasa sakit yang ia dapat. Meringkuk tanpa daya adalah hal yang tak pernah Kyuhyun lakukan. Dan sekarang, setelah ia dicampakkan oleh Sungmin, semua hal yang mustahil bagi Kyuhyun terjadi begitu saja. Berusaha melepas dan merelakan Sungmin sama saja dengan tindakan percobaan bunuh diri. Ia tak bisa hidup tanpa Sungmin karena Kyuhyun yakin, Sungmin adalah takdir hidupnya.

“Sungmin .. Sungmin hyung ..”

OoOoO

“Maaf merepotkanmu, hyung. Tetapi aku sendiri tak bisa membangunkannya,” kata Changmin sambil membimbing langkah kaki Sungmin ke balkon dorm TVXQ. Untung saja hari ini jadwal TVXQ dimulai lebih siang. Jadi Changmin memiliki waktu untuk berbincang dengan Sungmin. “Kupikir dia mabuk sendiri. Seingatku aku juga ikut duduk di sini, tetapi setelah aku bangun ternyata aku telah terlelap di ranjangku sendiri.”

Binar mata Sungmin meredup ketika pandangannya menemukan tubuh Kyuhyun yang tergeletak tak berdaya di kursi balkon. Ada dua botol wine kosong yang tergeletak begitu saja di atas permukaan meja. “Apa kau tak merawatnya, Changmin-ah?”

“Huh?” kepala Changmin menoleh dengan gerakan cepat ke arah Sungmin. “Kemarin aku sudah memperingatkannya untuk tidak mabuk. Tetapi, ternyata aku sudah mabuk setelah minum tiga gelas wine yang ia bawa. Maafkan aku, hyung,” Changmin merundukkan badan sebagai permohonan maaf.

“Tidak biasanya dia mabuk seperti ini,” kata Sungmin lalu melangkah mendekati tubuh Kyuhyun yang terselimuti oleh kain tebal—pemberian Changmin tentunya.

“Dia menceritakan banyak hal tentangmu, hyung,” Changmin berucap dengan nada pelan. “Dia bilang, kau mengakhiri hubungan kalian secara sepihak. Benarkah seperti itu?”

Kepala Sungmin mengangguk pelan, ia tersenyum tipis.

“Kyuhyun sangat bersedih karena hal itu. Kurasa dia memikirkannya seorang diri,” kata Changmin sambil melipat dua lengannya di depan dada. “Sungmin hyung, aku harus segera mandi. Sebentar lagi manager kami pasti akan segera menjemput. Aku akan membiarkan kalian berdua,” ucap Changmin lalu berlalu begitu saja dari hadapan Sungmin.

“Bocah ini bodoh sekali. Bisa-bisanya mabuk karena hal itu,” Sungmin memandangi wajah damai Kyuhyun dan memukul kepalanya. Perlahan-lahan Sungmin mengangkat salah satu tangannya dan menepuk pipi Kyuhyun. “Kyunnie, palli ireona,” bisiknya lembut—tepat di lubang telinga Kyuhyun.

“Kyunnie ..”

Samar-samar Kyuhyun mendengar suara seorang namja yang ia mimpikan memanggil namanya. Dengan gerakan perlahan Kyuhyun membuka kelopak matanya yang terasa berat. Oh, seberkas cahaya yang memaksa masuk ke pupil matanya membuat ia kembali memejamkan matanya selama beberapa detik.

“Kyunnie ..”

Panggilan itu kembali mengalun lembut, kali ini diiringi oleh belaian lembut di dahi Kyuhyun. Ada suatu kekuatan yang mengusir rasa enggan Kyuhyun untuk kembali sadar saat belaian ini ia rasakan. Tindakan kecil itu membawa energi positif bagi Kyuhyun. Sekali lagi Kyuhyun mencoba membuka kelopak matanya yang semula terkatup, berharap pandangannya akan disambut oleh wajah Sungmin.

“Kau sudah bangun?”

Dada Kyuhyun berdebum begitu saja manakala wajah Sungmin benar-benar ada di depannya. Ia menatap sosok yang ada di depannya dengan pandangan tak percaya. “Hh—hyung ..”

Desisan terdengar dari Sungmin, “Apa kau bisa bangkit? Atau aku perlu menuntunmu?”

Kyuhyun hanya diam ketika Sungmin melontarkan pertanyaan yang terkesan cuek dengan keadaannya. Seharusnya lelaki itu bertanya tentang bagaimana kondisi Kyuhyun setelah mabuk. Atau setidaknya, Sungmin bertanya tentang alasannya mabuk seorang diri. Tetapi, beberapa detik yang lalu Kyuhyun baru sadar jika tak ada lagi hubungan yang mengikat mereka. Mereka bukanlah sepasang kekasih seperti dulu. Kyuhyun sadar ia tak berhak meminta perhatian Sungmin seperti dulu. Sungmin telah menganggap dirinya sebagai Cho Kyuhyun—dongsaeng-nya di Super Junior, tidak lebih.

Kyuhyun meraba dadanya yang berdenyut, ia pun mengatur nafasnya yang tiba-tiba memburu. “Aa—aku bisa sendiri, hyung. Kau bisa pulang ..,” kata Kyuhyun sambil berusaha bangkit dari duduknya.

“Tidak. Aku harus membantumu,” Sungmin mencengkeram salah satu lengan Kyuhyun dan melingkarkan lengannya yang lain di pinggang Kyuhyun. “Lagi pula aku bawa mobil.”

Kyuhyun hanya diam saat tubuhnya dituntun oleh Sungmin keluar dari dorm TVXQ—menuju mobil Sungmin yang sengaja diparkir di lantai yang sama. Tak ada percakapan yang terjadi, dua-duanya sama-sama terlarut dalam pikiran masing-masing selama perjalanan pulang. Baik Kyuhyun mau pun Sungmin, dua orang itu tak ada yang saling melirik. Oh tidak, hubungan mereka benar-benar telah berakhir sampai di sini. Sepertinya Kyuhyun benar-benar memaksa dirinya untuk menerima kenyataan yang baru ia dapat. Lelaki berambut cokelat gelap itu akhirnya mau menuruti permintaan Sungmin untuk putus.

Dua orang itu akhirnya sampai di dorm Super Junior lantai sepuluh. Sungmin yang tahu benar bahwa keadaan Kyuhyun benar-benar tak baik langsung membawanya ke kamar mereka—menghiraukan pertanyaan dari para member yang terlontar untuknya saat mereka sampai. Sungmin langsung merebahkan tubuh Kyuhyun di atas ranjang mereka—yang sengaja disatukan menjadi satu.

“Apa kau ingin makan sesuatu? Aku bisa memasak sup atau bubur,” Sungmin menawarkan sambil berjalan menuju kamar mandi. Beberapa saat setelah itu ia keluar dari dalam sana dengan membawa baskom berisi air dan handuk yang diselempangkan di pundaknya. “Aku takut kau demam karena tidur di luar. Jadi aku akan mengompresmu,” kata Sungmin lalu menempelkan kain basah itu di atas dahi Kyuhyun.

Gomawoyo,” ucap Kyuhyun dengan suaranya yang serak. “Hyung bisa pergi. Aku akan istirahat saja hari ini.”

“Huh? Pergi?” Sungmin mengulangi ucapan Kyuhyun—tanda bahwa ia cukup tak mengerti dengan apa yang Kyuhyun maksud. Sungmin tahu jika Kyuhyun akan berubah menjadi sangat manja saat sakit. Dan seingat Sungmin, Kyuhyun tak akan mau ditinggal pergi olehnya saat sedang sakit.

“Aku bukan anak kecil lagi,” Kyuhyun memberi alasan. “Jadi hyung bisa pergi. Sampaikan permintaan maafku pada manager.”

Mulut Sungmin menganga hingga membentuk huruf O saat gendang telinganya ditembus oleh alasan Kyuhyun. Ia menggigit bibir bawahnya lalu menatap Kyuhyun lekat-lekat, “Kau serius? Bagaimana jika nanti kau membutuhkan sesuatu? Atau, bagaimana jika nanti demammu bertambah parah?”

“Aku bisa menghubungi Teukie hyung. Jadi hyung bisa pergi,” Kyuhyun mencoba mempertahankan alasannya. “Lagi pula, jika hyung ada di sini, hyung akan mengganggu istirahatku.”

Sungmin tersenyum getir. Kyuhyun sudah mampu mengucapkan hal seperti itu. Akhirnya ia bangkit dan membuang pandangannya ke arah lain—sebenarnya ia menyembunyikan matanya yang berair. “Baiklah. Terserah kau saja. Aku pergi.”

Tak ada sahutan. Hal itu membuat Sungmin harus benar-benar melangkah pergi dari kamar mereka dengan segenap rasa perih yang menggerogoti dadanya. Namun, pantaskah rasa sakitnya disamakan dengan rasa sakit yang diderita oleh Kyuhyun?

Entahlah. Sebenarnya dua orang itu sama-sama tersakiti oleh suatu masalah yang entah kapan akan terselesaikan.

Seorang lelaki yang tadinya berbaring tak berdaya di atas ranjang itu akhirnya bangkit dengan gerakan tertatih-tatih. Dengan tubuh dan perasaan ringkihnya, ia memandangi keadaan kamar yang ia tempati dengan mantan kekasihnya. Ia mendesah dengan nada berat lalu membungkuk dan mencapai pinggiran ranjang.

Dulu, ia dan Sungmin bekerja sama menyatukan single bed mereka menjadi double bed yang akan mereka tempati bersama. Dan sekarang, setelah hubungan mereka berakhir, seharusnya mereka tak tidur seranjang lagi. Seharusnya ia kembali memisahkan dua ranjang ini dan menempatkannya di tempat semula. Walau keadaan tubuh Kyuhyun sangat tidak memungkinkan untuk mengangkat benda berat, tetapi lelaki itu tetap menyemangati dirinya sendiri untuk tidak mengeluh. Sebisa mungkin ia harus menyeselaikan pekerjaan ini sebelum Sungmin pulang dari schedule.

OoOoO

Kyuhyun membuang bungkus obat tidur yang baru ia teguk dengan air putih ke tempat sampah. Lalu, dengan langkah sempoyongan ia masuk ke kamarnya sendiri. Suasana kamar ini sudah berbeda dari pagi tadi. Jelas saja, semua dekorasi yang pernah ia tata dengan Sungmin kini berubah drastis. Barang-barang mereka kini tersusun rapi di rak masing-masing. Dan foto-foto mereka yang tertempel di dinding atau terletak di meja kini telah musnah—hilang tak berbekas. Kyuhyun telah menyimpan barang-barang itu di kotak cokelat yang ia dapatkan dari gudang. Besok, ia berencana untuk membuangnya.

Tiba-tiba suara pintu yang terbuka sukses membuatnya tergelonjak kaget. Kepala lelaki itu menoleh cepat ke arah ambang pintu dan menatap orang yang masuk ke kamar mereka. Ternyata Sungmin sudah pulang. Kyuhyun tersenyum lalu merebahkan diri di atas ranjangnya sendiri—tanpa berniat mengucap salam selamat datang.

Sedangkan Sungmin sendiri yang berada di ambang pintu kini dikejutkan oleh keadaan kamar mereka. Mata kelinci itu mengerjap selama beberapa kali, begitu tak mempercayai dengan apa yang ia lihat sekarang ini. Dengan gerakan perlahan Sungmin menutup pintu kamar mereka dan menguncinya. Ia menghela nafas, “Kau .., yang mendekorasi ulang kamar kita?”

Kyuhyun yang tadinya berniat untuk terlelap kini kembali membuka kelopak matanya. “Hm. Kukira lebih baik kita mendekorasi ulang kamar ini. Bagaimana menurut hyung?”

Sungmin melangkah mendekati ranjangnya sendiri dan duduk di tepi. Kepala Sungmin menggeleng pelan dan ia pun menatap Kyuhyun dengan pandangan kosongnya. “Aa—aku tidak mengerti,” bibir Sungmin bergetar saat mengucapkan argumen itu.

Mendengar suara Sungmin yang parau, Kyuhyun memutuskan untuk bangkit dan menatap Sungmin. “Apa hyung tidak suka?”

Sungmin menelan air salivanya dengan rasa sakit yang mengganjal tenggorokan. “Apa kau sudah .., memutuskan untuk benar-benar pergi .., meninggalkanku?”

“Meninggalkanmu?” ulang Kyuhyun dengan nada datar dan mata memicing. “Hyung yang meninggalkanku tanpa alasan. Karena itu, kupikir lebih baik aku mulai .., melepaskan hyung untuk orang lain,” kata Kyuhyun. Oh, sekuat tenaga lelaki itu menahan gejolak hati yang ingin berteriak meronta menuntut penjelasan. Namun apa daya? Walau ia melakukan hal itu, tak akan ada yang berubah. Keputusan Sungmin akan tetap sama.

Kepala Sungmin merunduk, lelaki itu berusaha sekuat tenaga menyembunyikan wajahnya yang mulai sendu. “Tidak. Seharusnya aku yang merelakanmu untuk Changmin. Bukan dirimu yang merelakanku untuk orang lain.”

“Merelakanku untuk Changmin?” alis Kyuhyun melengkung tajam. Tak perlu waktu lama baginya untuk memikirkan segala kejadian yang telah menimpanya beberapa hari ini. Akhirnya lelaki itu menyadari pangkal dari permasalahan yang membuat Sungmin memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka. “Kau salah paham tentang hubunganku dengan Changmin, hyung.”

“Salah paham bagaimana?”

“Kami hanya sahabat. Hyung kira aku memiliki perasaan lain terhadap Changmin?”

Sungmin semakin merundukkan kepala, “Menurutmu? Kau selalu .., mengumbar kemesraan di depan .., umum tanpa canggung,” kata Sungmin tersendat-sendat.

Kyuhyun pun bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah ranjang yang Sungmin duduki. Lelaki itu membanting bokongnya tepat samping kiri Sungmin dan melempar tatapan hangat—namun masih terselip rasa sakit hati. “Kau sudah mengenalku bertahun-tahun, hyung. Bagaimana bisa hyung menyimpulkan bahwa aku memiliki perasaan pada Changmin karena hal bodoh seperti itu?”

Sungmin diam, ia memutuskan untuk bungkam dan tak menanggapi ucapan Kyuhyun.

Kyuhyun menghela nafas lalu melanjutkan ucapannya, “Aku mampu bersikap mesra terhadap siapa pun di atas panggung atau di depan umum. Tidak hanya dengan Changmin, aku sering bersikap mesra dengan Siwon hyung, Ryewook, Donghae hyung, bahkan Victoria noona,” Kyuhyun membelai pipi Sungmin dan menarik dagu mantan kekasihnya. “Aku mampu melakukan itu karena partnerku adalah teman-teman baikku. Aku bisa melakukannya dengan baik karena aku tak memiliki rasa yang lain.”

Bola mata rubah milik Sungmin melirik ke arah Kyuhyun. Sebenarnya ia tak sebegitu mengerti dengan apa yang Kyuhyun bicarakan.

Hyung tahu sendiri, kita jarang melakukan fanservis. Aku sering menolak untuk mengumbar kemesraan,” kata Kyuhyun dengan nada ringan yang menenangkan. “Hyung tahu alasannya? Aku malu. Saat aku melakukan fanservis dengan hyung, itu sama saja dengan bercinta denganmu di depan umum.”

“Jadi kau malu berhubungan denganku?” Sungmin menghempaskan telapak tangan Kyuhyun.

“Bukan,” Kyuhyun menyangkal. “Aku akan mulai berdebar dan salah tingkah jika dekat dengan hyung di stage. Aku kesulitan melakukan fanservis karena aku sendiri tak mampu menahan gejolak untuk memakanmu saat itu juga. Aku seperti itu karena hyung istimewa.”

“Istimewa?”

“Jangan cemburu dan memutuskan hubungan kita karena aku sering melakukan fanservis dengan yang lain, hyung,” Kyuhyun meremas telapak tangan Sungmin. “Kumohon, kembalilah menjadi Lee Sungmin sebagai kekasih seorang Cho Kyuhyun.”

Sungmin mengangguk pelan lalu terisak. Dalam hati ia merutuki keputusan yang hampir membunuh dirinya sendiri dan orang yang paling ia cintai. Jika saja Kyuhyun tak memberinya alasan yang seperti ini, mungkin mereka benar-benar akan berpisah. Oh, Sungmin tak sanggup memikirkan hal itu lebih lanjut. Dua lengan mungil melingkar di punggung Kyuhyun, Sungmin pun menangis di dada Kyuhyun.

“Aku tahu hyung tak bisa hidup tanpaku,” telapak tangan Kyuhyun membelai pucuk kepala Sungmin. “Aku tahu jika hyung tak bisa konsentrasi saat memikirkanku. Kurasa, aku menyadari bahwa beberapa hari ini pun hyung pasti memikirkanku juga.”

“Tentu saja, babo!” Sungmin mendorong dada Kyuhyun lalu mengucek salah satu matanya. “Aku hampir gila karena tingkahmu!”

Setelah beberapa hari terkurung dalam rasa kalut yang melumpuhkan akal sehatnya, akhirnya Kyuhyun mampu terkekeh dengan melukis raut wajah penuh kebahagiaan. “Seharusnya hyung mengatakan alasan itu.”

Sungmin tersenyum simpul lalu menatap Kyuhyun dengan mata kelincinya, “Maafkan aku. Kali ini aku yang salah.”

“Aku juga minta maaf jika tindakanku membuat hyung kurang nyaman,” Kyuhyun mulai mengecup pipi dan kelopak mata Sungmin. “Tapi berani kujamin, hanya hyung orang istimewa yang ada di hatiku.”

“Selamanya?”

“Selamanya ..”

END

Ini dia ff yang udah aku bilang ke kalian. Changkyu version, kan? *plak* hahahaha xD sekuat tenaga aku berusaha buat si kyu menderita dengan deskripsi yang seabrek, semoga kalian puas .. hehehe .. Cerita ini berawal saat aku mulai mengendus kemesraan ChangKyu, apalagi setelah aku liat foto ChangKyu di @GaemGyu itu ~~ ooh, pasti uri ming patah hati setelah liat pic itu xD

My beloved readers, kasih comment yah J aku tunggu lhoo .. hehehe

82 thoughts on “Jealous? | KyuMin | Oneshoot | YAOI | T+ | Romance |

  1. daebak jiyoo..sukaes bkn q nysek bcnya hehe
    it bkong knp d’bnting?ya ampuun q lg bc serius2 bgt bc yg t lngang ngakak kkk..
    ok dh d’tggu aj ff selnjutny.faighting!!!

  2. Ohgoshhh hahahah iyaaa foto changmin sama Kyuhyun itu loh astaga X_X
    Wkwkwkwk seruuu menegangkan so sweet little bit hurt eheheh
    Nice ff ☺
    Semangat menulisnya yaaa u,u

  3. Umin mutusin Kyu cuman gara-gara cemburu liat Changmin ama Kyu, ckckck -_______-

    Diliat ma mata telanjang pun hubungan mereka jelas banget kalo cuman temenan, jadi nggak usah cemburu-cemburu lagi Ming

  4. gaaaaaaah ini aku yang lg sensitif apa emang ceritanya bikin nyesekkk? Huwaaaaaaaaa sukses bikin air mataku kembali mengalir..
    Keren bgt lah pokonya saeng, huh changkyu kan emang cuma sahabatan, kyumin jelas BEDA karna mereka REAL ! kkkk agak risih jg gegara si gyu uplod poto changkyu jd bnyak changkyu shipper dadakan -_-
    thankyu udah bkin OS ini XDDD
    Dan Hikss aku rindu teuki huhuhu
    keep writing !
    Cepetan bikin ff chaptered lg ! #plak hwating ! saranghae :**

  5. Aaaa yaoi *-* /peluk Jiyoo/

    oke kita sama lagi masa… Aku emang ngira KyuMin jarang fanservice karena emang kyuhyun nganggep sungmin special .. Dan suka degdegan kalo dket min xD ….. Kita punya pemikiran yg sama ….😄 …..

  6. hahaha…ada-ada aja ni eonni…aku juga sempet lhat itu fotonya changkyu…hampir nempel itu bibir changmin…hahaha…lanjut eon

  7. Iya deh changkyu. Tapi kyumin nya tetep kekekeke! Goodjob. Aku juga sempet liat fotonya. Kadang foto kyu sama hae yang pelukan juga. Kenapa dia ngga kaya gitu coba sama ming? Moment mereka minim banget, tapi sekalinya melakukan ya udah buat kyumin shipper histeris dah-..-

  8. kyumin putus ampe sgtunya dah, kamar mereka ampe di dekor ulang pasti asing bgt itu buat mereka, gue liat sekilas doangan tuh foto lgsg gue tutup, abisan nya nyesek, kapan coba kyu min kaya bgtu, sekalinya kyumin beraksi udah bkin shipper nya histeris hahaha

  9. sungmin kurang kejam¡¡¡ hhhaaa… tetep lembek gtu m kyu… hrsny lbh cuek biar kyu tambah menderita… kakakakakk!! kasih warning noh di jidatnya kyu ‘jgn dket2 changmin ato putus!!!!’ duuuh gemesss bgt gueeh m kyu !! -.-!!

  10. Hubungan KyuMin itu rumit itu sih menurut q coz bukanya Kyu yg ga mau fanservice ma Ming tapi Ming lah yg kadang kurang peka ma keinginan Kyu maknya ketika di panggung mesti Ming dulu yg memulai n berinisiatif buat ngelakuin fanservice,,
    coz pas SS3 Kyu pernah di cuekin ma Ming padahal dia pengen fanservice ma Ming..
    tapi ada ga ada’a fanservice toh kenyatannya bnyk bgt fakta kedekatan mereka satu sama lain sih,,,

    Ming emang ga bixa nyuekin Kyu sih jadinya tetep perhatian kan meski udah mengakhiri hubungannya tapi syukurlah semua kesalahpahaman ini..
    coba kamu mau buat Kyu cemburu ma Yunho wkwkwkwkwk

    keep writing ne ditunggu ff KyuMin yaoi lainya ^^

  11. wah eomma ku. cemburu ama food monstre itu.?? tenang aja eomma appa itu suka.a sama perempuan(?) yg model.a kayak eomma..

    yakyakyakyak….kenapa harus bawa” nama.a tante vic sih.?? ganggu pemandangan mata aja. #plakkk….

    bikin sequel.a dong tapi yg kyu jealous ama ming + u-know. kan akhir” ini ming suka nemplok(?) ama u-know

  12. aigooo ming cemburu lagi
    kyu nih suka mengumbar kemesraan ke orang lain
    tapi bener kata kyu
    dy engga bisa melakukan fanservice ke min
    karena min istimewa
    biarlah mereka mesranya dikamae aja hehehe
    suka suka suka
    aku lagi nunggu karya author-shi yg multichap
    kalo bisa yg nyiksa batinnya kyu ya hehehe

  13. Hyaa.. Jujur, aku emang rada nyesek klo liat ChangKyu moment. Aku mikirnya, gimana kalo di sana KyuMin benar2 menjalin hubungan -amin xD- sedangkan Kyu cukup dekat sama beberapa member selain Ming, dan aku kasian sama Mingnya, dia mungkin sakit hati liat Kyu deket ma member lain.
    #ngayal itu indah.
    Tapi gue tetep yakin, yang ada di mata dan hati Kyu itu hanya Ming seorang. Ciakciakciak xD
    Jiyoo.. FFnya keren, aihh endingnya maniiisss ><

    • aw aw aw .. baca komentar ini rasanya hatiku meledak-ledak seneeeeng bangeeet .. apalagi waktu baca ‘Tapi gue tetep yakin, yang ada di mata dan hati Kyu itu hanya Ming seorang. Ciakciakciak xD’ .. wooo

  14. Ohyaampun, aku baru liat fotonya-__- itu kyu apa apaan ya ama changmin? Zzz
    Berharap banget bisa ngeliat moment kyu yang begitu sama ming~ -__-

  15. Emang sich lo d liat2 kyu m changmin mang mencurigakan ky mesra gt,gk k byang perasaan ming ,tp y mudah2an ja kyu m ming bae2 ja n te2p kyumin bkan changkyu..

  16. woaaaa ming jealous ngliat kedekatan kyu sama changmin sampe2 mutusin kyu sepihak gitu n berhasil bikin kyu bener2 tersiksa sama keputusan ming yang mutusin kyu tanpa alasan yang jelas. alhasil kyu kaya orang yang gak punya semangat hidup lagi. ming juga sebenernya ada rasa gak rela kan uda mutusin kyu gitu? ah tapi akhirnya mereka baikan n balikan lagi nice ff aku suka versi changkyu’y juga eh tapi ada yag salah tuh jiyoo dorm kyumin tuh lantai sebelas bukan lantai sepuluh😀

  17. huhtt.. ChangKyu.. >_<
    kyu gak akan beran itu upload foto kyak gituan sma ming kkkk
    cerita ff nya keren.. uda gitu org ketiga diantara kyumin juga ganti jadi changmin biasanya kan keseringan siwon hehehe

  18. akhirnya update jugaaa hehehe

    ff nya bikin hari cenat cenut deehh.
    ada nyerinyaa, ada jugaa so sweetnyaa.
    daebak!
    terus berkarya jiyoo-ssi ^^

  19. ya ampunn ~ kalo aja ini ff dipanjangin dikit,, aku akan bnr” nangis ..
    nyesek wktu Kyu mendekor ulang kamar.a ~ T_T

    ff.a kerennn ~
    ahhkkk,, aku blm liat piku changKyu tuh,, pasti ming langsung ngunci kamar ,, gag ada jatah buat kyu #plak

  20. Ya Allah jiyoo eonni bner2 sukses bikin nyesek.. kyu nyesek amat dah lihat drimu.. daebak bner.. kagak tega bca yg kyu dekor ulang kamarnya..kagak rela pokoknya..kyumin harus satuuuuu kamar slmanya

  21. Q juga g rela kl kyu sering terlihat mesra dpanggung bersama mamber lain…
    rasanya ngerti banget gimana perasaan Ming waktu itu…
    Q selalu mendukung KyuMin….

  22. kirain hanya ming yg tersakiti karna ulah kyu…
    walaupun banyak foto” mesra ChangKyu bertebaran.. tapi hati kyu tetep hanya dimiliki ming seorang.. hehehe

  23. huwaaa jadi ini toh ff yg changkyu version hhahaha
    kirain changkyu version tuh gimana gitu xD
    hhahahahaha
    yeah KyuMin is REAL !!
    duh penjelasan Kyu emg bener..
    aneh kan kenapa KyuMin jarang fansrvs di stage.. huhuhu
    aku pgn liat gimana aksi mereka dibelakang layar hehehe😀

  24. Huaaa bagus… Suka deh liat Sungmin yg cemburu n Kyu segitu dewasanya ngadepin sikap tertutupnya sungmin..
    Mereka itu diam2 menghanyutkan ya hahaha..
    Kyumin moment mmg sering bikin deg2an..
    Nice ff Jiyoo

  25. Nyeseknya dapet jiyoo-ah..

    Aq mau reckuest dong.. Buat ff ver. Minwook ato kyuwook.. Ryeon9 oppa yg jd orng ke-3nya..
    Itu pasti lebih menghebohkan.. Lebih menyiksa.. Hehehe…
    Cz banyak banget fanVid ttg kyuwook at minwook..

    Hihihi…

    Lanjutt ^^

  26. jiahahaha……
    ceritanya manis walopun rada nyesekk.
    hampir aja mrk bnr2 pisah cm gr2 salah paham. ckckckc
    seharus nya min lbh tau kl kyu itu emang bsa bersikap mesra kpd syp aja d dpn stage. tp gag dgn nya krn kyu emang punya perasaan khusus buat min yg membuat nya canggung n malu kl bermesraan sepertu itu ama min d dpn umum. hihhih…..
    lucu y mereka.^^
    kyumin is reallll…….!!!!

  27. Kyu siiih… Pake kegatelan deket” org lain…
    Kasian kn ming…
    Tapi tumben karakter kyu dewasa bgt…
    Biasanya kn childish bkin eneg… -_- #dicekek kyu#
    Ming mungkin cemburu makanya minta putus…
    Gmana ya klo ming yg “ganjen” sama anggota lain… Pasti kyu kebakaran jenggot..😀 *kyu ga punya jenggot kaliiii / plakk*

  28. Hahaha…
    Ternyata tidak semengkhawatirkan yang kukira.
    Ini mah masih bisa disebut murni Kyumin.
    Changmin cuman numpang lewat.
    Okesiip….
    Memang yang ini agak bertele2.
    Tapi so far aku menikmatinya…
    Uyey!!! Kyumin is Real!!! Hehehe…

  29. SeSUJU banget inih !
    ChangKyu kan emang cuma SAHABATAN gak lebih gak kurang!
    Tapi emang ni epil kyu demen banget skinshipan ama sapa aja #digetokkyu uri ming should be strong ne ! ~

  30. nyesekkkk…. suka banget kalo ada FF Kyumin, tapi kyuhyunnya yg menderita *hahaha* , pasti kerasa banget angst-nya… endingnya so sweeett. ^_^
    Changkyu itu emang cuma sahabatan… cz deket gara2 game -_- .
    tapi kalo KYUMIN, jelas2 mereka REAL!😀

  31. Kok disini ming pabo sih?.o_O
    Kenapa langsung ambil persepsi seperti itu tanpa alasan yng jelas?.
    Aish~
    Kali ini Sweet sekali.
    Walaupun sempat nyesek di awal tapi itu berbuah manis di akhir. ^^
    DAEBAK !!!

  32. kalo cemburu post foto KyuMin dong Ming.. biar gak kalah saing gtuh sama CangKyu… kkk~~~
    . si Kuyu kasihan amat dah😀
    nice ff thor🙂

  33. huweeeeee TT_TT sedih bgt saat minnie mnta putus mna kyuppa sedih bgt ampe bobo diluar,
    tpi untung ja KYUMIN tlah b’1 kmbli jdi tdk da yg tersakiti deh
    HAPPY END KYUMIN >_<

  34. ini yg cemburu Ming tp yg sakit hati bnran si Kyupil hehe
    dapetlah feelnya…ikutan Kyu nyesek gara2 diputusin Ming T.T
    untung bisa dikelarin ni masalah…fiuuuuh
    annyeong….reader baru hehe

  35. sungmin cemburu sama changmin.. kkk
    biasanya kalo di realnya sungmin malah sering maen sama eunhuk atau shindong, kangin juga.. dan ktuhyun sama kyu line nya.🙂

    bagaimanapun keadaaan realnya mereka aku berharap banget mereka selalu akur, penuh cinta ^^ . sungmin yang perhatian kyuhyun yang kekanakan mereka cocok! seraasi🙂

    i like this story🙂
    keep writing

  36. daebak….seperti kisah asli mereka di super junior yang malu2 dan jarang melakukan fanservise seperti haehyuk atau yg lain nya..itulah istimewanya kyumin…dari pandangan mata mreka yg berbeda dan gerakan tubuh mreka yg hanya bs difefinisikan oleh orang2 yg benar2 memperhatikan mreka dengan baik…love kyumin ♥♥♥

  37. dan akhirnya uri ming jealous dan salah faham? :3 ahahaha …aigoo~ bersyukur deh klo kyumin gk bnran putus..seneng deh jadinya😄

  38. Saya suka sekali dengan ff kyumin yg anda buat bahkan hampir seluruhnya :”’) keep writing for kyumin ya! Makasih utk ttp stay^^ disaat yg lain memilih utk pergi :”’

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s