Second Chance | KyuMin | Chap 13/13 | Genderswitch | T+ | Romance, Hurt | ENDING |

Second Chance

Genre : Romance , Drama

Rate : T+

Pairing : KyuMin

Part : 13/13

Warning : Genderswitch , Miss Typo(s)

Summary : Dia hanya bisa merenung ketika menyadari segala kesalahannya. Tidak, perasaan itu terlalu menyalahkan kebodohannya sendiri. Lalu sekarang, apa yang dia dapat? Ada dua hati yang mungkin akan ia sakiti. Namun, jika ia terus diam dan membiarkan segalanya berjalan tanpa tindakan berarti, ialah yang akan lebih tersakiti. Hingga saat ini, dia hanya bisa menyalahkan keputusan bodoh yang pernah ia ambil. Mungkinkah, mungkinkah ia akan mendapat kesempatan untuk memperbaiki segalanya di saat ia ingin kembali menata kisah cintanya?

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

Music : So I by Super Junior

“Ss—Sungmin ..”

“Kau hampir terlambat. Pergilah, maaf aku tak bisa mengantarmu.”

“Kk—kau menangis,” Kyuhyun mencoba membelai pipi Sungmin.

“Tidak, aku tidak apa-apa,” Sungmin berusaha menyingkirkan telapak tangan Kyuhyun. Ia berjingit demi menggapai bibir tebal Kyuhyun, mengecupnya sekilas sebagai salam perpisahan. “Pergilah.”

“Kau benar-benar tak marah, ‘kan?”

Kepala Sungmin menggeleng.

“Aku pergi,” Kyuhyun kembali mengecup bibir ranum Sungmin. Ia pun berjalan menghampiri koper dan keluar dari kamar.

“Jika terus seperti ini, maka semua akan sama seperti empat tahun yang lalu, Kyu .. Kau tetap saja meninggalkanku,” Sungmin memutus ucapannya, menatap nanar pada pintu kamar mereka yang tak tertutup sepenuhnya. “Semua akan sia-sia jika seperti ini.”

Kyuhyun yang mendengar ucapan Sungmin hanya mampu menahan rasa sakitnya seorang diri. Sudahlah, mungkin karena perasaan Sungmin sedang buruk jadi perempuan itu berucap sedemikian rupa. Kyuhyun memutuskan untuk kembali melangkah meninggalkan pintu kamarnya. Tak ada gunanya berada di sini, ia harus cepat-cepat pergi ke Busan.

OoOoO

Secangkir cokelat hangat tiba-tiba tersaji di hadapan Sungmin. Perempuan itu mendongakkan kepala, kemudian ia tersenyum simpul saat wajah sahabatnya ada di depannya. “Gomawo,” ucapnya tulus sembari meraba dinding mugnya.

“Sedang tidak ada kelas?” tanya Hyukjae sambil duduk di kursi.

“Tidak. Guru baru itu mengisi kelasku,” jawab Sungmin sekenanya.

“Kelasku pun diisi oleh guru piket. Aku beralasan sedang tidak enak badan,” kekehan ringan terdengar dari Hyukjae. “Oiyah, beberapa hari ini aku tak melihat Kyuhyun mengantarmu.”

Sungmin menghela nafas saat pertanyaan Hyukjae terlontar. Jemarinya terlihat berputar mengelilingi mug cokelat tersebut. “Seminggu yang lalu ia pergi Busan. Kau tahu sendiri pekerjaannya.”

“Kurasa beberapa minggu ini kau sering pulang sendiri dengan Hyunnie,” argumentasi Hyukjae melayang begitu saja. “Jadi sesibuk itu? Mengerikan sekali pekerjaan suamimu,” tanpa sadar Hyukjae bergidik setelah ia membayangkan kesibukan Kyuhyun yang menyita waktu.

“Kami belum menikah, Hyukkie,” Sungmin meralat ucapan Hyukjae. “Kami belum menikah ..”

Kepala Hyukjae menoleh dengan gerakan cepat ke arah Sungmin, membidik wajah Sungmin yang mulai dipenuhi oleh gurat kesedihan. “Kau ingin aku menginap di rumahmu untuk menemanimu mengobrol?”

“Dan meninggalkan Donghae di rumah?” Sungmin menanggapi. “Kau pasti bercanda.”

“Tidak. Aku bisa membujuk Donghae untuk itu. Jadi, bagaimana?”

“Lee Sungmin-ssi, ada tamu untuk anda,” tiba-tiba suara seorang wanita yang mengalun santun menyela pembicaraan mereka. Dua orang yang semula berbincang itu menoleh ke ambang pintu. Di sana, seorang lelaki bertubuh subur tengah memberi salam kepada mereka.

“Aku harus pergi,” Sungmin bangkit dari duduknya, mengucap salam tanpa menatap wajah Hyukjae sedetikpun.

OoOoO

Dua orang itu terlihat berdiri berdua di balik mobil Kangin. Sungmin sengaja mengajak Kangin berbincang di tempat ini agar terhindar dari bidikan mata para murid dan guru. Sebenarnya menerima tamu di jam pelajaran adalah tindakan yang kurang sopan. Namun, untuk saat ini tak mungkin mengusir Kangin begitu saja, bukan?

Pada awalnya mereka terlihat canggung, mungkin karena insiden kurang mengenakkan itu. Yeah, semenjak itu hubungan Kangin dan Sungmin sempat memburuk. Komunikasi mereka pun sempat terputus selama beberapa saat. Lelah dengan suasana canggung, akhirnya Sungmin mulai mencoba berucap, “Apa yang membawamu kemari, oppa?”

Kangin mengedarkan pandangannya, menyembunyikan dua telapak tangannya di saku celana setelah pertanyaan Sungmin terlempar untuknya. “Aku .., akan segera menikah ..”

Beberapa detik setelah Kangin mengucapkan berita besar itu, Sungmin hanya bisa diam membatu. Tanpa ia sadari ia tersenyum simpul. Sebenarnya ia tahu jika Kangin terlihat begitu tersakiti setelah mengucapkan hal itu. Namun, Sungmin pikir lebih baik Kangin kembali dengan mantan istrinya—dan tidak mengharapkan cinta darinya lagi.

“Aku tahu kau akan mengambil keputusan ini, oppa,” ucap Sungmin sembari mengacungkan jempolnya. “Kau yang terbaik!”

“Hm,” kepala Kangin mengangguk-angguk. Akhirnya ia ikut tersenyum setelah melihat raut bahagia Sungmin. Hei, Sungmin tersenyum karenanya, bukankah itu hebat?

Tiba-tiba Sungmin menyelipkan dua lengan mungilnya di antara tubuh Kangin. Perempuan itu memeluk tubuh Kangin dan menyandarkan kepala di dadanya. “Kau oppa-ku yang terhebat. Setelah menikah, kau harus meluangkan waktu untuknya.”

Pada awalnya Kangin memang terkejut dengan tindakan Sungmin. Namun pada akhirnya ia bisa mengerti jika Sungmin memeluknya sebagai oppa. Kangin mengangkat salah satu lengannya, membalas pelukan Sungmin. “Aku akan melakukan yang terbaik untuk istri dan anakku.”

“Berjanjilah jika oppa akan menomor satukan keluarga daripada pekerjaan ..,” Sungmin melepaskan pelukannya dan menatap wajah Kangin lekat-lekat. “Sampaikan salamku pada calon istrimu, oppa.”

Kangin mengangguk. Ia pun membisikkan suatu kata lalu masuk ke dalam mobilnya. Beberapa detik setelah itu, suara deru mesin mobil terdengar nyaring. Dalam sekejap mata, mobil tersebut telah berjalan menjauhi area TK.

OoOoO

Lelaki itu melirik ke arah bucket bunga yang tergeletak di sampingnya. Sedari tadi ia terus saja mengulum senyum penuh misteri. Yeah, Kyuhyun menjadi aneh seperti itu semenjak ia menginjakkan kaki di bandara Incheon. Apalagi ketika ia pulang ke rumah dan tak mendapati sosok Sungmin dan Hyunmin di sana. Kyuhyun tahu jika Sungmin pasti tengah mengajar di TK. Karena itu Kyuhyun berniat pulang ke rumah untuk sekedar mengganti baju.

Setelah itu, ia melesat menuju TK tempat Sungmin bekerja. Ah, berulang kali ia memikirkan tentang ekspresi yang akan Sungmin lukis ketika melihatnya nanti. Pasti perempuan itu akan terkejut jika tahu Kyuhyun pulang lebih awal. Pasti perempuan itu akan menangis terharu jika tahu ia muncul di hadapannya.

Tetapi, sepertinya niatan untuk menghampiri Sungmin di taman kanak-kanak harus Kyuhyun tunda manakala ia melihat sosok Sungmin sekarang. Ia melihat Sungmin tengah berdiri berhadapan dengan seseorang. Kyuhyun menghentikan laju mobilnya tepat di gerbang pintu masuk, mengawasi gerak-gerik Sungmin dengan lelaki tersebut.

Sepertinya Kyuhyun pernah bertemu dengan lelaki bertubuh gempal tersebut ..

“Shit!” umpatan kasar itu terlontar begitu saja saat pandangan Kyuhyun mendapati Sungmin memeluk tubuh lelaki yang ia ajak bicara. Lelaki itu memukul stir kemudinya sendiri, meluapkan amarah yang tiba-tiba tersulut dengan begitu cepat.

Kyuhyun terlihat diam di tempat hingga lelaki itu pergi dari hadapan Sungmin. Mengetahui hal tersebut, Kyuhyun pun segera keluar dari dalam mobil lalu berjalan menghampiri Sungmin. Kyuhyun yakin Sungmin tak akan mengetahui keberadaannya mengingat kini Sungmin telah membalik badannya dan melangkah menuju ruang guru.

Dengan amarah meluap-luap lelaki bermarga Cho itu menyeret langkah kakinya. Pandangan matanya yang tajam membidik punggung Sungmin, seolah lelaki itu siap mencerca pemilik punggung tersebut. Dan langkah panjang-panjang yang Kyuhyun ambil membuatnya lebih mudah menyamai kecepatan langkah Sungmin.

Omo!”

Pekikan itu terdengar saat Kyuhyun berhasil menyambar pergelangan tangan Sungmin. Dengan langkah tergesa-gesa Kyuhyun menyeret Sungmin ke mobilnya—memaksa perempuan itu masuk dan diam.

Perempuan yang duduk di jok depan itu membelakkan mata saat ia mengetahui siapa pelaku utama yang menyeretnya ke dalam mobil. Tanpa sadar ia melayangkan tatapan tak percaya, bingung bercampur senang menjadi satu. Apa pandangannya salah detik ini? Kenapa ia mendapati Kyuhyun tengah duduk di jok kemudi mobilnya dengan pakaian santai seperti itu?

“Kk—Kyu?” panggilnya pelan.

Kyuhyun bergeming dari panggilan Sungmin. Lelaki itu tetap melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, membawa perempuan itu ke suatu tempat.

“Kk—kau sudah .., pulang?”

“DIAM! KENAPA KAU BERISIK SEKALI?!” bentakan itu menggema di ruangan mobil yang sempit.

Mulut Sungmin menganga, matanya melotot, dan otot-ototnya terasa kaku seketika. Beberapa detik yang lalu Kyuhyun baru saja membentaknya. Benarkah seperti itu?

Sungmin beringsut dan berniat untuk diam sesuai perintah Kyuhyun. Ia memutar jemari telunjuknya sendiri lalu merunduk dalam-dalam. Pikiran yeoja itu mulai melayang kemana-mana saat bentakan Kyuhyun kembali berputar di otaknya. Dia bersedih, atau lebih tepatnya begitu kecewa dengan tindakan Kyuhyun.

 

Mungkin karena dia lelah, pikir Sungmin mencoba menghibur diri.

Mobil yang mereka tumpangi tiba-tiba berhenti di tepi jalan. Dan seketika itu pula Sungmin mendengar hembusan nafas berat dari Kyuhyun. Perempuan itu menatap wajah Kyuhyun lekat-lekat, “Wae geurae?” tanyanya dengan desah lembut.

“Bisakah kau tak membuatku pusing?” kepala Kyuhyun menoleh cepat ke arah Sungmin—membalas tatapan hangat Sungmin dengan tatapannya yang terkesan begitu tertekan.

“Membuatmu .., pusing?” dahi Sungmin mengeryit samar.

“Kau harus mampu bertindak wajar. Kau akan menjadi Cho Sungmin dan eomma dari Hyunmin. Seharusnya kau tak mendekati lelaki lain. Apa kau tak tahu diri?” cerca Kyuhyun.

Tatapan hangat Sungmin luntur saat gendang telinganya ditembus oleh makian Kyuhyun. Di detik ke sepuluh air mata mulai menggenang di sudut mata dan siap untuk menetes. “Jadi, kau kira aku wanita yang tak tahu diri?”

Kyuhyun membuang pandangannya ke arah lain, “Kau akan menjadi istri—”

“Seharusnya aku yang mengatakan itu,” ucapan yang Sungmin lontarkan menginterupsi kalimat Kyuhyun.

“Apa?”

“Seminggu ini kau berada di luar dan ketika kau datang, kau mengatakan omong kosong,” sambung Sungmin dengan nada ringan yang sarat akan perasaan kesal. “Apa dengan melakukan hal itu, kau bisa menyebut dirimu sebagai orang yang tahu diri?”

Kyuhyun menelan air ludahnya dengan perasaan heran. Perempuan yang ia kenal sebagai wanita anggun itu mampu menyelipkan cercaan lewat kata-kata. Tunggu, jika Sungmin mampu melakukan hal tidak wajar, itu berarti ia terlalu berlebihan.

Bola mata Kyuhyun melirik ke arah lain, ia pun menggaruk tengkuknya yang meremang. “Kk—kau marah?” tanyanya dengan sehati-hati mungkin.

Sungmin mengeram tertahan, “Kau kira? Kau memang Kyuhyun yang seperti dulu, egois dan tidak peka. Sebenarnya aku sudah berusaha untuk bertahan dan tetap tinggal di sisimu. Tetapi, jika kau terus bersikap seperti itu, aku tak bisa menjamin untuk tetap tinggal dalam hubungan tanpa status seperti ini.” Kalimat panjang itu diakhiri oleh desauan nafas Sungmin.

“Jj—jadi, kau tak bisa menerimaku apa adanya?”

“Kau selalu mengatakan bahwa aku calon istrimu. Tetapi, kurasa kau tak pernah berniat menikahiku. Kau selalu bersikap over protective dan berlebihan, secara tidak langsung itu mengekangku! Kau mengekang hidup wanita lain yang bukan siapa-siapamu, Kyu ..”

“Apa?” pekikan Kyuhyun tertahan di pangkal tenggorokan. Jika boleh jujur, ucapan itu cukup menyakiti perasaannya. Semua yang Sungmin katakan kepadanya beberapa detik yang lalu adalah bentuk kekurangan-kekurangan yang ia lakukan selama mereka tinggal bersama. Seburuk itukah dirinya?

“Sejujurnya, aku tersakiti ..,” Sungmin menatap wajah Kyuhyun lalu tersenyum simpul. “Sudahlah, sepertinya aku harus meninggalkanmu sendiri agar kau bisa berpikir,” dua jemari Sungmin menarik pembuka pintu mobil Kyuhyun dan keluar dari sana. Tanpa mengucap salam perempuan itu pun melangkah menjauh—tentu dengan pikirannya yang bercabang.

Ini semua terasa begitu berat. Meski pun ia mencintai Kyuhyun dan bersedia menunggunya hingga ajal menjemput, sepertinya kesendirianlah yang akan Sungmin dapatkan. Walau Kyuhyun telah bersedia berada di sisinya lagi, kesepian yang selama ini ia rasakan selama empat tahun terakhir tetap menjadi temannya. Tetapi, pembeda dari semua itu adalah kehadiran sosok Hyunmin. Sungmin harus bersyukur karena buah hatinya telah kembali ke dekapannya sendiri.

Tiba-tiba dua lengan kekar melingkar di pundak Sungmin—seseorang mendekap tubuhnya dari belakang. Deru nafas hangat yang tak beraturan menerpa salah satu permukaan pipi Sungmin. Kepala seseorang yang mendekap tubuhnya kini bergerak-gerak gelisah di pundaknya.

“Berikan aku kesempatan satu kali lagi,” suara bass itu mengalun lembut. “Maaf aku telah menyakitimu lagi dan lagi. Tapi kumohon, jangan ragukan keputusanku untuk menikahimu ..,” kata Kyuhyun. Melihat Sungmin pergi dari mobilnya membuat Kyuhyun menyadari bahwa ia telah bertindak bodoh—lagi.

“Sebulan ini kita sudah hidup bersama di satu atap, bahkan setiap malam kita tidur berdua di ranjang yang sama. Tetapi, tak ada status yang mengikat kita,” ucap Sungmin sedih. “Kau selalu menyibukkan diri dengan pekerjaan dan sering menghabiskan waktu di luar. Kau rela menukar waktu kebersamaan kita dengan pekerjaan.”

“Aa—aku ..”

Ucapan Kyuhyun terputus saat dering ponselnya terdengar nyaring. Reflek salah satu lengan Kyuhyun merogoh saku celana dan mengeluarkan ponsel layar sentuhnya dari sana. Ternyata sekertaris kerjanya menelpon, mungkin ada sesuatu yang harus mereka rundingkan lagi—tentang jadwal Kyuhyun atau hal lain mungkin. Kyuhyun melirik sekilas ke arah Sungmin—yang tampak tak peduli—sekilas lalu menekan tombol hijau untuk menjawab.

Perbincangan Kyuhyun dengan sekertaris kerjanya tak berlangsung lama—kurang lebih satu menit. Namja penggemar game itu tak enak mendiamkan Sungmin lebih lama lagi. Kyuhyun menggaruk tengkuknya sendiri lalu menatap wajah Sungmin. “Eum .. Sekertarisku .., ada orang luar yang ingin berbicara .., denganku tentang proyek .. Eum ..”

Binar mata Sungmin meredup tatkala gendang telinganya ditembus oleh ucapan Kyuhyun. Ia sudah menduga jika pekerjaan akan senantiasa menghubungi Kyuhyun dan memintanya untuk kembali bekerja. Sungmin sudah lelah melontarkan protes, karena hal itu untuk kali ini ia lebih memilih untuk mengalah.

“Pergilah,” sambung Sungmin. “Aku mengerti, kau harus pergi karena pekerjaanmu, ‘kan? Pergilah, aku tak akan melarangmu untuk tinggal dan mengantarku kembali ke TK ..”

“Kali ini .., maafkan aku,” kepala Kyuhyun merunduk. Sejujurnya ia begitu merasa bersalah karena tak mampu menolak perintah pekerjaan yang mulai merenggangkan hubungannya dengan Sungmin.

Sungmin tersenyum simpul, “Hm ..” Sungmin mendengung. “Pergilah.”

Kyuhyun kembali merengkuh tubuh Sungmin selama satu detik lalu mengecup bibir Sungmin sekilas, “Aku berjanji akan pulang cepat.”

OoOoO

“Hyunnie tidak mau makan!” teriakan melengking dari seorang gadis mungil itu terdengar bersamaan dengan pecahan benda fragile. Tangisan memekakkan telinga pun terdengar menggema, “Hyunnie ingin makan dengan appa dan eomma!”

Sungmin terlihat memegang gadget dengan tangan gemetar, ia mencoba menghubungi Kyuhyun ketika mendengar Hyunmin berteriak. “Eomma akan menghubungi appa. Hyunnie tunggu sebentar, yah ..,” ucapnya pelan. Dan ketika suara tut-tut itu sudah tergantikan dengan wajah Kyuhyun di layar, Sungmin tersenyum lebar. Dengan gerakan cepat ia mengarahkan layar gadget tersebut ke hadapan Hyunmin, “Itu appa .. Astaga!”

Sungmin memekik saat sebelah tangan Hyunmin memukul gadget yang ia bawa. Dalam beberapa detik gadget tersebut jatuh menghantam lantai dan menimbulkan bunyi prak yang keras. Saat mereka berdua menyadari bahwa gadget tersebut terjatuh, tangisan Hyunmin sempat mereda. Namun, ketika Sungmin memandang wajah Hyunmin dengan melempar tatapan tak percaya, Hyunmin kembali menangis meraung-raung.

“Hyunnie mau bertemu eomma dan appa! Hyunnie rindu eomma dan appa!” teriak Hyunmin. Gadis itu bertingkah sedemikian rupa karena tak sanggup menahan gejolak hati untuk bertemu sang appa. Yeah, sudah lama ia tak merasakan pelukan hangat Kyuhyun—sudah hampir beberapa minggu.

Sungmin yang tak kuasa mendengar teriakan Hyunmin segera bangkit lalu merengkuh tubuh Hyunmin seerat mungkin. Perempuan itu menggendong tubuh mungil Hyunmin lalu menimangnya pelan. “Jagi, eomma mohon berhentilah menangis,” bisiknya pelan—tentu dengan suara bergetar. “Eomma di sini, jagi ..”

Appa! Appa!”

Panggilan Hyunmin yang menyebut kata appa membuat Sungmin membalikkan badan. Dan saat ia menemukan tubuh ‘calon suaminya’ telah berada tepat di hadapannya, Sungmin beringsut lega. Hyunmin yang tahu appa-nya telah pulang dan kembali ke rumah menggerak-gerakkan tubuhnya—berusaha menggapai tubuh Kyuhyun. Sungmin pun beringsut mendekati Kyuhyun dan menyerahkan tubuh Hyunmin.

Appa gendong,” kata Kyuhyun sembari mendekat tubuh Hyunmin. “Kenapa menangis, hm?”

Gadis mungil itu hanya merengek lalu menyembunyikan wajahnya di pundak Kyuhyun.

OoOoO

Sungmin memungut barang-barang yang berserakan di lantai lalu memasukkannya ke dalam kantong plastik hitam yang ditentengnya. Sungmin berusaha membuang jauh-jauh sakit hati yang sempat ia rasakan karena perilaku Hyunmin, ia telah mencoba membiarkannya menguap begitu saja. Ia tak akan menyalahkan pemikiran gadis mungil itu, toh Sungmin mengerti apa yang Hyunmin rasakan.

Namun, entah mengapa ia tak sanggup melakukan hal itu. Rasa sakit itu terus menggerogoti hati dan perasaannya. Membuat air matanya tak segan menggenangi kelopak matanya yang senantiasa mengedip menahan pilu.

“Dia merindukan eomma-nya,” bisik Sungmin dengan suara lirih. Tanpa sadar satu bulir bening menetes—menelusuri pipi chubbynya yang mulai tirus. “Padahal aku adalah eomma kandungnya,” Sungmin membungkam mulutnya sendiri dengan telapak tangan dan menangis tanpa suara. Perempuan itu jatuh terduduk kemudian menelangkup wajahnya yang memerah.

“Pantaskah .., aku menjadi suamimu?”

Tangisan Sungmin mereda saat gendang telinganya ditembus oleh suara bass Kyuhyun. Perempuan itu pun mengelap jejak air matanya kemudian menoleh. Sungmin bangkit lalu berkata, “Menurutmu?”

Kyuhyun menghela nafas, “Aku sering menyakiti dan membuatmu menangis,” ucap Kyuhyun dengan nada pelan. “Kurasa .., aku tak pantas menjadi suami wanita sebaik dirimu.”

Sungmin membuang pandangannya ke arah lain setelah ia mendengar kalimat Kyuhyun. Perasaannya semakin tersakiti oleh argumen Kyuhyun, dan itu sukses menampar hatinya yang rapuh. “Aa—aku .., tidak pernah tahu .., maksudku ..,” tenggorokan Sungmin terasa tercekat dengan rasa sakit yang ia rasakan—membuatnya tak mampu untuk berucap dengan jelas. “Kenapa .., aku ..”

Kyuhyun mengambil langkah mendekati Sungmin lalu merengkuh tubuh mungil itu. “Aku sudah sering mengucapkan permintaan maaf. Karena hal itu aku sering memikirkan segalanya seorang diri. Kukira hanya aku yang tersakiti, tetapi aku tahu kau lebih tersakiti karena kesalahan yang pernah kuperbuat.”

Sungmin menggigit bibir bawahnya kemudian menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Kyuhyun.

“Aku berjanji .. Setelah ini aku akan memastikan kau tak akan menangis,” bisik Kyuhyun dengan desah suara yang lembut. “Aku mencintaimu, karena itu aku tak ingin kehilangan dirimu untuk yang kedua kali. Lee Sungmin, tolong bertahanlah sebentar lagi. Kumohon agar tetap berada di sisiku.”

Dua lengan mungil Sungmin melingkar di punggung Kyuhyun, dalam gerakan pelan perempuan itu mengangguk.

OoOoO

Suasana sarapan pagi itu terasa begitu ganjal—terlalu hening jika bisa dibilang. Tiga orang yang mengelilingi meja makan mungil itu terlihat diam dan sibuk memakan makanannya sendiri. Dan dua orang dewasa yang duduk berhadapan sesekali terlihat saling melirik.

Appa, Hyunnie tidak suka ini,” tiba-tiba gadis mungil dengan rambut terkuncir rapi itu meletakkan paprika di piring Kyuhyun.

Kyuhyun mengeryitkan dahi saat sayuran berwarna hijau itu mendarat di piringnya, ia pun menyendok paprika pemberian Hyunmin dan meletakkannya di piring Sungmin. “Hyunnie harus meletakkan itu di piring eomma ..”

Bibir Hyunmin mengerucut, “Eomma?”

“Jangan nakal, Hyunnie,” kata Kyuhyun sambil melahap nasinya. “Eomma sedih jika Hyunnie bersikap seperti kemarin malam.”

“Sudahlah, Kyu,” Sungmin berusaha menengahi—takut jika Hyunmin akan semakin ngambek terhadap dirinya.

“Jika Hyunnie berani seperti itu lagi, appa tidak akan segan-segan menyita mainanmu, jagi ..,” ancaman dari Kyuhyun terlontar dengan nada ringan—yang sukses membuat Hyunmin takut.

“Maafkan Hyunnie, eomma,” kata Hyunmin tiba-tiba. “Hyunnie tidak akan seperti itu lagi ..”

Kepala Sungmin menoleh dengan gerakan cepat ke arah Hyunmin, menatap wajah gadis kecil itu dengan tatapan hangat. Sungmin melukis seulas senyuman lalu mengangkat tangannya untuk membelai pucuk kepala Hyunmin. “Eomma tidak marah, kok ..”

Tatapan gadis mungil itu berpindah ke wajah sang appa, “Appa, lalu dengan eomma? Apa itu berarti Hyunnie punya dua eomma?”

Dua orang dewasa itu saling memandang tatkala mereka mendengar pertanyaan Hyunmin. Gurat kegelisahan mulai terlukis di wajah Sungmin. Ah, perempuan itu paling takut jika pertanyaan seperti itu terlontar untuknya.

“Dengar, Hyunnie. Untuk sekarang, eomma Hyunnie adalah Sungmin seonsaengnim. Hanya Sungmin seonsaengnim yang akan menjadi eomma Hyunnie ..”

Gadis itu terdiam mendengar penuturan sang appa. Wajar saja seperti itu, ia masih berusaha empat setengah tahun dan tak begitu mengerti dengan arti ucapan Kyuhyun. Hyunmin hanya bingung, siapakah yang pantas dipanggilnya eomma.

“Hyunnie suka dengan Sungmin eomma, ‘kan?” tanya Kyuhyun.

Tanpa berpikir kepala Hyunmin mengangguk pelan, “Hyunnie suka karena Sungmin seonsaengnim sering memeluk Hyunnie. Terkadang, Hyunnie juga rindu ciuman Sungmin seonsaengnim,” katanya dengan melempar tatapan polos—menunjukkan bahwa jawaban tersebut murni berasal dari hati kecilnya.

Semua terasa begitu menyenangkan jika suara mungil Hyunmin mengucapkan kalimat seperti itu. Itu semua benar-benar membuat dada Sungmin terasa begitu ringan. Tanpa Sungmin sadari seulas senyuman terukir begitu saja di dibibir cherrynya. “Gomawo, jagiya ..”

OoOoO

Ponsel Sungmin bergetar beberapa kali—tanda bahwa ada beberapa panggilan yang masuk ke nomornya dan belum sempat terjawab. Tadi ia tengah sibuk mengajar, jadi terpaksa ia mengacuhkan panggilan masuk tersebut. Dan sekarang, ketika waktu istirahat telah ia dapatkan, Sungmin berniat mengecek ponselnya.

Ternyata Kyuhyun yang mencoba menghubunginya, pantas saja hingga beberapa kali. Sungmin berani menjamin bahwa lelaki itu pasti tengah meracau di tempatnya bekerja karena hal ini. Melihat ada pemberitahuan tentang pesan suara yang tersimpan, Sungmin segera menekan tombol satu untuk mendengarkan.

“Sungmin .. Minnie .. Kumohon angkat telponku ..”

Pesan pertama, Sungmin hanya mengulas senyuman tipis.

“Kau menyebalkan. Calon istriku atau bukan?”

Pesan kedua, Sungmin terkikik kecil.

“Ayolah, jagi .. Ada hal penting yang harus kita bicarakan ..”

Pesan ketiga, perempuan itu mengerutkan dahi karena rasa penasaran.

“Haruskah aku mengatakannya sekarang saja?”

Pesan keempat, ucapan itu sangat menggantung.

“Minnie ..”

Pesan ke lima, yang terdengar hanya suara bass Kyuhyun yang memanggil nama Sungmin dengan desah nafas penuh kepasrahan. Hal itu sukses membuat suatu rasa was-was merasuk ke celah-celah perasaan Sungmin dan mendoktrin pikirannya yang semula lurus menjadi bercabang. Dengan gerakan ragu, akhirnya jemari Sungmin menekan tombol satu lagi untuk mendengarkan pesan terakhir.

Pesan keenam itu mulai terdengar—walau hanya desah nafas Kyuhyun. Sungmin menggigit bibir bawahnya, menandakan bahwa perempuan itu begitu cemas. Sebenarnya, apa yang membuat Kyuhyun seperti itu?

“Eum .., Bagaimana jika lusa kita menikah? Aku sudah mempersiapkan gereja untuk pemberkatan ..”

Salah satu telapak tangan Sungmin reflek menutup mulutnya yang menganga karena rasa terkejut yang berlebihan. Ucapan Kyuhyun yang terakhir membuatnya serasa ingin terjun ke surga. Dengan dada yang berdebar, ia mulai memperhatikan layar ponselnya. Jemarinya yang bergetar mencoba untuk memencet-mencet layar sentuh ponsel androidnya, dan ketika panggilan telpon yang baru ia lakukan tersambung, kegugupan merajai pikiran Sungmin.

Bunyi tit pelan tanda bahwa sang penerima telpon telah memencet tombol hijau terdengar. Tetapi setelah itu tak ada percakapan yang terjadi. Dua orang yang saling terhubung lewat sarana komunikasi telpon itu diam. Dan di detik ke sepuluh, barulah Kyuhyun berdehem pelan.

“Minnie? Kau masih ada di sana?”

“Eoh? Eum,” jawab Sungmin dengan nada terputus-putus, efek dari kaget yang lagi-lagi melandanya.

“Kau sudah mendengar pesan suaraku?”

Sungmin memutar jemari tangannya di atas permukaan meja, menulis huruf semu di sana untuk menghilangkan rasa gugupnya. Kepala perempuan itu mengangguk pelan, “Ss—sudah ..”

“Apa kau setuju?”

“Lebih baik .., kita bicarakan ini di rumah .. Bagaimana?”

Pada awalnya Kyuhyun diam untuk menimbang-nimbang tawaran Sungmin. Tetapi setelah itu ia mengangguk, “Aku akan pulang cepat,” katanya. “Kau dan Hyunnie pulang pukul satu, ‘kan?”

“Hem ..”

“Setelah ini aku akan pergi ke gereja untuk menentukan janji. Setelah itu, aku akan membuat undangan. Siapa saja teman yang ingin kau undang?”

“Teman?” Sungmin berbisik pelan lalu berpikir. “Eum .. Hanya satu. Kau tidak berniat merayakan pernikahan kita seperti dulu, ‘kan?”

“Tentu saja tidak,” jawab Kyuhyun dengan nada ringan dan kekehan. “Apa jangan-jangan kau ingin merayakannya dengan cara seperti itu?”

“Kau bercanda,” diam-diam pipi Sungmin merona. “Aku akan tutup telponnya. Waktu istirahatku akan segera berakhir ..”

“Benarkah? Sayang sekali, padahal aku ingin mengobrol banyak,” suara Kyuhyun terdengar melemah di akhir kalimat. “Tetapi, apa boleh buat. Sampai bertemu di rumah ..”

Ne ..”

“Minnie-yah ..”

Sebelum Sungmin menutup telpon, terlebih dahulu Kyuhyun memanggil nama Sungmin untuk yang kedua kali. Sepertinya ada suatu hal lain yang ingin ia sampaikan.

“Apa lagi?” Sungmin mulai bangkit dari duduknya dan melangkah.

“Saranghae ..”

Dada Sungmin tersengat oleh suatu getaran aneh ketika gendang telinganya ditembus oleh pernyataan tersebut. Tanpa diduga debar jantungnya berdebum melebihi batas normal. Bibir Sungmin melengkung mengulas senyum—tanpa perintah. Kali ini, ada baiknya ia menanggapi ucapan Kyuhyun.

Nado saranghae ..”

OoOoO

“Susah sekali membuatnya tidur,” umpatan itu terdengar saat seseorang membuka pintu kamar Hyunmin lebar-lebar. Seorang lelaki yang sudah berpakaian santai keluar dari sana lalu melangkah ke kamar utama—yang berada tepat di samping kamar Hyunmin. Ah, pandangannya disambut oleh sosok Sungmin yang sudah ada di sana.

Wanita yang tadinya rebahan di ranjang terlihat melukis wajah gelisah saat lelaki itu masuk ke kamar. Dengan segaja Sungmin membuang pandangannya ke arah lain. Ah, ia jadi berdebar-debar jika berada dekat dengan Kyuhyun seperti ini. Kyuhyun terlihat menghampiri tas kerjanya dan mengambil sesuatu dari sana.

Seperti sebuah buku berwarna biru muda dengan aksen pita.

“Ini undangan kita,” suara bass Kyuhyun terdengar sebagai pemecah keheningan di kamar ini.

Kepala Sungmin menoleh dengan gerakan cepat ke arah Kyuhyun dan menatap benda yang ada di genggaman ‘calon suaminya’. Ternyata itu sebuah undangan untuk pernikahan mereka. Sungmin menerima benda tersebut dan merabanya pelan. Setelah itu, ia membuka cover undangan tersebut.

“Ii—ini ..” Sungmin sempat dikejutkan dengan apa yang ia lihat setelah jemarinya membuka cover undangan tersebut. Manik mata rubahnya jatuh pada foto mereka yang tercetak di sana.

“Kita tak punya banyak waktu untuk melakukan photo shoot saat pra-wedding. Jadi, ada baiknya jika kita menggunakan foto kita dulu,” ucap Kyuhyun pelan.

Sungmin menghela nafas lalu menatap tajam ke arah Kyuhyun, “Kau mengejutkanku! Kapan kau merencakan ini semua?”

“Hampir setiap malam aku tak bisa tidur memikirkan hal ini,” jawab Kyuhyun. “Aku benar-benar ingin menikah denganmu, secepatnya,” Kyuhyun membungkam jemari Sungmin dan meremasnya pelan.

Sungmin mengedip-ngedipkan kelopak matanya yang berair. Tangan kirinya yang semula menggenggam pinggiran undangan, memeluk perut Kyuhyun. Ia pun menyandarkan kepala di dada jantan Kyuhyun. “Kau membuatku .., aish .. Cho Kyuhyun ..”

Kyuhyun tahu jika Sungmin hampir saja menangis karena terlampau bahagia menanggapi keseriusannya dalam hal pernikahan. Kyuhyun pun mencium pucuk kepala Sungmin dan berucap, “Maafkan aku ..”

“Untuk apa? Kau membuatku bahagia dengan kejutan-kejutanmu hari ini,” bisik Sungmin pelan.

Pandangan Kyuyun merendah, menatap wajah Sungmin dari sudut pandangnya. “Maaf karena kita harus mengulangi moment pernikahan ini karena kesalahanku dulu.”

Mendengar Kyuhyun meminta maaf karena alasan seperti itu, Sungmin bangkit. Dua bola matanya yang berkilau menatap wajah Kyuhyun dengan pandangan benci, “Aku tidak suka jika kau mengatakan hal seperti itu!”

Kyuhyun terkekeh, ia pun memaksa Sungmin untuk kembali menyandarkan kepala di dadanya. “Ya, untuk kali ini aku berjanji tidak akan mengulangi hal bodoh seperti itu.”

“Kupegang janjimu. Lusa kau akan mengatakan janji itu di hadapan Tuhan dan Hyunnie. Jadi tak ada alasan yang bisa membuatmu lari meninggalkanku.”

Arasseo,” sahut Kyuhyun. “Baiklah, tuan putri. Kau harus tidur dan beristirahat. Besok, kau harus ijin kerja untuk mempersiapkan pernikahan kita.”

Sungmin mengangguk lalu tubuhnya merosot ke bawah. Dua orang itu sama-sama rebahan dengan posisi saling berpelukan.

OoOoO

“Akhirnya kau menikah! Menikah!”

Wanita berkulit putih itu berteriak senang saat memeluk tubuh sang pengantin wanita. Sedari tadi ia tampak begitu bahagia dan khidmat dalam mengikuti upacara pernikahan singkat ini. Dan sang suami yang ada di sebelahnya pun hanya mampu tersenyum menanggapi perilaku sang istri yang memang suka berlebihan—jika tengah bahagia.

Gomawo, Hyukkie. Tapi, kau berniat meremukkan tulangku di malam pertama?” candaan spontan Sungmin terlontar begitu saja dari bibir ranumnya.

“Malam pertama?” senyuman kebahagian yang terlukis di bibir adorable Hyukjae tergantikan oleh seringaian mesum. Ia pun melirik Kyuhyun yang menggendong Hyunmin—sepertinya lelaki itu mengerti akan tatapan Hyukjae. “Maafkan aku. Aku terlampau bahagia.”

“Terimakasih telah datang ke pernikahan kami,” Kyuhyun menyela dan memutus kontak mata Sungmin dan Hyukjae.

“Aku tidak menyangka jika kalian akan menikah secepat ini,” kata Hyukjae sembari menepuk pundak Kyuhyun. Setelah itu, ia membelai pucuk kepala Hyunnie dengan gerakan lembut. “Baik-baiklah dengan Sungmin eomma, Hyunnie baby ..”

Ne, seonsaengnim,” gadis itu merundukkan kepala tanda memberi hormat.

“Kami harus pergi. Sepertinya Donghae harus kembali ke kantor,” Hyukjae kembali menatap wajah Sungmin. Sebenarnya ia ingin untuk tetap tinggal di sini sedikit lebih lama. Namun sepertinya hal itu begitu mustahil mengingat Donghae harus kembali ke kantor.

“Hati-hatilah. Sekali lagi gomawo, Hyukkie-yah, Donghae-ssi,” Sungmin merundukkan badan diikuti dengan Kyuhyun. Akhirnya, dua orang itu pun berlalu dari hadapan Sungmin dan Donghae.

Jeogiyo ..”

Tiba-tiba suara perempuan mengalun lembut, membuat dua orang itu mengalihkan pandangan mereka ke samping. Dua orang dewasa yang baru mengucap janji di depan altar itu sama-sama tergelonjak saat melihat siapa yang ada di hadapan mereka sekarang. Seorang gadis mungil yang ada di gendongan Kyuhyun pun sontak tertawa riang.

Eomma!” panggil Hyunmin—gadis itu pun menggoyang-goyangkan badan mungilnya demi menggapai tubuh Victoria yang dibalut gaun merah.

Victoria tersenyum kecil saat mendengar Hyunmin—yang pernah ia asuh selama kurang lebih empat tahun—berteriak memanggilnya eomma. “Annyeong, Hyunnie ..,” sapa Victoria sambil menggoyang salah satu telapak tangannya.

Sungmin yang tahu jika Hyunmin ingin sekali berada dalam gendongan Victoria menghela nafas, “Victoria-ssi, sepertinya uri Hyunnie ingin kau menggendongnya,” ucapnya pelan.

Kyuhyun dan Victoria menatap Sungmin dengan tatapan tak percaya. Tetapi, beberapa detik setelah itu Victoria mengambil alih tubuh Hyunmin dari gendongan Kyuhyun. “Sungmin-ssi, joesonghabnida ..”

Hening. Setelah Victoria mengucapkan permintaan maaf itu, hanyalah keheningan yang mereka dapat. Sepertinya mereka masih canggung untuk berucap dan berbincang—apalagi bagi Kyuhyun dan Victoria. Mereka berdua sempat saling menatap selama beberapa detik, kemudian terputus begitu saja tanpa sebab.

“Ah, aku lupa memperkenalkan suamiku. Dia Nickhun,” akhirnya Victoria memutuskan untuk mengusir keheningan dengan memperkenalkan lelaki berambut pirang yang ada di sebelahnya. Lelaki tampan bernama Nickhun itu membungkuk dan menggumamkan namanya.

Eomma kemana saja? Hyunnie rindu eomma,” suara mungil Hyunnie terdengar—tampaknya gadis itu lebih memilih untuk mengacuhkan perkenalan Nickhun.

“Merindukan eomma?” Victoria mengulang ucapan Hyunmin. Ah, jiwa perempuan itu tersentuh dengan perilaku bocah kecil ini. Empat tahun merawat Hyunmin membuat perempuan itu juga menyimpan rindu untuk gadis mungil ini. Dan ketika Hyunmin masih mau memanggilnya eomma, hatinya bergetar hebat. “Eomma pun juga ..”

“Victoria-ssi,” tiba-tiba Sungmin menyahut dengan memanggil nama Victoria. “Bisakah kau memberitahu di mana kau tinggal? Kami akan sering-sering berkunjung jika kau mengijinkan.”

Kalimat Sungmin yang terlontar membuat Kyuhyun hampir mati tercekik karena rasa terkejut. Sebenarnya Kyuhyun tak akan keberatan untuk itu, tetapi ia takut jika Sungmin akan sakit hati jika melihat kedekatan Victoria dan Hyunmin. “Jj—jagiya,” Kyuhyun menyenggol lengan Sungmin.

“Kurasa Hyunnie akan merindukan eomma-nya yang lain,” kata Sungmin lirih—sembari melempar senyuman dan tatapan tulus.

“Ss—Sungmin-ssi ..” Nama itu terucap begitu saja dari bibir Victoria ketika gendang telinganya ditembus oleh pernyataan Sungmin. Perempuan berdarah China itu begitu tersentuh dengan sikap Sungmin. Ah, ia kira Sungmin akan memusuhi dirinya karena pernah merebut Kyuhyun kemudian mendoktrin Hyunmin untuk melupakan sosoknya. Tetapi ternyata, ia salah besar. Sungmin adalah sosok wanita berjiwa besar. “Gomabseubnida, Sungmin-ssi ..”

OoOoO

“Kyuhyun-ah?”

Dua orang yang sebelumnya tengah bercumbu itu saling melepaskan tautan bibir saat salah seorang dari mereka berucap secara tiba-tiba. Dengan terpaksa, sang lelaki pun ikut melepaskan pelukannya dan melangkah mundur. Ia mulai melucuti pakaian yang ia pakai saat mengucap janji suci.

Tiba-tiba gerakan jemari Kyuhyun terhenti ketika pikirannya terbesit suatu hal. Ia menoleh dengan gerakan cepat ke arah Sungmin dan memperhatikan istrinya yang duduk di tepi ranjang. “Apa kau baik-baik saja?”

“Huh? Tentu saja ..”

“Apa kedatangan Victoria tadi membuat mood-mu memburuk?”

Sungmin memasang wajah berpikir selama lima detik kemudian ia menggeleng pelan, “Tidak.”

“Lalu, untuk apa kau bertanya tentang di mana dia tinggal?”

Sebelum menjawab, Sungmin menghela nafas berat dan menatap Kyuhyun lekat-lekat. “Kupikir aku harus sering-sering membawa Hyunnie ke sana. Aku tidak bisa memutuskan hubungan yang tercipta di antara mereka begitu saja.”

“Itu berarti kau rela membagi Hyunnie dengan Victoria?”

“Membagi?” Sungmin terkekeh pelan. “Hyunnie hanya ada satu. Aku tidak membaginya.”

“Maksudku, kau rela jika Hyunnie memiliki dua eomma?”

“Kupikir seperti itu,” jawab Sungmin sambil mengangguk-angguk. “Itu berarti, akan ada banyak orang yang akan menyayanginya sepenuh hati,” Sungmin menjelaskan alasan yang mendasarinya melakukan hal tersebut tadi. “Walau dia adalah wanita yang sempat membuat hubungan kita terputus, aku tak bisa menyalahkannya begitu saja. Untuk sekarang, mungkin aku harus melupakan statusnya yang merupakan mantan istri dari suamiku. Aku melakukan itu karena aku yakin, kau hanya mencintaiku untuk saat ini dan seterusnya. Benarkah seperti itu?”

“Aish, istriku ini,” Kyuhyun menghampiri Sungmin lalu merangkul pundak istrinya. Ia cukup tertegun karena ucapan Sungmin yang cukup panjang. Lelaki itu sangat bersyukur karena telah menikahi seorang wanita berjiwa besar seperti Sungmin. Wanita sebaik itu menjadi takdir hidupnya, itu adalah suatu berkah besar bagi dirinya.

“Kau yang terbaik,” ucap Kyuhyun—ia pun mengecup pipi chubby Sungmin.

“Dari aku memang yang terbaik, Cho Kyuhyun ..,” Sungmin menyentil pucuk hidung mancung Kyuhyun. “Karena itu kau memilihku ..”

Kyuhyun mendengung pelan menanggapi ucapan Sungmin, “Hei, mau bermain denganku malam ini?”

“Bermain? Kau menantangku?”

“Buktikan jika kau juga yang terbaik dalam hal ini, Cho Sungmin ..”

“Baiklah, siapa takut?”

END

No skuel !! bagaimana endingnya? Awalnya aku nggak berniat buat ending di part ini. tapi, ternyata ff ini udah panjaaaaang banget. Jadi aku memutuskan untuk mempercepat alur. Hehehe, semoga rasa penasaran kalian selama ini terjawab.

Ah, terimakasih untuk para readers yang selalu setia menunggu dan merespon ff ini. Terimakasih untuk kalian semua yang telah membaca dan memberi komentar~ aku berharap kalian akan tetap setia menunggu ff terbaru dariku. Hehehe ..

Sampai jumpa di ff lainnya ..

Full of Love,

EvilHan

~MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY-PASTE SEMUA KONTEN YANG ADA DI BLOG INI! DO NOT PLAGIAT, PLEASE!~

143 thoughts on “Second Chance | KyuMin | Chap 13/13 | Genderswitch | T+ | Romance, Hurt | ENDING |

  1. wuaah tamat…ngikutin cerita ini dr awal lbh bnyk rasa sebelnya gara2 karakter kyu,dan sampai chapter akhir sptnya tidak ada perubahan besar yg berarti kecuali u/ pemikiran nikah yg cepet.sementara bwt sungmin…(s)he’s the best…g smw wanita bs kuat spt sungmin.trus bwt vic,ada sisi baiknya jg.terakhir yang pasti,ini jadi salah satu fanfic favorit aku.terima kasih saeng,semangat🙂

  2. woah.. akhirnya di post juga… yeyeyeye.. akhir yang cukup membahagiakan.. Sungmin benar2 yeoja yang berjiwa malaikat..

    aku ga bisa koment apa2
    cuma bisa bilang ni FF kerennnn

    ditunggu FF selanjutnya

  3. HAPPY ENDING!!!!!

    *tabur recehan*

    well sungmin mmg berjiwa besar,klu.aku.jd sungmin saat kyu blg sungmin wanita tdk tau diri,sudah kuhajar fia.dgn tangan ku sendiri tampa ampun klu dia tak jg sadar dgn kalimat pedas dan sengit dilontarkan sungmin balik untum kyupil..

    untung dia ngaku salah,dan sungmin memaafkannya..

    yah..intinya semua indah pd waktunya bwt sungmin dan hyunmin..

    jiyooya…..kau mmg daebak!!!!
    *ciumming/hyunmin*
    😉🙂

  4. Udah tamat yah..
    akhirnya kyumin bersatu.
    sungmin keren bgt sih,,berjiwa besar banget,dan diapun mampu menghadapi semua cobaan yg menghampiri dia.
    buat jiyoo,ditunggu ff terbaru lagi ya.
    annyeong..

  5. wuih akhirnya happy ending, padahal aku kirain bakalan sad ending
    chukkae sudah selesai ff second chance
    samapi jumpa di ff selanjutnya
    keep support ^_^

  6. akhir yang sangat manis
    sebenernya aku masih belum ngerasa min bener2 bahagia
    aku pengennya min bener2 bahagiaaaa banget setelah penderitaannya
    tapi apa daya author sudah membuat karakter min yg begitu besar hati
    aku sih terima2 aja
    sebenernya mau minta sequel
    pengen ngeliat keluarga bahagia mereka tanpa tambahan org lain hehehe
    tapi author sudah mengultimatum tidak ada sequel
    kalo gitu ditunggu karya2 lainnya
    semangat

  7. akhirnya publish juga.. hahhh
    no skuel? yahh sayang sekali..
    padahal mau tau pas minnie cerita siapa ibu kandungnya ke hyunmin pas hyunmin udah gede.
    untung victoria ngertiin perasaan sungmin.
    kyu so sweet banget pas ngirimin pesan suara ke minnie u.u
    minnie jd deg degan banget dan seneng pastinya.
    aku tunggu karya karyamu selanjutnya.. tapi jangan lama lama publishnya ya? agak kurang enak kalo lama publishnya.
    hwaiting! ^^9

  8. akhirY ending jg,knp kbnykn ff umin sllu baik dan kyu yg jht ya,bskh bkn kblknY,tp aq serius nich kalo aq jd umin g bkln blkn lg ma kyu,krn ms lalu yg myktkn tu lbh baik d buang jauh2,kalo prlu lmpr truz ksh kucing dech, y dah hwaiting buat ff mu yg laen

  9. yaahhh. . :c
    trnyta g ada sekuel, ,pdhl mau mnt sekuel. .
    hehehe ;b
    tapi bnrn dehh endingnya sweet bgt. . >__<b
    akhirnya mreka nikah jg n hyunmin bs nerima sungmin jd eommanya. . ^^
    keren pkoknya. .😉
    d tnggu next ff y author, ,jgn lama2. . ;b
    hehehe ^^
    semangat. .!!!!!

  10. happy end..
    salut sama prngorbanan ming yg wow bgt sampe brakhr bahagia.
    wlpn kyu msh sibuk ma kerjaan. trus hyunmi msh nganggep pnya 2 ibu, tp ming msh sabar bgt.

    huh.. d tggu ff yg daebak lg eon.
    fighting

  11. Wooaaah ahiry ending…tp q pngny lbh pnjng lg capny..jiyo knp tdk d’truskn utk kyumin pnya ank k’2 kkk.fuihh ahirny mrk bs bhagia.apkh stlh mnikh kyu akn kmbli utk bersibuk2 ria dg pkrjaan? Molla..
    Gumawo sdh updt.
    Adkah ff yg akn trbit lg?

  12. Ending yang maniiisss.. Harusnya NC nya gak usah di potong.
    Tapi Jiyoo, beneran gak ada sequel? Huwe… Biasanya juga ff GS mu di bubuhi (?) dengan sequel.
    FF mu klo gak ada sequel gak sreg tau.. #modus
    gimana kalo Full NCnya di buat sequel #jduak maksa

  13. ,Ming brjwa bsr slt bgt,g dndm ma vic,akhrx mrk bhgia,q mch pnsaran ma khdpn mrk slnjtx sbnrx,tp g ad skuel:'(
    D tngGu krya brktx,,

  14. Oh god, aku kira sungmin akan bakal ninggalin Kyuhyun ternyata enggak. Aku kira chap ini bakal panjang ceritanya ternyata enggak._______.
    Dipercepat yaaa alurnya😦
    Angstnya agak kerasa di Awal doang author T____T
    But, yaaa ini ff mu jadi seterah mau di percepat atau gak xD
    Wow victoria menjadi god mom yaaa kirain masih bad mom xD
    Ahhh Kyuhyun Kau masih ingin bermain aja eoh?
    Gak kerasa udh chap 13 aja…
    aku masih menunggu karya mu selanjutnya author.
    Semangat..

  15. sungminnieeeeeeeeeeeee bener2 kuat dan berjiwa besar *makin sayang sama uri ming*
    akhirnya HAPPY END hohohoho
    sweet momment banget .. hihihihi

    kurang NAMPOL END nya .. ga afdol bener ini ..
    SEKUEL PLEASEEEEEEEEEEEEEE .. 1st juga gpp kok yang penting ada sekuel nya😦
    hyunnie kan belum tw siapa eomma kandung nya , dia masih anggep vic sebagai eomma nya😦
    hayooo laaahh buat sekuel nya yah yah yah yah ?? *mata berbinar*

    HAYOOO SEMANGAT !!😀
    di tunggu SEKUEL nya #maksa XDD

  16. Wah ahr ny end jg ,wlaupun rda g rela karna minhyu te2p nganggep si ne2 jd ibu ny tp gpp dh rang ming jg rela hehe
    d tnggt ff bru ny..

  17. yeey,,akhirnya KyuMin bersatu lagi.. ending yg membahagiakan…
    sikap ming kepada vic membuat qu sungguh terharu…
    ayo jiyoo ditunggu ff nya yg lain~

  18. finally ending jugaaa. nungguin ff eonni bikin galau ajanih #alay.
    huaaa happy ending as expected!! gomawo eon!! keep writing yaaa *pelukciumbuateonni* {{}}

  19. yach kok udh end sich, rasa.nya msh pengen ngikutin truz kehidupan rumah tangganya kyumin. walau mereka akirnwa menikah tapi rasanya belum cukup puas dengan usaha kyu buat balik ke ming, ming terlalu mudah memaafkan sich, ckckck…

  20. yach kok udh end sich, rasa.nya msh pengen ngikutin truz kehidupan rumah tangganya kyumin. walau mereka akirnya menikah tapi rasanya belum cukup puas dengan usaha kyu buat balik ke ming, ming terlalu mudah memaafkan sich, ckckck…

  21. happy ending #tebar gope-anx

    kyu pertama2 nya ngeselin bener dah, lg an masih plin-plan gtu kan jd sebel,
    ming the best deh *nae nampyeon getooh*

  22. Wahhh ga nyangka akhirnya the end dipart ini coz hubungan kyumin disn d part kmrn blm begitu baik..
    Awal part ini jg msh bnyk konflik. Salut sm Tokoh sungmin disni yg kuat,sabar n baik bgt. Lucky Kyu😉
    Oya wktu pemberkatan digereja,ortu kyumin ga hadir ya??
    Jujur endingnya kurang romantis Jiyoo,,mungkin krna mereka udh pernah nikah sblmnya kali ya hehe..
    Dari awal aq ngikutin ff ini mmg banyakan bikin berlinang air mata tp akhirnya lega krna kyumin bersatu,,sempat ragu klo nantinya ga hepi ending..^^’
    Good story n good job Jiyoo
    Ditunggu karya2nya yg lain.. Gumawayo..🙂

  23. menikah!!!akhirnya mereka menikah!!!!….asli umin baeeeekkkkkkk banget ama vic…wah…kyu musti bersyukur tuh punya istri seperti umin…gomawo eon dah mau nulis sepanjang ini….mga tetep lanjut nulisnya ya…^^ fighting

  24. astageh kyu!!! bener2 deh… bkin emosiii!!! ada ye orang kyk sungmin yg bener2 sabar ngadepin kyu… -___-!!!!
    sekueeeel… hhaaa! pan blm tau kyu.ny brubah p gk? jgn2 dy msh workholic.. blm ada tanda2 berubah..>.<
    yaah jiyoo.. pngin tau hyunmin, min sama victoria,. sekueel dooonggg…😀

  25. endingny kurang dpt, jiyoo. . .*maslh?*
    coba d tambh 1 chap lg.mgkin certany bsa agk d bwt lebh detail n bisa dpt intiny tp lok d percpat ky ini, kurang dpt endingny n moment”ny.hehehe

    kashan ming, nerima kyu dgn agk terpaksa.hehe. . . .*digentok sparkyu*

  26. duh aku nangis nih thor ToT
    ngefeel bgt gmn perasaan sungmin nya ToT
    huweee ToT
    tapi akhirnya happy ending😀 .. ya emg sih alurnya cepet ._.v
    hehehe
    mereka mau bermain? ikutan donggg wkwkwkwkwk😛

  27. Alurnya emang terasa lbh cepat ya…. Tapi aku puas dgn endingnya😀 sebenarnya sih minta sekuel, tp berhubung nggak bisa, buat fic baru aja deh :D8-)

  28. wahh, akhir ny update lage. Dh lama banged nungguin ff neh. Tape koq udah end seh. krakter kyu nya dapet banged disini. Asli menyebalkan. Tapi hyunni ny kan blum twu spa ibu kandung ny? Sequel ny dong jiyooo
    Fighting ne

  29. Jiaahhhh kebiasaan jiyoo adalah 1… Bagian mau NC pasti langsung the end -_-” .. Gemes tau gak

    sekuel kek… *-*

    sungmin berhati besar ya *-* sama kek aku .-.v

    .. Ditunggu FF barunya ya …

    Boleh request .-.v? Aku suka FF GS itu kalo isinya sebuah pengkhianatan kyuhyun.. Oke di second chance juga pengkhianatan sih.. Tapi cuma di awal konflik itunya.. Pengen gitu kalo pengkhianatannya di tengah tengah *-* … Entah deh FF pengkhianatan kyuhyun selalu bkin aku nangis T.T termasuk di awal awal FF ini… Kalo angst itu emang cocok kalo GS ketimbang yaoi keknya ‘-‘)a
    dan kalo GS yg angst kamulah jagonya *-*)9

    Jiyoo: nih orang kebanyakan ngomong *tendang ke KyuMin*

    Miyu: asik asik *-*)9

  30. huaaaa ending nyaaa ><
    ming berhati besar bgtt jadi terharu..
    seneng liat ending nya bahagia😀

    seriously no sequel?? π_π
    okay i will waiting your new stories ^^

  31. akhirnya part akhirnya muncul

    critanya seru, di awal menyentuh banget n di akhir bahagia, walau tokoh kyu yang nyebelin karna gx berubah2 n gx sesuai ma judulnya, tapi kebesaran hati sungmin di crita ne menjadi kisah menarik, tetutama kepolosan anaknya hyumin…

    good job

    ditunggu crita2 seru lainnya

  32. kenapaaa no sequel authooor …. aigoo mau tau kehidupan mreka setelah menika, trus d tambah adiknya hyunnie kkk, malah buat imajinasi sendiri sayaa
    terus berkarya ya thoor, fighting always

  33. Wow
    ming daebak
    mau menerima semuanya dg sbar
    huwaa
    awalnya kasian sama ming
    selalu menangis gara” kyu
    ternyata kyu so sweet juga

    ku tunggu ffmu yg lain eon😀

  34. Ming berjiwa besar yaa :’)
    Kyu, kau beruntung karena bisa mendapatkan hati Ming kembali… jangan ampe disia – siakan lagi! awas!

    Nice Ending thor, d tunggu karya selanjutnya yaa ^^

  35. OMO OMO, udah End dan aku baru bacaaaaa ?!! Gaaaaah kemana aja aku ini? Telat bgt huhu
    hiks ming masih harus ngalah aja TT tp sumpah ini endingnya aaaaaaaaaaaaaaa aku suka banget !!
    Akhir2 ini lagi sensitif, baca yang sedih dikit gakerasa air mata ngalir haha td pun sempet sedih, kesian ming..
    Dan itu ada oneshoot yaoi yang baru publish ya kalo gasalah? Tp sempet baca sekilas tp karna tujuanku chapter ini langsung skip kkk
    aaaaaaaaa udah dulu ya, aku mau baca OSnya dulu hehe see ya di next review lol.

  36. Sebenernya udah baca tapi baru sempet komen hehe mian..
    Vic sama minnie nya ngga musuhan kayak biasa nya haha
    ah selalu suka deh jiyoo kalo FF kyumin yang gs punya mu.. Keren gimana gitu-..- keep writing ya! Kyumin pastinya:D semangat nulis nya, ditunggu ff yang lain nya hehe:D🙂

  37. rasa sebel+ kesel+benci sama sifat.a kyu menguar begitu aja. karna baca chap ending ini.

    congratz buat pernikahan kyu. jaga ming, baik” jangan sampe ming direbut aku.(?) #nahloh

    tapi eonni.a tega nih, udah aku gak diundang diacara wedding.a kyumin. acara ‘bikin’ dongsaeng.a gak disiarin secara akbar lg.–__–

    sequell jebal eon.. *pasang bunny eyes with ming and pasang fishy(?) eyes with haeppa*

  38. errr.. Aku telat bgt baca kayaknya.. *lirik tanggal posting*

    chapter 13.. Uyeah.. Part awal kyuhyun udah langsung bikin kesel aja..
    —“Kau harus mampu bertindak wajar.
    Kau akan menjadi Cho Sungmin dan
    eomma dari Hyunmin. Seharusnya kau
    tak mendekati lelaki lain. Apa kau tak
    tahu diri?” cerca Kyuhyun.—
    njir, nyeri hate.. Tega nya si kyuhyun..
    Tapi untung lah dari part tengah ampe bawah dia bersikap manis.. Haha..

    and this is happy ending from Second chance.. Kyumin nikah lagi.. Kkk~ Chukhaeyo~~~ *tebar bunga mawar merah*

    ne, ditunggu new ff nya.. :*

  39. huaaaaa lama gak ol baru baca lanjutan ff’y uda end aja nih jiyoo
    huaaa akhirnya mereka nikah juga yah walopun sempet bertengkar karna kyu yang cemburu sama KangMin tapi akhirnya kyu ngalah juga sama ming.
    ming kau bener2 baik hati deh bahkan malah mau sering2 dateng ke rumah vic demi hyunmin karna hyunmin yang sering merindukan eomma nya.

    keep writing jiyoo n di tunggu karya2mu selanjutnya

  40. Udah taman??
    No sekuel??

    Huhuhuhu…
    Bakal kangen ni sama Hyunie..

    Rasanya sih kurang gereget gtu jiyoo-ah..
    Tp tetep suka.. Happy ending..🙂
    ^^

  41. jeongmal mianhae..
    Q bru bsa comment dan membaca second chance..

    crtanya dsni sedikit rumit ya…
    moment kyuminnya saat maslah bner” bgusss…

  42. Aish… Akhirnya nyempetin bca ff ini dwaktu tak senggang. Kekekeke…

    Daebak, uri Minnie baik hati sekali. Walo msh sebal ma sifat kyu dri awal tapi ini ff yg manis chingu. Dtunggu ff.slanjutnya.

  43. Kyaaaa happy ending juga walaupun hyunmin masih belum bisa ngelupain vic.
    Baru aja mau bilang minta squel, eh di awal note langsung bilang no squel ㅋㅋㅋ (ړײ)‎​​
    Coba aja ada squel pasti seru bgt “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮

  44. hai aku reader baru makasih sudah izinin aku ikut baca maaf baru komen di cash terakhir, bener bener dech jalinan kisahnya teramat dalam aku sempat menangis baca cash2 awal sesak banget dng perasaan uming, aku paham dalam kehidupan nyata ada hal yang seperti itu, aku mengerti mungkin perasaan ortu waktu pisah dl seperti itu, aku bener bener suka ff ini lain dari yg lain bener2 menyentuh dan bagus. makasih sekali lagi unk ffnya ayo terus berkarya aku tunggu ff kamu yg lain dan semangat terus ya (^_^)

  45. permisi, numpang baca..

    waktu saya nemu ini ff tadi malam, langsung begadang sampek pagi buat baca sampek end, jadi langsung jadi satu komennya..

    hua, di chapter 1 rasanya pengen bunuh kyu,deh. udah dapet istri cantik, anak cantik, malah dicerai’in, apalagi di chapter akhir diketahui kalo vict nggk suka sama kyu(jarang banget terjadi), rasanya pengen banget mukul itu evil.😦

    dan lagi hyungmin yang masih baru lahir langsung dipisahin sama ibu kandungnya,kan kasihan nggak dapet ASI eksklusif. Waktu baru masuk Tk juga kok hyunmin nggak suka sungmin sih, kan ibu kandungnya(gara2 kyu itu mah). Dan lagi kenapa hyunmin sayang sama vict sih, kan vict jahat.

    minnie disini jadi orang baeeek n sabaaaar banget sih(acungin jempol). Bisa nerima kyu yang jahat gitu aja, padahal kan kyu udah banyak nyakitin dia. *ciumsungmin

    dilanjut ke ff lain.. ~

  46. annyeong.. aku readers baru yg juga baru selesai baca ff ini -,-
    maaf yaa baru comment disini.. aku suka ceritanya dan aku KyuMin shipper tapi biasku Yesung xD
    salam kenal dan ditunggu karya selanjutnya chingu ^^

  47. sungminnie bijaksana bangeeettt!!!!!
    bisa2nya dia ngebolehin hyunmin deket2 sama vic…
    hatinya mulia bangeeett!!!
    aku gatau harus bilang apa buat chapter terakhir ini… semuanya perfect!!!!
    \(^>^)/

  48. Sungmin kau sepertinya tertular akan perilaku kyuhyun untuk saat ini –a

    Akhir yang bener2 happy banget, kyumin bersama walaupun cobaan yang mendera hubungan mereka cukup panjang🙂

  49. Dari chapt awal ampe akhir,, nih ff udah buat hati nyut nyut nyutt,, ming baik banget disini,n super duper malaikat deh, wanita tegar berjiwa besar dsb,, yah cho kyuhyunssi neo napeun namja,bener2 egois,keras kepala bener2 jahat deh kyu disini,, ffnya keren deh,, second chance,,, daebak,,

  50. Ending nyah nggk hot chingu haha coba itu dterusin adegan malam pertama nyah jiaaahhh
    yey sneng akhir nyah mreka nikah juga utk k dua kali nyah and bsa akur juga sma vic,yeye

  51. Ini last chapter tp masih ada konfliknya di awal. Keren thor^^

    Yah, padahal aku masih penasaran kisahnya kyumin stlh menikah. Tp ga ada sekuelnya😦 yaudah deh gpp, keep writing thor!🙂

  52. menantang?
    brmain?
    Malam” bgtu?
    Huah..dsar pngantin bru..hhi
    dan akhrnya hyunnie pnya 2 umma,1 appa,.eh,apa blh khunni jg jd appa hyunnie?

  53. Akhir yang baik….

    Bagus bagus bagus…

    Daebak buat author’y…
    Hmmmm . . . Kyumin slama’y tak terpisahkan,,

    hohohohoho slam manis untuk hyunmin jagi…

  54. anyeong new reader,coment.a d satuin aja ya dari chap 1-13 d sini

    huaaaa sumpah kyumin sweet banget,kesel juga c pas awal” ama kyu pas tengah” ga tega lihat kyu menderita v lebih ga tega lihat ming menderita dan untung.a happy end semoga kyumin+hyunmin selalu bahagia

  55. Huaahh ..
    Aku lompat ya thor komennya ..
    Kalau gak salah terakhir aku komen chap 8 deh -_-
    Kyu demen banget sama kerja ya ?
    Kasian liat sungmin sama aja dia menderita juga😥😥😥😥
    Tapi ending bener2 deh …😀
    Sungmin hatinya malaikat banget ya ( ⌣́.⌣̀)\(‘́⌣’̀ )
    Keren thor ff nya …😀
    Fellnya berasa ..😉
    Good job thor (ง’̀⌣’́)ง ╭( ‘̀⌣’́ )งː̖́
    (ˆ⌣ˆ)

  56. yesss nikah juga
    Aku kira bakal ampe hyunmin gede nd dia tau ming umma kandung’a tp udh kburu end🙂

    Lega akhirnya mereka bersatu lg
    Pangeran dihidup min cuma kyuhyun ^^

  57. Akhirrrnyaaaa berakhir bahagia..
    wahhh endingnya bikin penasaran.
    apa lebih baik kita intip mereka yahh..
    hahaahhaa

  58. waaaah akhirnya end
    greget bgt sma chara kyu, jengkelin. .
    tp penasarannya ngga brasa soalnya aku bacanya pas ceritanya udah dibuat sampe chap end.
    tapi seruuu bgt bgt bgt. .

  59. Yah udah beres, seru min ceritanya cuman kurang panjang jadi aga kurang jelas
    tapi ko pas pernikahan kyumin kangin ga di undang sih??

  60. akhirnya happy ending dan kyumin bersatu sempet kesel sama kyuhyun pas di chapter awal konfliknya ngena banget bikin greget bacanya fanficnya keren

    jempol deh buat authornya

  61. Gimanapun marahnya sungmin. Sungmin tetap sungmin dengan jiwa malaikatnya…
    Beruntungnya hyunmin… Tp setidaknya hyunmin juga yg membuat proses penyatuan KyuMin…
    Gk ada NC ya😄
    oh iya disini gg diceritakan orangtua Sungmin ya author. Juga kenapa susah minta restu orangtua kyuhyun bukannya dulu mereka sudh pernh menikah seharusnyabukannya sudah diperbolehkan kalau mau menikah lagi

  62. ;AAA;
    ff ni bener” bagus >< kyu mah emg bdoh ninggalin ming dlu demi vic -.-

    pen ad sequal buat tqanggapan hyunmin tntg kisah KyuMin dlu ;3 gmna tanggapan dia pas dia tau klo ming itu ibu kandungnya, bkan vic :')
    kalo bisa sequel ya😄
    wkwk..

    Maaf bru komnt di part ini u,u
    keep writing ya^^
    demi cinta ku pada kyuhyun /ngeks -_-/ aku ska semuua ff yg q baca di sini (y) ^^
    buat EunHae dong ;3 wkwk

  63. Waaahh wah seneng liat kyumin bhagia..
    Hyunmin juga seneng puny 2eomma yg brjiwa besar dan baik..
    Shrusny ada sequel nih saengi krna qu pngen tau khidupan mrka stlah menikah lagi

  64. Sedih pas hyunmin lbh pengen ketemu vic drpd umin…. huhu…. uri minnie memang keren sama seperti aslinya… baik dan sabar hihi….. dan happy ending hihi
    Fighting ^^

  65. seneng banget rasanya klo kyumin uda nikah lagi dan hyunmin uda mau nerima sungmin sbg eommanya
    kyu mestinya harus lebih bisa ngatur waktu buat keluarga sm pekerjaannya
    tapi in the end he make it
    thanks author ^_^

  66. Akhirnya menikah juga,, ah apa tidak ada penjelasan buat hyunmin mengetahui kebenaran yg sebenarnya? Maksudnya yah tentang eomma kandungnya?

  67. akhirnyyyaaaa endinggg jgaaa ^^
    pngennya sih hyunmin bisa spnuhnya nerima sungmin sbg eommanya, tnpa ada bayang2 victoria.. tpi gkppa, yg pnting happy ending hahahha

    goodjob thor.. critamu keren bgt, bking nangis, bking ktawa, bkin senyum2 sndiri… wahhh pkknya the best lahh.. ^^ fighting yoo~

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s