Second Chance | KyuMin | Chap 12/13 | Genderswitch | T+ | Romance, Hurt |

Second Chance

Genre : Romance , Drama

Rate : T+

Pairing : KyuMin

Part : 12/13

Warning : Genderswitch , Miss Typo(s)

Summary : Dia hanya bisa merenung ketika menyadari segala kesalahannya. Tidak, perasaan itu terlalu menyalahkan kebodohannya sendiri. Lalu sekarang, apa yang dia dapat? Ada dua hati yang mungkin akan ia sakiti. Namun, jika ia terus diam dan membiarkan segalanya berjalan tanpa tindakan berarti, ialah yang akan lebih tersakiti. Hingga saat ini, dia hanya bisa menyalahkan keputusan bodoh yang pernah ia ambil. Mungkinkah, mungkinkah ia akan mendapat kesempatan untuk memperbaiki segalanya di saat ia ingin kembali menata kisah cintanya?

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

Music : Closer by Taeyeon SNSD

“Hyunnie rindu eomma,” ucapnya dengan nada lirih penuh pengharapan.

Sungmin mencelos kecewa ketika mendengar ucapan Hyunmin. Ternyata malaikat mungilnya merindukan sosok wanita yang selama ini dipanggilnya eomma. Sungmin menghentikan langkah kakinya, memutuskan untuk menggendong Hyunmin.

Ia tersenyum tipis lalu menoel hidung mancung Hyunmin. “Apa yang Hyunnie rindukan dari eomma?”

“Semuanya ..,” jawabnya lirih. “Hyunnie ingin memeluk eomma ..”

“Hyunnie-yah,” Sungmin membidik wajah imut Hyunmin dengan pandangan yang begitu sulit untuk diartikan. Perempuan itu menatap lekat-lekat mata kelinci yang mengerjap di hadapannya. “Apa Hyunnie tidak akan keberatan jika memanggil seonsaengnim dengan panggilan ‘eomma’?” tanyanya sambil membelai pucuk kepala Hyunnie dengan gerakan lembut. “Panggil seonsaengnim dengan panggilan eomma …”

Mata Hyunmin mengerjap-ngerjap cepat karena semakin bingung. Kini di pikiran gadis mungil itu tersirat suatu pertanyaan baru. “Apa boleh seperti itu?”

“Tentu saja boleh ..,” Sungmin mengecup pucuk kepala Hyunmin. “Apa Hyunnie suka jika seonsaengnim hidup dengan appa dan Hyunnie?”

“Lalu eomma?”

“Ketika Hyunnie besar nanti, seonsaengnim akan menceritakan sebuah kisah menarik,” kata Sungmin. “Untuk hal itu, Hyunnie harus mengizinkan seonsaengnim untuk menjadi eomma Hyunnie ..”

Gadis mungil itu tampak diam sembari menatap intens wajah Sungmin. Ekspresi bingung yang Hyunmin tunjukkan benar-benar membuat Sungmin trenyuh. Perempuan itu menghela nafas, berusaha untuk tersenyum walau sebenarnya ia benar-benar kecewa karena Hyunmin tak kunjung memanggilnya eomma.

Beberapa detik setelah percakapan mereka berakhir, tiba-tiba Hyunmin melingkarkan dua lengan mungilnya di leher Sungmin. Gadis mungil itu menyandarkan kepala di pundak Sungmin lalu berkata,  “Eomma ..”

OoOoO

| From : Minimin

Dia memanggilku ‘eomma’ ! |

Dahi Kyuhyun mengkerut samar manakala ia membaca pesan singkat yang baru ia terima dari Sungmin. Lelaki yang tadinya sibuk berkutat dengan laptopnya kini terlihat tengah menatap layar ponsel. Ia tengah memikirkan makna dari pesan singkat tersebut. Kini, di pikirannya telah berkutat suatu pertanyaan.

Siapa yang memanggil Sungmin dengan panggilan eomma?

Akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk menghubungi Sungmin secara langsung. Bisa-bisa ia kehilangan mood bekerja di kantor jika memikirkan hal itu sendiri. Jemarinya terlihat menari-nari di atas layar ponsel, setelah itu ia menempelkan earpiece ke daun telinganya. Selama beberapa detik bunyi tut-tut terdengar sebagai ringtone. Dan pada detik ke enam, akhirnya nada suara Sungmin mengalun jua.

“Yeoboseyo?”

“Sungmin?” Kyuhyun langsung memutar kursi kerjanya ke belakang dan memandang kaca teralis besar yang menyuguhkan pemandangan gedung lain. “Apa maksudmu?”

 

“Maksud?” ulang Sungmin tak mengerti. “Apa yang kau bicarakan?”

“Pesan singkatmu ..”

“Kau tak mengerti?”

“Tidak ..”

Helaan nafas terdengar dari seberang. Sungmin tampak seperti menghela nafas kekecewaan setelah mendengar jawaban Kyuhyun. “Hyunnie .. Dia memanggilku eomma ..”

“Ooh ..,” Kyuhyun bergumam, otaknya yang jenius masih memikirkan makna sebenarnya dari kalimat yang Sungmin ucapkan. Ternyata Hyunmin yang memanggil Sungmin dengan panggilan eomma.

Tunggu ..

Hyunmin?

“Aku akan menutup telponnya jika kau sudah selesai bicara.”

Suara lembut Sungmin membuat akal sehat Kyuhyun kembali. Lelaki itu hampir saja memekik dengan nada tinggi jika Sungmin tak segera berucap. Jantungnya berdetak dengan begitu cepat, membuat dadanya berdebum-debum liar. “Hh—Hyunnie? Dd—dia memanggilmu eo—eomma?” tanya Kyuhyun dengan nada terputus-putus.

“Hm .. Seperti itulah ..”

Kyuhyun menghempaskan punggungnya di sandaran kursi, “Itu bagus sekali!” ucapnya. “Kau memang yang terbaik!”

“Hm ..”

“Aku akan pulang cepat,” Kyuhyun kembali memutar kursi kerjanya. “Sekarang kau ada di apartemenmu, ‘kan?”

“Ne, kami menunggumu ..”

Pip!

Suara pip pelan itu terdengar sebagai tanda berakhirnya panggilan telpon mereka. Dengan jantung yang masih berdebar-debar lelaki itu menatap layar laptop, kembali mengerjakan pekerjaannya. Ah, berita yang Sungmin berikan tadi membuatnya ingin segera menyeselaikan ini semua dan pulang ke ‘apartemen mereka’.

OoOoO

Jam menunjukkan pukul satu dini hari. Sungmin yang duduk diam di sofa kini mulai menghela nafas. Sedari tadi ia menunggu kedatangan Kyuhyun. Berulang kali ia mendengus kesal, mengutuk ucapan Kyuhyun yang mungkin terucap sebagai candaan. Sungmin kira lelaki itu akan pulang pukul delapan atau sembilan malam. Namun, hingga pukul satu Sungmin belum melihat batang hidung lelaki itu.

Tepat pukul satu lebih lima belas menit, suara dentingan bel terdengar mengalun. Sungmin berdesis, ia pun bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri pintu.

Wajah Kyuhyun yang tersenyum tanpa dosa di depan pintu membuat jiwa Sungmin serasa terbakar oleh api amarah. Berani-beraninya lelaki berambut cokelat gelap itu mengulas senyuman seperti itu setelah membuat Sungmin menunggu semalaman. “Masuklah,” ucapnya ketus.

Kyuhyun yang tahu Sungmin tengah marah pun langsung melangkah masuk ke dalam. “Maaf. Aku bertemu dengan relasi bisnis dan dia mengajakku minum,” Kyuhyun menjelaskan alasan mengapa ia pulang larut.

“Termaafkan,” kata Sungmin lalu melangkah menuju kamar begitu saja.

Ya,” dengan gerakan cepat Kyuhyun menyambar pergelangan Sungmin dan menahan langkah kaki perempuan tersebut. “Aku tahu kau marah ..”

Sungmin memutar bola matanya dengan gerakan malas. “Lantas?”

Kyuhyun menuntun tubuh Sungmin agar berhadapan dengannya. Dua telapak tangannya bergerak meremas pelan lengan Sungmin. “Dengar Cho Sungmin, aku pulang malam bukan karena ingin bersenang-senang seorang diri. Kau tahu, bertemu relasi bisnis adalah hal penting. Aku tak bisa menolak ajakan mereka untuk makan malam dan minum ..”

“Seharusnya kau menghubungiku. Kau membuatku khawatir seorang diri ..,” Sungmin mengerucutkan bibirnya.

Kyuhyun tersenyum simpul. Ia pun menarik tubuh Sungmin dan memeluknya. “Ya, apa kau khawatir jika aku tak akan pulang lagi?”

“Bukan begitu, dasar bodoh!” Sungmin memukul dada Kyuhyun pelan. “Hari ini kau membuatku menunggu lagi .. Tapi, sudahlah. Orang tidak peka sepertimu pasti tidak akan mengerti!” Sungmin mendorong dada jantan Kyuhyun lalu menatapnya tajam.

Chup ..

Tiba-tiba Kyuhyun mengecup bibir Sungmin sekilas, membuat semburat merah terlukis di permukaan pipi Sungmin.

“Aku akan mengecupmu jika marah,” Kyuhyun mengarahkan ibu jarinya ke permukaan bibir Sungmin lalu membelainya begitu saja.

Pandangan Sungmin merendah. Sebenarnya ia ingin protes tentang apa yang baru Kyuhyun lakukan terhadapnya. Tetapi, sepertinya ia tak kuasa untuk bertindak detik ini. Perasaannya yang merespon dengan begitu berlebihan membuat dadanya bergemuruh. Hei, padahal ini adalah kesekian kalinya Kyuhyun mengecup bibirnya. Dan ciuman tadi adalah ciuman singkat tanpa lumatan—seperti biasa.

Perlahan Kyuhyun kembali merangkul tubuh Sungmin lalu mencium pucuk kepalanya. “Omo .. Bayi besar ini masih berani marah setelah kukecup?”

“Aa—apa maksudmu memanggilku bayi besar?!” ucap Sungmin sewot.

Kekehan pelan terdengar meluncur dari mulut Kyuhyun. “Apa perlu kugendong ke kamar agar tak marah?”

“Tidak perlu. Kau kira aku tidak bisa—hei!” pekikan itu tertahan di ujung tenggorokan Sungmin ketika Kyuhyun tiba-tiba menggendong tubuh mungil Sungmin ala bridal style. Karena gerakan reflek perempuan itu mengalungkan dua lengannya di leher Kyuhyun.

“Hanya perlu diam, jagi ..”

OoOoO

Semua telah berjalan dan terkesan seperti biasa. Dua orang yang pernah bercerai itu kini telah kembali berdua, merajut cinta mereka yang pernah terputus. Sedangkan seorang gadis mungil yang selalu berada di tengah-tengah dua orang dewasa itu kini telah menerima ‘eomma baru’ sepenuhnya. Mereka telah tinggal satu atap semenjak sebulan yang lalu. Dan tentu dua orang yang ‘belum menikah’ itu tidur di satu kamar.

Aneh?

Tentu saja. Ini semua dikarenakan Kyuhyun yang masih sibuk dengan pekerjaannya. Dan lagi, sidang perceraiannya yang baru berakhir dua minggu yang lalu. Urusan orang tua masing-masing, semua sudah beres mengingat mereka telah meminta izin. Memang pada awalnya orang tua mereka saling mencerca dan menolak usulan pernikahan yang Kyuhyun ajukan. Namun berkat bujukan Kyuhyun dan Sungmin, akhirnya restu telah mereka kantongi.

Mungkin pernikahan mereka tak akan dirayakan di suatu gedung besar. Kyuhyun berpikir untuk menikah di suatu gereja dengan dihadiri beberapa relasi kerja dan keluarga. Hei, mereka bukan seorang yang baru dalam hal pernikahan. Karena itu, Kyuhyun merencanakan hal tersebut.

Namun, rencana hanyalah rencana ..

Semua belum terlaksana. Bahkan Sungmin yakin bahwa Kyuhyun melupakan rencana pernikahan mereka untuk saat ini. Proyek baru yang harus Kyuhyun kerjakan benar-benar menyita waktu. Membuat lelaki itu harus rela pulang larut malam dan berangkat pagi-pagi sekali keesokan harinya. Sungmin mengerti jika kedudukan Kyuhyun bukanlah hal sepele yang bisa diwakilkan. Namun, hal itu membuat Hyunmin sedikit berontak jika gadis mungil itu merindukan ayahnya.

Hei, Sungmin harus melakukan video call jika Hyunmin akan makan siang atau malam. Malaikat mereka yang manja itu akan menolak makan jika tak melihat wajah appa-nya. Menyebalkan memang, mengingat Kyuhyun benar-benar mengorbankan waktunya demi pekerjaan. Bahkan di akhir pekan pun, ia tetap bersedia lembur di kantor.

Lembur .., adalah suatu kegiatan rutin seorang Cho Kyuhyun. Seperti malam ini ..

Sungmin hampir saja tertidur jika saja sekelebat bayangan wajah Kyuhyun tak hinggap di pikirannya. Perempuan itu terlihat begitu mengantuk detik ini. Namun, demi menunggu Kyuhyun pulang ia rela mengurangi waktu tidurnya. Walau kelopak matanya terasa berat untuk terbuka, perempuan itu tetap saja bersikeras untuk tetap terjaga ..

Namun ..

Jika dalam keadaan seperti ini, semenit rasanya seperti sejam. Sungmin sendiri telah lelah menunggu seperti ini di setiap malam. Ia sangat lelah ..

Suara pintu yang terbuka tak membuat perempuan yang duduk di sofa itu bergeming. Seseorang yang membuka pintu itu pun masuk ke dalam. Seulas senyuman tipis terukir di bibir tebalnya saat mendapati tubuh Sungmin tergeletak tak berdaya di sofa. Lelaki itu meletakkan tas kerjanya di atas meja. Berniat menggendong tubuh Sungmin ke kamar mereka. Namun, baru saja ia menyelipkan salah satu lengannya di leher Sungmin, kelopak mata kelinci itu telah terbuka.

“Kau sudah pulang?” tanyanya dengan suara lirih. Ia pun bangkit lalu memandang wajah Kyuhyun.

“Jangan menungguku. Aku akan selalu pulang dini hari,” protes Kyuhyun terdengar sebagai ucapan awal darinya di hari baru ini. Lelaki itu mengulurkan tangannya dan disambut baik oleh Sungmin. Mereka pun sama-sama melangkah menuju kamar. “Kau harus istirahat,” ucap Kyuhyun sembari merebahkan tubuh Sungmin di atas ranjang mereka.

Sungmin bergeming dari perintah Kyuhyun. Mungkin karena perempuan itu agak de javu sehingga ia tak terlalu menanggapi ucapan Kyuhyun.

Kyuhyun melepas jas lalu kemeja kerjanya, “Lihat kantong matamu yang semakin hari semakin menghitam. Ah, kecantikanmu berkurang!” seloroh Kyuhyun. Lelaki itu mulai membuka almari baju dan mengubek-ubek baju-bajunya yang terlipat rapi di sana.

“Aku harus menunggu calon suamiku pulang,” ujar Sungmin. “Lagi pula, kapan proyekmu akan selesai? Kau selalu pulang larut seperti ini,” Sungmin melipat kedua kakinya, memasang tampang penuh kekecewaan.

Kyuhyun memutar tubuhnya, menatap Sungmin yang duduk di atas ranjang. “Setelah proyek di Seoul, aku akan pergi ke Jeju-do untuk proyek selanjutnya. Kau harus mulai membiasakan diri untuk tidur lebih awal tanpa harus menungguku.”

Mendengar ucapan Kyuhyun, seketika itu pula pikiran jernih Sungmin kembali. Ia menatap Kyuhyun yang berkacak pinggang di depan almari. “Mwo? Setelah proyek ini kau akan pergi ke Jeju-do?”

“Mungkin untuk sebulan, paling lama dua bulan,” Kyuhyun kembali memutar tubuhnya dan menyibukkan diri mencari piyama—sebenarnya ia menghindari tatapan mengintimidasi dari Sungmin. “Setelah proyek dari Jeju-do, aku akan mendapat libur selama—”

Tiba-tiba dua lengan mungil melingkar di dada bidang Kyuhyun. Rasa hangat yang menjalar dari pipi Sungmin yang menempel di punggungnya menyebar. “Kau selalu menjanjikan sesuatu yang semu ..”

Kyuhyun melirikkan matanya ke kanan, “Kali ini, aku berjanji.”

“Lalu, bagaimana dengan pernikahan kita?”

Helaan nafas terdengar meluncur dari kedua belah mulut Kyuhyun. Lelaki itu memutuskan untuk memutar tubuhnya menghadap Sungmin. “Setelah proyek Jeju-do .. Aku berjanji ..”

“Bahkan proyek satu yang menyita waktu belum kau selesaikan. Bagaimana bisa kantormu menerima proyek baru lagi?” kata Sungmin dengan nada penuh kekesalan. “Kau tidak kasihan dengan uri Hyunnie?” Sungmin memainkan jemari telunjuknya di dada telanjang Kyuhyun.

“Kita bisa melakukan video call, bukan?” Kyuhyun melempar alternatif yang selalu ia lakukan jika Hyunmin merengek. “Kau bisa bertahan, ‘kan? Ayolah, perusahaan tak akan mampu melepas kesempatan emas ini ..”

Bibir Sungmin mengerucut, “Aku tak memintamu untuk berhenti bekerja di perusahaan itu. Tapi, bisakah kau mengajukan libur setelah proyek ini selesai?” Sungmin merendahkan pandangannya. “Setidaknya ada jeda sebelum proyek Jeju-do dimulai.”

“Tidak bisa, jagi,” Kyuhyun membelai pipi putih Sungmin dengan jemarinya. “Ini sudah keputusan perusahaan.”

Sungmin mendorong tubuh Kyuhyun, perempuan itu pun berjalan ke arah ranjang dan merebahkan tubuhnya di sana. “Terserahmu saja,” ucap Sungmin seraya menggulung tubuhnya dengan selimut.

Kyuhyun menyadari gelagat tak enak dari Sungmin. Ia memutuskan untuk melepas celana panjangnya—melupakan memakai piyama. Lelaki itu pun menghampiri Sungmin di ranjang dan ikut merebahkan diri. Ah, karena Kyuhyun tak memakai baju, rasa hangat langsung menyergap kulit tubuhnya. “Kau marah,” ucapnya sambil merengkuh tubuh Sungmin.

Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya ketika respon tak kunjung ia dapat dari Sungmin. Ia menenggelamkan wajahnya di ceruk leher putih susu yang ada di depannya kemudian menjulurkan lidah. “Apa kau takut tidak akan bisa tidur jika aku tak memelukmu?”

Tubuh Sungmin bergerak-gerak gelisah saat Kyuhyun menjilat tengkuknya. Perempuan itu terus berusaha meredam hembusan nafasnya yang semakin tak beraturan. Air mata yang telah meleleh di salah satu sudut matanya mendarat di sprei bantal. Ah, jangan sampai Kyuhyun melihatnya menitikkan air mata.

“Ming, ayolah. Jangan seperti itu,” Kyuhyun menggoyangkan tubuh Sungmin—berharap ia tak akan mendiamkannya malam ini.

“Sudahlah! Diam dan cepat tidur, Kyu!” Sungmin memekik dengan suara tertahan. Perempuan itu pun menghempaskan lengan Kyuhyun yang semula melingkar di perutnya. “Kau pulang pukul satu dan masih berniat mengajakku ngobrol? Yang benar saja! Kau kira aku yeoja yang tak punya kerjaan esok hari!” gerutu Sungmin.

“Malam hari adalah kesempatan kita untuk mengobrol!” Kyuhyun membela tindakannya.

“Aku lelah karena menunggumu!” Sungmin berujar ketus lalu diam dalam posisinya. Ia memutuskan untuk benar-benar memejamkan mata detik ini juga.

“Baiklah, maafkan aku. Selamat tidur!” lelaki itu ikut mengakhiri acara bincang-bincangnya. Sebenarnya ia tahu betul jika Sungmin benar-benar marah detik ini. Tetapi, mau bagaimana lagi? Ia tak bisa terus membela diri. Sudahlah ..

Biarkan saja semua berjalan sesuai kehendak waktu ..

OoOoO

Tidur perempuan itu terlihat terganggu karena suara yang cukup bising. Sungmin yakin jika matahari belum menampakkan diri di luar sana. Namun, suara berisik dari benturan benda logam membuatnya harus membuka mata. Dengan gerakan enggan Sungmin membuka kelopak matanya. Di detik pertama ia membuka mata, sosok Kyuhyun yang sibuk dengan kopernya menyambut.

Sungmin langsung bangkit lalu berjalan menghampiri Kyuhyun. “Kyu? Kenapa kau mengepak baju-bajumu?”

“Atasanku menyuruhku untuk pergi ke Busan. Aku harus berangkat pukul 7,” jawab Kyuhyun tanpa menghentikan aktivitasnya memilih baju. “Seminggu atau dua minggu lagi aku akan pulang.”

Kyuhyun menghela nafas lalu kembali melanjutkan ucapannya, “Kau tahu, aku dapat libur dua hari. Dan setelah itu aku harus pergi ke Jeju-do.”

Sungmin diam membeku di tempat ia berdiri. Ia tersenyum simpul, dalam hati ia begitu merutuki keputusan Kyuhyun yang mau dikirim ke Busan pagi ini. Kyuhyun begitu tak peduli dengan perasaannya dan Hyunmin. Bisa-bisanya lelaki itu pergi begitu saja tanpa mencoba meluangkan waktu untuk keluarga kecilnya.

Perempuan itu pun berbalik, berjalan menuju kamar mandi tanpa berucap kata. Protes pun akan berujung sia-sia. Pasti Kyuhyun akan tetap pergi ke Busan pagi ini walau ia tak mau memberikan izin. Lelaki yang gila bekerja itu pasti akan rela membujuknya dengan berbagai alasan. Dan Sungmin tidak suka itu.

Andaikan saja Kyuhyun tahu, Sungmin begitu kesepian. Ah, tidak hanya Sungmin, Hyunmin juga. Salah satu telapak tangan Sungmin merambat ke dadanya yang berdenyut sakit. Perasaannya tergores dengan keputusan Kyuhyun. Jika semua berjalan seperti ini, semua akan sama dengan apa yang ia alami empat tahun yang lalu.

Semua akan percuma.

Beberapa menit perempuan itu menangis dalam guyuran air shower. Mandi air dingin di hari yang sepagi ini membuat tubuhnya menggigil. Tangannya yang putih pucat meraih knop pintu dan memutarnya. Saat ia membuka pintu kamar mandi, sosok Kyuhyun yang telah berpakaian rapi menyambut pandangannya.

Sungmin merendahkan pandangannya, menatap lantai guna menyembunyikan air matanya yang telah berembun.

“Tiga puluh menit lagi aku akan berangkat. Kurasa aku tak bisa membangunkan Hyunnie,” ucap Kyuhyun sembari menyeret langkah kakinya ke arah Sungmin.

“Untuk apa membangunkannya? Kau selalu pulang-pergi tanpa pamit,” sahut Sungmin dengan nada setenang mungkin.

Kyuhyun menaikkan alisnya ketika mendapati wajah pucat Sungmin bersembunyi di antara helaian rambutnya yang basah. “Wajahmu pucat. Kau terlalu lama berada di kamar mandi.”

“Aku sakit pun kau tak akan mau mencoba peduli,” Sungmin menepuk dua pipinya. Ia mendongak, mengulas senyuman manis. Sungmin mengangkat dua lengannya, mulai menyimpul tali dasi yang melingkar di leher Kyuhyun.

“Apa maksudmu? Aku tidak pernah ingin kau sakit,” sahut Kyuhyun.

Sungmin menelan air salivanya dengan perasaan kelu mengiringi. “Lebih baik kau berangkat lebih awal. Maaf, aku tak ingin mengantarmu ..”

Mendengar ucapan Sungmin, Kyuhyun menyambar pergelangan tangan perempuan tersebut dan mencengkeramnya erat. “Kau marah karena aku harus pergi ke Busan pagi ini?”

“Untuk apa aku marah? Itu tuntutan pekerjaanmu.”

“Kau bersikap begitu dingin,” ucap Kyuhyun sembari menatap wajah Sungmin. “Katakan, kau marah?”

“Untuk apa aku marah?” Sungmin menggantung ucapannya. “Walau aku marah, kau tak akan mengurungkan niatmu untuk pergi ke Busan, ‘kan?”

“Kau benar-benar marah,” Kyuhyun berujar ketus sambil menghempaskan lengan mungil Sungmin. “Ini pekerjaanku. Seharusnya kau bisa mengerti,” ujar Kyuhyun.

Air mata Sungmin menetes begitu saja saat Kyuhyun menghempaskan pergelangan tangannya. Ia mengedarkan pandangannya, berusaha untuk tidak menatap Kyuhyun. “Aku mengerti,” sahutnya. “Aku sangat mengerti. Karena itu aku tak melarangmu pergi.”

“Tapi kau mendiamkanku!”

“Aku masih berbicara denganmu hingga detik ini.”

“Kau selalu saja egois, Lee Sungmin!” umpat Kyuhyun. “Memangnya kita bisa hidup jika aku tak bekerja?”

Sungmin menelangkup wajahnya sendiri dengan telapak tangannya yang pucat. Ia terisak saat umpatan Kyuhyun terngiang di telinganya. Bisa-bisanya Kyuhyun berucap seperti itu di saat yang seperti ini. Bicara tentang siapa yang egois dan semaunya sendiri tentu akan membuat hati Sungmin tersakiti. Perempuan itu hanya meminta Kyuhyun untuk lebih peduli terhadap dirinya dan Hyunmin.

Tidak seharusnya Kyuhyun terus menurut dengan atasannya. Sekali-kali, Kyuhyun pun harus mampu bersikap sebagai ayah.

Gendang telinga Kyuhyun samar-samar menangkap isakan halus. Dengan gerakan pelan-pelan lelaki itu menolehkan kepala ke belakang. Matanya melotot kaget ketika tahu Sungmin menelangkup wajahnya sendiri. Dengan langkah panjang-panjang Kyuhyun berjalan menghampiri Sungmin, mencengkeram pundak calon istrinya. “Kau menangis? Aa—aku tak bermaksud ..”

Tangisan Sungmin mereda manakala rengkuhan dari telapak tangan Kyuhyun mendarat di lengannya. Sungmin menghapus jejak air matanya, menatap wajah Kyuhyun dengan mata merah. “Kau benar, aku egois. Tidak seharusnya aku menahanmu.”

“Ss—Sungmin ..”

“Kau hampir terlambat. Pergilah, maaf aku tak bisa mengantarmu.”

“Kk—kau menangis,” Kyuhyun mencoba membelai pipi Sungmin.

“Tidak, aku tidak apa-apa,” Sungmin berusaha menyingkirkan telapak tangan Kyuhyun. Ia berjingit demi menggapai bibir tebal Kyuhyun, mengecupnya sekilas sebagai salam perpisahan. “Pergilah.”

“Kau benar-benar tak marah, ‘kan?”

Kepala Sungmin menggeleng.

“Aku pergi,” Kyuhyun kembali mengecup bibir ranum Sungmin. Ia pun berjalan menghampiri koper dan keluar dari kamar.

“Jika terus seperti ini, maka semua akan sama seperti empat tahun yang lalu, Kyu .. Kau tetap saja meninggalkanku,” Sungmin memutus ucapannya, menatap nanar pada pintu kamar mereka. “Semua akan sia-sia jika seperti ini.”

TBC

Entah kenapa hatiku sakit waktu baca chap ini *hiiiks* #plak chap depan udah ENDING lhoo .. Pasti penasaran sama endingnya mengingat chap ini masih ada konflik .. Kekekeke .. Aku harap kalian sabar menunggu yah😉

Oiyah, terimakasih bagi para pembaca yang udah baca ff ku yang berjudul KyuMin’s Scandal. Semoga kalian terpuaskan dengan ff yaoi itu xDD

~MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY-PASTE SEMUA KONTEN YANG ADA DI BLOG INI! DO NOT PLAGIAT, PLEASE!~

135 thoughts on “Second Chance | KyuMin | Chap 12/13 | Genderswitch | T+ | Romance, Hurt |

  1. jiyoo Hubungan keduanya emang udah berjalan mulus tapi perasaan kesepian dan workaholic kyu bikin hubungan mereka mulai retak lagi.. dan sukses bikin nyesek..
    ga tau mau belain kyu apa ming..
    kyu bener dia kerja demi keluarga tapi mulai ngelupain hyunnim dan sungmin -,-

  2. Haduh,,,,,,,,,,,,,,aku nungguin kelanjutan nich fanfict akhirnya di update juga tapi lama bangeut,,,,,,,,,,

    Benar sekali baca chapter ini benar-benar membuatku sakit,,,,,,,,

    Kyuhyun membuatku gregetan bangeut,,,,,,,,,,,,,

  3. hayoloh kyu ming marah gara2 kau sibuk dengan pekerjaanmu.
    kenapa kyu jadi workaholick gitu sih? kasian kan ming nya gak ada yang memperhatikan padahal hyunmin juga butuh perhatian dari appa’nya juga. aku kira setelah perceraian kyu sama vic selesai n hyunmin juga uda mau nrima ming jadi eommanya kyu bakalan nikahin ming ternyata kyu malah sibuk dengan pekerjaannya trus. kalo kaya gini trus jangan2 ming nanti bakalan ngrubah keputusannya. ayo kyu perhatikan ing jangan sibuk dengan pekerjaanmu trus biar ming gak ngrubah keputusannya.
    lanjuuut jiyoo~

  4. huaaaaaaaaa nunggu lama2 tapi ujung2 nya nyeseeeeeeeeeeeeeeeeeekkk😦
    *nangis*
    jangan bilang minnie mw ninggalin kyu ??
    ANDWEEEEEEEEEEE !!!
    hayooo cepat publish chap END nya .. ga kuaaaaaaaaattt *nangis samape banjir*

    update asap thor😀

  5. Jiyoo entah knpa stlh baca chap ini aq jd ragu sm Kyu. Bknnya berusaha memperbaiki diri jd lbh baik Kyu malah sama saja ky dl..😦
    Omo!!chap dpn udh ending tp mslh kyumin disni masih Ada malah kynya bakalan makin rumit..><
    Eeee endingnya hepi kan Jiyoo? #curiga nih aq..~.~

  6. Woaaaa lagi dan lagi Sungmin yg harus tersakiti. Sesekali Kyuhyun dong T_T
    Kalo begini terus Kau Kyu…bisa bisa sungmin tidak mau menjalani pernikahan lagi dengan mu…
    Kau terlampau perkerja keras.
    Ahhh mengantung sekali (۳ º̩̩́Дº̩̩̀)۳
    Jan lama lama yaa author cantik lanjutannya (‾ʃƪ‾)

  7. wuaah..baca bagian awal rasanya seneng,cerah bgt.tp bgt mw masuk ke tengah smp akhir nyesek..si Kyu g cm gila kerja tp egoisnya tnyt g ketulungan,dan aku ngerasa nih si Kyu sbnernya yg dipikir&dipentingin cm dirinya sndri tp dia pake alasan kepentingan bersama.dan Ming hebat bgt bs bertahan,logikanya 4 thn lalu Ming yg minta cerai.dan mungkin juga krn hal ini selama 2 bulan 4thn lalu kyu jd dkt lagi sm vic,g kaget lg klo karakter Kyu kebuka smw.eh btw,br aja kepikir klo Kyu g pergi kerja tp lg bikin surprise :p,semangat y😀

  8. Nyesekkk
    Kyu, kau selalu bgt..
    Ming udh trima balik tp sikapmu g brubh. Warning, jgn smpe ming btalin rncna nikah kalian.
    Jd miris posi2x ming. Kyu egois bnget!
    Aih, g sbr part ending. M0ga happy end:)

  9. hiks minnie… hyunmin T.T
    hmm apa ini cuma akal akalan kyu yang sok sibuk buat ngasih kejutan ke minnie?
    apa kyu itu ga sibuk dengan pekerjaannya malah sibuk ngurusin pesta pernikahan bahkan bulan madunya nanti?
    bener ga? bener ga?
    kalo beneran iya, bakal aku jitak si kyu udah beraninya boonging minnie hehhehe ^^v
    tapi kalo beneran kyu sibuk sama pekerjaannya, kyu bener bener tegaaa T.T
    lanjut ya jiyoooo..
    oh iya, nanti updatenya jangan lama lama ya jiyoo?? plissss T.T
    hwaiting jiyoo!!! ^^9

  10. Ko nyesek ya……
    Asik nih chap ini lumayan panjang.. Ciyus chap depan udah ending? u,u
    update cepet jiyoo:p
    hadududuh…. Sungmin nya galau lagi. Kyu jahaaaaat….masih belum berubah, sebel.
    Lanjut ah lanjut, semangat ayo semangat ngetik nya:)

  11. Huwaa T_T chap ini bner2 mnyntuh., Aq nangis bca nya., Huks hukss Y_Y
    Pdhal KyuMin udah mulai baikan tpi gara2 Kyu yg workaholic(?) bkin hub. mrka mrenggang lgi.,
    Lanjut lgi ya Jiyoo.,
    Fighting.,
    Oya., Uname aq dlu itu Ms. KMS jdi aq bkn reader bru d wp kmu., kkkk xD

  12. aaaaa nangis kan baca nyaaa T^T sedih bgt ngebayangin sungmin yang kesepian dan tetep jauh dari kyu😥
    serius 1 chap lagii??? cepet bgttt.. i hope its become happy ending🙂

  13. geretan ih sama noh org, raranya tuh ya pengen bgt jedotin wajahnya evil yg tampan itu, ming sabar ya,
    masa chappie depan end sih? secara itu konflik masih anget bener, jgn ampe ming nge-batalin nikahan nya, tp ga mungkin, ga tau ah bingung

    intinya penasaran aje sama chappie depan,
    jiyoo updatd jgn selama kaya chappie ini ya, cz udah geretan ini

  14. nungguin ff ini lama banget
    tapi chap depan udah mau tamat
    rasanya bakalan kangen buat nunggu2 ff ini lagi
    aku harap semuanya balalan baik2 aja
    semoga kyu mau sedikit ngerti apa mau min
    jangan sampe kejadian kayak dulu bakalan terulang lagi
    sebenernya dua2nya sama2 egois
    tapi seharusnya kyu bisa lebih memahami min
    supaya min engga ngerasa keputusannya kembali sama kyu itu benar
    ah pusing ah thor
    ditunggu kelanjutannya aja hehehe
    jangan lama2 ya author-shi
    jeballllll
    semangat!!!!

  15. Nyeseeekkkkk T.T
    Ming kasian.. Hanya di beri janji semu oleh Kyu.
    AAAA.. Kyu tak peka kah dirimu?
    Ku kira tak ada konflik lagi, ternyata masih ada.
    Sakit dada pas Ming bilang gini, “Jika terus seperti ini, maka semua akan sama seperti empat tahun yang lalu, Kyu .. Kau tetap saja meninggalkanku”
    aihh… Kyu TEGAAAA ~ T.T
    Dasar Workaholic edaannn …
    Yang egois itu Kyu kan, dia seolah ngelupain Ming and Hyunmin.

    Tapi Author-ssi, sesaat aku berpikir, kalo alesan Kyu tentang proyek itu boong deh. Apa jangan2 Kyu lagi nyiapin pernikahan mereka? Tapi, pas baca bahwa pernikahan mereka hanya di laksanakan di gereja dan tidak terlalu banyak mengundang tamu, rasanya pikiran aku tentang kejutan gak mungkin deh. Ah, entahlah. Chap depan ending?
    Cepet publish yaaaaaa ….
    #tereak depan rumah Jiyoo

  16. sama sedihnya wkt baca part ini >< oh ow :s
    Kyu pergi lagi dr minnie krn kerjaannya DX
    oh Ming, Hyunmin ;_________; bertahanlah… T^T
    Pingin kyumin nikah lg secepatnya😡 cpt balik kyu,, jgn lama2 plg dari Busannya =3=

  17. ishh kyu dri dulu sifat nya gx pernah berubah ,tetep aja egois ,
    percuma kyumin rujuk lagi kalau sifat dan sikap kyu masih kaya dulu ,
    ming harusnya mikir 2x buat balikan lagi sama kyu ,

    di tunggu next chap nya ^^

  18. wahh… bener-bener deh kyuhyun keterlaluan bgt!! :(( sungmin uda sabar begitu masih dibilang egois.. !!! T_________T
    nyesek bgt jd min😦 masih bs senyum pula ngadepin kyu…😦

  19. lama banget nunggu ini chap.. dan kenapa aku merasa ini pendek #plakplakplak

    astaga Kyu ga juga berubah ya… tetep aja mau menang sendiri kek gitu.. masa Ming ngalah mulu??? herrr… udah gitu bilang Ming egois lagi.. bener2 si Kyu ya

  20. Chap ini ngenes amat liat nasib nya ming.. u__u
    Uda balikan sama kyu tetep aja gak kyak lagi ngejalanin keluarga kecil sma kyu n hyunmin.. Yg ada ming cuma kyak baby sisternya hyunmin yg disuruh jagain hyunmin sma kyu..😦 kyunya malah sibuk sma urusan kantor ckckck.. Dan sama sekali gak luangin wkt guat ming n hyunmin..

    Jiyo ini sebenernya chap berapa.. Apa ada dua chap ya.. 12 n 13.. ~ tapi berasa cuma satu chap hehehe

    Ooo uda tinggal satu chap lagi ni ceritanya..
    Klo mank chap depan ending gak tau knp aq ngerasa kyu kyaknya pergi ke busan n byknya kerjaan kantor n sibuk dikantor ternyata cma spik aja ke ming (?) *kkkkkk* kali aja kyu lagi mau bikin suprais buat ming dengan lagi bilang sibuk sm kerjaan kkkkk *cuma praduga yg sepertinya gak bener* hehehe🙂
    Ditungu endingnya.. Hmm, semoga Happy Ending.. KyuMin+HyunMin jadi keluarga kecil yang bahagia deh..🙂

  21. jiyoo~ maaf baru komen. aku bener-bener nggak tau kalo kamu bikin FF baru ._.v dan aku langsung baca chapter 1.
    dari awal cerita sampai sekarang…..bikin nyesek terus :” bisa-bisa berbekas(?) /abaikan/
    Kyuhyun mulai egois😦 Hyunmin mana? aku mau SungMin-HyunMin moment juga😀
    aku harap happy ending :3 .-.v

  22. T______T

    part ini nyesek & sedih bangeettt!!

    kyu , inget anak inget sungmin dong! jangan cuma pekerjaan aja! pekerjaan ga membawa kebahagian. sungmin juga perlu kepastian T____T

  23. yah…
    udda mulus2 ..
    knpa tiba2 ada konflik lagi..
    jangan bilang kalo eFeF ini sad ending nantinya..

    aishh si Kuyu emang WorkaHolic.. yeonja mana coba yang mau selalu dtinggal sma Suaminya.. mksudnya calon suaminya..
    aku rasa yng egois itu si Kuyu deh.. Ming itu udda termasuk sabar..

    huee aku harap Ming tetep bertahan dgn keputusanya untuk nikah ama Kyu.
    chap dpan update asap pleasee???.

  24. mwo???chap dpan uda ending???
    tpi mreka nikah lgi kn akhirnya??cz d chap ini kyaknya ming uda capek bgt liat sikapnya kyu yg lupa ma keluarganya. . -___-
    lanjut trz chingu n cpet update y. . ^^/
    semangat. .!!!!!

  25. huwaaa chap ne knp nyesek ya.. pdhl kyumin udh tinggal satu rumah gra2 kyu yg warkoholik jd ninggalin ming trus.. mli retak lg dah hbngannya… aq pnya firasat lo ming bkal batalin pernikahannya dech..yakiiiin… lnjuuut eonni

  26. omona, kyu tu serius ga sih sama miniie~~ kasian minnie, bakalan sering ditinggal, mending sama aku aja yukk~~ yuk sini miniie * di bantai kyu* bakalan happy ending atau gak ni jiyo?
    makin ga sabar nunggu chap selanjutny~~

  27. Omoo… Kyu.. Kau ini msh ajah yaahh… Perusahaanmu ga akan bangkrut hanya dengan sedikit meluangkan waktu untuk sekedar liburan dengan ming n hyunie..

    Ckckckck… Sungguh T-E-R-L-A-L-U…

    Ming sabarr yaa.. Yg penting hyunie dah brsamamu…

    Ato ga kabur ja sama hyunie.. Bawa pergi hyunie,, biar kyu nyesek.. :p
    Hahahahaha

    Debak jiyoo ah.. Tp ini dah mau end??
    Aigoo…

    Happy ending yaa…

    Aq tunggu selanjutnya… ^^

  28. iissh, nyebelin banget sih kyuhyun….
    ditinggal ming baru nyaho loh…
    hmm, dah mau abis ya…
    kayanya kalo tinggal satu chap lagi dan mau dibikin happy ending (kyumin nikah) agak aneh #spoileralert

    tapi aku berharapnya happy ending, kalo sad, pengen ngeliat gimana sih ff yang akhirnya sad ending….

    i’ll be waiting your next chap
    fighting….

  29. hadeuhh ak jg nyesek klo jd ming,, ming ksepian gra2 kyu workaholic, aplg hyunnie dy kn msh kcil so msh btuh prhatian dr kyu,, skali2 kyu jgn iktutin atasanny mlu,, ak stju sm ming klo ky gni sma aj ky 4 thn yg llu..
    chap dpn end?? d tggu y
    smg kyumin bsa cpt nikah (lagi)

  30. Ming harusnya ngerti sama pekerjaan kyu .-. Tapi kyuhyun nya juga ding terlalu fokus ke pekerjaan -_-v entahlah yg salah disini itu siapa… Bingung .-. *pegangan ke jiyoo*

  31. whoaaa sbb baru sempet baca, lagi gaenak badan sih.. Mian jd ga bisa komen panjang2:/
    AAAAAAAA stupid brat you, cho !
    Oh ming i love you, your patient’s just too……….. GOOD ! STUPID CHO -_- kesian ming sama hyunnie😦
    MWOYA? udah mau tamat??? Whoaaaaaaaa,, jd gasabar nih gmana endingnya..
    See you ‘soon’ at the next chap, perhaps? Kkkk..

  32. aku nangis,bneran aku nangis…

    hueeeeee…….

    kyuhyun keterlaluan,dia mengulang kesalahannya waktu 4 thn yg llu,

    bahkan sekarang sdh ada hyunmin pun dia msh seperti itu,EGOIS!

    dan dgn entengnya dia menuduh sungmin yg egois,
    ini kepala si kyu minta digetok juga kayaknya,

    biar sklian ajj ilang ingatan,trus diisi lgi sama memori yg bru,setidaknya sifat yg semaunya itu ilang,klu sampai.sungmin dan hyunmin tersakiti sampai kedua klinya,gw sumpahi kyu jd DUDA TUA plus KEMPOT,
    *khusus di ff ini yah*😉

    hhh..sungmin terlalu baik,bahkan sangat-sangat baik…

  33. authorrr :((
    aku jga sakit baca chap ini😦
    serius :((
    aku gak bisa bayangin gmn rasanya jd Sungmin :(( nyeseeeeek😦
    haaaah entahlah. untung ini cuma ff xD
    chap depan ending? ntar ada ff baru lagi gak? .-. hihi

  34. Astagaaa next chap udah end? Aaaaaa sumpah penasaran bgt aduh mau ending tapi kok msh rumit gini masalahnya huhu ditunggu ya lanjutannya😀

  35. issh,,kyu egois banget dah,,seakan ga peduli dgn ming dan hyunmin -_-
    kenapa kyu ga belajar dari kesalahannya yg dulu,yg sudah mengecewakan ming.. duuh,,qu jadi geregetan…
    ga terasa next chap dah end,,
    ayo jiyoo dilanjut~

  36. gak berenti nyesek tiap baca ff ini.. TT_____TT ya ampun Kyu.. Adudududuhh.. *tabokin kyu*

    okelah kiyu sibuk.. Kiyu gak mungkin mangkir kerja.. Tapi saat diliat dr sudut pandang sungmin, tetep aja bikin nyesek.. Hadoohh..

    aku kangen ff ini.. Heuheu.. *cium jiyoo*
    next chap nya ditunggu ya.. Aku nunggu happy end.. Kkkk~ *wink*

  37. Jiyo. . . . .
    kok mash ad konflik sich, kn kashan mingny. . .
    truz ap lg it kyu. . . .
    jgn ampe gantg y endingny. . .

    semangat aj dh bwt qm biar cept updtny.hehe

  38. Kyu sibuk bgt sih sampe” sungmin dan hyunnie ga diperhatiin.
    jadi pgn ikutan nangis deh liat minnie sedih begitu.
    Chap depan tamat yah?
    semoga hepi ending y jiyoo
    Hwaiting!

  39. Jiyooooooooo
    Next next nextttt (-̩̩̩-͡ ̗–̩̩̩͡ )
    Kasiannnnn Ming q ƪ‎​​‎​(-̩-̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩-̩)ʃhuaaaa,,

  40. Yaaaah udah deket ama ending, tapi masih belom puas liat kyu yang jealous sama kangin~ ini terlalu cepat end jiyooo~ :p
    Berarti ini bisa ada cerita flashback sebelom mereka pisah ya?

  41. gilaaaa,,,,
    si kyuhyun workaholic banget….
    bener2 penasaran sama ending-nya…
    chapter ini aja, konfliknya masih ada di puncak….
    apa sungmin bakalan mempertimbangkan lagi keputusannya buat nikah sama kyuhyun???
    waahhh, jiyoo pinter bgt bikin penasaran niiihhh…
    aku bakalan nunggu chapter endingnya! pasti! hehehe
    semangat yaaaa buat nyelesein ff daebak ini…. ^^

  42. waaaach, udah mo tamat aja… Agak2 gg ikhlas gitu..:(

    Tpi ku juga jdi gg sabar liat endingnya kek gimana..🙂
    Lanjut ya cingu…!!!

    Hwaiting🙂

  43. ternyata 13 chap toh, aku kira masalah dh bakal berahir eh skrg masalah kyu yg terlalu workaholic ckckck ga nyangka hehe

    next chap ah..

  44. Yak! Dasar kyuhyun udah tau kau salah tetap saja kau berlaku seperti itu sama sungmin (⌣̯̀⌣́)٩(×̯×)۶

  45. Curiga Kyu nyiapin sesuatu.. –‘
    Gyaaaaaaaa!!!!!!! Jangan kek 4 tahun yang lalu, KyuMin nyatu doong T.T
    Jadi, siapa yang egois? HyunMin?*pletak

  46. jd ini siapa yg slh sh,
    bnr kn,kyu tu krj buat anak istri,
    tp bnr jg kn klo anak istri prlu d prhtiin,
    aish..aku bngung,

  47. Sok sibuk sekali evil yang satu ini,,
    #mang evil ada berapa ya??

    Hahahahaaha

    sabaaar ming,, nanti geh bakal indah pada waktu’y.

    # yakin banget… Wkwkwkwkwk

  48. udh mau end masih senyesek ini ya -,-
    Kapan kyu sadar waktu brg keluarga itu lbh penting..
    kerja kerja kerja terus tp dua org yg dia cinta ga diperhatiin gitu ..

  49. Nyeseeekkk giilllaaaaaaaaaaa…
    Kesel kesell kesell.. gag tau mo lampiasin kesiapaa..
    Brasaa ngalamin sndiri,,
    Daebaakk

  50. Sungmin pasti senang banget dipanggil umma.🙂 semoga dengan adanya ming pribadi egois manja hyun bisa berkurang… Tp kenapa sekarang malah kyuhyun yg jadi egois kembali😦

  51. Kyu tetp egois tp malah ngatain ming yg egois dasar namja pabo..
    Momen kyuminny bnyak tp yg bag. akhr menyedihkan mrka hrus brtngkar

  52. Belum menikah saja sudah bertengkar2 begitu, bagaimana kalau menikah nantinya? Kyuhyun luangkan sedikit waktumu untuk keluargamu😦

  53. huuaaaa knp jadi kyak ginii? kirain mslh kyumin udah slesai, ehh trnyata msh adaa.. tpiii, smga mslh2 kcil gk bkalan bkin kyumin pisah lagiii.. ^^ cpat baikkan uri kyuminnnn…

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s