Time | KyuMin | Chap 20/20 | YAOI | T+ | Romance, Hurt | Ending |

Time

Genre : Romance , Drama

Rate : T+

Pairing : KyuMin

Part : 20/20

Warning : Boy x Boy , YAOI , Miss Typo

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

Summary : Kenangan masa lalu yang ikut andil dalam masa depan, terkadang membuat seseorang dapat menjadi lebih baik. Tetapi, jika seseorang tak mampu membuang kenangan buruk dan lebih memilih untuk terjerambab dalam perasaannya sendiri, maka air matalah yang akan mereka terima.

Music : Love is Sweet by Super Junior M

Sungmin mengerucutkan bibir, manik mata rubahnya melirik ke sana ke mari untuk memastikan bahwa tak ada seorang pun yang memfokuskan pandangan ke arah mereka. Lelaki imut itu beringsut, mendekati bibir tebal Kyuhyun lalu mengecupnya.

Oke, Sungmin kira ia akan memberi kecupan selama sedetik untuk pria mesum di depannya ini.

Tetapi ternyata ..

Sepertinya Kyuhyun tak ikhlas melepaskan bibir ini begitu saja. Lelaki itu mencengkeram kuat salah satu lengan Sungmin, tangan kanannya yang bebas kini menekan tengkuk Sungmin. Gerakan Kyuhyun yang tiba-tiba itu sukses membuat Sungmin kaget dan melotot tak percaya.

 

Dalam satu satuan waktu, Kyuhyun menarik kepala Sungmin. Tatapan hangat yang Kyuhyun layangkan untuk Sungmin, sungguh membuat lelaki imut itu begitu berdebar.

 

Hyung,” panggilan Kyuhyun terdengar bersamaan dengan hembusan nafas hangatnya. “Kau .., mencintaiku, ‘kan?”

 

Mata Sungmin mengerjap, reflek lelaki bermata foxy itu mengangguk.

 

Sebenarnya Kyuhyun hampir berteriak dan meninju angin saat ia menerima anggukan kepala Sungmin. Tetapi, sekarang ia harus berpikir dua kali jika akan melakukan hal tersebut. Ia menjilat bibirnya sendiri yang basah, lalu menatap tajam ke arah Kyuhyun. “Saranghae.”

 

TIDAK! APA YANG KUKATAKAN?!

 

Batin Sungmin menjerit manakala bibir tebal Kyuhyun kembali menyumpal mulutnya. Ayolah, setelah ini mungkin Sungmin tak akan bisa lepas dari kungkungan Kyuhyun. Jika ia boleh menebak, ia yakin ciuman ini akan berlangsung selama beberapa puluh menit—berlangsung dalam beberapa babak.

 

Namun jika ini adalah suatu musibah bagi Sungmin, bagi Kyuhyun ini adalah suatu berkah.

 

OoOoO

 

Pagi-pagi sekali Sungmin dan Kyuhyun terlihat keluar dari sebuah toko bunga. Mereka terlihat berjalan beriringan,  dengan bucket bunga lili putih di genggaman Sungmin. Ini bukan hari Minggu, tetapi hari Rabu. Hari ini Kyuhyun sengaja berbohong kepada Sungmin dengan mengatakan bahwa hari ini tak ada jam kuliah untuknya.

 

Kyuhyun melakukannyaa karena suatu alasan. Lelaki berambut cokelat hazelnut itu begitu ingin mengajak Sungmin pergi ke pemakan Chengmin dan appa-nya. Yeah, untuk hal itu Kyuhyun rela berbohong—lagi. Ia telah mengenalkan Sungmin kepada eomma-nya. Dan sekarang, Kyuhyun harus mengenalkan Sungmin kepada appa dan Chengmin.

 

Kyuhyun menautkan tangan mereka, membungkam jemari Sungmin dan meremasnya pelan. Saat-saat seperti inilah event yang ia tinggu: menggenggam tangan Sungmin dan berjalan di sampingnya dengan status yang spesial. Kyuhyun tersenyum, ia kembali menggaruk tengkuknya.

 

“Kau terlihat aneh,” celetuk Sungmin dengan desisan pelan. Beberapa kali lelaki imut itu mendapati Kyuhyun tersenyum aneh. Sebenarnya itu cukup membuatnya risih.

 

“Aish, hyung, aku hanya terlalu senang,” sahut Kyuhyun seraya menatap wajah imut Sungmin.

 

“Apa yang kau pikirkan?” tanya Sungmin disela langkahnya yang yang teratur.

 

“Kapan kita akan menikah, di mana kita akan tinggal, lalu berapa hari sekali kita harus bercinta,” Kyuhyun melontarkan jawabannya dengan nada setenang mungkin. “Bukankah menyenangkan jika kita menikah?”

 

Kepala Sungmin merunduk, “Kau mau bermain-main denganku?”

 

“Tidak,” lagi-lagi sahutan enteng Kyuhyun ambil sebagai jawaban. “Aku hanya ingin menjadi milik hyung secepatnya.”

 

Sungmin menghela nafas, “Apa perasaanmu sudah semantap itu?” selidik Sungmin.

 

Kyuhyun mengangguk, “Tentu!” jawabnya sembari memamerkan tangannya yang terkepal dengan jempolnya yang berdiri.

 

“Aku belum,” jawab Sungmin enggan. “Donghae dan dirimu, apa yang menjadi pembeda di antara kalian?” Sungmin mencoba memancing pemikiran Kyuhyun.

 

Bibir Kyuhyun mengerucut, “Tentu aku lebih istimewa, hyung!” Kyuhyun mencengkeram erat bahu Sungmin—mendekatkan tubuh mereka. “Coba hyung pikirkan sekali lagi. Setiap detik, wajah tampanku selalu ada di pikiran hyung, bukan?”

 

Sungmin berdecak, “Narsis sekali,” komentarnya. “Maksudku, tentang ..”

 

Hyung,” kini Kyuhyun menyetop langkah kaki Sungmin. “Aku sudah mencoba bersabar dengan kilahan-kilahan yang hyung lontarkan untuk menolakku,” ucap Kyuhyun sembari meremas telapak tangan Sungmin. “Bukankah hyung telah mengakuinya kemarin? Lalu untuk apa mencoba mengelak?”

 

“Aa—aku tidak mencoba untuk .., berkilah!” Sungmin mempelototi wajah Kyuhyun dengan pandangan imutnya. “Tt—tapi ..”

 

“Kau hampir membuatku pergi merelakanmu, hyung,” Kyuhyun merendahkan pandangannya, lelaki itu kembali membimbing langkah kaki mereka yang sempat terhenti. “Jika aku benar-benar melupakan perasaanku, apa yang akan terjadi?”

 

“Maafkan aku,” cicit Sungmin. “Waktu itu aku benar-benar tak dapat memikirkan apapun selain Donghae.”

 

Langkah kaki mereka telah memasuki areal pemakaman umum, seketika itu pula pandangan mereka disambut oleh bangunan makam yang khas. Kyuhyun mengedarkan pandangannya, menghirup bau harum yang selalu mendominasi suasana pemakaman.

 

“Tetapi untuk sekarang, hyung harus memfokuskan semua perasaan dan pikiran hyung kepadaku,” ucap Kyuhyun. “Hyung harus melakukannya, karena aku pun melakukan hal itu.”

 

Sebelum Sungmin sempat melontarkan protes, langkah kaki mereka akhirnya terhenti tepat di sebuah bangunan makam yang cukup besar. Huruf mandarin dan hangul yang tertulis di permukaan nisan besar itu membuat Kyuhyun tersenyum tipis.

 

Detik itu juga, ia melepaskan tautan tangan mereka lalu berjalan mendekati nisan. Kyuhyun meraba permukaan batu nisan itu dengan gerakan lembut, lalu menciumnya. “Aku merindukanmu,” bisiknya lirih.

 

Sungmin ikut melangkahkan kaki mendekati sosok Kyuhyun, meletakkan karangan bunga yang mereka beli tepat di bawah nisan tersebut. “Annyeong, Chengmin-ah ..”

 

“Dia menyapamu,” bisik Kyuhyun. Nampaknya mood Kyuhyun selalu akan berubah jika lelaki tampan itu mengingat tentang Chengmin. Lihat, air mukanya berubah sembilan puluh derajat dari beberapa detik yang lalu.

 

Sungmin menepuk pundak Kyuhyun, “Kau tak perlu sesedih itu, Kyunnie ..”

 

“Aku tahu, kau pasti sudah mengenal siapa dia,” Kyuhyun melirik ke arah Sungmin selama beberapa detik. “Kekasihku.”

 

Helaan nafas berat Kyuhyun ambil sebelum ia kembali melanjutkan ucapannya. “Aku mencintainya, kau tahu sendiri? Dia yang terbaik. Karena itu, aku berniat memperkenalkannya kepadamu.”

 

Sungmin mengigit bibir bawahnya sendiri, “Aa—aku akan berusaha menjaga Kyunnie semampu yang aku bisa,” sahut Sungmin. Lelaki itu tak ingin diam saja saat ini. “Aku harap, kau juga mendukung hubungan kami, Chengmin-ah.”

 

“Kau pasti akan sangat marah ketika aku memberitahumu bahwa dia akan kuperkenalkan pada appa,” Kyuhyun mencoba menelan rasa sedihnya. “Aku melakukannya agar appa dapat melindungi hubungan kami di surga nantinya.”

 

Lengan Sungmin bergerak mencengkeram erat pergelangan tangan Kyuhyun, “Ayo pergi, Kyu ..”

 

Kyuhyun mengulas senyum, “Kekasihku ingin cepat-cepat pergi menemui appa,” candanya. “Baik, sepertinya kami harus benar-benar pergi.”

 

Sungmin merundukkan badannya, jemarinya menarik-narik lengan Kyuhyun. Lelaki imut itu begitu tak begitu suka dengan suasana pemakaman yang dingin dan hening seperti ini. Semua itu membuatnya merasa begitu tercekam.  Entahlah ..

 

OoOoO

 

Jam telah menunjukkan pukul 12 siang. Sinar matahari pun bersinar terang, seolah-olah berniat membakar permukaan kulit yang tak terlapisi oleh krim UVA atau pun UVB. Kini Sungmin dan Kyuhyun tengah duduk di salah satu tempat duduk dalam bus kota. Mereka kini menuju Chunan.

 

Hyung, bagaimana caranya aku meminta restu kepada orang tuamu?” pertanyaan Kyuhyun yang terselip oleh nada kegelisahan memecah keheningan di antara mereka. Yeah, beberapa hari ini, lelaki itu memang tengah memikirkan jawaban akan pertanyaannya sendiri.

 

“Kau tidak akan mampu membeli tiket untuk ke Jepang,” sahut Sungmin, cuek.

 

Ya, hyung! Kau ini bicara apa?!” bentak Kyuhyun tidak terima. “Aku mampu melakukan itu, hyung! Hyung kira aku mahasiswa yang semiskin itu, huh?”

 

Sungmin beringsut manakala nada tinggi ia dapat dari Kyuhyun, “Kau tidak perlu membentakku! Aish!” Sungmin melipat dua lengannya di atas dada lalu memasang pose ngambek.

 

Kyuhyun memalingkan muka lalu mendengus, “Aku hanya tidak suka jika hyung terus meremehkan kantongku!”

 

“Aku tidak meremehkanmu, hanya menebak! Bukankah kau seorang mahasiswa yang menganggur?” Sungmin membalas ucapan Kyuhyun dengan penekanan di setiap kata.

 

“Baiklah, terus saja berkata aku ini mahasiswa miskin! Hyung membandingkanku dengan ikan cucut itu!” tubuh Kyuhyun merosot ke bawah, bibirnya mengerucut, dahinya mengkerut. Dua orang itu sama-sama marah pada detik ini.

 

Ternyata mereka masih labil ..

 

Terlebih, lelaki yang berstatus sebagai seme di hubungan ini.

 

Manik mata Sungmin melirik ke arah Kyuhyun dalam satu detik. Oke, ia sukses membuat seorang Cho Kyuhyun marah. Sungmin beringsut, melepaskan tautan lengannya dan menolehkan kepala ke arah sang kekasih. Yeah, jika sudah seperti ini nampaknya Sungmin harus mengalah.

 

“Baiklah, aku minta maaf, Cho,” ucap Sungmin diiringi tatapan memohonnya. Lihat, walau ia telah mengutarakan permintaan maaf, tetap saja Kyuhyun terlihat begitu tak sudi menatap atau melirik wajahnya yang imut-imut itu. “Kyu, jangan marah ..”

 

“Aku tidak marah!” sahut Kyuhyun, dingin.

 

“Aku tahu kau marah,” balas Sungmin seraya meninju lengan Kyuhyun. Sungmin semakin mendekatkan tubuh mereka, lalu mengarahkan bibirnya tepat di lubang telinga Kyuhyun. “Jika kau mengerucutkan bibir seperti itu, semua orang akan menganggapmu sebagai ukeku!” bisiknya.

 

Mata Kyuhyun melotot, ia pun mengedarkan pandangannya ke sana ke mari. “Aku sememu!” ucapnya dengan nada yang cukup keras. “Berhentilah mengancamku dengan mengatakan hal seperti itu, hyung!”

 

Sekarang, bibir Sungminlah yang mengerucut. “Baiklah, aku kalah. Sekarang, apa yang harus aku lakukan kepadamu?”

 

“…”

 

Tak mendengar sahutan dari Kyuhyun semakin membuat Sungmin merengut kesal. “Kyunnie,” panggil Sungmin sembari menoel-noel dagu sang kekasih. “Jangan mendiamkanku!”

 

Tiba-tiba bus yang mereka tumpangi berhenti di depan sebuah halte. Kyuhyun menoleh, rupa-rupanya mereka telah sampai di Chunan. Tanpa mencoba memperdulikan Sungmin, lelaki berumur dua puluh satu tahun itu bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari bus tersebut.

 

Hei! Kenapa tiba-tiba Sungmin diacuhkan seperti ini? Sungmin ikut bangkit dari duduknya, lalu berlari mengekor langkah kaki Kyuhyun. Dengan gerakan sigap lelaki berwajah imut itu meraih lengan Kyuhyun, mencengkeramnya seerat mungkin. “Kyunnie, kita akan pergi ke pemakaman appa. Kenapa kau mengacuhkanku?”

 

“Sudah aku bilang, aku tidak mengacuhkanmu, hyung,” sahut Kyuhyun.

 

“Kyuu,” Sungmin semakin betah bergelayut manja di lengan Kyuhyun.

 

“…”

 

Tetap tidak ada jawaban, dan Sungmin kali ini hanya bisa diam. Akhirnya ia hanya bisa diam dan mengekor langkah kaki Kyuhyun dengan hati yang tak kalah dongkol. Ck, mereka akan pergi untuk meminta restu. Tetapi, mengapa kesan yang mereka bawa begitu buruk?

 

Mereka memasuki areal pemakaman keluarga Cho. Tanah berpagar beton itu cukup luas, dengan hamparan rumput hijau di setiap jengkal luas tanah tersebut. Beberapa pohon rindang juga terlihat menemani setiap makam yang ada. Ah, di sini hanya ada beberapa bangunan makam.

 

Sungmin baru tahu, ternyata keluarga dari appa kandung Kyuhyun cukup kaya.

 

Mata Sungmin mengerjap manakala mendapati sosok Kyuhyun telah berdiri di sebuah makam lalu memberi salam hormat. Karena terlalu sibuk memperhatikan keadaan di sini membuat Sungmin melupakan sosok Kyuhyun yang membimbing langkah kakinya. Ia berlari mendekati tubuh Kyuhyun, kemudian ikut memberikan salam.

 

Appa, perkenalkan. Dia Lee Sungmin, kekasihku,” ucap Kyuhyun.

 

Sungmin kembali merundukkan badan, “Annyeong haseyo ..” Sungmin memberi jeda. “Senang sekali bisa mengunjungi tempat peristirahatan anda, Cho-ssi ..”

 

“Kami kemari untuk meminta restu dari appa,” ucap Kyuhyun dengan nada yang cukup dingin.

 

Ck, ada apa dengan anak ini? Kenapa bersikap seperti itu di hadapan appa? Batin Sungmin menjerit, melontarkan protes yang tertahan di balik lidahnya. Sungmin hanya mampu tersenyum kecut, “Semoga appa mertua bisa merestui kami ..” Sungmin merundukkan badan—lagi.

 

Diam ..

 

Setelah Sungmin selesai mengucapkan kata-katanya, dua orang itu akhirnya terdiam. Jika Sungmin terdiam karena menunggu respon Kyuhyun, beda lagi dengan Kyuhyun.

 

Kini Kyuhyun tengah meresapi setiap makna yang terucap dari bibirnya. Di hadapan sang appa, lelaki itu jauh merasakan hal yang berbeda. Jika ia selalu mengatakan hal yang mengarah pada omong kosong, kali ini ia mengatakan hal yang benar-benar berasal dari lubuk hatinya.

 

Menikah dengan lelaki imut yang ada di sampingnya ..

 

Tiba-tiba Kyuhyun memutar tubuhnya, menghadap Sungmin yang menyamping.

 

Hyung!” panggil Kyuhyun seraya meraih telapak tangan Sungmin, meremasnya pelan. Debar jantung lelaki itu sukses menyebarkan getaran halus di seluruh tubuhnya, membuat Kyuhyun hampir pinsan manakala menatap kedua mata Sungmin yang mengerjap saat menatap wajahnya.

 

“Kk—Kyunnie?”

 

Hyung, narang kyeolhonhaejullae?”

 

Pernyataan itu terlontar bersamaan dengan bunyi ‘klek’ pada leher Kyuhyun. Oke, lelaki itu tiba-tiba merasa begitu tegang detik ini. Hei, jelas saja ia merasa tegang. Ia mencoba melamar Sungmin, dan kali ini ia SERIUS!

 

Sungmin menelan air salivanya, mengedarkan pandangannya untuk mengurangi rasa gugup yang melandanya. Apa ia harus menjawab pernyataan Kyuhyun? Tetapi, ia masih ragu. Mereka berdua masih sangat muda, haruskah mereka menikah secepat itu? Kyuhyun belum lulus dari kuliahnya, terlebih ia juga seorang pengangguran.

 

Rasa kecewa mendadak meresap di celah-celah hati Kyuhyun. Perlahan, ia melepas rangkaian tangan mereka manakala menyadari binar mata Sungmin meredup di setiap detiknya. Ia mencoba mengulas senyuman, lalu menatap wajah pucat Sungmin. “Hyung, kau bisa menolakku jika masih ragu,” lirihnya.

 

“Mm—maafkan aku .., bb—bukankah sudah aku katakan, kk—kita akan ..”

 

“Aku mengerti,” potong Kyuhyun. “Aku mengerti mengapa hyung menolakku,” Kyuhyun merendahkan pandangannya guna menyembunyikan raut kesedihan yang terlukis di wajahnya.

 

Dua lengan mungil Sungmin perlahan terbuka, lalu dengan gerakan sigap lelaki itu menerjang tubuh kurus Kyuhyun dan memeluknya seerat mungkin. “Aku akan menikah denganmu. Kenapa kau khawatir sekali?” Sungmin mencoba menangkap pandangan Kyuhyun.

 

Jinjja? Secepatnya?”

 

Ani,” Sungmin menggoyangkan tubuh mereka berdua. “Setelah kau lulus, aku janji kita akan langsung menikah!”

 

Yaksokhaejullae?”

 

Yaksokhae,” Sungmin menjinjitkan kakinya, mencoba menggapai bibir Kyuhyun lalu mengecupnya singkat. Ia terkekeh setelah mendapati semburat merah di kedua pipi Kyuhyun, lalu Sungmin kembali mengecup bibir Kyuhyun. “Percayalah kepadaku, Kyunnie ..”

 

Kyuhyun kembali membuang pandangannya, “Apa hyung yakin, hyung tidak mencintai Donghae hyung?”

 

Bibir Sungmin mengerucut, kepalanya menggeleng pelan. “Kurasa tidak. Aku hanya merasa kau yang dapat merubah perasaanku dalam satu satuan detik. Bukankah kau lebih istimewa?”

 

“Ll—lalu?”

 

“Sudahlah, tidak ada yang perlu kau takuti!” Sungmin meninju permukaan dada Kyuhyun. “Aku tidak bisa menjabarkannya sesuai keinginanmu, dasar babo!”

 

Kyuhyun berdesis, ia pun mencengkeram pipi chubby Sungmin dengan kedua telapak tangannya yang hangat. “Jadi sekarang, hyung milikku?”

 

“Dan kau milikku!” sahut Sungmin.

 

Johda!”

 

“Aaahhhmmmpphh!”

 

Teriakan panjang itu akhirnya tertahan di balik bibir mungil Sungmin karena ulah Kyuhyun. Lagi-lagi lelaki itu menyumpal mulut sang kekasih dengan bibir tebalnya. Tahu sendiri kebiasaan Kyuhyun, lelaki itu senang sekali mencium dan menyesap setiap jengkal bibir Sungmin. Apalagi jika ada rasa bahagia yang terselip di antara ciumannya.

 

Semua membuatnya merasa seribu kali lebih baik.

 

**3 year later**

 

“Mau kusuapi, Minimin?” suara bass itu mengalun bersamaan dengan pelukan di leher Sungmin, sukses mengagetkan Sungmin yang sedang asik melahap nasi makan siangnya di cafetaria.

 

Lelaki yang bekerja di perusahaan Lee Corp itu terhenyak dan reflek memasang wajah jutek. Sudah pasti ia tahu siapa yang mencoba membuatnya tersedak beberapa detik yang lalu. Kyuhyun, tunangannya.

 

“Berhentilah mengagetkanku, Kyu!” protes Sungmin.

 

Kyuhyun terkekeh pelan, lelaki itu pun meletakkan tas sekolahnya dan segera memandangi wajah Sungmin. “Bagaimana?”

 

Sungmin menghentikan acara makannya, “Bagaimana apanya?”

 

Hyung, jangan pura-pura tidak tahu ..,” goda Kyuhyun sembari mencubit pipi chubby Sungmin. “Besook ..”

 

Sebenarnya Sungmin tak melupakan apapun tentang esok. Ia hanya ingin menggoda ‘calon suaminya’ terlebih dahulu. Hei, tidak ada salahnya membuat Kyuhyun marah menjelang hari H.

 

“Kau ingin hadiah kelulusan dariku?”

 

“Aish,” Kyuhyun mendesau. “Menikah .. Menikah!”

 

“Ah, menikah? Kau belum bekerja, apa kau yakin bisa membiayaiku?” sambung Sungmin dengan nada bicara yang cukup meremehkan.

 

Raut kekesalan telah terlukis di wajah Kyuhyun. Sebentar lagi lelaki itu akan segera melontarkan kemarahannya kepada Sungmin. Lihat tangannya yang mengepal dan urat pelipisnya yang mencuat.

 

“Aku lulusan terbaik di kampusku, Minimin!” desis Kyuhyun.

 

Jinjja?” kali ini Sungminlah yang terlihat begitu terkejut.

 

Kyuhyun mengangguk, tersenyum dengan bangga. “Hari ini semua dosen di kampus memberiku selamat. Hyung tahu, tanganku sampai pegal dan aku harus mencuci tanganku dengan anti septik beberapa kali.”

 

“Ck, kau terlalu berlebihan,” timpal Sungmin. “Baiklah, aku juga akan memberikan selamat kepadamu! Selamat, uri Kyunnie!” suara tepukan tangan Sungmin terdengar selama beberapa detik. Setelah itu, tangan mungil itu bergerak mengoyak rambut cokelat Kyuhyun.

 

“Jadi, kapan kita akan menikah?” tanya Kyuhyun dengan antusias.

 

“Kau benar-benar serius jika kita harus menikah secepatnya setelah kau lulus?”

 

“Tentu saja,” Kyuhyun menyandarkan punggungnya di bantalan kursi. “Bukankah appa mertua dan eomma mertua sudah tidak sabar ingin melihat hyung memakai pakaian pengantin?” goda Kyuhyun seraya mencolek dagu Sungmin.

 

Pipi Sungmin menggelembung, “Setelah menikah, apa kita bisa mengadopsi anak?”

 

“Mengadopsi?” alis Kyuhyun melengkung ketika ia mendengar permintaan Sungmin. Asal tahu saja, Kyuhyun tak pernah memikirkan tentang seorang anak yang akan muncul di antara mereka. Ia hanya memikirkan tentang ‘cara membuatnya’ dengan Sungmin, dan setelah itu selesai. “Aku tidak suka anak kecil.”

 

Sungmin mendesah kecewa, “Benarkah? Padahal aku ingin mengadopsi anak yang baru lahir setelah kita menikah ..”

 

“Aku ingin hidup berdua denganmu, Minimin. Hanya berdua denganmu, selamanya!” sambung Kyuhyun.

 

“Semua pasangan menikah karena mereka ingin memiliki buah cinta mereka, Kyu. Aku pun juga begitu..,” sahut Sungmin dengan volume rendah.

 

“Aku tahu, hyung. Tapi, hyung itu namja. Mustahil jika hyung dapat hamil,” Kyuhyun menanggapi.

 

“Karena itu, aku berpikir untuk mengadopsi ..,” hembusan nafas penuh kekecewaan terdengar. Sungmin merundukkan kepala, “Baiklah. Aku akan melupakan hal itu untukmu.”

 

Mian, hyung. Bukannya aku melarangmu ..”

 

“Lupakan, Kyunnie .. Lebih baik kita membahas tentang rencana pernikahan kita,” Sungmin menginterupsi ucapan Kyuhyun. Lelaki itu mencoba untuk mengalah guna menghindari pertengkaran yang mungkin akan segera terjadi. Suatu hal konyol jika mereka benar-benar bertengkar menjelang hari pernikahan. Lagi pula, sebenarnya Sungmin telah menyiapkan kejutan tentang pernikahan mereka.

 

Yeah, lelaki imut itu telah menyuruh kedua orang tuanya yang ada di Jepang untuk menyiapkan upacara pernikahan mereka. Ia bahkan telah menerima kabar jika semua telah siap sesuai rencana, hanya perlu menunggu Kyuhyun dan Sungmin. Rencananya Sungmin akan mengajak Kyuhyun ke Jepang setelah upacara kelulusan di kampus Kyuhyun selesai, lalu menikah di malam harinya. Setidaknya, ia berusaha untuk memenuhi keinginan Kyuhyun untuk menikah sesegera mungkin setelah lulus.

 

Tetapi, entah mengapa sekarang Sungmin merasa begitu kecewa dengan keputusan yang Kyuhyun ambil.

 

Sungmin menghela nafas, ia berusaha untuk menstabilkan nafas dan pita suaranya. “Ss—sebenarnya .., aa—aku telah menyiapkan ..”

 

“Aish, baiklah!” tiba-tiba Kyuhyun berucap seraya menggaruk-nggaruk kepalanya. “Kita akan mengadopsi anak setelah kita menikah!” ucapnya final. Lelaki berjuluk evil itu tak tega setelah melihat reaksi Sungmin yang seperti itu. Terlebih mendengar suara parau yang terdengar beberapa detik yang lalu. Itu akan menimbulkan kesan yang negatif untuk image-nya sebagi seorang seme!

 

“Kk—Kyunnie .. Kau tak perlu memaksakan hal itu,” kata Sungmin sembari mengerjapkan kelopak matanya.

 

“Tetapi, kita akan mengadopsi anak setelah pernikahan kita berumur tiga atau empat tahun!” sambung Kyuhyun. “Eottae?”

 

Seulas senyuman terpatri di bibir Sungmin, lelaki imut itu pun mengangguk-anggukkan kepala. “Gomawo ..”

 

Kyuhyun mengibas-ngibaskan telapak tangannya, “Jadi, bagaimana rencana pernikahan kita?”

 

“Ii—itu .., sebenarnya ..,” Sungmin memainkan dua jemari tangannya. Ah, mengapa rasa gugup itu tiba-tiba datang di saat yang seperti ini?

 

“Kapan dan di mana? Apa hyung punya ide?”

 

Sungmn mengangguk pelan, “Ss—sebenarnya ..”

 

Drrt .. drrt ..

 

Getar ponsel Sungmin menginterupsi pernyataan yang akan Sungmin lontarkan. Dengan gerakan lincah lelaki itu meraih ponselnya di saku, lalu menggeser tombol accept untuk menjawab.

 

Kyuhyun memutar bola matanya dengan gerakan malas setelah ia tahu Sungmin lebih memilih untuk menjawab panggilan telpon itu. Hah, sepertinya ada sesuatu yang penting mengingat raut wajah Sungmin langsung berubah setelah mendengar sesuatu dari earpiece-nya.

 

Sekitar satu menit berlalu, akhirnya Sungmin mengakhiri panggilan tersebut. “Kyu, sepertinya aku harus pergi. Ternyata siang ini ada rapat mendadak, sepertinya kita tak akan bisa bertemu lagi hari ini,” Sungmin berucap dengan memasang tampang memelas. Namja itu pun berjalan mendekati Kyuhyun, “Aku benar-benar terburu-buru. Sampai jumpa esok di upacara kelulusanmu, Kyu!”

 

Kecupan singkat di bibir dan pipi Kyuhyun menjadi sebuah salam perpisahan yang spesial. Ck, lagi-lagi Sungmin menggunakan cara seperti itu untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan dari Kyuhyun. Lihat, Kyuhyun yang merona tak dapat melakukan apapun ..

 

OoOoO

Sungmin terlihat mondar-mandir di depan gerbang kampus Kyuhyun. Sesekali lelaki itu melirik jam tangan yang melingkar di lengannya. Tak jarang ia terlihat mengayun bucket bunga yang ia bawa sembari mengedarkan pandangannya. Upacara kelulusan baru saja selesai. Dan sedari tadi lelaki itu terus mengutuk pihak panitia yang dengan lancang menambah sesi acara hingga dua jam lamanya.

 

Menyebalkan? Tentu!

 

Hyung!” seorang lelaki tampan dengan mantel tebalnya berjalan menuju Sungmin sembari melambaikan tangan. Lihat, lelaki yang sempat memberikan pidato di podium tadi menjadi pusat perhatian para mahasiswi lain. Kyuhyun menghentikan langkah tepat di hadapan Sungmin. Di saat yang seperti ini, ternyata Kyuhyun masih sempat terkekeh. “Bunga itu untukku? Wow, terimakasih jagiya!”

 

Tanpa berucap kata, Sungmin langsung menyambar pergelangan tangan Kyuhyun dan menarik tubuh lelaki itu.

 

Hyung! Apa yang hyung lakukan?” Kyuhyun mencoba berontak manakala Sungmin memaksanya masuk ke dalam taksi.

 

“Cepat masuk atau kita tidak akan pernah menikah!” ucap Sungmin, ia pun mendorong tubuh Kyuhyun—membuat lelaki itu terjatuh dan pada akhirnya merintih di kursi penumpang taksi itu. Sungmin berjalan menuju pintu samping lainnya, membuka lalu masuk dengan gerakan gesit.

 

Taksi itu akhirnya berjalan—dengan kecepatan tinggi.

 

“Ada apa, hyung?” Kyuhyun menatap Sungmin dengan pandangan heran. “Hyung ingin menculikku?”

 

Ajussi, bisakah kau mempercepat laju taksimu? Kami benar-benar akan terlambat!” permintaan Sungmin terdengar. “Kita sudah tidak punya waktu lagi.”

 

Alis Kyuhyun mengeryit, ia semakin heran. “Hyung, kau akan mengajakku ke mana?” Kyuhyun menatap ke arah cendela, memperhatikan jalanan kota. “Bandara?”

 

Sungmin mengangguk, membenarkan.

 

“Tapi untuk ap—”

 

Ckiiiiit!

 

Taksi itu berhenti tepat di pintu masuk bandara Incheon—dengan rem yang begitu mendadak. Hampir saja membuat Kyuhyun terantuk kaca cendela. Sungmin memberikan uang seratus ribu won, lalu membuka pintu. “Kyu! Cepat!” perintahnya.

 

Kyuhyun ikut keluar dari pintu tersebut, “Sebenarnya ada apa?”

 

“Aish!” Sungmin kembali menyambar pergelangan tangan Kyuhyun lalu menyeret langkah kaki lelaki tersebut. “Jika kau terus melangkah seperti itu, kita bisa terlambat!”

 

“Tunggu, hyung akan mengajakku ke Jeju-do?” pertanyaan itu terlontar di sela nafas Kyuhyun yang tak beraturan. “Tt—tapi, ini musim dingin, hyung!”

 

“Diam dan ikuti saja!”

 

OoOoO

 

Sungmin patut bernafas lega detik ini. Untung saja pesawat yang akan ditumpanginya ke Jepang belum lepas landas—Dewi Fortuna masih membelanya. Kyuhyun yang sedari tadi tak kunjung mendapatkan penjelasan dari Sungmin kini berusaha mengatur nafasnya. Sebenarnya, asma lelaki itu hampir saja kambuh mengingat ia harus berlari. Tetapi, ketika ia menyadari Sungmin membungkam telapak tangannya dengan begitu erat, semua terasa baik-baik saja.

 

Kyuhyun menolehkan kepala ke arah samping, menatap wajah Sungmin yang dipenuhi oleh keringat. Padahal suhu dalam badan pesawat ini cukup dingin, tetapi Sungmin masih saja berkeringat seperti itu. Tangan Kyuhyun bergerak merogoh saku celananya, meraih selembar sapu tangan yang bersembunyi di sana lalu mengelap dahi Sungmin. “Hyung, untuk apa hyung menculikku?”

 

Sungmin menoleh, menatap Kyuhyun dengan mata sipitnya. “Aku tidak akan memberitahumu hingga kita sampai di Jepang,” ucapnya misterius.

 

“Apa appa mertua dan eomma mertua merindukanku?” tanya Kyuhyun, narsis seperti biasa.

 

Decihan pelan terdengar sebagai candaan dari Sungmin, “Untuk apa mereka merindukanmu?”

 

Kyuhyun menyudahi aktifitasnya mengelap dahi Sungmin. Ia tersenyum lembut kala mendapati dahi Sungmin yang telah kering. “Kalau begitu, beritahu aku. Kenapa hyung menculikku seperti ini?”

 

“Apa aku harus memberitahumu?” Sungmin menimbang-nimbang dengan nada ragu.

 

“Jelas, hyung! Katakan saja!” desak Kyuhyun seraya menggoyang lengan mungil Sungmin.

 

“Menikah,” ucap Sungmin sembari menatap wajah Kyuhyun dengan manik mata rubahnya. “Untuk menikah.”

 

Mendengar apa yang Sungmin katakan, mata Kyuhyun melotot dan bibirnya pun menganga—tak percaya. Seketika itu juga ia mencengkeram pundak Sungmin lalu meremasnya pelan. “Jangan bercanda, hyung!”

 

“Aku serius,” ujar Sungmin. Kini kepalanya merunduk, nampaknya ia ingin menyembunyikan senyuman malu-malu yang terlukis di bibir cherrynya. “Nanti malam kita akan menikah, Kyu ..”

 

“Tidak bisa dipercaya!” sahut Kyuhyun seraya melepaskan kedua cengkeraman tangannya. Ia pun membanting punggungnya di sandaran kursi yang empuk, lalu memijit pelipisnya yang berdenyut. “Nanti malam?”

 

Sungmin mengangguk, mengiyakan. “Ini hadiah kelulusanmu.”

 

Kyuhyun akhirnya terdiam, terlarut dalam pikirannya. Sejujurnya ia begitu senang kala mengetahui Sungmin telah menyiapkan acara pernikahan mereka. Singkatnya, ini benar-benar suatu surprize dan hadiah terbaik untuk dirinya. Jelas saja, Sungmin memberikan dirinya sebagai hadiah! Bukankah itu bagus?

 

“Setelah pesawat ini take off, kita harus segera berdandan lalu pergi ke gereja,” ucap Sungmin tiba-tiba. “Aku sudah mengundang eomma-mu.”

 

“Jadi eomma juga sudah tahu?” sahut Kyuhyun dengan nada tak percaya.

 

“Tentu saja, Kyunnie!” Sungmin tersenyum sembari mengangguk-anggukkan kepala. “Bagaimana, apa kau senang?”

 

“Tidak hanya senang,” Kyuhyun memutus ucapannya lalu merunduk. Semburat merah tipis terlukis di kedua pipinya. Lalu senyuman yang sarat akan kebahagiaan itu pun terlukis. Kyuhyun menggerakkan lengannya, lalu meraih dan membungkam jemari Sungmin dengan telapak tangannya. “Sangat bahagia. Gomawo, jagiya.”

 

“Hm,” Sungmin menyandarkan kepalanya di pundak Kyuhyun lalu memejamkan mata. “Nanti kau akan menjadi suamiku.”

 

“Dan yang terpenting, hyung menjadi milikku,” jemari Kyuhyun menyentil hidung mancung Sungmin. “Kita menikah. Ketika bangun tidur nanti, aku akan mendapati wajahmu, hyung.”

 

“Tidak, aku akan bangun lebih awal darimu,” Sungmin memainkan jari telunjuknya di dada bidang Kyuhyun yang naik-turun. “Wajahmu pasti akan terlihat begitu konyol,” pernyataan itu terlontar bersamaan dengan kikikan kecil yang meluncur dari bibir Sungmin.

 

“Jika hyung bangun lebih awal dariku, hyung harus mencium bibirku untuk membangunkanku!” Kyuhyun merendahkan pandangannya ke arah wajah Sungmin. “Setiap pagi, hyung harus bersedia memberiku ciuman selamat pagi.”

 

“Aish, kenapa kau hanya memikirkan ciuman, huh?” kepala Sungmin mendongak, foxy eyes-nya menatap Kyuhyun lalu mengerjap.

 

“Beristirahatlah, hyung,” pinta Kyuhyun—mengacuhkan pertanyaan terakhir yang Sungmin ucapkan. “Nanti akan menjadi malam yang begitu melelahkan.”

 

“Hm, aku tahu itu,” Sungmin menurut, ia pun memejamkan matanya—bersiap untuk tidur sejenak guna menunggu pesawat ini sampai di bandara Jepang. “Aku mencintaimu.”

 

Nado,” Kyuhyun menyilahkan poni yang menutupi dahi Sungmin. Seulas evil smirk tiba-tiba terlukis di kedua belah bibir Kyuhyun, evil eyes itu pun membidik wajah Sungmin yang terbuai oleh rasa kantuk. “Tidurlah, saat malam pertama nanti aku tak akan membiarkan hyung untuk tidur ..”

 

MWO?!”

 

END

Endingnya nggak sampe Kyumin nikah lhoo .. sampe segitu ajaa .. Hehehehe Sebenernya aku berpikir untuk memberikan ‘ending yang berbeda’. Kan biasanya ending diakhiri kata ‘saranghae—nado saranghae’. Nah, berhubung author udah bosan sama kata itu, jadi author mutar otak deh .. Tapi tapi, apesnya author nggak dapat ide yang baik. Jadinya yah gitu. Harap maklum yah ㅠㅠ oiyah, author minta maaf yah, karena nggak bahas kisah haehyuk selanjutnya .. Bagi yang menantikan Haehyuk moment, maaf buat kalian kecewa ㅠㅠ

But .., but .. Akhirnya ff ini selesai juga. Author lega banget deh rasanya. Ini adalah ff terpanjang yang pernah author buat seumur hidup author lho *plak* udah nyampe dua puluh! Woo, ternyata saya adalah orang kurang kerjaan yang suka buat cerita sampai berpuluh puluh chap seperti ini xD bagi readers yang selalu menemani author dalam membuat ff ini, jeongmal gomabseubnida~~ *big hug* buat yang kasih kritik dan saran, author menantikannya lagi dan lagi lhoo .. buat yang nggak bosen bosennya nagih ff ini buat cepet cepet dipublish, I’ll miss you *kecup satu satu* untuk semuanya deh, yang baca ff dan udah meninggalkan jejak berupa komentar yang selalu sukses bikin authornya ketawa geje pas bacanya …. Author selalu menunggu respon dari kalian lho .. hehehehe love you~

Ayo, berikan komentar yah .. kalo silent readers semakin menipis di ending ff ini, aku bakal kasih ff KyuMin oneshoot lhoo ~~ xD

~MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY-PASTE SEMUA KONTEN YANG ADA DI BLOG INI! DO NOT PLAGIAT, PLEASE!~

113 thoughts on “Time | KyuMin | Chap 20/20 | YAOI | T+ | Romance, Hurt | Ending |

  1. Aishhh Umin romantis bgt kasi hadiah kelulusan buat Kyu dgn nyiapin pesta pernikahan mereka,,Kyu bahagia bgt tuh ><

    Waduh Kyu pervert awas asma kambuh gr2 malam pertama -.-'
    Aq suka akhir ff ini,,lucu n romantis sekaligus hehe..
    Good ff chingu🙂
    Ditunggu karya2 berikutnya ya n gumawo..😉

  2. ENDING NYAAAAA (≧▽≦) LIKE THIS!!! walau ku mau lebih x( hehe
    gak nyangka endingnya beginih ( ^)o(^ ) sweet tp kecepetan ^^V
    bikin sequel kaaaa… sama side story haehyuk dong, mreka gk ampe cere kan?
    lanjuuuuuuuuut yaaaa kaaaaaa….

    P.S: thanks for make this fanfic :*

  3. kyumin pacaran kaya ABG” labil nih, sadar umur woy hahaha
    bntar” ribut, tp itu yg bkin seru ko,
    yah udah tamat aja nih ff, ga ada sekuel yg ahayde’ gtu… haha

    ditunggu ff” slnjutnya, keep writing, fighting😀

  4. Gantuuunggg… Padahal ngarepnya pernikahan KyuMin di bahas di chap terakhir ini, ngarep juga malam pertama KyuMin di bahas #plak
    tapi ga apa2 deng, endingnya lucuu… Si Kuyun ngebet banget pengen bercinta sama Ming wkakak.. Dasar epil mesuumm ~
    JiYoo.. Di tunggu Fanfic2 karyamu selanjutnya.
    Ohya, kapan2 bikin ff KyuMin dengan karakter Kyuhyun yang psikopat dong. #abaikan

  5. kyaaaa…
    Aku ketinggalan.. Ternyata ff ini udah ending..
    Yeee.. Akhirnya kyumin bersatu jugaa dan menikahh,
    hohoho…

    Gak ada sequelkah thor??
    Hehehe…
    Sumpah ya, kalau kyu udah merajuk atau merengek itu lucu bangeet..
    Hahaha…

    Mian ya, coment di part ini gak di part 19..
    Hehehe…

    Over all ff-nya good job, tapi ada typo sedikit…
    Hehehe..

    Ditunggu next ff Kyumin-nya..

  6. Akhirnya KyuMin nikaaahhhh *o*
    Selamat selamaaaaattt..

    Chap ini full KyuMin nya.. ^o^
    Aku kira ceritanya bakal ampe KyuMin nikah terus punya anak, ternyata enggak😦

    Tapi nggak apa” deh, soalnya ada gantinya KyuMin oneshoot
    Aku tunggu aku tunguuuu.. ^O^

  7. am I first???

    CHUKAEYO

    ggyyyaaa,,,,sweet bgt…
    akhir yg unik, krn biasanya suatu ending bakal diceritain nikahnya, tapi menurut aku ini cukup untuk menjadi ending yang unik..
    ditunggu postingan lainnya..buat genderswitch dong (ngarep)

  8. Loh kok endingnya nanggung gitu sih? u,u
    Bikin sampe nikah & first night kek😦

    Iya,sebenernya saya penasaran sama haehyuk,kirain mereka bakal dimunculin di chap ini.

    Oh ya chap ini ada beberapa typo di penyebutan nama. Kyu jadi ming dan ming jadi kyu. Agak bingung pas baca tadi.

    Yosh ditunggu ff barunya^^

    • omo, mianhae … aku akan segera memperbaikinya … dan untuk ending, itu adalah ending yang belum pernah ada xD *plak* aku nggak buat ending sampe mereka nikah and first night soalnya ada dari beberapa ffku yang berending kaya gitu …

  9. udah end??
    sebenarnya gantung sih
    pengennya ada moment mereka nikah
    sama cerita singkat setelah mereka nikah
    tapi…gpp lah itu kan kepengenan author buat bikin ending kayak gitu
    yang penting happy ending
    kyuhyun sungmin selamanya hehehe
    ditunggu karya selanjutnya author-shi
    sebenernya kalo blh minta aku lebih suka cerita ber-chapter ketimbang oneshoot (banyak maunya hehehe)
    semangat author-shi!!!

  10. hahaha,,ending.a aneh juga ~~
    kirain mau mpe pernikahan ~~
    atooo ???#yadong kumat

    kurang puas nih saeng~~
    tpi gpp deh,,ditunggu karya terbaru.a ~~

  11. Bagus thor ^^ aku penggemar FF Time😀 tp tiap kali mw comment, selalu ngadat ._.

    Bikin oneshoot lagi ya, thor ! ^^)9

  12. kok endingnya gitu doang? itu pas kyumin nikah nggak di ceritain? :O
    nggak ada sekuel ya?😦
    ahh tapi ini ff emang keren banget loh. Daebaakk \(^.^)/

    • hehehe no skuel .. kalo endingnya sampe nikah lagi, ntar jadi bosen .. beberapa ffku udah ending dengan mengusung tema wedding kan? nah, boleh dong kali ini di cut sampe ini aja .. kan sama aja tuh, adegan wedding jga cuman gitu gitu aja *plak*

  13. oh endingnya gak nyampe kyumin nikah ya tapi gak apa lha yang penting happy end n yang paling terpenting kyumin’y uda bener2 saling menyukai n saling membutuhkan satu sama lain. waaa gak panjang banget kok jiyoo chapnya masih mending kamu cuma nyampe 20 chap daripada nyampe 30 chap hehehe

    keep writing jiyoo di tunggu ff kyumin selanjutnya^^

  14. AAAAAAAAA AKU TELAT BACA !!
    GREAT JOB SAENG~^^
    *HUGS*

    Itu endingnya AWWW~ perv!kyu😄
    Kyumin momentnya sweet bgt deh AAAAAA..
    Kejutan Ming so damn great haha kebayang gimana perasaan Kyu haha😀
    Akhirnya semua luka terbalas oleh kebahagiaan ^^ #socheessy

    Huwaaaaa udah END aja nih saeng..
    Gomawo udah nyelesein cerita ini kkk~
    Keep writing, ne?
    Ditunggu karya slanjutnya..
    Daaaaan ONESHOOT kyuminnya jgn lupa kkkk~
    Aku niat baca ulang lg nih dr awal *gabosen* hehe
    HWAITING~~^^

    Saranghae❤

  15. woa endingnya manis~ cara ming kasih hadiah imut banget. waaaaa
    akhirnya kyumin bahagia. haha kyu mesum. yg dipikir cuma begituan terus.
    ditunggu ff mu selanjutnya. fighting!!

  16. Huwaaaaa… Mingppa kereeenn,, aq jg mau dong dikasih hadia pernikahan, dculik trus di niikahin.. Hehehehee.m maauuu…

    Debak..

    Sekuel??

  17. kyumin NIKAH pas bln Ramadhan!!!

    woow!!

    *bahagia*

    happy ending!!!

    *tabursukubungaBank*

    ‎​ξ\(´▽`)/ξ

    ahh…ending yg manis menurutku….
    hikz….terharu~

  18. Waaaaa udah update ternyata. Mian baru komen, baru ngecek blog hahahaha
    aku kira sungmin bener bener ragu… Ff nya daebak deh (y) bisa bikin naik darah gara gara haemin momen:> err haha kadang ada nyesek nya juga gara gara kyu kesiksa-.- dan bahagia pas kyumin moment sampe ending huahahah
    keep writing ya jiyoo, semangat:)

  19. Wahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh udah end niehhh ,,,, gk nyangka amat niehhh jadi reader setia disini ^^hehehehehehe,,,,

    Aahhhhhhhhhhhh so sweet abizzzzzzzzzzz,,,,, gk nyangka umin ampe segitunya menyiapkan pernikahan mereka di jepang ^^

    aku gk bisa baca ff kyumin eonnie lagi sementara q mau buat tugas dulu yang numpuk ampe segunung n persiapan UTS niehhh -_- gileeeeeeee stress abizzz q niehh (_ _”)

    ahhhhh segitu dulu ne eonnie q mau buat tugas dulu ^^ ampe jumpa lagi bye bye^^
    klo updet ff sms q ne~~

  20. sweetnya merekaaaa😄
    Sayangnya gak sampe married..

    Ff ini brakhir di chap 20 ya,, waah, maap banget ya aku komennya bolong2 >_<, abis komentar lewat hp itu kadang suka failed..

    Sungmin disini sweet abisabisabisabisabis, Kyuhyunnya beneran diajak merit abis lulus,😄,, yg paling penting akhirnya mereka bisa ngelupain perasaan mereka ke mantan masing2..
    Tapi nasib EunHae begimana yah itu? -_-

    Keep writing ya authornyaaah, semangat! Di tunggu karya3 berikutnya🙂

  21. Jiyoo chukkae~ ff nya slsai dgn slamat.,*lu kate apaan* ==”
    Happy end KyuMin yeyy \¤_¤/ #tebarmenyan#eh?
    Gada sekuel KyuMin rated M? #plakkk#readeryadong –v
    Aq pling ska klo bca bgian KyuMin lgi kisseu abis paling suka byangin adgan nya., nyahaha #yadonggakketulungan
    Jiyoo semangattt~

  22. huft…wdaan y thor..
    indah na mrka brsama…sequel dunk thor…
    ne ff sukses bkin gw merem melek *lhoo* cz konflik na yg g ngebosenin
    syg jg c…g da eunhae moment na
    keep writing thor *hugnkissauthor*authormuntah

  23. ga nyangka min bakal prepare itu semua buat pernikahan mereka
    kyu jg berusaha jd lulusan terbaik, kyaaaaa~
    yaa walopun ga detail tp ikut bahagia juga mereka akhirnya bersatu
    semoga chengmin dan appa kyu merestui dari surga
    yeeeyy akhir kata mau blg mksh buat author yg udah bikin ff ini. udah ngehibur aku dan bikin aku greget juga ya hhe
    ada pesan yg bisa aku ambil dr ff ini
    keep writing!^^

  24. Akhirnya happy end jga,,tpi knpa ga sampe nkah,,jujur aq ga bkalan b0sen e0nni,,knpa ga ada sequel nya e0nni bnyak yg request lh0,,

  25. Mian baru koment ϑí sini,,, ff km ini sungguh DAEBAK,,, walau endingnya kurang tapi sungguh alurnya bikin pengen terus baca dan tidak rumit,,, DAEBAK deh suka bangat ma karakter sungmin disini ,,, bikin falling in love hehehehe ^^ gomawo:)

  26. ,Kyu kbelet nkah y? Hehe
    Akhrx brakhr bhgia wlwpun crtx g ampe nkah
    Kyu akhrx bs ngrelain chengmin n ming bs nglupain hae
    Jjang^^,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

  27. Hwaahhhhh!!! Endingnya :’)))) sweet bgtt!! Aku sempet lupa coment di beberapa chapter eonnnn:( tapi aku suka bgt sama ff ini!!!!!!!;__; aku suka jalan ceritanya aku suka semuanya!!!!!!!:”””((((((( haaahhh pokonya nocoment yg pasti sweettttt bgt :”)))

  28. Akhirnya end juga….
    n happy ending…senengnya…
    tapi kirain end nya pas udah nikah eh malah gag….
    tapi gag apa2 kok….
    kyaaa sifat mesumnya kyu tetep ada yaaaa…..
    sabar ya minggg

  29. Chingu, aq dh bca kemaren tapi blum sempat ninggalin jejak dr chap 12 apa ya… Hehehe… Mian ^^v
    Kemarin bcanya pas jm pelajaran siih.. #plakk#
    (¬_¬”)
    Akhirnya ming bisa melepas ikan mokpo juga…
    Untung ada kyu yg selalu sabar nungguinnya…
    Tapi itu ming kerjanya dmana??
    Ga ada wedding ceremony nya kah?? T^T
    Enak ya kyu dikasih hadiah upacara pernikahan… Hahaha… Pengen liat wajah shock kyu kek gmana…
    Trus haehyuk gmn??
    Emang siiih hyukkie raga kejam dn egois, tapi wajar lah soalnya uda lama dia cinta si ikan mokpo…
    Ikan mokpo juga perlakuannya kejam gtu sama nyuk..
    Tapi chukkae lah buat kyumin…
    Kyu, penantian dn kesabaran yg tdk sia” ani… (≧▽≦)

  30. Kirain bakal smpe kyumin nikah n punya anak ehhhh trnyata
    Tp ga pa2 sih, lucu juga pas endingnya, dasar kyu pervert bngt deh :p ђëђë {^_^} ђëђë :p

    Kalo bisa buat sequelnya dong jiyoo
    Ya ya ya d’tnggu loh
    Jiyoo hwaiting😀

  31. Yah… Jadi seperti ini endnya…
    Ming baik bgd kasih hadiah ma bang evil …
    Mian lompat bbrp chap soalnya udah kebelet(?) pengen ada kyumin moment
    :Dv

  32. Hahahahaha tapi seru author,,

    surprisse buat kyu kan kan….

    Akhir’y menikah lah mereka.,,

    aku bca ff yg lain lg yh author.

  33. siap siap begadang
    kyu msh aja manja ya setelah 3th berlalu
    aaaahhh senengnya hatiku mereka akhirnya bersatu juga ^^

    chukaaaeeeee ♡

  34. authornimmmm~ keren ff nya!
    ak baca neh ff dr sedih ke seneng…!😄
    ak nangis wktu kyu mau relain min, pas d rs itu
    seneng akhirny mreka nikahhh!! hwuahahaha chukkae kyumin!! \(^0^)/
    hwaiting authornim!

  35. Sungmin kembali merundukkan badan, “Annyeong haseyo ..” Sungmin memberi jeda. “Senang sekali bisa mengunjungi tempat peristirahatan anda, Cho-ssi ..”
    ㅋㅋㅋ kalo pake cho-ssi itu ngga sopan alay pun formal tapi buat ke calon mertua sangat tidak sopan sekali eonni… Lebih baik pake cho abeonim.. Terus manggil mertua bukan Eomma mertua atau appa mertua tapi panggil abeonim sama eomonim.. 그래.. 다 잘 했구나 나도 잘 읽었다.. 감사해 ㅋㅋㅋ

  36. Yeeeeay kyumin nikaaaah kkkkk
    Seneeeng ffnya berakhir bahagikeep writting ya jiyoo.
    Sering2 bikin ff kyumin yaoi happy end ya. Fighting!

  37. Di chapter” terakhir haehyuk udah gak ada ya kayanya udah aja sampe mereka nikah gitu

    Tciee yg seneng bgt dikasih hadiah pernikahan sama bunnyming ㅋㅋㅋ

  38. Kyaaaaaa really nice ff with really romantic kyumin love :333
    Bahasanya enak banget dicerna /emang pepaya/
    Makasih thorrr.. laffyuu <333

  39. ceritanya bagus, ngaduk2 perasaan
    yaah pada akhirnya memang cinta lah yang menang. klo udah jodoh dr awal, maka tak akan ada yg busa ngerubah.
    kyumin :’)

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s