Time | KyuMin | Chap 16/? | YAOI | T+ | Romance, Hurt |

Time

Genre : Romance , Drama

Rate : T+

Pairing : KyuMin

Part : 16/?

Warning : Boy x Boy , YAOI , Miss Typo

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

Summary : Kenangan masa lalu yang ikut andil dalam masa depan, terkadang membuat seseorang dapat menjadi lebih baik. Tetapi, jika seseorang tak mampu membuang kenangan buruk dan lebih memilih untuk terjerambab dalam perasaannya sendiri, maka air matalah yang akan mereka terima.

Music : The Name I Love by SHINee

“Kukira, mereka tak ada hubungan apa-apa. Tetapi, melihat kedekatan mereka yang seperti itu ..,” Hyukjae memutus ucapannya. Ia memang sengaja memutus ucapannya untuk menunggu respon dari Donghae.

“…” Donghae masih saja terdiam, terlarut dalam pikirannya yang bercabang. Memikirkan tentang Sungmin yang ada di dekapan seorang lelaki seperti itu membuatnya begitu sakit hati. Apalagi ketika ia mendapati senyuman yang Sungmin lukis di kedua belah bibirnya. Tak disangka, Sungmin benar-benar bermain api di belakangnya. Membiarkannya menanggung beban mental pernikahan yang telah direncakan untuknya seorang diri.

Hyukjae ikut terdiam. Dalam hati ia terus saja menyematkan doa, semoga saja Sungmin terus berada dalam posisi seperti itu untuk beberapa menit yang akan datang. Jika bisa, dua orang yang menjadi pusat perhatiannya itu melakukan sesuatu hal lebih. Seperti ciuman, mungkin?

Nafas berat Hyukjae terdengar, “Kau masih mau bertahan? Kekasihmu sendiri telah menemukan pasangan lain yang mampu membuatnya tertawa seperti itu, Lee Donghae.”

“Sekalipun aku menyerah, aku tak akan mencoba menatapmu, Lee Hyukjae-ssi!” ucap Donghae tegas.

“Terserahmu saja,” Hyukjae menimpali dengan nada bicara yang cukup rendah. “Bagaimanapun juga, aku calon istrimu.”

Donghae lebih memilih untuk diam dan berlalu dari bibir pantai daripada harus mendengar ucapan Hyukjae. Melihat Sungmin yang masih saja bertahan di pelukan lelaki lain membuatnya begitu cemburu.

Lee Sungmin, kau benar-benar berniat mengakhirinya? Baiklah, kita akhiri sampai di sini!

OoOoO

Kyuhyun dan Sungmin masih terdiam dalam posisi masing-masing. Kyuhyun yang masih melingkarkan kedua lengannya di pinggang Sungmin dan Sungmin yang masih menikmati pelukan Kyuhyun. Mereka berdua terlarut dalam rasa dan pikiran masing-masing. Rasa nyaman yang diciptakan oleh sentuhan ini terasa begitu memabukkan, hingga mampu membuat dua orang itu terus menempelkan tubuh mereka.

Kepala Kyuhyun melesak di ceruk leher Sungmin, menghirup aroma Sungmin yang menguar. Sedangkan Sungmin sendiri kini mulai memejamkan mata menikmati perlakuan Kyuhyun. Dua telapak tangannya yang bergetar mencengkeram erat kedua pergelangan tangan Kyuhyun. Getaran tipis terasa  menggelitik ruang hati masing-masing, memberikan sinyal positif yang menyebar ke syaraf-syaraf tubuh mereka.

Hyung, saranghae,” bisik Kyuhyun lalu menarik kepalanya ke belakang. “Saranghaeyo,” lanjutnya seraya menyandarkan kepala di pundak Sungmin.

Sungmin yang mendengar pernyataan Kyuhyun kini meringis. Ia baru menyadari bahwa tindakan yang membuatnya terlena itu adalah tindakan dari Kyuhyun. Ia tersenyum kikuk, lalu Sungmin tersenyum. “Buatlah aku mencintaimu, Kyu ..”

“Pasti,” Kyuhyun mengangguk. “Itu pasti, hyung.”

Pelukan dua orang akhirnya terlepas, menyisakan debar jantung yang menggila. Pandangan dua orang itu bertemu, lalu seulas senyuman malu-malu saling mereka lempar. Kyuhyun menengadahkan telapak tangan kanannya, membuat Sungmin mengulurkan tangan untuk menerima tawaran Kyuhyun.

Tangan mereka akhirnya terpaut, lalu langkah kaki mereka mulai terangkat diselingi oleh suatu rasa yang berbeda di hati masing-masing.

OoOoO

Drrt .., drrt ..

Ponsel Sungmin yang bergetar menginterupsi pikiran Kyuhyun yang tengah fokus ke PSPnya. Dengan gerakan enggan Kyuhyun bangkit dari rebahannya, mengintip siapa yang mencoba menghubungi Sungmin.

Aiden Lee is Calling ..

“Aiden Lee?” alis Kyuhyun mengeryit heran kala membaca ID caller yang ada di layar ponsel Sungmin. Sebelum lelaki itu meraih ponsel Sungmin, suara pintu kamar mandi yang terbuka membuatnya urung untuk bertindak.

“Ada yang menelponku?” Sungmin yang baru keluar dari kamar mandi kini berjalan menghampiri ranjang, duduk tepat di pinggir ranjang lalu meraih ponselnya yang tergelatak tepat di meja nakas.

“Siapa itu, hyung?” tanya Kyuhyun.

“Teman kantorku,” jawab Sungmin lalu beranjak, lelaki mungil itu pun berjalan menjauhi Kyuhyun. Setelah itu ia menekan tombol hijau untuk mengangkat panggilan masuk tersebut. “Yeoboseyo?”

“Di mana kau?” pertanyaan dari Aiden Lee terdengar tanpa adanya salam yang mendahului.

Dahi Sungmin mengkerut, “Kk—kenapa bertanya seperti itu?”

“Kau hanya perlu menjawabku, Lee Sungmin!”

“Di Gangneung,” jawab Sungmin cepat. Lelaki mungil itu mencium suatu kecurigaan yang dilayangkan oleh sang penelpon.

“Dengan siapa?”

“Sepupuku.”

Sang penelpon terdiam selama beberapa detik setelah jawaban terakhir Sungmin terlontar. Pikiran Donghae yang berada di seberang kini melayang, mencoba mengingat sepupu Sungmin. Donghae tahu bahwa jawaban Sungmin adalah suatu kebohongan besar. Dan ia pun baru tahu bahwa selama ini Sungmin telah menyembunyikan sesuatu seperti itu. Ia baru tahu bahwa Sungmin tinggal dengan lelaki lain selama mereka menjalin hubungan.

“Direktur?” suara imut Sungmin kembali terdengar.

Donghae yang cukup tersentak kini mencoba menenangkan pita suaranya. “Bisakah kita bertemu? Kebetulan sekali aku ada di Gangneung.”

“Benarkah?” kelopak mata Sungmin membulat kala ia mendengar ajakan Donghae. “Untuk apa anda di Gangneung?”

“Ada sedikit urusan kantor,” bohong Donghae. “Aku akan menjemputmu. Kau menginap di hotel apa?”

“Ah, eoh? Tidak perlu menjemputku. Aku yang akan ke hotel anda,” ucap Sungmin tergagap. “Di mana anda sekarang?”

OoOoO

Donghae yang mendengar suara tergagap Sungmin kini semakin beringsut kecewa. Sesekali ia mencermati setiap foto yang ada di genggamannya lalu menghela nafas berat. Foto-foto itu menunjukkan kegiatan Sungmin selama di Gangneung, beberapa jam yang lalu sebelum Sungmin memasuki kamar hotel dengan ‘sepupunya’.

Dan sekarang Donghae berada satu hotel dengan Sungmin. Ia sengaja menguntit Sungmin, malam ini juga ia akan menuntut penjelasan dari Sungmin. Tak mungkin ia diam saja dan ‘menggantung segalnya’. Ia tak ingin kembali tersakiti karena ulah Sungmin yang tiba-tiba.

“Aku ada di hotel Heonju,” jawab Donghae.

“Jj—jinjja?!” suara Sungmin yang tergagap lagi-lagi terdengar sebagai jawaban yang Donghae terima.

Kau terkejut karena kita satu hotel? Batin Donghae berucap. Nafas berat kini kembali terdengar dari Donghae, “Kau bisa pergi ke lantai 12, aku akan menjemputmu di depan lift.”

“Bb—baiklah,” Sungmin menyetujui. “Tunggu aku lima belas menit lagi!”

“Hm, aku menunggumu!”

Pik. Sambungan telpon mereka terputus. Donghae memijat pelipis kepalanya yang berdenyut sakit. Ah, tidak hanya kepalanya yang berdenyut sakit, dadanya pun berdenyut begitu sakit. Malam ini, malam ini terasa begitu mencekam untuk Donghae. Entah mengapa ia merasa begitu buruk. Apa karena hubungannya yang akan ‘benar-benar’ berakhir?

OoOoO

Selama lima menit lebih Sungmin terlihat diam di bibir ranjang. Setelah ia mengakhiri telponnya dengan Donghae, Sungmin terlihat begitu gelisah. Kyuhyun yang tadinya terfokus pada PSPnya pun kini mulai mengacuhkan benda kesayangannya.

“Ada apa, hyung?” tanyanya seraya menoel lengan Sungmin.

“Beberapa menit lagi aku harus pergi,” jawab Sungmin dengan melempar seulas senyum.

Alis Kyuhyun melengkung ketika mendapat senyuman beraura aneh dari Sungmin. “Apa teman kantor hyung berkata sesuatu yang aneh?”

“Tidak,” Sungmin perlahan bangkit dari duduknya. “Aku harus pergi, Kyu. Mungkin aku akan kembali sejam lagi.”

Eodiga?” tubuh Kyuhyun ikut bangkit dari duduknya. Telapak tangan kanannya kini mencengkeram kuat lengan Sungmin, berusaha untuk menahan tubuh lelaki itu.

“Aish, geokjeongma! Aku berjanji tak akan pulang ke Seoul tanpamu!”

Hyung, aku ikut!”

“Tidak bisa,” Sungmin melepaskan telapak tangan Kyuhyun dengan gerakan lembut. “Tunggulah di sini, hm?”

Sungmin patut bernafas lega kala tahu akhirnya Kyuhyun menurut dan membiarkannya pergi. Dengan langkah pelan ia melangkah menyusuri lorong. Kamarnya berada di lantai delapan. Jadi ia harus memperlambat langkah demi memperkuat alibi. Jangan sampai Donghae tahu jika mereka juga menginap di hotel yang sama.

Lima menit, Sungmin berjalan dari pintu kamar ke lift yang ada di lantai delapan membutuhkan waktu sekitar lima menit. Bayangkan saja betapa lambannya langkah Sungmin. Debar jantungnya yang membuat perasaannya campur aduk membuatnya sedikit ragu untuk memencet tombol lift. Tetapi, pada akhirnya ia harus memencet tombol dengan angka dua belas tersebut. Tak mungkin ia membiarkan Donghae untuk menunggu lebih lama.

Lift mulai berjalan naik. Deret angka yang ada di atas pintu lift tersebut terus berubah sesuai dengan nomor lantai yang telah tercapai. Dan ketika lift tersebut sampai di lantai 12, seketika itu pula bunyi ting terdengar, menyentak pikiran Sungmin yang sempat melayang. Pintu lift itu terbuka, membuat Sungmin harus segera melangkah keluar.

“Sungmin-ah?” suara tenor Donghae terdengar menyambut Sungmin.

Sosok lelaki itu pun menoleh, menatap wajah lusuh Donghae lalu tersenyum. “Direktur?”

Tiba-tiba Donghae menyambar pergelangan Sungmin. “Ayo ke kamarku,” tanpa bosa-basi Donghae menarik kuat lengan Sungmin, membimbing langkah lelaki mungil itu ke suatu pintu kamar hotel yang ia klaim sebagai kamarnya. Derap langkah kaki mereka terdengar begitu nyaring karena dua orang itu sama-sama menutup mulut.

Terlarut dalam pikiran masing-masing atau sengaja menyembunyikan apa yang tengah mereka pikirkan?

Entahlah. Nampaknya detik ini adalah waktu yang kurang cocok untuk mengeluarkan candaan.

Akhirnya mereka berdua telah sampai di sebuah papan pintu dengan angka 1342. Donghae yang merupakan sang pemilik kamar tersebut pun mulai memasukkan nomor sandi. Beberapa detik setelah itu, bunyi tring nyaring terdengar bersamaan dengan knop pintu yang terbuka secara otomatis.

“Masuklah,” ucap Donghae.

Sungmin mengangguk, melangkah dengan langkah kecil-kecil. Mata kelincinya memandangi setiap jengkal ruangan kamar Donghae. Hampir mirip dengan kamarnya memang. Namun, jelas kamar ini memiliki fasilitas lebih karena ini adalah kamar VVIP nomor satu. Sungmin mendudukkan dirinya di ranjang yang terletak di tengah-tengah ruangan, meraba sprei ranjang tersebut.

“Ada apa anda memanggilku, Direktur?” tanya Sungmin tiba-tiba.

Donghae yang semula terlihat tengah melepas jas hitamnya kini tampak membeku di tempat. Pandangan kosong lelaki itu masih lurus ke depan, lalu dengan satu kali tarikan nafas Donghae berbalik. “Aku tahu kau masih mencintaiku,” ucapnya sedatar mungkin.

Sungmin menelan air ludahnya dengan perasaan kelu yang mengiringi. “Mencintaimu pun, itu tak akan ada ujungnya untukku.”

Donghae ikut mendudukkan diri di atas ranjang, tepat di samping kanan Sungmin. “Kau berniat mencari penggantiku?”

Kepala Sungmin mengangguk, “Tidak mungkin aku terus mengharapkanmu.” Sungmin mendongakkan kepala, menelan semua kegugupan yang sempat melanda pikiran dan perasaannya. “Aku rasa, aku telah memiliki orang yang dapat menggantikanmu.”

Bruk!

Setelah ucapan itu terlontar, dengan gerakan cepat Donghae mencengkeram erat kedua bahu Sungmin dan mendorong lelaki imut itu hingga terbanting di atas lembaran sprei ranjang. Sungmin yang terkejut setengah mati kini membelakkan mata, menatap tajam ke arah Donghae.

“Apa yang kau lakukan, Lee Donghae?” tanyanya murka.

“Kurasa aku akan sulit berpaling darimu,” Donghae berujar pelan. Bibirnya mengulas senyuman, perlahan-lahan Donghae merendahkan wajahnya, meniup daun telinga Sungmin. “Bagaimana jika malam ini kita tidur bersama untuk yang terakhir kalinya?”

Tubuh Sungmin mengejang, detik ini juga ia serasa ingin membenturkan kepalanya ke dinding. Tangan mungilnya yang kini telah terpenjara oleh dekapan lengan Donghae mulai memberontak, berusaha untuk melepaskan diri dari kungkungan serigala lapar. “Lepaskan aku!”

“Tidak,” Donghae semakin mengeratkan cengkeraman tangannya di pergelangan tangan Sungmin. “Aku juga akan mengakhiri hubungan ini. Tetapi, aku ingin memberikan diriku kepadamu, orang yang aku cintai.”

“Jj—jangan!” teriak Sungmin. “Aa—aku tidak ingin!”

“Ayolaah,” suara Donghae semakin terdengar mendayu. Lelaki berwajah tampan itu semakin menenggelaman wajahnya di ceruk leher Sungmin, mengecup permukaan kulit putih susu milik ‘mantan’ kekasihnya. “Kau tak perlu takut, jagiyaa ..”

“Hae!” pekikan Sungmin terdengar manakala Donghae mencoba mengukir satu tanda kepemilikan di pucuk leher Sungmin, tepat di bawah telinga lelaki imut tersebut. Kepala Sungmin yang menoleh ke sana ke mari kini mulai merunduk dalam-dalam, mencoba untuk menyingkirkan bibir Donghae dari lehernya. “Andwae!”

“Aku mencintaimu dan kau pun mencintaiku,” ucap Donghae disela aktifitasnya mencium leher Sungmin. “Bukankah alasan itu sudah cukup?” Tangan Donghae mulai bergerilya di sekitar dada Sungmin.

Setitik bulir bening merembes dari kedua kelopak mata Sungmin, memaksa lelaki itu untuk terisak. Bahunya yang bergetar menandakan bahwa perasaan takut mulai merasuki segenap pikirannya. “Aa—aku tidak .., mencintaimu .., lagi ..”

Serasa dihantam batu besar, Donghae terdiam membeku di posisinya. Lagi, ucapan itu kembali terlontar dari kedua belah bibir Sungmin sebagai alasan sebelum meninggalkannya. Serasa de javu, kembali mengulang semua rasa sakit yang pernah ia rasakan di masa lalu.

Tahu Donghae mulai lengah, kedua lengan Sungmin mendorong dada jantan Donghae sekuat mungkin. Ke sepuluh jemarinya kini mengancingi beberapa kancingnya yang terbuka. Dengan wajah takut-takut ia mulai beringsut menjauhi Donghae. Sebelum Donghae kembali tersadar dari lamunannya, lebih baik ia melarikan diri.

“Sungmin-ah,” panggil Donghae dengan nada pelan. “Bagaimana bisa kau mengatakan hal itu?”

Tubuh Sungmin yang berjarak sekitar satu meter dari Donghae kini terdiam mematung. “Maafkan aku.”

“Tidak, itu tidak cukup,” pandangan Donghae kini mulai mengedar. “Bagaimana bisa kau membuangku untuk yang kedua kalinya, huh?!”

“Kk—kita benar-benar tak dapat bersatu,” Sungmin mulai bangkit dan melangkah mundur. “Menikahlah, lalu lupakan aku ..” Pahit. Ketika Sungmin mengatakan hal itu, rasa pahit yang berlebihan mengecap lidahnya. Kebohongan yang ia ucapkan kali ini benar-benar berlandaskan rasa tulus untuk merelakan Donghae.

“Aku tidak akan menikah jika itu tidak denganmu!” manik mata Donghae yang berair membidik wajah pucat Sungmin. Raut wajahnya menggurat berjuta kesedihan, jiwanya tersakiti.

Sungmin lebih memilih untuk pergi meninggalkan sosok Donghae, berlari secepat mungkin setelah ia keluar dari apartemen Donghae. Ia tak dapat mengucapkan kebohongan-kebohongan yang akan menyakiti dirinya sendiri mau pun Donghae. Ia tak sanggup melihat orang yang begitu ia cintai menangis seperti itu.

Bruk!

Hyung ..,” suara bass itu mengalun dengan begitu lembut bersamaan dengan rengkuhan lengan hangat yang merengkuh tubuh Sungmin.

Sungmin yang tadinya berlari dengan pandangannya yang mengabur kini menengadahkan kepala, menatap ‘orang’ yang berani menghentikan langkah kakinya di tengah koridor hotel. Telapak tangannya yang dingin kini mencengkeram erat punggung Kyuhyun yang terlapisi kaos tipis. “Apa yang kau .., lakukan?”

“Menunggumu,” Kyuhyun mencoba menggelamkan wajah Sungmin yang memerah di dadanya. Membelai surai lembut milik Sungmin dengan sepenuh hati, mencoba meredakan getaran yang melanda bahu lelaki imut tersebut.

Tangis Sungmin mereda ketika dada Kyuhyun menyambut pandangan Sungmin. Wangi harum yang menguar dari tubuh kurus Kyuhyun bagai aroma terapi, sukses menenangkan pikiran Sungmin yang sempat kalut. Air mata yang tadinya memaksa untuk terus keluar kini telah mengering. Isakannya pun tak lagi terdengar.

Kenapa Kyuhyun bisa memberikan sesuatu yang seperti ini?

“Malam ini aku ingin jalan-jalan,” tiba-tiba suara Kyuhyun terdengar.

Kepala Sungmin mengangguk dengan gerakan kikuk.

“Ayo pergi,” tanpa aba-aba Kyuhyun menarik pergelangan tangan Sungmin, menyeret langkah kaki lelaki imut itu.

Kyuhyun tahu Sungmin pergi menemui Donghae. Lagi-lagi lelaki itu kembali mencuri dengar pembicaraan Sungmin di telpon tadi. Karena hal itu, akhirnya Kyuhyun membuntuti Sungmin dan menemukan sosok Donghae yang menjemput Sungmin di lantai ini. Mungkin, sesuatu yang ‘serius’ telah terjadi di antara mereka. Hei, Sungmin keluar dari ruangan itu dengan wajah masam dan bahu bergetar. Jelas sekali bahwa ada sesuatu yang terjadi ketika mereka bertemu.

Dua telapak tangan mereka terpaut,  pandangan dua orang itu mengarah lurus ke depan. Tak ada yang mereka perbincangkan semenjak mereka keluar dari kawasan hotel tersebut. Pemandangan kota yang asing membuat mereka betah menatap jalanan lama-lama. Terlarut dalam pikiran masing-masing ketika iris mata mereka menangkap sesuatu yang menarik di depan sana.

Hyung, minggu depan hyung harus benar-benar ikut ke Chunan,” tiba-tiba suara bass mengalun sebagai pemecah kecanggungan yang menyelimuti atmosfir mereka.

Dua mata rubah yang memantulkan sinar dari lampu-lampu jalanan menyambut pandangan Kyuhyun. Sungmin menghela nafas sebelum ia membalas ucapan Kyuhyun. “Kau benar-benar serius?”

“Hm,” Kyuhyun mendengung pelan sembari mengangguk-anggukkan kepala. “Dulu, appa selalu menyuruhku untuk memperkenalkan orang yang aku cintai kepadanya.” Ucapan itu terucap sebagai awal cerita dari alasan yang akan ia berikan untuk Sungmin. “Walau sekarang appa telah di surga, aku harus memperkenalkan hyung kepadanya.”

Mendengar apa yang Kyuhyun ucapkan membuat perasaan Sungmin mengambang. Ada setitik rasa suka dan kagum, menerima pernyataan cinta yang terlontar secara tak langsung dari ucapan Kyuhyun. Tetapi, untuk saat ini Sungmin terlalu takut untuk memulai. Bukan karena ia takut tersakiti, tetapi ia takut menyakiti. Kyuhyun adalah orang yang selalu menawarkan pelukan hangat ketika ia bersedih, dan selama ini ia tak pernah tahu bahwa ternyata Kyuhyun tersakiti karena kedekatanannya dengan Donghae.

Sedari dulu, Kyuhyunlah sosok yang mampu membuatnya bangkit dari rasa sakit. Kyuhyunlah orang yang selalu merangkulnya ketika ia kesepian. Kyuhyunlah orang yang mampu menopangnya. Lantas, untuk sekarang ini Sungmin tak ingin melukisan rasa sakit di dinding hati lelaki muda itu.

Sungmin melepaskan tautan tangan mereka, membuat Kyuhyun menatap lelaki imut itu dengan pandangan heran. “Bisa apa aku tanpamu,” gumam Sungmin seraya memeluk lengan Kyuhyun. Kepalanya bersandar pada bahu lebar milik Kyuhyun.

“Aa—apa maksudmu, hyung?” tanya Kyuhyun tergagap.

“Aku takut appamu tak akan membiarkanku dekat denganmu,” Sungmin terkekeh pelan. Mata rubahnya yang menatap wajah panik Kyuhyun menyipit karena senyumannya sendiri. “Appamu pasti tahu kalau aku sering menyakitimu.”

“Tidak masalah,” jawab Kyuhyun. “Asal aku mencintaimu, hyung akan mendapatkan restu dengan mudah.”

Bibir Sungmin mengerucut, ia kembali menyandarkan kepalanya di pundak Kyuhyun. Langkah pelan yang mereka ambil membuat moment mereka terlihat semakin romantis. “Aku berharap, kau bisa membuatku melupakan Donghae.”

“Jangan bahas lelaki itu, hyung,” sergah Kyuhyun tidak suka. “Dan lebih baik, hyung keluar dari perusahaan itu!”

Ne?!” pekik Sungmin, reflek ia membidik wajah stoic Kyuhyun dengan pandangan tajam. “Tidak mungkin aku berhenti bekerja!”

“Jika hyung bertemu dengan lelaki itu, aku yakin hyung akan sulit melupakannya,” saran Kyuhyun terucap.

Benar juga, Sungmin membatin—membenarkan argumentasi milik Kyuhyun. Karena mereka masih sering bertemu, itulah suatu alasan yang membuat Sungmin merasa berat untuk melepas dan melupakan Donghae. Ia yakin, beberapa minggu ke depan adalah minggu terberat karena ia akan melihat Donghae dan Hyukjae bersama.

Lalu, apa ia harus keluar dari sana dan menjadi seorang pengangguran?

“Aku tidak ingin menjadi seorang pengangguran,” alasan realistis terlontar dari kedua belah bibir Sungmin.

“Kau bisa mencari kerja di tempat lain. Asal tidak dengan lelaki itu!”

Sungmin terdiam, ia mencoba memikirkan ucapan Kyuhyun selama beberapa menit. Akhirnya Sungmin mengangguk, mengiyakan. Inilah jalan yang harus ia ambil, dan inilah langkah yang harus ia jalani. Langkah awal dari segala kisah hidupnya. Biarlah Kyuhyun terus berada di sisinya, menggantikan sosok Donghae untuk saat ini dan seterusnya. Lagi pula, ia yakin semua akan baik-baik saja ketika ia memberikan harapannya pada Kyuhyun.

Kyuhyun mampu membahagiakannya, ‘kan?

OoOoO

Sungmin memandang layar I-Phonenya dengan pandangan frustasi. Sedari tadi ia terus saja bergulat dengan layar putih kosong dan virtual keyboard I-Phonenya. Beberapa kata yang telah ia ketik di sana diakhiri oleh kursor yang mengedip-ngedip. Sudah dua jam ia berusaha menyusun kata-kata untuk surat pengunduran diri, tetapi sampai detik ini ia belum berani untuk mengirimkannya.

Tubuh Sungmin berbalik, menimbulkan ranjang berukuran besar itu memantul. Tubuh Kyuhyun yang berada tepat di samping tubuhnya kini menggeliat. Lelaki yang telah tertidur itu terusik dengan gerakan Sungmin. Kali ini tak mampu lagi untuk meredam protes. Perlahan Kyuhyun membuka kelopak matanya, menatap wajah Sungmin dari samping. “Hyung,” panggilnya sembari melingkarkan lengan panjangnya di perut Sungmin. “Jangan terus bergerak ..”

“Aish,” Sungmin memutar tubuhnya, kali ini memunggungi wajah Kyuhyun. Lihat lelaki imut, masih saja memandangi layar I-Phonenya tanpa berniat memencet tombol send yang tersedia.

Merasa diacuhkan, Kyuhyun kembali membuka mata. Pupil matanya yang disambut oleh secerca sinar dari layar ponsel Sungmin menyipit. Diam-diam, Kyuhyun membaca apa yang tertulis di sana. Bibir lelaki berwajah evil itu mengerucut, dahinya mengkerut. Jadi, Sungmin menggerak-nggerakkan tubuhnya karena hal itu. Kyuhyun tahu surat itu telah rampung, tinggal memencet tombol send lalu sudah. Dengan gerakan enggan, Kyuhyun meraih ponsel Sungmin dan memencet tombol send tanpa mencoba meminta pendapat Sungmin.

“Kk—Kyu! Apa yang akan kau lakukan?” tanya Sungmin sembari berusaha merebut ponselnya yang berada di genggaman Kyuhyun.

Kyuhyun mengangkat ponsel itu tinggi-tinggi, mengarahkan layar ponsel tersebut ke arah Sungmin.

Succes Sending E-Mail To Haefish86@yahoo.co.kr & LeePromotionDirector@leecorp.co.kr !

TBC

~MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY-PASTE SEMUA KONTEN YANG ADA DI BLOG INI! DO NOT PLAGIAT, PLEASE!~

98 thoughts on “Time | KyuMin | Chap 16/? | YAOI | T+ | Romance, Hurt |

  1. Apa lag! Yg harus ku katakan untk meng0mentari FF ini JiYoo?

    Baca ini sambil n0nt0n SS1, ga bisa k0nsen kaya biasanya,huft. . . . Tapi seneng bgt Sama chap ini. Kalo di pikir2 lagi kenapa cinta malah menyakiti semuanya?

  2. Aiihhh sweeett banget sih waktu jalan” malam nya.. *o*

    Sekamar ama Kyu..
    Ming nggak takut ya ntar d grepe” ma Kyu, tidur seranjang pula..
    Kyaaaaa… */////* #bayanginKyuMinNC-an

  3. kyumin sosweet deh :’)

    aish dongee mau berbuat yg iyaiya ya sama umin? untung tidak terjadi -,-

    akhirnyaa udah ada titik terang diantara hubungan KyuMin❤

  4. kyumin udh mulai mnyatu😛 Tp hae msh ttep nybelin,. Ayo minni, hyukkie, tinggalin hae z. . Keke
    kluarin abang kuda buat hyuk

  5. Sedikit lega krn Sungmin ga mau balik lagi ma Hae. Klo ampe tergoda, bakalan gw bantai tu Lee Sungmin.

    Tp masih galau nih ma hub HaeHyuk. Bakalan lama tuh Hae cinta ma Hyukki. Minta side story nya HaeHyuk dong.

    Elle

  6. ayo ayoooo cepet kawin dong si kyumin.. aku udah gasabar ngeliat happy ending nya nih.. hehehe
    ji.. aku boleh req fic ga? kalo bisa ff setelah time ini abis, bikin ff gs aja ya?? kyknya aku lebih dapet feel ff mu yg gs. walaupun semua ff mu aku suka. tp aku lebih greget aja kalo baca karya gs mu eheheheh.. itu saran ku loh ji.. gapapa kalo mau bikin yg yaoi lagi ^^

  7. itu kyu ngirim apaan ke emailnya donghae sama lee corporation??
    aku juga mau ngirim email ke emailnya bang hae ah!! #plakk
    hae tega amat ke umin.. padahal umin udah mulai belajar cinta ama kyu tau.. mendingan lepasin umin deh hae.. masih ada aku yg setia padamu *eh* ralat deh harusnya hyuk .. nyehehe😀

    ditunggu kelanjutannya eonni🙂

  8. akhirnya Ming bisa move On juga ^^
    sekarang tinggal liat usaha Kyu n Hyuk wat merebut hati ming n Hae,,semoga Hae cepet sadar kaya ming ^^

  9. umin resign??langkah awal yang bagus..
    maff sblmnya,tp ko ak udah agak mulai jenuh yah sm ceritanya..trlalu panjang..maaf ya klo menyinggung,cm pendapat aja
    oiya….ak kangen bangt FF jiyoo yang genderswitch berchapternya…boleh request yang heavy angst ga???hehehe
    keep writing…semangat !!!

  10. smoga haemin bner2 berakhir en gak akn mengusik lg. . . .skrg hnya ad kyumin
    minppa pliss deh. .lupakan haeppa dn percayalah pd kyuppa ok
    lanjut saeng!

  11. nahh…begini lebih baik kan?

    meskipun sungmin ragu mnerima cinta kyuhyun bkn kerna takut tersakiti tp krn takut menyakiti,plg tidak sungmin bsa mrasakan perbedaan saat bersama donghae dan kyuhyun.

    mmg,sungmin mencintai donghae,tp dia jg butuh kyuhyun,yg bsa membuatnya mrasa nyaman,lain halnya saat bersm donghae,kan?!

    mungkin ia donghae tersakit dua kli,krn sungmin.tp dijamin dehh..stelah apa yg terjd kurasa klu pun donghae kembali pd sungmin,rasa yg slma ini mrk rasakan pasti akan berbeda tdk sm seperti sblmnya…mungkin lbh condong pd sbuah–obsesi ingin memiliki..

    eaaaa….ini bneran komen org yg lgi strez krn gagal mlm mingguan…*gelindingan*

    hh..intinya smoga kyuhyun bsa membuat sungmin memcintainya..hwaiting!!!

  12. Aiiiiihhh kyumin moment nya asik bangetttt:3
    untung aja sungmin donghae engga berakhir diranjang-____- #ups #ramadhan #lupa #alasan -__-
    lanjuttt jiyoo semangat^^

  13. Huwwaaaaa udah chap segini *,* ???? Ommoooo ketinggalan jauh …. Sengeng banget akhirnya ming mau mencintai kyuu … Tinggal donghae yang cinta ama hyukkie … Fighting

  14. annyeong
    chapter ini konfliknya mereda. kyumin momennya juga banyak. tadi ada adegan yg sedikit berbahaya, untung bacanya pas habis buka. kk
    ditunggu chapter 17nya. fighting

  15. aseeeeeeek yess ;3
    kyumin akhirnya mulai ada tanda tanda (?) akan bersamaaa.
    dan bubarnya haemin huahahaha *ketawa setan *bengek kambuh -…-
    lanjuuuut lanjuuuuut ^^

  16. akhirnya update juga…. Donghae kejam…mau ‘nidurin'(?) Sungmin -_-
    semoga Sungmin cepet jatuh cinta sama Kyu :3

  17. Heuheu ._.v gak ketinggalan kan……. Aduh donghae mo perkaos sungmin… Kirain bakal jdi *plak /otak yadong bekerja/ -_- …… Kkkk~

    just with me here kok gak ada di FFn W(‘A’w) aku mau baca lagi padahal..

  18. suka deh sama chap ini, kyumin nya banyaaaak~
    jadi udah gak ada haeming lagi kan? Haha

    aduuh, kyunya rada so sweet gitu deh *peluk kyu*

  19. Kyaaaaaa~ aku kalau baca kyumin moment itu jd deg2an sendiri XDDDDD
    Aww aww SWEET !!

    Ahaha udah dagdigdug ganyante pas baca adegan HaeMin..
    Tadinya kalau jadi ada apa2 antara HaeMin aku udah niat skip sambil berdoa Kyu bakal dateng nyelametin Ming, kkk~ *otak klise*
    Bagus dh Ming udah mulai bisa ngendaliin perasaannya ^^
    Yoo KyuMin, ayo bersatu ! Haha..

    Update asap, ne? :))

  20. Kya!!kenpa abangQ jd frontal gtu?#tunjuk donghae
    lok ky gtu aq g setju lok abang ma ming. . .udh ma kunyuk aj sna.#dorong donghae

    Selamat tuan sungmin, surat pengunduran dri anda kami terima…
    Kyu: senyum geje. . .

    Lanjt tothor. . . .n jangan lma” ne coz keburu lupa.hehe

  21. yah ko udh tbc
    cepet amat
    lanjut lanjut lanjut
    itu kan tadi lagi seru2nya
    kyuminnya jadi makin romantis
    suka suka suka

    donghae cepat2 lah jatuh cinta sama hyukjae hehehe

  22. aigo, kyu daebak, ayoo buat ming lupain kyu, hyuuk ayo buat donghae lupain ming juga, salut sama mereka berdua, cintanya kagak tergoyah padahal sulit bgt buat org yg kita cinta, cintain kita *dramatis*

    ditunggu chap selanjutnya^^

  23. Jadi hubungan ming n hae sekarang apa (?) *hanya HaeMin dan authornya yg tau* hehehe🙂 ~ huaaa fighting buat kyunie.. Semoga bisa buat ming jatuh cinta ke kyunie.. Hehe ^^

  24. Jgn coba” sentuh mingppa.. #jitakhaeppa
    Mingppa punya kyuppa..

    Hohohoho

    Mingppa buka resto ja n kluar dr kantornya haeppa..

    Hihihi..

    Lannjjuuuuutttt…. ^^

  25. finally ↖(^▽^)↗ i love this chap ^^ smoga ming bnr2 bs lepas dr hae dan semangaat buat kyu ayoo buat ming cinta mati sm lo kyu xD semangat juga buat kaka ∩__∩

  26. hae nekat bgt sih., -.-” untung min gx knp2.,
    jiyoo#tarikrambutjiyoo#dicincang -.-V prstukan kyumin donkkk., aq udh gmes bgt deh.,
    lnjutt~😉 smngatt

  27. akhirnya stlah lama berkelana d wp lama yg error akhirnya pny wp baruu.. *abaikan* mian ne chingu klo ak bru cooment d chap ini.. kmrn wp ku rada2 error.. oiaa koq ming msh ngambang bgt c rasany wat kyu.. ayoo donkk ming jgn wat kyu galau lagii.. pkony d tggu next chap nee chingu😀

  28. akhirnya stlah lama berkelana d wp lama yg error akhirnya pny wp baruu.. *abaikan* mian ne chingu klo ak bru cooment d chap ini.. kmrn wp ku rada2 error.. oiaa ming bsa move on jg.. wlwpun msh ngambang bgt c rasany wat kyu.. ayoo donkk ming jgn wat kyu galau lagii.. pkony d tggu next chap nee chingu😀

  29. waah,,akhirnya ming dah rela juga utk lupain hae… kapan nie ming nyatain cintanya ke kyu,,qu dah ga sabar nie,jiyoo…hehehe
    ff jiyoo pengganti time yg gs genre nya apa??
    cepet di publish utk ffnya yg baru ia,jiyoo🙂

  30. Annyeong reader baru ;__; salam kenal :3

    Saya ngabisin 16 chap ini seharian penuh. Dan………. Hasilnya tidak mengecewakan(?)

    Suka ceritanya .___. Banyak konflik tapi gak terlalu bikin mumet. Mungkin memang terlihat seperti melambatkan alur cerita, tapi kalo terlalu cepet alur ceritanya juga jadi aneh wkwk

    Next chap yaaaa^^

  31. ommo hae mau maksa ming tidur bareng dia? untung aja ming mau berontak n langsung pergi ninggalin hae walopun ming agak berat ninggalin hae’y sih?
    eh kyu ternyata ngikutin ming ya? tapi kyu gak tau apa yang terjadi sebenernya dengan haemin. ming mau keluar dari perusahaan aja susah banget sih. ayo kyu buat ming jatuh cinta sama kamu n nglupain semua kenangan tentang hae.

    di tunggu kelanjutannya jiyoo

  32. udah post lagi trnyata, ㅋㅋ
    padahal aku brhrap ad crita eunhae nya dsini:/ tp tak apa lah, brhubung kamu jgq kms, ㅋㅋ chp dpan ada kan?😀
    gatau kenapa, aku merasa alur ff ini lambat kah? atau aku yg ga sbar? -__-
    mianhae kalo kata2 aku sedikit ‘mengganggu’, aku cuman mmberikan pndapat, hhe
    post the next soon sist ~~ ^^

  33. Aigoo.. Aku ketinggalan 2 chap..

    Puas dong-donghae terbakar api cemburu .. *ketawa bareng kyupil*
    Kyumin moment nyah sweet..

    Mingie mau diapain tuh sama dongahe??
    Aku kira ming bklan balik lgi sama hae..
    Kan kasian sama kyu yang uda bener2 nyerahin perasaanya..

    Ayo ming cepat move dari hae..

    Lanjut jiyoo…

  34. Dasar Kyu Yadong…..
    hahaha…….
    wah….ming mulai suka bayangin yg iy iy nich.hehehe….#evil smirk
    tp kasihan juga ma abangQ.hiskk….hiskk…
    yg sabar ya bang, coba kunyuk g agresif bgt past abangQ suka. berhubung dia terlalu kn abangQ jd takut.hehehe…

    ayo lanjut tothor…. aQ seneng ffnya cepet update.hehehe….. ganbate kudasai ^_^

  35. heyyaaaaaaaaaaaaa,,,, donghae oppa kau itu kalau sampai colek sungmin oppa kyumin sippers bakal demo ^^#plak,,, wahhhhhh kyknya sungmin baru sadar nih dari pingsannya^^hahahaha gtu dong dari dulu apa ^^ tlat nyadarnya ^^,, tpi gpp yg penting kyumin bkal bersatu hehehehe^^,,

    hyuk oppa sabar ne ,, untuk meluluhkan hati ikan ini bner” butuh kesabaran ne^^ jngan patah semangat ne~ hae oppa hanya untuk hyuk oppa,,, ^^

    hae oppa bner” keras kpala bgt sihhh ^^ gemes deh^^,,, nyadar dari pingsannya lama amat sihhh^^,, tu dong kyk sungmin dah nyadar n udah mandang kyuhyun sebagai pria yg mencintainya bukan dongsaeng lagi^^,,, kyuhyun lupa bwa tabung oxygen supaya dapat kisseu dari sungmin oppa bila asmanya kambuh^^hahahahaha,,, oppa” bhas underware di bus gtu , pantas aja bnyk yg lihat + heran,, sungmin oppa underwaremu pink^^hwuaaaaa^^

    ahhhhh baca next chap dulu ahhhh^^

  36. Wahh….wahh…wahh
    Hae udh mau main ranjang (gelenggelengkepala), untng umin oppa cepet bertindak!!!:)

  37. ketinggalan lagi~
    yaampun speechless pas baca scene min blg “bisa apa aku tanpamu?” aiishhh ngena banget lah
    Kyu bener2 jd pasangan yg baik buat min~
    oke mau lanjut lg ke chap dpn

  38. ya amoun hae kamu nekat banget….
    untung ming lolos….kalo gag oh gag mau bayangin dehhh….
    bener tu ming harus keluar dari perusahaannya hae…
    biar cepet ngelupain hae…

  39. Smpet deg2an nih, kirain donghae bakal berbuat sesuatu k’sungmin ehhhhh trnyata ga ko hehehehehe syukur deh
    Donghae knpa bisa nekat bgtu ya, udah lah relain sungmin buat kyuhyun n mulai terima eunhyuk dengan tulus😀

    Makin seru deh nih
    Lanjutttttt

  40. Tuh kan tuh kan tuh kan….

    Aih…. Ketemuan lg diam”.
    Kyu kan tau… Ckckckckck ming km jahat…

    Kyu kau harus pukul ming

    plak

    # kenapa aku yg dipukul…

    Lari ke ke chap slnjut’y…

  41. ahh kyu emang yang terbaik ^^
    krn aku percaya cm kyu yg bs buat min ngerasa nyaman

    ming ngirim email apa??
    resign dr perusahaan ya???

  42. kan…kan…kan
    ming..ming
    greget deh ma km
    ri chap awal…haeeeee mulu diotakmu….
    liad kyu donk…
    dia setia abis kan hiks,,hiks

    ahh jd nangis kan hikgs…

  43. yak hae chagi kau masih kecil gak boleh main grepe2 sembarang. aah kyu kau polos banget yah -.-
    kyu juga selalu sabar dan perhatian terhadap ming

  44. Yuhuuu bentar lg kyumin bakal nikah jg kaya haehyuk :p udah deh kyumin kan dilahirkan kan untuk saling memiliki

  45. yupzz…sepertinya yg kyu sarankan ke min benar… dia harus mengundurkan diri dari perusahaan hae biar bisa melupakannya dan berpaling ke kyu….

  46. Iya benar apa Kyuhyun katakan lebih baik Sungmin dari kantor itu, jarang bertemu saja akan sulit melupakan seseorang yang dicintai apalagi tiap hari ketemu, pasti makin sulit itu

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s