Time | KyuMin | Chap 15/? | YAOI | T+ | Romance, Hurt |

Time

Genre : Romance , Drama

Rate : T+

Pairing : KyuMin

Part : 15/?

Warning : Boy x Boy , YAOI, Miss Typo

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

Summary : Kenangan masa lalu yang ikut andil dalam masa depan, terkadang membuat seseorang dapat menjadi lebih baik. Tetapi, jika seseorang tak mampu membuang kenangan buruk dan lebih memilih untuk terjerambab dalam perasaannya sendiri, maka air matalah yang akan mereka terima.

Music : Worderful Day by Lee Seunghwan

Sebelum Sungmin bangkit dan melangkah menjauhi ranjang, tangan Kyuhyun yang dingin mencengkeram erat lengan Sungmin, menarik lelaki bertubuh mungil itu ke arahnya lalu mengecup bibir berbentuk huruf M itu. Dua tangannya bergerak menekan tengkuk Sungmin, memaksa lelaki feminim itu untuk terus mencium bibirnya dan menyalurkan oksigen.

Sungmin akhirnya terdiam ketika ia mengetahui maksud Kyuhyun meminta hal ini. Sesekali ia melepas ciuman mereka demi menghirup oksigen dan memberikannya kepada Kyuhyun. Dadanya yang kembang-kempis seolah menunjukkan betapa gugupnya lelaki itu. Apalagi ketika ia merasakan tekanan di tengkuknya, hal itu membuat bulu romanya berdiri.

Ciuman itu akhirnya terlepas, menyisakan benang-benang saliva mereka yang tertarik mengkuti hukum gravitasi. Tatapan sayu yang mereka layangkan membuat pipi keduanya merona, ditambah lagi dengan hembusan nafas hangat yang menerpa wajah masing-masing.

Hyung, jangan mengagetkanku,” ujar Kyuhyun dengan suara lirihnya.

Sungmin mengangguk, dengan gerakan pelan ia mulai bangkit dan meninggalkan tubuh Kyuhyun yang sempat ia tindih. Wajahnya yang memerah bagai tomat masak terlukis, menandakan bahwa lelaki itu sempat mengalami sport jantung beberapa detik yang lalu. Lalu bibirnya yang baru saja mengecup bibir Kyuhyun, bergetar. Hal ini pernah ia alami dulu, saat Kyuhyun mengecupnya ketika di rumah sakit.

“Bibirmu,” Kyuhyun tiba-tiba berucap, “Manis ..”

Jinjjayo?” Karena terlalu gugup, akhirnya Sungmin hanya bisa menanggapi dengan ucapan seperti itu. Jantungnya yang berdegup seribu kali lebih cepat membuatnya hanya mampu menggigit bibirnya yang bergetar, sesekali manik mata rubahnya melirik ke arah Kyuhyun yang juga tengah meliriknya.

Lengan Kyuhyun tiba-tiba bergerak, telapak tangan lelaki berbibir tebal itu membungkam jemari Sungmin lalu meremasnya pelan. “Gomawo,” ujarnya pelan. Tatapan hangatnya kini berusaha menyelami setiap inci pandangan Sungmin, mencoba untuk mengerti tentang apa yang Sungmin rasakan.

Kepala Sungmin mengangguk, seulas senyuman malu-malu terlukis di kedua belah bibirnya. “Jj—jam berapa ini? Aku harus bersiap-siap ke kantor.”

“Hari ini libur, hyung,” Kyuhyun terkikik kecil. “Hari Sabtu,” lanjutnya.

Kepala Sungmin terangkat, mata kelincinya terbelalak. “Benarkah?”

Bibir Kyuhyun mengerucut, “Benar. Aku berencana untuk pergi berjalan-jalan denganmu.”

Eodiga?” sambung Sungmin dengan kalimat pertanyaan.

Kyuhyun mengendikkan bahu, “Entahlah. Lebih baik kita mandi, lalu sarapan.”

OoOoO

Matahari bersinar begitu terik hari ini. Maklum, tanggal telah menunjukkan pertengahan bulan Juni. Itu berarti, musim panas telah datang. Hawa panas yang dibawa oleh semilir angin mulai membuat gerah. Walau begitu, beberapa orang Korea tampaknya tak segan untuk keluar rumah dan menghabiskan waktu mereka di bawah guyuran sinar matahari. Termasuk Kyuhyun dan Sungmin.

Mereka berdua berniat untuk pergi ke Pantai Gyeongpo. Sekedar bermain di pinggir pantai untuk menyambut awal musim panas. Maklum, Kyuhyun sempat ngambek karena Sungmin melupakan janji yang telah ia buat. Dulu, Sungmin pernah berjanji mengajak Kyuhyun ke Pulau Jeju untuk menikmati musim semi. Dan sekarang, musim semi telah tergantikan oleh musim panas. Lalu dengan seenaknya Kyuhyun memutuskan untuk pergi ke pantai sebagai pengganti Pulau Jeju.

Sekarang, mereka berdua telah duduk di bangku bis kota yang akan mengantar mereka ke kota Gangneung. Kyuhyun yang sedari tadi tak henti-hentinya menggoda Sungmin kini terlihat melamun memandang wajah Sungmin. Sungmin sendiri tengah memandang jalanan sembari menopang dagu. Mereka telah duduk di bangku tersebut selama satu jam lebih, dan hingga sekarang papan kota Gangneung belum tertangkap mata.

Hyung,” panggil Kyuhyun, berusaha untuk mengalihkan perhatian Sungmin yang terus terfokus ke luar jendela. Lelaki berambut cokelat itu cukup sebal karena Sungmin melupakannya.

“Hm?” sahutan bernada cuek itu meluncur dari mulut Sungmin.

Kyuhyun berdecak dengan nada pelan, dalam hati ia benar-benar merutuki respon yang Sungmin berikan untuknya. Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke depan, “Aku lupa membawa tabung oksigenku!” ucapnya ketus.

Mwo?!” seketika itu pula Sungmin menatap wajah cemberut Kyuhyun. Matanya memicing setelah gendang telinganya mendengar pernyataan Kyuhyun. “Lalu, apa saja yang ada di tasmu tadi?”

“Aku hanya memasukkan snack yang ada di kulkasmu, hyung.”

Mwo?!” kali ini, nada bicara Sungmin naik satu oktaf. Tampaknya api amarah miliknya benar-benar tersulut oleh ucapan Kyuhyun. Dua tangan mungil Sungmin kini mencengkeram erat krah baju Kyuhyun, matanya melotot menatap sosok berwajah evil di depannya. “Kenapa kau bisa seceroboh itu, hah?”

Hyung,” Kyuhyun yang cukup terkejut dengan ulah Sungmin kini mulai menggerakkan kedua tangannya. “Aku kira hyung telah menyiapkannya untukku!”

Sungmin melupakan fakta bahwa Kyuhyun adalah mahasiswa manja yang suka menggantungkan dirinya. Sungmin menghela nafas, “Tentang baju gantimu?” nada bicara Sungmin melunak.

“Aku membawa baju yang ada di almari ketika hyung berada di kamar mandi.”

“Aish,” Sungmin memijat pelipis kepalanya yang berdenyut sakit. Bagaimana bisa lelaki yang duduk di sebelahnya ini menjawab pertanyaan-pertanyaannya dengan jawaban ‘sok’ innocent. Padahal ia tahu betul bahwa Kyuhyun bukanlah sosok yang pintar ber-aegyo. “Underwaremu?”

Mendengar pertanyaan Sungmin selanjutnya, Kyuhyun melukiskan evil smirk. Ia menggaruk tengkuknya yang meremang, “Aku akan memakai milikmu, hyung.”

Pipi Sungmin merona. Memikirkan tentang share underware yang merupakan barang pribadi membuatnya merona hebat seperti itu. “Tt—tidak bisa seperti itu! Sebelum ke pantai, lebih baik kita ke toko untuk membeli beberapa underware untukmu!”

“Ehem!” deheman keras yang sepertinya dilayangkan untuk Kyuhyun dan Sungmin terdengar. Beberapa orang yang duduk di bangku bis tersebut kini tengah memfokuskan pandangan mereka ke arah Kyuhyun dan Sungmin. Beberapa dari mereka yang membawa anak kecil, menutup lubang telinga anak mereka untuk menghindari hal-hal yang kurang mengenakkan dari ucapan Kyuhyun dan Sungmin.

Kyuhyun dan Sungmin yang tahu bahwa mereka telah menjadi pusat perhatian kini tersenyum aneh. Sesekali dua orang itu merunduk dan menyematkan permohonan maaf kepada orang-orang yang mempelototinya.

Tiba-tiba bus yang mereka tumpangi akhirnya berhenti tepat di salah satu halte. Di layar GPS bus tersebut, kini mereka telah sampai di kota Gangneung. Kyuhyun dan Sungmin pun bangkit dari duduk, segera berjalan mendekati pintu keluar dan pergi dari bus tersebut. Untung saja bus ini berhenti, jika tidak mereka akan menanggung malu lebih lama di sana.

“Apa yang salah dari kita?” Kyuhyun membenarkan letak tas punggungnya. Tangannya bergerak membantu Sungmin yang menenteng tas besar di salah satu lengannya.

“Berhenti bersikap sok innocent seperti itu, Cho Kyuhyun!” Sungmin berdesis. Kini ia membuka peta kota yang ia bawa, memperhatikan tulisan-tulisan kecil yang tercetak di sana.

“Baiklah, baiklah,” Kyuhyun mengakhiri candaannya setelah ia mendapat sinyal-sinyal berbahaya dari Sungmin.

“Pertama-tama, kita harus pergi ke toko untuk membeli underware untukmu,” Sungmin mulai melangkahkan kaki tanpa mengalihkan pandangannya dari peta kota yang ada di genggamannya.

Hyung, tidak usah menghambur-hamburkan uang untuk itu! Aku bisa memakai milikmu!” tolak Kyuhyun.

Sungmin menggelengkan kepala, kemudian ia melipat kembali kota peta tersebut dan menyimpannya di saku celana. “Aku bisa maklum jika kau memakai baju dan celanaku. Tetapi, jika tentang underware, aku tidak bisa meminjamkannya!”

Wae?” tanya Kyuhyun dengan nada tinggi. “Aku tidak membawa underware pinkmu!” ucap Kyuhyun.

Seketika itu pula Sungmin membekap mulut Kyuhyun, mempelototi namja tampan itu. Ternyata Kyuhyun tahu bahwa ia menyimpan beberapa underware berwarna pink di almarinya. “Sstt! Bisakah kau memperkecil volume suaramu ketika mengatakan hal seperti itu, hah?”

“Mmmpphh!” Kyuhyun mengerjap-ngerjapkan kelopak matanya ketika mendapati wajah Sungmin yang merona. Ketika ia membongkar almari Sungmin saat pemiliknya tengah mandi, tanpa sengaja ia menemukan beberapa underware berwarna pink yang manis. Pada awalnya ia berniat membawanya untuk menggoda Sungmin, tetapi pada akhirnya Kyuhyun kembali meletakkan benda pribadi tersebut di tempat semula. Ia takut Sungmin akan marah jika tahu ia menyentuh barang pink kesayangannya.

Sungmin melepaskan tangannya, mengusap telapak tangannya yang basah karena menyentuh permukaan bibir Kyuhyun. Ia mendengus, merasa begitu malu saat mengingat apa yang telah Kyuhyun temukan tadi.

Kyuhyun kini menepuk-nepuk kedua pipinya, mata iblisnya menatap wajah Sungmin yang masih merona. “Apa hyung malu karena hal itu? Kukira itu adalah hal yang wajar!”

“Wajar apanya?” Sungmin memukul lengan Kyuhyun dengan kepalan tangannya. Semburat merah semakin mendominasi di wajahnya. Setelah puas memukul Kyuhyun, lelaki berwajah imut itu pun kembali berjalan sembari menghentak-hentakkan kaki.

Hyung, aku tidak akan menertawakanmu karena hal itu!” Kyuhyun mengikuti langkah Sungmin. Lelaki itu pun melingkarkan salah satu lengannya di pundak Sungmin, memaksa lelaki imut itu untuk mendekat ke dirinya. Ia merundukkan kepala, mencoba mendekatkan bibirnya dengan daun telinga Sungmin. “Lebih baik kita langsung pergi ke pantai dan bermain di sana,” bisiknya.

OoOoO

Donghae hanya bisa diam di dalam mobil yang akan membawanya ke suatu tempat. Orang-orang suruhan appanya memaksanya untuk duduk di dalam mobil sedan mewah itu. Melakukan pemberontakan pun ia rasa begitu percuma mengingat ada beberapa orang yang mengawalnya. Sekarang saja, dua mobil telah berjaga di depan dan belakang mobil sedan yang ia tumpangi. Dan di setiap mobil pasti ada dua atau lebih bodyguard bertubuh besar.

Lelaki itu hanya bisa menghela nafas ketika pandangan matanya disambut oleh pemandangan luar kota yang tidak ia kenal. Bibirnya semakin mengerucut, matanya menyipit. “Apa perjalanan ini masih lama?”

“Kurang lebih setengah jam lagi, Tuan,” jawab salah satu bodyguard yang duduk di samping jok kemudi.

“Huh, musim panas telah datang,” Donghae bergumam. Dulu ia berencana untuk mengajak Sungmin berlibur ke Pantai Naksan ketika musim panas telah tiba. Menikmati indahnya pantai tersebut lalu menginap di hotel mewah, tentu saja berdua. Hal-hal seperti itu sangat pas dilakukan oleh sepasang kekasih, bukan? Tetapi, sekarang ini keadaan memaksanya untuk melupakan hal itu. Appanya yang keras kepala memaksanya untuk melakukan ini-itu, dan itu membuatnya harus menyimpan kerinduannya terhadap Sungmin. “Minnieyah, bogosipeo ..”

Dua orang bodyguard yang duduk di jok depan tersenyum setelah mendengar gumaman Donghae. Lalu, salah satu dari mereka mencoba menanggapi. “Musim panas baru saja datang. Bukankah itu adalah musim yang baik untuk pergi ke pantai?”

Donghae mengalihkan pandanganya, menatap bodyguard yang tadinya menimpali ucapannya. “Mwoya?”

“Kami akan membawa anda ke pantai, Tuan ..”

OoOoO

“Waaa .. Bagus sekali!” Sungmin berteriak sembari merentangkan kedua lengannya. Lelaki berwajah imut itu pun berlarin ke sana ke mari, mencoba menantang angin pantai yang berhembus begitu kencang. Sesekali lelaki itu berlari ke arah ombak pergi, tetapi sedetik setelah itu ia kembali dengan membawa tawanya. “Kyunnie, kemarilah!” teriaknya seraya mengibaskan salah satu telapak tangannya.

Sosok lelaki yang mengenakan kaus V-neck bergaris-garis hitam-putih itu hanya mengangguk. Sedetik pun ia tak berniat bangkit dari duduknya. Lebih baik ia tetap di sini, berteduh di salah satu payung pantai yang ia sewa sembari menatap sosok Sungmin dari ke jauhan.

Kini Sungmin berlari menghampiri sosok Kyuhyun, tampaknya ia cukup lelah bermain seorang diri. Setelah sampai di samping Kyuhyun, Sungmin pun mendudukkan diri tepat di samping kanan Kyuhyun. Lelaki itu mencoba mengatur nafasnya yang terengah-engah. “Pantai benar-benar tempat terbaik!”

Kyuhyun mengangguk, mata iblisnya mencoba menatap wajah Sungmin yang telah dibubuhi oleh bulir keringatnya. “Hyung lelah?”

“Tidak juga,” jawab Sungmin. Ia kini berusaha untuk membuka kotak bekal yang berisi irisan buah-buahan. Tenggorokannya yang kering membuatnya ingin memakan buah-buahan yang telah ia siapkan tadi pagi. “Kau juga mau?” Sungmin menyodorkan potongan buah kiwi ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun melahap potongan buah yang Sungmin suapkan untuknya, lalu ia tersenyum lembut. “Segar sekali.”

Sungmin mengangguk-anggukkan kepala. Ia pun mengedarkan pandangannya dan memfokuskan perhatiannya ke salah satu tenda besar yang terletak beberapa ratus meter dari tempat mereka duduk. “Sepertinya akan ada yang menikah di pantai ini.”

Kyuhyun mengikuti arah pandangan Sungmin. Telapak tangan lelaki itu kini menuntun jemari Sungmin yang memegang garpu dengan buah stroberi di ujungnya, membawa buah segar itu ke mulutnya. “Menikah di pinggir pantai sangat menarik.”

Pandangan mata Sungmin beralih menatap Kyuhyun, “Kau juga ingin menikah dengan cara seperti itu?”

Kyuhyun menyesap bibirnya sendiri, “Seperti itulah. Aku harus mengumpulkan uang mulai dari sekarang,” ucapnya diselingi canda tawa.

“Donghae bisa melakukannya dengan mudah,” Sungmin bergumam pelan sambil menusuk potongan buah semangka dari kotak bekal yang ada di genggamannya.

Alis Kyuhyun melengkung, dahinya mengeryit tidak senang ketika ia mendengar ucapan Sungmin. “Aku pun juga bisa melakukannya dengan mudah, hyung!” sahutnya tak terima.

“Kau saja belum bekerja,” tawa renyah Sungmin terdengar.

Kyuhyun mendesau pelan manakala argumentasi Sungmin terdengar seperti sebuah ejekan. Memang ia belum bekerja. Jika ia meminta uang kepada sang eomma, ia bisa kalah dari orang berwajah ikan—Donghae—itu. “Kau hanya perlu menunggu, hyung.”

Mwoya?” nada bicara Sungmin kini terdengar lebih rendah. Lelaki imut itu tampak tak begitu menghiraukan ucapan Kyuhyun.

Cup!

Tiba-tiba Kyuhyun mengecup bibir Sungmin selama satu detik, setelah itu lelaki bertubuh tinggi itu berlari sekencang mungkin ke arah pantai. Ah, ia berusaha menghindari amarah Sungmin yang mungkin saja akan meledak. “Tangkap dan pukul aku, hyung!” teriaknya sembari melempar evil smirk andalannya.

Pipi Sungmin yang tersemat semburat merah tipis, sukses membuat pikirannya melayang sejenak. Sungmin yang merona dengan tindakan Kyuhyun kini tersentak setelah mendengar teriakan yang tertuju padanya. Lelaki itu pun bangkit, lalu berlari mengejar Kyuhyun. “Ya Cho Kyuhyun! Awas kau!”

Dua orang itu akhirnya larut dalam permainan mereka. Usaha Kyuhyun untuk mengalihkan perhatian Sungmin dari Donghae akhirnya berhasil. Walau ia harus rela untuk berlari-lari seperti ini, hal itu sama sekali tak masalah mengingat tawa Sungmin yang ia dapat.

Cukup lama mereka saling mengejar, bahkan kini Kyuhyun tengah menyusun strateginya untuk memeluk tubuh Sungmin. Bagaimanapun juga, lelaki mesum tetaplah mesum. Melihat tubuh Sungmin yang mengkilat karena keringat membuatnya begitu ingin memeluk tubuh mungil itu. Langkah lelaki itu kini mulai terlihat mengendap-endap. Ia mulai bergerak begitu pelan, berusaha untuk bersembunyi di balik punggung pengunjung lain ketika Sungmin memutar tubuhnya.

Kyuhyun sangat yakin, Sungmin yang berdiri tiga meter dari tempatnya kini tengah dilanda kebingungan. Wajah lelaki imut itu mulai melukiskan ekspresi kekhawatiran. Kyuhyun yang tidak tega kini mulai melangkah mendekati tubuh Sungmin, lalu dengan tiba-tiba ia merangkul tubuh mungil itu seerat mungkin.

“Kena kau, hyung!” teriak Kyuhyun dengan begitu girang.

Tubuh Sungmin sempat menegang karena dua buah lengan yang melingkar di dadanya. Tetapi setelah mendengar suara bass Kyuhyun, tawa lelaki itu kembali merekah. Rasa khawatir yang sempat hinggap di benaknya lenyap dalam sekejap ketika Kyuhyun telah berada di dekatnya. “Kau mempermainkanku!” protesnya seraya menggoyangkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri.

Mian,” ucap Kyuhyun singkat disela tawanya yang meledak. “Hyung mengkhawatirkanku?”

Sungmin mengakhiri aksi protesnya. Pandangan lelaki itu kini menatap wajah Kyuhyun, menolehkan kepalanya ke samping kanan. “Tentu saja!”

“Khawatir atau ..,” Kyuhyun menggantung ucapannya, bibir tebal lelaki itu mencoba menyembunyikan tawa. “Atau ingin kecupanku?” bisiknya.

“Kyunnie!”

OoOoO

“Brengsek! Tahu seperti ini aku lompat saja dari mobil!” umpatan bernada kasar itu lagi-lagi lolos dari kedua belah bibir Donghae.

Lelaki berambut blonde yang berjalan tepat di sampingnya kini menatap Donghae takut-takut. Sudah berulang kali ia mendengar umpatan kasar dari Donghae; semenjak lelaki itu turun dari mobilnya dan memasuki tenda yang berdiri di pinggir pantai ini bersama dirinya. “Aku juga tak tahu jika mereka akan membawamu kemari.”

“Cih,” Donghae berdecih setelah ia mendengar ucapan Hyukjae yang ia anggap sebagai omong kosong. Langkah kakinya yang tegas kini berjalan menyusuri karpet merah menuju luar tenda yang berada di bibir pantai.

“Hae, aku tidak berbohong,” ujar Hyukjae. Lelaki itu berusaha menyamai langkah kaki sang calon suami. Hyukjae memang tak berbohong perihal kedatangan Donghae yang tak ia ketahui. Kalau tentang persiapan pernikahan mereka, Hyukjae tahu benar. Ia yang merencanakan segala pernikahan mereka, termasuk lokasi dan tenda yang akan menjadi saksi pernikahannya dengan Donghae.

“Lee Hyukjae, bisakah kau tak mengikutiku?” tubuh Donghae berbalik, matanya menatap Hyukjae dengan pandangan tidak senang.

Kepala Hyukjae menggeleng, ia tampak melukiskan aegyonya.

Donghae mengumpat lalu kembali melangkah mendekati bibir pantai yang ada di depan mata. Menuruti ucapan Hyukjae sama saja dengan mendapat pelajaran mengatur emosi. Langkah kaki lelaki berjas hitam itu kini menginjak butiran pasir putih, tanda bahwa ia telah sampai di pinggir pantai Gyongpo. Hembusan angin khas pantai menerpa surai rambutnya. Sinar matahari yang terlihat menyilaukan mata tersaji di sana, membuat lelaki itu harus menyipitkan mata.

Hyukjae yang telah berdiri di samping Donghae kini ikut menyipitkan mata. Lelaki itu mengedarkan pandangannya lalu tersenyum. “Berlibur di pantai ketika musim panas memang begitu tepat!”

Donghae memutar bola matanya dengan gerakan malas, “Tetapi semua akan berubah menjadi buruk ketika kau ikut bersamaku.”

Bibir Hyukjae mengerucut setelah ia mendengar ucapan Donghae. Lelaki itu pun menolehkan kepala ke segala penjuru pantai. Dan ketika ia mendapati seorang sosok yang cukup ia kenal tertangkap oleh pandangannya secara tak sengaja, ia tersenyum sekilas. Lelaki berwajah imut yang tengah ada di dekapan seorang lelaki itu memberikan Hyukjae sebuah ide. Hyukjae memutar kepalanya ke samping, memperhatikan Donghae yang masih fokus memandang ke arah pantai. “Hae-yah,” Hyukjae menarik-narik lengan Donghae, mencoba untuk meminta perhatian.

“Jangan menggangguku!” seloroh Donghae sarkatis.

“Lihat, kekasihmu berselingkuh!” Hyukjae menunjuk lelaki mungil yang menjadi pusat perhatiannya.

Donghae yang mendengar kata ‘kekasih’ dari Hyukjae segera menoleh, memandang apa yang Hyukjae tunjuk. Seketika itu pula matanya terbelalak karena kaget. Bagaimana ia tak kaget jika apa yang Hyukjae tunjuk adalah sosok Sungmin yang ada di dekapan seorang lelaki. Telapak tangan lelaki itu tergulung seiring dengan emosinya yang kian memuncak.

Hyukjae tersenyum dalam hati setelah tahu Donghae berusaha menyembunyikan api amarahnya. Ia melipat kedua lengannya di depan dada, menyipitkan mata untuk mengetahui siapa lelaki yang berani memeluk Sungmin. “Bukankah dia adalah lelaki yang melindungi Sungmin?”

“Apa kau bilang?” tanya Donghae tanpa mengalihkan pandangannya.

Baiklah, tampaknya Donghae tak begitu tahu tentang siapa yang ada di belakang Sungmin saat ini. Hal itu membuat Hyukjae semakin bersemangat untuk menyulut api amarah Donghae dengan kebohongan yang telah tersusun di otaknya. “Ketika aku bertemu dengan Sungmin, aku selalu mendapati lelaki itu selalu bersamanya.”

“…”

“Kukira, mereka tak ada hubungan apa-apa. Tetapi, melihat kedekatan mereka yang seperti itu ..,” Hyukjae memutus ucapannya. Ia memang sengaja menggantung ucapannya untuk menunggu respon dari Donghae.

“…” Donghae masih saja terdiam, terlarut dalam pikirannya yang bercabang. Memikirkan tentang Sungmin yang ada di dekapan seorang lelaki seperti itu membuatnya begitu sakit hati. Apalagi ketika ia mendapati senyuman yang Sungmin lukis di kedua belah bibirnya. Tak disangka, Sungmin benar-benar bermain api di belakangnya. Membiarkannya menanggung beban mental pernikahan yang telah direncakan untuknya seorang diri.

Hyukjae ikut terdiam. Dalam hati ia terus saja menyematkan doa, semoga saja Sungmin terus berada dalam posisi seperti itu untuk beberapa menit yang akan datang. Jika bisa, dua orang yang menjadi pusat perhatiannya itu melakukan suatu hal lebih. Seperti ciuman, mungkin?

Nafas berat Hyukjae terdengar, “Kau masih mau bertahan? Kekasihmu sendiri telah menemukan pasangan lain yang mampu membuatnya tertawa seperti itu, Lee Donghae.”

TBC

Author’s note: Author meminta maaf karena ff ini belum juga mencapai titik terang ㅠㅠ entah mengapa aku susah banget buat hal itu cepet terjadi. Sebelumnya, aku pengen membuat ff yang benar-benar real dan mengacu pada perasaan manusia. Itu membuatku harus benar-benar mendalami dan merasakan apa yang para castku rasakan jika suatu konflik muncul.

Seperti Sungmin yang sulit berpaling dari Donghae walau dia berniat membuka hati untuk Kyuhyun, itu akan kita alami jika kita berada di pihak Sungmin, bukan?

Lalu Donghae yang terus saja menggantungkan cintanya pada Sungmin walau Hyukjae terus melakukan berbagai cara untuk menghapus cinta sejati Donghae. Itu adalah hal yang wajar, apalagi HaeMin pernah terpisah lalu kembali.

Percayalah, author nggak ingin memperlambat alur. Malah author selalu berusaha untuk menghapus beberapa konflik-konflik yang sebenarnya sudah tersusun. Author sendiri merasa takut jika readers bosan dengan mengatakan bahwa ‘ff ini terlalu bertele-tele’ dan kehilangan beberapa readers.

Mianhaeyo, author mohon tetaplah disampingku hingga ff ini usai ㅜㅜ

Lalu tinggalkanlah komentar di setiap chapter ..

~MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY-PASTE SEMUA KONTEN YANG ADA DI BLOG INI! DO NOT PLAGIAT, PLEASE!~

84 thoughts on “Time | KyuMin | Chap 15/? | YAOI | T+ | Romance, Hurt |

  1. Aigoo~~udah chap 15. .
    wah ketinggalan jauh. .

    jeongmal mianhae saeng
    Q bru bsa bca smuanya. .
    hehe
    maklum lg sbuk dgn administrasi kul.^^

    wah ayo dong jangan lama2 msahin kyumin. .
    kasian. . .
    next>>>

  2. kebetulan mereka bertemu,,lalu apa yang akan Hae pilih setelah melihat kedekatan KyuMin?? lari dari pernikahan pun percuma karena mau tidak mau, suka tidak suka Hae akan tetap menikah dengan Hyuk,,dan Ming bukankah sudah merelakan Hae menikah dengan Hyuk tapi mungkin Ming benar2 mengambil keputusan setelah melihat secara langsung pernikahan HaeHyuk..
    kyu mulai menunjukan sifat aslinya aigoo terus berjuang Kyu untuk mendapat hati Ming..
    Hyukkie aku suka cara kamu memancing emosi Hae,,god job Hyuk..

  3. iyaa aku pahaaam.
    udah gapapaa.
    buat errr KyuMin mmt nya aja dulu yang banyak. butuh usaha buat Kyu buat ngedapetin hati Ming.
    *ceilaaah bhsa gw
    lanjuuuuuut Jiyoo ^^

  4. Mau sepanjang rel kereta api,atau sepanjang tol anyer-panarukan (?) tetap ku ikuTi terus FF ini. Secra pRibdi lebh suka yg lambt k0k alurnya,kalo cpt feelnya jd ga berasa. . . Okelah semangat Ya. . . .

    Oh ya di chap brapa itu JiYoo bilang semua dlm diri auThor milik Yesung.
    Aku mau pRotes,YESUNG MILIKU. . . . . Huweee. . . . Makin bnyak saingan niH. . . , #apadeh#

  5. dariawal pas hae mau kepantai juga, udah ketara banget kalo mereka bakal ketemu, haha
    aduh rada berat dan lumayan sih emang konfliknya, jd kayaknya emang susah cepet kelarnya itu konflik. Tp its okay lah, selama ceritanya gak ngebosenin pasti tetep ada yg baca kok😀

  6. Aku bakalan tetep disampingmu kok jiyoo #cielah
    Iya sih,kebanyakan ff2 yg ada jalan ceritanya emang terkesan ‘maksa’ dan gak terlalu keliatan real kalo dipautin sama kehidupan nyata(?)
    Yah terserah jiyoo aja deh jalan ceritanya,saya nerima2 aja kok🙂
    Cuma jangan dibuat terlalu panjang2 juga,ntar malah jadi kayak sinetron.

    Ditunggu chap selanjutnya^^

  7. smga kyumin cpet brsatu..ming cepet cinta ma kyu..buat hae menyesal tfk mncintai hyukie..ksihan kyu ma hyukie hrus brjuang keras..lnjuuuiiit..chingu ming kpn suka ma kyu

  8. Aku nggak bosen ko jiyoo, aaaaaa aku suka banget. Kyumin nya sedikit ada peningkatan(?) kyu nya jadi nakal gitu, ming muna gitu ah hahahaha=)))
    donghae yang sabar *puk..puk..puk* lanjuttttt, semangat jiyoo^^

  9. YEAAAAY UPDATE ! *squeal out loud*😄
    Sweeeeeet ! Kyumin momentnya ASDFGHJKL ! SWEET ! Kkkk~
    Well, this is a small world after all..
    Kbetulan bgt mreka bsa ke pantai barengn haha
    Agak khawatir sdkit, oh Ming pls dont you dare to hurt Kyu anymore kkk~

    Ohmy~ we always here to support you !
    Ini justru bagus bgt kok, dirimu bsa bkin readers terhanyut sama ceritanya.. Trs terlihat real jg konfliknya ga sekedar crita fluff romance ^^ *lirik genre angst*
    Aku ga bosen kok !
    Keep writing, i’ll wait ur update ! ^^

  10. banyak kyumin momennya~ haehyuk udah mau nikah atau baru mau persiapan sih? *bingung*
    nggak papa kok kalau alurnya lambat. kan biar bisa bener2 mateng. tetep semangat ya. ditunggu chapter 16 nya~

  11. dah mulai ada titik terang dn kejelasan jd tw nih arah ff mw kmna hehe. . .dah lah haeppa lepasin minppa bwt kyuppa kn dah pnya hyukppa
    hwaiting saeng!

  12. sepertinya hrs panggil pemadam kebakaran iini,ada yg terbakar api cemburu ini….*lirikdonghae*

    oke,part yg ckup nkin ngakak,pas kyuhyun berncanapke underwaer PINK?!
    *mendadakpingsang*

    wkwkwkwkwk….

  13. seneeng deh liat kyumin moment nya disini… apalagi di bus lucu o∩_∩o
    waaaah liburan kyumin gk tenang nih ada hae disitu >o<

  14. Eunhae mau menikah dipantai?? Hari itu jugaa??
    Aigoo… Chukae deh..
    *plaak bahagia rasanyaa..
    *reader kejem amat yaa, bahagia diatas penderitaan Haemin *abaikan*

    hyukjae kenapa pula itu, pake manasin hae. Nanti yg ada hae bakal nambah benci sama diaa..
    Ckckck.,

    aaa… Kyumin sweet yaa, lihat gimana mereka bermain di pantai sepertinya seruu..
    Kecupan?? Aigoo… Umin sepertinya mesti di kissu dulu biar dia menyadari perasaannya sama kyu.. Habisnya tiap di kissu malu2 dan meronaa..
    *duakhh…

  15. menurutku ga masalah cerita ini terkesan bertele-tele yang penting tetap oada cerita utama
    malah alurnya terkesan real buatku
    aku suka kyumin moment nya
    lanjut yang kilat ya thor

  16. Nyuk kok malah manas”in Hae sih, nggak takut ntar Hae makin nggak mau lepasin Ming ??…

    Enaknya liburan di pantai sambil kejar”an kayak KyuMin..
    Ntu Kyu nggak takut asma nya kambuh ye.. =___=

  17. O baguslah hae liat kyu sm min yg lagi berpelukan jd bisa cepet2 berpaling ke hyuk n ngelupain min…
    Chap ini pendek ya chingu & rasanya datar2 aja ^^
    Cepat dilanjutkan chingu, semoga ch dpn kyumin momentnya makin banyak😉

    • udah panjang lho, sekitar tiga ribu kata kaya biasa. konflik aku masukin ke haehyuk, jadi mianhae kalo kesannya ‘datar2’ aja .. aku akan berusaha sebaik mungkin di chap depan ..

  18. Lg serius-seriusnya baca muncul tlsn ‘TBC’…., ya ampun…
    Itu si Kyu pasti sengaja ninggalin tabung oksigennya, biar dicium terus sma Ming… :D:p
    aq nggak akn ninggalin ff ini, pokoknya aq tunggu smpai ada kata END… :):D
    semangat ya author-ssi…
    Lanjut @,@

  19. uaaaa haehyuk ternyata pergi ke pantai gyeongpo juga ya?
    mana ngliattt kyumin lagi pelukan juga lagi? ahh moga aja hae mau ngrubah perasaannya n mulai suka sama hyukk. ayoo kyu terus buat ming nglupain perasaannya ke hae trus buat ming juga menyadari perasaannya ke kamu.

  20. sweet moment of kyumin, kejar”an dipantai yekan, haha tinggal nunggu waktu yg tepat buat ming bisa nerima kyunie

  21. Sukaaa… KyuMin nya banyak hohoho…
    Tambah bahagia pas Hae liat moment KyuMin di pantai itu muahahaha #plak
    semoga Hae sadar dan segera melepaskan Ming ke pelukan Kyu.
    Dan semoga Ming sadar akan perasaannya kpd Kyu. Udh gemes liat KyuMin deket banget tp belum jg jadian.
    Next ya author..

  22. Sungmin udah mulai buka hati tuh buat Kyuhyun. Mngkn masih belum sepenuhnya, tp klo Donghae ga ganggu, yakin kok Sungmin bs lupain Hae. Tp ngmngin underwear di tmpt umum… Kyu emang g th malu tuh.

    Kebetulan bngt HaeHyuk ada di pantai yg sama. Moga aja ga terjadi hal yg ga diinginkan. Pengennya sih Kyuhyun mati krn sakit hati ma Sungmin, lalu Kui Xian muncul n Sungmin yg mulai ngejar krn rasa cinta yg mulai ada n rasa bersalah *sinetron bgt*.

    Elle

  23. KyuMin moment ♥

    iyaa sih.. aku jg tau gmn rasanya jd donghae.. rasanya jd sungmin… bener2 nyeseeekkkk T.T

    ayooo semangat authornyaa (ง’̀⌣’́)ง

  24. Huwe…….kasihan banget sich abangQ…..

    udh ming cepet tentuin hati gich, kasihan tuch bang hae cintanya g jelas…
    mw buka hati buat kunyuk tp masih suka ma Qm…
    kasihan juga tuch si kyupil…entr asmanya kambuh lgi kn repot juga.hehehe….

    ayo lanjut tothor.hehehe…..

  25. aku setia menunggu dan membaca ff ini sampe selesai ko author kkkkk~
    menurut aku ini ga lambat ko, justru bagus jadi ngejelasin perubahan perasaannya per-step
    konflik di ff ini kan emg seputar perasaan antar tokoh, jadi ya ngikutin alur aja^^
    aku malah udah nganggep kyumin bersatu dr chap kmrn, cuma belum 100% jd pasangan. masih saling coba terima
    okedeh author tetep semangat ya nulisnya^^
    ditunggu chap selanjutnya

  26. Chap ini. Alurnya lambat ya.. Kesannya jadi pendek.. But it’s okay..

    Tapi aku seneeengg, di sini KyuMinnya banyaaakk.. Hehehhe..

    Sumpah seneng waktu baca adegan donghae ngeliat KyuMin pelukan itu, huaahh,, gara2 itu kek mereka beneran ‘end’ supaya sama2 pengen pisah.. Trus bahagia sama pasangan masing2 #eaaa

    Keep spirit author! The readers will always waitin’ for your fanfic😄 #plakk

    Lanjutyaa!😀

  27. jiyoo ttap smngat ya~😉
    mau lgi donkk kyumin moment ny.,😄
    asiikkk., haehyuk ngliat kyumin., hae bkal nyerah gx nih sma prsaan ska ny ke min? kkkk~

  28. Eonnie q tak akan berpaling dari ff eonnie,, dari awal q baca ff eonnie udah ada feeling ma ff eonnie^^,, pernah dulu q coba gk baca ff gara” nilai q turun malah dulu q cuma nantiin ff eonnie updet hehehehe^^,,, jngan bersedih hati eonnie,,,, emank sihh ff eonnie yg ini kyknya bkl panjang ,, biasanya ff eonnie bakal tamat ch belasan gtu tpi kyknya ini gk dehh^^,, tpi jangan patah semangat ne~

    sekarang aja q lagi batasin baca ff n buka internet.. q cuma nantiin ff eonnie updet^^
    semangat eonnie^^ Hwaiting!!!!

    untuk ffnya q seneng bgt soalnya full kyumin moment ^^hahahahaha,,, tuh ikan bakal gimana ya??? penasaran deh ^^

    Read next chap^^>>>>

  29. Aisshh,,,jinjja!!! Hae oppa pliss liht hyukjae oppa ne!!! =(
    .
    .yeyy…semoga umin oppa cpet” buka hati ma Kyu…:D

  30. Ak setuju kog sama author mengenai alur dan konflik di FF ini, meskipun agak gregetan juga sama si KyuMinnya,tapi masalah alur dan konflik ak ngikut author aj…

  31. asyik liburan dipantai ikut donk hehehehe
    kyu kembali menjadi sosok yang evil wkwkwkw *ditendangsparkyu

    hae cobalah untuk membuka hatimu untuk hyukkie . . . .

  32. kyaaaa,,, nikah ny d pinggir pantai ,, ak jg mau hae oppa #plak, abaikan,,

    hae lihat kyumin d pantai ,, semoga dgn melihat itu hae bs brpaling dri ming ,,

    daebak !! lanjut bc yah ,,

  33. Waduhhhhh kayanya bakal ada perang dunia ke-3 nih, ko bisa pas bngt ya d’saat kyumin liburan k’pantai eh haehyuk mau nikah d’pantai juga, ini takdir atau memng d’sengaja ya?????

    Banyak bngt kymin momentnya sukaaaaaaaa deh😀

  34. Waduhhhhh kayanya bakal ada perang dunia ke-3 nih, ko bisa pas bngt ya d’saat kyumin liburan k’pantai eh haehyuk mau nikah d’pantai juga, ini takdir atau memng d’sengaja ya?????

    Banyak bngt kymin momentnya sukaaaaaaaa deh

  35. Tenang ajah author,… Klo pun lama sy tetap penasaran….

    Hae lg dprtmukan lg nih ma min,,
    jgn blang nanti ketemuan smbunyi”.

    # ikat ming pake tali biar gak ke hae

  36. paling suka kl moment kyumin dipantai
    maniiiiisss
    kyu sering nyium nyium niih skrg ^^

    hae nyerah aja ne
    lepasin sungmin ^^

  37. Eunhyuk kesannya jahat bgt ya disini -___-” hadeuh padahal sungmin udah move on eh malah dikomporin lg donghaenya sama eunhyuk,kan kasian

  38. Ternyata tenda pernikahan yang dilihat Sungmin itu tenda pernikahannya Donghae dan Hyukjae ya?
    Donghae itu kenapa sih? Kenapa tidak melepas Sungmin saja supaya Sungmin bisa bahagia😦

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s