Time | KyuMin | Chap 14/? | YAOI | T+ | Romance, Hurt |

Time

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin

 

Part : 14/?

 

Warning : Boy x Boy , YAOI , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Kenangan masa lalu yang ikut andil dalam masa depan, terkadang membuat seseorang dapat menjadi lebih baik. Tetapi, jika seseorang tak mampu membuang kenangan buruk dan lebih memilih untuk terjerambab dalam perasaannya sendiri, maka air matalah yang akan mereka terima.

 

Music : Stand by You by DBSK

Eomma,” suara Kyuhyun mengalun bersamaan dengan pintu kamar mandi yang terbuka. Rupanya lelaki yang memakai kaos santai itu baru saja selesai mandi. “Kapan kita akan pergi ke Chunan?”

“Kau rindu dengan appamu?” Leeteuk menepuk-nepuk kedua telapak tangannya sendiri. Dua orang itu telah menyudahi acara bersih-bersih mereka. “Kita pergi kapanpun kau mau.”

“Aku ingin Sungmin hyung ikut,” ucap Kyuhyun, matanya melirik ke arah Sungmin yang kini memandangnya. “Aku ingin memperkenalkannya kepada appa,” alasan Kyuhyun yang terlontar dengan begitu tegas membuat tiga orang itu saling pandang.

Pergi ke makam seseorang, terlebih makam orang tua, bukanlah suatu acara yang bisa diikuti oleh sembarang orang. Paling tidak, orang yang berkunjung harus memiliki hubungan darah. Tetapi, jika Kyuhyun mengatakan bahwa ia ingin memperkenalkan Sungmin kepada appanya, itu berarti Kyuhyun ingin membawa orang spesial.

“Aa—apa kalian berdua berpacaran?” pertanyaan Leeteuk membuat dua orang itu akhirnya tersadar dari dunia lamunannya.

“Apa eomma akan merestui kita?” tanya Kyuhyun. Sebelum Sungmin menyangkal tentang hubungan mereka, lebih baik Kyuhyun memberikan pertanyan untuk menghindari penolakan Sungmin. Ia tahu jika mereka belum berpacaran, tetapi ia ingin mendapatkan restu terlebih dahulu.

Eomma akan menyetujuinya jika kalian berdua saling mencintai,” sahutnya enteng.

Ajummanim, aa—aku harus pergi mandi!” ucap Sungmin lalu berjalan masuk ke kamar mandi. Bisa-bisa jantungnya copot karena mendapat topik pembicaraan yang seperti itu. Ia baru teringat jika kemarin malam ia sepakat untuk mencoba mencintai Kyuhyun demi menghapus lukanya. Tetapi, ia begitu tak menyangka jika Kyuhyun akan mengatakan hal yang seperti itu. “Aku bisa gila,” rutuknya.

OoOoO

Ruangan kerja itu terlihat tenang, yang terdengar hanyalah suara keyboard yang dihantam oleh jemari-jemari para pekerja. Hari ini mereka disibukkan oleh tugas baru yang melelahkan. Kata Yesung, tempo untuk mengumpulkan tugas ini sekitar dua minggu lamanya. Jika pekerjaan itu bisa selesai lebih awal, kemungkinan besar Sungmin bisa pergi berlibur minggu depan.

Tiba-tiba pintu masuk ruangan tersebut terbuka, di ambang pintu terlihat dua sosok lelaki yang saling menautkan tangan mereka. Empat orang yang ada di sana segera berdiri melihat atasan mereka datang, lalu memberi salam.

Sungmin yang begitu terkejut ketika mendapati Donghae dan Hyukjae berjalan beriringan dengan tangan terpaut kini hanya mampu terdiam. Ia tenggelam dalam pikirannya sendiri, setitik rasa kecewa muncul di ruang hatinya yang kosong. Apa yang ia lihat benar-benar membuatnya yakin bahwa Donghae lebih memilih Hyukjae daripada dirinya.

Sialan! Batinnya dalam hati. Ingin rasanya Sungmin menendang dan menampar Donghae saat itu juga. Bisa-bisanya lelaki itu mengumbar harapan palsu, menorehkan luka yang amat mendalam di hati dan perasaannya dengan begitu kejam. Sungmin membanting dirinya sendiri setelah tahu sosok Donghae dan Hyukjae telah menghilang di balik pintu. Tangan kirinya terlipat, telapak tangannya terlihat menyangga kepalanya yang mendadak terasa pening.

Kyu, aku butuh dirimu ..

OoOoO

Awan hitam kini telah menyelimuti langit jagat raya. Sinar matahari telah tergantikan oleh sinar bulan yang redup, dan lampu-lampu penerangan yang ada di setiap sisi jalan membuat keadaan kota menjadi lebih terang. Sungmin memandang langit dari cendela ruangan kantornya, tangannya yang sibuk merapikan meja kini mulai memasukkan barang-barangnya ke dalam tas lalu menentengnya.

Sungmin berjalan pelan menyusuri lorong kantor yang masih terlihat ramai. Wajar saja, ini masih pukul tujuh malam. Jadi masih banyak para pegawai yang berada di kantor. Sungmin memutuskan untuk pulang, ia ingin mengerjakan semuanya di apartemennya sendiri.

Langkah kaki Sungmin terhenti tepat di depan pintu keluar. Pandangannya mengedar ke kanan dan ke kiri untuk mencari sosok yang ia tunggu. Kyuhyun bilang, lelaki itu akan menjemputnya. Mereka akan pergi ke apartemen Kyuhyun untuk makan malam bersama di sana.

“Lee Sungmin,” tiba-tiba suara tenor yang sangat Sungmin kenal terdengar.

Sungmin pun membalik badan, melototi namja yang menjadi cinta pertamanya itu dengan pandangan tajam. “Ada apa, Direktur Lee?” tanyanya dengan nada datar, rupanya ia cukup susah berucap dengan logat sopan jika memandang Donghae yang telah menyakitinya.

“Tentang hubungan kita ..”

“Berakhir,” potong Sungmin cepat. Lelaki bermata rubah itu membuang pandangannya ke jalan raya, lalu melipat kedua lengannya di atas dada. “Semua telah berakhir, bukan?”

Mianhae,” desah Donghae dengan suara berat.

Mendengar hal itu, Sungmin hanya bisa diam memandang lurus ke depan. Kristal bening kini telah terbentuk di sudut matanya, membuat pandangannya mengabur. Ia menghela nafas, berusaha untuk mengatur nada suaranya. “Akhirnya kau lebih memilih dia.”

“Bb—bukan! Bukan seperti itu!” sangkal Donghae. “Ini semua tidak seperti yang kau pikirkan, jagi!”

Jagi?” kepala Sungmin menoleh ke arah Donghae, memicingkan mata ketika ia masih mendengar panggilan sayang itu tersemat di ucapan Donghae. “Panggil saya dengan benar, Direktur Lee!”

“Tunggulah beberapa saat lagi! Tidak akan lama lagi aku dan Hyukjae akan bercerai!”

Bola mata Sungmin bergerak-gerak gelisah ke sana ke mari. “Aku tidak bisa menunggu untuk hal itu,” ujar Sungmin. “Dan juga, aku tak pernah ingin menikah dengan orang yang pernah mengikat janji di hadapan Tuhan.”

Jagiya ..,” Donghae merendahkan nada suaranya.

Geumanhaja,” ujar Sungmin tak kalah pelan.

“Sungmin hyung!”

Teriakan suara bass itu sukses membuat Sungmin harus cepat-cepat menghapus air mata yang menggantung di sudut matanya. Setelah itu, Sungmin pun membalik badan dan melambai-lambaikan tangannya ke arah Kyuhyun yang berjalan ke arahnya. Lelaki mungil itu melukis seulas senyuman manis, berusaha menyembunyikan perasaan sedihnya.

“Sudah lama?” tanya Kyuhyun setelah ia sampai di hadapan Sungmin. Gelengan kepala Kyuhyun dapatkan sebagai jawaban dari Sungmin. Mata Kyuhyun kini melirik ke arah seseorang yang berdiri di belakang Sungmin, matanya menyipit untuk memperhatikan siapa orang tersebut. “Uu—untuk apa kau bersamanya, hyung?”

Donghae menoleh, menatap lelaki tampan yang memanggil Sungminnya dengan panggilan hyung.

“Ayo pergi, Kyu,” Sungmin menarik lengan Kyuhyun dengan kedua lengannya. “Kami pergi terlebih dahulu, Direktur Lee.” Tubuh Sungmin dan Kyuhyun merunduk beberapa derajat. Dengan gerakan yang sedikit memaksa, Sungmin menarik lengan Kyuhyun agar mereka cepat-cepat pergi dari tempat tersebut. Ia tak ingin melihat wajah Donghae lebih lama lagi.

Kyuhyun yang tahu gelagat Sungmin kini hanya diam saat Sungmin membimbing langkah kakinya. Sungmin pasti merasa buruk ketika berhadapan dengan Donghae. Karena itu, akhirnya ia lebih memilih untuk diam tanpa mencoba bertanya. “Hyung, kau bersemangat sekali,” Kyuhyun mencoba berbosa-basi ketika mendapati langkah kaki mereka yang semakin cepat. “Jangan mengajakku berlari, hyung. Hyung ingin asmaku kambuh?”

“Ah,” langkah kaki Sungmin terhenti seketika manakala ia mendengar kata ‘asma’ ada diantara ucapan Kyuhyun. Benar juga, ia jadi terbawa suasa hingga tak menyadari langkah kakinya yang semakin cepat. Kepala Sungmin menoleh, matanya menatap Kyuhyun. “Mianhae.”

Bibir Kyuhyun melukiskan seulas senyuman, tangan kanannya bergerak mengacak rambut Sungmin. “Kenapa harus minta maaf?” Kyuhyun kembali melangkah. Kali ini ialah yang membimbing langkah kaki Sungmin.

“Suasana hatiku benar-benar buruk,” Sungmin mempoutkan bibirnya.

Ara,” timpal Kyuhyun. “Tetapi, setelah ini kau pasti akan tertawa kembali.”

“Oiyah, Kyu. Apa kau benar-benar akan mengajakku untuk pergi ke Chunan?”

“Tentu,” Kyuhyun mengiyakan pertanyaan Sungmin.

“Aku belum siap untuk melakukan hal semacam itu, Kyu,” Sungmin mendengung. “Kau bisa pergi berdua dengan ajumma mengunjungi makam appamu, Kyu ..”

Kepala Kyuhyun menggeleng. “Aku ingin memperkenalkanmu kepada appa. Dengan begitu, appa bisa merestui dan melindungi hubungan cinta kita dari surga.”

Kini mereka telah memasuki lift yang akan membawa tubuh mereka ke lantai tujuh, ke lantai di mana apartemen Kyuhyun berada.

“Kyu,” Sungmin masih merengek. Rupanya ia masih ingin mempertahankan suaranya untuk tidak ikut ke Chunan.

Lihat lelaki itu sekarang. Beberapa menit yang lalu, ia melukiskan wajah kusut setelah bertemu Donghae. Tetapi kini, ia terlihat merengek kepada Kyuhyun. Ekspresi wajahnya benar-benar telah berubah drastis.

“Lagi pula aku harus bekerja,” Sungmin mencoba memberi suatu alasan.

“Kita akan pergi hari Minggu, hyung,” lengan Kyuhyun kini melingkar di pundak Sungmin. Dua orang itu pun akhirnya keluar dari lift.

Bibir Sungmin mengerucut ketika ia kalah omong dengan Kyuhyun. Percuma berdebat dengan titisan raja iblis ini. Yang ia dapatkan hanya rasa kesal dan juga sebal. Kyuhyun begitu keras kepala, jadi sulit bagi Sungmin untuk menentang ucapan Kyuhyun.

Dua orang itu saling terdiam ketika mereka berjalan menyusuri lorong apartemen yang sepi. Tak ada topik bagus untuk dibicarakan. Kyuhyun lebih memilih diam dari pada ia harus mendengar ocehan dan rengekan Sungmin nanti. Suasana ini mereka bawa hingga langkah kaki mereka terhenti di sebuah pintu. Kyuhyun terlihat memencet beberapa digit nomor lalu mendorong pintu itu ke dalam.

“Kami pulang,” teriak Kyuhyun dengan nada malas.

Seorang perempuan cantik dengan apron merah berjalan menghampiri mereka, lalu memberi senyuman yang begitu tulus. “Selamat datang,” sambutnya ramah.

“Apa masakannya sudah siap?” tanya Kyuhyun tanpa mencoba melirik sang eomma.

“Aku akan membantu ajummanim di dapur,” ucap Sungmin lalu melangkah mendekati Leeteuk.

“Hanya perlu membawa masakan itu ke meja makan,” Leeteuk menepuk pelan pundak Sungmin. “Kyuhyun-ah, tunggulah di meja makan!” perintahnya.

Kyuhyun mengangguk, lelaki bertubuh kurus itu pun berjalan menuju meja makan dan duduk di salah satu kursi. Ekor matanya kini terlihat memperhatikan sosok Sungmin yang sibuk mengangkut makanan-makanan dengan uap mengepul itu ke meja makan lalu kembali ke dapur. Cantik, dua orang yang sangat ia cintai itu benar-benar cantik.

Mampukah Kyuhyun membelokkan pikiran Sungmin?

Hanya waktu dan Kyuhyun yang dapat menjawabnya. Seberapa besar pengorbanan yang Kyuhyun lakukan benar-benar menentukan kelanjutan kisah cintanya sendiri. Dan jalan yang ia ambil hingga kini adalah tetap mencintai Sungmin, melepaskan dirinya dari kungkungan masa lalu. Sungmin adalah sosok nyata yang harus ia cintai sepenuh hati, dan tentu harus ia jaga sepenuh jiwa.

“Sungmin-ah, duduklah!” Leeteuk telah mendudukkan diri di kursi, tangannya membuka tutup-tutup panci tersebut dan membiarkan uap panas menguar dari dalam sana.

Ne, ajummanim,” dengan langkah tergopoh-gopoh Sungmin menghampiri meja makan dan segera duduk di kursi yang berada tepat di hadapan Kyuhyun. “Uwah, hari ini ajummanim memasak banyak sekali!”

Eomma selalu seperti itu,” Kyuhyun meraih sumpitnya, menjilat ujung sumpitnya sendiri ketika pandangannya jatuh pada baked pork yang tersadi di atas piring.

Manhi deuseyo!” Leeteuk mulai mempersilahkan dua pemuda itu untuk menikmati masakannya. Dua orang itu terlihat begitu lahap, beberapa kali ia mendengar pujian yang terlontar dari mulut manis Sungmin.

Eomma, apa eomma akan libur untuk waktu yang lama?” tiba-tiba Kyuhyun bertanya di sela acara mengunyah nasi yang memenuhi mulutnya.

“Apa kau suka jika eomma libur untuk waktu yang lama, hm?” Leeteuk menyudahi acara makannya. Kali ini perempuan itu menuangkan air putih di gelas Sungmin dan Kyuhyun yang kosong. “Kau sendiri yang bilang jika kau kesepian.”

Sungmin menolehkan kepala ke arah Kyuhyun, menunggu jawaban yang akan terlontar dari mulut lelaki berambut ikal tersebut.

“Apa eomma perlu membawamu ketika eomma dipindah tugas?” pertanyaan Leeteuk terlempar kala ia tak kunjung menerima jawaban dari Kyuhyun. Leeteuk tahu betul jika Kyuhyun benci hidup seorang diri. Dulu Kyuhyun mau untuk tetap bertahan di Korea karena Chengmin, tetapi setelah sosok Chengmin tak ada?

Sudut mata Kyuhyun melirik Sungmin yang menatapnya dengan pandangan aneh. “Tidak perlu. Ada Sungmin hyung di sini.”

“Baguslah,” gumaman itu meluncur dari mulut sang eomma. “Tetapi aku harap Sungmin tak keberatan dengan kehadiranmu yang merepotkan.”

Sungmin melahap satu potong paprika berlumur keju mozarela yang mencair, “Dia begitu manja, ajummanim.”

Drrt …, drrt ..

Ponsel yang bersembunyi di balik saku celana Sungmin bergetar, membuat lelaki itu merogoh saku dan bangkit dari duduk. “Permisi,” ucap Sungmin lalu berjalan menjauh dari ruang makan.

Aiden Lee

ID yang tertera di sana membuat Sungmin sedikit ragu untuk menjawab panggilan telpon tersebut. Donghae mencoba menghubunginya, hal itu cukup membuat Sungmin menjadi gugup. Jemari Sungmin terlihat menggeser layar, akhirnya ia memutuskan untuk mengangkat telpon dari Donghae.

Yeoboseyo?”

“Minnie-yah?” suara Donghae yang mendayu terdengar dari seberang. “Jagiyaa ..,” racau Donghae.

“Dd—Direktur Lee, ada apa denganmu?” Sungmin mulai panik manakala mendengar suara Donghae yang terkesan seperti orang mabuk.

Gwaenchanhaa,” jawab Donghae. “Aku merindukanmu, jagiyaa ..”

Sungmin menghela nafas, “Aku akan menutupnya jika tak ada hal penting.”

“Minnie jagiyaa,” Donghae kembali memanggil nama Sungmin. “Kumohon, tinggallah denganku.”

“….” Sungmin tak berniat menyahut. Suatu sisi hatinya menginginkan hal tersebut, tetapi sisi hatinya yang lain benar-benar melarangnya. Ia mencintai Donghae demi seluruh raga dan jiwanya, namun untuk situasi yang ia hadapi kini membuatnya terombang-ambing. Pernikahan bukanlah suatu permainan yang mudah untuk diakhiri. Karena itu ia takut jika Donghae nanti tak akan bisa lepas dari pernikahannya dengan Hyukjae. Kemungkinan buruk yang sangat ia takutkan adalah, Donghae yang perlahan mulai mencintai Hyukjae nanti.

“Percayalah, aku .., mencintaimu ..”

Pip.

Nado .., saranghae ..” Tanpa sadar balasan itu terlontar dari kedua belah bibir Sungmin. “Neomu saranghaeyo, Donghae-yah ..”

Sungmin terdiam untuk beberapa saat, berusaha menenangkan pikirannya yang mendadak kalut setelah menerima panggilan telpon dari Donghae. Kebimbangan yang selalu hinggap dan berputar di otaknya membuat Sungmin tak mampu lagi untuk memikirkan yang lain. Hanya Donghae, Lee Donghae seorang.

Hyung!”

Panggilan Kyuhyun sukses membuat Sungmin tersentak. Dengan segera ia kembali mengantongi ponselnya lalu membalik badan. Ternyata sosok Kyuhyun telah berdiri beberapa meter dari posisi tubuhnya. “Sepertinya aku harus pulang.”

Wajah pucat Kyuhyun mengguratkan kekecewaan, “Waeyo?”

Sungmin mulai melangkahkan kaki. “Aa—ada tugas yang harus kuseleseikan.”

Kau berbohong, tanggapan itu tertahan di balik lidah Kyuhyun. Tanpa sepengetahuan Sungmin, Kyuhyun mencuri dengar ucapan-ucapan Sungmin di telpon. Ia mendengar semua yang Sungmin katakan, termasuk ungkapan cinta yang terulang dari mulut lelaki mungil tersebut. “Aku harus mengantarmu.”

“Tidak perlu,” Sungmin mengalihkan pandangannya ke arah eomma Kyuhyun yang masih sibuk dengan makan malamnya. “Ajummanim, sepertinya aku harus pulang sekarang. Joesonghaeyo.”

Jinjja? Apa ada sesuatu yang terjadi?” tanya Leeteuk.

“Tidak ada. Aku baru ingat kalau ada pekerjaan yang harus kuseleseikan,” Sungmin merapikan jas kantornya. “Aku permisi dulu.”

“Ah, ne ne. Jeosimhae!”

Sungmin merunduk untuk memberi salam perpisaha kepada Leeteuk maupun Kyuhyun, lalu ia mulai melangkah keluar dari apartemen. Tak ada penolakan yang ia terima dari Kyuhyun, sedikit aneh memang. Tetapi, tak mendengar penolakan dari Kyuhyun membuatnya merasa lebih baik. Ia tak perlu mengungkapkan kebohongan-kebohongan yang lain.

Mianhae, kyuhyun-ah ..

OoOoO

Ini hangat ..

Batin Sungmin berucap bersamaan dengan rengkuhan tangannya yang semakin mengerat. Sesuatu yang ia peluk terasa begitu hangat, melebihi selimut tebalnya sendiri. Ia mengangkat salah satu kakinya, memeluk ‘sesuatu’ di bawah sana dengan seerat mungkin.

Nyaman sekali ..

Berulang kali Sungmin menggesekkan pipi chubbynya ke permukaan sesuatu yang ia peluk. Tak jarang pula ia mengecup benda tersebut.

Karena dilanda oleh rasa penasaran yang tinggi, akhirnya Sungmin berniat untuk bangun dari tidurnya. Matanya yang masih terasa berat terbuka sedikit demi sedikit, mengintip sesuatu yang menjadi faforitnya.

“Eoh, Kyunnie ..,” gumamnya setelah melihat sosok yang tengah ia peluk. Mata Sungmin pun kembali terpejam, lengannya kembali merengkuh bongkahan benda hangat tadi.

Mata Kyuhyun mengerjap, ia tak menyangka bahwa Sungmin tak akan heran dengan kehadirannya. Ketika mendapat pelukan dari tangan dan kaki Sungmin, seketika itu pula tubuhnya terasa membeku. Lelaki itu speechless, kegugupan karena sentuhan lengan, pipi, dan bibir Sungmin yang terus menghujam permukaan kulit tubuhnya sukses menimbulkan efek buruk bagi jantungnya sendiri. Kyuhyun berusaha bersikap setenang mungkin, meredam segala tindakannya agar tak membangunkan Sungmin. Mata lelaki itu kembali terpejam, tertutup untuk pergi ke mimpinya.

Kyunnie ..

Sungmin masih sibuk dengan gumaman dalam mimpinya.

Ini lengan Kyunnie ..

Mata Sungmin melotot, pandangannya menerobos kain piyama putih biru yang ada di depannya. Lelaki mungil itu pun mendongakkan kepala, menatap wajah seseorang yang tertidur dengan begitu damai. Sungmin menggigit bibir bawahnya, reflek kedua tangan dan kakinya mendorong tubuh kurus itu ke depan. Seketika itu pula bunyi ‘bruk’ disertai rintihan terdengar.

Hyuung,” protes yang terdengar lirih terdengar bersamaan dengan bangkitnya sosok Kyuhyun. Lelaki itu masih berusaha menggapai pinggiran ranjang kemudian menyangga dagunya di sana. Bibir tebalnya mengerucut, matanya terlihat hampir tertutup sepenuhnya, dan dahinya yang mengkerut tanda ia tidak senang.

Sungmin mengedarkan pandangannya, menatap sekeliling untuk memastikan di mana ia sekarang. Matanya mengerjap ketika mendapati dekorasi kamar miliknya yang ada, ia pun merunduk menatap Kyuhyun, “Kk—kenapa kau ada di sini?”

“Huh?” Kyuhyun bangkit lalu kembali berbaring di ranjang empuk Sungmin, menggulung selimut tebal berwarna pink itu ke tubuhnya. “Entahlah,” jawabnya cuek.

Sungmin mengeram, kedua telapak tangannya yang menggenggam bantal kini berayun dengan gerakan cepat. Lelaki itu baru saja memukul kepala Kyuhyun dengan bantal yang ia gunakan untuk tidur.

Kyuhyun yang kembali tersentak kini mulai merasakan sesak di dadanya. “Hh—hyuunghh ..,”

Panggilan Kyuhyun yang terucap dengan nada berat sukses membuat Sungmin tersentak. “Kk—Kyu, kau tidak apa-apa?”

“Hh—haah .., haah ..,” hanya nafas berat yang terdengar sebagai sahutan dari Kyuhyun. Selebihnya tak ada yang terucap.

“Tabung oksigen, cepat beritahu di mana tabung oksigenmu?” Sungmin makin panik. Matanya belingsatan ke sana ke mari untuk mencari tahu di mana tabung oksigen itu terletak. Ia yakin, satu tabung oksigen milik Kyuhyun ada di apartemennya.

Sebelum Sungmin bangkit dan melangkah menjauhi ranjang, tangan Kyuhyun yang dingin mencengkeram erat lengan Sungmin, menarik lelaki bertubuh mungil itu ke arahnya lalu mengecup bibir berbentuk huruf M itu. Dua tangannya bergerak menekan tengkuk Sungmin, memaksa lelaki feminim itu untuk terus mencium bibirnya dan menyalurkan oksigen.

Sungmin akhirnya terdiam ketika ia mengetahui maksud Kyuhyun meminta hal ini. Sesekali ia melepas ciuman mereka demi menghirup oksigen dan memberikannya kepada Kyuhyun. Dadanya yang kembang-kempis seolah menunjukkan betapa gugupnya lelaki itu. Apalagi ketika ia merasakan tekanan di tengkuknya, hal itu membuat bulu romanya berdiri.

Ciuman itu akhirnya terlepas, menyisakan benang-benang saliva mereka yang tertarik mengkuti hukum gravitasi. Tatapan sayu yang mereka layangkan membuat pipi keduanya merona, ditambah lagi dengan hembusan nafas hangat yang menerpa wajah masing-masing.

Hyung, jangan mengagetkanku,” ujar Kyuhyun dengan suara lirihnya.

Sungmin mengangguk, dengan gerakan pelan ia mulai bangkit dan meninggalkan tubuh Kyuhyun yang sempat ia tindih. Wajahnya yang memerah bagai tomat masak terlukis, menandakan bahwa lelaki itu sempat mengalami sport jantung beberapa detik yang lalu. Lalu bibirnya yang baru saja mengecup bibir Kyuhyun, bergetar. Hal ini pernah ia alami dulu, saat Kyuhyun mengecupnya ketika di rumah sakit.

“Bibirmu,” Kyuhyun tiba-tiba berucap, “Manis ..”

TBC

Jangan gampar authoooor ~~~~ ayolaaaaah, aku butuh saat yang tepat untuk menyatukan Kyumin.. entah kenapa di ff ini, kyumin sangat sulit bersatu karena beberapa faktor. Yaah, tau sendiri laah -_- huuuh, aku akan berusaha lebih giat untuk menyatukan mereka! *ngek* oiyah, bagi kalian yang kangen sama ff Kyumin GS dariku *ceileeh* , aku udah buat dua one shoot lhoo .. judulnya 사랑 하나죠 (Only Love) sama Miracle .. heyooo, yang dulu suka tagih author suruh buatin ff GS kyumiiiiin xD

Berikan ff ini komentar kalian yah^^ Silent Readers, tunjukkan wajah kalian -_-

hohohohohohoho

~MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY-PASTE SEMUA KONTEN YANG ADA DI BLOG INI! DO NOT PLAGIAT, PLEASE!~

97 thoughts on “Time | KyuMin | Chap 14/? | YAOI | T+ | Romance, Hurt |

  1. q seneng bgt padahal tadi waktu kunjung k library eonnie masih chp 13 tapi waktu selesai baca mlah udah chp 14,,, sneng bgt nihhh^^ hehehe
    langsung aja q baca chp14

    Wahhhh q jadi yg pertama nie Eonnie^^~~~
    Eonnie q sempet bingung LO ,, kok nyambung k sungmin tidur sihh^^,, mana part Donghaenya ,, tapi bagus lah q gk sakit hati bcnya HaeMin…
    Si kyuhyun bneran kambuh asmanya apa cuma pura” supaya dapet morning kiss gtu#plak^^
    Wahhhhh sungminnya mulai suka nihh,, jadi kyumin dah kissing 3 kali ne^^ di makam chengmin, rumah sakit, plus di kamar ^^
    Donghae oppa apaan tuh mau nyerein Hyuk ,, q gampar loe oppa^^#emosi tingkat nasional 0,0 emang ada,,,,,
    Sungmin jangan galau gtu dong udah cukup kyuhyun sakit hati,, sekarang buka hati buat kyuhyun ne~,, jngan pandang Donghae ikan itu#digampar Fishy

    Ahhhh udah dulu cuap” nya ne^^ waktu udah mepet nih eonnie^^
    Waiting Next chap^^
    Hwaiting Eonnie^^

    • kenapa nyambungnya waktu kyumin tidur? soalnya alurnya dipercepat, jadi konflik antara haemin yg ‘seharusnya’ ketemu harus dihilangkan cz ntar nggak lanjut2 .. hehehe mian yah udah bikin bingung. kalo ada yang ganjil, tanyakan saja^^

  2. Akhirnya lanjut juga thor.
    Aigo ~ Kyumin moment nya so sweet banget deh. Si kyu kenapa ada di kamar umin ?
    Mencurigakan
    Keep writing🙂

  3. kyaaa pendek bnget ya..udh tbc..ne kyumin kpn brsatunya sich..ming jg yg dpkirin hae2 trus g kshan kyu..lnjuut

  4. Naaah loh! Kok adaa kyu disebelah min, emang min ga ketemu donghae? Dia plg ke apartemennya? Oh iya iya arra, /sotoy/

  5. Baru aja selese baca chap 13, muncul sudah chap ini…
    Kau memang rajin ngupdate fic mu saeng.. Bagus.. Bagus..
    Jangan buat ming ngarapin hae lagi donk.. Biarkan hae ma hyukkie aja..
    Hyukkie dsini jg rada antagonis y perannya, padahal kalo diliat dri sisi hyukkie dy termasuk org yag wajib dikasihani..
    Kyumin moment lsgi donk saeng, ciumannya kurang… Haha

  6. awawawaw!!!!!!!! jiyoo-ya itu kissuny dbkin lamaan dkit ngpa.. kkkkkkkk…. it gmn crtanya kyumin uda tidur skmar? hhha

  7. alhamdulillah…chapter ini nggak terlalu nyesek🙂 tapi aku selalu parno sendiri kalo baca. takut-takut ada bagian yang bikin nyesek😀

  8. aaa ini romantis bangetttt :3
    awalnya agak bingung sama alurnya tapi lama lama bisa nyesuaiin kok😄
    ayolah ming, lupakan donghae. kan udah ada kyuhyun yg setia mencintaimu selalu. ceilaaaahh😄

  9. Whoaaaaaa *jingkrak2 pas tau udah sampe chap 14*
    Mian, baru cek wp ini lg kkk~
    Sumpah feelnya dapet bgt !
    Awalnya kyu kasiaaaan..
    Hae pls sama Hyuk aja T.T
    Tp ending chap ini MANIS ! Sangat MANIS ! XDD
    Aku sampe ikut dag dig dug duer bacanya kkk~
    Seneng bgt sama ff yang kaya gini..
    Bisa bikin aku bner2 ngerasain gmana prasaan mreka😄
    Ffmu slalu daebak !
    Tp perbanyak BL ya, kkkk aku lbh suka BL drpd GS kalo kyumin soalnya, lebih natural #plak haha

    Lanjutin yaa ditunggu, SEMANGAT !!

  10. yee. . .akhir.a ad moment kyumin yg romantiz walo cma dkit tp ga papa kok
    tp aq msh sebel sma minppa yg msh mencintai haeppa. .kn kasihan kyuppa moga kedepan.a mkin lancar

  11. Aaaaaaa udah jauh aja-_- aku baru engeh kamu udh update jd br baca skrg–a huhu maafin aku ya jiyoo ga ngomen di sblmnya2~~ sperti waktu itu aku baru sadar kamu udh update jauh jd skalian. Comment disini–a
    As always, udah bingung lah mau ngmg apa kalo mau komentar._. Diriku selalu terhipnotis ffmu (•̪ . •̪)
    Persatukan kyumin! Singkirkan donghae!(Eh?) (•̀_•́)ง Lanjutkan ^^9

  12. jd itu Sungmin ngga nemuin Hae kan? alhamdulillah(?) klo gt hehehe

    ayoo Min harus bisa move on!! udah ada Kyu yg setia mencintaimu..ehem..dan tentu saja akupun setia mencintaimu! *plak

    cieee yg ciuman.. ciee.. author, rekam dong itu kiss scene nya.. ntr sebar di youtube wkwkwk

  13. aduhh ming mulai bimbang ma perasaannya nih mau mempertahankan hae ato mau mencoba mencintai kyu. hae jangan ngasi harapan lagi ke ming dong biar ming gak bimbang gitu padahal ming uda mau mulai belajar membuka hati buat kyu tapi hae lagi2 mengganggu ming. ntu kyu napa tiba2 ada di kamar ming ya?

  14. Kirain yang tidur bareng Ming tuh Hae..,, syukur deh ternyata itu Kuyu😄

    Nggak apa” Kyu, tetp semangat buat dapetin Ming dan inget pepatah ‘bersakit sakit dahulu bersenang senang kemudian’😀

  15. hae bikin galau ajadeh;_; pdahal udah seneng kyumin bisa akrab gitu. jangan bilang entar min gajadi ikut ke chunan garagara hae-_- pukpuk kyu…*peluk kyu
    keep writing eon!^^

  16. Bingung.. Kok tiba2 kyu bisa tidur bareng sma umin ya.. Kkkkkk ~ bukanya pergi ninggalin kyu sebelumnya ya pas abis dpt tlpon dr hae..🙂
    Makin jauh ni kyumin bersatunya.. Ditunggu deh kyuminya bersatu ^^ hehehe

  17. Weiii warga-warga KyuMin kisseu tuh… *apa sieh*
    So sweet banget sieh kyumin moment nya aku jadi ngiler..
    Itu asma kyu nyah yang kambuh, atau emang kyu nyah aja yang pengen di cium..
    Aigoo… Ckck..
    Up date asap ne.. *cipok jiyoo*

  18. makin complicated, setuju sama author, entah kenapa di ff ini alurnya benar benar nggak bisa ketebak, banyak banget perasaannya. hehhee.. update kilat

  19. ming labil woo, bntar2 mau ama kyu trus ama hae, yg bener yg mana, kyu sabar bgt sih tumbenan dah,
    adegan terakhir itu sbnrnya modus biar dpt cium dr ming, hahaha

  20. wooooooooooo!!!

    cuuiiit~cuuuuiiiittt!!!!!

    issshhhhh……asma kyuhyun kambuh????!!!

    itu modus wooii,MODUS!!! biar bsa kisseu’n sm ming…eaaaaa…..

    pura2 terkejut,cieeeee….
    aigoooo…ini bru sweeeeett lahh,
    DEBUT kyumin couple MOMENT khusus diff ini…*siul*

    bibir sungmin manis?! hmmm..sma manisnya dgn bibir mu KYU…*emut Kyu*digamparsparkyu*
    puasa woiii…puasaaaa…

    wkwkwkwkwkwkwkkk…

    dalam hati sungmin berkata,bibirmu mengalihkan si donghae, kyu….
    aishhh… udah ahh…xDD

  21. wah kalo gini memang bakalan sulit untuk bersatu..
    ayolah Ming move on,,yupz suatu saat Hae pasti mencintai Hyuk jadi cobalah mencintai Kyu..
    tapi kenpa harus di potong pas bagian haemin menurut q itu penting loh coz merekalah akar dari permasalahan cinta segiempat ini..
    malah menurut q adegan kyumin tidak begitu penting loh di part ini #plakkk
    jadi ga berasa da konflik kan…
    coz intinya haemin lah yang harus mengakhiri semua ini bukan kyuhyun ataupun hyukkie karena kyu dan hyuk hanya harus berusaha untuk mengambil hati ming dan hae..

  22. annyeong
    waa, aku telat baca. ada konflik lagi. kapan haehyuk nikah? cepet nikahin mereka dong *puppy eyes*
    adegan ranjangnya kyumin manis banget. kyaaaaaaa~
    ditunggu chapter 15 nya. fighting ^^

  23. Knpa k0menku susah masuk ya. . . . .

    Jiah. . . Jiah , . . . ThanKYU jiyoo udah munculin Sweet m0ment buat KyuMin

    yg mana cobA?

    Yg kyu di geplak pake bAntal,thu Sweet bgt menuruTku,ada bonus geplakan pake bibir lagi. . . .huwaaaa. . . . *eror Kumat*

    oh bikin 0nesh0ot lgi kah?
    Yey . . . . Yasudah kubAcA dulu ya?
    Pay. . Pay Jiyoo muaCh. . . *JiYoo kabuuurrr*

    mianHAE ngerusuh.. . .:-)

  24. sungmin-aaaah. jangan ragu napaaah.
    kasian Kyuhyun nambah bengek noooh.
    errr. Hae ama Eunhyuk aja udaah. plis pikirin perasaan Kyu, jangan ego.
    *ini ngapa gw jd gedeg bgt ama Sungmin yaaak ,-,

  25. mingppa jgn nunggu haeppa laahh…. nti mlh ga dapet kyuppa karena kyuppa dah aq angkut.. hihihi…😛

    kyuppa bisa ajah deh klo asmanya kmbuh minta cium… #ngiri…

    hihihi

  26. huweee… Ternyata umin masih cinta sama hae,
    kapan coba umin sadar kalau perasaan buat kyu udah adaa.. Umin masih stuck di hae ajaa…
    Dan mwo?? Hae mau nyerein hyuk? Aigoo… Yang ada juga hae nanti jatuh cinta sama hyuk…
    *plaak sotoyy…

    Umin apa harus di kissu dulu ya biar dia nyadar perasaannya ada buat kyu…
    *gubraakk…

    Aaaa… Kyuminnn!!!

  27. waah,chap 14 dah update,,utk chap15 cepet update juga ia,jiyoo…hehehe
    qu bingung,kenapa kyu tiba” da dirumah ming dan tidur dirumah ming??
    saat ming meluk kyu,dy bilang hangat nd saat ciuman ma kyu wajahnya seperti tomat,,apa ming sebenernya ada perasaan suka ma kyu??
    ditambah utk kyumin momentnya ia,jiyoo~…

  28. yes.. ming udah ga -terlalu- peduli lagi sama hae.. ayo kyumin harus bersatu!!! hwaiting eon ^^ lanjutkan!!! *eh* wkwk

  29. Finally KyuMin Moment🙂 ~ tapi agak sedikit bingung.. Kok tiba2 ming bisa tidur bareng kyu (?) Kkkkk >< bukanya ming abis dpt tlp dri hae, n kirain bakalan ada HaeMin moment.. Hehehe ^^

  30. Duuuh ribet deh sungmin sama donghae nya, galau banget-______- kasian tuh kyu. Ngapa kyu tiba2 dikamar ming?wkwkwkwk lanjuttt thor, cepat satukan mereka kekeke

  31. Owh ternyata appanya kyu udah gak ada toh.
    Ckck,kisah cintanya makin rumit aja deh ToT
    Kapan kyumin bersatu?? #frustasi

    Banyakin kyumin momentnya lagi yg sweet2 donk…
    Dan cepet bikin umin berpaling dari hae terus kawin sama setan #eh

    Ditunggu chap selanjutnya🙂

  32. kisseu! Haha kyumin kayaknya dific ini emang susah bgt nyatu, ada aja yg salah~

    tapi jadi sebel ama haeming nih~ uuh, hae mending ama hyuk deh tp kalo buat trianglelove yaa cocok lah hae nya haha

  33. eh appa kyu udh mninggal? O.o
    kyu mncurigakan bgt., kok tiba2 aja udh d kmar min di ranjang min pula., ckckkck
    lnjuttt~

  34. Wah, akhr ny bersatu juga si kyumin, kk tp kok tiba2 kyu ada d tmpat ny sungmin? o.O
    eunhae nya mana?? T.T
    post the next soon ching!

  35. huaauuuuu jiyooo minn jahat bgt ama kyuu >< tega ya umin hikss

    jiyoo kalo bisa setiap saat asmha kyu kambuh ye biar sungmin sering ngasih "oxigen"buatan ha ha ha #evilaugh kalo umin ga mau aku mau ko wkwkw

    #nih mahluk baru komen
    #setelah berkelana (?)

    semangatt a jiyoo di lanjutt^^

  36. O.O manis??? Bawa deh buat buka puasa -_-v … Berbukalah dgn yg manis….

    O.o sungmin plinplan -_- kyuhyun nya di -PHPin(?) …. Adegan yg ksih napas buatan itu >////<

  37. Huwaaa.. JiYoo ~ Mianhae baru komen di chapter ini, jujur.. Aku gak komen di chapter 12 & 13
    #plak coz aku baru sempet buka WP mu. Jeongmal mianhae, ne..
    Tp chap selanjutnya janji deh bkal komen trus kkk ~
    dan ngomong2 kapan penderitaan -,-” Kyuhyun berakhir? Saya gak tega u,u
    sempet bingung pas scene abis Hae telpon Ming, kirain abis scene itu bkal ada HaeMin Moment, tp ternyata KyuMin Moment. Tp aku beneran bingung loh, kok tiba2 nyambungnya Kyuhyun ada di ranjang Ming..

  38. ketinggalan.. ketinggalaaan *riweuh*
    ahhh min msh cinta hae, jd pasti susah bikin mereka bersatu. kalo dipaksain nantinya kyunya yang sakit-_-
    yauda author, untuk membayar susahnya mereka bersatu, sering2 aja ada scene sweet mereka kkkkk~ jd cinta bakal tumbuh pelan2 hehehe
    baca next chap duluuu^^

  39. ,Hyaaa!
    Q sk bgian kyu blang bi2r ming mNis #jingkrak2 breng dangkoMa
    Kr2 q ikt nycpin blh g y? #d tndang kyu
    .
    Semangat chingGuy,

  40. Aishh…tuh donghae knpa keras kpala bngeet sih, udh am hyukjae ajah nggak usah ganggu KyuMin lgii,ARASSEO!!!😉

  41. KYAAA kyumin kissu lagii*nyiumming*
    n eomma nya kyu juga setuju tuuu…
    tinggal nunggu apalagi kamu ming???
    cepet lupain hae….
    dia kan dah ma hyukiee

  42. Yang jadi eommanya kyu itu jungsoo (leeteuk) ya????ko bisa sih malaikat punya anak iblis :p ђëђë {^_^} ђëђë :p

    Knpa sih sungmin masih ragu sama kyu n galau bgtu, gara2 donghae juga sih nih yg ga mau lepasin sungmin buat kyu -_-

    Itu kyu bnran asmanya kambuh atau cuma biar bisa cium sungmin????? Ehhhh dasar kyunnie pervert😀

  43. Hahahahahahha suka moment ini,,

    ”bibirmu,,,” tatap min ”manis.”

    # dilempar sepatu sma kyu.

    Wkwkwkkwwkwk

    dasar mesum kau kyu…
    Lanjut yh autor…

  44. ga sabar min ngebales cinta kyu
    jgn pikirin donghae trs pliiisss
    hae ga pny prinsip msh labil dia😀
    jd ama kyu aja lbh baik ^^

  45. loghh bukanya malemnya ming nemuin donghae
    kok tiba” paginya tidur breng kyu….#bingung…..
    lannjjuutt ahja dahyoo hehehe

  46. “Manhi deuseyo!” Leeteuk mulai mempersilahkan dua pemuda itu untuk menikmati masakannya. ㅋㅋㅋ 나이 많은 사람에게 그렇지마세요.. 그냥 “많이 먹어.” 말했다..

    무튼 좋겠네.. ^^

  47. aku suka karakter kyu disini…yg evilnya ngak begitu keluar malah terlalu memaklumi ming… soalnya ff thor yg lainkan kyunya pemaksa tuh… so lanjut ya thor… itu kyu pura2 apa bener tuh membutuhkan nafas buatan…. selalu gitu aja kyu jadikan ming akan selalu kasi nafas buatan deh… hehehe

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s