Time | KyuMin | Chap 13/? | YAOI | T+ | Romance, Hurt |

Time

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin

 

Part : 13/?

 

Warning : Boy x Boy , YAOI , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Kenangan masa lalu yang ikut andil dalam masa depan, terkadang membuat seseorang dapat menjadi lebih baik. Tetapi, jika seseorang tak mampu membuang kenangan buruk dan lebih memilih untuk terjerambab dalam perasaannya sendiri, maka air matalah yang akan mereka terima.

 

Music : Thank you (고맙다) ins. ver by Kim Hyun Joong

Tiba-tiba langkah kaki Kyuhyun terhenti, reflek langkah kaki Sungmin pun ikut terhenti.

Hyung ..,” panggil Kyuhyun pelan. Kyuhyun tahu Sungmin berjalan tepat di belakangnya, ia yakin tentang hal itu. Aroma parfum Sungmin yang feminim tercium oleh syaraf penciumannya. Bahu Kyuhyun terlihat terangkat beberapa detik, setelah itu kembali sejajar seperti semula. Kepalanya yang semula merunduk pun kini ikut terangkat, pandangan matanya yang kosong menerobos lorong rumah sakit di depannya. Kyuhyun membusungkan dada, “Berhentilah mengikutiku!” Ucapannya terdengar dengan nada datar. Setelah ia mengatakan hal tersebut, Kyuhyun kembali melangkah meninggalkan Sungmin.

OoOoO

“Dia datang!” bisikan Ryeowook yang terdengar oleh gendang telinga Sungmin membuat lelaki itu memandang tiga teman kantornya dengan pandangan heran. Ryeowook kini terlihat tengah menutupi sesuatu yang Yesung pegang. Sedangkan Sunny terlihat menyembunyikan sesuatu di balik punggungnya.

Sungmin berjalan mendekati ketiga teman kantornya, “Ada apa?”

“Aa—ani,” Sunnya terkekeh pelan walau wajahnya tampak menyuratkan suatu kebohongan tengah tersumbat di pangkal tenggorokannya.

Sudut mata Sungmin melirik ke arah Yesung dan Ryeowook yang tampak tak memperhatikan keberadaannya. Kepala Sungmin mengangguk-angguk tanda ia mengerti. Ia tak akan menuntut mereka untuk jujur kepadanya, toh mungkin itu adalah suatu hal yang tak perlu ia ketahui.

Tok .., tok ..

Suara ketukan pintu yang terdengar dua kali, diikuti oleh masuknya lelaki paruh baya berpakaian khas kurir. “Lee Sungmin-ssi, ada paket kiriman untuk anda,” lelaki kurir itu mengangkat map cokelat yang ia tenteng.

Ketika tahu namanya terpanggil, Sungmin melangkah menghampiri kurir tersebut dan menerima paket yang ia terima. “Dimana aku harus tanda tangan?”

“Di sini,” ucap kurir tersebut sembari menunjuk suatu kolom. Dengan gerakan cepat Sungmin menuliskan paraf dirinya, setelah itu lelaki paruh baya itu keluar.

Sungmin membawa paket itu ke mejanya, memperhatikan keterangan yang tertulis di sana. Jemari Sungmin kini meraba ujung map tersebut, merobek penutupnya dengan sehati-hati mungkin. Jika ditela’ah kembali dari ketebalannya, sepertinya paket ini berisi buku.

Mata ketiga orang yang ada di sana mendelik ketika tahu Sungmin menarik buku berwarna hijau tua dari dalam amplop cokelat tersebut. Sesuatu yang mereka coba untuk sembunyikan kini akan berakhir sia-sia. Sebelum mereka sempat menghentikan tindakan Sungmin,  lelaki mungil itu telah membuka buku hijau tersebut. Dan seketika itu pula Sungmin melukiskan raut wajah penuh guratan keterkejutan.

Di halaman pertama, tertulis nama Donghae dan Hyukjae yang diketik dengan font seindah mungkin. Di bawahnya lagi, tanggal dan tempat pernikahan mereka tersemat di sana. Pertahanan Sungmin runtuh ketika ia melihat foto pra-wedding Donghae dan Hyukjae ada di lembar kedua, tercetak dengan penggalan ayat Tuhan tentang pernikahan.

Tes ..

Tanda sadar Sungmin menitikkan air matanya. Ternyata hal yang begitu ia takutkan kemarin malam benar-benar akan terjadi. Ia tak menyangka, orang tua Donghae akan mengajaknya bermain secepat ini. Apalagi ini semua menyangkut tentang hati dan perasaannya.

“Sepertinya aku harus menemui direktur,” Sungmin bangkit dan menghapus lelehan air mata yang meninggalkan jejak di kedua belah pipinya.

“Untuk apa, Lee Sungmin-ssi?” pertanyaan Yesung menginterupsi langkah kaki Sungmin.

Dengan mata berairnya Sungmin menatap tajam ke arah Yesung, mengutuk pertanyaan lelaki bermata sipit yang baru terdengar. “Anda tidak perlu tahu, Yesung-ssi!” ucapnya ketus lalu memutar knop pintu ruangan direktur. Pintu yang tergantung papan nama Donghae itu ditutup dengan gerakan cepat, menimbulkan bunyi brak yang begitu keras.

Sungmin tak peduli bila Donghae yang tengah duduk di kursi kerjanya terhenyak dengan kedatangannya. Dengan langkah panjang-panjang ia mendekati Donghae, setelah itu melempar buku undangan yang ada di genggamannya. “Apa maksud dari semua itu, Lee Donghae?!”

“Mm—Ming,” Donghae menjadi kelabakan sendiri ketika tahu apa yang Sungmin lempar untuknya. Buku undangan yang telah ia usahakan agar tidak sampai di tangan Sungmin kini ia dapat darinya. “Ming, aku bisa jelaskan!”

“Kau mengkhianatiku!” teriak Sungmin disusul dengan isak tangisnya. “Kukira kau akan terus mempertahankan hubungan kita!”

“Ming, aku bahkan tak tahu kapan mereka membuat buku-buku sialan ini!” Donghae berdiri dari duduknya, menghampiri dan merengkuh pundak kekasihnya.

Sungmin mengoyak tubuhnya sendiri, “Lalu kenapa aku menemukan foto pra-wedding kalian?!”

“Aa—aku benar-benar tak tahu!” Donghae terus menyakinkan Sungmin. “Jagiya, kumohon percayalah kepadaku!”

“Tidak bisa!” Sungmin menelangkup wajahnya yang memerah dengan kedua telapak tangannya sendiri. Air matanya benar-benar tak terhindarkan lagi. Bagaimanapun juga ia begitu sakit hati. Di dalam pikirannya telah muncul suatu kesan negatif yang melunturkan kepercayaannya untuk Donghae. “Apa kau mampu menghentikan ini semua?”

“Kau meragukanku?”

Molla,” Sungmin membuang pandangannya. “Dari awal kau hanya perlu memilih, Hae. Aku atau Hyukjae!”

“Memilih kau bilang?” alis mata Donghae mengeryit, begitu tidak suka dengan ucapan Sungmin yang terkesan menganggap enteng tentang masalahnya. Jika semua memang semudah ‘memilih’, maka dengan mata tertutup pun Donghae akan mulai memilih. Tetapi, pada kenyataannya setiap pilihan semua memiliki konsekuensi yang memberatkan.

“Aku .., atau Hyukjae.” Setelah ucapan itu terucap dari bibir Sungmin, lelaki itu segera melangkah pergi dari ruangan Donghae. Meninggalkan lelaki yang tengah dilanda masalah itu seorang diri.

Kepala Donghae terasa terhuyung, masalah yang menghujamnya benar-benar terasa begitu berat. Apalagi Sungmin, orang selama ini selalu menjadi penyemangatnya, mulai meragukan dirinya.  Donghae memandangi buku undangan berbalut pita satin itu dengan geram. Orang tuanya yang benar-benar berkuasa kini telah menunjukkan kepakan sayap mereka. Dan ia yakin, mereka bukanlah sosok yang mudah untuk dilawan dalam hal apapun. Dengan seenaknya mereka mengatur kehidupan seseorang, entah itu pegawai mereka atau anak kandungnya sendiri.

Donghae adalah korban keegoisan orang tuanya. Dipaksa melakukan ini-itu dengan alasan untuk kebaikannya di masa depan. Perjodohan yang berujung pada pernikahannya pun akan segera terlaksana dalam waktu dekat. Dan tentu ia harus merelakan cintanya sendiri. Lalu berpura-pura mencintai orang lain, berakting untuk hal yang menjijikkan seperti itu.

Buku undangan pernikahannya dengan Hyukjae terlempar begitu saja, tepat mengenai foto pertunangan mereka. Hal itu membuat suara ‘prang’ terdengar begitu keras, setelah itu terdengar teriakan berisi umpatan kasar dari Donghae. Kepalanya yang berdenyut membuatnya meringis, merasa begitu tersakiti ketika mengingat hal buruk akan terjadi kepada dirinya.

OoOoO

Kyuhyun menghempaskan ponselnya di atas meja nakas, ia pun kembali merebahkan tubuhnya di ranjang. Pandangannya diam menerobos langit-langit kamar rumah sakit, menumpahkan segala kekacauan yang terjadi di pagi hari ini.

Kematian Seohyun, teman yang beberapa hari ini menemaninya, membuat Kyuhyun cukup terpukul. Dan karena hal itu, akhirnya tanpa sadar ia mengusir Sungmin tadi pagi. Ia yakin Sungmin marah kepadanya, mengingat kemarin malam Sungmin dalam keadaan yang kurang baik. Lelaki itu berubah menjadi begitu sensitif setelah ia menangis. Telapak tangannya menggaruk dahinya sendiri, menepuknya pelan sembari menggumamkan umpatan untuk dirinya sendiri.

Kyuhyun kembali mencoba menghubungi Sungmin untuk yang kesekian kalinya. Ia berharap agar lelaki itu mengangkat telpon darinya. Hei, jelas saja Kyuhyun begitu khawatir. Tadi siang Sungmin tak mengunjunginya. Dan sekarang ketika jam menunjukkan pukul sembilan malam, Kyuhyun tak kunjung menemukan sosok Sungmin di ambang pintu.

Sebelum Kyuhyun mendengar nada sambung, suara pintu kamarnya yang dibuka keras-keras mengagetkannya. Tubuh Sungmin yang terlihat limbung menyambut pandangan Kyuhyun, lalu senyuman yang sengaja Sungmin lempar untuknya membuat Kyuhyun mengerutkan dahi. Senyuman itu berbeda, apalagi ketika ia mendapati mata Sungmin yang bengkak.

“Ada apa dengan matamu?” tanya Kyuhyun sembari bangkit dari rebahannya.

“Kau sudah merasa baikan?” Sungmin lebih memilih untuk mengabaikan pertanyaan Kyuhyun dan melempar pertanyaannya.

Kyuhyun sangat sangat tahu jika ada suatu hal yang terjadi ketika melihat reaksi Sungmin. “Apa ada sesuatu yang terjadi antara hyung dan Donghae hyung?”

Kepala Sungmin menggeleng. “Aku membawa beberapa bungkus cemilan.”

Hyung,” panggil Kyuhyun lagi. “Kau habis menangis, bukan?”

Sungmin terdiam. Tiba-tiba air matanya terbentuk di sudut matanya yang bengkak. Sedetik setelah itu ia mendongak, bola matanya melirik ke arah Kyuhyun lalu tersenyum getir. “Apa kelihatan sekali?”

Kepala Kyuhyun mengangguk memberikan jawaban.

Sungmin menghela nafas berat, berusaha untuk tidak menangis saat ini. “Kupikir air mataku telah habis karena masalah ini,” jemari telunjuk Sungmin menghapus air matanya yang hampir meleleh di sudut kelopak matanya. “Kupikir, hubunganku dengan Donghae .., akan segera berakhir.”

“Ww—wae?”

Sungmin mengedarkan pandangannya, masih bersikap seolah-olah ia tengah baik-baik saja walau air mata terus mendesak keluar dari kedua kelopak matanya. Suara Sungmin terdengar lebih parau dari biasanya. “Dia akan .., menikah.”

“Kau menyerah?”

Sungmin mengangguk, membenarkan tebakan Kyuhyun. Ia menggigit bibir bawahnya sekuat mungkin untuk meredam isakannya, matanya yang basah menatap wajah Kyuhyun. “Ku .., rasa,” suara itu terdengar begitu tertahan di pangkal tenggorokannya.

Pandangan Kyuhyun merendah, begitu tak sanggup menerima tatapan penuh kesedihan yang Sungmin layangkan untuknya. Perlahan Kyuhyun mulai meraih telapak tangan Sungmin, membungkam jemari-jemari mungil itu dengan begitu erat dan lembut. “Aku ada di sampingmu, hyung ..”

Ara,” sahut Sungmin.

“Aku ingin bangkit dari segala keterpurukanku, hyung,” ucap Kyuhyun sembari membelai punggung tangan Sungmin. Tatapan hangatnya kini terjatuh di wajah sendu Sungmin yang basah. “Aku rasa, aku telah menemukan orang lain yang bisa membuatku untuk berpaling dari Chengmin.”

Sungmin mendongakkan kepala, “Bb—bagus sekali.”

“Karena itu, aku rasa aku harus menjadi orang yang mampu membuatmu berpaling dari Donghae hyung.”

Kini bola mata Sungmin menatap wajah Kyuhyun lekat-lekat. Ucapan terakhir yang terdengar cukup membuatnya begitu tersentak. “Mm—maksudmu?”

“Kau adalah orang yang membuatku bangkit, hyung. Lalu, biarkanlah aku menjadi orang yang seperti hyung,” kalimat itu berakhir dengan desah nafas berat. “Jika hyung telah menyerah dari ambisi untuk mendapatkan Donghae hyung. Maka, biarkan aku untuk membangun ambisiku untuk mendapatkanmu, hyung.”

“….”

“Aku tahu hyung akan mulai berpikir jika aku akan terus menganggap hyung sebagai Chengmin. Tetapi percayalah, untuk kali ini dan seterusnya aku akan menganggap hyung sebagai Sungmin.” Tak mendapat tanggapan dari Sungmin membuat Kyuhyun harus menjelaskan apa yang menjadi pokok pemikirannya. Ia harus menyampaikan segala maksud hatinya dengan penjelasan yang sedetail dan sehalus mungkin. Ia tak ingin Sungmin menjadi salah paham karena ucapannya.

“Kk—kenapa tiba-tiba .., menjadi seperti ini?”

“Pada awalnya aku ingin berhenti berharap kepadamu,” Kyuhyun mulai menjelaskan alasan apa yang membuatnya mengatakan pengakuan mengejutkan seperti itu. “Aku ingin merelakanmu bersama dengan Donghae hyung walau aku akan tersakiti nanti. Tetapi, aku benar-benar tak sanggup untuk diam saja jika terus melihatmu tersakiti.”

Kyuhyun menarik ulur nafasnya. “Ketika tahu hyung benar-benar telah merelakan Donghae hyung, lebih baik aku menawarkan cintaku untukmu.” Genggaman di telapak tangan Sungmin semakin mengerat. Tanpa disadari, dada Kyuhyun telah naik turun tak beraturan seperti dulu. Dengan gerakan cepat Kyuhyun langsung meraih botol oxigen portable yang terletak di meja nakas lalu menghirup oxigen dari sana.

Bunyi ‘ssh’ yang dalam itu membuat Sungmin hanya mampu menatap ke arah Kyuhyun dengan pandangan iba. Pengakuan mengejutkan yang baru ia dengarkan benar-benar membuatnya tertarik dalam masa lalu yang ia lewati bersama Kyuhyun. Lelaki pengidap asma akut itu selalu ada di sampingnya setiap saat. Bahkan, ia ada ketika Sungmin membutuhkannya: di saat suka atau pun duka.

Donghae?

Tidak. Sungmin tahu jika ia sendiri sulit untuk bertemu Donghae mengingat jam kerja Donghae yang lebih padat dari dirinya. Donghae tak pernah berada di sampingnya ketika ia tengah bersedih. Bahkan, ia yakin Donghae tak pernah tahu beban mental yang ada di pikiran Sungmin.

“Apa aku memberimu saat-saat yang berat ketika mencintaiku diam-diam?” tanya Sungmin sembari menatap Kyuhyun dengan matanya yang berkaca-kaca.

Kyuhyun meletakkan oxigen portabelnya. “Ani,” bohongnya.

Bulir bening Sungmin menetes, membasahi telapak tangan Kyuhyun yang menyelimuti telapak tangannya. “Mianhaeyo.”

“Untuk apa, hyung?”

“Aku menyakitimu,” mata Sungmin terpejam, membuat air matanya menetes dengan begitu deras.

“Jangan menangis, hyung!” Kyuhyun merengkuh tubuh rapuh Sungmin, membawa lelaki itu ke dalam pelukan hangatnya. “Aku tak akan membiarkan hyung menangis ketika berada di sampingku.”

Tangan Sungmin terangkat untuk membalas pelukan Kyuhyun. Ia mulai menyandarkan dagunya di bahu kanan Kyuhyun. “Lakukan,” ucapnya di sela isakannya. “Lakukan sesukamu!”

OoOoO

Donghae terlihat duduk di kursi sofa apartemen miliknya sendiri. Pikirannya yang kalut membuat lelaki itu begitu lemah. Memikirkan dirinya yang kembali tersakiti karena cinta pertamanya kini membuatnya merasakan apa yang ia rasa dua tahun yang lalu. semua itu merenggut energi tubuhnya, melumpuhkan seluruh otot-otot lurik yang melekat di rangkanya. Ia tak dapat bertindak apapun kecuali memandang langit-langit, lalu menelangkup wajahnya; menyembunyikan kesedihannya di balik telapak tangannya.

Tanpa Donghae sadari, sosok Hyukjae yang memasang wajah penuh gurat kesedihan telah berdiri beberapa langkah dari tempatnya duduk. Lelaki yang resmi menjadi tunangan seorang Lee Hyukjae itu juga tahu bahwa Donghae tengah mengalami masa-masa yang berat karena dirinya.

Tetapi, apakah hal itu membuat Hyukjae menjadi menaruh iba?

Tidak. Masa-masa yang berat karena Donghae pernah ia alami, dan itu cukup memberatkan dirinya. Karena hal itu, akhirnya Hyukjae hanya mampu diam tanpa mencoba menghentikan tindakannya untuk menikahi Donghae. Hyukjae hanya akan menjadi sosok yang lebih baik di hadapan Donghae. Ia akan berusaha untuk menjadi sandaran Donghae.

Hyukjae menyeret langkah kakinya mendekat ke arah Donghae, berusaha meredam suara langkahnya. Setelah itu, ia mulai mendudukkan diri di samping Donghae. Tahu bahwa Hyukjae duduk di sampingnya, seketika itu pula Donghae menolehkan kepala dan menatap wajah Hyukjae dari samping.

“Apa maumu?” tanyanya dengan nada datar, begitu banyak nada kebencian yang tersemat di pertanyaannya.

“Menikah denganmu,” jawab Hyukjae dengan nada santai. Hyukjae meremas telapak tangannya sendiri, menekan rasa takut yang tiba-tiba muncul di benaknya.

“Lee Hyukjae,” Donghae mengerang kecil. “Berhentilah! Kumohon menyerahlan sebelum kau semakin tersakiti karena cinta gilamu!”

Walau Hyukjae merasa tersinggung dengan ucapan Donghae, tetapi lelaki itu masih berusaha untuk melukiskan seulas senyuman yang ia lempar ke arah Donghae. Hyukjae menyandarkan kepalanya di pundak Donghae, memaksa lelaki tersebut untuk diam dengan mencengkeram lengan kekar Donghae.

“Seharusnya kau yang menyerah, Hae,” sahut Hyukjae. “Kau telah game over. Akulah yang menang dalam permainan ini.”

Game over? Hah, aku tak akan pernah kalah denganmu!”

“Kau tidak bisa lari dari pernikahan kita, bukan?” tanya Hyukjae sembari melirikkan matanya ke arah wajah Donghae yang berada tepat di atasnya. Tangan kirinya kini bergerak membelai paha Donghae, merabanya pelan. “Undangan telah tersebar. Kau tak akan bisa lari.”

Untuk sesaat, rasanya Donghae benar-benar tertohok dengan ucapan Hyukjae. Benar, ia tak dapat lari seperti sebelumnya. Ia tak dapat menjanjikan apapun lagi kepada Sungmin. Ia pikir, secepatnya ia akan memberi tahu tentang urusannya dengan Sungmin untuk meng-handel pernikahannya. Tetapi, ketika ia menyadari bahwa tindakan Hyukjae lebih cepat darinya membuatnya harus rela kalah.

Haruskah ia menyerah?

“Cobalah untuk membuka hatimu untukku, Hae,” suara Hyukjae yang mengalun lembut menarik ruh Donghae kembali ke dalam raganya. “Untuk saat ini, hanya akulah orang yang pantas kau jadikan sandaran.”

“Omong kosong macam apa ini?” Donghae mendesau pelan.

“Ayolah, Hae,” rengkuhan di lengan kiri Donghae semakin mengerat. “Kumohon, terimalah aku di hatimu.”

“Ck,” Donghae menarik lengannya paksa lalu bangkit. Akhirnya ia melangkah pergi memasuki kamarnya sendiri dan membanting pintu sekeras mungkin. Rengekan manja Hyukjae benar-benar membuat perutnya mual.

OoOoO

Srek!

Seorang wanita paruh baya menyibak tirai cendela ka arah samping kanan dan kiri, lalu membuka daun cendela tersebut. Sinar matahari yang begitu terang menerobos masuk seketika itu juga. Beberapa detik setelah itu, dua orang yang tengah tertidur dengan begitu pulas terusik. Salah satu diantaranya mulai membuka kelopak matanya perlahan-lahan.

Pandangan lelaki imut itu disambut oleh siluet seorang wanita dengan rambut pendek berdiri tak jauh dari tempatnya. Menyadari bahwa wanita itu bukanlah seorang suster—karena tak memakai seragam khas suster—Sungmin cepat-cepat bangkit dari tidurnya. Matanya yang bengkak kini menatap lekat-lekat tubuh wanita tersebut, lalu otaknya yang jenius menyadari bahwa wanita tersebut bukanlah yeoja biasa. “Aa—annyeong, ajummanim!”

“Eoh?” perempuan itu berbalik, menatap seseorang yang menyapanya. “Sungminie, kau terganggu karena aktivitasku?” tanyanya ramah. Perempuan itu pun mengeluarkan sesuatu dari dalam tas kardus di atas meja.

Ajummanim, kapan anda datang?” tanya Sungmin kemudian berjalan menghampiri wanita paruh baya yang merupakan ibu kandung Kyuhyun. Matanya mendapati berbagai menu delivery berjejer di meja kecil tersebut.

“Aku baru saja datang,” jawabnya seraya melempar senyuman manis. “Sejam yang lalu, mungkin?” kekehnya pelan.

Ajummanim!” Sungmin merengek ketika ibu Kyuhyun menggodanya. Mata kelincinya melirik ke arah jam dinding, baru pukul tujuh pagi. Ia akan berangkat pukul sembilan, jadi masih ada banyak waktu untuk berbincang dengan ibu Kyuhyun. “Anda memesan ini semua? Wah, kenapa harus repot?”

“Eih, bagaimana bisa kau berkata seperti itu?” lengan ibu Kyuhyun menyenggol perut Sungmin. Wanita paruh baya bernama lengkap Cho Jungsoo itu pun menatap wajah Sungmin lekat-lekat. “Kalian berdua adalah belahan jiwaku.”

Sungmin mengangguk-angguk dengan pipinya yang menggelembung. Eomma Kyuhyun memang terkenal dengan keramah-tamahannya kepada Sungmin karena Sungminlah satu-satunya orang yang dekat dengan Kyuhyun. Karena hal itu, Sungmin begitu akrab dengannya.

Eomma,” suara serak Kyuhyun tiba-tiba terdengar, membuat dua orang itu akhirnya menoleh menatap seorang lelaki yang masih duduk di atas ranjang dengan wajah kusutnya. Lelaki tampan itu mengucek salah satu matanya lalu melangkah mendekati sang eomma dan memeluknya erat. “Eomma benar-benar pulang?” serunya pelan.

“Tentu,” Leeteuk meremas telapak tangan Kyuhyun yang menggantung di pundaknya. “Eomma begitu khawatir kepadamu.”

Mianhaeyo,” ucap Kyuhyun lalu melepaskan pelukannya. Pandangannya jatuh pada sosok Sungmin yang berdiri tepat di samping sang eomma, lalu lelaki itu pun ganti memeluk tubuh Sungmin. “Selamat pagi, hyung ..,” sapanya.

Apa yang Kyuhyun lakukan hampir saja membuat Sungmin mati kaku. Ia tak menyangka bahwa Kyuhyun sanggup memeluknya dengan gerakan seduktif seperti ini di depan eommanya sendiri. “Hm, selamat pagi.”

Omo, omo! Lihat, sejak kapan dia menjadi begitu manja?” Leeteuk berujar dengan nada kaget. Perempuan berwajah angel itu pun tertawa, “Apa ini yang kau sebut dengan ‘kesepian’?”

Kyuhyun tersenyum, ia melepaskan pelukannya dan memandang wajah sang eomma. “Pagi ini benar-benar pagi yang bagus.”

Leeteuk berdecak menanggapi ucapan Kyuhyun yang terkesan ‘ngelantur’. “Cepat duduk dan sarapan. Eomma sudah menyiapkan beberapa menu sarapan!”

Beberapa orang itu pun akhirnya duduk di kursi dan mengambil mangkuk plastik berisi nasi bertabur kacang hitam. Suasana hangat ketika sarapan benar-benar membuat mereka terlarut dalam canda tawa. Sesekali Kyuhyun terlihat tersenyum penuh arti ke arah Sungmin, memandang lelaki itu penuh kasih. Mulai hari ini, Kyuhyun benar-benar akan berusaha untuk membangun cerita manisnya dengan Sungmin, menyeret Sungmin keluar dari lubang masa lalu yang membelenggunya.

Sarapan mereka akhirnya berakhir. Kini dua orang yang bersifat keibuan tengah sibuk membereskan sisa sarapan mereka. Kyuhyun sendiri telah pergi mandi terlebih dahulu. Mentang-mentang hari ini ia akan keluar dari rumah sakit pukul sembilan, Kyuhyun pergi mandi dan membiarkan Sungmin dan ibunya membersihkan meja. Keadaan Kyuhyun semakin membaik, karena itu akhirnya dokter membiarkannya untuk pulang dan berisitirahat di rumah.

Eomma,” suara Kyuhyun mengalun bersamaan dengan pintu kamar mandi terbuka. Rupanya lelaki yang memakai kaos santai itu baru saja selesai mandi. “Kapan kita akan pergi ke Chunan?”

“Kau rindu dengan appamu?” Leeteuk menepuk-nepuk kedua telapak tangannya sendiri. Dua orang itu telah menyudahi acara bersih-bersih mereka. “Kita pergi kapanpun kau mau.”

“Aku ingin Sungmin hyung ikut,” ucap Kyuhyun, matanya melirik ke arah Sungmin yang kini memandangnya. “Aku ingin memperkenalkannya kepada appa.”

TBC

Author’s Note : Updatenya lama yah? Mianhaeyoo .. Entah kenapa aku jadi males update ff ini karena banyaknya SIDERS yang mulai merajarela di wp ini ㅠㅠayolah SIDERS, tunjukkan diri kalian. Jangan buat author kecewa ㅜㅜ buat para readers yang udah coment di setiap chap, gomawo yah .. keep comment biar authornya semangat ngepost next chap ..

~MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY-PASTE SEMUA KONTEN YANG ADA DI BLOG INI! DO NOT PLAGIAT, PLEASE!~

111 thoughts on “Time | KyuMin | Chap 13/? | YAOI | T+ | Romance, Hurt |

  1. Ish ish ish siders emang menyebalkan

    Huahhh akhirnya min mau buka hatinya buat kyu asal jgn sampe hae dateng lagi aja buat gangguin mereka
    Poor hyuk..dianya cinta banget sama hae tapi hae ga peduli
    Tetep semangat monkey buat mengejar fishy-mu

    Akhir kata tetep semangat author
    Aku selalu nungguin ff ini soalnya
    Updatenya jangan lama2 ya
    Klo perlu di kasih pw aja

  2. semangat author,kalo mau kamu protect aja ff’a..
    tapi aku juga bingung ntr minta PW kemana LoL

    akhirnya nyerah juga kan Ming,meski belum bisa mencintai Kyu tapi setidaknya Ming membuka hatinya untuk Kyu..
    Hae juga nyerah aja bener kata Hyukkie kamu itu udah kalah,coba kamu mau hidup menderita dan melepas semuanya demi Ming mungkin lain ceritanya,tapi aku tau semuanya tidak sesimple itu so menurut q cobalah buka hatimu untuk Hyuk dia namja yang baik dan tulus mencintai kamu loh bahkan cinta Hyuk k kamu lebih dari Ming loh..

    wah Kyu benar2 berusaha yah..hwaiting Kyu aku yakin suatu saat kamu bisa mendapatkan cinta Ming..
    Hwaiting author keep writing ^^

  3. hae udah dah terima hyukkie aja, kan kasian tuh dia, sampe malem2 dtng kerumah curhat sma diriku….
    ming buka hatimu bukalah sedikit untuk kyu *nyanyi2gaje*

  4. yeeyyyyy…. dah jdian kan.. dah jdian mingppa n kyuppa… hehehee… #happy…
    #soktau..

    hihihihi

    lanjuuttt…

  5. Eh??katanya rate nya M nih chap 13 ini??tapi pending dulu aja deng lagi bulan ramadhan hehehhe
    maaf yah klo saya ga selalu komen ditiap chapt,tp di bbrp aja,itu jg krena modemnya udah bangkotan -.-
    pokonya semangat author-nim😀

  6. Biarin hyuk nglpasin hae cingu, trz pas hae mau k umin, umin’y udah milih kyu. . Kekeke
    Aku sbel bgt sma hae, ksian hyukkie

  7. jiiii ini terlalu pendeeekk T….T giliran kyumin bersatu kenapa moment nya dikit bgttt??? T….T ji, ff oneshoot nya mana??

  8. annyeong~
    haehyuk beneran mau nikah? wah~ selamat ya. tp kasihan juga ya donghae
    kyumin bentar lagi jadian ya? nggak sabar.
    sejujurnya aku kurang dapet feel chapter ini. mungkin karena galau mikirin yesung oppa yg lagi sakit T~T mianhae

  9. waah,,qu doain deh supaya ming bisa segera mungkin mengganti perasaan cintanya hanya utk kyu…hehehe
    apa jiyoo dah ngerencanain utk buat ff baru setelah ff time end??
    cz qu penasaran nd suka banget sama ff” nya jiyoo…hahaha
    lanjut next chap,jiyoo…

  10. haduh! haduh!
    ming mau d bwa kyu nemuin apa nya ini😀
    haha…
    knp hae blm bs bka hti nya bwt hyuk?
    kasian hyuk,huhu…
    LANJOT!!!

  11. Yeay umin mulai membuka hati ya?
    Haha kyu mau ngenalin calon ‘istrinya’ ke appanya,sekalian dilamar aja tuh😄

    Hyukjae! Genit deh ke hae u,u
    Malah seneng akhirnya haemin putus & haehyuk married🙂

    Keep writing jiyoo^^
    Fighting

  12. daebak bgt crtny chnggu.
    smpai tiap hari q slalu buka wp chnggu pgen bca kelnjtnya.
    Dtnggu ya chnggu chap slnjtnya.
    hwaiting^_^

  13. Agak lega, udah ga nyesek lagi sama kyumin nya kyaaaa~
    kyumin nya cepet kawiinnnnn hahaha.bikin yg manis2(?) aja ya jiyoo
    chap depan, chap terakhirkah?lanjuttttt penasaran.
    Aku berusaha ga bakal jadi siders deh hehehe jiyoo fighting!!!

  14. My Hyukie.. Kasian kan jadi kayak ngemis cinta gitu sama Donghae,,

    Sungmin, mending cepatlah lupakan Donghae, dan isi hati dan pikiranmu dg Kyuhyun,, #eaaaa..

    Dg begitu kan Donghae kalo dilupain Sungmin, bisa pelan2 berpaling ke My Hyukie.. Tapi kalo Donghae masih kekeuh ngarep Sungmin, dan gak mau sama My Hyukie, ya My Hyukie, mending sama eike ajah.. #plakk *okeh pemirsah komentar mulai ngelatur*

    Tapi aku ngerinya, kalo misalnya pernikahan Donghae sama My Hyukie batal, ntar Donghae pasti pen minta balikan sama Sungmin, trus pasti Sungmin dilema, abis itu kalo dia masih lope2 sama Donghae, bisa2 dia ninggalin Kyuhyun.. walau ending ceritanya KyuMin, tapi kali kejadian gitu kan, ngeselin.. Andwae!! T^T
    *okeh, ini komen mulai bener2 gak jelas*

    Okedeh, sebelum komenku makin gak jelas, mending kita akhiri saja..

    Keep writing thor! Semangat lanjutin! I’ll always waitin’ for you #eaaa

  15. next haehyuk nikah ya ka?? *gak sabar* hehe…
    adduuh hae kapan katuh cinta nya sih sm hyukkie ><
    waw aku suka semangat kyu disini ^o^ ayooo rebut hati sungmin ↖(^▽^)↗
    waiting to next chap o∩_∩o

  16. ow ow ming sedikit2 uda mulai membuka hati buat kyu ya? n mau ngrelain hae nikah?
    semoga aja ming gak bakal ng gagalin pernikahan haehyuk nantinya. wa wah eomma kyu uda pulang ya? kebahagiaan kyu uda mulai lengkap(?) karna kehadiran eomma n ming yg sedikit2 mulai belajar membuka hati’y buat kyu.
    ayooo cepet lanjutt lagi jiyoo~

  17. Ya Tuhan jiYoo aku telat lgi. . . . Maklum kerjaan numpuk. Wah k0ment ak pasti berada di paling dasar. Pahal skali2 pngen di pling atas.yesungdahlah yg penting k0men.he,he

    ada bbrapa typo Jiyoo,dan aku suka bgt chapter ini,hehe,udah haus akan senyuman Kyunnie,dan kau JiYoo! Membuatku tmbh cinta sma Kyunnie,hahaha

  18. Annyeong authoorrr ,,, coment aku masuk gak sih ??? Aku buka blog ini emang telat , tapi aku selalu comet kok ,,, emang hp ku suka error ……
    Semoga ajah coment ku masuuuukk …
    Si ming udah kaga naro harapan lagi kan ama donghae ?? Jadi kyu bisa leluasa dapetin hatinya😀

  19. Ecieee Sungmin sarapan ama calon mertua.. Hihihi *poke Ming*
    Buat Donghae selamat berjuang ‘melawan’ Hyukjae ya..😉
    Disini Kyu kurang baik apa lagi coba buat Sungmin..😮

    Ditunggu lanjutannya ya thor..😉

  20. ayoo ming, lupakan donghae dan berpalinglah ke kyuhyun😄
    Aku terakhir baca ch 7, eh sekarang udah ch 13 aja. Dan kenapa pula ini ff semakin keren. semangat!! \(^.^)/

  21. Kyumin bersatu ? Akhirnya penantian panjang kyunie berakhir sempurna😀

    Ayo hyukie tebarkan cintamu dihatinya donghae😀

  22. ayo ming buka hati buat kyunnie~
    haeppa juga buka hati buat hyukie~

    ahjumma nikahkan kyumin skrg juga,

    ditunggu chap selanjutnya^^

  23. ming ayo tinggalkan donghae
    sama kyu aja
    omo mau ketemu appa kyu
    jangan2 mau minta langsung kawin hehehe
    lanjutkan thor

  24. duh ketinggalan beberapa chap –”

    akhirnyaaaa Kyumin bersatuuuuuuu :’)
    eh ini beneran udh bersatu kan? .-.
    aku akan menantikan kyumin moment.. yg bayak yaa chingu kyumin moment nya hihi😀

    haaaaaaahhhh kasian hae. tp lebih kasian hyukjae ._.

    semoga mereka jg bahagia yaaa O:-)

    ayo author yg semangat yaa update nyaa . hwaitiiiiing (9’o’)9

  25. Eh chingu apa artinya kyumin udh beneran jadian ya? Klo bener gitu baguslah biar kyu bisa bener2 merebut hatinya min..
    Ga seneng liat min nangis trs gr2 hae…

    Lanjut trs chingu🙂

  26. awalnya sedikit MEWEK di hari Minggu!!!!

    akhirnya…malha senyim GAJE…

    eaaaaaaaaaa..

    KYUMIN moment BEGIN!!!!

    aigoo….sumpah,bercampur seraph..*eh?*
    aku suka kata-kata Kyuhyun saat menyakin kan sungmin akan perasaannya….

    rasa -rasanya saia jd MUPENG!!!!
    wooooooo……manisnyaaaaa~

    gtu doonk,penantian dan ksabaran itu pasti ada batasnya,dan mungkin ini hrus jd awal yg baik untuk KyuMin couple…

    Hwaiting uri lovly Magnae!!!

    Aku padamu,nae EVIL!!! *kecupbasah*

    aishhhhh…wajah qyu MERONA….*digebukijiyoo*

  27. sbnrnya aku bukan readers baru, karya2 author udah aku baca di ffn^^
    maaf ya kalo aku jarang review😦 jeongmal mianhae
    skrg2 bakal lebih rajin review deh😀
    lagi2 author bikin ff yg beda, bener2 bangga sm karya2 author hehehe
    dan aku kaget ternyata jiyoo baru masuk SMA :O ngerasa ciut bgt kemampuan nulisnya sm jiyoo, pdhl aku udah mahasiswa tingkat duaaa😦
    akhirnya Kyu sm Min berniat bersatu juga😄
    ditunggu chap selanjutnya ya^^

  28. itu beneran umin mau menyerah sama donghae dan mulai merelakan donghae untuk eunhyuk???
    dan ituu artinya umin udah mau membuka hatinya untuk kyu??? benar begituu???

  29. ciye kyumin udah mesra ciye~ kyuhyun udah mulai ga tau malu lg ciye~ sungmin mau dikenalin ke appa nya ciye~ ah..chapter yg bahagia~ cuman..kasian haehyuk nya. Kapan mereka bersatuuu ;_;

  30. kyaaa!!! kyumin udh hampir bersatu ^^.. yah eonni jgn males update dong.. jebal T_T.. aku kan suka bgt sama FF buatanmu eon.. walaupun eon update lama ttep aku tungguin kok🙂

    Hyukie kasian😥 sabar ya hyuk, ntar jg bakal bahagia kok *maybe

  31. chap ini asik, haha
    akhirnya kyu ngomong juga ke ming, err… Nomore haemin, go eunhaeee! Haha

    aduuh, kasian ming jadinya sedih pasti pas dapet undangan itu

  32. thor,,,kira2 umin wda mulae brpaling lum y ma uri kyuhyun…
    capek kan tersakiti mlu..
    bkin crta bhgia d,,,,1 chap yg pnuh ma kyumin moment
    yach,,yach,,,yach,,,,*mukangarep*
    msalah hae d tendang dlu
    haha…*didadarHae*

    gumawo thor

  33. hahhh~ trnyata Kyu cmn ’emosi sesaat(?)’
    yeaaay~ akhirnya ada jalan buat KyuMin bersatu
    Kyu smangat bgt lngsung mau ngnalin Ming k.appanya, napa gak langsung d.lamar aja Kyu!? *plakk xD

  34. Alurnyaaa kelamaan saeng >.<
    Bisa dicepetin dikit nggak, ehehe /plak reader songong/

    Buat kyu, ayooo cemungudh eaa kakaknya buat min jatuh hati padamu kyaaaa :3

  35. Aishhh senangnya kyknya Sungmin udah mulai nerima kyuhyun nie ^^ cieeeeee ^^<
    ahhhhh donghae ini bner" dah knapa sih hatimu itu susah dibuka sihhh u,u kasihan hyuk tau,,, wahhhhh kyuhyun oppa mau knalin sungmin ma mertua ne~
    Eonnie jngan sampai setelah kyumin mulai bersatu , donghae datang lagi ne~^^

    Eonnie sabar ne~ SIDER tuh pasti akan muncul kok^^,, jangan patah semangat ne~ q bakal terus nantiin ff eonnie selanjutnya ne~
    Hwaiting Eonnie Jiyoo

    Waiting to reading next chap^^6

  36. Yaaa saeng.. Jangan malas updte chap selanjutnya donk..
    Kyumin moment uda mulai bermunculan ne… Min jg uda mau membuka hati buat kyu.. Jangan sampe berenti di tengah” gini ya saeng..

    Untuk siders, kasian tu jiyoo.. Ayo donk review walau sepatah dua patah buat nyemangatin jiyoo.. Kasian dia, uda capek” buat fic, malah kurang dihargai gitu..
    Jiyoo termasuk author yang rajin ngupdate fic y loh mulai dari di ff.. Walau sekarang uda keluar dr ff tetep di ripiu donk fic” ya… Ntr saengku ini ngambek g mau buat fic lagi lohh..
    Untuk jiyoo keep writing ya… Fic mu ditunggu loh. .

  37. Buka hati ming buka lah sedikit untuk Kyu…
    *nyayi geze*
    Akhir’a Ming ngizinin kyu buat mencintai’a..
    Ayoo kyu berjuang singkirkan si ikan cucut itu dri hti ming..

    Jiyoo aku ktinggalan 2 chap, chap 13 & chap 14 .. Mian bru commant..
    Yosh see u at chap 14

    *terbang kr chap14*

  38. Aseeek~ akhirnya Kyumin disatukan juga #goyang gayung(?)😀
    Min,buruan diterima donk Kyunnie.a,lw g aku bawa kabur loh #Kyu melotot,Min bawa bor(?)
    Huhu kasian amat siy nasib Hyukie. Aku do’ain deh biar Author #lirik Ji# cepet bawa dukun(?) #eh?# biar si ikan cepet sadar dan insyaf trus balik ke jalan yang bener deh #ditampol Hae

  39. kyu ngpain mau ajak min ktmu appa ny? mau mnta ijin buat nikah sma umin? kkkk~
    hae bka hti mu donk buat hyuk., ntar jga bkal nkah kn?😄
    mian ya klo aq comment telat trus., abis aq sring ktinggalan ff ny.,😄 tpi aq bkal ttep comment kok.,
    jiyoo smngat trus ya~ -.-b

  40. Masih te2p sebel. Meski Sungmin di sini lumayan antagonis, knp bnyk yg suka n dukung dia ya?

    Kurang suka Hyukkie dibuat terlalu cinta ma Hae. Pengen lihat Hae yg ngejar cintanya Hyukkie…

    Elle

  41. aku suka ff ini deh, sama karakternya kyu juga yg kalem. Hehe
    pas browsing ketemu pas chapter 13.
    Aku baca chapter awal2nya dulu ya thor

  42. akhirnya dua sejoli bersatu juga, sungmin sadar orang yang paling peduli dan setia dimanapun cuma kyuhyun yang ada disampingnya. donghae hanya pasrah karena terlalu takut harga dirinya jatuh kan?, yaayyy~~~ #laripeluk Jiyoo , Akhrnya membuat dadaku sesaknya berkurang😀

  43. asikk,, kyu mulai membangun cinta ny lagi buat sungmin,, semangat kyu ,,
    semoga sungmin bisa melupkan hae dn brpaling pd kyu bgtu pun pada hae😀 ,,

    main seruu crita ny ,, lanjut bca yahh chingu😀 ,,

  44. hwaaa “aku ingin memperkenalkan sungmin ke appa” aku senyum-senyum bacanya kwkwkw😀
    cba aku yg dikenalkan ke appanya kyuhyun oppa :p

  45. Ini artinya kyumin mulai bersatu ya????
    Arghhhhh senang deh akhirnya kyu n sungmin mulai terbuka sama perasaannya
    Tp kasian juga sungmin harus patah hati bgtu gara2 haehyuk T_T

  46. Yey yey ye… Ada leeteuk yah,, eomma’y kyu… Knp gak heechul ajah,, biar kesannya kejam,,

    hahahahaha kyu kan bakal trtindas klo eomma’y chullie.

    Author’y baik hati. Soal’y kyu udh penyakitan… Jdi dikasih eomma yg bsa jdi dokter skligus jdi suster buat anak’y.

  47. moga gak ada nyesek menyesek setelah ini #plakk
    cho umma jgn ninggalin kyu sendiri lg
    anakmu itu sebenernya manjaaaaa ^^

  48. Comment aku gak masuk lah di chap 12😦 udah dua kali comment tetep aja gamasuk

    Pasti kyuhyun mau ngenalin calon istrinya yah hahahaha

  49. sepertinya sungmin membuka diri terhadap kyu…. semoga saja semakin lengket dan ciptakan banyak kyumin moment ya….hehehe

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s