Time | KyuMin | Chap 9/? | YAOI | T+ | Romance, Hurt |

Time

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin

 

Part : 9/?

 

Warning : Boy x Boy , YAOI , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Kenangan masa lalu yang ikut andil dalam masa depan, terkadang membuat seseorang dapat menjadi lebih baik. Tetapi, jika seseorang tak mampu membuang kenangan buruk dan lebih memilih untuk terjerambab dalam perasaannya sendiri, maka air matalah yang akan mereka terima.

 

Music : The One I Love by KRY

“Hmm,” Yesung mendengung dengan suara yang cukup pelan. Pandangan lelaki itu masih belum lepas dari cairan milkcoffenya yang berputar mengikuti arus sendok yang ada di sana. “Apa?” Yesung mulai membenarkan letak duduknya. “Apa hubunganmu dengan Direktur Lee?” pertanyaan itu terlontar bersamaan dengan tatapan Yesung yang beralih ke arah Sungmin. Lelaki itu berusaha menakut-nakuti Sungmin dengan pandangannya yang menyeramkan.

“Tt—tidak ada,” jawab Sungmin dengan kebohongannya.

“Aku tahu,” Yesung merendahkan tatapannya, kembali terfokus pada cangkir miliknya. Lelaki itu kini menyeruput milkcoffe kesukaannya, meneguk cairan hangat itu beberapa kali. “Sepertinya kau berniat menganggu hubungan Manager Lee dan tunangannya ..”

Mendengar hal itu, tanpa sengaja Sungmin tersedak karena nafasnya sendiri. Ucapan Yesung yang begitu tajam sukses menohoknya dengan begitu tidak elit. Ternyata lelaki itu adalah tipe yang suka mengatakan masalah secara to the point. Sungmin merogoh saku jasnya, meraih sapu tangan yang bersembunyi di sana lalu mengelap bibirnya.

“Lee Sungmin, entah mengapa aku begitu benci jika ada orang ketiga yang bekerja satu ruangan denganku,” Yesung menekuk lengannya sendiri, menopang dagu dengan salah satu telapak tangannya. “Apa kau bekerja di kantor kami untuk menggaet Direktur Lee?” Yesung melempar sebuah pertanyaan, seolah-olah ia adalah sosok yang sedang penasaran dengan masalah orang lain.

Yesung memang seperti itu. Suka menjatuhkan siapapun jika ada suatu masalah yang menyangkut orang-orang terdekatnya. Terlebih masalah ini menyangkut tentang Direkturnya yang begitu ia hormati, tak mungkin ia diam saja. Bagaimanapun juga ia harus mengetahui dan meluruskan segala sesuatu yang menurutnya ganjil.

“Tt—tidak,” sangkal Sungmin.

“Lalu?” Yesung menimpali dengan kalimat penghubung yang semakin memojokkan Sungmin. “Hyukjae-ssi begitu tersakiti karena ulahmu.”

Sungmin mulai mengangkat wajahnya, menatap atasannya dengan tatapan begitu tajam. “Maaf Yesung-ssi, tapi seharusnya anda tak mengurusi hal seperti ini.”

“Donghae dan Hyukjae bertunangan satu setengah tahun yang lalu. Dan selama satu setengah tahun belakangan ini, aku lihat hubungan mereka baik-baik saja,” penjabaran kini terlontar dengan nada yang cukup tenang dari lelaki bersuara indah tersebut. “Tetapi sejak kau datang, aku melihat gurat kesedihan terselip di antara wajah Hyukjae.”

“Aa—anda begitu sok tahu!” Sungmin mencoba membela diri. “Saya lebih tahu tentang apa yang Donghae-ssi rasakan ..,” cicitnya.

“Jika kau terus melanjutkan hubungan ini, ada dua pihak yang akan kau sakiti, Lee Sungmin-ssi,” Yesung mengetuk-ngetuk jemarinya di atas permukaan meja dengan nada misterius. Wajah Yesung tampak begitu datar, tak mengguratkan ekspresi yang begitu kentara. Lelaki itu masih menunggu sangkalan apa lagi yang akan Sungmin lontarkan untuk pembelaan terhadap dirinya sendiri.

“Hentikan, Yesung-ssi,” Sungmin membidik wajah Yesung dengan matanya yang berair. “Jika saya mengakhiri ini semua, maka saya pun akan tersakiti!”

“Setidaknya, nanti ada orang yang datang mengobati lukamu,” ucap Yesung sembari mengaitkan jemarinya.

“Mudah sekali anda mengatakannya,” timpal Sungmin lalu mulai beranjak dari duduknya. “Saya anggap kita tak pernah membicarakan hal ini sebelumnya, Yesung-ssi ..,” ucapnya kemudian berlalu dari hadapan Yesung.

“Ough, rumit sekali,” desis Yesung.

OoOoO

Lelaki berwajah imut itu tampak lebih banyak diam dan fokus ke layar laptopnya daripada menanggapi lelucon dari orang-orang yang ada di sana. Memang pertemuan singkatnya dengan Yesung tadi pagi membuat moodnya menjadi begitu buruk, tetapi entah mengapa ia merasa akan banyak pihak yang menentang hubungannya dengan Donghae.

Benarkah seperti itu?

Sungmin berdesis, ia pun meremas pelipis kepalanya yang berdenyut sakit. Hubungan cintanya kali ini benar-benar memusingkan kepala. Jika pun ia lebih memilih untuk meninggalkan Donghae, lalu apa yang akan ia lakukan? Memilih dan menemukan lelaki lain adalah hal yang berat. Apalagi Sungmin bukanlah sosok yang mudah diajak bicara tentang hal seperti itu dengan orang baru.

Drrt .., drrt ..

Ponsel Sungmin bergetar, menandakan satu pesan masuk. Dengan gerakan malas Sungmin meraih ponselnya dan menekan tombol open di sana.

| From : Kyuhyun

Aku tidak akan makan jika hyung tidak berkunjung ke cafe langganan kita. |

Sungmin mengeryitkan alisnya bingung. Lagi-lagi mahasiswa ini mengancamnya. Semenjak Sungmin bekerja di perusahaan ini, Kyuhyun selalu saja seperti itu; mengirim pesan berisi ancaman yang sama di setiap harinya jika Sungmin tak menemani makan siang.

Sungmin menekan tombol reply kemudian membiarkan jemarinya bermain di atas layar touchscreen ponselnya; mengetik balasan untuk Kyuhyun.

| To : Kyuhyun

Berhentilah mengancamku. Aku tidak suka itu! |

Send.

Setelah itu Sungmin kembali memfokuskan pikirannya ke layar laptop dan kembali mengetik sesuatu.

Drrt .., drrt ..

| From : Kyuhyun

Terserah hyung saja. Aku lupa membawa tabung oksigenku .. |

Bibir Sungmin mengerucut. Lelaki berjiwa iblis itu benar-benar mencoba mempermainkan dirinya.

| To : Kyuhyun

Berhentilah seperti itu! Aku tidak akan mencoba peduli! |

OoOoO

Kyuhyun memutar jemarinya dengan gerakan pelan di atas permukaan meja. Perasaan bosan yang sedari tadi hinggap di benaknya tak membuat ia beranjak pergi. Helaan nafas yang terdengar sebagai bentuk dari kekesalan hati terus menerus terdengar. Ia tak menaruh peduli dengan perutnya yang kosong. Entah mengapa, jika ia memikirkan Sungmin, semua yang berhubungan dengan dirinya menjadi nomor dua atau yang kesekian kalinya.

Itulah Cho Kyuhyun.

Begitu istimewa dengan kekurangannya. Lelaki itu berpikir tak akan mampu terikat dengan siapapun yang ada di dunia ini karena sosok Chengmin akan selalu mengisi hatinya. Tetapi pada kenyataannya, lelaki itu bahkan mulai mengerti tentang apa yang tengah ia rasakan. Sosok Sungmin yang perlahan-lahan mampu membuatnya bersikap begitu manja dan terkesan evil membuat jiwanya yang telah hilang kembali. Tanpa melakukan hal khusus pun Sungmin dapat menciptakan perubahan pada diri Kyuhyun. Dan itu merupakan sesuatu yang baik.

Hyuung .., kapan kau akan menemuiku di sini,” gumamnya sembari menyangga dagu di salah satu lengannya yang tertekuk. Ada perasaan yang membuncah ketika ia memikirkan tentang bagaimana Sungmin memperlakukannya, entah itu yang membuatnya bahagia atau kecewa.

Manik mata orbs milik Kyuhyun melirik jarum jam, ia mendesau kemudian bangkit dari duduk setelah meletakkan beberapa lembar uang di samping meja. Percuma ia terus menunggu, Sungmin tak akan datang mengingat jam telah menunjukkan pukul delapan.

See, lelaki itu bahkan betah menunggu Sungmin selama setengah hari lebih. Walau kekecewaan sering ia dapatkan tetapi lelaki itu tetap tak ingin berpaling. Kyuhyun bukanlah sosok yang pandai marah dengan melontarkan protes bernada kasar. Mungkin ketika ia marah, Kyuhyun hanya akan menolak untuk mengisi perutnya.

Sosok tampan berbalut jaket tipis berwarna abu-abu itu berjalan santai di tengah trotoar yang dipenuhi oleh pejalan kaki. Salah satu tangannya menenteng kardus berisi CD rekaman lagu perdananya. Rencananya, Kyuhyun akan memberikan copy-an CD ini sebagai hadiah kepada Sungmin. Bagaimanapun juga, orang pertama yang  menerima CD dari lagu yang ia nyanyikan adalah Sungmin.

Hitung-hitung, ini adalah bentuk dari rasa sayangnya untuk Sungmin. Sungmin pernah berujar jika ia begitu menyukai nyanyian Kyuhyun. Karena hal itu akhirnya Kyuhyun rela memohon kepada temannya untuk dibuatkan lagu, setelah itu mempelajarinya mati-matian untuk Sungmin.

Jika dipikirkan kembali, sekarang semua yang ia lakukan hanya demi Sungmin.

Sreek …

Tiba-tiba langkah kaki lelaki itu terhenti bersamaan dengan tangan kanannya yang bergerak meraba dadanya sendiri. Pandangan Kyuhyun yang tadinya teduh kini terselimuti oleh sinar kegelisahan. Suatu ketidak pastian membuatnya begitu bingung sekarang ini. Pikirannya yang melayang kini mencoba mengingat perasaan yang pernah ia rasakan beberapa tahun yang lalu.

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, semua yang ia rasakan benar-benar sama seperti waktu itu. Dan lagi-lagi ia menyadarinya di saat yang tak terduga seperti ini. Kyuhyun menengadahkan kepalanya ke langit, menatap langit kosong yang berwarna hitam pekat kemudian bergumam.

“Cc—Chengmin-ah, mianhae,” bisiknya. “Aa—aku berpaling darimu ..”

OoOoO

Sungmin meletakkan mug berisi kopi hangat dengan uap mengepul tepat di hadapan Donghae. Sedangkan ia sendiri kini tengah mencengkeram kuat sisi mug miliknya lalu menyesap susu cokelat kesukaannya. Dengan gerakan kikuk Sungmin mulai duduk di samping Donghae, mata kelincinya sesekali terlihat melirik ke arah Donghae.

“Kenapa kau jadi segugup itu, hm?” tiba-tiba Donghae bertanya seraya menyambar kopi hangat yang telah Sungmin buat untuknya lalu meneguknya.

Sebenarnya, Sungmin tak akan menjadi seperti ini jika saja pikiran tentang apa yang telah terjadi tadi pagi tak hinggap di otaknya. Dengan gerakan pelan Sungmin meletakkan mugnya di atas meja lalu menatap Donghae lekat-lekat. “Aa—aku berpikir, bb—bagaimana jika ..,” Sungmin menelan ludahnya dengan perasaan kelu yang mengirinya, pandangannya kini mendarat pada cincin perak yang melingkar di jari manis Donghae. “Eum .., bagaimana jika kau melepas cincinmu itu ketika tengah bersamaku?”

“Cincin?” Donghae mengangkat telapak tangan kirinya, memperhatikan cincin pertunangannya yang tersemat di salah satu jarinya. Sebenarnya, ia pun merasa risih dengan cincin ini. “Kau merasa terganggu dengan ini?” tangan kanan Donghae menarik cincin tersebut dan meletakkan di atas meja dengan sembarangan. Lelaki itu tersenyum ke arah Sungmin, lalu dengan gerakan cepat ia menarik tangan Sungmin; menyandarkan tubuh mungil itu di atas dadanya. “Sudah kulepas. Kau puas?”

Sungmin membenarkan posisi tubuhnya, lelaki itu pun perlahan mengangguk. Pandangannya merendah, memandang dada Donghae yang berada tepat di depan matanya. “Kenapa kau bisa bertunangan semudah itu,” ucapnya dengan diiringi desah penuh kesedihan.

Ya, jagiya,” Donghae menyentuh dagu Sungmin, memaksa lelaki itu untuk menatap matanya. Donghae tahu jika Sungmin begitu menyayangkan statusnya yang telah bertunangan. Tetapi, bukankah ia telah memberikan pengertian? “Aku harap, kau tidak meninggalkanku karena hal itu. Kau tahu, hatiku hanya milikmu.”

Semburat merah mulai tampak di kedua pipi Sungmin, mendapat kata-kata seperti itu membuatnya semakin menenggelamkan diri di pesona seorang Lee Donghae. Perlahan lelaki itu mulai melingkarkan kedua lengannya di leher Donghae, menarik kepala lelaki itu untuk menangkap bibirnya.

Ia haus kecupan dari Donghae.

Tak peduli tentang bagaimana akhir dari hubungan mereka nanti, yang paling penting adalah hati mereka yang saling terikat. Kecupan yang mereka lakukan sekarang ini pun terasa tulus dari lubuk hatinya yang paling dalam. Dinding-dinding hatinya yang selalu sensitif dengan perkataan orang lain kini terasa lebih kuat jika Donghae berada di sisinya. Tanggapan negatif dari orang lain tentang hubungannya dengan Donghae telah terlupakan, menghilang, dan ia buang jauh-jauh.

Saranghae,” bisik Sungmin ditengah kecupannya yang semakin intens. Bahkan lelaki itu telah membaringkan diri di sofa; membiarkan Donghae menindih tubuhnya. “Jeongmal saranghae.”

Dan ketika mereka menikmati kecupan dari bibir pasangan masing-masing, tanpa disadari sosok seorang lelaki berambut ikal berdiri mematung ditempatnya yang berada beberapa meter di belakang sofa. Melihat dua orang yang semula berciuman dengan posisi duduk membuat hatinya terasa membeku. Perlahan ia merasakan penyesalan telah datang dan masuk ke apartemen ini. Seharusnya ia melupakan kunci sandi apartemen Sungmin, dengan begitu ia tak akan melihat hal menyakitkan seperti itu.

Dengan langkah lambat ia mulai menyeret langkah kakinya, kembali menarik daun pintu itu secara perlahan dan keluar dari sana. Hatinya berdenyut sakit, dan entah mengapa membuatnya tak mampu melakukan yang lain selain menyeret kakinya. Air mata yang dulunya tak pernah keluar kini melesak jatuh dari sudut matanya.

Ia bermaksud akan memulai semuanya dari nol, tetapi pada akhirnya semua akan berakhir pada kegagalan. Kyuhyun mengedarkan pandangannya, mencengkeram erat pegangan lift yang akan membawanya ke lantai dasar. Dadanya yang terasa sesak karena penyakitnya lagi-lagi tak ia hiraukan. Kesedihan yang membuatnya begitu tertohok kini membuat tubuhnya menjadi semakin lemah.

Dia tak akan bisa lari dari semuanya. Tidak dari rasa sakit yang mendera perasaannya atau rasa sakit yang disebabkan oleh asmanya. Ia merasa dirinya baru saja dihempaskan dari langit, lalu dengan tubuh rapuh ia harus berjalan menjauhi apartemen Sungmin. Ketika tahu pintu lift telah terbuka, dengan gerakan cepat Kyuhyun menyeret langkah kakinya dari sana.

Tabung oksigen yang ia butuhkan ada di apartemen Sungmin. Ia tak berbohong perihal tabung oksigen penyelamat hidupnya itu, ia benar-benar tak membawanya sekarang. Karena hal itu, jika Kyuhyun tak pergi ke klinik terdekat secepatnya, kemungkin buruk pasti akan terjadi.

Meregang nyawa?

Beberapa hari yang lalu ia juga mengalami hal seperti ini. Tetapi, pada akhirnya Sungmin datang menjadi malaikat penyelamatnya saat itu. Ia bahkan masih ingat, betapa lembut kecupan bibir Sungmin yang menyelamatkannya. Lalu, sentuhan-sentuhan yang membuatnya terus berusaha untuk tetap bertahan. Namun, Kyuhyun sadar betul bahwa malam-malam seperti itu tak akan terulang. Apalagi di detik-detik saat ini. Apa malam ini malaikat mautkah yang akan menghampirinya?

Keringat dingin membuat tubuhnya terlihat mengkilat dalam pandangan orang-orang yang menatapnya. Keringat melapisi tubuhnya yang gemetar, menyamarkan bulir bening yang menetes dari sudut matanya. Dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki, Kyuhyun mencengkeram kuat dinding bangunan apartemen tersebut. “Aa—kuh .., men .., menchintaimuuh .., hyuung ..”

Semua tubuh Kyuhyun terasa sakit. Kepala, dada, perut, dan bagian tubuh yang lainnya. Air matanya yang mengalir membuat pandangannya buyar. Dalam satu satuan waktu, suatu kilatan rasa sakit yang teramat sangat menghujam tubuh Kyuhyun, membuat tubuh itu ambruk menyerupai gumpalan daging berangka tanpa ruh.

OoOoO

Tubuhku?

Sosok itu terbangun dari tidurnya, matanya kian menyipit ketika mendapati sinar matahari yang menghujam lensa matanya. Ia merasa begitu terheran ketika mendapati padang rumput yang begitu luas menyambut pandangannya. Tubuhnya yang beberapa saat lalu merasakan sesuatu yang teramat sakit kini terasa begitu baik. Ia bangkit dari rebahannya dengan masih memperhatikan sekeliling.

Bukankah asmanya baru saja kambuh sepulang dari apartemen Sungmin?

Lalu, kenapa ia bisa terbangun di tempat asing seperti ini?

Dimana?

Batinnya berteriak ketika ia tak mendapati satu orang pun di sana. Kyuhyun bangkit dari duduknya, mengedarkan pandangannya ke sana ke mari demi mendapatkan suatu penjelasan. Sejak ia terbangun, semua terasa ringan. Dan semilir angin yang membawa bau yang lembut ini begitu membuatnya terlena. Kyuhyun merundukkan kepala, mengangkat kedua telapak tangannya dan memperhatikannya dengan begitu intens. Tempat ini begitu jauh dari kegelapan, kebisingan, dan keramaian. Sinar matahari yang menerpa kulit tubuhnya pun terasa begitu berbeda, terkesan lebih lembut dan hangat. Ia melihat ada beberapa aliran sungai yang mengalir di depan mata memandang, lalu hewan-hewan seperti kunang-kunang dan kupu-kupu berterbangan mengelilingi bunga yang tumbuh subur di sana. Yang terdengar hanya suara riuk air mengalir yang menenangkan, atau suara dedaunan yang saling bergesekan karena tiupan angin.

Surgakah?

Grep!

Dua lengan mungil tiba-tiba merengkuh tubuhnya, membuat lelaki itu hampir terjungkal ke depan. Kedua mata Kyuhyun melotot, entah mengapa ia begitu tak asing dengan pelukan ini. Kyuhyun tahu dadanya naik-turun tak beraturan karena rasa terkejut ini. Tetapi, ia tak merasakan adanya tanda-tanda bahwa asma itu akan kambuh.

“Kyunnie ..,” sosok itu bergumam pelan.

Gumaman itu sukses membuat mata seorang Cho Kyuhyun semakin melotot. Rasa terkejut ini bercampur dengan rasa was-was yang begitu besar. Perlahan Kyuhyun mulai memutar tubuhnya, mencoba menatap sosok lelaki mungil yang memeluknya dari belakang. Di detik awal, ia tak mempercayai pandangannya sendiri. Tetapi setelah sosok yang telah memenjarakan hatinya dalam kungkungan cinta selama bertahun-tahun itu menatapnya, Kyuhyun mulai tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi. Dengan gerakan cepat, Kyuhyun merengkuh tubuh mungil tersebut lalu menenggelamkan wajahnya di ceruk lehernya.

“Kyunnie ..,” pandangan lelaki itu meredup ketika samar-samar ia mendengar suara isak tangis Kyuhyun memecah ketenangan surga. Ia mengangkat dua lengannya sendiri, mengelus permukaan punggung dan tengkuk Kyuhyun.

“Cc—Chengmin ..,” panggilnya di tengah isakan yang beradu dengan nafasnya. Ia semakin mengeratkan pelukan lengannya, tak membiarkan sosok tersebut hilang untuk saat ini. Sosok Sungmin kini telah tergantikan oleh Chengmin yang ada di hadapannya.

Apa Tuhan membawanya ke surga karena ia telah berpaling dari Chengmin?

OoOoO

Prang!

Dua orang yang tadinya sibuk memagut bibir itu kini menolehkan kepalanya ke samping kanan, menatap pintu kamar Sungmin dengan pandangan intens. Lelaki yang berada di atas lelaki mungil itu tampak tak begitu peduli dengan apa yang baru saja terjadi di dalam sana. Terbukti dengan apa yang akan ia lakukan detik ini; kembali memagut bibir Sungmin.

“Hh—Hae,” Sungmin merundukkan kepalanya, menghindari bibir Donghae yang akan kembali menghujam bibirnya. Sungmin bangkit sembari mendorong tubuh Donghae, memaksa lelaki itu untuk kembali duduk. “Ii—ini sudah larut,” ucapnya setelah melirik ke arah jam dinding.

“Aish, baru pukul sebelas,” sangkal Donghae yang masih terus berusaha menangkap bibir Sungmin.

“Hae,” Sungmin merengek, begitu tak setuju dengan sikap Donghae. “Kau harus pulang!”

Donghae berdecih sebagai bentuk protes. “Baiklah!” ucapnya lalu bangkit. Lelaki tampan itu merapikan kemeja kerjanya yang kusut karena aksi mereka, mengancingkan beberapa kancing yang terbuka. Setelah merasa penampilannya telah rapi, Donghae berjalan mendekati pintu keluar dengan diikuti oleh langkah kaki Sungmin.

Pandangan mata Sungmin tiba-tiba jatuh pada bingkisan cokelat yang ada di sisi tembok lorong pintu masuk. Ia pun meraih bingkisan tersebut, memperhatikannya dengan pandangan intens. Seingatnya, ia tak pernah meletakkan apapun di sisi tembok lorong pintu masuk. Apalagi tas kardus ini terasa begitu asing bagi Sungmin.

Jagiya, aku pulang,” Donghae yang telah berada di ambang pintu menyempatkan diri untuk berpamitan. Setelah mendapat senyuman manis dari Sungmin, akhirnya lelaki itu keluar dari apartemen sang kekasih.

Kini perhatian Sungmin tertuju pada bingkisan yang ia bawa. Dengan menekan rasa penasaran yang bercokol di hatinya, Sungmin mulai mengulurkan lengannya untuk meraih apa yang ada di dalam sana.

“Kepingan CD?” dahi Sungmin mengkerut karena rasa heran yang melandanya semakin bertambah. Di atas permukaan kepingan CD tersebut tertulis rangkaian huruf hangul membentuk kata  ‘Deudjyo .. Geudaereul’*). Sungmin kembali mengubek isi kantong tersebut, lalu mengeluarkan apa yang berhasil ia temukan dari dalam sana. “Apa ini?” tanyanya seraya membuka lipatan kertas kecil berbentuk hati yang ia genggam.

Hyung, aku merekam lagu ini khusus untukmu

Membaca apa yang tertulis di sana membuat Sungmin tahu siapa yang meletakkan bingkisan ini.

“Ah, lagi-lagi karena Donghae, aku melupakan anak manja itu,” ucapnya dengan suara lirih kemudian berjalan menghampiri kamarnya sendiri. Seketika itu pula pandangannya jatuh pada tabung oksigen berwarna biru-kuning yang tergeletak di bawah meja nakasnya. “Dia benar-benar tak membawa tabung oksigennya?”

Rupanya, tabung inilah yang terjatuh dari tempatnya. Sungmin meraih tabung oksigen tersebut, meletakkannya kembali di atas meja nakas. Setelah itu Sungmin berjalan menghampiri DVDnya, mencoba untuk mendengarkan lagu apa yang Kyuhyun nyanyikan untuknya.

Alunan irama mulai terdengar sebagai intro, di awal saja Sungmin rasa ia sudah menyukai lagu tersebut.

Aninde naneun aninde ..

 

Jeongmal igeon mari andwaeneunde ..

 

“Ponsel .., ponsel ..,” gumam Sungmin setelah ia mendengar dua bait lirik lagu yang Kyuhyun nyanyikan. Ia tahu, pasti lagu ini Kyuhyun nyanyikan untuk Chengmin; lagu yang bermakna tentang orang yang benar-benar jatuh dalam pesona seseorang hingga tak mampu melakukan apapun. Bukankah itu seperti Kyuhyun?

“Eoh?” alis Sungmin mengeryit kala ia kembali membaca pesan terakhir yang Kyuhyun kirim untuknya tadi siang. Karena Donghae yang menyeretnya untuk pergi makan siang bersama, membuatnya urung untuk menemui Kyuhyun.

Sungmin terdiam, rasa bersalah tiba-tiba menyelusup di rongga hatinya. Ia benar-benar melupakan Kyuhyun hari ini. Sungmin mengedarkan pandangannya, memfokuskan tatapannya pada tabung oksigen yang berhasil menyita perhatiannya. Tabung tersebut tiba-tiba jatuh. Sungmin mengalihkan pandangannya ke arah cendela. Jelas-jelas cendela tertutup rapat, tak mungkin ada angin yang masuk dan mendorong tubuh tabung oksigen ini hingga terjatuh.

Ia merenung, memikirkan tentang apa yang sebenarnya terjadi di apartemennya. Apa sebenarnya Kyuhyun tak pergi ke cafe langganan mereka dan tetap tinggal di sini? Lalu, tak sengaja lelaki itu menyenggol tabung oksigen yang ada di meja nakas. Tetapi, presepsi itu akhirnya disangkal oleh diri Sungmin sendiri. Jelas-jelas ia tak menemukan sepatu Kyuhyun di rak, jadi tak mungkin lelaki itu ada di sini. Tetapi, jika seperti itu, apa sekarang Kyuhyun telah pulang ke rumahnya sendiri?

Maeil saranghanda kiseuhajyo ..

 

Yeongwonhi ..

Lirik yang berakhir dengan kata-kata ‘Love you’ yang diulang itu membuat jiwa Sungmin tersentak. Ia merasa sesuatu telah terjadi. Suara Kyuhyun yang terdengar dari suara speaker membuat Sungmin benar-benar merinding. Lelaki itu kembali memfokuskan perhatiannya pada ponsel, memencet tombol speed dial nomor satu.

Hyung .. Jangan pernah meninggalkanku, jangan pernah mengabaikanku, jangan pernah mencoba untuk menjauhiku, hyung .. Berjanjilah untuk itu semua ..

TBC

*) Deudjyo .., geudaereul (듣죠 .., 그대를) : Listen .., to you.

~MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY-PASTE SEMUA KONTEN YANG ADA DI BLOG INI! DO NOT PLAGIAT, PLEASE!~

112 thoughts on “Time | KyuMin | Chap 9/? | YAOI | T+ | Romance, Hurt |

  1. apkah aq coment yg prtma.,? #celingakcelinguk
    skit gx tuh kyu ngliat min kisseu sma hae.,? sprti itu lh skit ny ming(?) saat lu dtg ke ultah seo., #apahubungannya -.-a
    aishh., jinjya., ch ni bkin nyesekk., ksian jga sih sma kyu tpi aq sneng kyu di siksa #direbus😄
    kyu udh mati? klo kyu ny mati crta ny abis donkk.,😄
    kyu cma pingsan kn? #gakrelakyumati ntar min sma siapa donk.,
    jiyoo lnjutt.,

  2. Huweeeeee😥
    Demi apa aku nangis tengah malem baca ini..
    Dapet bgt feelnya, rasanya aku bisa ngerasain sakit hatinya kyu😥
    Huwaaaaaaa *nangis kejer*
    Cuma bisa berdoa semoga Ming cepet berpaling dr Hae, aku ga kuat liat kyu sakit kelamaan huweeee T.T
    Tp daebak thor !
    Cepet lanjut yaaaa, ditunggu XDD

  3. ah tragis sekali nasib kyuhyun
    kebanyakan ff kyumin yg lain biasanya sungmin yg jadi pihak tersakiti
    makanya aku suka kalo ada ff kyumin dimana kyuhyun susah bgt bwt dpt hatinya min
    tapi ngeliat nasib kyu disini ga tega juga
    disini dy jadi sosok yg lemah bgt
    huhuhu…
    author-shi kyuhyun ga kenapa2 kan
    ayo bikin kyu sehat terus ngejer2 min lagi!!😄
    lanjutkan kilat author-shi!!!

  4. aiss chap ini menghancurkan dunia eonn saeng… Wae? #galau gaje

    chap depan jgn sedih lg duuun #bunny eyes

    pnasaran ama chap depan

    Keep writing saeng^^

    Fighting^^

  5. Argh.. Appa jangan mati dulu.. *lebay ^^ knp aq0 jd marah ma eomma y?? Eomma sih, asyik maen” ma ikan.. =o=” appa jd dilupain.. Kyu, kau msh btuh prjuangan tnggi bwt nyadarin minnie.. Author, pnter mainin prasaan y.. Dpt lho feel.a.. ^.< Ditunggu chpt brikut.a thor.. Fighting.. ^^~

  6. huwee ming kejeeem..kyu g dtnggepin..mati g it kyu..lsihan bngeeet it kyu..ming lpain hae..kyu sa mati lo kyk gt..ayooo cpeeet tlong kyu min

  7. ;AAAAAA;

    apa-apaan itu?????
    knpa tiga huruf itu bs tiba-tiba nongol dgn tdk sopannya?????? *nunjuk ‘TBC`

    isshh…hal yg plg nenyebalkan adalah,menghadapi orang yg sma sekali tdk mengindahkan perhatian,kekhawatiran dan peringatan orang lain,apalgi semua demi kebaikannya sendiri..

    cinta itu buta?? oke ada benarnya,tpkan org yg jatuh cinta itu sma sekali tdk buta! *plototinsungmin*

    Aishh…sah jg akhirnya sungmin dituduh sebagai org ketiga diantara haehyuk…ckckck….Sungmin babo.

    aigooo…magnae kesayanganku yg malang,disaat sdh menyadari dan mengakui prasaan sbnarnya pd sungmin mlh mendapati kenyataan klu si kelinci itu blm bsa berpaling dr donghae…

    sabar ya magnae,berpaling dr org yg msh hidup itu lbh sulit drpd berplg dr org yg udh gkd.sm seperti mu magnae,sungmin butuh waktu dan proses untuk menyadari perasaannya terhadap qmu…*eaaaaaaa……sinetron*

    kupikir sungmin hrusnya sadar,meskipun dia haus ciuman donghae *??* tp setiap dia bersm siikan,pikirannya pasti tertuju pd kyuhyun,dan itu artinya dia ada prasaan sm kyuhyun,cma msh bimbang ragu dan gundah gulana….

    aku pdmu MAGNAE!!!!!!>\\<

    SEKIAN….*gelindingan*

  8. (╥﹏╥) jiyoo~~ bisa banget bikin orang sedih😦
    Maaf nih yang chap kmrn2 ga komen-_- aku baru aja baca soalnya jdai sekalian komen disini gitu.-.
    Sungmin jahat😦
    (づ╥﹏╥)づ
    Ditunggu next chap ya😉 you’re my favorite author!

  9. itu…………………. ada apa sbnerna ama kyuhyun????? kyuhyunnya mati gtu?? ya alloh kga boleh!!! kga bisa d biarin ini…. huweee… bacana aku nangis .! smpah nyeri hate!
    itu s sungmin kurang ajar!!! hadeuhhhh smpah ni ksel ma sdih brcmpur jd satu.. emosi daku., ngeliat s sungmin yg kya gtu. haduh ya alloh ni asli kesel..
    sungmin!!!!! cpet sadar loe sadar sadar!!! ya alloh sadarkan s klnci yg trsesat itu ya alloh!!!! hadeuh itu s ikan cucut mnta d tabok gtu?? atau mnta di mutilasi sekalian d buang ke citarum gtu?? aisshhh!! aku bnci bnget ma donghae.,wlwpun aslina donghae itu biasQ. tp dsni asli kesel bnci rujit ama s cucut., cpet w blik k s monyet. hadeuh emosi lg ni.
    kyuhyun!!!!!!!!!! pkokna jgn mati.., ksian bnget dah., aku bner2 ngerasain prsaan skit hatina kyuhyun, ngliat orng yg qta cntai malah kisseuan ma orng lain trs kga peduliin kita. huwweeeeee.,.,., pkokna uri kyuhyun kga boleh metong!!! kga boleh! tp itu s kyu kmbuh asma na dmna?? d lift bkn??
    itu apa yg bkal d lakuin sungmin yah?? s sungmin harus nysel senyesel nyseselna!!
    Q pnsaran ma part brkutna!! cpet lnjut yah jiyoo., updatena jgn lama2 yah!
    keep writing!!😀

  10. Kasian sama kyu dichap ini, yaampun…
    Ming cepet sadar kek dia juga suka kan ama kyu haha

    ini sampe chap brp emang? Haha

  11. aaaaaaa apa kyuhyunnya bener2 mati?????

    sungmin bener2 dibutakan oleh donge huhuhu

    thor banyakin kyuminnya dong jgn haeminnya

    ini lagi sih yesung sok ikut campur,salahin donge juga dong
    haaah jadi ikutan emosi nihh

  12. Duhh udah chap9 aja nih,,ketinggalan 2 chap nih aku
    Komennya dobel disini aja ya #banyak omong

    Huwaaaa kyu & hyuk mulai merasakan sakit hati
    Kasian sama kyu, disaat dia mo mulai hidupnya tanpa bayang masa lalu (re : chengmin) eh si sungminnya malah kaya ga peduli

    Aku ngerasa disini umin egois banget karena hanya mikirin masalah perasaannya sendiri daripada perasaan hyuk tapi begitulah orang klo udah cinta sifat egois bisa dateng kapan aja

    Apa penderitaan kyuhyuk masih lanjut?
    Klo hyuk kurang banget nih, aku liat author lebih fokus di kyu

    Ga sabar nunggu next chapter

  13. wauuu
    a good one!! krna ffmu ga trlihat lg d ffn, aku nyamperin ksini. Ga nyesel aku ksini, ceritanya bkin dagdigdug😄
    Post the next soon, sist😀

  14. Aduh… Kasihan banget nasibmu Kyu #tepuk” kepala kyuhyun,
    haissh…. Geregetan banget sma Sungmin, , ,
    lanjut ~~🙂

  15. huwaaa itu si Magnae kenapaaaaaaa?
    meninggal kah? tp gamungkin, klo peran utama meninggal mana mungkin ff ini dilanjut wkwkwk :p

    semoga aja si Kyu gapapa.

    ohyaa itu yg jatohin tabung oksigen siapa? Chengmin kah? *hantu dong ya -_-

    ih aku gabisa bayangin yg adegan HaeMin >_< garelaaa Min ama yg laen hahaha

    ayooo dilanjutt~~~~ heheehehe

  16. Omoo~ itu kata-kata trakhirnya suara dri DVD ato dri ponsel Ming? aku gak ngerti #plakk

    tapi, tapi HUWEEEEE TT^TT
    Hurtnya dapet, pendeskripsiannya detail bnget, sukses bkin aku terhanyut(?)

    next chap d.tunggu secepatnyaaa~ xD

  17. Yesung nya keren. Dia th aja. Nih fic bnrn menguras emosi ya. Biasanya sebel ma cameo nya, klo di sini sebel ma main cast nya. Sungmin yg kyk gt kok disukai bnyk orng sih. Kyu ga usah suka ma Sungmin. Biar aja dia sndr n merenungi kesalahannya.

    Salam,

    Elle

  18. Aah Kyuhyun kenapa tuh?
    ish! sungmin ga peka deh! yesung mana yesung?! yesung harus turun tangan nih sama hub haemin -o-
    malang sekali kamu kyuu *puk puk kyuhyun*

  19. annyeong jiyoo-ya~
    yesung oppa pengen jadi pahlawan ya? udah dibilang nggak pantes juga, ngeyel amat tu orang *ditarik oppa ke kamar* hehe
    kamu demen bgt nyiksa kyu ya? kasian itu udah mau meninggal. ming gitu bgt ya. apa nggak kasian sama kyu? bikin ming nyesel dong.
    ditunggu chapter 10nya. fighting ^^

  20. aigoo,qu nyesek banget bacanya…apalagi pas kyu yg bertemu dgn chengmin…duh jangan sampe kyu kenapa”…qu bener” ga tega…
    jiyoo,,cukuplah buat kyu menderita di ff ini..qu sampe bener” nyesek..
    lanjut jiyoo,,cepet update,lagi seru banget nih…hehehe

  21. Huaaaaaaa jiyooooooo kenapa si setan makin menderita huhh???
    Huaaaaaa ming jebal~ jangat jahat sm suami sendiri ming!! Huaaaaa T….T

  22. huwaaaa….
    Tissue mana tissue!!!
    Chapter ini bikin nyesekk, aku butuh tabung oksigen seperti kyuu..
    Hikss..

    Aigo!! Kyunnie..
    Ming… Kyunnie!!!
    Huwaaaa… Nangiss!!!

  23. Hmm sepertinya yeye merencanakan sesuatu ya?
    Atau emang bener2 pengen jatuhin umin? *gaya sok detektive* xD

    Wah adegan terakhir itu bikin tegang deh.
    Saya agak kesel sama karakter umin di sini,soalnya kesannya dia jadi jahat dan mungkin genit #ups -tapi gak apa2 biar ada variasi dari karakter umin yg biasanya baik2 terus.

    Eh kyu udah di surga beneran? Mati donk #plak
    Bener2 nelangsa nasib kyu di ff ini u,u

    Ditunggu chap selanjutnya^^

  24. ;AAAA; Ini kenapa partnya nanggung bangett?? Aku uda sistem kebut bacanya gegara ketinggalan beberapa partnya.

    Ya Tuhan. Demi apa itu kyu menderita banget! Serius itu ga ada yg nolong dia? Please.. Buat ming sadar kalo kyu ada buat dia dan kyu jg butuh dia T____T

  25. perkataan yesung dabek bgt, kaya polisi yg lagi mengintrogasi maling”. kyu bisa ngelupain chengmin, karna ada sungmin. nah loh, itu kyu mati eon?? andwaeeee!!! T__T

  26. Satu kata: Nyesekk…
    Aku ikut merasakan sakitnya kyu pas Liat Ming kisseu ma Hae,,, perih banged…

    Ming tega (˘̩̩̩_________________˘̩̩̩) …
    Kyu ƍäª matikan ???
    Entah knpa aku jadi ngarep Chengmin idup Lagi, abis Ming ƍäª bisa jaga Kyu sieh..

    ƔŌōŎŏsΗ ditunggu Next chap…

  27. huweee

    mewek abis deh ni,,

    ming kejem,,
    kyu bnrn mo mati noh,,
    dia malah kisseu ma jagiya aku dan hyukkie..
    hiksss
    nyeseeeek

    eon telat mulu bacanya..
    saeng update kapan aja sih?
    eon g mw telat lg..

  28. waduh semoga kyu selamat,,,semoga juga chengmin merelakan kyu untuk berbahagia dengan sungmin gmanapun juga dunia mereka kan sudah berbeda..kasian kyu sabar yah cinta itu butuh pengorbanan..

  29. OMO!!! Apa yg terjadi sm kyuhyun??!! Semoga dia ga beneran diajak k surga sm chengmin..😦
    Chingu kpn sungmin akan membalas perasaannya kyu? Sedih liat kyu kesakitan krna sakitnya n patah hati…
    Dibikin Happy ending ya chingu, jeballl….

  30. depp sooo sad… aaah sedih bgtttt liat kyu kyk gitu T_T
    ku kira haemin bakal brtindak jauh syukur de engga x)
    kyu udh sadar perasaan nya, ming kpn nih ( ^)o(^ )
    lets read next chap ^^

  31. hadeh ribet ini urusannya, tp setidaknya kyu udh sadar sma perasaannya sndri, tinggal nunggu umin dah nih,
    cho kyuhyun fighting

  32. Eonnie q kasihan bgt ma kyuhyun sebegitu sakitnya dia karna cinta u,u Eonnie percaya/ gk q nangis baca sesi kyuhyun ,,,, ahhhh tuh sungmin bener” aaahhh susah dah sebel bgt deh >///>>

  33. Miaaaaan baru baca sekarang T^T baru selesai mos soal nya mwehehe

    rada nyesek pas kyu ngeliat ming kisseu sama hae u,u
    itu kyu nya mimpi apa gimana ya?:o aku mau baca part selanjutnya dulu hehehe~

  34. jiyoo aku baca ff’mu yang ini makin lama makin nyesek deh
    kyu kasian di saat kyu mulai belajar melupakan chengmin’y eh ming malah makin gak bisa lepas dari hae bahkan yesung sudah memperingatkan ming tapi ming tetep bersikeras gak mau ninggalin hae.
    ntu kyu gak apa-apa kan? mtu kyu mimpi ato apa jiyoo?

  35. hai lagi eon~ komen kilat nih ga sampe sejam bisa komen 3 chap wkwk. yaaah disini poor kyu.. pdhl kmrn min.. kyu tenang aja! bertahan! aku pasti ada untukmuuu. plak #ditampar sungmin-_-

  36. kasian sama uri kyuniie~ gara haeppa umin jadi lupa sama kyunie~ *poppo kyunnie*

    buat umin sadar akan cintanya kyunie~ kasian kyunie~ tersiksaa~

    ditunggu chap selanjutnya~

  37. Sial… Aku hampir mewek baca chap ini..
    Ayo saeng tanggung jawab!!
    Huhu:'(
    Kyu mati ato cuma dimimpiin chengmin sih?! Aishh penasaran..
    Lanjut baca chap selanjutnyaaaa.

  38. huwaa ini nyesek bgt thor.
    Bener2 nyesek.
    Semuanya posisinya gak ada yg enak.
    Satu sama lain ada bener, ada salah.
    Semua bisa jadi jahat, bisa jadi korban juga.
    Lanjuut

  39. minnie bener” tega ama kyu dia melupakan semu janjinya dgan mdah😥
    kyu jgan mati donk plis
    ceritanya bener” bkin air mata menetes dgan sendirinya

  40. kyaaaaa… chap ini kmbali mmbuat aliran bening mengalir d pipi ku😥 ,,
    kyunniee,, bertahanlah😥 ,, kau hrus kuat ,,
    kyu gak meninggalkan?? dia hnya semcam pingsan ato koma doank kan?? kyu pasti bangun kan😦 ,,

    lanjut bca yahh🙂 ,,

  41. Miiing kyu sekarat tauu!!!
    Malah mau eNSi an sama ikan mokpo ppabo itu!!
    Aaarrrggghhhh!!! Pengen rantai aja tuu si ikan mokpo…
    Ming.. Sadar!! Sadar!!
    Stuju sama bang encung #toss

  42. mwo ??? kyuhyun pingsan?
    trus yg dia lihat cheng min cheng min itu siapa?
    ya sungmin oppa !! cepat putusin donghae ==

  43. Kyu knpa?????
    Ga knpa2 kan????smoga baik2 aja, ga rela kalo kyu harus meninggal T_T
    Itu chengmin cuma halusinasi doang kan????

    Knpa sih setiap sungmin sama donghae pasti kyu d’lupain deh -_-

    Makin penasaran nihhhhhh
    Lanjut baca deh

  44. Ya ampuuuuun nekat amat kyu,, mau mati tah???

    Ming psti trtekan slalu di gituin…
    Sabar ming,, abis ming susah sie buat sadar akan prsaan ming.

  45. huaaaaa
    aku ga suka kyu dilupain hanya krn donghae
    aku ga relaaaaaa

    nyesek bgt rasanya kl kyu berujung dgn pingsan terus

  46. kyuhyun knpa yoo….???
    haemin td cuma ciuman aj kan…???
    ga lain” kan…????
    aigoo…aigoo..
    ff ini bkin nyesek deh beneran yeorobun..

  47. Itu Kyuhyun beneran sudah meninggal jadi bisa ketemu dengan Chengmin? Apa tidak ada yang tolong Kyuhyun yang jatuh di lobi apartemennya Sungmin?😦

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s