I Want To Feel How To Love Squel | KyuMin | One Shoot | GS | T+ | Romance |

I want to Feel How to Love

 

Genre : Romance , Drama

 

Rate : T+

 

Pairing : KyuMin

 

Part : ONE SHOOT

 

Warning : Genderswitch , Miss Typo

 

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

 

Summary : Kala diri mereka masih terlalu hijau untuk mengenal suatu hubungan, maka dengan begitu mudah kedekatan itu mereka jalani. Tetapi, kala salah satu dari mereka mengerti suatu makna dari ‘perasaan’, saat itulah kedekatan mereka terasa lebih berbeda. Dan pada akhirnya, keegoisanlah yang bertindak.

 

Music : Visual Dream by SNSD

 

Tidak bisa dipercaya ..

Sosok perempuan itu diam membatu di depan lokernya sendiri, mata kelincinya melotot menatap pintu berwarna cokelat itu. Dengan gerakan pelan perempuan itu kembali menarik knop pintu loker ke belakang, mengintip ruangan kecil yang tertutupi oleh pintu kecil tersebut.

MATI KAU, LEE SUNGMIN!

“Oo—omo,” bisik Sungmin dengan suara bergetar ketika lensa matanya mendapati sehelai kertas tertempel di dinding lokernya. Bagaimana tidak kaget, tulisan seperti itu tertulis dengan tinta semerah darah di atas kertas jimat. Apalagi sang peneror meninggalkan sebuah boneka kelinci yang telah ‘mati’ di pojok lokernya, tergeletak tak berdaya dengan leher yang hampir terputus.

Beberapa siswa yang berdidi tak jauh dari sana hanya terkekeh kecil sembari melempar tatapan sinis. Melihat Sungmin yang lagi-lagi hanya bisa berdiri seperti patung di depan lokernya sendiri menjadi pemandangan paling dinanti selama seminggu terakhir ini. Teror yang para SparKyu dan Siwonest layangkan kepada Sungmin cukup membuat perempuan itu merasa terhantui.

Jagiyaa ..”

Suara bass seorang lelaki sukses membuat Sungmin reflek membanting pintu loker malang tersebut kemudian berbalik. Wajahnya mendadak bersemu ketika bibir mereka bertemu selama satu detik. Dua lengan kokoh itu mendadak mengunci dan menghimpit tubuh Sungmin. Lihat wajah lelaki itu, terlihat begitu mesum dengan segala pemikirannya.

Pandangan sinis; penuh amarah dari para SparKyu kembali menghujam Sungmin, membuat perempuan itu beringsut di kungkungan Kyuhyun. “Apa yang kau lakukan?” tanyanya dengan suara lirih yang hampir menyamai sebuah bisikan lembut.

“Hanya menyapa kekasihku,” jawab Kyuhyun pelan; dengan nada suara yang begitu sexy.

“Aish, berhenti seperti ini, Kyu,” protes Sungmin seraya mendorong dada jantang sang kekasih. “Kau itu Ketua Kedisiplinan Waktu! Tetapi kenapa perilakumu seperti ini?” ucapnya. Tatapan perempuan itu kini mengedar; berharap tidak akan ada satu orang pun yang akan ‘salah paham’ dengan hubungan mereka.

Jagiya, tidak ada yang melarang tentang hal itu,” jemari Kyuhyun menyentil pelan hidung mancung Sungmin. “Apa ada yang noona sembunyikan?” tanya Kyuhyun menyelidik. Jujur saja ia sedikit menaruh curiga setelah mendapati wajah pucat pasi Sungmin.

“Tidak,” akhirnya Sungmin berhasil mendorong dada Kyuhyun, membuat lelaki itu harus melangkah mundur. Sungmin mulai menyeret langkah kakinya menjauh dari ruang loker tanpa melirikkan bola matanya ke arah samping; perempuan itu menghindari tatapan tajam yang tertuju kepadanya.

“Aku tahu noona menyembunyikan sesuatu,” ucap Kyuhyun. Lelaki itu tampak mencoba mengekor langkah kaki sang kekasih, kemudian mulai melingkarkan lengannya di pinggul Sungmin. Tiba-tiba dahi lelaki itu mengeryit ketika langkah kaki Sungmin berbelok ke arah kanan; itu berarti Sungmin tak akan kembali ke kelas. “Noona akan pergi kemana?”

“Perpustakaan,” jawab Sungmin singkat.

Mendadak Kyuhyun menghentikan langkahnya, telapak tangannya yang hangat mencengkeram kuat lengan Sungmin. “Untuk apa?”

“Cho Kyuhyun, kau lupa aku akan menghadapi ujian?” mata kelinci Sungmin menatap Kyuhyun dengan pandangan tidak suka.

“Semenjak si kuda itu ada di sana, noona selalu rutin pergi ke perpustakaan,” ucap Kyuhyun seraya mengayunkan kaki jenjangnya; menendang angin.

“Lagi-lagi kau mudah sekali cemburu,” sahut Sungmin. Kini perempuan itu telah memasuki area perpustakaan; diikuti oleh langkah kaki Kyuhyun yang ada di belakangnya. “Berhentilah bersikap kekanak-kanakan ..,” ucapnya seraya berjalan ke arah rak-rak buku biologi.

Noona, kau itu kekasihku,” ucap Kyuhyun dengan nada cukup lirih.

Ara,” Sungmin mulai mengambil buku-buku biologi yang ia butuhkan, menenteng buku-buku tersebut di salah satu lengannya. “Tapi bisakah kau berhenti bersikap berlebihan seperti itu, Cho Kyuhyun?”

Setelah mengatakan maksud hatinya, perempuan itu berjalan menjauh dari Kyuhyun; meninggalkan sosok seorang lelaki bertubuh jangkung tersebut. Mata Kyuhyun membidik sosok sang kekasih yang tengah duduk di bangku pojok; binar matanya mulai meredup manakala lensa matanya menatap sosok Siwon dan Kibum yang duduk tak jauh dari Sungmin. Kyuhyun tahu, sudut mata Siwon melirik ke arah Sungmin; mencoba mencuri pandang wajah sang kekasih.

Ia merasa, semakin hari perempuan itu berusaha menjauhinya jika ia telah mengumbar kemesraan. Apalagi jika ia telah menggoda Sungmin. Kyuhyun mengeram kecil, lelaki itu pun melangkah menuju keluar ruangan perpustakaan. Percuma menggoda Sungmin, perempuan itu akan tetap mengacuhkannya.

“Kyuhyun!” seru seorang wanita dari ujung koridor. Seketika itu pula tubuh kurus Kyuhyun berbalik, matanya sedikit menyipit kala mendapati sosok seorang perempuan cantik yang berjalan ke arahnya. “Kau sendiri? Di mana Sungmin sunbae?” Victoria melemparkan pertanyaan ketika ia mendapati sosok Kyuhyun yang berjalan seorang diri di lorong kelas. Biasanya, pasangan KyuMin itu sering jalan berdua.

“Mana kutahu!” jawab Kyuhyun ketus; bersikap seolah tak mau tahu tentang wanita bernama Lee Sungmin.

“Hei, ada apa denganmu?” bahu Victoria menyenggol lengan Kyuhyun.

Kyuhyun menghela nafas panjang, “Aku rasa Sungmin noona sudah bosan denganku,” ucap Kyuhyun dengan suara yang terdengar lebih rendah dari sebelumnya.

Alis Victoria mengkerut, merasa begitu aneh dengan perkataan yang Kyuhyun ucapkan. “Apa? Kenapa kau bisa mengatakan hal seperti itu?”

“Dia menjauhiku,” Kyuhyun menenggelamkan kedua telapak tangannya di kedua saku celana; pandangan matanya mengedar menatap ke segala penjuru koridor.

“Bodoh sekali, ah!” Victoria meninju lengan Kyuhyun dengan gerakan pelan. Wanita itu begiu tak percaya dengan ucapan Kyuhyun.

“Aku tidak bercanda!” lelaki itu mulai membidik wajah Victoria dengan pandangan setajam yang ia mampu. Jujur saja ia tersinggung dengan respon yang diberikan oleh Victoria. Perempuan itu terkesan  mengolok fakta yang kini tengah menyiksanya. Ia kira, dengan menceritakan masalahnya kepada Victoria maka semua akan terasa lebih baik; mengingat Victoria adalah sosok yang cukup dewasa.

“Baik, baik .. Maafkan aku,” sahut Victoria; perempuan itu kini mencoba untuk mengerti perasaan adik kelasnya. “Ah, matda!” tiba-tiba perempuan itu menepuk kedua telapak tangannya; menciptakan bunyi ‘plok’ yang sangat keras. “Kau sudah tahu siapa itu SparKyu, bukan?”

“Tentu,” mendengar nama SparKyu disebut membuat jiwa narsis lelaki bermarga Cho itu kembali muncul dan siap untuk berkobar. Lelaki itu menarik tangan kanannya dari saku celana; menggerakkannya untuk merapikan tata rambutnya. “Kumpulan fansku, ‘kan?”

“Betul sekali!” sahut Victoria dengan suara penuh semangat. “Aku yakin mereka mulai menganggu Sungmin sunbae ..”

Kini dahi Kyuhyun mengkerut karena heran. “Ya, mereka bukan antifansku!”

“Karena itu, Cho Kyuhyun!” Victoria kembali menatap Kyuhyun dengan tatapan tajam. “Kau tidak pernah mendengar istilah ‘bashing’, yah?” kedua mata Victoria menyipit.

Kepala Kyuhyun menggeleng untuk memberi jawaban, dan tentu itu membuat Victoria menggeleng-gelengkan kepala. Perempuan itu berdecak pelan ketika melihat wajah sok polos Kyuhyun, rasanya ingin sekali ia menampar wajah sok polos itu.

“Setidaknya, kau harus memberi ultimatum kepada para fansmu!”

“Ultimatum?” Kyuhyun mengulang istilah aneh yang terucap dari kedua belah bibir Victoria. “Mereka selalu menguntitku, bukan? Aku yakin mereka tahu aku dan Sungmin noona berpacaran!”

“Ya Tuhan, kenapa kau bisa begitu bodoh?” ejekan Victoria terlontar dengan nada tegas. “Karena itu, kalau kau tak mengeluarkan ultimatum, para fansmu akan terus mengecam dan meneror Sungmin sunbae!

Pikiran Kyuhyun melayang, menerka-nerka ucapan yang menembus gendang telinganya. “Jj—jelaskan kepadaku, noona ..,” pintanya. Sosok cassanova baru itu terlihat begitu kebingungan dengan topik yang Victoria bicarakan kali ini. Wajar, Kyuhyun tak pernah menjadi cassanova dan memiliki banyak fans sebelumnya.

“Apa jangan-jangan Sungmin sunbae telah mendapat teror dari fansmu?” perempuan berwajah cantik itu menatap horor ke wajah Kyuhyun. “Dan kau tidak tahu?”

Tiba-tiba suara bel tanda pelajaran baru akan segera dimulai menginterupsi percakapan serius yang terjadi di antara mereka. Kyuhyun yang terbawa oleh suasana seketika itu juga tersentak kaget. Mendadak ia menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri; mencoba mengembalikan pikiran positif ke otaknya.

“Aku harus pergi!” telapak tangan Victoria menepuk pelan bahu Kyuhyun, sedetik setelah itu ia melangkah menjauh. “Pikirkan baik-baik perkataanku!”

OoOoO

Drrt .., drrt ..

Getaran ponsel yang bersembunyi di balik kantong jas seragam Sungmin sukses membuat perhatian perempuan itu teralih. Seketika itu pula perempuan berambus lurus itu menghela nafas panjang, dengan gerakan enggan ia mulai meraih ponselnya dan menekan tombol ‘open’ tepat di bawah gambar surat putih.

| From : 010-2801-XXXX

BERHENTI MENGGODA URI KYUHYUN! |

Lagi-lagi SparKyu yang kurang kerjaan. Batin Sungmin, perempuan itu kembali melesakkan ponsel android miliknya ke saku; tanpa mencoba peduli dengan pesan berisi ancaman yang baru ia terima. Semenjak perempuan itu menjalin hubungan yang lebih dari sekedar kakak-adik dengan Kyuhyun, pesan singkat berisi ancaman dan cemooh sering sekali mampir ke nomor ponselnya. Tidak hanya teror lewat pesan singkat, teror lewat panggilan misterius—lewat telpon—dan penjajahan loker pun sering ia dapat. Karena hal itu, akhirnya Sungmin memutuskan untuk sedikit menjaga jarak ketika di sekolah. Jika telah di rumah, perempuan itu tak akan melontarkan protes dengan kedekatan mereka.

Dan jujur saja ia merasa terganggu dengan sikap SparKyu.

Drrt .., drrt ..

Getaran ponselnya kembali membuyarkan konsentrasi Sungmin, dengan gerakan malas perempuan itu kembali merogoh saku seragamnya.

| From : 010-2801-XXXX

JANGAN REMEHKAN KAMI! |

Sungmin memutar bola matanya dengan gerakan malas, sedetik kemudian perempuan itu mulai mengetik sesuatu di atas layar ponselnya.

| To : 010-2801-XXXX

Lalu, apa mau kalian? |

Send. Sungmin harus menunggu beberapa menit untuk mendapat balasan dari mereka. Kesabaran yang selama ini dipendamnya mendadak hilang, membuat perempuan itu meladeni pesan sampah tersebut.

Drrt .., drrt ..

| From : 010-2801-XXXX

DATANG SAJA KE ATAP SEKOLAH PUKUL LIMA NANTI! TAPI KAU HARUS INGAT, JANGAN BAWA-BAWA URI KYUHYUN! |

Sungmin kembali mengetik beberapa kata untuk balasan darinya; membiarkan jemarinya menari-nari di atas layar touchscreen tersebut untuk beberapa detik.

| To : 010-2801-XXXX

Baik. Kuturuti. |

Tuk! Gumpalan kertas yang dilempar dengan sengaja sukses menghantam sisi kanan kepala Sungmin; membuatnya reflek menolehkan kepalanya ke kiri. Dengan gerakan enggan perempuan itu meraih gumpalan kertas tersebut, kemudian membacanya.

Berhenti mengirim pesan dengan kekasihmu atau aku akan mengadu kepada Park ssaem!

Alis Sungmin mengeryit, sedetik setelah itu ia mengedarkan pandangannya; menatap ke samping. Seketika itu pula pandangan matanya disambut oleh tatapan dari Siwon. Lelaki itu melempar sebuah senyuman tulus; dan pandangan yang sama seperti dulu. Sungmin tersenyum getir ketika menerimanya, sepertinya Siwon masih mengharapkannya.

Sungmin kembali memfokuskan pandangannya ke depan, berusaha memutus kontak mata mereka. Ia bisa mati karena dihantui rasa bersalah kepada Siwon jika terus seperti ini. Ia pikir Siwon telah berhasil menghapus bayangan dirinya saat ia melihat kedekatan Siwon dan Kibum ketika di perpustakaan tadi. Tetapi, setelah ia kembali bertatap dengan Siwon beberapa detik yang lalu, Sungmin sadar semua belum berubah.

OoOoO

Kyuhyun terlihat sibuk sendiri dengan catatan pelajarannya. Sebenarnya, lelaki itu tak begitu memperhatikan penjelasan dari Jung seonsaengnim. Bahkan, ia tak mencatat secuil pelajaran yang Jung seonsaeng berikan walau ia terlihat tengah menulis sesuatu di lembar buku catatannya. Lelaki itu tengah dilanda oleh kegalauan yang luar biasa. Entah mengapa, ucapan yang Victoria lontarkan kembali memenuhi pikirannya. Jika Victoria telah berkata tentang hal yang seperti itu, pasti akan seperti ini; berujung ke kefrustasian yang berlebihan.

Pensil yang Kyuhyun pegang kembali menggoreskan suatu kata di sana, lalu dengan segenap perasaan lelaki itu mulai mengarsir tulisannya dengan hati-hati. Bibir Kyuhyun mengerucut, Sungmin benar-benar berhasil menjajah pikirannya. Kyuhyun mulai menyandarkan punggungnya yang lelah di permukaan punggung kursi, kemudian tangannya merogoh saku celananya.

Ponsel, lelaki itu mengambil ponselnya sendiri. Suara ‘pik-pik’ dari nada tombol ponsel Kyuhyun terdengar lirih, terkalahkan oleh suara dengungan teman-temannya yang tengah serius memperhatikan penjelasan penting tentang sejarah Korea.

| To : Minimi Jagi

Setelah pulang sekolah, ayo pergi ke kedai ice cream? |

Kyuhyun menekan tombol send, kemudian jemari lelaki itu memutar-mutar ponselnya dengan gerakan lincah. Tak lama, bunyi ‘ting’ lembut terdengar; tanda pesan masuk.

| From : Minimin Jagi

Kau tidak perlu menungguku hingga pelajaran tambahan selesai. Kau bisa pulang terlebih dahulu. |

Bibir Kyuhyun semakin mengerucut, jemari lelaki itu kembali mengetik jawaban untuk kekasihnya.

| To : Minimin Jagi

Ada apa? Aku akan menunggumu seperti biasa. |

Send. Kyuhyun memalingkan pandangannya, menatap lapangan sekolah dari tempat duduknya yang berada tepat di samping cendela. Pikiran lelaki itu melayang, menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi kepada Sungmin. Apa perempuan itu benar-benar mengalami teror seperti yang Victoria katakan?

Drrt .., drrt ..

|From : Minimin Jagi

Hari ini ada tambahan khusus, jadi aku akan pulang terlambat. |

Kyuhyun mendengus, dengan gerakan yang tidak sabaran lelaki itu kembali mengetik pesan jawaban.

| From : Minimin Jagi

Tidak apa. Aku akan menunggumu, jagi .. |

Send. Decakan pelan terdengar, lelaki itu pun kini melirik ke arah Jung seonsaengnim yang tengah menatapnya dengan pandangan mengintimidasi. Kyuhyun menarik salah satu ujung bibirnya, menatap sang guru dengan evil eyes semenyeramkan mungkin. Lihat, lelaki itu memberi pandangan yang seolah-olah berarti, ‘Mengapa menatapku dengan pandangan seperti itu? Aku sudah tahu tentang materimu!’

Tiba-tiba Jung seonsaengnim berdehem kikuk sekaligus mengalihkan pandangannya. Kyuhyun tersenyum penuh arti, itu berarti dia menang.

Drrt .., drrt ..

| From : Minimin Jagi

Tidak perlu. Kenapa kau memaksa sekali? Pulanglah dulu, arasseo? |

Sungguh, pesan terakhir yang Sungmin kirim untuknya membuat Kyuhyun mendengus sebal. Dengan cepat lelaki itu mengetik kata ‘ARASSEO’ lalu mengirimkannya. Cukup, ia tak ingin berkirim pesan dengan Sungmin. Perempuan itu sukses membuat moodnya menjadi semakin buruk.

OoOoO

Bel pelajaran tambahan untuk senior baru saja berdentang, itu berarti waktunya pulang. Sungmin yang telah memiliki ‘sebuah janji’ kini mulai merapikan bukunya. Hei, wajah imutnya mendadak pucat pasi. Bagaimanapun juga, ia tak tahu apa yang akan terjadi nantinya. Apa ia akan pulang dengan bekas tamparan atau malah dengan mental yang down?

Tidak, tidak .. Untuk apa kau takut, Lee Sungmin?

Batinnya berucap untuk menyemangati dirinya sendiri. Mata kelinci itu mengerjap selama beberapa kali. Saking fokusnya perempuan itu dengan pikiran yang mengaduk otaknya, ia sama sekali tak menyadari sepasang mata membidik siluet tubuhnya.

“Sungmin, kau baik-baik saja?” suara seorang pria yang terdengar lembut membuat perempuan itu tersentak kaget. Dengan gerakan tergagap Sungmin berusaha kembali merapikan buku-bukunya.

“Tt—tentu, Siwon-ah,” jawab Sungmin tergagap.

“Wajahmu pucat,” dua jemari Siwon menyentuh permukaan pipi Sungmin; membuat pipi yeoja mungil itu merona seketika.

Hening, mendadak atmosfir ruangan kelas ini begitu hening. Hanya ada suara AC ruangan yang terdengar, setelah itu hembusan nafas keduanya yang bersahut-sahutan. Tatapan mata mereka yang terjalin dengan segenap perasaan mewakili pikiran mereka; entah itu gugup, kagum, atau yang lainnya.

“Ss—Siwon-ah,” tiba-tiba tangan Sungmin menggenggam erat telapak tangan Siwon, membuat gerakan jemari itu terhenti. Tatapan mata sayu yang Siwon lempar untuk Sungmin membuat perempuan itu harus mengumpulkan segenap hatinya untuk berkata. “Jj—jangan seperti ini ..,” ucapnya dengan nada yang cukup lirih.

Waeyo?” balas Siwon dengan suara yang tak kalah lirih.

“Jika Kyuhyun melihatnya, dia akan marah ..,” jawab Sungmin seraya merundukkan wajahnya. Sudut mata perempuan itu melirik ke ambang pintu secara tak sengaja; dan ia mendapati rok seragam seorang perempuan yang menyembul di sana. Siapa lagi yang ada di sana selain Kibum? Ia yakin, perempuan itulah yang ada di sana. “Lagi pula, pandanglah Kibum. Kurasa dia lebih baik dariku,” Sungmin mulai bangkit dari duduknya kemudian membungkuk memberi salam. “Aku harus pergi, annyeong ..”

Untuk yang kesekian kalinya Sungmin menolak Siwon; membuat lelaki itu semakin patah hati. Lagi-lagi Siwon harus menyadari fakta bahwa ialah lelaki yang telah ‘dibuang’ oleh Sungmin. Tetapi, itulah yang harus Sungmin lakukan. Jika tidak seperti itu, maka akan banyak pihak yang dirugikan; dirinya sendiri, Kyuhyun, dan Kibum.

Ah, kenapa aku harus memikirkan hal ini lagi? Sungmin mengedarkan pandangannya, mencoba menenangkan pikirannya. Langkah kaki perempuan itu terseret hingga ke lantai yang akan membawa tubuhnya ke atap sekolah. Sebelum perempuan itu benar-benar menjajaki deretan tangga itu, Sungmin mencoba menyematkan doa di setiap nafasnya yang berhembus.

Semoga saja tidak ada yang terjadi.

OoOoO

“Menyebalkan sekali!” lelaki itu berteriak sembari membanting tas sekolahnya sendiri di hamparan rumput taman sekolah. Emosi yang tersulut karena adegan yang baru ia lihat membuatnya begitu marah. Wajah evilnya menyuratkan kemarahan yang siap berkobar; menyambar siapapun yang membuatnya semakin bertambah kesal.

“Kau menyuruhku pulang karena akan berduaan dengan kuda itu, hah?” Kyuhyun meninju angin yang ada di depan matanya; menumpahkan segalanya dengan melakukan gerakan semu.

Benar, lelaki itu berniat menunggu Sungmin walau ia telah mendapat larangan. Karena sifat keras kepalanya yang telah mendarah daging, akhirnya Kyuhyun menunggu Sungmin di depan pintu kelas. Tetapi, ketika ia akan memasuki ruangan kelas tersebut, dengan mata kepalanya sendiri ia melihat jemari Siwon tengah membelai permukaan pipi Sungmin. Dan saat itu pula Kyuhyun berniat meninggalkan kelas tersebut; lalu pada akhirnya berpapasan dengan Kibum.

“Sial! Kuperkosa baru tahu rasa kau, Lee Sungmin!”

Ctak!

“Akh!” sebuah jitakan penuh tenaga sukses mengenai permukaan kepala Kyuhyun; membuat lelaki itu berteriak karena mengaduh kesakitan.

“Brengsek! Siapa yang berani memukul—”

“Kenapa bicaramu frontal sekali, hah?!” sebelum Kyuhyun menyeselaikan ucapannya, perempuan yang tadinya menjitak kepala Kyuhyun berteriak.

“Bukan urusanmu, noona!” sahut Kyuhyun cuek.

“Benar, itu bukan urusanku!” ucap Victoria sinis; perempuan itu pun duduk tepat di sebelah Kyuhyun. “Kau tahu, setiap wanita akan marah jika ada seorang lelaki yang mengatakan hal kasar seperti itu ..,” Victoria mengawali pembicaraan mereka dengan topik yang cukup serius; dan mungkin suatu fakta yang Kyuhyun tak ketahui.

“Kau saja yang terlalu sensitif!”

“Jika Sungmin sunbae mendengarnya, aku yakin hubungan kalian akan langsung berakhir!”

“Apa?” presepsi yang terlontar dari mulut Victoria sukses membuat Kyuhyun menolehkan kepalanya, membidik wajah Victoria dengan pandangan penuh tanda tanya.

“Seharusnya kau membuai wanita dengan kata-kata lembut ..,” Victoria memotong ucapannya untuk menghela nafas. “Cobalah menghargai wanita sebagai seorang lelaki dewasa, Kyu!”

Noona kira aku anak kecil ..,” sungut Kyuhyun; lelaki itu kembali memandang taman sekolah yang terbentang luas di depan matanya.

“Kepribadianmu memang seperti itu,” sahut Victoria. “Kekanakan, sok tahu, keras kepala, dan juga kasar!”

Kyuhyun terdiam, ia tengah memikirkan jawaban yang akan ia lontarkan sebagai balasan. Tetapi, belum sempat ia mengutarakannya, perkataan Victoria kembali terdengar.

“Kalau kau tak berubah, bisa jadi hubungan kalian tak akan bertahan lama,” kedua mata Victoria mulai menatap Kyuhyun dengan pandangan intens. “Setelah ini, Sungmin sunbae akan lulus, ‘kan?”

Kepala Kyuhyun mengangguk.

“Apa jadinya jika Sungmin sunbae menemukan lelaki yang jauh lebih dewasa dari dirimu di kampus barunya nanti?”

“Tidak mungkin,” sangkal Kyuhyun dengan nada rendah.

“Kau tidak mau itu terjadi, bukan?” Victoria melempar sebuah pertanyaan. Dan sebelum perempuan itu mendapat jawaban dari Kyuhyun, ia kembali melanjutkan ucapannya. “Karena itu, bersikaplah lebih dewasa ..”

La la ireohke, cha ., cha charo, ah .. Sinnandago ya .., lacha lachata-ta ..

Lantunan lagu berjudul Lachata yang dinyanyikan oleh girlband F(x) itu terdengar nyaring, memutus percakapan mereka detik itu juga. Victoria yang tahu ia mendapat telpon segera merogoh tas sekolahnya, meraih ponselnya yang bersembunyi di sana dan memencet tombol hijau untuk menjawab.

Yeoboseyo?

“…”

Eonni, ada apa?” Victoria yang mengenali warna suara itu mulai bertanya.

“…”

“Aa—apa?!”

OoOoO

Kibum yang berdiri membatu di ambang pintu hanya mampu merundukkan kepala. Ucapan terakhir yang Sungmin ucapkan untuk Siwon sukses meruntuhkan harga dirinya sebagai seorang perempuan. Perempuan itu benar-benar malu, apalagi jika Siwon menganggap ucapan Sungmin serius. Ia takut jika Siwon mencetak imagenya sebagai wanita yang mengemis cinta.

“Untuk apa kau terus berdiri di situ?” suara berat Siwon sukses membuat Kibum mengangkat kepalanya. “Aku tahu kau bersembunyi di sana, Kim Kibum!”

Kibum mulai menyeret kakinya, melangkah memasuki kelas Siwon yang kosong. Mendengar bentakan dari lelaki itu membuat Kibum sedikit merasa takut. Siwon bukanlah orang yang suka membentak, karena itu nyali Kibum sukses menciut.

Siwon membidik sosok Kibum yang telah berdiri tepat di samping bangku paling depan, memberi sebuah tatapan tajam penuh amarah. “Kenapa?” tanyanya lirih. “Kenapa kau selalu saja menguntitku?”

Kibum menelan air ludahnya kelu. Tidak, sosok seorang Siwon kali ini benar-benar menakutkan. Lelaki itu tengah marah.

“Sekalipun kau menyukaiku, aku tak bisa menyukaimu!” Siwon berucap dengan nada tinggi. “Mianhae ..”

Kecewa, Kibum saat ini benar-benar kecewa. Entah mengapa bulir kesedihan miliknya tiba-tiba menetes membasahi sebelah pipinya. Tenggorokannya yang terasa perih karena menahan isakan membuat Kibum tak mampu berkata untuk membela diri.

“Kenapa kau bisa mengharapkanku?” tanya Siwon dengan nada yang cukup lunak. Lelaki itu kini tengah meremas kepalanya sendiri, mencoba mengurangi denyutan sakit yang tiba-tiba melanda kepalanya. “Aku sama seperti lelaki—”

“Lalu kenapa kau mengharapkan Sungmin?” kali ini satu pertanyaan terlontar dari mulut Kibum dengan suara parau. Nafas terengah-engah yang menjadi pengiring membuat telinga Siwon panas, perempuan itu masih berusaha menahan suara tangisannya. “Apa dia berbeda dari perempuan lain?”

“Kau tahu itu,” jawab Siwon.

“Benar,” sebersit rasa sakit kembali menghujam perasaan Kibum manakala ia mendengar apa yang menjadi jawaban Siwon. “Sungmin berbeda dari yang lain karena dia telah memiliki kekasih!”

“Kim Kibum!” Siwon mulai berteriak ketika jawaban itu terlontar.

“Apa?” Kibum berusaha menjawab bentakan Siwon. “Itu benar, bukan?”

“Kau!” Siwon mendesis, urat-urat halus kini mulai terlukis di kedua pelipisnya.

“Kau tahu, aku rasa aku lebih baik jika dibandingkan dengan dirimu!” teriak Kibum kalap. “Kau tahu, lebih baik menjadi diriku yang menyukai seseorang yang belum memiliki kekasih!” tangisan Kibum pecah ketika perempuan itu usai mengucapkan kalimatnya.

Siwon kini terdiam, ia terlarut oleh pikirannya sendiri. Ucapan Kibum yang terdengar begitu gamblang sukses membuatnya tak mampu lagi bertindak kecuali berpikir. Entah mengapa ia mulai merasa aneh jika mengingat semua perasaannya; seolah-olah ia benar-benar kalah dengan presepsi yang seperti itu.

“Baiklah,” isakan Kibum kini teredam, tergantikan oleh nada suaranya yang sedikit terdengar lebih baik dari sebelumnya. Perempuan itu terlihat mengusap air matanya sendiri, kemudian menatap Siwon dengan kedua matanya yang merah. “Kau merasa terganggu olehku? Baik, aku akan menjauh darimu!” ucap Kibum kemudian melangkah pergi. Cukup, ia sudah sangat tersakiti oleh sikap Siwon. Apalagi lelaki itu telah dua kali menolaknya. Ia tak akan mau terlarut dalam urusan perasaannya ini.

“Lee Sungmin, atas dasar apa kau mengatakan hal seperti itu?” desis Kibum seraya mengedarkan pandangannya. Perempuan itu berusaha mencari sosok Sungmin, ia ingin memberi pelajaran kepada perempuan itu sekali lagi. Setelah itu Kibum akan benar-benar melupakan sosok seorang Choi Siwon.

Tanpa disengaja Kibum menangkap siluet tubuh Sungmin yang menghilang di balik pintu tangga yang menghubungkan lantai ini dengan atap sekolah. Kibum menggeram, gejolak amarah yang menggumpal di dadanya membuat perempuan itu mulai melangkahkan kakinya untuk mengekor langkah Sungmin. Tetapi, lebih baik ia menguntit Sungmin terlebih dahulu, bisa gawat jika Sungmin membuat janji dengan Kyuhyun di sana.

Kibum berusaha meredam suara sol sepatunya. Perempuan itu mulai membuka pintu tangga, mengintip sosok Sungmin dari celah kecil. Ah, ternyata perempuan itu telah berada di atap sekolah. Dengan gerakan yang mengendap-endap perempuan itu mulai menapaki setiap anak tangga; berjingkit-jingkit agar tak membuahkan suara sekecilpun.

Kibum patut menghela nafas saat ia telah sampai di ujung tangga, perempuan itu menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya yang dingin dan mulai memutar knop. Semoga saja Kyuhyun tidak ada di sana.

Ya, Lee Sungmin! Beraninya kau berbicara seperti itu?” tampak seorang perempuan yang memiliki postur badan tinggi menjorokkan tubuh mungil Sungmin, membuat Sungmin hampir terjungkal ke belakang.

Kedua mata Kibum yang mengintip dari celah pintu membulat karena kaget. Bagaimana ia tak kaget jika ia melihat seorang Lee Sungmin tengah dikerubungi oleh yeoja-yeoja berandal di sana? Dengan gerakan sehalus mungkin Kibum kembali menutup pintu tersebut. Tangannya yang bergetar mulai merogoh saku jas seragamnya, mencari ponselnya untuk menghubungi seseorang.

Bunyi tut-tut-tut yang terdengar membuat perempuan itu semakin gelisah. Debar jantungnya yang berdebar jauh dari batas normal membuat perempuan itu semakin tak sabaran. Keringat dingin sukses meluncur di atas dahi yeoja cantik tersebut; menandakan bahwa perempuan itu benar-benar merasa takut.

“Yeoboseyo?”

“Victoria Kim, tolong aku!” ucap Kibum dengan suara bergetar.

“Eonni, ada apa?”

“Sepertinya Sungmin akan dikeroyok oleh yeoja berandalan di atap sekolah! Cepat kemari dan—kya!!”

OoOoO

“Kyu, tunggu!” sosok perempuan itu terlihat tergopoh-gopoh dalam mengejar sosok lelaki yang berlari di depannya. Setelah ia memberitahu Kyuhyun tentang telpon yang baru ia terima, lelaki itu langsung saja bangkit dan berlari tanpa aba-aba. Victoria yang juga dilanda rasa takut kini hanya mampu mengejar Kyuhyun. Perempuan itu tak sanggup untuk mencari orang lain mengingat ia mendengar teriakan sang eonni yang mengakhiri telpon mereka. “Kyu!”

Bruk!

“Akh, maaf!” secepat kilat Kibum merundukkan badan dan berniat kembali mengejar sosok Kyuhyun.

“Victoria Kim?” lelaki yang tak sengaja Victoria tabrak tadi memanggil namanya, membuat Victoria menghentikan langkah kakinya dan menoleh.

“Siwon sunbae!” Victoria berjalan menghampiri Siwon. “Kau harus menolong eonniku!” ucapnya seraya melempar tatapan penuh kekhawatiran.

“Aa—ada apa?” tanya Siwon tergagap.

“Ikut denganku!” Victoria menyambar pergelangan tangan lelaki bertubuh atletis itu; menyeretnya paksa untuk mengekor langkah kaki Kyuhyun yang akan membawa mereka atap sekolah.

“Ada apa? Apa yang terjadi dengan Kibum?” tanya Siwon di sela nafasnya yang terengah.

“Cukup diam dan ikuti saja, Choi Siwon!” ucap Victoria kasar.

OoOoO

“Apa mau kalian?” pertanyaan dari Sungmin yang terlontar begitu lembut sukses membuat yeoja-yeoja yang ada di sana menggulung telapak tangan mereka sendiri dengan begitu erat. Ekspresi dingin yang Sungmin layangkan membuat pemimpin yeoja-yeoja itu naik pitam. Wajah imut Sungmin yang dingin benar-benar terkesan begitu meremehkan mereka.

Ya, Lee Sungmin! Beraninya kau berbicara seperti itu?” ucapnya seraya mendorong tubuh Sungmin. “Kenapa kau menjadi sok sekali setelah berhasil menggoda uri Kyuhyun?!”

“Menggoda kau bilang?” Sungmin tersenyum meremehkan. “Sebenarnya, kalianlah yang menggoda kekasihku!”

Plak!

Satu tamparan melayang di permukaan pipi Sungmin dengan begitu keras setelah wanita mungil itu melempar argumentasinya. Seketika itu pula setetes darah segar merembes dari sudut bibirnya, membuat Sungmin mulai meringis kesakitan. Tamparan itu begitu keras, menyisakan luka yang terasa perih dan panas di pipi dan sudut bibirnya.

“Kau ingin mati?” tanya yeoja itu dengan nada yang dibuat semenakutkan mungkin. “Cepat jauhi uri Kyuhyun!”

“Tidak!” jawab Sungmin dengan nada bicara yang cukup tegas. “Seharusnya kalian yang menjauhi kekasihku!” nada tegas Sungmin terlontar dengan bidikan mata meremehkan.

“Kurang ajar! Hajar dia, teman-teman!” perintah itu terdengar begitu jelas, membuat segerombolan yeoja yang mengelilingi mereka mulai menyerbu sosok Sungmin; menghujaninya dengan tamparan, cakaran, dan menjambak rambut Sungmin dengan begitu brutal.

“Akh!”

“Ada yang menguntit!” suatu suara sukses membuat wanita yang menjadi pemimpin sekumpulan yeoja gila ini menolehkan kepala, kini ia membidik sosok seorang yang begitu ia kenal ada di tangan bawahannya. Ia tersenyum penuh arti, “Berhenti!”

Setelah perintah itu terdengar, sekumpulan yeoja yang semula menyiksa Sungmin menghentikan kegiatan mereka dan menatap sang pemimpin; begitu pula dengan Sungmin. Kemudian perempuan mungil yang telah terduduk tak berdaya itu memandang ke arah tatapan pimpinan itu.

“Kim Kibum?” lirih Sungmin ketika mata kelincinya mendapati sosok Kibum telah berada dalam kungkungan dua lengan seorang yeoja.

“Apa kita perlu menghabisi Wakil Presiden Sekolah ini, Lee Sungmin?” tanya pemimpin itu enteng.

“Apa?” Kibum dan Sungmin melempar satu pertanyaan di detik yang sama.

“Kalau kau ingin selamat, jauhi uri Kyuhyun!”

Brak!

“BERHENTI ATAU KUBUNUH KALIAN SEMUA!” teriakan terdengar setelah bunyi gebrakan pintu itu menggema, membuat tatapan yeoja-yeoja itu teralih ke sumber suara. Sesosok pria yang selama ini menjadi idaman mereka kini telah berdiri di ambang pintu, bahkan sekarang ini ia berjalan mendekati posisi mereka. Lebih parahnya lagi, seorang lelaki yang sangat berpengaruh di sekolah ini kini muncul dari balik pintu; mengekor langkah kaki Kyuhyun. “JANGAN SENTUH KEKASIHKU!”

“Oo—oppa,” pemimpin yang sedari tadi membentak-bentak Sungmin kini mulai beringsut ketakutan. “Kk—kami fansmu ..”

“AKU TIDAK PEDULI!” Kyuhyun kembali berteriak, kali ini lelaki itu menghampiri Sungmin kemudian menarik lengan perempuan itu dan mendekapnya erat. “APA YANG TELAH KALIAN LAKUKAN KEPADANYA?!” tanya Kyuhyun dengan nada bicara yang tinggi saat ia menemukan setetes darah di ujung bibir sang kekasih.

“Oo—oppa, maafkan kami ..,” lirih yeoja itu.

“AKU BENAR-BENAR AKAN MEMBUNUH—”

“Sudahlah, Kyu ..,” jemari Sungmin mencengkeram erat jas seragam Kyuhyun. “Sudahi saja ..,” lirih perempuan itu.

“KALIAN SEMUA, CEPAT PERGI!” kali ini Siwonlah yang berteriak.

“Bb—baik, mm—maafkan kami!” pemimpin segerombolan yeoja itu membungkuk sekilas kemudian pergi; diikuti oleh para bawahannya.

“Eonni!” suara Victoria terdengar melengking ketika wanita itu telah mendapati sosok Kibum terlepas dari kungkungan yeoja-yeoja menakutkan tadi. Sosok Victoria yang sedari tadi bersembunyi di balik onggokan papan-papan di sana kini menerjang tubuh sang eonni, memeluknya dengan begitu erat.

Hei, pandangan Kibum dan Siwon secara tak sengaja bertemu selama beberapa detik kemudian terputus. Sedari tadi, Siwon terlihat sibuk menatap Kibum yang ketakutan di dalam kungkungan lengan yeoja berandal tadi.

“Vic, kau pulanglah dulu,” Siwon berujar seraya menarik lengan Kibum. “Aku membutuhkan eonnimu untuk kumintai keterangan!”

“Ss—Sunbae,” mata Victoria menatap wajah Kibum dengan tatapan penuh kekhawatiran.

“Kau tidak perlu khawatir, Vic,” telapak tangan Kibum mengacak rambut Victoria. “Eonni akan baik-baik saja!”

“Kalau begitu, aku dan Sungmin akan membantunya mencari taksi,” Kyuhyun mencoba untuk menawarkan bantuan.

“Baiklah, aa—aku pergi, eonni!”

Tiga orang itu akhirnya pergi meninggalkan mereka berdua di atap sekolah. Gulungan awan sore yang diterpa oleh sinar matahari membentuk warna oranye yang indah, dan hembusan angin sepoi-sepoi itu sukses membuat suasana terasa lebih baik. Kibum yang perlahan mulai merasakan ketenangan kini mulai mengalihkan pandangannya dari sosok Siwon; lebih memilih memandang hamparan awan di atas sana.

“Apa yang kau lakukan hingga membuatmu ada di situasi seperti itu?” satu pertanyaan terlontar dari mulut Siwon sebagai awal percakapan mereka.

Kibum menghela nafas, “Apa? Hal seperti itu tidak kau perlukan untuk bahan laporan, bukan?”

Siwon menenggelamkan kedua telapak tangannya sendiri di saku celana, “Hanya perlu menjawab, Kim Kibum!”

“Tidak,” jawab Kibum seraya membidik dua bola mata Siwon. “Aku hanya akan menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan bahan laporanmu sebagai seorang Presiden Sekolah..”

“Kim Kibum, kau marah karena hal tadi?”

“Kau sangat menyebalkan, Choi Siwon!” desis Kibum. “Jika kau tak membutuhkan informasi mengenai hal tadi dariku, aku akan pulang!”

“Jadi begitu caramu?” satu pertanyaan aneh terlontar dari kedua belah bibir Siwon. “Atau kau membiarkanku larut dalam perasaanku? Kau tak ingin membantuku bangkit?”

“Apa?” alis Kibum mengeryit, nampaknya perempuan itu begitu heran dengan apa yang telah Siwon katakan kepadanya.

“Baik, kuterima tawaranmu untuk membantuku melupakan sosok Sungmin,” Siwon mencoba menghindari tatapan tajam Kibum dengan mengedarkan pandangannya.

“Aku tidak pernah berkata seperti itu!”

“Karena itu, buatlah aku menyukaimu ..,” ucap Siwon dengan nada datar. “Barangkali itu membantuku ..”

“Cc—Choi Siwon ..”

OoOoO

“Akh! Pelan-pelan, Kyunnie!” suara rintihan kesakitan Sungmin menggema di kamar Kyuhyun. Terlihat dua orang sosok manusia itu tengah berada di atas ranjang dengan posisi duduk berhadapan. Seorang lelaki yang sibuk dengan bibir sang perempuan kini ikut mendesis. “Akh, Kyunnie ..”

“Aish, lalu aku harus bagaimana?” seru Kyuhyun dengan nada kesal. Lelaki itu kini menghentikan semua aktivitas kedua tangannya. “Yang menyentuh bibirmu hanya cottonbud, Ming ..”

“Perih sekali,” desis Sungmin seraya mengibas-ngibaskan kedua tangannya di depan bibirnya yang terluka. “Kau menekannya terlalu keras,” ucap Sungmin; kini jemarinya merebut paksa batang conttonbud yang ada di genggaman Kyuhyun.

“Aish, hanya luka kecil!” Kyuhyun berusaha membela diri. “Kenapa tiba-tiba bisa menjadi manja seperti itu?”

“Kyunnie kenapa, sih?” Sungmin beringsut dari duduknya, berjalan menghampiri kaca besar di dekat almari Kyuhyun. Perempuan itu mulai mencondongkan tubuhnya ke depan, mencoba mengolesi lukanya sendiri.

Kyuhyun ikut beringsut mendekati Sungmin dan mulai memeluk tubuh mungil itu dari belakang, “Kau tidak memberitahuku soal yang seperti ini ..,” ujar Kyuhyun seraya menggesek-gesekkan pipinya di atas punggung Sungmin.

“Akh, jangan memelukku .., sakit!” rintih Sungmin ketika telapak tangan Kyuhyun tak sengaja menyentuh luka di dadanya. Ahh, yeoja-yeoja tadi sungguh beringas; membuat bekas-bekas luka di setiap jengkal kulit tubuh Sungmin yang tak tertutupi seragam.

Jagiyaa,” Kyuhyun mencengkeram erat pundak Sungmin dan memutar tubuh itu; membuat mereka saling berhadapan. “Biarkan aku yang mengobatimu!” ujarnya kemudian menarik tangan Sungmin; menghempaskan tubuh mungil itu di atas ranjang seperti semula.

Mereka akhirnya terdiam. Manik mata Sungmin yang kini telah tenggelam dalam pesona wajah Kyuhyun membuat perempuan itu tak mampu berucap kata. Sentuhan lembut yang ada di bibirnya—dari olesan cottonbud Kyuhyun—membuat perempuan itu bergetar. Sentuhan Kyuhyun terasa sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jelas saja seperti itu, perasaannya sekarang dan tahun-tahun sebelumnya juga telah berbeda.

“Eh?” mata Sungmin mengerjap ketika Kyuhyun mulai membuka kancing seragamnya. Debar jantungnya berdentum dengan begitu cepat, apalagi ketika dua bola mata Kyuhyun tak lepas dari dadanya. Dengan gerakan cepat Sungmin mencengkeram erat telapak tangan Kyuhyun, membuat lelaki itu harus mau tak mau menghentikan gerakan tangannya dan menengadahkan kepalanya untuk menatap Sungmin.

Waeyo? Aku tahu ada sedikit luka di dadamu ..,” ucap Kyuhyun dengan nada bicara sedatar mungkin. Sebenarnya lelaki itu pun tak kalah gugup dari Sungmin, apalagi ketika ia telah berhasil membuka tiga kancing di sana. Memang apa yang Kyuhyun katakan adalah benar, ada sedikit luka di dada Sungmin; mungkin karena cakaran yang tidak disengaja.

“Ii—itu tidak perlu,” jawab Sungmin dengan suara tergagap.

Noona, kau masih terlalu sensitif! Aku kekasihmu,” protes Kyuhyun.

“Bb—baiklah,” Sungmin kembali mencoba merasa rilex.

Perlahan Kyuhyun mulai mencelupkan cottonbud baru yang ia pegang ke dalam cairan revanol, kemudian menyibak kemeja seragam Sungmin, hanya tiga kancing yang terbebas, tetapi tetap saja Kyuhyun kini mampu berpikiran kotor tentang itu. Apalagi setelah ia melihat dada putih mulus itu. Tidak, sekarang Kyuhyun ingin sekali melakukan sesuatu yang lebih kali ini.

“Nn—noona, apa sakit sekali?” tanya Kyuhyun dengan nada tergagap.

Kepala Sungmin menggeleng, “Jika Kyunnie yang mengobatinya, aku tidak merasakan sakit yang begitu berarti ..”

“Boleh aku membuka semua kancing seragammu?”

Mwo?!”

Lagi, mereka kembali berpandangan dengan begitu intens. Pandangan ini menyuratkan cinta yang mereka lemparkan sekaligus terima dalam waktu yang bersamaan. Ada suatu rasa hangat ketika mereka saling mengedipkan mata, sedetik kemudian Kyuhyun mulai mendekatkan tubuhnya; menghimpit jarak di antara wajah mereka.

“Jangan,” tiba-tiba Sungmin membuang muka; perempuan itu tampak menghindari ciuman yang akan Kyuhyun berikan. “Bibirku sakit, Kyu ..,” ucapnya malu-malu.

Noona, kau bisa menggigit bibirku nanti,” Kyuhyun mencoba memberi suggestion. Melihat Sungmin yang terdiam, membuat Kyuhyun kembali memperpendek jarak di antara mereka.

Chu ..

Bibir mereka bertemu, dan seketika itu pula Sungmin merasakan perih yang amat sangat di sudut bibirnya. Alis perempuan itu mengeryit, kemudian ia membuka mulutnya sendiri; mencoba untuk menggigit bibir atas Kyuhyun.

“Euunghh ..,” Kyuhyun mengerang tertahan; tangan lelaki itu kini mencoba menahan kepala Sungmin yang bergerak kebelakang; perempuan itu ingin segera mengakhiri sesi ciuman mereka. Oh tidak, Kyuhyun sangat merindukan tautan bibir yang seperti ini.

“Eeuumpph ..,” erangan Sungmin terdengar lirih. Hei, dia kesakitan setengah mati. Apalagi ketika Kyuhyun mencoba melumat bibirnya. Kepalan tangan Sungmin mulai memukul lengan Kyuhyun, mendorong lelaki itu sekuat tenaga.

“Ming .., euumph ..”

Bruk!

Akhirnya mereka terjatuh di atas ranjang Kyuhyun, membuat Sungmin semakin merasa kesakitan di bibirnya. Perih, rasa perih itu semakin membuat bibirnya terasa kelu. Kali ini Sungmin mencengkeram erat lengan Kyuhyun, mencoba menyakiti lelaki itu dengan buku-buku kukunya sendiri.

“Akh!” akhirnya bibir mereka terlepas setelah Kyuhyun merasa jengah dengan sikap protes Sungmin. Kyuhyun merebahkan tubuhnya tepat di samping kiri Sungmin, mata lelaki itu masih fokus pada satu titik di langit-langit kamarnya.

Mwolkka?” tanya Kyuhyun tiba-tiba.

Mwolkka?” Sungmin mengulang kalimat pertanyaan Kyuhyun sembair menolehkan kepalanya ke kiri; menatap wajah lelaki itu. “Apanya yang apa?”

“Apa hubunganmu dengan kuda itu?” Kyuhyun ikut menolehkan kepalanya ke kanan.

“Kuda?” alis Sungmin mengeryit. “Apa lagi kali ini?” tanya Sungmin dengan nada jengah.

“Kau membiarkannya menyentuhmu!” jawab Kyuhyun sembari mengerucutkan bibirnya.

“Menyentuhku?” seketika itu juga pikiran Sungmin melayang ke kejadian yang terjadi beberapa jam yang lalu; saat Sungmin dan Siwon berada di kelas berdua. Memang Sungmin membiarkan Siwon menyentuhnya; lebih tepatnya membiarkan jemari Siwon menyentuh salah satu sisi pipinya. Manakala Sungmin menyadari Kyuhyun kembali cemburu dengan hal seperti itu membuat Sungmin mendengus. “Kau cemburu?”

“Cemburu?” kali ini dahi Kyuhyun mengkerut. “Hah, bukan cemburu! Tetapi aku hanya tidak suka noona dekat dengan kuda itu! Bagaimanapun juga—”

“Aku milikmu,” potong Sungmin; berusaha menyambung ucapan Kyuhyun dengan kata-kata manis yang ada di otaknya. “Aku milikmu, jadi kau tak perlu takut aku akan lepas darimu.”

Apa jadinya jika Sungmin sunbae menemukan lelaki yang jauh lebih dewasa dari dirimu di kampus barunya nanti?

Rangkaian kalimat yang Victoria katakan tiba-tiba kembali berputar di otak Kyuhyun; membuat sebuah senyuman aneh terlukis di kedua bibir tebalnya. Sebenarnya, Kyuhyun mulai merutuki sifat cemburu yang baru menyulut amarahnya. Bagaimana bisa ia melupakan nasihat yang Victoria berikan agar hubungan mereka bisa berjalan langgeng hingga nanti?

Mianhae, jagi ..,” ucap Kyuhyun diselingi kekehannya.

Sungmin mendesah pelan, ingin rasanya ia memukul kepala lelaki berusia tujuh belas tahun ini. “Lagi pula, jika kau terus bersikap seperti itu maka aku akan mencoba mencari lelaki lain di kampus baruku nanti,” Sungmin memberi ancaman.

“Apa?!”

“Setelah ini aku akan lulus, kalau Kyunnie tetap bersikap kekanakan seperti itu—kyaa!”

Ancaman itu berakhir manakala tubuh Kyuhyun yang tiba-tiba berguling ke kanan kemudian menindih tubuh Sungmin. Pandangan mereka kembali terjalin, nafas hangat mereka pun kembali beradu. Jika sudah berpandangan dengan begitu intens seperti ini, maka tak akan ada yang bisa mereka lakukan.

“Percayalah,” tiba-tiba Kyuhyun  berucap dengan nada desahan yang berat. “Percayalah kepadaku, aku akan berubah menjadi apa yang noona inginkan ..”

Mata Sungmin mengerjap, lengan perempuan itu pun mulai melingkar di leher Kyuhyun. “Arasseo,” cicitnya sembari menyembunyikan senyuman malu-malunya.

Kyuhyun tersenyum; senang jika perempuan yang ada dalam kungkungan lengannya ini merona.  Nafas berat Kyuhyun kembali menerjang permukaan kulit wajah Sungmin; membuat semburat kemerahan terlukis di kedua pipi chubbynya. “Seharusnya malam ini kau harus menginap di sini, jagi ..”

“Kau benar,” jawab Sungmin. “Jika eomma melihat lukaku, beliau akan marah ..”

Kyuhyun tertawa, “Selain itu, aku juga ingin tidur denganmu, noona ..”

Sungmin mengulum bibirnya sendiri, “Tt—tidak boleh!”

Waeyo?

“Kk—kita belum menikah ..,” jawab Sungmin dengan nada rendah.

Kyuhyun melempar evil smirknya, kemudian lelaki itu mulai melesakkan wajahnya di ceruk leher Sungmin. Ah, ia begitu rindu dengan aroma stroberi khas Sungmin yang begitu memabukkan. Sedangkan Sungmin yang merasakan kecupan lembut di tengkuknya mulai merinding.

“Kk—Kyu, kau mau apa?” tanya Sungmin takut-takut. Oh, perempuan itu begitu geli dengan bibir Kyuhyun yang mencium tengkuk dan lehernya.

Saranghae ..,” ucap Kyuhyun di sela-sela ciumannya.

“Kk—Kyu ..”

“Hanya perlu menjawab, noona ..,” ujar Kyuhyun tanpa melepas bibirnya di leher Sungmin. “Saranghae ..”

“Nn—nado saranghae ..”

Kalian tahu, pernyataan yang terbalas itu membuat seorang Cho Kyuhyun semakin ingin merasakan bagian kulit Sungmin yang lain. Entah mengapa ada getaran aneh ketika ia mendengar ucapan yang seperti itu. Apalagi ketika ia mencium leher Sungmin. Ciuman ini tidak seperti dulu, baik Kyuhyun maupun Sungmin, mereka merasakan ada suatu getaran aneh yang berasal dari dalam diri mereka.

“Kk—Kyu, kau mau apa?” rengekan Sungmin kembali terdengar kala ciuman Kyuhyun terus bertahan.

“Hm ..”

“Kyu .., akh! Kyu .., Kya!”

END

124 thoughts on “I Want To Feel How To Love Squel | KyuMin | One Shoot | GS | T+ | Romance |

  1. aih,,, siwon nyatain cinta ke bum pake malu” lg

    Hayoo kyu mo dilaporin ke pak RT ni, brtindak asusila trhdp kelinci dbwah umur

    Terus brkarya jiyoo, fighting!!!

    • annyeong .. tentu masih inget donk eon .. tadi aku mau tengok blog eonni waktu eonni suruh aku mampir. eeh, ternyata eonni duluan yg udah kesini .. hohoho .. iya, eonni yg pertama .. chukhae !! *banzai* oke eon, kalo aku nganggur pasti aku mampir ke blog eonni kok !! (y)

      • aku juga bete sama ffn eon -___- dendam gitu deh ..
        eonni kena razia? rated M? yang sabar eon, doain yg terburuk aja buat ffn *plak*
        aku belum kena eon .. huh, tapi aku tetep akan out dari sana ..

      • rate m sih rate m, tapi masalahnya adalah itu belum ada adegan lemon atau ncnya sama sekali. ciumannya aja belum ada.
        emang admin ffn itu cuma satu ya?

      • kalo masalah admin ffn itu ada berapa aku nggak tahu eon .. tapi, eon, kalo masalah rated itu kebangeten ㅡㅡ kan jelas2 ffn udah kasih kolom rated M, jadi seharusnya nggak ada masalah tentang itu. iya nggak?

      • iyah. bahkan di ratenya ada yang sampai MA. wajar sih kalau itu memang ga ada. tapi temenku yang ratenya hanya t juga kena razia.
        terus tadi begitu aku liat ffnya yang tadi 5700 keatas masa tinggal 5600an. itu artinya hampir 100. kasihan yang lain

  2. sider imnidaa…hahaha ada sekuelnya yaahh karyamu keren lohh oenniee,saya gal tau tentang ffn kenapa sampe begitu, semoga kamu semangat terus ya oennie.. jangan berhenti berkarya.. hwaiting!!

    • hello siders *hug* lama tak jumpa (?) yah, karena kebijakannya seperti itu terpaksa aku harus pindah ke rumah pribadi *ngek* aku tidak akan berhenti berkaryaa .. ditunggu ff lainnya yah ..

  3. annyeong ^^
    ini wp nya ya??
    tadi barusan—barusan banget udah baca di ffn,,,
    jadi apakah author akan pindah secara keseluruhan disini dan ga posting di ffn lagi??
    oh iya, mungkin kalo di ffn author biasa baca nama aku ‘Han Neul Ra’ disana,,
    salam kenal lagi author ^^
    mau nanya, semua yg d ffn akan di pindah kesini kah??

    fighting ya ^^
    keep writing ^^
    aku pada suka lo tulisan kamu #walau cuma baru baca I Want To Feel Love#
    satu series aja udah bikin aku langsung jatuh cinta,, pokoknya fighting!!

    • annyeong .. salam kenal, Neulra ..
      iya ini wp nya .. iya, author akan pindah ke sini ..
      dan semua ff author yg pernah aku post di ffn, semua ada di sini kok .. hehe
      baca semua ffku yah, jangan lupa tinggalkan untuk menyemangatiku .. hehehe xD
      selamat membaca .

  4. anyeong saeng..
    unn kmrn bgung mw comment dmn ^^
    iseng buka wp mu tnyata ada..
    yaudah koment dsni ja, hehe

    ih..aku tu emang readers jahat deh..
    ud dksi sequel malah pengen lagiiiiii
    bagus saengi~~~~~
    ga boong deh. banget xD
    ak suka kyumin momentnya..
    kyu lucu klo cmberut2, evil babbo bgt..

    keep write saeng :*

    • annyeong eon ..
      Kkk~ kok bisa bingung mau comment di mana .. dimana aja kan bisa xD
      skuel lagi? demi apa eon ?! hehehe
      gomawo udah bilang ff ini bagus :p
      nantikan ffku yg lebih baru yah eon ~~ *bahasa iklan*

  5. FFnya bagus saeng🙂 aku sukaaa🙂

    ditunggu FF barunya😀

    oiya mau tanya, emang di FFn sekarang dibatasi ya penggunaannya ?

    FIGHTING saeng🙂

  6. T_T authornya sok polos neh (_ _”) ..pas mau NC malah end …

    Itu yg nabrak siwon itu victoria apa kibum -_- psti typo

  7. huaaaaa,demi apa aku suka banget kyumin momentnya saeng😀 bagus banget!
    harusnya jangan di end dulu tuh,masih kuraaaaang,hehehe xD
    aku tunggu ff barunya ya saeng..

  8. Huwaaaaa itu Kyu ngapain?!!
    Ayolaaah Kyu bersikap dewasa sedikit..
    Klo menurut aku agak kurang feelnya dipart Ming dihajar ama fans2nya Kyu.. :3
    Ini aku yg lupa atw gimana, Vic sama Kibum sodaraan ya?!

    Oke, kayaknya segitu aja yg dicuap2in.. Hehe

    • hahaha, feelnya kurang yah waktu ming mau dibully sama sparkyu?
      habiis, aku nggak mau memperpanjang lagi .. hehehe
      dan, vic sama kibum itu bener bener saudara, kan udah aku sebutin di suatu chap ..
      hehehe gomawo reviewnya^^

  9. aduh…end sekuelnya nanggung nih ga ada nc-an nya…#plak otak yadong kumat hehehe…

    kmrn wkt main ke ffn br baca yg ini aja nih tp skrng dah komplit smuanya dbaca tp br yg judul ini aja…

    kt tmn2ku yg kena razia di ffn bukan mslh rate tp mslh penggunaan RP(Real Person) pdhl kan klo pake nama/marga lain susah bayangin tokohnya ya??? duh tuh ffn ada2 aja deh…

    • hahaha .. iya, di ffn itu yg paling dipermasalhkan karena real person ..
      emang sih, peraturan itu udah ada dari dulu, tapi baru sekarang razianya -__-
      tapi yaudahlah, ikhlas aja xD

  10. yahhh sebel dh kalo dah baca kata TBC/ END
    rasanya pengen bakar… (bakar ayam tapi ga ada ayamnya hhheee)
    thor kayaknya masuh gantung deh *so tau bgt w /maksa* 2nd sequel dong…
    kyumin life after marriage..

    siapa sihh gerombolan yg nge bully minnie??
    ditunggu karya berikutnya yahh

    • yaah … apanya yang masih ngegantung si …
      kan sibum udah, kyumin udah ..
      tentang kenapa aku enggak mengulas ‘KyuMin after marriage’ itu karena di sini mereka masih SMA.
      dan tentu untuk mencapai tahap itu, pasti diperlukan beberapa chap lagi ..
      yang ngebully ming di situ kan sparkyu abal, tapi aku nggak ngasih detailnya .. hehehe
      udah baca ff kyumin Time kan? soalnya itu karya terbarukuu

  11. malem2 d bikin bgadang krn baca ff author nih,tpi kok END?
    itu END-ny tanggung bnget thor, lgi ngapain tuh?
    ada 2nd squelnya ga?

    dri smua ff kyumin yg aku baca, baru kali ini sifat Vic bagus, biasany kan dia sllu nyebelin..

    tpi bagus deh, jd gada yg nyebelin dsni..
    hhuuuaaa aku suka bnget thor, ff nya manis banget🙂

    keep writing ya author ^^

    • kkk~ nggak ada second squel .. soalnya chapnya udah banyaaak …
      yaah, aku berhasil bikin karakter positif di jiwa vic -__- susah tuuh, rada garela sih *plak*
      aku pasti akan keep writiing^^

  12. komenku maauk ga sih?
    malem2 d bikin bgadang krn baca ff author nih,tpi kok END?
    itu END-ny tanggung bnget thor, lgi ngapain tuh?
    ada 2nd squelnya ga?

    dri smua ff kyumin yg aku baca, baru kali ini sifat Vic bagus, biasany kan dia sllu nyebelin..

    tpi bagus deh, jd gada yg nyebelin dsni..
    hhuuuaaa aku suka bnget thor, ff nya manis banget🙂

    keep writing ya author ^^

  13. Tetap semangat menulis ya….!

    Tampilkan semua karyamu disini……Karena banyak yg suka ff hasil karyamu,,,

    Walaupun di FFn sekarang lagi kacau,,,,Readers setiamu pasti mencari wp mu,,,

    Hwaitinng…….

  14. knapa ga dilanjutin aja adegan rated m nya eonni😀, kirain aku ntar si kyu sama min nikah trus punya anak bla bla bla.. trnyata cuma sgini u.u tapi gapapa deh trus smangat eonni!! ^^

  15. ya ampun ntu sparkyu ganas2 baget ya mpe ming di teror trus gtu.
    kyu lagi bego ato pura2 bego sih? masa pccar sendiri di teror sama fans’y gak tau sampe vic ngasi tau’pun kyu gak ngerti juga ckckckckck
    siwon ternyata masih ngarepin ming trus ya? aku kira uda mulai bisa membuka hati buat kibum tpi akhirnya siwon sadar juga.

  16. “Sial! Kuperkosa baru tahu rasa kau, Lee Sungmin!” ???? *masukkin sungmin dalem kardus* *kabur*
    eonni keren ceritanya ˆ⌣ˆ yang squel aku belum baca
    terus berkaya !!!!!!!!!!!!!!!!!! *ngibarin bendera*

  17. kyknya aku pernah bca squelnya deh di ffn kyknya sih ^^ tpi q yakin,,, Eonnie pernah publis di ffn nie ff ya??? maklum q lma gk k ffn ,,,
    satu lagi deh ff Eonn~ yg q suka^^ I Want To Feel How To Love By Eonnie Han Ji Yoo #hehehehe

    • hah? masak pernah baca squel ff ini di ffn siiiiih?!! aku nggak pernah publish ff ini di ffn soalnya ….. kalo tahu judulnya, bisa beritahu aku ntar ..
      oiyah, gomawo udah suka sama ff yg i want to bla bla bla itu .. hahahaha

  18. Waaahhhhhhhh endingnyaaaaa misteriusssssSssss (٥”‾⌣‾) ,,,
    Apaaaaa yg kyuuu lakukan ???? Sampe sungmin berteriakkkk KYaaaaaaa,,,, !!!!!
    Ckckkckckckc

    ㅋㅋㅋ

  19. siwon mau menyatakan cinta aja susah banget sich
    kyu sifat posesifmu dikurangi napa
    masa ngeliat minnie dipegang siwon aja udh cemburu

    tetap semangat yach thor nulis cerita tentang kyumin
    Aja Aja Figthing Q(>_<)Q

  20. Yahhhhhhhhh ko end sih??????
    Kan lg seru2nya tuh,kyu mau ngapain sungmin tuh?

    Ffnya keren bngt mkin suka sama kyumin couple deh

    Ga mau tau pokoknya hrus ada sequel lagi ya
    D’tnggu loh oche😉

  21. Ya ampun kyu makin mesum aja y😀
    wonppa masih aja berharap ma mingppa walaupun akhirny suka-suka gmna gitu ma kibum oppa , thor aq suka deh ma semua ff km , konfilkny dpt tp gak ribet , jd gak kya sinetron deh ff , walau panjang gak ngebosenin :-*

  22. Kyu mesuum.. -_-
    Harusnya yg nyiksa ming dn bummie di apain kek.. Di usir dr skolahan kek…
    Enak aja nyiksa ming aq… *kyu : ming milikku babo!!*
    Ga ada lanjutan kh chingu??
    Side story sibum mungkin??
    Masa dibiarin ngegantung aja… ToT

  23. Kyaa,, makin mesum nie si oppa

    Ngakak aku pas baca “akan ku perkosa kau min, baru tahu rasa” si kyu koplakkk
    Dasar bang epil,, pervertKyu

  24. aduhh, ini romance bngett *-*
    aku suka ff KyuMin nya!!!:)
    kta” yg digunain gk trlalu tinggi jd enak buat yg baca ngrti stiap kejadianx..
    oy, aku pengunjung bru, bangapta🙂

  25. Nah lho si evil mau ngapain tuh?
    Emg modus yah tuh si evil ngomong nyah mau ngobatin luka,tapi nyah malah minta lepasin smua kancing,emang dasar dodol,
    aq suka karakter vic disini lucu sih haha

  26. lah,tu d apain,ku uh ah uh ah..
    Ya…ya…ya…jgn apa”n uri minimie *kmpulan pumpkin siap menrjang upil(?)

  27. Hallo Chingu saya reader baru disini
    uiiiii ini fanficnya keren deh
    ceritanaya juga bagus, menarik
    yeeeeey happy ending kalo bisa ada sequel lagi ya chingu
    gomawo uda mau berbagi cerita sama KMS KMS lain macem saya
    jadi ke-shipper(?)an saya bisa terobati dengan baca FF chingu
    sekali lagi gomawo🙂, Keep Writing yaa🙂

  28. Eh ending’a nanggung banget, masih ada sequel yg lain apa udahan sampe situ beneran deh masih penasaran…
    Aish apa yg dilakuin sama kyumin tuh???😐

  29. kyu ngapain tuhhhh???
    yaaaaa !!!!!!
    endnya bikin jd berfantasi liar kan nih
    wkwkwkwk~~
    .
    ffmu selalu kereeen
    feelnya selalu dpt
    sedih ampe senyesek-nyeseknya
    pas bahagia ampe terbang ^^

  30. dasar kyu mesum evil…entah apa yg terjadi di adegan terakhir itu.. mungkin mreka berdua jatuh dr ranjang smpe ming teriak gtu… hahah hanya author yg tahu..buat author semangat trus yaa nulisnya..

  31. ini disini baru pertama kali ketemu vic jadi org bae wkwk ._. good job thor! btw ini jiyoo yang di ffn itu juga kan ya??

  32. Annyeong haseyo eonni.. Kenalin.. aq Mesy. 17 yo. KyuMin biased, n tentunya readers baru disini😄 ..jeongmal mianhae eonni klo q baru komen di bagian akhir alias sekuel..cz setelah menempuh perjuangan yg begtu sulit(?), akhirnya aq bisa log ini juga kesini.. sumpehhh~ terhura bangett saya mahh >< huwee~ #plak! oiya…aq sbnernya fans beratt eonni lho? aq suka semua karya eonnii😄 keundae, sekali lgi mian klo baru bisa review sekrang… cz laptop.q nii bermsalah..jdi bru malam ini bisa sign in kesini…hiks..hiks~ T.T …dtunggu epep barunya eonni? fighthing?😉

  33. waduh fansnya kyuhyun kejam bgt.. untung aja mereka gak sempat mmbuat sungmin trluka lbih parah lagi..
    ciyyeeee siwon lagi berusaha buat move on nihhh.. fighting !!!!
    hmmm kyuhyun pervert bangeettt x_x aigooo
    nice ff thor ^^ semangat nee~

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s