I Want To Feel How To Love | KyuMin | Chap 11 [ENDING] | GS | T+ | Romance |

I want to Feel How to Love

Genre : Romance , Drama

Rate : T

Pairing : KyuMin

Part : 11/11

Warning : Genderswitch , Miss Typo

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

Summary : Kala diri mereka masih terlalu hijau untuk mengenal suatu hubungan, maka dengan begitu mudah kedekatan itu mereka jalani. Tetapi, kala salah satu dari mereka mengerti suatu makna dari ‘perasaan’, saat itulah kedekatan mereka terasa lebih berbeda. Dan pada akhirnya, keegoisanlah yang bertindak.

Music : 넌 나의 노래 by TVXQ

“Bagaimana aku bisa tenang jika si brengsek ini mengatakan omong kosong!” jemari telunjuk Kyuhyun terarah ke wajah Siwon.

“Hei, aku memang kekasihnya!” Siwon menanggapi dengan nada tinggi. Urat tipis kini mulai muncul di pelipis kirinya, menandakan bahwa lelaki itu benar-benar marah untuk saat ini.

“Hah, percaya diri sekali kau!” Kyuhyun membuang pandangannya sembari melempar senyuman merendahkan. Pandangan lelaki itu kini jatuh pada wajah Sungmin, “Kau belum mengakhiri hubunganmu dengan kuda ini?”

“Dasar, brengsek!” Siwon kini berancang-ancang untuk memukul junior kelas satu itu.

“Siwon-ah, mianhae!” sebelum Siwon berhasil melayangkan tinjunya untuk pipi tirus Kyuhyun, dengan gerakan kilat Sungmin mengambil posisi tepat di depan tubuh Kyuhyun; menjadi tameng Kyuhyun saat ini.

Akhirnya, permintaan maaf itu terlontar dari mulut Sungmin untuknya. Seketika itu pula Siwon menurunkan kepalan tangannya, menatap Sungmin dengan pandangan penuh luka. Tak dapat dipungkiri, semua akan berakhir jika Sungmin benar-benar lebih memilih Kyuhyun. Kedua tangan Siwon meraih telapak tangan Sungmin dan menggenggamnya erat. “Jagiya, kumohon jangan gegabah seperti ini!”

Mianhaeyo,” dua bola mata bening milik Sungmin menerobos secara paksa ke dalam bola mata Siwon. Permohonan yang Siwon lontarkan lewat tatapan matanya membuat Sungmin merasa iba. Tetapi untuk saat ini tak ada yang perlu dipikirkan. Jika semua tertunda, maka Siwon akan semakin tersakiti karena dirinya. “Aku ingin kita akhiri semuanya ..”

Serasa dihantap batu besar, lutut Siwon terasa lemas; seakan otot-otot persendiannya lumpuh seketika itu juga. Binar mata Siwon yang biasanya terlihat begitu tegas dan mengagumkan kini meredup di setiap detik berdentang. “Jagiya ..,” tautan tangannya mengerat, tanda bahwa lelaki itu benar-benar tertohok dengan permintaan Sungmin.

“Aa—aku benar-benar tak bisa melanjutkan ini semua, Wonnie,” ucap Sungmin dengan nada bicara lembut.

Sudut mata Siwon melirik sosok lelaki yang berdiri di belakang Sungmin. “Apa karena Kyuhyun?”

Mendengar pertanyaan itu, seketika itu pula pandangan Sungmin merendah. Kontak mata yang ia bangun bersama Siwon mendadak terputus. Sosok Kyuhyun yang mendengar namanya tersebut di penggalan pertanyaan Siwon kini menolehkan kepalanya, menatap Siwon dengan pandangan tak percaya. Jika Siwon menanyakan hal seperti itu, sampai kiamat pun Sungmin tak akan berani menjawab.

“Pertanyaan macam itu, hah?” Kyuhyun menanggapi dengan nada rendah, terkesan begitu meremehkan.

“Katakan, jagi ..,” Siwon berusaha mengacuhkan ucapan Kyuhyun, lelaki itu tampak berusaha lebih fokus kepada Sungmin. Sebelum dinding hatinya benar-benar hancur karena ini semua, lebih baik ia memastikan tentang alasan ini. Tetapi, ternyata perempuan yang sangat ia cintai tetap bergeming dari pertanyaannya. Perlahan, rengkuhan telapak tangan Siwon merenggang lalu terlepas. Lelaki itu menghela nafas, memaksa melukiskan senyuman palsunya. “Baiklah, aku akan terima ..”

Sungmin tahu, nada suara Siwon detik ini terlontar dengan segelontor kesedihan yang menyerang perasaannya. Tetapi, perempuan itu benar-benar tak dapat melakukan apapun selain mengakhiri hubungan ini. Inilah yang terbaik, untuk dirinya dan juga Siwon. “Mianhae ..”

Gwaenchanha ..,” lagi-lagi Siwon mencoba melemparkan senyuman menawannya. Senyuman yang sarat kepedihan itu hanya menyuratkan kesedihan kepada siapapun yang menerimanya. Perlahan Siwon membalik tubuhnya dan berjalan menjauh. Rasa kecewa yang begitu besar sukses membuatnya begitu lemah dan tak berdaya. Lelaki yang terkenal dengan wibawa dan ketegasannya itu benar-benar hancur karena seorang wanita.

Sungmin yang menatap Siwon pergi dengan langkah kaki terseok-seok hanya mampu diam; memandang dengan tatapan penuh rasa bersalah. Air mata yang telah sukses menggenang di pelupuk matanya perlahan menetes. Ia merasa bahwa ia telah sukses menjadi wanita jahat yang mampu menyakiti hati seorang lelaki. Apalagi jika lelaki itu adalah lelaki sebaik dan sesempurna Siwon.

Tiba-tiba, genggaman tangan seorang lelaki sukses membuat Sungmin kembali sadar ke dunia nyata. Perlahan ia mendongakkan kepala, tatapan teduh yang Kyuhyun berikan berhasil menyejukkan hatinya dalam beberapa detik. Setelah itu, Sungmin merasakan jemari Kyuhyun mulai menghapus jejak air mata yang mengalir di pipi chubbynya.

Gwaenchanha, noona. Ada aku di sini,” bisikan Kyuhyun terdengar, hampir menyamai suara semilir angin yang berhembus dengan begitu lembut. Hatinya mencelos manakala melihat wajah Sungmin yang menggurat sedih. “Aku akan mengantarmu ke kelas, noona,” seketika itu pula Kyuhyun menyambar lengan mungil Sungmin dan menariknya paksa agar meninggalkan tempat ini secepat mungkin. Kini, lantunan doa tersemat di setiap tarikan nafasnya; berharap agar semua akan berakhir baik-baik saja di kelas Sungmin.

OoOoO

“Dia mengacuhkan Siwon untuk mendapatkan hati Kyuhyun?”

“Tidak bisa dipercaya!”

“Kukira mereka hanya kakak-adik!”

“Mungkin setelah melihat perubahan Kyuhyun yang seperti itu, dia berubah pikiran!”

“Tsk, rendahan sekali sikapnya ..”

“Lihat, kasihan sekali Siwon.”

Gunjingan yang terdengar bersahut-sahutan membuat telinga Sungmin semakin panas. Sudut matanya melirik ke arah samping kanan dimana Siwon duduk. Lelaki itu kini tengah sibuk mengerjakan tugas yang baru saja Han seonsaengnim tinggalkan untuk mereka. Siwon terlihat begitu serius mengerjakan tugasnya, mungkin untuk mengalihkan pikirannya tentang patah hati yang telah malandanya. Entahlah, Sungmin juga tak tahu.

Karena tak tahan dengan suara gunjingan tentang dirinya, akhirnya Sungmin memakai headphone biru yang Kyuhyun berikan untuknya saat istirahat berakhir tadi. Akhirnya benda melengkung dengan spons di setiap ujungnya ini berguna juga. Sebenarnya, ia begitu mengerti mengapa gunjingan itu terdengar. Semua sudah tampak jelas, bukan?

“Minnie!” kali ini suara tenor seorang perempuan terdengar nyaring, bahkan suara itu dapat menembus musik yang terdengar dengan begitu keras dari kedua lubang headphone yang Sungmin gunakan. Sungmin menolehkan kepalanya ketika wajah cantik nan imut seorang wanita yang memanggilnya kini telah berada di sampingnya, tangannya yang terselipi oleh sebatang pensil lucu menggetuk-nggetuk permukaan meja.

“Ada apa?” tanya Sungmin seraya melepaskan headphone yang ia pakai. Matanya melirik ke arah Ryeowook dengan mata kelinci yang mengerjap-ngerjap.

“Kau benar-benar berpacaran dengan Kyuhyun?” selorohnya dengan nada yang cukup keras. Sukses membuat Siwon yang tadi sibuk menggoreskan penanya di atas lembar buku tulis menghentikan gerakan tangannya. Ketahuilah, bukan hanya Ryeowook yang menunggu jawaban dari Sungmin, tetapi Siwon pun juga.

“Hei, sejak kapan kau tertarik dengan hal-hal tentangku?” Sungmin berusaha mengelak pertanyaan Ryeowook.

“Siapa bilang aku tertarik denganmu?” canda Ryeowook diselingi tawa khasnya. “Kyuhyun ‘kan idolaku!” sahutnya.

“Lucu sekali, lalu bagaimana dengan Yesung?” Sungmin melempar pertanyaan konyol tentang vocalis band sekolah mereka, Kim Jong Woon alias Yesung. Selama tiga tahun berada di sini, setahu Sungmin Ryeowook sangat menyukai Yesung. Terlihat jelas dari sikapnya yang selalu salah tingkah jika Yesung datang ke kelasnya untuk menemui Siwon.

“Yy—Yesung?” semburat merah tipis terlukis di kedua pipi Ryeowook. “Kk—kenapa kau mengalihkan pembicaraan? Cepat jawab!” Ryeowook kini berusaha mengarahkan topik mereka yang mulai menyimpang.

Sungmin mengulum senyumnya sendiri kala tuntutan itu terdengar dari mulut Ryeowook. Sudut matanya kembali melirik ke arah Siwon selama sedetik, ada rasa ganjil jika ia mengatakan hal seperti itu saat ini. Apalagi jika Siwon mendengarnya. “Ahh, jangan sembarangan!”

Ryewook mengerucutkan bibirnya, “Jelas-jelas tadi pagi aku melihatmu berangkat bersama!”

Seketika itu pula pandangan Siwon dan Sungmin bertemu. Apa yang Ryeowook katakan benar-benar membuat mereka benar-benar terkejut. Sungmin menelan air ludahnya, kemudian mengalihkan pandangannya. Mulut Sungmin telah komat-kamit menggumamkan sesuatu yang akan menjadi jawabannya kali ini. “Eum .., jangan berpikiran yang aneh-aneh!” ucapnya seraya mengibas-ngibaskan telapak tangannya.

“Choi Siwon!” tiba-tiba suara seorang perempuan menggelegar memanggil nama Presiden Sekolah yang sibuk mencuri dengar pembicaraan Sungmin dan Ryeowook. Sosok wanita cantik dengan wajah dingin itu kini terlihat seribu kali lebih menyeramkan. Wanita yang menjadi Wakil Ketua Presiden sekolah itu menghentakkan kakinya mendekati Siwon yang tengah duduk santai di tempat duduknya, “Atas dasar apa kau berani memposting fotoku di blogmu , huh?”

“Aish,” Siwon menyangga kepalanya dan mendesis frustasi. Memang beberapa minggu yang lalu Siwon sempat memposting foto Kibum; foto ketika Kibum tengah tertidur dengan wajah lelahnya di kegiatan camped tahun lalu. “Itu hanya lelucon! Pergilah, aku sedang tak ingin berdebat denganmu!” ucap Siwon ketus.

“APA KATAMU?” sosok wanita kalem itu kini menjadi pusat perhatian seluruh penghuni kelas Siwon, termasuk Sungmin yang duduk tepat di samping kanan Siwon. Ia tahu jika Siwon dan Kibum adalah rival dalam hal apapun sejak mereka mendaftar di sekolah ini. Tetapi ia tak tahu jika hubungan mereka benar-benar buruk. Dan juga, kepribadian Kibum yang kalem bisa menjadi semenakutkan ini. “Ikut aku sekarang juga, lelaki tidak berguna!” lengan mungil Kibum kini meraih lengan kekar Siwon dan menyeretnya paksa keluar ruangan kelas. Untung saja saat ini Hanseonsaeng tidak ada.

“Ya Tuhan, lihat mantan kekasihmu itu ..,” Ryeowook bergumam tanpa melepaskan pandangannya dari ambang pintu. “Setahuku, Kibum tidak pernah mendekati Siwon ketika Siwon menjadi kekasihmu,” Ryeowook kembali memandang wajah Sungmin dengan tatapan intens.

Sungmin menghela nafas, “Bukan urusanku ..”

“Ah, benar .. Sejak beberapa jam yang lalu ia resmi menjadi namja yang kau campakkan,” Ryeowook menanggapi dengan nada mengejek.

Ya, Kim Ryeowook! Berhenti bicara omong kosong atau—”

Jeogiyo, apa Siwon ada?” suara berat itu menginterupsi pertengkaran yang terjadi di antara Sungmin dan Ryeowook, membuat dua orang itu menoleh ke arah ambang pintu. Yesung, lelaki dengan tampang imut itu tengah berdiri di sana sembari mengedarkan pandagan.

“Ah, kebetulan sekali,” Sungmin segera beranjak menghampiri Yesung; mencoba menghindari tatapan maut dari Ryeowook. Setelah Sungmin telah sampai di hadapan Yesung, perempuan itu baru menoleh ke arah Ryeowook. “Temanku, Kim Ryeowook, ingin sekali berkencan denganmu!” ucapnya kemudian melangkah pergi.

Hei, mendengar hal itu membuat Yesung dan Ryeowook kini berpandangan. Dan akhirnya .., Ryeowook mimisan!

Ya, Kim Ryeowook!” pekik Yesung kalut.

OoOoO

Siwon dan Kibum terlihat duduk di satu sofa yang sama di ruangan kesiswaan detik ini. Ocehan yang terdengar dari Kibumlah yang membuat suasana lebih hidup di ruangan ini. Siwon yang sedari tadi mencoba diam akhirnya mulai mendesah frustasi ketika gendang telinganya serasa dirajam oleh ucapan-ucapan Kibum yang tiada henti.

“Bisakah kau berhenti bicara? Kau membuatku pusing!” Siwon berkata dengan nada pelan seraya meremas kepalanya sendiri.

“Tidak bisa!” jawab Kibum ketus. Wanita itu kini benar-benar merasa jengah dengan perilaku Siwon. Selama ini, ia mengenal Siwon sebagai lelaki yang tegas, bijaksana, tangguh, dan tentu menawan. Kim Kibum, atau yang lebih dikenal sebagai rival bebuyutan Choi Siwon itu telah lama memendam harapan kepada Siwon. Karena itu, perempuan berjuluk Snow White itu selalu mencari gara-gara agar ia bisa berdekatan dengan Siwon. Namun, pada suatu hari perempuan itu menerima kabar bahwa Siwon menembak gacoannya, Sungmin. Hei, hal itu cukup membuat Kibum menjadi sosok yang ling-lung selama beberapa hari.

“Kalau begitu kau bisa pergi!” Siwon menatap wajah Kibum dengan tatapan menusuk.

Kibum melipat tangannya, “Karena Lee Sungmin, bukan?”

“Apa?” Siwon memicingkan matanya setelah ia mendengar pertanyaan Kibum.

“Kau menjadi seperti ini karena dicampakkan oleh seorang wanita, iya bukan?” dengan seenaknya Kibum menarik sebuah kesimpulan atas semua perilaku Siwon, lalu mengatakan argumentasinya dengan begitu percaya diri. Tetapi ia tak perlu merasa ragu dengan argumentasi yang ia katakan. Perempuan itu begitu pintar membaca perasaan dari raut wajah Siwon.

“Tsk, berhenti mengurusi urusanku, Kim Kibum!” Siwon mengalihkan pandangannya.

Kibum melengos kecewa. Perempuan itu mulai menyandarkan kepalanya di punggung sofa. “Setidaknya kau harus menatap orang yang ada di dekatmu ..,” ucapnya dengan suara yang cukup lirih.

“Kau selalu saja sok tahu ..,” sahut Siwon, lelaki itupun menyandarkan kepalanya di punggung sofa; sama seperti Kibum. “Aku merasa tersingkirkan setelah ia menolakku ..”

“Ck,” Kibum berdecak lalu memejamkan matanya. “Lihatlah diriku, Siwon-ah ..”

Seketika itu pula Siwon menolehkan kepalanya, mata sayunya menatap wajah Kibum dari samping. “Maksudmu?”

“Bukankah aku selalu ada untukmu?” perlahan Kibum membuka kembali kelopak matanya, menatap langit-langit ruangan kesiswaan dengan pandangan penuh kesedihan miliknya. Ia merasakan dadanya terasa sesak kala kembali mengingat perasaannya yang bertepuk sebelah tangan selama tiga tahun terakhir. “Ini adalah tahun terakhir kita di sekolah. Apa kau ingin menciptakan kenangan buruk sebelum pergi dari sini?”

“Tunggu,” Siwon mencium keganjilan dengan ucapan Kibum yang terkesan begitu ambigu. “Apa maksudmu?”

Kibum menghela nafas penuh kekecewaan, perempuan itu pun menoleh menatap wajah Siwon. “Biarkan aku yang berada di hatimu untuk saat ini ..”

OoOoO

Kyuhyun terlihat sibuk memainkan PSPnya. Sedari tadi lelaki tak melepaskan pandangan matanya selama sedetikpun dari layar PSP hitam tersebut. Sesekali Kyuhyun menyeruput sekaleng cola yang menjadi orang ketiga di sini; membuat jam kosongnya saat ini benar-benar terasa sempurna. Walau bisikan dan pandangan dari para yeoja yang duduk di sekitar meja kantin lainnya begitu berisik. Tetapi, toh Kyuhyun tidak peduli.

“Cho Kyuhyuun,” suara seorang perempuan terdengar nyaring bersamaan dengan semangkuk ramen panas yang diletakkan di atas meja. Sosok perempuan yang telah berani menginterupsi ‘ritual’ Kyuhyun itu kini duduk tepat di samping kanan Kyuhyun. Lihat, kelakuan perempuan cantik itu membuat para SparKyu, panggilan untuk penggemar Kyuhyun, mengumpat bahkan melempar sumpah serapah karena iri. “Ternyata kau ada di sini ..”

“Huh, apa yang kau lakukan, noona?” Kyuhyun melirik sekilas sosok yang tengah memakan ramen di samping tubuhnya dengan begitu santai. Sebenarnya lelaki tak merasa terganggu, tetapi ia jadi mendadak lapar setelah mencium bau ramen yang memanjakan syaraf penciumannya.

“Kau tidak lihat, semua bangku di kantin ini dipenuhi oleh fansmu!” ujar perempuan itu seraya menyantap ramennya.

“Ooh,” kali ini Kyuhyun lebih memilih mengacuhkan Victoria daripada ia lebih tergoda dengan bau ramen itu. Jemari lelaki itu kembali sibuk di beberapa tombol PSPnya, berusaha untuk larut dalam permainan ini. Pikirannya yang mulai melayang membuat lelaki itu tampak jengah dan pada akhirnya meletakkan benda kesayangannya di atas meja. Sudut mata Kyuhyun kembali membidik sosok perempuan yang duduk di sampingnya, perlahan lelaki itu menggeser duduknya ke samping kanan; mendekati Victoria. “Noona,” panggilnya seraya menatap wajah Victoria dengan pandangan intens.

“Hm?” gumaman Victoria terdengar sebagai jawaban.

“Apa kau menyukaiku?”

Ctak!

“Akh!” seketika itu pula Kyuhyun menarik kepalanya dan memekik kaget ketika wanita cantik itu tiba-tiba memukulkan sumpitnya di dahi lebar Kyuhyun. “Apa yang kau lakukan, noona?

Tiba-tiba Victoria menyudahi acara makan ramennya, meletakkan sumpit yang telah ia gunakan untuk memukul dahi Kyuhyun. Perempuan itu mendengus kesal ketika pertanyaan konyol Kyuhyun kembali terlintas di otaknya; mengusir nafsu makannya detik itu juga. Kedua bola mata cantik milik Victoria menatap tajam wajah Kyuhyun, “Kenapa bertanya tentang omong kosong seperti itu! Aku memiliki kekasih yang jauh lebih tampan dibanding dirimu!”

Mwo?” alis mata Kyuhyun bertautan setelah ia mendengar penuturan Victoria. “L—lalu, kenapa noona bisa mengenalku ..,” Kyuhyun memotong ucapannya sendiri kemudian melanjutkan, “Dan bisa sebaik itu denganku?”

“Aish, mau kuberitahu kenapa aku melakukan itu?” Victoria membuang pandangannya. “Tetapi kau harus berjanji untuk merahasiakan hal ini ..”

Alis mata Kyuhyun mengkerut, menunjukkan ekspresi heran ketika Victoria mengatakan hal seperti itu. Entah mengapa ada suatu rahasia besar yang Victoria simpan, rahasia yang tak patut diceritakan kepada siapapun. Kyuhyun kembali mempersempit jarak antara wajah mereka, menatap wajah putih mulus itu dengan pandangan menyelidik. “Baik!”

Sebelum Victoria mengucapkan ‘rahasianya’, perempuan itu terlihat menghela nafas. “Kau tahu Kim Kibum? Dia noonaku ..,” pernyataan itu terlontar sebagai pembuka. “Aku tidak suka ketika Siwon sunbae mendekati Sungmin sunbae karena ..,” bola mata milik Victoria menari-nari resah. “Kibum eonni menyukai Siwon sunbae selama tiga tahun ini ..,” cicitnya dengan suara rendah.

MWO?” Kyuhyun memekik, tetapi sedetik setelah pekikan itu terdengar, telapak tangan Victoria kini telah membungkam mulut Kyuhyun. Suaranya yang tertahan di bibir itu terdengar aneh, protes yang akhirnya urung terucap itu hanya menjadi dengungan tak jelas di telinga Victoria.

“Kalalu kau berani mengatakan hal ini kepada satu orang saja, kubunuh kau!” mata bulat Victoria melotot, perempuan cantik itu mencoba memberi suatu ancaman kepada Kyuhyun. Jelas saja seperti itu, rahasia terbesar yang ia simpan kini telah diketahui oleh namja evil yang ada pada kungkungan lengannya. Jika rahasia penting ini tersebar, tamatlah riwayat Victoria Kim! “Mengerti?”

Kepala Kyuhyun mengangguk dengan susah payah. Kungkungan wanita ini begitu kuat, seumur hidup ia tak pernah merasa begitu terancam seperti saat ini.

OoOoO

Sosok seorang perempuan yang sedari tadi berdiri beberapa meter dari bangku kantin itu hanya mampu terdiam memandang apa yang tengah Kyuhyun dan Victoria lakukan. Telapak tangannya telah tergulung dengan emosinya yang menggumpal di rongga dadanya. Mata kelinci itu terlihat tak mengedip barang sedetikpun; seperti tengah terhipnotis.

Ketika ia menyatakan cinta dan memantapkan hatinya untuk Kyuhyun, ia lupa bahwa perempuan cantik bernama Victoria Kim itu adalah sosok pujaan Kyuhyun. Dan ia melupakan kedekatan yang terjadi antara Kyuhyun dan Victoria selama ini. Sungmin tersenyum getir, perlahan ia membalik tubuhnya dan melangkah.

Noona?” tiba-tiba telapak tangan seorang lelaki menyentuh pundak Sungmin. Seketika itu pula tubuh Sungmin terasa seperti tersengat aliran listrik; langkah kakinya terhenti detik itu juga. Ia tahu siapa yang mencoba menegurnya saat ini. Ia tahu pemilik dari suara bass yang indah ini. “Kau marah?”

Mendengar pertanyaan seperti itu terlontar dari mulut Kyuhyun membuat Sungmin mengangkat alis dan membalik badan. Mata kelinci itu menatap wajah Kyuhyun dengan pandangan intens. “Aa—apa maksudmu?”

Kyuhyun mengulum senyumnya sendiri kala melihat ekspresi Sungmin. Tadi, Victoria bilang bahwa yeoja itu melihat sosok Sungmin tengah memperhatikan mereka. Karena hal itu akhirnya Kyuhyun segera mengejar sosok Sungmin; karena Victoria menangkap wajah Sungmin yang melukiskan ekspresi cemburu.

“Baiklah, kita bicarakan hal ini di rumah nanti, hm?” Kyuhyun menenggelamkan kedua telapak tangannya di kedua saku celana. Sungguh, lelaki itu begitu senang melihat wajah penuh kecemburuan milik Sungmin. “Mau aku antar untuk kembali ke kelas?”

“Tt—tidak perlu!” jawab Sungmin tergagap kemudian berlalu begitu saja. Ck, perempuan itu selalu saja merasa begitu malu ketika mendapat godaan dari Kyuhyun.

OoOoO

Wanita itu baru saja pulang dari sekolah. Wajah imutnya yang kusut begitu menunjukkan bahwa badmood kini tengah melandanya. Sepanjang perjalanan pulang ke rumah, Kyuhyun terus saja menggodanya; membuat wajah perempuan itu memerah karena malu.

Sungmin membanting tubuhnya di lembaran bedcover single bednya. Pikirannya yang melayang ke kejadian di kantin tadi membuatnya begitu galau. Kini ia begitu takut dengan hubungan yang tengah ia jalin dengan Kyuhyun.

Bagaimana jika Kyuhyun akan meninggalkannya untuk Victoria?

Bibir Sungmin mengerucut, dahinya mengkerut, dan pipinya menggelembung. Baru saja ia akan memulai semuanya, rasa tidak percaya itu tiba-tiba melilit hati dan segenap pikirannya. “Kau bodoh sekali, Lee Sungmin!”

Sreet !

Suara pintu balkon yang terbuka terdengar; membuat Sungmin melirikkan mata. Seketika itu pula Sungmin bangkit dari rebahannya kala melihat sosok Kyuhyun telah memasuki kamarnya lewat pintu balkon.

“Bukankah sudah aku katakan, berhentilah masuk melewati pin—”

Protes dari Sungmin urung terucap kala bibir tebal lelaki yang berumur tujuh belas tahun itu mengecup dan membungkam bibir plum Sungmin. Sosok perempuan itu hanya mampu membelakkan mata ketika ciuman ini tiba-tiba ia dapat, membuatnya benar-benar diam walau lumatan di bibirnya semakin menggila.

Tangan Sungmin bergerak memukul lengan Kyuhyun manakala rasa gugup membuat dada perempuan itu mendadak terasa sesak. Erangan protes yang terdengar tertahan membuat Kyuhyun semakin gencar melumat dan menggigit bibir Sungmin. Ck, lelaki itu mesum sekali saat ini. Bisa-bisanya ia memanfaatkan kelengahan Sungmin saat ini.

Tetapi pada akhirnya Kyuhyun melepaskan ciuman mereka. Tatapan sayu dari keduanya kini bertemu, menciptakan benang cinta di antara bidikan mata yang lembut. Sosok seorang Cho Kyuhyun yang tengah terlena dengan pemandangan wajah cantik Sungmin kini mulai membali pipi chubby itu, “Saranghae,” bisiknya pelan.

Nado saranghae ..”

Kecupan singkat dari bibir Kyuhyun kembali Sungmin rasakan setelah ia membalas pernyataan Kyuhyun. Walau kecupan singkat, tetap saja suara kecupan itu terdengar begitu erotis. Kyuhyun memang sengaja menyesap bibir Sungmin selama sedetik kemudian melepasnya; menghasilkan bunyi ‘plop’ singkat.

“Akhirnya kau berada di sampingku,” Kyuhyun pun duduk di sebelah kanan tubuh Sungmin, telapak tangan lelaki itu mulai membungkam jemari Sungmin dengan begitu erat.

Sungmn menyandarkan kepalanya di pundak Kyuhyun, “Maafkan perilakuku dulu yang menyakitimu, Kyunnie ..,” ucapnya seraya memejamkan mata. “Dulu, aku begitu ingin mempertahankan hubungan kakak-adik karena kupikir hubungan itu tak serapuh hubungan cinta ..”

“Maksudmu?”

Kelopak mata Sungmin terangkat, membuat dua bola mata indah itu terlihat berkilau. “Kukira hubungan kakak-adik itu akan membuatku selalu ada bersamamu.”

“Aish!” jemari telunjuk Kyuhyun menyentil dahi Sungmin pelan. “Jangan bahas masalah itu lagi, noona!

Tawa renyah Sungmin terdengar, “Kau yang membuatku merasa harus membahasnya!”

Bruk!

Tiba-tiba Kyuhyun merebahkan tubuh mungil itu di atas ranjang, menindih sosok Sungmin dengan tubuh kurusnya dan mengapit dengan dua lengannya. Sungmin tahu, setelah ini Kyuhyun akan kembali menghujani bibirnya dengan kecupan lembut seperti kemarin malam. Karena itu, perempuan itu pun memejamkan mata untuk bersiap-siap.

Seulas senyum jahil terlukis di bibir Sungmin, membuat Kyuhyun ingin menggoda ‘kekasih’ barunya. “Kenapa memejamkan mata?”

“Eh?” sepasang mata kelinci itu kembali terbuka ketika gendang telinganya mendengar pertanyaan Kyuhyun. Semburat merah tipis kembali menghiasi pipi chubbynya; membuat Sungmin kembali merasa malu. “Aa—kau mengerjaiku!” Sungmin merengek manja.

Chup!

Bibir Kyuhyun mengecup singkat bibir Sungmin untuk meredam rengekan bunny girlnya. “Maaf, aku hanya bercanda,” jawabnya seraya terkekeh jahil. Kyuhyun kembali mendekatkan bibirnya di bibir Sungmin kemudian menghisap bibir itu dengan lembut. “Kau kekasihku, ‘kan?” pertanyaan itu terlontar di tengah-tengah ciuman mereka.

“Benar ..,” jawaban Sungmin terdengar di tengah-tengah suara kecupan bibir mereka. “Kau kekasihku ..,” lengan Sungmin akhirnya melingkar di leher Kyuhyun, memaksa lelaki itu untuk terus melanjutkan aksi ciuman ini.

Victoria.

Nama seorang perempuan itu tiba-tiba melesak di pikiran Sungmin, membuat perempuan itu reflek menarik kepalanya dan mengakhiri ciuman mereka. Mendadak ia kembali merasa galau. “Tt—tapi, Kyu ..”

“Apa lagi, jagiya?” jemari Kyuhyun berusaha menyentuh dagu Sungmin dan menahan kepala perempuan itu agar tak bergerak. Hei, lelaki itu sama sekali tak ingin momen ciuman mereka berhenti saat ini.

Sungmin memalingkan wajahnya ke samping kiri, “Aa—apa hubunganmu dengan Victoria?”

Sebuah evil smirk terlukis di bibir Kyuhyun yang mengkilat. Satu presepsi yang Victoria katakan kepadanya memang benar adanya. Kekasih barunya ini cemburu dengan kedekatan mereka. “Kau cemburu, hm?”

Bibir Sungmin mengerucut, “Tidak! Aku hanya bertanya!” jawabnya ketus.

“Ck, tapi tak perlu dengan nada tinggi ..,” bibir Kyuhyun mendarat di pipi Sungmin. “Kami hanya berteman ..”

Alis Sungmin mengkerut, tidak begitu puas dengan jawaban yang Kyuhyun berikan kedanya. “Jawab dengan serius, Kyu!” cengkraman Sungmin yang cukup kuat di sisi pundak Kyuhyun mengerat, membuat ujung kukunya yang lancip hampir tenggelam di kulit Kyuhyun.

“Akupun juga serius!” balas Kyuhyun dengan nada tegas. “Percayalah, aku tak menyukai wanita itu!”

“Benarkah?”

Kepala Kyuhyun mengangguk di sela aktifitasnya mencium pipi chubby Sungmin. “Aku tidak butuh wanita lain jika kau telah berada di sampingku ..”

Bibir mereka kembali bersatu dalam sebuah ciuman lembut; ciuman yang mengakhiri perdebatan kecil tentang perasaan masing-masing. Dua insan itu terlihat lebih terbuka dengan apa yang mereka rasakan. Terbukti dengan ciuman yang sama-sama mereka inginkan kali ini. Dua orang itu begitu kompak menyesap, menjilat, dan berada lidah satu sama lain. Ciuman memabukkan ini semakin menggelamkan mereka dalam dunia fantasi; membuat sesi ciuman ini akan berlangsung panjang.

Cklek!

Noona—Ooh My God!”

Cklek!

Pekikan itu berakhir dengan suara pintu kamar yang tertutup. Dua sosok yang tadinya asyik bercumbu kini saling menatap, kemudian pandangan mereka berakhir di ambang pintu. Wajah pucat pasi kini terlukis di wajah Kyuhyun dan Sungmin.

“Adikku, adikku!” pekik Sungmin tertahan.

Noona, tenanglah dulu!” Kyuhyun menahan lengan mungil Sungmin, menghentikan langkah Sungmin yang akan mengekor sang adik.

“Tt—tapi, bagaimana jika dia mengatakan sesuatu kepada eomma?”

“Kita akui saja,” tubuh kurus itu pun bangkit dari duduknya. Rengkuhan telapak tangannya semakin mengerat, menunjukkan bahwa perasaan kalutpun ia rasakan; sama seperti Sungmin.

“Kk—Kyu, aku belum siap,” ujar Sungmin dengan nada memelas. Tatapan sayu ia lempar kepada sang kekasih, berharap Kyuhyun akan mengurungkan niatnya.

Kepala Kyuhyun menggelang, “Waeyo? Aku ingin mereka secepatnya tahu tentang hubungan ini ..,” lelaki itu menatap Sungmin dengan pandangan tajam. “Lagi pula, kaulah satu-satunya alasan kenapa aku membatalkan niatanku untuk pindah ke China ..,” lirihnya. Raut wajah lelaki itu tampak begitu tenang walau pikirannya tengah melayang; menerka-nerka apa yang akan terjadi jika kedua orang tua mereka tahu tentang hubungan ini.

Sungmin yang menangkap keseriusan Kyuhyun mulai diam; memikirkan perkataan Kyuhyun yang mewakili perasaannya. Perlahan Sungmin memeluk tubuh kurus Kyuhyun, membawa lelaki itu ke dalam dekapannya yang lembut. “Baiklah, kalau begitu ayo kita lakukan ..,”

Pelukan itu akhirnya berakhir dengan cumbuan singkat penuh kasih. Setelah itu, dua orang itu pun berjalan keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang tamu dengan tangan terpaut; mencoba membagi apa yang tengah mereka rasakan lewat tautan tangan. Langkah kaki yang terseret terdengar begitu lirih, menjejaki hamparan lantai kayu yang dingin. Sungmin yang mencoba bersembunyi di balik punggung Kyuhyun hanya mampu menggigit bibir bawahnya, takut kalau sang eomma akan berteriak dengan nada penuh amarah manakala melihat tautan tangan mereka.

Noona?” panggilan dari adik Sungmin, Sungjin, membuat beberapa orang yang berada di ruang tamu mengalihkan pandangan mereka, membidik pasangan baru itu dengan pandangan penuh tanda tanya. Sungjin yang baru saja kembali dari dapur secara tak sengaja bertemu dengan Sungmin dan Kyuhyun. Wajah lelaki yang duduk di bangku SMP itu memerah saat kelebat bayangan tentang adegan ciuman antara sang noona dan Kyuhyun terlintas; membuat lelaki itu tak mampu berkata dan lebih memilih untuk pergi ke ruang tamu.

“Kalian berdua, ada sesuatu yang ingin kalian bicarakan dengan kami?” sang eomma, dari Sungmin, bertanya.

Orang-orang di ruang tamu baru saja dikejutkan oleh sifat Sungjin yang aneh saat baru saja kembali dari ruang tamu. Karena itu, setelah mereka melihat sosok Kyuhyun dan Sungmin ada di sana membuat rasa penasaran mereka semakin bergelora.

Sungmin dan Kyuhyun akhirnya duduk bersebelahan di sofa panjang ruang tamu itu. Genggaman tangan mereka semakin erat kala pandangan dua orang itu bertemu dengan pandangan orang-orang berumur di sana. Sebelum berkata, Kyuhyun menyempatkan diri untuk menghela nafas untuk menenangkan nafasnya.

“Kalian berpacaran?” pertanyaan itu terlontar dari mulut Heechul, eomma Kyuhyun, yang duduk tepat di depan Kyuhyun. Pertanyaan ambigu itu membuat mereka saling pandang, melempar tatapan heran.

“Bb—benar,” bibir Kyuhyun yang bergetar akhirnya berucap kata.

“Kyaa!” Heechul, yang notabenya adalah wanita yang suka memekik akhirnya berteriak dengan nada penuh kejutan. Perempuan itu pun tertawa dengan suara kikikan yang menyeramkan, cukup membuat sang anak, Kyuhyun, hanya mampu diam tertunduk. Ia tak akan takut dengan eommanya, tapi ia takut dengan Leeteuk eomma. “Sungjin-ah, katakan kepadaku apa yang kau lihat ketika kau masuk ke kamar Minnie tadi?” lagi-lagi Heechul memberikan pertanyaan ambigu, membuat Sungjin yang menjadi pihak penjawab hanya mampu menelan ludahnya, gugup.

“Tt—tidak ada, eomma!” seloroh Sungmin seraya melambaikan tangannya kekiri. Semburat merah yang mulai mendominasi pipinya membuat Heechul semakin penasaran.

Aigoo, Heechul-ah,” Leeteuk, eomma Sungmin, kini menepuk-nepuk punggung Heechul dengan gerakan lembut. “Berhenti membuat mereka merasa malu ..”

Eomma ..,” Sungmin merengek dengan nada manja. Jelas saja ia merengek, sang eomma menyelipkan godaan di kata-kata pembelaannya. Wajah gadis remaja itu semakin merona manakala pandangan menggoda ia terima dari Heechul.

Eomma, berhentilah menggoda Minnie noona,” Kyuhyun kini berucap. Ia tak menyangka jika pengakuan ini akan berakhir dengan godaan yang mereka terima dari sepasang sahabat karib paruh baya ini.

“Kenapa kau sewot sekali?” Heechul membalas dengan begitu sinis. “Oiyah, jangan lupa untuk berkemas secepatnya ketika kau akan berangkat ke China, setelah ini aku akan langsung ke bandara untuk kembali ..”

Eomma!” suara lelaki itu tersemat nada protes. “Aku tidak akan pergi ke China!”

Pandangan mata Heechul kini beralih menatap wajah Kyuhyun, “Lalu kau akan tinggal dengan siapa jika tidak pergi ke China?”

“Aku bisa tinggal dengan Minnie noona!” jawabnya; sukses membuat tiga orang yang ada di sana sweatdrop; apalagi Sungmin sendiri. Lelaki itu mengucapkan kalimat frontal tanpa berpikir, tak peduli bila perkataan itu akan berujung pada pemikiran negatif dari otak orang-orang dewasa.

Ctak!

Satu jitakan dari kepalan tangan Heechul mengenai permukaan kepala Kyuhyun; menciptakan rintihan kesakitan dari mulut Kyuhyun. “Aku tidak ingin kau berbuat mesum kepada Minnie!” Heechul membalas dengan kalimat frontal, sama seperti sang anak. “Eomma sangat khawatir ketika mendapat telpon dari Leeteuk yang mengatakan bahwa kau sakit!”

Eomma ..,” Sungmin kini mencoba membela sang kekasih. “Percayakan Kyunnie kepadaku untuk menjaganya ..,” ucapan tulus dari seorang Sungmin membuat Leeteuk dan Heechul melengos. Dua bunga matahari mereka yang dulu terasuh dalam dekapan kasih sayang keduanya, Leeteuk dan Heechul, kini mulai menunjukkan sisi kedewasaan. Ucapan penuh makna yang terlontar dalam nada ketulusan sukses membuat mereka trenyuh.

Telapak tangan Leeteuk mencoba menggenggam tangan Sungmin, meremasnya kecil untuk menunjukkan makna dari rengkuhan tangan itu. “Apa kami bisa mempercayaimu, hm?”

Kepala Sungmin mengangguk untuk memberi jawaban. Yakin atau tidak yakin perempuan itu tetap saja mengangguk. “Percayalah kepadaku ..”

Binar mata Heechul yang biasanya terlukis kemarahan kini mulai meredup. Saat bidikan matanya mendarat di wajah sang anak, Kyuhyun, perempuan itu hanya mampu memandang lalu membelai pipi Kyuhyun. “Kau begitu diberkati karena Tuhan telah mengirim seorang malaikat untukmu ..”

Hening. Tak ada percakapan ketika Heechul telah selesei mengucapkan ucapannya yang menyerupai seorang biawarati. Saking tersentuhnya dengan ucapan ‘calon menantunya’ membuat Heechul merasa patut untuk berbahagia. Wanita yang biasanya terkenal arogan dan egois—walau dengan anaknya sendiri—itu kini baru saja mengatakan kata-kata bernada lunak. Maklum, semenjak sang suami, Hangeng yang merupakan ayah kandung Kyuhyun, memutuskan untuk hidup sendiri di China, wanita itu mulai bersikap keras terhadap siapapun; tak terkecuali Kyuhyun.

“Aku rasa aku harus pergi,” Heechul tiba-tiba bangkit dari duduknya, tangan perempuan itu pun bergerak merapikan roknya sendiri kemudian bangkit. “Pesawatku akan take in setengah jam lagi ..”

“Biar aku antar, eomma!” Kyuhyun berniat memberi tumpangan.

“Tidak perlu, aku bisa menaiki taksi ..,” Heechul melempar sebuah senyuman. Kemudian perempuan itu beranjak memeluk mereka-mereka yang duduk di sofa dan melemparkan bisikan lirih sebagai pesan.

OoOoO

Heechul duduk termenung di salah satu bangku di sana. Keramaian bandara yang dulu selalu sukses membuat telinganya bising kini tak begitu ia hiraukan. Pikirannya yang berputar ke kejadian masa lalu sukses membuat Heechul hanya mampu diam; merenungkan kesalahan-kesalahan yang ia perbuat kepada Kyuhyun. Setelah Hangeng pergi, perempuan itu lebih cenderung untuk bersikap keras; mendidik anak semata wayangnya dengan kasih sayang seadanya. Kyuhyun pun terlihat telah terbiasa hidup tanpa dirinya.

Mianhae, jagiya ..,” telapak tangan Heechul yang kurus menelangkup wajahnya sendiri, menumpahkan air matanya di sana. Ketika hari hujan ataupun cerah, perempuan itu tak pernah memberikan kasih sayang yang begitu berkesan untuk Kyuhyun, tidak pernah.

Eomma, uljima ..,” suara bass itu muncul bersamaan dengan rengkuhan di kedua telapak tangan Heechul. Kini wajah Kyuhyun telah berada di hadapannya, dan beberapa detik setelah itu selembar sapu tangan menyapu permukaan pipinya. Wajah teduh Kyuhyun yang jarang terlihat kini ia terima. “Eomma berbohong, ini sudah setengah jam sejak eomma berpamitan,” Kyuhyun mendudukkan dirinya di bangku.

Mianhae,” ucap Heechul dengan suara parau yang terkesan dipaksakan. “Selama ini eomma selalu saja pergi meninggalkanmu sendiri di apartemen ..”

Gwaenchanha,” balas Kyuhyun santai. “Dulu aku sempat berpikir untuk membenci eomma karena hal itu, tetapi aku sekarang mengerti ..”

“Mengerti?” tatapan mata Heechul menerawang orang-orang yang berlalu lalang di depannya.

Kepala Kyuhyun mengangguk, “Eomma mengajariku tentang suatu hal yang membuatku mengerti apa itu mencintai dan dicintai,” jawabnya. “Aku akan berkunjung ketika liburan nanti. Jadi kirimi aku emaileomma!” Kyuhyun mencoba mengalihkan pembicaraan mereka yang berujung pada topik menyedihkan. Ia begitu ingin menangis ketika melihat wajah sendu sang eomma. Ada sesuatu yang menusuk hatinya ketika pandangannya menangkap gurat kesedihan di sana, dan itu membuatnya merasa menjadi seseorang yang tak berguna karena membuat seorang wanita yang ia cintai menangis.

“Baik,” Heechul menyunggingkan seulas senyum. “Kyuhyun-ah, berjanjilah untuk menjaga Sungmin dengan baik. Berjanjilah untuk tidak pernah meninggalkannya karena alasan apapun ..,” tiba-tiba permintaan itu terlontar dari mulut Heechul diselingi oleh tatapan sayu nan lembut dari kedua bola matanya. Saat pikiran itu melayang memikirkan masa depan Kyuhyun dan Sungmin membuat perempuan itu mulai berpikir, apa yang telah Hangeng lakukan kepadanya tak patut untuk terulang oleh Kyuhyun.

“Tentu,” Kyuhyun menatap wajah sang eomma. “Aku berjanji dan bersumpah akan hal itu ..”

OoOoO

Sungmin duduk terdiam di tepi ranjang sembari memandang dinding kamarnya. Sudah sejam yang lalu Kyuhyun pergi menyusul sang eomma, dan hingga saat ini lelaki itu tak kunjung kembali. Sungmin yang mulai dilanda kebosanan mulai mengayunkan kaki; menciptakan suara duk-duk karena perbenturan antara tumit kaki dan penyangga ranjang.

Cklek.

Tiba-tiba suara pintu kamar yang terbuka terdengar, membuat Sungmin yang semula mulai larut dalam angan kini mengarahkan pandangannya di ambang pintu. Ia pikir Kyuhyun yang datang, tapi ternyata sosok sang eommalah yang ia dapati. Sosok perempuan cantik bak berwajah malaikat itu duduk di samping Sungmin dan mulai memandang wajah sang anak dengan tatap hangat.

“Akhirnya kau memutuskan hal yang tepat,” ucapnya untuk memulai percakapan.

Alis Sungmin mengkerut karena heran, “Maksud eomma?”

Eomma tahu, selama ini kau mencintai Kyuhyun ..”

Mwo?” Sungmin memekik.

“Kau kira eomma tidak tahu?” Leeteuk mencubit pipi Sungmin. “Kau selalu mengatakan bahwa Kyuhyun adalah adikmu. Tetapi pandangan yang kau berikan kepada Kyuhyun sangat berbeda dengan pandanganmu kepada Sungjin.”

Sungmin terdiam. Tampak raut wajahnya berubah kala ia mendengar penuturan sang eomma. Hampir sebulan hubungannya kandas dengan Kyuhyun karena kesalahan dan keegoisannya. Dan karena hal itu pula, secara tak langsung ia menyakiti Kyuhyun; membuat lelaki itu merasakan patah hati.

“Eo—eomma?” kali ini suara bass Kyuhyun terdengar. Dua sosok perempuan yang larut dalam pikiran masing-masing itu tak menyadari kehadiran Kyuhyun di kamar itu.

“Ahh, aku rasa aku harus membiarkan kalian berdua ..,” Nyonya Lee bangkit dan melangkah keluar kamar. Perempuan paruh baya itu begitu menjaga privasi sang anak, memberikan kebebasan untuk berbicara dengan kekasihnya berdua.

“Akhirnya ..,” Kyuhyun mendudukkan dirinya di samping Sungmin, menelengkupkan kedua telapak telapak tangannya sendiri. “Ketika kau membuka hati, semua menjadi lebih mudah seperti ini ..”

Kepala Sungmin bersandar di pundak kokoh sang kekasih, kedua lengan mungilnya melingkar; memeluk lengan Kyuhyun dengan begitu erat. “Mianhae, karena aku kau terlambat mendapatkan kebahagiaan ini.”

Hembusan nafas lembut nan syahdu menerpa kulit wajah Sungmin, “Sudahlah. Sekarang ini aku begitu bahagia setelah mendapatkanmu.”

Sungmin mendongakkan kepala, “Arasseo,” nada mendayu yang terkesan menggoda terdengar; sekaligus dengan gerakan lembut dari gesekan antara pipi Sungmin dan lengan Kyuhyun. “Saranghae.”

Satu kecupan lembut dari bibir Lee Sungmin di bibir tebal Kyuhyun mendarat selama sedetik, “Jeongmal saranghae,” Sungmin kembali mematuk bibir Kyuhyun. Hei, mendapat dua kali kecupan singkat dari Sungmin membuat lelaki itu merasa malu pada dirinya sendiri.

“Mengapa hanya kecupan singkat?” salah satu telapak tangan Kyuhyun yang terbebas dari dekapan lengan Sungmin kini mencengkeram rahang ramping milik Sungmin. Kedua bola matanya yang berwarna hitam dadu memancarkan binar kelembutan; menghipnotis tatapan Sungmin lewat tatapan matanya.

Keheningan yang tercipta membuat dua orang itu hanya mampu menyelami tatapan masing-masing. Hembusan nafas yang berbenturan membuat mereka merasakan kenyamanan dari posisi mereka. Debar jantung Sungmin dan Kyuhyun membuat mereka hanyut, tenggelam dalam kubangan cinta yang mereka ciptakan sedemikian rupa.

Tetapi, pada akhirnya tatapan mereka terputus ketika Kyuhyun berinisiatif mencium bibir merah ranum milik Sungmin. Walau hubungan percintaan ini baru saja dimulai, tetapi ciuman seperti ini bukanlah hal yang patut untuk dihindari. Mereka berdua telah memaklumi pagutan lembut yang begitu mamabukkan seperti ini. Bahkan, menurut Kyuhyun ciuman adalah suatu hal yang wajib dilakukan setiap pandangan mereka bertemu.

Saranghae ..”

Jeongmal saranghae ..”

“Kyunnie ..”

“Ming .., eemph ..”

END

63 thoughts on “I Want To Feel How To Love | KyuMin | Chap 11 [ENDING] | GS | T+ | Romance |

  1. Happy Ending…*nyanyilaguavrillavignedah* ^^
    .
    .eonnii…cerita ff mu slaluu nggak bisaa di tebakk…jdii dag,dig,dug gaje baca.y🙂
    ”Keep Writing yah Eon”:D

  2. Akhhhhhhh akhirnya akhir yg membahagiakan😀
    Eh ada ayangQu muncul si yesung, knpa ga eksis sih bang??????hahahaha

    Trnyata victoria itu adiknya kibum toh
    N si kibum trnyata udah suka lama sama siwon owhhhh so sweettttttttt bngt deh

  3. Omoo.. rame.. rame.. kkkk
    akhirnya mereka bersatu.
    fiuh lega.. awalnya klo minnie gk nyatu ama kyunnie, minnie nya aku ambil. kkk~ *evilsmirk.
    #digorokkyunnie

  4. Ciyeeee,,
    Yang berakhir dengan kebahagiaan
    Kyuhyun yg tidak jadi ke china,, kibum yang ternyata mencintai siwon,, restu orang tua sudah digenggam.
    Hubungan anak dan ibu “KyuChul” juga membaik
    Ryeowook dengan yesung,, victoria dgn pasangannya tanpa ada minat dengan kyuhyun dan kyumin yang bersatu

    ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥

  5. Aaah~ maaf ya chingu aku jadiin satu komennya disini🙂
    Kasian liat Kyu tersiksa gitu, aku tau bgt perasaan Kyu waktu Ming lebih milih Siwon daripada dia. Pdhl dia udh jelas2 selalu ada dan lebih ngertiin Ming :’) Aku tau bgt gimana rasanya.. Karena akupun pernah ngerasain hal itu *eh malah curcol😄
    Sempet gemes juga knp Ming ga bisa sadar kalo dia suka sama Kyu juga? Kenapaaaaaa?😀 Tapi akhirnya… Happy ending! ^^
    Btw, ngeri deh bayangin Kyuhyun jadi ketua kedisiplinan gitu, wkwk.. Ga berani telat deh kalo ketua kedisiplinannya macem Kyuhyun gitu😄

  6. Happy Ending :’) *lemparbunga*
    Walaupun ming terlambat mengungkapkannya, tapi akhirnya mereka bersatu juga. Kyu pervert :p

  7. aah seneng bangeeet..
    aigoo pantes vic nyemangatin kyu utk nyatain cnt ke min trnyata ada kibum diblkgnya..haha
    ..
    wookie lebay nii ampe mimisan..😀
    .
    chukkae kyumin-ah ♡♡

  8. happi ending…kyaaa…aq sng bgt.. wonnie mmng lbh pnts sma bumie…
    eoon klo bisa bkin ff yg pairing x sibum y.. q sk bgt sma couple ne slain kyumin

  9. akhirnya happy anding jg… klo gni kn enak tuhh.. tak di sangka tak di duka ternyata vict itu adiknya kibum, lagian kibum knp nonggolnya lama sii.. tpi yg penting kyumin bersatu🙂

  10. ya ampun…ya ampuunn…ending nya hot bgt walaupun hanya sekedar ciuman…tapi so sweet bgt…berhubung hp ku low bat…baca sequel nya dlnjut bsok aja deh…skrg aq mw boboq mmpiin kyunie…hahaha jaljayo…. chu

  11. jujur ya ini disini sungmin telmi atau apa dah ga nyadar perasaan kyuhyun dari dulu wkwkwkwkkwk cie kyuhyun congrats yaw xD

  12. hadeehh.. ternyata sungmin dari dulu udah ada rasa? ckck.. kasihan si kyunni menderita gara2 ditolak..
    happy ending yah..
    mmmm.. knp ga dilanjutin eonni kisahnya smp mrk kuliah & menikah.. hehe.. keren..😀

  13. Wah… Itu yang terakhir Sungmin yang mencium Kyuhyun ya?😄
    Hah? Itu Ryeowook kenapa bisa mimisan pas Sungmin bilang ke Yesung kalau Ryeowook ingin berkencan dengannya?😀 :p

  14. yeeayyy akhirnya kyumin bersatu jugaa.. kirain leeteuk sma heechul bkalan ngelarang mereka.. ehhh, trnyata mreka malah antusias bgt ^^
    chukkae uri kyumin :*

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s