I Want To Feel How To Love | KyuMin | Chap 10 | GS | T+ | Romance |

I want to Feel How to Love

Genre : Romance , Drama

Rate : T

Pairing : KyuMin

Part : 10/?

Warning : Genderswitch , abal , geje .

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

Music : Loving You by Yesung ft Luna

“Kau hebat!” Sungmin melontarkan sebuah pujian sembari memberi dua jempol kepada sang kekasih. “Sungguh—”

“KENAPA TERUS BERTANYA? BUKANKAH AKU AKAN PERGI KE CHINA SETELAH UJIAN SEMESTER INI SELESAI!” teriakan seorang lelaki yang terdengar dengan begitu keras dari apartemen sebelah. Dan itu sukses membuat sepasang kekasih itu menoleh ke kanan, menatap balkon kosong di sana. “SUDAH AKU KATAKAN, EOMMA! BERHENTILAH MENGATURKU!”

Trak!

“Oo—omona ..,” Sungmin membekap mulutnya sendiri dengan telapak tangannya. Teriakan Kyuhyun berakhir dengan suara bantingan benda elektronik itu begitu mengoyak perasaannya. Seketika itu pula ia tak mampu untuk berkata, air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya membuat Sungmin tak berani mengedip. Pernyataan yang baru ia dengar dari teriakan itu membuat debar jantungnya berdebum dengan begitu menggila.

BUKANKAH AKU AKAN PERGI KE CHINA SETELAH UJIAN SEMESTER INI SELESAI!

“Aa—apa dia baik-baik saja?” suara Siwon ikut tergagap karena rasa kaget yang baru ia rasakan. Ia mengalihkan pandangannya menatap Sungmin, menangkap wajah pucat pasi yang Sungmin lukis. Lelaki itu bahkan sangat tahu bahwa kini Sungmin akan menangis, ia begitu tahu Sungmin merasakan keterkejutan yang lebih parah daripada dirinya. “Jagiya, gwaenchanha?

Selama satu detik, kelopak mata Sungmin mengedip; membuat setitik air mata jatuh dengan begitu cepat menelusuri pipi chubbynya. Kepala Sungmin mengangguk untuk memberi jawaban, kepalanya kian tertunduk; mencoba menyembunyikan raut wajahnya yang menyedihkan. “Gwaenchanhayo ..”

Siwon melengos, lelaki itu pun bangkit dan memeluk pundak Sungmin. Bahu Sungmin terasa bergetar dan isak tangis samar-samar terdengar. Ia tahu, Sungmin tengah menangisi lelaki lain. Dan itu membuatnya begitu sakit. Jujur saja, ia ingin Sungmin hanya tertawa dan menangis untuk dirinya; bukan untuk lelaki lain.

Noona! Apa yang kau lakukan?” kali ini suara Sungjin terdengar membentak sang noona, emosi lelaki berwajah tampan itu meluap kala melihat Sungmin dan Siwon berpelukan seperti itu. “Apanoona tak berniat mengunjungi Kyuhyun hyung? Bantulah eomma menenangkannya!” ucapnya dengan emosi berapi-api.

Siwon yang merasa terusir dengan perkataan Sungjin mendadak merasa tahu diri. Lelaki itu pun melepaskan pelukannya, “Lebih baik aku pulang ..”

Sungmin mendongakkan kepalanya, menatap Siwon dengan mata merahnya. “Aku akan mengantarmu ..”

Tangan perempuan itu menarik lengan Siwon, menyeret lelaki itu untuk segera keluar dari apartemennya. Langkah Sungmin yang terkesan tergesa-gesa membuat hati Siwon benar-benar terasa semakin perih. Entah mengapa kekecewaan yang begitu besar melesak dan terasa menghancurkan perasaannya dengan begitu kejam. Sejujurnya, ia begitu berharap Sungmin akan memintanya untuk tinggal lebih lama.

Langkah kaki mereka akhirnya terhenti di di depan pintu apartemen Sungmin. Dan di detik itu juga tautan mereka terlepas. “Kau harus benar-benar pulang,” ucap Sungmin dengan nada rendah.

Grep!

Tiba-tiba Siwon memeluk tubuh mungil Sungmin, merengkuh wanita itu dengan begitu erat. Kesedihan yang Siwon rasakan terasa tumpah di pelukan ini. Nafasnya yang memburu terasa menggelitik tengkuk Sungmin, apalagi kala rengkuhan ini semakin erat; membuatnya sedikit sulit untuk bernafas.

Saranghae ..,” bisikan yang terdengar begitu lembut itu terdengar dari mulut Siwon diantara deru nafasnya. Ungkapan cinta yang mewakili perasaannya sukses membuat seorang Lee Sungmin semakin tak tega melepaskan pelukan ini. “Kumohon, jangan tinggalkan aku ..”

Jiwa Sungmin terasa tenggelam kala ia mendengar apa yang baru Siwon bisikkan untuknya. Kata-kata yang selalu ia hindari itu kini terucap dan tertuju untuknya. Bisa apa ia sekarang? Ia yang memulai semuanya. Ia yang lebih memilih Siwon dan mengacuhkan perasaan Kyuhyun dengan alasan hubungan kakak-adik yang ingin ia pertahankan. Dan sekarang, ia semakin terperangkap dalam kisah cinta penuh kebohongan dan rasa sakit.

Rengkuhan itu akhirnya terlepas kala rasa kecewa Siwon memuncak. Wanita itu tak menjawab permintaannya, dan itu cukup membuatnya merasakan kesedihan yang menohok hatinya. Dua bola mata milik Siwon membidik wajah sang kekasih, lalu dengan gerakan cepat ia mematuk bibir Sungmin. “Aku pulang!” Lelaki itu berbalik begitu selesai mengucapkan kata perpisahan itu; membuat rasa bersalah semakin merajam perasaan Sungmin.

Mianhae ..,” Sungmin berbisik pelan. Setelah itu ia segera masuk ke dalam apartemen Kyuhyun, memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Kala ia telah memasuki apartemen itu, wajah sangeommalah yang ia temukan. Wanita paruh baya itu kini tengah mengepel lantai ruangan apartemen Kyuhyun. “Aa—ada apa, eomma?” Sungmin beringsut mendekati sang eomma, menatap wajah perempuan itu dengan tatapan penuh kekhawatiran.

Sang eomma menatap wajah Sungmin dengan pandangan menyelidik. “Katakan, apa kalian bertengkar?”

“Eo—eomma ..”

“Kau membiarkannya sendiri selama Nyonya Cho telah pindah ke China!” Nyonya Lee kembali menggosokkan kain pel di atas lantai kayu tersebut. Tampaknya perempuan itu menunjukkan kemarahannya secara tidak langsung lewat ucapannya yang bernada tinggi.

“Apa?” seketika itu pula, teriakan yang ia dengar dari Kyuhyun kembali terngiang di gendang telinganya.

“Kau bahkan tidak tahu hal semacam itu? Kakak seperti apa kau itu?” sembur Nyonya Lee dengan melemparkan tatapan tak percaya. Perempuan paruh baya itu mendengus, detik itu juga ia mengalihkan pandangannya. “Apa kau juga tidak tahu, Kyuhyun akan pindah ke China setelah ujian kelas satu usai?”

Pertanyaan eomma Sungmin begitu menampar perasaan Sungmin, lidahnya terasa terlilit oleh beribu makian untuk dirinya sendiri, pikirannya terasa tersumbat oleh rasa kalut dan sedih yang ia rasakan. Sungmin mundur beberapa langkah, tanpa menjawab pertanyaan sang eomma perempuan itu pergi menghampiri pintu kamar Kyuhyun dan membukanya dengan gerakan cepat.

Air matanya tumpah kala pandangannya mendapati keadaan kamar Kyuhyun yang begitu mengerikan. Bingkai-bingkai foto mereka telah lenyap, tergantikan oleh cat dinding biru pucat dan beberapa coretan dari spidol merah. Pandangan perempuan itu mengedar, kemudian jatuh di ke-dua mata kelam milik Kyuhyun yang menatapnya. Tanpa menghiraukan kejadian-kejadian pahit yang terjadi di antara mereka akhir-akhir ini, Sungmin menerjang tubuh kurus yang terduduk di bibir ranjang dengan pandangan kaku.

Andwae!” Sungmin memekik pelan, suaranya yang parau tersaingi oleh isak tangis membuatnya tak mampu untuk berteriak. “Kau tidak boleh pergi!”

Bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti itu walau kau telah memiliki lelaki lain?

‘Nyanyian kesedihan’ bercampur air mata itu terdengar mendominasi. Tak ada sahutan kata dari Kyuhyun. Dan Sungmin sendiri, ia sepertinya tak mampu untuk bertutur kata mengingat tangisan ini begitu mencekik dan merebut suaranya. Desisan dan tangisan itu bercampur, ditambah dengan deru nafas Sungmin yang tak beraturan.

“Jangan seperti ini,” Kyuhyun berusaha melepaskan rengkuhan tangan Sungmin. Kebencian terhadap sosok Sungmin yang telah berulang kali menolak dan bahkan mampu membuangnya menyisakan kebencian juga dendam di dalam lubuk hatinya. Pelukan ini hanya akan menambah luka, ia tak pernah mau mendapatkan luka yang lebih dalam lagi.

Mianhae .., jeongmal mianhae,” susah payah kata-kata itu Sungmin lontarkan. Ia harus melawan nafasnya sendiri untuk mengucapkan tiga kata itu. Dadanya yang naik-turun membuat paru-parunya semakin terasa sesak. Beberapa detik setelah itu, akhirnya tangis Sungmin kembali pecah.

“Kau menangis karena kuda itu menyakitimu?” sahut Kyuhyun dengan nada dingin. Pada kenyataannya, Kyuhyun ingin Sungmin menyalahkan lelaki itu; bukan dirinya. Tak dapat dipungkiri, hatinya juga berdenyut sakit jika semua berakhir seperti ini. Saat ini, semua jalan yang akan ia tempuh terasa telah buntu. Ia tak bisa melakukan apapun tanpa bayang-bayang Sungmin yang menghantui pikirannya, dan luka yang ia terima saat ini perlahan membunuh semangat hidupnya.

Mianhaeyo ..”

“Cukup,” Kyuhyun benar-benar melepaskan diri dari rengkuhan Sungmin. Langkah kaki lelaki itu terseret beberapa meter lalu berbalik menatap Sungmin. “Aku tak ingin mendengar apapun lagi ..,” ujarnya dengan nada bicara yang begitu dingin.

“Hari ini ..,” Sungmin memotong ucapannya sendiri saat isak tangis itu meluncur. “Kau membuatku begitu hancur ..”

Senyuman sinis penuh kebencian terlukis di kedua belah bibir Kyuhyun. Lelaki itu kembali mendekati sosok Sungmin, jemari telunjuknya memaksa dahu Sungmin untuk mendongak. Dua mata kelinci yang telah dipenuhi oleh air mata itu mengedip; mengiris perasaannya yang miris. “Bukankah kau juga pernah melakukan ini kepadaku?”

“Kyu ..”

“Bagaimana kabar hubunganmu dengan kuda itu, hm?” manik mata Kyuhyun masih berusaha memenjara pandangan Sungmin, menyelami bola mata wanita yang ia cintai itu dengan seteliti mungkin. “Kau bahagi—”

Dua bibir itu bertemu saat dua lengan mungil menarik paksa tengkuk lelaki itu ke depan. Detik itu juga rasanya Kyuhyun ingin meledak saat ia tahu Sungmin menciumnya. Mata beloknya yang terbelalak karena kaget tak kuasa untuk mengedip. Wajah Sungmin yang memerah karena tangisannya terlihat begitu menyedihkan; sentuhan dari jemari Sungmin yang bergetar kini menari di tengkuk Kyuhyun, dan detak jantung di dada Sungmin terasa seperti ingin mengoyak dadanya.

Dua telapak tangan Kyuhyun kin terangkat merengkuh pipi Sungmin, menarik kepala perempuan itu ke belakang dan melepaskan ciuman mereka. Mata Sungmin yang setengah terpejam karena rengkuhan di pipinya mengedip; membuat beberapa tetes air mata jatuh membasahi telapak tangan Kyuhyun.

“Kenapa?” mata Kyuhyun melotot; membidik wajah penuh kesedihan milik Sungmin. Kini, debar jantungnyalah yang kian menggila manakala ciuman itu telah berakhir. Merasakan apa yang Sungmin rasakan membuat lelaki itu begitu ingin menumpahkan apa yang menjajah hatinya. Otot-otot halus terlihat dengan begitu jelas di pelipis dan perpotongan leher Kyuhyun; tanda bahwa lelaki itu benar-benar marah untuk saat ini. “Kau ingin mempermainkanku, huh?”

“Aa—aku tidak bisa hidup tanpamu, Kyu!” tangisan Sungmin terdengar setelah pernyataan itu terlontar. “Aku membutuhkanmu!”

“Katakan, kau mencintaiku, ‘kan?” hembusan nafas hangat Kyuhyun menerpa permukaan wajah Sungmin; memberikan kesan nyaman yang begitu memabukkan. Nafas lelaki itu kini hampir sama memburunya seperti Sungmin. “Katakan!” Kyuhyun melontarkannya dengan nada yang lebih tinggi.

Tidak, perasaan Sungmin benar-benar terasa sulit untuk dikendalikan. Rasa sakit dan kehilangan ketika Kyuhyun mendiamkannya membuat Sungmin tak mampu untuk memikirkan apapun. Kepala Sungmin akhirnya mengangguk; memberi sebuah jawaban atas semua sakit hati yang telah ia berikan kepada Kyuhyun. Hubungan kakak-adik yang ia coba untuk pertahankan akhirnya kandas juga. Perasaan cinta yang memaksa mereka untuk menyudahi hubungan kakak-adik itu dengan hubungan yang lebih serius benar-benar tak dapat ditekan. Sungmin akhirnya tak sanggup menahan semuanya; hingga akhirnya segala perasaan itu tumpah menjadi air mata.

Kyuhyun yang mendapat anggukan kepala dari Sungmin kini membatu. Rengkuhan tangannya kian melonggar kala rasa bahagia bercampur tak percaya itu merasup ke celah hatinya. Matanya yang memerah karena berusaha menahan air mata terus membidik dan menyelami manik mata Sungmin. Getaran yang mewakili segenap perasaannya terus menggila, debar jantungnya yang berdebar melebihi batas normal seolah-olah berniat menghancur leburkan dadanya sendiri.

Saranghaeyo ..,” belum sempat Kyuhyun melontarkan kata-kata itu, Sungmin telah mendahuluinya. Kata-kata itu terlontar dengan iringan isak tangis yang membabi buta, mengoyak gendang telinga Kyuhyun yang mendengarnya. Tangan Sungmin yang semula melingkar di leher Kyuhyun kini telah merendah; telapak tangan itu kini mencengkeram kuat bahu Kyuhyun. “Jebal gajimayo!”

Ani,” Kyuhyun merengkuh tubuh Sungmin, membawa perempuan itu ke dalam pelukan tulusnya. Rasa hangat karena pelukan ini membuat dua orang yang terlarut dalam emosi masing-masing mulai merasa tenang. Dengan begini, akhirnya perasaan mereka saling terpaut; mengobati rasa sakit yang mereka rasakan.

OoOoO

Sosok Siwon kini tengah melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Rasa khawatir dan berbagai pikiran negatif tentang sang kekasih melunturkan ketenangan yang sempat hinggap di benaknya. Seperti biasa, pagi ini ia berniat menjemput Sungmin di apartemennya. Tetapi ketika ia sampai di sana, bukan Sungmin yang menyambutnya; melainkan eomma Sungmin. Wanita yang melahirkan Sungmin itu mengatakan bahwa Sungmin baru saja berangkat ke sekolah dengan adiknya.

Sesuatu yang ia takutkan perlahan membuatnya merasa tak sanggup untuk bersikap tenang. Hal yang menjadi pusat pemikirannya tadi malam kini benar-benar terjadi. Rasa kalut pun senantiasa melilit perasaan Siwon.

Menit berlalu, mobil hitam yang tadinya berada di jalan raya dengan kecepatan penuh itu kini telah terparkir di parkiran sekolah. Dengan gerakan cepat Siwon meraih tasnya yang tergeletak di jok belakang kemudian melangkah menuju kelasnya sendiri. Langkah tergesa-gesa milik Siwon benar-benar tak dapat dihentikan oleh siapapun, hingga akhirnya berhentilah ia di kelasnya sendiri. Seketika itu pula pandangannya mengedar dan menemukan sosok Sungmin yang telah duduk manis di bangkunya sendiri.

Siwon mencelos, setidaknya ia patut bersyukur karena tak mendapati sosok Kyuhyun di sini. “Kenapa kau tak memberitahu kalau kau akan berangkat sekolah lebih awal?” Siwon mendudukkan diri di bangkunya sendiri, kini pandangannya tak lepas dari sosok Sungmin yang hanya diam.

Sungmin menghela nafas ketika ia mendapat pertanyaan dari Siwon. “Ss—Siwonnie .., Aa—aku ingin bicara,” ucapnya terbata-bata.

Hei, pandangan aneh yang Sungmin lemparkan ke Siwon kali ini membuat lelaki tampan itu semakin resah. Baru kali ini Siwon merasa begitu sakit hati kala ia menerima tatapan mata Sungmin. Keresahan di hatinya membuat lelaki itu harus memutar otak untuk melempar pertanyaan. “Mm—Jagiya .., aa—akupun ingin mengatakan sesuatu kepadamu,” ucapnya seraya meraih tangan Sungmin dan meremasnya kuat. “Berjanjilah agar kau selalu ada di sampingku ..,” Siwon mengecup punggung telapak tangan Sungmin kemudian kembali berkata, “Kumohon, berjanjilah untuk melupakan niatanmu untuk pergi dariku demi lelaki lain ..”

Seketika itu pula pemikiran Sungmin buyar manakala permintaan Siwon terlontar dengan tutur kata yang lembut. Sesuatu yang ingin ia ungkapkan mendadak tertelan dan tertahan di tenggorokannya. Rasa bersalah karena telah memberi sebuah kesempatan semu kepada Siwon kian menguasi perasaannya.

Jagiya .., jawablah ..,” suara Siwon melemah ketika lelaki itu tak mendengar jawaban dari Sungmin. Dadanya yang terasa sesak membuat lelaki itu terkesan tak sabaran. Jelas saja seperti itu, jawaban Sungmin menentukan semuanya; hubungan dan perasaannya. Jadi tak mungkin lelaki itu dapat merasa tenang saat ini.

Tiba-tiba suara bel tanda akan dimulainya pelajaran berdentang dengan begitu nyaring, menginterupsi percakapan serius mereka. Sungmin yang tersentak karena suara bel reflek menarik tangannya yang bersembunyi di genggaman Siwon. Binar mata Siwon kini kian meredup, menandakan rasa sakit yang ia terima atas perlakuan Sungmin. Siwon menyeret langkah kakinya menuju bangkunya sendiri.

Mianhae, Siwonnie ..”

OoOoO

Kyuhyun terihat berjalan di sebuah lorong kelas. Karena posisinya sebagai Ketua Kedisplinan Waktu membuatnya harus rela meninggalkan pelajaran pertama untuk mengurus siswa-siswi bengalyang masih berani datang terlambat. Wajah lelaki itu tak terlihat begitu menyeramkan hari ini. Seulas evil smirk penuh arti yang membuat ketampanannya bertambah terlukis di bibir tebalnya, entah mengapa secara tidak langsung menyingkirkan image kejamnya yang hampir menyamai Hilter.

Seluruh kejadian yang terjadi kemarin malam adalah suatu sebab yang membuat lelaki itu tampak seperti sekarang. Kecupan-kecupan ringan dan pelukan yang ia lakukan dengan Sungmin membuat senyum itu tak pernah luntur dari bibir Kyuhyun. Apalagi ketika ungkapan cinta yang terbalaskan itu terngiang di telinga Kyuhyun, sungguh menciptakan kebahagian di diri jiwanya yang semula serapuh batu kapur.

Ini benar-benar di luar dugaannya ketika tengah patah hati. Ia kira, semua akan berakhir dengan begitu menyedihkan mengingat betapa teganya Sungmin saat itu. Tetapi ternyata, ini akan berakhir dengan balasan cinta dari Sungmin.

“Aish, aku bisa gila,” racaunya sembari menggaruk kepala bagian belakangnya dengan senyum malu-malu.

OoOoO

Kini Siwon dan Sungmin terlihat duduk di sebuah bangku taman sekolah. Mereka tak terlihat semesra biasanya; tanpa tautan tangan, tanpa senyuman menggoda, dan tatapan penuh cinta. Kini, atmosfir kecanggunganlah yang menyelimuti suasana kebersamaan mereka. Hei, ada apa dengan mereka yang selalu mesra selama ini?

“Ss—Siwonnie, a—aku ingin bicara,” akhirnya Sungmin mencoba untuk mengusir kecanggungan di antara mereka. Tampak air muka Siwon berubah ketika Sungmin berkata; tanda bahwa lelaki itu tengah melamun sedari tadi.

“Mm—Ming, aku lapar ..,” Siwon membungkam jemari Sungmin dan menarik lengan mungil itu. Sebelum perempuan itu melontarkan permintaan untuk mengakhiri hubungan cinta mereka, lebih baik ia mengalihkan perhatian Sungmin. Siwon benar-benar tak ingin berpisah, ia akan tersakiti jika Sungmin benar-benar mengatakan hal itu.

“Siwonnie,” Sungmin berusaha menghentikan langkah kaki Siwon. Perempuan itu tak ingin mengulur waktu lebih lama lagi. Ia benar-benar ingin mengakhiri semuanya. “Kumohon, Siwon-ah ..”

Jagiya ..,” Siwon melengos ketika menerima tatapan mata foxy Sungmin yang berusaha membujuknya untuk duduk. Dengan berat hati lelaki itu kembai membanting tubuhnya sendiri di samping kanan Sungmin, pandangannya jauh menerobos ke hamparan rumput hijau yang mereka jejaki.

Sungmin menelan ludahnya ketika ia melihat sosok Siwon telah kembali duduk. Rasa kasihan ketika melihat reaksi apa yang Siwon tunjukkan saat ini membuat Sungmin serasa tak sanggup melakukannya. Tetapi, ini adalah resiko yang ia ambil. “Siwon-ah, aku berpikir untuk—”

Sebelum perempuan itu menyeselaikan perkataan yang akan ia ucapkan, ciuman dari bibir Siwon kini kembali ia terima. Lumatan kecil dan jilatan di bibir Sungmin dari Siwon terasa mengaduk-aduk perutnya. Matanya yang melotot karena kaget sepertinya tak sanggup untuk berkedip. Ia merasakan sentuhan tangan Siwon di tengkuknya, membuat kepala perempuan itu tetap bertahan pada posisinya.

Para siswa yang melihat sang Presiden Sekolah tengah berciuman dengan sang kekasih kini hanya mampu membatu di tempat masing-masing. Hei, Siwon tak pernah berciuman seintens itu dengan Sungmin selama ini. Karena itu, akhirnya banyak dari mereka yang tak ingin menyia-nyiakan hal seperti itu.

Sosok lelaki berambut ikal yang kebetulan berada tak jauh dari sana menggeram. Dengan gerakan cepat ia menyeret langkah kakinya ke arah Sungmin dan Siwon dengan tangan terkepal dan pandangan penuh amarah. Ciuman yang berlangsung tepat di depan matanya membuat emosinya tersulut dengan begitu cepat.

Dengan satu tarikan, Kyuhyun berhasil melepas tautan bibir antara Siwon dan Sungmin. Detik itu juga, tubuh Siwon terbanting di hamparan rumput taman sekolah. Pandangan Kyuhyun yang begitu kejam menghujam wajah Siwon, “Brengsek!” teriak Kyuhyun.

“Sudahlah, Kyu!” Sungmin menarik baju seragam Kyuhyun; menahan lelaki itu agar tak memberi pukulan mentah untuk Siwon. Tangannya kini melingkar di perut Kyuhyun, membuat junior kelas satu itu tak mampu untuk berkutik.

“Aish,” Siwon berdesis sembari mengusap saliva di bibirnya. Mata elangnya kini menatap Kyuhyun, “Apa yang kau lakukan?” tanya Siwon dengan nada setenang mungkin. Lelaki itu pun beringsut dan bangkit; kedua telapak tangannya menepuk-nepuk permukaan celananya yang kotor.

“Sudahlah, Kyu .., pergilah ..,” suara Sungmin terdengar berbisik dengan nada lembut di telinga Kyuhyun; cukup memberikan rasa perih di perasaan Siwon.

Kyuhyun memutar tubuhnya sendiri, menghadap Sungmin dan menatapnya penuh amarah. “Kenapa kau menciumnya?”

“Jadi kau marah karena aku menciumnya?” suara Siwon kali ini terdengar begitu meremehkan. Lelaki itu telah berkacak pinggang ketika ia mendengar pertanyaan yang Kyuhyun lontarkan untuk Sungmin. “Aku kekasihnya!”

“Kyunnie, tenanglah ..,” rengkuhan lengan mungil Sungmin semakin mengerat, menahan lelaki itu agar tak berbuat lebih anarkis. Jika saja Sungmin tak menahannya, bisa dipastikan bahwa detik ini Kyuhyun telah memukul dan menghabisi Siwon.

“Bagaimana aku bisa tenang jika si brengsek ini mengatakan omong kosong!” jemari telunjuk Kyuhyun terarah ke wajah Siwon.

“Hei, aku memang kekasihnya!” Siwon menanggapi dengan nada tinggi. Urat tipis kini mulai muncul di pelipis kirinya, menandakan bahwa lelaki itu benar-benar marah untuk saat ini.

“Hah, percaya diri sekali kau!” Kyuhyun membuang pandangannya sembari melempar senyuman merendahkan. Pandangan lelaki itu kini jatuh pada wajah Sungmin, “Kau belum mengakhiri hubunganmu dengan kuda ini?”

TBC

57 thoughts on “I Want To Feel How To Love | KyuMin | Chap 10 | GS | T+ | Romance |

  1. yeahhhhhhh minnie akhirnya kau sadar juga dari pingsanmu itu #plak,,, gk deh,, tu kuda pd bgt gk rela diputusin nyadar dong minnioe gk pernah cinta ma loe gk akan dia slalu milik kyuhyun ^^ lanjut baca

  2. AuWww…mngharukan skalii pda saat Minnie mngutarakan prasaan yg sbenarnya pda Kyu *lebayKumat* -.-”

  3. Hah,, kyu tersenyumlah kau karena sekarang sungmin mencintai mu.
    Tapi jangan lupakan siwon yang tidak ingin melepaskan sungmin

    Wahh,,
    Pertarungan antara Kyuhyun VS Siwon
    #dukungKyu

  4. yailaaaaaah, si kuda!! sebel banget laaaah. *coba kyuhyun pindah kecina dulu dan bikin sungmin yg ngejar2 seru kali, terbalaskan lah dendammu kyu!!!* eummbwahahaha

  5. kayanya dimana mana tuh pengganggunya siwon mulu \
    empet empet empet
    ai kuda yang sok cakep *tp fakta sihh
    yaampun min kau tak mendengarkan kataku
    ayo putusin si kuda terus ama kyu kasian si kyu

  6. *sujud syukur(?)
    Akhirnya ming mau akui perasaannya jga. ^^
    Nah kan giliran abang kuda deh yng kalah sekarang.😀
    Kkkk~
    Penasaran sama endingnya.

  7. Siwon-ah… Kau tdk akan pernah menang bersaing dgn kyu tuk mndpatkan ming. Krn ming hnya d peruntuk kan buat kyu.. Araso???

  8. kyu ini emang egois bgttttt….dalam hatinya ming harus jadi miliknya harussss…gak peduli dy kalau ada orang yg tersakiti nantinya yaitu siwon…tapi sebelum ini kyu juga udah sakit hati sih bahkan lebih sakit dr yg akan dialami siwon nanti… smoga smua berakhir dengan baik2 saja

  9. minnie-ah ayo pilih salah satu…jgn buat keduanya bingung… memang sih sulit untuk memilih tp carilah yg menurut hatimu tenang

  10. Siwon di sini karakternya rada2 menjengkelkan ya?
    Yah si Sungmin, kalau memang perasaannya sama si Kyuhyun perasaan cinta yeoja ke namja, kenapa Ñϑâќ mengaku saja sih? Kasihan kan Kyuhyun😦😥

  11. yuhuuu akhirnya sungmin sadar akn prasaannya ke kyuhyun ^^
    jdi skrg sungmin punya 2 pacar nihhhh??? ayoo mingg, scpatnya putusin siwonnn.. kkkk~

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s