I Want To Feel How To Love | KyuMin | Chap 9 | GS | T+ | Romance |

I want to Feel How to Love

Genre : Romance , Drama

Rate : T

Pairing : KyuMin

Part : 9/?

Warning : Genderswitch , abal , geje .

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON’T READ!

Music : “Doushite Kimi Wo Suki Ni Natte Shimattan Darou?” & “Love in the Ice” by TVXQ

Manik mata kelinci dan iblis itu bertemu selama beberapa detik, kemudian terputus begitu saja kala Kyuhyun kembali mengedarkan pandangannya. “Tidak ada penolakan! Cepat lakukan sekarang!”

Sekalipun kau menatapku, aku tak akan menatapmu ..

Seketika itu pula murid-murid berlari dengan barisan yang teratur menyusuri pinggir lapangan sekolah. Terlihat pula Sungmin yang berusaha mati-matian untuk tetap berlari seperti yang lain. Dua pasang mata yang melihat apa yang telah Kyuhyun lakukan kini melangkah mendekati sosok Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun! Kau keterlaluan!” teriaknya dengan suara menggelegar, membuat siswa-siswa yang tengah berlari menghentikan hukuman mereka. Puluhan pasang mata itu kini tertuju pada satu titik, Kyuhyun dan lelaki itu; tampaknya mereka menantikan sebuah ‘pertunjukan’. “Kenapa menyuruh mereka berlari sebanyak itu? Bukankah lima kali sudah cukup?”

Senyum meremehkan merekah di bibir Kyuhyun, tangan kanannya kini terselip di salah satu saku celana seragamnya. “Mereka terlambat,” jawab Kyuhyun dengan nada setengah bercanda. “Biasanya kau tidak protes. Lalu kenapa sekarang kau baru marah?”

Lelaki itu mengeram marah, “Kau tidak sadar tindakanmu itu terlalu keterlaluan?”

Lagi-lagi Kyuhyun hanya tersenyum, matanya kini melirik ke arah gerombolan murid-murid yang berhenti tak jauh dari mereka. “Apa kau seperti karena kekasihmu ada diantara mereka, Choi Siwon?”

“Ming, kekasih dan adikmu akan bertengkar ..,” salah seorang yeoja yang berada di depan barisan berbisik kepada Sungmin.

Kepala Sungmin merunduk setelah ia mendengar apa yang mereka katakan. Satu fakta yang baru ia sadari beberapa hari lalu membuatnya tak mampu berkutik; Kyuhyun bukan adiknya lagi. Sejak seminggu yang lalu, perlakuan Kyuhyun berubah; sejak ciuman terakhir mereka di lapangan basket.

“Karena seorang wanita, kemana sifat bijaksanamu, Choi Siwon?” lelaki berambut cokelat itu makin berambisi untuk membuat Siwon memukulnya, setidaknya itu akan memberi sebuah image baru bagi Siwon yang selalu dipandang sempurna. “Tak disangka, seperti itukah kepribadianmu?”

“Rendah,” Siwon berucap pelan, cukup membuat Kyuhyun membatu dengan kata-katanya. “Kau melakukan ini karena kemarahanmu kepada Sungmin, benar bukan?” sekarang Siwonlah yang mencoba membalik suasana dengan kata-kata lugas miliknya. Tatapan tajam itu menatap mata Kyuhyun dengan begitu menuntut.

“Omong kosong,” desis Kyuhyun pada akhirnya. Ia mengalihkan pandangannya, menatap para murid yang juga menatapnya. “ADA APA DENGAN KALIAN? AYO LARI LAGI!”

“BERHENTI!” kali ini Siwonlah yang berbicara. “Aku akan meminta keringanan kepada guru pengawas!” ucapnya lalu melangkah pergi.

Bahkan kekasihmu menyangkut-pautkan kedudukan untuk melindungimu.

OoOoO

“Aku melakukan hal itu agar mereka tidak terlambat lagi!” Kyuhyun melontarkan argumentasinya dengan nada tinggi.

“Tetapi itu terlalu keterlaluan!” Siwon menimpali dengan nada tak kalah tinggi. “Sejak Cho Kyuhyun diangkat sebagai Ketua Kedisiplinan Waktu, banyak sekali protes yang diterima pihak konsultasi!”

“Aku tidak peduli dengan protes!” Kyuhyun mendengus pelan. “Siapa suruh terlambat sekolah?”

“Sudahlah!” kali ini Park Seonsaengnim mulai berkata untuk menanggapi. Bisa gawat jika dua ketua ini ribut. “Kalian seharusnya bisa membicarakan hal ini secara baik-baik!”

“Dia mencampuri urusanku!” telunjuk Kyuhyun menunjuk wajah Siwon. “Seharusnya dia tak mencampuri wewenangku!”

“Aku berhak melakukannya karena akulah Presiden Sekolah!” Siwon menggebrak meja.

“HEI! Ada apa dengan kalian?” teriakan Park Seonsaengnim terdengar dua kali lebih keras dari dua warna suara yang tadinya sempat terdengar.

Sosok seorang perempuan yang berdiri di ambang pintu ruang kesiswaan hanya mampu menggigit bibir bawahnya kala ia mendengar teriakan-teriakan dari dalam sana. Keringat dingin yang mulai menetes membasahi kulit putih pucatnya semakin menggila, membuat wajah perempuan itu mengkilat. Rasa bersalah yang bergejolak dalam dada membuat perempuan itu tak mampu untuk menggeser tubuhnya.

“CUKUP! KALAU KAU BERTINDAK SEPERTI ITU KARENA KEKASIHMU, AKU TIDAK AKAN MENCOBA PEDULI!”

Brak!

“Awh ..,” teriakan itu berakhir dengan pekikan Sungmin. Lelaki yang baru saja berteriak itu membuka pintu dengan begitu keras, membuat Sungmin reflek jatuh dan terbanting. Kilatan kemarahan dari tatapan mata Kyuhyun ia dapat, membuat nyali perempuan itu menciut. Sosok di hadapannya kali ini benar-benar bukanlah Cho Kyuhyun yang ia kenal. Lelaki ini lebih mirip dengan seorang lelaki penuh kebencian.

“Idiot, kenapa mengintip,” desisnya sarkatis kemudian melangkah pergi, sama sekali tak mencoba untuk peduli. Lelaki itu benar-benar pergi, tanpa mencoba menolongnya untuk bangkit terlebih dahulu. Ia tertunduk menahan tangis yang akan segera datang, rasa sakit yang kian menggerogoti hatinya kian memuncak.

“Ada apa denganmu, Kyu?” pertanyaan itu menghilang seiring dengan angin yang berhembus menyentuh permukaan wajahnya. Mata kelinci itu telah berair menyaksikan punggung Kyuhyun yang semakin menjauh. Dalam hati ia bertanya, ‘Dimana Kyunnieku yang dulu?’

OoOoO

Kyuhyun terdiam memandang keadaan apartemennya. Sang eomma yang telah pergi beberapa hari yang lalu ke luar negeri untuk urusan bisnis membuat rumah ini semakin berantakan. Maid yang selalu datang setiap hari Kamispun tiba-tiba mengundurkan diri dengan alasan yang kurang jelas. Jadi, kini hanya Kyuhyunlah yang tinggal seorang diri di sini; berteman dengan kesepian yang mencekam.

Jika saja hubungannya dengan Sungmin masih baik, pasti lelaki itu akan memilih menginap di rumah Sungmin. Tetapi, sekarang ia akan membuang jauh-jauh tentang sosok perempuan itu. Ia bisa melakukan segala hal tanpa perempuan itu.

Tatapan yang Sungmin berikan tadi pagi terlintas kembali di benak Kyuhyun, saat dengan kejamnya ia menusuk perasaan Sungmin dengan lidah tajamnya. Ia sadar, bahwa dirinya telah menyakiti Sungmin, membuat perempuan itu hampir menangis. Manik mata Kyuhyun dapat dengan jelas menangkap wajah penuh luka yang Sungmin lukis untuknya tadi.

Tetapi, bukankah wanita itu juga tak mengasihaninya ketika ia menangis?

Kyuhyun terdiam sembari meneguk air dingin yang baru ia ambil dari dalam kulkas. Sebentar lagi ia akan pergi untuk mencari makan. Jam telah menunjukkan pukul enam sore, dan itu berarti Kyuhyun masih memiliki banyak waktu. Dan seperti biasa, waktu yang akan ia lewati dengan perasaan bosan dan jengah.

Akhirnya tangan lelaki itu meraih jaket yang tergeletak di pinggiran sofa, memakainya dengan kilat dan akhirnya keluar. Hari ini ia ingin makan jajangmyun instan, karena itu ia harus pergi dengan bus kota. Membayangkan tentang bus kota, membuatnya teringat dengan sosok seorang perempuan yang selalu enggan untuk pergi dengan kendaraan umum.

Sungmin.

Bola mata kelam miliknya menangkap sepasang mata kelinci yang menatapnya dari ambang pintu apartemen sebelah. Wanita yang ia pikirkan beberapa detik yang lalu kini berada beberapa meter dari tempatnya berdiri. Sosok wanita itu masih menggenakan seragam, pasti baru pulang dari sekolah setelah ditahan oleh kekasihnya sendiri.

Ck, untuk apa dia menatapku?

Kyuhyun bertanya di dalam benaknya sendiri, setelah itu ia berniat melangkah pergi. Lagi-lagi lelaki itu berusaha mengacuhkan Sungmin; menekan perasaannya sendiri semakin dalam. Dengan langkah yang begitu angkuh lelaki itu berusaha menepis perasaannya sendiri, membuat dadanya semakin terasa sesak.

“Kk—Kyunnie?” panggilan dengan suara yang tersendat-sendat itu membuat langkah kaki Kyuhyun seketika itu pula terhenti. Derap langkah kaki yang mendekat ke arahnya kian terdengar jelas. Hingga akhirnya sebuah lengan menepuk sisi pundaknya, membuatnya reflek membalikkan badan.

“Siapa yang kau panggil?” tanyanya dengan nada arogan.

Sungmin terdiam, nyali perempuan itu menciut kala ia mendapat balasan yang kurang mengenakkan. “Bisakah kita berbicara?”

Tak ada sahutan dari Kyuhyun, lelaki tampaknya telah mempersilahkan Sungmin untuk berbicara. Ia mulai menenggelamkan telapak tangannya di saku jaket, menatap Sungmin dengan tatapan tajam.

“Bb—baik, lebih baik kita berjalan-jalan terlebih dahulu,” Sungmin yang tampak kikuk mulai berjalan.

“Aku tak mau membuang waktu!” Kyuhyun tetap tak melangkahkan kakinya.

“Kyuhyun-ah?”

Aneh. Itu terdengar sangat aneh jika kau memanggilku dengan panggilan seperti itu.

“Hm?”

“Aa—aku selalu berpikir, bukankah lebih baik kita kembali seperti dulu?” tanya Sungmin dengan sehati-hati mungkin.

Kyuhyun menghela nafas. Apa yang Sungmin tanyakan membuat dadanya kian berdenyut sakit. Perempuan yang amat ia cintai itu masih menolak hati dan cintanya; lebih memilih hubungan kakak-adik yang membosankan. “Jangan berbelit, sunbae.

“Berbelit? Apa maksudmu?”

“Jika saja waktu itu aku lebih dulu mengajakmu kencan, kau tak akan berpacaran dengan Siwon. Benar, bukan?” Kyuhyun melangkah mendekati Sungmin. Nampaknya perempuan itu begitu ketakutan dengan sifat Kyuhyun yang tiba-tiba menjadi seperti itu.

Kyuhyun menghela nafas sebelum ia berniat melanjutkan perkataannya, “Jangan temui aku lagi ..,” lirihnya pelan. “Temui aku jika kau benar-benar berniat untuk ada di genggamanku.”

“Kk—Kyu ..”

“Aku pergi,” tubuh jangkung itu bangkit dan melangkah. Ia benar-benar tak ingin terlibat lagi dengan Sungmin. Cukup, Kyuhyun tak ingin terbayang-bayangi dengan sosok Sungmin, mantannoonanya. Inilah keputusan yang ia ambil, benar-benar hidup tanpa Sungin.

“Tidak!” tiba-tiba dua buah lengan mungil memeluk tubuh kurus Kyuhyun. Isak tangis dengan suara lembut itu terdengar lirih. Dan wajah hangat yang melesak di atas punggungnya yang dingin bergerak-gerak gelisah. “Aku benar-benar tak bisa hidup dengan Kyunnie!”

Sebenarnya, akupun juga begitu.

“Aku mohon, jangan seperti itu!” teriakan Sungmin tertahan oleh kain jaket Kyuhyun yang membungkam mulut Sungmin.

Jangan menangis.

“Aku benar-benar tak tahu harus bagaimana jika Kyunnie terus mengacuhkanku!” pelukan itu merenggang, nafas Sungmin pun semakin tak teratur. Jika dulu Kyuhyun bersumpah akan membunuh siapapun yang membuat Sungmin menitikkan air mata, kini ia bisa apa? Membunuh dirinya sendiri? “Kyunnie, aku mohon kembalilah ..”

Kembali dan melihatmu bersama dengan lelaki lain?

Mianhae,” Kyuhyun berujar lirih sembari melepaskan pelukan Sungmin. “Jika aku kembali seperti dulu, kau akan membunuhku perlahan-lahan ..”

“Tidak akan,” manik mata mereka kali ini bertemu. Tatapan sayu Sungmin yang menyelami manik mata kecokelatan milik Kyuhyun seakan memohon, menyalurkan segala keinginannya. “Aku ingin—menjadi noonamu untuk selamanya ..,” isaknya terputus-putus.

Gila!

Dua lengan kokoh mendorong bahu Sungmin, membuat perempuan itu mundur beberapa langkah. Tatapan dingin dari Kyuhyun kembali ia layangkan, menyuratkan kesedihan yang membabi buta. Jika Kyuhyun tadi telah tersakiti, sekarang ia merasa telah diujung tanduk. “Aku muak,” ujarnya dengan nada datar. Seketika itu pula Sungmin mengeryitkan alisnya, membuat Kyuhyun harus melontarkan ucapan kasarnya kembali. “Berbahagialah dengan Siwon.”

OoOoO

Kyuhyun mengaduk ramyun instan yang baru ia beli. Rasa lapar yang sempat menyerang lambungnya kini telah hilang tak berbekas. Bayangan tentang Sungmin yang menangis membuat pikirannya semakin berkecamuk. Akhir-akhir ini ia telah tak melewatkan waktu bersama Sungmin; dan mungkin akan berlanjut sampai selamanya.

Ketika semester kelas satu telah usai, Kyuhyun berencana untuk pindah ke China bersama sang eomma. Sebenarnya, itu bukanlah keinginan Kyuhyun. Tetapi itu adalah tuntutan sang eommayang telah dipindah tugas ke Negeri Tirai Bambu itu. Kalau saja hubungan Kyuhyun dan Sungmin masih baik-baik saja, lelaki itu mungkin akan lebih memilih tinggal di Korea.

Tetapi, pindah ke China bukanlah hal yang buruk, bukan? Jika dipikirkan secara nalar, bukankah itu lebih baik?

Benar, itu lebih baik ..

OoOoO

Wanita itu duduk sendiri di balkon apartemennya, menatap langit yang hitam pekat. Secangkir cokelat panas yang sedari tadi menemani kesendiriannya mendadak dingin, uap panas yang tadi menerpa wajahnya kini telah hilang. Sesekali ujung matanya mencoba melirik ke samping kanan, ke arah balkon kamar Kyuhyun. Kini pandangan mata penuh rasa harap bercampur cemas itu terfokus pada satu arah.

“Apa ada sesuatu yang terjadi, hm?” suara lembut bak malaikat itu terdengar, menembus gendang telinga Sungmin dan mengagetkan perempuan berwajah manis itu. Sosok yang berucap itu kemudian duduk tepat di saping kiri Sungmin, “Kyuhyun?”

Sungmin beringsut, menegakkan tubuhnya sendiri dan tersenyum. “Gwaenchanha, eomma ..”

Aigoo ..,” tangan keriput perempuan paruh baya itu terangkat untuk mengelus pucuk kepala Sungmin dengan gerakan lembut. Manik matanya jauh menyelami bola mata milik Sungmin, mencoba mencari tahu kebenaran dari perkataan Sungmin. “Jinjja?

Jinjjayo,” Sungmin kembali melukiskan senyuman. “Kapan eomma pulang? Di mana appa?

“Appa masih ada di Jepang untuk mengurus beberapa urusan,” jawab sang eomma dengan nada syahdu. “Oiyah, kau telah memiliki namja chingu, hm? Kenapa tidak memberi tahu eomma?” jemari Nyonya Lee mencubit pipi chubby Sungmin dan menariknya.

Sungmin melempar senyuman getir kemudian mengangguk. “Mianhae ..

Nyonya Lee mengeryitkan dahi ketika matanya menangkap senyum menyedihkan yang Sungmin lukis. Perempuan paruh baya itu jelas menangkap sesuatu yang ‘mencurigakan’. “Waeyo?

“Sudahlah, eomma .. Minnie tak ingin membahas tentang hal seperti itu ..,” bibir Sungmin mengerucut, jemari telunjuknya kini menari di atas permukaan meja; menulis suatu nama di sana.

“Minnie-yah ..,” Nyonya Cho mulai mengerti dengan apa yang tengah sang buah hati rasakan saat ini. Mendengar berbagai cerita dari Sungjin tentang perilaku Sungmin beberapa hari ini membuat Nyonya Lee tak betah berada di Jepang untuk waktu yang lama. Rupanya, semua yang telah Nyonya Lee khawatirkan selama ini terjadi juga. Hubungan antara Sungmin dan Kyuhyun, akhirnya salah satu dari mereka memiliki perasaan cinta yang bertolak belakang. “Apa ada sesuatu yang terjadi?”

“Uh?”

“Cinta itu bisa datang di hati siapapun, dan cinta tak akan memandang status dalam tujuannya ..”

Eomma, geumanhae ..,” Sungmin merengek kala ia mulai menerima pelajaran tentang cinta dari sang eomma. “Aku tahu itu ..”

Noona, ada Siwon hyung!” teriakan Sungjin tiba-tiba terdengar, membuat dua orang perempuan itu menoleh ke sumber suara. Seorang lelaki yang berdiri beberapa meter di belakang pintu balkon membungkukkan badan untuk memberi salam, memberi senyuman ramah untuk dua orang wanita yang ada di depannya.

Annyeong haseyo, eommanim!”

“Ahh, annyeong haseyo,” eomma Sungmin mulai berdiri dari duduknya. “Eomma akan membiarkan kalian bicara berdua ..,” Nyonya Lee meninggalkan seulas senyuman manis sebelum perempuan itu benar-benar pergi dengan langkah anggunnya; meninggalkan Sungmin dan Siwon di sana.

Siwon yang melihat sosok ‘calon mertuanya’ telah hilang di balik pintu melangkah menghampiri Sungmin; duduk di kursi yang semula eomma Sungmin duduki. Dua manik mata itu kembali menangkap raut kesedihan di wajah sang kekasih, membuatnya semakin tak berdaya. Perlahan Siwon meraih tangan Sungmin, menggenggamnya dengan begitu erat. “Kau terlihat murung.”

“Ahh,” jemari Sungmin bergerak-gerak dalam rengkuhan telapak tangan Siwon. Seketika itu pula senyuman palsu ia lempar ke arah Siwon. “Geokjeongma ..”

“Bagaimana aku tak khawatir jika kekasihku memasang wajah seperti itu ..”

Sungmin merundukkan wajahnya, “Ah, Siwonnie, terimakasih untuk yang kemarin. Kau tahu, teman-teman begitu memujamu ketika kau berhasil memberi mereka keringanan,” Sungmin mencoba mengalihkan topik yang mereka bicarakan. Mendengarkan kata ‘Kau kekasihku’ dari mulut Siwon membuat Sungmin bergidik.

“Ahh, itu tugasku,” Siwon menggaruk bagian belakang kepalanya.

“Kau hebat!” Sungmin melontarkan sebuah pujian sembari memberi dua jempol kepada sang kekasih. “Sungguh—”

“KENAPA TERUS BERTANYA? BUKANKAH AKU AKAN PERGI KE CHINA SETELAH UJIAN SEMESTER INI SELESAI!” teriakan seorang lelaki yang terdengar dengan begitu keras dari apartemen sebelah memecah keheningan malam. Dan itu sukses membuat sepasang kekasih itu menoleh ke kanan, menatap balkon kosong di sana. “SUDAH AKU KATAKAN, EOMMA! BERHENTILAH MENGATURKU!”

Trak!

“Oo—omona ..,” Sungmin membekap mulutnya sendiri dengan telapak tangannya. Teriakan Kyuhyun yang berakhir dengan suara bantingan benda elektronik itu begitu mengoyak perasaannya. Seketika itu pula ia tak mampu untuk berkata, air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya membuat Sungmin tak berani mengedip. Pernyataan yang baru ia dengar dari teriakan itu membuat debar jantungnya berdebum dengan begitu menggila.

BUKANKAH AKU AKAN PERGI KE CHINA SETELAH UJIAN SEMESTER INI SELESAI!

TBC

61 thoughts on “I Want To Feel How To Love | KyuMin | Chap 9 | GS | T+ | Romance |

  1. yahhh gtu dah kyuhyun mau pindah ke cina ,,,, ahhhh sungmin kpan kau sadar hahh bangun bangun T,T kasian kyunnie ,,, lanjut bca dah…

  2. aish… kasian bgt Kyu #lah #berubahpikiran
    tapi tetap ak msh mdukung abg kuda.
    biar kyu dsiksa dlu, tapi knpa malah ming yg trsiksa ya?!
    AIGO… tak sanggp liat ming nangs gra2 kyu lgi. #pukul2Kyu #dibunuhKyu

  3. kyu bener” tersiksa sekali di sini
    minnie kpan sich kmu sdar klu kyu tuch tdk akan bisa berpaling dri kmu?
    ini semua gara siwon rasa”nya ingin banget nampar siwon *emosi tingkat tinggi*

  4. Kyu mau pindah k’cina???????trus sungmin gmna?????
    Aduhhhhh makin ribet aja nih
    Udah lah minnie terima kyu dong,daripada sama2 tersakiti lebih baik bersama
    Dan buat siwon udak relain minnie buat kyu aja deh oke😉

  5. kyuuuu jangan tinggalinn minggg tar kuda makin meraja lelaaa…. #loh…

    Horeee this is my 10th comment…..#tiup trompet

  6. Andwaeee,,,
    Min jangan biarkan kyuhyun pergi ke china

    Sadarilah perasaan mu dan terima lah kyuhyun

    Dan nasip bang siwon buat aku aja
    Siap menerima bengan senang hati
    ㅎㅎㅎㅎ ^-^

  7. iya kyu! bagus, pergi dan balik lagi dengan keadaan lo yang kuat dan cool! biki sungmin yg ngejar lo kyu!! *sumpah kepengen nempeleng sungmin ini maaaah* fighting and keep writing eonni🙂

  8. iya kyu! bagus, pergi dan balik lagi dengan keadaan lo yang kuat dan cool! bikin sungmin yg ngejar lo kyu!! *sumpah kepengen nempeleng sungmin ini maaaah* fighting and keep writing eonni🙂

  9. yaah kyu nya jadi begitu
    kyu bakal pergi??😥
    ayolah min peka peka
    halangin kyu pergi ke china
    lagian masa lo rela kyu sahabatmu itu pergi enggak kan
    ayo min peka pekaa please jangan buat kyu menunggu lebih laamaa

  10. Apa itu? Kenapa?
    Yeaahhh aku seperti nyah sudah mulai menangkap sinyal sinyal cinta dari sungmin,hahaha #sotau
    semoga chap brikut nyah bukan sad

  11. dn kau akn meningglkn minnie dgn siwn?dn menyrh bgtu sja?eoh,
    ya!!dn kw lee sung min,ap kw bnar” mengganggp kyu sbg dongsaeng,eoh?
    Oh sesangi~

  12. ming, aku mohon terimalah kyu sebagai orang yang mencintaimu, bukan sebagai adikmu.
    Dan sekarang, kyu akan kechina.. Bagaimana ini ming?
    Kuserahkan semuanya kepadamu.

  13. makin sediih..
    hubungan kyu ama eomma nya emang kurang akrab yaa
    beneran mau ke china??
    kyu bened udh pasrah ttg cintanya ama min??

  14. Apa?? Kyu mau ke china?
    Sepertinya itu adalah jlan terbaik.. Dgn bgtu ming bkalan nyadar kalau dia tu jg cinta ama kyu.

  15. bagus kyu…pergi aja ke china..jadilah pria sukses..kembalilah ke korea dan buat ming menyesal telah menyianyiakan namja setampan kyu ku…jangan sedih ya kyu…harus move on..

  16. Kira2 apa yang akan Sungmin lakukan sekarang? Kyuhyun benar2 akan pergi semakin menjauhinya. Sungmin sih egoisnya kelewat batas -_-‘ Kasihan kan Kyuhyunnya😦😥

  17. kyaknya emng lbih bagus kalo kyuhyun pergi.. siapa tau sungmin bkal menyadari prsaannya ketika kyuhyun udah jauh drinya.. ^^

☆Be a Smart Readers, please! Review after Read★

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s